Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

PERSYARATAN
. I KUASA PERTAMBANGAN (KP)

PERMOHONAN

PERIZINAN
4 Anggaran Dasar yang salah satu maksud ) dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh instansi yang berwenang khusus untuk Koperasi/KUD. 5 Rekomendasi dari Dinas Koperasi dan ) Usaha Kecil khusus unutk Koperasi/ KUD.

1 Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum . atau Kuasa Pertambangan Eksplorasi (Pemohon br): au a . b . c . Surat Permohonan Peta Wilayah Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. d Tanda Bukti Penyetoran Uang Jaminan . Kesungguhan. e Laporan Keuangan bagi perusahaan baru . dan laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh Akuntan Publik bagi perusahaan lama. 2 Perpanjangan Kuasa Pertambangan . Penyelidikan Umum : a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Penyelidikan Umum . d Rencana Kerja dan Biaya. . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 3 Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a . Sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum ) 4 Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap ) 5 Rencana Kerja dan Biaya ) Kuasa Pertambangan Eksplorasi bukan peningkatan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum : 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu maksud dan tujuan menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

4 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Laporan Kegiatan Eksplorasi . d Rencana Kerja dan Biaya . e Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap . 5 Izin Pengiriman Contoh Ruah (diberikan satu . kl) ai a Surat Permohonan . b Salinan/Kopi Surat Keputusan Kuasa . Pertambangan c Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan Iuran . Esliai kpots. d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu 6 Kuasa Pertambangan eksploitasi . a Peningkatan Kuasa Pertambangan . Eksplorasi 1 Surat Permohonan ) 2 Peta Wilayah ) 3 Laporan Lengkap Eksplorasi ) 4 Laporan Studi Kelayakan ) 5 Dokumen AMDAL, atau UKL-UPL ) 6 Tanda Bukti Pembayaran Iuran Tetap ) 7 Akte Pendirian Perusahaan yang salah ) satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan instansi yang berwenang. b . KP Eksploitasi baru (bukan sebagai peningkatan Kuasa Pertambangan Eksplorasi) khusus untuk Koperasi/KUD)

b .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

466

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) 6 )

Surat Permohonan Peta Wilayah Laporan Lengkap Eksplorasi Laporan Studi Kelayakan Dokumen AMDAL atau UKL dan UPL. Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang pertambangan dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. 7 Rekomendasi dari Dinas Koperasi. ) 7 Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksploitasi . a Surat Permohonan . b Peta Wilayah . c Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan . Iuran Eksploitasi d Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi . e Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan. . Rencana Kerja dan Biaya f 8 Kuasa Pertambangan Pengolahan dan . Pemurnian serta Perpanjangannya (mandiri/bagi yang tidak mempunyai KP eksploitasi) a Surat Permohonan . b Rencana Teknis Pengolahan dan Pemurnian . c Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. . d Perjanjian jual beli dengan Pemegang . Kuasa Pertambangan Eksploitasi e Laporan Kegiatan Pengolahan dan . Pemurnian yang telah dilakukan (untuk perpanjangan) 9 Pengakhiran dan Pengembalian Kuasa . Pertambangan a . b . c . Surat Permohonan Laporan Akhir Kegiatan Tanda Bukti Pelunasan Iuran Tetap dan/ atau Iuran Eksploitasi d Laporan Pelaksanaan Pengelolaan . Lingkungan dan Rencana Kegiatan Pasca Tambang (untuk KP Eksploitasi) 1 . Pemindahan Kuasa Pertambangan 0 a Surat Permohonan . b Surat Pernyataan Pemegang Kuasa Per. tambangan c Berita Acara Serah Terima . d Akte Pendirian Perusahaan Baru yang salah . satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang perDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

tambangan dan telah disahkan Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia atau instansi yang berwenang, salah satu Direktur/pengurusnya adalah Direktur/ pengurus perusahaan yang lama 1 . Ralat Batas dan Luas Wilayah 1 a . b . c . I I . Surat Permohonan Peta Wilayah Alasan Perubahan Batas dan Luas Wilayah

KONTRAK KARYA (KK) DAN PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) 1 Izin pengiriman Contoh Ruah (diberikan hanya . st kl) au ai Surat Permohonan Salinan/Kopi Surat Keputusan Penetapan Tahapan Kegiatan Studi Kelayakan c Bukti Pelunasan Iuran dan Royalti . Pertambangan d Peta rencana tambang percobaan . e Rencana tujuan, jumlah dan kualitas . pengiriman contoh . Dokumen AMDAL/UKL-UPL kegiatan f pengambilan contoh ruah yang telah dstji ieuu. 2 Izin Usaha Jasa Pertambangan . a . b . c . d . e . . f Surat Permohonan Akte Pendirian Perusahaan Foto copy Domisili Daftar pimpinan umum perusahaan dan aaa. lmt Daftar tenaga ahli Daftar peralatan a . b .

3 Persetujuan rencana Kerja dan Biaya . a . b . c . Surat Permohonan Laporan Kegiatan Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya

4 Surat Izin Penyelidikan Pendahuluan (SIPP) . a . b . c . Peta Wilayah Rencana kerja dan biaya Surat persetujuan prinsip

5 Persetujuan Prinsip Aplikasi . a . b . c . Surat permohonan Peta Wilayah Bukti setor jaminan kesungguhan (salinan/ ftcp tase) oooy rnfr

467

Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d Laporan tahunan dan laporan keuangan 3 . (tiga) tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik kecuali bagi pemohon baru. e Surat khusus Direksi yang diketahui . Komisaris untuk penandatanganan permohonan. . Kesepakatan bersama dalam hal pef mohonnya lebih dari 1 (satu) pihak. 6 Perpanjangan SIPP . a . b . c . Peta Wilayah Laporan hasil kegiatan SIPP Rencana Kerja dan biaya perpanjangan SIPP

c .

Rencana kerja dan anggaran biaya tahap studi kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan akhir eksplorasi . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Studi Kelayakan 2 (bagi KK/PKP2B yang sudah ada) a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap kelayakan d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan studi kelayakan . 1 . Tahap Konstruksi 3 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap konstruksi d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Persetujuan laporan studi kelayakan . . Persetujuan AMDAL (ANDAL, RKL dan f RPL) 1 . Tahap operasi produksi 4 Surat permohonan Peta wilayah Rencaa kerja dan anggaran biaya tahap operasi produksi d Laporan akhir konstruksi . e Bukti pembayaran kewajiban keuangan . . Persetujuan laporan tahap konstruksi f 1 . Perpanjangan Tahap Operasi Produksi 5 Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya perpanjangan tahap operasi produksi d Persetujuan studi kelayakan baru (revisi) . e Persetujuan AMDAL, RKL dan RPL (revisi) . . Bukti pembayaran kewajiban keuangan f 1 . Penundaan Kegiatan 6 a . b . c . Surat permohonan Laporan kegiatan akhir Dasar/alasan pengajuan Suspensi/ Penundaan d Tanda bukti pembayaran kewajiban . keuangan 1 . Pembatalan/terminasi 7 a Surat Permohonan . b Peta wilayah pembatalan . c Laporan lengkap kegiatan akhir . a . b . c . a . b . c . a . b . c .

7 Persetujuan Tahap Kegiatan Penyelidikan Umum . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap Penyelidikan Umum. d Bukti pembayaran kewajiban keuangan. . e Laporan kegiatan SIPP (bila melalui SIPP) . 8 Perpanjangan Tahap Kegiatan Penyelidikan . Umum a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap perpanjangan Penyelidikan Umum d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan hasil kegiatan Penyelidikan . Umum. 9 Permulaan Tahap Kegiatan Eksplorasi . a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan umum penyelidikan umum . 1 . Perpanjangan Tahap Kegiatan Eksplorasi 0 a . b . c . Surat Permohonan Peta wilayah Rencana kerja dan anggaran biaya tahap eslrs kpoai d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . e Laporan kemajuan eksplorasi . 1 . Tahap Studi Kelayakan 1 a Surat Permohonan . b Peta wilayah .
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

468

Perusahaan c Akte Perubahan . Rekomendasi Rencana Penggunaan Tenaga 9 Kerja Asing (RPTKA) a Surat Permohonan . 2 . Persetujuan Perubahan Mitra Kerja Asing dan 1 Nasional (Khusus PKP2B) a . diaudit akuntan publik e Draft akte jual beli saham . Pendapatan & Biaya 2 . b Foto copy perjanjian pemilik barang di luar . Pencairan Uang Jaminan Kesungguhan 4 a Surat Permohonan . 3 . Tenaga Kerja Asing c Daftar isian RPTKA dari Depnaker . c Daftar kebutuhan barang modal . Surat Permohonan Peta wilayah Laporan rencana penciutan /perluasan wilayah d Bukti pembayaran kewajiban keuangan . b Dasar/alasan perubahan Akte Pendirian . b Salinan/fotocopy persetujuan RPTKA dari . dihapuskan c Dasar/alasan bahwa barang sudah tidak . b Surat pernyataan untuk tidak mengalihkan . saham sampai KK/PKP2B ditandatangani 2 . b . Biaya d Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran . 3 . Perubahan Luas Wilayah KK/PKP2B 8 a . negeri dengan pemakai 2 . c Dasar/alasan perubahan Rencana Kerja & . 2 . b Bukti penyampaian laporan kegiatan . b Daftar barang/peralatan yang akan . Surat permohonan Profil perusahaan Akte Perusahaan 2 . Saham (RUPS) Perusahaan e Rencana penjualan aset . Rekomendasi Re-ekspor Barang/peralatan 2 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan perubahan investasi . c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . d Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang . d Paspor dan Visa TKA . Pencairan Security Deposit 3 a Surat Permohonan . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 469 . Evaluasi pelaksanaan K3 dan lingkungan f 1 . yang telah diaudit oleh akuntan publik c Bukti pembayaran kewajiban keuangan . Perubahan Rencana Kerja dan Biaya 2 a Surat Permohonan . b Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir . d Struktur organisasi perusahaan . b . Persetujuan kontrak Jual Beli hasil tambang 5 bagi perusahaan yang berafiliasi a Surat Permohonan . b Dasar/alasan penggunaan-penggunaan . b . 3 . 2 . Rekomendasi Konsolidasi Biaya 8 a Surat Permohonan . peralatan dengan masa penggunaan yang wjr aa c Daftar barang-barang/peralatan yang akan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Persetujuan hasil Rapat Umum Pemegang . b Realisasi barang modal tahun sebelumnya . c Bukti telah membayar iuran tetap/deadrent . Surat Permohonan Akte pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia c Hasil keputusan RUPS luar biasa . Rekomendasi Barang Modal 1 a Surat Permohonan . Rekomendasi Perubahan Investasi 7 a Surat Permohonan . Rekomendasi Izin Kerja Tenaga Kerja Asing 0 (IKTA) a Surat Permohonan . Depnaker c Kualifikasi TKA . d Barang modal tahun sebelumnya yang . c . c . belum direalisasikan masuk dalam Daftar Kebutuhan Barang Modal (b) 3 . Rekomendasi Perubahan Akte Pendirian 6 Perusahaan a Surat Permohonan . e Laporan kegiatan akhir . 1 . b Surat Keterangan status perusahaan . d r-kpr i eeso. Perubahan Pemegang Saham 9 a . Rekomendasi Penghapusan Barang Modal 3 a Surat Permohonan . ekonomis lagi 3 . c Naskah/draft Perjanjian Jual Beli . . 2 . b Laporan kegiatan . 2 . Rekomendasi impor Barang/Peralatan dengan 4 fasilitas OB 23 a Surat Permohonan . b Dasar/alasan permohonan re-ekspor barang/ .

Daftar barang/peralatan pinjam pakai sementara yang akan diimpor d Alasan/dasar penggunaan barang/peralatan . Rekomendasi Pengembangan Pelabuhan Khusus 6 kegiatan tambang a Surat Permohonan . b Daftar nama tenaga ahli Indonesia dan . 3 . b Desain pelabuhan . b Rencana pengoperasian pelabuhan .Lampiran I Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . Rekomendasi Security Clearance Survey Udara 5 a Surat Permohonan . 3 . Persetujuan Harga Jual Batubara Bagian 8 Pemerintah (Khusus PKP2B) a Surat Permohonan . pinjam pakai sementara 3 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 470 . Asing dilengkapi dengan IKTA c Daftar peralatan survei udara . c ANDAL/RKL-RPL wilayah pelabuhan . d Keterangan lokasi kegiatan . 3 . b Spesifikasi Kualitas Batubara . Rekomendasi Pengoperasian Pelabuhan Khusus 7 Kegiatan Tambang a Surat Permohonan .

Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke a MSDM 2. DESDM. Tembusan Surat Keputusan disampaikan ke b Gubernur PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR MESDM 3b . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan b ke Bupati/Walikota I. Rekomendasi 4b Dinas Penanaman Modal memberikan . 2 . PROSEDUR PERMOHONAN KK/PKP2B (PMDN/ I I PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/ WALIKOTA DINAS PENANAMAN MODAL 1 2 4b . setelah Surat Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. BUPATI/WALIKOTA 3a .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PROSEDUR PERMOHONAN KUASA PERTAMBANGAN (KP) KONTRAK KARYA (KK)/PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) . tangani Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Propinsi dan .. I PROSEDUR PERMOHONAN KP PADA WILAYAH KEWENANGAN BUPATI/WALIKOTA MESDM GUBERNUR 2 a BUPATI/ WALIKOTA 2b Keterangan : 1 Permohonan diajukan Gubernur . 5 6 DESDM PROPINSI I I . 471 . Keputusan terbit disampaikan ke Pemohon 2. Rekomendasi 5 Bupati/Walikota bersama pemohon menanda. PEMOHON Keterangan : 1 . Tembusan setelah Surat Keputusan disampaikan a ke MESDM 2. 2 Gubernur memproses permohonan. 2 Bupati/Walikota memberikan Persetujuan . Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota Bupati/Walikota memproses permohonan. 2 a GUBERNUR 2b 1 2 PEMOHON DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BUPATI/ WALIKOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Bupati/Walikota . Modal 4a DPRD Kabupaten /Kota memberikan . Pisp rni 3a Bupati/Walikota melakukan konsultasi kepada . DPRD KABUPATEN/KOTA 2 PEMOHON 4a . DPRD Kabupaten/Kota (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke Dinas Penanaman . setelah Surat .

P R O S E D U R P E R M O H O N A N K K / P K P 2 B V (PMDN/PMA) PADA WILAYAH KEWENANGAN GUBERNUR 4b . 3a Gubernur melakukan konsultasi kepada DPRD . Propinsi (Standar Kontrak disusun oleh Pemerintah) 3 b Permohonan Rekomendasi ke BKPMD . 5 6 DESDM KABUPATEN/KOTA Keterangan : 1 Permohonan diajukan ke Gubernur . GUBERNUR 3a . BKMD 3b . DPRD PROPINSI 2 PEMOHON 4a . 5 Gubernur bersama pemohon menandatangani . Kontrak 6 Kontrak ditembuskan kepada Kabupaten/ Kota . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. dan DESDM. td t. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 472 .Lampiran II Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. 4a DPRD Propinsi memberikan Rekomendasi . 2 Gubernur memberikan Persetujuan Prinsip .. 4b BKPMD memberikan Rekomendasi .

...................... Pemegang Saham B . d i .....W............................... .............. Pengolahan/Pemurnian.. I PERMOHONAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (KP/KK/PKP2B) A KUASA PERTAMBANGAN (KP) .......... Nama Jabatan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 473 ........ Data Perusahaan : 1 Nama Perusahaan ..... Komisaris No 1 2 3 4 Pemegang Saham No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan c ....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 FORMAT .... Komisaris dan ..... #) Dengan ini kami mengajukan permohonan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum.....P .. ies No 1 2 3 4 5 b ...................................... Eksploitasi............ ........ Eksplorasi........... . : ... Pengangkutan Penjualan #) dengan keterangan sebagai berikut : A ... ..... : 2 Alamat dan Nomor Telepon/ .... a Drki ....... 2 Jabatan/Pekerjaan ............ Pemohon : 1 Nama Pemohon ........ : 4 Susunan Direksi.............. Contoh : BARU (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .. : ............. . Faksimili : 3 N...... 1 PERMOHONAN .P.....

............................. 3 *) pemohon KP Ekspoitasi.... 2 ....... ....................) .................. 2 # coret yang tidak perlu................. Kehakiman dan HAM b Nomor dan Tanggal ....... .. 6 Laporan studi kelayakan *)**) ........ Kehakiman dan HAM kecuali Koperasi/KUD ***) 4 Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik ***) 5 Laporan lengkap eksplorasi *) ..................................... 5 ***) Pemohon KP Baru (Penyelidikan Umum................. a Jumlah Net Aset .... : Rp....................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 474 ......... (... Pengesahan Dep...................... Lampiran permohonan 1 Peta lampiran ***) ...................................................... (nama pemohon) Tembusan : 1 ................. ........ 2 Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk ***) kecuali permohonan Kuasa ........... ................. : .. 7 Laporan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan .......................... 9 Persetujuan/Kesepakatan dari pemegang KP **) ..................................... . td t Materai Rp......... : .......... ...... .. .. Pertambangan Eksploitasi 3 Akte Pendirian Perusahaan yang salah satu dari maksud dan tujuannya menyebutkan berusaha di bidang ........ perubahan Akte terakhir : ....... 6.............. apabila ternyata keterangan tidak benar................ b Jumlah utang ......... (UKL) dan Laporan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) *)**) 8 Rencana Teknis Pengolahan/Pemurnian **) ............................. ...... pertambangan dan telah disahkan oleh Dep.... kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .. Akte Pendirian a Nomor dan Tanggal .................................................... Eksplorasi dan Eksploitasi).. ........ ..................... (........ ....... Demikian permohonan ini kami ajukan...........................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Nomor dan Tanggal ............000 ... ............. 6 Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir .... 4 **) Pemohon KP Pengolahan/Pemurnian/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri..... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak........ ...... 7 Nama Induk/Grup perusahaan : ......) ............ : Rp... Jenis KP/Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Jenis KP Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D ....................... C ..............

..... Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak . kami ucapkan terima kasih ............. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 475 ............ 6000 ... 5 Laporan Lengkap Eksplorasi ***) ................. mengajukan permohonan Peningkatan Kuasa Pertambangan : No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan........................................... 3 **) Untuk peningkatan ke KP Eksplorasi ...................... ...... Alamat perusahaan :. .................... 7 Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kerangka acuannya telah disetujui oleh Komisi ................ Nama Pemohon :..Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 .......... ................................... PENINGKATAN KP EKSPLORASI/EKSPLOITASI Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ...... AMDAL atau UKL dan UPL ***) Atas perhatian dan persetujuan Bapak... ...... .................................... Nama Perusahaan :................ 4 Rencana Kerja dan Biaya.. ............. ........................... 6 Laporan studi kelayakan ***) . 4 ***) Untuk peningkatan ke KP Eksploitasi ... (nama pemohon) Tembusan : 1 ........................... Jabatan dalam perusahaan :........ .................... td t Materai Rp.......... #) Yang bertanda tangan di bawah ini. bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .............................. ... 2 Laporan Lengkap Penyelidikan Umum **).................. .. 2 *) Coret yag tidak perlu .............................. dengan ini........... 2 ... ................... 3 Tanda bukti pelunasai iuran tetap...... D i ......

........ ..... #) Yang bertanda tangan di bawah ini.. ........... bersama ini kami lampirkan : 1 Peta wilayah dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota **)***) .............. 2 Laporan Kegiatan.. .. Nama Pemohon :... 3 **) pemohonan KP Eksploitasi .......... ....... 5 Penyempurnaan/perbaikan laporan studi kelayakan **) ***).......................... 6000 ........... ........................................................ Catatan : Permohonan dibuat di atas kop surat perusahaan 1 Diisi dengan huruf cetak ...................................... ............ Atas perhatian dan persetujuan Bapak........ ..... PERPANJANGAN KP : Contoh : (KOPS SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota .. 4 ***) Pemohonan KP Pengolahan/ dan KP Pengangkutan dan KP Penjualan berdiri sendiri ................... 3 Tanda bukti pelunasan iuran tetap...... ... 7 Persetujuan/kesepakatandari pemegang KP ***).......... ......... Rencana Kerja dan Biaya.. ............... 6 Penyempurnaan/perbaikan Laporan AMDAL atau UKL dan (UPL) **)......... Nama Perusahaan :................................... td t Materai Rp............. Alamat perusahaan :.. ....... .......... Jabatan dalam perusahaan :.. mengajukan permohonan Perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi / Eksploitasi / Pengangkutan dan Penjualan / Pengolahan dan Pemurnian *) No Kode Wilayah (KW) Tahapan KP Ditingkatkan Menjadi KP Keterangan Sebagai bahan pertimbangan....... 5 ****) Penyelidikan Umum......... 2 *) Coret yag tidak perlu . kami ucapkan terima kasih ...... D i . ...... .......... 2 ...................... dengan ini... . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 476 ...........................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ....... Eksplorasi dan Eksploitasi............................... (nama pemohon) Tembusan : 1 ....... 4 Tanda bukti pelunasan iuran produksi **) ***)..................

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

B .

KONTRAK KARYA (KK) PMA/PMDN : C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN)

Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ................... .................. D i ................ ...............

*)

Dengan ini kami mengajukan permohonan Kontrak Karya (KK) dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/ Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A . Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : . Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan . Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... ....................................... .......................................

B .

: ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. ................................................. : ................................................. : .................................................

4 Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham : . a Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) . () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Nama

Jabatan

Nama

Jabatan

477

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

() Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b . Nama Jabatan

Susunan Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan

5 .

Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal . Pengesahan Dep. Kehakiman b Nomor dan tanggal . Perubahan akte terakhir

: : : : :

............................................ ............................................ ............................................ ............................................ ............................................

: ............................................

6 .

Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. () Jumlah Utang 2 : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : .............................................. b Perusahaan Nasional . () Jumlah Net Aset 1 : .............................................. (2) Jumlah Utang : .............................................. () Penghasilan Bersih 3 : ..............................................

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

478

Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

C .

Jenis Bahan Galian dan Lokasi yang dimohon No Bahan Galian Lokasi Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan

D .

Lampiran permohonan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota#) Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk Tanda Terima SPT Tahun terakhir Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan

Demikian permohonan ini kami ajukan, apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar, kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku .........,........................... ......... ..........................
td t Materai Rp. 6.000,-

................................... .................................. (nama pemohon)

Tembusan : 1 . ......................................... 2 . ......................................... Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : . 2 # coret yang tidak perlu .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

479

.................... : .............. Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili ............... ........... ...................... Jabatan /Pekerjaan : 2 Nama Penandatangan Permohonan : ........................ : ............................... ............................................................................................................... : .......................................................................................................................... ........................ .. a Susunan Direksi........................... : ...... Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Asing) .. : ..................................... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 2 Nama Perusahaan ....................................... () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 (2) Komisaris No 1 2 3 4 5 DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Nama Jabatan Nama Jabatan 480 ....... Jabatan /Pekerjaan : Data Perusahaan 1 Nama Perusahaan .... ...........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C ...... Pemohon : 1 Nama Penandatangan Permohonan : ....................... Jabatan /Pekerjaan : 3 Nama Penandatangan Permohonan : ...................... 4 Susunan Direksi.... .......... Alamat Perusahaan Telepon/Faksimili 3 Nama Perusahaan ................................ PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B) PMA/PMDN C ontoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Yang terhormat Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota ........... .... : .................................................... .................................. D i ............. : ................. : .................................................. B ..... *) Dengan ini kami mengajukan permohonan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan keterangan sebagai berikut : A ............. Komisaris dan Pemegang Saham : .... ......................................... : ..................................

........... (2) Jumlah Utang : ...........................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 b ............................................................................. b Perusahaan Nasional .... Perubahan akte terakhir : : : : : ....... () Penghasilan Bersih 3 : ....................... : ............................ () Penghasilan Bersih 3 : .... () Jumlah Net Aset 1 : ........................................................... ................... Nama Jabatan Susunan Direksi. Komisaris dan Pemegang Saham (Perusahaan Nasional) () D r k i 1 ies No 1 2 3 4 5 () Komisaris 2 No 1 2 3 4 5 () Pemegang saham 3 No 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Nama Jabatan Nama Jabatan 5 ........ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 481 ..................... Kehakiman b Nomor dan tanggal ............... .............. Pengesahan Dep... () Jumlah Utang 2 : ............................... .... Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik tahun terakhir : a Perusahaan Asing ............................ ............................................................................................................................ 6 ............... () Jumlah Net Aset 1 : .... Nomor dan tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Asing) Nomor dan Tanggal Akte Pendirian Perusahaan (Nasional) a Nomor dan Tanggal .......

....... . 2 ............... Lokasi yang dimohon Lokasi No Kecamatan Kabupaten Pois rpni Luas (a H) Keterangan D .... 2 # coret yang tidak perlu ... 6......... Lampiran permohonan 1 ....- ... . Catatan : 1 Diisi dengan huruf cetak : ........................ ......... Peta lampiran dari Unit Pelayanan Informasi Wilayah Pertambangan (UPIWP) Propinsi/Kabupaten/Kota............... 6 ........................ ...... apabila ternyata keterangan tersebut di atas tidak benar.... Tanda bukti penyetoran jaminan kesungguhan dari bank yang ditunjuk.............000........... Tanda Terima SPT Tahun terakhir............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 482 ............... 4 .................. td t Materai Rp. 3 .. Laporan Keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah diaudit Akuntan Publik Kesepakatan bersama jika pemohon diajukan lebih dari 1 (satu) pemohon Laporan Tahunan Perusahaan Demikian permohonan ini kami ajukan....... 2 ..... .... 5 .. kami bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ............ (nama pemohon) Tembusan : 1 ............

........................... Contoh : (KOP SURAT PERUSAHAAN) Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : Permohonan izin usaha jasa Pertambangan Umum ..... Adapun bidang usaha yang dimohon adalah : Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan.... D i .... .......... Kepada Yth Gubernur/Bupati/Walikota .. 6.......... Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum dalam rangka kegiatan perusahaan di lingkungan proyek-proyek pertambangan umum....................000.. .... Pemohon Materai Rp...... kami ucapkan terima kasih........Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I .tanda tangan dan nama terang ( DIREKSI ) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 483 ..... .... IZIN USAHA JASA PERTAMBANGAN UMUM A PERMOHOAN BARU : .... Atas perhatian Bapak.......

...... : ............................. 6 Keterangan lain ) : ...................................... kondisi.... KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) : ...................................................................................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : ..... : ......... jenis/macam peralatan.............................................................. PERUSAHAAN 1 ) 2 ) 3 ) 4 ) 5 ) Nama Bidang usaha utama Usaha lainnya Alamat Domisili : ......................... 4 Referensi Bank ) : ...... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c . 3 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP : ) .. jumlah............... PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) Daftar pimpinan umum perusahaan dengan alamatnya : .............................................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 ........................ ........................................ Daftar Personalia : .. status kepemilikan dan tempat penyim panan : e ..................... Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) : ............. : .... Daftar peralatan utama yang dipunyai........ 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group : ................................................. 5 Akte Pendirian ) : ...................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERUSAHAAN KETERANGAN a . : .................................................................... d PERALATAN ........... b .......................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 484 . Daftar tenaga ahli : ..................................................... : ...

brau elk... . Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja... 2 .. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik). b Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya .......... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku. melaporkan rencana perusahaan mengenai usahanya......... bersedia memenuhi persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 485 ..... termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (proyek) e Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan ..... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli..... ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja. Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya . ) 4 Keuangan. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 . . ainl c Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin... ) d Perusahaan akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk .. PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dengan mengajukan permohonan izin usaha ini ..... ) 2 Kegiatan Teknis...... ) 6 Keselamatan kerja....... nsoa.....

kami ucapkan terima kasih......... ... aa aga eitn euaa i igugn ryk pertambangan umum.................................Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 B . Bersama ini kami mengajukan permohonan Perpanjangan Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum yang brki pd tngl.... Gubernur/Bupati/Walikota .. D i ..... Pemohon Materai tanda tangan dan nama terang (DIREKSI) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 486 ........ .... dlmrnk kgaa prshnd lnkna poe eahr aa aga ... PERMOHONAN Contoh PERPANJANGAN (KOP SURAT PERUSAHAAN Nomor Sft ia Lampiran Prhl eia : : : : ...... Atas perhatian Bapak....................................... ......................... Sebagai bahan pertimbangan terlampir persyaratan-persyaratan sebagaimana tercantum dalam Formulir Lampiran Surat Permohonan..... Permohonan Perpanjangan Izin Usaha Jasa Pertambangan Umum Kepada Yth.........

............................................. Daftar pimpinan umum perusahaan : ... : ............ d PERALATAN ........... : ....................................... : ....................................................................................................................................... : ........................ jumlah.................. : ............. status kepemilikan dan tempat penyimpanan e .............. : ........................... l Nama tenaga ahli l Pendidikan dan keahlian l Surat pernyataan l Daftar riwayat hidup l Foto Kopi Ijasah/Sertifikat l Foto Kopi KTP l Foto Kopi IKTA (bagi tenaga kerja asing) c ....................................... : ......... kondisi....... : ................... SURAT PERMOHONAN MENGENAI PERPANJANGAN KETERANGAN a .................................. PERUSAHAAN 1 Nama ) 2 Bidang usaha utama ) 3 Usaha lainnya ) 4 Alamat ) 5 Domisili ) 6) Perusahaan jasa pertambangan yang masih dalam satu group PERSONALIA 1 ) 2 ) 3 ) b .............Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN 1 .............................................. Daftar tenaga ahli : .................. : .......................................................................... DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 487 ...................................... PEKERJAAN 1 Pekerjaan-pekerjaan yang pernah ) dilaksanakan di bidang jasa pertambangan 2 Bidang usaha yang dimohon ) : . PERUSAHAAN : .. dengan alamatnya Daftar Personalia : ... : .............. Daftar peralatan utama yang dipunyai Perusahaan serta digunakan untuk mendukung pekerjaan-pekerjaan dimaksud pada butir 3 diatas....... : ........................................ dengan menyebutkan jenis/macam peralatan.. KEUANGAN 1 Besar serta komposisi modal ) Perusahaan 2 Laporan Keuangan ) 3 Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) ) 4 Referensi Bank ) 5 Akte Pendirian ) 6 Keterangan lain ) : ....... : .................

........... esda eeui persyaratan dan kewajiban-kewajiban sebagai berikut : a ............. termasuk data perkembangan sesuatu pekerjaan (ryk.. ) 7 Rekomendasi dari pihak pemberi kerja. ) 3 Sarana dan prasarana (logistik)....... ) 8 Serta akan memenuhi permintaan Pemerintah/Pemerintah Daerah apabila sewaktu-waktu diminta untuk ) melaporkan rencana Perusahaan mengenai usahanya.. (nama dan tanda tangan pemohon) (DIREKSI) Catatan : 1 ... Keterangan-keterangan di atas dibuat dengan sebenarnya ........... Permohonan ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan merupakan bagian dari berkas permohonan Hanya permohonan yang diisi lengkap yang dapat diproses lebih lanjut. Dalam melaksanakan pekerjaannya Perusahaan akan mengutamakan penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya nsoa....Lampiran III Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 ... .. ) 4 Keuangan..... c ...... ainl Akan menyampaikan laporan kegiatan dalam bentuk laporan semesteran selama masa berlakunya surat izin...... ) 6 Keselamatan kerja. mlpt : eiui 1 Perjanjian Kerja dan pemberi kerja... poe) d Pemerintah/Pemerintah Daerah secara sepihak dapat membatalkan/mencabut Izin usaha yang telah diberikan .......... Dalam rangka melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang brau elk........ 2 .... ) 5 Ketenagakerjaan dan tenaga ahli....... ) 2 Kegiatan Teknis. brei mmnh egn egjkn emhnn zn sh n ..... PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PERUSAHAAN Dna mnaua prooa ii uaaii. apabila ternyata perusahaan dinilai melalaikan kewajiban-kewajibannya serta mengabaikan peraturan perundangan yang berlaku............................................. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... b ...... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 488 ....

ua a anli) dan lahan (sebutkan jenis. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PENYUSUNAN PEDOMAN TEKNIS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (AMDAL) .. Berisi nomor tabel. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal Kata pengantar ditandatangani oleh Penanggungjawab kegiatan dan distempel l B DAFTAR ISI .ar htndnli-an ain i. Pembangunan yang berwawasan lingkungan c Kaitan rencana kegiatan dengan . nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. Uraian singkat dan sistematika mengenai latar belakang dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan yang direncanakan ditinjau dari : a Peraturan Perundang-undagan . yang berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan gla. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . Sub Bab. Meneteri Pertambangan dan Energi serta Peraturan Daerah Setempat b Kebijakan Pemerintah tentang . 489 . Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum C DAFTAR TABEL . Berisi judul Bab. I PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . GAMBAR l Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan.atr li : ibl naa an l Berisi nomor gambar. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-39/MENLH/8/1996 tentang jenis atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan Peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Kerangka Acuan Andal Kegiatan Pertambangan Umum. dampak penting yang mungkin tmu. D DAFTAR . lˆ hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya : l PENGANTAR l l Berisi dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999.

alam/binaan. lingkungan hidup. l Pembebasan Lahan l Penerimaan Tenaga Kerja l Pembuatan Jalan l Pembangunan Sarana dan Prasarana l Pembangunan Instalasi Pengolahan l Penerowongan (Tambang Bawah Tanah) l Pembersihan Lahan b Tahap Operasi. c Kapasitas produksi . naa an a Sebagai bahan pertimbangan dalam . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap persiapan. antara lain : . ri esbt edr ai vlm kra tre krasraaa kra oue ej. . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. BAB III. operasi sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. antara lain . evaluasi dampak penting yang akan terjadi pada tahap persiapan. propinsi. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum b Sebagai wahana untuk memberi . baik pada tahap persiapan dan operasi maupun psaoeai atr li : ac prs. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. Rencana Kegiatan Memuat rencana umum atas segala kegiatan yang akan dilakukan mulai dari tahap persiapan.. Dampak 3 1 1 Lingkup Telaah Rencana . oii egai) b Luas tapak proyek termasuk prasarana . agt ej et wl ej. (sebutkan juga telepon dan fax) 22 Deskripsi Umum . b Mengidentifikasikan rona lingkungan . Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi Andal terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. Kegiatan Penyebab Dampak Uraian singkat dan jelas komponen rencana kegiatan proyek yang akan ditelaah karena diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. operasi sampai dengan psaoeai Uaatreu triidr ac prs.. operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan suiAdl atr li : td na. desa. operasi sampai dengan pasca operasi. operasi sampai dengan pasca operasi secara singkat dnjls a ea. RUANG LINGKUP STUDI 31 Lingkup Rencana Kegiatan Penyebab .. Kegiatan lain di sekitar Lokasi f Rencana Kegiatan (cantumkan dalam peta) antara lain : pemukiman. d Jenis sumber energi/ bahan bakar. l Pengupasan Tanah Pucuk DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 490 . . dan sarana lain. sumberdaya alami lainnya. kabupaten.. naa an a Tahap persiapan... pss gorfs. (sebutkan juga telepon dan fax) c Nama dan Alamat Penyusun KA Andal . lokasi Rencana Kegiatan (lampirkan pt lks) ea oai .3.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Tujuan dan Kegunaan Studi . Andal a Nama dan Alamat Perusahaan . DISKRIPSI RENCANA KEGIATAN Uraian tentang rencana kegiatan Pertambangan umum mulai dari tahap persiapan. 2. 21 Identitas Parakarsa dan Penyusunan KA . c Memprakirakan dampak dan meng. kecamatan. e Debit dan sumber air yang diperlukan . a Nama dan lokasi proyek (Kampung. (sebutkan juga telepon dan fax) b Nama dan Alamat Penanggung Jawab . hidup awal. informasi bagi masyarakat untuk dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum BAB II.

32 Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal . c Btsssa. batas administrasi pemerintah (Desa. Uraian metode pengumpulan data bersisikan data dan informasi komponen lingkungan yang akan diperkirakan karena dampak penting oleh rencana kgaa. c . serta telaahan komponen lingkungan yang terkena dampak penting oleh operasi kegiatan yang direncanakan dari tahap persiapan sampai dengan tahap pasca oeai atr li : prs. sosial budaya) dan kesehatan masyarakat. ekonomi. naa an a . Iklim dan kualitas udara Fisiologi dan geologi Hidrologi dan kualitas air Hidro-oseanografi Ruang. Uraian singkat dan jelas tentang lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan ANDAL dan hasil pengamatan di lapangan. Kabupaten. Uaa d aa scr snkt dnaaii rin i ts eaa iga a nlss data primer serta sekunder yang sahih dan dapat dipercaya untuk digunakan. dengan Dampaknya Uraian secara singkat dan jelas tentang hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan penyebab dampak dengan dampak lingkungan yang akan ditim-bulkan pada setiap lahan kegiatan tersebut di atas. yaitu ruang dimana . . f g . . pertanian. pengukuran dan 33 Lingkup Wilayah Studi . Batas wilayah studi ANDAL di atas f perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (peta skala 1 : 25. akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan b Data komponen kegiatan yang . e . adalah berupa ruang . eitn d Batas Administrasi. Di samping itu dapat menunjukkan pula adanya peluang tumpang tindih kepentingan (antara lain dengan kehutanan. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan persiapan. diperkirakan akan terkena dampak penting dari lingkungan.uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.tratdna ksta.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l l l Penggalian Tanah Penutup Pemindahan Tanah Penutup Reklamasi Penambangan Bijih Pengangkutan Bijih Pengolahan Bijih Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi. eitn Untuk data primer berupa uraian tentang metode pengamatan.. terkait dengan . dl. d . Uraian singkat dan jelas tentang rona hidup awal yang diperkirakan dan dapat diduga akan terkena dampak.000 sampai 1 : 100.. Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . aa oil eki egn eaun kesatuan sosial masyarakat lokal dan masyarakat pendatang yang potensial mengalami perubahan mendasar akibat dilaksanakannya rencana kgaa. Wilayah studi itu mencangkup : a Batas Proyek. METODA STUDI 41 Metode Pengumpulan Dan Analisis Data .. transmigrasi. li : an l Reklamasi/rehabilitasi lahan stlhoeai eea prs l Penanganan tenaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir 3 1 2 Lingkup Telaah Kaitan Rencana Kegiatan . l) e Resultante dari keempat batas wilayah . lahan dan tanah flora dan fauna Sosial (demografi. Kecamatan. di atas adalah wilayah teknis yang merupakan studi ANDAL. b . antara . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 491 . persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i.. b Batas ekonologi.000 dan sesuai dengan kaidah kartografi yang brau sradbr tna(an yn elk) et iei ad wra ag berbeda) BAB IV.. operasi dan pasca operasi. Propinsi) serta batas areal kerja Pertambangan Umum.

Meniadakan/menghilangkan dampak ptnilyn daga tdkrltfaa oesa ag ingp ia eai tu tidak penting. diuraikan rincian jenis-jenis biaya yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan studi Andal. 056 Tahun 1994. sehingga diperoleh daftar dampak penting hipotesis yang dipandang dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi Andal dengan berdasarkan : l DAFTAR PUSTAKA Berisi bahan rujukan yang digunakan dalam penyusunan Dokumen KA Andal yang disajikan dalam suatu daftar dengan penulisan sesuai kaidah baku. TIM STUDI ANDAL 51 Tim Studi . biaya perkantoran dan baali-an iy anli. 43 Metode Evaluasi Dampak Penting . pengumpulan data sekunder.3. biaya survei lapangan. disertai dengan jadwal kegiatan lengkap. l BAB V. biaya peralatan. biologi. sosial ekonomi dan sosial budaya dilapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel disertai peta dengan skala memadai sedangkan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal data dan sumbernya. biaya analisis laboratorium. lingkungan dari aspek sejenis di dea dnaa sktrlks kgaa arh a tu eia oai eitn yang direncanakan. Kep. matriks dan daftar isian (hcls) cekit. antara lain : Gaji/upah. seperti : l Teknik Lingkungan l Teknik Pertambangan l Hidrologi/Kualitas Air l Geologi/Geoteknik. trat eki. Perbandingan dampak penting tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. LAMPIRAN l l l Pedoman mengenai Ukuran Dampak Penting sesuai dengan keputusan Kepada Bappedal No.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel fisik kimia. analisis data. Mekanika. 42 Metode Prakiraan Dampak dan .2. tujuan dan ruang lingkup studi. Komponen Biaya Sebutkan komponen biaya yang diperlukan dan disesuaikan dengan kegiatan pelaksanaan studi Andal Pertambangan Umum. l Identifikasi dampak agar ditambahkan bagan alir. Tim studi yang dibentuk untuk melaksanakan studi Andal Pertambangan Umum harus disesuaikan dengan maksud.. Uraian waktu studi tersebut meliputi jadwal seluruh kegiatan mulai dari survei lapangan/ pengumpulan data primer. dilengkapi dengan fotocopy ijazah akhir pendidikan formal DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 492 . mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan laporan ke instansi yang bertanggung jawab. 5. Batuan l Sosial dan l Kesehatan Masyarakat 5.. b Laporan penelitian/studi tentang . Penentuan Dampak Penting Uraian secara singkat dan jenis tentang metode yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampak. Sebutkan bidang keahlian yang relevan dan diperlukan. seminar/presentasi sampai dengan penyerahan setiap laporan. Agar dijelaskan susunan dan komposisi tenaga ahli (bidang dan kualifikasi keahlian).. c Studi literatur yang erat kaitannya . antara lain : a Instansi pemerintah dan swasta yang . Untuk memperkirakan dampak penting agar digunakan metode fra (oe mtmts saitk dn oml mdl aeai. Untuk itu semua tenaga ahli dalam Tim Studi harus dilampirkan biodata (curricullum vitae). dengan rencana kegiatan. ttsi) a non formal (model analog penelitian dan profesional judgement) pada setiap komponen lingkungan). Waktu Studi Sebutkan jangka waktu pelaksanaan studi. Lampiran berisi hal-hal sebagai berikut Biodata anggota Tim Penyusunan Andal. penyusunan pembahasan.

nama dan lokasi kegiatannya) serta perbenturan dengan kepentingan ekologis maupun ekonomis. air. dampak penting yang mungkin tmu. l BIODATA PENYUSUNAN STUDI AMDAL Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Rumah Kantor Kebangsaan Pendidikan Kursus Pekerjaan Pengalaman Kerja/Penelitian* : : : : : : : : : : Catatan : pengalaman kerja/penelitian agar dicantumkan yang relevan dengan kegiatan lingkungan hidup. DAFTAR GAMBAR Berisi nomor gambar. Menteri Pertambangan dan Energi. Peta lokasi. titik sampel Peta lain yang relevan dengan rencana pembangunan proyek Gambar. hutan dan li-an dnlhn(euknjns anli) a aa sbta ei. Memuat alasan. DAFTAR TABEL Berisi nomor label.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l dan sertifikat-sertifikat lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Peta lokasi dan situasi Peta Batas Wilayah Studi. iiju ai a Peraturan perundang-undangan yang . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 493 .atr li : ibl naa an l Perbenturan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan sumberdaya alam (bahan galian. bangunan berwawasan lingkungan. PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM A KATA . c Berkaitan rencana kegiatan dengan .. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen Andal kegiatan Pertambangan Umum D . Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). I I . skema. Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen Andal Kegiatan Pertambangan. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 39/MENLH/ 8/1996 tentang Jenis atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen Andal Kegiatan Pertambangan Umum BAB I. tabel dan foto C . Sub Bab. Perturan Daerah setempat dan lain-lain. pertimbangan dan dasar pruy dlkknAdl dtna dr : elna iaua na. PENDAHULUAN Uraian secara singkat dan jelas tentang dasar perlunya dilaksanakannya studi Andal bagi kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan 11 Latar Belakang . l Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. l B DAFTAR ISI . l Peraturan-peraturanm yang berlaku di lingkungan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Berisi judul Bab. l Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. l PENGANTAR Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Kata Pengantar ditandatangani oleh Penanggung Jawab kegiatan dan distempel b Kebijakan pemerintah tentang pem. berlaku dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup terutama untuk memenuhi dan melaksanakannya.

Dalam bab ini diulas mengenai wilayah studi. l Rkaairhblts lhnstlh elms/eaiiai aa eea oeai prs l Penanganann tanaga kerja yang dilepas setelah kegiatan berakhir d Uraian ronalingkungan awal (geo. hidup awal.1. b mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen Kerangka Acuan Andal 22 Wilayah Studi . informasi bagi masyarakat untuk dapat mengindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif yang potensial ditimbulkan oleh rencana kegiatan Pertambangan Umum. 2. l Pengupasan Tanah Pucuk l Penggalian Tanah Penutup l Pemindahan Tanah Penutup l Reklamasi l Penambangan bijih l Pengangkutan Bijih l Pengolahan Bijih l Penimbunan Bijih c Tahap Pasca Operasi antara lain . antara lain : a Tahap persiapan antara lain : . operasi dan psaoeai ac prs. BAB II METODA STUDI l Pembebasan tanah Penerimaan tenaga kerja Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tnh aa) Pembersihan lahan b Tahap Operasi antara lain . b Mengidentifikasikan rona lingkungan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l Kondisi spesifik lingkungan awal dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. biologi dan sosial) yang terkena dampak terutama kompone lingkungan yang langsung terkena dampak e Aspek-aspek yang diteliti pada a dan . operasi sampai dengan pasca operasi kegiatan Pertambangan Umum Uraian secara jelas tentang kegunaan studi Andal. Rencana Umum Tata Ruang setempat dengan dampak spesifik yang akan ditimbulkan. yaitu ruang dimana . sampai dengan pasca operasi terutama pada kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak penting terhdap lingkungan. fisik-kimia. operasi sampai dengan psaoeai ac prs. terutama dalam : a Mengidentifikasikan rencana ke. c Memprakirakan dampak dan . Dampak Penting yang Ditelaah Uraikan dengan singkat dan jelas komponen kegiatan yang ditelaah dalam rangka pelaksaaan kegiatan yang diperkirakan dan dapat diduga akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.. b Sebagai wahana untuk memberi . giatan-kegiatan Pertambangan Umum sejak dari tahap pesiapan. Dalam bagian ini dijelaskan tujuan dari studi ANDAL. meliputi : a Sebagai bahan pertimbangan dalam . terutama yang akan terkena dampak penting baik pada tahap persiapan. metoda prakiraan dampak serta evaluasi dampak penting. l l l l l l 12 Tujuan dan Kegunaan Studi .. Semua uraian mengacu pada metoda yang telah tertuang pada dokumen KA-Andal dan harus konsisten dengan telaah pada bab-bab brkt eiu. metoda pengumpulan dan analisis data. operasi. proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari rencana Pertambangan Umum. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 494 . dan hasil pengamatan di lapangan wilayah studi ini mencakup : a Batas proyek. konstruksi. yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan Pertambangan Umum. mengevaluasi dampak penting yang akan terjadi pad atahap persiapan. suatu rencana usaha atau kegiatan akan melakukan kegiatan pra konstruksi. Uraian singkat tentang lingkup wilayah mengacu pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam Kerangka Acuan untuk ANDAL.

Pada Sub Bab ini berisikan : a Uaa scr jlstnagmtd dn . . akan diperkirakan terkena dampak penting oleh rangkaian kegiatan. Batas wilayah studi ANDAL di atas perlu dituangkan dalam peta dengan skala yang memadai (Peta skala 1 : 25. 495 . Sedangkan jenis datanya adalah : a Data primer . pengukuran dan penelaahan data seperti prosedur pengambilan sampel geo-fisik-kimia. dan kesehatan masyarakat sejauh mungkin menggunakan kombinasi tiga metoda suiltrtr sre dt skne td ieau.0000 dan sesuai dengan kaidah kortografi yang berlaku. un esbt Resultante dari keempat batas diatas adalah wilayah teknis yang merupakan wilayan studi ANDAL. biologi. 23 Metode Pengumpulan dan Analisis Data . Uraian secara singkat dan jelas tentang metoda yang digunakan dalam studi Andal untuk memprakirakan besarnya dampak lingkungan dan penentuan sifat pentingnya dampai terhadap setiap komponen lingkungan yang terkena dampak. uvi aa eudr DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL dan pengamatan pemeriksaanpemeriksaan agar diperoleh data yang rlaiianatng. b Pada pengumpulan data lingkungan . c Batas sosial. berupa uraian metode pengumpulan data sekunder dan jenis data sekunder yang dipilih/dikumpulkan disertai dengan tanggal dan sumbernya..uaa dmn rnprai ibh ar dr) iaa proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Batas ekologi. adalah berupa ruang . berupa uraian tentang metode pengamatan. sosial ekonomi. rencana usaha atau kegiatan yang merupakan tepat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tetentu yang sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial) sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat rencana usaha atau kegiatan d Batas administratif. diperkirakan akan terkea dampak penting dari lingkungan. persebaran dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan menurut media tasots lma (i. adalah ruang . dimana masyarakat dapat dengan leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosisal budaya sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di dalam ragtreu.000 sampai 1 : 100. b Data komponen kegiatan yang . sosial-ekonomi dan sosial budaya di lapangan pada lokasi pengambilan sampel yang telah ditentukan. c Pengumpulan data untuk demografi. rin eaa ea etn eoe a atau alat untuk pengumpulan data yang sahih terhadap data primer dan sekunder yang bersifat sahih pula dapat dipercaya untuk digunakan.. atau alat yang digunakan dalam aaii dt nlss aa Adapun data yang dikumpulkan dan daaii aaa : inlss dlh a Data komponen lingkungan yang . Berikan pula pertimbangan dalam penentuan metode dan lokasi pengambilan sampel tersebut disertai peta dengan skala yang memadai. eibltsy igi d Uraian secara jelas tentang metoda . yn dtlt treu hrsdjlsa ag ieii esbt au ieakn lokasi pengumpulan data yang bersangkutan serta dicantumkan dalam peta dengan skala yang memadai. 24 Metoda Prakiraan Dampak Lingkungan . sosial budaya. adalah ruang di sekitar . b Data sekunder . antara li : an l l l Instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan kegiatan Laporan penelitian/studi tentang lingkungan dari aspek sejenis di daerah dan atau sekitar lokasi kegiatan yang direncanakan Suiltrtryn ea kiana td ieau ag rt atny dengan kegiatan.

l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan l Nama dan alamat (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha dan kegiatan.5. 3. hendaknya menggunakan metode formal (model matemetis. 3. 2 Tim geofisik-kimia .4.6. 3. jalan kereta api. 3 Tim biologi . Uraian metode yang lazim dipakai dalam studi Andal untuk mengevaluasi dampak penting dari rencana pembangunan sampai dengan pasca operasional kegiatan terhadap lingkungan secara holistik. Kehutanan dan lain-lain) atau batas alam (misal : sungai. gunung. BAB III.. DISKRIPSI KEGIATAN 31 Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan . Kegunaan Dan Keperluan Rencana Usaha atau Kegiatan Uraian yang memuat tentang kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi penunjang program pembangunan. Untuk memprakirakan dampak penting. a anli) b Sebutkan jarak dan keterkaitannya . b Perbandingan dampak penting . dermaga dan lain sebagainya).. Tujuan dari Rencana Kegiatan Pernyataan tentang maksud dan tujuan dari rencana usaha atau kegiatan perlu dikemukakan secara sistematis dan trrh eaa. 25 Metode Evaluasi Dampak Penting . tersebut di atas dengan baku mutu lingkungan yang ada. pertambangan dan energi maupun dr sko li (iana:Prain ai etr an msly etna. Umur Kegiatan (Lampirkan Jadwal Kegiatan). statistik) dan non formal (model analog penelitian dan professional judgement) pada setiap komponen lingkungan. dsra dna kaiiai: ieti egn ulfks 1 Ketua tim . Lokasi Kegiatan Lokasi rencana kegiatan dilengkapi dengan skala yang memadai dan batas astronomi. sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk menelaah kelayakan lingkungan dari alternatif kegiatan yang diajukan. dengan berdasarkan : a Pedoman Mengenai Ukuran Dampak . hutan dnli-an. (dilengkapi peta dengan skala memadai). 3. Penting sesuai dengan Keputusan Kepada Bapedal No. b Identitas penyusunan Andal . hendaknya menggunakan metode bagan alir. Susunan tim penyusunan Andal. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 496 . 3. Hubungan antara Lokasi Kegiatan dengan Sumberdaya dan Kegiatan lain disekitarnya a Kegiatan lain baik dari sektor . ANDAL Uraian mengenai identitas pemrakarsa dan penyusunan Andal a Identitas Pemrakarsa . masyarakat 5 Tim teknis kegiatan . Untuk prakiraan dampak terhadap kualitas udara dan air agar dilakukan perhitungan dispersi l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. 056 Tahun 1994. Kep.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Sebagai contoh : l l l l Untuk identifikasi dampak penting. memuat informasi tentang bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana kegiatan serta hubungan bangunan dan struktur tersebut dengan bantuan/kegaitan yang sdhaad sktrlks kgaa (aa ua d i eia oai eitn jln raya.3. matriks dan daftar isian (hc ls) cek it.2. 4 Tim sosial dan kesehatan .

.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 37 .. Sistem Penambangan Uraian secara rinci mengenai sistem penambangan yang digunakan. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Fasilitas Penunjang Uraikan secara rinci fasilitas penunjang yang digunakan pada semua tahap misalnya tempat cadangan air. pabrik pengolahan limbah l Penerowongan (tambang bawah tanah) l Pembersihan lahan 2 Tahap Operasi . laboratorium dan lain-lain. Komponen Kegiatan Pertambangan Umum Komponen kegiatan pertambangan umum yang diprakirakan menimbulkan dampak lingkungan. uraikan proses pengolahan batubara yang ada antara lain meliputi proses penggerusan dan pencucian batubara Penimbunan batubara Limbah-limbah yang dihasilkan Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang Reklamasi Li-an anli 3 Tahap Pasca Operasi . tambang bawah tanah demikian juga dengan metode penambangan yang digunakan. kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. 1 Tahap Persiapan . misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja l Mobilisasi Peralatan l Pembuatan jalan l Pembangunan sarana dan prasarana l Pembangunan instalasi pengolahan temasuk unit penampung limbah. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap persiapan yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. 1 Tahap Persiapan . l l l l l 39 . uraikan jenis alat.. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/dermaga agar dijelaskan kedalaman. tenaga listrik. apakah tambang terbuka. gudang bahan kimia dan mekanik. cadangan terkira dan cadangan terduga. l l l l l 38 . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l l l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan Penggalian tanah pucuk Cadangan Recovery penambangan Recovery pengolahan Konservasi bahan galian Pemindahan tanah penutup Nisbah pengupasan Penambangan batubara Pemuatan dan pengangkutan batubara.10. a Pertambangan Batubara . Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi b Pertambangan Bijih Primer . 3. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuesi pengapalan Pengolahan batubara. Cadangan Agar diuraikan cadangan bahan tambang yang ada meliputi cadangan terukur. Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. misalnya : l Pembebasan lahan l Penerimaan tenaga kerja 497 .

Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap Pasca Operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. Komponen lingkungan hidup yang memiliki arti penting baik secara ekologis. lahan sengketa dan keadaan sosial ekonomi serta sosial budaya masyarakat. kapasitas pelabuhan/dermaga serta frekuensi pengapalan l Pengolahan bijih primer. gambar aa ft. Demikian pula apabila dilakukan pembangunan pelabuhan/ dermaga agar dijelaskan kedalaman. Rona lingkungan hidup yang ada di wilayah studi rencana kegiatan dan sekitarnya harus diungkapkan secara mendalam komponen-komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak penting. Di samping itu juga perlu diungkapkan secara jelas tentang adanya perbedaan kepentingan penggunaan lahan apabila ada. tu oo Data dan informasi rona lingkungan hidup. misalnya : l Pemutusan hubungan kerja l Reklamasi BAB IV RONA LINGKUNGAN HIDUP AWAL Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l Pembuatan jalan Pembangunan sarana dan prasarana Pembangunan instalasi pengolahan Penerowongan (tambang bawah tanah) Pembersihan lahan l l Reklamasi Li-an anli 2 Tahap Operasi Uraian secara mendalam tentang rencana kegiatan dan jadual kegiatan pada tahap operasi yang menjadi penyebab timbulnya dampak penting terhadap lingkungan. seperti stala lnk. penyanggaan dan lain-lain l Pemuatan dan pengangkutan bjhpie. aw ir aga eigaa relgs rona lingkungan dengan keindahan alam terkenal. Uraian secara singkap rona b . misalnya : l Kondisi geoteknik dan geokimia tanah l Bahan-bahan kimia dan bahan berbahaya yang digunakan l Penggalian tanah pucuk l Pemindahan tanah pucuk l Nisbah pengupasan l Cadangan l Recovery penambangan l Recovery pengolahan l Konservasi bahan galian l Penambangan bijih primer. perlu mendapat perhatian khusus. peledakan. pemekatan.pnnglnakooi. uraikan proses pengolahan bijih primer yang ada antara lain meliputi proses peremukan. Penyajian kondisi sumberdaya alam ini perlu dikemukakan dalam peta dengan skala memadai dan bila perlu harus dilengkapi dengan diagram. ii rmr ria ei lt kapasitas dan jumlah alat pembuatan dan pengangkut yang digunakan. rinci dan sistematis sehingga dapat terlihat jelas kaitan antara masing-masing komponennya seperti berikut ini : Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi lingkungan selengkap mungkin mengenai : a . 498 . ekonomis maupun budaya. c . Uraian secara rinci dan lengkap tentang kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumberdaya alam yang ada disekitar lokasi rencana kegiatan baik yang sudah atau yang akan dimanfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi. penggilingan.uaknjnsaa. penguranan kadar air. uraikan aktifitas penambangan meliputi pemboran. peleburan dan lain-lain l Penimbunan bijih primer l Limbah-limbah yang dihasilkan l Perubahan bentuk permukaan setiap 5 (lima) tahun atau kurang hingga masa tambang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 3 Tahap Pasca Operasi .

bulanan dan tahunan l Sendimentasi dan tingkat eoi rs l Kondisi fisik daerah resapan air permukaan dan air tanah DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk minum. 2 Jenis tanah. gempa bumi. permeabltsdntnktksbrn iia a iga euua tnh aa. kegiatan vulkanis dnli-an a anli. NOx. kimia dan fisika tanah. seperti porositas. an b Hidrologi dan Kualitas Air . karakteristik . stratigrafi dan informasi seismik di daerah proyek dan sekitarnya (data dari studi kelayakan). Membahas keadaan fisiologi dan geologi. Komponen hidrologi dan kualitas air yang perlu ditampilkan antara lain : l Karakteristik sungai. yaitu gerakan tanah. suhu (maksimum. Khususnya untuk stratigrafi perlu diuraikan ketebalan masingmasing lapisan tanahnya. kelembaban. rata-rata). Memuat informasi tentang sumber air secara hidrologi mencakup keadaan hidrologi daerah bersangkutan. curah hujan. struktur geologi. meliputi : 1 Keadaan topografi/morfologi .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 lingkungan hidup di wilayah studi rencana kegiatan pertambangan migas dan pansbumi yang dibatasi pada komponen-komponen lingkungan yang berkaitan dengan atau berpotensi akan terkena dampak penting. intensiatas radiasi mataair. CO2. Komponen iklim bulanan dan tahunan serta kualitas udara yang perlu ditampilkan antara lain : tipe iklim. Komponen lingkungan hidup yang telah ditelaah harus sesuai dengan hasil studi pelingkupan dalam KA Andal dan apabila diperlukan dan dianggap penting dapat menelaah komponen lingkungan lainnya berdasarkan hasil penilaian di lapangan. permukaan dan atau lereng baik oleh proses geologis maupun yang disebabkan oe poe eoisdmnai lh rss rs/eiets. l Keunikan/keistimewaan bentang alam l Dan lain-lain l Hidrooseanografi 499 . SO2. a Iklim dan kualitas udara . 4 Keunikan. nuti dnli-an a anli Kaia ar ults i c Fisiografi dan Geologi . keistimewaan dan . keadaan angin (arah dan kecepatan). minimum. ekologis maupun nilai estetikanya. jumlah hari hujan. CO. 3 Tingkat kestabilan tanah . danau dnli-an a anli l Pola l Rata-rata debit dekade. dl. zat pencemar (debu. kerawanan bentuk lahan dan batuan secara geologis. lahan. Informasi ini harus dinyatakan dalam peta dengan skala yang memadai atau diagram/gambar yang rpeettf ersnai l Morfologi l Srtgai tairf l Struktur geologi l Jenis tanah l Indikator-indikator lingkungan yang berkaitan dengan stabilitas geologi dan tanah. rinci dan sistematis shng dpttria jlskia atr eiga aa elht ea atn naa masing-masing komponennya seperti brkt: eiu 41 Geo-Fisik-Kimia . Penyajian data dan informasi rona lingkungan hidup ini harus dilakukan secara lengkap.tnktkbsna dnlil) iga eiign a an li. mandi dan cuci Tingkat penyediaan dan kebutuhan air untuk kprunprain idsr eela etna. terutama sifat fisik dan kimia air dari badan perairan yang menerima limbah dan diperkirakan akan terkena dampak kegiatan.. H2S.

aia aw ir 3 Uraian mengenai komunitas . anli) 5 Uraian vegetasi dan . meliputi : 1 Pola pasang surut. reptil. populasi hewan invertebrata yang dianggap penting 500 . Jelaskan pula kecepatan pendangkalan pantainya. agar dibahas keadaan hidrooseanografi. migrasi. dalam kaitannya dengan pembebasan lahan untuk rencana kegiatan. dilengkapi dengan peta tata letak kegiatan dan rencana umum tata ruang setempat dengan skala yang memadai dnjls a ea. rencana tataguna tanah dan sumberdaya lainnya yang telah disusun secara resmi oleh pemerintah setempat baik ditingkat Kabupaten. 3 Perkiraan penyebaran dan . Untuk rencana usaha atau kegiatan yang mempunyai kaitan langsung dengan laut. interaksinya dengan air tanah dari sungai yang ada d sktry sraprbhn i eiana et euaa akibat pergantian musim. ie a ei-ei eeai komposisi dan struktur komunitas di lokasi kegiatan 2 Uraian berbagai komunitas . 3 Kualitas air laut dan . b Fauna darat/perairan . 4 Inventarisasi nilai estetika .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 d Hidrooseanografi . . eitn 3 Kemungkinan adanya . arus. tp dnjnsjnsvgts. cara perkembangbiakan serta perilaku dalam daerah dan hbtty (tlg) aiana eooi. rencana tata ruang. keindahan bentang alam dan rekreasi serta nilai ekonomi dan ekologi yang khas. yang dianggap penting yaitu habitat. pola . ods a ia ati et interaksinya dengan sedimentasi. angin dan musim/ cuaca seperti perubahan garis pantai baik yang periodik maupun bertahap. eitn DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 5 Penjelasan dan uraian supaya . tumbuhan unik yang memiliki nilai sejarah (alam dan budaya). daerah makan dan kepadatan populasi hewan (ikan. ekosistem yang dilindungi oleh undang-undang di sekitar kegiatannya. baik di wilayah darat maupun laut d sktrkgaa. . 42 Biologi . 2 Rencana pengembangan . 2 Perikehidupan hewan-hewan . 1 Perkiraan penyebaran. dan sumber-sumber lain di lokasi kegiatan dan sktry pd sa kgaa eiana aa at eitn diajukan dan kemungkinan di masa yang akan datang. e Tata Ruang. tumbuhan yang terdapat di lokasi kegiatan dan sekitarnya serta manfaatnya (ekonomi/ekologi) bagi manusia serta makanan dan hbttstala. burung. 1 Inventarisasi tataguna lahan . i eia eitn 4 Ekosistem spesifik (terumbu . wilayah. gelombang/ombak laut dan pengaruhnya pada sungai yang bermuara di sekitarnya 2 Kniidnsft pna sra . karang. konflik yang timbul antar rencana kegiatan dengan rencana tataguna lahan dan sumberdaya lainnya. mamalia serta satwa yang dilindungi oleh undangundang). Lahan dan Tanah . 1 Penjelasan tentang vegetasi. dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada di sekitar lokasi kgaa. a Flora darat/perairan . hutan mangrove dan li-an. Propinsi dan Nasional di lokasi rencana pembangunan kgaa..

c . maka dalam laporan perlu secara eksplisit dikemukakan bahwa prakiraan dampak penting tersebut didasarkan pada pertimbangan yang masih subyektif. bila data dan informasi faktual tidak ada. Identifikasi. operasi dan pasca operasi terhadap lingkungan hidup. Telaahan dampak ini dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan antara kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan dengan kondisi kualitas lingkungan apabila tidak ada kegiatan mengunakan metode prakiraan dampak. 501 . baik yang berupa dampak positif maupun negatif harus berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari studi (data sekunder dan primer). 43 Sosial (demografi. sumber hama dan faktor penyakit bagi manusia dan hewan. BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING Uraian dalam bab ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan konsisten dengan uraian dalam bab-bab sebelumnya terutama dengan Bab IV Rona Lingkungan Hidup. ekonomi dan budaya yang ada di dalam batas wilayah studi.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 danmempunyai potensi sebagai ahan makanan. meliputi : a Kependudukan (demografi). l Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan l Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan kegiatan l Sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bri esh l Status gizi dan kecukupan pangan l Cakupan pelayanan tenaga doktor dan paramedis. Penentuan arti pentingnya dampak atau perubahan kualitas lingkungan yang diprakirakan bagi masyarakat sekitar proyek dan pemerintah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. mata pencaharian.. Kategori dampak penting yang disebabkan oleh adanya kegiatan proyek dibedakan antara dampak langsung dan b . budaya) dan kesehatan masyarakat Pada bagian ini agar dibahas berbagai segi yang menyangkut keadaan sosial. 4 Hewan-hewan lain yang . konstruksi. l Tingkat kesempatan kerja l Mata pencaharian penduduk l Tingkat pendapatan penduduk l Prasarana dan sarana perekonomian l pemilikan tanah dan harga tanah serta penggunaan uang gnirg at ui c Budaya . . jenis kelamin. l Pranata sosial atau lembagalembaga kemasyarakatan yang tumbuh di kalangan masyarakat l Adat istiadat dan pola kebiasaan yang berlaku l Proses sosial di kalangan masyarakat l Sikap dan presepsi masyarakat setempat terhadap kegiatan l Peninggalan sejarah yang ada di lokasi proyek (jika aa d) DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL d Kesehatan Masyarakat . mungkin terpengaruhi oleh dampak kegiatan terutama yang dapat terancam kepunahan. Dalam bab ini hendaknya dimuat : a . prakiraan secara cermat dampak kegiatan pada saat pra konstruksi. pendidikan dan agama. atr li : naa an l Struktur penduduk menurut kelompok umur. Pembahasan mengenai dampak penting yang mungkin timbul disebabkan oleh berbagai komponen kegiatan. l Tingkat kepadatan dan sebaran kepadatan penduduk l Tingkat kelahiran l Angkatan kerja produktif l Pertumbuhan penduduk b Ekonomi . karena masih terdapat kesenjangan data dan informasi. atau kurang dapat dipertanggungjawabkan. ekonomi dan .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

d .

tidak langsung. Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya kegiatan proyek. Sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbul akibat adanya perubahan kualitas komponen lingkungan dan atau komponen kegiatan primer, oleh adanya rencana kegiatan. Hubungan antara berbagai komponen lingkungan dan komponen kegiatan serta sebab musababnya sampai dengan tebentuknya kualitas lingkungan tertentu, perlu dikemukakan secara jelas dan rinci, baik dalam bentuk uraian maupun diagram. Di bawah ini dikemukakan arahan beberapa topik yang perlu dijelaskan secara lengkap sistematis dan konsisten dengan bab-bab sebelumnya : 1 Geo - Fisik - Kimia . a Iklim, kualiatas Udara dan ) kebisingan Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas udara harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispresi. Di samping itu pula akan traikbsna.Prianhrs ejd eiign ekra au meliputi daerah-daerah permukiman dan komunitas tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi dan atau unik dan atau ekonomis penting di ruang ekosistem. b Fisiologi dan Geologi ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Bentang alam yang unik l Perubahan lahan akibat penggalian/pengambilan bahan galian atau pembuangan limbah dalam bentuk cair dan padat menimbulkan dan penataan lahan c Hidrologi dan Kualitas air ) Potensi dampak penting yang umum terjadi dalam rencana kegiatan yang bisa menimbulkan perubahan pada kualitas air harus dihitung dengan menggunakan pendekatan model dispersi terhadap penyebaran air panas.

Disamping itu perlu pula dikaji dampak penting lainnya yang diakibatkan oleh rencana kegiatan, misalnya : l Kaia arsna/aa/at ults i ugidnulu. l Pemanfaatan air oleh penduduk l Kualitas air tanah d Tata Ruang, Lahan dan Tanah ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : l Perubahan, pembatasan, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan ruang/lahan, air dan sumberdaya alam lainnya, karena adanya rencana kegiatan proyek. l Keindahan alam dan kesempatan untuk menikmati sumber estetika dan rekreatif karena adanya rencana kegiatan proyek tersebut. l Perencanaan pengembangan wilayah, tata ruang, tataguna lhndnar aa a i. 2 Biologi . a Foa ) lr Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang peka terhadap polusi dan mempunyai nilai ekoomis dan ekologis tinggi di lokasi rencana kegiatan proyek. l Komunitas dan diversitas tumbuhan yang unik/langka dan atau dilindungi, memiliki nilai sejarah, keindahan bentang alam dan rekreatif. b Fauna ) Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap :
l

l

Tempat pertemuan manusia dengan hewan sehingga menimbulkan keinginan untuk berburu dan membunuhnya tanpa pertimbangan yang matang. Gangguan berupa pengusiran, pembisingan terhadap satwa la. ir

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

502

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

l

Gangguan berupa terganggunya terumbu karang karena pembuangan limbah bahang.

3 Sosial (Demografi, ekonomi, budaya) . dan Kesehatan Masyarakat Potensi dampak penting rencana kegiatan proyek terhadap : a Keadaan dan perubahan pusat ) kegiatan perekonomian, infrastruktur, mata pencaharian dan pendapatan. b Keadaan dan perubahan struktur ) penduduk termasuk jumlah, kepadatan, keanekaragaman penduduk serta pola mobilitas penduduk dengan adanya penerimaan dan pemberhentian pekerja proyek. c Keadaan dan perubahan ciri khas ) dari adat istiadat, tata cara, itrki itadnatrklmo neas, nr a na eopk masyarakat, sitem kepercayaan, keanekaragaman tata nilai dan norma serta obyek peninggalan sjrh eaa. d Sikap, nilai dan persepsi terhadap ) rencana kegiatan proyek serta rencana pemisahan dan penyaluran penduduk (antara lain keresahan penduduk). e Spekulasi harga tanah bagi ) keperluan proyek serta pengembangan/perubahan kepemilikan tanah akibat adanya proyek. ) f Keadaan dan pengembangan fasilitas kesehatan di lokasi proyek g Keadaan dan pengembangan ) fsltsdnsrn ssa bdy. aiia a aaa oil uaa BAB VI EVALUASI DAMPAK PENTING Dalam bab ini berikan mengenai hasil evaluasi dan telaahan dampak penting dan rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang berwenang untuk memutuskan kelayakn lingkungan dari rencana kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 27 Tahun 1999. 61 Telaahan terhadap Dampak penting .. a Tlaa scr hlsi aa braa . eahn eaa oitk ts ebgi komponen lingkungan yang diperDEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

kirakan akan mengalami perubahan mendasar. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak secara holistik adalah telaahan secara totalitas dampak lingkungan yang dimaksud dalam bab V terhadap sumber kegiatan penyebab dampak dengan komponen lingkungan yang terkena dampak (baik yang bersifat positif maupun negatif) ditelaah sebagai satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi dan terkait sehingga dapat diketahui sejauhmana perimbangan antara dampak positif dan negatifnya. b Dasar penentuan kategori dampak . tersebut di atas menggunakan kriteria yang tertera dalam Pedoman Mengenai Ukuran Dampak penting sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal Nomor : KEP-056 Tahun 1994. 62 Telaahan dan Arahan Sebagai Dasar .. Pengelolaan. Telaahan ini dibuat agar dapat ditentukan tata cara pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara lebih tepat, baik dan mampu dilaksanakan. a Uraian tentang hubungan sebab . akibat (kausatif) antara rencana kegiatan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui dengan jelas faktor-faktor pokok yang menjadi penyebab dampak, apakah akibat rencana kegiatannya yang tidak sesuai dengan lingkungan ataukah kondisi lingkungan yang memang sudah tidak mungkin ditambahi dengan rencana kegiatan baru tersebut. b Uraian tentang ciri masing-masing . dampak penting yang akan timbul perlu dikemukakan dengan jelas springtf pstf jnk wku eet eai, oii, aga at atau lamanya dampak berlangsung, hubungan antara dampak satu dengan lainnya. Perlu juga dijelaskan kapan ambang batas dapak dicapai dalam suatu tahapan kegiatan dan berapa lama berlangsungnya dampak treu. esbt c Uraian tentang kelompok masyarakat . yang terkena dampak baik yang

503

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

bersifat positif maupun negatif serta identifikasi perbandingan antara dampak positif yang diinginkan dengan dampak negatif yang diderita. d Uraian tentang intensitas dan . persebaran dampak penting apakah lokal, regional dan bahkan internasional sehingga dapat ditentukan tingkat kemampuan tingkat institusional apa yang dapat melakukan pengelolaan dan pemantauannya. e Hasil evaluasi dampakpenting tersebut . disajikan sebagai dasar untuk menentukan dampak -dampak penting yang harus dikelola (Arahan Rencana Pengelolaan dan Rencana Pemantauan Lingkungan).

II PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA I. PENGELOLAAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM ( RKL) A . KATA
l

PENGANTAR

l

Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan studi Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Engeri serta rujukan yang mengatur sistematika Penyusunan Dokumen Amdal). Kata pengantar ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan dan distempel

B . DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku LAMPIRAN
l

DAFTAR ISI Berisi judul Bab, Sub Bab, Sub-sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RKL, kegiatan pertambangan umum

C .

DAFTAR TABEL Berisi nomor tabel, judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum

l

l

l

Surat ijin atau rekomendasi yang telah diperoleh pemrakarsa sampai dengan saat AMDAL akan disusun. Foto-foto yang dapat menggambarkan rona lingkungan awal, usulan rencana usaha atau kegiatan sehingga bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan timbal balik serta kemungkinan dampak lingkungan penting yang akan ditimbulkan. Pt (eastailks kgaa,btswlyh ea pt ius/oai eitn aa iaa studi, kemiringan lereng, lokasi pegambilam sampel, geologi dll) dengan skala dan simbol rpeettf ersnai Gambar/penampang (misal penampang bawah permukaan lokasi pembuangan limbah padat/ cair, dll) foto, grafik serta tabel lain yang berlum tercantum dalam dokumen. Biodata penyusun studi ANDAL. Hal-hal lain yang dianggap relevan untuk dimasukkan dalam dokumen.

D .

DAFTAR

GAMBAR

Berisi nomor gambar, judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum E . DAFTAR LAMPIRAN

Berisi nomor lampiran, judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam dokumen RKL Kegiatan pertambangan Umum BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RKL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

504

yn snii ecn sh tu eitn ag estf terhadap perubahan akibat adanya rencana usaha atau kegiatan tersebut. l 22 Data Teknis Proyek . antara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 12 Maksud dan Tujuan . Mengurangi terjadinya pencemaran pantai laut. diberikan dalam Amdal BAB III PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dalam bab ini agar diuraikan secara rinci tentang cara/pendekatan yang hendak ditempuh dalam kegiatan pengelolaan lingkungan Kegiatan Pertambangan Umum yang bersangkutan baik ditinjau dari sudut teknologi.. singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan proyek berdasarkan Andal. l l l b Identitas Penyusun Andal . Uraian kegunaan dilaksanakan pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. antara li : an 2. l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab penyusun Andal. Uraikan secara sistematis.. Identitas Pemprakarsa dan Penyusun RKL Uraian mengenai identitas pemprakarsa dan penyusunan Andal a Identitas pemprakarsa . a Membuat uraian secara jelas dan . Memuat semua cara/teknik pengelolaan lingkungan fisik maupun biologi yang direncanakan /diperlukan untuk mencegah/mengurangi/menanggulangi dampak kegiatan Pertambangan Umum sehingga kelestarian lingkungan lebih lanjut dapat dipertahankan dan bahkan untuk memperbaiki/meningkatkan daya dukungnya seperti : l l Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) instansi/perusahaan sebagai pemprakarsa rencana usaha atau kegiatan Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggung jawab rencana usaha atau kegiatan). b Membuat semua saran tindak yang .1.. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l l Pencegahan erosi. 23 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . longsoran dan sedimentasi dengan penghijauan dan trsrn. eaeig Penggunaan lahan secara terencana dengan memperhatikan konservasi lhn aa. Uraikan dengan singkat dan kelas data teknis proyek yang ada hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pengelolaan lingkungannya. keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai kegiatan Pertambangan Umum yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan hasil evaluasi dampak penting. ekonomi maupun kelembagaan berdasarkan Andal : 31 Pendekatan Teknologi . 13 Kegunaan Pengelolaan Lingkungan ... pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la.. Uraikan secara singkat wilayah/kelompok masyarakat atau ekosistem di sekitar rnaauaaaa kgaa. apabila lokasi kegiatan trea dtp pna eltk iei ati Membangun kolam pengendapan disekitar daerah kegiatan untuk menahan lumpur oleh aliran permukaan Membuat cek dam dan turap Penimbunan kembali lubang-lubang bekas tambang Penataan lahan Dan lain-lain 505 . us 14 Unsur Lingkungan Yang Sensitif . berdasarkan hasil Andalnya BAB II IDENTITAS PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Membuat semua data identitas. l Nama dan alamat lengkap (Telepon dan fax) lembaga/ perusaaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilak-sanakan.

Sumber Dampak Uaknscr jlsdsra dfa/ae ria eaa ea ieti atrtbl dan diagram alir tentang komponen kegiatan dan ataupun komponen lingkungan lainya yang merupakan sumber dampak penting bagi lingkungan dan atau bagi proyek itu sendiri.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 32 Pendekatan Ekonomi Sosial dan . l iklim.3. Lingkungan Uraikan secara jelas dan disertai dengan daftar/tabel serta diagram alir sehingga dapat diketahui dengan jelas dampak utama maupun dampak-dampak turunannya tentang aspek biogeofisik-kimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting saja pada masing-masing thp: aa l Persiapan l Operasi l Pasca operasi Sebagai contoh : a Geo-fisik-kimia .. l Pembukaan lahan. misalnya : l Survei/pengukuran tanah. l Penggalian/pengangkutan/penimbunan bahan bangunan (tanah/pasir/ bt) au. ea dan singkat serta konsisten (sesuai dengan raian di bab (2) tentang dampak penting yang ditimbulkan proyek. Budaya Pada bagian ini dirinci semua bantuan dan kerjasama aparatur pemerintah terkait yang diperlukan oleh pemprakarsa untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi biaya. sedimentasi. antara li : an l Pelaksanaan ganti rugi ditempuh dengan cara-cara yang tepat l Kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya l Pendidikan dan pelatihan bagi penduduk yang mengalami perubahan pola kehidupan dan sumber penghidupan l Penggunaan tenaga kerja setempat yang bila perlu didahului dengan latihan keterampilan l Penyelamatan benda bersejarah dan tempat yang dikeramatkan masyarakat 3. dsb. sosial ekonomi. baik relokasi maupun baru BAB IV RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Dlmbbiiaa duaknscr rni jls aa a n gr iria eaa ic. misalnya : l Pengembangan mekanisme kerjasama/ koordinasi antar instansi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL l l l Peraturan perundang-undangan yang menunjang pengelolaan lingkungan Pengawasan baik intern maupun ekstern yang meliputi pengawasan oleh aparat pemerintah dan masyarakat Perencanaan prasarana dan sarana umum. kualitas udara dan kebisingan l geologi 506 . l Erosi.. operasi pengelolaan lingkungan l Kemudahan/keringanan bea masuk pengadaan peralatan l Keringanan syarat pinjaman/kredit bank l kebijaksanaan dan penyelenggaraan penyaluran penduduk yang tergusur dari lahan tempat tinggalnya atau lahan mata pencahariannya b Penanggulangan masalah sosial . tanggung jawab dan keterkaitan antar instansi/badan/ lembaga. ekonomi dan sosial budaya. kemudahan. 42 Dampak Penting Terhadap Aspek .1. baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan pembahasan sebagai brkt: eiu 4. Pendekatan Institusi Pada bagian ini dirinci kegiatan setiap isas/aa/ebg li yn tria/ ntnibdnlmaa an ag elbt perlu dilibatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan dan kegiatan penanggulangan dampak rencana kegiatan Pertambangan Umum ditinjau dari segi kewenangan. misalnya : a Bantuan biaya dan kemudahan untuk . l Pelaksanaan konstruksi l Perubahan tataguna lahan l Perusakan Hutan l Perubahan mata pencaharian.

Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan Biaya untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab pemrakarsa kegiatan. mencakup : b Biologi . dapat diperoleh manfaat yang lebih besar misalnya : l prwst aiiaa Semua upaya pengelolaan lingkungan tersebut juga perlu disajikan dalam tabel 46 Lokasi pengelolaan lingkungan . l foa lr l fauna c Sosial dan Kesehatan Masyarakat . Disamping itu perlu diperhatikan pula dampak kegiatan terhadap lingkungan dan atau sebaliknya serta dibandingkan dengan : l kondisi rona lingkungan hidup awal l taraf hidup layak didaerah sekitar kegiatan 44 Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l l l hidrologi dan kualitas air tata ruang lahan dan pertanahan hidrooceanografi li-an anli 4. l perekonomian masyarakat l kependudukan l pendidikan l kesehatan l aa itaa dt sidt l peninggalan sejarah l fasilitas dan sarana umum l li-an anli Perlu juga diterangkan sejauh mana rencana kegiatan tersebut berkembang pada saat RKL ini disusun (studi kelayakan. Tolok Ukur Dampak Jelaskan tolok ukur dampak yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan atau keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 507 . kntus. sifat kumulatif dan berbalik tidaknya dampak) 4. Upaya Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas rencana dan upaya penanganan dampak lingkungan berupa pencegahan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak positif yang dilakukan melalui pendekatan teknologi/sosial-ekonomi/institusi berdasarkan atau sesuai dengan kegiatan yang akan menimbulkan dampak : a Upaya pencegahan dan penang. osrki s) 4.3. antara lain. Rencana lokasi pengelolaan lingkungan harus memperhatikan sifat persebaran dampak penting yang dikelola dan harus disertakan dengan peta. maupun gambar dengan skala yang memadai serta nts yn jls oai ag ea..5.. misalnya : l Masalah pencemaran udara karena berdekatan dengan wilayah industri l masalah pencemaran air karena berdekatan dengan wilayah idsr nuti 2 Pengaturan distribusi air untuk ) sko li. gulangan dampak negatif antara lain dilakukan melalui : 1 Kerjasama antar semua pihak yang ) terkait dalam penanganan kualitas air dan udara. sesuai dengan tolok ukur yang dipakai dalam dokumen Andal.8. Periode Pengelolaan Lingkungan Uraian secara singkat rencana/kapan dan berapa lama untuk masing-masing jenis kegiatan pengelolaan lingkungan dilaksanakan. etr an b Pengembangan dampak positif agar . kualitas air sampai dengan sedimentasi akan terkendali. berikut dengan dampak turunannya sehingga dengan dikelolanya dampak utama tersebut maka dampak turunannya akan tertanggulangi/ tredl. rancangan rinci rekayasa. dengan tetap memperhatikan sifat dampak penting yang dikelola (lama berlangsung. Uraikan secara jelas dan spesifik tentang tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat strategis. 4.7.db. sketsa. eknai Sebagai contoh : Menanggulangi dampak kegiatan pembukaan lahan agar dampak terhadap fisiologi (erosi).

5.. Cantumkan institusi pelaksanan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan sebagai penyandang dana kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. 2 . Institusi pengelolaan lingkungan yang perlu diutarakan meliputi : 51 Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan . sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. Cantumkan instansi-instansi yang dilapori secara berkala mengenai hasil pengelolaan lingkungan sesuai lingkup tugas instansi yang bersangkutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. l lokasi pengelolaan dampak. Apabila dalam melaksanakan kegiatan tersebut pemprakarsa menugaskan atau bekerja sama dengan pihak lain maka cantumkan institusi yang dimaksud.2. Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 l l l Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta biaya untuk kegiatan teknis lainnya Biaya personil dan biaya operasional Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional. l calon lokasi kegiatan. l kondisi prasarana dan sarana umum.. personalia l tata laksana kerja dan mekanisme kerjanya l yang bertanggung jawab atas pelaksanaan RKL ini. lokasi dan situasi kegiatan l tata ruang proyek l tata guna lahan l lokasi/daerah liputan RKL ini dibubuhi tanda yang jelas l rencana prasarana dan sarana umum sekitar kegiatan Gambar dan Bagan Alir Dibutuhkan sebagai pelengkap/pendukung RKL ini.4. Pt ea Agar disajikan dengan menggunakan skala yang memadai/sesuai. fungsi. Men PE tentang Pengawasan Atas Pelaksanaan RKL dan RPL dalam Bidang Pertambangan dan Energi). l kondisi kehidupan masyarakat. misalnya : l rona awal dari berbagai sudut pandang. l daerah pemukiman penduduk yang akan truu. l bagan alir sumber dampak utama berikut turunannya. Agar dicantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan dan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. atr li : naa an 1 . DAFTAR PUSTAKA Uraikan sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RKL baik buku. INSTITUSI DAN PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau kelembagaan yang akan berurusan/berkepentingan dan bekaitan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan tersebut. 53 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan . yaitu : l topografi. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku baik di tingkat pusat maupun daerah. majalah. BAB V. jelas. egsr l spesies langka (flora dan fauna). tulisan maupun laporan hasil-hasil penelitian. Pengawas Pengelolaan Lingkungan Uraikan secara jelas tentang instansi/ badan/lembaga terkait yang akan berperan sebagai satu satuan pengawas pelaksanaan RKL di lapangan sesuai dengan bidang tugas dan wewenang serta tanggung jawab masing-masing (agar diacu Kep. dan singkat dampak penting yang ditimbulkan rencana kegiatan serta pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta peningkatan dampak yang bria pstf esft oii. LAMPIRAN Bab terkait ini memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RKL ini dan hendaknya dibuat daftarnya. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 508 . Dlmbbiiaa duaknscr rni aa a n gr iria eaa ic. Tata Kerja dan Organisasi Agar diuraikan secara jelas : l struktur organisasi pelaksanaan/ implementasi RKL ini l uraikan tugas.

3. PENDAHULUAN 11 Latar Belakang .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 Tabel . 27 Tahun 1999. judul lampiran dan halaman lampiran yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. Kegunaan Pemantauan Lingkungan Uraikan kegunaan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan baik bagi pemrakarsa. l Memberikan masukan pada pemantauan lingkungan kawasan l Mengetahui secara pasti batas wewenang dan tanggungjawab masing-masing 1. l Menjaga pelaksanaan kegiatan di lapangan sesuai rencana/jadual. Sub Bab dan seterusnya serta nomor halaman yang terdapat dalam dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. antara lain : PENGANTAR l Dicantumkan dasar hukum yang melandasi pelaksanaan kegiatan Amdal kegiatan Pertambangan Umum (Peraturan Pemerintah No. Kepentingan pembangunan umum. l a Kepentingan Pemrakarsa. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi serta rujukan yang mengatur sistematika penyusunan Dokumen Amdal). keterangan dan diuraikan secara singkat mengenai proyek yang direncanakan serta rona lingkungan awal yang erat hubungannya dengan evaluasi dampak penting. DISKRIPSI PROYEK DAN RINGKASAN ANDAL Memuat semua data. Berisi Judul Bab. judul tabel dan halaman tabel yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum. atara lain untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan dan melaksanakan kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan 1. singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan pengelolaan yang akan dilaksanakan . antara lain : . antara . us BAB II. l Optimasi pendayagunaan sumberdaya lain l Menjamin terpeliharanya daya dukung lingkungan terhadap kegiatan b Kepentingan Instansi Terkait. Berisi nomor lampiran.. Maksud dan Tujuan Uraikan secara sistematis. C DAFTAR TABEL . Berisi nomor tabel. B DAFTAR ISI . l Tabel perkiraan dampak l Tabel evaluasi dampak penting l Tabel rencana Pengelolaan Lingkungan I. baik secara regional maupun nasional. li : an l Terpeliharanya kehidupan sosialekonomi-budaya di dalam masyarakat l Menjamin ketertiban dan keamanan l Mencegah timbulnya keresahan sosial masyarakat c. Berisi nomor gambar. identitas. D DAFTAR GAMBAR . judul gambar dan halaman gambar yang terdapat dalam Dokumen RPL Kegiatan Pertambangan Umum.2. pihak-pihak lain yang berkepentingan maupun bagi masyarakat la. atr li naa an l Sebagai bahan koordinasi bagi instansi berwenang untuk menyusun suatu rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kawasan. Kata Pengantar ditandatangani oleh penanggungjawab kegiatan dan distempel. BAB I. Uraian tentang latar belakang perlunya dilaksanakan RPL baik dtna dr : iiju ai l Kepentingan Pemrakarsa l Kepentingan pihak instansi trat eki l Kepentingan yang lebih luas dalam rangka menunjang pembangunan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 509 . E DAFTAR LAMPIRAN . PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA V PEMANTAUAN LINGKUNGAN KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM (RPL) A KATA .

c Penanggung jawab Kegiatan . . 32 Sumber Dampak yang Akan Dipantau . Gudang Bahan Peledak. Perumahan. Jalan. Kecamatan. b Memuat semua saran tindak yang . jumlah cadangan.. Uraikan secara singkat dan jelas data teknis proyek yang erat hubungannya dengan dampak penting yang akan ditimbulkan serta rencana pemantauan lingkungannya. tolok ukur dampak. Sebutkan nama lokasi kegiatan (Desa. (Kantor. antara lain : a Luas KP Eksploitasi . Propinsi serta pss gorfs oii egai) b Pemrakarsa kegiatan . uraikan mengenai keadaan lapisan. Uraikan secara jelas tentang sumber dampak penting maupun dampak lainnya yang akan dipantau. Bengkel. Tempat Penimbunan. 33 Tolok Ukur Dampak . DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 510 . diberikan dalam Andal BAB III. l Pembebasan lahan untuk tapak kegiatan menyebabkan perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk l Aay paaaajlntasots k dna rsrn aa rnprai e lokasi kegiatan dapat merangsang adanya pemukiman baru yang dapat menyebabkan perusakan/penggundulan vegetasi penutup/hutan di sekitar jalur hijau atau kawasan lindung. misalnya : l Indikator erosi dan aliran permukaan dapat dipantau dari parameter lingkungan yang terkena dampak ykikaia ar(eeua)dnaa an ults i kkrhn a tu dapat dipantau dari sumber dampaknya seperti misalnya akibat cara pembukaan vegetasi penutup yang tidak baik atau tanpa memperhatikan metode konservasi. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN 31 Aspek Lingkungan yang Terkena . Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) penanggungjawab kegiatan. a Memuat uraian secara jelas. sistem penambangan dan umur tambang.. metode pemantauan. Nama dan alamat lengkap (telepon dan fax) perusahaan/institusi pemprakarsa kegiatan. d Penyusun RPL . sumber dampak. misalnya : l Pembukaan lahan tapak kegiatan yang kurang baik mengakibatkan naiknya tingkat erosi dan kekeruhan l Perubahan tata guna lahan dan pemindahan penduduk menimbulkan masalah sosial-ekonomi-budaya. ults i l geologi. Dampak Uraikan secara jelas disertai dengan daftar/tabel tentang aspek biogeofisikkimia dan sosial-ekonomi-budaya yang terkena dampak penting dan dipantau pada tahap persiapan.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 21 Identitas Proyek . operasi dan pasca oeai yiu: prs.. tata ruang. kualitas bahan galian. Sarana Pengolah Limbah dan lain-lain). dan singkat tentang berbagai dampak penting yang akan ditimbulkan oleh berbagai kegiatan pertambangan umum berdasarkan Andal. Pelabuhan/Dermaga. Nama dan alamat (telepon dan fax) perusahaan/instansi selaku penyusun RPL. tanah dan lahan l flora dan fauna l sosial-ekonomi-budaya Pemantauan aspek lingkungan ini dapat dilakukan terhadap sumber dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh dampak tersebut terhadap lingkungan. a Nama dan lokasi kegiatan . lengkap . at l kaia uaa kaia ar ults dr. 22 Data Teknis Proyek . lokasi dan periode pemantauannya. Tentukan secara jelas tolok ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang akan terkena Dalam bab ini uraikan secara jelas dan rinci mengenai jenis dan parameter lingkungan yang terkena dampak penting dan dipantau. Gudang. 2 3 Ringkasan Evaluasi Dampak Penting . b Lahan untuk sarana dan prasarana . c Cadangan dan Kualitas Bahan Galian. l Keresahan masyarakat akibat kurangnya penyuluhan tentang kegiatan proyek. Instalasi Pengolahan. lapisan yang akan ditambang.. Kabupaten..

. pengalaman dan lain sebagainya.tnkt noms. Tata Kerja. Lingkungan Supaya dicantumkan : Semua instansi/lembaga institusi yang trat eki l Kedudukan/fungsi/tanggung jawab setiap instansi/lembaga l Tata hubungan kerja antara lembaga/ isas ntni l 4. misalnya : l Pembelian peralatan l Pendidikan dan pelatihan 511 . aa kerja. meliputi ifrai jnsaa.. lokasi dan interval waktu. Uaa scr seii tja dpnana rin eaa psfk uun iatuy suatu dampak penting lingkungan dengan memperhatikan dampak penting yang dikelola. 23 Tahun 1997. Metode Pemantauan Lingkungan Uraikan Metode Pemantauan lingkungan yang akan dilaksanakan menurut tata cara yang lazim berlaku terhadap komponen lingkungan yang terkena dampak . 43 Pembiayaan Kegiatan Pemantauan .. untuk ini perlu disebutkan cara pemilihan responden..2. ei lt ie lt iga ketelitian alat (bandingkan dengan persyaratan dalam baku mutu lnkna) sli iutrnknpl igugn. Pengukuran meliputi komponen lingkungan yang dapat diukur berkaitan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan baku mutu lingkungan. misalnya : l Frekuensi pemantauan l Waktu pemantauan l Lama berlangsung dampak BAB IV PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN Dalam bab ini uraikan/jelaskan/cantumkan tentang implementasi pemantauan lingkungan dtna dr sdtisiuiklmaan tt iiju ai uu ntts/eebga. 3. Dismping hal-hal tersebut di atasuraikan pula secara singkat tentang peralatan yang digunakan dalam pengumpulan data. antara li : an a Pengukuran . Sebutkan detail rencana lokasi pemantauan lingkungan secara tepat dan dituangkan dalam peta RPL dengan skala memadai dan sejauh mungkin harus konsisten dengan lokasi pengumpulan data disaat penyusunan Andal. pelaporan jadual serta pembiayaan seperti diatur dalam UU No.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 dampak akibat rencana kegiatan berdasarkan baku mutu yang ada atau keputusan Tim yang dapat diterima secara ilmiah dan lazim digunakan 34 Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan . ean t eaga ua priugnaaii dt yn dpki ehtna nlss aa ag iaa sehingga didapatkan data hasil DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL pemantauan. 41 Kelembagaan/Institusi Pemantau . Cantumkan pula rumusrumus yang digunakan dan analisis data sejauh mungkin harus konsisten dengan metode yang digunakan dalam penyusunan Andal. Observasi adalah metode pemantauan untuk hal-hal yang tidak dapat diukur atau dilakukan wawancara. Wawancara biasanya menyangkut aspek-aspek sosial ekonomi dan budaya.5.. Metode ini dapat menggunakan foto praduga. bentuk rencana pengelolaan lingkungan dan dampak penting turunan yang ditimbulkannya. c Observasi . pemilihan metode sampel dn lokasi pengambilan sampel yang dijelaskan dalam peta dengan skala memadai dan interval waktu pengukuran.tp aa. Lingkungan Sebutkan biaya untuk pemantauan lingkungan yang menjadi tanggungjawab pemrakarsa. b Wawancara . Uraikan periode waktu pemantauan yang menyangkut saat pemantauan dilaksanakan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memantau suatu/jenis dampak. 37 Periode Pemantauan . tata laksana dan mekanisme kerja serta instansi yang akan diberikan laporan hasil kegiatan pemantauan lingkungan. Perlu disebutkan jenis peralatan yang digunakan. Pelaporan dan Organisasi Uraikan secara jelas struktur organisasi pelaksanaan RPL. 36 Lokasi Pemantauan Lingkungan .

2 . Pt ea Berikan informasi yang sesuai dengan RPL ini dengan menggunakan skala yang memadai dan sesuai kaidah topografi. Energi dan Sumberdaya Mineral tentang Pengawasan atas pelaksana RKL dan RPL.. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. LAMPIRAN Memuat semua lampiran yang merupakan penunjang RPL ini dan hendaknya dibuat daftar : 1 . dalam Bidang Pertambangan dan Energi).Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 44 Pengawasan Lingkungan . Sebutkan institusi pelaksana dan pengawas pemantauan lingkungan serta tatahubungan kerja antaralembaga/ institusi (agar diacu Kep. DAFTAR PUSTAKA Dikemukakan rujukan data dan pernyataan-pernyataan penting yang harus ditunjang oleh kepustakaan ilmiah yang mutakhir serta disajikan dalam suatu daftar pustaka dengan penulisan yang baku. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 512 . yaitu : l Topografi l Tata Guna Lahan l Lokasi/Daerah Operasi RPL l Lokasi/Daerah/Titik Pemantauan Dampak Gambar/Foto Gambar-gambar serta foto yang menunjang pemahaman sistem/teknik pemantauan lingkungan. Men.

Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. Penanganan tenaga kerja 513 . Iklim 2. Pemindahan tanah penutup 2.Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS PRAKIRAAN DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Penambangan batubara/bijih 3. Penimbunan batubara/bijih 14. Pemindahan tanah penutup 10. Penanganan tenaga kerja 7. 1. Reklamasi 15. Penambangan batubara/bijih 6. Penambangan batubara/bijih 11. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. Kualitas Udara 3. Kebisingan 4. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Fauna Darat 3. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Pengolahan batubara/bijih 13. Pemuatan dan pengangkutan 12. Migrasi Penduduk 4. Hidrologi 6. Ruang. 1. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Penambangan batubara/bijih 5. Flora 2. Kesempatan Kerja 2. Aktivitas Ekonomi 3. 1. Kualitas air 5. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. MISALNYA : C.

Penambangan batubara/bijih 6. Pembangunan instalasi pengolahan 8. Tanah dan Lahan ASPEK GEOFISIK-KIMIA. MISALNYA : C. Kesehatan Mata Pencaharian ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA. 1. Kesempatan Kerja 2. Pemuatan dan Pengangkutan 4. Kualitas air 5. Penanganan tenaga kerja 7. Flora 2. Pengolahan batubara/bijih 13. Penimbunan batubara/bijih 14. Pemindahan tanah penutup 10. MISALNYA : DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 1. MISALNYA : PASCA OPERASI 14 15 NO KETERANGAN (MISALNYA) B. Pemuatan dan pengangkutan 12. Reklamasi 15. Iklim 2. Kebisingan 4. Hidrologi 6. 1. Aktivitas Ekonomi 3. Penambangan batubara/bijih 11. 1. Kualitas Udara 3. Penerowongan (tambang bawah tanah 9. Fauna Darat 3. Penanganan tenaga kerja 514 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIKS EVALUASI DAMPAK PENTING KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM KOMPONEN KEGIATAN PERSIAPAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 OPERASI KOMPONEN LINGKUNGAN A. Biota Air ASPEK BIOLOGI. Penambangan batubara/bijih 5. Ruang. Penambangan batubara/bijih 3. Migrasi Penduduk 4. Pemindahan tanah penutup 2.

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK UPAYA PENGELOLAAN DAMPAK TOLOK UKUR PENCEGAHAN PENANGGULANGAN TUJUAN PENGELOLAAN PENGEMBANG AN NO SUMBER DAMPAK LOKASI WAKTU/ PENGELOLA PERIODE AN PENGELOLA PELAKSA NA AN INSTITUSI PENGAW AS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 515 .

Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 CONTOH : MATRIK RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ASPEK LINGKUNGAN YANG TERKENA DAMPAK TOLOK SUMBER UKUR TUJUAN DAMPAK DAMPAK PEMANTAUAN ALAT/ METODE PEMANTAUAN LOKASI PEMANTAUAN NO WAKTU/ PERIODE PEMANTAUAN INSTITUSI PELAKSANA PENGAWAS PELAPORAN TAHAP PERSIAPAN TAHAP OPERASI TAHAP PASCA OPERASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 516 .

4 . Dan atau ≥ 100 Ha. 1 .000 Ha. (kumulatif/th)* dan atau ≥ 1. Semua besaran 3 .Lampiran IV Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 JENIS USAHA DAN ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN AMDAL No. Semua besaran Semua besaran Semua besaran DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 517 . penambangan dan pemurnian ) f Bahan galian Timbal.200. termasuk pengolahan.000 ton/th (ROM) Semua besaran 2 .200.000 ton/th (ROM) ** ≥ 1.000 ton/th (ROM) ≥ 600. Jenis Rencana Usaha/Kegiatan Luas perizinan luas daerah terbuka untuk penambangan Tahap eksploitasi produksi: a Batubara/Gambut ) b Biji Primer ) c Biji Sekunder/Endapan Aluvial ) d Bahan galian bukan logam atau bahan ) galian golongan c e Bahan galian Radioaktif.000.000 ton/th (ROM) ≥ 1. 5 . termasuk ) pengolahan. penambangan dan pemurnian Tambang di laut Melakukan Submarine Tailing Disposal Melakukan pengolahan biji dengan proses sianidasi * Untuk menghindari bukaan lahan terlalu luas * Raw of Material * Besaran ≥ 5.

. b ... 13 Maksud dan Tujuan .. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.. I I .... . Acuan dalam penyusunan Petunjuk Teknis UKL dan UPL bagi Direktorat Jenderal Acuan Penyusunan UKL dan UPL bagi pemrakarsa bilamana Petunjuk teknis UKL dan UPL dari Direktorat Jenderal belum dtrikn iebta...... ... a u 24 Rencana Kegiatan (sesuaikan dengan sub sektor . d Pois :....... (Nama dan Jabatan) 12 Latar Belakang dilakukannya Rencana Kegiatan .. apakah telah sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) atau tidak (Jelaskan) dan apakah lahan tesebut tumpang tindih dengan sektor lain (rnmgai khtnn .... PENDAHULUAN 11 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun UKL dan . .PLH/1994 tentang Pengawasan. b Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun .(2H* Luas areal yang digunakan untuk sarana pnuug.. 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan............ b Kcmtn:.. a Desa/Kelurahan : . Hubungan rencana kegiatan dengan f kgaa li.......... .. UPL a Nama Perusahaan ...m/a) Status lahan. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi tentang Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL untuk kegiatan dibidang Pertambangan Umum... .. c Jenis Perusahaan ............... Minyak dan Gas Bumi serta listrik dan Pengembangan Energi URAIAN RENCANA KEGIATAN 21 Lokasi Kegiatan .. .. eitn an 22 Lahan ..... .. e a a m r e i t n .. . d Keputusan Menteri Negara Lingkungan . rpni .. Tahap persiapan l Penjelasan mengenai kegiatan yang dilaksanakan pada tahap persiapan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang diperlukan 518 . .m/a) ryk .. .. b Status Perusahaan .... . Maksud dan Tujuan Pedoman Teknis UKL dan UPL adalah sebagai berikut : a .. e Letak geografis dan peta lokasi kegiatan . : Telepon : Fax : e Penanggung Jawab : .l) atau tidak c . eaaa . b ... Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. e . f Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan.. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 103 K/008/M. c Kbptn:.. . . . atas Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam Bidang Pertambangan dan Energi.. * ) 14 Dasar Hukum . ............ ...... . euaa... ........ Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Coret yang tidak perlu c .(2H* edkn.. c Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun .dl tasirs... ...... ...Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TEKNIS PENYUSUNAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UPL) UNTUK KEGIATAN PERTAMBANGAN UMUM I. ........ Hidup Nomor 12/MENLH/3/1994 tentang DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 23 R c n u u K g a a .. : : PMA/PMDN *) : BUMN/BUMD/Koperasi /CV/Perorangan*) d Alamat ....... Luas areal yang digunakan untuk kegiatan poe .. ... . masing-masing) a . a . auae .. T h n .. Peraturan Perundangan yang menjadi dasar dari penyusunan UKL dan UPL antara lain : a ..

Jma. KOMPONEN LINGKUNGAN YANG V KIRAKAN TERKENA DAMPAK DIPER- Uraian tentang pemantauan lingkungan l Jenis dampak yang dipantau l Lokasi pemantauan dilengkapi dengan peta l Waktu pemantauan/periode pemantauan.Sft dl..Jma. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) I. Sosekbud.. 43 Sifat dan Tolok Ukur Dampak . Kimia dan Sosekbud). l) II DAMPAK YANG AKAN TERJADI I.. Jns ulh ia. . Tahap operasi l Uraian cara pelaksanaan kegiatan l Jenis kegiatan l Waktu yang dibutuhkan l Jumlah tenaga yang dibutuhkan Tahap Purna Operasi Uraikan cara pelaksanaan kegiatan l Jumlah tenaga yang diperlukan l Waktu yang dibutuhkan l l Pembiayaan Pengawas dan Instansi terkait PEMANTAUAN LINGKUNGAN V . l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 32 Tahap Operasi .. up. LAMPIRAN II l l l l Daftar Pustaka Matrik UKL/UPL Surat Pernyataan Peta-peta. l Lokasi Pengelolaan Lingkungan dilengkapi dengan peta l Waktu pelaksanaan pengelolaan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 519 . Kimia. Kepada Biro Bina Lingkungan .Lampiran V Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b .. Laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disampaikan kepada Direktur Jenderal yang membidangi secara berkala dengan tembusan yang ditujukan kepada : 1 Gubernur. Hidup. UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 51 Uraian Upaya Pengelolaan Lingkungan yang . Jenis dan Spesifikasi Teknis... 31 Tahap Persiapan . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. 3 Kepada Biro Lingkungan dan Teknologi. dll). 25 Peralatan yang digunakan pada tahap operasi . l) 28 Peralatan untuk penanganan limbah yang .. l Sumber Dampak l Limbah yang dihasilkan (debit/jumlah) 33 Tahap Purna Operasi . . td t. aa prs Jns ulh ia. gambar-gambar dan lampiran lain sebagai data pendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. l) 27 Limbah yang dihasilkan pad atahap Operasi . Purnomo Yusgiantoro 41 Komponen Fisika.. metode pemantauan l Tolok Ukur l Pengawas dan Instansi Terkait V I PELAPORAN I. akan dilaksanakan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan dan kegiatan (Biogeofisik. dhsla (ulh JnsdnSeiiaiTki iaikn Jma. V . ei a psfks ens dl. 52 Pelaksanan Upaya Pengelolaan Lingkungan . V I . 2 Bupati/Walikota. thpoeai(ei.. 26 Bahan baku penunjang yang digunakan pada . (ei.. UPAYA I c .Sft dl. 42 Jenis dan Potensi Dampak . (Jumlah. Biologi dan ..

l Bekas tambang (apakah dilakukan back filling..Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN RENCANA TAHUNAN RTKPL DAN RTPL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR PETA BAB ...yn mnau lks. Luas lahan yang telah direklamasi (ae 2 Tbl ) Uraikan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan. Uraikan luas lahan yang telah dibuka sampai dengan saat ini...... gudang dll).. kolam sedimen/kendali erosi lainnya l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno. bengkel.. untuk keperluan : l Tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing. gudang dll). bengkel. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l fasilitas penunjang lainnya (kantor. jika tidak dilakukan back filling (jelaskan rencana peruntukannya) l Timbunan tanah/batuan penutup o Tanah Pucuk (pengamanan dan pemeliharaan) 520 . Uraikan teknik. RENCANA (RKL) PENGELOLAAN LINGKUNGAN l Fsltspnnaglina(atr aiia eujn any kno.ag eckp oai us lahan. perumahan. Uraikan mengenai rencana pembukaan lahan utkthn. stockpile/yard. bengkel... stockpile/yard. gudang dl. 21 Pengelolaan lahan yang telah dilakukan ... baik lahan yang telah direvegetasi maupun lahan yang telah ditata tapi belum diregevetasi. metode dan peralatan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan.. stockpile/yard. untuk : l Tambang l Timbunan tanah penutup luas tambang l Timbunan tanah pucuk l Jalan tambang l Jalan non tambang l Kolam/timbunan tailing. dan peruntukan lahan asal.la nu au . Uaa.. perumahan... perumahan. l) 23 Teknik dan Metode Pengelolaan Lingkungan . Uraikan singkat mengenai pencapaian target serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahun sebelumnya I I .brs : rin eii l Nomor dan tanggal persetujuan RKL dan RPL atau tanggapan UKL dan UPL l Isu pokok pengelolaan lingkungan berdasarkan RKL dan RPL atau UKL dan UPL l Kebijaksaan perusahaan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan 12 Kegiatan Penambangan dan Pengolahan . Uraian singkat mengenai metode dan peralatan penambangan produksi dan pengolahan 13 Pencapaian Target . kolam sedimen/kendali erosi lainnya DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 22 Rencana Pembukaan Lahan (Tabel 1) .. 2 1 1 Luas lahan yang dibuka (Tabel I) .. I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang . untuk : l Bekas tambang l Timbunan tanah/batuan penutup di luas tambang l Bekas jalan tambang l Bekas kolam/timbunan tailing. 212 .

penyiangan.. Biaya pengelolaan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan kegiatan pengelolaan yang akan dilakukan.. kolam sedimen/ kendali erosi lainnya l Fasilitas penunjang lainnya (kantor. (RPL) Uraikan rencana pemantauan yang dilakukan (teknik. Menggambarkan situasi/lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan (pembukaan lahan.. Rencana Reklamasi Lahan (Tabel 2) Uraikan rencana lahan yang akan direklamasi pd thn. upah tenaga kerja. tanah dan udara l Saiia lrn. dan parameter yang dipantau) l Kualitas air. metode. pengkapuran tanah.. Peta Rencana Pemantauan Lingkungan. KEGIATAN V . td t.000... 2. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 521 . timbunan tanah penutup. skala Minimal 1 : 10. antara li : an l Pembongkaran fasilitas tambang (jika aa d) Biaya Pemantauan Lingkungan (Tabel 3) Uraikan sesuai dengan pemantauan yang akan dilakukan yang meliputi biaya untuk : l Pengadaan peralatan pantau l Pengambilan sample/contoh l Analisis laboratorium l Pelaksana pemantauan (upah tenaga kra ej) l Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pemantauan yang ada). dll) Pencegahan dan penanggulangan air asam tambang Pekerjaan sipil seperti pembuatan dam/ kolam pengendap dll.Persemaian . 2 . aaa eglla lainnya seperti kolam pengendap/sediment pond. l Revegetasi (tingkat pertumbuhan) l Flora dan fauna. dll. LAMPIRAN : 1 . kekerapan. JADWAL Uraikan jadwal kegiatan pengelolan dan pemantauan lingkungan jadwal tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram balok (Tabel 4).Penanaman . meliputi : ... lokasi.4. Limbah padat (domestik dan sarana/fasilitas penunjang) Limbah Kimia/B3 (Laboratorium/fasilitas penunjang lainnya) Kualitas udara Komponen lingkungan lainnya sesuai dengan RKL atau UKL l l l Penataan lahan Penghijauan. aiia eujn. reklamasi dan pnhjun fsltspnnag srn pneoan egiaa.. biota perairan l Perubahan bentang alam l Komponen lingkungan lainnya (sesuai dengan RPL dan UPL) I. perumahan.Pemeliharaan (pemupukan.. serta sebutkan jumlah dan jenis bahan pembantu yang digunakan dalam pengelolaan)..eoidl tblts eeg rs l. dlmrnaatreu aa au . l) II RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN I. Biaya lainnya (disesuaikan dengan kegiatan pengelolaan yang ada). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. limbah domestik. Menggambarkan lokasi-lokasi kegiatan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan (dengan diberi tanda dan warna yang ssa) eui... i sm abn. RENCANA BIAYA V 411 . skala minimal 1 : 10. air larian permukaan...000. l) l l l l l l Kaia ar(i tmag araa tmag ults i ar abn. bengkel. penyulaman. Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan. stockpile/yard. gudang dl. 421 . aa ecn esbt drnilks lhnyn aa drkaaisra iic oai aa ag kn ielms et jenis tanaman masing-masing untuk : l Bekas tambang sesuai peruntukannya l Timbunan tanah/batuan penutup di luar tambang l Jalan tambang l Jalan non tambang l Pabrik pengolahan dan pemurnian l Kolam/timbunan tailing.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 o l Tanah buangan di luar tambang (eaiig dl trsrn. dll). air limbah pengolahan/pabrik..

atf ki . 4 Kolam Sedimen/Kendali Erosi . . . Kantor f g Bengkel . c Perumahan Karyawan .atf ki . e Gudang.Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL I PEMBUKAAN LAHAN KOMULATIF S/D TAHUN . Lnfl i adil .. Lainnya j Ttl oa DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 522 . (DALAM Ha) DISKRIPSI TAHUN KUMULATIF S/D 1996 Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I I I I I I V 1 Tambang . a Pabrik Pengolahan dan Pemurnian . 5 Fasilitas Penunjang .. d Jalan Non Tambang .selesai 2 Timbunan tanah/batuan penutup di ... . luar tambang . .. h Pelabuhan/Emlasement . b Kolam/Penimbun Tailing .. DAN RENCANA TAHUN ...selesai 3 Jalan Tambang .

(Dalam Ha) RENCANA TAHUNAN . sarana pengendalian erosi d Bekas jalan tambang .. a Lahan bekas tambang . DAN RENCANA TH . penampungan air.. Lahan**) a Timbunan batuan/tanah .. penataan lahan bekas tambang*) 2 Pengaturan Permukaan . lainnya 4 Pemanfaatan lain **) . tambang . Sub Total (3+4) Total * ) *) * Sudah diisi kembali dan atau ditata tetapi belum direvegetasi sudah digaruk (ripping) dan diatur bentuk peruntukannya tetapi belum direvegetasi ***) lahan yang secara terknis sesuai dengan AMDAL atau UKL dan UPL tidak dapat direvegetasi dan ditetapkan untuk peruntukan lain (misalnya sarana rekreasi. Bekas kolam sedimen f g Fasilitas penunjang . DISKRIPSI S/D .. DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 523 . b Timbunan tailing . penutup c Bekas jalan tambang . .. Fasilitas penunjang f lainnya g Bekas jalan tambang .. dan lain-lain).. tambang e Timbunan tailing .. Sub Total (1+2) 3 Revegetasi ... kolam ikan..... c Bekas kolam sedimen/ . d Bekas jalan non .. . .. TRIWULAN I TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V 1 Pengisian kembali dan . e Bekas jalan non . b Timbunan tanah/batuan .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 2 PELAKSANAAN REKLAMASI KUMULATIF S/D TH ..

HOK Sub Total II II Pemeliharaan dan Pemantauan I. a Kapur ...... Kg 4 Pupuk ... Kg b Kapur .. Kg c Pupuk . 1 Tanaman Penutup . Kg 5 Obat-obatan . a Benih .. Kg c Tenaga kerja . Kg b Pupuk .. I Persemaian 1 Benih tanaman pokok . Ltr ie Sub Total I I Penanaman I . HOK 2 Tanaman pokok/pohon . HOK Sub Total III T t l( + I I I oa II+I) Tidak perlu diisi DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 524 . 1 Obat-obatan .... Ltr ie 2 Analisa tanah .. persemaian Buah 3 Kapur .. Kg 2 Pembuatan tempat .Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 TABEL 3 RINCIAN RECANA BIAYA REVEGETASI TAHUN . Contoh 3 Tenaga kerja . Kg d Tenaga kerja . Satuan KOMPONEN Kebutuhan per Ha Harga Satuan (Rp/US$) Luas yang Direvegetasi (Ha) Biaya yang Diperlukan (Rp/US$) 1 2 3 4 5 6 = (3x4x5) .

Lampiran VI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

TABEL 4 JADWAL RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN T H N. . . . . . . . AU ........
TAHUNAN DISKRIPSI TRIWULAN I . PEMBUKAAN I 1 . 2 . 3 . 4 . LAHAN TRIWULAN I I TRIWULAN I I TRIWULAN I V KETERANGAN

PELAKSANAAN

LINGKUNGAN

Land clearing Pengupasan tanah penutup Timbunan tanah/batuan penutup diluar tambang Jalan tambang Stockfile Fasilitas penunjang lainnya

I REKLAMASI . 1 Pengisian kembali dan . penataan lahan 2 Pengaturan permukaan . lahan : a . b . c . d . e . Timbunan tanah penutup Bekas jalan tambang Timbunan tailing Sarana pengendali erosi Fasilitas penunjang lainnya

3 Revegetasi . a Pembibitan/persemaian . b Penanaman . c Pemeliharaan dan . perawatan I PEMANTAUAN I I . 1 . 2 . 3 . 4 . Kualitas air tambang Kualitas udara Stabilitas lereng Perubahan bentang alam 5 Revegetasi (tingkat . pertumbuhan) 6 Flora dan fauna, biota . perairan 7 Dan lain-lain (sesuai . dengan RPL dan UKL)

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

525

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

JAMINAN
. I UMUM 1 Jaminan reklamasi adalah dana yang disediakan . oleh perusahaan pertambangan sebagai uang jaminan untuk melakukan reklamasi di bidang pertambangan umum 2 Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan . memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. 3 Perusahaan pertambangan adalah orang atau . badan yang diberi wewenang untuk melaksanakan usaha-usaha pertambangan berdasarkan kuasa pertambangan atau KK/ PKP2B 4 Rencana tahunan pengelolaan lingkungan . adalah rencana kerja pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang disusun oleh perusahaan untuk setiap tahun dengan mengacu pada AMDAL dan UKL/UPL yang telah disetujui sesuai peraturan perundangan yang berlaku 5 Perusahaan penjamin adalah Bank atau . prsha auas yn dstjioe Drku euaan srni ag ieuu lh ietr Jenderal untuk memberikan jaminan atas pelaksanaan reklamasi 6 “Accounting reserve” adalah dana pelaksanaan . reklamasi yang dicadangkan di dalam pembukuan perusahaan pertambangan setiap thn au. 7 Jaminan pihak ketiga adalah suatu jaminan yang . diberikan oleh pihak ketiga sebagai penjamin dalam bentuk sertifikat penjamin (surety bond) irrevocable letters of credit dan Bank garansi. 8 Jaminan Reklamasi dikenakan bagi seluruh . perusahaan pertambangan pada tahap penambangan atau operasi produksi I I . PENETAPAN JAMINAN REKLAMASI 1 Jumlah jaminan reklamasi ditetapkan . berdasarkan biaya reklamasi sesuai dengan Rencana Tahunan Pengelolaan Lingkungan untuk jangka waktu 5 tahun. 2 Bagi perusahaan pertambangan yang umur . tambangnya kurang dari 5 tahun, jumlah jaminan reklamsi ditetapkan sesuai dengan rencana reklamasi jangka waktu umur tambangnya.

REKLAMASI
3 Biaya rencana reklamasi harus diperhitungkan . berdasarkan dengan anggapan bahwa reklamasi tersebut akan dilaksanakan oleh pihak ketiga. 4 Komponen biaya reklamasi terdiri dari . a Biaya langsung, meliputi : . 1 Biaya pembongkaran fasilitas tambang ) (bangunan, jalan, emplasement). kecuali ditentukan lain. 2 Biaya penetapan kegunaan lahan yang ) triidr : edr ai a Sewa alat-alat berat dan mekanis ) b Pengisian kembali lahan bekas ) tambang c Pengaturan permukaan lahan ) d Penebaran tanah pucuk ) e Pengendalian erosi dan ) pengelolaan air. 3 Biaya revegetasi dapat meliputi : ) a Analisis kualitas tanah ) b Pemupukan ) c Pengadaan bibit ) d Penanaman ) e Pemeliharaan tanaman ) 4 Biaya pencegahan dan penang) gulangan air asam tambang 5 Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai ) peruntukan lahan pasca tambang b . Biaya tidak langsung, meliputi : 1 Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat) aa brt lt ea 2 Biaya perencanaan reklamasi ) 3 Biaya administrasi dan keuntungan ) kontraktor pelaksana reklamasi

5 . 6 .

Biaya-biaya tersebut di atas sudah harus diperhitungkan pajak-pajak yang berlaku Perhitungan biaya rencana reklamasi dapat dibuat dalam n l i m t u n r p a a a d l r ia aa ag uih tu oa amerika. Bentuk Jaminan reklamasi dapat berupa deposito berjangka, dan atau “Accounting reserve” dan atau jaminan pihak ketiga dengan ketentuan sebagai berikut : a Deposito Berjangka ditempatkan pada . Bank Pemerintah atas nama Menteri/

7 .

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

526

Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000

b .

Gubernur/Bupati/Walikota qq. perusahaan pertambangan yang bersangkutan. Ircvbelteso cei (C aa Bn reoal etr f rdt L) tu ak Garansi atau sertifikat penjaminan. 1) Diterbitkan di Bank Pemerintah atau Lembaga Penjamin milik pemerintah atau Bank Devisa 2 Untuk jangka waktu lima tahun dengan ) rincian tahunan.

5 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dapat . menetapkan perubahan bentuk jaminan reklamasi apabila perusahaan pertambangan tidak dapat memenuhi persyaratan yang dttpa. ieakn IV. PENCAIRAN ATAU PELEPASAN JAMINAN REKLAMASI 1 . Perusahaan pertambangan dapat mengajukan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan tahapan pelaksanan reklamasi. Tahapan pencairan atau pelepasan jaminan reklamasi disesuaikan dengan ketentuan sebagai brkt: eiu a . 60% setelah selesai 1 pengisian kembali bekas tambang dan ) penataan kembali lahan bekas tambang dan penataan lahan bagi pertambangan yang kegiatannya tidak dilakukan pengisian kembali atau 2 Bagi kegiatan pertambangan yang ) kegiatannya tidak dapat dilakukan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana disepakati dalam rencana pengelolaan lingkungan. 20% setelah selesai 1 Melakukan revegetasi kecuali ) ditentukan lain 2 Pekerjaan sipil dan atau kegiatan ) reklamasi lainnya sebagaimana disepakati dalam rencanatahunan pengelolaan lingkungan 20% setelah kegiatan reklamasi dinyatakan s l s i oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ eea Walikota.

8 Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada . ayat (1) yang diusulkan oleh perusahaan pertambangan harus mendapatkan persetujuan dari Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota. 9 Perusahaan pertambangan dapat menempatkan . jaminan reklamasi dalam bentuk accounting reserve, jika perusahaan pertambangan tersebut memenuhi salah satu persyaratan sebagai brkt: eiu a Perusahaan publik yang terdaftar dibursa . efek di Indonesia maupun di luar Indonesa aa i, tu b Anak perusahaan dari sebuah perusahaan . publik baik yang terdaftar di Indonesia atau yang terdaftar dibursa efek di luar Indonesia c Perusahaan mempunyai jumlah modal . sendiri yang tidak kurang dari US$ 25.000.000,00 seperti dinyatakan dalam laporan keuangan yang telah diaudit. 1 . Perusahaan pertambangan yang menempatkan 0 jaminan reklamasi dalam bentuk Accounting reserve, wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 9 huruf b harus menyampaikan pernyataan jaminan pelaksanaan reklamasi dari perusahaan induknya. II PENEMPATAN I. JAMINAN REKLAMASI

2 .

b .

c .

1 Jaminan reklamasi harus ditempatkan sebelum . melakukan kegiatan penambangan atau operasi produksi. 2 Perusahaan pertambangan harus mengajukan . kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota bentuk jaminan reklamasi yang akan ditempatkan. 3 Surat perintah pelaksanaan jaminan reklamasi . diterbitkan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. 4 Perusahaan pertambangan dapat mengajukan . perubahan bentuk jaminan reklamasi dalam jumlah yang sama kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota.
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

3 Permohonan pencairan atau pelepasan jaminan . reklamasi diajukan kepada Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota dengan disertai laporan pelaksanaan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 4 Keputusan atau permohonan pencairan atau . pelepasan jaminan reklamasi diberikan oleh Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota paling lambat 45 hari sejak permohonan tersebut diterima. Apabila dalam jangka waktu tersebut Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota belum memberi keputusan, maka permohonan tersebut dianggap telah disetujui. 5 Jaminan reklamasi dalam bentuk deposito . berjangka berikut bunga deposito.

527

1 . peringatan secara tertulis kepada perusahaan pertambangan apabila tidak menunjukkan kesungguhan gagal atau lalai dalam melaksanakan reklamasi sesuai dengan rencana tahunan pengelolaan lingkungan. 8 Dalam hal tidak ada kesesuaian atas hasil . 1 . Penempatan jaminan reklamasi tidak 0 menghilangkan kewajiban perusahaan pertambangan untuk melaksanakan reklamasi. 3 Perusahaan pertambangan yang kegiatan usaha . Kekurangan biaya untuk menyelesaikan 1 reklamasi dari jaminan yang telah ditetapkan tetapi menjadi tanggungjawab perusahaan pertambangan. penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) perusahaan pertambangan dapat mengajukan keberatan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota selambat-lambatnya 1 minggu setelah hasil penilaian tersebut disampaikan kepada perusahaan pertambangan. 9 Hasil peninjauan lapangan harus dibuatkan . 7 Sebagai bahan pertimbangan Menteri/Gubernur/ . Bupati/Walikota dalam memberikan keputusan terhadap penilaian pelaksanaan reklamasi apabila diperlukan peninjauan lapangan maka peninjauan tersebut harus sudah dilakukan 15 hari setelah diterima permohonan pencairan pelepasan jaminan reklamasi yang disampaikan oleh perusahaan. berjangka menjadi milik perusahan pertambangan . dalam berita acara yang memuat hasil laporan yang disampaikan oleh realisasi di lapangan. Kelebihan biaya untuk menyelesaikan reklamasi 2 dan jaminan yang ditetapkan akan dikembalikan kepada perusahaan pertambangan paling lambat 45 hari sejak diselesaikannya rkaai elms. SANKSI-SANKSI 1 Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota memberikan . 1 . menerima surat peringatan pada ayat (1) perusahaan pertambangan tidak melaksanakan reklamasi Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota melakukan tindakan sebagai berikut : a . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. 2 Apabila dalam jangka waktu 60 hari setelah . b . pertambangannya dihentikan karena lalai atau gagal melaksanakan kewajiban reklamasi maka perusahaan pertambangan dan pemegang saham mayoritas tidak diberikan lagi kesempatan untuk berusaha di bidang pertambangan umum. V .Lampiran VII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 6 Bunga dari jaminan dalam bentuk deposito . menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaikan reklamasi dengan menggunakan sebagian atau seluruh jaminan reklamasi yang ditempatkan menghentikan atau menutup sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangannya. 1 . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 528 . Apabila perusahaan pertambangan telah 3 mendapatkan penghargaan maka kepada perusahaan pertambangan tersebut diberikan 50% keringanan dari besarnya jumlah jaminan reklamasi yang telah ditetapkan untuk satu tahun berikutnya.

Tambang ˆ Mampu mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan ˆ Mampu memberikan bimbingan teknis eksplorasi. SERTA PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENYELENGGARAAN PERTAMBANGAN DI DAERAH NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK FUNGSI ˆ Pengujian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penyiapan bahan penilaian permohonan izin. ˆ Penyiapan bahan bimbingan eksplorasi. ˆ Menyiapkan bahan pencadangan wilayah pertambangan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan pengaturan penggunaan dan pemanfaatan lahan. Penyiapan bahan persetujuan rekomendasi usaha pertambangan. ˆ Mampu memahami tentang keuangan. Geologi. pengolahan dan prinsip konservasi. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penambangan. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Hukum. Tambang. ˆ Mampu memahami dan mengoperasikan komputer. ˆ Penyiapan bahan evaluasi. URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI. ˆ Mampu memahami informasi lingkungan dan kemajuan reklamasi. ˆ Penelaahan peta wilayah pertambangan dan penyiapan bahan rekomendasi peningkatan izin. ˆ Penyiapan bahan informasi lingkungan. pengolahan serta penerapan prinsip konservasi di lapangan Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. ˆ Analisis penerapan prinsip konservasi usaha usaha pertamabangan. tatacara penambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN JABATAN. ˆ Penyiapan bahan bimbingan lingkungan. ˆ Mampu memahami dokumentasi dan perundang-undangan bidang pertambangan umum. ˆ Penyiapan bahan pengesahan sarana pengendali pencemaran lingkungan dan gangguan lingkungan. ˆ Penyiapan bahan bimbingan penyelidikan umum. ˆ Pengolahan data sistem informasi perusahaan. ˆ Mampu menyiapkan bahan persetujuan rekomendasi izin usaha pertambangan PEMROSES PERIZINAN Melaksanakan telaahan kelengkapan persyaratan permohonan izin usaha pertambangan dan memeriksa peta wilayah PENGEVALUASI LAPORAN TEKNIK PERTAMBANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Mengevaluasi laporan kegiatan teknis pertambangan dan memberikan bimbingan teknis penyelidikan eksplorasi dan tata cara penambangan. ˆ Mampu menelaah peta pengelolaan 529 .

konstruksi. Penelaahan kemajuan reklamasi. penambangan. kejadian berbahaya. Penelaahan peta pengelolaan lingkungan. Tambang. ˆ Mampu menjelaskan prinsip-prinsip konservasi. ˆ Mampu menjelaskan teknik eksplorasi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan aspek pengusahaan pertambangan. Menyiapkan bahan penetapan jumlah produksi Mengevaluasi laporan eksplorasi penambangan dan pengolahan Mengawasi kegiatan teknis pertambangan eksplorasi dan esliai kpots. Kualifikasi Pendidikan : S1 Geologi. Mengawasi pelaksanaan konservasi pertambangan. 530 . Tambang ˆ Mampu menjelaskan peraturan perundag-undangan tentang pertambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ FUNGSI Penelaahan teknik dan peralatan PPL. operasi/ produksi Melaksanakan pemeriksaan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan. ˆ Mampu menjelaskan proses produksi. Teknik ˆ Mampu menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang K3 dan lingkungan pertambangan ˆ Mampu mengamati dan melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Geologi. pengolahan dan pemurnian. Mengevaluasi laporan kegiatan usaha pertambangan. Mengawasi aspek pengusahaan pertambangan PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN ˆ PENGAWAS TEKNIS DAN PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN Melaksanakan tugas pengawasan teknis dan pengusahaan pertambangan ˆ ˆ INSPEKTUR TAMBANG/ Menegakkan peraturan PELAKSANAAN perundang-undangan tentang K3 INSPEKSI TAMBANG dan Lingkungan (BIDANG K3 DAN LINGKUNGAN) ˆ ˆ Melaksanakan pemeriksaan K3 atau lingkungan pada kegiatan eksplorasi. ˆ Mampu melaksanakan pengawasan teknis pertambangan. ˆ Mampu menyusun laporan hasil kegiatan.

realisasi pelaksanaan reklamasi. Melaksanakan pengujian kondisi tempat kerja. ˆ PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. RTKL.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Melaksanakan pengujian kualitas lingkungan. Mengevaluasi laporan yang meliputi pelaksanaan pengelolaan/ pemantauan lingkungan hasil analisis kualitas bahan buangan/ limbah. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. pengujian peralatan atau sarana yang berkaitan dengan lingkungan. Membuat berita acara hasil penyelidikan kecelakaan tambang atau pemeriksaan kasus lingkungan. Melaksanakan inspeksi peralatan pengolahan limbah/ penanggulangan dan pencegahan pencemaran yang akan dipergunakan untuk memantau unjuk kerja. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu memberikan tindakan koreksi dari hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. Mampu menjelaskan reklamasi tambang. Mampu mengevaluasi dokumen AMDAL. studi teknis konstruksi dan peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan/ pemantauan lingkungan serta mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan atau pencemaran lingkungan. Mampu menyusun laporan hasil pemeriksaan K3 atau lingkungan. RTKL dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Melaksanakan inspeksi khusus data hal adanya maksud perubahan RKL dan RPL atau UKL dan UPL. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. pemakaian berbahaya dan beracun. peralatan atau sarana yang berkaitan dengan K3. Mampu menyusun laporan hasil K3 atau lingkungan ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL ˆ 531 . Menyusun bahan pendaftaran buku tambang dan tindakan koreksi dari hasil inspeksi. Mampu mengevaluasi laporan kecelakaan tambang atau kasus lingkungan dan/atau kejadian berbahaya. dan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

mendata pro-duksi dan penambangan. ˆ Mampu mengevaluasi data hasil eksplorasi dan penambangan.Lampiran VIII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 NAMA JABATAN URAIAN TUGAS POKOK ˆ FUNGSI Mengevaluasi rencana pengelolaan lingkungan/pemantauan lingkungan serta upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan sebagai hasil inspeksi dan atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta pengguna perlayan sebagai bahan untuk peninjauan kembali RKP dan RPL atau UKL dan UPL. 532 . cadangan bahan galian. produksi. ˆ Mampu menyiapkan bahan penetapan bentuk jaminan yang akan dikenakan kepada perusahaan. Geologi ˆ Mampu mengolah data hasil penyelidikan bahan galian. eksplorasi. Penela ahan tumpang tindih wilayah. mengevaluasi data kegiatan eksplorasi dan pengembangan. ˆ Mampu membaca dan menjelaskan peta wilayah sumberdaya mineral/ bahan galian ˆ Mampu menyusun bahan publikasi tentang informasi usah pertambangan kepada pihak yang terkait. permohonan perpanjangan/ peningkatan tahap penyelidikan umum. Penyiapan data hasil penyelidikan eksplorasi dan penambangan serta produksi dan penjualan bahan galian Penyiapan bahan evaluasi. ˆ Mampu mengevaluasi data cadangan dan data produksi. Penyiapan bahan publikasi bahan galian dan klasifikasi wilayah. Menyiapkan bahan evaluasi KP Pengangkutan dan Penjualan. Pengolahan data cadangan bahan galian. Penyiapan peta wilayah sumberdaya mineral Penyiapan pengukuran pemetaan wilayah pertambangan. ˆ Mampu menyiapkan bahan perpanjang dan atau peningkatan tahap perizinan. ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Kualifikasi Pendidikan S1 Tambang. dan kegiatan pertambangan lainnya serta mempublikasikan datadatya tersebut kepada pihakpihak yang terkait. PERSYARATAN PEMANGKU JABATAN PENGELOLA INFORMASI PERTAMBANGAN Melaksanakan pengolahan data penyelidikan bahan galian. eksploitasi dan deposito jaminan dan publikasi perusahaan.

2 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 8 Mengevaluasi laporan Kesehatan dan . 2 ) Melaksanakan inspeksi fasilitas 4 pemadam kebakaran. . 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 4 dan penerangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 533 . Keselamatan kerja. u. c Melakukan presentasi obyek inspeksi. 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 0 pelindung diri. ) 7 Melaksanakan inspeksi “Draw ) point” 8 Melaksanakan inspeksi shaft ) 9 Melaksanakan inspeksi terowongan ) (as. 3 Mengevaluasi realisasi pelaksanaan reklamasi . 1 Melakukan Persiapan Inspeksi Rutin . 1 Mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan . . I I . PENGAWASAN TEKNIS OPERASIONAL a Inspeksi Rutin . 1 ) Melaksanakan inspeksi instalasi 9 udara bertekanan. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 penyiapan bahan diskusi untuk tindakan koreksi. 5 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 1 ) Melaksanakan inspeksi 8 penanganan batuan samping. dan data penggunaan lahan untuk kegiatan esliai kpots. atau pencemaran lingkungan.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN TATA CARA PENGAWASAN LINGKUNGAN SERTA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BIDANG PERTAMBANGAN UMUM . 6 Melaksanakan inspeksi pemuatan. a Tambang bawah tanah ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. l) 1 ) Melaksanakan inspeksi peledakan. lingkungan/pemantauan lingkungan. 2 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 3 pemantauan.dit cos ct dl rie rf. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 6 dans. 7 Mengevaluasi laporan studi teknis konstruksi . 2 Melaksanakan Inspeksi Rutin . penanggulangan pencemaran dan bahan kimia lainnya untuk usaha pertambangan umum yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. . 4 Mengevaluasi Rencana Pengelolaan . rs. 5 Mengevaluasi informasi laporan kerusakan dan/ . I PENGAWASAN ADMINISTRATIF 4 Melaksanakan inspeksi ) penyanggaan. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 2 1 ) Melaksanakan inspeksi ruang 3 fasilitas bawah tanah. 2 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi amblesan 7 permukaan (surface subsidence). 2 ) Melaksanakan inspeksi alat 1 komunikasi. dan peralatannya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. 0 1 ) Melaksanakan inspeksi pemboran. bahan buangan/limbah. npki 2 Melaksanakan inspeksi kualitas ) uaa dr. 6 Mengevaluasi pemakaian bahan kimia untuk . 3 Melaksanakan inspeksi sistim ) vniai etls. 2 Mengevaluasi laporan hasil analisis kualitas . Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai hasil inspeksi dan/ atau akibat perubahan tata cara penambangan dan pengolahan/pemurnian serta penggunaan peralatan sebagai bahan untuk peninjauan kembali (review dan audit) RKL dan RPL atau UKL dan UPL. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 5 pengalian. 2 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 2 tanggap darurat. a Menelaah data objek inspeksi.

6 Melaksanakan inspeksi permuka ) kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan inspeksi lereng. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. riae 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga1 nan B3. ) 7 Melaksanakan inspeksi kolong ) kra ej. rtrpnuin 1 ) Melaksanakan inspeksi alat gali/ 0 alat muat dan alat angkut. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga3 nan air asam tambang. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 6 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 6 Melaksanakan inspeksi pencucian ) batubara. 7 Melaksanakan inspeksi ) penanganan bahan galian kadar rendah. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 8 pemantauan. 1 ) Mempresentasikan dan mendis7 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 8 Melaksanakan inspeksi detok) sfks. 9 Melaksanakan inspeksi penerangan ) dan alat penerangan. 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. npki 2 Melaksanakan inspeksi bangunan. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 5 pemantauan. 2 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. ) 5 Melaksanakan inspeksi peremukan. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 dans. 9 Melaksanakan inspeksi konsen) tao/ecca.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Tambang permukaan . 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 4 kra ej. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 534 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi kelistrikan 2 dan penerangan. 6 Melaksanakan inspeksi kelistrikan. d Pengolahan dan/atau Pemurnian ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 4 Melaksanakan inspeksi peleburan. ) 8 Melaksanakan inspeksi alat gali/ ) alat muat dan alat angkut. 7 Melaksanakan inspeksi peledakan. 4 1 ) Melaksanakan inspeksi kesehatan 5 kra ej. 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga2 nan lahan bekas tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 6 poes dr. 8 Melaksanakan inspeksi penanga) nnarkra a i ej. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 5 Melaksanakan inspeksi jalan ) tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi bekas 1 kolong. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah/batuan penutup. rtki ii 1 ) Melaksanakan inspeksi kesiapan 7 tanggap kerja. 1 ) Melaksanakan inspeksi sistim 0 drainase tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi revegetasi. iiai 9 Melaksanakan inspeksi penanga) nntiig a aln. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 3 Melaksanakan inspeksi preparasi ) bijih untuk peleburan. c Tambang Semprot ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises.

3 Melaksanakan Inspeksi fasilitas ) pemuatan. 0 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. npki 2 Melaksanakan Inspeksi konstruksi ) dermaga. 7 Melaksanakan inspeksi alat ) navigasi dan komunikasi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ) f Fasilitas Permukaan 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Melaksanakan inspeksi kualitas air 5 permukaan. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 8 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 7 sedimen. 1 ) Melaksanakan Inspeksi human/ 6 camp/kantor. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam tail8 ig n.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 ) Melaksanakan inspeksi timbunan 5 produksi pengolahan. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat 3 pelindung diri. 1 ) Melaksanakan alat-alat angkat. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistim 9 penanganan debu tambang. 1 1 ) Melaksanakan inspeksi 2 penanganan tailing. 6 Melaksanakan Inspeksi labora) torium. g Pelabuhan ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 1 ) Mempresentasikan dan mendis9 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat-alat 7 angkat. npki 2 Melaksanakan Inspeksi bengkel. 1 ) Melaksanakan inspeksi peralatan 6 pemantauan. 5 Melaksanakan Inspeksi pabrik ) oksigen dan acetylme. 2 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 0 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi alat angkat. ) 535 . 4 Melaksanakan Inspeksi timbunan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penim3 bunan sampah. 4 Melaksanakan Inspeksi gudang ) umum. 8 Melaksanakan inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. 3 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah pucuk. 6 Melaksanakan inspeksi sistem ) penjangkaran. 1 ) Melaksanakan inspeksi penanga4 nan oli/bahan bakar minyak. 1 ) Melaksanakan inspeksi alat angkut 6 orang (boat). e Kapal Keruk ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 2 ) Mempresentasikan dan mendis1 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 1 ) Melaksanakan Inspeksi penyediaan 4 arbri. 9 Melaksanakan inspeksi bangunan ) atas kapal keruk. 9 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 8 Melaksanakan Inspeksi poliklinik/ ) rumah sakit. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 7 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis8 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 4 Melaksanakan inspeksi penanga) nan tanah penutup. i esh 1 ) Melaksanakan Inspeksi sewage 5 tetet ramn. ) 3 Melaksanakan Inspeksi gudang ) bahan peledak. npki 2 Melaksanakan inspeksi penanga) nan pembersihan lahan. 0 1 ) Melaksanakan kesehatan kerja. 7 Melaksanakan Inspeksi tangki ) bahan bakar minyak. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi penanga2 nan ceceran pelumas. 5 Melaksanakan inspeksi tangki ) ponton dan pompa.

536 . 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 4 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Mempresentasikan dan mendis5 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 3 Melaksanakan Inspeksi reklamasi. 5 Melaksanakan Inspeksi ) penanganan erosi dan sedimentasi. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kesehatan 0 kra ej. 1 ) Melaksanakan Inspeksi erosi dan 0 sedimentasi. 5 Melaksanakan Inspeksi kestabilan ) lrn. ) 3 Melaksanakan Inspeksi test pit. ) 4 Melaksanakan Inspeksi peralatan ) pemantauan. Inspeksi Kasus Lingkungan 1 Melakukan persiapan inspeksi . 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) 4 Melaksanakan Inspeksi pembukaan ) lhn aa. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) dan penerangan. ) 8 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. 8 Melaksanakan Inspeksi sistim ) dans. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. 1 ) Melaksanakan Inspeksi sistem 1 dans. 6 Melaksanakan Inspeksi kesehatan ) kra ej. h Pembangkit Tenaga Listrik ) 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. 5 Melaksanakan Inspeksi alat ) pelindung diri. dermaga. 1 ) Menyimpulkan hasil inspeksi dan 1 menyiapkan bahan tindakan krki oes. ) 7 Melaksanakan Inspeksi camp ) eslrs.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Melaksanakan Inspeksi alat angkat. riae 9 Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan krki oes. kpoai 8 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. 7 Melaksanakan Inspeksi penanga) nan limbah. riae 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 2 pengendap. b . 9 Melaksanakan Inspeksi bekas ) kolam tailing. ) 3 Melaksanakan Inspeksi PLTU. ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 4 Melaksanakan Inspeksi daerah ) yang harus diamankan. 1 ) Melaksanakan Inspeksi kolam 3 mengendap. npki 2 Melaksanakan Inspeksi PLTD. ) j Eksplorasi 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises. ) 6 Melaksanakan Inspeksi pemadam ) kebakaran. 1 ) Mempresentasikan dan mendis0 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. ) c Melakukan presentasi obyek kece) lakaan/kejadian berbahaya/kasus lingkungan. a menelaah data obyek kecelakaan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. npki 2 Melaksanakan Inspeksi program ) pembongkaran fasilitas tambang pengolahan/pemurnian. 8 Mlkaaa Ises kaia ar ) easnkn npki ults i. 6 Melaksanakan Inspeksi gudang. npki 2 Melaksanakan Inspeksi pemboran. 9 Melaksanakan Inspeksi kelistrikan ) 1 ) Melaksanakan Inspeksi pen0 cegahan kebakaran. 1 ) Mempresentasikan dan mendis2 kusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. eeg 6 Melaksanakan Inspeksi ) pengamanan sisa B3 7 Melaksanakan Inspeksi kualitas ) tnh aa. b Menyiapkan peralatan inspeksi. 7 Melaksanakan Inspeksi bengkel. ) i Pasca Tambang 1 Melaksanakan pertemuan pra) ises.

) 2 Melaksanakan Pengujian . II PENGUJIAN I. Kejadian Berbahaya. 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . d memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. ) c Melakukan presentasi obyek bencana. inspeksi pada fasilitas permukaan. b . ) b Menyiapkan peralatan inspeksi. Melakukan Persiapan Inspeksi a menelaah data obyek bencana. inspeksi pada pembangkit tenaga listrik. Menganalisis dan melaporkan hasil 0 inspeksi pada kegiatan eksplorasi. 2 Melaksanakan pengujian kelayakan ) oeai prs. Pelaksanaan Inspeksi 1 Menganalisis dan melaporkan hasil . 6 Menganalisis dan melaporkan hasil . Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Kecelakaan Tambang. 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) 3 Menyiapkan lembar pengujian. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 537 . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. Pelaksanaan Pengujian. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. inspeksi pada pelabuhan. Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. pengujian kelayakan operasi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 . 1 . ) j Menganalisa penyebab kejadian. c . ) b Membuat sketsa lokasi kecelakan/ ) kejadian berbahaya/kasus lingkungan. 4 Melaksanakan pengujian standar ) kompetensi. 3 Melaksanakan pengujian kualitas ) lingkungan. 2 . 2 Menganalisis dan melaporkan hasil . MENGANALISIS DAN MELAPORKAN HASIL V PELAKSANAAN INSPEKSI a Menganalisis dan Melaporkan Hasil . Inspeksi Bencana 1 . 8 Menganalisis dan melaporkan hasil . 3 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) l Mempresentasikan dan mendisuksikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. 4 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) l Mempresentasikan dan mendiskusikan hasil inspeksi serta pendaftaran tindakan koreksi dalam Buku Tambang. pengujian kondisi tempat kerja. c . 5 Menganalisis dan melaporkan hasil . 1 Mengumpulkan dan menelaah data. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. ) i Melakukan pengujian peralatan. 1 Melakukan persiapan . 7 Menganalisis dan melaporkan hasil . inspeksi pada pasca tambang. g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan. c Memeriksa peralatan yang ) berhubungan. inspeksi pada pengolahan dan pemurnian. 9 Menganalisis dan melaporkan hasil . ) j Menganalisa penyebab kejadian. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. inspeksi pada kapal keruk. ) ) f mengidentifikasikan sebaran dampak. 1 Melaksanakan pengujian kondisi tempat ) kra ej. ) 2 Menyiapkan alat uji. k Menyimpulkan hasil inspeksi dan ) menyiapkan bahan tindakan koreksi. d Memeriksa sarana pengelolaan ) lingkungan e Menelaah prosedur operasi standar. ) Melaksanakan Inspeksi a Melaksanakan pertemuan pra-inspeksi. ) i Melakukan pengujian peralatan. inspeksi pada tambang permukaan. inspeksi pada tambang bawah tanah. Kasus Lingkungan Menganalisis dan Melaporkan Hasil Pelaksanaan Inspeksi Bencana. I. inspeksi pada tambang semprot. h Melakukan wawancara dengan saksi ) dan rekonstruksi. d Menganalisis dan Melaporkan Hasil . g Mengukur dan menelaah kualitas ) lingkungan.

Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian kualitas lingkungan. Menganalisis dan melaporkan hasil pengujian pengujian standar kompetensi.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . Laporan hasil inspeksi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan serta laporan hasil pemeriksaan kasus lingkungan pertambangan dituangkan ke dalam format isian a dan b sebagaimana trapr elmi. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 538 . 4 . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.

. • • • • • • Evaluasi Pelaksanaan RKL-RPL Kasus lingkungan Penilaian Kesiapan Eksploitasi Penilaian Penilaian dalam Rangka Pencairan Jaminan Reklamsi. berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang ditemui selama melakukan inspeksi serta saran.... B ......... berupa : . rekomendasi dan pertintah penting yang perlu didaftarkan dalam buku tambang..... LANGKAH TINDAK LANJUT YANG DIPERLUKAN 1 Surat Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang .. Nama Perusahaan: Lokasi : Pois : rpni Waktu Pelaksanaan Petugas : 1 ... berisikan uraian ringkas hal-hal penting yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 539 . (KAPIT) kepada Direksi Perusahaan : • Perlu disampaikan • Tidak perlu..... NP I 2 Hasil Inspeksi .... PENDAFTARAN DALAM BUKU TAMBANG (Berisikan pokok-pokok temuan... ............ . (Berisi uraian singkat tentang kegiatan yang sedang dan telah dilakukan oleh perusahaan baik dari aspek teknik/desain tambang......... Kepala Teknik Tambang (KTT) b r u g ie e t f efns fki.. pengelolaan dan pemantauan lingkungan)... serta peraturan perundang-undangan yang diacu dalam menetapkan rekomendasi maupun perintah kepada perusahaan). 3 Tindak Lanjut Hasil Temuan Lapangan. saran.Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian a : RINGKASAN LAPORAN INSPEKSI PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN (Berisikan tentang uraian singkat hasil inspeksi yang segera disusun dan disampaikan kepada Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang.. 2 ........... Surat Direktur/ Pimpinan/Kepala Inspektur Tambang kepada Direksi Perushaan perihal tindak lanjut hasil inspeksi untuk supaya diperhatikan dan dilaksanakan serta dipantau..... dilengkapi dengan tanggal dan nomor pendaftaran. A ... 2 Hal lain yang perlu dilakukan : .. • Tidak ada • Aa yiu:. NP I . ekonomis/ produksi... Penutupan Tambang .. d....... Pelaksana Inspeksi Tambang : PELAKSANAAN INSPEKSI 1 Tujuan Inspeksi ... at .. C . rekomendasi dan perintah yang telah diberikan /didaftarkan dalam buku tambang oleh inspektur Tambang/Pelaksana Inspeksi Tambang).......

........................... ..Lampiran IX Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Format isian b : LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Nama Pemegang KP/KK/PKP2B Nomor Kode Wilayah (KW) Lokasi Kejadian Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Pois rpni Tanggal terjadinya kasus Sumber kasus Tanggal pemeriksaan Kasus Nama KTT/Penanggung Jawab Lapangan 1 ..................... PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : (Lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.................. ............... termasuk foto-foto kegiatan pemeriksaan dan data hasil analisis lb..................... ............................. .......................................................................... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 540 ............................. I......................... 2 .. ........................ ......... HASIL PEMERIKSAAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas hasil pemeriksaan kasus/kebenaran tentang terjadinya kasus) ..................... 3 ........................... ......................................................................... TINDAKAN KOREKSI : (Pendaftaran buku Tambang oleh PIT) ............................................ : : : : : : : : : 8 ............ ..... ............. PELAKSANA INSPEKSI TAMBANG KASUS YANG TERJADI : (Jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ... 6 ................................................ RESIKO KASUS/AKIBAT KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas resiko dan/atau k s s) au ........ FAKTOR PENYEBAB KASUS : (Jelaskan secara singkat dan jelas........................ NP ........................................... faktor penyebab kss au) ...... 4 .... PEMERIKSAAN LAPANGAN : (Jelaskan secara singkat dan jelas kegiatan pemeriksaan lapangan yang dilakukan PIT) ....................................... a) ........ .............................. ........................... ............................................................ 7 ...... 5 .... TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN : (Uraikan secara singkat dan jelas upaya penanggulangan dan pencegahan yang akan dilakukan oleh perusahaan/sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan)..........................................................................

I LATAR BELAKANG 2 . 2 Kontraktor Pelaksana (Pemboran. . eitn Rentan akan manipulasi data. kpoai 6 Terhindarnya praktek manipulasi data. misalnya kerusakan lingkungan akibat kemungkinan pengusaha tidak mampu mengembalikan/ penataan lingkungan. penerapan sangsi dan tegas. oeai aa kpoai 4 Mengetahui kelaziman/logika hasil. . saham untuk kegiatan eksplorasi. baik dari segi geologi. Konsekwensinya swasta yang menanggung beban resiko kegagalan usaha sejak dari awal kegiatan. bisa dipenuhi. Beberapa alasan diperlukannya pengawasan eksplorasi adalah : 1 Data eksplorasi yang salah tidak saja akan . 3 . 3 Agar pelaksanaan kegiatan eksplorasi bisa . sehingga swasta lebih mempunyai kesempatan untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk dapat memanfaatkan informasi atas kekayaan negara tersebut untuk berbagai kepentingan yang menguntungkan swasta. disusunnya standarisasi berbagai kegiatan berkaitan dengan eksplorasi. Dengan pertimbangan itulah maka diperlukan sekali pengawasan eksplorasi yang profesional. penyebarankualitas & cadangan mineral. berakibat merugikan pemegang KP/KK/PKP2B. Data hasil eksplorasi sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana dari pihak ketiga Bertujuan untuk sekaligus mengarahkan kgaa. baik melalui kerjasama. Seperti telah digariskan dalam Peraturan Perundangan yang berlaku eksplorasi merupakan salah satu tahapan kegiatan usaha pertambangan yang menjadi kewajiban perusahaan swasta/BUMN untuk melaksanakannya. . I I . braa lna. . peraturan yang mendukung. eksplorasi. . Tendensi/kecenderungan untuk memindahkan hak pengusaha KP/KK/PKP2B akhir-akhir ini. tetapi juga pemerintah dan masyarakat. 2 . menyempurnakan/pemberdayaan sistem/struktur pengawasan yang ada.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA . II TUJUAN PENGAWASAN EKSPLORASI I. Namaun di sisi lain data kekayaan sumberdaya mineral kita lebih banyakdiketahui oleh swasta daripada oleh pemerintah sendiri. atau masyarakat yang bersedia memberi DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pihak-pihak yang diawasi 1 Pemegang KP/KK/PKP2B . tatacara-tahapan eksplorasi. 5 Mengetahui kebenaran adanya kegiatan . 6 Mencegah penggunaan data eksplorasi yang . pengukuran. bersahabat sehingga kepentingan swasta yang telah mengeluarkan dana dan menanggung resiko serta pemerintah yang mendapat kuasa oleh rakyat untuk mengatur pengusahaan sumberdaya mineral demi kemakmuran rakyat. perkembangan kegiatan eksplorasi. I.dl efsk l) 3 Konsultan/perusahaan jasa laboraturium. 4 Tenaga ahli . Konsekwensinya pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin memantau pelaksanaan eksplorasi yang dilakukan oleh swasta. 5 . dibandingkan tingkat/status KP/KK/PKP2B 541 . dpst eoi. peningkatan profesionalisme dan pemanfaatan SDM. 2 Mencegah adanya manipulasi data/pemanfaatan . MANFAAT PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Mengetahui dan mengikuti/mengontrol . tidak benar untuk perencanaan penambangan. Kebenaran ada/tidak kegiatan Tingkat kegiatan eksplorasi. 3 Mengetahui kelaziman pengolahan/interpretasi/ . Dengan demikian beban pendanaan dan resiko untuk usaha tambang ini telah dibebankan oleh pemerintah kepada swasta. 4 . data hasil eksplorasi yang tidak benar. RUANG LINGKUP PENGAWASAN EKSPLORASI V 1 . 1 Menjamin kebenaran data/informasi hasil . Tidak termanfatkannya/ terjadi pemborosan pengusahan sumberdaya mineral. bila perusahaan tersebut bermaksud mengeksploitasi/menambang bahan galian di Indonesia. goii. ejln acr 4 Pemerintah mendapatkan semua data eksplorasi. krls dt eslrs. 5 Mempercepat upaya mengetahui kondisi . 2 Mengetahui kelaziman/kelayakan metode. Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdaya guna antara lain. penjualan saham dsb. eslrs.

c Hasil (peta. 542 . lapangan. e Penetuan daerah anomali . analisa contoh sampai pada perhitungan cadangan dan pelaporan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan. 3 Ctastlt . kerapatan data dsb). yang perlu diperhatikan dan diawasi aaa : dlh a Metode apa sesuai dengan tipe dan jenis . d Penelaahan/evaluasi laporan . b Korelasi data sekitarnya .lnai . Metode eksplorasi yang diterapkan Lokasi dan luas wilayah yang dieksplorasi. d Interval kontor . kpoai V . b Lokasi/jalur/kerapatan titik pengamat.dl. f Penyelidikan Geokimia Metode/jenis geokimia apakah sesuai dengan tipe endapan yang dieksplorasi. e Kemungkinan pembesaran . Untuk pengawasan kegiatan dan hasil pemetaan topografi.idks mnrlss. geofisika. VI. pemetaan geologi. . Korelasi/interprestasi dan pengolahan data 1 eslrs. a Cara pengambilan contoh. anomalinya. 6 . Jenis kegiatan yang dilakukan. CARA PENGAWASAN EKSPLORASI 1 Administratif/Tak langsung . Teknis/langsung a Pengecekan lapangan . . cebakan mineral yang dieksplorasi. 5 .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 . h Kelayakan nilai kadar geokimia. dan interprestasi . b Kordinat data . 2 Pemetaan Topografi . c Peta geokimia. perhitungan cadangan. c Due deligance . d Kelayakan lokasi contoh. . sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. klarifikasi cadangan. h Indeks peta . f g Batas KP/KK/PKP2B . b Dibuat juklak/juknis . . f g Kemungkinan kontaminasi. 7 . 8 . d Pengaruh terhadap penyebaran dan kualitas . 1 . sampling. . geokimia. c Detail data pendukung . e Pelaksana . pembesaran atau hasil lapangan b Skala peta . . pemboran. ir aei a Jenis penginderaan jarak jauh yang . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 5 . c Bentuk/kehalusan kontur topografi. 1 Pematokan Batas KP . apa sesuai dengan KP/KK/ . 6 . kegiatan eksplorasi (analisa. . Petageologi lokal-detail ada/tidak. PKP2B d Peralatan yang digunakan. 4 . mengingat manipulasi dapat dilakukan pada setiap titik kegiatan. penampang) . c Pembakuan/pemberlakuan standar berbagai . d Interprestasi dan penentuan anomali . Geodetik e Laporan hasil pematokan . . b Peta lokasi contoh apa ada. digunakan b Hard copy data penginderaan jarak jauh. PROSEDUR DAN TATA CARA PENGAWASAN EKSPLORASI MINERAL DAN BATUBARA Pengawasan eksplorasi sebaiknya dilakukan pada setiap kegiatan eksplorasi. iooi niai ieaiai l) d Cakupan data dan batas KP/KK/PKP2B . b Berita acara yang diketahui oleh Dinas . 2 . ai nepets pt tutr ies. ltlg. mulai dari pematokan batas izin usaha pertambangan. pemetakan topografi. 9 . Kebenaran menyampaikan laporan sesuai 0 dengan kegiatan dan hasil yang diperoleh . Kuantitas dan tingkat kerapatan Lokasi masing-masing kegiatan Peralatan yang digunakan Tenaga ahli/SDM/Konsultan yang melakukan pengamanan data hasil eksplorasi. pemboran. . . c Hslitrrsai(easrku. . . Pertambangan dan pihak yang terkait c Peta batas. Korelasi nilai unsur yang dianalisa. Skiski f as-as g Lokasi patok apa betul dipasang di . Pemetaan Geologi Untuk kegiatan geologi perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a Peta geologi dicek apakah hasil . . khususnya GPS . 1 . Penyelidikan Geofisika Dalam penyelidikan geokimia untuk eksplorasi mineral. Lokasi/plotting jenis kegiatan eksplorasi. deposit e Kelaziman peta geologi . a Prosedur pelaksanaan pematokan apa . 4 . a Diatur/dibuat peraturan perundangan . e Penyelenggaraan presentasi . hal-hal yang perlu diawasi antara li : an a Skala peta dibandingkan dengan situasi.

1 . e Kode/tanggal/tahun sertifikat. e . perlu daaiatr li : iws naa an a Kaiiai . rencana kegiatan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 543 . 1 Beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi laporan kegiatan eksplorasi antara li : an a Jenis periode laporan . duplikat contoh). 1 . c Logika kadar mineralisasi dan nila . dcr. expenditure c Prosentase biaya untuk keperluan . khususnya emas perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Urutan tahapan kegiatan tiap metode/jenis . dengan jangka waktu KP/KK/PKP2B. lrfks b Data Pendukung . Pengawasan Eksplorasi Emas Primer : 2 Untuk pengawasan eksplorasi endapan primer. antara lain mencakup : a Metode sesuai dengan jenis contoh. d . Pola spasi. eeto ii. Kemajuan kegiatan eksplorasi f g Pelaksana Kegiatan . iai . . iaa ai nls. f g Dtcinlmt . e Kesesuaian kegiatan dengan hasil. eitn e Apakah sesuai dengan bahan galian yang . terowongan. Evaluasi Laporan Kegiatan. cadangan . sertifikat. g Pemboran (recovery. h Ksrnhslaaia . Kelengkapan pengiriman semua hasil i eslrs kpoai . . mencakup antara lain : a Sesuai tidak dengan kegiatan yang . eksplorasi yang dipakai. preparasi contoh. . dilakukan b Bandingkan dengan ketantuan minimum . b Krls hslaaiata usr .Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e . • Kerapatan/jumlah ˆ Macam ˆ Kelaziman korelasi/penyearan ˆ Metode/cara penghitungan ˆ Kelaziman kadar ˆ Peta dasar untuk menghitung cadangan Investasi yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi : Pengawasan investasi perlu dilakukan berkaitan dengan keperluan perhitungan biaya minimum. Perhitungan Cadangan Untuk perhitungan sumber dan cadangan. Evaluasi Rencana Kerja 0 Evaluasi rencana kerja perlu dilakukan untuk keperluan pembinaan dan pemantauan perkembangan kegiatan. b Lokasi kegiatan yang konkrit . eksplorasi terdahulu d Apakah sudah memperhatikan tahapan . oeai ai nls ip nu. dea. preparasi . Pengirim contoh. f Kebenaran metode eksplorasi yang dpki iaa. Apakah telihat kemajuan. analisa. kgaa. d Sriia aaia . 9 . Recovery pemboran Penentuan ketebalan pay gravel Preparasi dan penentuan kadar. ketentuan yang berlaku. hal-hal yang diawasi/ diperhatikan antara lain : a Apakah rencana kegiatan sudah sesuai . Bandingkan dengan luas KP/KK/PKP2B. l m Hasil trenching. . c Apakah sudah mempertimbangkan hasil . j Apakah lokasi kegiatan berdasar. e Spasi data termasuk sampling. geokimia. Metode analisa & Laboratorium yang f dpki iaa. . f 7 . contoh. c Laboratorium pelaksana . arh . duplikat contoh). c . kegiatan eksplorasi b Kelengkapan dan kebenaran metode . Kawasan eksplorasi endapan sekunder 3 a . Korelasi unsur pengikut j k Korelasi model endapan dengan geologi . Analisa Contoh Hasil analisa contoh sangat penting untuk diawasi. . . cara dan peralatan pemboran. c Lampiran hasil seluruh kegiatan (peta. . f g Cek lampiran peta kemajuan eksplorasi/ . 1 . lapangan/eksplorasi h . sampling. . Pemboran (recovery. . sampling. costaining. 1 . . h Metode perhitungan sumberdaya dan . Detail geologi & mineralisasi. . . Pelaksana Peralatan yang digunakan 8 . . i . b . b Apakah laporan dirapel/tidak. Cek batas KP/KK/PKP2B. d Penafsiran bentuk endapan. penampang dsb) d Format laporan apa sesuai dengan . etfkt nls.

. Kebenaran peta topografi. Regional . b Cek korelasi singkapan dan bor. dan cadangan. h Cek semua hasil kegiatan . i . . d Metode. Konfirmasi ke kanwil/Pemda j Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pengawasan eksplorasi Pasir Urug Lepas 5 Pantai Untuk pengawasan eksplorasi endapan pasir laut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a Hasil analisa ayak. . h Cek peta batimetri . j Metode perhitungan sumberdaya dan cadangan. . mineral dan kimia. b Logika penyebaran . d Data pendukung perhitungan sumberdaya . e penampang hasil pemboran . . h . c Banding data bor & geofisik . Cara perhitungan cadangan i . Pelaksana dan waktu f g Lintasan kapal . Pengawasan eksploitasi Batubara 4 Secara garis besar untuk mengawasan eksplorasi batubara. . f g Korelasi dengan data Geol. Spasi data pendukung i . j 1 . Kelengkapan pengiriman semua hasil eslrs kpoai Uji Bulk sampling Korelasi geologi 1 . perlu diperhatikan antara lain : a Logika lokasi singkapan & bor. Cek penarikan outcrup.Lampiran X Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 g . c Logika nilai parameter kualitas. . e Cek metode perhitungan sumberdaya dan . . . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 544 . lokasi & spasi pemboran .

Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENGAWASAN KONSERVASI BAHAN PERTAMBANGAN UMUM GALIAN . I I . 4 Peningkatan nilai tambah bahan galian. 2 Penetapan dan penerapan striping ratio dan atau . Menteri adalah Menteri Energi & Sumberdaya Mineral II TUJUAN I. penambangan. biasanya dinyatakan dalam persen. menurut genesanya terjadi secara bersama-sama dengan mineral utama. ctofgae u f rd. eaa us Sumberdaya adalah endapan bahan galian yang telah dieksplorasi sehingga dapat diketahui dimensi dan kualitasnya. biasanya dinyatakan dalam persen. Produk sampingan (by product) adalah produksi pertambangan selain produksi utama pertambangan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan dari produksi utama pertambangan. serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian. Recovery pengolahan/pemurnian adalah perbandingan antara kualitas dan kualitas produksi pengolahan/pemurnian (output) dengan kuantitas dan kualitas produksi tambang yang masuk dalam proses pengolahan/pemurnian (in-put). Pemerintah/Pemerintah Daerah adalah pemerintah dan atau Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. efektif dan efisien agar diperoleh manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara luas. kecuali bahan galian minyak dan gas bumi. I UMUM Pengawasan konservasi bahan galian berlaku untuk setiap usaha pertambangan atas semua bahan galian golongan. yang setelah dievaluasi secara teknis. Sisa cadangan adalah cadangan bahan galian yang tertinggal pada saat penambangan diakhiri. ekonomis dan lingkungan dinyatakan sebagai layak untuk ditambang secara menguntungkan. Recovery pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. bijaksana. Cadangan adalah sumberdaya dengan derajat keyakinan tertinggi. kadang-kadang merupakan sumberdaya tergantung pada kondisi nilai atau harga komoditi produksi pertambangan atau teknik yang tersedia. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian. Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara tonase cadangan bahan galian dengan volume material lain (sumberdaya dan atau waste) yang harus digali dan dipindahkan untuk dapat menambang cadangan tersebut. dengan derajat keyakinan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku. I. benar. ISTILAH Dalam pedoman ini yang dimaksud : Konservasi bahan galian adalah upaya pengelolaan bahan galian untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi kepentingan rakyat scr la. 3 Penetapan dan peningkatan recovery . Recovery Penambangan adalah perbandingan antara jumlah produksi tambang dengan jumlah cadangan layak tambang yang tersedia. Pengawasan konservasi bahan galian bertujuan mengusahakan terwujudnya pengelolaan bahan galian secara baik. . sehingga kadang-kadang dapat merupakan cadangan . Cut off grade (CoG) adalah kadar terendah suatu bagian terkecil dari blok cadangan penambangan yang apabila ditambang masih bernilai ekonomis. Recovery Pengangkutan adalah perbandingan antara jumlah bahan galian yang harus diangkut dengan jumlah bahan galian hasil pengangkutan. RUANG V LINGKUP Ruang lingkup pengawasan konservasi bahan galian mlpt : eiui 1 Penetapan sumberdaya dan cadangan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 545 . Bahan galian kadar/nilai marginal adalah bahan galian yang mempunyai kadar/nilai di sekitar batas keekonomian/keteknisan. 25 Tahun 2000. Mineral ikutan adalah mineral selain mineral utama yang diusahakan.

1 . tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan cadangan untuk masing-masing blok penambangan serta mencatat hasilnya. pengawasan serta semua laporan yang b mempelajari laporan tim pengawasan yang . Pemerintah/ Pemerintah Daerah wajib melakukan hal-hal sebagai brkt: eiu 1 Melakukan pembinaan. dan kadar/nilai rendah. 4 Memberikan sanksi-sanksi kepada perusahaan . 6 Mengupayakan pemanfaatan mineral ikutan . 9 Melakukan pengecekan kadar tailing dan .Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 5 Penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal . seluruh kegiatan pertambangannya. dan pengawasan aspek konservasi kepada pemegang izin usaha pertambangan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Dalam pelaksanaan Pengawasan Konservasi Bahan Galian. cadangan secara teliti dan benar sesuai dengan standar yang berlaku. an 7 Penanganan sisa cadangan dan sumberdaya . sesuai dengan kewenangannya. yang ada sehingga menjadi produk sampingan. 8 Melakukan pengolahan/pemurnian yang efektif . cadangan pada masa pengakhiran tambang. Menyediakan semua data yang diperlukan oleh 4 petugas pengawas konservasi bahan galian dari Pemerintah/Pemerintah Daerah. b Memberitahukan kepada manajer lapangan . 3 Mengupayakan agar semaksimal mungkin . lengkap dan baik. setiap 6 (enam) bulan. evaluasi . pasca tambang. mempelajari segala kemungkinan pemanfaatan dan atau pengolahan kembali tailing untuk mening-katkan recovery. c Mengadakan diskusi yang mendalam . 9 Penggunaan produksi bahan galian. 1 . sumberdaya yang tersedia dapat ditingkatkan menjadi cadangan. perusahan pertambangan wajib : 1 Menjadikan studi kelayakan sebagai acuan bagi . li. KEWENANGAN I PEMERINTAH DAERAH Dalam hal penerapan konservasi bahan galian. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain yang ada agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan.scr trui aa ui eaa eeith eaa etls dan komprehensif. Apabila perusahaan menghendaki adanya 1 perubahan atas CoG/SR. PENGAWASAN 1 Tahapan persiapan . Melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan 2 nilai tambah bahan galian. 1 . pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian serta target produksi dari rencana seperti yang tertuang dalam studi kelayakan. 8 Pengecekan tailing dan penanganan tailing . maka wajib melakukan konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah/ Pemerintah Daerah. 2 Melakukan dokumentasi sumberdaya dan . Mengupayakan penggunaan/memanfaatkan 3 produksi bahan galian secara tepat guna. perlu diselesaikan dengan perusahaan yang akan diawasi. 3 Melaporkan segala hasil evaluasi dan . yang tersedia 5 Melakukan pengelolaan dan atau pemanfaatan . recovery penambangan. Melakukan penanganan tailing yang 0 kemungkian masih dpat diolah kembali di masa mendatang. 6 Penanganan mineral ikutan dan bahan galian . 1 . 7 Menyampaikan data lengkap mengenai sisa . V I PROSEDUR I. pengawasan aspek konservasi seperti dimaksud dlmbtr1kpd Pmrna. yang baik terhadap bahan galian kadar/nilai marjinal. KEWAJIBAN PERUSAHAN DAN TAH/PEMERINTAH DAERAH PEMERIN- 1 . bimbingan. terdahulu c Mengadakan inventarisasi masalah yang . tambang yang melalaikan ketentuan/peraturan perundangan yang berlaku. mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas serta menghitung kembali pengaruhnya terhadap stripping ratio apabila ditemukan hal-hal yang menyimpang dari kriteria penghitungan cadangan dilokasi/blok cadangan. cadangan bahan galian secara rinci. 1 . . a di Kantor Perusahaan . sehingga mendapatkan recovery maksimal. Hal 4 tidak ada 546 . 2 Melakukan penetapan sumberdaya dan . 2 Tahapan pelaksanaan di lapangan . V . V . 4 Mengusahakan menambang seluruh cadangan . Melaporkan kegiatan penerapan konservasi 5 bahan galian kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah setiap 3 (tiga) bulan. a mempelajari data sebagai bahan .

kadar/nilai rendah dan bahan galian li. : Pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. dengan cara membandingkan jumlah produksi yang tergali dengan cadangan yang tersedia untuk blok penambangan tertentu dalam periode waktu tertentu serta apakah seluruh cadangan (dalam bo)tlhdgl. penambangan. pengangkutan dan pengolahan/ pemurnian adalah sebagai berikut : a Obyek . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. b Ttcr . an 5 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . a a a a : a Recovery Penambangan : . sistem penambangan yang ditetapkan telah mempertimbangkan recovery penambangan yang optimal ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. kadar/nilai rendah sehingga apabila sewaktu-waktu kondisi teknis dan ekonomis memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi cadangan untuk selanjutnya ditambang. kadar/nilai rendah dan bahan galian lain. lk ea iai b Recovery pengolahan : . dengan cara membandingkan jumlah produksi yang terangkut dengan produksi bahan galian yang tergali dalam periode waktu tertentu. Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini t lah sesuai e rencana semula. 547 . b Ttcr . b Mengamati apakah telah . a a a a : a Mengevaluasi apakah . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL kadar/nilai rendah dan bahan galian lain adalah sebagai berikut : a Obyek . pengelolaan/penanganan bahan galian kadar/ nilai marjinal dan kadar/nilai rendah adalah sebagai berikut : a Obyek . a a a a : a Mengamati apakah telah . b Mengadakan diskusi . Mengamati dan mengevaluasi apakah recovery yang dicapai dalam kegiatan ini telah sesuai rencana semula.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Pelaksanaan pengawasan terhadap penetapan . penanganan bahan galian kadar/nilai marjinal. dilakukan pengelolaan/ penanganan ataupun pemanfaatan atas bahan galian lain sehingga meningkatkan nilai tambah dari kegiatan pertambangan. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan penetapan sistem pertambangan untuk masing-masing blok penambangan serta menctthsldsuiy. c Mengadakan diskusi ang . : Recovery b Ttcr . aa ai iksna 3 Pelaksanaan pengawasan terhadap recovery . 4 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . dilakukan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. a a a a : a Mengamati apakah telah . : Pengelolaan/penanganan cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. mendalam mengenai pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas bahan galian kadar/nilai marjinal. sistem penambangan adalah sebagai berikut : a Obyek : Penetapan Sistem Pertambangan b Ttcr .

ˆ Sarjana teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/Metalurgi ˆ Sarjana muda teknik atau pendidikan sederajat jurusan Geologi/Tambang/ Metalurgi ˆ Sekolah kejuruan teknik jurusan Geologi/ Tambang/Metalurgi 3 Persyaratan Khusus . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan pengelolaan/penanganan aa tiig ts aln.Lampiran XI Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b Mengadakan diskusi . sehingga apabila ditemukan tailing yang masih berkadar cukup tinggi dapat dilakukan upaya penangkapan mineral kembali atau menimbunnya disuatu tempat terpisah. 6 Pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan/ . dilakukan peningkatan nilai tambah terhadap produksi pertambangan. ˆ Pegawai Negeri Sipil ˆ Sehat jasmani dan rohani ´ Berpendidikan 2 Pendidikan Umum . ˆ Setiap petugas pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi tingkat dasar. antara lain dengan cara melakukan pencucian dan crushing pada pertambangan batubara. agar apabila kondisi teknis dn ekonomis memungkinkan dapat diolah kembali. yang mendalam tentang pertimbangan-pertimbangan pengelolaan/ penanganan atas cadangan bahan galian dan sumberdaya pasca tambang. K U A L I F I K A S I X KONSERVASI PETUGAS PENGAWAS 1 Persyaratan Umum . yang mendalam mengenai pertimbanganpertimbangan peningkatan nilai tambah. 7 Pelaksanaan pengawasan terhadap upaya . b . blending/mixing untuk menambah input pengolahan dan lain sebagainya agar kuantitas dan juga kualitas produksi pertambangan dapat meningkat sehingga diperoleh manfaat yang optimal. antara lain mendata secara teratur dan periodik berbagai kadar dari pembuangan tailing. ˆ Ketua tim pengawas konservasi bahan galian wajib lulus dalam kursus pengawas konservasi bahan galian tingkat lanjutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Obyek Ttcr aaaa : Pengelolaan/penanganan tiig aln : a Mengamati apakah telah . b . Obyek Ttcr aaaa : Peningkatan nilai tambah : a Mengamati apakah telah . penanganan taling adalah sebagai berikut : a . peningkatan nilai ambah adalah sebagai brkt: eiu a . b Mengadakan diskusi . Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 548 . b Mengadakan diskusi . I. dilakukan pengelolan/ penanganan atas tailing.

dan apabila dianggap perlu dapat melakukan sendiri pengecekan. c Petunjuk bagi pengusaha dibidang pertam. pejabat pengawas . PRODUKSI MAKSUD Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Produksi Pertambangan Umum ini dimaksudkan sebagai : a Acuan bagi Gubernur/Bupati/Walikota atau . data yang tersedia untuk mendapatkan gambaran proses produksi serta merencanakan langkah kegiatan pengawasan. pelaksanan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tersebut. Pengawasan secara administratif maupun teknis dapat dilakukan di kantor dan/atau dilapangan. I UMUM PELAKSANAAN PENGAWASAN 4 . maka pejabat yang bersangkutan dapat meminta bantuan kepada pihak ketiga. sampling. Dalam melaksanakan tugas pengawasan di lapangan. dilakukan sesuai dengan ketentuan yang brau elk. 2 Dalam melakukan pengawasan . Ruang lingkup pedoman pelaksanan pengawasan produksi pertambangan umum meliputi : a Tugas dan wewenang pejabat pengawas . pengujian-pengujian dnli-an tdkdptdlkknsnii a anli.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN . pejabat pengawas produksi harus : a Menyiapkan surat tugas dan . RUANG LINGKUP 5 . 3 Dalam hal tertentu apabila dalam . Pelaksanaan pengawasan dilakukan pada kegiatan usaha I I . Pejabat pengawas produksi bertugas melaksanakan pengawasan produksi pertambangan umum baik secara administratif maupun teknis. pengujianpengujian. pemberitahuan kepada unit yang akan dikunjungi mengenai maksud dan tanggal kedatangan b Mengumpulkan dan mempelajari seluruh . d Kewajiban pengusaha usaha pertambangan . 3 . 4 Penunjukan pihak ketiga untuk membantu . B Kewenangan lainnya . 1 Apabila dianggap perlu. I. produksi setiap saat berwenang melakukan pengawasan tentang kebenaran atas produksi pertambangan umum di lapangan. c Sistematika dan objek pengawasan produksi . pengawas produksi yang ditunjuk berdasarkan keputusan Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota. pengawasan produksi bagi instansi-instansi terkait dalam pengawasan produksi pertambangan umum. Pejabat pengawas produksi adalah Pegawai Negeri Sipil a Di lingkungan Pemerintah yang . sampling. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. b Standarisasi pelaporan dan bentuk laporan . pejabat pengawas yang ditunjuk dalam melaksanakan pengawasan produksi baik secara administrasi maupun teknis. . pejabat pengawas produksi dilengkapi dengan surat tugas yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang. PENGAWAS PRODUKSI 1 . bangan umum dalam melakukan pencatatan dan pelaporan produksi. Pejabat pengawas produksi berwenang untuk memeriksa semua data produksi baik berdasarkan laporan maupun data di perusahaan dan atau di instansi lain yang terkait. PEJABAT A Pejabat Pengawas dan Tugasnya . umum II T U G A S D A N W E W E N A N G I. 2 . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 549 . diangkat oleh Menteri b Di lingkungan Pemerintah Daerah yang . pengukuran. analisis ataupun perhitunganperhitungan di lapangan. . ia aa iaua edr oleh pejabat pengawas produksi. TATA CARA V PELAKSANAAN PENGAWASAN PRODUKSI DI LAPANGAN 1 Sebelum melakukan pengawasan di lapangan. produksi b Tata cara pengawasan produksi di lapangan. pelaksanaan pengawasan seperti pengukuran. diangkat oleh Gubernur/Bupati/ Walikota c Pihak ketiga sebagai pelaksana .

Dokumen kontrak jual beli 2 Dokumen-dokumen pengangkutan ) Darat/Udara . 3 . pemeriksaan dilakukan secara berjenjang secara berjenjang atau bertahap sesuai urutan logika penyusunan laporan produksi oleh perusahaan. Selesai melakukan pengawasan.Pencatatan recovery. c Kegiatan Penimbunan . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Pengawasan Secara Administratif 1 Inventarisasi rencana produksi. b Pemeriksaan secara administratif . oleh Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penetapan konsekwensi hukum sehubungan dengan halhal yang terkait dengan pengawasan produksi.Pencatatan pemakaian/pengoperasian peralatan berat untuk produksi.Pencatatan jumlah dan kualitas produksi tambang (Run of mine) . pejabat pengawas produksi wajib : a Memberitahukan kepada Manager .Certificate of weight . Pemeriksaan dengan cara tanpa memperhatikan tahapan tersebut dalam angka (3) tersebut hanya dapat dilakukan dalam rangka uji petik untuk mencari adanya indikasi penyimpangan pelaporan. DAN OBJEK PENGAWASAN 2 . Perusahaan yang berada di lapangan (Kepala teknik).Dokumen delivery order.Pencatatan jumlah dan kualitas produk utama . d Temuan dan Pembahasan .Pencatatan jumlah dan kualitas umpan . c Melaksanakan Pemeriksaan . c Pemeriksaan secara teknis . 4 . hasil pengawasan kepada pejabat yang memberi tugas. b Menyelesaikan laporan tertulis hasil . d . d Melakukan rapat mengenai hasil . 3 Untuk pembuktian adanya kebenaran laporan . e Kesimpulan dan saran . Pada tahap pelaksanaan pengawasan.Criiaeo aayi etfct f nlss . Mempersiapkan peralatan-peralatan pendukung untuk pengambilan sampel. Produksi mengenai rencana pengawasan dengan menunjukkan surat tugas b Menyusun program pengawasan . pejabat pengawas produksi wajib : a Menyampaikan laporan singkat mengenai . pengangkutan dan lainnya 1 Dokumen-dokumen pengapalan ) . Menginventarisasi permasalahan yang perlu diselesaikan dengan pihak pengusaha.Pencatatan stock akhir d. produksi. pengawasan secara lengkap dalam waktu 12 (dua belas) hari terhitung sejak kembalinya dari tugas. bulanan maupun tahunan dari : a Kegiatan tambang . angka (1) tersebut.Dokumen invoice .Pencatatan jumlah dan kualitas produk sampingan .Pencatatan yang ditimbun dan dibongkar/diangkut . PELAKSANAAN 1 Pemeriksaan kebenaran atas produksi . PEMERIKSAAN V . SISTEMATIKA I PRODUKSI A .Jumlah barang yang diangkut. .Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang . Kegiatan pengapalan.Pencatatan jumlah over burden (tanah penutup) tergali .Pencatatan draft kapal . dan atau proses produksi. 2 Berita Acara Hasil Pemeriksaan tersebut dalam .Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c . pertambangan harus diakukan secar sistematis dan transparan dan hasil pemeriksaan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Pejabat Pengawas Produksi dan Penanggung Jawab Tertinggi. b Kegiatan Pencucian/Pengolahan/ .Pencatatan stock awal . laporan produksi baik harian. Kerangka acuan laporan pengawasan adalah sebagai berikut : a Pendahuluan . data/ . .Dokumen Bill of Loading . . mingguan.Criiaeo oii (etfkt etfct f rgn sriia asal barang) 550 . pemeriksaan dan menjelaskan/membahas hasil temuan-temuannya. Pemurnian . 4 . .Dokumen syahbandar . V . pengujian-pengujian dan lain-lainnya yang diperlukan.

recovery. . Evaluasi dan analisis terhadap data laporan sebagaimana tersebut dalam angka (1). disampaikan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum memulai keiatan penambangannya. harga penjualan dan lainli. recovery. losses. tanah pucuk. sebagaimana dimaksud dalam angka 1 tersebut. Objek pemeriksaan antara lain : rencana penggunaan. esbt b Jumlah dan kondisi bahan galian kadar . syahbandar. penggunaan tenaga kerja. dokumen. ongkos produksi. penggunaan bahan peledak. bill of loading. b Pemeriksan pemakaian sendiri . kemajuan penambangan. flux. berita acara serah terima brn. dan lain-lain. Li-an anli Objek pemeriksaan antara lain : penggunaan tenaga kerja. pengukuran draft kapal. egt cl i et oveyor. pembukaan lahan. pengukuran/perkiraan kuantitas dan kaia. by product dnli-an.iviednli-an aag noc a anli. lokasi peggunaan. . 551 . an USAHA VI K E W A J I B A N I. kepada Menteri/ Gubernur/Bupati/Walikota dimana izin Usaha Pertambangan dikeluarkan B Pencatatan Produksi . Pemeriksaan Pertambangan Objek pemeriksaan antara lain : rencana peambangan. material balance (feed. losses ketika pemuatan/pengangkutan inviednli-an oc a anli. PENGUSAHA PERTAMBANGAN A Rencana Produksi . delivery order. kontrak jual beli. efisiensi pengolahan/ pemurnian. pemberitahuan ekspor barang. certificate of analysis. tujuan penggunaan.Jumlah penggunaan . pos retribusi. efisien peralatan. sebagaimana dimaksud pada angka 1 tersebut. marjinal tergali dan ditimbun sementara untuk diproses apabila keadaan memungkinkan. losses ketika pemuatan/pengangkutan. sedang dan telah dilakukan penjualan 1) Penjualan dengan kapal/ tongkang Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. a Jumlah dan kualitas bahan galian yang . stripping ratio. 2 Perencanaan produksi penambangan . air. midling. Kegiatan lainnya/pemakaian snii: edr . 2) Penjualan langsung dengan tuk rc Objek pemeriksaan antara lain : rencana penjualan. Meliputi pemeriksaan yang akan. certificate of wih. . 1 Sebelum memulai kegiatan penambangan. dokumen kontrak jual beli. Tahap 1 : Pemeriksaan penjualan dan pemakaian sendiri a Pemeriksaan penjualan . pengusaha wajib melakukan perencanaan produksi penambangannya dalam 1 (satu) thn au.wih saedbl cn a anli) egt cl iel oveyor.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) . reagent. 1 Pengusaha wajib melakukan pencatatan : .criiaeo aay egt etfct f nlss wih saed bl cn i.dnli-an ults a anli. eiinpoe. penggunaan peralatan. diproduksi dan lokasi asal bahan galian treu.Tujuan penggunaan Tahap 3 : 2 . tanah penutup. run of mine.Kaia ults . pengukuran tonase. flow chart.Dokumen invoice. 3 . tailing. meliputi jumlah dan kualitas bahan galian yangakan diproduksi dan lokasi penambangannya.lse dnli-an fse rss oss a anli. ketersediaan front penambangan.Dokumen bukti terima barang. delivery order. penggunaan bahan bakar minyak. Peninjauan lapangan Tahap 4 : B Pengawasan Secara Teknis . Tahap 2 : Pemeriksaan penimbunan produksi siap ja ul DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Tahap 5 : Pemeriksaan pengolahan/pemurnian Ojkpmrkan atr li :rnaa be eeisa naa an ecn produksi. 3 Perencanaan produksi penambangan. produksi dihasilkan.

Kegiatan Penimbunan 1 . serta produk sampingan. sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dapat menggunakan perhitungan konversi dan volume bahan galian yang tergali. alat pengukur timbangan atau alat ukur berat lainnya yn tlhdtr. F Dokumen Penjualan Produksi . 2 Dokumen sebagaimana dimaksudkan . tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh pejabat pengawas produksi untuk kepentingan pemeriksaan.Lampiran XII Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Jumlah tanah penutup yang . Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Purnomo Yusgiantoro D . 3 Pencatatan produksi pencucian/ . 2 . 4 Pencatatan produksi sebagaimana . Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran apabila ditimbun dalam satu timbunan. d jumlah dan kualitas produksi . ditimbunan yang merupakan stock ahr ki. b jumlah dan kualitas produksi yang . 2 Setiap kegiatan sebagaimana dimaksud . produksi dan tailing. dikeluarkan dari tempat penimbunan dnaa dja. masuk ke tempat penimbunan. dimaksud dalam angka (1) tersebut wajib dijadikan sebagai dasar menghitung kembali atau mengkoreksi terhadap perhitungan dan/atau pencatatan jumlah dan kualitas produksi. a/tu iul c jumlah dan kualitas produksi yang . ag ea iea Penilaian kualitas bahan galian produksi penambangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan berdasarkan atas h asil suatu analisis laboratoriu . m 3 . 3 . dalam angka (1) tersebut. adanya pemasukan/pengeluaran produksi (Stock awal). C . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 552 . pengusaha wajib melakukan pencatatan produksi untuk setiap tahap proses pencucian/pengolahan/ pemurnian. dalam angka (1) tersebut. 4 . dokumen jual beli yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. wajib dipakai sebagai dasar laporan resmi kepda Menteri/ Gubernu/Bupati/Walikota sebagai laporan produksi. dipindahkan. 1 Pengusaha wajib menyimpan dengan baik . 2 Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana . dimaksud dalam angka (2) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan pencucian/ pengolahan/pemurnian. semua dokumen yang berkaitan penjualan produksi pertambangan. Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut dilakukan setiap hari kegiatan produksi Pengukuran jumlah bahan galian produksi penambangan. E . sebelum melakukan kegiatan pengolahan pengusaha wajib melakukan perencanaan kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan. 2 . Pertambangan Umum yang dalam proses produksinya melakukan kegiatan pencucian/pemurnian. Kegiatan Pengolahan/Pemurnian 1 Setiap kegiatan usaha dibidang . Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan kualitas produksi pada proses penimbunan. produksi utama dan tailing serta produk sampingan. Laporan Produksi 1 Jumlah kualitas produksi berdasarkan . Pencatatan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tersebut meliputi : a jumlah dan kualitas produksi sebelum . pengolahan/pemurnian sebagaimana dimaksud dalam angka (2) tersebut meliputi jumlah dan kualitas dari umpan.

daerah pembuangan ranjau. penyelidikan mineral dibagi menjadi 2 tahap. I PENDAHULUAN a Prjnn . iklim. e Peralatan yang digunakan dalam . ieakn b . memperoleh informasi tertentu mengenai keterdapatan atau keberadaan sumberdaya mnrl iea. dan lain sebagainya. vegetasi dan tataguna lahan. penggunaan metode eksplorasi dan prosedurnya serta perkiraan volume kgaa. hasil yang akan diperoleh. auae. arus regional. penyelidikan. jalur kabel dan pipa. 2 Daerah yang diselidiki dan luasnya ) (kegiatan dilakukan untuk seluruh daerah atau sebagian) agar dikemukakan dalam bagian ini. Bila merupakan perpanjangan ijin agar djlsa. 5 Dalam rencana eksplorasi hendaknya juga . . undangan yang berlaku. eksplorasi harus mengemukakan masalah yang bertalian dengan : a Tujuan penyelidikan atau perkiraan . 2 Setiap tahap mempunyai tujuan untuk . dan lain sebagainya. b Cara mencapai tujuan tersebut yaitu . lokasi wilayah perizinan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIa KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN PENYELIDIKAN UMUM DAN EKSPLORASI . yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi. eiia Agar dijelaskan megenai bentuk perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3 Rencana eksplorasi merupakan kegiatan . 3 Bila ada kemungkinan mengenai ) pelepasan daerah (relinguishment) agar dijelaskan pula. Kria) 2 Bila ada informasi (berdasarkan ) literatur) agar dikemukakan pula mengenai cara pencapaian daerah penyelidikan dan sarana perhubungan. yang diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan perkiraan hasilnya berdasarkan data atau informasi dasar yang ada. . Maksud dan tujuan 1 Agar dijelaskan mengenai tahap ) penyelidikan yang akan dilakukan dan jenis komoditas yang akan diselidiki termasuk bahan ikutannya. untuk mencapai tujuan tersebut. Informasi umum daerah penyelidikan 1 Bila ada informasi (berdasarkan ) acuan) agar dijelaskan mengenai keadaan daerah penyelidikan secara umum seperti penduduk. topografi. Kecamatan) maupun geografis (odnl. 1 Berdasarkan peraturan perundang. Luas. 4 Oleh karena itu secara umum rencana . 2 Untuk kegiatan penyelidikan ) kelautan perlu diinformasikan mengenai alur pelayaran. d . masa berlakunya dan tanggal persetujuan agar dikemukakan dengan rinci. I RENCANA KERJA A UMUM . Biaya yang diperlukan dalam f penyelidikan. hak guna lahan. c . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 553 . ISI RENCANA EKSPLORASI MINERAL . eitn c Tenaga dan keahlian yang diperlukan . B . Lokasi daerah penyelidikan 1 Agar dijelaskan mengenai lokasi ) daerah penyelidikan baik secara amnsrtf(rpni Kbptn diitai Pois. diketemukan data atau informasi dasar untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. 6 Scr grsbsrrnaaeslrs hrs . eaa ai ea ecn kpoai au memuat uraian seperti dibawah ini. d Waktu dan lamanya kegiatan.

tanah. geokimian endapan sungai. jenis. gaya berat. sungai. parit-uji. atau akan dilakukan pengukuran topografi atau lintasan dan lain sebagainya. side scan sonar. ) Pemetaan ˆ Agar diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. geomagnet. dan jumlah contoh). 2 Untuk kegiatan penyelidikan geofisika. sounding. Geokimia ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan diselidiki luasnya ˆ Jelaskan metode yang akan digunakan (geokimia endapan. pembuatan terowongan dan lain sebagainya. grab. KEGIATAN Jadwal Kegiatan 1 Agar dijelaskan jadwal rencana kegiatan ) penyelidikan mulai dari awal (persiapan). potensial diri. caranya seperti Bulk. tahanan jenis. well logging dan lian sebagainya).Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3 ) 4 ) 5 ) Agar dikemukakan pula mengenai treinapt-eadsrspri esday eapt aa eet topografi/batimetri. seismik. b . penyelidikan geokimia. ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana pemercontohan (float dan/atau singkapan. potensial diri. 3 Target kegiatan (luas daerah) juga harus ) dijelaskan untuk setiap metode yang digunakan. geofisika. penyelidikan geofisika. jelaskan sumber perolehan peta (peta sudah siap. dilampiri dengan peta rencana lokasi Contoh. dan penyusunan laporan. parit uji. 6 Skala peta yang digunakan. seismik. ˆ Penjelasan mengenai metoda geofisika yang dipakai (magnet/elektromagnet. ˆ Berdasarkan tahap penyelidikan agar dijelaskan mengenai rencana pemetaan berdasarkan litologi. side scan sonar dan lain sebagainya. RENCANA a . eglhn dan penafsiran data terdahulu seperti data penginderaan jauh. gravity core. 2 Oleh karena itu dalam rencana kerja agar ) dijelaskan mengenai metode yang akan digunakan. tanah dan batuan. polarisasi terimbas. kegiatan pengumpulan data (di lapangan). sounding. pembuatan sumur uji. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 554 . penginderaan jauh. Agar dibahas mengenai keadaan geologi dan keterdapatan jenis sumber daya mineral berdasarkan data dan informasi yang ada. 5 Bila telah direncanakan pembuatan sumur) ui prtuiaa pmoa aa djlsa j. Contoh seperti batuan atau pemineralan. pengolahan data. geologi dan lain sebagainya. hasil penafsiran citra penginderaan jauh atau pengukuran sendiri). Persiapan 1 Agar dikemukakan persiapan yang akan ) dlkknsprisuiltrtr pnoaa iaua eet td ieau. 4 ) Metode yang akan digunakan (geologi. Sebutkan skala petanya. 2 Jadwal kegiatan ini hendaknya disusun ) dalam bentuk tabel. geologi dan lain sebagainya. ) kegiatan lapangan dapat terdiri dari pemetaan geologi dan pemineralan. ubahan atau pemineralan atau tubuh bijih. distribusi dan jumlahnya). Geofisika ˆ Bila ada beberapa daerah yang akan dsldk scr tria aa djlsa ieiii eaa epsh gr ieakn mengenai daerah mana saja yang akan dsldk scr goiiadnlana ieiii eaa efsk a usy. gaya berat. geokimia dan lain sebagainya). apakah dengan penafsiran citra penginderaan jauh. geofisika seperti polarisasi terimbas. . chip atau channel . 2 . atau batuan) ˆ Uraikan mengenai rencana pola dan kerapatan pengambilan contoh (grid. sumur-uji. ) agar dijelaskan tingkat ketelitian alat (iairs) dklbai Kegiatan Lapangan 1 Tergantung pada tahap penyelidikannya. pemboran). spur and ridge dan lain sebagainya) ˆ Uraikan mengenai rencana jumlah contoh. rediometri. pemboran. ai-j tu ebrn gr ieakn mengenai desain eksplorasi (pola pemboran agar dijelaskan mengenai desain eksplorasi (pola kerapatan. Bila tersedia agar dikemukakan mengenai penyelidikan terdahulu yang pernah dilakukan di wilayah itu dan hasilnya secara ringkas (informasi geologi. c .

Bila ada suatu kegiatan yang dikontrakkan agar disebutkan kontraktor dan bidangnya. mineral berat dan besar btr ui. Agar dijelaskan jenis biaya atau pengeluaran serta perkiraan jumlahnya. sumur dan parit uji. LAPORAN TRIWULAN A UMUM . c Peta-peta rencana lokasi titik pengamatan . sumur-uji atau prtui ai-j. kesampaian daerah b Peta-peta dasar terakhir yang digunakan . data geokimia. sebagai dasar acuan eksplorasi. geofisika) serta lokasi Contoh (geokimia. dan jumlahnya. . panjang. d Analisis laboraturium . ˆ Perencanaan ini disususn terutama bila penyelidikan sudah mengarah ke evaluasi sumber daya mineral (terukur) atau studi kelayakan. ) Kolorimetri. 3 RENCANA TENAGA . 3 Jenis dan jumlah unsur yang akan ) daaii inlss 4 Renana penggunaan cek analisis. kegiatan apa saja yang dilakukan selama kurun waktu itu dan volume kegiatannya. sumur uji. kegiatan (SK dan lain sebagainya) e Daftar personil dan keahliannya . ˆ Agar dijelaskan mengenai pola dan kerapatan pemboran. (pemineralan). kedalaman. ˆ Jelaskan mengenai rencana pengambilan Contoh. Laporan Triwulan pada dasarnya menunjukkan kemajuan kegiatan selama 3 (ia bln tg) ua. jenis dan jumlahnya Penyelidikan masalah hidrogeologi. Pengolahan dan Penafsiran Data 1 Agar dijelaskan rencana pengolahan ) data seperti pemodelan geologi. 1 Agar dikemukakan di Laboratorium ) mana akan dilakukan analisis. data geofisika. b Penulisan daftar acuan hendaknya . 2 Bila rencana penyelidikan sudah ) meningkat ke arah estimasi sumber b . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 555 . format seperti di bawah ini. ulfks tu ehiny euaa yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi. lokasi) dan jumlah contoh. 6 LAMPIRAN : . 1. Fire Assay dan lain sebagainya) yang akan dilakukan. Jelaskan jenis peralatan yang akan digunakan serta jumlahnya. parit uji ˆ Agar dijelaskan mengenai rencana jenis pemboran (scout drilling. bila ) di laboratorium lain agar disebutkan. coring atau non coring). daya mineral. Pembuatan Shaft. dilampiri peta rencana titik pengamatan Rencana pengambilan Contoh untuk pnuua sftfsk egkrn ia ii. lokasi. ˆ Penjelasan mengenai rencana lokasi dan kedalaman ˆ Agar diuraikan mengenai pemercontohan (metode. 2 Rencana metode analisis (AAS. lingkungan dan aspek lain. jenis. Daftar peralatan dan jumlahnya f I I . KERJA DAN Pemboran. a Sebutkan acuan terpakai terutama yang . mengikuti pedoman atau tatacara yang umum berlaku. 2 Dalam Laporan Triwulan harus jelas terlihat . 5 DAFTAR ACUAN . geologi. ) mineragrafi. e . ICP. terowongan dan lain sebagainya ˆ Agar diuraikan mengenai cara pembuatan. c . 4 RENCANA BIAYA . Agar dilampirkan peta dasar dan surat (perijinan) diantaranya sebagai berikut : a Peta yang menunjukkan lokasi dan .pemboran. (sumur/pari uji. 3 Laporan Triwulan bebentuk tabel atau . Agar dikemukakan penyediaan tenaga kra kaiiaiaa kalanatrtm ej.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Agar diuraikan mengenai pola dan kerapatan dan jumlah titik pengamatan. eksplorasi atau untuk evaluasi. rencana cara pembuatannya. arah dan lain sebagainya. hendaknya dicantumkan pula perkiraan penggunaan metoda estimasi sumber daya dan cadangan sraktgrna et aeoiy. PERALATAN a . bertalian dengan hasil penyelidikan trauu edhl. d Surat-surat yang bertalian dengan perijinan . 5 Rencana analisis petrografi.

... Nama Instansi atau Badan Usaha ˆJnsprjnn ei eiia ˆ No.......... ˆ Pematokan batas ˆ Koordinat lokasi *****) ˆ Topografi ˆ Geologi *****) ˆ Bahan Galian *****) ˆ Batimetri *****) 6............ Geokimia *****) ˆ Endapan sungai ˆ Endapan dasar laut ˆ Tanah ˆ Batuan 7 Geofisika ****) .....Thn ..../au :..................................Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 4 Bila dalam triwulan bersangkutan dilakukan . Kuantitas satuan Lemb/luas (ha) Keterangan Lemb/luas (ha) Contoh (b) T () p b/ Lintasan (m) 556 ..... SK ˆ Tgl................. ................................ .......... B .. pengolahan data hendaknya dikemukakan cara dan hasil pengolahan datanya dalam lembar tambahan..... 5.......... Status/tahapan 3...... : Penyelidikan Umum/eksplorasi*) : Tiua ..... ......... .. Berlaku/lamanya ˆ Lokasi daerah penyelidikan ˆ Luas wilayah (ha/km2) 2... dan lain sebagainya...... kerapatan pengambilan Contoh.......... Laporan Jenis kegiatan 4 Studi inderaja ****) ... BENTUK DAN ISI LAPORAN 1............... ˆ Geofisika udara ˆ Magnet/elektromagnet ˆ Gaya berat ˆ Tahanan Jenis ˆ Plrss trma oaiai eibs ˆ Ptnildr oesa ii ˆ Seismik *****) ˆ Side scan sonar *****) ˆ Magnet laut *****) ˆ Sounding *****) ˆ Radiometri ˆ Well Logging DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL : : : : : .......... ˆ Foto udara *****) ˆ Foto satelit *****) ˆ SLAR/SAR 5 Pemetaan ****) ........................................ rwln ... Dalam kolom keterangan hendaknya dikemukakan hal-hal yang bertalian dengan metoda penyelidikan.

Tenaga kerja 6 1. tereka ⇒ Terunjuk ⇒ Terukur ˆ Cadangan ⇒ Tria ekr ⇒ Terbukti 1 . Shaft terowongan ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/Panjang ˆ PemerContohan 1 . Permasalahan 0 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL () b () m () b () b () m () b () b () m () b () b () b () b () b () b (ton/m3) (ton/m3) (rn) oag (/e) bst (tR) J p 557 . Contohh Ruah 5 ˆ Uji coba penambangan pengolahan pengangkutan**) ˆ Penyusunan laporan eksplorasi lengkap. studi kelayakan AMDAL**) 1 . Biaya 8 1 . Pemboran ****) ˆ Sistem ˆ Jumlah ˆ Jarak pemboran ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan () b () m () m () b 1 .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 8. Estimasi ˆ Sumber daya ⇒ Hipotelik. Sumur Uji ****) 0 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman ˆ PemerContohan 1 . Parit Uji ****) 1 ˆ Jumlah ˆ Kedalaman/panjang ˆ PamerContohan 12. K-3 Lingkungan 9 2 . Analisis Contoh****) 3 ˆ Kimia ˆ Jumlah Unsur ˆ Ptorf ergai ˆ Mineragrafi ˆ Mineral Berat ˆ Dl l 14. P r l t n 7 eaaa 1 . Hidro-oseanografi *****) ˆ Pasang surut ˆ Arus ˆ Gelombang ˆ Parameter oseanografi 9 .

2 . 12 ⇒ Pada kolom kuantitas: cantumkan kemajuan kerja yang telah dicapai sesuai dengan satuan yang tertera dalam kolom sta.. kerapatan/jarak Contoh atau titik pengamatan (angka 6. eaa/ii) Dfa hslaaii ptorf. tanah. channel. 8 . Angka 17 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan jenis prltn eaaa.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . Angka 13 : kolom kuantitas ini diisi khusus untuk tahap eksplorasi yang besarnya sumber daya atau cadangan mineral sudah dapat diperkirakan. metoda atau sistem pemboran (angka 8). Penyelidikan Umum/Eksplorasi (lokasi sumur/parit uji. Jt Rp. aun ⇒ Pada kolom keterangan : sesuai dengan angka di depannya agar disebutkan skala peta (angka 4. bijih. Daftar hasil analisis kimia (Contoh endapan sungai. 5 Peta lokasi/kesampaian daerah ****) Peta topografi Landsat Pt btmti ea aier Daftar koordinat pengukuran topografi pada penyelidikan rinci Peta geologi dan bahan galian Peta kemajuan kegiatan.10 dan 11.buah.8. geokimia. tp . 4 .7. pemineralan) dan jumlah Contoh yang diambil (angka 5). jenis (batuan. sumur uji. Penampang geologi. 1 1. 6 .9. b . ha . rwln tu au eaa ms Triwulan I/ Tahun 2000) 1 .lembar. bulk sampling dan lain sebagainya) untuk angka 8. Peta geokimia Peta/bagan. metoda pemerCotohhan (coring/non coring. 2 1.d. dan 10).mnrgai atr ai nlss ergai iearf dan mineral berat. Angka 15 : cukup jelas Angka 16 : dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kualifks tng kra(higooi iai eaa ej al elg/ eksplorasi/tambang dll). 7 . Dalam kolom keterangan hendaknya dicantumkan kadar rata-rata bijih dan bila besarnya sumberdaya tidak mungkin dicantumkan hendaknya diberikan/ditandai kategori atau kanasj.6 dan 7). bila ruang tidak mencukupi agar ditambah dengan lembaran tersendiri. penampang bor. penampang dan model goiia efsk. Angka 18 : cukup jelas ˆ Keterangan : ˆ Formulir ini digunakan untuk setiap daerah penyelidikan yang terpisah. tergantung pada tahap penyelidikan dan metoda penyelidikan ⇒ Peta KP/KK/PKP2B/SIPD ****) Cara pengisian : ˆ ˆ Angka 1 Angka 2 : cukup jelas : sebutkan lokasi daerah berdasarkan geografi dan kordinat : Pilih salah satu sesuai dengan jangka waktunya serta isi angka tiua aa thnbrp (i. 5 .hektar. 3 . Tabel status sumberdaya atau cadangan **) Tabel daftar tenaga kerja ˆ Angka 3 ˆ Angka 4 s. lsy aa Angka 14 : dalam kolom keterangan hendaknya diutarakan apakah kegiatan ini sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya. LAMPIRAN Lampiran di bawah ini dapat dipilih sesuai dengan relevansinya. 4 1. 0 1. 9 . Peta/bagan dan penampang estimasi sumber daya/cadangan. batuan peminrlnbjh. titik pengamatan geofisika dan lain sebagainya. chip.titik pengamatan. parit uji. juta rupiah * ) **) ***) ˆ ****) *****) Pilih yang sesuai Khusus untuk tahap eksplorasi Tabel ini dilampirkan bila dalam triwulan yang bersangkutan ada perubahan sumberdaya atau cadangan mineral Tahap kegiatan yang perlu dilakukan d kawasan pesisir dan laut i Jenis kegiatan yang dilakukan dari setiap tahap kegiatan.9. pemboran Contoh batuan. yang merupakan satu kesatuan ˆ Pengisian formulir disesuaikan dengan tahap penyelidikan (PU/Eksplorasi) ˆ Lemb .5. 3 1. ˆ ˆ ˆ ˆ DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 558 . 1.

DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Tubuh Utama Laporan . c . 1 Bahan galian merupakan salah satu sumber daya . demografi dan kependudukan. terutama informasi mengenai keterdapatan. Komoditas yang menjadi target eksplorasi juga harus diutarakan termasuk bahan ikutan lainnya. Tubuh utama Laporan Eksplorasi Bahan Galian paling sedikit harus meliputi bab-bab pendahuluan. sebaran. 559 . tetapi juga bagi Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam rangka inventarisasi smber daya mineral dan penentuan kebijakan mineral (mineral policy). SUSUNAN DAN ISI LAPORAN Laporan Eksplorasi meliputi ringkasan atau abstrak. Untuk mengetahui keterdapatan serta kuantitas dan kualitas bahan itu diperlukan kegiatan penyelidikan atau eksplorasi secara bertahap dengan menggunakan berbagai macam metoda. sarana dan prasarana perhubungan yang harus dikemukakan dalam laporan. kuasa pertambangan atau kontrak karya serta masa berlakunya dan lain sebagainya harus dicantumkan. d . Pendahuluan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai daerah penyelidikan dan meliputi latar belakang pemilihan daerah. lokasi dan kesampaian daerah penyelidikan. 2 Aspek legalitas. uraian singkat dari masing-masing bab lprn aoa. . b . A UMUM . maksud dan tujuan penyelidikan. b . umum dan diharapkan tidak kaku untuk dapat digunakan sebagai pedoman penulisan laporan dari semua tahap kegiatan eksplorasi (Penyelidikan Umum dan Eksplorasi). Secara garis besar isi setiap bab tread bwhii etr i aa n. Judul masing-masing sub bab tidak mengikat. hanya bagi usaha pertambangan karena akan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan kegiatan berikutnya. seperti kepemilikan. 2 Setiap kegiatan eksplorasi harus didokumen. kegiatan penyelidikan. hasil penyelidikan dan kesimpulan (dan saran). kuantitas dan kualitas endapan mineral. Luas daerah yang diselidiki. cara pencapaiannya. metoda dan peralatan yang dipakai serta pelaksana. a . tubuh utama laporan. B . II LAPORAN AKHIR KEGIATAN I. dan informasi pendukung lina any. a Dalam ringkasan hendaknya dikemukakan . Lokasi Daerah Penyelidikan 1) Lokasi daerah yang diselidiki baik secara administratif maupun geografis harus diutarakan dengan jelas. 1 Ringkasan . ) hak guna lahan. waktu penyelidikan. 4 Dengan makin meluasnya tuntutan otonomi. (yang dilakukan). alam yang keterjadiannya disebabkan oleh proses-proses geologi sehingga keterdapatannya tidak selalu di permukaan. Latar belakang 1 Dalam bagian ini hendaknya diuraikan ) alasan pemilihan daerah penyelidikan dan komoditas yang diselidiki baik berdasarkan pertimbangan geologi. Maksud dan Tujuan Tujuan penyelidikan harus dikemukakan secara jelas sehingga terlihat keterkaitannya dengan tahap eksplorasi. 5 Pedoman penyusunan laporan dibuat secara . tasikan dalam bentuk laporan tertulis yang berisis seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ ˆ Angka 19 : diisi program atau gangguan K-3 dan lingkungan yang dilakukan/terjadi Angka 20 : uraian permasalahan yang mempengaruhi pencapaian target dan lancarnya kegiatan. Ringkasan yang lebih rinci dibuat terhadap kegiatan penyelidikan dan haslnya seinformatif mungkin. 3 Laporan tersebut sangat penting artinya bukan . pengelolaan eksplorasi bahan galian suatu ketika akan sepenuhnya ditangani oleh daerah otonom dan mungkin akan menimbulkan berbagai macam bentuk atau format laporan eksplorasi yang akan mempersulit inventarisasi sumber daya mineral secara nasional. akan tetapi paling paling tidak hal-hal yang bersifat umum di atas harus dicantumkan. Oleh karena itu diperlukan suatu pedoman penyusunan laporan. kebutuhan pasar maupun sosial ekonomi dalam masyarakat dewasa ini.

SAR dan lain sebagainya). i . dan lain sebagainya) termasuk sumberdaya mineral yang terdapat di wilayah itu. kegiatan pengumpulan data. f g . tipe endapan. termasuk analisis laboratorium. jenis. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 560 . dan pembuatan laporan. Isi pokok masing-masing kegiatan tersebut akan dijelaskan secara berurutan di bawah ini. geofisika. ˆ Hendaknya diuraikan juga perkiraan mengenai terbentuknya (genesa) endapan mineral logam dalam kaitannya dengan lingkungan geologi tertentu. tataguna lahan dan infrastruktur yang ada di daerah setempat juga harus diutarakan dalam laporan. stratigrafi. bentuk tubuh bijih (ore body) dan sebaran bijihnya. pengumpulan data (kegiatan di lapangan) sampai pengolahan data.one page size atau lampiran) peta geologi regional sehingga jelas posisi daerahpenyelidikan di wilayah itu. apakah peta topografi dan/ atau peta geologi sudah tersedia atau berdasarkan penafsiran data pengidra ju (oouaa ft stlt nean ah ft dr. Keadaan Lingkungan Sedapat mungkin harus diuraikan tentang kondisi sosial budaya penduduk setempat dan mata pencaharian mereka. Pelaksana Jumlah tenaga kerja terutama yang bertalian dengan kegiatan eksplorasi harus dicantumkan dalam laporan. 2 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral ) ˆ Sejauh yang sudah diketahui agar diuraikan mengenai keadaan geologi sekitar daerah penyelidikan scr lbhtprniyn brain eaa ei eeic ag etla dengan keterdapatan mineral. vegetasi. Geologi Dalam bab ini hendaknya dikemukakan informasi umum mengenai geologi umum. Waktu Waktu atau berlangsungnya penyelidikan mulai dari persiapan. (oms. ˆ Bila di daerah itu sudah diketahui keberadaan sumber daya mineralnya agar diuraikan pula mengenai keterdapatan atau indikasi pemineralan. . Informasi mengenai iklim. ˆ Uraian mengenai hal tersebut mengacu pada hasil penyelidikan trauu edhl.aa eet ltaa efsk. e . topografi. Metoda dan Peralatan Metoda dan peralatan yang digunakan spriaa-ltgoiia pmoa. ˆ Agar disertakan pula (dalam bentuk gambar satu halaman .Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2) Uraian mengenai lokasi ini harus disertai gambar beserta keterangannya yn jls ag ea. baik oleh instansi/organisasi yang sama atau pihak li. oo aei. geokimia dan metoda lain yang pernah dilakukan di daerah tersebut. Jenis kegiatan tersebut pada umumnya sesuai dengan tahap eksplorasi dan berkaitan erat dengan maksud dan tujuan penyelidikan. Bila peralatan yang dipakai cukup banyak dan bervariasi daftarnya dicantumkan dalam lampiran. 1 ) Persiapan ˆ Hendaknya diuraikan mengenai penyediaan peta dasar untuk kegiatan lapangan. 1 Geologi Umum ) ˆ Mengacu dari literatur atau hasil penyelidikan terdahulu agar diuraikan mengenai keadaan geologi secara regional yang meliputi geomorfologi. j Kegiatan Penyelidikan Dalam bab ini hendaknya dikemukakan seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan selama penyelidikan. SLAR. sebaran. ebrn lt ukur dan lain sebagainya juga harus dicantumkan. an h . 3 ) Penyelidik dan Hasil Penyelidikan Terdahulu Sedapat mungkin harus diuraikan secara singkat mengenai para penyelidik terdahulu dan hasilnya. termasuk kualifikasi/keahliannya. geologi lokal dan sumber daya mineral serta penyelidik dan hasil penyelidikan trauu edhl. Oleh karena itu kegiatan dalam suatu laporan eksplorasi umum. . mulai dari persiapan. Bila tersedia agar dipaparkan pula secara ringkas informasi hasil penyelidikan geologi.jnsbta)tkoi dn frai ei aun etnk a/ atau struktur. pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan harus dikemukakan disertai jadwal.

grid) kerapatan pengambilan Contoh dan jumlahnya endaknya juga dibahas dengan rinci. spur and ridge. ˆ Luas daerah yang diukur harus dikemukakan. sd sa snr sudn. sumur uji. ˆ Cara pembuatan sumur dan/atau parit uji harus dikemukakan dengan rinci apakah secara manual atau mekanis. a Penyelidikan Laboratorium ) Nama laboratorium tempat analisis (kimia dan fisika) hendaknya disebutkan dalam laporan dan sejauh mungkin menggunakan laboratorium yn tlhtrkeiai ag ea eardts. hendaknya diuraikan hasilnya dengan jelas. parit uji ˆ Pemboran yang dilakukan hendaknya disertai penjelasan apakah merupakan pemboran inti atau bukan. ieti ea oai ˆ Data setiap pemboran. Penyelidikan Geofisika ˆ Penyelidikan geofisika hendaknya disertai penjelasan mengenai metoda goiiayn dpki(P S. ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengeai daerah mana saja yang diselidiki. Pola dan kerapatan titik pengamatan serta pengukuran lintasan harus dikemukaknscr rni a eaa ic. Penyelidikan Lain Bila eksplorasi sudah memasuki tahap rinci (untuk estimasi sumber daya terukur). pengukuran terhadap arah jurus dan kemiringan. grab. ˆ Agar dijelaskan cara pengambilan Contoh batuan atau pemineralan (chip. batuan dan pendulangan) sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan Pola (berdasarkan orde sungai. batas wilayahnya (koordinat) juga disebutkan. Pemboran. penyelidikan lain seperti hidrogeologi lingkungan (gangguan K-3). parit dan/atau sumur uji harus dikemukakan dalam laporan dan dsra pt lks. channel dan lain sebagainya) Daftar Contoh agar dilampirkan dalam bentuk tabel.uji coba penambangan.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 ˆ Bila penafsiran topografi dan geologi berdasarkan data penginderaan jauh. pengolahan dan lain sebagainya perlu dilakukan. Penyelidikan Geokimia ˆ Dalam bagian ini hendaknya diuraikan mengenai metoda yang digunakan (geokimia endapan sungai. ˆ Cara pemercontohan dan jumlah Contoh hendaknya juga dikemukakan dengan rinci. Pola dan kerapatan lokasi pemboran. ˆ Bila dilakukan pemetaan geologi lebih terperinci di daerah terpilih. apakah menggunakan alat ukur konvensional atau kompas dan tali. 2 ) Pemetaan Geologi ˆ Dalam pemetaan geologi agar dijelaskan apakah juga dilakukan pengukuran lintasan. bentuk-bentuk sebaran dan ukuran tubuh bijih hendaknya dilakukan dengan cermat. Pengukuran topografi ˆ Pengukuran topografi yang dilakukan sesuai dengan tahap eksplorasi agar diuraikan dengan rinci. ˆ Lokasi Contohh hendaknya diperlihatkan dalam bentuk peta da disertai daftar Contoh yang menunjukkan koordinat dan jenis Contohh. jenis batuan dan pemineralan. batas wilayah (koordinat) dan luasnya. tanah. ˆ Bila pemetaan sudah mengarah ke penyelidikan tubuh bijih. serta informasi lain hendaknya disusun dalam bentuk tabel sebagaimana lazimnya dan dimasukkan sebagai lampiran.psn srt ie cn oa. ˜ Pemerian batuan dan pemineralan agar disertakan dalam bentuk tabel sebagai lampiran. sumur dan parit uji yang menunjukkan kedalaman. P esi. 5 ) ˆ Bila tidak seluruh daerah penyelidikan diambil Contohnya hendaknya diuraikan mengenai daerah mana saja yang diselidiki. skala peta dasar juga harus dicantumkan.simk efsk ag iaa I. onig aag uu. Peralatan yang digunakan hendaknya dijelaskan sebaik-baiknya. 3 ) 6 ) 7 ) 4 ) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 561 . batas wilayah (koordinat) dan luasnya. Penyelidikan treu hrsdlkkntrtm bl sui esbt au iaua euaa ia td kelayakan sudah akan dilakukan. graviti dan lain sebagainya). catchment area.

menggunakan komputer atau manual. 2 dimensi atau 3 dmni. selain metoda pemerContohan hendaknya juga dijelaskan mengenai pemerContohan duplikat. () Geologi 1 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mnea krkeitkltlg aa egni aatrsi iooi tu batuan dan keterkaitannya satu sama lain. dot dan lain sebagainya). au ieakn ˆ Agar dijelaskan cara penafsiran apakah kualitatif atau kuantitatif (1 dimensi. struktur. dengan cara statistik. khusus untuk penyelidikan rinci 562 . Sertifikat hasil analisis hendaknya juga dilampirkan. mineralogi. cara preparasi Contoh. mineragrafi. ubahan batuan di daerah penyelidikan. prosedur pengiriman Contoh dari lapangan ke laboratorium dan tempat penyimpanan. Asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. Analisis Fisika ˆ Dalam laporan hendaknya dikemukakan jenis analisis fisika yang dilakukan (petrografi. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL ˆ penyelidikan geofisika sampai metoda lain yang dilakukan. sesuai dengan topiknya Hasil penyelidikan bukan semata-mata mengemukakan data tetapi harus disertai analisis berdasarkan acuan yang ada. k Hasil penyelidikan . mulai dari pemetaan geologi. Kemungkinan mengenai adanya kesalahan dalam penafsiran juga hrsdjlsa. baik geofisika.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 Analisis Kimia ˆ Hendaknya dijelaskan mengenai metoda analisis dan pelarutan Contoh yang digunakan. mineral berat dan lainnya) serta jumlah Contoh yang dianalisis. penyelidikan geokimia. Penggunaan kontrol analisis hendaknya juga dibahas dalam lprn aoa. tu tutr ˆ Hendaknya diuraikan pula mengenai model geologi bawah permukaan dan penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan model ini. ataupn per alenia yang mengalir dengan serasi. Uraian dapat dipisahkan dalam sub-bab. ˆ Daftar hasil analisis hedaknya dilampirkan. () Geokimia 2 ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan mengenai keterdapatan dan pola anomali masing-masing unsur. ˆ Jenis unsur dan jumlah Contoh yang dianalisis hendaknya dibahas dalam laporan dan disertai daftar Contoh dan hasil analisisnya (Lampiran B). Hendaknya dibahas pula mengenai kemungkinan keterkaitan atau kontrol pemineralan dengan batuan aa srku. Keterkaitan dan hubungan antar unsur (asosias) juga harus dibahas dalam bab ini. geokimia maupun data mineral berat hendaknya juga dijelaskan ˆ Cara penggambaran peta anomali (geofisika dan/atau geokimia) harus dijelaskan (dengan kontur. ies) ˆ Sesuai dengan tahap penyelidikan agar dijelaskan hasil penafsiran. ˆ Peta anomali geokimia harus dilampirkan () Geofisika 3 ˆ Hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan dan asumsi yang dibuat untuk menentukan anomali. ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan seluruh hasil kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan satu persatu. b Pengolahan Data ) ˆ Dalam bab ini hendaknya diuraikan secara rinci mengenai pengolahan data yang digunakan. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai pengarsipan dan penyimpanan Contoh. c Pengelolaan Contoh ) ˆ Dalam Laporan Eksplorasi. ˆ Harus dijelaskan pula mengenai penafsiran daerah anomali dalam kaitannya dengan keadaan geologi sehingga jelas apakah anomali bertalian dengan kondisi geologi atau pemineralan.

kedalaman tubuh anomali. saran dilanjutkan atau tidak kegiatan di daerah tersebut. jumlah lapisan. parit-uji 4 ˆ Hslpmoa. sebaran atau kemenerusannya (continuity). dilihat dari hasil interpretasi data lapangan atau infrastruktur yang berkembang di wilayah tersebut. sumur-uji. parit-uji yang menerobos pemineralan hendaknya dikemukakan dengan jelas. Sejauh mungkin harus dijelaskan hubungannnya dengan zona pemineralan yang sudah diketahui. ˆ Agar dijelaskan pula mengenai sbrnbjh kdraa kaiana eaa ii. ˆ Peta pemineralan yang menggambarkan sebaran. foto. aa tu ultsy yang didasarkan pada data loging lubang bor dan informasi Contoh lain yang digunakan dalam penafsiran sebaran bahan galian. ˆ Bl tlhdlkknkaiiaiaa ia ea iaua lsfks tu kategorisasi sumber daya mineral dan cadangan. ai-j.smrui prtui ai ebrn uu-j. lebar anomali dan lain sebagainya. uu-j. ˆ Bila gambar merupakan peta atau yang menunjukkan adanya ukuran 563 . sumur-uji. Berdasarkan data itu hendaknya diuraikan mengenai geologi dan pemineralan sehingga jelas kelihatan gambaran mengenai bentuk tubuh bijih dan kemenerusannya di bawah permukaan. hendaknya digunakan tatacara yang sudah baku (SNI No. jurus dan kemiringan tubuh bijih. ˆ Agar dijelaskan mengenai penafsrian geologi dan pemineralan yag dilakukan untuk mengontrol anomali geofisika. bentuknya dan ukurannya. bentuk dan ukuran tubuh bijih agar dilampirkan. serta pemecahan masalah () Informasi pendukung (ilustrasi) 8 Informasi pendukung dapat merupakan gambar. (5) Pemineralan dan Bahan Galian ˆ Dalam bagian ini hendaknya dikemukakan dengan rinci mengenai keadaan endapan/ pemineralan seperti tipe endapan. dan/atau peta yang berdasarkan keterkaitannya dapat masuk ke dalam tubuh laoporan atau lampiran Gambar ˆ Gambar yang dimasukkan dalam tubuh utama laporan maksimal berukuran satu halaman (one page size). 13-4726-1998). tu pemboran. sumur-uji. ˆ Informasi mengenai jumlah lubang bor. ketebalan tanah penutup. dan penciutan atau pelepasan daerah tersebut. Agar dijelaskan apakah pembatasan tubuh bijih dilakukan secara itaoaiaa esrpls. ˆ Peta anomali geofisika agar dilampirkan. parit-uji harus dilampirkan. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL (6) Estimasi Sumber Daya Mineral dan Cadangan ˆ Dalam bagian ini hedaknya diuraikan mengenai pembatasan tubuh bijih (one body) yang akan diestimasikan sumber dayanya. arah anomali. kemenerusan. ai-j disusun dalam bentuk korelasi satu sama lain. tabel. Harus diungkapkan pula apakah pengamatan berdasar snkpn smrui prtui aa igaa. sedangkan gambar yang berukuran lebih besar dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Gambar beserta keterangannya hrsjlstraa au ea ebc. () Pemboran.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 agar dijelaskan misalnya bentuk anomali. nrpls tu ktaoai ˆ Hendaknya dibahas mengenai kecukupan kerapatan titik pengamatan dan Contoh untuk meyakinkan kesinambungan pemienralan dan untuk menyediakan data dasar yang memadai bagi keperluan krls oeai ˆ Harus dijelaskan pula metoda estimasi sumber daya mineral dan cadangan yang digunakan dan atas atau alasan penggunaannya. ˆ Peta korelasi antara lubang bor. (7) Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini hendaknya dikemukakan kesimpulan penyusun laporan mengenai penyelidikan.

22 Geologi Lokal dan Sumber Daya Mineral . -.. ˆ Bila lampiran berupa peta yang harus dilipat. 23 Penyelidik dan Hasil Penyelidikan .2. Tabel ˆ Tabel harus dibuat dengan jelas.1. Lokasi Daerah Penyelidikan 1. Penyelidikan Lapangan 3. 2 Halaman judul laporan harus jelas menunjukkan . 1.2. 4 Mulai Sari sampai dengan daftar isi dicantumkan .1. dan penerbit. Pemboran.2. Waktu 1. Penyelidikan Geokimia 3.4.1. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 564 .3. daftar foto. Keadaan Lingkungan 1. Pemetaan Geologi 3.. 3.. Analisis Kimia 332 Aaii Fsk . atr isi. nomor lampiran hendaknya dapat terbaca/terlihat tanpa membuka lapisan. a lain sebagainya) 33 Penyelidikan Laboratorium . Maksud dan Tujuan 1. judul. Latar Belakang 1. Penyelidikan Geofisika 3.. nlss iia 34 Pengolahan Data . komoditas dan daerah yang diselidiki. eyldkn an hdoelg. C . ˆ Jdltbldltka d aa tbl uu ae ieakn i ts ae dan diberi nomor urut dengan angka arah Acuan ˆ Daftar acuan disusun berdasarkan abjad penyusun.3. igaa.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 tertentu harus disertai skala atau benda berukuran tertentu sebagai pembanding. bab dan sub-bab dalam tubuh laporan.dnli atr aprn pt.. Pelaksana 2 GEOLOGI . tahun. Penyelidikan Sebelum Lapangan 3.4.. kslrhnbruu-uu mlidr rnksn eeuua etrttrt ua ai igaa. 3 Daftar isi harus memuat isi laporan secara . penyusun laporan. Metoda dan Peralatan 1.1. ISI LAPORAN Isi laporan disesuaikan dengan tahap penyelidikan dan secara garis besar urutan isi laporan tertera seperti di bawah ini : Ringkasan Dfa Ii atr s Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Foto Dfa Lmia (ea tblhslaaii. foto. Terdahulu 3 KEGIATAN PENYELIDIKAN . ˆ Penulisan acuan dimulai dengan nama penyusun. halaman urut dengan angka Romawi.5. dan lampiran.2... daftar gambar.3. ˆ Foto tersebut harus jelas terkait dengan uraian dalam teks. 21 Geologi Umum . trttriidr hlmnjdl rnksn dfa uu edr ai aaa uu. ˆ Gambar dalam bentuk peta harus disertai peta indeks atau koordinat ˆ Judul gambar dan nomor urutnya diletakkan di bawah gambar bagian tengah Foto ˆ Foto sebagai ilustrasi yang disertakan dalam laporan paling sedikit berukuran kartupos. daftar acuan. Parit-uji 325 Pneiia li (irgooi K3 dn . Tabel yang berjumlah banyak (misalnya hasil analisis laboratorium) diletakkan pada lampiran.2.6. tempat pemuatan artikel (majalah). 3. dan tahun pelaporan. perusahaan dan instansi pelapor.2. dan peta) yang tidak secara langsung bertalian dengan teks dalam tubuh utama laporan dimasukkan ke dalam lampiran ˆ Lampiran diberi tanda urut berupa hrfkptl uu aia. ae ai nlss a an sebagainya) 1 PENDAHULUAN . Lampiran ˆ Informasi pendukung (gambar. daftar atau tabel.. dan daftar lampiran.2. ˆ Judul foto dan nomor urutnya diletakkan di bawah foto bagian tengah.7. sumur-uji. D . tubuh utama laporan. daftar tabel. TATA LETAK 1 Secara berurutan laporan Eksplorasi berturut.

3. Geologi 4. sumur dan parit uji) 342 Pnoaa dt goiia goii.mn ... KESIMPULAN DAN SARAN 4. Geokimia 43 Goiia . efsk 4. 4 HASIL PENYELIDIKAN . Hidrogeologi. K-3 dan lain sebagainya. Estimasi Sumber Daya/Cadangan 4.1.4.6. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 565 .7. pemboran. Pemineralan 4.2. LAMPIRAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.5. 4. ekma iea brt rl ea.1.4. Pemboran 4.Lampiran XIIIa Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 3.Pengolahan data Geologi (permukaan.. DAFTAR ACUAN 5. eglhn aa efsk.

kpsts aaia) 5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur . iooi b srku . 2 Keadaan Endapan . miniable. dilengkapi dengan perhitungan strippn rtodnctofgae ig ai a u f rd) BAB VI : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara . Iklim. dan Mineral Ikutan 8 Rencana Penanganan/Perlakuan . a Ltlg . BAB III : GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN 1 Geologi . stripping rto ai) 4 Peralatan (jenis. BAB V : RENCANA PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN ATAU PENCUCIAN 1 Studi/Percobaan Pengolahan/ . KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Lingkungan (mengacu kepada . 2 Maksud dan Tujuan . jumlah . 5 Jadwal Waktu Studi . b Bagan Alir . Mata Pencaharian Penduduk. 2 Kesampaian Daerah dan Sarana . marketable. belum ekonomis masa sekarang) 7 Rencana Pemanfaatan Bahan Galian . Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan (dilengkapi bagan ai) lr 2 Tahapan kegiatan Penambangan . Fauna. 3 Ruang Lingkup dan Metode Studi . Tambang 6. EKSPLOITASI DAN PRODUKSI BAB IV : RENCANA PENAMBANGAN 1. dokumen Amdal atau UKL dan UPL) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 566 . c Cadangan . dan kapasitas) 4 Hasil Pengolahan dan Rencana . kualitas. FORMAT LAPORAN STUDI KELAYAKAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Latar Belakang . 2 Prltn(ei. 1 Cara Perhitungan Cadangan ) 2 Klasifikasi dan Jumlah ) Cadangan (insitu. Perhubungan Setempat 3 Keadaan Lingkungan Daerah. Keadaan Flora. Sisa Cadangan pada Pasca Tambang. Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Eksploitasi yang dimohon. Kontrak Karya (KK). Penduduk. Jumlah. . Endapan b Sifat dan Kualitas Endapan . tutr c Geoteknik . 4 Pelaksana Studi . jumlah dan . Kualitas Hasil . c Recovery Pengolahan . a Tahapan Pengolahan . Pemurnian 2 Tatacara Pengolahan dan Pemurnian . 3 Peralatan Pengolahan (jenis. cut off grade. Pengolahan dan Tailing A . .kpsts . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang Belum Terpasarkan (kualitas rendah. eaaa jns ulh aaia) BAB VII : LINGKUNGAN.jma. BAB II : KEADAAN UMUM 1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII b KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN. Sosial Ekonomi dan lain-lain 4 Topografi dan Morfologi . a Bentuk dan Penyebaran . Pemanfaatan Mineral Ikutan 5 Jenis. (termasuk penanganan tanah penutup) 3 Rencana Produksi (kuantitas. Pertambangan (KP).

pegangkutan dnli-an. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 1 Bagan Organisasi . 2) Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang. pengelolaan dan pemantauan lingkungan K-3) b Pendapatan Penjualan . a anli) BAB IX : PEMASARAN 1 Bagan Organisasi . 2 Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja . 1 Pengelolaan limbah ) (tambang.000 3 Peta penyebaran cadangan dan kualitas. c Pemantauan Lingkungan . e Perhitungan “Break Even Point” . LAMPIRAN 1 Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke . 2 ProspekPemasaran . c “Cash Flow” (aliran uang tunai) . d Perhitungan “Discounted Cash . d) ˆ Rencana Produksi per-tahun dan umur tambang. pengolahan. ˆ Rencana pemasaran dan harga jual. . BAB VIII : LINGKUNGAN. Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya lainnnya.000 4 Peta situasi tambang (Mining Lay Out) skala 1 . a Biaya Produksi (termasuk biaya . Waktu Pengembalian Modal f g Analisa Kepekaan dan Resiko . skala 1 : 10. skala . b Prltn . : 10. 1) Pengurusan perizinan dan eslrs kpoai 2) Pembebasan Lahan 3) Konstruksi atau Rekayasa 4) Peralatan (penambangan. BAB X : INVESTASI DAN ANALISIS KELAYAKAN 1 Ivsai .000. dnli-an. pengolahan dan sarana penunjang). minimum 1 : 2. 2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja . 567 . nets a Modal Tetap . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 2 Analisis Kelayakan .000 2 Peta topografi detail daerah tambang dan . c Sumber Dana . b Penyebaran bahan galian . a anli) b Modal Kerja . Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3 Tingkat Gaji dan Upah . skala minimum 1 : 2. miniable”. pengolahan dan sarana penunjang). eaaa c Langkah-langkah pelaksanaan . sekitarnya. ˆ Hasil analisis kelayakan ˆ Jumlah tenaga kerja (tetap dan harian atau buruh) ˆ Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan ˆ Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galian lain. (BEP) . Flow Rate of Return”/” Interal Rate of Return” (DCFROR/IRR). 4 Sistem Kerja (kontrak. borongan . tahap Eksploitasi dan sekitarnya. 3 Penanganan Air Asam ) Tambang (kalau ada). BAB XI : KESIMPULAN Memuat secara ringkas hal-hal sebagai brkt: eiu ˆ Luas wilayah yang dimohon/ ditingkatkan ke tahap Eksploitasi ˆ Cadangan (“in situ”. a Dalam Negeri . yang memuat : a Kontur topografi . a Organisasi . b Pengelolaan lingkungan . ˆ Investasi yang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana. K-3 Pertambangan d Rencana Penggunaan dan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 a Dampak kegiatan (tambang. b Luar Negeri . “marketabel”) ˆ Rencana Penambangan (tata cara dan sistem) ˆ Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian (kalau aa.

ditambang b Tahapan dan blok wilayah yang akan . pengolahan/pemurnian. tambahan penambangan. b Kegiatan non teknis antara lain . . g Indeks peta rencana pertambangan . pemantauan dan pengelolaa lingkungan.0000. biaya yang telah dikeluarkan selama tiga bulan dan lain-lain. menggambarkan : a Tahapan dan blok-blok yang akan . antara li : an a Sistem dan tata cara penambangan. Rencana kegiatan dalam rangka konservasi j bahan galian k Rencana biaya yang akan dikeluarkan . pengolahan/pemurnian/pencucian b Lokasi dan penambang daerah yang akan . 2 Perizinan . eksploitasi merupakan realisasi kegiatan eksploitasi selama 3(tiga) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 568 . reklamasi. pemasaran. pemasaran d Jenis dan jumlah peralatan yang akan . a Jumlah. Laporan tersebut mencakup. FORMAT LAPORAN EKSPLOITASI . B . d Lokasi timbunan waste. peta. 3 Kaia . digunakan e Rencana jumlah tenaga kerja (Indonesia dan . pengelolaan lingkungan hidup. yang Ditambang 3 Hasil Penambangan . Rencana anggaran untuk satu tahun f klne. ketenagakerjaan.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 c Bangunan-bangunan penting . tailing dan bahan f galian yang belum dapat dipasarkan. Hasilnya KEGIATAN DAN HASIL EKSPLORASI TAMBAHAN 1 Kegiatan Eksplorasi Tambahan . “stock pile”. Dalam laporan triwulan ini harus jelas tergambar kegiatan perusahaan selama tiga bulan meliputi : a Kegiatan teknis antara kegiatan eksplorasi . ults 4 Cadangan (sisa cadangan dan . bulan dari rencana kerja tahunan eksploitasi. bagan alir dan sebagainya. dilengkapi dengan peta kemajuan tambang. h Dan sebagainya . sketsa. 5 Peta rencana penambangan dan reklamasi. . Merupakan laporan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun takwin. tailing dan mineral . 3 Kegiatan yang Dilakukan Periode . aedr g Rencana kegiatan dan lokasi relamasi/ . petalokasi kegiatan. K-3 pertambangan. Lokasi timbunan waste. h Rencana kegiatan K-3 . ditambang c Rencana dan target produksi serta . . Perkampungan. ikutan serta bahan galian yang belum dapat dipasarkan 6 Desain tambang dan pengolahan (dalam bentuk . Dalam laporan tahunan harus jelas tergambar semua kegiatan perusahaan selama 1 (satu) tahun. Peta pengelolaan lingkungan. 2 Lokasi dan Luas Bukaan Daerah . II Laporan Tahunan Eksploitasi I. Rencana kegiatan eksplorasi tambahan i . peta dan data lain hasil eksplorasi tambahan. I Rencana Kerja dan Biaya Tahunan Eksploitasi Aaa rninaa uaa tnagrnaakra dlh ica tu rin etn ecn ej dan biaya perusahaan untuk kegiatan eksploitasi tambang selama 1 (satu) tahun takwin. pencucian. minimal skala 1 : 2. statistik kecelakaan dnli-an a anli. pelatihan. penampang. asing jika diperlukan) . pencucian dan pengolahan. . lokasi . direklamasi per tahun c Jalan tambang . penjualan. gambar 3 dimensi. Laporan dibuat menggunakan format sebagai berikut : RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 Maksud dan Tujuan . bahan galian dan waste . penyelesaian masalah. Laporan Triwulan. statistik produksi. cadangan baru) PENAMBANGAN 1 Sistem dan Tata Cara Penambangan . Sebelumnya 4 Garis Besar Kegiatan Tahun ini dan . Laporan triwulan ini dilengkapi dengan peta dan kemajuan tambang. d Batas wilayah eksploitasi . yang tergali BAB II : BAB III : I Laporan Triwulan I . e Jalan. pengangkutan. 2 Hasil Eksplorasi .

5 Rencana penambangan. 6 Penggunaan Peralatan dan tenaga kerja . yang isi laporan antara lain mencakup : 1 Pelaksanaan penambangan. kadar dan penanganan . Kualitas bahan galian yang ditambang BAB IV : PENGOLAHAN 1 Sistem dan Tata Cara Pengolahan . 4 Upaya Pemanfaatan Mineral Ikutan . Laporan Eksploitasi untuk Perpanjangan V Eksploitasi Laporan ini dibuat dalam rangka permohonan perpanjagan KP/tahapan eksploitasi yang berisi seluruh kegiatan yang dilakukan semasa berlakunya KP/tahapan eksploitasi dan rencana kerja pada masa perpanjangan KP/tahapan eksploitasi. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian. pengelolaan dan . Pengangkutan dan Pengolahan. 8 Lain-lain apabila ada hal-hal yang perlu . pengolahan/ . Kadar Jumlah. training. pengolahan/ . 3 Lokasi Penimbunan . dlpra (ecn ivsai aaia klykn iaokn rnaa nets.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 b. pemurnian/pencucian dan pengangkutan/ penjualan sampai dengan akhir tambang. BAB V : PENGANGKUTAN DAN PENIMBUNAN 1 Tata Cara/Sistem . eaaa dnli-an a anli) 9 Dilengkapi dengan peta akhir kemajuan . BAB VIII: PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K-3) PERTAMBANGAN (yang memuat antara lain program K-3. 2 Jumlah dan Tujuan . Harga Produk . yang Belum Terpasarkan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 569 . tiig aln BAB X : K E T E N A G A K E R J A A N DAN PERALATAN (antara lain jumlah tenaga kerja. BAB VI : PENJUALAN 1 Sistem . eea) BAB IX : PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL 1 Upaya memperjelas dan Menambah . Laporan Akhir Kegiatan Eksploitasi Laporan ini sebagai pertanggungjawaban perusahaan sebelum sebagian atau seluruh wilayah KP/tahapan eksploitasi dikembalikan kepada Pemerintah (sebelum tambang ditutup). Cadangan 2. 2 Jenis. berakhirnya KP/KK/PKP2B. pencucian pada masa perpanjangan KP/KK/ PKP2B. tambang. statistik kecelakaan tambang. 3. nls. pengolahan/pemurnian/ . utama dan sampingan b Jumlah. peralatan yang dipakai dan li-an anli) BAB XI : KENDALA (Teknis dan non teknis) BAB XII : KESIMPULAN I. 7 Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan . V . BAB VII : PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (secara garis besar. yang mencakup antara lain : 1 Pelaksanaan penambangan. pemantauan lingkungan serta konservasi bahan gla. detail disampaikan di laporan pelaksanaan RKL/RPL atau UKL/UPL). Laporan dibuat menggunakan format laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi. 3 Pelaksanaan reklamasi. peta geologi dan peta penyebaran sisa cadangan Laporan ini dibuat menggunakan format seperti laporan tahunan KP/tahapan eksploitasi dan rencana kraesliai ej kpots. manan Bahan Galian Berkadar Marginal 6 Upaya Penanganan Bahan Galian . 5 Upaya Pemanfaatan dan Penga. Pengolahan 3 Hasil Pengolahan : . a Jumlah dan kualitas produk . pemurnian/pencucian sampai dengan berakhirnya KP/KK/PKP2B 2 Lks dnla dea yn tlhdesliai . atau Pencucian 2 Jumlah dan Kadar Umpan . Upaya meningkatkan Recovery Penambangan. yang Dijual 3 Tujuan/Lokasi . 4 Stock Akhir . ain 4 Sisa Cadangan bahan galian dan kadarnya . oai a us arh ag ea ikpots. biaya/ kerugian akibat kecelakaan tambang persediaan dan pemakaian bahan pldk.

. 4 Pengamanan sisa cadangan “inplace” sisa bahan . peta rona akhir tambang. 5 Pengamanan objek kerja yang mempunyai . galian berkadar “marginal”. 9 li-an . tambang 8 Penyelesaian semua kewajiban perusahaan . 3 Pengamanan daerah bekas tambang dan atau . 7 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan pasca . peta geologi. potensi mencemari lingkungan dan penanganannya. obyek kerja yang berbahaya. dengan akhir tambang. DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 570 .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 2 Inventarisasi dan pengamanan peralatan. anli Dilampiri dengan peta akhir kemajuan tambang. bahan galian hasil tambang yang tidak terpasarkan dan bahan galian/mineral ikutan. 6 Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sampai . peta penyebaran sisa cadangan dan semua data hasil eksplorasi tambahan.

Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 571 . a .Hasil olahan c . LAPORAN .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 C . m.Produksi siap jual . c .Produksi siap jual . PENAMBANGAN Produksi . 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m. m. 5 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Hasil olahan c .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Produksi untuk diolah . kualitas KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN NO. STOCK AWAL Lokasi Tambang . b Cadangan rekonsiliasi . c Cadangan terambil .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS 1 . kualitas 3 ton. b . Lokasi Pengolahan . a . d Sisa cadangan . a .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . kualitas 3 ton. I PRODUKSI LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (sebelum rekonsiliasi) : : : : : : : BULAN KE NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . Lokasi Pengolahan . c . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . 6 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . c . 4 .Produksi siap jual . b .

Hasil olahan c .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . c . a . LAPORAN PRODUKSI BULANAN PER BLOK (setelah rekonsiliasi) : : : : : : : NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 572 . c . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . b . m. a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. 5 .Produksi siap jual . JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . c .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual . a . 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . 4 . m. m. b . kualitas BULAN KE NO. STOCK AWAL Lokasi Tambang . 6 .Hasil olahan c . PENAMBANGAN Produksi . b Cadangan rekonsiliasi . m.Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . d Sisa cadangan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . Lokasi pengolahan . c Cadangan terambil . Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah .

b Cadangan rekonsiliasi . Lokasi Pengolahan .Produksi siap jual . kualitas BULAN KE NO. c Cadangan terambil . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 573 . 4 . c . 6 .Mutu marjinal untuk ditimbun b . d Sisa cadangan .Hasil olahan c . PENAMBANGAN Produksi . b .Produksi siap jual . kualitas 3 ton.Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 . : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) 3 ton.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton. Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . m. Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah .Produksi siap jual .Hasil olahan c . m. m. a .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Lokasi pengolahan .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN I. c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . c . NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Produksi untuk diolah . m. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . a .Produksi untuk diolah . b . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . a . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang .

kualitas 3 ton. Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . STOCK AWAL Lokasi Tambang . c .Mutu marjinal untuk ditimbun b . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a . b Cadangan rekonsiliasi . c . b . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . d Sisa cadangan . m. Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 574 . a .Produksi untuk diolah . c Cadangan terambil . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . m. b .Produksi siap jual .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I. m. Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 .Hasil olahan c . LAPORAN REKAPITULASI PRODUKSI BULANAN (setelah rekonsiliasi) V NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.Hasil olahan c . 6 . PENAMBANGAN Produksi .Produksi untuk diolah . a . Lokasi Pengolahan . a .Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . c . kualitas 3 ton. kualitas 3 ton. 5 . : : : : : : : 3 ton.Produksi siap jual .Produksi untuk diolah . kualitas BULAN KE NO. JENIS MATERIAL VOLUME/ TONASE KUALITAS KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS KETERANGAN 1 . 4 . Lokasi pengolahan .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .

m. Lokasi pengolahan . m. a . LAPORANPRODUKSI TRIWULANAN : : : : : : : (sebelum rekonsiliasi) NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . m. Lokasi Pengolahan .Produksi untuk diolah . b .Produksi siap jual . b . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 . b Cadangan rekonsiliasi .Mutu marjinal untuk ditimbun b . JENIS MATERIAL BULAN KE BULAN KE KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 . k a i a ults 3 ton. 3 ton. 6 . c Cadangan terambil . c .Produksi untuk diolah . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln BULAN KE NO. m.Produksi untuk diolah . c . kualitas 3 ton.Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN a .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . PENAMBANGAN Produksi . kualitas 3 ton. a . STOCK AWAL Lokasi Tambang .Produksi untuk diolah . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis - 3 . PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR Lokasi Tambang . 4 . 5 . a .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . Lokasi Penjualan/Pelabuhan DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 575 .Hasil olahan c . d Sisa cadangan . Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . c .

Produksi untuk diolah . b .Mutu marjinal untuk ditimbun b . a . a . Lokasi Penjualan/Pelabuhan 3 .Produksi siap jual . c Cadangan terambil .Hasil olahan c .Lampiran XIIIb Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V . PENAMBANGAN Produksi . 4 . Lokasi Tambang . k a i a ults (/ ahrtiua) sd ki rwln (/ ahrtiua) sd ki rwln KUMULATIF VOLUME/ TONASE KUALITAS BULAN KE BULAN KE VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS VOLUME/ KUALITAS TONASE TONASE TONASE 1 .Produksi untuk diolah .Produksi untuk diolah .Hasil olahan c . td t. a . Sub total bahan galian Waste Total material PENGOLAHAN Umpan pengolahan Hasil olahan Recovery PEMASARAN/PEMAKAIAN SENDIRI a . LAPORAN PRODUKSI TRIWULANAN (setelah rekonsiliasi) I NAMA PERUSAHAAN BULAN BLOK CADANGAN a Cadangan permulaan . Lokasi Penjualan/Pelabuhan - 2 .Produksi siap jual . NO. Menteri Nergi dan Sumber Daya Mineral. Lokasi pengolahan . JENIS MATERIAL : : : : : : : BULAN KE 3 ton. c . c . STOCK AWAL Lokasi Tambang . kualitas 3 ton. Purnama Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 576 . b . b Cadangan rekonsiliasi . m.Produksi untuk diolah . kualitas 3 ton.Produksi untuk diolah . m. m.Mutu marjinal untuk ditimbun b . 5 . d Sisa cadangan . c . Lokasi Pengolahan . Pemasaran Domestik/jenis Pemasaran Luar Negeri/jenis Pemakaian sendiri/jenis PENIMBUNAN MUTU MARJINAL STOCK AKHIR a . k a i a ults 3 ton. 6 .Produksi siap jual .Mutu marjinal untuk ditimbun b . m.

........................................................................................ .................. ................ˆ WB ˆ WT ˆ WT........... 7 Uraian tentang kecelakaan (jelaskan secara kronologis hal-hal yang dilakukan korban sampai dengan ................................................................. as eeaan ......... ..... Sumber kecelakaan 3 ˆ Permesinan ˆ Bahan peledak ˆ Alat angkut orang ˆ Kondisi kerja ˆ Alat angkut bahan ˆ Sinar/Radiasi gla ain ˆ Api ˆ Gas ˆ Perkakas bengkel/ tambang biasa (manual) ˆ Perkakas bengkel /tambang digerakkan oleh mesin/listrik/ udara tekan ˆ Aa-ltsai ltaa tts ˆ Li-an anli Kclka yn dsbtd aa ddfa tngl.................................. .................................................... 3 Nm kra yn clk :....................................... ........................ eeaan ejd...................................................................................................................... eeja ........ ainDpree .......Sit:........... ept eeaan ............................. .. aga eeaan .................................................................. .................................... atas ˆ Mata ˆ Kaki bag................................ bawah ˆ Telinga ˆ Telapak kaki 1 .................................................... KERJA PEMBERITAHUAN KECELAKAAN TAMBANG KEPADA KEPALA INSPEKSI TAMBANG 1 Nm Prsha :.................Lampiran XIII........................................ aamn ejd a ea-ea eeaan ....... KPL TKI PRABNA........... atas ˆ Tangan bag............. I I IA hf ..................................................... aa obn ag eaa ............................................................................. a ................................ ....................... ............................. 6 Tma Kclka :........................ Bga/eatmn:.................................. kclka trai bgiaatraidnsbbsbbkclka :......... ............ Keadaan luka : 1 ˆ Retak/ remuk ˆ Luka iris/Robek ˆ Dislokasi 12 Jenis Kecelakaan ˆ Terjatuh ˆ Terpukul ˆ Treee eplst ˆ Terbentur ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ Trii eklr ˆ Memar ˆ Luka bakar Trealsrk ekn iti Terjepit/tertimbun Keracunan gas Peledakan ˆ Jr kk ai ai ˆ Tangan bag......................................... 5 Tnglkclka :................................ .........Dlmdfa eeaan ag ieu i ts iatr aga ................................................................................... 9 Prianlm tdkdptbkrakmai:.... Lm Bkra :................................................................... 8 Skikclka :........... ekra aa ia aa eej ebl ................................... .................................................................................... aa euaan ............................ .................................................... ei eai 4 Pkran :... Jenis Usaha ˆ : Tambang.................................................................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL N O M O R : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN A ........................... Uu :.......................................................... ˆ ringan ˆ berat ˆ mati 10 Bagian badan terluka : ˆ Kepala ˆ Kaki bag.......... EAA ENK ETMAGN. ........................... ˆ Penyelidikan Data Korban Kecelakaan 2 Nmruu Kclka :............................................... bawah ˆ Amputasi ˆ Pingsan/tidak sadar ˆ Li-an anli ˆ ˆ ˆ ˆ Tria egls Kejatuhan benda Kemasukan benda Terperatur ekstrim ˆ Terkena zat kimia ˆ Tenggelam ˆ Li-an anli ˆ Telapak tangan ˆ Jari tangan ˆ Tubuh 1 ......................................................................................................... oo rt eeaan .............................................................................................. ....................................................................... ........... DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 577 .. .......... aa eej ...................................... ................jm:........................................ Jnsklmn:ˆ Lˆ P mr ........................................aa atr Kclka yn dsdaa utkiudnpmeiaun iidbrthkntngl.................... eeaan ag ieikn nu t a ebrtha n ieiaua aga .................................................................................................................

.. . .. ii .m . .. .bjh .m .. ... bjh . . g .. g .. bjh . ..... .. .. g .. ... g ..k .... . ii ....bjh .. ..k . ii . negara penjual.. . . ukuran jenis detonator dan Dinamit.... . bjh . . g . .... g . bjh .... . bjh Jumlah .m . . g . Yang baru ll au Penerimaan Jumlah Pemakaian DAFTAR PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN BAHAN-BAHAN PELEDAK Tahun Untuk penggalian Untuk penggalian Untuk pekerjaan Untuk penyidikan pemindahan batubara/bijih pd batubara/bijih pada tanah dan lain penambangan penambangan di sebagainya bawah tanah Sisa triwulan ii n Keterangan Detonator : L s r kb a a iti is .m . .m .. .. . ......k ... g ...k .m ... ... g ..k . . g ..m . . ii .. ....... g .. .... . D l ml j r l j r: aa au-au Jenis bahan peledak dan keterangan sebutkan nama pabrik yang membuat. .. . g .. Triwulan Persediaan Jenis Bahan Peledak Sisa triw. .. ii AN/Water Gell Bahan Peledak lainnya ... . g .m . .. . . . .... . g ..k . . .. g .. . nomor. ... . g . ii . . .. g Jumlah .bjh .m . g .bjh . g .k .k .....k . g . ........ ..m . .... g 578 .m . .... . .bjh . ...k ..k . ...k ..k .m .. g .... bjh . .. .... . . . ii ...... ...k .... . g .. ..k . ... .k . .m ....k ...k . ii .c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ..... .. .. ......... bjh .... .... g . ii . g .....k ... . . ..k .. ..m .. .k .. bjh . ..k .... .. .k . .. .k ...k . .... g .k .. g .. . .k .k .. ii .. . .. .. . . . . . . .. . .. .. . ii . . ..... ....m .... g . ... .. ..k ..... ...m ..m ... .m ..... .. ..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL . ii . bjh .m . . . g .k . . . bjh .. .k . g Dinamit .. .k .... ii .. .. .. .. ii ... .. . bjh ....k ..k . . ..... .k ... ........k .... .... ... g .. ... . .. . .bjh .. ....k . .... . . . ...k . . .....00 . ..... . g . .m .. .. ...... ii . ii .. . ... . . .... g .... g . . . . ii . .. bjh ..m . . . ... .. . ...... ...k . . . . ukuran peti-peti dinamit dan keterangan-keterangan lain yang pru el.. g Jumlah Sumbuh : Sumbu Ledak Sumbu Api Jumlah ... .k .. ...k . . .. ii . .. . . ... . ... ... .. ii . ii ..k . ..k .. ii ......m .. bjh ... g .. g . g . ... . bjh . .... . ... ... ... ii .... ... g .. ... . ..bjh . g ..k ....20 KEPALA TEKNIK TAMBANG (.Lampiran XIII. . . g . ..k .... .. .. g .... ... g .. ii .k . . .m . g . ....... bjh .. . g .. bjh .k . g . ..m ..k . ... ii .......... . . ...... . . .. g . .bjh . g ...

. .. . . Yang membuat Kepala Teknik Tambang DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 579 .. . 341 Bilamana dirawat dalam rumah sakit.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II DAFTAR AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG SELAMA TRIWULAN : IV TAHUN 1998 I.... . ... . ...... AA SH ABN . . Beritahukan bilamana pasti tidak terpakai lagi untuk pekerjaan tambang. . ...Lampiran XIII. . terangkan tanggal keluarnya. . .. . ..... . Tanggal dari Nomor Urut dari kecelakaan tambang menurut daftar Kecelakaan Surat Pemberitahuan Nama yang mendapat kecelakaan Tanggal mulai bekerja Tanggal meninggal lg ai Keterangan 1 ) 2 ) Dimasukkan dalam 10 hari setelah tiap-tiap triwulan berakhir (pasal 167 (4)) Peraturan polisi tambang setelah tahun 1930 No... . . . .. P D U A AT M A G. .

. DAFTAR JUMLAH RATA-RATA PEKERJA PADA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN DAN PADA PERUSAHAAN DALAM TAHUN V BANYAKNYA PARA PEKERJA PERTAMBANGAN YANG SEBENARNYA (A) PEKERJA DI ATAS TANAH BEKERJA DI BAWAH TANAH PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA BULAN PEGAWAI PENGAMAT c ) MANDOR b ) PEKERJA JUMLAH PARA PEKERJA PADA SELURUH PERUSAHAAN PEG.U MANDOR PEKERJA KETERANGAN b ) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH RATA-RATA a ) b ) c ) Menurut pasal 1 ayat (1) a dari Peraturan Polisi Tambang (Staatsbled 1930 No... Pembuat...... Kepala Teknik Tambang (.Lampiran XIII..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I.....) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 580 ...... PENGAM AT DAN T................ .... 341) Mandor Pegawai yang bertanggung jawab terhadap sesuatu pekerjaan dan mengepalai sejumlah karyawan/regu....... Pegawai Pengamat : semua pegawai yang kedudukannya di atas mandor.

..... Kepala Teknik Tambang 581 ... TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1....000..R 2) PER BULAN KUMULATIF (.R adalah kumulatif frequency rate per 1....c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V .........000........R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1.. KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 1) F..000 JAM KERJA TAHUN 20..000....000 jam kerja F....... ......Lampiran XIII.000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat..) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 2 ) F.

.... Kepala Teknik Tambang (.................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ......) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 582 ... Kompensasi Pemeriksaan Jumlah Rp....... ...Lampiran XIII. PERHITUNGAN BIAYA KECELAKAAN TAMBANG I Nama Unit : Triwulan : I & II/III & IV Tahun : Kecelakaan X ) Nama Tanggal Kecelakaan Ringan Berat Mati Sifat Kecelakaan Perawatan Biaya Kecelakaan Peralatan No....... X) Nomor Kecelakaan sesuai dengan catatan dalam Bentuk Iii dan Bentuk IIIi Pembuat..

Kepala Teknik Tambang 583 ........) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Keterangan : 1 ) Jumlah hari korban kecelakaan para pekerja tambang sebenarnya termasuk lembur 2 ) Jumlah jam kerja para pekerja tambang yang sebenarnya termasuk lembur 3 ) S.R adalah kumulatif frequency rate per 1....R = jumlah kecelakaan kumulatif x 1..... KECELAKAAN BULAN RINGAN BERAT MATI PER-BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH KUMULATIF JUMLAH JAM KERJA 2) S. I.000..c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I TINGKAT KETERAPAN KECELAKAAN TAMBANG PER 1..000.......000 JAM KERJA TAHUN 20..R3) PER BULAN KUMULATIF (. .....000.000 jam kerja S.........Lampiran XIII........000 Jumlah jam kerja kumulatif Pembuat......

Tungkai Tiap bagian dari atas lutut sampi pangkal paha Tiap bagian di atas mata kaki dan sampai lutut 5. Lengan Tiap bagian dan siku sampai sendi bahu Tiap bagian pergelangan sampai siku 4. Jari. Kehilangan Fungsi Satu mata buta tanpa kerusakan penglihatan mata yang lain Kedua mata buta dalam satu kecelakaan Satu telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dengan/tanpa kerusakan pendengaran dari telinga yang lain kedua telinga termasuk kerusakan bagian tulang pendengaran dalam suatu kecelakaan Tak dapat di perbaikinya hernia (burut) Lumpuh total 1800 6000 600 3000 50 6000 4500 3600 4500 3600 DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 584 . Apabila seseorang meninggal dunia maka hari kerja yang hilang dihitung 6.c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V I .000 hari kerja B Cidera atau pembedahan anggota badan . 1. PERHITUNGAN HARI KERJA YANG HILANG KARENA MENINGGAL DUNIA/CACAT ATAU II PEMBEDAHAN ANGGOTA BADAN A Meninggal Dunia . Kaki dan Pergelangan Amputasi seluruh/sebagian tln uag R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal Carpus (pergelangan) 2400 Ruas ibu jari 150 300 600 Ruas jari lainnya 35 75 150 350 3. Jari Kaki.Lampiran XIII. Ibu Jari dan Tangan Amputasi seluruh/ sebagian tulang R a j r I( j n ) us ai uug Ra jr I (egh us ai I tna) Ruas jari III (bawah Tulang metacarpal (eaa) tlpk Carpus (pergelangan) 3000 I uj r b ai 300 600 900 Jari dan Tangan Telunjuk 100 200 400 600 Tengah 75 150 300 500 Manis 60 12 240 450 Kelingking 50 100 200 400 2.

....... KTT/Penanggung Jawab Lapangan ................................................................... Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.................................. termasuk foto-foto terjadinya kasus) .............. 5 PETA LOKASI TERJADINYA KASUS DAN DATA PENDUKUNG LAINNYA : ................ : (uraikan secara singkat kasus dan jelas akibat kasus) .................................... 2 PENYEBAB KASUS .................... Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 585 ...................................................................................................... .......................c Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I........................................ ...... td t............................Lampiran XIII...................................................... ....................................................... : (jelaskan secara singkat kasus yang terjadi) ........................ X LAPORAN TERJADINYA KASUS LINGKUNGAN PERTAMBANGAN UMUM NAMA PEMEGANG KP/KK/PKP 2B NOMOR KW LOKASI KEJADIAN DESA/KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI SUMBER KASUS TANGGAL TERJADINYA KASUS NAMA KTT/PENANGGUNG JAWAB LAPANGAN : : : : : : : : : 1 KASUS YANG TERJADI ......................................... (lampirkan peta lokasi terjadinya kasus.......... .................. ..................... : (uraikan secara singkat upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh KTT/pihak perusahaan) ..................................................................... .............................................................. Catatan : Laporan dari perusahaan sebelum dilakukannya pemeriksaan oleh PT I................................................................................. 3 AKIBAT KASUS ..................................... 4 UPAYA PENANGGULANGAN ..................................................................... : (uraikan secara singkat kasus dan jelas.... penyebab kasus) ...............

Rencana pelaksanaan pemantauan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I :PENDAHULUAN Uraian umum setiap bab secara ringkas BAB II :P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Berisikan uraian antara lain : a Penebasan/pembersihan lahan . jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan debu. P E L A K S A N A A N P E N G E L O L A A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan selama satu tahun mengenai atr li : naa an .Rencana pelaksanaan pengelolaan .lks.d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII d KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN LINGKUNGAN A . DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 586 .1.Lampiran XIII.Revegetasi -Li-an anli BAB IV. jumlah dan lokasi) ˆ Penanganan bahan beracun dan berbahaya. RENCANA PELAKSANAAN TAHUNAN BERIKUTNYA Uraian rencana operasional mengenai pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta biayanya pada kegiatan tahun berikutnya.Kualitas air. pengamanan.Penambangan . P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN Ulasan/evaluasi pelaksanaan pemantauan selama satu tahun terhadap baku mutu lingkungan mengenai antara lain : .000 .Penebasan dan penyiapan lahan .Stabilitas lereng (tambang. LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN BAB I.Peta pengelolaan skala 1 : 10. BIAYA PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN Rincian biaya untuk setiap jenis kegiatan pengelolaan dan pemantauan BAB V. d Pengolahan dan Pemurnian . penutup. pemelhra. kebisingan dan gtrn eaa. .jma.Tingkat erosi . ˆ Penanganan hasil penebasan.Pengolahan dan pemurnian .Pengupasan/penimbunan tanah penutup . PENDAHULUAN Uraian umum secara ringkas B . ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis. tanggul/dan kolam pengendap) . ˆ Luas kemajuan penambangan ˆ Penanganan air kerja limbah (jenis.Li-an anli LAPORAN TRIWULAN BAB II. tanah dan udara . ˆ Pengupasan tanah pucuk dan atnah penutup (a. meliputi : .000 . iaan oai ulh s) ˆ Luas kemajuan pengupasan dan luas penimbunan tanah pucuk dan tanah penutup. ˆ Luas kemajuan penebasan/ pembersihan b Pengupasan dan penimbunan tanah .db.Rencana Biaya Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan LAMPIRAN . c Penambangan . us ra. daerah penimbunan.Peta pengelolaan skala 1 : 1. lokasi yang disisakan/tidak diganggu trau jlrhju la ael jns emsk au ia.Reklamasi lahan bekas penambangan -Li-an anli BAB III. ei dan jumlah tanaman.

ˆ Penanganan kebisingan dan getaran. d Pemantauan kebersihan penghijauan .d Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Sarana Penunjang . c Pemantauan lereng.Lampiran XIII. tanggul. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 587 . e Pemantauan flora dan fauna . contoh air. pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta kasus lingkungan (apabila ada) LAMPIRAN ˆ Peta pengelolaan skala 1 : 1000 (setiap semester) ˆ Peta pemantaan skala 1 : 10. ˆ Penanganan limbah ˆ Penyediaan air. timbunan dan lain-lain. BAB IV :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Biaya pemantauan pengelolaan .000 ˆ Hasil Analisa laboratorium ˆ Isian penggunaan lahan untuk kegiatan eksploitasi ˆ Li-an anli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. BAB V :LAIN-LAIN a Memuat tentang perubahan . b Biaya pelaksanaan pemantauan . Reklamasi f ˆ Luas dan lokasi daerah penghijauan ˆ Luas dan lokasi untuk pemanfaatan li an ˆ Pembibitan (jenis dan jumlah) BAB III :P E L A K S A N A A N P E M A N T A U A N LINGKUNGAN a Uraikan pelaksanaan pengambilan . daerah . udara dan tanah b Pemantauan tingkat erosi . .

Pemanfaatan lain pada daerah tesebut butir 5 a. Areal penimbunan Material Buangan a Bekas Tambang (Back Filling) . b Di Luar Bekas Tambang . 5 . b Emplasemen . 2 . b Sedang dikerjakan (Roto Utara + Roto selatan) . Nama Perusahaan Data Perincian Eksploitasi*) Lokasi kegiatan Bahan galian a Luas Wilayah Perizinan Eksploitasi .e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII e KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 DAFTAR ISIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK KEGIATAN EKSPLOITASI PADA KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM Semester : Tahun : 1 . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan material buangan Ha Ha Bekas Tambang 10. 4 . c Pelabuhan . Reklamasi a Penghijauan . Ha Ha Semester ini 9 . Luas lahan yang dibuka a Selesai ditambang . ˆ Areal bekas tambang ˆ Areal penimbunan Mineral Buangan ˆ Areal Lainnya b Pemantauan Lain-lain+) . d Penimbunan Bahan Baku/Produk . a Pabrik/instalasi pengolahan/pemurnian . Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha (dalam a & c) DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL Kumulatif Ha Ha Ha Ha Ha Ha Kumulatif (Dari Awal) Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Asli (Kumulatif) 588 . Luas daerah cadangan Semester ini 7 . 8 . b Lus Project Area ***) . 6 .Lampiran XIII. 3 .

. perkantoran...... Pohon/Ha.........Lampiran XIII... Jalan Tambang(dalam areal produksi) f g Jalan non Tambang .... . Pemanfaatan lain.... Jumlah dan jenis Tanaman Penghijauan 1 a Tanaman Baru .a. tempat rekreasi dll....e Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 e Tergenang Air .. pabrik. Keterangan yang perlu disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (bila ada)... b Penyulaman . Pohon/Ha.... Kepala Teknik Tambang/ Deputy Director Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t. Pohon/Ha... Pohon/Ha. anli Ha Ha Ha Ha Jns ei Ha Ha Ha Ha Jumlah/Ha 1 .. Pohon/Ha. Pohon/Ha... h Li-an . * ) +) **) ***) Seluruh perizinan yang dilaporkan pada lembar isian ini... A. misalnya untuk perumahan. Total luas wilayah dari semua perizinan tersebut pada butir 2 Di luar wilayah tersebut pada butir 5...... Pimpinan Perusahaan .. Purnomo Yusgiantoro DEPARTEMENENERGIDANSUMBERDAYAMINERAL 589 .. c Pembibitan (bibit baru) . ...N. penampungan air.

TERAMPIL I KETERAMPILAN TATA ........ V V ....... MANAGEMENT PROFESIONAL PENDIDIKAN STATUS PENGALAMAN TIDAK TETAP F O R M A L NON FORMAL KERJA/JABATAN ...... 2..... TDK... ........ .................. ..... T........................... .. I LAPORAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA P. 1.... 2.... ..dt.. I I I . .... I....s.....dt..... 1.......... 2...........s.....s..s.......s....................... II TEKNISI I.....s....USAHA JUMLAH DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 590 . 1.........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIII. V....dt...dt......... f KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 ............ 1.....................dt..................... 1...........Lampiran XIII............ ............ ..... 2. J O B G R O U P NAMA / JABATAN 1.... TIUA/AU .. 2........................... 2............. ........................... RWLNTHN .... TKI TKA LOKAL NON LOKAL TETAP NO... ............ ...dt.... ..

... 5 KETERANGAN 1 2 3 6 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 591 ..... TIUA/AU ......................... RWLNTHN ..............................Lampiran XIII............. THPKGAA ..............D........ NO..f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I I ........................ AA EITN ...................... T ......... JABATAN NAMA TKA NOMOR IKTA/IKTAS 4 IKTA/IKTAS BERLAKU S... LAPORAN TENAGA KERJA ASING P .....

Lampiran XIII.f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 II KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TKI PENDAMPING SEBAGAI PENGGANTI TKWNAP I. JABATAN RENCANA TAHUN PENGGANTIAN NAMA TKI 5 1 2 3 4 TKWNAP NAMA TKWNAP PENDIDIKAN / PENGALAMAN 6 KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JENIS 7 LAMANYA 8 REALISASI PENGGANTIAN TKA KETERANGAN 9 1 0 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 592 . PT TAHUN : : TKI PENDAMPING TKWNAP NO.

.................. THN............ T .............................................. NO........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 I..Lampiran XIII............ AU ........ LAPORAN V PELAKSANAAN DIKLAT P ..................................... NAMA TKI NAMA DIKLAT YANG PERNAH DIIKUTI 3 PELAKSANAAN DIKLAT LOKASI 4 TANGGAL 5 PELAKSANA 6 HASIL YANG DICAPAI 1 2 7 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 593 ..........

...........f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ..... c . AU .... 2 3 4 5 7 SPESIFIKASI HARGA JUMLAH HARGA 8 JUMLAH 9 HARGA 1 0 REALIASASI TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KET...... RENCANA KEBUTUHAN PERALATAN/BARANG P. c ... THN. 1 Bongkar a ..... T... b ..... c .. b .............Lampiran XIII... c ....... c ........ b .. 3 Angkut a .... RENCANA URAIAN TRIWULAN I JUMLAH JUMLAH HARGA 6 1 A PERALATAN ........ b ........ 5 Laboratorium a ..... 2 Muat a . 4 Pengolahan a .. b ............... JUMLAH HARGA 1 1 1 2 13 DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 594 ...

b . 8 Perbengkelan a . b . b . c . b . c . b . 7 Survey a . c .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 1 6 Komunikasi a . 3 Bahan Kimia a . b . c . C LAIN-LAIN DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 595 . 9 Klsrkn eitia a . 2 Pelumas a .Lampiran XIII. 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 13 B BAHAN PENUNJANG 1 Bahan Bakar a . b .

...................................Lampiran XIII...... Penyelidikan Umum/Eksplorasi*) Rupiah (Rp)/Dollar Amerika (US $) RENCANA NO....... URAIAN US $ Rp REALISASI % US $ Rp I 1 2 3 4 I 1 2 3 4 5 I I I 1 2 3 I V 1 2 3 4 5 6 Gaji & Upah : Total Tenaga Tetap Tenaga Asing Buruh Harian Pajak Penghasilan Karyawan Administrasi : Total Kantor Pusat Base Camp Pelaporan Kantor Cabang Alat Tulis Kantor Perjalanan Dinas & Logistik : Total Perjalanan Logistik Akomodasi Kegiatan Lapangan : Total Pemetaan/Pengukuran Pemboran/Sumur Uji/Parit Uji Pengiriman Contoh Analisa Contoh Geofisika/Geokimia Pematokan Batas Wilayah DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 596 .....pmgn K/KPPB ...../2 ....... TABEL RENCANA DAN REALISASI INVESTASI I PT Laporan Triwulan ke Tahap Satuan : : : : : ...... ...........................(eeag PK/K2) Pembiayaan (Expenditure Statement) .f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 V ........... 0 ...................

Jumlah Modal & Cadangan Jumlah PASIVA DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 597 ..... b Piutang .Lampiran XIII.. Pr3 Dsme . c Aktiva tak berujud . e Kewajiban jangka pendek lainnya .. Jumlah Aktiva Lancar 2 2 Aktiva Tetap (bersih) Aktiva Lancar a Aktiva tak digunakan .. b Cadangan . 2 Pasiva Tidak Lancar . c Hutang Pajak . d Aktiva lainnya ... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN AKTIVA ANGGARAN 2000 REALSISASI 2000 1 Aktiva Lancar : .... e Aktiva Lancar Lainnya . a Kewajiban Jangka Panjang ..... c Laba (Rugi) tahun berjalan ........ d biaya yang masih harus dibayar .. NERACA P .... T ... c Persediaan . b Kewajiban Jangka Panjang lain-lain . Jumlah Aktiva PASIVA DAN MODAL 1 Pasiva Lancar ..... b Hutang Usaha . e 1 eebr . a Kas & Bank . b Biaya yang ditangguhkan . a Hutang Bank ......f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VI I. d Biaya dibayar di muka. Uang muka pembelian ... 3 Modal dan Cadangan a Modal Disetor .

. 5 ....... AU. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral td t.... Penjualan & Umum . d Laba/Rugi Tahun Berjalan ..... ............. THN. c Deviden . Jumlah Pendapatan / Beban lain-lain 7 8 9 10 11 Laba/Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Badan (PPh) Laba/Rugi Bersih Jumlah Lembar Saham Laba Bersih per Saham 12 Saldo Laba a Awal Tahun ...... Laba Usaha Pendapatan dan Beban lain-lain a Pendapatan Bunga .... T ....... b Penyesuaian Masa Lalu ..... d Lain-lain .. b Beban Bunga ....f Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 VIII.Awal Akhir Produksi (+) ....... Dalam Ribuan Rupiah URAIAN ANGGARAN 2000 REALISASI 2000 1 2 Penjualan Harga Pokok Penjualan : a Biaya Produksi ...... 6 ..... b Persediaan ....Lampiran XIII.................... c Keuntungan (Kerugian) Kurs ... PROYEKSI LABA RUGI P ..Akhir Hasil Produksi (-) Jumlah Harga Pokok Penjualan 3 4 Laba / Rugi Kotor Beban Usaha : a Biaya Eksplorasi . b Administrasi..... Purnomo Yusgiantoro DEP ARTEMENENERGDANSUMBERDA AMINERAL I Y 598 ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful