Anda di halaman 1dari 44

TEORI AKUNTANSI

QUIZ 6-10

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Teori Akuntansi Dosen Pengajar : Prof. Dr. Bambang Subroto, SE, MM, Ak

Oleh: M. Ibnu Fajril Jabin 0810230095

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

QUIS 6 PASAR EFISIEN 1. Efisiensi pasar sesuai dengan EMH. Yaitu sebagai sebuah pasar yang mencerminkan secara cepat untuk secara penuh bisa menghimpun informasi ke dalam harga saham ketika informasi tersebut dikeluarkan. Asumsi EMH ini juga penting dalam efisiensi pasar, karena: a. Untuk mempermudah memutuskan usaha untuk menghubungkan antara perubahan harga sekuritas dengan pengumuman-pengumuman informasi akuntansi, misalnya saat pelaporan laba. Karena, sebuah hubungan yang baik dalam penelitian pasar modal adalah yang mempertimbangkan hubungan antara harga saham dan penerbitan informasi. b. Harga saham dipasar efisien dianggap menjadi dasar ekspektasi earning future c. Selain itu, pasar yang tidak efisien akan membuat hasil penelitian pasar modal menjadi kurang meyakinkan dan kurang bisa diandalkan. d. Jika tidak menggunakan asumsi EMH, maka akan ada ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa harga saham berubah di sekitar tanggal pengumuman earning. Asumsi EMH pada pasar berimplikasi pada: y Jika pasar efisien, maka investor akan memakai berbagai sumber informasi saat memprediksi future earning untuk menentukan harga saham saat ini y Jika informasi akuntansi tidak mempengaruhi harga saham, maksudnya bentuk semi kuat dalam EMH akan dianggap tidak menyediakan banyak informasi lebih dan tersedia sekarang. Sehingga akhirnya kelangsungan hidup akuntansi akan terancam.

Laba akuntansu dan harga saham terhubung karena y Harga saham dapat ditentukan sebagai nilai kas yang diharapkan dari deviden dikurangi dengan menggunakan rate of return dengan tingkat resiko perusahaan y Deviden adalah fungsi laba akuntansi. Karena deviden ini hanya dibayarkan dari laba dulu dan sekarang

2. Tiga bentuk dari EMH 1. Bentuk Lemah a. Pasar efisien mengasumsikan bahwa harga sekuritas yang ada benar-benar mencerminkan informasi masa lampau serta volume perdagangan. b. Harga historis dari sekuritas memberikan perkiraan yang tidak bias tentang harga saham di masa depan. c. Investor tidak bisa membuat keuntungan berlebihan hanya dengan melihat harga dimasa lampau d. Implikasi : beberapa informasi yang disediakan oleh analis sekuritas tidak lagi berguna. 2. Bentuk Semi Kuat a. Pasar efisien mengasumsikan harga sekuritas mencerminkan informasi yang tersedia di publik. b. Seluruh informasi yang tersedia untuk public dianggap penting dalam menentukan harga saham. c. Implikasi : pengungkapan catatan akan sama relevannya dengan informasi dari badan pernyataan keuangan.

d. Jadi, sebuah perubahan harga saham dianggap mengindikasikan bahwa informasi baru telah diserap ke dalam harga saham melalui kegiatan investor di pasar modal. 3. Bentuk kuat a. Pasar efisien mengasumsikan bahwa harga sekuritas mencerminkan informasi yang dipublikasikan untuk umum maupun informasi yang tidak dipublikasikan. b. Jadi, saat seseorang mengetahui ada informasi, maka informasi tersebut akan tergabung dalam menentukan harga dari surat berharga yang ada di pasar modal. c. Implikasi : pasar akan mempertimbangkan seluruh informasi yang tersedia baik internal maupun eksternal. Jadi, perbedaan utama dan yang paling mendasar diantara ketiga bentuk diatas adalah terletak pada informasi yang digunakan dalam pembentukan harga saham dan informasi yang digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasinya.

3. Penelitian akuntansi selalu didasarkan pada asumsi bentuk pasar semi kuat. Karena a. Bentuk pasar semi kuat disebut sebagai bentuk yang paling relevan bagi terbentuknya pasar efisien. Karena didalam bentuk semi kuat akan menggunakan berbagai macam informasi yang telah dipublikasikan. Hal ini merupakan salah satu bentuk informasi yang paling konsisten menurut EMH b. Dalam bentuk semi kuat, pasar akan mereaksi dengan cepat informasi yang tersedia tanpa memilih-milih informasi yang telah tersedia. c. Dalam bentuk semi kuat, harga telah merefleksikan semua informasi yang tersedia di publik, termasuk ekspektasi laba.

d. Jadi, perubahan harga saham dalam pasar modal merefleksikan bahwa telah terserapnya informasi baru. Jadi pada intinya penelitian akuntansi akan selalu didasarkan pada asumsi bentuk pasar semi kuar karena untuk lebih memudahkan dalam menghubungkan relasi antara informasi yang tersedia di public dengan harga sekuritas di pasar modal. Jika asumsu bentuk semi kuat tidak diterima, maka akan semakin sulit menentukan korelasi antara keduanya. Selain itu kita juga akan sulit untuk menemui pasar bentuk kuat, karena perusahaan akan menjaga informasiinformasi yang bersifat rahasia sehingga publik akan sulit untuk mendapatkan informasi tersebut

4. Perbedaan riset perilaku dan riset pasar modal Riset Perilaku Menganalisis bagaimana respon Riset Pasar Modal individu Menganalisis bagaimana hubungan antara

terhadap berbagai informasi keuangan dan penerbitan informasi-informasi akuntansi dan akuntansi yang diterbitkan keuangan keseluruhan Lebih melihat respon individu tertentu seperti Lebih melihat pada investornya, karena lebih auditor, loan officer, dll. Jadi lebih ke melihat efek secara keseluruhan dari pelaporan bagaimana mereka mengambil keputusan Bertujuan perilaku dalam untuk actual, menjelaskan mengevaluasi keuangan terhadap harga saham secara

keputusan Bertujuan untuk menjelaskan reaksi investor kualitasnya terhadap pesan akuntansi. Reaksi positif akan dan menyebabkan Sedangkan naiknya harga sekuritas.

melakukan

pengembangan

pengujuan hipotesis berdasar proses psikologi

reaksi

negative

menyebabkan

turunnya harga sekuritas. Mencari reaksi individu terhadap berbagai Menganalisis keterangan atas laporan akuntansi efek keseluruhan pelaporan

keuangan, khususnya pelaporan earning bagi investor

5. Ball and Brawn (1968) melakukan studi pada 161 perusahaan yang ada di USA. Dan hasilnya menunjukkan bahwa : a) Laba kejutan dan abnormal return memiliki hubungan yang berbanding lurus Maksudnya adalah semakin tinggi laba kejutan maka tingkat abnormal return positif, sedangkan semakin rendah laba kejutan maka tingkat abnormal return menjadi negative. Laba kejutan ini berada diantara laba masa lalu dan laba saat ini. Jadi mereka beranggapan bahwa laba masa lalu sama dengan laba saat ini. Hal ini berarti bahwa didalam lapooran keuangan akan tetap berguna bagi pengambilan keputusan oleh pihakpihak yang berkepentingan. Terlepas dalam laporan tersebut menggunakan historical cost. Tetapi bukan berarti bahwa historical cost adalah yang terbaik. Terkadang present value juga menyediakan informasi yang lebih akurat. Hanya saja dapat diambil kesimpulan bahwa historical cost bisa dipercaya. b) 85-90% pengguna telah dapat mengekspektasikan laba sebelum annual report diterbitkan oleh perusahaan. Karena pengguna dapat menggunakan laporan-laporan lain seperti tren penjualan, analis sekuritas, dan lain-lain. Jadi informasi akuntansi bukanlah satu-satunya sumber sebagai dasar pengekspektasian laba.

Studi lain setelah Ball and Brawn menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara unexpected earning, EPS, dan abnormal return. Hal ini dapat dilihat dari respon laba. Dan disini terdapat dua hubungan yaitu hubungan permanen dan hubungan temporer. Hubungan permanen akan meningkatkan laba, deviden, dan nilai perusahaan. Sedangkan hubungan temporer dapat diabaikan karena tidak sesuai dengan deviden yang diinginkan.

QUIS 7 AKUNTANSI INTERNASIONAL

1. International Accounting Standard (IAS) memiliki kegunaan sebagai berikut: y Untuk memenuhi persyaratan nasional, sehingga dapat menyeragamkan peraturan yang ada di kalangan internasional y Sebagai dasar sebagian atau seluruh standar nasional. Jadi IAS akan digunakan sebagai patokan atas pembentukan standar nasional y Sebagai sarana pembanding dengan dunia internasional bagi negara yang

mengembangkan standarnya sendiri y y Digunakan untuk perusahaan itu sendiri yang akan mengembangkan standarnya Digunakan untuk regulator dari perusahaan domestic maupun asing dalam mengawasi serta mengontrol dalam pelaksanaan atau implementasi standar akuntansi perusahaan tersebut Jadi, disini IAS lebih cenderung digunakan oleh berbagai negara sebagai patokan pembuatan standar akuntansi. Sehingga nantinya akan bisa dibandingkan antara negara astu dengan yang lainnya.

2. FASB 1. Dari segi konten: y SFAC#1 : objective of financial IASB 1. Dari segi konten: y y The objective of financial statement Qualitative characteristic

reporting by business enterprises

SFAC#2 : Qualitative characteristic of accounting information (SFAC#8)

y y

The elements of financial statement Recognition of the elements of

SFAC#5 : recognition and measurement of financial statement of business enterprises y

financial statement Measurement of the elements of financial statement y Concepts of capital and capital

SFAC#5 : Elements of financial statement

maintenance

SFAC#7 : using cash flow information and present value in accounting

information 2. SFAC#1 : tujuan lebih ke pelaporan keuangan Yaitu : y Menyediakan informasi yang berguna bagi kepentingan investasi y y Menilai arus kas masa depan Menilai efektivitas penggunaan sumber daya 3. SFAC#2 : karakteristik kualitatif ada 170 paragraf. Ada 2 karakteristik, yaitu: y Primer : relevansi (mencakup nilai produktif, nilai umpan balik, dan tepat waktu) dan reliability (mencakup 3. Karakteristik kualitatif mencakup 23 2. Tujuan lebih ke laporan keuangan Yaitu : y Menyediakan informasi tentang

pelaporan entitas yang berguna bagi investor, kreditor, dan pemilik modal

paragraf saja, mencakup a. Kualitas fundamental y Relevan (nilai produktif, confirmatory value)

ketepatan penyajian, dan netralitas) y Sekunder : komparabilitas dan (dapat

Faithful representation (kelengkapan, netralitas, free form error)

dibandingkan)

konsisensi

b. Enhancing

qualities,

mencakup

(memakai metode yang sama /tidak berubah-ubah) 4. SFAC#6 elemennya mencakup : y y y y y y y y y y Aktiva Kewajiban Ekuitas Pendapatan Beban Keuntungan Kerugian Investasi oleh pemilik Distribusi pada pemilik Laba komprehensif

komparabilitas, verifiability, timelines, understandbility 4. Elemennya mencakup y y y y y Aktiva Kewajiban Ekuitas Pendapatan Beban

5. Elemen income statement: y y y y y Revenue Expense Gain Loss Comprehensive income

5. Elemen income statement: y Income encompassing (revenue and gain) y Expense encompassing loss

6. SFAC#7 mengindikasikan teknik present value harus dipakai untuk estimasi fair value dan merekomendasikan penggunaan pendekatan ekspektasi cash flow 7. Asumsi : entitas ekonomi, going concern, unit moneter, periodisitas Prinsip : historical cost, pengakuan

6. Present value hanya salah satu basis pengukuran dalam pembuatan laporan keuangan

7. Asumsi : akrual, entitas ekonomi, going concern, unit moneter, periodisitas Prinsip : pengukuran, pengakuan pengakuan beban, full

pendapatan, penandingan, full disclosure Kendala : cost benefit, materiality, industry practice, conservatism

pendapatan, disclosure

Kendala : cost, materiality

3. Akuntansi paa suatu negara dapat berbeda dengan negara lainnya. Hal ini diperjelas oleh beberapa pendapat seperti 1. Mueller (1968) Perbedaan itu bisa jadi disebabkan oleh hokum dalam suatu negara, system politik (kapitalistik, komunistik system) atau level perkembangan dari perspektif ekonominya (kondisi ekonomi). Jadi, menurut Mueller praktik akuntansi dalam suatu negara merupakan cermin dari kondisi social, politik, ekonomi, dan hokum 2. Nobes (1998) Perbedaan itu bisa dibebakan oleh system keuangan, warisan colonial/sejarah, invasi, perpajakan, inflasi, tingkat pendidikan, umur dan jumlah profesi akuntan, perkembangan tingkat ekonomi, system legal, budaya, sejarah, geografi, bahasa, system politik, keadilan social, agama.

3. Doupnik and Salter (1989) Praktek akuntansi di suatu negara itu akan berkembang dengan sendirinya untuk menyamakan kondisi masyarakat tertentu pada waktu tertentu. Selain pendapat dari pakar diatas, factor yang perlu dipertimbangkan lainnya adalah pengaruh dari budaya, agama, dan kepemilikan bisnis menjadi penyebab adanya perbedaan praktik akuntansi antar negara. Misalnya saja budaya, budaya akan member dampak pada system legal, pajak, dan bentuk system keuangan. Hal ini terkait dengan masalah bahwa akuntansi adalah aktivitas social teknikal yang didalamnya terdapat interaksi antara manusia non manusia. Ada dua model utama dalam akuntansi keuangan yang pada akhirnya dikembangkan pada negara, yaitu: a. Continental Europe Model y y y Input yang lebih kecil dari profesi akuntansi Pengaruh lebih kuat dari pemerintah Lebih melindungi kepentingan kreditor

b. Anglo American Model y System akuntansi dimana profesi akuntansi memiliki pengaruh yang lebih kuat dari pada pemerintah y Sangat penting dalam pasar modal

Sebaiknya suatu negara memang memiliki system akuntansi yang khas, dimana system akuntansi tersebut mencerminkan jati diri bangsa itu. Hal ini disebabkan karena setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Selain itu system akuntansi berasal dari system sejarah dimana setiap negara memiliki sejarah yang berbeda-beda.

4. Hofstade : cultural values y Individual Vs Kolektifisme

 Individualism berarti pilihan untuk meepaskan hubungan kerangka social dalam sebuah masyarakat dimana perseorangan diharuskan untuk menjaga dirinya sendiri dan keluarga terdekat saha. Hal ini sangat berlawanan dengan kolektifisme  Kolektifisme yang berarti pilihan untuk mempertebal hubungan kerangka social dimana perseorangan bisa mengharapkan orang lain, kaum lain/kelompok lain untuk membantu secara ikhlas  Isu fundamentalnya adalah tingkatan dari ketergantungan sebuah pemeliharaan masyarakat diantara perorangan y Large Vs Small Power Distance

 Power distance adalah tingkatan dimana angora masyarakat menerima kekuatan dalam institusi dan organisasi disalurkan secara tidak berimbang  Akibatnya, tindakat dari kekuatan lemah sama bagus dengan anggota masyarakat berkekuatan besar  Orang dengan jangkauan kecil akan berusaha untuk penyamaan kekuatan dan meminta pembenaran atas ketidakwajaran kekuatan  Isu fundamentalnya adalah bagaimana sebuah masyarakat mengendalikan

ketidakseimbangan satu sama lainnya ketika terjadinya. Hal inilah yang menjadi konsekuensi mengapa orang membangun institusi

Strong Vs Weak Uncertainty Avoidance  Uncertainty Avoidance adalah tingkatan masyarakat merasa tidak nyaman akan ketidakpastian. Perasaan ini menyebabkan mereka untuk percaya pada kepastian yang menjanjikan  Ketidakpastian kuat: menegakkan kode-kode yang kuat dari kepercayaan dan kebiasaan Ketidakpastian lemah: menjaga sebuah kondisi untuk lebih santai dan penyimpangan lebih mudah ditolerir  Isu fundamentalnya adalah bagaimana reaksi masyarakat pada fakta saat itu tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, akan mengantisipasi ataukah membiarkan semuanya terjadi

Masculinity vs Feminity Sifat maskulin berarti sebuah pilihan di dalam masyarakat untuk pencapaian sukses, kepahlawanan, ketegasan dan sukses secara materi. Ini berlawanan dengan Sifat feminism yang berarti pilihan untuk berhubungan, kesederhanaan, peduli terhadap kelemahan, dan kualitas hidup. Pokok permasalahan yang ditujukan dalam lingkup ini adalah cara dimana sebuah masyarakat menyediakan aturan-aturan kemasyarakatan (sebagai lawan untuk hal-hal yang bersifat biologis) yang berhubungan dengan jenis kelamin.

Gray, Accounting Value y Profesionalisme Vs Pengawasan perundangan Pilihan untuk eksistensi keputusan professional individu atau pemeliharaan dari regulasi mandiri sebagai kebalikan untuk pemenuhan dengan permintaan legal dan pengawasan UU y Keseragaman Vs Kebebasan Pilihan untuk penyelenggaraan praktek akuntansi yang seragam antara perusahaan dan kegunaan yang tetap dari praktik serupa sepanjang waktu, berbeda dengan kebebasan dengan menyesuaikan kondisi perusahaan perseorangan y Konservatisme Vs Optimisme Pilihan untuk pendekatan yang sangat hati-hati untuk mengatasi ketidakpastian di peristiwa yang akan datang. Sedangkan optimisme lebih mengambil resiko y Kerahasian Vs Transparansi Kerahasiaan berarti ada pembatasan penyampaian informasi hanya dengan yang ikut berperan dalam manajemen. Sedangkan keterbukaan berarti bisa mudah diketahui publik.

5. Hubungan antara Accounting Values Gray dan Cultural Values Hofstade Cultural Values Accounting Values (Gray) (Hofstade) Power distance Uncertainty avoidanceIndividualism Masculinity + ? ? + + Profesionalism Keseragaman + Konservatisme Kerahasiaan +

Keterangan : + = Positif relationship - = Negative relationship ? = Unclear Keterangan lebih lanjut: a. Power distance memiliki hubungan yang positif dengan keseragaman dan kerahasiaan. Serta power distance memiliki hubungan negative dengan profesionalisme dan konservatisme b. Uncertainty avoidance memiliki hubungan yang positif dengan keseragaman dan kerahasiaan. Serta Uncertainty avoidance memiliki hubungan negative dengan profesionalisme dan konservatisme c. Individualisme hanya memiliki hubungan positif dengan profesionalisme. Dan memiliki hubungan negative dengan keseragaman, konservatisme, dan kerahasiaan d. Masculinity tidak memiliki hubungan positif dengan nilai akuntansi. Masculinity memiliki hubungan negative dengan konservatisme dan kerahasiaan. Dan punya hubungan bias dengan profesionalisme dan keseragaman

Gray juga menggunakan 4 hipotesis H1 Negara dengan ranking lebih tinggi = individualism Negara dengan ranking lebih rendah = jangkauan usaha, pengalihan ketidak pastian Yang lebih disukai adalah ranking tinggi pada profesionalisme H2 Negara dengan ranking lebih tinggi = jangkauan usaha, pengalihan ketidak pastian Negara dengan ranking lebih rendah = individualism dan masculinity Yang lebih disukai adalah ranking tinggi pada konservatisme H3 Negara dengan ranking lebih tinggi = pengalihan ketidak pastian Negara dengan ranking lebih rendah = individualism dan masculinity Yang lebih disukai adalah ranking tinggi pada konservatisme H4 Negara dengan ranking lebih tinggi = pengalihan ketidak pastian dan jangkauan usaha Negara dengan ranking lebih rendah = individualism dan masculinity Yang lebih disukai adalah ranking tinggi pada kerahasiaan

Hubungan dengan praktik akuntansi di Indonesia y Dengan tingkat keseragaman perusahaan yang cukup tinggi, dan masih rendahnya tingkat profesionalisme, semakin mengkatkan pentingnya penerapan standar akuntansi di Indonesia. Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak transparan kepada public y Hal yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia adalah semakin tinggi tingkatan kota semakin tinggi pula tingkat individualisme penduduk kota tersebut.

Kuis 8 1. Perbedaan antara Financial Statement dan Financial Reporting menurut SFAC#5 Pengungkapan menurut SFAC No.5 diuraikan dalam bagan berikut ini :

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara financial statement dan financial reporting : Financial Reporting  Menurut lingkup:  Lingkup pengakuan dan pernyataan konsep-konsep pengukuran  Dasar laporan keuangan SFAC No.5 mengandung Financial Statement  Menurut lingkup :  Lingkup pengakuan dan pernyataan konsep konsep pengukuran  Dasar laporan keuangan SFAC No.5 mengandung

 Daerah

yang

secara

langsung

dipengaruhi oleh standard FASB  Pelaporan keuangan  Semua informasi yang berguna bagi investasi, kredit dan keputusan lainnya  Informasi yang disajikan financial  Informasi yang disajikan dalam

reporting lebih luas karena lingkup yang terkandung dalam financial statement juga terkandung dalam financial

financial statement lebih sempit, karena hanya mengandung dua lingkup diatas.

reporting.  Lebih informative untuk pengambilan keputusan  Terdiri dari yang diwajibkan FASB dan yang tidak diwajibkan FASB dalam pengungkapkannya. a) Lingkup pengakuan dan pernyataan konsep konsep pengukuran mencakup :  Informasi mengenai posisi keuangan yang dituangkan dalam laporan neraca, laba/rugi, laporan arus kas dan perubahan modal    Informasi laba dan pendapatan komprehensif Informasi arus kas Informasi investasi  Kurang informative untuk pengambilan keputusan  Hanya terdiri dari yang diwajibkan oleh FASB untuk pengungkapkannya

b) Dasar laporan keuangan, mencakup informasi tambahan berupa footnotes, schedule supplementary dan parenthical disclosure.

Footnotes

adalah

pengungkapkan

informasi

yang

bersifat

menjelaskan,

mengklarifikasi, atau mengembangkan item-item yang muncul dalam laporan keuangan, yang tidak dapat dijelaskan dalam laporan keuangan.  Schedule supplementary yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan

pemahaman pengguna mengenai laporan keuangan.  Parenthical disclosure terdiri atas bagian depan laporan keuangan (biasanya terdapat pada neraca) yang digunakan untuk mendeskripsikan elemen-elemen khusus yang ada dalam laporan keuangan, selain itu juga menyediakan berbagai macam informasi, seperti nilai pari (par value) dan jumlah lembar saham yang diotorisasi dan diterbitkan oleh perusahaan. c) Informasi tambahan, mencakup :  Informasi pengungkapan atas perubahan harga saham, karena hal hal dalam perubahan harga dapat mengubah laporan tahunan bagi pemegang saham.  Laporan auditor : suatu opini unqualified yang menyiratkan tingkat pengungkapan perusahaan.  Laporan keuangan interim : informasi kinerja keuangan dan hasil operasi perusahaan yang kurang dari 1 tahun yang dapat berdampak pada harga saham dan digunakan pemerintah untuk pengendalian moneter dan modifikasi dalam hukum pajak. d) Other means of financial reporting :  Management discussion and analysis : digunakan untuk mengevaluasi penyebab dan menjelaskan alasan alasan untuk kinerja perusahaan selama periode tahunan terdahulu termasuk pengungkapan likuiditas, sumber daya modal, dan hasil operasi.

Letter to stockholders : yaitu surat untuk pemegang saham yang ditujukan untuk mengindikasikan bahwa manajemen bertanggung jawab untuk persiapan dan integritas laporan dan SPI

e) Informasi lainnya :  Laporan analisis : seperti halnya analisis fundamental yang berusaha untuk mengidentifikasikan sekuritas yang mispriced dengan meriview informasi yang ada.  Securities and Exchange Commission : Tujuan dari hukum ini adalah melindungi investor dan berusaha untuk memastikan bahwa investor memiliki semua informasi yang relevan mengenai perusahaan yang menerbitkan sekuritas yang diperdangkan secara publik. SEC juga bertanggung jawab untuk menjalakan semua hukum yang diloloskan Kongres yang mempengaruhi perdagangan sekuritas publik.

2.

Kebijakan

akuntansi perlu

diungkapkan karena

APB opinion No.22

mengenai

pengungkapan kebijakan akuntansi, meminta seluruh perusahaan untuk mengungkapkan metode metode yang mereka gunakan. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang membantu seluruh investor untuk membandingkan performa perusahaan satu dengan yang lainnya. Disisi lain karena, kebijakan akuntansi memiliki dampak yang signifikan pada angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan, untuk itu investor perlu tahu kebijakan mereka, sehingga dapat manarik perbandingan baik perusahaan dalam industri yang sama atau yang berbeda. Disamping itu, dengan pengungkapan kebijakan akuntansi memungkinkan investor untuk membuat keputusan ekonomi dengan lebih percaya diri karena dapat membuat perbandingan yang sah.

Sedangkan kebijakan akuntansi yang perlu diungkapkan adalah: y metode akuntansi yang digunakan perusahaan guna mencatat dan menghitung kegiatan operasional yang ia lakukan. Seperti halnya penerapan metode penghitungan aliran biaya persediaan menggunakan asumsi FIFO, LIFO, atau average. Selain itu, metode cash basis atau akkrual basis untuk mencatat beban dan pendapatan. Karena setiap pemilihan metode akuntansi akan berdampak pada laba perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan. y Selain itu, prinsip atau metode yang khas untuk industri dimana ia beroperasi juga harus diungkapkan. y Metode akuntansi yang tidak biasa dari hasil inovasi GAAP juga harus diungkapkan. y Sebuah pilihan dari alternatif yang sudah ada yang bisa diterima

3.

Tiga bagian dalam laporan auditor standard atau unqualified. Unqualified opininon (Pendapat wajar tanpa pengecualian adalah menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum diIndonesia. Laporan audit ini mengandung 3 bagian yaitu : a) Paragraf pendahuluan Paragraf yang menyatakan adanya suatu audit yang telah dilakukan meliputi suatu pernyataan bahwa laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen sedangkan tanggung jawab auditor adalah melaksanakan audit dan menyatakan pendapat atas temuan temuan yang ada.

b) Paragraf ruang lingkup atau scope paragraph Paragraf yang menyatakan bahwa udit yang telah dilakukan auditor sesuai dengan standard audit yang berlaku umum. Dalam paragraf ini auditor menjelaskan sifat audit yang dilakukan dan keterbatasan/lingkup audit. c) Paragraf pandapat Paragraf yang menyatakan bahwa laporan keuangan yang telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum. menyajikan secara wajar disini adalah penyajian laporan keuangan telah memadai dan tidak ada distorsi atau penyimpangan.

4.

opini apa yang diberikan auditor selain unqualified opinion a. Qualified opinion Adalah opini yang menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali dampak dari hal-hal yang berkaitan dengan pengecualian tersebut. Alasannya adalah :  Auditor melakukan semua prosedur audit yang diperlukan untuk mematuhi standard auditing yang berlaku umum.  Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit yang mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat

 Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar  Laporan keuangan berisi elemen GAAP  Semua pengungkapan informative belum tercantum dalam laporan keuangan b. Disclaimer opinion Adalah opini yang menyatakan bahwa auditor tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan. Alasannya adalah :  Auditor tidak dapat mengumpulkan bukti yang kompeten atau yang diperlukan dalam membuktikan apakah satu atau lebih assersi sesuai dengan GAAP yang dikenal dengan pembatasan lingkup  Auditor fokus pada kemampuan perusahaan untuk melanjutkan usahanya terkait dengan konsep going concern c. Adverse opinion Adalah opini yang menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar dan tidak sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum/GAAP. Alasannya adalah :  Auditor menemukan penyimpangan yang material atas laporan keuangan  Laporan keuangan klien tidak menerapkan prinsip akuntansi yang berlaku umum  Laporan keuangan klien tidak mencerminkan perubahan metode akuntansi yang dibuat sesuai APB No.20

5.

informasi yang dibutuhkan oleh investor dan harus disajikan perusahaan yang tidak dipengaruhi oleh standard akuntansi

a.

Management discussion and analysis (MD&A) SEC mewajibkan adanya MD&A dalam laporan tahunan perusahaan karena dalam SFAC No.1 menyatakan bahwa management mengeathui semua informasi tentang perusahaan dan lebih berpengaruh daripada investor, kreditor maupun pengguna lainnya dan sering kali meningkatkan nilai guna informasi keuangan melalui identifikasi transaksi tertentu, peristiwa yang mempengaruhi perusahaan dan menjelaskan pengaruh laporan keuangn mereka terhadap hal tersebut. MD&A digunakan untuk mengevaluasi penyebab dan menjelaskan alasan alasan untuk kinerja perusahaan selama periode tahun yang terdahulu. Keperluan pengungkapan termasuk informasi likuiditas, sumberdaya modal, hasil opersi. SEC juga mengamandemen regulasi pengungkapan informasi kualitatif dan kuantitatif. Tujuan atas pengungkapan informasi kuantitatif adalah menyediakan kepada investor mengenai informasi masa depan tentang ekspektasi resiko pasar. Secara rinci perusahaan harus mengungkapkan: y y Resiko pasar utama mereka pada akhir/periode pelaporan Penjelasan mengenai bagaimana mereka mengatur exposure tersebut

b.

Letter to stockholders Adalah surat manajemen yang diberikan kepada pemegang saham. Surat manajemn ini memiliki empat tujuan yakni : y Manajemen bertanggung jawab untuk persiapan dan integritas pelaporan

y y y c.

Manajemen telah menyiapkan laporan yang sesuai dengan GAAP Digunakan untuk menyatakan estimasi dan pendapat terbaik mereka Memelihara SPI (sistem pengendalian internal)

Laporan analisis Laporan ini berfungsi untuk mengidentifikasi sekuritas yang mispriced dengan meriview semua informasi yang ada. Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran pada investor untuk mengambil keputusan mengenai tindakan membeli, mempertahankan, atau menjual sekuritas/saham yang mereka miliki saat ini.

d.

Statistic ekonomi Adalah laporan yang menunjukkan komparatif performa ekonomi perusahaan dari tahun ke tahun. Selain itu, laporan statistic ekonomi ini berfungsi memberikan pedoman bagi para pengguna laporan keuangan untuk senantiasa mengupdate pengetahuan mereka mengenai saham.

e.

Informasi lainnya, adalah berita atau artikel tentang perusahaan Baik berita maupun artikel siapa saja boleh melakukanya. Berita/artikel merupak suatu berita yang tidak ia yang ungkapkan secara resmi melalui link perusahaanya. Namun, disisi lain baik berita maupun artikel adalah suatu informasi yang diungkapkan oleh instansi lainnya guna melaporkan setiap kegiatan atau peristiwa yang menyangkut operasional perusahaan yang dapat mempengaruhi baik citra maupun harga saham perusahaan itu sendiri.

1. Ttriple bottom line reporting dan apa manfaatnya bagi para pemakai?  Menurut : Elkington (1997) mendefinisikan laporan dasar rangkap tiga sebagai laporan yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekonomi, sosial, dan lingkungan sebuah entitas. Ini menunjukkan permulaan perspektif garis dasar, yang secara tradisional telah berfokus semata-mata pada pelaksanaan keuangan dan ekonomi suatu entitas. Pemikiran tentang laporan terhadap tiga komponen (atau garis dasar) pelaksanaan kegiatan ekonomi, lingkungan, dan sosial secara langsung berkaitan dengan konsep dan tujuan dari perkembangan yang dapat dipertahankan/dilanjutkan.  Disamping itu Triple Bottom Lines merupakan konsep pengukuran kinerja perusahaan secara holistik yang tidak hanya mementingkan ukuran kinerja ekonomis berupa perolehan profit, tetapi juga mempedulikan ukuran kepedulian sosial lingkungan. Dimana juga memasukkan 3 konsep yaitu: 1. Economic 2. Environment 3. Social y : profit : planet : people pelestarian

Manfaat dari Triple Bottom Lines adalah 1. Laporan dengan dasar rangkap tiga, jika diimplementasikan secara tepat, akan memberikan informasi yang memungkinkan orang lain untuk menilai seberapa dapat dipertahankan atau diteruskannya pelaksanaan suatu organisasi atau komunitas. 2. Perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam berbagai kegiatan sosial Triple bottom lines dapat dijadikan panduan dalam menangani masalah lingkungan dalam konteks sistem akuntansi keuangan konvensional

2. keterbatasan akuntansi keuangan traditional y Keterbatsan akuntansi keuangan tradisional adalah: Akuntansi keuangan sering dikritik karena akuntansi ini mengabaikan banyak

ekternalitas yang disebabkan oleh entitas yang melaporkan. Beberapa dari efek ini berhubungan dengan implikasi sosial dan lingkungan dari operasi entitas yang melaporkan dan akan meliputi sesuatu seperti efek yang akan dibangkitkan melalui polusi yang disebabkan oleh entitas ini, atau luka yang disebabkan oleh penggunaan produk entitas ini. Singkatnya, beberapa dari batasan yagn dirasakan dari akuntansi keuangan tradisional bisa meliputi: a. Akuntansi keuangan fokus pada kebutuhan informasi pihak-pihak yang terlibat

dalam keputusan alokasi resource. Yakni, fokus cenderung terbatas pada stakeholder dengan kepentingan keuangan pada entitas ini, dan informasi yang diberikan cenderung bersifat keuangan atau ekonomi. Ini memiliki efek penyangkalan atau pembatasan akses pada informasi oleh orang yang dipengaruhi dalam cara yang non keuangan. Tetapi ketika kami mengapresiasi, perusahaan perusahaan yang bisa memilih untuk secara sukarela memberikan informasi sosial dan lingkungan. b. Gagasan materialias yang cenderung mendahului pelaporan informasi sosial dan lingkungan, dengan kesulitan yang berhubungan dengan penghitungan biaya sosial dan lingkungan. Paragraf 4.1 dari Accounting Standard Board, mengatakan bahwa informasi adalah material jika omisinya, misstatement atau non disklosur

memilikipotensi memiliki efek buruk y keputusan mengenai alokasi resource langka yang dibuat oleh user laporan keuangan, atau

discharge akuntabilitas oleh manajemen atau badan pengatur entitas itu Sebagaimana disoroti dalam Gray, Owen dan Adam (1996), isu yang lain yang

muncul adalah bahwa entitas yang melaporkan sering mendiskon liabilitas, khususnya liabilitas yang tidak akan bertahan selama beberapa tahun, terhadap present valuenya. Tujuan ini untuk membuat pengeluaran masa depan kurang signifikan dalam periode saat ini. Misalkan, jika aktivitas kita saat ini adalah menciptakan sebuah kebutuhan untuk pengeluaran lingkungan yang akan datang yang bersifat perbaikan, tetapi bahwa usaha ini tidak akan dilakukan selama beberapa tahun, kemudian hasil dari diskonting ini kita akan mengakui sedikit atau tanpa biaya saat ini (yang nampak aneh dengan agenda sustainabilitas). c. Akuntansi keuangan mengadopsi asumsi entitas, yang meminta organisasi dianggap sebagai sebuah entitas berbeda dari pemiliknya, organisasi lain, dan stakeholder yang lain. Jika sebuah transaksi atau event diabaikan untuk tujuan akuntansi. Ini berarti bahwa eksternalitas yang disebabkan oleh entitas yang melaporkan biasanya diabaikan, sehingga berarti bahwa ukuran kinerja (seperti profitabilitas) adalah tidak lengkap dari perspektif masyarakat yang lebih luas (yang berlawanan dengan entitas diskrit). Profit yang dilaporkan tidak dipengaruhi oleh eksternalitas ini. e) Pengeluaran didefinisikan dengan sedemikian rupa untuk meniadakan pengakuan setiap dampak pada sumberdaya yang tidak dikontrol oleh identitas (seperti lingkungan), kecuali kalau denda atau aliran tunai lainnya dihasilkan. f) Selain itu, juga terdapat masalah kemampuan untuk dapat diukur / dinilai / dihitung. Untuk item yang akan dicatat untuk tujuan akuntansi keuangan, maka harus dapat dihitung dengan keakuratan yang wajar / logis. Misalnya, di Australia, dalam

pernyataan konsep keuangan No. 4, menyatakan bahwa criteria pengakuan untuk elemen-elemen akuntansi (asset, passive, pengeluaran dan penghasilan) adalah bergantung pada item yang memiliki harga biaya atau nilai lain yang dapat dihitung secara dapat dipercaya (masalah yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya juga perlu dipertimbangkan).

3. Perbedaan antara eco-efficiency dan eco-justice y ECO-EFFICIENCY

Eco-efficiency

Eco-justice

Memperhatikan bagaimana suatu produk diproduksi.

Memperhatikan tentang apa, kapan, dan untuk siapa suatu barang diproduksi.

Bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya dan meminimalisir dampak lingkungan.

Bertujuan untuk mengurangi produksi barang / jasa tertentu.

Konsentrasi dari eco-efficiency terbatas pada bagaimana teknik atau pengetahuan

Konsentrasi dari eco-justice tergantung pada nilai yang dianut perusahaan, sehingga dapat memunculkan perdebatan dari pihak yang berbeda nilai.

produksi, sehingga hanya memunculkan sedikit perdebatan.

Pelaporan terbatas tentang keuangan, seperti

Pelaporan

eco-justice

mengindikasikan

bagaimana perusahaan menggunakan sumber

biaya restorasi.

daya terbatasnya.

Laporan biasanya mengandung informasi non-keuangan seperti: Level emisi Detail aturan lingkungan Sistem manajemen lingkungan Resiko dan dampak produksi terhadap lingkungan.

Melaporkan isu-isu sosial dan lingkungan seperti: Kesempatan karyawan Pendidikan dan kesehatan Observasi hak asasi manusia Dukungan terhadap masyarakat negara berkembang.

Ketika perusahaan memilih untuk membuat laporan lingkungannya sendiri, maka perusahaan telah memilih untuk berfokus pada isu eco-efficiency. eco-efficiency memperhatikan dengan maksimal penggunaan dari kuantitas sumberdaya dan meminimalisir dam lingkungan dari penggunaan sumber daya. Laporan eco-efficiency dianggap dipenuhi jika perlindungan lingkungan telah dilaksanakan. y ECO-JUSTICE Perhatian utama dari eco-justice adalah apa yang diproduksi, kapan barang tersebut diproduksi, dan untuk siapa produksi tersebut. Seperti diungkapkan oleh Stone (1995):Eco-justice menitik beratkan pada pengurangan produksi dari beberapa produk dan jasa. Eco-justice juga akan meminta pengurangan dalam konsumsi dan standar material kehidupan dalam Negara yang makmur / kaya dan pergantian yang sesuai dengan redistribusi sumber daya (yang langka) untuk Negara-negara / bangsa-bangsa yang miskin.

Dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup eco-justice lebih luas dari eco-efficiency. Perusahaan yang telah melaporkan eco-justice maka di dalamnya juga telah dilaporkan mengenai eco-efficiency

4. Pengertian dan tujuan akuntansi sosial y Pengertian akuntansi sosial sosial menyatakan bahwa organisasi memiliki banyak stakeholder dan beberapa organisasi tersebut saat ini menciptakan akuntansi sosial sendiri .Akuntansi social ini muncul karena adanya pertimbangan masalah berbasis sosial untuk laporan eksternal agar menjadi seperti yang diharapkan oleh para stakeholder. Akuntansi ini juga berkaitan dengan eko keadilan yang berbasis sosial seperti pelaporan entitas pendukung atas karyawan, kerugian kelompok, proyek berbasis masyarakat. Pernyataan nilai tambah merupakan bentuk akuntansi sosial yang membuka nilai tambah perusahaan kepada pemilik saham, karyawan, pemerintah, dan pemberi hutang. y Akuntansi social ini mempunyai tujuan tersendiri, yaitu: 1. Menurut Elkington (1977) Untuk mengukur dampak sebuah organisasi atau orang-orang perusahaan baik di luar ataupun di dalam perusahaan. Permasalahan yang ada dalam hal ini biasanya mencakup hubungan masyarakat, keamanan produk, inisiatif pelatihan, sponsorship, sumbangan amal uang dan waktu, dan tenaga kerja pada kelompok yang dirugikan 2. Menurut Ramanathan (1976 Untuk membantu mengevaluasi seberapa bagus perusahaan memenuhi kontrak sosialnya. Tujuan ini dapat diselesaikan dengan memberikan dampak yang nyata atas aktifitas perusahaan kepada masyarakat

5. Pengertian auditing sosial dan pebedaaanya dengan audit atas laporan keuangan.  Pengertian auditing sosial ini diawali dari adanya Akuntansi sosial yang timbul beberapa tahun belakangan ini yang bersumber dari 3 komponen yaitu ekonomi, sosial, lingkungan yang mana dari fenomena ini muncullah auditing sosial. ini bertujuan untuk membantu organisasi dalam menaksir dan memprediksi kinerja organisasi yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga lebih transparansi dengan ini audit sosial dapat di jadikan bagian penting dari apa yang diharapkan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Dimana audit sosial ini menjelaskan secara mendetail proses perbaikan sangat penting jika dilihat dari sudut pandang stakeholders. Didalam memahami pentingnya kinerja terkait dengan harapan yang diinginkan stakeholders. Refleksi dari akuntansi sosial ini adalah adanya audit sosial yang dimana telah menghasilkan standar akuntansi sosial yang dibuat pada tahun 1998 yang diberi nama SA8000. Yang dimana SA merupakan singkatan dari standar akuntansi sosial. Ini memfokuskan dari hak asasi manusia dan persamaan derajat.  Sedangkan Audit atas laporan keuangan adalah legitimasi dari akuntansi tradisonal yang mana ini bersumber dari pihak eksternal perusahaan. Ini juga berfokus pada aspek finansial saja tanpa melihat aspek sosial dan lingkungan. Yang mana perusahaan tidak menilai dan menafsirkan dari dampak negati f yang di timbulkan dari kegiatan tersebut. Apa yang dilaporkan didalam audit laporan keuangan adalah apa yang telah berlaku umum. Sehingga investor-investor dapat dapat mudah mengerti apa yang telah disajikan tersebut  Perbedaan Auditing sosial dengan audit atas laporan keuangan

Segi 1. Tujuan

AUDITING SOSIAL

AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

Untuk mengukur kinerja suatu Untuk menetukan apakah organisasi dalam hubungannya laporan keuangan secara dg pemenuhan kebutuhan keseluruhan telah dibuat menajemen sesuai perusahaan standar

masyarakat.

dengan

akuntansi berlaku umum 2. Hasil Bentuk dasar entitas atau Perusahaan akan mendapat

kebenaran akuntansi sosial yang opini dari auditor tentang ditujukan pada publik akan kewajaran laporan

meningkatkan transparansi.

keuangan yg dibuat.

3. Kriteria

Ada

beberapa

perusahaan GAAP

memakai kuisioner. Atau harapan masyarakat.

4. Asersi

Social responcibility reporting

Laporan Keuangan

5. manfaat

Untuk

memperoleh

atau Laporan keuangan yang

mendapatkan kembali legitimasi telah di audit membuat dari perspektif stakeholder investor percaya dan yakin mengambil Selain itu,

mereka. Karena diambil dari dalam pihak kreditor dan independen. keputusan.

informasi ini cukup bagi pihak bank untuk

pemberian kredit

Kuis 10 1. Scott (1997) mendefinisikan manajemen laba sebagai berikut Given that managers can choose accounting policies from a set (for example, GAAP), it is natural to expect that they will choose policies so as to maximize their own utility and/or the market value of the firm. Dari definisi tersebut manajemen laba merupakan pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer dari standar akuntansi yang ada dan secara alamiah dapat memaksimumkan utilitas mereka dan atau nilai pasar perusahaan. Scott (1997) membagi cara pemahaman atas manajemen laba menjadi dua. Pertama, melihatnya sebagai perilaku oportunistik manajer untuk memaksimumkan utilitasnya dalam menghadapi kontrak kompensasi, kontak utang, dan political costs (Opportunistic Earnings Management). Kedua, dengan memandang manajemen laba dari perspektif efficient contracting (Efficient Earnings Management), dimana manajemen laba memberi manajer suatu fleksibilitas untuk melindungi diri mereka dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak terduga untuk keuntungan pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak. Dengan demikian, manajer dapat mempengaruhi nilai pasar saham perusahaannya melalui manajemen laba, misalnya dengan membuat perataan laba (income smoothing) dan pertumbuhan laba sepanjang waktu. Sedangkan menurut Wolk et al(2001),Manajemen laba adalah suatu intervensi dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan maksud untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam kondisi perusahaan akan menjual sahamnya kepada publik, manajer perlu memberikan informasi kepada publik mengenai kondisi keuangan perusahaannya. Hal ini mendorong manajer untuk melakukan earnings management. Kondisi ini terjadi, baik pada

saat perusahaan melakukan penawaran perdana (initial public offerings /IPO) maupun pada saat melakukan penawaran kedua dan seterusnya (seasoned equity offerings/SEO). Dua kondisi tersebut berbeda dalam hal tersedianya laporan keuangan yang dipublikasikan karena dalam penawaran kedua dan seterusnya laporan keuangan yang dipublikasikan sudah disediakan kepada publik.

2.

Pola manajemen Laba: y Taking a bath. Hal ini bisa terjadi selama periode tekanan organisasi berkaitan dengan reorganisasi, termasuk memperkerjakan CEO baru. Jika perusahaan harus melaporkan kerugian, maka manajemen berusaha menutupinya, dengan cara menangguhkan aset, menyediakan biaya yang dapat diperkirakan di masa depan, dan secara umum clear the decks. Hal ini akan memperkuat kemungkinan profit dimasa mendatang. Taking bath ini juga terlihat pada penelitian Healy (1985). y Minimalisasi Income. Serupa dengan taking a bath, tetapi kurang ekstrim. Pola ini dipilih perusahaan yang secara politis memiliki periode profitabilitas yang tinggi. Kebijakan ini mencakup pengguhan aset modal dan aset tidak berwujud secara cepat, membebankan pengeluaran periklanan dan pengeluaran R&D, dan lainnya.

Maksimisasi Income.

Seperti pada studi Healy, manajer yang terlibat pada maksimisasi income memiliki tujuan bonus. Perusahaan yang mendekati pelanggaran perjanjian hutang juga dapat memaksimalkan income. y Income Smooting. Ini merupakan pola manajemen earning yang paling menarik. Menurut Healy, manajer mempunyai insentif untuk memuluskan income sehingga mereka paling tidak tetap berada diantara bogey dan cap. Hal ini menyebabkan earning mungkin dapat hilang secara temporer atau permanen dari tujuan bonus. Lebih lanjut, jika manajer adalah penentang resiko, maka mereka lebih menyukai aliran bonus yang kurang variable sehingga perlu mempermulus income bersih.

3. Motivasi manajeman melakukan manajemen laba: a. Other Contractual Motivations Manajer akan berusaha menggunakan berbagai kebijakan akuntansi yang dapat meningkatkan laba secara keseluruhan. Disini, saat manajer dapat melaporkan laba sesuai dengan atau lebih dari batas laba yang dibuat oleh perusahaan (di atas bogey) maka manajer akan mendapatkan bonus. Motivasi kontraktual lain selain karakteristik skema bonus yang menyebabkan timbulnya insentif untuk manajemen earning terdapat pada kasus kontrak peminjaman jangka panjang, yang pada dasarnya mengandung perjanjian hutang untuk melindungi kreditor terhadap tindakan manajer, seperti kelebihan pembagian deviden ke pemegang saham, tingkat rasio modal kerja dan rasio debt to equity yang berada dibawah level yang ditentukan. Kondisi keuangan yang menyebabkan perusahaan berada dalam posisi nyaris melanggar perjanjuan kredit dapat menjadi

insentif bagi manajer untuk melakukan manajemen laba dalam rangka meminimalkan probabilitas pelanggaran perjanjian kredit. Dari hasil penelitian Sweeney (1994), yang merupakan review dari section 8.3 menemukan bahwa manajer dari perusahaan yang nyaris melanggar perjanjian kredit cenderung memilih metode akuntansi yang berdampak terhadap peningkatan laba yang dilaporkan. Perubahan metode akuntansi yang teridentifikasi ileh Sweeney antara lain, perubahan metode depresiasi, adopsi metode LIFO, adopsi metode FIFO, perubahan umur ekonomi aktiva, dan perubahan dalam alokasi biaya overhead. De Font dan Jiambalvo (1994) juga memeriksa manajemen laba oleh perusahaan yang mengungkapkan pelanggaran perjanjian hutang selama periode 1985-1988. mereka menemukan bahwa pada satu periode sebelum pelanggaran perjanjian kredit, perusahan melakukan manipulasi akrual. b. Political Motivations Penelitian Jones (1991) mendapati bahwa manajer (dalam hal ini, produsen domestik) yang menghadapi investigasi import relief oleh United Stated International Trade Commission (ITC) melakukan penurunan laba selama masa investigasi untuk mendapatkan proteksi import. Cahan (1992) membuktikan bahwa perusahaan yang berada dibawah investigasi praktek monopoli oleh Departemen Kehakiman dan Komisi Perdangan Federal selama tahun 1970-1983 berusaha menurunkan laba dengan melakukan manipulasi akrual selama masa investigasi berlangsung. Hal ini terjadi karena saat laba dari perusahaan besar terlihat tinggi, maka berbagai pihak akan meminta pemerintah atau badan regulator untuk mengatur perusahaan itu. c. Changes of CEO

Hipotesis rencana bonus memprediksi bahwa CEO yang mendekati pensiun kemungkinan besar akan terlibat dalam strategi maksimisasi income, untuk meningkatkan bonus mereka. Serupa dengan hal itu CEO dari perusahaan yang berkinerja buruk akan berusaha memaksimalkan incomenya untuk mencegah atau menunda dia dipecat. Alternatifnya, konsisten dengan temuan De Angelo et al (1994) seperti yang didiskusikan diatas, CEO tersebut akan berusaha untuk meningkatkan probabilitas earning yang positif di masa depan. Motivasi ini juga diterapkan pada CEO baru, khususnya jika penangguhan yang besar dapat disalahkan pada CEO sebelumnya. Motivasi ini dipelajari oleh Murphy dan Zimmerman (1993) (MZ). Mereka meneliti perilaku dari empat variabel diskresioner (dimana variabel dengan manajemen earning yang potensial, yaitu penelitian dan pengembangan (R&D), periklanan, pengeluaran modal dan akrual. Studi mereka menyangkut sampel besar perubahan CEO dalam perusahaan Amerika selama periode 1971 sampai 1989. Masalah ini juga diteliti oleh Pourciau (1993) dan Smith (1993). DeFond dan Park (1997) melaporkan temuan atas manajer yang menggunakan akrual diskresioner untuk meminjam earning dari periode mendatang ketika earning mendatang diperkirakan bagus dibanding earning saat ini. Sama dengan hal itu, manajer terlihat menghemat earning saat ini ketika earning mendatang diperkirakan jelek dibandingkan earning saat ini. Alasan untuk smoothing itu menurut DoFond dan Park adalah manajer kemungkinan akan dipecat jika earning saat ini jelek, tanpa memperhatikan kinerja masa lalu. Konsekuensinya smoothing/penghalusan terhadap income untuk menghindari pelaporan earning yang jelek digunakan untuk memperkuat jaminan kerja. d. Initial Public Offerings Perusahaan yang melakukan IPO masih belum mempunyai harga pasar. Oleh karena itu, informasi akuntansi keuangan yang dimasukkan kedalam prospectus menjadi

sumber informasi yang berguna. Hughes (1986) menunjukkan secara analitis bahwa informasi seperti income bersih dapat menjadi hal yang berguna untuk membantu memberikan tanda tentang nilai perusahaan pada investor. Clarkson, Dontoh, Richardson dan Sefcik (1992) menemukan temuan empirik bahwa pasar memberikan respon secara positif kepada peramalan earning sebagai sinyal nilai perusahaan. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa manajer dari perusahaan yang go publik mengelola earning yang dilaporkan dalam prospektusnya dengan harapan untuk menerima harga yang lebih tinggi untuk saham mereka. Friedlan (1994) menyelidiki masalah ini. Untuk sampel 155 IPO Amerika yang dilakukan selama 1981-1984 dia meneliti apakah perusahaan yang mengelola earningnya keatas dalam periode akuntansi terakhir sebelum IPO dengan sarana akrual diskresioner. Karena perusahaan yang melakukan IPO biasanya berkembang dengan sangat cepat, maka sulit untuk mengestimasi akrual diskresionernya, karena pertumbuhan itu sendiri menimbulkan peningkatan akrual, seperti piutang, persediaan, dan lain-lain. Setelah uji secara ekstensif, Friedlan mengambil kesimpulan bahwa perusahaan yang melakukan IPO bermaksud membuat akrual diskresioner yang dapat meningkatkan income pada periode terakhir sebelum IPO, relatif terhadap akrual dalam periode sebelumnya yang dapat diperbandingkan. Lebih lanjut, manajemen akrual cenderung dikonsentrasikan pada sampel perusahaan yang mempunyai kinerja buruk seperti yang diukur dengan arus kas operasi. e. To Communicate Information To Investors Penggunaan manajemen earning untuk mengkomunikasikan informasi pada investor mungkin akan dipertanyakan dalam pandangan teori pasar efisien. Investor akan

memeriksa

pilihan

kebijakan

akuntansi

perusahaan

ketika

mengevaluasi

dan

membandingkan kinerja earning. Investor rasional biasanya tertarik dengan kinerja perusahaan dimasa mendatang, dan menggunakan earning yang dilaporkan saa tini untuk merevisi probabilitas mereka tentang bagaimana seharusnya kinerja di masa mendatang. Saat ini manajemenlah yang biasanya mempunyai informasi dalam terbaik tentang prospek earning dimasa depan. Jika earning yang dilaporkan dikelola pada jumlah yang dapat menggambarkan estimasi terbaik dari kekuatan earning, dan pasar merealisasikannya, maka harga saham ini akan dengan segera merefleksikan informasi dari dalam tersebut. Sebagai akibatnya, penggunaan manajemen earning yang bertanggung jawab dapat meningkatkan probabilitas diagonal utama dari sistem informasi.

4. Study Healy 1985 Study Healy 1985 memberikan bukti bahwa terdapat manajemen laba yang digunakan untuk tujuan bonus, yaitu paper yang ditulis oleh Healy memprediksikan bahwa manajer akan bersikap opportunistic untuk mengakui laba bersih dengan tujuan maksimalisasi bonus mereka. Study Healy ini terbatas pada perusahaan yang rencana kompensasinya didasarkan pada income bersih saat ini yang telah dilaporkan. Hal ini ditunjukkan dengan grafik : Jumlah Bonus

Boogey

Cap (net income)

Dari grafik tersebut diketahui bahwa bonus akan meningkat secara linier di antara boogey dan cap. Untuk pendapatan yang berada di bawah boogey maka jum lah bonusnya adalah 0. Semakin besar net income nya akan semakin besar pula jumlah bonus yang didaptkan oleh manajer. Net income di saat cap akan menghasilkan jumlah bonus yang tertinggi. Tetapi, untuk net income yang sudah melebihi batas cap maka jumlah bonus yang didapatkan akan sama dengan jumlah bonus di saat cap. Sehingga, pada saat laba bersih itu rendah manajer akan terdorong untuk mengecilkan laba serendah mungkin dengan memilih kebijakan akuntansi yang mengurangi laba agar di tahun berikutnya labanya akan meningkat tajam dan memperoleh bonus yang besar. Hal yang sama juga dilakukan jika perusahaan memiliki laba yang terlalu tinggi, maka ia akan mengurangi labanya karena laba bersih yang ada di atas laba yang ditentukan akan membuat hilangnya bonus permanen. Di sini, ada tiga kategori pengamatan, yaitu : UPP : earning yang ada di atas cap LOW : earning ada di bawah boogey MID : earning yang ada di antara bogey dan cap Hasilnya, 46% dari 281 pengamatan dalam MID mempunyai total akrual yang positif, yaitu dapat meningkatkan income. Untuk LOW dan UPP proporsi total akrual positif itu ada 9% dan 10%. Jadi, rata-rata untuk pengamatan ini negative. Hasil ini konsisten dengan pernyataan Healy, bahwa manager perusahaan yang income bersihnya berada di bawah boogey dan di atas cap cenderung mengadopsi akrual yang dapat meningkatkan laba.

5. Antara Cashflow dan Net income dapat berbeda. Hal ini disebabkan karena adanya metode akuntansi yang berbasis akrual. Akrual disini maksudnya, membandingkan antara pendapatan dan beban yang terjadi pada periode ini, walaupun belum ada penerimaan dan pengeluaran kas nhya. Dari sini, dapat diketahui bahwa laba operasi itu = arus kas operasi +/net akrual. Net akrual sendiri merupakan selisih antara pendapatan dan beban akrual yang ada. Jika pendapatan akrual lebih besar daripada beban akrual maka akan menambah arus kas operasi dan akan berlaku sebaliknya. Jika beban akrual lebih besar dari pendapatan akrual maka akan mengurangi arus kas operasi. Sedangkan untuk arus kas operasi itu sendiri adalah pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan secara kas. Contohnya, seperti menerima kas dari hasil penjualan. Hal ini akan mempengaruhi baik net income maupun arus kas operasi yang ada. Tetapi, untuk pengakuan beban amortisasi, akan mengurangi laba perusahaan dan tidak akan mempengaruhi arus kas operasinya karena beban amortisasi ini tidak ada pengeluaran kas riil yang terjadi. Untuk akrual ini sendiri ada dua, yaitu

discretionary accruals dan non discretionary accruals. Perbedaannya antara lain :

Discretionary Acruals y Adalah akrual yang dapat dikontrol oleh manajer tergantung pada estimasi manajemen tentang keadaan yang dibuat dengan sangat principal, dimana terdapat keleluasaan yang diberikan kepada manajer oleh standar untuk memilih prinsip yang ada

Non Discrecionary Acruals y Adalah akrual yang bergantung pada kebijakan akuntansi perusahaan sehingga hal ini tidak dapat dikontrol oleh manajer secara langsung

Pengakuan akrual atas beban yang bebas (tidak diatur) dan merupakan pilihan kebijakan akuntansi dari manajemen

Pengakuan akrual laba yang pada standar prinsip akuntansi yang berlaku

Contoh dari discretionary accruals : - Menentukan tingkat konservatisme perusahaan dalam menentukan cadangan kerugian piutang - Kebijakan untuk tetap buka buku pada setiap akhir tahun - Kebijakan saldo persediaan yang berhubungan dengan biaya overhead tetap

Contohnya adalah : - Beban amortisasi aktiva tetap