Anda di halaman 1dari 1

Was Happened Around

Sy. Syifa MAZ-WR

Pagi ini, disekitar kita pastinya banyak peristiwa yang terjadi. Begitu pula dengan saya.
Pagi ini seperti hari-hari formal biasanya, bersegera menuju lokasi tugas. Untuk sampai
ke sana saya harus menggunakan transportasi, karena kebetulan belum mempunyai
kendaraan pribadi. Sebelum mendapatkan transportasi tersebut, saya melihat kerumitan
jalan yang tiap lima hari disetiap minggu saya pasti melihatnya, kemacetan. Kemacetan
kali ini berlangsung cukup mengagetkan, dan memecut saya untuk berpikir.
Kemacetan ini secara kasat mata terjadi karena daerah tersebut merupakan pertigaan jalan
raya dua arah yang hanya bisa memuat dua jalur saja. Tetapi kondisi yang terjadi justru
memaksa tiap kendaraan, entah itu mobil pribadi, angkutan umum, bahkan kendaraan
roda dua untuk asyik menyalib satu sama lainnya. Apalagi tiap kendaraan mempunyai
motif yang sama, mengejar waktu di pagi hari itu. Tetapi sayangnya mereka mempunyai
arah tujuan yang berbeda satu dengan yang lain. Terjadilah kemacetan yang cukup
membuat kesal semua pihak yang berada di sana. Tidak saja para pengendara, tetapi juga
pengguna jalan, pengguna jasa angkutan, bahkan pejalan kaki yang sedang berseliweran
di seputar daerah tersebut. Hingga akhirnya turunlah dua orang bapak-bapak yang dengan
sigap langsung mengambil alih jalan raya yang kecil tersebut, bapak yang satu
berpenampilan lusuh layaknya tukang ojek sedangkan bapak lainnya seperti orang dari
kalangan cukup berpunya. Pas di tengah pertigaan jalan tersebut kedua orang ini
kemudian memberikan arah dan perintah. Kedua orang tersebut, Sesaat jalanan mulai
terarah, namun saat bapak ini menghentikan satu arah dan mengarahkan jalur kendaraan
lain untuk jalan, ternyata pada arah jalur kendaraan yang dihentikan tersebut terdapat
kendaraan pribadi yang tidak mau berhenti, bahkan memaksa untuk melaju. Bapak ini
awalnya berusaha menahan dengan mengacungkan tangannya keatas. Namun, ketika
mobil tersebut memberikan klakson panjang, bapak ini terlihat naik pitam. Ia langsung
berteriak-teriak sambil menunjuk-nunjuk ke arah mobil tersebut, ”Sabar, Bu! Sabar! Ini
semua orang mau lewat! Itu disana macet, Bu!”.
Salah satu gambaran di pagi hari, yang mungkin memusingkan, dan mungkin pula sangat
tidak berhubungan dengan kegiatan seharian. Apalagi berhubungan dengan masalah
politik. Akan tetapi jika ditelaah lebih lanjut, apa yang terjadi saat ini sebenarnya semua
berhubungan dengan perkembangan pembangunan yang ada saat ini – termasuk
perkembangan politik dan pemerintahan. Semua kesemrawutan yang terjadi di dalam
negeri ini, yang ’hanya’ dirasakan oleh masyarakat bawah seperti saya. Boleh jadi
dikatakan sebagai dampak dari kesemrawutan dari pengaturan negara dan pemerintahan
itu sendiri. Tanda tanya besar bagi masyarakat pada keberadaan para pemimpin yang
telah dinobatkan menjadi pemimpin diberbagai posisi jabatan di negara ini. Tanda tanya
lebih besar lagi mengenai kesalahan apa yang telah diperbuat oleh masyarakat bangsa ini
hingga mendapatkan ’dosa’ terbesar berupa kekacauan yang tiada habis-habisnya hingga
berpuluh-puluh tahun lamanya. Pertanyaan-pertanyaan besar tersebut merupakan salah
satu dari beribu akar berhembusnya kekecewaan masyarakat. Lalu dimana keadilan
politik yang dijanjikan berbagai pemimpin kita maupun para calon pemimpin yang
mendeklarasikan diri mereka ??? . . .