Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . 2 . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . 3 . d Barang modal tahun sebelumnya yang . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . 3 . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . 1 . Depnaker c Kualifikasi TKA . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . d Struktur organisasi perusahaan . 2 . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . c . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . d Paspor dan Visa TKA . d r-kpr i eeso. Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . 2 . e Laporan kegiatan akhir . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . Perubahan Pemegang Saham 9 a . b Dasar/alasan perubahan investasi . negeri dengan pemakai 2 . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . b . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . b Laporan kegiatan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . 2 . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . 2 . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . ekonomis lagi 3 . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . Perusahaan c Akte Perubahan . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . b . c . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Pendapatan & Biaya 2 . b . c Daftar kebutuhan barang modal . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . b Daftar barang/peralatan yang akan . 3 . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham .

c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . b Rencana pengoperasian pelabuhan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . pinjam pakai sementara 3 . 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . b Desain pelabuhan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . 3 . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . 3 . d Keterangan lokasi kegiatan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan .

471 . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . PEMOHON Keterangan : 1 . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. setelah Surat . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. BUPATI/WALIKOTA 3a . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . 2 Gubernur memproses permohonan. setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda.. DESDM. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 5 6 DESDM PROPINSI I I . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . 2 .

GUBERNUR 3a . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . td t. dan DESDM.. Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. BKMD 3b . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip .

................ 1 PERMOHONAN ................. ......... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .. #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum..... 2 Jabatan/Pekerjaan ...... Pengolahan/Pemurnian..................... Pemohon : 1 Nama Pemohon .. Faksimili : 3 N. .......... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT .......... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ............ ... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ....... a Drki ................... Pemegang Saham B ..........P. : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ............ Komisaris dan ............ : 4 Susunan Direksi... : ..... Eksplorasi.........W........................ : .................. ..... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ... Eksploitasi....... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A .......P ... d i ... ies No 1 2 3 4 5 b . ........

.......................... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ................... (.............................. 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ..... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ................. 3 *) pemohon KP Ekspoitasi............ : ............................) ........... 2 # coret yang tidak perlu..... Pengesahan Dep.. ................................. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal . 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri... .............................................. a Jumlah Net Aset ...............................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ............. b Jumlah utang ... ..... : Rp...........) ..... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum.... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ........ pertambangan dan telah disahkan oleh Dep................... : ....... C ......... 6 Laporan studi kelayakan *)**) ........... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .......................... 2 .. ................. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .... (nama pemohon) Tembusan : 1 ......... .................. Eksplorasi dan Eksploitasi). . apabila ternyata keterangan tidak benar.... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal . Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ................... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ............. 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan . ...... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ... : Rp............................ .... (.... 6............. ............................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak........ ...... .... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ...... ....................... perubahan Akte terakhir : ......................... .000 .............................. Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ................. .......................... Demikian permohonan ini kami ajukan................................. td t Materai Rp..........

.............................. .............. 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ..................... ....................... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi .. Jabatan dalam perusahaan :........ ............ 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ................. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ... Nama Pemohon :...................... ..... td t Materai Rp....... D i ........ Nama Perusahaan :.. 6 Laporan studi kelayakan ***) .........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .............. dengan ini......... 4 Rencana Kerja dan Biaya... Alamat perusahaan :.................... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap.... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ...... ............ ......... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak....................................... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.......................................... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ............... ................... .... ........... ...... 6000 ......................... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .. kami ucapkan terima kasih ........... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **).......................... 2 *) Coret yag tidak perlu .... (nama pemohon) Tembusan : 1 ......... 2 ............... ................ Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak .....

..... ...... . Nama Pemohon :...... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 ........ #) Yang bertanda tangan di bawah ini...... D i ...... ................ td t Materai Rp............. 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)............ ................................................ 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri .. 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **). .... ... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi . (nama pemohon) Tembusan : 1 .............. 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)....................... Rencana Kerja dan Biaya................................ ........................................................... Eksplorasi dan Eksploitasi...... ..... . dengan ini...... Nama Perusahaan :.. 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***).................... Alamat perusahaan :...... Jabatan dalam perusahaan :... .....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan............................. Atas perhatian dan persetujuan Bapak...................... 6000 ....... kami ucapkan terima kasih ........ ....................... . ........... 2 *) Coret yag tidak perlu .. PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .................... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap........ 2 ....... .... .............. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ......... 2 Laporan Kegiatan............... 5 ****) Penyelidikan Umum............. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ....

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

.............. D i ...................................................................................... . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ................ Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ....................................... : . : .............................. .................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ... : ......................... : ...............................................................................................................................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ................................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili .................. a Susunan Direksi............ Komisaris dan Pemegang Saham : . 4 Susunan Direksi........................................................ ............................................ ...... : .................... .... : .................. ................................. : .... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ...... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A .......................................... . : .......................................... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ....... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ....................... : ....................... B ..................... Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ... .... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ......... ................................. ....... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .........................................

.................................... Nama Jabatan Susunan Direksi................................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ............. () Jumlah Utang 2 : ............................................................ Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ...... () Jumlah Net Aset 1 : ............. : ..................................... b Perusahaan Nasional .................................................. Kehakiman b Nomor dan tanggal ..... Pengesahan Dep.. () Penghasilan Bersih 3 : .. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 .............................................. ...... (2) Jumlah Utang : ...... ........................... () Penghasilan Bersih 3 : ...................................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ........................ Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal .......... () Jumlah Net Aset 1 : .......................................................... ........................ 6 .............. ........ Perubahan akte terakhir : : : : : .

.......... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ..... ... ................ .................. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ........ (nama pemohon) Tembusan : 1 ............ 6.... 4 ..... 3 ...... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ....... .. Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota................- .. 5 . Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : .... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk................. apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar.....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .......................... 2 . 6 ..... 2 .......... td t Materai Rp. Tanda Terima SPT Tahun terakhir.............. . 2 # coret yang tidak perlu ........ Lampiran permohonan 1 ..... Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan................000................

Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan..... . Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum .....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .............. .... .. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .............................. Atas perhatian Bapak........ kami ucapkan terima kasih.... 6............. Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum........... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota .....000........tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 . Pemohon Materai Rp.. D i ..........

......................... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ....................................................................................................... d PERALATAN .......................... jumlah.... status kepemilikan dan tempat penyim panan : e .............................. : .......................................... b ........ Daftar tenaga ahli : ............................. ...........................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .......... Daftar Personalia : ................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ....................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ........ 6 Keterangan lain ) : ............. 5 Akte Pendirian ) : ..................... Daftar peralatan utama yang dipunyai........ 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ......... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ............ PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ............... 4 Referensi Bank ) : ......................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ........... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .......................... kondisi................................................. : ..... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ....... : ................................................... : ............... jenis/macam peralatan............ : ............................ Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ..

... bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang .... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . . brau elk. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya....... nsoa.. ) 4 Keuangan........... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.. ) 6 Keselamatan kerja... 2 ..... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini .... ) 2 Kegiatan Teknis.. . b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ... ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk .... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)........

......... D i ........ Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl.................................. Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .. PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ...... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.. aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum...... . dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga .......... kami ucapkan terima kasih..... Atas perhatian Bapak.............. ....... .......... Gubernur/Bupati/Walikota .....................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ........ Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth.............

. PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ...... : ................................. Daftar tenaga ahli : .................................................................................................................................................... : ................................................................................ : ........................................ : . : ........................... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas................................... dengan alamatnya Daftar Personalia : ............... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan.. : ............ status kepemilikan dan tempat penyimpanan e .......................... : ..... : ..................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 .. d PERALATAN ................................................ : .................... : ...... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ....................................................... : .......... kondisi...... jumlah...........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ..................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : . PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ............. PERUSAHAAN : .... Daftar pimpinan umum perusahaan : ............ : ..................................

. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk. 2 ........ ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.... ) 6 Keselamatan kerja... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa........... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .......... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.. Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk.. b . c ................................................. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 .. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a ......... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut........ brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... ) 4 Keuangan. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja..... ) 2 Kegiatan Teknis.......... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii...... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).. ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya. ...... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.............. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..

Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. D DAFTAR . dampak penting yang mungkin tmu. Berisi judul Bab. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. 489 .ar htndnli-an ain i.. Berisi nomor tabel. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Sub Bab. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang .

antara lain . alam/binaan. c Kapasitas produksi . Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. naa an a Tahap persiapan. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan.. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej.. hidup awal. propinsi. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . ... b Mengidentifikasikan rona lingkungan . Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . agt ej et wl ej. sumberdaya alami lainnya. . c Memprakirakan dampak dan meng. dan sarana lain. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. desa. BAB III. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . kabupaten. lingkungan hidup. pss gorfs. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman.3. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. e Debit dan sumber air yang diperlukan . operasi sampai dengan pasca operasi. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. antara lain : . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke.. 2. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan.. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . kecamatan. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA .

tratdna ksta. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . operasi dan pasca operasi. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . ekonomi.. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs.000 sampai 1 : 100. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi ..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. yaitu ruang dimana . c . eitn d Batas Administrasi.. c Btsssa. pertanian. b . dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. terkait dengan . di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. Kabupaten. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . batas administrasi pemerintah (Desa. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan.. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. transmigrasi. aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa.. Kecamatan. d . Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. adalah berupa ruang . e . antara . naa an a . 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. dl. f g . b Batas ekonologi. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak.

. biaya survei lapangan. 5. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. pengumpulan data sekunder. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). penyusunan pembahasan. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud.. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. dengan rencana kegiatan. analisis data. c Studi literatur yang erat kaitannya . Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. trat eki. Kep.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 .3. tujuan dan ruang lingkup studi. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . biaya perkantoran dan baali-an iy anli. Mekanika. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir.2. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. biologi. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). l BAB V. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. biaya analisis laboratorium. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. 056 Tahun 1994. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . b Laporan penelitian/studi tentang . antara lain : Gaji/upah. biaya peralatan. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5..

Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. skema. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. I I . bangunan berwawasan lingkungan. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei.. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. Memuat alasan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. air. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. Sub Bab. Peta lokasi. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . l B DAFTAR ISI . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. tabel dan foto C . Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). dampak penting yang mungkin tmu. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Berisi judul Bab. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Menteri Pertambangan dan Energi. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan .. operasi sampai dengan psaoeai ac prs.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . fisik-kimia. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . yaitu ruang dimana .1. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . 2. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. c Memprakirakan dampak dan . terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . metoda pengumpulan dan analisis data.. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. operasi dan psaoeai ac prs. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. hidup awal. konstruksi. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. operasi. b Sebagai wahana untuk memberi .

dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. berupa uraian tentang metode pengamatan. c Batas sosial. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan .000 sampai 1 : 100.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. adalah ruang di sekitar . b Pada pengumpulan data lingkungan . c Pengumpulan data untuk demografi. biologi. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai.. 495 . uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. b Data komponen kegiatan yang . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan.. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. b Data sekunder . un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. adalah ruang . sosial ekonomi. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. sosial budaya. adalah berupa ruang .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. .

masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . 3. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. 3.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. hutan dnli-an. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan.. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. 3 Tim biologi . gunung. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. BAB III. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor .3. hendaknya menggunakan metode bagan alir.4. 4 Tim sosial dan kesehatan . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. jalan kereta api. 3. b Perbandingan dampak penting .6. dermaga dan lain sebagainya).. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. Kep. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . 3. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. (dilengkapi peta dengan skala memadai). b Identitas penyusunan Andal .5. 2 Tim geofisik-kimia .2. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . Susunan tim penyusunan Andal. 3. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. 056 Tahun 1994. Untuk memprakirakan dampak penting. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna.

Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. laboratorium dan lain-lain. uraikan jenis alat. 1 Tahap Persiapan . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. 1 Tahap Persiapan . a Pertambangan Batubara . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air.. l l l l l 38 . Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. tenaga listrik.10. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. l l l l l 39 . apakah tambang terbuka.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . 3. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. cadangan terkira dan cadangan terduga.. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. gudang bahan kimia dan mekanik..

Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. c . penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. pemekatan. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. ekonomis maupun budaya. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . peledakan. perlu mendapat perhatian khusus. penggilingan. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. seperti stala lnk. Uraian secara singkap rona b . Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. gambar aa ft.uaknjnsaa. penguranan kadar air. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. 498 .pnnglnakooi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.

zat pencemar (debu. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. dl.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. 3 Tingkat kestabilan tanah . rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . SO2. a Iklim dan kualitas udara . stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). yaitu gerakan tanah. CO2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. intensiatas radiasi mataair. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. NOx. minimum. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. kimia dan fisika tanah. lahan. jumlah hari hujan. an b Hidrologi dan Kualitas Air . rata-rata). kelembaban. seperti porositas. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. struktur geologi. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . curah hujan. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. ekologis maupun nilai estetikanya. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. gempa bumi. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. karakteristik . Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. H2S.. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . 2 Jenis tanah. suhu (maksimum. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. 4 Keunikan. keadaan angin (arah dan kecepatan). Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. keistimewaan dan . CO. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. kegiatan vulkanis dnli-an a anli.

tp dnjnsjnsvgts. burung. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. 4 Inventarisasi nilai estetika . cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. 3 Perkiraan penyebaran dan . reptil. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. wilayah. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. hutan mangrove dan li-an. Lahan dan Tanah . agar dibahas keadaan hidrooseanografi. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . anli) 5 Uraian vegetasi dan . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . rencana tata ruang. yang dianggap penting yaitu habitat. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. a Flora darat/perairan . 2 Perikehidupan hewan-hewan . baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). b Fauna darat/perairan . . 1 Penjelasan tentang vegetasi. pola . dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. eitn 3 Kemungkinan adanya . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. 3 Kualitas air laut dan . Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. 42 Biologi . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya.. arus. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . karang. i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . 2 Rencana pengembangan . 1 Inventarisasi tataguna lahan . dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. meliputi : 1 Pola pasang surut. e Tata Ruang. .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. 1 Perkiraan penyebaran. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). migrasi. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang.

mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. 501 . maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . jenis kelamin. Identifikasi. konstruksi. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. pendidikan dan agama. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. bila data dan informasi faktual tidak ada. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . 43 Sosial (demografi. ekonomi dan . atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. 4 Hewan-hewan lain yang . Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. c . l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . mata pencaharian.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. meliputi : a Kependudukan (demografi). karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi.. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan.. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan)..1. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya.yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. a Membuat uraian secara jelas dan .. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . l l l b Identitas Penyusun Andal . singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . l 22 Data Teknis Proyek . l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. antara li : an 2. b Membuat semua saran tindak yang . apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi.. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. Uraikan secara sistematis. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa.. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa .

misalnya : l Survei/pengukuran tanah. sosial ekonomi. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya.. l Pembukaan lahan. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 .3. l iklim. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . kemudahan. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. dsb. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek . sedimentasi. l Erosi.1. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. ekonomi dan sosial budaya. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3..

gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. rancangan rinci rekayasa. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. osrki s) 4. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. sketsa. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat .7. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. etr an b Pengembangan dampak positif agar .. antara lain. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. 4. kntus. mencakup : b Biologi . Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta.5. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung.3. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan .db. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 .8. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai.. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . 5. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan .. l calon lokasi kegiatan. atr li : naa an 1 . l daerah pemukiman penduduk yang akan truu.4. majalah. l kondisi prasarana dan sarana umum. l kondisi kehidupan masyarakat.2. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. yaitu : l topografi. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. fungsi. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. BAB V. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. jelas. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. egsr l spesies langka (flora dan fauna). l lokasi pengelolaan dampak. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. 2 .

judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Berisi nomor tabel. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. BAB I.. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . identitas. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. antara .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. baik secara regional maupun nasional. Berisi nomor lampiran. D DAFTAR GAMBAR . Kepentingan pembangunan umum. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. 27 Tahun 1999. C DAFTAR TABEL . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . Berisi nomor gambar. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. E DAFTAR LAMPIRAN . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi Judul Bab. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum.2. B DAFTAR ISI . us BAB II. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . antara lain : . l a Kepentingan Pemrakarsa.3. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting.

Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. 22 Data Teknis Proyek .. Jalan. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. 33 Tolok Ukur Dampak . Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. Pelabuhan/Dermaga. tolok ukur dampak. Kabupaten. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . lengkap . Gudang Bahan Peledak. sumber dampak. tata ruang. at l kaia uaa kaia ar ults dr. sistem penambangan dan umur tambang. Bengkel. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. operasi dan pasca oeai yiu: prs. Tempat Penimbunan. c Penanggung jawab Kegiatan .. b Memuat semua saran tindak yang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. jumlah cadangan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . ults i l geologi. Perumahan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. (Kantor.. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. kualitas bahan galian. a Nama dan lokasi kegiatan . uraikan mengenai keadaan lapisan. b Lahan untuk sarana dan prasarana .. lapisan yang akan ditambang. Kecamatan. metode pemantauan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. diberikan dalam Andal BAB III. Instalasi Pengolahan. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. . 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . d Penyusun RPL . antara lain : a Luas KP Eksploitasi . a Memuat uraian secara jelas. lokasi dan periode pemantauannya. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek.. Gudang.

Tata Kerja.2.tnkt noms..tp aa. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. lokasi dan interval waktu. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal.. 23 Tahun 1997. aa kerja.5. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga... Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. antara li : an a Pengukuran . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan .. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. b Wawancara . 3. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. 37 Periode Pemantauan . Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . pengalaman dan lain sebagainya. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. c Observasi . Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. meliputi ifrai jnsaa.

2 . Men. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . dalam Bidang Pertambangan dan Energi). LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 .

1. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Reklamasi 15. Ruang. Fauna Darat 3. Aktivitas Ekonomi 3. Pemindahan tanah penutup 2. 1. Penambangan batubara/bijih 3. Penanganan tenaga kerja 7. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penanganan tenaga kerja 513 . MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Penimbunan batubara/bijih 14. Migrasi Penduduk 4. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Kualitas air 5. 1. Penambangan batubara/bijih 5. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Kualitas Udara 3. Pemuatan dan pengangkutan 12. Penambangan batubara/bijih 6.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Pemindahan tanah penutup 10. Flora 2. Kesempatan Kerja 2. Pengolahan batubara/bijih 13. Penambangan batubara/bijih 11. MISALNYA : C. Kebisingan 4. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Iklim 2. Hidrologi 6. Pemuatan dan Pengangkutan 4.

Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. 1. Pemindahan tanah penutup 10. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Penanganan tenaga kerja 7. Penambangan batubara/bijih 6.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Migrasi Penduduk 4. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Kualitas Udara 3. Kesempatan Kerja 2. Pengolahan batubara/bijih 13. Fauna Darat 3. Penambangan batubara/bijih 11. Penambangan batubara/bijih 5. Iklim 2. Penambangan batubara/bijih 3. 1. Ruang. Penanganan tenaga kerja 514 . Biota Air ASPEK BIOLOGI. Pemindahan tanah penutup 2. 1. Kualitas air 5. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Kebisingan 4. Penimbunan batubara/bijih 14. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Aktivitas Ekonomi 3. Flora 2. MISALNYA : C. Reklamasi 15. Hidrologi 6. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Pemuatan dan pengangkutan 12. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

(kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . termasuk pengolahan. Dan atau ≥ 100 Ha. Semua besaran 3 . penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 .000.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.000 Ha.000 ton/th (ROM) ≥ 1.200. termasuk ) pengolahan.200. 4 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No.000 ton/th (ROM) ≥ 600. 5 . 1 .

m/a) ryk . Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a .. rpni . Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li..............l) atau tidak c .... PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan . eitn an 22 Lahan .. masing-masing) a .... e ..... . : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ............ .. . . ... c Jenis Perusahaan ...... Coret yang tidak perlu c .. : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .... Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.. euaa. b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .. ..... ... . c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun ... e a a m r e i t n . .(2H* edkn. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.... * ) 14 Dasar Hukum . ....... c Kbptn:.. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe .. . a Desa/Kelurahan : . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M.......... .... 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.. .. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.. ...... I I ... Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a . a .. UPL a Nama Perusahaan .. 13 Maksud dan Tujuan . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan .. .. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan . b Status Perusahaan .. .dl tasirs. Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 . eaaa ... . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan . d Pois :.. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.... b .. ... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor ..m/a) Status lahan.... auae ..... apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... T h n . ... .. b ... e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan .....(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug..... Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .. . ... .. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.... . b Kcmtn:...PLH/1994 tentang Pengawasan.

3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.Jma. dll).. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b ... 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 .. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur.. UPAYA I c . . 42 Jenis dan Potensi Dampak . thpoeai(ei.Jma. Kepada Biro Bina Lingkungan .. Jenis dan Spesifikasi Teknis.Sft dl. Kimia. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik.. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I. Jns ulh ia. aa prs Jns ulh ia. (Jumlah. Kimia dan Sosekbud). Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . td t.. Biologi dan .. V . l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . up. Hidup... gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . . V I . (ei. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . 31 Tahap Persiapan . Sosekbud. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika.Sft dl. 2 Bupati/Walikota. ei a psfks ens dl..

. dan peruntukan lahan asal. stockpile/yard. gudang dll).. perumahan. Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. stockpile/yard. Uraikan teknik. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.. Uaa... baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. gudang dl. Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . bengkel...ag eckp oai us lahan. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. bengkel. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . bengkel.. perumahan..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . gudang dll). l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ..la nu au .. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) .. stockpile/yard.yn mnau lks.. perumahan. untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target ... 212 .. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing.. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 .

. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. KEGIATAN V . l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn.4. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui.. air larian permukaan. limbah domestik. pengkapuran tanah. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. skala Minimal 1 : 10.. RENCANA BIAYA V 411 .. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I.000.. td t. i sm abn. upah tenaga kerja. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor.. LAMPIRAN : 1 . perumahan. bengkel.Pemeliharaan (pemupukan. penyulaman. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan.. 2 . lokasi.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. tanah dan udara l Saiia lrn. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). gudang dl..Persemaian . metode.. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. skala minimal 1 : 10. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. kekerapan..eoidl tblts eeg rs l.. dlmrnaatreu aa au .000. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna. air limbah pengolahan/pabrik.. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan.. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. aiia eujn. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa. timbunan tanah penutup. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik.. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. 421 . stockpile/yard. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll.. penyiangan. dll). 2. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).Penanaman .. dll. meliputi : .

.selesai 3 Jalan Tambang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN .. h Pelabuhan/Emlasement ..atf ki .. . Kantor f g Bengkel . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .. . .. b Kolam/Penimbun Tailing . c Perumahan Karyawan .. DAN RENCANA TAHUN . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . Lnfl i adil .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . d Jalan Non Tambang . . luar tambang ..atf ki . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . e Gudang. 5 Fasilitas Penunjang .

penutup c Bekas jalan tambang . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . b Timbunan tanah/batuan .. d Bekas jalan non .. tambang e Timbunan tailing . c Bekas kolam sedimen/ .. DAN RENCANA TH . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . a Lahan bekas tambang . kolam ikan... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 ... ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . . Sub Total (1+2) 3 Revegetasi .. e Bekas jalan non . . penampungan air... Lahan**) a Timbunan batuan/tanah ... sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang . DISKRIPSI S/D . b Timbunan tailing . dan lain-lain). Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang .. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN .. tambang .. Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .

HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 . Kg 4 Pupuk . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I... 1 Tanaman Penutup . Kg b Pupuk .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN .. Contoh 3 Tenaga kerja . a Benih ..... Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) . Kg 2 Pembuatan tempat . Kg 5 Obat-obatan . persemaian Buah 3 Kapur ...... Kg d Tenaga kerja . HOK 2 Tanaman pokok/pohon . Kg c Pupuk . a Kapur . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok .. Kg b Kapur . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I .. 1 Obat-obatan . Kg c Tenaga kerja . Ltr ie 2 Analisa tanah ..

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . 1 . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 1 . V . b . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. 1 . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 1 . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum.

ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. Geologi. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. tatacara penambangan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. Tambang. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN.

operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. pengolahan dan pemurnian. 530 . Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. Tambang. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. penambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. konstruksi. kejadian berbahaya. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Penelaahan kemajuan reklamasi. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan.

Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. pemakaian berbahaya dan beracun. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. realisasi pelaksanaan reklamasi. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. RTKL. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan.

Pengolahan data cadangan bahan galian. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. mendata pro-duksi dan penambangan. produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. eksplorasi. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. 532 . mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. Penela ahan tumpang tindih wilayah. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. cadangan bahan galian.

2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. Keselamatan kerja. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. rs. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . I I . 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. atau pencemaran lingkungan. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. lingkungan/pemantauan lingkungan. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . c Melakukan presentasi obyek inspeksi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . bahan buangan/limbah. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . u. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan .dit cos ct dl rie rf. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. . a Menelaah data objek inspeksi. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . b Menyiapkan peralatan inspeksi. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ .

npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 534 . 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja.

9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. ) 535 . 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri.

7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. dermaga. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 536 . 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. b . 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn.

3 Menganalisis dan melaporkan hasil . 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. c . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. inspeksi pada pelabuhan. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Melakukan persiapan . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . inspeksi pada tambang semprot. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian. ) j Menganalisa penyebab kejadian. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. ) 2 Melaksanakan Pengujian . d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . pengujian kondisi tempat kerja. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. inspeksi pada fasilitas permukaan. Kejadian Berbahaya.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 1 Mengumpulkan dan menelaah data. I. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada pasca tambang. 1 . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. c . ) i Melakukan pengujian peralatan. inspeksi pada kapal keruk. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. b . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. ) 2 Menyiapkan alat uji. pengujian kelayakan operasi. inspeksi pada tambang permukaan. II PENGUJIAN I. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. Pelaksanaan Pengujian. 2 . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. Inspeksi Bencana 1 . ) i Melakukan pengujian peralatan. inspeksi pada tambang bawah tanah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . 4 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 .

.. at ..... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi . (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang...... NP I 2 Hasil Inspeksi . . PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan... saran... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang.......... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .. 2 . ekonomis/ produksi.. • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi..... d.......... LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang . 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .. serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan).... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)... B ...... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau. Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki... .. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.......... A . C ... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran. Penutupan Tambang .. 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan. pengelolaan dan pemantauan lingkungan).. NP I ......... Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. berupa : ...... • Tidak ada • Aa yiu:.... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu......

..... 5 ............................................................... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ....................................................................... 2 .................. PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.............. I.......... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ................................................ RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ........................................... ....... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 .................................... ......................... 6 .........................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ......... 7 .............. ...... ...... ....... : : : : : : : : : 8 ....................................... .......................................................... .......................................................... ............. ...................... NP ............................................. a) .......................................... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan).... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas............................... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb. ..... faktor penyebab kss au) ......... ..................................................... 4 ................................ ............. PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) .............. 3 ..........................

braa lna. I. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . tidak benar untuk perencanaan penambangan. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. saham untuk kegiatan eksplorasi. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. I I . pengukuran. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. eksplorasi. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. penerapan sangsi dan tegas.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. perkembangan kegiatan eksplorasi. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. 3 . . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. krls dt eslrs. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. 5 . I LATAR BELAKANG 2 . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. 4 . bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. 4 Tenaga ahli . 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . bisa dipenuhi. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . goii. 2 . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . baik melalui kerjasama. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. . Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. eslrs. . dpst eoi. eitn Rentan akan manipulasi data. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. peraturan yang mendukung. penjualan saham dsb. baik dari segi geologi. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . penyebarankualitas & cadangan mineral. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . data hasil eksplorasi yang tidak benar. . tatacara-tahapan eksplorasi.

Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. penampang) . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. 3 Ctastlt . deposit e Kelaziman peta geologi . VI. Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. PKP2B d Peralatan yang digunakan. mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. b Korelasi data sekitarnya . sampling. b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. f g Batas KP/KK/PKP2B . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. kerapatan data dsb). e Kemungkinan pembesaran . . 7 . b Dibuat juklak/juknis . . khususnya GPS . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. 6 . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . pemboran. b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh .dl. c Peta geokimia. c Hslitrrsai(easrku. 2 Pemetaan Topografi . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . 4 . h Kelayakan nilai kadar geokimia. a Cara pengambilan contoh. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . b Kordinat data . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. . kpoai V . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . 6 . 2 . digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . geofisika. pemetaan geologi. f g Kemungkinan kontaminasi. Petageologi lokal-detail ada/tidak. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. 542 . geokimia. e Pelaksana . d Interprestasi dan penentuan anomali . 1 . . . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. . dan interprestasi . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. . ltlg. c Bentuk/kehalusan kontur topografi. d Kelayakan lokasi contoh. kegiatan eksplorasi (analisa. c Detail data pendukung . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. . 1 Pematokan Batas KP . iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . perhitungan cadangan. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis .idks mnrlss. pemetakan topografi. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . 5 . . . apa sesuai dengan KP/KK/ . Korelasi nilai unsur yang dianalisa. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . Geodetik e Laporan hasil pematokan . Jenis kegiatan yang dilakukan. anomalinya. d Penelaahan/evaluasi laporan . 4 . 1 . lapangan. . . 9 . b Peta lokasi contoh apa ada. c Due deligance . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. d Interval kontor . h Indeks peta . 8 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . c Hasil (peta. pemboran. klarifikasi cadangan. cebakan mineral yang dieksplorasi. Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . e Penetuan daerah anomali . e Penyelenggaraan presentasi . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas .lnai . ai nepets pt tutr ies.

. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . etfkt nls. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. Pola spasi. . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . sertifikat. b . d Penafsiran bentuk endapan. Pengirim contoh. Pemboran (recovery. . b Apakah laporan dirapel/tidak. dea. terowongan. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . costaining. kgaa. dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. . d Sriia aaia . . d . geokimia. c Logika kadar mineralisasi dan nila . duplikat contoh). analisa. preparasi contoh. Detail geologi & mineralisasi. . . iai . ketentuan yang berlaku. sampling. duplikat contoh). 9 . c Laboratorium pelaksana . Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. cara dan peralatan pemboran. 1 . . g Pemboran (recovery. cadangan . eksplorasi yang dipakai. b Krls hslaaiata usr . Evaluasi Laporan Kegiatan. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . e Spasi data termasuk sampling. c . lapangan/eksplorasi h . e . lrfks b Data Pendukung . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. . . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . Cek batas KP/KK/PKP2B. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. i . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. f g Dtcinlmt . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . h Metode perhitungan sumberdaya dan . h Ksrnhslaaia . expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. l m Hasil trenching. c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. f 7 . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . arh . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. 1 . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . b Lokasi kegiatan yang konkrit . . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . contoh. dcr. Apakah telihat kemajuan. sampling. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . iaa ai nls. . 1 . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . oeai ai nls ip nu. eeto ii. . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . 1 . preparasi .

h Cek peta batimetri . . Kebenaran peta topografi. Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. c Logika nilai parameter kualitas. d Metode. . . c Banding data bor & geofisik . . Cek penarikan outcrup. b Logika penyebaran . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Spasi data pendukung i . . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. e penampang hasil pemboran . f g Korelasi dengan data Geol. d Data pendukung perhitungan sumberdaya . mineral dan kimia. h Cek semua hasil kegiatan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . Regional . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . lokasi & spasi pemboran . Cara perhitungan cadangan i . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. j 1 . i . . . . b Cek korelasi singkapan dan bor.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . . dan cadangan. e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. h .

penambangan. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . biasanya dinyatakan dalam persen. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. biasanya dinyatakan dalam persen. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. 25 Tahun 2000. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. yang setelah dievaluasi secara teknis. ctofgae u f rd. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. I. I I . bijaksana. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. benar. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. . Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian.

sesuai dengan kewenangannya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . 1 . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . 9 Penggunaan produksi bahan galian. 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . setiap 6 (enam) bulan. sehingga mendapatkan recovery maksimal. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. V I PROSEDUR I. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. 1 . lengkap dan baik. bimbingan. 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. dan kadar/nilai rendah. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. V . cadangan bahan galian secara rinci. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. a mempelajari data sebagai bahan . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. 1 . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. pasca tambang. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . a di Kantor Perusahaan . seluruh kegiatan pertambangannya. evaluasi . yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . V . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . 1 . Hal 4 tidak ada 546 . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . 1 . c Mengadakan diskusi yang mendalam . recovery penambangan. li. cadangan pada masa pengakhiran tambang. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan .

a a a a : a Recovery Penambangan : .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. kadar/nilai rendah dan bahan galian li. a a a a : a Mengevaluasi apakah . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. b Mengadakan diskusi . : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. : Recovery b Ttcr . b Mengamati apakah telah . a a a a : a Mengamati apakah telah . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. penambangan. sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. b Ttcr . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . c Mengadakan diskusi ang . lk ea iai b Recovery pengolahan : . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Mengamati apakah telah . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. 547 . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. b Ttcr .

b Mengadakan diskusi . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . b Mengadakan diskusi . ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. b . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . I. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. b . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah .

Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. 1 Apabila dianggap perlu. pejabat pengawas . pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . 2 . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. 2 Dalam melakukan pengawasan . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. pengukuran. . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. sampling. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . RUANG LINGKUP 5 . PENGAWAS PRODUKSI 1 . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . B Kewenangan lainnya . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. sampling. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . I. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . pengujianpengujian. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. . 3 .

Selesai melakukan pengawasan. 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . laporan produksi baik harian. Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. 4 .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . mingguan. pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan.Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas.Pencatatan jumlah dan kualitas umpan .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang .Pencatatan recovery.Dokumen syahbandar .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . produksi. c Kegiatan Penimbunan . Pada tahap pelaksanaan pengawasan. b Pemeriksaan secara administratif . d Temuan dan Pembahasan . Pemurnian . c Pemeriksaan secara teknis . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager .Dokumen invoice .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. c Melaksanakan Pemeriksaan . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Certificate of weight .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . angka (1) tersebut. . d . PEMERIKSAAN V . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan.Pencatatan stock akhir d. Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. . V . d Melakukan rapat mengenai hasil .Pencatatan stock awal . 4 . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . Kegiatan pengapalan.Jumlah barang yang diangkut.Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Pencatatan draft kapal . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . dan atau proses produksi. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . . 3 .Dokumen Bill of Loading . . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . data/ .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas.Dokumen delivery order.Criiaeo aayi etfct f nlss . e Kesimpulan dan saran . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .

stripping ratio. efisien peralatan. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . run of mine. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. delivery order. ongkos produksi. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. recovery. dokumen. losses ketika pemuatan/pengangkutan. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. pengukuran draft kapal. penggunaan tenaga kerja. material balance (feed. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. air.iviednli-an aag noc a anli. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . penggunaan bahan peledak.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . kontrak jual beli. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan.Kaia ults . berita acara serah terima brn. egt cl i et oveyor. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. kemajuan penambangan. pembukaan lahan. ketersediaan front penambangan. efisiensi pengolahan/ pemurnian. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. Meliputi pemeriksaan yang akan. . produksi dihasilkan. pengukuran tonase. an USAHA VI K E W A J I B A N I. tanah pucuk. midling. losses. pemberitahuan ekspor barang. penggunaan bahan bakar minyak. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. tailing. reagent. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar .Dokumen bukti terima barang. 551 . lokasi peggunaan. dokumen kontrak jual beli. delivery order. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. . tujuan penggunaan.Jumlah penggunaan .Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . eiinpoe. pos retribusi. flux. flow chart.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. .dnli-an ults a anli. certificate of wih. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. recovery.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. tanah penutup. harga penjualan dan lainli. b Pemeriksan pemakaian sendiri . diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu.lse dnli-an fse rss oss a anli.Dokumen invoice. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . certificate of analysis. bill of loading. penggunaan peralatan. 2 Perencanaan produksi penambangan . kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . 3 . Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . 3 Perencanaan produksi penambangan. dan lain-lain. by product dnli-an. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. syahbandar.

produksi dan tailing. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . 2 . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . masuk ke tempat penimbunan. ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. dalam angka (1) tersebut. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . 3 Pencatatan produksi pencucian/ . Purnomo Yusgiantoro D . pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. dalam angka (1) tersebut. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. 3 . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. b jumlah dan kualitas produksi yang . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. Kegiatan Penimbunan 1 . C . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. serta produk sampingan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. produksi utama dan tailing serta produk sampingan. dipindahkan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . m 3 . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. F Dokumen Penjualan Produksi . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. E . 2 . sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. 4 . Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . d jumlah dan kualitas produksi .

undangan yang berlaku. eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . B . Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. e Peralatan yang digunakan dalam . Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . I PENDAHULUAN a Prjnn . eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. daerah pembuangan ranjau. arus regional. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . dan lain sebagainya. hasil yang akan diperoleh. lokasi wilayah perizinan. I RENCANA KERJA A UMUM . 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. jalur kabel dan pipa. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. hak guna lahan. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . d Waktu dan lamanya kegiatan. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. auae. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . Kecamatan) maupun geografis (odnl. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . Luas. dan lain sebagainya. . penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. penyelidikan. iklim. topografi. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. vegetasi dan tataguna lahan. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . ieakn b . c . b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . 4 Oleh karena itu secara umum rencana .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . d . untuk mencapai tujuan tersebut. 1 Berdasarkan peraturan perundang. .

kegiatan pengumpulan data (di lapangan). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . potensial diri. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. RENCANA a . pembuatan sumur uji. penyelidikan geokimia. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. polarisasi terimbas. geologi dan lain sebagainya. seismik. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. well logging dan lian sebagainya). penginderaan jauh. sungai. grab. geomagnet. pemboran. parit-uji. gaya berat. seismik. chip atau channel . 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. . ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. sounding. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. dan jumlah contoh). hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). geokimian endapan sungai. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. rediometri. 2 . distribusi dan jumlahnya). geologi dan lain sebagainya. side scan sonar. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. Contoh seperti batuan atau pemineralan. 6 Skala peta yang digunakan. Sebutkan skala petanya. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. geokimia dan lain sebagainya). pengolahan data. dan penyusunan laporan. sumur-uji. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. geofisika seperti polarisasi terimbas. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. potensial diri. side scan sonar dan lain sebagainya. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. caranya seperti Bulk. gaya berat. gravity core. c . penyelidikan geofisika. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. pemboran). Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. b . 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. sounding. parit uji.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. geofisika. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. tanah. jenis. tanah dan batuan. tahanan jenis.

data geofisika. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . 2 Rencana metode analisis (AAS. sebagai dasar acuan eksplorasi. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. jenis. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. kedalaman. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. arah dan lain sebagainya. dan jumlahnya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . mineral berat dan besar btr ui. ) Kolorimetri. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. (sumur/pari uji. lokasi) dan jumlah contoh. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. format seperti di bawah ini. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . eksplorasi atau untuk evaluasi. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. sumur dan parit uji. ICP. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. c . KERJA DAN Pemboran. 5 Rencana analisis petrografi. 5 DAFTAR ACUAN . rencana cara pembuatannya. 3 RENCANA TENAGA . b Penulisan daftar acuan hendaknya . Pembuatan Shaft.pemboran. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . 4 RENCANA BIAYA . e . ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. PERALATAN a . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. sumur uji. ) mineragrafi. sumur-uji atau prtui ai-j. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. panjang. lokasi. . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. daya mineral. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . coring atau non coring). d Analisis laboraturium . (pemineralan). lingkungan dan aspek lain. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. data geokimia. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . 1. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. geologi. 6 LAMPIRAN : . jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy.

.... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ..... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1.. 5..... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan...... B ....... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2.............. ..Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .. Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.............................. kerapatan pengambilan Contoh........Thn .... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : .. SK ˆ Tgl....... ................................/au :...................... Status/tahapan 3...... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ................ ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ........... Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan........ dan lain sebagainya.. rwln ................................. ......... ........ : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ...... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6.........

studi kelayakan AMDAL**) 1 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Biaya 8 1 . P r l t n 7 eaaa 1 . K-3 Lingkungan 9 2 . Tenaga kerja 6 1. Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12.

9 . 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. 5 . Jt Rp. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. 4 1. chip.buah. geokimia.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .7. 0 1.lembar. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. dan 10).titik pengamatan.5. 2 . Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. ha .d.9. batuan peminrlnbjh. metoda atau sistem pemboran (angka 8). Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . b . eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan.hektar. tp .. 8 . Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. parit uji. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4.10 dan 11. penampang dan model goiia efsk. tanah. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). jenis (batuan. 6 . Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). 1 1. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. penampang bor. Peta geokimia Peta/bagan. 4 . bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. channel. bijih. 7 .6 dan 7).8. 2 1. Penampang geologi. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. 1. sumur uji. 3 1. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. 3 . tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i.9. pemboran Contoh batuan.

a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . A UMUM . ) hak guna lahan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. kuantitas dan kualitas endapan mineral. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. seperti kepemilikan. b . 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . 2 Aspek legalitas. dan informasi pendukung lina any. Luas daerah yang diselidiki. B . lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. d . II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . terutama informasi mengenai keterdapatan. 559 . Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). demografi dan kependudukan. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. kegiatan penyelidikan. 1 Ringkasan . kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. a . SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). waktu penyelidikan. maksud dan tujuan penyelidikan. c . pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. b . alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. tubuh utama laporan. cara pencapaiannya. (yang dilakukan). sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. sebaran.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan.

dan pembuatan laporan. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. sebaran. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. f g . Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. i . (oms. kegiatan pengumpulan data. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman .one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. vegetasi. Informasi mengenai iklim. e . . pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. mulai dari persiapan. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. geofisika.aa eet ltaa efsk. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. SLAR. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. . topografi. oo aei. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. an h .jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. termasuk analisis laboratorium. jenis. SAR dan lain sebagainya). tipe endapan. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. stratigrafi. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. termasuk kualifikasi/keahliannya. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut.

5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. catchment area. skala peta dasar juga harus dicantumkan. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan.uji coba penambangan. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. spur and ridge. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. Pemboran. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. sd sa snr sudn. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. sumur uji. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. tanah. onig aag uu. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman.psn srt ie cn oa. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. jenis batuan dan pemineralan. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. P esi. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. graviti dan lain sebagainya). batas wilayah (koordinat) dan luasnya. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). grab. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks.simk efsk ag iaa I.

Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. penyelidikan geokimia. cara preparasi Contoh. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. k Hasil penyelidikan . 2 dimensi atau 3 dmni.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. mulai dari pemetaan geologi. ubahan batuan di daerah penyelidikan. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. mineralogi. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. baik geofisika. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. struktur. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . dengan cara statistik. mineragrafi. dot dan lain sebagainya). menggunakan komputer atau manual. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B).

ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. jumlah lapisan. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. jurus dan kemiringan tubuh bijih. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. foto.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. () Pemboran. lebar anomali dan lain sebagainya. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . tu pemboran. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. bentuknya dan ukurannya. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. 13-4726-1998). kedalaman tubuh anomali. sumur-uji. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. parit-uji harus dilampirkan. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. sebaran atau kemenerusannya (continuity). dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. sumur-uji. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor.smrui prtui ai ebrn uu-j. tabel. kemenerusan. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. uu-j. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. ai-j. ketebalan tanah penutup. arah anomali. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). sumur-uji.

ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. Pemboran. 1. Penyelidikan Lapangan 3.2.3. dan penerbit. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. perusahaan dan instansi pelapor.3. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . Pelaksana 2 GEOLOGI .7. daftar gambar. sumur-uji. Latar Belakang 1. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. tempat pemuatan artikel (majalah). 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. tahun. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . Penyelidikan Geokimia 3. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.2. dan tahun pelaporan. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding.1. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. Keadaan Lingkungan 1.. halaman urut dengan angka Romawi.1. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . daftar tabel.. D . a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium .. igaa. nlss iia 34 Pengolahan Data .2. 3.3.1.4.. Pemetaan Geologi 3.2. dan daftar lampiran. komoditas dan daerah yang diselidiki. Penyelidikan Geofisika 3. tubuh utama laporan. foto. judul.6.2. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. Metoda dan Peralatan 1. penyusun laporan. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . atr isi.. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa.dnli atr aprn pt. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 .5. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu.2.1. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. Waktu 1. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. daftar acuan. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.4. C .2. daftar foto. dan lampiran.. 21 Geologi Umum . -. 3. daftar atau tabel... eyldkn an hdoelg. Maksud dan Tujuan 1. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk ..

ekma iea brt rl ea.4. 4.. Geologi 4.mn . DAFTAR ACUAN 5. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. 3. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pemineralan 4..2. K-3 dan lain sebagainya.Pengolahan data Geologi (permukaan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . KESIMPULAN DAN SARAN 4. Geokimia 43 Goiia . pemboran.6. efsk 4.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. 4 HASIL PENYELIDIKAN .1. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4. Pemboran 4. eglhn aa efsk.1.5. Hidrogeologi.4..7.

3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . Kontrak Karya (KK). a Ltlg .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. jumlah dan . Fauna. Jumlah. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . miniable. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. 2 Maksud dan Tujuan . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . marketable. 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. cut off grade. kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . Iklim. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis.jma. FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Keadaan Flora. Penduduk. Pertambangan (KP). (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. a Tahapan Pengolahan . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. Mata Pencaharian Penduduk. c Recovery Pengolahan . . jumlah . c Cadangan . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . Kualitas Hasil . b Bagan Alir .kpsts . tutr c Geoteknik . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . a Bentuk dan Penyebaran . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . 2 Keadaan Endapan . 4 Pelaksana Studi . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . 5 Jadwal Waktu Studi . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. kualitas. iooi b srku . 2 Prltn(ei. Pengolahan dan Tailing A . Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . Tambang 6. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana .

a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . a anli) b Modal Kerja . pegangkutan dnli-an.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. c Sumber Dana . b Prltn . skala 1 : 10.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . borongan . b Penyebaran bahan galian . (BEP) . e Perhitungan “Break Even Point” . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. dnli-an. eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . 2 ProspekPemasaran . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. b Pengelolaan lingkungan . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . c Pemantauan Lingkungan . skala . BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. yang memuat : a Kontur topografi . skala minimum 1 : 2. minimum 1 : 2. miniable”. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan .000. a Biaya Produksi (termasuk biaya . 567 . BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. b Luar Negeri . a Organisasi . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. pengolahan. BAB VIII : LINGKUNGAN. sekitarnya. : 10. 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . . a Dalam Negeri . pengolahan dan sarana penunjang). pengolahan dan sarana penunjang). Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). 4 Sistem Kerja (kontrak. nets a Modal Tetap . d Perhitungan “Discounted Cash .

peta. “stock pile”. pengangkutan. 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. Laporan Triwulan. 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . Peta pengelolaan lingkungan. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . bagan alir dan sebagainya. pengelolaan lingkungan hidup. statistik produksi. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . asing jika diperlukan) . dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. . 3 Kaia . . minimal skala 1 : 2. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . Perkampungan. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . pencucian. pengolahan/pemurnian. gambar 3 dimensi. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . penyelesaian masalah. pelatihan.0000. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. reklamasi. II Laporan Tahunan Eksploitasi I. b Kegiatan non teknis antara lain . yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . h Rencana kegiatan K-3 . bahan galian dan waste . statistik kecelakaan dnli-an a anli. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . penampang. tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . tailing dan mineral . petalokasi kegiatan. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . 2 Perizinan . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . K-3 pertambangan. ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . h Dan sebagainya . a Jumlah. lokasi . pemasaran. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . pencucian dan pengolahan. d Batas wilayah eksploitasi . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . g Indeks peta rencana pertambangan . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. Lokasi timbunan waste. ketenagakerjaan. tambahan penambangan. Laporan tersebut mencakup. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . e Jalan. 2 Hasil Eksplorasi . ditambang c Rencana dan target produksi serta . direklamasi per tahun c Jalan tambang . penjualan. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. . . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. sketsa. d Lokasi timbunan waste. B .

manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. pengolahan/ . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. oai a us arh ag ea ikpots. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). utama dan sampingan b Jumlah. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . tambang. kadar dan penanganan . 4 Stock Akhir . 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. V . 3 Lokasi Penimbunan . pengolahan/ . 2 Jenis. Pengangkutan dan Pengolahan. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . Cadangan 2. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. nls. training. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. 3. 5 Rencana penambangan. pengolahan/pemurnian/ . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. Kadar Jumlah. statistik kecelakaan tambang. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . 2 Jumlah dan Tujuan . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . Harga Produk . yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . a Jumlah dan kualitas produk . berakhirnya KP/KK/PKP2B. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. 3 Pelaksanaan reklamasi. pengelolaan dan . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi .

5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . peta geologi. galian berkadar “marginal”. 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 9 li-an . 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. peta rona akhir tambang. dengan akhir tambang. obyek kerja yang berbahaya. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan.

m.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . m. 5 . kualitas 3 ton.Hasil olahan c .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi . a .Hasil olahan c . c .Produksi siap jual . LAPORAN . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . c . b . Lokasi Pengolahan . a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO.Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . Lokasi Pengolahan . 4 . m. c . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . d Sisa cadangan . 6 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . a . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . b . c Cadangan terambil . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .

kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . c . b . 3 ton. m. kualitas 3 ton. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . a . b Cadangan rekonsiliasi . b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi pengolahan . 5 . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Hasil olahan c . 6 . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . kualitas BULAN KE NO. c .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi siap jual . a . m. c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . Lokasi Pengolahan . 4 . PENAMBANGAN Produksi . d Sisa cadangan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . a .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.

Produksi untuk diolah . 6 . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . STOCK AWAL Lokasi Tambang . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . m. PENAMBANGAN Produksi . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . d Sisa cadangan . 4 . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I.Hasil olahan c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. b .Produksi untuk diolah . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . 5 . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . kualitas BULAN KE NO. c Cadangan terambil .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . m. Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . b Cadangan rekonsiliasi .Hasil olahan c . m. c .

a .Produksi siap jual . b Cadangan rekonsiliasi . 5 . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . b . d Sisa cadangan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 4 . a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . : : : : : : : 3 ton. m.Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . kualitas BULAN KE NO. LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . PENAMBANGAN Produksi . c . 6 . c . a . Lokasi Pengolahan . b .Produksi siap jual . m. c .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. m.Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b .

Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi siap jual . d Sisa cadangan . Lokasi Pengolahan . c Cadangan terambil . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . k a i a ults 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . Lokasi pengolahan . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . 5 . m. a .Produksi untuk diolah . 3 ton. b .Produksi untuk diolah . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . c . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . kualitas 3 ton. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Produksi siap jual . 6 .Produksi untuk diolah . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Hasil olahan c . m. c . c . PENAMBANGAN Produksi .Hasil olahan c .Produksi siap jual . 4 . b Cadangan rekonsiliasi . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .

Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . 5 . m.Produksi untuk diolah . a . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . m. Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . 4 . b . Lokasi Tambang . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. c Cadangan terambil .Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . kualitas 3 ton.Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi pengolahan . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. b . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . NO. c . PENAMBANGAN Produksi . b Cadangan rekonsiliasi . c .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. td t.Produksi untuk diolah . a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . a . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . k a i a ults 3 ton. d Sisa cadangan . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m.Produksi siap jual .

............................. KPL TKI PRABNA................................................ KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :.. oo rt eeaan ................. aamn ejd a ea-ea eeaan ......................................................................................................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ................................... .......................................................................................................jm:..................................................... eeaan ejd.................................................. ............... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag................................................................. Bga/eatmn:....... a ...... ................................................ aga eeaan ......... eeja ....................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga .......................................... I I IA hf ............ Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag............................ ekra aa ia aa eej ebl .. .................. ............................... 6 Tma Kclka :......... ................................... . aa euaan .................................................... ......... ei eai 4 Pkran :................................... ...................................................... ..ˆ WB ˆ WT ˆ WT............... 5 Tnglkclka :............Sit:....................... ................... aa obn ag eaa ......................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ................................................................................................................. 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan .......................................................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag........... atas ˆ Tangan bag.................. ....................................................... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .............................................................. ............................................................................................. bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 . ...............................Lampiran XIII............................. as eeaan ....................................................... ainDpree .........................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl.......................................................................................... ................................................................ 3 Nm kra yn clk :............................. ............................................................. ept eeaan ....................... aa eej ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ........................ EAA ENK ETMAGN...... Lm Bkra :........................ 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:........................... Uu :.... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl......... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :.................................................... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :.......................................... Jenis Usaha ˆ : Tambang...................... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ............................................... ........................................................................................ 8 Skikclka :................................................................. .................................................................

... ii . bjh .m . ii . . g 578 .. nomor. ii . .00 . g .m .. ... g . ..m .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (..k .....m . ... . bjh .k .. bjh . ........... . ...k .... ii .k . . .m . .... .. g Jumlah . . negara penjual.k . .. ii .m .k . g . . ii . ... .k . . g ...bjh . .... g . g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah .. .. .. ..m . . . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw.. g .k . .. .. ii .. ..k . . . .. .. . . .. ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .. .... ii .k .. g . . .. g ........ . . .k . g . ..... ....k ..k .. ... ... g .k .m ....k . .. . . .k . .. . .k . ii ... . ii ...bjh .. . .... .. g . g . .. .m . . ii .. ...m .. ii .k . ...... .. . .. .... . g ...k . . bjh ..... g ...k .bjh ... ........ . ii .. ..... g ..... . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el. g .k .m .. . .. .... . ..k . ... g .. bjh . . .m .m . .. .. ii .. ii . . ii .....m ..... ii . . .. . . . g .. . ... . bjh . .k . .k . ... .. g ....bjh ... .. g .k . g .. g .... Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is ....m .. ukuran jenis detonator dan Dinamit... . . g .. g .k ... g . bjh ....k ... ii ... .. .... .... ...k ..... ..... . g .....k . . D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. .. .. g ....... bjh .....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ... . ... .k . ..... bjh Jumlah . .. .. .. ....k .. ... bjh ... . .. .. .. ...k . . g Dinamit ..k . . . g . ... ii . .bjh ...m . g . . ii . g ..k .. g ....... g . ii ....k .k ... .... . ii ...... .. .. .k . ...... g .. . .... . . . ... . ....m . ..... . . . . ..k .. . g ... .....m . . bjh .... ..... g .. . bjh ..m ...bjh .... ii ..k .k . g ... .. g .m . ... . . g . .m .m . ...... ..k .k . .. . .Lampiran XIII. ..k ... .. .. .k . ... . . g ..m .. bjh . g .. . ... .m .. . .. . .. bjh .) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL .....k . ..... .k . . bjh .. . . .. ....... . . . .k . .. .... g . g . .bjh . . . . . ..... . ..k ....bjh ... ... g . ..... bjh .. . .. .. g .. ... ......

. . .. . . . .. . .... ... . AA SH ABN .. . .Lampiran XIII. ..... . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No.. Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. terangkan tanggal keluarnya. . . . .... . ... 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit.. Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . . .. P D U A AT M A G.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. ..

Lampiran XIII.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ..... PENGAM AT DAN T......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..... Kepala Teknik Tambang (... ...........U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No.... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu........ Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor..... Pembuat.

....... .000.000 jam kerja F..........000...000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...R 2) PER BULAN KUMULATIF (......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .Lampiran XIII. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F.........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F. Kepala Teknik Tambang 581 .......R adalah kumulatif frequency rate per 1....000 JAM KERJA TAHUN 20.. TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..000...

...Lampiran XIII....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 . Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp.... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat............ PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No..... Kepala Teknik Tambang (......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..... ..........

.....000..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..Lampiran XIII..... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S.R adalah kumulatif frequency rate per 1.000.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S...000 JAM KERJA TAHUN 20..000 jam kerja S... I..........R3) PER BULAN KUMULATIF (....000.. ......R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..... Kepala Teknik Tambang 583 .........000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..

Jari.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Jari Kaki.Lampiran XIII. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. 1. Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia .

........... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.......................................................... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ................................................................... .................... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ..................................................................................................................................... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ............. : (uraikan secara singkat kasus dan jelas............................... ..............................................Lampiran XIII....................................................................................... .. 3 AKIBAT KASUS ........................................................... ....................... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I........... ........................................................................ ......................... termasuk foto-foto terjadinya kasus) .....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) ............ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ................. 2 PENYEBAB KASUS ............................................................... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .............................................. td t........ Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ....... penyebab kasus) .................................................................. KTT/Penanggung Jawab Lapangan ..............

ei dan jumlah tanaman.1.Pengolahan dan pemurnian .Tingkat erosi .Stabilitas lereng (tambang. .jma. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. penutup. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.db.000 .Peta pengelolaan skala 1 : 10.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . kebisingan dan gtrn eaa.Kualitas air. meliputi : .Penambangan . ˆ Penanganan hasil penebasan.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. pemelhra. daerah penimbunan. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. pengamanan.000 . c Penambangan . tanggul/dan kolam pengendap) . P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .lks. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .Penebasan dan penyiapan lahan . lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 . tanah dan udara . d Pengolahan dan Pemurnian .Peta pengelolaan skala 1 : 1. ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a.Pengupasan/penimbunan tanah penutup . LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.Lampiran XIII. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an . us ra.Rencana pelaksanaan pengelolaan .Revegetasi -Li-an anli BAB IV.

udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . d Pemantauan kebersihan penghijauan .Lampiran XIII. tanggul. . timbunan dan lain-lain. c Pemantauan lereng. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. contoh air. e Pemantauan flora dan fauna . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . b Biaya pelaksanaan pemantauan . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. daerah .

Ha Ha Semester ini 9 . c Pelabuhan . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . 6 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . b Lus Project Area ***) . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . 3 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. Reklamasi a Penghijauan .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 5 . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. 4 . 2 .Lampiran XIII. b Di Luar Bekas Tambang . 8 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . b Emplasemen . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian .

c Pembibitan (bibit baru) ..N..... Pemanfaatan lain. A. Pohon/Ha. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru . Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t..Lampiran XIII....... perkantoran.... pabrik. penampungan air...e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air . ........ Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. Pohon/Ha. Pohon/Ha.. Pimpinan Perusahaan .. Pohon/Ha...... misalnya untuk perumahan. tempat rekreasi dll... . Pohon/Ha.. h Li-an . Pohon/Ha...a. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada)..... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . b Penyulaman . * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang ..

... TDK.........................s..... 2................ 2.......... V.... .dt...s.. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ..dt.dt.......... ..... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO..................... 1..... ... ....................... .s........... .. 1..... T. I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P.. TIUA/AU .....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII................Lampiran XIII. V V .. 2... 2............. ... 1...s......... ......... .......................... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ... 1........ 2..dt. ............ MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN .......................... I I I ....... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1........... II TEKNISI I......... RWLNTHN ... 2......s.. I.....................dt. ........... ......USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 .............. 1........s.....dt....

...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .........D........ RWLNTHN ............... THPKGAA ..............Lampiran XIII............. LAPORAN TENAGA KERJA ASING P .................. T .. JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S........ AA EITN ............................. 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ............................ NO............ TIUA/AU ....

f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .Lampiran XIII. PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.

............................ NO......Lampiran XIII.............. LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I............. AU ..................... THN.. T ........................................................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 .........

....Lampiran XIII..... b .. RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P.. T...... c . JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ..... 1 Bongkar a ...... 3 Angkut a .. 2 Muat a ...... b . 4 Pengolahan a ........... b ........... c .. AU ........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ...... b ................... 5 Laboratorium a . RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ..... b . 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET............ c ... THN.. c . c ....

b . c . b .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . 2 Pelumas a . b . c . c . 7 Survey a . 3 Bahan Kimia a . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a .Lampiran XIII. c . 8 Perbengkelan a . 9 Klsrkn eitia a . b . b . b . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 .

...................Lampiran XIII............... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO.....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ................ ... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ........ TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ../2 ..pmgn K/KPPB ... 0 .......(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .................................................

.. b Piutang ..... Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan . 2 Pasiva Tidak Lancar .. c Hutang Pajak ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. b Cadangan ...... b Hutang Usaha .. c Laba (Rugi) tahun berjalan ...... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor . e 1 eebr ... d biaya yang masih harus dibayar . NERACA P ... a Hutang Bank .. b Biaya yang ditangguhkan .... e Kewajiban jangka pendek lainnya ..... d Biaya dibayar di muka.Lampiran XIII. e Aktiva Lancar Lainnya . c Aktiva tak berujud . Uang muka pembelian .. Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 .. Pr3 Dsme . a Kewajiban Jangka Panjang . d Aktiva lainnya .. T .. Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : .. b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar .. a Kas & Bank .. c Persediaan .

... c Keuntungan (Kerugian) Kurs . PROYEKSI LABA RUGI P ....... Penjualan & Umum . 5 . b Penyesuaian Masa Lalu ........... .Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi . d Laba/Rugi Tahun Berjalan ........... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ....... c Deviden . Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga . b Administrasi...Lampiran XIII..... Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ... THN............... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi ........ b Beban Bunga ....... 6 .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII........ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t....... d Lain-lain ....Awal Akhir Produksi (+) . b Persediaan . T . AU..