Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

3 . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . c Daftar kebutuhan barang modal . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . 2 . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . b . . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . b . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . 2 . negeri dengan pemakai 2 . d Struktur organisasi perusahaan . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . b Daftar barang/peralatan yang akan . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . 2 . Perusahaan c Akte Perubahan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . Depnaker c Kualifikasi TKA . Perubahan Pemegang Saham 9 a . c . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . ekonomis lagi 3 . 2 . c . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . 3 . d Paspor dan Visa TKA . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . b Dasar/alasan perubahan investasi . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . Pendapatan & Biaya 2 . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . b . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . 2 . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . e Laporan kegiatan akhir . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . d Barang modal tahun sebelumnya yang . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . d r-kpr i eeso. b Laporan kegiatan . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . 1 . 3 . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran .

b Desain pelabuhan . pinjam pakai sementara 3 . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . d Keterangan lokasi kegiatan . b Rencana pengoperasian pelabuhan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 3 . 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . 3 . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan .

PEMOHON Keterangan : 1 . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I.. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. setelah Surat . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. DESDM. 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . BUPATI/WALIKOTA 3a . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. 5 6 DESDM PROPINSI I I . 2 . 471 . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . 2 Gubernur memproses permohonan. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) .

Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . GUBERNUR 3a . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . dan DESDM. DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . BKMD 3b . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip .. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . td t. 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.

..W............. Komisaris dan .............. : ... ies No 1 2 3 4 5 b ........... a Drki ....P ... 2 Jabatan/Pekerjaan ................. : 4 Susunan Direksi........... ..................... .. : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ....... ... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ........ Pemegang Saham B ...... Faksimili : 3 N............ d i . Eksplorasi....P....................... Pengolahan/Pemurnian. I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 .. Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ......... Pemohon : 1 Nama Pemohon ... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT . ..... .................... 1 PERMOHONAN ........ #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum............. Eksploitasi.... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan ..... : ...........................

............ (.. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ............. b Jumlah utang ........ Demikian permohonan ini kami ajukan........... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ................................. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ........ .... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ... : Rp. .. 2 # coret yang tidak perlu.................... Eksplorasi dan Eksploitasi)............... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .) ... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ......... Pengesahan Dep...... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ............ Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal .......... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : .... td t Materai Rp........................................................... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ............................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak..... ...... (...............) .. 3 *) pemohon KP Ekspoitasi. ................... ........... 6 Laporan studi kelayakan *)**) .......... C . ..........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ...................................................................... : Rp.......... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........................................... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan . ........ pertambangan dan telah disahkan oleh Dep.............. . apabila ternyata keterangan tidak benar....... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum.................. 6........... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ... a Jumlah Net Aset ........ .......................... ... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ... perubahan Akte terakhir : ............................ : .... ............................ ........... : ..... 2 ...000 ................................ 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .. ........................ 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri................ ................................

................................................................... dengan ini................... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ................................................... ............... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap........................... 6000 ... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .... ..... Alamat perusahaan :.. Jabatan dalam perusahaan :...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ................... .... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ........... ..... .................... .... ..... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .. ....... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak........ 2 ...................... ... D i ...................... 2 *) Coret yag tidak perlu ............ 6 Laporan studi kelayakan ***) ..... td t Materai Rp..... (nama pemohon) Tembusan : 1 ......... .. 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ....... .... Nama Pemohon :.. 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ................................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ....... kami ucapkan terima kasih ............... 4 Rencana Kerja dan Biaya.... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.... #) Yang bertanda tangan di bawah ini............. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .......................... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **).. Nama Perusahaan :.................

.. Eksplorasi dan Eksploitasi........ 2 Laporan Kegiatan........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ................... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ......... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ................ Alamat perusahaan :......... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)...... dengan ini......... ............. Atas perhatian dan persetujuan Bapak............ .... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. . 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ......................................... kami ucapkan terima kasih . 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***).. ..................... . Nama Pemohon :.. ....... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **). Jabatan dalam perusahaan :.......................... 2 ... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) . (nama pemohon) Tembusan : 1 .................. Rencana Kerja dan Biaya................. td t Materai Rp... ........................................................... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)................... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan... ................... 2 *) Coret yag tidak perlu . D i .............. ....... 6000 .......... 5 ****) Penyelidikan Umum.............. ... ........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .. ....... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap.................... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ....... ......... ............... Nama Perusahaan :. .....................

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

................................... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ..................................... .................................... Komisaris dan Pemegang Saham : ............................ .............................................................. : ......................... B ................................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ............................ () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ........ Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ............ : . .. .... : ........... : ..... D i ......................... .... 4 Susunan Direksi............ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ................................... ........... : . *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ........... ...................................................................................................................... ............. : ...... : ................. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) .........................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ............................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ... a Susunan Direksi........................................... : ........................... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ........................ : ............. .................................................. PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ............................ Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ... ...............................................

..................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ....... Kehakiman b Nomor dan tanggal ........................................ 6 ...................................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ........ () Jumlah Net Aset 1 : ........................ Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ............... (2) Jumlah Utang : .......... () Jumlah Utang 2 : ............................ ................................................ b Perusahaan Nasional ..................... ............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ................. () Penghasilan Bersih 3 : ..... () Penghasilan Bersih 3 : ........... .............................................................. Nama Jabatan Susunan Direksi................ () Jumlah Net Aset 1 : .. Perubahan akte terakhir : : : : : .................................... ........................................................ : ....................................... Pengesahan Dep........... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing .........

............. 2 ....- ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ................. . td t Materai Rp.. (nama pemohon) Tembusan : 1 .... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota........ ...... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar.......... 2 # coret yang tidak perlu ....... 4 .................. 6. ...... 5 ........000......... .. ....... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk... Lampiran permohonan 1 .......................... 3 ............. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ............................. Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ........... 6 . Tanda Terima SPT Tahun terakhir...... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .... Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan... 2 ..................

6.... Pemohon Materai Rp. Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan......... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ... Atas perhatian Bapak... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota .......... ... D i .000... kami ucapkan terima kasih................................. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .................... ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ...........tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ....... .........

: . d PERALATAN .......................... jumlah........... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ..................................................................... : .................................. 4 Referensi Bank ) : ............... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : .......................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ................. 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : .. Daftar tenaga ahli : ..................................... 6 Keterangan lain ) : ............................................................. : ........... 5 Akte Pendirian ) : ................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ............ status kepemilikan dan tempat penyim panan : e .......................................................................... Daftar peralatan utama yang dipunyai............................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 . KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .... jenis/macam peralatan................... b ................................................ : ............................................... .... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ......... Daftar Personalia : ...... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ........................................ kondisi.... : ..........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............................................................. 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ............

..... ..... 2 ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ..... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini . . ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin........... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.... melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya. ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk . ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut..... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ...... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .. brau elk. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang . Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup... ) 6 Keselamatan kerja... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. ) 4 Keuangan.... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 . nsoa..... ) 2 Kegiatan Teknis... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ... b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya .

........... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ....... kami ucapkan terima kasih... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum.. D i . Gubernur/Bupati/Walikota .. PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ...... ......... .............. Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan...... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth.......... Atas perhatian Bapak... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ................ .. Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl............................................................

...... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan........................ : ........ kondisi........................................................ : .............................. jumlah................... : ....................................... : ........................................................................................... Daftar pimpinan umum perusahaan : ................. : ...... : .......................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ............................................ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ............... : ................ d PERALATAN ...................... : ..................................... PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ....... : ................ dengan alamatnya Daftar Personalia : ......................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ........................ : ............................................ : ...... PERUSAHAAN : ...................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .. Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas............................................................................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ... : .............. Daftar tenaga ahli : .... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ....................

... c ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a ... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)..... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa...... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya.... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku......... brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ... ) 4 Keuangan........ 2 . PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii....... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 . ) 2 Kegiatan Teknis. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk........ b ........ Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup....................................... ........... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut....... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ..... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... ) 6 Keselamatan kerja.................. Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk......

GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. dampak penting yang mungkin tmu. Berisi nomor tabel. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. 489 . D DAFTAR . Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan .. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Sub Bab.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Berisi judul Bab. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.ar htndnli-an ain i. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan .

l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej.. BAB III. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. c Kapasitas produksi . e Debit dan sumber air yang diperlukan . kecamatan.. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. naa an a Tahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 .. propinsi. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . alam/binaan. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. operasi sampai dengan pasca operasi. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. hidup awal. pss gorfs. kabupaten.. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. lingkungan hidup. . d Jenis sumber energi/ bahan bakar. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . 2. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . antara lain . (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II.. dan sarana lain. antara lain : .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . sumberdaya alami lainnya. . c Memprakirakan dampak dan meng.3. baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . desa. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . b Mengidentifikasikan rona lingkungan . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab .. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . agt ej et wl ej.

b Batas ekonologi. transmigrasi. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . l) e Resultante dari keempat batas wilayah . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 .tratdna ksta. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. naa an a . operasi dan pasca operasi. dl. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . b . Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV.. . Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL.. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. pertanian. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. . lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. antara . Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. eitn d Batas Administrasi.000 sampai 1 : 100. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang .. f g . c . li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . yaitu ruang dimana . e . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . batas administrasi pemerintah (Desa. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. adalah berupa ruang . diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. d .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. Kabupaten.. c Btsssa.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat.. terkait dengan . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. Kecamatan. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. ekonomi.

. antara lain : Gaji/upah. pengumpulan data sekunder. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. penyusunan pembahasan. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. tujuan dan ruang lingkup studi. trat eki. dengan rencana kegiatan. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. c Studi literatur yang erat kaitannya . Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). l BAB V. biaya analisis laboratorium.. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. 056 Tahun 1994. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . biaya perkantoran dan baali-an iy anli.. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. 5. Kep. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. analisis data. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting .3. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. biaya peralatan. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. biologi. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap.2. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). b Laporan penelitian/studi tentang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . Mekanika. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. biaya survei lapangan. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak.

39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Memuat alasan.. I I . Menteri Pertambangan dan Energi. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . air. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. tabel dan foto C . dampak penting yang mungkin tmu. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. bangunan berwawasan lingkungan. skema. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. Peta lokasi. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang .atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . l B DAFTAR ISI . Sub Bab. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Berisi judul Bab. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi.

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 .. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . operasi dan psaoeai ac prs. hidup awal. c Memprakirakan dampak dan . operasi. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek.1. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. 2. fisik-kimia. konstruksi.. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. yaitu ruang dimana . metoda pengumpulan dan analisis data. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. b Sebagai wahana untuk memberi . mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan.

b Data sekunder . dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai.. .. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan.000 sampai 1 : 100. berupa uraian tentang metode pengamatan. c Pengumpulan data untuk demografi. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. b Pada pengumpulan data lingkungan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. b Data komponen kegiatan yang . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. biologi. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. adalah ruang . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. adalah berupa ruang . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. sosial budaya. adalah ruang di sekitar . 495 .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. sosial ekonomi. c Batas sosial. Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan.

3 Tim biologi .. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. dermaga dan lain sebagainya). 2 Tim geofisik-kimia . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 .3. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan.4. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan.2. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya .5. 3. Kep.. 3. Untuk memprakirakan dampak penting. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim .6. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Susunan tim penyusunan Andal. BAB III. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. b Perbandingan dampak penting . matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. 3. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. jalan kereta api. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. (dilengkapi peta dengan skala memadai). masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . 3. hutan dnli-an. hendaknya menggunakan metode bagan alir. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . b Identitas penyusunan Andal . 3. 4 Tim sosial dan kesehatan . gunung. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . 056 Tahun 1994.

1 Tahap Persiapan . uraikan jenis alat. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.10. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. 1 Tahap Persiapan . apakah tambang terbuka. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur.. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . l l l l l 38 . laboratorium dan lain-lain. gudang bahan kimia dan mekanik. cadangan terkira dan cadangan terduga. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. l l l l l 39 . uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . 3. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. a Pertambangan Batubara . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. tenaga listrik..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 .

penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. pemekatan. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. penguranan kadar air. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. penggilingan. gambar aa ft. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. ekonomis maupun budaya. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. peledakan. c .pnnglnakooi. seperti stala lnk. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. 498 .uaknjnsaa. perlu mendapat perhatian khusus. Uraian secara singkap rona b . Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan.

4 Keunikan. NOx. CO2. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . a Iklim dan kualitas udara . meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. lahan. yaitu gerakan tanah. intensiatas radiasi mataair. curah hujan. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. 2 Jenis tanah. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. an b Hidrologi dan Kualitas Air . H2S. suhu (maksimum. keistimewaan dan . keadaan angin (arah dan kecepatan). gempa bumi. dl. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . rata-rata). struktur geologi. ekologis maupun nilai estetikanya. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. seperti porositas. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . karakteristik . kegiatan vulkanis dnli-an a anli. SO2. zat pencemar (debu. kimia dan fisika tanah. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. minimum. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya.. 3 Tingkat kestabilan tanah . terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. CO. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. kelembaban. jumlah hari hujan. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li.

dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. meliputi : 1 Pola pasang surut. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. tp dnjnsjnsvgts. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . 3 Kualitas air laut dan . Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . rencana tata ruang. 1 Penjelasan tentang vegetasi. hutan mangrove dan li-an. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . wilayah. . 42 Biologi . reptil. anli) 5 Uraian vegetasi dan . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. e Tata Ruang. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. 2 Rencana pengembangan . 3 Perkiraan penyebaran dan . a Flora darat/perairan . arus. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. 1 Perkiraan penyebaran. yang dianggap penting yaitu habitat. Lahan dan Tanah . daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. migrasi. b Fauna darat/perairan . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . burung. pola . 1 Inventarisasi tataguna lahan . baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. eitn 3 Kemungkinan adanya . dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. 4 Inventarisasi nilai estetika . karang. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. 2 Perikehidupan hewan-hewan . .. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi.

baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). konstruksi. Identifikasi. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . pendidikan dan agama. 4 Hewan-hewan lain yang . 43 Sosial (demografi. c . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. . atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. ekonomi dan . Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. jenis kelamin.. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . mata pencaharian. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. bila data dan informasi faktual tidak ada.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. meliputi : a Kependudukan (demografi). ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. 501 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

a Membuat uraian secara jelas dan . antara li : an 2.. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. Uraikan secara sistematis. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi .yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. b Membuat semua saran tindak yang .1. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa... 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting .. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa .. l 22 Data Teknis Proyek .. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . l l l b Identitas Penyusun Andal . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 .

42 Dampak Penting Terhadap Aspek . baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4.3. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia .. dsb. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. sedimentasi.1. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. ekonomi dan sosial budaya. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. l Pembukaan lahan. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. misalnya : l Survei/pengukuran tanah.. kemudahan. l iklim. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. l Erosi. sosial ekonomi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan .

berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . kntus. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. etr an b Pengembangan dampak positif agar .8. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . sketsa. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. osrki s) 4. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.. rancangan rinci rekayasa.. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali.7. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan.db. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi).5.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. antara lain. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. 4.3. mencakup : b Biologi . dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan.

BAB V.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. egsr l spesies langka (flora dan fauna). majalah. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. l kondisi kehidupan masyarakat. atr li : naa an 1 . l kondisi prasarana dan sarana umum. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. 5. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. jelas. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. l lokasi pengelolaan dampak..2.4. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. fungsi. l calon lokasi kegiatan. 2 . Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). yaitu : l topografi. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii.. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud.

BAB I. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). B DAFTAR ISI . identitas. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Berisi nomor gambar. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. D DAFTAR GAMBAR . Berisi nomor lampiran.2. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. antara . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Berisi Judul Bab. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum.. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. us BAB II. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. C DAFTAR TABEL .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . Kepentingan pembangunan umum. baik secara regional maupun nasional. l a Kepentingan Pemrakarsa. antara lain : . Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . E DAFTAR LAMPIRAN . li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA .3. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Berisi nomor tabel. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data.

.. ults i l geologi.. b Memuat semua saran tindak yang . Gudang Bahan Peledak. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. jumlah cadangan. a Memuat uraian secara jelas. Pelabuhan/Dermaga. . 33 Tolok Ukur Dampak . Bengkel. Kecamatan. metode pemantauan. Perumahan. Jalan. tata ruang. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). lokasi dan periode pemantauannya. at l kaia uaa kaia ar ults dr. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. sistem penambangan dan umur tambang.. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. (Kantor. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . tolok ukur dampak. Gudang.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . c Penanggung jawab Kegiatan . Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . lengkap . antara lain : a Luas KP Eksploitasi . Instalasi Pengolahan. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Tempat Penimbunan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. kualitas bahan galian. uraikan mengenai keadaan lapisan. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. d Penyusun RPL . l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung.. operasi dan pasca oeai yiu: prs. lapisan yang akan ditambang. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . sumber dampak. b Lahan untuk sarana dan prasarana . l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. Kabupaten. a Nama dan lokasi kegiatan . diberikan dalam Andal BAB III. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. 22 Data Teknis Proyek .

misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. meliputi ifrai jnsaa. lokasi dan interval waktu. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. c Observasi . pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. 23 Tahun 1997. b Wawancara . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. pengalaman dan lain sebagainya... 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan .tnkt noms.tp aa. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan.5.. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau .2. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan .. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan.. aa kerja. antara li : an a Pengukuran . Tata Kerja. 3. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. 37 Periode Pemantauan . Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola.

dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 . Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 .. Men. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.

Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penambangan batubara/bijih 5. Penambangan batubara/bijih 11. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Penanganan tenaga kerja 7. Penanganan tenaga kerja 513 . Pemindahan tanah penutup 10. Pemindahan tanah penutup 2. 1. Biota Air ASPEK BIOLOGI. 1. Kualitas Udara 3. MISALNYA : C. Kebisingan 4. Pembangunan instalasi pengolahan 8. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Aktivitas Ekonomi 3. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Pemuatan dan pengangkutan 12. Migrasi Penduduk 4. Kesempatan Kerja 2. Iklim 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Flora 2. Fauna Darat 3. Ruang. Penambangan batubara/bijih 6. Pengolahan batubara/bijih 13. Penambangan batubara/bijih 3. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Hidrologi 6. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Reklamasi 15. Kualitas air 5. 1. Penimbunan batubara/bijih 14.

Hidrologi 6. MISALNYA : C. Kualitas air 5. Iklim 2. Fauna Darat 3. Penambangan batubara/bijih 6. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penanganan tenaga kerja 514 . Reklamasi 15. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penambangan batubara/bijih 11.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 3. 1. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Pemuatan dan pengangkutan 12. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Biota Air ASPEK BIOLOGI. 1. 1. Penanganan tenaga kerja 7. Penimbunan batubara/bijih 14. Aktivitas Ekonomi 3. Migrasi Penduduk 4. Pemindahan tanah penutup 10. Pengolahan batubara/bijih 13. Ruang. Kualitas Udara 3. Penambangan batubara/bijih 5. Flora 2. Kebisingan 4. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Kesempatan Kerja 2. Pemindahan tanah penutup 2. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.200. 4 .000 ton/th (ROM) ≥ 600.000. Dan atau ≥ 100 Ha. 5 . termasuk pengolahan.200.000 ton/th (ROM) ≥ 1.000 Ha. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . termasuk ) pengolahan. Semua besaran 3 . Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. 1 . (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 .

......... Coret yang tidak perlu c ... euaa.....l) atau tidak c ... I I .... b Kcmtn:.. (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan . ..... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan..... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .. ... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.. c Jenis Perusahaan ... .. . ............ e a a m r e i t n .. . .. . e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan .. .. b .....(2H* edkn...... . ..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug.. Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a ... .. : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .PLH/1994 tentang Pengawasan.. Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta. eaaa . Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ... .. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan...... : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .. c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun ..... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum.m/a) ryk .. . PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.. Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li.. d Pois :. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. b .. .. T h n . Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .. rpni . masing-masing) a ............ . .. e .. auae .. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan . * ) 14 Dasar Hukum . a .... 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air... ....... .. b Status Perusahaan .... b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .. . atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.. UPL a Nama Perusahaan . . apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn .. c Kbptn:.. Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ........dl tasirs.... eitn an 22 Lahan ... a Desa/Kelurahan : .m/a) Status lahan... . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M. ... Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 ...... 13 Maksud dan Tujuan . .. Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a ..

2 Bupati/Walikota. 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang ..Sft dl. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak .. 42 Jenis dan Potensi Dampak . (Jumlah. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. aa prs Jns ulh ia. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 .. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. Kimia dan Sosekbud). metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . Kepada Biro Bina Lingkungan . V I . UPAYA I c .Jma. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . Sosekbud. (ei. thpoeai(ei.. Biologi dan . . l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I. dll). 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . Kimia. Jns ulh ia. Jenis dan Spesifikasi Teknis. 31 Tahap Persiapan . Hidup. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. td t.. ei a psfks ens dl... KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. up... l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . V .Jma..Sft dl. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi ..

kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB .... bengkel.. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi... gudang dll)... 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan ... l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. stockpile/yard.. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. perumahan. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor.. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target . untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I .yn mnau lks. bengkel. gudang dll).. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.. bengkel.. 212 . Uraikan teknik. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan .brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .la nu au .. Uaa. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. dan peruntukan lahan asal... kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.ag eckp oai us lahan.. perumahan.. stockpile/yard. gudang dl. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. stockpile/yard. perumahan.

LAMPIRAN : 1 . 2. RENCANA BIAYA V 411 . air larian permukaan.Penanaman .Pemeliharaan (pemupukan.. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. stockpile/yard.. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. skala minimal 1 : 10... aiia eujn.. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. i sm abn. penyiangan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada)..eoidl tblts eeg rs l. gudang dl. KEGIATAN V . (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik.. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. perumahan. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).. bengkel. lokasi. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. td t. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.4. 2 . 421 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. upah tenaga kerja. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan.000. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dll. skala Minimal 1 : 10. limbah domestik.... dlmrnaatreu aa au .000. meliputi : . tanah dan udara l Saiia lrn. air limbah pengolahan/pabrik. timbunan tanah penutup.... dll).. kekerapan.Persemaian . penyulaman. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. pengkapuran tanah. metode. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada)..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn.

atf ki . b Kolam/Penimbun Tailing . d Jalan Non Tambang . .. .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . DAN RENCANA TAHUN ... luar tambang ..atf ki .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang .selesai 3 Jalan Tambang . 5 Fasilitas Penunjang . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . Kantor f g Bengkel .. a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian .. c Perumahan Karyawan . Lnfl i adil .. e Gudang. h Pelabuhan/Emlasement .. . .

. Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang .. b Timbunan tailing . penampungan air... . . tambang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . e Bekas jalan non . Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . c Bekas kolam sedimen/ .. Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .. DISKRIPSI S/D . d Bekas jalan non . kolam ikan... penutup c Bekas jalan tambang . (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN .. sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang ... . Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . b Timbunan tanah/batuan . tambang e Timbunan tailing ... Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang .. DAN RENCANA TH . a Lahan bekas tambang .... dan lain-lain).

HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. a Kapur . Ltr ie 2 Analisa tanah .... 1 Tanaman Penutup .. HOK 2 Tanaman pokok/pohon . 1 Obat-obatan . Kg 2 Pembuatan tempat . Kg c Tenaga kerja ... Kg b Kapur ... Kg d Tenaga kerja . persemaian Buah 3 Kapur . Kg 5 Obat-obatan . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok .. Kg c Pupuk . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. Kg b Pupuk . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .. a Benih ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Kg 4 Pupuk ... Contoh 3 Tenaga kerja .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. V . berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan.Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . 1 . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. b . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. 1 . 1 . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . 1 .

pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. tatacara penambangan. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. Geologi. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. Tambang. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer.

Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. kejadian berbahaya. Tambang. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. 530 . Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. pengolahan dan pemurnian. penambangan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. Penelaahan kemajuan reklamasi. konstruksi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi.

peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. realisasi pelaksanaan reklamasi. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. RTKL. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. pemakaian berbahaya dan beracun. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja.

ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. 532 . Penela ahan tumpang tindih wilayah. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. eksplorasi. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. Pengolahan data cadangan bahan galian. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. mendata pro-duksi dan penambangan. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. cadangan bahan galian. produksi. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi.

2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). . l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. atau pencemaran lingkungan. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej.dit cos ct dl rie rf. I I . Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . c Melakukan presentasi obyek inspeksi. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. u. a Menelaah data objek inspeksi. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. . rs. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. lingkungan/pemantauan lingkungan. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. b Menyiapkan peralatan inspeksi. bahan buangan/limbah. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. Keselamatan kerja. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin .

4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 534 . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3.

3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. ) 535 . 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang.

npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. b . 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. b Menyiapkan peralatan inspeksi. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. 536 . 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. dermaga. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan.

c . ) i Melakukan pengujian peralatan. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. I. inspeksi pada tambang bawah tanah. b . Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. inspeksi pada tambang semprot. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . Inspeksi Bencana 1 . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. inspeksi pada pelabuhan. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. inspeksi pada tambang permukaan. pengujian kondisi tempat kerja. inspeksi pada kapal keruk. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. ) j Menganalisa penyebab kejadian. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. inspeksi pada pasca tambang. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. c . pengujian kelayakan operasi. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. inspeksi pada fasilitas permukaan. II PENGUJIAN I. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . Kejadian Berbahaya. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) 2 Menyiapkan alat uji. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 Melakukan persiapan . Pelaksanaan Pengujian. 2 . Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) i Melakukan pengujian peralatan. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) 2 Melaksanakan Pengujian . 5 Menganalisis dan melaporkan hasil .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) j Menganalisa penyebab kejadian. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi.

Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. 4 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi.

. 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan. B . serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan). berupa : . rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang.... (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran. • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi... pengelolaan dan pemantauan lingkungan)... 2 .... at . C ...... A ... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .. Penutupan Tambang ... 2 Hal lain yang perlu dilakukan : ... ekonomis/ produksi.. dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang .... PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi ....... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.........Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang).. (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 ..... • Tidak ada • Aa yiu:.. Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.. d........ NP I 2 Hasil Inspeksi . saran........ .. .... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau..... NP I ............

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ............................ PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ................................ 3 .......................... .............................................................................................. TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ..........................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ......... faktor penyebab kss au) ................................ I.... ........................ 7 .................................... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan).............. NP .............................................................................................................. ....... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ......................................... ......................... a) ...... 2 .... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb.................... ........... ....................................... 5 .......... 6 .. ................................... .......... 4 .. ............ ......... . : : : : : : : : : 8 ................................. RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ................................................................................. FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas................. ................................................................... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ...... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus..

penerapan sangsi dan tegas.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. . bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. braa lna. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. bisa dipenuhi. peraturan yang mendukung. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. penjualan saham dsb. data hasil eksplorasi yang tidak benar. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . . 5 . I LATAR BELAKANG 2 . baik dari segi geologi. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . . ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . pengukuran. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. dpst eoi. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . goii. saham untuk kegiatan eksplorasi. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. perkembangan kegiatan eksplorasi. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . 4 Tenaga ahli . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. tidak benar untuk perencanaan penambangan. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. tatacara-tahapan eksplorasi. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . baik melalui kerjasama. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. eksplorasi. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. eitn Rentan akan manipulasi data. I I . MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . . 4 . oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. . penyebarankualitas & cadangan mineral. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . krls dt eslrs. 3 . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. eslrs. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. 2 . I.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya.

b Dibuat juklak/juknis . sampling. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . 1 . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. 5 . . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. klarifikasi cadangan. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. deposit e Kelaziman peta geologi . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. c Due deligance . . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . e Kemungkinan pembesaran . kegiatan eksplorasi (analisa.dl. d Interval kontor . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. f g Batas KP/KK/PKP2B . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . e Penyelenggaraan presentasi . a Cara pengambilan contoh. yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . . Jenis kegiatan yang dilakukan. 3 Ctastlt . . penampang) . c Hslitrrsai(easrku. 7 . 2 . . 4 . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. kerapatan data dsb).idks mnrlss.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . . e Pelaksana . f g Kemungkinan kontaminasi. . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . b Kordinat data . e Penetuan daerah anomali . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. 4 . b Korelasi data sekitarnya . 542 . anomalinya. f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. Geodetik e Laporan hasil pematokan . geokimia. apa sesuai dengan KP/KK/ . c Hasil (peta. d Interprestasi dan penentuan anomali . 8 . pemetakan topografi. c Peta geokimia. khususnya GPS . h Indeks peta . pemboran. perhitungan cadangan. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . 6 . pemboran. a Diatur/dibuat peraturan perundangan . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. ltlg. ai nepets pt tutr ies. 1 . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. . d Kelayakan lokasi contoh. . dan interprestasi . 6 . cebakan mineral yang dieksplorasi. . h Kelayakan nilai kadar geokimia. c Detail data pendukung . Petageologi lokal-detail ada/tidak. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . lapangan. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . pemetaan geologi. kpoai V . 2 Pemetaan Topografi . . 1 Pematokan Batas KP .lnai . VI. Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . 9 . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. . . d Penelaahan/evaluasi laporan . geofisika. PKP2B d Peralatan yang digunakan. b Peta lokasi contoh apa ada.

. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . dea. c . 1 . . 1 . . lrfks b Data Pendukung . i . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. l m Hasil trenching. d Penafsiran bentuk endapan. analisa. costaining. . h Ksrnhslaaia .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . cadangan . 1 . duplikat contoh). . eeto ii. lapangan/eksplorasi h . iaa ai nls. f 7 . contoh. j Apakah lokasi kegiatan berdasar. g Pemboran (recovery. c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . b . sertifikat. duplikat contoh). Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. . eksplorasi yang dipakai. hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . Cek batas KP/KK/PKP2B. c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. e Spasi data termasuk sampling. b Apakah laporan dirapel/tidak. d Sriia aaia . . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. iai . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . sampling. d . c Logika kadar mineralisasi dan nila . . cara dan peralatan pemboran. kgaa. ketentuan yang berlaku. Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . dcr. Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . f g Dtcinlmt . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . Pengirim contoh. preparasi contoh. terowongan. preparasi . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. Pemboran (recovery. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. Detail geologi & mineralisasi. . . . 9 . Apakah telihat kemajuan. Evaluasi Laporan Kegiatan. Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. etfkt nls. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . oeai ai nls ip nu. dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . e . b Lokasi kegiatan yang konkrit . . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . h Metode perhitungan sumberdaya dan . arh . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . e Kode/tanggal/tahun sertifikat. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. c Laboratorium pelaksana . 1 . Pola spasi. sampling. . . b Krls hslaaiata usr . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . geokimia.

. . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. h . e penampang hasil pemboran . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. lokasi & spasi pemboran . . . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . c Banding data bor & geofisik . h Cek peta batimetri . h Cek semua hasil kegiatan . . c Logika nilai parameter kualitas. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . b Logika penyebaran . i . . Cara perhitungan cadangan i . j 1 . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . d Metode. dan cadangan. . Regional . Cek penarikan outcrup. . Spasi data pendukung i . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. f g Korelasi dengan data Geol. Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Kebenaran peta topografi. mineral dan kimia. b Cek korelasi singkapan dan bor.

Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. yang setelah dievaluasi secara teknis. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. I I . biasanya dinyatakan dalam persen.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . 3 Penetapan dan peningkatan recovery . eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. 25 Tahun 2000. penambangan. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. benar. biasanya dinyatakan dalam persen. bijaksana. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. I. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). ctofgae u f rd. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik.

an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . V . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . a di Kantor Perusahaan . V I PROSEDUR I. c Mengadakan diskusi yang mendalam . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . recovery penambangan. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . sehingga mendapatkan recovery maksimal. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . dan kadar/nilai rendah. sesuai dengan kewenangannya. Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. 1 . pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . a mempelajari data sebagai bahan . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. seluruh kegiatan pertambangannya. lengkap dan baik.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . 9 Penggunaan produksi bahan galian. 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. 1 . 1 . perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . setiap 6 (enam) bulan. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. 1 . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . cadangan pada masa pengakhiran tambang. KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. cadangan bahan galian secara rinci. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . pasca tambang. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. li. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. evaluasi . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . V . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . 1 . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. Hal 4 tidak ada 546 . bimbingan.

dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. : Recovery b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. lk ea iai b Recovery pengolahan : . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. b Mengadakan diskusi . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. a a a a : a Mengamati apakah telah . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . b Ttcr . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. a a a a : a Mengevaluasi apakah . a a a a : a Recovery Penambangan : . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. 547 . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. b Ttcr . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. c Mengadakan diskusi ang . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . penambangan. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. b Mengamati apakah telah . a a a a : a Mengamati apakah telah .

I. b .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. b Mengadakan diskusi . b . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah.

produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . 2 . umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. pengukuran. 2 Dalam melakukan pengawasan . produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . sampling. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. pengujianpengujian. PENGAWAS PRODUKSI 1 . c Sistematika dan objek pengawasan produksi . pejabat pengawas . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. RUANG LINGKUP 5 . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. 3 . pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. 1 Apabila dianggap perlu. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. B Kewenangan lainnya . I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . . sampling. I. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut.

mingguan. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. b Pemeriksaan secara administratif . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. c Kegiatan Penimbunan .Dokumen Bill of Loading . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . d Melakukan rapat mengenai hasil . .Pencatatan recovery. 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Dokumen invoice .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . Pada tahap pelaksanaan pengawasan. 3 . dan atau proses produksi. hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. data/ . V . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). Selesai melakukan pengawasan.Pencatatan stock akhir d. produksi. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. laporan produksi baik harian. . c Melaksanakan Pemeriksaan .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . d Temuan dan Pembahasan . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan.Certificate of weight . e Kesimpulan dan saran .Pencatatan stock awal .Dokumen delivery order.Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . PEMERIKSAAN V .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . d . angka (1) tersebut. pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . 4 . 4 .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Jumlah barang yang diangkut. . Pemurnian .Criiaeo aayi etfct f nlss . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai .Pencatatan draft kapal . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . c Pemeriksaan secara teknis .Dokumen syahbandar . Kegiatan pengapalan. pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi.

losses ketika pemuatan/pengangkutan. dan lain-lain. penggunaan peralatan. efisiensi pengolahan/ pemurnian. egt cl i et oveyor. tanah pucuk. ketersediaan front penambangan. . pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. certificate of wih. losses. certificate of analysis. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. recovery. pos retribusi. bill of loading. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis .Dokumen invoice. 3 Perencanaan produksi penambangan. kontrak jual beli. tanah penutup. 3 .iviednli-an aag noc a anli. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . syahbandar. pengukuran draft kapal. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . dokumen kontrak jual beli. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. air. penggunaan bahan bakar minyak. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. eiinpoe. 551 . reagent. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. kemajuan penambangan. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . tujuan penggunaan.Dokumen bukti terima barang. material balance (feed.Jumlah penggunaan . pembukaan lahan. pengukuran tonase. lokasi peggunaan. produksi dihasilkan. flux. penggunaan bahan peledak. dokumen.Kaia ults . pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . delivery order. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i.dnli-an ults a anli.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. by product dnli-an. harga penjualan dan lainli. . recovery. efisien peralatan. ongkos produksi. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. . marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. pemberitahuan ekspor barang. flow chart. delivery order. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . berita acara serah terima brn. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1).lse dnli-an fse rss oss a anli. penggunaan tenaga kerja. an USAHA VI K E W A J I B A N I.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. tailing. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. b Pemeriksan pemakaian sendiri . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. Meliputi pemeriksaan yang akan. stripping ratio. run of mine. 2 Perencanaan produksi penambangan . midling.

pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. 2 . ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . 3 Pencatatan produksi pencucian/ . E . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. C . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . Kegiatan Penimbunan 1 . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. m 3 . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . produksi dan tailing. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . b jumlah dan kualitas produksi yang . sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. dipindahkan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. d jumlah dan kualitas produksi . dalam angka (1) tersebut. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . dalam angka (1) tersebut. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). Purnomo Yusgiantoro D . 2 . 3 . masuk ke tempat penimbunan. 4 . serta produk sampingan. F Dokumen Penjualan Produksi . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr.

2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . 1 Berdasarkan peraturan perundang. topografi. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . lokasi wilayah perizinan. B . . daerah pembuangan ranjau. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. iklim. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. Luas. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . ieakn b . e Peralatan yang digunakan dalam . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . c . dan lain sebagainya. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . dan lain sebagainya. Kecamatan) maupun geografis (odnl. hasil yang akan diperoleh. penyelidikan. d Waktu dan lamanya kegiatan. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. jalur kabel dan pipa. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. arus regional. undangan yang berlaku. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. I PENDAHULUAN a Prjnn . yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. vegetasi dan tataguna lahan. I RENCANA KERJA A UMUM . Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. auae. hak guna lahan. . 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. untuk mencapai tujuan tersebut. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . d . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran.

ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. pembuatan sumur uji. potensial diri. geokimia dan lain sebagainya). atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. dan penyusunan laporan. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. grab. sumur-uji. RENCANA a . ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. rediometri. side scan sonar. tanah. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. well logging dan lian sebagainya). geomagnet. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. pemboran). caranya seperti Bulk. tahanan jenis. gravity core. geofisika. pemboran.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. geologi dan lain sebagainya. gaya berat. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. distribusi dan jumlahnya). penyelidikan geofisika. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. dan jumlah contoh). 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. penginderaan jauh. polarisasi terimbas. pengolahan data. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). jenis. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. parit-uji. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. 2 . apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. Sebutkan skala petanya. c . ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. penyelidikan geokimia. parit uji. chip atau channel . potensial diri. sungai. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. 6 Skala peta yang digunakan. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. side scan sonar dan lain sebagainya. seismik. gaya berat. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). seismik. geokimian endapan sungai. sounding. sounding. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. tanah dan batuan. geofisika seperti polarisasi terimbas. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. geologi dan lain sebagainya. . b . Contoh seperti batuan atau pemineralan. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j.

Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. PERALATAN a . ) Kolorimetri. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. geologi. arah dan lain sebagainya. sebagai dasar acuan eksplorasi. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. sumur uji. c . bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. lingkungan dan aspek lain. data geokimia. 6 LAMPIRAN : . 4 RENCANA BIAYA . geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. ICP. dan jumlahnya. mineral berat dan besar btr ui. lokasi) dan jumlah contoh. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. sumur dan parit uji. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . 3 RENCANA TENAGA . LAPORAN TRIWULAN A UMUM . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. 5 Rencana analisis petrografi. 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . coring atau non coring). ) mineragrafi. lokasi. eksplorasi atau untuk evaluasi. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. e .pemboran. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . d Analisis laboraturium . 2 Rencana metode analisis (AAS. (sumur/pari uji. kedalaman. Pembuatan Shaft. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . 5 DAFTAR ACUAN . 1. KERJA DAN Pemboran. . rencana cara pembuatannya. data geofisika. (pemineralan). panjang. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . b Penulisan daftar acuan hendaknya . daya mineral. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . format seperti di bawah ini. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. sumur-uji atau prtui ai-j. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. jenis. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis.

............... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1... rwln ..................................................Thn .................. Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ........ ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) . dan lain sebagainya.... ... Status/tahapan 3...... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6................. Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No................. SK ˆ Tgl...Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .......... . : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ............... 5./au :.. Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2.................. . ... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ............ Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan............. Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) . pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan................ Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 . kerapatan pengambilan Contoh........ B ................

Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . P r l t n 7 eaaa 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Tenaga kerja 6 1. K-3 Lingkungan 9 2 . Biaya 8 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . studi kelayakan AMDAL**) 1 .

0 1. pemboran Contoh batuan.. 4 1. batuan peminrlnbjh.9. metoda pemerCotohhan (coring/non coring.hektar. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. ha . Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. 9 . Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. channel. 1. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 .7. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf.10 dan 11. tanah. Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri.titik pengamatan. 7 . 3 . Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s.lembar. geokimia. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. 6 . chip. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. dan 10). Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. metoda atau sistem pemboran (angka 8).5. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj.d. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. b . Penampang geologi. Peta geokimia Peta/bagan. Jt Rp. 1 1. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5).mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . bijih. 4 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . 2 . parit uji. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. penampang dan model goiia efsk. tp . 5 . jenis (batuan. 8 .buah. sumur uji. 2 1. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. 3 1.9. penampang bor. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan.8.6 dan 7).

b . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. d . 1 Ringkasan . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. seperti kepemilikan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. tubuh utama laporan. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. dan informasi pendukung lina any. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. ) hak guna lahan. (yang dilakukan). 559 . tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Luas daerah yang diselidiki. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. 2 Aspek legalitas. a . pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. c . umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. demografi dan kependudukan. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. B . 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). maksud dan tujuan penyelidikan. kegiatan penyelidikan. b . . Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. sebaran. cara pencapaiannya. kuantitas dan kualitas endapan mineral. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. A UMUM . Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. terutama informasi mengenai keterdapatan. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. waktu penyelidikan.

stratigrafi. vegetasi. e .jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. termasuk analisis laboratorium. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. jenis. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. mulai dari persiapan. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. an h . pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. SLAR. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. SAR dan lain sebagainya). Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. f g . . Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. oo aei. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. geofisika. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. termasuk kualifikasi/keahliannya. kegiatan pengumpulan data. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. Informasi mengenai iklim. sebaran. i .aa eet ltaa efsk. (oms. . tipe endapan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. topografi. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. dan pembuatan laporan.

˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. P esi. grab. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. Pemboran. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S.uji coba penambangan. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. catchment area. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. sd sa snr sudn. onig aag uu. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). spur and ridge. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. sumur uji. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran.simk efsk ag iaa I. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. jenis batuan dan pemineralan. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . tanah. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. skala peta dasar juga harus dicantumkan. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. graviti dan lain sebagainya).psn srt ie cn oa.

dengan cara statistik. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. 2 dimensi atau 3 dmni. ubahan batuan di daerah penyelidikan. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. mineralogi. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. dot dan lain sebagainya).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. baik geofisika. mineragrafi. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. k Hasil penyelidikan . ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. cara preparasi Contoh. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. menggunakan komputer atau manual. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. penyelidikan geokimia. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. struktur. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. mulai dari pemetaan geologi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan.

hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. kemenerusan. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. bentuknya dan ukurannya. jurus dan kemiringan tubuh bijih. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. 13-4726-1998). ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. tu pemboran. jumlah lapisan. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. () Pemboran. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. kedalaman tubuh anomali. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. tabel. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. ai-j. ketebalan tanah penutup. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. sumur-uji. foto. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan.smrui prtui ai ebrn uu-j. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. sumur-uji. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . sumur-uji. uu-j.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. lebar anomali dan lain sebagainya. arah anomali. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). parit-uji harus dilampirkan. sebaran atau kemenerusannya (continuity). dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut.

Pemetaan Geologi 3.2.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. Pelaksana 2 GEOLOGI .2. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. Maksud dan Tujuan 1. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran.. daftar acuan. daftar atau tabel. tempat pemuatan artikel (majalah).4. sumur-uji. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.2. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. 3. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN .3. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. igaa. -.1. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . Analisis Kimia 332 Aaii Fsk .... ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. Keadaan Lingkungan 1. Penyelidikan Geokimia 3. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. 3. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . Metoda dan Peralatan 1. D . 21 Geologi Umum . kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. C . a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. halaman urut dengan angka Romawi. Lokasi Daerah Penyelidikan 1.2.5. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . nlss iia 34 Pengolahan Data . daftar gambar. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks.. 1. dan lampiran. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral .4. foto.1. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara .2. dan penerbit. Waktu 1.. judul. Penyelidikan Lapangan 3. tubuh utama laporan.dnli atr aprn pt. penyusun laporan. komoditas dan daerah yang diselidiki.1..1. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. daftar foto. Latar Belakang 1. Penyelidikan Geofisika 3. daftar tabel. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.2.3. atr isi... dan tahun pelaporan. Pemboran. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. perusahaan dan instansi pelapor. eyldkn an hdoelg.6.2.3. tahun. dan daftar lampiran.7.

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 .4.5. pemboran.1.7. Hidrogeologi.Pengolahan data Geologi (permukaan.1. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3.6.mn . eglhn aa efsk. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. KESIMPULAN DAN SARAN 4. Pemineralan 4.4. ekma iea brt rl ea.. 4 HASIL PENYELIDIKAN . Geologi 4. efsk 4. DAFTAR ACUAN 5.2. Pemboran 4. Geokimia 43 Goiia .. 4. K-3 dan lain sebagainya. 3..

Tambang 6. a Tahapan Pengolahan . 2 Prltn(ei. Kontrak Karya (KK). . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. Fauna. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. 4 Pelaksana Studi . kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . c Cadangan . Pengolahan dan Tailing A . b Bagan Alir . Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . 5 Jadwal Waktu Studi . cut off grade. 2 Maksud dan Tujuan . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. c Recovery Pengolahan . kualitas. BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Iklim. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Keadaan Flora. Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . a Bentuk dan Penyebaran . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Penduduk. Kualitas Hasil . marketable. 2 Kesampaian Daerah dan Sarana .jma. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. tutr c Geoteknik . a Ltlg . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. Pertambangan (KP). Mata Pencaharian Penduduk. miniable.kpsts . 2 Keadaan Endapan . jumlah dan . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. jumlah . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. Jumlah. . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. iooi b srku . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara .

tahap Eksploitasi dan sekitarnya.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 .000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . c Pemantauan Lingkungan . 567 . borongan . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. b Luar Negeri . 4 Sistem Kerja (kontrak. BAB VIII : LINGKUNGAN. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . skala 1 : 10. (BEP) . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. skala . sekitarnya. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . b Prltn . yang memuat : a Kontur topografi . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. pengolahan.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . . a anli) b Modal Kerja . minimum 1 : 2. a Dalam Negeri . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . a Biaya Produksi (termasuk biaya . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . pengolahan dan sarana penunjang). c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . b Pengelolaan lingkungan . : 10. miniable”. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”.000. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . pengolahan dan sarana penunjang). dnli-an. pegangkutan dnli-an. a Organisasi . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . d Perhitungan “Discounted Cash . c Sumber Dana . e Perhitungan “Break Even Point” . 2 ProspekPemasaran . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . nets a Modal Tetap . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. skala minimum 1 : 2. Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. b Penyebaran bahan galian .

3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . 2 Hasil Eksplorasi . ditambang c Rencana dan target produksi serta . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . pengelolaan lingkungan hidup. Laporan tersebut mencakup. e Jalan. bahan galian dan waste . . bagan alir dan sebagainya. b Kegiatan non teknis antara lain . d Lokasi timbunan waste. II Laporan Tahunan Eksploitasi I. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . statistik kecelakaan dnli-an a anli. asing jika diperlukan) . Perkampungan. gambar 3 dimensi. a Jumlah. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . peta. 3 Kaia . statistik produksi. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. reklamasi. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. pengolahan/pemurnian. penjualan. tailing dan mineral . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . petalokasi kegiatan. pelatihan. Lokasi timbunan waste. “stock pile”. lokasi . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. penampang. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . pencucian. .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . Peta pengelolaan lingkungan. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. penyelesaian masalah. pemasaran. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. h Dan sebagainya .0000. minimal skala 1 : 2. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . ketenagakerjaan. h Rencana kegiatan K-3 . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. direklamasi per tahun c Jalan tambang . d Batas wilayah eksploitasi . K-3 pertambangan. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . pengangkutan. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. . g Indeks peta rencana pertambangan . sketsa. yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Laporan Triwulan. B . antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . tambahan penambangan. Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. pencucian dan pengolahan. 2 Perizinan .

kadar dan penanganan . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . Harga Produk . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). pengolahan/pemurnian/ .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). utama dan sampingan b Jumlah. pengolahan/ . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . 3 Pelaksanaan reklamasi. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. 3 Lokasi Penimbunan . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . 4 Stock Akhir . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . 5 Rencana penambangan. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. oai a us arh ag ea ikpots. training. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. tambang. berakhirnya KP/KK/PKP2B. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . statistik kecelakaan tambang. Pengangkutan dan Pengolahan. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . nls. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. V . Kadar Jumlah. 2 Jumlah dan Tujuan . Cadangan 2. 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. a Jumlah dan kualitas produk . 3. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . pengolahan/ . yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . 2 Jenis. pengelolaan dan .

obyek kerja yang berbahaya. galian berkadar “marginal”. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. peta geologi. peta rona akhir tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 9 li-an .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. . bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. dengan akhir tambang. tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai .

Hasil olahan c . b . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . d Sisa cadangan .Produksi siap jual . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .Produksi siap jual . c .Produksi untuk diolah . 4 . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. a . PENAMBANGAN Produksi . STOCK AWAL Lokasi Tambang . 6 . LAPORAN . b . Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi .Produksi untuk diolah . m. m. c . 5 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . 3 ton. c .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO.Hasil olahan c . Lokasi Pengolahan .

m. m. 4 .Hasil olahan c . Lokasi pengolahan . a . m. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi Pengolahan . kualitas BULAN KE NO. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . 5 . 6 . a .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang . b Cadangan rekonsiliasi . 3 ton. PENAMBANGAN Produksi . kualitas 3 ton. a . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi untuk diolah . m.Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. b . c Cadangan terambil .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . b .Produksi siap jual . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton.Produksi siap jual .

m.Hasil olahan c . c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 4 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. kualitas 3 ton.Hasil olahan c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c Cadangan terambil . d Sisa cadangan . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi siap jual . kualitas BULAN KE NO. c .Produksi untuk diolah . Lokasi pengolahan . b .Produksi untuk diolah . m. a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a .Produksi untuk diolah . 6 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . a . c . 5 . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Pengolahan . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual . m.

Produksi siap jual . d Sisa cadangan . a .Produksi untuk diolah . : : : : : : : 3 ton.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Lokasi Pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 .Produksi siap jual . m. STOCK AWAL Lokasi Tambang . c . Lokasi pengolahan . 5 . b . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . 6 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . a . kualitas BULAN KE NO. PENAMBANGAN Produksi . c Cadangan terambil . m. b .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b Cadangan rekonsiliasi . m. kualitas 3 ton. c .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . kualitas 3 ton. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. 4 .

PENAMBANGAN Produksi . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . a .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil . 6 .Produksi siap jual . 3 ton.Hasil olahan c . a .Produksi untuk diolah . c . b . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 4 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . kualitas 3 ton. kualitas 3 ton. m. c . b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m. a . m. d Sisa cadangan .Produksi untuk diolah . k a i a ults 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 .Hasil olahan c . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi pengolahan . Lokasi Pengolahan . b Cadangan rekonsiliasi . c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . 5 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 .Produksi untuk diolah . m.

Produksi siap jual . m. m. 6 . k a i a ults 3 ton. a . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah . a . Lokasi Tambang . m. d Sisa cadangan . b . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . b . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . a . b Cadangan rekonsiliasi . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . NO. td t. kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton.Produksi siap jual .Hasil olahan c . Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . PENAMBANGAN Produksi . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . c . 5 . 4 .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . c . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral.Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .

... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag.... .................................................. KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :.................................................................................. ..Sit:..................... ..................... eeaan ejd... 6 Tma Kclka :..............................................................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ........ aa eej .. EAA ENK ETMAGN.............. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ....................................... . .. Jenis Usaha ˆ : Tambang.................................... 3 Nm kra yn clk :................... .......................................................................... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl.................................................................................................................................... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag........ aamn ejd a ea-ea eeaan ................................. bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ....aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl.............. 8 Skikclka :............................................................................................................................................................................ oo rt eeaan .......................... ept eeaan ........ ................. ainDpree ......................................... aga eeaan .............jm:.........................................................................................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ...... aa euaan .............................................................................................................................................................. Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ........................................... ekra aa ia aa eej ebl .............. Bga/eatmn:............................................. eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ................................ ........................................................................................................................................................................................................................... ........................................................ a ............................................................................ ei eai 4 Pkran :................ eeja .............................. atas ˆ Tangan bag................................................ ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :................ ........................... . I I IA hf ................................... ....... aa obn ag eaa .......................................... bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ... as eeaan ..............................................................Lampiran XIII...ˆ WB ˆ WT ˆ WT.......................................................... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.................. KPL TKI PRABNA............................................ Lm Bkra :.................................................................. Uu :.......... ...... ..................................................... ................... .................... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan .. 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:......... ........... .................. Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag............................. 5 Tnglkclka :.............

bjh .. ....m . bjh Jumlah . .Lampiran XIII. .m . . .. g .. . .. g . ...k ... .. ...... ..k .k .. Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is .. .. .. ...m .. . . . .. g . .....k .m ...k ..k ... g . .. . .. . bjh . . g 578 .... negara penjual.k .. ..k .. ii .bjh ... . g .. g .bjh .k ... ...k .. . .... ii . ... . . ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . . .....m . D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. ... bjh . g . .... . bjh .. g .m .k .. bjh ...k . g . . . . ii . . .. . .. ...k ..m ....bjh .. .k ... . ... . .. . .... ...k ..k . .. ii . ii . g .k .... ... ... .m . . . ..... g Jumlah .k .m ...... ii .... g .. . g .m ... . g . .. .. .. ..m .. bjh . ...... . . . g . ... . . .. ii . . . ... .... ..k .. bjh ... g .k ... g Dinamit .. . .. ukuran jenis detonator dan Dinamit. .k ...m . g ... bjh .. .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (. .... .. . .k . g .. bjh .. ii .. .. g .. . ..k .... . ... bjh .k .k . bjh ... ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya ... ii . g ..... .. ii . .. ...bjh .m . ... .m . .. g ... . bjh ... .. ...k ....k ...k . . .... . .. . ii .k .. g . . g ... ... ..m . . . . . ii ..k .k ..... g .. ii .....k . . g . .m . ... .... .. . ... . g .m .. g . ... ...m . . ..... ii .. ii . ...m .. .. ii ... .. .. .... . ii . .... . ... bjh . ........k ...m . . ... .00 . ..k .. ..k . g .k . ... . g ..... ii ....m . . . . ii ... ..... g . .....k .bjh . ..... .. . ... g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah .. .... . g . . ...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ...... .. ii . g .. g ... g . .... ..bjh . g . g .. ii ..... g .k . . ... ii ...m . g . . . ......... .. .k .. . . ....... .....m .. . g . . . bjh . ... ii .k .. . nomor... g ...k . .........k .......k ....k . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el.. ...k .. . .k ... . . ... ..m . . ... g . . . . g . .... .... bjh . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw.... .. .. ... . bjh ..k . g . ... .k . . g ..bjh . ... . . g .. . .... ..

341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. . .... .. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No.. terangkan tanggal keluarnya.. .Lampiran XIII..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. .. .. Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. P D U A AT M A G..... ... .. Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 .. . . .. . . . . . . ... . . . .. AA SH ABN . ..

. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu..... Pembuat......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I... Kepala Teknik Tambang (....... .. PENGAM AT DAN T...........U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor..... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG..Lampiran XIII.......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 .

... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1........000. Kepala Teknik Tambang 581 ....000 JAM KERJA TAHUN 20........... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F...Lampiran XIII...000....... ..000..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.......000 jam kerja F.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..R adalah kumulatif frequency rate per 1..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.R 2) PER BULAN KUMULATIF (....

........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 .......... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat........... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No........Lampiran XIII. .... Kepala Teknik Tambang (....

........ ....R3) PER BULAN KUMULATIF (....000. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S.. Kepala Teknik Tambang 583 ..000.... I.......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1....000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...000 jam kerja S.............000.R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1...) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S..R adalah kumulatif frequency rate per 1.000 JAM KERJA TAHUN 20...Lampiran XIII.

Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I .000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 .Lampiran XIII. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Jari Kaki. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Jari. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. 1. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3.

........... .................................................................................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ................................................................................................................................................................................ 4 UPAYA PENANGGULANGAN ..................... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ........... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ...... .................. .....................................................................................................Lampiran XIII....................................... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I.................................................. (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.................................................................................................... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ...... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) .......... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ............ ................ ...... termasuk foto-foto terjadinya kasus) ............ . : (uraikan secara singkat kasus dan jelas................... penyebab kasus) ................................................................... 3 AKIBAT KASUS ... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ................................................................................................................. td t......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..................... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.................................... 2 PENYEBAB KASUS ..........

db. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .lks.Stabilitas lereng (tambang.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. ei dan jumlah tanaman. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.Tingkat erosi . c Penambangan .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.Lampiran XIII.000 . ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. ˆ Penanganan hasil penebasan. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .Rencana pelaksanaan pengelolaan . tanah dan udara . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya.Peta pengelolaan skala 1 : 10.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Kualitas air.000 .Penebasan dan penyiapan lahan .Pengupasan/penimbunan tanah penutup . tanggul/dan kolam pengendap) .Peta pengelolaan skala 1 : 1.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . kebisingan dan gtrn eaa. meliputi : . pemelhra. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .jma. ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. . d Pengolahan dan Pemurnian .Revegetasi -Li-an anli BAB IV.Pengolahan dan pemurnian . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 . penutup. us ra. daerah penimbunan. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup.Penambangan . ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. pengamanan.1.

ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. b Biaya pelaksanaan pemantauan . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan .Lampiran XIII. timbunan dan lain-lain. c Pemantauan lereng.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. d Pemantauan kebersihan penghijauan . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. daerah . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . tanggul. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. e Pemantauan flora dan fauna . contoh air. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi .

Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . 3 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . b Di Luar Bekas Tambang . b Lus Project Area ***) . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . 8 . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. Ha Ha Semester ini 9 . 6 .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) .Lampiran XIII. 5 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . c Pelabuhan . Reklamasi a Penghijauan . b Emplasemen . 2 . 4 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi .

tempat rekreasi dll.. Pohon/Ha... Pimpinan Perusahaan . .......Lampiran XIII...... b Penyulaman ...N... Pemanfaatan lain... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .. misalnya untuk perumahan. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. A.. Pohon/Ha.. perkantoran.. ... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang ... Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada)... pabrik.a..... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . c Pembibitan (bibit baru) . Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .... Pohon/Ha... penampungan air. h Li-an .... Pohon/Ha... Pohon/Ha. Pohon/Ha... Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t..e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air .

........ . ... .................dt..... ....s. .............. V....s........... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ................... .......... 1........s.......... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.. I I I ......Lampiran XIII.....USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 . 2. I............s....dt.....dt........ 1..... 1. 2. ..dt.. 1................................................ RWLNTHN ..... ...........dt............... 2.... . TDK. ... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 .. MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ........... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO. 1... II TEKNISI I...................... ....... V V . I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P...................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII.. 2........ T...................... .dt.. 2................. TIUA/AU ..s..s....................... 2........

......Lampiran XIII................... RWLNTHN ...D..........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . T ......................... THPKGAA . JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S...... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ........................ NO. 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 .................................... TIUA/AU ............. AA EITN ..................

PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .Lampiran XIII.

.... THN....Lampiran XIII.. LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ................ AU ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I........... NO.............................................. T ............................................................. NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 .....

.... 5 Laboratorium a ..... T.......... c ................. THN. RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ...... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P.. c ...... c . 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET. JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ... b ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . b ........ AU . b ..... b . 2 Muat a ......... c ..........Lampiran XIII.............. 4 Pengolahan a ... 1 Bongkar a .. 3 Angkut a ........ b .. c ....

c . c . 2 Pelumas a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . c . c . b .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . b . b . b .Lampiran XIII. 8 Perbengkelan a . 3 Bahan Kimia a . b . 9 Klsrkn eitia a . 7 Survey a . b .

.......... ...................... 0 .pmgn K/KPPB ...../2 ... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : .... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO..................Lampiran XIII...........(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ...............................................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ....

. Pr3 Dsme . b Piutang . a Hutang Bank ... c Persediaan . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 .... d biaya yang masih harus dibayar .... b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain .. Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan . e Kewajiban jangka pendek lainnya ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I.... a Kewajiban Jangka Panjang ... Uang muka pembelian .. NERACA P . d Biaya dibayar di muka. e 1 eebr . T .... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar . d Aktiva lainnya . c Laba (Rugi) tahun berjalan ..... c Aktiva tak berujud .... b Biaya yang ditangguhkan .. b Cadangan .Lampiran XIII...... c Hutang Pajak . b Hutang Usaha .. e Aktiva Lancar Lainnya ... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . a Kas & Bank ..... 2 Pasiva Tidak Lancar .

Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi ....... Penjualan & Umum ............Awal Akhir Produksi (+) ........ b Beban Bunga .. Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII... b Administrasi....... 6 .. 5 ........ PROYEKSI LABA RUGI P ... AU.... b Persediaan ...Lampiran XIII. Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ........... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t....... c Keuntungan (Kerugian) Kurs . THN.. c Deviden .. .. Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ..Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ...... T ....... d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..... b Penyesuaian Masa Lalu ....... d Lain-lain ...