Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

. Perubahan Pemegang Saham 9 a . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . b . c . d Barang modal tahun sebelumnya yang . 2 . 2 .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . 3 . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . c Daftar kebutuhan barang modal . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Surat Keterangan status perusahaan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . d Paspor dan Visa TKA . b . 3 . b Dasar/alasan perubahan investasi . 2 . Pendapatan & Biaya 2 . negeri dengan pemakai 2 . d Struktur organisasi perusahaan . Perusahaan c Akte Perubahan . b . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . 3 . b Daftar barang/peralatan yang akan . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . e Laporan kegiatan akhir . 2 . ekonomis lagi 3 . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . Depnaker c Kualifikasi TKA . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . c . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . 2 . b Laporan kegiatan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . d r-kpr i eeso. Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . 1 . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan .

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . 3 . 3 . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . 3 . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . pinjam pakai sementara 3 . b Rencana pengoperasian pelabuhan . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . d Keterangan lokasi kegiatan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . b Desain pelabuhan .

.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . DESDM. 5 6 DESDM PROPINSI I I . BUPATI/WALIKOTA 3a . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. 2 Gubernur memproses permohonan. Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . 2 . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . 471 . PEMOHON Keterangan : 1 . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. setelah Surat . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2.

GUBERNUR 3a . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . dan DESDM. Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . BKMD 3b . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.. 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . td t. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi .

.. #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum. : ........................ Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ......... ies No 1 2 3 4 5 b .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT ...... Eksplorasi... ..W. 2 Jabatan/Pekerjaan ................... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota . Pemegang Saham B ....................... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A .................... . a Drki .......... : 4 Susunan Direksi........ : ...... 1 PERMOHONAN .......... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan .. ........P . Pengolahan/Pemurnian.. . : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ...... Pemohon : 1 Nama Pemohon ........................... Faksimili : 3 N.... d i ................... ...... Komisaris dan ... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ........ Eksploitasi.P................... I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ......

................ ........ perubahan Akte terakhir : ................ ...............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ......................... ............... Demikian permohonan ini kami ajukan............... Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal .000 .......... 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa . 6.................. .. : Rp.................... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) . (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ......................................................... ........................... ......... 6 Laporan studi kelayakan *)**) .......... (.... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan . 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .......) .................. : ........... (nama pemohon) Tembusan : 1 . 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri.... Eksplorasi dan Eksploitasi)...................... ........ 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum.. ... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep.............................. apabila ternyata keterangan tidak benar..... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ............................................ 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ......... : .............. . Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ... Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ................ 2 ..... td t Materai Rp.............. .............. ...... ............ C ............................. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal ............................... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ........ 3 *) pemohon KP Ekspoitasi........................... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) .) ............. a Jumlah Net Aset ... (........... b Jumlah utang ............................................... ................ Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak....... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .......... 2 # coret yang tidak perlu.............. Pengesahan Dep... ................ : Rp..................

.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ....... ....... 2 ....... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ....... Nama Pemohon :.... td t Materai Rp................... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak.. Jabatan dalam perusahaan :............ Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ....................... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ..................... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap......................... 6 Laporan studi kelayakan ***) ..... kami ucapkan terima kasih ........ 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)............... ..... ... ........ dengan ini. 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ........... . 4 Rencana Kerja dan Biaya.......................... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ............ ....... ... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ....................... (nama pemohon) Tembusan : 1 . 6000 ....................................................... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan............ 2 *) Coret yag tidak perlu .... .......................... 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ......... ........................ ....... Nama Perusahaan :.. #) Yang bertanda tangan di bawah ini............ D i ................................................ .. Alamat perusahaan :........................................ PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........

.....................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 .... . 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)............................ ............................ . Alamat perusahaan :....... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ............. 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap...... td t Materai Rp.............. .......................... Rencana Kerja dan Biaya.............. ..... D i ........ 2 Laporan Kegiatan....................... 5 ****) Penyelidikan Umum......... Nama Perusahaan :............ Atas perhatian dan persetujuan Bapak.......... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ... ............ ........ ............................................. Nama Pemohon :..... Jabatan dalam perusahaan :.......................... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan...... ............. Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ........... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***).. ..................... . bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ... .. Eksplorasi dan Eksploitasi........ ... 6000 ........ dengan ini............. 2 *) Coret yag tidak perlu .. ...................... kami ucapkan terima kasih ... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***).... #) Yang bertanda tangan di bawah ini. 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***)..... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 .... (nama pemohon) Tembusan : 1 ....... 2 ...................... ...........

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

.............................. ........................................................................................ () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : .................................. *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ................................. ....................... : ............ Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ................................... : . : .............................................. B ............................................. 4 Susunan Direksi............ : ....... D i ................ : ......... .......... a Susunan Direksi............................................................. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ................................................... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ............. ............. .................................................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ..... .................................... : ........................... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . : ..................................................... .............................. Komisaris dan Pemegang Saham : . ....................... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ...... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ....................................... ................. : ................... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan .......... .............................. : ..............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .

................ Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 .................... Kehakiman b Nomor dan tanggal ..... (2) Jumlah Utang : ........... () Jumlah Utang 2 : ................................................. b Perusahaan Nasional . Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ................................................. ................. () Penghasilan Bersih 3 : ........................ 6 ......................................... () Jumlah Net Aset 1 : ............................................ : .......................... Nama Jabatan Susunan Direksi........................................ .......................................... Pengesahan Dep......... () Jumlah Net Aset 1 : ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ... () Penghasilan Bersih 3 : ...................... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 .... ....................... Perubahan akte terakhir : : : : : ..................................................................... .....................

... Tanda Terima SPT Tahun terakhir... 6... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar...................... 4 ... 2 # coret yang tidak perlu ...... ..... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk...... 3 .................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ........ Lampiran permohonan 1 ............... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 .... ......... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 .................... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .............000...- .... td t Materai Rp.... ....... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota.................... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .. 6 .................. 2 ..... (nama pemohon) Tembusan : 1 . 5 ...... ............... . Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan....................

. kami ucapkan terima kasih.................. Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ............... 6.. IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : ............. Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum....... .tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum . Pemohon Materai Rp............ D i .. ...... ...............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .......000.... Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan...... Atas perhatian Bapak..........

....................................... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : .......... 4 Referensi Bank ) : ............................. PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : .... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ...................................................... : ......Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .............................................. b ......... : ......................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a .......................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : .......... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ..... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ..................... : ............................................. 5 Akte Pendirian ) : ............................................................ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 .................................. jumlah............ .......... d PERALATAN ............. Daftar Personalia : ......................................................................... Daftar peralatan utama yang dipunyai.......................................................... : ........ kondisi....... : ................................. PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ................... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ............... jenis/macam peralatan............ 6 Keterangan lain ) : ............ status kepemilikan dan tempat penyim panan : e .......... Daftar tenaga ahli : ......

..... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja... .... 2 . nsoa.. .... bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ..... melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya.... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku. ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin.... ) 6 Keselamatan kerja.... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini .. brau elk. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja.. ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ....... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 .... ) 2 Kegiatan Teknis. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli....... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup... ) 4 Keuangan...

............. Atas perhatian Bapak................... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ......... Gubernur/Bupati/Walikota . D i ............ ....... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum.... kami ucapkan terima kasih....................... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ..... . Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B . ............................... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ....... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth...............

.............. status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ...... : ... : .................................. d PERALATAN .................................................................... kondisi...... : .................... : ................ : ............... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas........................................... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ...................................... : .. SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ................ jumlah................................ dengan alamatnya Daftar Personalia : ... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c .......................... Daftar tenaga ahli : ........... : ................................... Daftar pimpinan umum perusahaan : ............... PERUSAHAAN : ....................................... dengan menyebutkan jenis/macam peralatan................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ................................................................. PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b .... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ........... : ... : ..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ............ : .......................................... : ........................ : ...........................................................................................................

(nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ...... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup................... c ......... . PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii..... brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ...... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ......... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 .. esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a .......... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja....... b ..... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.. Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa.. ) 6 Keselamatan kerja... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja. Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya.. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ......... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku......... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk... ) 2 Kegiatan Teknis.............. 2 ........... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)... ) 4 Keuangan.......... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk...............

lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . Berisi judul Bab. yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.. Sub Bab.ar htndnli-an ain i. ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. Berisi nomor tabel. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . D DAFTAR . Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. 489 . dampak penting yang mungkin tmu. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL .

alam/binaan. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . 2. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab .. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. c Memprakirakan dampak dan meng. sumberdaya alami lainnya. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . desa...Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. lingkungan hidup. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . e Debit dan sumber air yang diperlukan . Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. dan sarana lain. pss gorfs. propinsi. baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs.. antara lain . agt ej et wl ej. BAB III. . kecamatan. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . c Kapasitas produksi . d Jenis sumber energi/ bahan bakar. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs.3. . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II. kabupaten.. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . a Nama dan lokasi proyek (Kampung. antara lain : . naa an a Tahap persiapan. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. operasi sampai dengan pasca operasi. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. hidup awal. b Mengidentifikasikan rona lingkungan .. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej.

eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. operasi dan pasca operasi. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan.000 sampai 1 : 100. f g . di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. terkait dengan .tratdna ksta. d .. 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . c .. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek..uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. e . antara . transmigrasi. . Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. Kecamatan.. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. . l) e Resultante dari keempat batas wilayah . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. b Batas ekonologi. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. batas administrasi pemerintah (Desa. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . b .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. adalah berupa ruang . eitn d Batas Administrasi. dl. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. Kabupaten. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . naa an a .000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. ekonomi. pertanian. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . c Btsssa. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. yaitu ruang dimana . METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data .

biaya survei lapangan. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. tujuan dan ruang lingkup studi. trat eki. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. biologi. 056 Tahun 1994. Kep. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae).. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. biaya analisis laboratorium. biaya peralatan. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). b Laporan penelitian/studi tentang .3. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud. c Studi literatur yang erat kaitannya . pengumpulan data sekunder. l BAB V. antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . matriks dan daftar isian (hcls) cekit. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). Mekanika. analisis data. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. 5. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. penyusunan pembahasan. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal.2. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting .. dengan rencana kegiatan. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . antara lain : Gaji/upah. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer.. Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal.

Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Sub Bab. Menteri Pertambangan dan Energi. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Perturan Daerah setempat dan lain-lain.atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. Berisi judul Bab. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . bangunan berwawasan lingkungan. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . I I . air. l B DAFTAR ISI . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Peta lokasi. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. DAFTAR TABEL Berisi nomor label. Memuat alasan. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. dampak penting yang mungkin tmu. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. skema.. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . tabel dan foto C .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang .

2. b Sebagai wahana untuk memberi . operasi dan psaoeai ac prs. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain .1. konstruksi. yaitu ruang dimana . l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. operasi.. fisik-kimia. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam .. hidup awal. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. c Memprakirakan dampak dan . dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . metoda pengumpulan dan analisis data. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal.

. yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. c Batas sosial.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. sosial ekonomi. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. b Data komponen kegiatan yang .0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku..000 sampai 1 : 100. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. 495 . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. adalah ruang . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. b Pada pengumpulan data lingkungan . Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . c Pengumpulan data untuk demografi. . atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . adalah ruang di sekitar . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. b Data sekunder . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . sosial budaya. adalah berupa ruang . pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. berupa uraian tentang metode pengamatan. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . biologi.

Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa..4. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . 056 Tahun 1994. BAB III. b Perbandingan dampak penting .6. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. Susunan tim penyusunan Andal. 3. jalan kereta api. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . gunung. 3. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. hendaknya menggunakan metode bagan alir.. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya.2. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . 3. (dilengkapi peta dengan skala memadai). matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. Kep. 3 Tim biologi . Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. 3. Untuk memprakirakan dampak penting. hutan dnli-an. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. dermaga dan lain sebagainya). b Identitas penyusunan Andal . 3. 4 Tim sosial dan kesehatan .3. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor .5. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). 2 Tim geofisik-kimia . a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan .

1 Tahap Persiapan . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. l l l l l 39 .. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.. l l l l l 38 . apakah tambang terbuka.. laboratorium dan lain-lain. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . gudang bahan kimia dan mekanik. a Pertambangan Batubara . kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. 1 Tahap Persiapan . Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. 3. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . cadangan terkira dan cadangan terduga. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. tenaga listrik. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. uraikan jenis alat.10. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan.

uaknjnsaa.pnnglnakooi. Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi . penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. perlu mendapat perhatian khusus. peledakan. ekonomis maupun budaya. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. c . penggilingan. gambar aa ft.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. penguranan kadar air. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. 498 . Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. Uraian secara singkap rona b . seperti stala lnk. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. pemekatan. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat.

rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. intensiatas radiasi mataair. 3 Tingkat kestabilan tanah . kegiatan vulkanis dnli-an a anli. suhu (maksimum. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. dl. zat pencemar (debu. curah hujan. an b Hidrologi dan Kualitas Air . bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. lahan. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . struktur geologi. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi .tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. CO2.. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. 4 Keunikan. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. kelembaban. keadaan angin (arah dan kecepatan). H2S. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. kimia dan fisika tanah. seperti porositas. NOx. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. gempa bumi. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). ekologis maupun nilai estetikanya. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. keistimewaan dan . CO. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. Membahas keadaan fisiologi dan geologi. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. a Iklim dan kualitas udara . minimum. yaitu gerakan tanah. rata-rata). jumlah hari hujan. SO2. karakteristik .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. 2 Jenis tanah.

. tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). meliputi : 1 Pola pasang surut. pola . a Flora darat/perairan . 1 Inventarisasi tataguna lahan . mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . anli) 5 Uraian vegetasi dan . 4 Inventarisasi nilai estetika . Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. arus. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. tp dnjnsjnsvgts. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . rencana tata ruang. eitn 3 Kemungkinan adanya . dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. 2 Perikehidupan hewan-hewan . dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . 1 Penjelasan tentang vegetasi. . hutan mangrove dan li-an. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya.. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. 1 Perkiraan penyebaran. b Fauna darat/perairan . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. 3 Perkiraan penyebaran dan . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. reptil. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. yang dianggap penting yaitu habitat. 3 Kualitas air laut dan . konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. wilayah. migrasi. e Tata Ruang. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. karang. i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . Lahan dan Tanah . 42 Biologi . 2 Rencana pengembangan . burung. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi.

maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. pendidikan dan agama. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. bila data dan informasi faktual tidak ada. konstruksi. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. 501 . . 43 Sosial (demografi. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi.. Identifikasi. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. mata pencaharian. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. ekonomi dan . baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). 4 Hewan-hewan lain yang . meliputi : a Kependudukan (demografi). jenis kelamin. c . l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa.. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting .. a Membuat uraian secara jelas dan . longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn.. Uraikan secara sistematis. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa.. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif .. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). l 22 Data Teknis Proyek . eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. b Membuat semua saran tindak yang .. l l l b Identitas Penyusun Andal . antara li : an 2. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan.yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut.1.

42 Dampak Penting Terhadap Aspek . misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. l Erosi. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . kemudahan.1.3.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . dsb.. sosial ekonomi. l iklim. ekonomi dan sosial budaya. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. sedimentasi. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic.. l Pembukaan lahan. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek.

etr an b Pengembangan dampak positif agar . Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. rancangan rinci rekayasa. antara lain. kntus. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan . l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan.db. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. 4.. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. sketsa. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.5. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. osrki s) 4.7.8.3. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. mencakup : b Biologi . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali.

Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. jelas. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). yaitu : l topografi. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. l lokasi pengelolaan dampak. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . majalah. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . fungsi. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. BAB V. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. 5. Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. l kondisi kehidupan masyarakat. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. atr li : naa an 1 . l calon lokasi kegiatan. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. 2 . Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut.2. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. l kondisi prasarana dan sarana umum.4.. egsr l spesies langka (flora dan fauna). Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud.

Berisi nomor gambar. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel.2. Berisi nomor tabel. antara lain : . D DAFTAR GAMBAR . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. antara . B DAFTAR ISI . BAB I. Kepentingan pembangunan umum.3. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. 27 Tahun 1999. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. l a Kepentingan Pemrakarsa. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. Berisi nomor lampiran. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. us BAB II. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. identitas. E DAFTAR LAMPIRAN . l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. baik secara regional maupun nasional.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. Berisi Judul Bab. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . C DAFTAR TABEL . atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait.. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . kualitas bahan galian. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. lapisan yang akan ditambang. c Penanggung jawab Kegiatan . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Instalasi Pengolahan. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. lokasi dan periode pemantauannya.. a Nama dan lokasi kegiatan . Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan. lengkap . tata ruang. Tempat Penimbunan. Kabupaten. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. 22 Data Teknis Proyek . Bengkel. metode pemantauan. diberikan dalam Andal BAB III. Kecamatan. sistem penambangan dan umur tambang. d Penyusun RPL . misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. ults i l geologi. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). antara lain : a Luas KP Eksploitasi . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. sumber dampak. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . a Memuat uraian secara jelas... Jalan. Gudang. Gudang Bahan Peledak.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. tolok ukur dampak. c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. uraikan mengenai keadaan lapisan. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. . 33 Tolok Ukur Dampak . Perumahan. b Lahan untuk sarana dan prasarana . RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena .. jumlah cadangan. (Kantor.. at l kaia uaa kaia ar ults dr. Pelabuhan/Dermaga. operasi dan pasca oeai yiu: prs. b Memuat semua saran tindak yang . Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau.

Tata Kerja. b Wawancara .. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan..2. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan.5. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. aa kerja. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. antara li : an a Pengukuran ... misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden.tnkt noms. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . 3. meliputi ifrai jnsaa. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . 23 Tahun 1997.tp aa. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . c Observasi . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. pengalaman dan lain sebagainya. 37 Periode Pemantauan . Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan.. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No. lokasi dan interval waktu.

Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL. Men.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . 2 .. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.

Ruang. Aktivitas Ekonomi 3. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Pemindahan tanah penutup 10. 1. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. MISALNYA : C. 1. Penambangan batubara/bijih 3. Penanganan tenaga kerja 7. Kualitas Udara 3. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Pengolahan batubara/bijih 13. Migrasi Penduduk 4. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penambangan batubara/bijih 6. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Hidrologi 6. Iklim 2. Fauna Darat 3. 1. Reklamasi 15. Penambangan batubara/bijih 5. Kualitas air 5. Kesempatan Kerja 2. Pemindahan tanah penutup 2. Pemuatan dan pengangkutan 12. Flora 2. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penanganan tenaga kerja 513 . Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Kebisingan 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 11. Penimbunan batubara/bijih 14.

Penambangan batubara/bijih 11. Kualitas air 5. Penimbunan batubara/bijih 14. Kualitas Udara 3. MISALNYA : C.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Flora 2. Penanganan tenaga kerja 7. Pemuatan dan pengangkutan 12. Kebisingan 4. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penambangan batubara/bijih 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Penambangan batubara/bijih 6. Penanganan tenaga kerja 514 . Fauna Darat 3. Penambangan batubara/bijih 5. Kesempatan Kerja 2. 1. Ruang. Pemindahan tanah penutup 10. Pengolahan batubara/bijih 13. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Pemindahan tanah penutup 2. Migrasi Penduduk 4. Aktivitas Ekonomi 3. Iklim 2. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Hidrologi 6. 1. Reklamasi 15. 1.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

000 Ha. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.000. 1 .200.000 ton/th (ROM) ≥ 600. termasuk ) pengolahan.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.200. Semua besaran 3 . 5 . (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1. termasuk pengolahan. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. Dan atau ≥ 100 Ha.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 .000 ton/th (ROM) ≥ 1. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . 4 .

.. Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan .... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .. ....... b Status Perusahaan .. b .. .. Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .. : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : ..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug.l) atau tidak c ... rpni ... I I ....... . 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan....PLH/1994 tentang Pengawasan.. a Desa/Kelurahan : ... e a a m r e i t n ....(2H* edkn. Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta.. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air..... ... . T h n .. ... ..Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I. d Pois :.... c Jenis Perusahaan . b .... masing-masing) a ... . eaaa . eitn an 22 Lahan ... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan... ....... .. atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.. euaa..... b Kcmtn:..m/a) Status lahan..... c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun ........ e .. ....... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M.. Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe . : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum... . ... .. 13 Maksud dan Tujuan .... Coret yang tidak perlu c .. Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a . Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 ... Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. . .. . * ) 14 Dasar Hukum .. UPL a Nama Perusahaan ... Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a .. apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ... ..... . c Kbptn:.. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan .... ... ..dl tasirs..... e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan ..m/a) ryk ... f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.. d Keputusan Menteri Negara Lingkungan . ........ a . auae . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan . Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li.. .. b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun ...

l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi ... gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. aa prs Jns ulh ia.. . ei a psfks ens dl.Jma. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi .Sft dl. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta... l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi ... Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.. Hidup. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . 42 Jenis dan Potensi Dampak . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . thpoeai(ei. td t.Jma. V . Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . up. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . dll). (Jumlah. . Biologi dan . Kimia. 31 Tahap Persiapan .Sft dl. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. Jns ulh ia. UPAYA I c . Jenis dan Spesifikasi Teknis. Kepada Biro Bina Lingkungan . V I . Sosekbud. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . (ei. Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. Kimia dan Sosekbud). 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi... 2 Bupati/Walikota.. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan ..

...ag eckp oai us lahan.. dan peruntukan lahan asal. stockpile/yard.. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . stockpile/yard. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. 212 .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan .. gudang dll). untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno..brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor.. bengkel. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) .. stockpile/yard. Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn.. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing.. Uaa.. perumahan. baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. bengkel. Uraikan teknik. gudang dll).. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .la nu au . perumahan. perumahan. gudang dl. bengkel.... Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .yn mnau lks.... I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan .

serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). RENCANA BIAYA V 411 .. tanah dan udara l Saiia lrn.. dlmrnaatreu aa au . pengkapuran tanah. 421 . dan parameter yang dipantau) l Kualitas air.. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui.. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 .. stockpile/yard. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll.. kekerapan. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). LAMPIRAN : 1 .. perumahan. 2. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada).. bengkel. gudang dl. meliputi : . Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan.. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor..000. dll.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I..Pemeliharaan (pemupukan. skala Minimal 1 : 10. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan. air larian permukaan... biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. 2 .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. penyiangan. upah tenaga kerja.. air limbah pengolahan/pabrik. limbah domestik. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. KEGIATAN V . metode. dll). td t. aiia eujn.4. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). lokasi. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond.Persemaian . i sm abn.000. skala minimal 1 : 10. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.eoidl tblts eeg rs l. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn.. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.Penanaman . penyulaman. timbunan tanah penutup.

h Pelabuhan/Emlasement ..atf ki . DAN RENCANA TAHUN . luar tambang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . ...selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . c Perumahan Karyawan .atf ki . Kantor f g Bengkel . . . Lnfl i adil . e Gudang.... a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . 5 Fasilitas Penunjang . .selesai 3 Jalan Tambang .. b Kolam/Penimbun Tailing . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . d Jalan Non Tambang ..

b Timbunan tanah/batuan . TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH .. Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . dan lain-lain). Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . . kolam ikan.. penampungan air. Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . b Timbunan tailing . tambang e Timbunan tailing ..... . Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang .. d Bekas jalan non .. c Bekas kolam sedimen/ . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi.. tambang .. penutup c Bekas jalan tambang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 .. .. penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang ... DAN RENCANA TH ... a Lahan bekas tambang .. (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . DISKRIPSI S/D . e Bekas jalan non .

a Kapur .. Contoh 3 Tenaga kerja .. Kg b Kapur . Kg 5 Obat-obatan . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I . 1 Tanaman Penutup . Kg d Tenaga kerja ... Kg c Pupuk . Ltr ie 2 Analisa tanah ...... Kg b Pupuk .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Kg c Tenaga kerja .. HOK 2 Tanaman pokok/pohon . a Benih . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) .. I Persemaian 1 Benih tanaman pokok ... Kg 4 Pupuk . Kg 2 Pembuatan tempat .. 1 Obat-obatan . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 .. persemaian Buah 3 Kapur .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. b . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . 1 .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . 1 . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . 1 . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . V . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. 1 .

ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. Tambang. tatacara penambangan. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. Geologi.

Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. 530 . Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. penambangan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. pengolahan dan pemurnian. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. kejadian berbahaya. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. Penelaahan kemajuan reklamasi. konstruksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi.

Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. RTKL. realisasi pelaksanaan reklamasi. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. pemakaian berbahaya dan beracun. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang.

Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. cadangan bahan galian.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. Penela ahan tumpang tindih wilayah. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. produksi. eksplorasi. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. Pengolahan data cadangan bahan galian. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. mendata pro-duksi dan penambangan. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. 532 . permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait.

1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. u. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . . bahan buangan/limbah. lingkungan/pemantauan lingkungan. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans.dit cos ct dl rie rf. . 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. Keselamatan kerja. atau pencemaran lingkungan. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. rs. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . a Menelaah data objek inspeksi. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . I I . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . c Melakukan presentasi obyek inspeksi. b Menyiapkan peralatan inspeksi.

2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 534 . 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong.

2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. ) 535 . 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit.

) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 536 . kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. b Menyiapkan peralatan inspeksi. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. dermaga. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. b .

inspeksi pada pasca tambang. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. 1 . inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. inspeksi pada tambang permukaan. ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. pengujian kondisi tempat kerja. Pelaksanaan Pengujian. inspeksi pada fasilitas permukaan. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. inspeksi pada pelabuhan. ) i Melakukan pengujian peralatan. ) i Melakukan pengujian peralatan. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. b . ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. c . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) j Menganalisa penyebab kejadian. ) j Menganalisa penyebab kejadian. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . Kejadian Berbahaya. II PENGUJIAN I. 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. inspeksi pada tambang semprot. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 2 Melaksanakan Pengujian . inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) 2 Menyiapkan alat uji. 2 . c . inspeksi pada kapal keruk. 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. I. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . 1 Melakukan persiapan . h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. pengujian kelayakan operasi. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Mengumpulkan dan menelaah data. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. inspeksi pada tambang bawah tanah. Inspeksi Bencana 1 .

4 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi.

Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi . serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan). 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .. ..... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.. d....... at ...... NP I ...... 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan... 2 ....... Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau......... LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang .. pengelolaan dan pemantauan lingkungan). . rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang)... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi. C ..... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 ... (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu...... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran..... ekonomis/ produksi....... berupa : ....... • Tidak ada • Aa yiu:. saran.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang........ NP I 2 Hasil Inspeksi . (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang.... A ... B .... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 . Penutupan Tambang .. PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan...

...................... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) .......... ................................................ I......................... 4 ....................................................... a) .................................. .......................................... 5 ............................................................ 3 ............. ...... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb............................... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ........................................... ............................... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan). 2 .. PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ................................. 6 ........................ 7 ........... faktor penyebab kss au) .. .............................................................................. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 .......................................................... ............................................ .................................................................... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ................ ................... ....... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus........... NP .Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ... ........ : : : : : : : : : 8 ....... ..................... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au . .................... FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas....................

peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. 2 . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. dpst eoi. data hasil eksplorasi yang tidak benar. eitn Rentan akan manipulasi data. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . . Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. 4 . misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. . dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . baik dari segi geologi. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . eslrs. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. penyebarankualitas & cadangan mineral. goii. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . I LATAR BELAKANG 2 . saham untuk kegiatan eksplorasi. eksplorasi. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . . . 3 . I I . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. 4 Tenaga ahli . bisa dipenuhi. baik melalui kerjasama. 5 . RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. pengukuran. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. penerapan sangsi dan tegas. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . peraturan yang mendukung. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. perkembangan kegiatan eksplorasi. tatacara-tahapan eksplorasi. braa lna. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. I. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. penjualan saham dsb. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. tidak benar untuk perencanaan penambangan. krls dt eslrs. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol .

f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. khususnya GPS . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. kpoai V . d Interval kontor . 1 Pematokan Batas KP . .lnai . kerapatan data dsb). . penampang) . 6 .idks mnrlss. sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. a Diatur/dibuat peraturan perundangan . d Penelaahan/evaluasi laporan . f g Batas KP/KK/PKP2B . geofisika. anomalinya. Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . b Dibuat juklak/juknis . d Interprestasi dan penentuan anomali . ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . 2 Pemetaan Topografi . . ai nepets pt tutr ies. 7 . f g Kemungkinan kontaminasi. c Due deligance . deposit e Kelaziman peta geologi . h Indeks peta . VI. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. perhitungan cadangan. . digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. d Kelayakan lokasi contoh. Geodetik e Laporan hasil pematokan . apa sesuai dengan KP/KK/ . CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . 6 . pemboran. hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . c Detail data pendukung . . . pemetaan geologi. ltlg. kegiatan eksplorasi (analisa. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. cebakan mineral yang dieksplorasi. analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. 4 . pemetakan topografi. PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . 1 . 3 Ctastlt . e Kemungkinan pembesaran . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . 9 . . b Peta lokasi contoh apa ada. PKP2B d Peralatan yang digunakan. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . pemboran. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . dan interprestasi . . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . 1 . . . Jenis kegiatan yang dilakukan. mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan.dl. c Hslitrrsai(easrku. a Cara pengambilan contoh. Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. geokimia. b Kordinat data . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. e Penyelenggaraan presentasi . c Hasil (peta. Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . klarifikasi cadangan. 8 . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. e Penetuan daerah anomali . 542 . c Peta geokimia. . 5 . b Korelasi data sekitarnya . h Kelayakan nilai kadar geokimia. Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. 4 . sampling. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . . lapangan. Petageologi lokal-detail ada/tidak. e Pelaksana . 2 .

. c . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. 1 . antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . arh . dea. Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . f g Dtcinlmt . lrfks b Data Pendukung . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. Pengirim contoh. . duplikat contoh). 1 . g Pemboran (recovery. costaining. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. Pola spasi. c Laboratorium pelaksana . dcr. . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. . d Penafsiran bentuk endapan. . . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . terowongan. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . l m Hasil trenching. Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . cara dan peralatan pemboran. 9 . c Logika kadar mineralisasi dan nila . sertifikat. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. 1 . geokimia. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . Cek batas KP/KK/PKP2B. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . iai . b Krls hslaaiata usr . etfkt nls. Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. analisa. duplikat contoh). . h Ksrnhslaaia . Evaluasi Laporan Kegiatan. 1 . . Pemboran (recovery. preparasi . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . e Spasi data termasuk sampling. . i . Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. sampling. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . b Apakah laporan dirapel/tidak. eeto ii. Detail geologi & mineralisasi. f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . . eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . contoh. eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . . oeai ai nls ip nu. f 7 . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. sampling. Apakah telihat kemajuan. Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . ketentuan yang berlaku. b Lokasi kegiatan yang konkrit . eksplorasi yang dipakai. . kgaa. cadangan . e Kode/tanggal/tahun sertifikat. .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. d . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. d Sriia aaia . Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . b . lapangan/eksplorasi h . iaa ai nls. preparasi contoh. . h Metode perhitungan sumberdaya dan . e .

