P. 1
Juklak+KPI+Individu_261109

Juklak+KPI+Individu_261109

|Views: 462|Likes:
Dipublikasikan oleh rinto.ep

More info:

Published by: rinto.ep on Aug 03, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

PETUNJUK PENYUSUNAN DAN PENGISIAN FORMULIR PENCAPAIAN KPI INDIVIDU PT ANGKASA PURA I (PERSERO

)
Updated PENGANTAR Untuk memberikan landasan bagi penerapan prinsip kompensasi pegawai berdasarkan kinerja (pay for performance) yang dinilai lebih proporsional, mendorong produktivitas dan menjamin keadilan, maka penilaian kinerja pegawai harus menggunakan formula KPI Individu (Individual Key Performance Indicators). Penyusunan KPI Individu seharusnya sudah selesai tahun 2008 dan implementasinya mulai 2009. Dikarenakan keterlambatan proses cascading (penjabaran) dan adanya kendala teknis lainnya, maka penyusunan KPI Individu baru bisa dilaksanakan dalam tahun 2009 ini. BPKP bersama dengan Tim KPI Kantor Pusat akan melakukan asistensi penyusunan dan impelementasi KPI Individu, langsung pada Pengisian Formulir KPI Individu Pegawai agar lebih efektip, mengingat target waktu yang ditetapkan RUPS. KONSEP DASAR KPI INDIVIDU :
1.

KPI Sebagai Penyempurnaan PKP (IKI) : Penilaian kinerja pegawai AP I berkembang dari DP3 – PKP – KPI Individu. a. DP3 : sangat kualitatip, hanya menekankan pada aspek perilaku dan kurang mengukur hasil kerja. b. PKP (IKI) : terlalu fokus kepada pengukuran hasil kerja dan menilai perilaku, kurang menghargai upaya (effort) pegawai dalam proses kerja, sehingga kurang adil (fair) bila dijadikan patokan dalam pemberian kompensasi (reward) kepada pegawai. c. KPI Individu : mengukur dan menilai target kerja, upaya (effort) pegawai dalam proses kerja serta hasil kerja pegawai. Sehingga, kalaupun hasil kerjanya kurang baik tetapi upayanya sudah optimum, pegawai tsb. masih berpeluang memperoleh reward yang sepadan dengan kerja kerasnya, baik untuk penghasilan bulanan maupun bonus.

2. Unsur KPI Individu : Secara garis besar, Format KPI Individu terdiri atas dua kelompok unsur penilaian, yaitu :
a.

Aspek Kinerja : Bobot Penilaian 60% 1) Kesepakatan Target Kerja : • Disusun dan disepakati bersama antara Pegawai yang dinilai dan atasannya selaku Pejabat Penilai pada awal tahun. • Berisi kesepakatan tentang apa yang akan dikerjakan pegawai dalam 1 (satu) periode penilaian, dilengkapi dengan bobot dan target hasil kerja pegawai.

1

yang penilaiannya dilakukan pada akhir tahun periode penilaian berjalan. • Dilakukan pada tengah tahun periode berjalan (bulan Juli) yang digunakan untuk mengukur pencapaian tengah tahunan atas target yang telah disepakati. berupa Monitoring KPI Individu Tengah Tahun. Tahapan Penyusunan/Pengisian Formulir KPI Individu : a. Tahap Pertama. target pencapaian dan bobot penilaian. b. Dianggap sah apabila Atasan dari Atasan Langsung Pegawai Yang Dinilai juga menandatangani Lembar Monitoring KPI Individu Tengah Tahun tersebut. Aspek Kompetensi : Bobot Penilaian 40% Aspek kompetensi mendiskripsikan perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai target/sasaran kerja dan memiliki bobot penilaian sebesar 40%. Hasil/Realisasi Target Kerja : Berisi pengukuran dan penilaian realisasi atau hasil kerja pegawai. diperbandingkan dengan target-terget yang telah disepakati di awal tahun. b. yaitu Pengisian Formulir Pencapaian KPI Individu.• 2) Sarana : Kertas Kerja Formulir Pencapaian KPI Individu (FKPII). Sumber Informasi / Data Untuk Pengisian Formulir KPI Individu : Sumber data yang dapat dipergunakan untuk menyusun komponen pekerjaan (uraian pekerjaan/tugas) yang akan disepakati dalam satu periode penilaian KPI Individu dapat diambil/disarikan/dikonversikan dari : 2 . Tahap Kedua. berupa Penetapan Kesepakatan KPI Individu yang dilakukan awal tahun saat Pejabat Penilai dan Pegawai Yang Dinilai membuat kesepakatan kerja untuk tahun berjalan sebagaimana dimaksud butir 2.a.1). dapat digunakan untuk menambah atau mengurangi target kinerja individu pegawai yang dinilai. • Perubahan tersebut harus disertai dengan penjelasan yang logis dan akurat serta mendapat persetujuan Atasan dari Pejabat Penilai (Atasan Langsung Pegawai Yang Dinilai). c. TATA CARA PENGISIAN FORMULIR KPI INDIVIDU 1. 2. Monitoring KPI Individu Tengah Tahun. Tahap ketiga. • Apabila dipandang perlu.

Kolom Sasaran Kinerja terdiri atas sub kolom: Uraian dan Bobot : 1) Uraian (kolom 2) : Diisikan uraian sasaran/target kinerja individu yang telah disusun berdasarkan cascading KPI. diisi dengan nomor urut Sasaran/Target Kinerja. Apabila terdapat pekerjaan lain dan belum termasuk didalamnya seperti tugas-tugas non rutin yang berasal dari turunan RKAP Unit atau tugas yang langsung diperintahkan oleh atasan langsung atau berasal dari RKM RKAP dapat ditambahkan pada kolom tersebut. Nama dan Kelas Pekerjaan) sesuai dengan kotak yang tersedia. Staf & Pelaksana. Isikan seluruh data tentang Identitas Pegawai (Nama Pegawai yang dinilai. mengacu pada Cascading KPI ataupun RJPP e. b. Unit Kerja hingga Individu. berupa : Program Kerja Kantor Pusat. Staf. Kolom 1 (satu)/Nomor. RKM RKAP yang memuat aktivitas-aktivitas sebagai implementasi Program Kerja Tahunan Unit Kerja. staf dan pelaksana di setiap unit kerja.PKP yang telah ada Hasil Cascading KPI Corporate dan individu oleh BPKP yang merupakan jabaran dari program kerja / tugas unit hingga individu Pejabat. (Catatan : Untuk lebih jelasnya baca Pedoman Evaluasi KPII) Bobot (kolom 3) : Bobot Substansi diisi berdasarkan pembobotan pekerjaan yang dinilai berdasarkan tingkat kesulitan. Pelaksana).: 1) Unit Kerja : diisi dengan unit kerja organisasi terkecil tempat jabatan tersebut berada. NIP. 4) Periode Penilaian Individu disesuaikan dengan periode penilaian berjalan atas pelaksanaan penilaian kinerja pegawai yang dinilai. a. Pengembangan tugas/pekerjaan/program kerja unit. 2) Kelompok Pekerjaan : diisikan sesuai dengan kelompok pekerjaan pegawai yang dinilai (Manajerial. d. 3. 3) Identitas Penilai : diisi dengan nama lengkap penilai. b. job description/tugas pokok dari pekerjaan perusahaan yang diduduki oleh pegawai yang dinilai. d. Supervisi. Aktivitas-aktivitas tersebut akan didistribusikan menjadi program kerja tahunan dari pimpinan. c. RKAP Tahunan Perusahaan yang merupakan realisasi RJPP serta penjabarannya lebih lanjut. Buku Struktur Organisasi yang memuat Job Discription pegawai. Untuk tingkatan yang semakin tinggi diberikan pembobotan yang lebih besar. Tata Cara Pengisian Formulir Kesepakatan KPI Individu : Teknis pengisian Formulir KPII oleh Pejabat Penilai mengikuti ketentuan sebagai berikut : Pengisian Formulir KPII harus dilakukan dengan menggunakan HURUF CETAK. tingkat prioritas dan sasaran kinerjanya. Kantor Cabang. f. a. adapun untuk total pembobotan 3 2) . c.

. Kesulitan. Target terdiri atas subkolom Angka dan Satuan. yaitu sesuatu yang ditetapkan harus memiliki batasan waktu pencapaiannya. Tata Cara Pengisian Formulir Monitoring KPI Individu Tengah Tahun 4 .diisikan dengan target angka yang akan dicapai untuk setiap jenis indikator kinerja masing-masing sasaran kinerja. b) Measurable. e.keseluruhan sasaran kinerja adalah 100. yaitu sesuatu yang ditetapkan harus dapat diukur besarannya. e) Time Bounded. a) Kolom 7 (tujuh)/ Angka. Penetapan sasaran kinerja individu beserta pembobotannya harus dilakukan pada setiap awal masa penilaian individu sesuai dengan periodisasi penilaian yang merupakan cerminan dari kesepakatan antara ‘Pejabat Penilai’ dan ‘Pegawai Yang Dinilai’ dengan ditandai oleh pembubuhan Tanda Tangan dari kedua belah pihak pada bagian kiri dan kanan bawah dengan disertai pencantuman tanggal kesepakatannya. Kolom Indikator Kinerja terdiri dari sub kolom Uraian dan Target. menyatakan sesuatu yang ditetapkan atau disepakati harus dapat dicapai oleh penanggung jawabnya dalam hal ini adalah pegawai yang dinilai. b) Kolom 8 (delapan)/ Satuan merupakan keterangan satuan untuk menjelaskan kolom target angka 3) 4) Keterangan : Untuk menetapkan Bobot Substansi dalam Pengisian Formulir Kesepakatan KPI Individu (KPII) menggunakan Kertas Kerja (Kolom Bantuan) yang tersedia yang berisi komponen penilaian berisi kolom : Prioritas. Bobot Prosentase merupakan pembobotan terhadap masing-masing uraian Indikator Kinerja dengan total angka bobot sebesar 100. 4. d) Relevan. c) Achievable. menyatakan sesuatu yang terinci dalam menilai kinerja seseorang.: Diisikan pembobotan dari kolom uraian sebelumnya. yaitu sesuatu yang ditetapkan harus sesuai dengan tujuan dan strategi perusahaan. Bobot Prosentase (kolom 6). 1) Nomor (kolom 4) : Diisikan nomor urut Indikator Kinerja untuk setiap Sasaran Kinerja. Jumlah dan Bobot Sustansi. 2) Uraian (kolom 5) : Diisikan dengan uraian Indikator Kinerja yang merupakan turunan/cascading dari setiap Sasaran Kinerja : Didalam penentuan uraian Indikator Kinerja Individu/KPI Individu harus memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut : a) Spesific. f) Controlable. menyatakan sesuatu yang telah ditetapkan dapat dikendalikan pemanfaatannya.

diisikan dengan realisasi pencapaian dari target yang telah disepakati dari masing-masing indikator kinerja setiap sasaran kinerja sampai dengan akhir tahun periode berjalan. Pada kolom 10 (sepuluh)/Nilai. Batas Waktu Penilaian : a. c. Nilai Bobot. tuliskan penjelasan yang dibutuhkan untuk melakukan justifikasi mengenai penyebab/alasan tidak tercapainya sasaran kinerja atau hal-hal lain yang perlu dijelaskan baik positif maupun negatif. Terdapat penambahan kolom sebagaimana pada Penetapan Kesepakatan KPI Individu berupa : kolom Pencapaian. Diantara Penetapan Kesepakatan KPI Individu pada awal tahun periode penilaian dan Pengukuran Pencapaian KPI Individu pada akhir tahun periode penilaian terdapat Monitoring KPI Individu Tengah Tahun yang dilakukan pada saat tengah tahun periode berjalan (bulan Juli). tuliskan nilai pencapaian target dengan membandingkan kolom pencapaian dengan kolom target dalam bentuk persentase (%). Pada kolom 12 (dua belas)/Penjelasan. 5. hasil penilaian individu yang tertuang dalam bentuk isian FKPII tersebut harus sudah diterima oleh Deputi Direktur 5 . Tata Cara Pengisian Formulir Pencapaian KPI Individu (akhir tahun). dan Penjelasan.Pada Monitoring KPI Individu Tengah Tahun terdapat penambahan kolom baru. berupa :kolom Penetapan Kesepakatan KPI Individu ditambah kolom Pencapaian Tengah Tahun dan kolom Penjelasan. b. 6. Pada kolom 9 (sembilan)/Pencapaian. a. Kolom Pencapaian Tengah Tahun digunakan untuk mengukur pencapaian tengah tahunan suatu sasaran kinerja individu terhadap target yang telah ditetapkan dengan memberikan penjelasan terhadap pencapaian tengah tahunan. Untuk Nilai Hasil Kerja tuliskan kembali Nilai Hasil Kerja seperti pada hasil penjumlahan kolom Nilai Bobot. Apabila Formulir Pencapaian KPI Individu telah diisi secara benar dan lengkap. Nilai. yang dituangkan didalam kolom Penjelasan. Sedangkan pada kolom 11 (sebelas)/Nilai Bobot tuliskan nilai bobot pencapaian target per indikator kinerja dengan membandingkan kolom bobot indikator kinerja dengan kolom nilai pada masing-masing indikator dikalikan dengan bobot sasaran kinerjanya selanjutnya jumlahkan masing-masing hasil nilai bobot indikator per sasaran kinerja. Pejabat Penilai dan Pegawai Yang Dinilai wajib membubuhi paraf pada tempat yang telah disediakan disertai dengan menuliskan tanggal penetapannya. Selambat-lambatnya pada akhir bulan Januari setelah berakhirnya periode penilaian.

hasil FKPII yang asli untuk Kantor Cabang harus sudah diterima oleh Deputi Direktur Administrasi Personalia c.q yang membidangi fungsi Penilaian Karya Pegawai di Kantor Pusat. terutama pada kolom Kesepakatan KPI Individu. Hal ini dilatarbelakangi oleh kurangdipahaminya dengan keterkaitan erat antara Job Discription. FKPII dibuatkan duplikat sebanyak 1 (satu) kali sebagai arsip personalia Kantor Cabang. hasil FKPII harus sudah diterima oleh Direktur Personalia dan Umum. RKM dan KPII. Jakarta. November 2009 TIM KPI INDIVIDU KANTOR PUSAT PEDOMAN EVALUASI PENYUSUNAN KPI INDIVIDU KETERKAITAN TUGAS POKOK-RJPP-RKAP-RKM DAN KPII DALAM PROSES PENYUSUNAN KPI INDIVIDU PEGAWAI PENDAHULUAN : Pasca cascading dan asistensi penyusunan KPI Individu (KPII) dalam Formulir KPII kemungkinan masih terdapat beberapa kekeliruan. b. Sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengecek apakah seluruh beban tugas terkait dengan pelaksanaan RKAP yang berupa rangkaian aktivitas yang dijabarkan dalam RKM telah tertampung 6 . RKAP. c. Selambat-lambatnya pada akhir bulan Maret setelah berakhirnya periode penilaian.Administrasi Personalia dari Pejabat Penilai untuk Kantor Pusat dan dari Pejabat Penilai kepada Manager yang membidangi fungsi Personalia untuk Kantor Cabang. Selambat-lambatnya pada akhir bulan Pebruari setelah berakhirnya periode penilaian.

sebelum keputusan implementasi KPII ditetapkan. harus didahului oleh penataan organisasi dan penyediaan IT pendukung yang memadai. Menyusun dan mengevaluasi Job Discription setiap Jabatan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi. Reorganisasi berupa pemetaan kembali seluruh beban tugas Perusahaan berdasar : 1) Tugas pokok Perusahaan sesuai bidang usaha jasa kebandarudaraan yang diatur oleh peraturan perundangan. c. Berdasarkan referensi literature ataupun best practice dalam implementasi KPII. Penyusunan KPII mencakup beberapa tahapan langkah sbb : Langkah Pertama : a. 7 . b. Mendata ulang jumlah Jabatan di PT AP I berdasar Formasi b. Setiap jabatan struktural dan fungsional serta staff tersebut kemudian disusun job description-nya masing-masing dengan kerangka dan urutan berdasar 6 perspektip KPII agar mudah diintegrasikan dengan RKAP dan RKM. 2. Beban tugas tersebut kemudian dibagi habis kedalam unit-unit kerja serta jabatan-jabatan Struktural dan Fungsional serta fungsi Staff yang diperlukan dengan pendekatan HPO (High Performance Indicator) sampai dengan unit kerja dan jabatan terkecil. TAHAPAN PENYUSUNAN KPI INDIVIDU KPII Pegawai pada dasarnya berisi beban kerja tahunan (workload) pegawai (berupa Tugas Pokok + Program RKA Tahunan) yang menjadi tanggungjawab pegawai dan kemudian diformulasikan berdasar 6 perspekti KPII dan dijadikan Kesepakatan KPI Individu. Menyusun Pedoman Evaluasi Penyusunan KPII dan Panduan Integrasi RKAP/RKM dengan Job Discription Individu/Pegawai untuk menghasilkan KPI Individu setiap Jabatan/Pegawai. d.dalam KPII setiap Pejabat dan Pegawai Kesepakatan KPII mereka masing-masing. Menyusun ulang Tugas Pokok (Job Discription) setiap Jabatan dalam format 6 perspektip KPII. c. Melakukan integrasi antara Tugas Pokok setiap Jabatan/Pegawai/Individu dengan RKAP/RKM. Penataan organisasi untuk mendapatkan Formasi yang mutakhir dan IT untuk menjamin efektifitas dan akurasi penilaian KPII. 2) Tugas yang terkait misi dan visi Perusahaan. perlu ditempuh langkah sbb : 1. Pembentukan Gugus Tugas KPI Individu yang beranggotakan representasi setiap Direktorat dan bertugas : a. serta menjadi menjadi Untuk melakukan evaluasi atas seluruh jabatan yang ada di PT Angkasa Pura I.

Program Langkah Ketiga : a.Aktivitas-aktivitas pokok unit kerja yang telah disusun dalam RKM tersebut kemudian dibagi habis atau didistribusikan kepada individuindividu di dalam unit kerja tsb mulai tingkat Pejabat hingga Staf dan Pelaksana dan menjadi Program Kerja Tahunan Individu Pegawai a. c. Menyusun Kesepakatan Kinerja yang telah diperbaiki kedalam Buku KPII Pegawai PT AP I. Melakukan finalisasi evaluasi dan perbaikan atas Kesepakatan Kinerja yang belum sesuai dengan Tugas Pokok dan substansi RKAP/aktivitas RKM yang menjadi tanggungjawab masing-masing Pejabat dan Pegawai. Program Kerja Tahunan Individu Pegawai kemudian diintegrasikan kedalam job description masing-masing pegawai yang telah disusun sebelumnya. Job description setiap unit dan individu pegawai yang telah disusun berdasar 6 perspektip KPII tersebut kemudian ditetapkan sebagai Tugas Pokok Unit dan Individu. yakni dengan mengisikan Program Kerja Tahunan Individu tersebut di bawah butir-butir job description yang sesuai – yang telah disusun sebelumnya berdasar 6 perspektip KPII. b. c.Melaporkan kepada Direksi. sehingga dapat dideskripsikan aktivitas-aktivitas pokok yang akan dilakukan oleh setriap unit kerja. b. Februari 2010 TIM KPI INDIVIDU KANTOR PUSAT 8 . Langkah Kedua : dalam RKA Tahunan Perusahaan dan setiap unit kerja disusun ulang dengan kerangka urutan berdasar 6 perspektip RKAP/KPII agar mudah untuk dinilai KPI-nya. b.d. Komisaris dan Pemegang Saham Jakarta. Penggabungan atau integrasi Tugas Pokok Individu (Job Discription) dengan Program Kerja Tahunan Individu tersebut selanjutnya dijadikan Kesepakatan Kinerja Individu. Langkah Keempat : Untuk menjamin akurasi keterkaitan antara Tugas Pokok Unit & Individu dengan RKAP dan RKM. perlu dilakukan : a. Program RKA Tahunan unit kerja dijabarkan dalam RKM.

9 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->