PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA

OLEH SUDARMADI WIDYAISWARA UTAMA BADAN DIKLAT KEMENDAGRI 2010

Berbicara Pengembangan budaya dan etos kerja
berarti Mengganti Model Mental dan Pola Pikir Lama menjadi berubah ««baru ««baru
Tantangan ada pada Otak kita sendiri «««> membentuk pola pikir positif ««> pribadi yang memiliki budaya dan etos kerja yang positif

BEBERAPA KATA BIJAK
‡ Kualitas hidup kita adalah apa yang kita lakukan ( Mario Teguh) ‡ Waktu ,mengubah semua hal, tak kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu,tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri ‡ Perubahan menandakan adanya kehidupan ´Change is the only evidence of lifeµ (Evelyn Waugh) ‡ If you don·t learn, you don·t change, if you don·t change you die, so learn or die). (C.H.K. Prahalad )

POKOK BAHASAN
I. PENGERTIAN KERJA, BUDAYA KERJA DAN ETOS KERJA II. MANFAAT BUDAYA DAN ETOS KERJA III. TEHNIK PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA IV. HAMBATAN PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA

pengabdian . hidup. PENGERTIAN KERJA. panggilan hati. nilai yang lebih baik. aktualisasi diri. beban.I. ibadah. kesenangan. ‡ Bekerja Suatu kewajiban yang harus dilaksanakan untuk memenuhi/memuaskan kebutuhan hidup. kewajiban. gengsi. suci dll Kerja. ‡ . Suatu aktifitas yang dilakukan seseorang untuk dapat memberikan manfaat. sumber penghasilan. BUDAYA KERJA DAN ETOS KERJA ‡ Arti kerja dindentifikasikan sebagai : Hukuman.

Budi adalah akal dan pikiran Daya adalah potensi atau kemampuan atau kekuatan. mengolah . pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai ³ kerja´ atau ³ bekerja 6 . cita-cita.Budaya ( culture/ bhs latin) = mengerjakan . kepercayaan. ‡ Secara umum ‡ pengertian ³ Budaya kerja ³ adalah suatu falsafah yang dilandasai oleh pandangan hidup sebagai nilainilai yang menjadi sifat. kebiasaan dan kekuatan pendorong dan membudaya dalam kehidupan suatu kelompok atau organisasi atau masyarakat yang kemudian tercermin dari sikap perilaku. memelihara ladang Budaya berasal dari dua kata yakni ³ budi ³ dan³daya´.

EC.´. dan pelayanan suatu produk yang berkualitas dalam arti optimal. . LLM dalam Buku ´ Budaya Kerja menciptakan lingkungan yang kondusive untuk meningkatkan produktivitas kerja´ tahun 1995). pengembangan. Secara khusus pengertian budaya kerja organisasi adalah manajemen yang meliputi perencanaan. produksi. ekonomis dan memuaskan ( Triguna Dipl.

konsekuen. manfaat. disiplin. Krn melalui perubahan pergeseran paradigma lama ke paradigma baru ‡ Pergeseran paradigma hanya terjadi melalui PEMBELAJARAN . tanggung jawab. dll ‡ Budaya kerja dapat diwujudkan melalui PROSES PANJANG. mandiri. konsisten. responsif. ulet. produktif. motivasi. dinamis. makin lebih baik. kreatif.‡ Warna budaya kerja : kerja keras.

Perubahan Pengetahuan . sikap baru . keterampilan dan perilaku Perubahan terjadi karena Proses belajar ‡ Pengetahuan kini ‡ ketrampilan kini ‡ Sikap kini ( Material kini) Berpikir . sikap kini Proses transformasi ( BELAJAR) ‡ Pengetahuan baru ‡ Ketrampilan baru ‡ Sikap baru ( Material baru ) Berpikir. ketrampilan. ketrampilan.

BELAJAR ADALAH MERUBAH KEBIASAAN (STEPHEN R COVEY) KONSTRUKSIKEBIASAAN. BELAJAR BERARTI MERUBAH KONSTRUKSI PENGETAHUAN KEBIASAAN KETRAMPILAN KEINGINAN .

kreatif. keseluruhan lebih besar dari bagian-bagian 7. dengan selalu memperbaharui 4 dimensi yaitu : fisik. orang yang digerakkan oleh nilai 2. mental dan emosional KECENDERUNGAN MANUSIA BAHKAN SEBALIKNYA ??? . Asahlah gergaji ( Sharpen the saw). Mulai dengan akhir dalam pikiran ( Begin with the end in mind).7 ( HABIT) KEBIASAAN MANUSIA YG EFEKTIF ( Stephen R Covey) 1. kerjasama. Wujudkan sinergi ( Synergize) . spiritual. Dahulukan yang harus didahulukan ( Put first thing firs) 4. Berusaha mengerti dulu baru dimengerti ( Seek first to understand than to be understood) 6. harus tahu tujuan dari kegiatan yang dilakukan 3. Jadilah proaktif (Be proactive). Berpikir menang-menang ( Win-win) 5.

II. MANFAAT BUDAYA DAN ETOS KERJA ‡ TUJUAN BUDAYA KERJA ‡ Membangun keyakinan Sumber Daya Manusia atau menanamkan nilai-nilai tertentu yang mempengaruhi sikap dan perilaku yang konsisten serta komitmen membiasakan cara kerja di lingkungan masing-masing. Contoh: ‡ Membiasakan kerja berkwalitas ‡ Sesuai standar ‡ Loyal dan taat terhadap ketentuan yang berlaku .

kekeluargaan. kegotongroyongan ‡Cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dari luar ‡Mengurangi laporan berupa data-data dan informasi yang palsu ‡Kepuasan kerja meningkat ‡Disiplin meningkat ‡Pergaulan lebih akrap ‡Pengawasan fungsional berkurang ‡Pemborosan berkurang ‡Tingkat absensi turun ‡Ingin belajar terus ‡Ingin memberikan yang terbaik untuk organisasi 13 .MANFAAT BUDAYA KERJA ‡Menjamin hasil kerja yang lebih berkwalitas ‡Keterbukaan.

2. dan fakta baru . sosial. bahwa manfaat orang yang bekerja dengan budaya kerja adalah : 1. politik. ekonomi. Orang yang terlaih melalui Budaya Kerja berusaha menyesuaikan diri antara kehidupan pribadinya dengan kebiasaan sosialnya. Orang yang terlatih dalam kelompok Budaya Kerja akan memahami dan menghargai lingkunganya seperti alam. masyarakat dan bangsanya. . Orang yang terlatih melalui kelompok Budaya Kerja akan menyukai kebebasan. Orang yang terlatih dalam kelompok Budaya Kerja akan berpartisipasi denga loyal kepada kehidupan rumah tangganya. siap melakukan pertukaran pendapat. Orang yang terdidik dalam kelompok Budaya Kerja akan mempersiapkan diri dengan pengetahuan umum dan keahliankeahlian khusus 5. 4. 6. budaya dan akan menjaga kelestarian sumber-sumber alam. dalam buku ³ Explorirng Journalisme´ .Roland E Wolseley dan Laurence R Campbell. Orang yang terlatih dalam kelompok Budaya Kerja akan mampu memecahkan permasalahansecara mandiri dengan bantuan keahliannya 3. terbuka untuk gagasan-gagasan baru.

suka membantu teman. dedikasi. contoh ini dapat juga sebaliknya) ‡ Sikap dan perilaku ( Attitude) berasal dari dalam diri manusia . kemauan yg kuat.Macam budaya kerja ( Budhi Paramitha. sulit dirubah TAPI DAPAT DIPENGARUHI 15 . masalah keserasian budaya dan manajemen di Indonesia) ‡ 1. Perilaku pada waktu kerja/ sikap dasar atau potensi diri manusia ( rajin. cermat. Sikap terhadap pekerjaan ( kesukaan akan kerja krn kepuasan atau terpaksa melakukan nya untuk kelangsungan hidupnya) ‡ 2. hati-hati. teliti.

1986. tindakan yang terwujud sebagai ³Kerja atau Bekerja´ 16 . perencanaan. Danandjaya. Ekonomis. kebiasaan dan kekuatan pendorong. kepercayaan. produksi dan pelayanan suatu produk yang berkwalitas dalam arti Optimal. membudaya dalam kehidupan suatu kelompok/organisasi. Bermanfaat dan Memuaskan. kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku. dan apa yang lebih benar dan kurang benar (Andreas A. apa yang lebih baik atau kurang baik. Arti Luas Suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat.NILAI-NILAI BUDAYA DALAM ORGANISASI Nilai adalah pengertian-pengertian yang dihayati seseorang mengenai apa yang lebih penting atau kurang penting. cita-cita. pendapat. 22) BUDAYA KERJA Arti Sempit Managemen yang meliputi pengembangan.

BUDAYA KERJA BUDAYA = NILAI-NILAI ( LUHUR-INSTRUMEN) KERJA = PROSES YANG MENGHASILKAN BUDAYA = KUALITAS BAD QUALITY = BAD MANAGEMENT BAD MANAGEMENT = BAD LEADERSHIP BAD LEADERSHIP = BAD POLICY KRISIS BUDAYA KERJA Q Q f u c d = F (u + c + d ) = quality = function = understanding = commitment =discipline 17 .

1995. ulet.85).MEMBIASAKAN CARA KERJA BERKWALITAS A. bidang pekerjaan yang berdasarkan suatu keahlian. MM. Ciri-ciri tenaga yang professional: Mengejar kesempurnaan hasil kerja / berkwalitas Kesungguhan / ketelitan Tekun. suatu tujuan atau rangkaian kualitas yang menunjukkan suatu profesi. Bekerja secara Profesional Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku. gigih Integritasnya tinggi Konsisten Mandiri Mencintai profesi yang ditekuni 18 . Jadi tenaga professional adalah pekerja yang memiliki keahlian atau menunjukkan kualitas kerja yang memenuhi syarat standar profesi tertentu. Sri Suyati. Profesi. (Panji Anaraga SE. SE.

Kerja Unggul. Ratio antara hasil yang dicapai lebih besar daripada input (biaya) yang digunakan.B. berprestasi. Karakteristik Budaya Berkwalitas: Perilaku pegawai pada semua level konsisten dengan moto organisasi Memberdayakan pegawai di dalam berbagai aktivitas Memiliki komitmen kualitas Kemampuan pegawai pada semua level dikembangkan sesuai bidang masing-masing. dapat menyelesaikan tugas atau lebih cepat dengan hasil kuantitas dan kualitas diatas rata-rata pekerjaan orang lain. Efisien Unggul. C. 19 . pegawai yang berorientasi pada prestasi memiliki sikap atau perikalu ingin untuk:  Membuat yang terbaik  Mencapai hasil yang lebih baik (kualitas / kuantitas) Efisien. Berprestasi.

hasil tetap tidak berkurang ‡ Sumberdaya yang digunakan bertambah. adaptif Partisipatif Saling mempercayai Rasa ikut memiliki 20 . hasil yang dicapai meningkat ‡ Sumberdaya yang digunakan dikurangi.D. SIKAP ATAU PERILAKU CIRI APARATUR PEMERINTAH Kebersamaan (kesatuan) Keterbukaan Semangat kerjasama. inovatif. hasil bertambah lebih besar. Produktivitas kerja Produktivitas: Kemampuan memproduksi sejumlah produk dalam kurun waktu tertentu dengan sejumlah tenaga kerja (Sumber Daya) yang digunakan: ‡ Sumberdaya yang digunakan sedikit / tetap. saling membantu Keteladanan Kreatif.

D. MANAGEMEN DLL. BERAT SAMA DIPIKUL ‡ KERJA BERDASAR RENCANA (SIKLUS P.A) ‡ PENINGKATAN KUALITAS ADALAH TUGAS SETIAP ORANG DALAM ORGANISASI. 21 .C.BUDAYA KERJA: MERUPAKAN FALSAFAH-CARA HIDUP FAKTOR PENTING: MERUBAH SIKAP DAN PERILAKU ARAH BUDAYA KERJA: PENINGKATAN MUTU TERPADU ARAH DITENTUKAN OLEH: ‡ MOTIVASI ‡ KETRAMPILAN ‡ PERAN KEPRIBADIAN ‡ KEJENUHAN KUALITAS: MERUPAKAN PERSEPSI NILAI STANDARD: TERGANTUNG PADA KESEPAKATAN MANUSIA PERUBAHAN BUDAYA DILAKUKAN MELALUI KELOMPOK KECIL DAN SPESIFIK: ‡ BICARA DENGAN FAKTA ‡ HARGAI ORANG LAIN ‡ MULAI DENGAN YANG KECIL DAN BENAR ‡ RINGAN SAMA DIJINJING. ADMINISTRASI.

Semangat Kerja (Alex S.Teori MASLOW ³ Jenjang Kebutuhan Manusia 22 .Teory X dan Y . Nitisemito 1982) Faktor yang mempengaruhi semangat kerja: Gaji cukup Memperhatikan kebutuhan rohani Suasana santai Harga diri (perlu diperhatikan) Penempatan yang sesuai dengan keahliannya Memberi kesempatan untuk maju Perasaan aman menghadapi masa depan Mempunyai loyalitas Mengajak berunding Fasilitas kerja menyenangkan .

manusia sukar membuat keputusan 7. Manusia memiliki kemampuan berprestasi 4. Manusia pada umumnya malas tidak mau bekerja 2. GREGOR ³TEORI X´ 1. Memerlukan dukungan moral bukan teguran 10. Manusia lebih suka dipimpin dari pada memimpin 6. Walau sudah tua/dewasa mampu belajar dan berkembang. Pada dasarnya manusia suka bekerja 2. ³TEORI Y´ 1. Manusia perlu diatur karena susah mengatur diri sendiri 5. 23 . Manusia suka membuat keputusan 7. Manusia susah dipercaya 8.Manusia termotivasi oleh tantangan dan oleh pekerjaan yang menarik baginya 11. Manusia tidak mementingkan prestasi kerja 4. Jika diberi kesempatan mampu memutuskan sendiri berbagai hal 8. Jika dipercaya akan bertanggung jawab 9. akan bertanggung jawab 3. Setelah dewasa susah merubah diri lagi/susah belajar 10.Manusia hanya mementingkan dirinya sendiri.Manusia harus diawasi dengan ketat agar tetap berjalan lurus. Jika telah mempunyai komitmen.TEORI ³X DAN Y´ Oleh: DOUGLAS MC. bukan kepentingan bersama/organisasi 11. Manusia mampu menunjang kepentingan orang lain/organisasi 5. Manusia mampumemimpin dan ingin menjadi pemimpin 6. Manusia cendrung untuk tidak bertanggung jawab 3. Manusia dimotivisir oleh uang 9.

prestige. perlindungan. minuman. perasaan kompeten Kebutuhan Manusia Tingkat Sosial SOSIAL (DICINTAI & MENCINTAI) Kebutuhan untuk bercinta. dicintai dan mencintai. pengakuan. harga diri. hubungan interpersonal dengan orang lain. kebutuhan untuk memelihara aspek-aspek biologis seperti makanan. reproduksi/sex HIRARKI KEBUTUHAN MANUSIA DARI MASLOW 24 . RASA AMAN Kebutuhan akan rasa aman. afeksi. berkembang & menggunakan kapasitas diri untuk kreatif serta hidup bermakna HARGA DIRI Kebutuhan untuk berharga di mata orang lain.Kebutuhan Manusia Tingkat Tinggi AKTUALISASI DIRI Kebutuhan untuk mengoptimalkan diri. stabilitas dalam arti fisik dan hubungan interpersonal dalam kehidupan sehari-hari FISIOLOGIS Kebutuhan dasar manusia. respek. rasa memiliki.

R. Artoyo (1991) pekerja memiliki watak sebagai berikut: Beriman dan takwa kepada Tuhan Rasa hormat menghormati Suka bekerja keras Tahu akan persamaan derajat. Suka melaksanakan keputusan musyawarah Mengutamakan kepentingan bangsa dan tanah air. A. 25 . peranan hak dan kewajiban antara sesama pekerja Saling mencintai sesama Mengutamakan kepentingan orang lain Suka menjaga keseimbangan antara hak dan kewajibannya.Kepuasan Kerja Suatu tingkat perasaan seseorang atau hasil pekerjaan yang dilakukan dengan segala kondisi yang dihadapi dalam menyelesaikan pekerjaan.

Faktor Hygiene menyumbang 19 % dan Faktor motivator menyumbang 81 % Empat hal yang perlu dihindari dalam memberikan motivasi Menjadikan uang sebagai alat Menciptakan rasa takut terhadap hukuman Memfokuskan pada tujuan yg kurang realistik Mengobarkan semangat yang berlebihan 26 . faktor internal yaitu kondisi pekerjaan jika tersedia akan mendorong orang termotivasi bekerja ( MOTIVATOR ± FACTOR ) ‡ Hygiene faktor Kebijakan org dan adm Pengawasan/supervisi Hubungan dg lingkungan kerja Kehidupan pribadi Keamanan kerja Motivator-faktor Prestasi kerja Penghargaan/pengakuan Kesesuian jenis kerja Kemajuan/ promosi Pertumbuhan ‡ ‡ ‡ ‡ Semua faktor-faktor diatas memberikan kontribusi kepadaKEPUASAN KERJA dan KETIDAK KEPUASAN KERJA. faktor eksternal yaitu kondisi yang jika tidak tersedia . Faktor Hygiene menyumbang 69 % dan Faktor motivator menyumbang 31 % Terhadap kepuasan kerja. Terhadap ketidak puasan kerja. kondisi ini akan membuat orang tidak termotivasi bekerja ( HYGIENEFACTOR) ‡ Faktor yang membuat orang puas.Teori Kepuasan Hezberg ‡ Faktor yang membuat orang tidak puas.

ETOS KERJA ‡ Pengertian : ‡ Etos Kerja merupakan sejumlah nilai atau perangai budaya karakteristik manusia dalam kerja ‡ Etos kerja berkaitan dengan sikap moral yang berorientasi pada norma yang harus diikuti dan berkaitan dengan sikap berdasarkan hati nurani .

tanggungjawab dalam melakukan tugas .‡ Etos kerja merupakan sikap kerja yang mendasar yang menyangkut sistim nilai seseorang sehingga menentukan nilai kerja seseorang ‡ Etos kerja mengandung dasar-dasar etika seperti budi luhur. berkeadilan sesuai falsafah Pancasila ‡ Etos kerja akan melekat dalam sanubari dan akan mendorong kehendak bersikap jujur. bergotong royong. disiplin.

Etos kerja ( Sejumlah nilai atau perangai budaya karakteristik manusia dalam dunia kerja ‡ Tiap peserta diminta menuliskan siapa tokoh/ idolanya ( tokoh nasional. internasional atau orang yg dikenal ) .

III. justru dari yang kecil itu dapat mendatangkan bahaya menghadang kita) ‡ Mulai Sekarang juga ( jangan ditunda tunda) . TEHNIK PENGEMBANGAN BUDAYA DAN ETOS KERJA ‡ Mulai dari Diri Sendiri ( berani instrospeksi dan mau melakukan perubahan ) ‡ Mulai dari Hal Hal Yang Kecil dan yang mudah( jangan menyepelekan masalah yang sepele.

.merubah perilaku ‡ perilaku sangat dipengaruhi oleh pola pikir yang ada dalam dirinya dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia berada..........PENGEMBANGAN BUDAYA KERJA ‡ Budaya Kerja yang efektif dan efisien tersebut merupakan sikap mental yang selalu mencari perbaikan atau penyempurnaan apa yang telah dicapai dengan menerapkan teori-teori dan metoda-metoda baru.. ‡ Perubahan sikap mental didasari kemauan dan kemampuan seseorang untuk merubah pola pikir.

Berpikir struktur . Berpikir bagian 4. Berpikir linier 3. Bekerja untuk uang Bekerja untuk ibadah Berpikir sistemik Berpikir menyeluruh Berpikir hubungan Berpikir jaringan Berpikir proses 2.Arah perubahan /Pergeseran pola pikir pegawai 1. Berpikir obyek 5. Berpikir hirarkhi 6.

3. 6. 5. 4.Pola pikir yang membantu pelaksanaan tugas 1. 2. Bekerja adalah ibadah Kerja berlandaskan hukum Optimis Kooperatif Pengabdian Memuaskan pelanggan ( baik pelanggan intern maupun pelanggan ekstern) .

7. 4. 8. 6. Senioritas Asal Bapak Senang Under estimate Amtenar Like and dislike Kurang Percaya Diri Individualitas Menunda waktu Sangat tergantung orang lain . 3. 9. 2. 5.Pola pikir yang menghambat pelaksanaan tugas 1.

Berpikir dan bersikap positif 2.Mengubah pola pikir berarti mengubah diri Manfaat mengubah pola pikir : 1. Bekerja optimal . Meningkatkan hubungan kerja 3. Komunikasi lebih efektif 4. Mengembangkan potensi diri 5.

melalui penjernihan hati .Cara mengelola pola pikir ‡ Terapi NLP ( Neuro Linguistik Programing) yang dikembangkan oleh Richard Bandler dan John Grinder ‡ Tehnik ESQ dapat digunakan untuk merubah pola pikir seseorang.

merubah pola pikir negatif menjadi positif NLP adalah suatu cara untuk menyaring melalui lima indra Berbagai Pengalaman atau hal-hal yg kita Hadapi dalam kehidupan sehari-hari . mengurangi ketakutan tanpa alasan dan mengontrol emosi negatif dan kecemasan ‡ NLP adalah cara efektif untuk membentuk pola pikir positif.‡ Peran NLP membantu manusia untuk berkomunikasi lebih baik dengan diri sendiri.

7. 2. 4. Mengenali tujuan ( konsep diri manusia) Melakukan kontemplasi Mengevaluasi Mengenal sifat baik dan buruk diri Bersihkan hati Buang sifat negatif Komitmen pada sifat positif Terus menerus melakukan perbaikan . 3. 8.Tehnik mengubah pola pikir dengan kecerdasan emosional spiritual (ESQ) 1. 5. 6.

4 Mengarahkan. 4 Mengoptimalkan emosi Cerdas emosi) EMOSI . 4 Memanage.EMOTIONAL QUOTIENT 4 Mengenali 4 Mengelola. 4 Memanfaatkan. 4 Mengatur.

Asumsi. maka perilaku akan baik. . hubungan vertikal baik.SPRITUAL QUOTIENT/ SQ ‡ SQ lebih terfokus pada hubungan manusia dengan Sang Pencipta sebagai dasar berperilaku.

Pengembangan sosial untuk meningkatkan kualitas hub antar pribadi sebagai inti interaksi sosial 2.PENINGKATAN ETOS KERJA MELALUI PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN DIRI 1. Pengembangan karakter agar kepribadian dapat berkembang baik 5. Pengembangan intelektual agar dapat membuat keputusan yg rasional dan tepat 4. Pengembangan spritual untuk membentuk kepribadian yg tangguh dan bermental sehat . Pengembangan emosional agar dapat mengendalikan diri 3.

Teman sejawat 3. Blok intelektual 4.IV. Anak buah 4. Iklim kerja . Blok emosi FAKTOR EKSTERNAL : 1. HAMBATAN PENGEMBANGANBUDAYA DAN ETOS KERJA FAKTOR INTERNAL : 1. Blok persepsi 2. Lingkungan 2. Blok ego 3.

sedih.FAKTOR INTERNAL ‡ BLOK PERSEPSI  Memberikan arti pada suatu peristiwa  Kurang teliti akan informasi  Timbul prasangka krn tdk melihat dari seluruh aspek ‡ BLOK EGO  Selalu menyalahkan orang lain.merasa diri paling sempurna  Memaksa orang lain mengikuti kehendaknya  Tidak dapat melihat kelemahan diri ‡ BLOK INTELEKTUAL  Berfikir hanya mengandalkan logika. kurang iklas  Kurang hati-hati.  Berpegang pada pendapatnya sendiri ‡ BLOK EMOSI  Takut membuat kesalahan. khawatir yg berlebihan  Emosi yg tidak terkendali  Kurang kebesaran hati. ceroboh 14 .

atau tidak mampu dan tidak mau bekerja ‡ Faktor iklim kerja yang kurang mendukung  Bagaimana pimpinan menciptakan lingkungan yg kondusif  Sudah terbangun budaya kerja yg kurang produktif 15 .FAKTOR EKSTERNAL ‡ Faktor Lingkungan  Sulit menerima perbedaan  Kurang menerima dan memberikan penghargaan  Kurang terbangunnya kepercayaan ‡ Faktor Teman sejawat yang kurang mendukung  Teman yg tidak bersemangat  Selalu berfikiran negatif  Teman mempengaruhi motivasi ‡ Faktor anak buah  Kompetensi anak buah harus ada  Mereka mampu dan mau?. tidak mampu tp mau bekerja.

V. kebiasaan dan kekuatan pendorong dan membudaya dalam kehidupan suatu kelompok atau organisasi atau masyarakat yang kemudian tercermin dari sikap perilaku. cita-cita. pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai ³ kerja´ atau ³ bekerja ‡ Etos Kerja merupakan sejumlah nilai atau perangai budaya karakteristik manusia dalam kerja . kepercayaan. SIMPULAN ‡ pengertian ³ Budaya kerja ³ adalah suatu falsafah yang dilandasai oleh pandangan hidup sebagai nilainilai yang menjadi sifat.

‡ Budaya Kerja yang efektif dan efisien tersebut merupakan sikap mental yang selalu mencari perbaikan atau penyempurnaan apa yang telah dicapai dengan menerapkan teori-teori dan metoda-metoda baru. ‡ Dengan demikian budaya kerja dan etos kerja sangat diperlukan untuk terbentuknya organisasi pembelajar yang anggota-anggotanya selalu belajar. efisien dan produktif ‡ Pengembangan budaya dan etos kerja dimulai dari perubahan pola pikir dan pengembangan diri serta meminimalisir hambatan baik intern maupun ekstern . sehingga organisasi dapat mengakomodir segala tantangan perubahan dan pada gilirannya dapat menghasilkan kerja yang efektif.

DAN MOHON MAAF LAHIR BATHIN 47 .TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMANYA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful