Anda di halaman 1dari 2

Operasi dimulai dengan incisi kulit pada kaudal midline.

Incisi pada dinding abdomen dilakukan lewat kaudal midline tepat di belakang umbilicus ke arah kaudal 6-12 cm dengan scalpel. Kulit dijepit dengan allis forceps, muskulus yang terletak pada kanan kiri garis median dijepit dengan allis forceps kemudian dengan menggunakan gunting atau scalpel dibuat irisan kecil pada linea alba. Dengan menggunakan gunting dan tangan sebagai pemandu dan supaya tidak melukai organ visceral, irisan pada linea alba diperpanjang secukupnya. Tepi irisan dikuakkan dengan allis forsep sampai rongga abdomen terbuka dan tarik keluar kolon yang akan dioperasi.

Kemudian lakukan skarifikasi dengan scalpel 35 cm sepanjang sisi antimesenterium distal kolon descenden. Lakukan pula skarifikasi pada dinding abdomen yang bersebelahan. Masing-masing tepi yang bersebelahan yaitu dinding kolon dan dinding submukosa yang telah dilukai dijahit pada lapisan seromuskularis jangan sampai menembus mukosa kolon, dengan tiga jahitan sederhana tunggal dengan

menggunakan benang catgut chromic, jarum berujung bulat. Benang chromic digunakan karena kuat, lebih mudah mengaposisikan lapisan serosa kolon, mempunyai efek minimal pada jaringan, tetap mengikat kuat, dan tetap utuh dalam waktu 10-20 hari, tetapi jika kondisi lingkungan tidak normal maka benang diserap dalam waktu 6-10 hari. Benang ini akan lebih cepat diserap jika pasien sensitif terhadap benang tersebut atau terhadap asam chromic atau jika digunakan untuk menjahit jaringan yang mendapat suplai darah yang melimpah. Jarum yang dipakai menggunakan jarum berujung bulat karena kurang tajam, sehingga tidak akan merusak jaringan. Kedalam rongga abdomen dimasuki larutan antibiotik untuk mencegah kontaminasi. Penstrep merupakan obat campuran antara Penicillin dan Streptomycin sehingga diharapkan daya kerjanya berspektrum luas. Penicillin bekerja dengan menghambat kerja enzim transpeptidase pada pembentukan dinding bakteri, sehingga hanya efektif terhadap bakteri Gram positif. Sedangkan Streptomycin bekerja dengan jalan menghambat sintesa protein bakteri langsung pada ribosom dan mengganggu penerjemah kode genetik sehingga efektif terhadap bakteri gram Negatif.

Setelah itu dinding abdomen dijahit berturut-turut dari dalam ke luar, yaitu peritoneum dan musculus dengan menggunakan benang katun dan jarum berujung bulat dengan jahitan sederhana tunggal. Subkutan dijahit dengan model jahitan sederhana menerus

dengan memakai benang catgut plain 3.0/4.0 dan jarum berujung bulat, benang ini dapat diserap dalam waktu 3-7 hari dengan meningkatkan intensitas reaksi jaringan pada benang tersebut. Kemudian kulit dijahit dengan model jahitan sederhana tunggal menggunakan benang katun dan jarum berujung segitiga. Benang katun dapat ditolerir oleh jaringan, mudah dihandle, dan simpulnya tidak mudah lepas serta kekuatan benang dapat bertambah apabila dalam keadaan basah dengan diberi iodium tincture. Jarum yang digunakan berujung segitiga karena lebih tajam sehingga lebih mudah untuk menjahit permukaan kulit.