Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perencanaan struktur tahan gempa merupakan materi yang sangat luas dan menarik untuk dibahas. Tentunya, pasca gempa Jogja-Jateng yang memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat sekaligus peluang bagai para rekayasawan teknik sipil khususnya struktur untuk mengkaji lebih lanjut mengenai apa dan bagaimana struktur tahan gempa tersebut, sehingga masyarakat awam dapat merencanakan bangunannya tahan terhadap gempa. Analisis struktur merupakan disiplin ilmu dasar yang harus dimiliki oleh setiap ahli sipil. Oleh karena itu, setiap bangunan yang dirancang sebaiknya memperhatikan faktor ketahanan gempa. Selain itu, beban dinamik lainnya, seperti beban impuls dan mesin juga perlu diperhatikan. Dengan menitikberatkan pada beban gempa yang terjadi pada pondasi, maka struktur bangunan yang akan dirancang perlu dimodelkan dan dianalisis. Dari hasil permodelan dan analisis ini, nantinya akan didapat berbagai macam faktor yang akan mempengaruhi keamanan struktur yang telah dirancang. Dalam merencanakan suatu struktur bangunan, perencana dituntut agar dapat memahami perancangan struktur tahan gempa. Perancangan struktur tahan gempa ini sangat dipengaruhi oleh periode atau waktu getar dari struktur tersebut. Waktu getaran struktur nantinya akan mempengaruhi tingkat goyangan struktur yang berkaitan dengan tingkat keamanan struktur terhadap getaran yang terjadi pada bangunan tersebut. Berkat perkembangan dunia komputasi yang begitu pesat,pengerjaan analisis struktur dapat dilakukan dengan mudah, singkat dengan hasil yang lebih akurat berkat adanya software SAP 2000. Namun, mahasiswa harus mengetahui konsep dasar dan cara kerja analisis metode klasik dan software sebelum melakukan perancangan. Sehingga pada kesempatan kali ini, SAP 2000 sebagai objek praktikum perlu dipahami lebih dalam lagi. B. Tujuan

Praktikum ini dilaksanakan guna mengetahui bagaimana membuat tiruan atau model struktur sebagai idealisasi dari struktur sebenarnya di lapangan. Memodelkan struktur juga harus berdasarkan kaidah-kaidah analisis struktur sehingga relatif mencerminkan kondisi sebenarnya suatu struktur. Selanjutnya struktur akan dianalisis bagaimana pengaruh beban dinamis yang bekerja sebagai dasar perencanaan detail struktur. Dalam hal ini, penyelesaian analisa struktur dapat diselesaikan denan program SAP2000. Aspek kegempaan yang erdapat pada SNI 03-1726-2002 dapat dimasukkan kedalam respons spectrum analysis yang sesuai dengan wilayah gempa di Indonesia. Untuk itu perlu pemahaman yang baik dalam memodelkan struktur, memasukkan data-data perencanaan, maupun peraturan SNI yang dimiliki rekayasawan, sehingga perhitungannya dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

C.

Penjelasan Tugas

Tugas praktikum Analisis Dinamika Struktur dan Teknik Gempa ini bersifat perseorangan, yang mempunyai 3 permasalahan untuk dianalisis. 1. Single Degree of Freedom Analisis struktur yang dilakukan pada suatu sistem struktur yang sederhana untuk menghitung frekuensi dan periodenya. 2. Harmonic Load Portal (Multiple Degree of Freedom) Mahasiswa diberikan soal berupa sistem struktur lantai 4 dengan bentang dan profil yang berbeda-beda. Kemudian diberi beban siklik (beban dinamis) pada satu joint sehingga dapat dihitung besarnya gaya yang terjadi. 3. 3D Frame Mahasiswa diberikan soal berupa system struktur 3 dimensi, dengan bentang dan profil penampang yang berbeda-beda. Analisis dilakukan dengan analisis respons spectrum, yang besarnya sasuai dengan ketentuan wilayah gempa dan jenis tanah yang tertera pada soal.

BAB II DASAR TEORI


A. LUMPED MASS SYSTEM Massa struktur diidealisasikan terpusat di beberapa titik nodal pada struktur, dan strukturnya sendiri dianggap tidak mempunyai berat (massa). Pada model ini, dikenal 2 macam idealisasi, yaitu: a) Simple model b) Complex model Contoh simple model dalam aplikasi shear Building:
(balok + lantai + kolom ) = m m
P (t )

v
m= + m m

Ib = I1 I2

P (t )

(a)

(b)

(c)

Kekakuan struktur dinyatakan dalam persamaan:

k=

12 E ( I1 + I 2 ) L3c

Dalam contoh ini, balok dianggap kaku tak behringga (Ib=), sehingga tidak mengalami deformasi. Displacement arah horisontal dianggap lebih dominan. Pada portal terbuka (open frame), ataupun pada struktur portal yang lantainya dianggap tidak kaku, maka kekakuan balok harus diperhitungkan apa adanya. Model struktur pada gambar berikut:

v
m= + m m
P (t )

v
m(

Ib I1 I2

Ib =

P (t )

(a)

(b)

(c)

Untuk menghitung k yang ekivalen dengan kekakuan horisontal struktur tersebut, dipakai persamaan:
3k + 0.5 24 E ) ( 2 ) kc 3k + 2 Lc

k =(

dimana:
k = kb = kc = kb kc I balok Lbalok I colom Lcolom

Dengan:
k

= kekakuan ekivalen srtruktur

B. SINGLE DEGREE OF FREEDOM (S.D.O.F.) SYSTEM Dengan idealisasi struktur seperti yang telah diuraikan pada Bab I, berbagai struktur yang kita jumpai dalam praktek dapat dianalisis sebagai single degree of fredom(s.d.o.f.) system atau sitem berderajad kebebasan tunggal. Persamaan Gerak Model matematik dan persamaan gerak untuk S.D.O.F. adalah sebagai berikut:

v; v; v
P(t) m k
; v; v v

k m

(a)
M + kv = P(t ) v

(b)

.. t > o .. t = o

Dengan kondisi awal

v
v

= =

vo vo

Persamaan diatas dapat pula ditulis dalam bentuk lain sebagai berikut:
v+ k P (t ) v= m m P (t ) m

v +2 v =

Dengan:
=
1 k T = f = f m; 2 ;

f T

= Circular frequency Physical characteristic = frekuensi alami struktur = Periode getar alami struktur.
y3

m3 m2 m1

m3 k3 m2

y3 y3

k2 m1 k1

Solusi non trivial:

2 [K ] [M ]

=0

f =

T =

1 f

[K] [M] 2 f T

= matriks kekakuan struktur = matriks massa = Eigen value = frekuensi alami struktur = Periode getar alamiah struktur

Model matematik dan persamaan gerak yang dilukiskan pada gambar diatas karena getaran sistem tersebut tidak mengalami redaman(damping), biasa disebut UNDAMPED SYSTEM. Dalam praktek, kondisi ideal tersebut mungkin tidak 100% dipenuhi. Pada kenyataannya, selama getaran berlangsung, terjadi gesekan antar elemen-elemen struktur, ataupun malah terjadi retak-retak kecil pada elemen struktur (misalnya pada beton), sehingga sebagian energi potensial atau kinetiknya diubah menjadi panas atau keretakan. Dengan demikian terjadilah redaman selama getaran berlangsung, yang secara berangsur-angsur mendissipate energi yang ada. Fenomena tersebut amat kompleks, namun dari pengalaman dapat dianggap bahwa kondisi tersebut mirip dengan viscous damping sebagai berikut:
Piston berlubang R Fluida Silinder v

C. HARMONIC LOAD PORTAL Respon akibat beban harmonis mempunyai 2 sistem yaitu berupa: System tanpa redaman System dengan redaman Pada kali ini akan dibahas tentang system tanpa redaman yang dapat menjadi dasar teori dalam pengerjaan soal harmonic load.

Bila struktur mendukung beban harmonis P(t) = Po.sin.t dengan Po=amplitude, dan =circulat frequency dari beban luar ,maka persamaan gerak menjadi:

m. +k.v= Po.sin.t, t>0 v=vo t=0 v=vo

pers. (a)

Persamaan gerak diatas adalah persamaan gerak differensial (linear dan berode dua) yang non homogen. Solusi umumnya pers.(a) adalah : v(t)=vp(t)+vc(t) vp(t)=particular solution vc(t)=homogenous solution Selanjutnya, yang akan dibahas adalah particular solutionnya. Particular solution untuk pers.(a) di atas adalah dalam bentuk : vp(t)=D. sin.t pers.(c) pers. (b)

mengingat respon akibat beban harmonis dapat dianggap pula harmonis,dari pers. (c) maka dapat diperoleh : v(t)= D. sin.t (t)= D2. sin.t selanjutnya pers.(c) dapat ditulis dalam bentuk : + 2.v=Po/m. sin.t Sehingga solusi umum dari pers.(b) adalah : v(t)=vp(t)+vc(t) = A.sint+B.cost+Po/k(1/(1-2) sin.t

D. 3D FRAME SYSTEM Berikut akan dibahas cara pembebanan pada balok akibat berat lantai. Misalkan terdapat suatu denah lantai 2 seperti berikut:

4m

D 5m

E 3m

Maka pola pembebanan dari lantai akan menjadi seperti berikut:

1 2 1m 3 4

1 6 1

1m

Balok AB mendapatkan beban daerah 1 Balok DE mendapatkan beban daerah 3 Balok AD mendapatkan beban daerah 2 Balok BE mendapatkan beban daerah 4 Balok BC mendapatkan beban daerah 5 Balok EF mendapatkan beban daerah 7 Balok CF mendapatkan beban daerah 6

DAFTAR PUSTAKA

Suhendro, 2000, Bahan Kuliah Analisis Dinamik Struktur, Jurusan Teknik Sipil FT UGM, Yogyakarta Badan Standarisasi Nasional (BSN), 2002. Satyarno, I.,2002, Buku Ajar : Analisis Dianamik Struktur dan Teknik Gempa Tim Asisten Andin 2011, 2011, Panduan Praktikum Analisis Dinamika Struktur dan Teknik Gempa, Putra Kopma, Yogyakarta