Anda di halaman 1dari 2

Judul: Serangga Pengunjung pada Perbungaan Tanaman Cabai Merah ( Capsicum annum L.) 1.

Latar Belakang Masalah Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaicin. Secara umum cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin, diantaranya kalori, protein, lemak, kabohidarat, kalsium, vitamin A, B1, dan vitamin C (Piay, 2010). Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat Capsaicin dan Lasparaginase yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung. Cabai juga mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas (Anonimus, 2011). Tanaman cabai tergolong sebagai tanaman tahunan, tetapi umumnya diusahakan sebagai tanaman setahun baik di daerah-daerah beriklim sedang maupun di daerah tropis. Tanaman cabai berasal dari daerah tropis Amerika Selatan. Tanaman ini merupakan tanaman rempah-rempah yang mempunyai nilai ekspor tinggi. Cabai dikenal di seluruh dunia dan digunakan secara meluas dibanyak negara karena peranannya yang penting di dalam masakan. Di samping itu tanaman cabai (Capsicum sp) merupakan tanaman sayuran utama yang ditanam secara meluas di negara-negara Asia Tengara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan negara Asia lainnya seperti India, Korea dan Cina (Vos dalam Aripin, 2003). Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabai juga dapat digunakan untuk keperluan industri di antaranya industri bumbu masakan, industri makanan dan industri

obat obatan atau jamu. Buah cabai ini selain dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani. Di samping itu tanaman ini juga berfungsi sebagai bahan baku industri, yang memiliki peluang ekspor, membuka kesempatan kerja (Anonimus, 2011). Serangga memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Bila mendengar nama serangga, maka selalu diidentikkan dengan hama di bidang pertanian, disebabkan banyak serangga yang bersifat merugikan, seperti walang sangit, wereng, ulat grayak, dan lainnya. Serangga dapat merusak tanaman sebagai hama dan sumber vektor penyakit pada manusia. Namun, tidak semua serangga bersifat sebagai hama atau vektor penyakit. Kebanyakan serangga juga sangat diperlukan dan berguna bagi manusia. Serangga dari kelompok lebah, belalang, jangkrik, ulat sutera, kumbang, semut membantu manusia dalam proses penyerbukan tanaman dan menghasilkan produk makanan kesehatan (Metcalfe & William dalam Siregar, 2009). Tingginya frekuensi suatu serangga yang mengunjungi bunga pada umumnya mengindikasikan perannya sebagai serangga penyerbuk. Pola kunjungan serangga pada suatu jenis tanaman perlu diketahui dalam rangka mempelajari hubungan antara pembungaan dan kemampuan bereproduksi jenis tersebut.

Beri Nilai