P. 1
lampiran-kepmen-1453

lampiran-kepmen-1453

|Views: 1,369|Likes:
Dipublikasikan oleh Rizky Riz

More info:

Published by: Rizky Riz on Aug 03, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . c . 1 . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . 2 . b . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . d Paspor dan Visa TKA . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . d Struktur organisasi perusahaan . 2 . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . b Surat Keterangan status perusahaan . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . 2 . Pendapatan & Biaya 2 . b Laporan kegiatan . 3 . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan investasi . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ . e Laporan kegiatan akhir . 3 . Depnaker c Kualifikasi TKA . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . Perusahaan c Akte Perubahan . b Daftar barang/peralatan yang akan . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . 3 . 2 . c . d r-kpr i eeso. b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . ekonomis lagi 3 . negeri dengan pemakai 2 . b . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . c Daftar kebutuhan barang modal . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . d Barang modal tahun sebelumnya yang . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . 2 . Perubahan Pemegang Saham 9 a . . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . b . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan .

Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan . b Spesifikasi Kualitas Batubara . 3 . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . d Keterangan lokasi kegiatan . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . b Desain pelabuhan . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . 3 . 3 . Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . b Rencana pengoperasian pelabuhan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . pinjam pakai sementara 3 .

Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. BUPATI/WALIKOTA 3a . Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . 471 . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan . 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . 5 6 DESDM PROPINSI I I . PEMOHON Keterangan : 1 . Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda.Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . 2 Gubernur memproses permohonan. setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. setelah Surat . I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . DESDM.. Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. 2 . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a .

DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . BKMD 3b . dan DESDM. GUBERNUR 3a .. P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 . td t. 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . 4b BKPMD memberikan Rekomendasi . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

.. I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) ....P........... Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........................ ies No 1 2 3 4 5 b . ............. : 4 Susunan Direksi....... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT .... 1 PERMOHONAN .. : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ ........ Eksplorasi......................... 2 Jabatan/Pekerjaan .... Eksploitasi. Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ............ ......... ............. Komisaris dan ............. d i ......W..... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A .. : ... Pemohon : 1 Nama Pemohon . .. Faksimili : 3 N...... a Drki ...... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ....... : ..P . Pemegang Saham B ... Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan ... .............................................. Pengolahan/Pemurnian..................

.......................... Eksplorasi dan Eksploitasi)............ Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ............................................................ .... (.............. 2 ............... apabila ternyata keterangan tidak benar.. b Jumlah utang ....000 ................................... 2 # coret yang tidak perlu.. : ..... 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir ............................ . kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ....................... .......... ........... : Rp............. ................ 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri...... .. ................ Pengesahan Dep...................... ........................................... ....... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .......... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : . : Rp........................... .. 6 Laporan studi kelayakan *)**) . : ......... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ... a Jumlah Net Aset .... ..........) ............................. Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang .. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ............................................................ ... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep......... Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal .................. 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum. perubahan Akte terakhir : ............ ..... 6..... (.......... 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan .. td t Materai Rp....................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak........ C .... 3 *) pemohon KP Ekspoitasi.............) ............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal .................. 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) .......... Demikian permohonan ini kami ajukan............................................ Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ............ Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ........ (nama pemohon) Tembusan : 1 ........ ...........

..... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ................ Alamat perusahaan :.. D i ............ ................ .. 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **)... td t Materai Rp.......................... 2 ..................... Nama Pemohon :.......... . Jabatan dalam perusahaan :................................................... ............... (nama pemohon) Tembusan : 1 .......... dengan ini....... ........................ ................ bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ........................... kami ucapkan terima kasih ... ........... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak...... ...... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap.. 2 *) Coret yag tidak perlu ................ 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ............................... 4 Rencana Kerja dan Biaya....... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.......... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ...................... 6000 ... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi .. Nama Perusahaan :. PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .... 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ...... mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan.......................... .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .............. 6 Laporan studi kelayakan ***) ................................... ..................... .......

............................ . td t Materai Rp........ .......................... 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri .........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . .................. 3 **) pemohonan KP Eksploitasi ...................................... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ....... .............. ........ #) Yang bertanda tangan di bawah ini........... ...... ......... D i ................. 2 *) Coret yag tidak perlu .......... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)...................... 2 .......... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)......................... ...... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) ..... Nama Perusahaan :.............................. ............ .. Rencana Kerja dan Biaya. (nama pemohon) Tembusan : 1 ................. kami ucapkan terima kasih .......... 6000 .. .................. Jabatan dalam perusahaan :..... Eksplorasi dan Eksploitasi..... ............ 5 ****) Penyelidikan Umum............................................... mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan....... ......................... Nama Pemohon :. PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap... .. ........ 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***)......... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***).. 2 Laporan Kegiatan... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 ....... Alamat perusahaan :..... Atas perhatian dan persetujuan Bapak. dengan ini....

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

................ Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ...... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ................ : ........... ... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A .................. ........... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili .... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : .......................................................... a Susunan Direksi.................................. : ...................... . ................ : ................................................ Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) ....................... ................ ......... ............................................................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ...................................... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ............................. ... D i ............................................. : ...... B .................... Komisaris dan Pemegang Saham : .................... : ...........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .. Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan ......................................... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ............... 4 Susunan Direksi...................................... : ........ ................................ : ............................................................................................................ : .......................... PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .................................. : . ....................................................

........ () Penghasilan Bersih 3 : .. Nama Jabatan Susunan Direksi........... () Penghasilan Bersih 3 : .................................................................. Perubahan akte terakhir : : : : : ........... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal ............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ........... (2) Jumlah Utang : ................................. () Jumlah Utang 2 : ........... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ............... .......................................... b Perusahaan Nasional ............ 6 ....... : ........................ .................................... () Jumlah Net Aset 1 : ........ Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ................. ................................. Kehakiman b Nomor dan tanggal .................. Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing .................... ................................. () Jumlah Net Aset 1 : ....................................................................... Pengesahan Dep.................................................

. Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan. (nama pemohon) Tembusan : 1 ....... .. 6 ...................... 2 # coret yang tidak perlu ........... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ................... 6... Lampiran permohonan 1 ............. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku . 2 .... 5 .- ........ 4 ...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ........... ........ ............. td t Materai Rp..... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar................ 3 ......000.............. Tanda Terima SPT Tahun terakhir............. Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk. ....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ...... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ...... ............ Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota............ 2 ..................

....tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ..... 6.. Atas perhatian Bapak........... ........ Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan..... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum...Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........ IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : . kami ucapkan terima kasih........... D i ... .............000... .... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota ................ Pemohon Materai Rp...................... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ....

........ Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : .............................. ................ jenis/macam peralatan.................................................... 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ............................. : ..........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ..................... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : ............ kondisi.......................................... d PERALATAN .................. : .......... : ............................ 4 Referensi Bank ) : ..... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ............. status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ................... jumlah.......... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a .............. Daftar peralatan utama yang dipunyai............ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 ........................ Daftar tenaga ahli : ............................... Daftar Personalia : .................................................................................. 5 Akte Pendirian ) : .................................................................. : ........................................... : ............................... 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) ......................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ........... 6 Keterangan lain ) : . l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ......... PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ...................... b .................

... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik).. .... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini ... . b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya ..... Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku.. ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ......... ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin..... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk . nsoa.. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya. ) 4 Keuangan........ ) 6 Keselamatan kerja... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut.. ) 2 Kegiatan Teknis.. bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang ..... 2 . ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja... brau elk..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ......... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ..... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya .

..... Gubernur/Bupati/Walikota ............................ Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl.. Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan....... .................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B ... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ..... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ....... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 .. Atas perhatian Bapak..................... .... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth................ D i . kami ucapkan terima kasih............... ....... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum................

.. : ...... : .................................................................... : .................. PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b ... : ...... : .............................. : ......................................... : ......................................... : ........................................................................................................ SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a ...................... jumlah........... : .......... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ................................... Daftar pimpinan umum perusahaan : ....... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ............. : ................................. : .................................................................. dengan menyebutkan jenis/macam peralatan............... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ................................ PERUSAHAAN : ........... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : .............. dengan alamatnya Daftar Personalia : .......................................... Daftar tenaga ahli : ..... kondisi..............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ... Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas................................... status kepemilikan dan tempat penyimpanan e ................ d PERALATAN ..... : .......................

... mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja...... 2 .... ) 4 Keuangan.. ) 6 Keselamatan kerja...... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja........................ ) 2 Kegiatan Teknis. c .............. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ............ PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ..... brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ...... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ...... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk............. ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin.Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ..... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya..... ............ Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut... ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)..... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a . Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa..... apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku..... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli......... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk..... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan . b .............. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup..

judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . D DAFTAR . Berisi nomor tabel. dampak penting yang mungkin tmu..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) . Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. Berisi judul Bab. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.ar htndnli-an ain i. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . Sub Bab. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang .atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. 489 .

desa. operasi sampai dengan pasca operasi. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan. alam/binaan. antara lain : . c Memprakirakan dampak dan meng. kecamatan. kabupaten. lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai . RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab . yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum.. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . antara lain . Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . dan sarana lain.. evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab .. oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . . hidup awal. lingkungan hidup. agt ej et wl ej. DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. pss gorfs. .3.. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. naa an a Tahap persiapan.. ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. b Mengidentifikasikan rona lingkungan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . c Kapasitas produksi . 2. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. e Debit dan sumber air yang diperlukan . propinsi. Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA .. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . BAB III. baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. a Nama dan lokasi proyek (Kampung. sumberdaya alami lainnya. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II.

naa an a . e . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . . d . Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. batas administrasi pemerintah (Desa. c Btsssa. lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan. yaitu ruang dimana . antara . 32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . adalah berupa ruang . Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan.. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum. operasi dan pasca operasi. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. pertanian. serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. b . transmigrasi. Kecamatan. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25..Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. l) e Resultante dari keempat batas wilayah . Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL.. aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa.tratdna ksta.. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan .000 sampai 1 : 100. terkait dengan .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. eitn d Batas Administrasi. dl. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data .000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV. Kabupaten. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa.. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan. ekonomi. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. c . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. f g . . b Batas ekonologi.

Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. trat eki. dengan rencana kegiatan. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. biologi. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5. pengumpulan data sekunder. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . tujuan dan ruang lingkup studi. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. biaya peralatan.. Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. analisis data. Kep. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. l BAB V. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . disertai dengan jadwal kegiatan lengkap.3. biaya analisis laboratorium. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud.. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No. Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. antara lain : Gaji/upah. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan.. biaya survei lapangan. Mekanika. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. c Studi literatur yang erat kaitannya . 056 Tahun 1994. 42 Metode Prakiraan Dampak dan . Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. penyusunan pembahasan. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. biaya perkantoran dan baali-an iy anli. 5.2. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian). antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . b Laporan penelitian/studi tentang . TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi .

air. Berisi judul Bab. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang .atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian.. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. c Berkaitan rencana kegiatan dengan . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. bangunan berwawasan lingkungan. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Memuat alasan. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 . DAFTAR TABEL Berisi nomor label. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Sub Bab. Peta lokasi. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. skema. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. l B DAFTAR ISI . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. I I . dampak penting yang mungkin tmu. Menteri Pertambangan dan Energi. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. tabel dan foto C .

antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam .. hidup awal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan.1. 2. b Mengidentifikasikan rona lingkungan . mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . fisik-kimia. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. b Sebagai wahana untuk memberi . operasi sampai dengan psaoeai ac prs. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . operasi. yaitu ruang dimana . metoda pengumpulan dan analisis data. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . c Memprakirakan dampak dan . konstruksi.. operasi dan psaoeai ac prs. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan.

0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. adalah ruang di sekitar . c Batas sosial. b Pada pengumpulan data lingkungan . c Pengumpulan data untuk demografi. adalah berupa ruang . sosial budaya. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau. berupa uraian tentang metode pengamatan. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu. Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . biologi. pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya. b Data sekunder .uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar. adalah ruang .000 sampai 1 : 100. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . b Data komponen kegiatan yang . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai.. . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan.. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . 495 . rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. sosial ekonomi.

. 2 Tim geofisik-kimia . 4 Tim sosial dan kesehatan . Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. 3. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya. tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. 3. dermaga dan lain sebagainya). matriks dan daftar isian (hc ls) cek it. (dilengkapi peta dengan skala memadai). Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan. 3 Tim biologi . b Perbandingan dampak penting . l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . masyarakat 5 Tim teknis kegiatan .3. 3. gunung. 056 Tahun 1994. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. hutan dnli-an. Untuk memprakirakan dampak penting. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . 3. Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. 3. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan ..5. statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa .4. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . BAB III. b Identitas penyusunan Andal . jalan kereta api. hendaknya menggunakan metode bagan alir.6.2. Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Susunan tim penyusunan Andal. Kep.

Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. a Pertambangan Batubara . gudang bahan kimia dan mekanik.. 1 Tahap Persiapan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 . pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah... uraikan jenis alat. apakah tambang terbuka. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. cadangan terkira dan cadangan terduga. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan.10. l l l l l 39 . Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. 3. l l l l l 38 . 1 Tahap Persiapan . Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara. laboratorium dan lain-lain. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . tenaga listrik.

c . Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.uaknjnsaa. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. perlu mendapat perhatian khusus. gambar aa ft.pnnglnakooi. seperti stala lnk. 498 . kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. penguranan kadar air. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. peledakan. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. ekonomis maupun budaya. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. Uraian secara singkap rona b . penggilingan. pemekatan. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi .

rata-rata).tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. 2 Jenis tanah. gempa bumi. ekologis maupun nilai estetikanya. danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. kelembaban. a Iklim dan kualitas udara . CO2. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . lahan. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap. 3 Tingkat kestabilan tanah . terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. keadaan angin (arah dan kecepatan). meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi . dl. curah hujan. H2S. an b Hidrologi dan Kualitas Air . rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. jumlah hari hujan. zat pencemar (debu. yaitu gerakan tanah. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . 4 Keunikan. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. karakteristik . CO. NOx. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. minimum. kimia dan fisika tanah. struktur geologi. keistimewaan dan . permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. SO2. Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). Membahas keadaan fisiologi dan geologi.. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. suhu (maksimum. bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. intensiatas radiasi mataair. seperti porositas.

yang dianggap penting yaitu habitat. konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . 2 Rencana pengembangan . 1 Inventarisasi tataguna lahan . angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. 3 Kualitas air laut dan . wilayah. burung. b Fauna darat/perairan . 2 Perikehidupan hewan-hewan . keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. e Tata Ruang. 42 Biologi . aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . reptil. rencana tata ruang. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten.. Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. karang. . Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa. migrasi. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . tp dnjnsjnsvgts. Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. pola . Lahan dan Tanah . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . a Flora darat/perairan . 1 Penjelasan tentang vegetasi. tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). hutan mangrove dan li-an. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). 1 Perkiraan penyebaran. daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. meliputi : 1 Pola pasang surut. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. arus. eitn 3 Kemungkinan adanya . anli) 5 Uraian vegetasi dan . 4 Inventarisasi nilai estetika . 3 Perkiraan penyebaran dan .

baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur.. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. mata pencaharian. 501 . ekonomi dan . operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. jenis kelamin. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. pendidikan dan agama. konstruksi. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . Identifikasi. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. 43 Sosial (demografi. bila data dan informasi faktual tidak ada. karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. 4 Hewan-hewan lain yang . l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. c . meliputi : a Kependudukan (demografi). . maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 .. Uraikan secara sistematis...Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan . b Membuat semua saran tindak yang . antara li : an 2. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif .. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi. berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. l l l b Identitas Penyusun Andal . keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting.1. a Membuat uraian secara jelas dan . eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan).yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . l 22 Data Teknis Proyek . Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa.

42 Dampak Penting Terhadap Aspek . operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . l Pembukaan lahan.. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . kemudahan.1. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . sedimentasi. tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya.3. Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek.. l iklim. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. ekonomi dan sosial budaya. sosial ekonomi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. l Erosi. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia . misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. dsb.

. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. antara lain. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li.3. dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. mencakup : b Biologi . sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea. kntus. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. osrki s) 4. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan..7.5. etr an b Pengembangan dampak positif agar . sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan.8. kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. 4. sketsa. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi). Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan .db. rancangan rinci rekayasa.

2 . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). l lokasi pengelolaan dampak. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5.. l kondisi prasarana dan sarana umum. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. jelas. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud. egsr l spesies langka (flora dan fauna). Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. atr li : naa an 1 . fungsi. 5. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. l kondisi kehidupan masyarakat. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini.2. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. yaitu : l topografi. majalah. l calon lokasi kegiatan.4. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah.. tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. BAB V.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas. Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan .

li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I.3.. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. C DAFTAR TABEL . Berisi Judul Bab. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Kepentingan pembangunan umum. Berisi nomor gambar. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. Berisi nomor lampiran. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. B DAFTAR ISI . pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. us BAB II. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA . identitas. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. antara lain : . Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . BAB I. D DAFTAR GAMBAR . E DAFTAR LAMPIRAN . l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. antara . DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. Berisi nomor tabel. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. baik secara regional maupun nasional. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999. l a Kepentingan Pemrakarsa. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel .2.

c Penanggung jawab Kegiatan . Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. operasi dan pasca oeai yiu: prs. sistem penambangan dan umur tambang. Gudang. Kecamatan. . lengkap . metode pemantauan. diberikan dalam Andal BAB III.. uraikan mengenai keadaan lapisan. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. Kabupaten. tata ruang.. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . ults i l geologi. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. (Kantor. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan.. 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. kualitas bahan galian. b Lahan untuk sarana dan prasarana . Jalan. a Memuat uraian secara jelas. lokasi dan periode pemantauannya. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan.. dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . tolok ukur dampak. d Penyusun RPL . 22 Data Teknis Proyek . Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. Gudang Bahan Peledak. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . lapisan yang akan ditambang. Pelabuhan/Dermaga. Bengkel. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . Tempat Penimbunan. a Nama dan lokasi kegiatan . Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. sumber dampak. Perumahan. jumlah cadangan. Instalasi Pengolahan.. at l kaia uaa kaia ar ults dr. 33 Tolok Ukur Dampak . b Memuat semua saran tindak yang . Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain).

tp aa. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . pengalaman dan lain sebagainya. 23 Tahun 1997. pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran. b Wawancara . antara li : an a Pengukuran . ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. meliputi ifrai jnsaa. Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal.. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden. Metode ini dapat menggunakan foto praduga.2. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. Tata Kerja. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan . 37 Periode Pemantauan . aa kerja. tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. lokasi dan interval waktu. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya.5. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . c Observasi . Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . 3. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan . misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya.tnkt noms...Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola.. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No..

Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 . dalam Bidang Pertambangan dan Energi). Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . Men. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi.. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. 1. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Kebisingan 4. Pemuatan dan pengangkutan 12. Migrasi Penduduk 4. Pemindahan tanah penutup 2. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Aktivitas Ekonomi 3. Kesempatan Kerja 2. Penimbunan batubara/bijih 14. Ruang. Reklamasi 15. Fauna Darat 3. Penambangan batubara/bijih 6. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Penambangan batubara/bijih 3. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penambangan batubara/bijih 11. Pemindahan tanah penutup 10. Penambangan batubara/bijih 5. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Hidrologi 6. Penanganan tenaga kerja 7. Penanganan tenaga kerja 513 . Flora 2. Pengolahan batubara/bijih 13. 1. Kualitas Udara 3. 1. Iklim 2. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Kualitas air 5. MISALNYA : C.

Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penambangan batubara/bijih 5. Pemindahan tanah penutup 10. 1. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. Hidrologi 6. Penambangan batubara/bijih 6. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Penambangan batubara/bijih 11. Penambangan batubara/bijih 3. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Fauna Darat 3. Aktivitas Ekonomi 3. Penimbunan batubara/bijih 14. Pemindahan tanah penutup 2. MISALNYA : C. Kualitas Udara 3. Kualitas air 5. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Pengolahan batubara/bijih 13. Iklim 2. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. 1. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. 1. Reklamasi 15. Pemuatan dan pengangkutan 12. Flora 2. Kebisingan 4. Migrasi Penduduk 4. Ruang. Kesempatan Kerja 2. Penanganan tenaga kerja 514 . Penanganan tenaga kerja 7.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

000 ton/th (ROM) ≥ 1. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.200.200.000.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.000 ton/th (ROM) ≥ 600. Semua besaran 3 . Dan atau ≥ 100 Ha.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 . 1 . penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5. 4 .000 Ha. 5 . Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . termasuk pengolahan. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif. termasuk ) pengolahan.

Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta. : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat .... 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M......m/a) Status lahan.... . Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe ..... masing-masing) a . 13 Maksud dan Tujuan .. Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a ........ a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor .. . d Keputusan Menteri Negara Lingkungan ..... e a a m r e i t n .........Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I. Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a ... b Kcmtn:. .... . (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .. apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn ...... .. Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 ..... b .. .. . . : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : ...... UPL a Nama Perusahaan ........ I I . . ......... . T h n . c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun . .. Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. ..m/a) ryk . eaaa . d Pois :.. Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .. c Jenis Perusahaan .. Coret yang tidak perlu c . ...... 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. . auae .PLH/1994 tentang Pengawasan. eitn an 22 Lahan ... * ) 14 Dasar Hukum .. ..l) atau tidak c . ... atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi. euaa. . b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .. a .. f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan. . .. b Status Perusahaan ...... ... ........ rpni ..... Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum.... b ... a Desa/Kelurahan : . c Kbptn:..... e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan ...... Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan ...... Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li. PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan . ..... e . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup..(2H* edkn...dl tasirs.. ..(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug...

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. V I . Sosekbud. . Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . (Jumlah. Kimia dan Sosekbud). dll).. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . 31 Tahap Persiapan .. Jns ulh ia.. td t. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang .. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta.Sft dl. Biologi dan . 2 Bupati/Walikota. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. (ei. . ei a psfks ens dl. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi . 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. UPAYA I c . Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V ..Sft dl.Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b . KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan. 42 Jenis dan Potensi Dampak .. aa prs Jns ulh ia.. up. Hidup. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I..Jma. Kepada Biro Bina Lingkungan . 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak .. Kimia. thpoeai(ei. Jenis dan Spesifikasi Teknis. l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.Jma.. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . V . gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang . l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 ...

baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. bengkel. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan . l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling.. bengkel..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB . Uraikan teknik.la nu au .. kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .. dan peruntukan lahan asal.. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini. perumahan. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . stockpile/yard.. gudang dll). untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing.... untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor.brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. perumahan. gudang dll). l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan .. bengkel.. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . 212 ... stockpile/yard. stockpile/yard.. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) . perumahan... Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I . Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn..ag eckp oai us lahan..yn mnau lks. gudang dl. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan. Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target .. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.. Uaa.

i sm abn.000. tanah dan udara l Saiia lrn.. bengkel. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. air larian permukaan.. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. meliputi : . Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan.Pemeliharaan (pemupukan.000.. skala minimal 1 : 10. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4). Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). td t. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui. air limbah pengolahan/pabrik. pengkapuran tanah. KEGIATAN V . dll.Persemaian . gudang dl..4. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan. upah tenaga kerja.. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan.. metode. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. stockpile/yard. aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond.. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna.. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.. skala Minimal 1 : 10. limbah domestik.. l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I.. perumahan. dll). (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor.. RENCANA BIAYA V 411 .eoidl tblts eeg rs l. LAMPIRAN : 1 .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. penyiangan.Penanaman . kekerapan. 421 . 2. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air.. lokasi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. penyulaman. 2 . serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan). dlmrnaatreu aa au . aiia eujn... Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada).. timbunan tanah penutup. dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll.

selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di .. .. a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian .. h Pelabuhan/Emlasement .. d Jalan Non Tambang . Lnfl i adil . c Perumahan Karyawan . Kantor f g Bengkel . e Gudang.atf ki .atf ki . . Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 .. .selesai 3 Jalan Tambang . b Kolam/Penimbun Tailing . 5 Fasilitas Penunjang . luar tambang . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . .. 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . DAN RENCANA TAHUN ..

. TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan .. lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan ... b Timbunan tailing .. sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH . DAN RENCANA TH . b Timbunan tanah/batuan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 .... a Lahan bekas tambang . DISKRIPSI S/D . .... tambang . tambang e Timbunan tailing . Sub Total (1+2) 3 Revegetasi . c Bekas kolam sedimen/ ... (Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . dan lain-lain).. Lahan**) a Timbunan batuan/tanah . d Bekas jalan non . e Bekas jalan non . Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . . kolam ikan.. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang . .. penampungan air. penutup c Bekas jalan tambang .. Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi.

. Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) . HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. Kg 4 Pupuk . Kg c Pupuk .. Ltr ie Sub Total I I Penanaman I . Kg c Tenaga kerja . Ltr ie 2 Analisa tanah . 1 Tanaman Penutup . a Kapur . Contoh 3 Tenaga kerja .. a Benih ..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN .. persemaian Buah 3 Kapur . Kg 5 Obat-obatan . Kg 2 Pembuatan tempat . I Persemaian 1 Benih tanaman pokok .. Kg b Kapur .. 1 Obat-obatan .... HOK 2 Tanaman pokok/pohon . Kg d Tenaga kerja . Kg b Pupuk ..... HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 ..

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. V . 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan.Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . 1 . 1 . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . b . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . 1 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. 1 . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan.

ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. Tambang. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 . ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. Geologi. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. pengolahan dan prinsip konservasi. tatacara penambangan.

Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. penambangan. Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. konstruksi. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. pengolahan dan pemurnian. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. kejadian berbahaya. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. Tambang. 530 . ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan. Penelaahan kemajuan reklamasi.

Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Mampu menjelaskan reklamasi tambang. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. RTKL. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. realisasi pelaksanaan reklamasi. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. pemakaian berbahaya dan beracun. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. eksplorasi. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. 532 .Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. Pengolahan data cadangan bahan galian. cadangan bahan galian. Penela ahan tumpang tindih wilayah. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. produksi. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. mendata pro-duksi dan penambangan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi.

2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. . atau pencemaran lingkungan. 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . . 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. u. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. rs. PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. lingkungan/pemantauan lingkungan. 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. a Menelaah data objek inspeksi. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan.dit cos ct dl rie rf. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. I I . dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. Keselamatan kerja. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. bahan buangan/limbah. .

) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 534 . 6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan.

1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 535 . g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit.

6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. b . 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 536 . ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. b Menyiapkan peralatan inspeksi. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. dermaga. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises.

) c Melakukan presentasi obyek bencana. ) j Menganalisa penyebab kejadian. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. II PENGUJIAN I. inspeksi pada tambang bawah tanah. 1 Melakukan persiapan . 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada fasilitas permukaan. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . inspeksi pada pelabuhan. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. c . ) j Menganalisa penyebab kejadian. 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. ) i Melakukan pengujian peralatan. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. pengujian kelayakan operasi. b . d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. ) 2 Menyiapkan alat uji. inspeksi pada pasca tambang. ) 2 Melaksanakan Pengujian . inspeksi pada tambang semprot. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . Kejadian Berbahaya. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) i Melakukan pengujian peralatan. 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . I. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . ) b Menyiapkan peralatan inspeksi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 1 . ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. inspeksi pada kapal keruk. inspeksi pada tambang permukaan. 1 Mengumpulkan dan menelaah data. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. pengujian kondisi tempat kerja. ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. Inspeksi Bencana 1 . 2 . c . Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. Pelaksanaan Pengujian. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang.

4 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

... rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang). DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 .... 2 ...... ........ A ..... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau..... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan)........Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. pengelolaan dan pemantauan lingkungan). Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi ..... Penutupan Tambang . Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.. B .. (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 . ..... NP I . berupa : ...... saran...... rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang.... at . NP I 2 Hasil Inspeksi . (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu........... 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan.. • Tidak ada • Aa yiu:.. d. 2 Hal lain yang perlu dilakukan : ... • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi........ PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran. LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang ... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang. C ........ dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran.. ekonomis/ produksi..

......................................................... .................................................. .... .............. .. : : : : : : : : : 8 ........................................................................ TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)........... 2 ...........................................Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 .................... ......... ................................................ .......... 3 ............................................................................. FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas..... ...... 7 ................................................ NP ........................... RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 .................................... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb............. I.............................. TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ........................... ..................................................................................................................... 4 ... .......... PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) . a) ............ 5 . faktor penyebab kss au) .. ........................................ HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ................... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus................... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) . 6 ................. .....

data hasil eksplorasi yang tidak benar. dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . I LATAR BELAKANG 2 . tatacara-tahapan eksplorasi. . tidak benar untuk perencanaan penambangan. 4 Tenaga ahli . I. disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. penerapan sangsi dan tegas. 4 . I I . braa lna. bisa dipenuhi. krls dt eslrs. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. pengukuran. saham untuk kegiatan eksplorasi.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. baik dari segi geologi.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. dpst eoi. . perkembangan kegiatan eksplorasi. sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. 2 . RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . . 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. eitn Rentan akan manipulasi data. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. penjualan saham dsb. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . tetapi juga pemerintah dan masyarakat. eksplorasi. eslrs. Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. penyebarankualitas & cadangan mineral. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . goii. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada. . bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . 5 . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. baik melalui kerjasama. 3 . . peraturan yang mendukung. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional.

ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . a Cara pengambilan contoh. 3 Ctastlt . kegiatan eksplorasi (analisa. apa sesuai dengan KP/KK/ . lapangan. mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. h Kelayakan nilai kadar geokimia. dan interprestasi . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. c Due deligance . 7 . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . 1 Pematokan Batas KP . 9 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . d Penelaahan/evaluasi laporan . d Interval kontor . . 1 . Jenis kegiatan yang dilakukan. . h Indeks peta . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat. iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. f g Kemungkinan kontaminasi. 1 . pemetaan geologi. kpoai V . b Kordinat data . f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. . . kerapatan data dsb). b Korelasi data sekitarnya . penampang) . 4 . . 6 . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . c Hslitrrsai(easrku. a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . pemetakan topografi. perhitungan cadangan. analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. f g Batas KP/KK/PKP2B . . d Interprestasi dan penentuan anomali . . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . anomalinya. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. pemboran. b Peta lokasi contoh apa ada. ai nepets pt tutr ies. geokimia.idks mnrlss.lnai . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . e Penyelenggaraan presentasi . 2 Pemetaan Topografi . 542 . . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . . d Kelayakan lokasi contoh. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi. Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . 6 . e Penetuan daerah anomali . b Dibuat juklak/juknis . e Pelaksana . pemboran. 4 . sampling. PKP2B d Peralatan yang digunakan. khususnya GPS . 2 . 5 . geofisika.dl. . e Kemungkinan pembesaran . Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . VI. ltlg. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . c Hasil (peta. cebakan mineral yang dieksplorasi. pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . Korelasi nilai unsur yang dianalisa. Petageologi lokal-detail ada/tidak. c Peta geokimia. . 8 . deposit e Kelaziman peta geologi . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. klarifikasi cadangan. c Detail data pendukung . Geodetik e Laporan hasil pematokan . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. .

cadangan . . preparasi contoh. Pengirim contoh. . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . c Laboratorium pelaksana . terowongan. perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. d . c . . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. 9 . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. analisa. . dea. f g Dtcinlmt . Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. sertifikat. • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . Evaluasi Laporan Kegiatan. e Spasi data termasuk sampling. . oeai ai nls ip nu. 1 . d Penafsiran bentuk endapan. dcr. eeto ii.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . 1 . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. . . b . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . preparasi . sampling. . f 7 . . Detail geologi & mineralisasi. . etfkt nls. duplikat contoh). iaa ai nls. contoh. g Pemboran (recovery. . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . b Lokasi kegiatan yang konkrit . l m Hasil trenching. rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . duplikat contoh). sampling. 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . e Kode/tanggal/tahun sertifikat. Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. eksplorasi yang dipakai. . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. Cek batas KP/KK/PKP2B. eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . b Krls hslaaiata usr . kgaa. h Metode perhitungan sumberdaya dan . hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . Apakah telihat kemajuan. Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . ketentuan yang berlaku. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . . d Sriia aaia . e . 1 . Pemboran (recovery. c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . costaining. arh . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . lrfks b Data Pendukung . Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . iai . cara dan peralatan pemboran. Pola spasi. lapangan/eksplorasi h . 1 . b Apakah laporan dirapel/tidak. Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . i . penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . h Ksrnhslaaia . geokimia. c Logika kadar mineralisasi dan nila .

h Cek semua hasil kegiatan . . . c Banding data bor & geofisik . b Logika penyebaran . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . h . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. c Logika nilai parameter kualitas. i . e penampang hasil pemboran .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . lokasi & spasi pemboran . Regional . Spasi data pendukung i . Cara perhitungan cadangan i . dan cadangan. Kebenaran peta topografi. j 1 . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. Cek penarikan outcrup. h Cek peta batimetri . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. mineral dan kimia. . f g Korelasi dengan data Geol. d Metode. . . . . b Cek korelasi singkapan dan bor.

eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. penambangan. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. biasanya dinyatakan dalam persen. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . 3 Penetapan dan peningkatan recovery . bijaksana. I. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . I I . ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. biasanya dinyatakan dalam persen. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). benar. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan. Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. ctofgae u f rd. sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . yang setelah dievaluasi secara teknis.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . 25 Tahun 2000. . Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi.

a di Kantor Perusahaan . 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . . b Memberitahukan kepada manajer lapangan . cadangan pada masa pengakhiran tambang. lengkap dan baik. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. evaluasi . terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . pasca tambang. a mempelajari data sebagai bahan . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. bimbingan. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . dan kadar/nilai rendah. c Mengadakan diskusi yang mendalam . KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. V . 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan .scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . 1 .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . 9 Penggunaan produksi bahan galian. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . li. 1 . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. V I PROSEDUR I. Hal 4 tidak ada 546 . Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. setiap 6 (enam) bulan. 1 . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. V . yang ada sehingga menjadi produk sampingan. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. sesuai dengan kewenangannya. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . sehingga mendapatkan recovery maksimal. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. cadangan bahan galian secara rinci. Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . 1 . 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. seluruh kegiatan pertambangannya. recovery penambangan. 1 . KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku.

b Ttcr . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . b Mengamati apakah telah . a a a a : a Mengevaluasi apakah . sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr . dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. : Recovery b Ttcr . penambangan. : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . b Mengadakan diskusi . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. c Mengadakan diskusi ang . kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . lk ea iai b Recovery pengolahan : . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Mengamati apakah telah . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. 547 . a a a a : a Mengamati apakah telah . kadar/nilai rendah dan bahan galian li. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. b Ttcr . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. a a a a : a Recovery Penambangan : . kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang.

ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b . 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln. dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. I. yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . b Mengadakan diskusi . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . b Mengadakan diskusi . 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . b . yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang.

b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. . pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . 3 . RUANG LINGKUP 5 . PENGAWAS PRODUKSI 1 . c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. B Kewenangan lainnya . pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. pengujianpengujian. Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. . pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . I. maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . sampling. 2 Dalam melakukan pengawasan . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. pejabat pengawas . pengukuran. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana . 1 Apabila dianggap perlu. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . 2 . sampling.

bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang .Dokumen delivery order.Pencatatan stock awal .Pencatatan draft kapal .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . . c Pemeriksaan secara teknis .Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi. b Pemeriksaan secara administratif . . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam . SISTEMATIKA I PRODUKSI A .Dokumen Bill of Loading . c Kegiatan Penimbunan .Jumlah barang yang diangkut.Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi .Certificate of weight . data/ . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . produksi. Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel.Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . PEMERIKSAAN V . 3 .Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . mingguan. pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. Kegiatan pengapalan.Criiaeo aayi etfct f nlss . Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . laporan produksi baik harian. .Pencatatan stock akhir d. Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . 4 .Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi. V . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. e Kesimpulan dan saran .Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . dan atau proses produksi. Pemurnian . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ . b Menyelesaikan laporan tertulis hasil .Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . .Dokumen syahbandar . pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. Selesai melakukan pengawasan. Pada tahap pelaksanaan pengawasan. pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. d Melakukan rapat mengenai hasil . 4 .Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . c Melaksanakan Pemeriksaan . d . Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik). Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha. d Temuan dan Pembahasan . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager .Pencatatan recovery. DAN OBJEK PENGAWASAN 2 .Dokumen invoice . angka (1) tersebut.

sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. losses.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) .Dokumen invoice. pembukaan lahan. 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. berita acara serah terima brn. by product dnli-an. penggunaan tenaga kerja. 3 . bill of loading. disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. 3 Perencanaan produksi penambangan. run of mine. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr .wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor. Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). ongkos produksi. penggunaan bahan peledak. penggunaan bahan bakar minyak. dan lain-lain. material balance (feed. certificate of analysis. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja.Dokumen bukti terima barang. lokasi peggunaan. pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au. .dnli-an ults a anli. harga penjualan dan lainli. midling.Jumlah penggunaan . Meliputi pemeriksaan yang akan. tanah penutup. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi .Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : . tanah pucuk. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . kontrak jual beli. . an USAHA VI K E W A J I B A N I. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . b Pemeriksan pemakaian sendiri . meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya. 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. recovery. recovery. reagent. pemberitahuan ekspor barang. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. delivery order. eiinpoe. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. efisiensi pengolahan/ pemurnian. flux. tujuan penggunaan. kemajuan penambangan. penggunaan peralatan. . losses ketika pemuatan/pengangkutan. certificate of wih. stripping ratio. tailing. delivery order. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan .criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. 2 Perencanaan produksi penambangan . pengukuran draft kapal. flow chart. pos retribusi. dokumen.lse dnli-an fse rss oss a anli. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu.Kaia ults . dokumen kontrak jual beli. produksi dihasilkan. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. pengukuran tonase.iviednli-an aag noc a anli. efisien peralatan. egt cl i et oveyor. Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. syahbandar. ketersediaan front penambangan. 551 . air.

sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. dalam angka (1) tersebut. dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan. 2 . masuk ke tempat penimbunan. E . Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . 4 Pencatatan produksi sebagaimana . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . produksi utama dan tailing serta produk sampingan. ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . serta produk sampingan. Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. produksi dan tailing. 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . d jumlah dan kualitas produksi .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . F Dokumen Penjualan Produksi . Kegiatan Penimbunan 1 . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). 4 . wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. Purnomo Yusgiantoro D . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. dipindahkan. b jumlah dan kualitas produksi yang . dalam angka (1) tersebut. tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan. 3 Pencatatan produksi pencucian/ . 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . 2 . C . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. m 3 . Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. 3 . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum .

untuk mencapai tujuan tersebut. lokasi wilayah perizinan. . 1 Berdasarkan peraturan perundang. jalur kabel dan pipa. auae. eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. undangan yang berlaku. ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . 4 Oleh karena itu secara umum rencana . penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. Luas. yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. arus regional. hasil yang akan diperoleh. vegetasi dan tataguna lahan. hak guna lahan. 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. d Waktu dan lamanya kegiatan. B . dan lain sebagainya. daerah pembuangan ranjau. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. d . Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . I RENCANA KERJA A UMUM . Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. penyelidikan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ieakn b . topografi. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . I PENDAHULUAN a Prjnn . . Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . e Peralatan yang digunakan dalam . Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. c . iklim. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. dan lain sebagainya. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. Kecamatan) maupun geografis (odnl.

geologi dan lain sebagainya. seismik. penginderaan jauh. Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. sungai. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. penyelidikan geofisika. geofisika. RENCANA a . pengolahan data. geokimian endapan sungai. . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. 2 . tahanan jenis. gaya berat. parit uji. parit-uji. Sebutkan skala petanya. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. grab. rediometri. tanah dan batuan. sounding. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. seismik.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. dan penyusunan laporan. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. potensial diri. sounding. chip atau channel . sumur-uji. geokimia dan lain sebagainya). 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. polarisasi terimbas. atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. side scan sonar. distribusi dan jumlahnya). side scan sonar dan lain sebagainya. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). caranya seperti Bulk. c . dan jumlah contoh). b . Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. geologi dan lain sebagainya. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. tanah. 6 Skala peta yang digunakan. pemboran). geofisika seperti polarisasi terimbas. apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. geomagnet. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. Contoh seperti batuan atau pemineralan. spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). potensial diri. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. pemboran. Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. well logging dan lian sebagainya). penyelidikan geokimia. gaya berat. pembuatan sumur uji. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. jenis. gravity core. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi.

ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . PERALATAN a . 3 RENCANA TENAGA . Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . ICP. geologi. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . sumur-uji atau prtui ai-j. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. 5 DAFTAR ACUAN . 2 Rencana metode analisis (AAS. 5 Rencana analisis petrografi. lokasi. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. data geokimia. 4 RENCANA BIAYA . lokasi) dan jumlah contoh. daya mineral.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . arah dan lain sebagainya. sumur dan parit uji. data geofisika. (sumur/pari uji. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis.pemboran. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. jenis. c . dan jumlahnya. Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej. 6 LAMPIRAN : . Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan . d Analisis laboraturium . KERJA DAN Pemboran. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. ) mineragrafi. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . rencana cara pembuatannya. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . ) Kolorimetri. b Penulisan daftar acuan hendaknya . coring atau non coring). (pemineralan). LAPORAN TRIWULAN A UMUM . Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. 1. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . sebagai dasar acuan eksplorasi. 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. sumur uji. lingkungan dan aspek lain. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. kedalaman. . 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . panjang. Pembuatan Shaft. e . Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. eksplorasi atau untuk evaluasi. format seperti di bawah ini. mineral berat dan besar btr ui. 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b .

........ kerapatan pengambilan Contoh... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ../au :. ... .............................. ..... Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ......Thn ... B .......................... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6.... rwln ........ Status/tahapan 3......... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ................................. Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan........... SK ˆ Tgl........ Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2............... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1. pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan. 5...... Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) .. ..... dan lain sebagainya... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) .............Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan ..................................... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : ... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.................

Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 . Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. K-3 Lingkungan 9 2 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Biaya 8 1 . P r l t n 7 eaaa 1 . tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. studi kelayakan AMDAL**) 1 . Tenaga kerja 6 1.

Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. sumur uji. Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa. tanah. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. 8 . LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya.. chip. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. Penampang geologi. tp . Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb . Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. batuan peminrlnbjh. rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 . Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. 3 1. Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj. 2 1.10 dan 11. Peta geokimia Peta/bagan. 4 .hektar.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . parit uji. penampang bor. bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. 0 1. 4 1. 1 1. dan 10). 9 . ha . metoda atau sistem pemboran (angka 8). Jt Rp.9. 5 . tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan. jenis (batuan. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. channel. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 .lembar.5.6 dan 7).mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). b . geokimia. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah.d. 3 .8. penampang dan model goiia efsk. 7 . bijih. 2 .7.buah.titik pengamatan. 1. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan. 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta. pemboran Contoh batuan.9. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. 6 . kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5).

kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. ) hak guna lahan. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . (yang dilakukan). umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). terutama informasi mengenai keterdapatan. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . B . SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. 2 Aspek legalitas. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. a . demografi dan kependudukan. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). c . alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. dan informasi pendukung lina any. waktu penyelidikan. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. kegiatan penyelidikan. Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. seperti kepemilikan. pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. maksud dan tujuan penyelidikan. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . Luas daerah yang diselidiki. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. A UMUM . sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. kuantitas dan kualitas endapan mineral. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. b . . b . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini. tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). 559 . Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. d . cara pencapaiannya. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. 1 Ringkasan . Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. sebaran. tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. tubuh utama laporan.

Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. i . tipe endapan. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. jenis. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. SLAR.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. SAR dan lain sebagainya). termasuk analisis laboratorium. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. f g . topografi. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. mulai dari persiapan. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. dan pembuatan laporan. oo aei. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. . termasuk kualifikasi/keahliannya. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. .aa eet ltaa efsk. e .one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. geofisika. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman . Informasi mengenai iklim. dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. vegetasi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . stratigrafi. sebaran. (oms. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. an h . tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. kegiatan pengumpulan data.

ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. Pemboran. parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. sumur uji. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3).psn srt ie cn oa. jenis batuan dan pemineralan. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. onig aag uu. tanah.simk efsk ag iaa I. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. skala peta dasar juga harus dicantumkan. spur and ridge. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran. grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. sd sa snr sudn. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai.uji coba penambangan. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. grab. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. graviti dan lain sebagainya). pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. catchment area. P esi. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat.

dot dan lain sebagainya). dengan cara statistik. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. cara preparasi Contoh. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. struktur. au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. menggunakan komputer atau manual. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. ubahan batuan di daerah penyelidikan. k Hasil penyelidikan . Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. mulai dari pemetaan geologi. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. mineragrafi. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. baik geofisika. 2 dimensi atau 3 dmni. penyelidikan geokimia. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. mineralogi. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan.

arah anomali. sumur-uji. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. uu-j. sumur-uji. dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. kemenerusan. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. jurus dan kemiringan tubuh bijih. tabel. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. 13-4726-1998). ˆ Peta korelasi antara lubang bor. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. foto. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan. sumur-uji. kedalaman tubuh anomali. tu pemboran. jumlah lapisan.smrui prtui ai ebrn uu-j. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. ketebalan tanah penutup. sebaran atau kemenerusannya (continuity). dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). ai-j. bentuknya dan ukurannya. lebar anomali dan lain sebagainya. parit-uji harus dilampirkan. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. () Pemboran. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya.

Maksud dan Tujuan 1. nlss iia 34 Pengolahan Data .2.5. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan .1. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. foto. Penyelidikan Lapangan 3.1. Penyelidikan Geofisika 3.2. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan.. Pemboran. daftar tabel. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. dan lampiran.. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . eyldkn an hdoelg. tubuh utama laporan.dnli atr aprn pt. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.1.. Latar Belakang 1. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3. sumur-uji.4. ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran. Pemetaan Geologi 3.3. dan tahun pelaporan. 3. komoditas dan daerah yang diselidiki. D . Keadaan Lingkungan 1. penyusun laporan.3. daftar foto. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . Pelaksana 2 GEOLOGI . ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos... Lokasi Daerah Penyelidikan 1. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . atr isi. Penyelidikan Geokimia 3.2. daftar atau tabel. 3. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia.2. dan daftar lampiran. halaman urut dengan angka Romawi. daftar acuan. daftar gambar.6. igaa. trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu.1.. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . perusahaan dan instansi pelapor. 21 Geologi Umum . Metoda dan Peralatan 1.2.7.4. Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. dan penerbit. 1.3. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan . C .2. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium .. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . Waktu 1. -.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding.. tempat pemuatan artikel (majalah). tahun.2. judul. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 . 22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks.. ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.

Pemboran 4.Pengolahan data Geologi (permukaan. Geokimia 43 Goiia . efsk 4.2.. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii. 4 HASIL PENYELIDIKAN . K-3 dan lain sebagainya.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3. 3. Geologi 4. pemboran.1..4.5. 4. Pemineralan 4. ekma iea brt rl ea. DAFTAR ACUAN 5. Hidrogeologi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 .4.. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. KESIMPULAN DAN SARAN 4.mn . Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.6.1.7. eglhn aa efsk.

. 5 Jadwal Waktu Studi . Kontrak Karya (KK). Keadaan Flora. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. tutr c Geoteknik . BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ .kpsts . Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . Fauna. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. Penduduk. dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . c Recovery Pengolahan . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . Pertambangan (KP). dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN. Mata Pencaharian Penduduk. iooi b srku . Pengolahan dan Tailing A . dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. miniable.jma. . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . jumlah dan . kualitas. jumlah . (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. c Cadangan . marketable. Kualitas Hasil . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. 2 Maksud dan Tujuan . 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . a Tahapan Pengolahan . FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . a Bentuk dan Penyebaran . BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa . 2 Prltn(ei. Iklim. belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. cut off grade. Tambang 6. 4 Pelaksana Studi .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. 2 Keadaan Endapan . Jumlah. b Bagan Alir . a Ltlg . 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi .

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai . . c Sumber Dana . a Organisasi . pengolahan. BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan . Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. a anli) b Modal Kerja . 2 ProspekPemasaran . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . : 10. 4 Sistem Kerja (kontrak. b Pengelolaan lingkungan . Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya. c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . b Luar Negeri . sekitarnya.000. borongan . b Prltn . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). BAB VIII : LINGKUNGAN.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. a Biaya Produksi (termasuk biaya . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . c Pemantauan Lingkungan . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang. Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). skala 1 : 10. “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa.000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . e Perhitungan “Break Even Point” . pengolahan dan sarana penunjang). pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. skala . a Dalam Negeri . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . nets a Modal Tetap . minimum 1 : 2. miniable”. pengolahan dan sarana penunjang). pegangkutan dnli-an. skala minimum 1 : 2. (BEP) . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . 567 . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. tahap Eksploitasi dan sekitarnya. d Perhitungan “Discounted Cash . dnli-an. yang memuat : a Kontur topografi . b Penyebaran bahan galian .

Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. bagan alir dan sebagainya. peta. pencucian. statistik produksi. tambahan penambangan. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . Laporan tersebut mencakup. B . 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. Lokasi timbunan waste. bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. pengelolaan lingkungan hidup. minimal skala 1 : 2. ketenagakerjaan. penjualan. peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. pencucian dan pengolahan. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. direklamasi per tahun c Jalan tambang . Laporan Triwulan. h Dan sebagainya . d Lokasi timbunan waste. “stock pile”. pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . pengolahan/pemurnian. penampang. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . 2 Hasil Eksplorasi . . . ditambang c Rencana dan target produksi serta . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . a Jumlah. sketsa. penyelesaian masalah. b Kegiatan non teknis antara lain . tailing dan mineral .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. reklamasi. pengangkutan. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . d Batas wilayah eksploitasi . bahan galian dan waste . statistik kecelakaan dnli-an a anli. II Laporan Tahunan Eksploitasi I. asing jika diperlukan) . g Indeks peta rencana pertambangan . K-3 pertambangan. Peta pengelolaan lingkungan. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . e Jalan. lokasi . antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . h Rencana kegiatan K-3 . petalokasi kegiatan. 3 Kaia . ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . pemantauan dan pengelolaa lingkungan.0000. biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. gambar 3 dimensi. pemasaran. pelatihan. Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . Perkampungan. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . 2 Perizinan . ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan .

5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. Cadangan 2. 3 Pelaksanaan reklamasi. oai a us arh ag ea ikpots. BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . 4 Stock Akhir . 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . 3 Lokasi Penimbunan . utama dan sampingan b Jumlah. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . statistik kecelakaan tambang. Kadar Jumlah. pengolahan/ . tambang. Harga Produk . Pengangkutan dan Pengolahan. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). kadar dan penanganan . 5 Rencana penambangan. yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . 2 Jumlah dan Tujuan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . pengelolaan dan . training. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets. Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . pengolahan/ . V . pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. 3. pengolahan/pemurnian/ . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. a Jumlah dan kualitas produk . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. berakhirnya KP/KK/PKP2B. 2 Jenis. Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . nls.

. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 . 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. peta rona akhir tambang. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. 9 li-an . galian berkadar “marginal”. obyek kerja yang berbahaya. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . dengan akhir tambang. peta geologi.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan .

PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . d Sisa cadangan .Produksi siap jual . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . 4 .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. kualitas 3 ton. kualitas 3 ton. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . LAPORAN .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan . a .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . 5 . c . m.Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . STOCK AWAL Lokasi Tambang . 3 ton. c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . c .Produksi untuk diolah . m.Hasil olahan c . a . m. m. I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . kualitas 3 ton.Hasil olahan c . Lokasi Pengolahan . c Cadangan terambil . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . b . PENAMBANGAN Produksi . b . 6 .

4 . b .Produksi siap jual . 5 . b .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . m. Lokasi Pengolahan . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . a . kualitas 3 ton.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . a . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 6 .Hasil olahan c . b Cadangan rekonsiliasi . 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton. c Cadangan terambil . STOCK AWAL Lokasi Tambang . c . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . kualitas BULAN KE NO. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 .Produksi untuk diolah . m. kualitas 3 ton. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m. c . PENAMBANGAN Produksi . c .

4 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . a .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . c .Produksi untuk diolah . 6 .Hasil olahan c . 5 . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . kualitas 3 ton. b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . kualitas BULAN KE NO. c Cadangan terambil . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . m.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . b . a . b Cadangan rekonsiliasi . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a .Hasil olahan c .Produksi siap jual . Lokasi Pengolahan . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton. Lokasi pengolahan . c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah . m. c . m. d Sisa cadangan . m.Produksi siap jual . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . a .

Produksi siap jual . m. PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 6 . Lokasi pengolahan . STOCK AWAL Lokasi Tambang . c Cadangan terambil .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. c .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . m. PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . d Sisa cadangan .Produksi siap jual . kualitas 3 ton. Lokasi Pengolahan . 4 . c . : : : : : : : 3 ton. m.Hasil olahan c . m.Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . 5 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . b Cadangan rekonsiliasi . kualitas 3 ton. kualitas 3 ton. c . a . b . kualitas BULAN KE NO. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Hasil olahan c . a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .

kualitas 3 ton. a . kualitas 3 ton. m.Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah . 3 ton. m. c Cadangan terambil .Produksi untuk diolah . 4 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . d Sisa cadangan .Hasil olahan c . b . k a i a ults 3 ton. k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . 5 . Lokasi Pengolahan . Lokasi pengolahan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . a .Produksi untuk diolah . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . m.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . c . 6 . c .Hasil olahan c . b Cadangan rekonsiliasi . b .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 .Produksi siap jual . c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 . a .

b Cadangan rekonsiliasi . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. Lokasi pengolahan .Produksi untuk diolah . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . k a i a ults 3 ton.Hasil olahan c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . m. NO.Produksi untuk diolah . 6 . 5 . d Sisa cadangan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 . PENAMBANGAN Produksi .Produksi siap jual . c . b . STOCK AWAL Lokasi Tambang . a . c . a . Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral.Produksi siap jual . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Tambang . c Cadangan terambil . kualitas 3 ton. m. m. c . Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . 4 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . td t.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . a . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . m.Hasil olahan c .

......................................................................................Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ................................. oo rt eeaan .......................... .................................................Lampiran XIII........................ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 ....................................................... 6 Tma Kclka :.......................................... ........................... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag...... atas ˆ Tangan bag................................... EAA ENK ETMAGN............... ................................. Uu :................... eeja ................................. .................................................. kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :........ ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :.....................................................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl.. I I IA hf ............ as eeaan .............. ainDpree ... ................................ eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga ..................... ei eai 4 Pkran :........................................ .......... ................................................................ aamn ejd a ea-ea eeaan .......................................................... Jenis Usaha ˆ : Tambang............................................. ................... KPL TKI PRABNA........................................ 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:........................ 3 Nm kra yn clk :.............. 5 Tnglkclka :........................................................................................................................... a ................................................. 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ........................... .................................................................................................... bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 ................ Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl.......................................................................................... aa euaan ...................................... bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ....................................... Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr .... aa eej ..................... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :............................................................... Bga/eatmn:... aga eeaan ....................................................................... ..............................................................................jm:............... ept eeaan .............Sit:.............. 8 Skikclka :...... ....... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag............................................................................................ ................ ekra aa ia aa eej ebl ...................... aa obn ag eaa .......................................................... eeaan ejd. ..... Lm Bkra :.......c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A .................................................................. ............ ..................... ...................................................................................................................................... Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag.................................. ............................................................. ..............................ˆ WB ˆ WT ˆ WT...

.........k ........ ii . g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah .. ... g .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . ..... .. . .. . ii .... . . g ... g .. . . . g Dinamit ... . .. g ... ukuran jenis detonator dan Dinamit. ... ..k . . . ..m . g .m .... g 578 . ii .. . g .. ..k .. ..bjh . bjh ...m . ..... . . . ... ..m . bjh ... . . bjh . . .. ..... ..k ...m .. .k ...k .......... . ... . ii . ii . . . .. . .... bjh ... .. .... . . g ..m . g ... .. g .k .bjh . bjh .. ..k . nomor. ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el. .00 .. .bjh .. .. ..... .. . .... .... ii .k . .. ii .... g .. ...m . .. g .bjh .k . ..... .. .. ... . .... . ... . . . . ...... . ii ..... . ii . .k .k ... bjh .. g . ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya .k ... Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is . .... . g .. .. ii .. . . .k . Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. . . ...... .. g . g .. .k ..... ii ... ...m .m .k .. g . ..... . ...k . g .. .... .. .k .....m .. .. . g . g ....k ... . g ... .m ... .k .. . .20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (. ..... bjh ...... .. ii . . . g .k ... negara penjual. ........ ... .k ..... ..k .. .. bjh . bjh ... .m . g .k . .. ii .. g .k .. .... . ..k . ..... . ..m .k . . .m .k ........m . .bjh .m . . ..k ... . g .. . .... .k . ...k .. . ii . . . .. .... D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat.. bjh .k .k ........ g . . .... .k . .... . g . ... . g . ..k .... g ... . g ... .m . .... .Lampiran XIII. ii . ... ii . .k ..m . ... . g ... .m .. . g .k . g ..... ii .... ii . . . . ... ... bjh ... bjh .. .. g . .m .. ... .k .. . bjh . . ..k . .. g . .. g .bjh . bjh . ii ... . ... g . . . .k ....m .. .m . .k . g . g . . g Jumlah ....... . ...k . . bjh Jumlah .m . ..... ......bjh . g .. ..k . .bjh .. .... g . g . g . . ....k .. ii . . ..k .. .m . . . .. ..k .. .. ii ....... .... . ...k ... . g . .) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . g . .... ii . .. ... bjh . .... ..k . .. ii ........ ....

.Lampiran XIII.... .. P D U A AT M A G. . AA SH ABN . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit. ... . . ... . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 . .. . terangkan tanggal keluarnya.. . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I. Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No. . . . ... . .. ... ... ... . . . ..

. PENGAM AT DAN T.) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ...c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I......... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor..... DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG........Lampiran XIII. ... Kepala Teknik Tambang (.............. 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu.... Pembuat.U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No...

.000 jam kerja F........000.Lampiran XIII... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1. Kepala Teknik Tambang 581 . KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F..000.000...000 JAM KERJA TAHUN 20...........000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..R 2) PER BULAN KUMULATIF (............ ..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ...R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.....R adalah kumulatif frequency rate per 1....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F...

..... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat......Lampiran XIII..... PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No... Kepala Teknik Tambang (........c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ... ..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ...............

) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S.000.. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S.............R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.. Kepala Teknik Tambang 583 ...000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat....000 JAM KERJA TAHUN 20....000........ I.Lampiran XIII......R3) PER BULAN KUMULATIF (. .........000.R adalah kumulatif frequency rate per 1....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..000 jam kerja S..

Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 .Lampiran XIII.000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Jari Kaki.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I . 1. Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6. Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Jari. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2.

........................................ 2 PENYEBAB KASUS .............................................................................................................................................. ...... 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ........................... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ....... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ....Lampiran XIII............................................................................................................................................................................................ : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) .................................. termasuk foto-foto terjadinya kasus) .................... .. : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) .. X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI .......... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral............................................... Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I.................................... .................................................................................................. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 . (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus......................... .................................................................................................................. : (uraikan secara singkat kasus dan jelas.......... 3 AKIBAT KASUS ............... .......................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I............................ : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) .................... td t...... penyebab kasus) .... ............................................

Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan .Pengupasan/penimbunan tanah penutup . us ra.Lampiran XIII.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN .db. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia. PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . pengamanan. ˆ Penanganan hasil penebasan. P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .Kualitas air.Peta pengelolaan skala 1 : 10. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .000 . ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Rencana pelaksanaan pengelolaan . RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya. tanggul/dan kolam pengendap) . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu.000 . ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. kebisingan dan gtrn eaa.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III.1.Revegetasi -Li-an anli BAB IV. iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. meliputi : .Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. .lks.Penambangan . ei dan jumlah tanaman. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I. daerah penimbunan.Penebasan dan penyiapan lahan .Tingkat erosi .Stabilitas lereng (tambang.Pengolahan dan pemurnian . pemelhra.jma. tanah dan udara .Peta pengelolaan skala 1 : 1. d Pengolahan dan Pemurnian . penutup. c Penambangan .

c Pemantauan lereng. ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan . ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . tanggul. b Biaya pelaksanaan pemantauan . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. contoh air. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. daerah .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . e Pemantauan flora dan fauna . d Pemantauan kebersihan penghijauan .Lampiran XIII. timbunan dan lain-lain.

Luas daerah cadangan Semester ini 7 . 5 . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . b Lus Project Area ***) . 4 . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . b Di Luar Bekas Tambang . 3 . 2 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . 6 . Ha Ha Semester ini 9 . c Pelabuhan . Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a.Lampiran XIII. Reklamasi a Penghijauan . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. 8 . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi . b Emplasemen . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) .

.. Pohon/Ha... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang . perkantoran.. * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini... Pohon/Ha..... tempat rekreasi dll. Pohon/Ha..... Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5. A. Pohon/Ha... Pohon/Ha.. pabrik........ misalnya untuk perumahan. h Li-an .. . ... Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .. Pimpinan Perusahaan .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air ..... Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada). Pohon/Ha. Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru ...a. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 . b Penyulaman . c Pembibitan (bibit baru) .......... Pemanfaatan lain... penampungan air.N.Lampiran XIII..

. ...... I.......s.............. 1..Lampiran XIII....... 2... 2... . f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ..s.. TDK..dt..... V................dt.. 1.................. ................... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN . ................... 1....s....dt. ................ ................. 1.. ....................dt........USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 .... 2.. ...dt... RWLNTHN .dt.........s.. J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1... 1............... TIUA/AU ........... II TEKNISI I....................... ............ ..........................f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII.. TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA .......... T...... 2........ I I I ............s........... V V .. TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO..... 2.... I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P...s..... 2..... . .....................

..... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ............................Lampiran XIII......... AA EITN .. JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S... T ....................D..................... RWLNTHN .... NO..... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P ...f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........................... TIUA/AU ........................ THPKGAA ............

JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I. PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.Lampiran XIII.

....... LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ........................... AU ......... THN.................................................Lampiran XIII.....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.............. T ...... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ..................... NO...............

. c ..... JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ........ 5 Laboratorium a . c ............. c .. 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET.... b . 1 Bongkar a . T.. RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN .. b ......... c ..... c .... b . 2 Muat a .................. 4 Pengolahan a ..........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .......... 3 Angkut a ..... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P......... b ..Lampiran XIII.. THN... AU .... b ....

b . 9 Klsrkn eitia a . c . b . 7 Survey a .Lampiran XIII. 8 Perbengkelan a . b . b . c . b .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . c . 2 Pelumas a . b . c . b . 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . 3 Bahan Kimia a .

............. 0 . ................ TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ........Lampiran XIII.......... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 .......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ....pmgn K/KPPB .......(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) ................................./2 ........... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO...................

2 Pasiva Tidak Lancar ....... c Laba (Rugi) tahun berjalan .. Pr3 Dsme ..... Uang muka pembelian . b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain ........... b Biaya yang ditangguhkan ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I.. T .. e Aktiva Lancar Lainnya . 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor .... b Piutang . b Cadangan .. c Aktiva tak berujud .. a Kewajiban Jangka Panjang . c Persediaan . c Hutang Pajak . Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 . Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : . Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan ... d Biaya dibayar di muka. a Hutang Bank .. d biaya yang masih harus dibayar .Lampiran XIII. a Kas & Bank . NERACA P . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar .... e 1 eebr . b Hutang Usaha .. d Aktiva lainnya . e Kewajiban jangka pendek lainnya ...

. Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga . AU.Lampiran XIII..... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII.... b Administrasi...... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi . d Laba/Rugi Tahun Berjalan . d Lain-lain .... b Beban Bunga . Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ........ T ........ THN. Penjualan & Umum . ..... Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ...................Awal Akhir Produksi (+) ... b Penyesuaian Masa Lalu .............. c Keuntungan (Kerugian) Kurs ... 5 .......Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi .. c Deviden ... b Persediaan ... PROYEKSI LABA RUGI P ..... 6 ..........

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->