Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Strobreri adalah salah satu buah yang sangat digemari oleh masyarakat karena warnanya yang merah menyala, rasanya yang asam-asam segar, dan manfaatnya yang banyak. Salah satu manfaat buah stoberi adalah sebagai bahan pembuatan jeli segar, punch stroberi, selai dan sebagainya. Selain itu, daunnya juga dopercaya berkasiat sebagai obat luka. Buah stroberi biasanya dimakan secara langsung. Selain dinikmati secara langsung, bentuknya yang unik dan menarik membuat buah stroberi digemari menjadi penghias makanan dan minuman. Buah stroberi bukan hanya enak dinikmati secara langsung ataupun dijadikan hiasan makanan dan minuman, produk olahannya pun tidak kalah enaknya. Bayak pula masyarakat yang gemar memakan olahan buah stroberi. Namun, banyak orang yang belum tahu macam-macam olahan buah stroberi dan bagaimana cara pengolahnya. Untuk itulah, permasalahan tersebut menarik untuk dikaji. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana tinjauan singkat tanaman stroberi? 2. Bagaimana cara membudidayakan tanaman stroberi? 3. Bagaimana penanganan pasca panen stroberi? 4. Apa sajakah olahan dan awetan buah stroberi serta bagaimana cara membuatnya? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui tijauan singkat tanaman stroberi. 2. Untuk mengetahui budidaya tanaman stroberi. 3. Untuk mengetahui penanganan pasca panen stroberi. 4. Untuk mengetahui olahan dan awetan buah stroberi serta cara pembuatannya.

Gambar 1. Tanaman stroberi

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Singkat Tanaman Stroberi. a) Sejarah Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L. menyebar ke berbagai Amerika, Eropa dan Asia khususnya Indonesia. Stroberi dikenal dengan nama arbei di Indonesia. Kata arbei berasal dari bahasa Belanda yaitu aardbei yang merupakan sebuah genus tumbuhan dalam keluarga Rosaceae. Kata stroberi juga berasal dari bahasa Inggris kuno streawberige yang merupakan gabungan dari streaw atau straw dan berige atau berry namun alasan tentang pemberian nama ini masih belum jelas (http//:id.wikipedia.org, 2008). Stroberi yang umumnya dijual di pasar swalayan merupakan hibrida yang dihasilkan dari persilangan Fragaria virgiana L. var. enetic yang berasal dari Amerika Utara dengan Fragaria chiloensis L. var. enetic yang berasal dari Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan stroberi modern (komersil) yaitu Fragaria x annanassa var. enetic. Ada beberapa varietas stroberi yang umumnya dapat ditanam di Indonesia, yaitu varietas Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Enetic, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. b) Botanis Tanaman Stroberi Sistematika tanaman stroberi (Aries, 2007). Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Rosaceae Genus : Fragaria Spesies : Fragaria sp.

a. Daun

Morfologi tanaman stroberi.

Daun stroberi berupa daun majemuk trifoliatus atau terdiri dari satu daun dan tiga anak daun dengan tepi bergerigi. Permukaan atas berbulu halus berwarna hijau atau hijau tua. Permukaan bawah berwarna hijau keabu-abuan dan memiliki 300-400 stomata per mm2. Pada masa pertumbuhan vegetatif, dengan suhu udara rata-rata 220C akan terbentuk daun-daun baru setiap 8-12 hari. Daundaun ini akan tumbuh di meristem. b. Batang Batang yang dimaksudkan di sini adalah batang utama tempat daundaun tersusun. Stoberi memiliki batang utama yang tersusun dengan daundaun yang melingkari batang dengan jarak yang sangat rapat. Batang stroberi sangat pendek, lunak, dan tidak berkayu. Batang ini tersembunyi diantara tangkai-tangkai daun stroberi. c. Akar Tanaman stroberi dewasa biasanya memiliki 20-35 akar primer, meskipun ada yang memiliki akar primer ini umumnya berfungsi sekitar satu tahun dan selanjutnya akan muncul akar-akar baru yang tumbuh dari ruas paling dekat dengan akar primer. Akar-akar tanaman stroberi dewasa bisa mencapai kedalaman satu meter. d. Stolon Stolon merupakan perpanjangan tunas yang tumbuh horizontal sejajar dengan permukaan tanah. Pada stolon terdapat ruas tempat pucuk aksiler yang akan menumbuhkan anakan-anakan stroberi. e. Bunga Bunga stroberi memiliki lima kaliks, lima korola, 20-35 stamen, dan ratusan putik yang menempel dengan pola melingkar di dasar bunga (reseptakel). Bunga terletak di ujung tanaman. f. Buah Buah stroberi adalah buah semu (pseudokarp). Buah yang sebenarnya adalah biji-biji kecil yang berwarna putih yang disebut dengan achene. Achene berasal dari ovul yang diserbuki kemudian berkembang menjadi buah kerdil. Struktur achene kerdil dan menempel di permukaan reseptakel yang membesar. Pada kebanyakan buah Fragaria x ananasa, letak achene di permukaan buah tidak menonjol. Jumlah achene yang terbentuk adalah salah satu yang mempengaruhi besarnya buah. 3

Pembentukan achene ini dipengaruhi oleh banyaknya putik dan efektifitas penyerbukan (Agus, 2005). c) Syarat Tumbuh Temperatur Tanaman stroberi semula hanya tumbuh di daerah sub tropis, namun sekarang justru banyak ditemukan di daerah tropis. Di Indonesia, stroberi tumbuh dengan baik pada 600 m dpl, pada suhu 14-180C (malam hari) dan 22-250C (siang hari). Tanah dan Media Tanam pH tanah yang ideal bagi tanaman stroberi adalah 5,8-6,5. Stroberi akan tumbuh dengan baik jika ditanam pada tanah yang kaya akan bahan organik. Disamping itu pula perlu diadakan pemilihan lahan yang memiliki porositas, aerasi , dan drainase yang tinggi. Sinar Matahari dan Panjang Hari Stroberi adalah tanaman yang menyukai sinar matahari penuh. Respon tanaman stroberi terhadap sinar matahari tergantung pada karakter kultivarnya. Kultivar-kultivar tanaman stroberi terdiri dari tanaman hari pendek dan tanaman hari netral. Pada kultivar hari pendek, jika tanaman menerima sinar matahari kurang dari 12 jam, tanaman akan mengalami rangsangan pembungaan. Jika menerima sinar matahari lebih dari 12 jam, tanaman akan memasuki fase vegetatif, sehingga tidak akan berbunga. Kelembapan Udara Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan stroberi antara 80- 90%. Curah Hujan Tanaman stroberi tumbuh dengan baik di lingkungan beriklim sedang dengan curah hujan 600-700 mm/tahun (Agus, 2005). 2.2 Budidaya Tanaman Stroberi 1) Pencangkulan dan Pengolahan Lahan Tanah terlebih dahulu dibersihkan dari gulma. Proses ini bisa dilakukan secara mekanik dengan mencangkul tanah, kemudian membolak-balik permukaanya, atau dengan cara kimiawi, yaitu menggunakan herbisida. Biasanya cara

mekanik lebih sering digunakan karena selain hemat, pembolak-balikkan permukaan tanah dapat meningkatkan sifat drainase tanah (Agus, 2005). 2). Pengapuran Jika pH tanah terlalu rendah, maka tanaman stroberi akan mengalami stress. Hal ini disebabkan karena rendahnya ketersediaan unsur hara tanah bagi tanaman, terutama P dan K. Rendahnya pH juga akan mengakibatkan tanaman keracunan Al dan Fe. Kondisi ini dapat diatasi dengan menambahkan kapur kalsit atau dolomit. 3). Pengaturan Penanaman Stroberi dengan Bedengan Penanaman dengan bedengan dilakukan secara langsung pada tanah. Bedengan dibuat memanjang dari arah timur ke arah barat sesuai dengan terbitnya arah matahari. Bedengan dibuat dengan ketinggian sekitar 40 cm dan lebar 1 m untuk dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris sekitar 30-35 cm. Bedengan kemudian diberi bahan organik dan zeolit, serta kapur. Setelah itu ditutup dengan mulsa plastik. Menanam dengan sistem bedengan biasanya hanya untuk menanam sekali musim panen. Kelebihan sistem ini yaitu dapat mencegah genangan air sekitar akar sehingga aerasi akarnya baik dan pertumbuhan tanaman pun lebih sempurna (Aries, 2007). 4). Pembibitan dengan Perbanyakan Bibit Vegetatif Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun tanaman induk yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan produktif. Penyiapan bibit anakan dan stolon dimulai dengan membongkar bibit anakan rumpun dengan cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yang sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dalam polibag berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang halis (1:1:1), disimpan di bedeng persemaian beratap plastik. (http//: www. ristek.go.id, 2007). 5). Penambahan Bahan Organik Penambahan bahan organik dilakukan untuk memperkaya kandungan tanah akan bahanbahan yang nantinya dibutuhkan oleh tanaman stroberi. Penambahan itu dilakukan dengan memberikan kompos dari pupuk kandang atau sisa dedaunan yang sudah didekomposisi. Selain penambahan dengan kompos, juga dianjurkan untuk menambah zeolit. Penambahan bahan organik dan zeolit sangat dianjurkan. Bahan zeolit dapat juga berfungsi sebagai penyangga pH tanah (Aries,2007). 5

6). Pemupukan Dasar Setelah pengolahan lahan selesai, maka tanah perlu diberi pupuk dasar, misalnya dengan pupuk kimia tunggal senacam Urea, SP-36, KCL atau pupuk lengkap seperti NPK. Pemberian pupuk jumlahnya tergantung pada luas lahan, jenis pupuk, dan populasi tanaman yang ditanam (Aries,2007). 7). Sistem Penanaman Teknik penanaman stroberi yang dimaksud dalam hal ini adalah teknik penanaman di lahan terbuka menggunakan mulsa plastik hitam perak. Penanaman menggunakan mulsa plastik hitam perak harus diberi lubang pada titik tempat tanaman akan ditanam. Adapun tahapan penanaman bibit stroberi dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak sebagai berikut. a. Melakukan pemupukan lahan b. Memasang mulsa plastik hitam perak sehingga menutupi bedengan. Kemudian menentukan lubang tempat penanaman di mulsa plastik. c. Tanah berada di bawah lubang mulsa plastik digali dengan kedalaman yang sesuai dengan perakaran bibit stroberi. d. Mengeluarkan bibit dari polibag bersama media tanamnya. e. Bibit ditanam pada lubang tanam, kemudian menekan atau memadatkan tanah sekitar batang bibit stroberi. f. Menyiram tanah di sekitar pangkal hingga lembab (Aries, 2007). 8). Pemeliharaan dan Pemanenan A. Penyulaman dan Penyiangan Penyulaman dilakukan selama 15 hari setelah tanam. Dengan cara mengganti tanaman yang mati/abnormal secepatnya dengan tanaman baru yang umurnya tidak terlalu jauh. Sedangkan penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh di secara rutin. B. Pemangkasan Pemangkasan dilakukan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman. Oleh karena itu, tanaman stroberi yang sudah tua harus dipangkas agar menghasilkan buah stroberi yang optimal.

C. Pemupukan Pemberian pupuk pada tanaman pada hakikatnya adalah memberi sumber nutrisi bagi tanaman. Dalam budi daya tanaman stroberi, pemupukan biasanya melalui akar dan daun. Pemupukan melalui akar dapat dilakukan dengan cara membenamkan pupuk padat di sekitar tanaman atau menyiramkan pupuk yang dilarutkan dalam air ke tanah. Pemupukan diatas diteruskan dengan pemupukan lanjutan yang menggunakan larutan hara. Larutan hara dapat dibuat dengan dari pupuk anorganik lengkap yang mengandung unsur hara makro dan mikro (Aries,2007). D. Pengairan Penyiraman rutin pada tanaman harus disesuaikan dengan musim. Pada musim penghujan, penyiraman cukup dilakukan jika kondisi tanah mengering. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan dua kali sehari. Lama penyiraman, interval waktu penyiraman tergantung pada kondisi dilapangan (Agus, 2005). E. Panen Pemanenan buah stroberi dapat dilakukan jika telah memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Buah stroberi sudah agak kenyal jika dipegang. Buah stroberi sudah berwarna merah, merah kekuningan, atau hijau kemerahan atau kuning kemerahan. Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah. 2.3 Penanganan Pasca Panen Stroberi Buah stroberi sangat rentan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu, penanganan buah setelah panen harus sangat berhati-hati. Adapun tahapantahapan penanganan pasca panen buah stroberi adalah sebagai berikut. 1. Pengumpulan Buah yang telah dipetik disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar, kemudian disimpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan. Selanjutnya dihamparkan di atas lantai beralas terpal atau plastik. Sebelum dikemas, sebaiknya buah dicuci dengan air mengalir dan ditiriskan di

atas rak-rak penyimpanan. Setelah kering, buah disimpan sementara di tempat yang sejuk untuk segera disortasi. 2. Penyortiran Buah yang rusak dipisahkan atau disortir dari buah yang bagus. Penyortiran ini biasanya berdasarkan varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah. Secara umum ada tiga kelas kualitas buah stroberi sebagai berikut. Kelas ektra Buah stroberi yang termasuk kelas ekstra adalah buah yang berdiameter 20 30 mm atau tergantung dari spesiesnya. Warna, kematangan, dan ukurannya seragam dengan toleransi sekitar 10%. Selain itu, buah harus utuh serta bersih dari tanah, serangga, penyakit, pestisida, atau kotoran lainnya. Kelas I Buah yang termasuk kelas I adalah buah yang berdiameter 15 20 mm atau tergantung pada spesiesnya. Bentuk dan warna buah bervariasi (bentuk dan warna tidak menjadi syarat yang ketat). Disamping itu, buah harus utuh serta bersih dari tanah, serangga, penyakit, pestisida, atau kotoran lainnya. Toleransi keseragaman ukuran sekitar 15%. Kelas II Penggolongan buah kelas II tidak ada batasan ukuran. Buah yang termasuk kelas II adalah buah sisa hasil seleksi kelas ekstra dan kelas I, tetapi masih dalam keadaan baik dan layak dikonsumsi. 3. Pengemasan dan Penyimpanan Buah stroberi termasuk buah yang tidak tahan disimpan dalam jangka waktu lama dan mudah rusak dalam perjalanan. Buah stroberi yang dikonsumsi atau dimanfaatkan dalam keadaan segar sebaiknya tidak lebih dari lima hari setelah panen. Buah stroberi yang disimpan untuk jangka waktu lama sebaiknya dibekukan atau diolah menjadi jus, konsentrat, atau selai. Buah stroberi segar sebaiknya dikemas di dalam wadah plastik transparan atau berwarna putih dengan kapasitas 0,25 0,5 kg dan ditutup plastik polietilen. Di eropa, kemasan 0,25 kg paling digemari karena merupakan kemasan untuk seklai makan. Setelah dikemas di plastik, buah stroberi disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu 0 1oC. Namun, jika lemari pendingin bersuhu 0 1oC tidak ada, stroberi masih bisa disimpan pada suhu maksimum 10oC. Buah stroberi yang akan dikirim untuk

jarak jauh sebaiknya dikemas dalam wadah plastik, kemudian disusun di dalam kotak styrofoam. Biasanya pengiriman dengan kotak styrofoam ini dilakukan 1 2 hari setelah panen, sehingga kesegarannya masih terjaga. 2.4 Olahan dan Awetan Buah Stroberi serta Cara Pembuatannya 1) Punch Stroberi 1. Bahan 300 gr stroberi segar dibelah menjadi empat. 200 gr jeruk mandarin kalengan. 600 ml jus stroberi segar siap pakai. 900 ml air soda manis. 2. Cara membuat 1. Meletakkan satu sendok makan stroberi dan satu sendok makan jeruk mandari ke dalam gelas. 2. Menuangi jus stroberi setinggi seperempat gelas, menambahkan sedikit air jeruk lemon. 3. Menambahkan es batu dan soda manis. 4. Puch stroberi siap disajikan. 2). Selai Stroberi Bahan : 1. Buah stroberi 1 kg 2. Gula pasir kg 3. Asam sitrat atau sari buah jeruk nipis secukupnya. 4. Natrium benzoat (sebagai zat pengawet) 1 gram 5. Garam dapur secukupnya 6. Panili secukupnya Alat : 1) Botol selai yang sudah disterilkan 2) Kain saring atau kain blacu 3) Mangkok 4) Panci 5) Parutan 6) Pengaduk

7) Pisau 8) Sendok 9) Penggorengan (wajan) 10) Baskom Cara Pembuatan : 1) Bersihkan dan cuci buah stroberi. 2) Parut buah stroberi dan tambahkan gula serta panili secukupnya. 3) Masukkan parutan stroberi ke dalam penggorengan. 4) Aduk sampai rata kemudian masak selama 1 jam. 5) Setelah mengental, masukkan segera dalam botol 3). Jeli Buah Stroberi Segar Bahan : Buah stroberi Asam sitrat Gula Natrium bensoat Alat : Parutan Pisau Saringa Botol Sendok Panci Kompor Cara Pembuatan : 1) Bersihkan dan cuci buah stroberi. 2) Potong kecil-kecil, parut kemudian saring. 3) Diamkan hasil saringan selama 1 jam. 4) Ambil sari buahnya (bagian yang jernih). 5) Tambahkan gula dan natrium benzoat. Bila rasa asam masih kurang, 6) Tambahkan asam sitrat sampai rasa asam seimbang, lalu panaskan hingga 10

agak mengental. 7) Masukkan segera dalam botol. Catatan : a. Penambahan gula tidak boleh terlalu banyak atau sedikit karena bisa merubah kekentalan selai atau kekenyalan jeli. b. Pemanasan harus diperhatikan, jangan sampai terlalu kental atau kurang kental. c. Terlalu kental mengakibatkan sari buah banyak yang menguap sedangkan kurang kental mengakibatkan pembentukan selai atau jeli kurang sempurna. 4). Manisan Stroberi Bahan : Buah stroberi Sirup Gula Pewarna makanan alami Panili Susu Es Air Daun pandan Alat : Pisau Sendok Mangkok Panci Gelas Kompor Saringan Cara Pembuatan : 1. Masukkan kg gula dalam 500 ml air.

11

2. Masak sampai mendidih, masukkan panili dan pewarna makanan dan ditambahkan daun pandan. 3. Masak kembali dengan api sedang sampai sirup mengental. 4. Angkat dan dinginkan. 5. Potong dadu buah stroberi, yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. 6. Masukkan potongan stroberi, langsung ke dalam sirup yang masih panas. 7. Masak sekitar 10 menit. 8. Angkat dan dinginkan, masukkan dalam toples yang bersih dan kering. 9. Manisan ini dapat disimpan sampai tiga hari. 5). Awetan Stroberi dengan Penggulaan Bahan : Gula Buah stroberi Air Alat : Baskom Nampan Toples Cara Pembuatan : 1. Membersihkan dan cuci buah stroberi. 2. Menyiapkan larutan gula secukupnya. 3. Merendam buah stroberi di dalam larutan gula tersebut. 4. Mengangkat stroberi yang sudah direndam kemudian ditiriskan. 5. Tuangkan di dalam nampan dan keringkan. 6). Awetan Stroberi dengan Suhu Rendah Dapat dilakukan dengan pendinginan atau colling. Buah stroberi atau jus stroberi disimpan dalam lemari es dengan -1 sampai + 4 oC. dalam lemari es stroberi dapat tahan sampai beberapa minggu.

12

BAB III PENUTUP


3.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. Stroberi merupakan tanaman herba yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L. menyebar ke berbagai Amerika, Eropa dan Asia khususnya Indonesia. Stroberi dikenal dengan nama arbei di Indonesia. Tanaman stroberi tumbuh di daerah sub tropis, pH tanah yang ideal bagi tanaman stroberi adalah 5,8-6,5, menyukai sinar matahari penuh. 2. Cara membudidayakan tanaman stroberi terdiri atas : Pencangkulan dan pengolahan lahan Pengapuran Pengaturan penanaman stroberi dengan bedengan Pembibitan dengan perbanyakan bibit vegetatif Penambahan bahan organik Pemupukan dasar Sistem penanaman Pemeliharaan dan pemanenan 3. Tahapan penanganan pasca panen stroberi yaitu Pengumpulan Penyortiran

13

Pengemasan dan Penyimpanan 4. Olahan dan awetan buah stroberi yaitu Punch Stroberi Selai Stroberi Jeli Buah Stroberi Segar Manisan Stroberi Awetan Stroberi dengan Penggulaan Awetan Stroberi dengan Suhu Rendah

3.2 Saran Buah stroberi merupakan buah non klimaterik sehinga pengawetan sangat diperlukan agar buah stroberi dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam waktu yang lama. Olahan buah stroberi dan teknologi untuk penangan pasca panen stroberi sebaiknya divariasikan dengan tujuan meningkatkan harga jual.

14

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. Cara Membuat Selai. Diakses dari Http://www.tropika.com/ industies. pada tanggal 12 Mei 2008. Budiman, Suprianti & Desi Saraswati. 2008. Berkebun Stroberi Secara Komersial. Jakarta : Penebar Swadaya. Kunia, Agus. 2005. Petunjuk Praktis Budidaya Stroberi. Bogor : Agromedia Pustaka. Setiani, Aries. 2007. Budidaya dan Analisis Usaha Stroberi. Jakarta : CV. Sinar Cemerlang Abadi. Soemadi, Widyaningsih. 1997. Budidaya Stroberi di Pot dan Kebun. Solo : CV Aneka.

15