Anda di halaman 1dari 4

TUGAS BAHAN FARMASI BAHARI

“BIOTA LAUT YANG DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI OBAT-OBATAN”

“BIOTA LAUT YANG DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI OBAT- OBATAN” Disusun Oleh: IMAN BUDIMAN 260110080145 FAKULTAS FARMASI

Disusun Oleh:

IMAN BUDIMAN

260110080145

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR

2011

Negara kita dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau yang sangat banyak yaitu 17.508 pulau dan dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada yaitu 81. 209 kliometer. Sekitar 60% wilayah kedaulatan Indonesia merupakan laut. Oleh karenanya negara kita memiliki keanekaragaman hayati yang berlimpah.

Keanekaragaman biota laut tersebut sangat bervariasi dan tidak dimiliki oleh negara-negara lain, sehingga disebut pula negara yang memiliki keanekaragaman tertinggi di dunia atau “Mega Diversity in the World.” Ada banyak biota laut terutama hewan laut yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan hidup manusia terutama digunakan sebagai bahan makanan, obat-obatan, kosmetik, dan bahan lain yang jika dipergunakan secara bijaksana akan memberikan kesejahteraan bagi umat manusia. Penelitian terhadap beberapa biota laut ini sudah dilakukan untuk menemukan sumber obat-obatan baru, sehingga tidak hanya menggunakan sumber bahan alam daratan saja, tapi juga sumber yang ada di lautan pun bisa dimanfaatkan secara maksimal, mengingat negara kita, Indonesia memiliki lebih banyak wilayah lautan daripada daratan. Beberapa biota laut ( terutama Hewan Laut) yang dapat dipergunakan untuk obat- obatan diantaranya:

1. Gamat / Teripang

Gamat merupakan hewan yang hidup di dasar laut, biasa dikenal sebagai Teripang , Sea cucumber atau hoi som. Terdapat kurang lebih 1000 species gamat, namun yang dapat dijadikan bahan makanan tidak lebih dari 40 species saja. Satu diantara Gamat yang dapat kita konsumsi dan memiliki nilai pengobatan tradisonal yang istimewa adalah gamat species Stichopus hermanii (gamat Emas) Gamat emas mengandung banyak zat gizi seperti protein, mineral, omega 3 dan Bio Active Element. Dalam sejarah tradisional China Gamat telah digunakan sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu untuk membantu mengatasi keluhan seperti menyembuhkan luka, meredakan rasa sakit di persendian, memperlancar sirkulasi darah dan secara umum dikonsumsi sebagai hidangan spesial untuk menjaga kesehatan karena dinilai sebagai ginseng laut. Demikian pula oleh masyarakat Malaysia di Pulau Langkawi, sejak ratusan tahun lalu telah menggunakan Gamat untuk pengobatan seperti radang sendi, astma, luka bakar, penyakit kulit dan sebagai minyak urut. Kini khasiat Gamat semakin luas dimana dapat membantu mengatasi masalah paru-paru, hipertensi, diabetes, dan juga bagi ibu bersalin yang mengalami pembedahan (caesar). Kandungan Gamat diantaranya yaitu Protein 86,8 %,

kolagen 80 %, Mucopolysacarida, Condroitin Sulfat dan Glukosamin, Omega 3, Mineral, dan Bio Active Element.

2. Tunicate (Tridemnum sp) Jenis invertebrata laut yaitu tunicate (Tridemnum sp), mengandung bahan aktif (obat)

untuk penyembuhan penyakit leukemia

3. Bulu babi (sea urchin)

Biota laut lain yang juga memiliki manfaat besar untuk kesehatan adalah bulu babi (sea urchin), namun biota tersebut belum banyak dikenal dan dimanfaatkan untuk kesehatan, jika dibandingkan teripang. Bulu babi memiliki manfaat besar untuk kesehatan karena kaya nilai gizi untuk meningkatkan kesuburan, terutama untuk meningkatkan kadar testosteron dalam darah dan meningkatkan vitalitas wanita. Penelitian yang dilakukan terhadap bulu babi menemukan kandungan hormon testosteron dengan 28 macam asam amino, vitamin A, vitamin B kompleks, dan berbagai mineral seperti zat besi, seng, selenium. Penelitian tersebut dilakukan terhadap bulu babi jenis `diadema setosum` dan ternyata menemukan kandungan

hormon testosteron yang tinggi, sehingga sangat berpotensi untuk membantu proses reproduksi.

4. kepiting, rajungan, udang, dan lobster

chitin yang terdapat dalam kulit kepiting, rajungan, udang, dan lobster telah digunakan dalam industri kertas, tekstil, bahan adhesives, dan obat penyembuh luka serta sebagai pupuk tanaman, dan terbukti meningkatkan hasil panen 10 persen.

5. Bintang Laut Berduri

Penyakit asma selama ini diketahui belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, begitu pula dengan radang sendi atau arthritis. Tapi studi terbaru dari ilmuwan kelautan menunjukkan bahwa bintang laut bisa menjadi obat untuk penderita asma dan radang sendi. Sebuah tim peneliti dari Scottish Association for Marine Science telah mempelajari substansi atau bahan berlendir yang melapisi tubuh bintang laut berduri. Peneliti menemukan bahwa bahan licin pada bintang laut lebih baik dari Teflon untuk menghentikan puing-puing menempel pada tubuh bintang laut, sehingga bisa menjaga kebersihannya. Dan peneliti percaya bahwa bahan tidak lengket ini dapat dijadikan senjata baru yang penting untuk mengobati penyakit inflamasi atau peradangan seperti asma dan radang sendi. Penyakit peradangan seperti asma dan radang sendi merupakan kondisi yang terjadi ketika respon alami tubuh terhadap infeksi dipercepat diluar kendali. Hal ini membuat sel darah putih (leukosit) yang bertugas memerangi infeksi mulai menumpuk di pembuluh darah dan menempel pada sisi-sisinya, sehingga dapat menyebabkan kerusakan jaringan.Lendir bintang

laut dapat digunakan untuk melapisi pembuluh darah yang akan membiarkan sel darah putih mengalir dengan mudah. Sel-sel darah putih harus tetap mengalir pada pembuluh darah. Jadi tim peneliti mulai mempelajari bagaimana lendir bintang laut dapat mengatasi hal ini dan mencegah terjadinya peradangan pada tubuh manusia.

6. Kuda Laut Kuda laut dapat diekstrak untuk dijadikan obat penenang dan obat tidur.

7. Penyu dan Kura-kura Tempurung penyu dan kura-kura diekstrak untuk obat luka dan tetanus

8. Ikan Buntal Empedu ikan buntal dapat digunakan untuk membuat obat tetrodotoxin guna

memperbaiki saraf otak yang rusak, dan dikonsumsi sebelum pasien menjalani suatu operasi.

9. Kerang Hijau

Kerang hijau mengandung senyawa adhesives (perekat) yang telah digunakan dalam industri plywood, cat, underwater cement materials, semen , surgical aplications, dan

perbaikan tulang patah.

10. Keong Laut ( Conidae)

Para peneliti melaporkan, berhasil mengembangkan obat pembunuh rasa sakit, yang jauh lebih kuat dari Morphin, tapi hampir tanpa dampak sampingan kecanduan. Unsur aktifnya berasal dari racun sejenis keong laut keluarga Conidae. Sejak lama diamati, keong laut ini walaupun bergerak lebih lamban dari ikan mangsanya, selalu berhasil melumpuhkan mangsa yang bergerak lebih cepat. Rahasianya terletak pada moncongnya yang mampu menembakkan jarum beracun. Mangsanya akan lumpuh atau mati akibat racun tersebut. Selain mangsanya, juga manusia kini semakin sering diserang oleh keong laut. Penyebabnya, wisata kelautan kini semakin meningkat. Dengan akibat, semakin banyak manusia memasuki wilayah perburuan keong laut. Jika merasa terganggu, secara insting keong laut akan membela diri dengan menembakan jarum beracunnya. Memang pada manusia sengatan keong laut ini amat jarang menimbulkan kematian. Gejala umum yang muncul akibat racung ekong laut Conidae, antara lain, rasa terbakar hebat, pusing-pusing, merasa lumpuh atau tidak lagi dapat menggerakan anggota badan sampai yang paling fatal tentu saja kematian.

Selain yang dituliskan diatas, masi banyak lagi biota laut terutama hewan laut lain yang dapat digunakan sebagai sumber obat atau bahan obat-obatan.