Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

c . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . 2 . 2 . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . 2 . Perubahan Pemegang Saham 9 a . Pendapatan & Biaya 2 . d Paspor dan Visa TKA . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . d r-kpr i eeso. b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . e Laporan kegiatan akhir . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . 2 . b . 3 . c . 3 . 3 . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . 2 . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . negeri dengan pemakai 2 . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . b . b . . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . b Surat Keterangan status perusahaan . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . ekonomis lagi 3 . b Daftar barang/peralatan yang akan . b Laporan kegiatan . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . d Struktur organisasi perusahaan . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan investasi . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . Perusahaan c Akte Perubahan . 1 . c Daftar kebutuhan barang modal . d Barang modal tahun sebelumnya yang . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Depnaker c Kualifikasi TKA . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham .

b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . 3 . b Desain pelabuhan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. pinjam pakai sementara 3 . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . 3 . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . b Rencana pengoperasian pelabuhan . d Keterangan lokasi kegiatan . 3 . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan .

DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . 471 . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . DESDM. 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . PEMOHON Keterangan : 1 . 2 . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . 5 6 DESDM PROPINSI I I . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I.. BUPATI/WALIKOTA 3a . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . setelah Surat . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . 2 Gubernur memproses permohonan. PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan .

Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . dan DESDM. DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . BKMD 3b . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. td t. GUBERNUR 3a ..Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur .

... ....... 1 PERMOHONAN .... ... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ........ : . Komisaris dan .............. Pengolahan/Pemurnian....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ........ : 4 Susunan Direksi.............. Eksploitasi.................................... Eksplorasi...... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum.. Pemohon : 1 Nama Pemohon .................. Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ...... ..... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan ...........P ... ies No 1 2 3 4 5 b ..W.......... 2 Jabatan/Pekerjaan ....... .......... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) .... Faksimili : 3 N..... Pemegang Saham B ................................... a Drki ................. Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 .P............... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ..... d i . Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ... .. : ..

................ . Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) . ............ 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .................... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) .......................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ..... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep... : Rp. (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) .. 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan ........ (.......................................... td t Materai Rp.....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ........ : ..... .................................. ................. 3 *) pemohon KP Ekspoitasi.................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak....................................................... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri......... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum....... : ..... ....................... .......... 2 # coret yang tidak perlu.. a Jumlah Net Aset ....... ............ ... Eksplorasi dan Eksploitasi)............ apabila ternyata keterangan tidak benar..... Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang .................. ..... 6....................... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ....................................000 ........ b Jumlah utang ........... (......) ........ ......... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ...... ............... 6 Laporan studi kelayakan *)**) ..... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ................ ................. Demikian permohonan ini kami ajukan..........) ............ perubahan Akte terakhir : .............. 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ...................... ... Pengesahan Dep................................... C ......................................... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ................. : Rp....... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ................................ 2 . ............. (nama pemohon) Tembusan : 1 .....

.. . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ................. 2 *) Coret yag tidak perlu ..... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)............................. 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ..... Jabatan dalam perusahaan :.... .. ....................... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ................... 6 Laporan studi kelayakan ***) ............ 6000 ..................................... ........ ......................... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak.... kami ucapkan terima kasih .... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) .... ........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ........ td t Materai Rp.. 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi .......... ............. ......... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ......... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ............................. Alamat perusahaan :......... 2 ......................... dengan ini....................................... D i ........................ .............. (nama pemohon) Tembusan : 1 .......... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .... ......... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap.... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan...... Nama Pemohon :...................... 4 Rencana Kerja dan Biaya............................... Nama Perusahaan :...... .

... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .......... dengan ini...... .................... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri .. #) Yang bertanda tangan di bawah ini.... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)........................ Eksplorasi dan Eksploitasi.... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan............ .. ......... 5 ****) Penyelidikan Umum...... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .............. Rencana Kerja dan Biaya.............. 6000 ................. 2 *) Coret yag tidak perlu ......... 2 ................................... .................... . 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ......... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***).... .... ....... ........... 2 Laporan Kegiatan....................... Alamat perusahaan :.. td t Materai Rp............. Nama Perusahaan :... ............. .................. ..... Atas perhatian dan persetujuan Bapak. ...................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .......... (nama pemohon) Tembusan : 1 . 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **).. 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)................................. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .................... Nama Pemohon :......... Jabatan dalam perusahaan :................... kami ucapkan terima kasih . ..................... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap.......... .................... D i .... .................... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ......

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

.................................. ......... : . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ............ : .... ............................ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ................ : ........ a Susunan Direksi........................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) .......... : .............................................................................................................................................. : ...... 4 Susunan Direksi........................................... : ........ Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ............ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ........ ........ ..... : ........ : ............................................................................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili .......................... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ......................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ...................................................................................................................... ........... ..................... B ............... ............... ............ ........................ *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A .. : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ......................................... D i ............................................................... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .................................................. Komisaris dan Pemegang Saham : . .............

..... (2) Jumlah Utang : ................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ............... Pengesahan Dep.. () Jumlah Utang 2 : .................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ........................ : ......................... () Jumlah Net Aset 1 : ............................................. ................ b Perusahaan Nasional ........... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal .................. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ....... Nama Jabatan Susunan Direksi....................................................................... () Penghasilan Bersih 3 : ........ ...................... () Jumlah Net Aset 1 : .......................................... Kehakiman b Nomor dan tanggal ............................................................. Perubahan akte terakhir : : : : : ............................................................... ... ........ Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing .. 6 .................... () Penghasilan Bersih 3 : ..............

........................................... Tanda Terima SPT Tahun terakhir................. 6 . 6......... Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan.... ... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ....... 2 # coret yang tidak perlu ....................... 2 ....... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ................ Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .................000.............. 4 ..... (nama pemohon) Tembusan : 1 ... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar... 3 .... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ....... ....... Lampiran permohonan 1 .............. .....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk..- . td t Materai Rp...................... 5 ... . 2 . .

.tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ....... 6.............. ...........000..... kami ucapkan terima kasih............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ............ Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum .. . Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum.................. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : ..... Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.............. Pemohon Materai Rp.. ... Atas perhatian Bapak.. Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ....... D i .......

.... jumlah........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............... 6 Keterangan lain ) : ................. d PERALATAN .............. 4 Referensi Bank ) : ............ Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ................................. status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ................... : ...................................... : .................................................................................. b ......................... : . ................................................... kondisi.. SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a ... Daftar peralatan utama yang dipunyai............. : ........................... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : . Daftar Personalia : ................................................... : .............................................. 5 Akte Pendirian ) : .... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : .................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ..................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 .......................................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ............................... jenis/macam peralatan.... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : .................................................................... Daftar tenaga ahli : ......................... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ............................ 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ......

bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ........ ..... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja............. ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ..... ) 4 Keuangan.. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini ..... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 . (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . ) 2 Kegiatan Teknis....... b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya . .Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya.. brau elk.... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik). Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. ) 6 Keselamatan kerja. ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ....... nsoa... 2 ...

.............................. Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .. Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl.... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth....... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ........... kami ucapkan terima kasih.... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.............. D i .............. dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ...... .......................... Atas perhatian Bapak. ............ aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum..... ... Gubernur/Bupati/Walikota .....

....................................... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas.................................................. dengan menyebutkan jenis/macam peralatan................... : ........................................................ : ...................................................................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ........ kondisi............................. : ............................................................... : ................................ : .. : ................ Daftar tenaga ahli : ......................... : ... d PERALATAN ............. : ............................................. PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b .......................... : ......................................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ............. : ........................................... dengan alamatnya Daftar Personalia : .. PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ...... : ..... : .......... jumlah. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ............................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ............................ l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ...................................... PERUSAHAAN : .. Daftar pimpinan umum perusahaan : ...............

.. ) 4 Keuangan... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.... ) 6 Keselamatan kerja....... Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ........... c .. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 . Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.......................... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).. ) 2 Kegiatan Teknis.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 2 .............. Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii... (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ........ ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ......... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk...... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya.. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja....... ..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja. esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a .............................. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup......... b ........

Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . D DAFTAR . lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Berisi judul Bab. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Berisi nomor tabel.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Sub Bab. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . dampak penting yang mungkin tmu. 489 .ar htndnli-an ain i. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis.. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.

agt ej et wl ej. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. pss gorfs... yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. lingkungan hidup.. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II.. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . BAB III. hidup awal. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . c Memprakirakan dampak dan meng. alam/binaan. operasi sampai dengan pasca operasi. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . antara lain . antara lain : . Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . . ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . a Nama dan lokasi proyek (Kampung. c Kapasitas produksi . dan sarana lain..3. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. e Debit dan sumber air yang diperlukan . l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . kabupaten. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. sumberdaya alami lainnya.. kecamatan. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . 2. desa. naa an a Tahap persiapan. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. propinsi. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs.

c . Kabupaten. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. f g .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar... c Btsssa. d . diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. e . Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak.. terkait dengan . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . b .000 sampai 1 : 100. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. adalah berupa ruang . dl. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. operasi dan pasca operasi. b Batas ekonologi. transmigrasi.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV.tratdna ksta. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. eitn d Batas Administrasi. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. ekonomi. . di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang.. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data . Kecamatan. antara . pertanian. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . naa an a . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. yaitu ruang dimana . Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25.. batas administrasi pemerintah (Desa. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan.

antara lain : Gaji/upah. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. trat eki. 5. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). pengumpulan data sekunder. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. biaya peralatan. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. biologi. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . c Studi literatur yang erat kaitannya . analisis data. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting .. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. tujuan dan ruang lingkup studi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi .. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak.2. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. l BAB V. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. dengan rencana kegiatan. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. biaya analisis laboratorium. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . b Laporan penelitian/studi tentang . mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. Mekanika.. 056 Tahun 1994. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. biaya survei lapangan. Kep.3. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . penyusunan pembahasan. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik.

Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Berisi judul Bab. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . skema. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . bangunan berwawasan lingkungan. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. Peta lokasi. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. I I . l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. Sub Bab. Memuat alasan. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. dampak penting yang mungkin tmu. Menteri Pertambangan dan Energi. air. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis.. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. l B DAFTAR ISI . l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. tabel dan foto C .

terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. operasi sampai dengan psaoeai ac prs.1. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. c Memprakirakan dampak dan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. fisik-kimia. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . b Sebagai wahana untuk memberi . suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. yaitu ruang dimana . operasi. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . hidup awal. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. metoda pengumpulan dan analisis data. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum.. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. operasi dan psaoeai ac prs. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum.. konstruksi. 2. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 .

Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. sosial budaya. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . c Batas sosial. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. biologi. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. 495 . 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. sosial ekonomi. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. b Pada pengumpulan data lingkungan . adalah berupa ruang . adalah ruang di sekitar . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . . atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . adalah ruang . pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.. b Data komponen kegiatan yang . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif.000 sampai 1 : 100. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. berupa uraian tentang metode pengamatan. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya.. b Data sekunder . dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. c Pengumpulan data untuk demografi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi.

pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. Susunan tim penyusunan Andal. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. b Perbandingan dampak penting . Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . matriks dan daftar isian (hc ls) cek it.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. 3. 3 Tim biologi . dermaga dan lain sebagainya). Untuk memprakirakan dampak penting. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik.6. 3. (dilengkapi peta dengan skala memadai). tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. 056 Tahun 1994. b Identitas penyusunan Andal . memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan)..4..2. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . hutan dnli-an. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . 3.5.3. 2 Tim geofisik-kimia . hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . hendaknya menggunakan metode bagan alir. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. gunung. 3. 4 Tim sosial dan kesehatan . DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . Kep. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. 3. jalan kereta api. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. BAB III.

misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. uraikan jenis alat. cadangan terkira dan cadangan terduga. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. 1 Tahap Persiapan . apakah tambang terbuka.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 .. gudang bahan kimia dan mekanik. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. l l l l l 38 . 1 Tahap Persiapan . a Pertambangan Batubara . Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan.. 3. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.10. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . tenaga listrik. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara.. l l l l l 39 . tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. laboratorium dan lain-lain. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara.

penguranan kadar air. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. gambar aa ft. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. c . Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. pemekatan. perlu mendapat perhatian khusus. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. penggilingan. peledakan. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie.uaknjnsaa. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. seperti stala lnk. ekonomis maupun budaya.pnnglnakooi. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. 498 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. Uraian secara singkap rona b .

a Iklim dan kualitas udara . intensiatas radiasi mataair. H2S. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. gempa bumi. 3 Tingkat kestabilan tanah . nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . ekologis maupun nilai estetikanya. yaitu gerakan tanah. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. minimum.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. suhu (maksimum. an b Hidrologi dan Kualitas Air . Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. curah hujan. SO2. 4 Keunikan. kimia dan fisika tanah. CO2. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . NOx. struktur geologi. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. CO. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. rata-rata). 2 Jenis tanah.. seperti porositas. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. keadaan angin (arah dan kecepatan). keistimewaan dan . bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. jumlah hari hujan. kelembaban. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. zat pencemar (debu. dl. lahan. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. karakteristik .

eitn 3 Kemungkinan adanya . Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. b Fauna darat/perairan . 2 Perikehidupan hewan-hewan . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. wilayah. karang. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. migrasi. ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. 1 Penjelasan tentang vegetasi..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . hutan mangrove dan li-an. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. anli) 5 Uraian vegetasi dan . Lahan dan Tanah . 1 Perkiraan penyebaran. pola . rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . rencana tata ruang. . burung. reptil. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. 1 Inventarisasi tataguna lahan . dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. meliputi : 1 Pola pasang surut. . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. arus. tp dnjnsjnsvgts. 2 Rencana pengembangan . a Flora darat/perairan . gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . 4 Inventarisasi nilai estetika . cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). e Tata Ruang. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . yang dianggap penting yaitu habitat. 3 Perkiraan penyebaran dan . 42 Biologi . 3 Kualitas air laut dan . Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut.

ekonomi dan . atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. c . Identifikasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. jenis kelamin. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . pendidikan dan agama. maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. 4 Hewan-hewan lain yang . meliputi : a Kependudukan (demografi). Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. mata pencaharian. bila data dan informasi faktual tidak ada. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. 43 Sosial (demografi. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis.. 501 . operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . konstruksi. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

l 22 Data Teknis Proyek . Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 .. antara li : an 2. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas.. Uraikan secara sistematis. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya.1. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa.. b Membuat semua saran tindak yang . 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. a Membuat uraian secara jelas dan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi.yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan.. l l l b Identitas Penyusun Andal . 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting .. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa.

Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. sosial ekonomi.. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. sedimentasi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. kemudahan. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek .. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . ekonomi dan sosial budaya. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk .1. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. l Erosi. dsb. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . l Pembukaan lahan. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan.3. l iklim. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia .

mencakup : b Biologi . sketsa. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. etr an b Pengembangan dampak positif agar . kntus. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan .8. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. osrki s) 4. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. antara lain.3. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 .. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali.7. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.5. rancangan rinci rekayasa. 4.db. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan .. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis.

. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. yaitu : l topografi. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). fungsi. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. l lokasi pengelolaan dampak. BAB V. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. 2 . l kondisi prasarana dan sarana umum. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. majalah. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. l kondisi kehidupan masyarakat. egsr l spesies langka (flora dan fauna). personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. 5.4. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. jelas.2. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. atr li : naa an 1 . Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . l calon lokasi kegiatan. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan..

atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1.2. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . antara . C DAFTAR TABEL .. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi nomor gambar. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. Berisi Judul Bab. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. BAB I. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. Berisi nomor lampiran. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. antara lain : .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . Berisi nomor tabel. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. B DAFTAR ISI . baik secara regional maupun nasional. 27 Tahun 1999. us BAB II. l a Kepentingan Pemrakarsa. D DAFTAR GAMBAR . E DAFTAR LAMPIRAN . l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa.3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. identitas. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . Kepentingan pembangunan umum.

33 Tolok Ukur Dampak . misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. ults i l geologi. d Penyusun RPL . Bengkel. Kecamatan. c Penanggung jawab Kegiatan . Gudang... l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. at l kaia uaa kaia ar ults dr. jumlah cadangan. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. tata ruang. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. tolok ukur dampak. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). Pelabuhan/Dermaga.. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . lengkap . Gudang Bahan Peledak. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. Jalan. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Kabupaten. Perumahan. sistem penambangan dan umur tambang. operasi dan pasca oeai yiu: prs. diberikan dalam Andal BAB III.. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . kualitas bahan galian. b Memuat semua saran tindak yang . Tempat Penimbunan. a Memuat uraian secara jelas.. a Nama dan lokasi kegiatan . 22 Data Teknis Proyek . Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . b Lahan untuk sarana dan prasarana . lapisan yang akan ditambang. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. sumber dampak. .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. metode pemantauan. (Kantor. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. lokasi dan periode pemantauannya. uraikan mengenai keadaan lapisan. Instalasi Pengolahan. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya.

43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . 37 Periode Pemantauan . c Observasi .. 3. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan.. meliputi ifrai jnsaa. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Tata Kerja. lokasi dan interval waktu. pengalaman dan lain sebagainya. 23 Tahun 1997.. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . antara li : an a Pengukuran . b Wawancara . Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola.. aa kerja. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan.tnkt noms. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data.2.5. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal..tp aa. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No.

Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. dalam Bidang Pertambangan dan Energi).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Men.. Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. 2 .

Fauna Darat 3. Kesempatan Kerja 2. Migrasi Penduduk 4. Penambangan batubara/bijih 5. 1. Kebisingan 4. Penanganan tenaga kerja 513 . Aktivitas Ekonomi 3. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Pemuatan dan pengangkutan 12.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Iklim 2. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Kualitas Udara 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Pemindahan tanah penutup 10. Penambangan batubara/bijih 11. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Ruang. Flora 2. Reklamasi 15. MISALNYA : C. 1. Kualitas air 5. Pengolahan batubara/bijih 13. 1. Penanganan tenaga kerja 7. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Hidrologi 6. Penambangan batubara/bijih 6. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pemindahan tanah penutup 2. Penimbunan batubara/bijih 14. Penambangan batubara/bijih 3. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA.

Migrasi Penduduk 4. 1. Penimbunan batubara/bijih 14. Kualitas air 5. Aktivitas Ekonomi 3. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Pemindahan tanah penutup 2. MISALNYA : C. Ruang. Flora 2. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. 1. Penambangan batubara/bijih 6. Kualitas Udara 3. Hidrologi 6. Biota Air ASPEK BIOLOGI. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Pemuatan dan pengangkutan 12. Penanganan tenaga kerja 514 . MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Fauna Darat 3. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Pemindahan tanah penutup 10.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penanganan tenaga kerja 7. Kebisingan 4. Iklim 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4. 1. Penambangan batubara/bijih 3. Kesempatan Kerja 2. Pengolahan batubara/bijih 13. Penambangan batubara/bijih 11. Penambangan batubara/bijih 5. Reklamasi 15. Pembangunan instalasi pengolahan 8.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

5 .000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . Dan atau ≥ 100 Ha.000 ton/th (ROM) ≥ 600. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . 1 . 4 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No.000 ton/th (ROM) ≥ 1.200.000 Ha.200.000. termasuk ) pengolahan. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5. Semua besaran 3 . termasuk pengolahan.

..... b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .. e . eitn an 22 Lahan ...... .... I I . a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor . UPL a Nama Perusahaan . 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.... a ....m/a) ryk ... .. b .. .. .. . eaaa . .. : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ....... .... rpni ..dl tasirs............. Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 . T h n .... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi... c Jenis Perusahaan . Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a . b Status Perusahaan ...... Coret yang tidak perlu c .....l) atau tidak c .. .. Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.. .. Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan ..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I.. ... : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .. . Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun ... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan... e a a m r e i t n .PLH/1994 tentang Pengawasan.. ..... ..(2H* edkn. b Kcmtn:..... (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .... 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.....(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug... Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .. * ) 14 Dasar Hukum . ... Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a . e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan . b . apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn . Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ... . masing-masing) a ..... .m/a) Status lahan... Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ..... f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum. ... d Pois :. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan ... a Desa/Kelurahan : .... 13 Maksud dan Tujuan .. ... auae .... . . euaa... c Kbptn:... .. . .... ...

. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada .Jma. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . V I ....Sft dl.. aa prs Jns ulh ia. ei a psfks ens dl.. Kimia.. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . Biologi dan . 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . up. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . Sosekbud. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . dll).. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . td t. V . thpoeai(ei. gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I.Sft dl. Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . 31 Tahap Persiapan . (ei. Jenis dan Spesifikasi Teknis.. Kepada Biro Bina Lingkungan .. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. Jns ulh ia. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . Hidup. 2 Bupati/Walikota.. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan.Jma. (Jumlah. 42 Jenis dan Potensi Dampak . . Kimia dan Sosekbud). . UPAYA I c .

Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. dan peruntukan lahan asal.. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. stockpile/yard. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .....ag eckp oai us lahan.. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. 212 . baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. Uraikan teknik.. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan ...Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB .. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. Uaa. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I ..brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . bengkel.. perumahan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan... bengkel.. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini.. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) . gudang dll).la nu au . untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . bengkel.yn mnau lks. stockpile/yard. gudang dll).. stockpile/yard. gudang dl. perumahan.. perumahan. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling..

dll). skala Minimal 1 : 10. perumahan.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. RENCANA BIAYA V 411 . air larian permukaan. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. tanah dan udara l Saiia lrn.. 2.000. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan.Persemaian ...4. pengkapuran tanah. upah tenaga kerja. skala minimal 1 : 10. lokasi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . kekerapan. stockpile/yard. td t..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. 421 .. metode. KEGIATAN V . penyiangan. bengkel. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll.eoidl tblts eeg rs l. 2 . Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada)..Penanaman . gudang dl. penyulaman. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. dll.. air limbah pengolahan/pabrik. timbunan tanah penutup.000. aiia eujn.Pemeliharaan (pemupukan. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui... Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn.. i sm abn. meliputi : .. LAMPIRAN : 1 . reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). dlmrnaatreu aa au .. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. limbah domestik. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan.

. . DAN RENCANA TAHUN . d Jalan Non Tambang . 5 Fasilitas Penunjang . .selesai 3 Jalan Tambang .. Lnfl i adil . Kantor f g Bengkel ..atf ki . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang ..atf ki .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . . ... a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . c Perumahan Karyawan . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . e Gudang. luar tambang . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .. h Pelabuhan/Emlasement ..selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . b Kolam/Penimbun Tailing .

.. .. d Bekas jalan non .. penampungan air. b Timbunan tanah/batuan ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . tambang . kolam ikan. . Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . e Bekas jalan non . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang ... TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan ... Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. DISKRIPSI S/D . tambang e Timbunan tailing . b Timbunan tailing . Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . dan lain-lain).. a Lahan bekas tambang .. penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan .. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . c Bekas kolam sedimen/ . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . DAN RENCANA TH . penutup c Bekas jalan tambang . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) .. .....

Kg 5 Obat-obatan ..... Ltr ie 2 Analisa tanah . Kg b Pupuk . Kg c Tenaga kerja . a Benih . HOK 2 Tanaman pokok/pohon . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) . Kg 4 Pupuk .. I Persemaian 1 Benih tanaman pokok . Contoh 3 Tenaga kerja .. 1 Obat-obatan . Kg c Pupuk .. persemaian Buah 3 Kapur ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . a Kapur ... Ltr ie Sub Total I I Penanaman I ... Kg 2 Pembuatan tempat . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .... 1 Tanaman Penutup . Kg b Kapur . Kg d Tenaga kerja .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

b . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. 1 . V .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 1 . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . 1 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. 1 . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan .

Geologi. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . Tambang. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. tatacara penambangan. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. pengolahan dan prinsip konservasi. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan.

konstruksi. pengolahan dan pemurnian. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Penelaahan kemajuan reklamasi. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. kejadian berbahaya. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. 530 . Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. penambangan.

Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. RTKL. realisasi pelaksanaan reklamasi. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. pemakaian berbahaya dan beracun. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan.

produksi. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. mendata pro-duksi dan penambangan. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. cadangan bahan galian. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Pengolahan data cadangan bahan galian. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. 532 . Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. eksplorasi. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. Penela ahan tumpang tindih wilayah.

1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. atau pencemaran lingkungan. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran.dit cos ct dl rie rf. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . . u. . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. a Menelaah data objek inspeksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. lingkungan/pemantauan lingkungan. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . . PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . Keselamatan kerja. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. rs. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. I I . I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. bahan buangan/limbah. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan.

2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 534 . ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan.

2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. ) 535 . e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn.

eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. b . 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 536 . ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. dermaga. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang.

8 Menganalisis dan melaporkan hasil . 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada tambang permukaan. ) i Melakukan pengujian peralatan. Pelaksanaan Pengujian. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . inspeksi pada kapal keruk. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. inspeksi pada tambang semprot. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. ) i Melakukan pengujian peralatan. Kejadian Berbahaya. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. II PENGUJIAN I. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. c . c . ) j Menganalisa penyebab kejadian. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 . 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 1 Melakukan persiapan . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . pengujian kelayakan operasi. inspeksi pada pasca tambang. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. b . pengujian kondisi tempat kerja. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada fasilitas permukaan. inspeksi pada pelabuhan. 2 . c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. Inspeksi Bencana 1 . 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. ) 2 Menyiapkan alat uji. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada tambang bawah tanah. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . I. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . ) 2 Melaksanakan Pengujian . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian.

Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. 4 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .

. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang ...... ........Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang....... saran... Penutupan Tambang . 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan....... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu. C .. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran. dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran..... A .. (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang.. at . berupa : . NP I 2 Hasil Inspeksi ........ NP I ..... d. . pengelolaan dan pemantauan lingkungan)... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi......... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau.. rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang....... ekonomis/ produksi.... PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan. • Tidak ada • Aa yiu:.. B .... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 ...... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan).. 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi .... 2 ... Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki...

............... ......... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au .................................................................... 6 .... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .......................... ........................... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb........................... : : : : : : : : : 8 .. TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ............................ ........Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 .. a) ....................................................................... faktor penyebab kss au) ............... ................ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 .............. .................... 7 ......... 4 .... 2 ............................................. PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.................... ................................................ PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ..... .................... .................................... I........................ . ........... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) .................................................................... 5 .................................................... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)............................. NP .................................................... 3 .......................................................... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas........ .................................

5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. 5 . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. bisa dipenuhi. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. . tetapi juga pemerintah dan masyarakat. 2 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . 4 . . I LATAR BELAKANG 2 . Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. 4 Tenaga ahli . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. data hasil eksplorasi yang tidak benar. eitn Rentan akan manipulasi data. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. penerapan sangsi dan tegas. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . baik melalui kerjasama. peraturan yang mendukung. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. . baik dari segi geologi. eslrs. 3 .dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. braa lna. dpst eoi. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. I I . penjualan saham dsb. I. tatacara-tahapan eksplorasi. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. saham untuk kegiatan eksplorasi. . tidak benar untuk perencanaan penambangan. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. krls dt eslrs. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. goii. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . pengukuran. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. penyebarankualitas & cadangan mineral. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. eksplorasi. perkembangan kegiatan eksplorasi.

. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . c Due deligance . e Pelaksana . e Penyelenggaraan presentasi . d Penelaahan/evaluasi laporan . pemboran. kerapatan data dsb). iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . . sampling. Jenis kegiatan yang dilakukan. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. . 6 . Korelasi nilai unsur yang dianalisa. khususnya GPS . b Peta lokasi contoh apa ada. cebakan mineral yang dieksplorasi. 1 . . Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . d Kelayakan lokasi contoh. 3 Ctastlt . 7 . . . 4 . PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. kpoai V .idks mnrlss.lnai . 6 . h Kelayakan nilai kadar geokimia. Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. . f g Kemungkinan kontaminasi. sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. perhitungan cadangan. pemetaan geologi. b Kordinat data . lapangan.dl. ltlg. . 2 Pemetaan Topografi . d Interprestasi dan penentuan anomali . Geodetik e Laporan hasil pematokan . h Indeks peta . Petageologi lokal-detail ada/tidak. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . penampang) . VI. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. 542 . 4 . geokimia. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. 1 Pematokan Batas KP . 8 . 2 . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . PKP2B d Peralatan yang digunakan. d Interval kontor . kegiatan eksplorasi (analisa. e Penetuan daerah anomali . mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. 1 . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. a Cara pengambilan contoh. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . pemboran. anomalinya. dan interprestasi . apa sesuai dengan KP/KK/ . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. f g Batas KP/KK/PKP2B . 5 . ai nepets pt tutr ies. 9 . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . e Kemungkinan pembesaran . klarifikasi cadangan. . c Peta geokimia. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . c Detail data pendukung . geofisika. . b Korelasi data sekitarnya . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. deposit e Kelaziman peta geologi . c Hasil (peta. c Hslitrrsai(easrku. c Bentuk/kehalusan kontur topografi. . pemetakan topografi. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. b Dibuat juklak/juknis .

Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. preparasi contoh. Cek batas KP/KK/PKP2B. . b Apakah laporan dirapel/tidak. d . Apakah telihat kemajuan. b Krls hslaaiata usr . h Ksrnhslaaia . geokimia. lapangan/eksplorasi h . cadangan . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . contoh.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . sampling. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . b Lokasi kegiatan yang konkrit . f 7 . eksplorasi yang dipakai. 1 . dcr. g Pemboran (recovery. Pengirim contoh. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. 1 . c . l m Hasil trenching. e Spasi data termasuk sampling. • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. duplikat contoh). c Laboratorium pelaksana . dea. e Kode/tanggal/tahun sertifikat. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . oeai ai nls ip nu. Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . . Pemboran (recovery. terowongan. d Sriia aaia . Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . i . . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. . . iai . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . f g Dtcinlmt . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . 9 . sampling. . lrfks b Data Pendukung . h Metode perhitungan sumberdaya dan . . 1 . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. analisa. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. . kgaa. costaining. Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . Detail geologi & mineralisasi. preparasi . cara dan peralatan pemboran. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . ketentuan yang berlaku. 1 . e . sertifikat. Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. d Penafsiran bentuk endapan. e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. eeto ii. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . etfkt nls. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . Pola spasi. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. c Logika kadar mineralisasi dan nila . duplikat contoh). Evaluasi Laporan Kegiatan. b . . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. arh . iaa ai nls. .

. dan cadangan. . . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Regional . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . c Banding data bor & geofisik . c Logika nilai parameter kualitas. j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. f g Korelasi dengan data Geol. mineral dan kimia. e penampang hasil pemboran . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . lokasi & spasi pemboran . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . b Logika penyebaran . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. h Cek semua hasil kegiatan . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . h Cek peta batimetri . . Kebenaran peta topografi. .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Cek penarikan outcrup. Spasi data pendukung i . . b Cek korelasi singkapan dan bor. Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. Cara perhitungan cadangan i . d Metode. h . i . . j 1 . . .

ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . I I . Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . bijaksana. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . I. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. benar. biasanya dinyatakan dalam persen. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. ctofgae u f rd. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. biasanya dinyatakan dalam persen. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. . 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . 25 Tahun 2000. yang setelah dievaluasi secara teknis. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). penambangan. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas.

8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. seluruh kegiatan pertambangannya. evaluasi . 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . 9 Penggunaan produksi bahan galian. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. . 1 . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. a mempelajari data sebagai bahan . 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. c Mengadakan diskusi yang mendalam . setiap 6 (enam) bulan. 1 . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. dan kadar/nilai rendah. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . bimbingan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . cadangan pada masa pengakhiran tambang. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . sehingga mendapatkan recovery maksimal. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . sesuai dengan kewenangannya. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . V . 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . 1 . pasca tambang. 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . recovery penambangan. lengkap dan baik. a di Kantor Perusahaan . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. cadangan bahan galian secara rinci. V I PROSEDUR I. li. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. Hal 4 tidak ada 546 . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . V . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. 1 . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. 1 .

dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . lk ea iai b Recovery pengolahan : . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. b Ttcr . a a a a : a Recovery Penambangan : . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. a a a a : a Mengamati apakah telah .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. penambangan. c Mengadakan diskusi ang . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . b Mengamati apakah telah . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . a a a a : a Mengevaluasi apakah . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . 547 . a a a a : a Mengamati apakah telah . b Ttcr . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. b Mengadakan diskusi . : Recovery b Ttcr . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang.

peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. b Mengadakan diskusi . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. b . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. b Mengadakan diskusi . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. b . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . I.

Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . I. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. . pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . RUANG LINGKUP 5 . 2 . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. pejabat pengawas . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. pengukuran. sampling. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pengujianpengujian. pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . sampling. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. B Kewenangan lainnya . . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. PENGAWAS PRODUKSI 1 . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. 3 . 2 Dalam melakukan pengawasan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . 1 Apabila dianggap perlu.

Kegiatan pengapalan. 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Criiaeo aayi etfct f nlss . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama .Jumlah barang yang diangkut. hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. 3 . Pemurnian . Selesai melakukan pengawasan.Dokumen syahbandar . bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang .Pencatatan draft kapal .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 .Certificate of weight . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . Pada tahap pelaksanaan pengawasan. oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi.Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . e Kesimpulan dan saran . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. dan atau proses produksi. PEMERIKSAAN V .Pencatatan stock awal .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . d Melakukan rapat mengenai hasil . V . .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . . SISTEMATIKA I PRODUKSI A . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . b Pemeriksaan secara administratif . .Dokumen Bill of Loading . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan.Dokumen delivery order. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . produksi. c Pemeriksaan secara teknis . d .Dokumen invoice . 4 . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas.Pencatatan recovery. d Temuan dan Pembahasan . data/ . mingguan. Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. 4 . c Melaksanakan Pemeriksaan .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . angka (1) tersebut.Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . c Kegiatan Penimbunan .Pencatatan stock akhir d. laporan produksi baik harian. pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya.

. flow chart. Meliputi pemeriksaan yang akan. pemberitahuan ekspor barang. pembukaan lahan. b Pemeriksan pemakaian sendiri . a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . tailing. dan lain-lain. delivery order. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. certificate of analysis.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. tanah pucuk.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . harga penjualan dan lainli. recovery. losses. pengukuran tonase.lse dnli-an fse rss oss a anli. certificate of wih.Kaia ults . 551 . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. flux. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . pos retribusi.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . dokumen kontrak jual beli. tanah penutup. stripping ratio. dokumen. bill of loading. . penggunaan bahan peledak. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . tujuan penggunaan. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. pengukuran draft kapal. egt cl i et oveyor.Jumlah penggunaan . pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. kemajuan penambangan.Dokumen invoice. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya.iviednli-an aag noc a anli. penggunaan bahan bakar minyak. material balance (feed. penggunaan tenaga kerja. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. recovery. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. air. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. lokasi peggunaan. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . by product dnli-an. reagent. midling. penggunaan peralatan. losses ketika pemuatan/pengangkutan.dnli-an ults a anli. an USAHA VI K E W A J I B A N I.Dokumen bukti terima barang. ongkos produksi. run of mine. 3 . ketersediaan front penambangan. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. kontrak jual beli. efisiensi pengolahan/ pemurnian. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. . produksi dihasilkan. 2 Perencanaan produksi penambangan .criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. 3 Perencanaan produksi penambangan. berita acara serah terima brn. delivery order. eiinpoe. syahbandar. efisien peralatan. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut.

Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . 2 . 3 . F Dokumen Penjualan Produksi . sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. d jumlah dan kualitas produksi . E . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . masuk ke tempat penimbunan. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). Kegiatan Penimbunan 1 . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. dipindahkan. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. b jumlah dan kualitas produksi yang . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . C . 2 . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . produksi dan tailing. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Purnomo Yusgiantoro D . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. dalam angka (1) tersebut. sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. dalam angka (1) tersebut. serta produk sampingan. 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . m 3 . 4 . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan .

untuk mencapai tujuan tersebut. d . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. I PENDAHULUAN a Prjnn . diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. vegetasi dan tataguna lahan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. dan lain sebagainya. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. topografi. jalur kabel dan pipa. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . dan lain sebagainya. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. daerah pembuangan ranjau. B . arus regional. e Peralatan yang digunakan dalam . 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . . penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. hak guna lahan. lokasi wilayah perizinan. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . c . 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. I RENCANA KERJA A UMUM . 1 Berdasarkan peraturan perundang. ieakn b . masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. iklim. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. penyelidikan. Luas. . eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d Waktu dan lamanya kegiatan. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. auae. hasil yang akan diperoleh. Kecamatan) maupun geografis (odnl. undangan yang berlaku. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan .

Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. geofisika seperti polarisasi terimbas. geomagnet. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). rediometri. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. polarisasi terimbas. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. tanah. parit uji. pemboran). geokimian endapan sungai. grab. potensial diri. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). kegiatan pengumpulan data (di lapangan). . pembuatan sumur uji. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. gravity core. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. pengolahan data. b . side scan sonar dan lain sebagainya. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. dan penyusunan laporan. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. sounding. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. Sebutkan skala petanya. well logging dan lian sebagainya). potensial diri. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. seismik. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. jenis. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. parit-uji. seismik. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. tahanan jenis. side scan sonar. tanah dan batuan. geokimia dan lain sebagainya). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . pembuatan terowongan dan lain sebagainya. 2 . geofisika. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. dan jumlah contoh). sungai. RENCANA a . Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. penginderaan jauh. distribusi dan jumlahnya). c . Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. caranya seperti Bulk. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. penyelidikan geokimia. geologi dan lain sebagainya. pemboran. penyelidikan geofisika. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. geologi dan lain sebagainya. sumur-uji. Contoh seperti batuan atau pemineralan. chip atau channel . sounding. 6 Skala peta yang digunakan. gaya berat. gaya berat.

rencana cara pembuatannya. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. 5 DAFTAR ACUAN . b Penulisan daftar acuan hendaknya . Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. ) Kolorimetri. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . c . (pemineralan). parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. lokasi. . ) mineragrafi. Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. mineral berat dan besar btr ui. kedalaman. lingkungan dan aspek lain. 2 Rencana metode analisis (AAS. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. sebagai dasar acuan eksplorasi. eksplorasi atau untuk evaluasi. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. 1. format seperti di bawah ini. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . d Analisis laboraturium . hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. panjang. Pembuatan Shaft. ICP. PERALATAN a . sumur uji. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . 5 Rencana analisis petrografi. data geokimia. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi.pemboran. 6 LAMPIRAN : . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. 3 RENCANA TENAGA . bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. jenis. arah dan lain sebagainya. geologi. coring atau non coring). ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. (sumur/pari uji. e . daya mineral. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. 4 RENCANA BIAYA .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . KERJA DAN Pemboran. dan jumlahnya. mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. lokasi) dan jumlah contoh. data geofisika. sumur-uji atau prtui ai-j. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . sumur dan parit uji.

.. Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan....... B ..../au :.. ...... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan.......... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) . ....... .............. BENTUK DAN ISI LAPORAN 1............... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2.. dan lain sebagainya.................. 5....................Thn .......................... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ................Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan ..... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ...................... ........................ ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) . ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6....... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 .......... kerapatan pengambilan Contoh. Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua .. SK ˆ Tgl........ rwln ..................... Status/tahapan 3........

Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . P r l t n 7 eaaa 1 . Biaya 8 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. K-3 Lingkungan 9 2 . Tenaga kerja 6 1. Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . studi kelayakan AMDAL**) 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 .

Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. 4 . metoda atau sistem pemboran (angka 8). juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. Jt Rp. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. penampang dan model goiia efsk.hektar.lembar. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 .5. Penampang geologi. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. penampang bor.10 dan 11. ha . Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll).9. b . 1 1. 6 .d. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6..6 dan 7). batuan peminrlnbjh.8. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. 5 . geokimia. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. tp . tanah. 9 . tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. dan 10). rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .titik pengamatan. 4 1. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. 1. 7 . 0 1. chip. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. bijih.buah.mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. channel. 2 1. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. pemboran Contoh batuan. Peta geokimia Peta/bagan. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). 3 1. 2 . 3 . bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. parit uji. jenis (batuan. sumur uji. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb .9. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. 8 . eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf.7.

Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. (yang dilakukan). kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. kuantitas dan kualitas endapan mineral. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. 1 Ringkasan . hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. seperti kepemilikan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. 559 . B . 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . cara pencapaiannya. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. a . c . kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. terutama informasi mengenai keterdapatan. maksud dan tujuan penyelidikan. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . A UMUM . sebaran. Luas daerah yang diselidiki. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. ) hak guna lahan. d . SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. dan informasi pendukung lina any. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. demografi dan kependudukan. 2 Aspek legalitas. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . b . Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. tubuh utama laporan. . metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. kegiatan penyelidikan. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. waktu penyelidikan. b .

SLAR. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. stratigrafi. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. geofisika.aa eet ltaa efsk.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. dan pembuatan laporan. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. oo aei. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . tipe endapan. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. termasuk analisis laboratorium. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. sebaran. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. termasuk kualifikasi/keahliannya. . (oms. kegiatan pengumpulan data. f g . Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. SAR dan lain sebagainya). vegetasi. e . topografi. an h . ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. Informasi mengenai iklim. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. mulai dari persiapan. . jenis. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. i .

3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . sd sa snr sudn. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. batas wilayah (koordinat) dan luasnya.psn srt ie cn oa. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel.uji coba penambangan. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. graviti dan lain sebagainya). P esi. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. jenis batuan dan pemineralan.simk efsk ag iaa I. Pemboran. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. spur and ridge. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. tanah. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). sumur uji. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. catchment area. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. grab. skala peta dasar juga harus dicantumkan. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. onig aag uu. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan.

b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. dot dan lain sebagainya). dengan cara statistik. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. 2 dimensi atau 3 dmni. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. struktur. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. ubahan batuan di daerah penyelidikan. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. penyelidikan geokimia. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. mineragrafi. mulai dari pemetaan geologi. menggunakan komputer atau manual. k Hasil penyelidikan . Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. baik geofisika. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. mineralogi. cara preparasi Contoh. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan.

ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. tu pemboran. jurus dan kemiringan tubuh bijih. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. sumur-uji. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. sebaran atau kemenerusannya (continuity). ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . sumur-uji. sumur-uji. parit-uji harus dilampirkan. ai-j. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. jumlah lapisan. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. kedalaman tubuh anomali. lebar anomali dan lain sebagainya. ketebalan tanah penutup. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. arah anomali. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. kemenerusan. uu-j. () Pemboran. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. foto. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. tabel. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. 13-4726-1998).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut.smrui prtui ai ebrn uu-j. bentuknya dan ukurannya. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian.

Penyelidikan Geofisika 3. dan penerbit. 3. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. daftar gambar..3. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.2.7. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. tahun.. 3. daftar atau tabel. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk .. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . halaman urut dengan angka Romawi.2. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. 21 Geologi Umum . Pemetaan Geologi 3.2. C .2. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan ..1. Waktu 1. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan.. sumur-uji... tubuh utama laporan. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. D . 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . Penyelidikan Geokimia 3.3. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. Metoda dan Peralatan 1.1. Penyelidikan Lapangan 3.dnli atr aprn pt.. daftar foto. dan lampiran. -. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding.6.4. komoditas dan daerah yang diselidiki.5. 1. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . Maksud dan Tujuan 1. Pemboran.2. Latar Belakang 1. daftar acuan. penyusun laporan. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. judul.1. Pelaksana 2 GEOLOGI . Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . perusahaan dan instansi pelapor. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . daftar tabel.1. tempat pemuatan artikel (majalah).3.2.4. dan daftar lampiran. dan tahun pelaporan. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. foto. atr isi. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran.2. eyldkn an hdoelg. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. igaa. nlss iia 34 Pengolahan Data . a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . Keadaan Lingkungan 1. 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ..

Hidrogeologi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.. ekma iea brt rl ea.1. K-3 dan lain sebagainya.5..4. Geologi 4. Pemineralan 4.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. KESIMPULAN DAN SARAN 4. 3..6.4. Pemboran 4. 4.1. 4 HASIL PENYELIDIKAN . Geokimia 43 Goiia .Pengolahan data Geologi (permukaan. efsk 4.2. DAFTAR ACUAN 5. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. eglhn aa efsk. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. pemboran.7.mn .

c Cadangan . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . Pertambangan (KP). BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . kualitas. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. a Ltlg . a Bentuk dan Penyebaran . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . 5 Jadwal Waktu Studi . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Iklim. c Recovery Pengolahan . Mata Pencaharian Penduduk. kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . Pengolahan dan Tailing A . Tambang 6.kpsts . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. jumlah . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . Kontrak Karya (KK). Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . miniable. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. jumlah dan . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. a Tahapan Pengolahan . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . tutr c Geoteknik . . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . 2 Maksud dan Tujuan .jma. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. marketable.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. 4 Pelaksana Studi . iooi b srku . 2 Keadaan Endapan . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . b Bagan Alir . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. Fauna. cut off grade. Keadaan Flora. Penduduk. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . Kualitas Hasil . Jumlah. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. 2 Prltn(ei. .

nets a Modal Tetap . a Dalam Negeri . b Penyebaran bahan galian . skala 1 : 10. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . 2 ProspekPemasaran . pengolahan dan sarana penunjang). a Organisasi . pengolahan. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. miniable”. d Perhitungan “Discounted Cash .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. pegangkutan dnli-an. 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . a Biaya Produksi (termasuk biaya . c Pemantauan Lingkungan . dnli-an. . c Sumber Dana . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. yang memuat : a Kontur topografi . 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. e Perhitungan “Break Even Point” . skala . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . BAB VIII : LINGKUNGAN. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . : 10. 4 Sistem Kerja (kontrak. skala minimum 1 : 2. d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. b Pengelolaan lingkungan . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah .000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. pengolahan dan sarana penunjang). sekitarnya. b Luar Negeri . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . 567 . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . borongan .000. 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . (BEP) . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. minimum 1 : 2. a anli) b Modal Kerja . b Prltn .

Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . a Jumlah. Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . B . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . petalokasi kegiatan. h Rencana kegiatan K-3 . b Kegiatan non teknis antara lain . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . pelatihan. . Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. . K-3 pertambangan. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . sketsa. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. asing jika diperlukan) . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. 3 Kaia . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. direklamasi per tahun c Jalan tambang . “stock pile”. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . pengolahan/pemurnian. d Batas wilayah eksploitasi . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. penjualan. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . . minimal skala 1 : 2. e Jalan. pengelolaan lingkungan hidup. Peta pengelolaan lingkungan. peta. tambahan penambangan. ditambang c Rencana dan target produksi serta . g Indeks peta rencana pertambangan . penampang. d Lokasi timbunan waste. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Lokasi timbunan waste. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. 2 Perizinan . Laporan tersebut mencakup. 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . bagan alir dan sebagainya. pemasaran. . I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. Laporan Triwulan.0000. statistik produksi. yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. pengangkutan. bahan galian dan waste . lokasi . dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . penyelesaian masalah. pencucian. reklamasi. ketenagakerjaan.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . h Dan sebagainya . pencucian dan pengolahan. tailing dan mineral . pemantauan dan pengelolaa lingkungan. statistik kecelakaan dnli-an a anli. Perkampungan. 2 Hasil Eksplorasi . gambar 3 dimensi.

2 Jumlah dan Tujuan . 5 Rencana penambangan. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . pengolahan/ . Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. oai a us arh ag ea ikpots. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . pengolahan/pemurnian/ . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . training. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. tambang. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. utama dan sampingan b Jumlah. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . 3 Lokasi Penimbunan . Kadar Jumlah. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. Cadangan 2. tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. pengelolaan dan . pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. pengolahan/ . 2 Jenis. 3 Pelaksanaan reklamasi. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. V . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . berakhirnya KP/KK/PKP2B. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. a Jumlah dan kualitas produk . BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . kadar dan penanganan . 3. Pengangkutan dan Pengolahan. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . nls. Harga Produk . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . statistik kecelakaan tambang. 4 Stock Akhir . dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets.

potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. obyek kerja yang berbahaya. 9 li-an . peta rona akhir tambang. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. . bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . galian berkadar “marginal”. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . peta geologi. dengan akhir tambang.

d Sisa cadangan . PENAMBANGAN Produksi .Hasil olahan c . Lokasi Pengolahan . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . b . 4 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 5 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. a . c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c Cadangan terambil . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b Cadangan rekonsiliasi . kualitas 3 ton. m. LAPORAN . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . 3 ton.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . 6 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . a . c . a . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. m.Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Hasil olahan c . Lokasi Pengolahan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . m.

Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton. 3 ton. m. PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . b . 4 .Produksi siap jual . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 .Produksi untuk diolah . m. 5 . a . Lokasi Pengolahan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . c . a .Produksi siap jual . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . kualitas 3 ton. b . c . m. STOCK AWAL Lokasi Tambang . d Sisa cadangan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . c Cadangan terambil .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . Lokasi pengolahan .Hasil olahan c . c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . a .Produksi siap jual .

NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. PENAMBANGAN Produksi . 6 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . m.Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . c . Lokasi pengolahan .Hasil olahan c . 4 . kualitas BULAN KE NO.Produksi siap jual . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . b . m. Lokasi Pengolahan . a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . d Sisa cadangan . kualitas 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . b . a .Produksi untuk diolah . m. c .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . m. 5 .Produksi untuk diolah .

LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . m. a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . : : : : : : : 3 ton.Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c . b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi pengolahan . d Sisa cadangan . kualitas 3 ton. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . m. c Cadangan terambil . a . c . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 .Produksi untuk diolah . 6 . m. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . a .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. 4 . 5 . c .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas BULAN KE NO.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. b .

PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . 6 . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . a . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. a . m. d Sisa cadangan . m. LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . Lokasi pengolahan . k a i a ults 3 ton. m. 5 .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . a . 3 ton.Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . b . c .Produksi siap jual . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . kualitas 3 ton.Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Pengolahan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c . b Cadangan rekonsiliasi . PENAMBANGAN Produksi . 4 . kualitas 3 ton. c .Produksi siap jual .

Produksi untuk diolah . c . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . d Sisa cadangan . m. Lokasi Pengolahan . Lokasi Tambang . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . a . b . 6 .Hasil olahan c . m.Produksi untuk diolah . c . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . b Cadangan rekonsiliasi . td t.Mutu marjinal untuk ditimbun b . c Cadangan terambil .Produksi siap jual . a . NO.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. a .Hasil olahan c . 4 . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . Lokasi pengolahan . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . PENAMBANGAN Produksi . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m. b . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. 5 .Produksi untuk diolah . m. k a i a ults 3 ton.

...... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr .......... aamn ejd a ea-ea eeaan .. ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :................ Lm Bkra :.......................... ainDpree .... ................................................... Uu :........... 5 Tnglkclka :.......... aa euaan ........................................................... ept eeaan ................ ........ ...... oo rt eeaan ....................................................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ........... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ...................................................................................ˆ WB ˆ WT ˆ WT.................. ekra aa ia aa eej ebl ....... ................................................. 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ....... ei eai 4 Pkran :............... ................................ 8 Skikclka :................... eeja .................................................................................................................................................... ....... ......................... eeaan ejd.............. a .......................... aa eej ............................................................................. .....jm:................................................................. ........................ ............... 3 Nm kra yn clk :.........................Sit:......................... ............................................... as eeaan .................................................................................. Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl................ atas ˆ Tangan bag..................................... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :....... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:.. aa obn ag eaa .............................................. ................................ ...... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :.................................................................. ......................................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag............................................................ aga eeaan ................................................................Lampiran XIII.......................... 6 Tma Kclka :................................... Bga/eatmn:............... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .......................................................................................................................................................... bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ..................................................................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ............................................. ............................................. KPL TKI PRABNA.............................................................................. .............................................................................................................. ........................................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl........... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag............................................................................... EAA ENK ETMAGN.....................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ........... I I IA hf . Jenis Usaha ˆ : Tambang..... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag......................................................................................... .

ii .. . .. .k .. ...bjh . . bjh . ..... ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .... g .... . ii . . g . . .k .. . g .. ii .. . ...k ...... bjh Jumlah ... .. ........... ii ..k .. ... ..m . g ... ....k .. .. ...k . g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah . . .m . g .. ....bjh ..k .k . ..bjh . ...... . .bjh . . ....k . g .. . . .. . . . g .k . .... .... .k .k . . ..... g .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.....m .k . . .. .m . .k . . . .. D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat... ii . ii ...k . ... bjh . . .. ii ...m . .. bjh . .. g . .. ... ... . . .k . . . g .k . .k .. . . bjh .. ii . .bjh .. . bjh ..k . bjh . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is .... bjh .....bjh . . . g .. .. . ..bjh . g ....m .k ......... ii . g ..... ii . ...k ..m .. ... g . . . g .k .. nomor. .k .. ....... .. g ... .k . . .. .k ... bjh .. bjh . .. . .... . . g ..k .... . g . .m . g ......... ..m .Lampiran XIII.. .m .. . g ..m . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw... ....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . g ... . . ii .... ...k . g . . ...k . .... g . ... . . . ii . g .. .. . g .. g .... . g . . ..m . ii . .. .... . . ..... g .... .. . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el. ..... .. bjh ... . . .... ... .. ii . g Jumlah ...... ...m ... .. g . ... . . .m . ...k .. ii ... .. ....... ... .. . ii . . . .. . . ... g ..... .. g . .. g .k . .... ..m .m ... ... ii ..00 . .. . . g ... . g ..... ....... negara penjual. g . . ... . .k .. . .k .k . . bjh ..... .k ... bjh .. .k .k ... g .. bjh ... .. ukuran jenis detonator dan Dinamit.....k . g . ......... . ....k .......k ...... g ... .... .m ... .. .k . ii ... ... ii . . . .. g .k . .. ..k . ii .. g ...m . .m .... .. ..... bjh .... g . . ...m ..... . .k . ... . ii .k .m .. . g . . .k . . . g Dinamit . ii .m ....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . .. bjh .... . . .m ..k . g 578 ..bjh ... ...m . .k . g ....... . ii . . .. . g .. . ... ... ... . ...k .. .

AA SH ABN ....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I... . . . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 ... 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No.. . .... . . . . . .. . . terangkan tanggal keluarnya.. . .. P D U A AT M A G. .. . . ... Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang.... ..Lampiran XIII.. . .

.... PENGAM AT DAN T..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..........U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No.. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu.Lampiran XIII......... ... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor.. Pembuat....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 . Kepala Teknik Tambang (...........

.R adalah kumulatif frequency rate per 1..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..000......000...... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1... ..........R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..000 JAM KERJA TAHUN 20...... Kepala Teknik Tambang 581 ......000.....000 jam kerja F.Lampiran XIII..000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F....R 2) PER BULAN KUMULATIF (..

..Lampiran XIII.... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp...........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Kepala Teknik Tambang (. PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No............. X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat. .........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ........

000....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S.000 JAM KERJA TAHUN 20.000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.....R adalah kumulatif frequency rate per 1..000..000... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S...... ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1. Kepala Teknik Tambang 583 .....000 jam kerja S............R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.......... I.Lampiran XIII..R3) PER BULAN KUMULATIF (......

Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 .000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . 1. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3.Lampiran XIII.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Jari. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Jari Kaki. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6.

................................. ..................................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ............................................................... .............................. ..................................... ......... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas.................................................... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ................. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ............................................... .... ............................................................................................................................... termasuk foto-foto terjadinya kasus) ...................... 3 AKIBAT KASUS ............... 2 PENYEBAB KASUS . (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus............................... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...................................................................................................................................... td t.............. Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I..................................... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .................................................................................................... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral........ : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) .............................................................................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .... penyebab kasus) ...................................Lampiran XIII...........

kebisingan dan gtrn eaa. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .db.Stabilitas lereng (tambang. . P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .1. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup.Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan . daerah penimbunan.Penebasan dan penyiapan lahan .Tingkat erosi . BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.Penambangan . ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . pemelhra. tanah dan udara . LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . us ra.jma.Peta pengelolaan skala 1 : 1. pengamanan.lks.Lampiran XIII.Peta pengelolaan skala 1 : 10. ˆ Penanganan hasil penebasan.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .000 . c Penambangan .Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. meliputi : . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. ei dan jumlah tanaman.Pengolahan dan pemurnian .Rencana pelaksanaan pengelolaan . PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.Pengupasan/penimbunan tanah penutup .000 . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. tanggul/dan kolam pengendap) .Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .Revegetasi -Li-an anli BAB IV. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. penutup.Kualitas air. d Pengolahan dan Pemurnian .

Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . d Pemantauan kebersihan penghijauan .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. . contoh air. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. timbunan dan lain-lain. tanggul.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . b Biaya pelaksanaan pemantauan . c Pemantauan lereng. BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan .Lampiran XIII. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. daerah . ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . e Pemantauan flora dan fauna . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi .

b Lus Project Area ***) . 5 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . b Emplasemen . 3 . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. c Pelabuhan . 4 . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . 8 . b Di Luar Bekas Tambang . 6 . Reklamasi a Penghijauan . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . 2 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . Ha Ha Semester ini 9 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . d Penimbunan Bahan Baku/Produk .Lampiran XIII.

. perkantoran.. Pohon/Ha.. . Pohon/Ha........ Pimpinan Perusahaan .. Pohon/Ha... Pohon/Ha... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 ... Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. c Pembibitan (bibit baru) . * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.. Pemanfaatan lain..e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air .a....... A. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada)... misalnya untuk perumahan. penampungan air.. h Li-an ...Lampiran XIII. pabrik. ....... b Penyulaman . Pohon/Ha... anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 ....... Pohon/Ha... Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. tempat rekreasi dll.N.

...... . 1....... 2.. 2........dt.......... I........ 2............................ ............. ...dt........... 2......... TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ..... TIUA/AU .... ......s. II TEKNISI I...... 1.................. 1.......... V V ... .Lampiran XIII.......s....s..USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 ..............dt.... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.........dt.. f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 .......... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN .......... RWLNTHN ....... I I I ... .. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO.. 2.............. .........s.................dt......... ...................s..... T.. . 2...................s..........dt....... V........ 1... ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII.... TDK.......... .... 1....... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P... .....................

.................................. RWLNTHN .................... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ...Lampiran XIII.... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 .... TIUA/AU ........... JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S........... T ............f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..... AA EITN .................................. THPKGAA ..............D.......... NO.

f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.Lampiran XIII. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 . PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.

.. AU ....... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ...................................................................................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I...................Lampiran XIII............ NO................ LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P .... T ... THN.......

. 4 Pengolahan a .... c ..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .. T..... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET....... b ... 1 Bongkar a .............. c ..... b ..... b .. THN.. b . JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ............Lampiran XIII....... 2 Muat a ..... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN .................. RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P. 3 Angkut a ............. c .... b .. c ... c . AU .. 5 Laboratorium a .....

C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . 9 Klsrkn eitia a .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . b . 8 Perbengkelan a . b . b . b . c . c . b .Lampiran XIII. 2 Pelumas a . 7 Survey a . b . b . c . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . 3 Bahan Kimia a . c .

.......................................... .......pmgn K/KPPB ..............Lampiran XIII....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ............... 0 . TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ....................... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ............(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ...../2 . Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO.....

. e Aktiva Lancar Lainnya . e 1 eebr . a Kas & Bank .... Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan ..Lampiran XIII.. b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain . b Hutang Usaha ... c Laba (Rugi) tahun berjalan .. b Biaya yang ditangguhkan . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar ... a Kewajiban Jangka Panjang . c Aktiva tak berujud . a Hutang Bank .. d biaya yang masih harus dibayar .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I..... b Cadangan . 2 Pasiva Tidak Lancar ... b Piutang .. d Aktiva lainnya . T . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . c Persediaan ... e Kewajiban jangka pendek lainnya . Pr3 Dsme ... d Biaya dibayar di muka. NERACA P .... Uang muka pembelian ..... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor ........ c Hutang Pajak . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : ....

. AU....Lampiran XIII............. T .........Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi .... d Laba/Rugi Tahun Berjalan .. b Persediaan . c Keuntungan (Kerugian) Kurs ........... Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ... b Penyesuaian Masa Lalu .... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII. d Lain-lain .......... Penjualan & Umum ......... PROYEKSI LABA RUGI P ...... 6 . THN... 5 ...... .. Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ....... b Administrasi.... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi . Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun . c Deviden .Awal Akhir Produksi (+) . b Beban Bunga ...........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful