Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Perusahaan c Akte Perubahan . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . 1 . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . Depnaker c Kualifikasi TKA . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . c Daftar kebutuhan barang modal . e Laporan kegiatan akhir . 2 . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Pendapatan & Biaya 2 . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . Perubahan Pemegang Saham 9 a . b . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . c . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . 2 . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . 2 . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . 2 . d Barang modal tahun sebelumnya yang . 3 . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . negeri dengan pemakai 2 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . b Daftar barang/peralatan yang akan . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . 3 . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . b Laporan kegiatan . d r-kpr i eeso. c . d Struktur organisasi perusahaan . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . b . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . 3 . ekonomis lagi 3 . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . d Paspor dan Visa TKA . b . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Dasar/alasan perubahan investasi . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . 2 .

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . pinjam pakai sementara 3 . d Keterangan lokasi kegiatan . 3 . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . 3 . 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. b Desain pelabuhan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . b Rencana pengoperasian pelabuhan . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan .

Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . PEMOHON Keterangan : 1 . 471 . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . 2 . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . DESDM. DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . 5 6 DESDM PROPINSI I I . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . BUPATI/WALIKOTA 3a . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . 2 Gubernur memproses permohonan. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . setelah Surat . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada ..Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan.

BKMD 3b . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . dan DESDM. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a .. 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . GUBERNUR 3a . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 .

....... a Drki ............ Faksimili : 3 N................... ies No 1 2 3 4 5 b . Pemohon : 1 Nama Pemohon .. 1 PERMOHONAN ...... : .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT . ... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ........... Pengolahan/Pemurnian. : .......... ........ Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........ Eksploitasi.................. Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 .....P.... d i ........................... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ....... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan ....... Komisaris dan ..... .. .......................................... Eksplorasi.......... : 4 Susunan Direksi..............W...... ... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ....... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum... Pemegang Saham B ......... 2 Jabatan/Pekerjaan .....P ..... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ...

............ perubahan Akte terakhir : ............................................................. 2 # coret yang tidak perlu.................. 6...................................... 6 Laporan studi kelayakan *)**) .............. pertambangan dan telah disahkan oleh Dep............. .............................. Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .. (nama pemohon) Tembusan : 1 ........... ........... Eksplorasi dan Eksploitasi)........ : ...... (. : Rp.. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ..... ............................ 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ................ ..... ..000 ........................................... b Jumlah utang ...................... : ... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ..... Demikian permohonan ini kami ajukan.. .... : Rp................. Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak.. Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ..... C ............ td t Materai Rp.. (............. ........ ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ............. Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ..............................) .................................... ..... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri.. Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ............ 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ............. .........................) ....................................... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 . 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa .................................... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum..................................... .... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir . a Jumlah Net Aset .......... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal .. Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal .............. ............. ..................... apabila ternyata keterangan tidak benar.... .......... 2 ...... Pengesahan Dep.......... 3 *) pemohon KP Ekspoitasi......

.. #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... ..... ..................... 2 *) Coret yag tidak perlu .............. .......... ............................... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ............................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 .... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........ ................................................ 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi .................... 6 Laporan studi kelayakan ***) .. Nama Pemohon :..... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)......... kami ucapkan terima kasih ..................... ............... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ......... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ..... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ....... ............... 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi .. Jabatan dalam perusahaan :. ......................................................... ........... td t Materai Rp. Alamat perusahaan :................................. 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ..... ......... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak..... Nama Perusahaan :................... 2 .. 4 Rencana Kerja dan Biaya................. dengan ini.................. 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap..... D i ............ mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan............... 6000 ...........

............................................ .. mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan................. Atas perhatian dan persetujuan Bapak.. Rencana Kerja dan Biaya............. 2 *) Coret yag tidak perlu ................ Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ........ Alamat perusahaan :............ 2 . 6000 . 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap.......... ............. ........ 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)......... .............. ......... Eksplorasi dan Eksploitasi....... ......................... Jabatan dalam perusahaan :............ .............................. Nama Perusahaan :................... . dengan ini.. 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ...... 5 ****) Penyelidikan Umum........................... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)..................... ....... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .............. ........... 2 Laporan Kegiatan.. 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)..... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ....................................... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***).... (nama pemohon) Tembusan : 1 . . Nama Pemohon :.......... D i ..... ........ #) Yang bertanda tangan di bawah ini....................... ................................... td t Materai Rp....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .. kami ucapkan terima kasih .... . ...

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

............ ........................ D i ...... B ................. Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan .................................. 4 Susunan Direksi....... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ........................................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ......................................................... ........................................... ................................ Komisaris dan Pemegang Saham : .......... : ..................................... a Susunan Direksi.................................... ....... .................................... : ............................... ................. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ....... : ................. : ................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ............................................. Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ....... ................... ......................... : ........................................................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ........ ............................ : .................................. ........................ Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ............................................. Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : .................................. : . : ........................ PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ...............................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ... : ...... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ............

.................................... Nama Jabatan Susunan Direksi......... () Jumlah Utang 2 : .. b Perusahaan Nasional .. Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing .................... Perubahan akte terakhir : : : : : ........ 6 ............ (2) Jumlah Utang : ........................................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ... () Jumlah Net Aset 1 : ............................. () Penghasilan Bersih 3 : ..................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 . ............................................................................................. Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal .................................... ...........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ............. : .............. ........................ Pengesahan Dep............................................................. ............................... Kehakiman b Nomor dan tanggal ..................... () Jumlah Net Aset 1 : .. () Penghasilan Bersih 3 : .............................

... (nama pemohon) Tembusan : 1 ... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar....... ... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ... 2 # coret yang tidak perlu ........ 3 ........................... .... . Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk.......... Lampiran permohonan 1 ..........- ..........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .... td t Materai Rp........................... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota.................... Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan... 4 ............. 6............................ Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ......000.... 2 ... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .. 2 ..... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : .. 6 ................. 5 ...... . Tanda Terima SPT Tahun terakhir.......... ....

.......... D i ............. Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum .. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : ..... Pemohon Materai Rp. .tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 .............. ........... Atas perhatian Bapak........ Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum...000.. kami ucapkan terima kasih.................. 6. ............ Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ..

.................................................... : ........................................ Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ...... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : .......................................................................................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ............................... : ...... 5 Akte Pendirian ) : ........................ kondisi................... ........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 .. 6 Keterangan lain ) : .... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ................................ PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : .......................... : ............................ d PERALATAN ....................................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a .............. b ............ PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : .............................................. 4 Referensi Bank ) : ............................................... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) .. : ....... : ......................... Daftar Personalia : .................................................. l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ......... jenis/macam peralatan........... Daftar peralatan utama yang dipunyai... jumlah.... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : .................... Daftar tenaga ahli : ..

. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja... ) 4 Keuangan.. ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin.. Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup....... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang . ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja... nsoa... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... ) 2 Kegiatan Teknis... ..... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk .. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli........... melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya...... brau elk..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . ) 6 Keselamatan kerja.... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini . b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya . Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ...... 2 .. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ..

.. PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ...... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .. D i ............................. Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ........ Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.................. ...... kami ucapkan terima kasih......... Atas perhatian Bapak.... Gubernur/Bupati/Walikota ............................................ Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth......... .... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga . ..... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum.

................................................................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ....... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ......... : ......... : ... : .................................................................. : ............... d PERALATAN ...... PERUSAHAAN : .............. Daftar pimpinan umum perusahaan : ............................. kondisi............ : .............................. PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b .......................................................... : . Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas........ Daftar tenaga ahli : ................................................ : ...................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ...........................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .............. : . status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ........ : ................ KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : . : .................................................. jumlah................................................... : ................................... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan............ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .... : ............................................................ dengan alamatnya Daftar Personalia : ................

.. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup...... c .. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja. .. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ............... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya. esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a .... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii....................... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli............... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ....... b ........... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .......... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ............ ) 4 Keuangan.. Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa..... ) 6 Keselamatan kerja..... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)...... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut......... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ... 2 . apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja....... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk................. ) 2 Kegiatan Teknis.. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin.....

Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Sub Bab.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. dampak penting yang mungkin tmu. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . D DAFTAR . Berisi nomor tabel. ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis.ar htndnli-an ain i. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . 489 . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang .. Berisi judul Bab. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.

kabupaten. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. desa. sumberdaya alami lainnya. lingkungan hidup. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs.. . dan sarana lain. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. c Kapasitas produksi . pss gorfs. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. kecamatan. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. antara lain . Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . BAB III. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. agt ej et wl ej. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na.. e Debit dan sumber air yang diperlukan . Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan.3. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . propinsi. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej.. operasi sampai dengan pasca operasi. c Memprakirakan dampak dan meng.. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab .. alam/binaan. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana .. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. hidup awal. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. . naa an a Tahap persiapan. 2. antara lain : .

dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. Kabupaten. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. batas administrasi pemerintah (Desa. e . dl. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan... Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. adalah berupa ruang . antara . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. eitn d Batas Administrasi.. . eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. ... di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. transmigrasi. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . ekonomi. yaitu ruang dimana . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. b Batas ekonologi. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. b . li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . naa an a . serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. c . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . c Btsssa.tratdna ksta.000 sampai 1 : 100. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . f g . terkait dengan . diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. pertanian.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. operasi dan pasca operasi. d . sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . Kecamatan. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum.

biaya peralatan. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. dengan rencana kegiatan.2. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. trat eki. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. b Laporan penelitian/studi tentang . 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . biaya perkantoran dan baali-an iy anli. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. 5. 056 Tahun 1994. analisis data. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. 42 Metode Prakiraan Dampak dan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia.3. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. penyusunan pembahasan. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai.. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. biaya analisis laboratorium. antara lain : Gaji/upah. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. biologi. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Kep. c Studi literatur yang erat kaitannya . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. tujuan dan ruang lingkup studi. l BAB V. Mekanika. biaya survei lapangan. pengumpulan data sekunder. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik.. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan.. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir.

pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. l B DAFTAR ISI . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 .. skema.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. bangunan berwawasan lingkungan. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Memuat alasan. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . tabel dan foto C . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. I I .atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. air. Menteri Pertambangan dan Energi. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Sub Bab. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. Peta lokasi. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Berisi judul Bab. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. dampak penting yang mungkin tmu. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar.

l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . konstruksi. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan.. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. b Sebagai wahana untuk memberi . Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. fisik-kimia. 2. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . yaitu ruang dimana . Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. c Memprakirakan dampak dan . operasi. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . operasi dan psaoeai ac prs. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. metoda pengumpulan dan analisis data.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam .1. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. hidup awal. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. b Mengidentifikasikan rona lingkungan ..

berupa uraian tentang metode pengamatan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. c Pengumpulan data untuk demografi. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. sosial budaya. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan.. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. b Pada pengumpulan data lingkungan . adalah berupa ruang . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer .000 sampai 1 : 100. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . biologi. adalah ruang . un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. b Data sekunder . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. 495 . c Batas sosial. b Data komponen kegiatan yang . dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. sosial ekonomi. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25..0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. adalah ruang di sekitar .

Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . 3. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . 3. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. 056 Tahun 1994. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. dermaga dan lain sebagainya). (dilengkapi peta dengan skala memadai). Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim .2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . b Identitas penyusunan Andal .4. hendaknya menggunakan metode bagan alir. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. gunung. Kep. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. 2 Tim geofisik-kimia . DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . b Perbandingan dampak penting . 3 Tim biologi . statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi.. Susunan tim penyusunan Andal. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .5. Untuk memprakirakan dampak penting. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. 3.. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. BAB III. 3.3. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. 3.6. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . jalan kereta api. hutan dnli-an. 4 Tim sosial dan kesehatan .

Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. l l l l l 38 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. laboratorium dan lain-lain. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi .. cadangan terkira dan cadangan terduga. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. apakah tambang terbuka. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. gudang bahan kimia dan mekanik. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur.10. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. tenaga listrik.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . uraikan jenis alat. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan.. 3.. 1 Tahap Persiapan . 1 Tahap Persiapan . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. a Pertambangan Batubara . kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . l l l l l 39 .

uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. penggilingan. perlu mendapat perhatian khusus. seperti stala lnk. peledakan. 498 . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. penguranan kadar air. Uraian secara singkap rona b . pemekatan. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan.pnnglnakooi. c . peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. gambar aa ft. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. ekonomis maupun budaya. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis.uaknjnsaa. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.

kimia dan fisika tanah. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. keistimewaan dan . kegiatan vulkanis dnli-an a anli. curah hujan. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. seperti porositas. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . dl. 4 Keunikan. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. lahan. SO2.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. ekologis maupun nilai estetikanya. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . jumlah hari hujan. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. minimum. karakteristik . H2S. 3 Tingkat kestabilan tanah . stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. intensiatas radiasi mataair. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. struktur geologi. suhu (maksimum. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . an b Hidrologi dan Kualitas Air . Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan.. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. rata-rata). a Iklim dan kualitas udara . keadaan angin (arah dan kecepatan). gempa bumi. 2 Jenis tanah. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. kelembaban. CO2. CO. yaitu gerakan tanah. zat pencemar (debu. NOx. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah.

tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . yang dianggap penting yaitu habitat. arus. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. 1 Perkiraan penyebaran. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. 3 Kualitas air laut dan . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). 4 Inventarisasi nilai estetika . b Fauna darat/perairan . 1 Penjelasan tentang vegetasi. pola . . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. Lahan dan Tanah . agar dibahas keadaan hidrooseanografi. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. eitn 3 Kemungkinan adanya . 2 Rencana pengembangan . dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. 1 Inventarisasi tataguna lahan . wilayah. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim.. 42 Biologi . dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. 2 Perikehidupan hewan-hewan . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . . rencana tata ruang. burung. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. hutan mangrove dan li-an. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). e Tata Ruang. tp dnjnsjnsvgts. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . a Flora darat/perairan . karang. reptil. anli) 5 Uraian vegetasi dan . meliputi : 1 Pola pasang surut. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. migrasi. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . 3 Perkiraan penyebaran dan . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap.

ekonomi dan . Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. meliputi : a Kependudukan (demografi). 4 Hewan-hewan lain yang . Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. konstruksi. Identifikasi. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. pendidikan dan agama. c .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. bila data dan informasi faktual tidak ada. 43 Sosial (demografi. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi .. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. 501 . jenis kelamin. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. mata pencaharian. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. l 22 Data Teknis Proyek . diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. antara li : an 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan .. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas..1. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan .yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. b Membuat semua saran tindak yang . Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. a Membuat uraian secara jelas dan .. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . Uraikan secara sistematis. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi .. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut.. l l l b Identitas Penyusun Andal .

l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. l Pembukaan lahan. ekonomi dan sosial budaya. misalnya : l Survei/pengukuran tanah.1. sosial ekonomi. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic.. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. kemudahan. l Erosi. dsb. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3.3. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. l iklim. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . 42 Dampak Penting Terhadap Aspek .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan .. sedimentasi. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek.

8. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah.7. rancangan rinci rekayasa. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. etr an b Pengembangan dampak positif agar . antara lain.3... 4. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . osrki s) 4. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. kntus.5. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. sketsa. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea.db. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. mencakup : b Biologi . Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi).

jelas. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. 2 .4. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. l calon lokasi kegiatan. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. l kondisi kehidupan masyarakat. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas.2. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud.. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. egsr l spesies langka (flora dan fauna). l lokasi pengelolaan dampak. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. fungsi. atr li : naa an 1 . DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . majalah. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. 5.. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . yaitu : l topografi. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. l kondisi prasarana dan sarana umum. BAB V. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep.

