Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN DI PT. INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN MRICA BANJARNEGARA

INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN MRICA BANJARNEGARA Disusun Oleh : 1. Muhamad Rizal Ibnu Abdulah

Disusun Oleh :

1. Muhamad Rizal Ibnu Abdulah

(07.6.7008.963)

2. Reno Aji Utomo

(07.6.7008.964)

3. Fetri Nur Andi

(07.6.7008.961)

PANITIA KKL TEKNIK ELEKTRO 2011 SEKOLAH TINGGI TEKNIK WIWOROTOMO PURWOKERTO 2010 / 2011

KATA PENGANTAR

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan bentuk kegiatan akademis yang dimaksudkan untuk membekali ketrampilan kepada Mahasiswa mengenai aplikasi materi yang didapat dibangku kuliah. Pelaksanaan KKL sendiri, dilaksanakan dengan kerja sama antara pihak Universitas dan pihak pihak yang akan dijadikan obyek KKL. Dikarenakan hal tersebut maka penulis pelaksana mengucapkan banyak ucapan terima kasih kepada:

1. Drs. Nugrah Rekto P, ST, selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo Purwokerto.

2. Drs. Kushadiyono, MT, selaku Ketua Prodi Teknik Elektro.

3. Ibu IR, Fitrizawati, selaku Dosen Pendamping kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini.

4. Manajer PT. Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara

5. Dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan dan kerja samanya bagi kesusksesan kegiatan KKL dalam pendalaman materi di PT. Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara pada tahun 2011.

Atas perhatian dan kerja samanya sehingga pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan di PT. Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara tahun 2011 dapat berjalan dengan lancar. Dalam laporan ini kami menyadari masih banyak kekurangan dalam kegiatan KKL ini.Namun, kami berharap dari kegiatan KKL di PLTA PBS ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan sebaik baiknya.

Purwokerto , 10 Februari 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa memiliki peran yang besar dalam proses pembangunan bangsa ini.Mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan perubahan yang dianggap perlu untuk mencapai kemajuan.Perubahan perubahan itu sendiri dapat dalam bidang politik, ekonomi,sosial dan budaya dan atau lainnya sesuai dengan kebutuhan bangsa. Terkaitdengan hal tersebut, Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan nyatayang dapat diterapkan dalam pembangunan.Hanya dengan belajar dibangkukuliah, tidaklah cukup untuk membekali Mahasiswa agar memiliki kemampuanyang memadai.Perlu adanya praktek secara nyata sebagaipengalaman aplikatif. Untuk membangun kemampuan praktik tersebut, maka Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Sehingga dengan alasan tersebut kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dilaksanakan.Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat atau kerja lapangan yang wajib ditempuh oleh Mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan, khusus jenjang Sarjana (S1). Dengan kegiatan ini Mahasiswa diharapkan akan memiliki kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa Indonesia.

B. Tujuan Tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Prodi Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo di PT. Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara Tahun 2011 ini antara lain:

1. Meningkatkan pengetahuan praktis dalam disiplin ilmu yang dipelajarisehingga dapat lebih memahami serta mengaplikasikan antara teori dan yang ada dilapangan.

2. Memberi gambaran secara nyata tentang bagaimana suatu proses pembangkitan dan pendistribusian pada PL yang bernaung di PT. Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara.

3. Menambah pengetahuan , pengalaman, wawasan mahasiswa dalam bidang kelistrikan terutama pada proses pembangkitan , pendistribusian tenaga listrik.

4. Memberikan bekal nyata kepada Mahasiswa agar lebih menghayati masalah yang sangat komplek yang dihadapi oleh masyarakat dalam pembangunan dan belajar menanggulangi masalah masalah kelistrikan tersebut secara pragmatis dan interdisipliner.

5. Memberikan bekal nyata kepada Mahasiswa tentang lingkungan kerja dan permasalahan-permasalahan yang ada didalamnya serta belajar untuk menyelesaikan segala permasalahan berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang telah dipelajari.

6. Memberikan kesempatan kepada Mahasiswa untuk belajar menjadi tim kerja yang baik dan mengabdikan ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan masyarakat.

7. Memberikan kesempatan kepada Mahasiswa agar menjadi innovator, motivator dan problem solver dalam menyikapi setiap permasalahan baik dalam masyarakat ataupun lingkungan kerja.

C. Manfaat Hasil kegiatan Kuliah Kerja Lapangan pendidikan Teknik Elektro tahun 2011 diharapkan mempunyai kegunaan baik secara praktis maupun teoritis :

1. Secara praktis

a. Untuk Mahasiswa

1. Mendapatkan tambahan pengetahuan materi Transmisi Tenaga Listrik,Proteksi,sesuai dengan bidang kajian yang dilakukan oleh obyek KKL.

2. Mendapatkan ketrampilan aplikatif mengenai materi Pembangkit Listrik Tenaga Air yang dipelajari di bangku kuliah.

3. Memudahkan mahasiswa dalam penguasaan dan pendalaman materi tentang bagaimana terbentuknya tenaga listrik.

4. Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana cara kerja dari PLTA

5. Mahasiswa dapat membandingkan antara teori dan kenyataannya pada lapangan

6. Untuk menambah pengalaman

b. Untuk Dosen

1. Kegiatan KKL merupakan mediasi Dosen untuk menjelaskan

materi yang berhubungan dengan elektro.

2. Dosen dapat memberikan suatu bentuk perkuliahan yang representatif ditempat Obyek yang dijadikan KKL.

3. Untuk menambah pengalaman

c. Untuk Kampus Dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan dapat meningkatkan kerja sama yang baik antara pihak Universitas dan Instansi yang dijadikan obyek KKL.

2. Secara Teoritis Dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan prodi Teknik Elektro Tahun 2011 dapat memberikan sumbangan yang positif terhadap usahapengembangan ilmu pengetahuan , khususnya yang berkaitan dengan mata kuliah yang diberikan di kampus.

BAB II PROFIL INSTITUSI OBYEK KKL

A. PT Indonesia Power

1. Sejarah terbentuknya PT Indonesia Power Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang,setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II. Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik

bagi kepentingan umum.Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang. Indonesia Power adalah salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero) yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PLN Pembangkitan Jawa Bali I.Pembentukan perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C2-12496 HT.01.01.TH.1995. Sejak 3 Oktober 2000 berganti nama menjadi Indonesia Power sebagai penegasan atas tujuan perusahaan yang menjadi perusahaan pembangkitan tenaga listrik independen yang berorientasi bisnis murni. Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkitan tenaga listrik terbesar di Indonesia.Untuk mengelola 127 mesin pembangkit dengan total kapasitas terpasang sekitar 8.888 MW, Indonesia Power memiliki delapan Unit Bisnis Pembangkitan yang tersebar di berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Bali, serta satu Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.Indonesia Power terus melakukan upaya penambahan kapasitas pembangkit lisrtik, baik di Pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi, dan Nusa Tenggara Timur.Dengan identitas baru, Indonesia Power mendeklarasikan Visi dan Misi yang terintegrasi dengan rencana baru untuk menjadi perusahaan publik dan meningkatkan diri menjadi pembangkit kelas dunia. Untuk mendukung terealisasinya keinginan tersebut, Indonesia Power dan seluruh Unit Bisnisnya telah berbenah diri. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya berbagai penghargaan nasional dan internasional antara lain ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), SMK3 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Indonesia, Penghargaan Padma untuk bidang Pengembangan Masyarakat, dan ASEAN Renewable Energy Award. Pusat unit bisnis pembangkitan MRICA mempunyai tugas pokok yaitu untuk menghasilkan tenaga listrik yang akan disalurkan melalui jaringan distribusi.selain itu UBP MRICA bekerja sama dengan instansi terkait dan perguruan tinggi untuk menigkatkan kualitas air dan pemanfaatan lahan yaitu dengan mengadakan penyuluhan kepada para petani agar mendapat hasil yang lumayan dan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Penghijauan pada area PLTA juga telah dilakukan sekaligus sebagai bentuk kerjasama dengan masyarakat, antara lain penanaman kopi di Sub Unit PLTA Plengan bekerjasama dengan koperasi masyarakat. Di PLTA Mrica dilakukan pengembangan tanaman salak pondoh bekerjasama dengan masyarakat sekitar.

2. Visi Dan Misi Perusahaan

a. Visi Menjadi perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan.

b. Misi Melakukan usaha dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan mengembangkan usaha lainnya berdasarkan kaidah industri dan

niaga yang sehat guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam jangka panjang.

3.

Struktur Organisasi

Pemerintah Pusat PLN P3B PT Indonesia Power PLTA PBS PLTA wonogiri PLTA sempor
Pemerintah Pusat
PLN
P3B
PT Indonesia Power
PLTA PBS
PLTA wonogiri
PLTA sempor
PLTA wadas lintang
PLTA wadas
lintang
PLTA kedung ombo
PLTA kedung
ombo
PLTA ketenger
PLTA ketenger
PLTA Tapen
PLTA Tapen

Pemerintah memegang peranan penting dalam urusan kelistrikan, PLN merupakan badan yang mengepalai masalah kelistrikan dan bertanggung jawab kepada pemerintah, dibawah PLN ada P3B yang bertugas mengatur jalannya tenaga Listrik dari mulai Pembangkitan , penyaluran / distribusi, serta ketetapan lainnya. Selanjutnya ada PT Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan dari PLN didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PLN Pembangkitan Jawa Bali I.Pembentukan perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C2-12496 HT.01.01.TH.1995. Sejak 3 Oktober 2000 berganti nama menjadi Indonesia Power sebagai penegasan atas tujuan perusahaan yang menjadi perusahaan pembangkitan tenaga listrik independen yang berorientasi bisnis murni. Pada PT Indonesia Power unit mrica ini juga memiliki beberapa PLTA yaitu PLTA PB Soedirman dengan kapasitas 180,90 MW, dari PLTA PBS tersebut airnya hasil keluarannya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat PLTM plumbungan dengan kapasitas 1,6 MW, dan PLTM siteki dengan kapasitas 1,2MW. Pada PLTA PBS ini juga dapat untuk melihat,mengontrol PLTA yang ada pada wilayah kerjanya tapi atas persetujuan P3B. PLTA yang ada pada

wilayah kerja PLTA PBS adalah PLTA wonogiri dengan kapasitas yang dihasilkan adalah 12,40 MW, PLTA sempor dengan kapasitas 1MW, PLTA wadaslintang 18MW,PLTA kedung ombo berkapasitas 22,50MW, PLTA jelok 20,48MW,PLTA Timo 2MW, PLTA garung 26,40MW, PLTA ketenger 7,04MW,PLTA kelambu 1,17Mw, PLTA pejengkolan 1,40Mw,PLTA sidorejo 1,40MW, PLTA tapen 800KW. Jadi daya terpasang semua yang ada pada Unit Pembangkitan mrica adalah 304,69MW.

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA LAPANGAN

A. Kunjungan di Unit Bisnis Pembangkit Mrica Obyek KKL yang dikunjungi oleh kami adalah PT Indonesia Power UBP Mrica yang tepatnya di jalan raya Banyumas Km 8 kabupaten Banjarnegara jawa tengah ,perjalanan dari kampus STT Wiworotomo ketempat KKL membutuhkan waktu 1,5 2 jam,pada pukul 9.30 pagi rombongan kami tiba di lokasi dan langsung mendapat sambutan dari pihak Indonesia Power cabang mrica , pada pukul 9.45 pagi rombongan kamimasuk pada ruangan auditorium dan mendapatkan penjelasan tentang struktur organisasi, cara kerja, dan penjelasan lain sebagainya yang terkait dalam UBP mrica dalam bentuk presentasi. Dalam kesempatan ini para peserta KKL diberi kesempatan untuk bertanya mengenai hal hal yang terdapat pada UBP mrica misalnya jenis pipa pesat yang digunakan, ukuran / diameter pipa pesat tersebut, jenis turbin yang digunakan yang mencakup merk,tipe ,kapasitas daya yang dihasilkan ,putaran yang dihasilkan oleh turbin, debit air yang digunakan untuk memutar poros turbin, dan pertanyaan lain yang ada hubungannya dalam pembangkit di mrica. Dari penjelasan yang diberikan oleh pihak Indonesia Power cabang mrica , para peserta KKL mendapatkan pengetahuan tentang komponen komponen yang digunakan dalam upaya untuk menghasilkan tenaga listrik di PLTA PBS tersebut. Dan para peserta KKL juga mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana jalannya / proses dari awal hingga akhir / diperolehnya energy listrik. Pada pukul 10.45 kami diajak ke sebuah gedung yang masih berada dalam satu wilayah dalam gedung tersebut kami melihat ada 4 operator yang sedang memantau melalui computer yang

disambung lan , dalam computer tersebut kita dapat melihat frekuensi , berapa jenis generator dan turbin yang digunakan ,daya yang dihasilkan oleh masing masing PLTA yang ada dalam satu wilayah kerja dari UBP mrica pada pukul 11.00 siang rombongan kami diajak untuk melihat lokasi PLTA PBS disana kami melihat transormator utama trfo ini berfungsi untuk menaikan tegangan dari 13,8Kv menjadi 154 Kv untuk efisiensi penyaluran energy dari pembangkit dari pembangkit ke pusat beban ,sehabis itu kami melihat generator yang diameternya lumayan besar, pada sisi kanan terdapat panel yang didalamnya terdapat banyak rele proteksi untuk pengaman turbin, generator dari hal hal yang tidak diinginkan. Dalam panel tersebut terdapat rele OCR, GFR, dan lain sebagainya, disana ada operator yang menjelaskan cara kerja masing masing rele, dan bila kami belum tahu apa fungsinya maka kami disuruh bertanya.sehabis melihat generator kami diajak kebawah untuk melihat bagian lainya seperti melihat MAIN INLET VALVE , yang berfungsi untuk menghubungkan , membatasi, menyalurkan air yang masuk ke turbin.disana kami melihat panel control untuk suhu, oli, tekanan dan lain sebagainya sehabis melihat MAIN INLET VALVE, kami diajak keruang proteksi trafo, disana kami melihat CB yang berfungsi sebagai pengaman tegangan 13,8 Kv yang ketrafo ataupun sebaliknya. Dari ruangan proteksi kemudian dilanjutkan ke tempat pemantau yang berada pada lantai 2 ,disana kami melihat operator yang sedang bekerja mencatat frekuensi, hasil daya yang didapat pada PLTA PBS, PLTM plumbungan, PLTM siteki, dan panel sambungan untuk distribusi , disana juga kami mendaptkan penjelasan bahwa pada PLTA PBS terdapat suatu generator / genset yang berfungsi sebagai suplay awal jika PLN off / mati dan generator /gensettersebut dapat digunakan untuk membantu suplay awal jika semua PLTA yang ada dalam satu wilayah kerja mati semua.dalam

bekerja/ masuk ruangan pada generator diwajibkan mengenakan helm untuk mengamankan kepala dari hal hal yang tidak diinginkan dan juga itu merupakan prosedur dari K3 yang sedang dijalankan oleh pihak PT Indonesia Power.setelah dari ruang control kami diajak untuk melihat ruang baterai disana terdapat banyak baterai dengan tegangan DC yang digunakan untuk dispatcher mode yaitu proses pengisian tegangan pada awal pengoperasian generator. Dari ruang baterai kami menuju ke dam atau bendungan yang berada diatas disana kami mendapat penjelasan bila terjadi banjir maka kelebihan air akan dibuang melalui pintu pelimpas otomatis sehingga tidak mempengaruhi proses terjadinya energy listrik pada PLTA. Disana juga kami melihat daerah yang di beri pagar melingkar dan diberi tanda peringatan bahaya karena air dalam dasar tersedot sangat kencang menuju turbin jadi warga sekitar dilarang untuk mendekati wilayah tersebut.Pada daerah ini juga terdapat pompa yang digunakan untuk membuang lumpur sehingga tidak sampai masuk ke turbin. Dari kunjungan ke PT Indonesia Power unit mrica para peserta KKL mendapatkan berbagai pengetahuan tentang gambaran bagaimana proses atau cara kerja dari PLTA sehingga dapat menghasilkan energy listrik, dan dapat mengetahui secara nyata apa saja kompoen komponen yang ada didalammya.beberapa PLTA yang dapat dibuat didaerah setelah PLTA PBS adalah PLTM Plumbungan , PLTM Siteki.

BAB IV

PENUTUP

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh Mahasiswa jenjang S1 dalam rangka menyelesaikan pendidikannya. Kegiatan KKL merupakan bentuk kerja lapangan yang berfungsi untuk menambah ketrampilan dan kemampuan dari pesertanya dalam mengaplikasikan teori teori yang telah dipelajari di bangku Universitas untuk dikembangkan dan diterapkan pada kenyataan serta dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.Sehingga dalam rangka pelaksanaan kegiatan KKL perlu dipersiapkan dengan baik mulai dari perencanaan, menetapkan obyek KKL, persiapan, administrasi dan perijinan hingga pada penyusunan KKL. Sehingga setelah mengikuti kegiatan KKL Mahasiswa benar benar mendapatkan tambahan ketrampilan dan pengetahuan terapan yang nyata. Selain itu kegiatan KKL ini juga berfungsi untuk meningkatkan kerja sama antara pihak Universitas dengan instansi yang dijadikan sebagai obyek KKL. Hal ini akan menjadi momen untuk saling meningkatkan kualitas antara pihak Universitas dan instansi obyek yang dijadikan tujuan KKL dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Pelaksanaan kegiatan KKL juga akan memberikan bekal ketrampilan yang nyata kepada Mahasiswa dalam mengaplikasikan teori teori yang didapatnya dibangku kuliah. Sebaiknya dibentuk suatu forum komunikasi antara Instansi Instansi yang dijadikan obyek KKL dengan pihak Universitas dan Mahasiswa sehingga akan terbentuk komunikasi yang baik antara Instansi, Universitas dan Mahasiswa.sehingga dapat meningkatkan kualitas dari Mahasiswa itu sendiri, dan pelayanan dari Instansi dan Universitas.Dalam laporan KKL ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Mrica serta pihak Universitas yang telah banyak membantu suksesnya kegiatan KKL kali ini.Adapun kesalahan kesalahan yang timbul bukanlah Suatu kesengajaan dan akan kami perbaiki dan kami jadikan landasan untuk pelaksanaan KKL diwaktu mendatang.

LAMPIRAN I

Gambar dari PLTA PBS adalah sebagai berikut :

LAMPIRAN I Gambar dari PLTA PBS adalah sebagai berikut : Penjelasan dari gambar diatas adalah Sumber

Penjelasan dari gambar diatas adalah Sumber air berasal dari DAS sungai Serayu yang terletak di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo dengan curah hujan rata-rata 3.900 mm per tahun dan luas daerah tangkapan hujan 1022 km2.Waduk memiliki ketinggian normal 231 dpl dengan luas genangan 8 km2. Bendungan Utama terbuat dari timbunan batu dengan inti kedap air setinggi 109 m dan dinding lindung beton setinggi 1,5 m. Air sungai merupakan salah satu potensi yang cukup besar untuk dapat membangkitkan tenaga listrik. Potensi tenaga air yang terdapat di seluruh Indonesia diperkirakan dapat memproduksi listrik sebesar 75 GW, namun adanya perbedaan antara potensi tenaga air dengan kebutuhan akan tenaga listrik menyebabkan pemanfaatan potensi tenaga air belum dapat dilakukan secara optimal. Sub UBP PLTA PB Soedirman merupakan penghasil tenaga listrik terbesar yang berada di bawah UBP Mrica yang menggunakan waduk sebagai sarana penampung air. Aliran sungai dengan jumlah debit air yang demikian besar ditampung dalam waduk (1) yang ditunjang dengan bangunan bendungan (2) kemudian masuk ke Pipa Pesat (Penstock) (3) Air tersebut dialirkan melalui saringan Power Intake (4) untuk merubah energi potensial menjadi energy kinetik. Pada ujung pipa pesat dipasang Katup Utama (Main Inlet Valve) (5) untuk mengalirkan air ke turbin. Katup utama akan ditutup otomatis apabila terjadi gangguan atau di stop atau dilakukan perbaikan/pemeliharaan turbin. Air yang telah mempunyai tekanan dan kecepatan tinggi (energi kinetik) dirubah menjadi

energi mekanik dengan dialirkan melalui sirip-sirip pengarah (sudu tetap) akan mendorong sudu jalan/runner yang terpasang pada turbin (6). Energi putar yang diterima oleh turbin selanjutnya digunakan untuk menggerakkan generator (7) yang kemudian menghasilkan tenaga listrik.Air yang keluar dari turbin melalui Tail Race (8) selanjutnya kembalike sungai (9). Tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator,tegangannya masih rendah (13,8 kV). Oleh karena itu,tegangan tersebut terlebih dahulu dinaikkan dengan Trafo Utama (10) menjadi 154 kV untuk efisiensi penyaluran energi dari pembangkit ke pusat beban.Tegangan tinggi tersebut kemudian diatur/dibagi di Switch Yard 150 kV Gardu Induk Mrica (11) dan selanjutnya disalurkan/ interkoneksi ke sistem tenaga listrik Jawa-Bali melalui kawat saluran Tegangan Tinggi 150 kV (12). Disamping itu waduk PB Soedirman dengan sungai Serayunya yangmempunyai karakteristik khusus, apabila terjadi banjir maka kelebihan air tersebut akan dibuang melalui pintu pelimpas otomatis/spillway (13).

LAMPIRAN II

Susunan Acara KKL Teknik Elektro ke PT Indonesia Power UBP Mrica

Waktu

Kegiatan

07.00

Peserta Berkumpul dan Persiapan berangkat

07.00

- 09.00

Perjalanan menuju Unit Bisnis Pembangkit Mrica

09.00 - 11.00

Mendengarkan Sambutan, Sejarah, Cara kerja dikantor UBP Mrica dan melihat operator yang sedang bekerja mengamati PLTA lainnya

11.00

13.00

Berkunjung ke PLTA, dam / waduknya untuk melihat proses kerja yang sebenarnya.

13.00

13.30

Kembali ke kantor UBP Mrica yang berada ditepi jalan raya banyumas Km 8 kabupaten banjarnegara

13.30

15.30

Perjalanan pulang dari UBP Mrica menuju Kampus STT Wiworotomo, dan

LAMPIRAN III

Daftar Mahasiswa Peserta KKL Di PT. Indonesia Power UBP Mrica

No

Nama

Nim

1

FX Billy Xaverius

06.6.7008.822

2

Achmad Mustolih

07.6.7008.958

3

Arif Subekti

07.6.7008.959

4

Dedi Adi Purnomo

07.6.7008.960

5

Fetri Nur Andi

07.6.7008.961

6

Muhamad Rizal Ibnu Abdulah

07.6.7008.963

7

Reno Aji Utomo

07.6.7008.964

8

Suyoko

07.6.7008.965

9

Tyofan Rizki Amananda

07.6.7008.966

10

Walif Andwianto

07.6.7008.967

11

Hevi Testiana Setya Prabudi

07.6.7008.994

12

Wahyu Pamudji

08.6.7008.1107

13

Amanah Mukhtorifah

08.6.7008.1111