Anda di halaman 1dari 5

Sekilas tentang Vietnam

Vietnam adalah negara sosialis yang berpenduduk + 80 juta jiwa dengan wilayah
seluas 331.688 km2. Negara beribukota Hanoi ini terbagi dalam 59 provinsi dan
lima kota setingkat provinsi. Sejumlah provinsi diklasifikasi dalam delapan
wilayah, yaitu: Northwest, Northeast, Red River Delta, North Central Coast,
South Central Coast, Sentral Highland, Southeast, dan Mekong River Delta.
Secara geografis, Vietnam masih berada di Asia Tenggara, persisnya di kawasan
Indochina, dengan batas RRC di bagian utara. Sedangkan di bagian barat
Vietnam dibatasi oleh negara Laos dan Kamboja.

Vietnam memiliki kemiripan sejarah dengan Indonesia. Vietnam dijajah oleh


Perancis selama lebih dari satu setengah abad, kemudian pada tahun 1941
digantikan oleh Jepang. Vietnam merdeka pada tanggal 2 September 1945 setelah
berhasil mengusir Jepang yang telah menjajahnya selama 4 tahun. Akan tetapi
kemerdekaan tersebut tidak diakui oleh Perancis yang masih merasa memiliki
Vietnam. Keadaan ini menyebabkan terjadinya perang dengan Perancis selama
delapan tahun yang berakhir dengan kekalahan Perancis pada tahun 1854.
Menyerahnya Perancis tidak mengakhiri peperangan di Vietnam. Karena Vietnam
terpecah menjadi dua negara. Pertama Vietnam Utara yang merdeka di bawah
pimpinan Ho Chi Minh. Yang kemudian berkembang menjadi negara komunis.
Yang kedua Vietnam Selatan yang cenderung kapitalis karena didukung oleh
Amerika Serikat.

Perang saudara kedua negara pecah pada tahun 1969. Vietnam Selatan yang
didukung oleh Amerika Serikat, akhirnya takluk dengan Vietnam Utara yang
dibantu oleh negara-negara Timur, terutama RRC. Perang yang menewaskan
ribuan rakyat kedua belah pihak dan sejumlah tentara Amerika masuk dalam
istilah MIA (missing in action) ini baru berakhir pada tahun 1975, dan Amerika
angkat kaki dari negara itu. Perang yang kejam ini sempat melahirkan killing field
yang diangkat ke layar lebar oleh industri perfilman Hollywood. Dengan
berakhirnya perang itu, maka pada tahun 1976 kedua Vietnam bersatu dalam satu
bendera di bawah nama Republik Sosialis Demokrasi Vietnam, dengan lagu
kebangsaan Tien Quan Cha.

Di awal berdirinya, Vietnam mengalami kesulitan ekonomi hebat hingga tahun


1990. Kesulitan ini antara lain karena adanya embargo dari Amerika Serikat dan
sekutunya di Eropa. Namun pada tahun 1990– sejak ditemukannya kandungan
minyak bumi di perut negara itu – Vietnam menunjukkan perbaikan ekonomi
secara mengejutkan. Laporan Bank Dunia mencatat, bahwa Vietnam merupakan
negara yang memiliki perkembangan ekonomi tercepat kedua di dunia, dengan
angka pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) per tahun antara 2000-2004
rata-rata sebesar 7%. Presiden Nguyen Minh Triet dan Perdana Menteri Nguyen
Tan Dung boleh berbangga, karena pada tahun 2007 ini Bank Dunia mencatat,
bahwa pendapatan per kapita rakyat Vietnam mencapai US$ 3.025.
Sejarah Masuknya Islam di Vietnam
Negeri Melayu Champa berdiri sekitar pada abad ke-3 hingga abad ke-15 M
dengan kekuatan dan pengaruh yang sangat luas. Sebagaimana kerajaan melayu
yang lain, pada saat itu agama Hindu dan Budha sangat mempengaruhi corak
pemerintahan kerajaan dengan unsur ketuhanan yang menjadi panutan rakyat.
Daerah kekuasaan kerajaan Champa terletak di pertengahan dan selatan Vietnam.
Monumen dan artifak-artifak masih dapat dilihat sebagai bukti sejarah yang
menakjubkan. Peninggalan-peninggalan tersebut dapat memberikan gambaran
tingginya upaya bangsa Champa dalam mengolah pemikiran abstrak serta nilai-
nilai falsafah yang sangat tinggi.
Kebijakan terhadap agama di Vietnam mengikuti amanat Ho Chi Minh sehari
setelah pernyataan kemerdekaan pada tanggal 3 September 1945. Ada enam hal
penting yang disampaikan oleh Ho, satu di antaranya adalah kepastian adanya
kebebasan bagi warganegara untuk mengikuti atau tidak mengikuti agama. Karena
itu sejak konstitusinya yang pertama kebebasan beragama merupakan salah satu
dari lima hak dan kewajiban yang utama dari warganegara.

Pada Pasal 10 konstitusi itu menyatakan bahwa hak terhadap kebebasan berbicara,
kebebasan melakukan penerbitan, kebebasan untuk berorganisasi dan berkumpul,
kebebasan beragama, dan kebebasan untuk melakukan perjalanan baik di dalam
negeri maupun di luar negeri.

Kebebasan beragama (juga kebebasan untuk tidak beragama) diatur pula dalam
Konstitusi 1959 dan terakhir dalam Konstitusi 1992. Salah satu pasal Konstitusi
1992 yang masih berlaku sampai saat ini menyatakan, bahwa setiap warganegara
memiliki hak untuk bebas beragama baik menjadi pengikut agama maupun tidak
menjadi pengikut agama. Semua agama mempunyai persamaan di depan hukum.
Tempat beribadat umat beragama dilindungi oleh undang-undang. Tak seorang
pun diperbolehkan mengganggu kebebasan berkepercayaan dan beragama, atau
mengambil keuntungan dari agama secara melawan undang-undang dan kebijakan
negara.

Ketika berkunjung ke Jakarta awal November tahun lalu, Dr. Nguyen Thanh
Xuan, Ketua Delegasi Keagamaan Vietnam mengatakan bahwa semua agama
diatur oleh Departemen Agama Vietnam, kecuali “agama” Kong Fu Chu.
Mengapa? Karena Kong Fu Chu menurut Xuan hanyalah filosofi manusia, bukan
agama (www.walubi.or.id/).

Di samping konstitusi terdapat juga peraturan pemerintah yang antara lain


mengatur tentang organisasi agama, pendaftaran organisasi agama, perizinan
kegiatan keagamaan, penggunaan tanah untuk rumah ibadah, pencarian dana oleh
umat beragama, dan tatacara organisasi agama melakukan hubungan
internasional. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah pada dasarnya hanya
mengatur tentang pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan umat beragama agar
tidak dilakukan secara liar. Artinya Pemerintah Vietnam sama sekali tidak ikut
mencampuri persoalan internal umat beragama dan tidak ikut serta memikirkan
pengembangan ataupun pendidikan agama. Jika pun pemerintah ikut membiayai
kegiatan atau penerbitan kitab-kitab agama, hal itu semata-mata merupakan
bantuan sekaligus kontrol terhadap organisasi keagamaan.

Potret Agama-agama
Kehidupan beragama di Vietnam telah dimulai sejak puluhan bahkan ratusan
tahun yang lampau. Hal ini ditunjukkan dengan adanya rumah-rumah ibadah yang
yang telah berumur ratusan tahun. Gereja Phat Diem Katedral di Propinsi Ninh
Binh, misalnya telah dibangun pada tahun 1875. Begitu pula Pagoda Taifung di
Propinsi Ha Tai telah berdiri sejak tahun 1554 dan Pagoda Huong Tich di propinsi
yang sama juga telah dibangun sejak abad ke-11. Warganegara Vietnam yang
tercatat memeluk agama berjumlah + 20 juta orang atau 25% dari jumlah
penduduk seluruhnya. Agama-agama resmi yang di negara itu adalah Budha,
Katolik, Kristen, Cao Dai, Hua Hao, dan Islam.

Dari segi jumlah pemeluk agama Budha menempati urutan terbesar, yakni lebih
kurang 10 juta orang. Umat Budha menyebar di seluruh provinsi yang ada di
Vietnam. Majelis Agama Budha memiliki empat buah institut agama Budha, 38
sekolah agama, dan lebih 5.000 orang biksu/biksuni. Urutan kedua ditempati oleh
agama Katolik. Agama ini masuk ke Vietnam pada tahun 1533 pada masa raja Lee
Trang Ton dibawa oleh seorang pengusaha bernama Ignatius. Saat ini umat
Katolik di Vietnam berjumlah hampir 6 juta orang. Keberadaan umat Katolik
didukung oleh 26 wilayah gereja, dua orang kardinal, tiga uskup agung, dan 43
uskup. Lembaga Keuskupan Agama Katolik dibentuk pada tahun 1980 yang
masing-masing kepengurusan berlangsung selama tiga tahun.

Agama Kristen masuk ke urutan ketiga dengan jumlah pemeluk sekitar sejuta
orang. Umat Kristen di Vietnam terbagi dalam empat kelompok yaitu Confederasi
Evangelis atau Northern Church, Gereja Dataran Tinggi bagian Utara, Asosiasi
Misionaris Protestan, dan provinsi Binh Phruoc dan Dataran tinggi tengah. Agama
Kristen pertama kali masuk ke Vietnam pada tahun 1887 dibawa oleh Pasto A.B.
Simpson. Majelis Agama Kristen memiliki sebuah lembaga pendidikan dan 10
kursus-kursus keagamaan.

Agama Islam termasuk di antara agama yang eksistensinya diakui di negara itu.
Islam masuk ke Vietnam antara abad ke 11 – 14 dibawa oleh pedagang Timur
Tengah dan Asia Barat. Komunitas Islam – yang di seantero negeri jumlahnya
baru mencapai sekitar 66.000 orang itu – banyak berada di wilayah yang didiami
oleh suku Champa dan provinsi bagian selatan. Islam di Vietnam terbagi dalam
dua kelompok, yaitu Camp Ba-ni, biasa disebut kelompok Islam kuno dan Camp
Islam atau kelompok Islam baru.

Selain agama-agama yang sudah disebutkan itu, masih terdapat agama-agama lain
di Vietnam yang masih agak asing di telinga kita. Sebut saja misalnya agama Cao
Dai. Agama ini merupakan agama lokal yang berpusat di Propinsi Thai Ninh.
Pengikut agama Cao Dai tersebar di seluruh Vietnam dengan jumlah pengikut
cukup besar, mendekati tiga juta orang.

Di Kota Thay Ninh terdapat suatu lokasi yang dianggap sebagai tanah suci umat
agama penyembah dewa ini. Di sanalah para pimpinan Majelis Agama Cao Dai,
dan dari sana agama ini dikendalikan. Di tanah suci tersebut juga terdapat kuil
utama yang setiap tahun dikunjungi oleh umat Cao Dai dari seluruh penjuru Viet
Nam. Di kuil tersebut, selain patung dewa-dewa, yang menjadi lambang
persembahan adalah suatu bulatan besar berbentuk bola yang di tengahnya
terdapat gambar sebuah mata manusia.

Kota Tay Ninh sendiri terletak di barat laut sekitar 100 kilometer dari Saigon
(bekas ibukota Vietnam Selatan). Situs www.asiamaya.com/ menyebutkan,
bahwa agama Cao Dai merupakan gabungan dari unsur-unsur agama Kristen,
Buddha, Khong Hu Chu, Tao, Islam dan mungkin masih ada sejumlah agama
lainnya. Cara beribadah dalam agama ini adalah dengan memuja orang-orang suci
yang karakternya sungguh berbeda, seperti Dewa Brahma dalam agama Hindu
dan Sir Winston Churchill; Musa dan penulis dari Perancis, Victor Hugo. Agama
ini diciptakan pada tahun 1920-an oleh seorang pejabat pemerintah Vietnam, Ngo
Van Chieu.

Di Tay Ninh, Kuil Agung Cao Dai merupakan katedral yang paling penting bagi
agama ini. Terpisah dari katedral, ada sejumlah bangunan lain, dan di antaranya
ada sebuah sekolah. Semua bangunan dicat dengan warna kuning pastel. Katedral
ini dibangun dengan gaya campuran antara gaya timur dan unsur Eropa. Pria dan
wanita masuk ke dalam katedral dari pintu yang berbeda.

Masih terdapat setidaknya satu agama lokal lagi, yakni agama Hoahao dengan
jumlah umat sekitar sejuta orang. Karena kemiripannya dengan Budha, agama ini
biasa juga disebut Budha Hoa Hao. Bedanya, simbol Budha yang disembah
penganut agama ini bukanlah patung, melainkan sehelai kain berwarna coklat
yang melambangkan “Budha adalah hati dan hati yang baik adalah Budha”.
(bersambung) hq.