. h Cek peta batimetri . Cara perhitungan cadangan i . dan cadangan. . h . c Banding data bor & geofisik . d Metode. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. h Cek semua hasil kegiatan . b Logika penyebaran . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. Cek penarikan outcrup. Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. . i . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. j 1 . f g Korelasi dengan data Geol. Regional . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . mineral dan kimia. . . lokasi & spasi pemboran . c Logika nilai parameter kualitas. e penampang hasil pemboran . . Kebenaran peta topografi. b Cek korelasi singkapan dan bor. d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Spasi data pendukung i . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . .

Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. I I . 25 Tahun 2000. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. I. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. . Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. bijaksana. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. penambangan. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. yang setelah dievaluasi secara teknis. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. benar. ctofgae u f rd. biasanya dinyatakan dalam persen. biasanya dinyatakan dalam persen. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan.

6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . recovery penambangan. V I PROSEDUR I. 1 . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . a mempelajari data sebagai bahan . seluruh kegiatan pertambangannya. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . V . 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . cadangan bahan galian secara rinci. V . 1 . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. 1 . lengkap dan baik.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . setiap 6 (enam) bulan. pasca tambang. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . Hal 4 tidak ada 546 . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . c Mengadakan diskusi yang mendalam . evaluasi . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. li. 1 . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . cadangan pada masa pengakhiran tambang. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. bimbingan. 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. sesuai dengan kewenangannya. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. a di Kantor Perusahaan . sehingga mendapatkan recovery maksimal. 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . dan kadar/nilai rendah. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. 1 . Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. 9 Penggunaan produksi bahan galian. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian .

a a a a : a Mengamati apakah telah . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. 547 . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . c Mengadakan diskusi ang .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . b Mengamati apakah telah . b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. a a a a : a Mengamati apakah telah . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. lk ea iai b Recovery pengolahan : . penambangan. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. kadar/nilai rendah dan bahan galian li. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . : Recovery b Ttcr . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Recovery Penambangan : . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. b Ttcr . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. b Mengadakan diskusi . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . a a a a : a Mengevaluasi apakah .

b Mengadakan diskusi . antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. penanganan taling adalah sebagai berikut : a . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. I. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . b .

Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . RUANG LINGKUP 5 . pejabat pengawas . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. 3 . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. pengukuran. pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. 2 . sampling. diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. I. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . B Kewenangan lainnya . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. PENGAWAS PRODUKSI 1 . sampling. . 1 Apabila dianggap perlu. 2 Dalam melakukan pengawasan . dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . pengujianpengujian.

hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang .Criiaeo aayi etfct f nlss . .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager . dan atau proses produksi. Selesai melakukan pengawasan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . c Melaksanakan Pemeriksaan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas.Pencatatan draft kapal . d Temuan dan Pembahasan . V . c Kegiatan Penimbunan . d Melakukan rapat mengenai hasil .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan.Dokumen syahbandar . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . d . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. 3 . . . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . Pada tahap pelaksanaan pengawasan.Dokumen delivery order.Pencatatan stock akhir d. Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . Pemurnian .Pencatatan recovery.Pencatatan stock awal . laporan produksi baik harian.Certificate of weight . produksi. Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . SISTEMATIKA I PRODUKSI A .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . PEMERIKSAAN V .Dokumen invoice . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. mingguan.Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . Kegiatan pengapalan. b Pemeriksaan secara administratif . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . . e Kesimpulan dan saran .Jumlah barang yang diangkut. c Pemeriksaan secara teknis .Dokumen Bill of Loading .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . data/ . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . 4 . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel.Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan.Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . angka (1) tersebut. 4 .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai .

Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . berita acara serah terima brn. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . pengukuran tonase. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. midling. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : .Kaia ults . kontrak jual beli. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . air. . . 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. syahbandar. . efisiensi pengolahan/ pemurnian. bill of loading. eiinpoe. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . penggunaan bahan bakar minyak. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . delivery order.Jumlah penggunaan .dnli-an ults a anli. dokumen kontrak jual beli. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. tanah penutup. 3 Perencanaan produksi penambangan. pos retribusi.lse dnli-an fse rss oss a anli. kemajuan penambangan. 551 . 3 . tanah pucuk. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. dan lain-lain. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. ongkos produksi. recovery. by product dnli-an. pembukaan lahan. harga penjualan dan lainli. stripping ratio. recovery.iviednli-an aag noc a anli. Meliputi pemeriksaan yang akan. b Pemeriksan pemakaian sendiri . losses ketika pemuatan/pengangkutan. penggunaan tenaga kerja. certificate of wih. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. tailing.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. pemberitahuan ekspor barang. egt cl i et oveyor. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. ketersediaan front penambangan. losses. tujuan penggunaan.Dokumen bukti terima barang. an USAHA VI K E W A J I B A N I. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. produksi dihasilkan. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . certificate of analysis. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . lokasi peggunaan. flux. efisien peralatan. pengukuran draft kapal. run of mine.criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. 2 Perencanaan produksi penambangan . dokumen. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. flow chart. reagent. delivery order. penggunaan peralatan. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan.Dokumen invoice. material balance (feed. penggunaan bahan peledak.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 .

dipindahkan. Purnomo Yusgiantoro D . masuk ke tempat penimbunan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. C . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. m 3 . a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . d jumlah dan kualitas produksi . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. serta produk sampingan. produksi dan tailing.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. 2 . 3 . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . 2 . dalam angka (1) tersebut. Kegiatan Penimbunan 1 . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. 4 Pencatatan produksi sebagaimana . 4 . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. b jumlah dan kualitas produksi yang . E . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. dalam angka (1) tersebut. F Dokumen Penjualan Produksi .

daerah pembuangan ranjau. untuk mencapai tujuan tersebut. d . e Peralatan yang digunakan dalam . yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . . yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. hasil yang akan diperoleh. arus regional. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. d Waktu dan lamanya kegiatan. 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . jalur kabel dan pipa. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . lokasi wilayah perizinan. dan lain sebagainya. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . dan lain sebagainya. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. Luas. Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. I RENCANA KERJA A UMUM . penyelidikan. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . c . eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . topografi. undangan yang berlaku. . b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . B . penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. ieakn b . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 1 Berdasarkan peraturan perundang. Kecamatan) maupun geografis (odnl. hak guna lahan. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. vegetasi dan tataguna lahan. I PENDAHULUAN a Prjnn . auae. iklim. Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya.

geologi dan lain sebagainya. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. gaya berat. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. 2 . ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. side scan sonar dan lain sebagainya. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. pemboran. 6 Skala peta yang digunakan. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. . atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. Sebutkan skala petanya. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. sumur-uji. geologi dan lain sebagainya. sounding. seismik. 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. c . caranya seperti Bulk. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. Contoh seperti batuan atau pemineralan. parit-uji. geofisika seperti polarisasi terimbas. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. grab. side scan sonar. chip atau channel . pembuatan sumur uji. sounding. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. gaya berat. dan jumlah contoh). potensial diri. tanah dan batuan. polarisasi terimbas. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. geofisika. penyelidikan geofisika. tanah. sungai. jenis. pengolahan data. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. potensial diri. rediometri. RENCANA a . Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. geokimia dan lain sebagainya). penyelidikan geokimia. tahanan jenis. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. distribusi dan jumlahnya). ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). kegiatan pengumpulan data (di lapangan). Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. seismik. penginderaan jauh. parit uji. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. well logging dan lian sebagainya). dan penyusunan laporan. geomagnet. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. b . geokimian endapan sungai. gravity core. pemboran).

lokasi) dan jumlah contoh. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. 5 DAFTAR ACUAN . kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. kedalaman. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. c . 3 RENCANA TENAGA . ) Kolorimetri. 1. b Penulisan daftar acuan hendaknya . KERJA DAN Pemboran. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. ICP. 2 Rencana metode analisis (AAS. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. PERALATAN a . terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. ) mineragrafi. daya mineral. panjang. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. data geofisika. 4 RENCANA BIAYA . lingkungan dan aspek lain.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. lokasi. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . arah dan lain sebagainya.pemboran. mineral berat dan besar btr ui. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . (pemineralan). format seperti di bawah ini. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. jenis. 6 LAMPIRAN : . d Analisis laboraturium . sumur uji. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. . e . (sumur/pari uji. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. sumur dan parit uji. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . geologi. data geokimia. sebagai dasar acuan eksplorasi. 5 Rencana analisis petrografi. dan jumlahnya. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. coring atau non coring). eksplorasi atau untuk evaluasi. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. rencana cara pembuatannya. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . Pembuatan Shaft. sumur-uji atau prtui ai-j. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya.

..... kerapatan pengambilan Contoh.... Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2...../au :........................... dan lain sebagainya.................. Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 . rwln ..... Status/tahapan 3................ B .... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) ... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ............ ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ................................Thn ........... 5.................... ... ................. ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6......... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No...... pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan.... . : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ................ .............. SK ˆ Tgl................. Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan..... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan .... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ...

Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . P r l t n 7 eaaa 1 . Tenaga kerja 6 1. Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Biaya 8 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . studi kelayakan AMDAL**) 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . K-3 Lingkungan 9 2 . Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14.

bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. jenis (batuan. parit uji. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . penampang bor. 1. dan 10). 4 .d. channel.10 dan 11. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. 9 . 7 .. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya.titik pengamatan. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. ha .9. metoda atau sistem pemboran (angka 8). Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. 3 1. 2 1. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4.6 dan 7). Jt Rp. 3 . metoda pemerCotohhan (coring/non coring. 8 .5. 0 1. 6 .hektar.buah. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. 5 . 1 1. tanah. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah.9. bijih. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. sumur uji. 4 1. Peta geokimia Peta/bagan. geokimia. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. batuan peminrlnbjh. 2 . yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb .mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . tp . Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. chip. b . pemboran Contoh batuan. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. Penampang geologi. penampang dan model goiia efsk.8. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya.lembar. Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s.7. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6.

cara pencapaiannya. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. b . alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. A UMUM . . Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. seperti kepemilikan. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. terutama informasi mengenai keterdapatan. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. B . Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. (yang dilakukan). kegiatan penyelidikan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. kuantitas dan kualitas endapan mineral. sebaran. 559 . Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. maksud dan tujuan penyelidikan. dan informasi pendukung lina any. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. Luas daerah yang diselidiki. c . b . akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. d . sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. tubuh utama laporan. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. a . tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. demografi dan kependudukan. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). ) hak guna lahan. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . 2 Aspek legalitas. SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. waktu penyelidikan. 1 Ringkasan . hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya.

dan pembuatan laporan. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. oo aei. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. sebaran. kegiatan pengumpulan data. an h . bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. . ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. geofisika. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut.aa eet ltaa efsk. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. SAR dan lain sebagainya).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. tipe endapan. i . baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. . pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. termasuk analisis laboratorium.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. (oms. f g . mulai dari persiapan. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. vegetasi. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. jenis. e . Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. SLAR. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. stratigrafi. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. topografi. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. Informasi mengenai iklim. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. termasuk kualifikasi/keahliannya. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral.

parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. graviti dan lain sebagainya). pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. Pemboran. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. sumur uji. tanah. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. spur and ridge. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. P esi. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. catchment area. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. sd sa snr sudn.psn srt ie cn oa. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. jenis batuan dan pemineralan. skala peta dasar juga harus dicantumkan. grab. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. onig aag uu. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci.simk efsk ag iaa I. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel.uji coba penambangan.

Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. dengan cara statistik. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. mineragrafi. baik geofisika. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. penyelidikan geokimia. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. struktur. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. k Hasil penyelidikan . Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. 2 dimensi atau 3 dmni. dot dan lain sebagainya). selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. mulai dari pemetaan geologi. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. cara preparasi Contoh. mineralogi. menggunakan komputer atau manual. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. ubahan batuan di daerah penyelidikan.

foto. jurus dan kemiringan tubuh bijih. tabel. sebaran atau kemenerusannya (continuity). jumlah lapisan. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. () Pemboran. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). tu pemboran. ai-j. sumur-uji. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. uu-j. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. parit-uji harus dilampirkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. ˆ Peta korelasi antara lubang bor.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. lebar anomali dan lain sebagainya. sumur-uji. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. arah anomali. kemenerusan. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. 13-4726-1998). sumur-uji. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. bentuknya dan ukurannya. kedalaman tubuh anomali. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. ketebalan tanah penutup.smrui prtui ai ebrn uu-j.

penyusun laporan. Latar Belakang 1. Penyelidikan Geokimia 3... tahun. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . Metoda dan Peralatan 1. Penyelidikan Geofisika 3. judul. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii.1. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan .3.6..3. tubuh utama laporan. daftar tabel. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia.2. Penyelidikan Lapangan 3. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. 3. dan tahun pelaporan.2. atr isi. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . Penyelidikan Sebelum Lapangan 3..2.1. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . sumur-uji. Pelaksana 2 GEOLOGI . 21 Geologi Umum . ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah.1. eyldkn an hdoelg. daftar gambar. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . Pemboran.4..Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding.. dan lampiran. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan . 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral .5. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . 3.. daftar acuan.dnli atr aprn pt. perusahaan dan instansi pelapor. halaman urut dengan angka Romawi. nlss iia 34 Pengolahan Data . foto. Maksud dan Tujuan 1.2. dan daftar lampiran. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. Pemetaan Geologi 3. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut..4.2. D . Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. daftar atau tabel.3. igaa. C . daftar foto.2. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu.1. Keadaan Lingkungan 1. Waktu 1. -. 1. tempat pemuatan artikel (majalah). Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . dan penerbit.2. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan. komoditas dan daerah yang diselidiki.7. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar.

Hidrogeologi. 4.7. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4. pemboran.mn .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. 4 HASIL PENYELIDIKAN .4.4.5. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 . sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.1.1.. DAFTAR ACUAN 5.2. K-3 dan lain sebagainya. KESIMPULAN DAN SARAN 4. eglhn aa efsk. Geokimia 43 Goiia ... Pemineralan 4.Pengolahan data Geologi (permukaan. ekma iea brt rl ea. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 3.6. efsk 4. Geologi 4. Pemboran 4.

(termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. 5 Jadwal Waktu Studi . c Recovery Pengolahan . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . Jumlah. belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . Fauna. tutr c Geoteknik . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . Mata Pencaharian Penduduk. BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . 2 Keadaan Endapan . Kontrak Karya (KK). Pertambangan (KP). Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . Iklim. Penduduk. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. 3 Peralatan Pengolahan (jenis. c Cadangan .jma. iooi b srku . marketable. jumlah . Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah.kpsts . Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . a Bentuk dan Penyebaran . Pengolahan dan Tailing A . Keadaan Flora. 2 Maksud dan Tujuan . dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . b Bagan Alir . a Ltlg . dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . jumlah dan . kualitas. a Tahapan Pengolahan . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . 2 Prltn(ei. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . miniable. .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. cut off grade. . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . Kualitas Hasil . 4 Pelaksana Studi . Tambang 6. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis.

4 Sistem Kerja (kontrak. dnli-an. yang memuat : a Kontur topografi . Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . b Penyebaran bahan galian . 567 . d Perhitungan “Discounted Cash . pengolahan.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). pengolahan dan sarana penunjang). skala 1 : 10. ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. b Luar Negeri .000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. borongan . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . minimum 1 : 2. skala . skala minimum 1 : 2. BAB VIII : LINGKUNGAN. b Prltn . pegangkutan dnli-an. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). a Dalam Negeri . K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . c Sumber Dana . : 10. nets a Modal Tetap . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . 2 ProspekPemasaran . miniable”. 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. a Biaya Produksi (termasuk biaya . BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . c Pemantauan Lingkungan . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. a anli) b Modal Kerja . (BEP) . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja .000. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. a Organisasi . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. b Pengelolaan lingkungan . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . sekitarnya. e Perhitungan “Break Even Point” . pengolahan dan sarana penunjang).000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 .

peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. penjualan. antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . minimal skala 1 : 2. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan.0000. penyelesaian masalah. yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . b Kegiatan non teknis antara lain . ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . 2 Perizinan . cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . B . statistik produksi. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . 2 Hasil Eksplorasi . biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. Lokasi timbunan waste. “stock pile”. pemantauan dan pengelolaa lingkungan. penampang. e Jalan. h Dan sebagainya . Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . . Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. petalokasi kegiatan. statistik kecelakaan dnli-an a anli. gambar 3 dimensi. pengangkutan. 3 Kaia . FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . h Rencana kegiatan K-3 . . bagan alir dan sebagainya. pelatihan. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . d Batas wilayah eksploitasi . g Indeks peta rencana pertambangan . Perkampungan. pencucian. lokasi . Laporan Triwulan. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. . ditambang c Rencana dan target produksi serta . Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . Peta pengelolaan lingkungan. aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . Laporan tersebut mencakup. pencucian dan pengolahan. pengolahan/pemurnian. reklamasi. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . tambahan penambangan. eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . a Jumlah. d Lokasi timbunan waste.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. asing jika diperlukan) . direklamasi per tahun c Jalan tambang . sketsa. K-3 pertambangan. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . bahan galian dan waste . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . peta. pemasaran. tailing dan mineral . ketenagakerjaan. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. pengelolaan lingkungan hidup. Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin.

peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. utama dan sampingan b Jumlah. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . Cadangan 2. pengolahan/ . Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. Pengangkutan dan Pengolahan. pengolahan/pemurnian/ . pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. 3. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. pengelolaan dan . 4 Stock Akhir . tambang. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . oai a us arh ag ea ikpots. training. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. 3 Lokasi Penimbunan . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. 5 Rencana penambangan. nls. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. 2 Jenis. Harga Produk . Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. 2 Jumlah dan Tujuan . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . a Jumlah dan kualitas produk . kadar dan penanganan . detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). V . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . statistik kecelakaan tambang. peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. pengolahan/ . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . 3 Pelaksanaan reklamasi. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. Kadar Jumlah. 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. berakhirnya KP/KK/PKP2B.

3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . . 9 li-an .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . obyek kerja yang berbahaya. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. dengan akhir tambang. 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . galian berkadar “marginal”. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. peta geologi. peta rona akhir tambang.

m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi untuk diolah . a . c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. kualitas 3 ton. a .Produksi siap jual . LAPORAN . b Cadangan rekonsiliasi . PENAMBANGAN Produksi . Lokasi Pengolahan . m. 3 ton. kualitas 3 ton. c Cadangan terambil .Hasil olahan c . Lokasi Pengolahan . c .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . c . 6 . d Sisa cadangan . 4 . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . 5 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b . a . m.Hasil olahan c .

kualitas 3 ton.Hasil olahan c . Lokasi pengolahan . 4 . m. 6 .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . c Cadangan terambil . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton. a . 5 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . m. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . c . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Lokasi Pengolahan . kualitas 3 ton. a . 3 ton. a . b . kualitas BULAN KE NO. d Sisa cadangan . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. c .Hasil olahan c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .

Mutu marjinal untuk ditimbun b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas 3 ton. STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi siap jual . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Hasil olahan c . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . m. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . m. c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . Lokasi pengolahan . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi siap jual . m. kualitas 3 ton. a . m. b . a . a .Hasil olahan c . 5 . PENAMBANGAN Produksi . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b .Produksi untuk diolah . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . 6 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. kualitas BULAN KE NO.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. b Cadangan rekonsiliasi . c Cadangan terambil . 4 . d Sisa cadangan .

Produksi untuk diolah . m. a .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . kualitas 3 ton. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . 5 . c . Lokasi pengolahan . STOCK AWAL Lokasi Tambang . m. b . Lokasi Pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.Produksi untuk diolah . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . kualitas 3 ton. : : : : : : : 3 ton.Produksi siap jual . a .Produksi siap jual . c . d Sisa cadangan . c Cadangan terambil .Hasil olahan c . b Cadangan rekonsiliasi .Produksi siap jual . 4 . b .Produksi untuk diolah . 6 . kualitas BULAN KE NO.Produksi untuk diolah . c . kualitas 3 ton.

m.Produksi siap jual . m. a .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . c . 5 .Hasil olahan c .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . m. a .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . 6 . d Sisa cadangan . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . a . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi pengolahan . b Cadangan rekonsiliasi . 3 ton. c . k a i a ults 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Pengolahan . PENAMBANGAN Produksi . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . 4 . c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .

m. NO. LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . PENAMBANGAN Produksi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . m. a . 5 . a . c . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 .Produksi untuk diolah . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . k a i a ults 3 ton.Produksi untuk diolah .Hasil olahan c .Hasil olahan c .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . d Sisa cadangan . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Produksi siap jual . c . m. b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi pengolahan . 4 . Lokasi Tambang . c Cadangan terambil . b . m. kualitas 3 ton. Lokasi Pengolahan . c . b . kualitas 3 ton. JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton.Produksi untuk diolah . 6 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . td t.Produksi siap jual . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual .

................................................................................................................................................................... Uu :.................... ........ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ................. oo rt eeaan .................................................................................................................................................... 3 Nm kra yn clk :................................................. as eeaan .................................................................................................................................................................. ... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ........ Lm Bkra :........ ept eeaan ............. aa euaan ......... kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :......... .......................................... a ....................................................................................... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag.................... ........ 8 Skikclka :........................... Bga/eatmn:........ ei eai 4 Pkran :........... Jenis Usaha ˆ : Tambang.................. I I IA hf ..............aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl................................ KPL TKI PRABNA............... .......... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ...................................................... eeja .................. ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :................ ..... ........................................................................................................... aamn ejd a ea-ea eeaan .................................. 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:....................... aa eej .............................................. Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ...... ..... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag..jm:................. ....... ............ 6 Tma Kclka :............................................................................................................. aga eeaan .............. EAA ENK ETMAGN....Lampiran XIII...........................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga . bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ........ atas ˆ Tangan bag................... ......................... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :.................................................................................................................. 5 Tnglkclka :............................................................................................................................ ..... eeaan ejd................................................ ekra aa ia aa eej ebl ..ˆ WB ˆ WT ˆ WT................................................ bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ......................... aa obn ag eaa ....... .................... ............................................................................................................... ainDpree ................................................................................................ ............................................................................ .........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ...........................................................................................Sit:... .. Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl............. .................................................................. ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag...

..k . .k . g . .. ... .. .. .. ..k . ... ... g ... .. ukuran jenis detonator dan Dinamit..k . g .k .. g . g . . .k .. ii ........ .. . ii ....k . . g .. ..... ii .....k ..m . . .bjh . bjh .. bjh . g . . .m . ... ........ . bjh .k .k ..k .m ... .. ..k ... .... .. .. . ii ..bjh ..m ... ....... .m .. bjh . . g ... .. .. . ..m . g .....m . .k .. .k ...bjh . . . ..... ... g .... .Lampiran XIII. . .. ... . .. ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .. g . .. . . . ... bjh . . . . . .. .... ..k . bjh . g .k . g .k .m .. .k ...... .. g ..k .k .....k . . bjh . .. . . g ..k .. ...... ...k . g .... .bjh .. g .. g ..... .... . .. ... .m .. .. ii . ii .. .... . ... g Jumlah ...... g .m . ... g . . .bjh ...m . ... ii . .. .. g ...... g ..k . bjh . . .... . .. ...m . g . bjh . .. .. g .k ..... ..... .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..m . ....... . g . ... . .. .. ... .k . ii . bjh .m .. . . ... . . . . g .. g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah .. . . bjh .k .... .. . .... . bjh .. .... . .... g .. ii .. g . .... .. .m .... .k ..m ...m . ..... . ii . g .. ... g .. .k .. .. . ..... ....... . . ... .. . g ...k . . ...... D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. . . ii .. . g ..m .k ...k ...m ... . . . ..20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.. ii ......k .. . g .. ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el..... bjh Jumlah ..k .. .bjh . ...... negara penjual.. . ii ... bjh . . ii .... g .. ..k .... g . ........ ...... . ii .00 . ii ... ...m .m .. . ... .m . g .k . ii ... . . .. ...... .. ii ..k . . ii .k .k .. ..... g ...... . . .k . ..k .... ii . . .. .. . g .... .k ... g ... . bjh . . . ..k . g ... .... . . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. g .. ii .. . ... .. .... g . ... .bjh .. g Dinamit . . g .. . g 578 . . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is . ii . ii . .... ..k ... bjh .k . . .. ...m . .m ..bjh .....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . nomor. . . .k ..k . g . .. . . .. .k .. ..

.... . .. . .... terangkan tanggal keluarnya. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No.. ..Lampiran XIII. . P D U A AT M A G. . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. ... ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . .. .. .. AA SH ABN .. . . . ..... . . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. . . ..

.Lampiran XIII............. DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ..... Kepala Teknik Tambang (............... PENGAM AT DAN T. Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor. ..... Pembuat........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu.U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No.

.....000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat...R adalah kumulatif frequency rate per 1.. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F. ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ......000 JAM KERJA TAHUN 20.Lampiran XIII.. TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..000..R 2) PER BULAN KUMULATIF (.........000..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F..... Kepala Teknik Tambang 581 ..........000......000 jam kerja F..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..

.... . Kepala Teknik Tambang (.....Lampiran XIII......... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No............. X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat. Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp..........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .....

..R adalah kumulatif frequency rate per 1.. I..R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S... Kepala Teknik Tambang 583 ...000..Lampiran XIII. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S....000........000 jam kerja S....000 JAM KERJA TAHUN 20.000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat.........000....R3) PER BULAN KUMULATIF (...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1...... ........

1. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Jari. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4.Lampiran XIII. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Jari Kaki.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan .

...................... ............................. .......... .................................................................................... .... td t....................................................................................................................... 2 PENYEBAB KASUS ........................ : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) .................................................... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 .......................................................... penyebab kasus) ................................................................... .. (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus........... termasuk foto-foto terjadinya kasus) ....... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.............. 3 AKIBAT KASUS ......................................Lampiran XIII.................................................. ................................... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ............... X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .................................. : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ............ : (uraikan secara singkat kasus dan jelas............................................... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ..... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ............................................................................................................................................ Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I.................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I......................................

Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Penebasan dan penyiapan lahan .lks.db. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . meliputi : . penutup. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. pemelhra.Lampiran XIII.Revegetasi -Li-an anli BAB IV.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A .Kualitas air. tanggul/dan kolam pengendap) . .1. ei dan jumlah tanaman. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya.Pengolahan dan pemurnian .Stabilitas lereng (tambang.Tingkat erosi . us ra.Peta pengelolaan skala 1 : 1.Penambangan .000 . d Pengolahan dan Pemurnian . P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . ˆ Penanganan hasil penebasan. pengamanan. ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 . LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I.Peta pengelolaan skala 1 : 10. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. tanah dan udara . P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an . daerah penimbunan. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.000 . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B .Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .jma.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.Rencana pelaksanaan pengelolaan .Pengupasan/penimbunan tanah penutup . kebisingan dan gtrn eaa. c Penambangan .

daerah .Lampiran XIII. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. e Pemantauan flora dan fauna . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . contoh air. d Pemantauan kebersihan penghijauan .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. b Biaya pelaksanaan pemantauan . tanggul. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. . timbunan dan lain-lain. c Pemantauan lereng.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi .

4 . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . 6 . Ha Ha Semester ini 9 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . b Emplasemen . Reklamasi a Penghijauan . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. 5 . c Pelabuhan . 2 .Lampiran XIII. Luas daerah cadangan Semester ini 7 . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. b Di Luar Bekas Tambang .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . 8 . 3 . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . b Lus Project Area ***) .

... A.. perkantoran.. b Penyulaman ..N. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada)..... tempat rekreasi dll. Pohon/Ha.... Pohon/Ha.. c Pembibitan (bibit baru) . anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 .. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini.. ......Lampiran XIII.. Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pohon/Ha. Pimpinan Perusahaan ... misalnya untuk perumahan. Pemanfaatan lain...... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 ...e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air . Pohon/Ha.. Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . penampungan air.......a...... Pohon/Ha. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru . h Li-an ... . pabrik... Pohon/Ha.

.. V V ...... . I..... 2.................. RWLNTHN ....... 1...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII..dt....... TIUA/AU .... ......... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ............... I I I .............. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO...........dt...dt......... TDK............. 2.......... II TEKNISI I....USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 ........ 2.... . ...... 1........... ..... 2...............s... 2.. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA .................. .................. 1..... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 .... 1. .. ......... J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1................ ..s.......... ..............s.. .... 1.Lampiran XIII.......dt...... ................ I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P....dt.............s........... T..dt...... 2............................ V.....s..s.......

.. AA EITN ....... T ............................. LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ........... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 .................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........................Lampiran XIII.................. RWLNTHN .D............ TIUA/AU .. JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S........................... THPKGAA .... NO.........

JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .Lampiran XIII. PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I.

........................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ............. LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ................. AU ................................ THN....Lampiran XIII.. NO......... T .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..........................................

. THN... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .. JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 .. c . T... 1 Bongkar a . b ... b ........... c ...... b ....... AU ....... 2 Muat a ... c . 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET...... c ........ 5 Laboratorium a ............. 4 Pengolahan a . 3 Angkut a ............ b .......... b ..Lampiran XIII.... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P.......... c .....

f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . b . c . c . b . 3 Bahan Kimia a . 2 Pelumas a . 9 Klsrkn eitia a . c . c . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b . 8 Perbengkelan a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . 7 Survey a . b . b . b .Lampiran XIII.

/2 .......... ........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .... 0 ...... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO......................................Lampiran XIII...........pmgn K/KPPB ............... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : .....(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ................ URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 ................

... b Biaya yang ditangguhkan .. c Hutang Pajak .. a Kas & Bank .. c Aktiva tak berujud . b Hutang Usaha . d Aktiva lainnya .Lampiran XIII.... b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain .... Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : . a Kewajiban Jangka Panjang . d Biaya dibayar di muka... e Aktiva Lancar Lainnya . Pr3 Dsme ... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor ..... a Hutang Bank . NERACA P .. c Persediaan .. b Cadangan . d biaya yang masih harus dibayar ..... Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar . Uang muka pembelian ... 2 Pasiva Tidak Lancar . e 1 eebr . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 .. e Kewajiban jangka pendek lainnya .. b Piutang ....... c Laba (Rugi) tahun berjalan . T .....

6 ..........Awal Akhir Produksi (+) .......... T ..... THN..... b Penyesuaian Masa Lalu ........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII. b Administrasi.Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi ..... b Beban Bunga . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi . c Keuntungan (Kerugian) Kurs .......... b Persediaan ........ Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ....... PROYEKSI LABA RUGI P ... c Deviden ......... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga ........ Penjualan & Umum ......... 5 .. d Laba/Rugi Tahun Berjalan . AU... .. d Lain-lain . Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun .. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t...Lampiran XIII...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful