P. 1
Macam-macam Konflik

Macam-macam Konflik

|Views: 390|Likes:
Dipublikasikan oleh Tika Lovables

More info:

Published by: Tika Lovables on Aug 03, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

MACAM ± MACAM KONFLIK

Di dalam bingkai yang disebut "Negara Kesatuan Republik Indonesia" terdapat pelbagai macam konflik. Konflik antara Pusat dengan Daerah. Konflik antara Pemerintah Pusat dengan Daerah di Luar Jawa. Konflik antara Pemerintah dengan Rakyat. Konflik antara Golongan Berkuasa dengan yang Dikuasai. Konflik antara Partai Berkuasa dengan Partai yang Tidak Berkuasa. Konflik antara Golongan Eksekutif dengan Golongan Legislatif. Konflik antar Etnis atau yang disebut "Suku Bangsa". Konflik antara Kaum Buruh dengan Majikan. Konflik antara Modal Asing dengan Modal Dalam Negeri. Konflik antara Kaum Tani dengan Tuan Tanah. Konflik antara Kaum Nelayan dengan Juragan atau Pemilik Perahu atau Kapal Penangkap Ikan. Konflik antara Pedagang Kaki Lima dengan Petugas "Penertiban" Pasar. Konflik antara Orang Kaya dengan Orang Miskin. Konflik antara Polisi dengan Tentara. Konflik antara Angkatan Darat dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Konflik antara Kaum Konservatif dengan Golongan Progresif. Konflik antara yang mau membangun Demokrasi dan Reformasi dengan yang menghambat dan menentangnya. Dan masih terdapat aneka rupa konflik lainnya di dalam masyarakat manusia dan alam Nusantara, yang dapat dirinci satu persatu.

DASAR KONFLIK
Semua konflik itu ada karena ada dasar sosialnya. Dasar utamanya adalah ekonomi. Ekonomi merupakan Dasar Fundamental konflik-konflik itu. Atas dasar fundamental itu muncul ke permukaan Konflik Politik, Konflik Hukum, Konflik Sosial, Konflik Budaya, Konflik Etnis, dan sebagainya.

Konflik antara Pemerintah Pusat dengan Daerah secara Politik, Ekonomi, Hukum, Sosial, Budaya adalah konflik antara Sentralisasi dengan Desentralisasi. Tetapi dasarnya adalah Konflik Ekonomi. Karena daerah tidak punya hak menentukan di bidang ekonomi, maka menimbulkan berbagai konflik lainnya. Kekuatan Ekonomi menentukan segalanya. Kedudukan Pusat sebagai majikan dan Daerah sebagai kuli atau bahkan hamba sahaya saja. Tanpa mengangkangi secara rakus sumber- sumber daerah, pusat tidak punya sumsum dalam tulangnya dan tak punya zat perekat sendi-sendi tubuhnya.

KONFLIK POKOK DAN SEGI POKOK KONFLIK
Konflik pokok dalam kawasan Indonesia sekarang ini adalah antara Pemerintah Jakarta dengan daerah. Yang dimaksud dengan daerah meliputi rakyat, etnis dan pemerintah di daerah. Kekuasaan pusat atau Jakarta sangat kuat mencengkeram daerah. Kekuatan utama pemerintah pusat ada pada Militer, Kaum Modal, Kapitalis Birokrat, Kaum Oligarkis. Walaupun rezim militer telah ditumbangkan oleh rakyat, tetapi militer (khususnya Angkatan Darat) masih mendominasi kekuasaan rezim Jakarta. Kedominasiannya tidak boleh diukur hanya dari kwantitas atau jumlah orangnya yang menjadi Menteri, Anggota Parlemen dan Pejabat Dwifungsi mulai dari puncak kekuasaan hingga ke basis (Pedesaan). Melainkan harus dilihat juga campur tangan Militer (secara terang-terangan atau terselubung) di bidang ekonomi. Harus dilihat pula pada kwalitas kekuasaan itu sendiri.

Militer merupakan segi pokok yang menghambat pembinaan Demokrasi dan Reformasi yang menyeluruh. Berarti militer tidak lagi mendominasi kekuasaan dan tidak lagi menjadi segi pokok sebagai penentu kwalitas kekuasaan. Mitra atau Centeng Kaum Oligarkis merupakan penghadang terhadap tegaknya hukum yang memihak kepada rakyat. menjadi Kapitalis Birokrat. Militer yang telah menyusup ke dalam berbagai Partai Politik. menongkrongi berbagai Jabatan Pemerintahan Sipil. Tegaknya hukum seperti itu sekaligus ancaman untuk menertibkan militer itu sendiri.Apakah Kekuasaan di Indonesia sudah Demokratis dan Reformis? Apakah Hukum sudah berjalan dengan menghamba kepada rakyat kebanyakan? Apakah Militer sudah menjadi Pengayom Masyarakat ? Semua pertanyaan ini dengan kukuh menyediakan jawaban: Belum. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->