Berisi Judul Bab. l a Kepentingan Pemrakarsa. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. us BAB II. Berisi nomor tabel. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . antara lain : .2. D DAFTAR GAMBAR . PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Kepentingan pembangunan umum. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. Berisi nomor lampiran. C DAFTAR TABEL .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. B DAFTAR ISI . judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No.3. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. identitas. E DAFTAR LAMPIRAN . antara . Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. BAB I.. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . Berisi nomor gambar. baik secara regional maupun nasional. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . 27 Tahun 1999.

2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . lapisan yang akan ditambang. operasi dan pasca oeai yiu: prs. ults i l geologi. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. sistem penambangan dan umur tambang. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. Bengkel. tata ruang. b Memuat semua saran tindak yang . Gudang Bahan Peledak.. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. metode pemantauan. Jalan. a Nama dan lokasi kegiatan . Kabupaten. a Memuat uraian secara jelas. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan.. Instalasi Pengolahan. Perumahan. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. d Penyusun RPL . c Penanggung jawab Kegiatan . . l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. lengkap . tolok ukur dampak. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. sumber dampak.. at l kaia uaa kaia ar ults dr.. b Lahan untuk sarana dan prasarana .. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. Tempat Penimbunan. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. kualitas bahan galian.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . uraikan mengenai keadaan lapisan. 22 Data Teknis Proyek . diberikan dalam Andal BAB III. Kecamatan. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. lokasi dan periode pemantauannya. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). antara lain : a Luas KP Eksploitasi . 33 Tolok Ukur Dampak . jumlah cadangan. (Kantor. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . Gudang. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. Pelabuhan/Dermaga.

Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. b Wawancara . meliputi ifrai jnsaa.tp aa. 23 Tahun 1997.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . antara li : an a Pengukuran . misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 .5. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. lokasi dan interval waktu. aa kerja.. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak .2. pengalaman dan lain sebagainya. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. c Observasi . Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Tata Kerja. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden.. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . Metode ini dapat menggunakan foto praduga.. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL.. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan.tnkt noms. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. 37 Periode Pemantauan . bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal.. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. 3.

yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Men.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . dalam Bidang Pertambangan dan Energi). LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi.

Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 6. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penimbunan batubara/bijih 14. Aktivitas Ekonomi 3. Reklamasi 15. Penambangan batubara/bijih 5. Pemindahan tanah penutup 10. MISALNYA : C. Penanganan tenaga kerja 513 . Pemindahan tanah penutup 2. 1. Pemuatan dan pengangkutan 12. 1. Kualitas Udara 3. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Kesempatan Kerja 2. Fauna Darat 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Flora 2. Hidrologi 6. Kebisingan 4. Ruang. Pengolahan batubara/bijih 13.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Kualitas air 5. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pembangunan instalasi pengolahan 8. 1. Penambangan batubara/bijih 3. Penambangan batubara/bijih 11. Penanganan tenaga kerja 7. Iklim 2. Migrasi Penduduk 4.

Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Kebisingan 4. Penambangan batubara/bijih 6. Pemindahan tanah penutup 2. Ruang. Pemuatan dan pengangkutan 12. Pemindahan tanah penutup 10. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pengolahan batubara/bijih 13. Kualitas Udara 3. Fauna Darat 3. MISALNYA : C. Flora 2. Penambangan batubara/bijih 11. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. 1. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Kualitas air 5. Aktivitas Ekonomi 3. Hidrologi 6. Reklamasi 15. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Penambangan batubara/bijih 5. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. 1. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penanganan tenaga kerja 7. Penanganan tenaga kerja 514 . Pembangunan instalasi pengolahan 8. Penambangan batubara/bijih 3. Migrasi Penduduk 4. 1. Penimbunan batubara/bijih 14. Kesempatan Kerja 2. Iklim 2.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.200.000 Ha.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. termasuk ) pengolahan. Semua besaran 3 . (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. Dan atau ≥ 100 Ha. termasuk pengolahan. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 .000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 .000 ton/th (ROM) ≥ 600. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.000 ton/th (ROM) ≥ 1. 1 . 4 .200.000. 5 .

. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan .. b Status Perusahaan . .... d Pois :...... . b .... auae .. .... . euaa.. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan . a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor ... (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan . T h n ......l) atau tidak c .... .(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug... 13 Maksud dan Tujuan ... c Jenis Perusahaan .. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum........ Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan .dl tasirs... . Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I... ... c Kbptn:... . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a . .. . 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air... Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a . .. b Kcmtn:. I I ..... ... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. eitn an 22 Lahan .. ..... .. a . UPL a Nama Perusahaan ... a Desa/Kelurahan : ........... e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan . b . apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... . masing-masing) a ..m/a) Status lahan. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M..... rpni . eaaa ... ... e ..PLH/1994 tentang Pengawasan..... : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : . * ) 14 Dasar Hukum . . Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ... b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun ..... : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi........... ... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun ... .(2H* edkn... Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 .... . ... .m/a) ryk . e a a m r e i t n ....... Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.... .. Coret yang tidak perlu c ... .. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan......

l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak .. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan .Sft dl. 42 Jenis dan Potensi Dampak . l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . . aa prs Jns ulh ia. 31 Tahap Persiapan . V I ... 2 Bupati/Walikota. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (ei. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. ei a psfks ens dl. (Jumlah. Kepada Biro Bina Lingkungan . thpoeai(ei. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang ..Jma.. UPAYA I c .. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.Sft dl. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika... Kimia.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . dll). Jns ulh ia.. V .. Jenis dan Spesifikasi Teknis. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik.Jma. Hidup. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. up. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . Sosekbud.. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . Kimia dan Sosekbud). Biologi dan . td t.. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . .

stockpile/yard. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. perumahan. bengkel. Uraikan teknik. dan peruntukan lahan asal.yn mnau lks... jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 .la nu au .. perumahan.. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan... Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor.. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing... untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . gudang dl.ag eckp oai us lahan...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . Uaa. 212 . Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target . stockpile/yard. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan . stockpile/yard. gudang dll). gudang dll). 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan ... bengkel.. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi.. perumahan. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . bengkel.... l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling..

Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. air larian permukaan. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan).. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. 2 . dan parameter yang dipantau) l Kualitas air.. upah tenaga kerja. penyulaman.Penanaman . antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. KEGIATAN V . dll).Pemeliharaan (pemupukan.4. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan.. penyiangan. lokasi.. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. meliputi : . metode.. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. aiia eujn. kekerapan. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn.Persemaian .000..eoidl tblts eeg rs l.000. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. tanah dan udara l Saiia lrn. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. pengkapuran tanah. i sm abn. skala Minimal 1 : 10.. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). dlmrnaatreu aa au ... stockpile/yard. LAMPIRAN : 1 . 421 . limbah domestik. air limbah pengolahan/pabrik. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. 2. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. td t.... gudang dl. perumahan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. RENCANA BIAYA V 411 .... Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. skala minimal 1 : 10. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. dll. timbunan tanah penutup. bengkel.

d Jalan Non Tambang . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . Lnfl i adil . b Kolam/Penimbun Tailing .. e Gudang.... . DAN RENCANA TAHUN . ... 5 Fasilitas Penunjang ..selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . h Pelabuhan/Emlasement . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . luar tambang .selesai 3 Jalan Tambang . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN .atf ki . . c Perumahan Karyawan . Kantor f g Bengkel . ..atf ki . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian .

. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN .. penutup c Bekas jalan tambang . penampungan air. d Bekas jalan non . Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . kolam ikan.. a Lahan bekas tambang . b Timbunan tanah/batuan .. DISKRIPSI S/D .. lainnya 4 Pemanfaatan lain **) ... sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . . . dan lain-lain). ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . e Bekas jalan non . tambang e Timbunan tailing . Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . DAN RENCANA TH ..... Lahan**) a Timbunan batuan/tanah .. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . tambang . c Bekas kolam sedimen/ ..... Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . b Timbunan tailing . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .

persemaian Buah 3 Kapur . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. 1 Tanaman Penutup ... Kg b Pupuk . Kg c Pupuk .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Kg c Tenaga kerja . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 ... Ltr ie 2 Analisa tanah . Contoh 3 Tenaga kerja ... Kg 5 Obat-obatan . HOK 2 Tanaman pokok/pohon .. a Kapur . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok ... Kg 4 Pupuk .. Kg b Kapur .... Kg d Tenaga kerja . a Benih . Kg 2 Pembuatan tempat . 1 Obat-obatan . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) ..

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. 1 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. 1 . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. V .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . 1 . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . b . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. 1 . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha .

Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. tatacara penambangan. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. Geologi. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. Tambang. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan.

Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. pengolahan dan pemurnian. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. 530 . operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. penambangan. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. kejadian berbahaya. Penelaahan kemajuan reklamasi. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. konstruksi. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan.

Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. pemakaian berbahaya dan beracun. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. realisasi pelaksanaan reklamasi. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. RTKL. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan.

Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. Penela ahan tumpang tindih wilayah. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. mendata pro-duksi dan penambangan. 532 . Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. eksplorasi. cadangan bahan galian. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. Pengolahan data cadangan bahan galian.

2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . c Melakukan presentasi obyek inspeksi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). Keselamatan kerja. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . a Menelaah data objek inspeksi. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. rs. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. atau pencemaran lingkungan. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . lingkungan/pemantauan lingkungan. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. I I . u. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi.dit cos ct dl rie rf. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . . . 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. bahan buangan/limbah. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. .

) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 534 . 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises.

1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). ) 535 . 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi.

) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 536 . 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. dermaga. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. b . 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi.

Pelaksanaan Pengujian. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. Inspeksi Bencana 1 . inspeksi pada tambang permukaan. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) j Menganalisa penyebab kejadian. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. ) i Melakukan pengujian peralatan. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . c . 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. inspeksi pada kapal keruk. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. II PENGUJIAN I. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. b . ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada tambang semprot. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) 2 Menyiapkan alat uji. pengujian kondisi tempat kerja. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. Kejadian Berbahaya. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Melakukan persiapan . ) j Menganalisa penyebab kejadian. inspeksi pada pasca tambang. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. inspeksi pada pelabuhan. pengujian kelayakan operasi. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) 2 Melaksanakan Pengujian . ) i Melakukan pengujian peralatan. inspeksi pada fasilitas permukaan. inspeksi pada tambang bawah tanah. I. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . 2 . ) c Melakukan presentasi obyek bencana. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . c .

Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . 4 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .

..... Penutupan Tambang .... Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .. (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang. • Tidak ada • Aa yiu:... NP I ..... Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.. at ... 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang...... . . dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran...... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang. rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)......... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.. berupa : .. saran. Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi .. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang ... 2 . A .... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi.... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 ................ d. C ..... NP I 2 Hasil Inspeksi ....... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. pengelolaan dan pemantauan lingkungan).. 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan.. Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau.. B .... ekonomis/ produksi.. serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan). PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan.......

................... 5 ............... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ....... 7 ........... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ... ........................ RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ............... faktor penyebab kss au) ..................... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ..............Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 .............................................................................. PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ................ ............................................................................................... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ...... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas................ ............................................................. ............... ...... ..................... ......................... 3 ................ PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)............... .......... I............................ ........... ................................. termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb......................................................... 6 .............. : : : : : : : : : 8 ................................................................ ............. a) .......................................... .. 4 .......................................................... 2 ......... NP ................................

peraturan yang mendukung. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. penerapan sangsi dan tegas.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . perkembangan kegiatan eksplorasi. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. eitn Rentan akan manipulasi data. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. data hasil eksplorasi yang tidak benar. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. bisa dipenuhi. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . eksplorasi. goii. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . 4 Tenaga ahli . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. I LATAR BELAKANG 2 . pengukuran. tidak benar untuk perencanaan penambangan. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. penyebarankualitas & cadangan mineral. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. . tatacara-tahapan eksplorasi. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. baik melalui kerjasama. 4 . atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . saham untuk kegiatan eksplorasi. . braa lna. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. . dpst eoi. penjualan saham dsb. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . 3 . Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. I I . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . 2 . 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . I.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. krls dt eslrs. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. . eslrs. baik dari segi geologi. . Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. 5 .

c Bentuk/kehalusan kontur topografi. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . 3 Ctastlt . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. kegiatan eksplorasi (analisa. 6 . 2 . geokimia. . kerapatan data dsb). f g Kemungkinan kontaminasi. e Pelaksana . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. . . . ai nepets pt tutr ies. e Penyelenggaraan presentasi . digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. klarifikasi cadangan. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .dl. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . pemetakan topografi. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. b Dibuat juklak/juknis . PKP2B d Peralatan yang digunakan. PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. b Kordinat data . lapangan. pemboran. Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. deposit e Kelaziman peta geologi . perhitungan cadangan. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . 2 Pemetaan Topografi . d Interprestasi dan penentuan anomali . c Peta geokimia. cebakan mineral yang dieksplorasi. c Detail data pendukung . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . e Penetuan daerah anomali . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. pemboran. 8 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . c Due deligance . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. e Kemungkinan pembesaran . . . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. Jenis kegiatan yang dilakukan. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . 7 . Petageologi lokal-detail ada/tidak. anomalinya. b Korelasi data sekitarnya . a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . . dan interprestasi . 4 . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. pemetaan geologi. . 1 . ltlg. khususnya GPS .idks mnrlss. geofisika. penampang) . 6 . . h Indeks peta . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . d Interval kontor .lnai . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. Geodetik e Laporan hasil pematokan . h Kelayakan nilai kadar geokimia. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. 1 . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . b Peta lokasi contoh apa ada. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. apa sesuai dengan KP/KK/ . c Hasil (peta. VI. 1 Pematokan Batas KP . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. kpoai V . d Kelayakan lokasi contoh. 5 . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. 4 . a Cara pengambilan contoh. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . f g Batas KP/KK/PKP2B . d Penelaahan/evaluasi laporan . sampling. . . 9 . 542 . c Hslitrrsai(easrku. a Diatur/dibuat peraturan perundangan .

iaa ai nls. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. eksplorasi yang dipakai. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . sertifikat. c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . d Sriia aaia . i . 1 . f g Dtcinlmt . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . c . c Logika kadar mineralisasi dan nila . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. f 7 . e Spasi data termasuk sampling. sampling. 9 . b . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. . c Laboratorium pelaksana . Cek batas KP/KK/PKP2B. 1 . Pengirim contoh. Apakah telihat kemajuan. Detail geologi & mineralisasi. duplikat contoh). lrfks b Data Pendukung . iai . kgaa. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . e . 1 . . cadangan . . . Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . preparasi . . b Apakah laporan dirapel/tidak. terowongan. analisa. h Ksrnhslaaia . dcr. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. arh . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. lapangan/eksplorasi h . costaining. . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. cara dan peralatan pemboran. l m Hasil trenching. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . b Lokasi kegiatan yang konkrit . .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . ketentuan yang berlaku. . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . dea. eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . d . h Metode perhitungan sumberdaya dan . preparasi contoh. Pemboran (recovery. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . . b Krls hslaaiata usr . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . e Kode/tanggal/tahun sertifikat. . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. 1 . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . geokimia. . contoh. dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. d Penafsiran bentuk endapan. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . Evaluasi Laporan Kegiatan. duplikat contoh). eeto ii. oeai ai nls ip nu. g Pemboran (recovery. . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. sampling. etfkt nls. Pola spasi.

c Banding data bor & geofisik . . c Logika nilai parameter kualitas. e penampang hasil pemboran . . Cek penarikan outcrup.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. h Cek semua hasil kegiatan . j 1 . b Cek korelasi singkapan dan bor. b Logika penyebaran . f g Korelasi dengan data Geol. Spasi data pendukung i . h Cek peta batimetri . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . dan cadangan. . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . . i . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Cara perhitungan cadangan i . . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . mineral dan kimia. d Metode. . Regional . lokasi & spasi pemboran . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . h . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . Kebenaran peta topografi. .

dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . 25 Tahun 2000. benar. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. I. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . 3 Penetapan dan peningkatan recovery . Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. I I . sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. biasanya dinyatakan dalam persen. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. ctofgae u f rd. . Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. bijaksana. biasanya dinyatakan dalam persen. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. yang setelah dievaluasi secara teknis. penambangan. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia.

terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . V . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . lengkap dan baik. seluruh kegiatan pertambangannya. 1 . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. b Memberitahukan kepada manajer lapangan . setiap 6 (enam) bulan. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. V I PROSEDUR I. 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . c Mengadakan diskusi yang mendalam . cadangan bahan galian secara rinci. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. li. bimbingan. Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . 1 . perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. sehingga mendapatkan recovery maksimal.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . yang ada sehingga menjadi produk sampingan. evaluasi . 1 . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. 1 . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. 9 Penggunaan produksi bahan galian. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. Hal 4 tidak ada 546 . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. . dan kadar/nilai rendah. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. pasca tambang. cadangan pada masa pengakhiran tambang. recovery penambangan. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . sesuai dengan kewenangannya. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. a di Kantor Perusahaan . 1 . a mempelajari data sebagai bahan . V .

a a a a : a Mengamati apakah telah . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. lk ea iai b Recovery pengolahan : . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . b Mengadakan diskusi . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . penambangan. b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . a a a a : a Recovery Penambangan : . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. c Mengadakan diskusi ang . a a a a : a Mengamati apakah telah . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . 547 . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. a a a a : a Mengevaluasi apakah . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. b Mengamati apakah telah . : Recovery b Ttcr . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . b Ttcr .

b Mengadakan diskusi . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . b . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . I. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . b Mengadakan diskusi . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . b . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . B Kewenangan lainnya . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . sampling. 2 . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . I. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. pengujianpengujian. RUANG LINGKUP 5 . c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. . I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . PENGAWAS PRODUKSI 1 . Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. 3 . . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. 1 Apabila dianggap perlu. pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. pengukuran. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . sampling. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. pejabat pengawas . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. 2 Dalam melakukan pengawasan .

Pada tahap pelaksanaan pengawasan. pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. Pemurnian . d Melakukan rapat mengenai hasil .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan.Dokumen delivery order. pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . c Pemeriksaan secara teknis . b Pemeriksaan secara administratif . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam . e Kesimpulan dan saran . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan .Criiaeo aayi etfct f nlss .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel.Jumlah barang yang diangkut. laporan produksi baik harian. hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas.Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . Kegiatan pengapalan. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . angka (1) tersebut. oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. b Menyelesaikan laporan tertulis hasil .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . c Kegiatan Penimbunan . b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . mingguan.Pencatatan jumlah dan kualitas umpan .Pencatatan stock awal .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) .Pencatatan stock akhir d.Dokumen syahbandar . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. 4 . . Selesai melakukan pengawasan. .Dokumen invoice .Certificate of weight . SISTEMATIKA I PRODUKSI A .Pencatatan recovery. PEMERIKSAAN V . data/ . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Dokumen Bill of Loading .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . produksi. d Temuan dan Pembahasan . . c Melaksanakan Pemeriksaan . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). 3 . 4 .Pencatatan draft kapal . V . d . . dan atau proses produksi.

Dokumen bukti terima barang. flux. ketersediaan front penambangan. tanah pucuk. bill of loading. harga penjualan dan lainli. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. penggunaan peralatan. produksi dihasilkan. kontrak jual beli. . pengukuran tonase.dnli-an ults a anli. tanah penutup. delivery order. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. losses ketika pemuatan/pengangkutan. tujuan penggunaan. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . run of mine. dokumen kontrak jual beli. lokasi peggunaan.Dokumen invoice. certificate of wih. penggunaan bahan peledak. air. dan lain-lain. ongkos produksi. eiinpoe. recovery. delivery order. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 .iviednli-an aag noc a anli. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. penggunaan tenaga kerja. recovery. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. pengukuran draft kapal. flow chart. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut.lse dnli-an fse rss oss a anli. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. tailing. efisien peralatan. an USAHA VI K E W A J I B A N I. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . syahbandar. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi .wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor.Jumlah penggunaan . certificate of analysis. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. pemberitahuan ekspor barang. midling. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). egt cl i et oveyor. efisiensi pengolahan/ pemurnian. stripping ratio. 3 Perencanaan produksi penambangan. by product dnli-an. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. penggunaan bahan bakar minyak. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. kemajuan penambangan. b Pemeriksan pemakaian sendiri . . pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. 3 . material balance (feed. dokumen. Meliputi pemeriksaan yang akan. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . 2 Perencanaan produksi penambangan .Kaia ults . berita acara serah terima brn. pembukaan lahan. reagent. pos retribusi. 551 . PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . losses.

produksi utama dan tailing serta produk sampingan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. 4 . ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . m 3 . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . dipindahkan. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . 3 . semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. b jumlah dan kualitas produksi yang . Kegiatan Penimbunan 1 . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . E . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. 2 . wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. F Dokumen Penjualan Produksi . masuk ke tempat penimbunan. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. d jumlah dan kualitas produksi . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . dalam angka (1) tersebut. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. dalam angka (1) tersebut. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . C . produksi dan tailing.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. serta produk sampingan. sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. 2 . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . 3 Pencatatan produksi pencucian/ . Purnomo Yusgiantoro D .

Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. lokasi wilayah perizinan. daerah pembuangan ranjau. undangan yang berlaku. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. jalur kabel dan pipa. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. auae. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. vegetasi dan tataguna lahan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. dan lain sebagainya. penyelidikan. dan lain sebagainya. iklim. Luas. d . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . ieakn b . arus regional. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. B . 1 Berdasarkan peraturan perundang. untuk mencapai tujuan tersebut. hasil yang akan diperoleh. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. d Waktu dan lamanya kegiatan. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. . I RENCANA KERJA A UMUM . topografi. hak guna lahan. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Kecamatan) maupun geografis (odnl. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. I PENDAHULUAN a Prjnn . c . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . e Peralatan yang digunakan dalam . b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu .

seismik. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. penyelidikan geokimia. dan penyusunan laporan. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. RENCANA a . potensial diri. well logging dan lian sebagainya). 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. penginderaan jauh. side scan sonar dan lain sebagainya. distribusi dan jumlahnya).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. tanah dan batuan. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. side scan sonar. . grab. Contoh seperti batuan atau pemineralan. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. gravity core. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. tahanan jenis. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. polarisasi terimbas. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. sumur-uji. chip atau channel . geokimia dan lain sebagainya). 2 . 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. dan jumlah contoh). seismik. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. sungai. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. geologi dan lain sebagainya. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. b . jenis. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. geomagnet. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. geofisika. geokimian endapan sungai. geofisika seperti polarisasi terimbas. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. sounding. 6 Skala peta yang digunakan. tanah. pembuatan sumur uji. c . sounding. parit uji. gaya berat. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . geologi dan lain sebagainya. pemboran). pemboran. rediometri. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. caranya seperti Bulk. parit-uji. Sebutkan skala petanya. gaya berat. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). potensial diri. pengolahan data. penyelidikan geofisika.

geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . geologi. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. rencana cara pembuatannya. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . jenis.pemboran. ) mineragrafi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. sumur uji. d Analisis laboraturium . ICP. mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. 5 DAFTAR ACUAN . ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . 5 Rencana analisis petrografi. data geokimia. KERJA DAN Pemboran. . Pembuatan Shaft. PERALATAN a . panjang. 3 RENCANA TENAGA . 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . (pemineralan). 2 Rencana metode analisis (AAS. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. lokasi. 6 LAMPIRAN : . arah dan lain sebagainya. coring atau non coring). 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. daya mineral. lokasi) dan jumlah contoh. data geofisika. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . sumur-uji atau prtui ai-j. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. format seperti di bawah ini. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. sumur dan parit uji. dan jumlahnya. 1. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . c . kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. (sumur/pari uji. e . Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. kedalaman. sebagai dasar acuan eksplorasi. eksplorasi atau untuk evaluasi. 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. 4 RENCANA BIAYA . ) Kolorimetri. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. mineral berat dan besar btr ui. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. b Penulisan daftar acuan hendaknya . lingkungan dan aspek lain.

ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ..... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan. Status/tahapan 3. : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ............... .......... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ........ SK ˆ Tgl......... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1........ kerapatan pengambilan Contoh....................... 5......Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.................... ........... ........... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2..............Thn . Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) . rwln ... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6....... B .......................................................... ............ Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan................... dan lain sebagainya........./au :. ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ...

tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . studi kelayakan AMDAL**) 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. K-3 Lingkungan 9 2 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Biaya 8 1 . Tenaga kerja 6 1. P r l t n 7 eaaa 1 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 .

5. 6 .hektar. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. 1. penampang bor. jenis (batuan. Penampang geologi.8. 3 . bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. 2 . chip. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 .lembar. 4 . geokimia.titik pengamatan. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. bijih. 3 1. dan 10).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . 1 1. tanah.d. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. 0 1. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8.buah. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. batuan peminrlnbjh. parit uji. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. 8 . Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). sumur uji. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. 7 . tp . kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. 9 .mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. 4 1. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. ha .. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. metoda atau sistem pemboran (angka 8).9. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya.7. pemboran Contoh batuan. Jt Rp. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). b . Peta geokimia Peta/bagan. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. channel. 2 1. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . penampang dan model goiia efsk. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta.6 dan 7). 5 .9.10 dan 11.

a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. (yang dilakukan). . lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. cara pencapaiannya. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. demografi dan kependudukan. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. kuantitas dan kualitas endapan mineral. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). dan informasi pendukung lina any. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. A UMUM . tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. d . 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. b . Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. B . hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). terutama informasi mengenai keterdapatan. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. seperti kepemilikan. 2 Aspek legalitas. maksud dan tujuan penyelidikan. sebaran. ) hak guna lahan. c . Luas daerah yang diselidiki. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. a . kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. 1 Ringkasan . Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. kegiatan penyelidikan. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . b . 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . tubuh utama laporan. waktu penyelidikan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. 559 .

ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . geofisika. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. oo aei. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. termasuk kualifikasi/keahliannya. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. vegetasi. termasuk analisis laboratorium. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. an h .one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. topografi. stratigrafi. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. jenis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . Informasi mengenai iklim. sebaran.aa eet ltaa efsk. SAR dan lain sebagainya). Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. f g . Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. e . geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. SLAR. tipe endapan. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. . ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. . (oms. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. i . mulai dari persiapan. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. dan pembuatan laporan. kegiatan pengumpulan data.

Pemboran. grab. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh.simk efsk ag iaa I. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. skala peta dasar juga harus dicantumkan. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. sd sa snr sudn. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. jenis batuan dan pemineralan. catchment area. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan.psn srt ie cn oa. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. tanah. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. P esi. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. spur and ridge. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki.uji coba penambangan. sumur uji. onig aag uu. graviti dan lain sebagainya). ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. Pola dan kerapatan lokasi pemboran.

Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. cara preparasi Contoh. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. mulai dari pemetaan geologi. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. mineragrafi. ubahan batuan di daerah penyelidikan. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. mineralogi. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. baik geofisika. penyelidikan geokimia. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. dengan cara statistik. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. 2 dimensi atau 3 dmni. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. dot dan lain sebagainya). () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. struktur. k Hasil penyelidikan . Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. menggunakan komputer atau manual. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan.

serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. jumlah lapisan. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. kedalaman tubuh anomali. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. tabel. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. sebaran atau kemenerusannya (continuity).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. sumur-uji. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . uu-j. tu pemboran. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. parit-uji harus dilampirkan. () Pemboran. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. 13-4726-1998). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. ai-j. ketebalan tanah penutup. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. arah anomali. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. foto. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. jurus dan kemiringan tubuh bijih. kemenerusan. lebar anomali dan lain sebagainya. sumur-uji. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. sumur-uji. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. bentuknya dan ukurannya.smrui prtui ai ebrn uu-j. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian.

4.3. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . Penyelidikan Lapangan 3. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks.2.2. 21 Geologi Umum .3. 1. daftar tabel. dan tahun pelaporan. penyusun laporan. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. C . tempat pemuatan artikel (majalah)... halaman urut dengan angka Romawi.2.4.1. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . Keadaan Lingkungan 1. Pelaksana 2 GEOLOGI . ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. daftar foto. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Metoda dan Peralatan 1. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan.6. tahun. -. D . Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran... trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu.1. daftar acuan.7. sumur-uji. atr isi. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. dan lampiran.. Penyelidikan Geokimia 3. Penyelidikan Geofisika 3. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa.. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . Latar Belakang 1. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. Waktu 1. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. Pemetaan Geologi 3. dan daftar lampiran. daftar atau tabel.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding.2. foto. igaa.2.5.1. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. eyldkn an hdoelg.2. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun..2. dan penerbit. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . 3. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . daftar gambar.3.. 3. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. tubuh utama laporan. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut.. perusahaan dan instansi pelapor. komoditas dan daerah yang diselidiki. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. Pemboran. nlss iia 34 Pengolahan Data .1.dnli atr aprn pt. judul. Maksud dan Tujuan 1. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 .

eglhn aa efsk. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pemineralan 4. Geologi 4. Geokimia 43 Goiia . Hidrogeologi.mn . sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.. 3..Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. ekma iea brt rl ea. Pemboran 4.4. 4 HASIL PENYELIDIKAN . DAFTAR ACUAN 5.4. efsk 4.7.1.5.1. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . 4.Pengolahan data Geologi (permukaan. pemboran.2. KESIMPULAN DAN SARAN 4.6.. K-3 dan lain sebagainya. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.

Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . Kontrak Karya (KK). Iklim. FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . 2 Keadaan Endapan . iooi b srku . Keadaan Flora. 4 Pelaksana Studi . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. 2 Prltn(ei. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Pertambangan (KP). dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . Jumlah. a Ltlg . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . . Fauna. a Bentuk dan Penyebaran . cut off grade. Pengolahan dan Tailing A . Kualitas Hasil . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . tutr c Geoteknik . a Tahapan Pengolahan . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN.kpsts . dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . c Recovery Pengolahan . c Cadangan .jma. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. jumlah dan . Penduduk.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Mata Pencaharian Penduduk. kualitas. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. 2 Maksud dan Tujuan . Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . miniable. jumlah . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . Tambang 6. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. marketable. . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . b Bagan Alir . 5 Jadwal Waktu Studi .

4 Sistem Kerja (kontrak. c Pemantauan Lingkungan . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . b Pengelolaan lingkungan . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. pengolahan dan sarana penunjang). yang memuat : a Kontur topografi . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. b Luar Negeri . borongan . b Prltn . pengolahan. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. BAB VIII : LINGKUNGAN. . a anli) b Modal Kerja . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) .000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . b Penyebaran bahan galian . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). skala 1 : 10. d Perhitungan “Discounted Cash . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. a Biaya Produksi (termasuk biaya . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. nets a Modal Tetap .000.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. a Organisasi . e Perhitungan “Break Even Point” . miniable”.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . skala . 2 ProspekPemasaran . minimum 1 : 2. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . sekitarnya. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . skala minimum 1 : 2. c Sumber Dana . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. (BEP) . BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . a Dalam Negeri . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . dnli-an. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. : 10. pengolahan dan sarana penunjang). d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. pegangkutan dnli-an. 567 .

bahan galian dan waste . Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . ditambang c Rencana dan target produksi serta . 2 Hasil Eksplorasi . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. tailing dan mineral . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . ketenagakerjaan. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . 3 Kaia . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . d Batas wilayah eksploitasi . pencucian dan pengolahan. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . 2 Perizinan . h Dan sebagainya . pengolahan/pemurnian. biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. . Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . pengangkutan. 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . d Lokasi timbunan waste. K-3 pertambangan. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. g Indeks peta rencana pertambangan . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. Perkampungan. .0000. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. sketsa. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. peta. asing jika diperlukan) . menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. lokasi . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . penjualan. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. a Jumlah. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Lokasi timbunan waste. h Rencana kegiatan K-3 . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. Laporan tersebut mencakup. statistik kecelakaan dnli-an a anli. . Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . penyelesaian masalah. e Jalan. pemasaran. . tambahan penambangan. b Kegiatan non teknis antara lain . gambar 3 dimensi. direklamasi per tahun c Jalan tambang . statistik produksi. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . Peta pengelolaan lingkungan. Laporan Triwulan. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. minimal skala 1 : 2. B .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . petalokasi kegiatan. “stock pile”. tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. pengelolaan lingkungan hidup. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. reklamasi. pencucian. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . penampang. pelatihan. bagan alir dan sebagainya.

4 Stock Akhir . Pengangkutan dan Pengolahan. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). 2 Jenis. training. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. V . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . 2 Jumlah dan Tujuan . BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . 3 Lokasi Penimbunan . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. tambang. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. 5 Rencana penambangan. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. oai a us arh ag ea ikpots. statistik kecelakaan tambang. Harga Produk . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . kadar dan penanganan . Cadangan 2. a Jumlah dan kualitas produk . pengelolaan dan . yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. 3. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. pengolahan/ . utama dan sampingan b Jumlah. nls. Kadar Jumlah. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . berakhirnya KP/KK/PKP2B. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. pengolahan/pemurnian/ . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 3 Pelaksanaan reklamasi. pengolahan/ .

. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. galian berkadar “marginal”. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . peta geologi. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. peta rona akhir tambang. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . 9 li-an . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. obyek kerja yang berbahaya. dengan akhir tambang.

a . b . 3 ton. c Cadangan terambil . 4 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 .Produksi siap jual . 6 . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan .Hasil olahan c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m.Produksi untuk diolah . PENAMBANGAN Produksi . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . a . b Cadangan rekonsiliasi . d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah . m. c . b . kualitas 3 ton. kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 5 . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . LAPORAN . m.

Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . 3 ton.Produksi untuk diolah . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 5 . m. kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 .Hasil olahan c . kualitas BULAN KE NO. a . Lokasi pengolahan . PENAMBANGAN Produksi . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .Hasil olahan c . 4 . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c .Produksi siap jual . d Sisa cadangan . a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . m. b Cadangan rekonsiliasi . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Pengolahan . a .Produksi siap jual . c . kualitas 3 ton. b .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .

a .Hasil olahan c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas BULAN KE NO. m. m. c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 . 4 . a .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. d Sisa cadangan . m. NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . b .Hasil olahan c . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil . a .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . PENAMBANGAN Produksi . c . 6 . c . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. kualitas 3 ton. Lokasi Pengolahan . b Cadangan rekonsiliasi .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I.Produksi siap jual .

Lokasi Pengolahan . m. a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . PENAMBANGAN Produksi . kualitas BULAN KE NO. c . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.Hasil olahan c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi siap jual . Lokasi pengolahan .Produksi siap jual .Produksi siap jual . d Sisa cadangan . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 5 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . m. c . b . 6 . c . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . a .Produksi untuk diolah . m. b Cadangan rekonsiliasi . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . 4 . kualitas 3 ton.Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah . : : : : : : : 3 ton. kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .

LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi pengolahan . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. b Cadangan rekonsiliasi .Hasil olahan c . k a i a ults 3 ton. m. 4 . c Cadangan terambil . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .Produksi untuk diolah . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO.Produksi siap jual . m. PENAMBANGAN Produksi . a . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . 5 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan . 6 . c . a . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . m.Hasil olahan c . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . 3 ton.Produksi siap jual .

c . a . b . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b Cadangan rekonsiliasi . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . PENAMBANGAN Produksi . 4 . k a i a ults 3 ton. LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . c Cadangan terambil . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m. a . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . kualitas 3 ton. Lokasi pengolahan . td t. Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. b . m. NO.Hasil olahan c . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . a .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual .Produksi siap jual . m. c . d Sisa cadangan . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral.

........................... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl...... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag.............................. KPL TKI PRABNA...............................................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga .............................................................. ............ ................. ekra aa ia aa eej ebl . ept eeaan ...... 8 Skikclka :...... Bga/eatmn:........................................ aamn ejd a ea-ea eeaan ... aa eej .. 6 Tma Kclka :....................... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ........................... ......................... .......... ...........Sit:...................... aa euaan .................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ... atas ˆ Tangan bag............................................................................................................................................................................... Lm Bkra :..................................................................................................................................................... oo rt eeaan ...... ................................................................................................... ................................................................................................................. kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :. .... ............................... I I IA hf . ... ainDpree .......... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:.............................................................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ...................................... .................. ................................. Jenis Usaha ˆ : Tambang... a ............................................................................................................................................................ eeaan ejd..................... ei eai 4 Pkran :.................................................................................................................................................................... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ................................. ...................jm:............................................................ ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag............................. KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :............................................................ eeja ................................................................................... aa obn ag eaa ...................................................................................................................... Uu :... ........ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ............Lampiran XIII..................... ...................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ....................ˆ WB ˆ WT ˆ WT............................................ 5 Tnglkclka :... ........ as eeaan ........................ aga eeaan ........... ............. ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :.... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ......... EAA ENK ETMAGN.............. atas ˆ Mata ˆ Kaki bag......................................................................... ......................................................... 3 Nm kra yn clk :.............................................................................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl......

k .m . .k ....bjh . bjh ..k . g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . . .... . . . .. . ... . .k . .k . ... .. ......... . . .... ..k ..... . bjh . ... . g .. ukuran jenis detonator dan Dinamit. . ..... .. ... g .k ... ..... bjh Jumlah .. g .. .m ..k ... g ... bjh .. ii .. . g . ... ..k .. .....m .... .. ....k ....m . . .. g ....m . ..m . g . ...k .bjh ..k .k .k . ......20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (. .... . g . bjh ..... .... .....k . ii .... g . . g Jumlah ..m ...... g . g ... ..m . .k ..k . .. .... .. . .. Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw..m .m . . g ... . g .. ..k .k .. . g ..... . . ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .m .. ii .. .... . ii . g . . ..k .... ii .... ..bjh . ... g ... ... .m . ii .. .. ...bjh ... .) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL .k ..k .m ..m .... . .bjh ... ...m . . . ii ..k ... ......k ....... g .k . nomor. .... g .... ii . . . . . .bjh ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .. .. . . ..... . bjh . . .. . ... g ... . .. .. g ... . . . bjh .. g .. .. .. ... g . .. g .k .m .m ... ..... . g . ... . g . . .. . g ... g Dinamit . .. g ....k . g .m .. ii . . ...m . .. ii ..... bjh ..... .k . . . . ..k . . g . g . . . bjh ... .. .. . .. g ..... g . ..k .k .. ...... ..... g ......... . . . g . .k .. bjh .bjh ... .k ..k . . ..00 .k . . . .m . ..... ii .. . g 578 . .k .m ... . ....... . .. ii ... . ... . . .m . . ii .. ii .. bjh . .. ... ii . ii .. . . . . ..bjh . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el.k ... ii ... negara penjual. ii ... bjh . ii ... . . .. g . .... . .. .k ...... . .. .. . . ..k .. .. .. bjh . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is . ... g . ii ... g . .. ..k . g .... .. ..... .. bjh .. bjh . . ....... . ... .. . .. . g . .... . . ii . . .... D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat..... .k .m .k . ..k ..... bjh .k . .k .... g .....m . .. ... . g . . ii ....k ... .k ..Lampiran XIII....... .. ...k .. g . ..... ii . g .. .. . .. g .

. . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No.. Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . .. .. .Lampiran XIII. ... . .. .. 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. terangkan tanggal keluarnya.. AA SH ABN .. P D U A AT M A G... . . .... .. .. . . . . .. . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang... ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I.. . .

.... ....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I........ Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor... PENGAM AT DAN T....Lampiran XIII.... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu..U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No.........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ......... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.. Pembuat... Kepala Teknik Tambang (.

000..Lampiran XIII.......000.R 2) PER BULAN KUMULATIF (.. TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1.......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F.000........R adalah kumulatif frequency rate per 1............. ..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1...... Kepala Teknik Tambang 581 ..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..000 jam kerja F. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F..000 JAM KERJA TAHUN 20.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ......

............... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . ......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 .... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat....... Kepala Teknik Tambang (.......Lampiran XIII...

.. .000...... Kepala Teknik Tambang 583 .....000.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S......000 JAM KERJA TAHUN 20..... I...Lampiran XIII....000 jam kerja S.......000..R3) PER BULAN KUMULATIF (..........000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..R adalah kumulatif frequency rate per 1..

Lampiran XIII. Jari Kaki. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . 1.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Jari. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5.

..................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas.Lampiran XIII.................................. ............................................ Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ...................................................... termasuk foto-foto terjadinya kasus) ..... ................................ td t....................................................... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ................ ..................................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) .. ......................................................................................................................................... .............................................................................................................. KTT/Penanggung Jawab Lapangan .. ................................. Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I...... 4 UPAYA PENANGGULANGAN .............. : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ...................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I....................................................................... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ........... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus......... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.............................................................. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : . 2 PENYEBAB KASUS .......................................... 3 AKIBAT KASUS ................. penyebab kasus) ......................................................................

ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. tanggul/dan kolam pengendap) .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .Peta pengelolaan skala 1 : 10. ei dan jumlah tanaman. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. meliputi : .Revegetasi -Li-an anli BAB IV.Penebasan dan penyiapan lahan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Tingkat erosi .Penambangan . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. d Pengolahan dan Pemurnian .jma. penutup. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .Kualitas air. us ra. tanah dan udara . lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. pengamanan.lks.Lampiran XIII. daerah penimbunan.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.Pengupasan/penimbunan tanah penutup . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Pengolahan dan pemurnian . ˆ Penanganan hasil penebasan. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .Stabilitas lereng (tambang.000 .000 .Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Rencana pelaksanaan pengelolaan .Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . c Penambangan . iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.Peta pengelolaan skala 1 : 1.1. kebisingan dan gtrn eaa.db. pemelhra. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .

BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . e Pemantauan flora dan fauna .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. . d Pemantauan kebersihan penghijauan . tanggul. Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . daerah .Lampiran XIII. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . timbunan dan lain-lain. contoh air. b Biaya pelaksanaan pemantauan . pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. c Pemantauan lereng. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi .

5 . Ha Ha Semester ini 9 . c Pelabuhan . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. b Lus Project Area ***) . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . 6 . 4 . b Emplasemen . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . Reklamasi a Penghijauan .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 2 . 3 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi .Lampiran XIII. b Di Luar Bekas Tambang . 8 . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10.

.. perkantoran.... b Penyulaman .. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .. A... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 ..... Pohon/Ha..... Pohon/Ha. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .a. tempat rekreasi dll.. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini..... Pohon/Ha...... penampungan air... c Pembibitan (bibit baru) .... Pohon/Ha.. Pohon/Ha.. Pohon/Ha. h Li-an .Lampiran XIII. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... pabrik. Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang ..N. .. Pemanfaatan lain. .. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5.e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air .. misalnya untuk perumahan...... Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). Pimpinan Perusahaan ..

... T...... ........dt..... 2.. ............. V V ......... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ..... .. 1........... 1..s...........dt.................... II TEKNISI I.................Lampiran XIII..........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII....................... 2.... .... 1... 1...... .s.... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.. MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ....... V...dt... I................ 2..............dt..s....dt. .... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1. 2............... ......................... ....... 2.s...s. ...... ........USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 ................ RWLNTHN ............. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA . 2..s.dt.... TIUA/AU . TDK..... ......................... .................. I I I ............................. 1.. I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P..

.. T ................. NO............... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P .............. AA EITN .......D..... TIUA/AU .. RWLNTHN ........ 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ............. THPKGAA .......................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..................................Lampiran XIII. JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S......................

f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.Lampiran XIII. PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .

...........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.......................................... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P . T ........ NO...Lampiran XIII.............................. THN........................................ AU .. NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ................

.... c ......... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P... c ... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET....Lampiran XIII. c ... 3 Angkut a . b . b .. 5 Laboratorium a ... 1 Bongkar a . THN..................... 2 Muat a ......... JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 . 4 Pengolahan a ....... b ... b ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .. RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ......... b ... c ................ AU ..... T.... c .......

b . 3 Bahan Kimia a . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b . c . c . c .Lampiran XIII. 7 Survey a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . b . c . b . b . 9 Klsrkn eitia a . 2 Pelumas a . b . 8 Perbengkelan a .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a .

.............(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ................... 0 ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ................ TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ...................../2 .... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ...................... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO...Lampiran XIII.............pmgn K/KPPB .......... ....

.. Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : . c Hutang Pajak .. a Kas & Bank . a Hutang Bank . c Persediaan ... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . d biaya yang masih harus dibayar .... b Biaya yang ditangguhkan .. b Hutang Usaha ... c Laba (Rugi) tahun berjalan ... e Aktiva Lancar Lainnya . T . Pr3 Dsme . a Kewajiban Jangka Panjang . b Cadangan .. Uang muka pembelian . NERACA P .. e Kewajiban jangka pendek lainnya ..Lampiran XIII. b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain ...... e 1 eebr ... Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan ... b Piutang ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I... Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar .. 2 Pasiva Tidak Lancar . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 ........ d Biaya dibayar di muka. d Aktiva lainnya ..... c Aktiva tak berujud .

... c Deviden .......Lampiran XIII....... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ..... b Penyesuaian Masa Lalu . T ... b Administrasi.. b Persediaan ................... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga . 5 . 6 .Awal Akhir Produksi (+) ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII............ AU........ Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun .. d Lain-lain .... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi ... PROYEKSI LABA RUGI P ... Penjualan & Umum ..Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ....... c Keuntungan (Kerugian) Kurs .. d Laba/Rugi Tahun Berjalan ... .. THN........... b Beban Bunga ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful