Matondang : Email :s_6_8@yahoo.co.id.

TEKS DAN ANALISIS WACANA LISAN UPACARA PERKAWINAN ANGKOLA- MANDAILING Texts and Oral Discourse Analysis of Wedding Ceremony of AngkolaMandailing oleh Saiful Anwar Matondang, dan A Laut Hasibuan
(Dosen Kopertis Wil Medan dpk UMN Al Washliyah) Atas Biaya Proyek Peningkatan SDM Dirjen Dikti Depdiknas tahun 2001

Pembuka Kata
Muda Muda Muda Muda dibaen na tu gas gas, jari jari on ma na lima, dibaen na marbagas, angkon malo manggolom nalima. istri sigolom sada, angkon suami na i sigolom dua, ibaen na mar ruma tangga,ulang bei sai marlua – lua.

(Bila berangkat ke ladang bersemak, gunakan jari yang lima, Bila sudah ber rumah tangga, pegang erat nasihat yang lima, Bila istri menggemgam kesatu, suami genggam yang kedua, Bila sudah berrumah tangga, jangan lagi bermain main) Etnis Angkola – Mandailing berasal dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan, berada di antara Rao (Sumatera Barat) dan Pahae (Tapanuli Utara), Samudera Hindia, dan Rokan Hulu (Riau), telah menyebar ke berbagai kota di Indonesia dan Malaysia. Etnis Angkola Mandailing berdiam di wilayah yang dialiri dua sugai besar dan bertemu di Muara Batang Gadis menuju Samudera Hindia. Kedua sungai itu adalah Sungai (Batang) Angkola dari Gunung Lubuk Raya, dan Sungai (Batang) Gadis dari Gunung Kulabu.Budaya etnis Angkola – Mandailing memadukan tradisi dan agama Islam “ Hombar do Adat dohot Ugamo” (custom alongside religion), setelah pasukan Paderi melakukan penyebaran Islam dari Minangkabau dari dua arah yang berbeda, yakni Pasukan Tuanku Rao atau Pakih Muhammad Lubis dari Huta Godang, bergerak dari Muarasipongi menuju Panyabungan, Padang Sidempuan, Sipirok, dan Rura Silindung ( Tarutung-Tapanuli Utara) pada tahun 1816. Sedangkan, Pasukan Tuanku Tambusai atau Hamonangan Harahap melalui Sibuhuan, Padang Lawas, Padang Bolak, dan Sipirok beberapa tahun kemudian. (Lubis, 2005). Konsep hubungan fungsional antar marga Dalihan Na Tolu (Three Pillars), dalam masyarakat, yakni pihak Kahanggi (barisan satu marga), pihak kedua Mora ( barisan mertua), dan ketiga Anak Boru (barisan menantu), terapkan karena tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut Basyral H Harahap dan Hotman M Siahaan etnik Angkola & Sipirok bermarga Harahap, Siregar, Pulungan, Dalimunte, Daulai, Di Padang Lawas terdapat marga marga Harahap, Siregar, Hasibuan, Daulai, Dalimunte, Pulungan, Nasution, dan Lubis. Sedangkan di Mandailing menurut Abdoellah Lubis, terdapat marga Lubis, Nasution, Pulungan, Parinduri (Rangkuti/ Mardia), Batu Bara, Daulai/ Matondang,, Hasibuan, dan Naimonte,(www, Mandailing.org).

Bahasa Adat Berdasarkan keragaman bahasa etnik Angkola – Mandailing penelitian terfokus pada : . Bahasa ratapan (andung) 4. Upacara besar dalam etnis Angkola – Mandailing terdiri dari : Siluluton (duka cita).Peta lokasi Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan Upacara adat pada setiap etnis memiliki ciri khas tersendiri. yakni berbicara dalam tutur sapa yang sangat khusus dan unik. Setiap anggota berbalas tutur yang teratur seperti berbalas pantun. antara barisan yang terdapat dalam Dalihan Na Tolu. Bahasa pantun 3. yakni : 1. Bahasa Sehari hari 2. Ada empat ragam bahasa etnik Angkola Mandailing. Salah satu etnis yang terdapat di Sumatera Utara adalah etnis Angkola – Mandailing. Prosesi Upacara Perkawinan Angkola Mandailing dimulai dari musyawarah adat Makkobar/Makkatai. Upacara Perkawinan adalah Horja (pesta) adat suka cita.Siriaon (suka cita).

Bagaimana fungsi wacana atau subwacana lisan perkawinan Angkola – Mandailing ? BAB II TINJAUAN PUSTAKA Teori teori yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari : 1. Instrumen : Tip rekorder. Kebermaknaan (Coherence) Adapun rumusan masalah penelitian yang diajukan adalah : 1. yang terdiri dari : a. Karang Topik g. Inferensi f. Referensi d. Lange. Interpretasi Kontekstual b.Bagimana struktur wacana lisan upacara perkawinan Angkola-Mandailing 3. Implikatur e. Teknik Pengumpulan Data : perekaman teks lisan Teknik Analisa Data : Adjency pairs Moves Reciprocal Acts .Bagiamana jenis interpretasi wacana lisan upacara perkawinan AngkolaMandailing ? 4. 4. Speech Acts – Events Courtlhard. Keterpautan (Cohession) h. Langue. Systemic Functional MAK Halliday BAB III METODE PENELITIAN Desain penelitian : deskriptif Responden : seluruh pihak yang ikut dalam satu musyawarah pesta perkawinan Angkola – Mandailing (20 -30 orang). Presuposisi c. and parole linguistic Modern Ferdinand D Sausure 3.Struktur Wacana Lisan Upacara perkawinan Angkola -Mandailing.Bagaimana teks wacana lisan upacara perkawinan Angkola -Mandailing ? 2. Antropo-Linguistik J R Firth (1935) 2. Transkrip percakapan.

Juru Bicara yang punya Hajat Pesta (Suhut) Pangatak Pengetong (Penyusun Acara /Protokoler) 2.Juru Bicara Suhut : Ucapan Terimakasih dan permohonan mengadakan sidang pesta adat Diharoro ni anak ni raja. tu siamun tu siambirang. ulang lang lang pagusayang . Namar nayang ni lakka. Suhut (yang punya Hajat Pesta) 3. Sian harani dison hami pasahaton. anak niraja dohot namora palalulon. Raja Panusunan Bulung (Raja di Raja Adat/ Pimpinan Sidang) Comment: TOPIK : 1.Anak Boru : Mengiring Mora (Pihak Mertua) Manatap ma tu toru. Nadung martoru abara. Songoni anak nin namora. 3. Pisang Raut (ipar dari Anak Boru) 5. Raja Torbing Balok ( Raja adapt dari kampong sebelah) 8.Topics Procondition Requiest for Actions BAB IV HASIL TEMUAN & PEMBAHASAN Struktur Wacana Turns (Giliran Pembicara) 1.Suhut : Permohonan agar diadakan pesta Tankkas ma hami olat ni niat. Hatobangan ( Raja adat di Kampung tersebut/ Noblemen of Village) 7. 2. Paralok alok (peserta musyawarah yang turut hadir) 6. pangodoan ni ami anak boru. Songoni dohot mayorahon. Anak Boru Suhut (Menantu yang punya Hajat) 4.

Raja Kampung : Menjawab permintaan Muda pola tabo ima na bornok. Hata nisuhut Habolonan nakkinani.Pisang Raut : Ikut Menyerahkan On ma pangidoan.4. implikatur.Hatobangan : Memberikan jawaban atas permintaan suhut. 5. BAB V : SIMPULAN Unsur Wacana Lisan Perkawinan Angkola – Mandailing terdiri dari : Pembukaan dan Topik Unsur unsur penghubung refer. Arion ma ari ulang lusut. 8. Sarsar ma nadung luhut.Raja Panusunan Bulung : Memutuskan Sidang Dalan dalan tu Sidimpuan Boluson parsabolas Madung dapt hasimpulan Tolu noli ta dokkon Horas …horas… horas. ni pisang raut. Hujagit hutarimo andung muyuon. References: .Raja kampong Sebelah : Menjawab permintaan Muda au Rajai Tobing balok sian naritti. Manjawanb saro sonnari. Muda lewat on horbo lusut. dan inferen Unsur konten wacana : Kohesi dan Kohesif Saran Saran : Perlu pengkajian yang luas dan mendalam untuk mengetahui ragam wacana perkawinan Angkola – Mandailing. muda saro di naritti jolo hudokkon. Sombu roha puas di lala. 6. 7. Anak Boru/ Pisang Raut Melpas ma tu namambalosi. Sangape namangalusi.

AR. Halliday. 1976. 2/2005. Lubis. TK Batara Doli P 1998. Mandailing. MAK & Hasan R. WWw. G 1995. M 1977. Longman London. G & Yule. Longman: London. . Coulthard. An Intro to Discourse Analysis. Cohession in English. 2005. Mandailing Islam Across Borders.Brown. Hasibuan. Cambrige Univ press.org. Discourse Analysis. Taiwan Journal of South East Asia Studies Vol 2. Buhu Buhu ni Hata Bohi Bohi ni Adat Tapsel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful