Anda di halaman 1dari 5

Tugas Makalah MATA KULIAH METODE PENELITIAN KOMUNIKASI (KUANTITATIF) Dosen : DR.H.

Cecep Winata

Oleh : F.X. Arief Poyuono/2010010362009

Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Jayabaya Jakarta 2011

I .Identifikasi masalah Privatisasi BUMN telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagian masyarakat setuju dengan privatisasi sepanjang privatisasi dapat memberikan manfaat yang lebih baik, sementara sebagian masyarakat menolak privatisasi karena dianggap tidak nasionalis dan menghabiskan aset negara. Sementara proses privatisasi itu sendiri berjalan tersendat, yang berakibat, antara lain, tidak dapat mencapai target sebagaimana Pelaksanaan privatisasi yang terjadi sampai saat ini masih terkesan ruwet, berlarut-larut, dan tidak transparan. Dikatakan ruwet karena tidak adanya aturan yang jelas tentang tatacara dan prosedur privatisasi. Proses privatisasi dari setiap BUMN dilakukan dengan prosedur dan perlakuan yang berbeda. Pelaksanaan privatisasi juga terkesan berlarutlarut. Keputusan yang sudah diambil pemerintah tidak bisa dengan segera dilaksanakan, karena berbagai alasan. Keputusan untuk menentukan pemenang tender privatisasi juga tidak ada aturan atau formula yang jelas, sehingga terkesan pemerintah kurang transparan dalam proses privatisasi Kegagalan pelaksanaan privatisasi juga disebabkan adanya penolakan terhadap privatisasi BUMN. Penolakan terhadap privatisasi BUMN dapat dilihat dari maraknya demo-demo untuk menentang privatisasi BUMN, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun karyawan BUMN. Penolakan terhadap privatisasi juga datang dari pihak-pihak tertentu seperti Direksi BUMN, Pemerintah Daerah, DPR ,Serikat pekerja dan stake holder . Berbagai alasan dikemukakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menolak privatisasi BUMN, antara lain (1) privatisasi dianggap merugikan negara, (2) privatisasi kepada pihak asing dianggap tidak nasionalis, (3) belum adanya bukti tentang manfaat yang diperoleh dari privatisasi. Disamping alasan-alasan tersebut, (4) Privatisasi akan memberikan dampat pengurangan karyawan pada BUMN ,masing-masing pihak memiliki alasan yang spesifik. Direksi BUMN mengkhawatirkan, privatisasi akan menyebabkan hilangnya jabatan, fasilitas dan kemudahan yang mereka miliki selama ini, serta hilangnya peluang untuk melakukan korupsi. Pemerintah Daerah mengkhawatirkan

privatisasi BUMN akan menyebabkan Pemerintah Daerah kehilangan sumber penerimaan pendapatan. Sementara anggota DPR dan elit politik ada yang memanfaatkan isu privatisasi untuk kepentingan pribadi atau golongan/partainya. Penolakan terhadap privatisasi BUMN, terutama privatisasi kepada investor asing, mengesankan bahwa mereka adalah kelompok nasionalis yang menentang penjualan aset negara. Mereka berharap tindakan mereka akan mendapat simpati dari masyarakat, yang merupakan modal untuk memenangkan pemilu Kekurangan jelasan mengenai esensi privatisasi BUMN yang dilakukan oleh pemerintah selaku pemegang saham tunggal di BUMN disebabkan karena penyusunan strategi komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah dan manajemen BUMN yang akan di privatisasi tidak efektif dan tidak maksimal maksimal Strategi komunikasi dalam privatisasi BUMN , maka tidak terlepas dari serangkaian prosedur dan tahapan yang harus dilalui dalam pelaksanaan privatisasi BUMN itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui, untuk melaksanakan proses privatisasi BUMN perlu melaksanakan persiapan dan serangkaian kegiatan, mulai dari penyusunan prospectus lengkap yang akan diumumkan dalam Public Expose, hingga rencana kampanye dan pemasaran. Dalam konteks strategi komunikasi dalam mendukung keberhasilan program privatisasi BUMN, maka sejatinya tidak ada pendekatan baku yang wajib digunakan di setiap momen dan kesempatan. Yang terpenting untuk dilakukan Pemerintah adalah mengomunikasikan secara transparan dan akuntabel mengenai latar belakang, proses yang dilalui, serta hasil/manfaat yang diperoleh dari privatisasi BUMN kepada seluruh stakeholders maupun public. Dimana strategi dan format komunikasi yang digunakan seharusnya tidak mengalahkan substansi dari pelaksanaan Privatisasi BUMN itu sendiri.Tidak jarang, problem belum berhasilnya program/ kebijakan Pemerintah tidak terletak pada program yang bermasalah, melainkan karena rumusan strategi komunikasi yang tidak compatible dengan kondisi

masyarakat, kondisi politik serta miskinnya kreativitas pada pelaksanaan di lapangan. Dalam bahasa yang ilmiah, pola komunikasi yang linier haruslah match dengan studi komunikasi, dimana tidak pernah melupakan aspek politik yang ada dalam sistim politik Indonesia dan aspek manfaat privatisasi bagi masyarakat /stake holder . Dikaitkan dengan Privatisasi BUMN dan Penerapan GCG , maka salah satu bentuk strategi dalam mengkomunikasikan program Pemerintah tersebut adalah melalui transformasi budaya public. Dengan kata lain, di samping membenahi tatanan system melalui penerapan Good Corporate Governance dan Good Clean Governance, Pemerintah juga akan mengkondisikan budaya berinvestasi masyarakat, diantaranya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada calon investor untuk membangun basis investor lokal dan domestik yang knowledgable.

II.Pemilihan Masalah Permasalahan yang terjadi dalam privatisasi BUMN perlu adanya pemilihan masalah sehingga persoalan yang akan diteliti menjadi jelas serta efektif ,karena itu perlu adanya dibatasi ruang lingkup masalah yang akan menjadi penelitian ini yaitu sebagai berikut : a) Strategi dan format komunikasi bisnis dan komunikasi politik yang dilakukan pemerintah dalam proses Privatisasi BUMN b) Implementasi Good Corporate Governance dan Good Governance dalam proses privatisasi BUMN

III.Perumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan maka pertanyaan adalah 1. Bagimana penerapan strategi Komunikasi Bisnis ditinjau dari Good Corporate Governance terhadap internal BUMN yang akan diprivatisasi ?

2. Bagaimana penerapan strategi komunkasi politik pemerintah yang di tinjau Good Governance pada saat privatisasi BUMN ? IV.Judul Komunikasi bisnis dan politik dalam GCG untuk efektivitas privatisi BUMN di Indonesia V. Tujuan
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil keputusan dan kebijakan privatisasi BUMN di Indonesia, baik di jajaran pemerintah maupun parlemen (DPR),dan Manejemen BUMN sehingga mempunyai landasan conceptual framework dan operational framework dalam meningkatkan kualitas kebijakan program privatisasi BUMN di Indonesia. Secara teoritis, penelitian dengan metode kuantitatif diharapkan dapat menjadi review of related literature yang berguna bagi kalangan akademisi yang mencermati kebijakan privatisasi BUMN. Karena studi kebijakan privatisasi BUMN merupakan studi yang sangat populer dan diminati banyak disiplin ilmu diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan konstruktif bagi pengembangan BUMN di Indonesia. Secara umum hasil penelitian dapat meningkatkan kepercayaan public yang positif terhadap privatisasi BUMN ,serta meningkatkan budaya berinvestasi pada masyarakat untuk memiliki saham BUMN yang diprivatisasi sehingga istilah Privatisasi yang dikatakan denasionalisasi asset negara menjadi rakyatisasi asset negara .