Anda di halaman 1dari 10

WP KRITERIA TERTENTU PASAL 17C DAN WP PERSYARATAN TERTENTU PASAL 17D UU KUP

WP kriteria tertentu (WP patuh) adalah WP yang memenuhi persyaratan sbb: a. Tepat waktu menyampaikan SPT: 1. Penyampaian SPT tepat waktu dalam 3 tahun terakhir 2. Penyampaian SPT Masa yang terlambat dalam tahun terakhir(Jan-Nov) < 3 bulan untuk setiap jenis pajak dan tidak berturut-turut 3. SPT Masa yang terlambat disampaikan sebelum penyampaian SPT Masa masa pajak berikutnya b. Tidak memiliki tunggakan pajak, kecuali yang telah mendapat izin untuk mengangsur/menunda c. Laporan keuangan diaudit oleh akuntan publik atau lembaga pengawasan keuangan pemerintah. d. Tidak pernah dipidana karena masalah perpajakan dalam 5 tahun terakhir

WP persyaratan tertentu (dapat diberikan pengembalian kelebihan pajak) adalah: a. WP OP yang tidak menjalankan usaha/pekerjaan bebas b. WP OP yang menjalankan usaha/pekerjaan bebas yang menyelenggarakan pembukuan dengan: 1. Jumlah peredaran usaha yang tercantum dalam SPT tahunan PPh yaitu < 4,8M 2. Jumlah lebih bayar menurut SPT tahun an PPh < 1juta 3. Jumlah lebih bayar menurut SPT tahunan PPh max 0,5% dari jumlah peredaran usaha c. WP badan sbb: 1. Jumlah peredaran usaha yang tercantum dalam SPT tahunan PPh max 5M 2. Jumlah lebih bayar menurut SPT yahunan PPh < 10juta d. PKP sbb: 1. Jumlah SPT masa PPN max 400juta (sebelum 1 mei 2009 = 150juta) 2. Jumlah lebih bayar menurut SPT masa PPN max 28juta (<1 mei 2009 150rb)

DJP setelah melakukan penelitian atas permohonan pengembalian lebih bayar oleh WP diatas, menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahulu an Kelebihan Pajak (SKPPKP) max 3 bulan(PPh) atau 1 bulan (PPN) sejak permohonan diterima . SKPPKP tidak dapat diberikan kepada WP dalam masa sebagai WP patuh.

PENAGIHAN PAJAK

Tindakan penagihan pajak: 1. Persuasif/pasif : tindakan penagihan pajak yang dilakukan melalui surat, telepon dan himbauan agar WP segera melunasi utang pajak. Tujuannya untuk memberikan pelayanan dan pendidikan yang baik terhadap WP 2. Represif/aktif : tindakan penagihan pajak dengan menerbitkan Surat Teguran / Surat Peringatan, kemudian dapat dilanjutkan penyitaan hingga WP melunasi utang pajaknya. Alur waktu penagihan pajak aktif adalah : 1. Jika pada jatuh tempo WP tidak melunasi pajaknya, 7 hari setelah jatuh tempo diterbitkan Surat Teguran (Kasie Penagihan) 2. Diterbitkan Surat Paksa 21 hari setelah diterbitkannya Surat Teguran (Ka. KPP) 3. Diterbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan, 2x24 jam setelah diterbitkannnya Surat Paksa (Ka. KPP) 4. Dilakukan Pengumuman Lelang, 14 hari setelah pelaksanaan penyitaan (Ka. KPP) 5. Pelaksanaan Lelang dilakukan 14 hari setelah pengumuman lelang (Pejabat lelang dan Ka. KPP) Jurusita Pajak adalah pelaksana penagihan pajak, tugas Jurusita Pajak : a. b. c. d. Melaksanakan Surat Perintah Penagihan Seketika dan Sekaligus Memberitahukan Surat Paksa Melaksanakan Penyitaan Melaksanakan Penyanderaan Persyaratan Jurusita Berijazah min SMU Berpangkat min Pengatur Muda/Golongan IIA Sehat Lulus pendidikan dan pelatihan Jurusita Jujur dan tanggung jawab

a. b. c. d. e.

Jurusita diberhentikan apabila : a. Meninggal dunia b. Pensiun c. Alih tugas atau kepentingan dinas

d. e. f. g.

Lalai atau tidak cakap bertugas Melakukan perbuatan tercela Melanggar sumpah jurusita Sakit jasmani atau rohani terus-menerus

Surat Teguran adalah surat yang diterbitkan untuk menegur/memperingatkan kepada WP untuk melunasi utang pajak. Penentuan jatuh tempo adalah sbb: Kondisi WP Jatuh Tempo Mengajukan banding 1 bulan sejak penerbitan putusan banding Setuju jumlah pajak yang harus dibayar 1 bulan sejak penerbitan SKP Setuju jumlah pajak yang harus dibayar bagi 2 bulan sejak penerbitan SKP WP usaha kecil dan daerah tertentu Tidak setuju sebagian/seluruh jumlah pajak 3 bulan sejak dikirim penerbitan SKP yang harus dibayar dan tidak keberatan Tidak setuju sebagian/seluruh jumlah pajak 3 bulan sejak penerbitan SK Keberatan yang harus dibayar dan tidak mengajukan banding atas Keputusan Keberatan Mencabut pengajuan keberatan atas Sejak pencabutan pengajuan keberatan SKPKB/SKPKBT setelah jatuh tempo pelunasan tetapi sebelum tanggal diterima SPT oleh WP Setelah 7 hari sejak jatuh tempo di atas, Surat Teguran dapat diterbitkan. ------------------------------------------Penagihan Seketika atau Sekaligus adalah tindakan penagihan pajak tanpa menunggu jatuh tempo, dapat dilakukan apabila: a. WP akan meninggalkan Indonesia selamanya atau berniat untuk itu b. WP memindahtangankan barang yang dikuasai untuk mengecilkan kegiatan perusahaan c. WP akan membubarkan, menggabungkan atau memekarkan badan usaha d. Badan usaha akan dibubarkan negara e. Terjadi penyitaan barang WP atas pihak ketiga --------------------------------------Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak. Surat Paksa diterbitkan dalam hal : a. Utang pajak tidak dilunasi WP selama 21 hari setelah diterbitkan Surat Teguran b. Terhadap WP telah dilaksanakan Penagihan Seketika atau Sekaligus

c. WP tidak memenuhi ketentuan dalam keputusan persetujuan pengangsuran / penundaan pembayaran pajak. Surat Paksa sekurang-kurangnya harus memuat: Nama WP Dasar penagihan Besarnya utang pajak Perintah untuk membayar

a. b. c. d.

Penyitaan adalah tindakan Jurusita untuk menguasai barang WP guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut perundang -undangan. Barang yang dapat disita yaitu barang di tempat tinggal, tempat usaha, tempat kedudukan milik WP yang berupa : a. Barang bergerak = mobil, perhiasan, uang tunai, deposito berjangka, tabungan, dll. b. Barang tidak bergerak = tanah, bangunan, kapal(isi kotor > 20m 3 Barang milik WP yang dikecualikan dari penyitaan : a. b. c. d. Pakaian dan tempat tidur beserta kelengkapannya Makanan dan minuman Perlengkapan yang bersifat dinas dari negara Buku yang berkaitan dengan pekerjaan WP dan alat-alat untuk pendidikan dan kebudayaan e. Peralatan dalam keadaan jalan yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaa / usaha sehari-hari (< 20juta) f. Peralatan penyandang cacat Penyitaan tambahan dilakukan apabila : a. Nilai barang yang disita tidak cukup untuk melunasi utang pajak b. Hasil lelang barang yang disita tidak cukup melunasi utang pajak Pencabutan sita dilaksanakan apabila : a. b. c. d. Penanggung pajak telah melunasi utang pajak Berdasarkan putusan pengadilan negeri terkait sanggahan pihak ketiga Berdasarkan putusan pengadilan pajak terkait gugatan WP Ditetapkan lain dengan Keputusan Menteri Keuangan

Lelang adalah penjualan barang di muka umum dengan cara penawaran harga melalui usaha pengumpulan peminat/ alon pembeli . Tujuannya memberi kesempatan

masyarakat untuk melakukan bantahan apabila ada pihak yang diragukan. Pengumuman lelang barang bergerak dilakukan 1 kali (barang bergerak) dan 2 kali (barang tidak bergerak). Fungsi pejabat dalam pelaksanaan lelang : a. b. c. d. e. Mengajukan permintaan lelang Menghadiri pelaksanaan lelang Menentukan dilepas tidaknya barang yang dilelang Menghentikan lelang apabila hasil lelang sudah cukup melunasi utang pajak Menandatangani risalah lelang sebagai Barang sitaan yang dikecualikan dari penjualan secara lelang : a. Uang tunai b. Surat-surat berharga 1. Obligasi 2. Saham 3. Piutang 4. Tabungan c. Barang yang mudah rusak atau cepat busuk Lelang tidak dilaksanakan apabila : a. WP melunasi utang b. Terdapat putusan Pengadilan Negeri terkai t sanggahan pihak ketiga yang dimenangkan oleh pihak ketiga tsb c. Terdapat putusan Pengadilan Negeri terkait gugatan yang dimenangkan WP d. Objek lelang musnah

Pencegahan adalah larangan sementara terhadap WP tertentu untuk keluar negeri. Dilakukan apabila WP memiliki utang pajak min 100juta. Penyanderaan adalah pengekangan WP dengan menempatkannya di tempat tertentu. Jangka waktu pencegahan dan penyanderaan adalah 6 bulan, dapat diperpanjang max 6 bulan. Penyanderaan tidak boleh dilaksanakan ketika WP : a. Beribadah b. Mengikuti sidang resmi c. Mengikuti Pemilu

SENGKETA PAJAK

A. Banding Diajukan dengan syarat : a. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia b. Diajukan dalam waktu 3 bulan sejak diterimanya keputusan, kecuali karena keadaan di luar kekuasaan WP c. 1 keputusan, 1 surabt banding d. Banding diajukan disertai lasan yang jelas e. Surat banding dilampiri SK Keberatan f. Diajukan oleh WP, ahli waris atau kuasa hukumnnya Apabila banding ditolak, maka WP dikenakan sanksi 100% dari jumlah pajak berdasarkan putusan banding dikurangi pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan.

B. Gugatan Gugatan adalah upaya hukum yang dilakukan oleh WP terhadap suatu keputusan. Gugatan diajukan terhadap : 1. Pelaksanaan surat paksa, surat perintah pelaksanaan penyitaan, pengumuman lelang 2. Keputusan pencegahan dalam penagihan pajak 3. Keputuan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan selain dalam pasal 25(1), 26 4. Penerbitan SKP / SK Keberatan yang penerbitannya tidak sesuai prosedur dalam UU KUP Gugatan diajukan ke pengadilan pajak dengan syarat : 1. Diajukan tertulis dan dalam bahasa Indonesia 2. Diajukan dalam 14 hari sejak pelaksanaan penagihan / 30 hari sejak tanggal diterimanya keputusan yang digugat. Perpanjangan 14 hari sejak berkhirnya keadaan diluar kuasa penggugat 3. 1 pelaksanaan penagihan / keputusan, 1 surat gugatan 4. Disertai alasan yang jelas 5. Mencantumkan pelaksanaan penagihan / salinan keputusan yang digugat 6. Diajukan oleh WP, ahli waris, kuasa hukum.

C. Peninjauan Kembali Upaya PK hanya diajukan sekali ke Mahkamah Agung disertai alasan berikut :

1. Apabila putusan pengadilan pajak ditemukan kecacatan 2. Apabila terdapat bukti baru yang bersifat penting dan dapat menghasilkan putusan pengadilan baru 3. Apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut / lebih dari yang dituntut 4. Apabila bagian dari tuntutan belum diputus tanpa pertimbangan sebab -sebabnya 5. Terdapat putusan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan yang diatur dalam UU yang berlaku, WP dapat mennunjuk se orang kuasa. Syarat seorang kuasa adalah sbb : a. Memiliki NPWP b. Telah menyampaikan SPT tahunan PPh terakhir c. Menguasai Ketentuan perpajakan 1. Jika bukan konsultan pajak dibuktikan dengan sertifikat brevet atau ijazah pendidikan bidang perpajakan. 2. Jika konsultan, dibuktiikan dengan kepemilikan Surat Izin Praktek Konsultan Pajak yang diterbitkan Dirjen Pajak atas nama MenKeu d. Memiliki surat kuasa khusus dari WP yang memberi kuasa. Seseorang yang bukan konsultan pajak, hanya dapat menerima kuasa dari : a. WP OP yang tidak menjalankan usaha / pekerjaan bebas b. WP OP yang menjalankan usaha / pekerjaan bebas dengan peredaran bruto < 1,8juta dalam 1 tahun c. WP badan dengan peredaran bruto < 2,4 M dalam 1 tahun Seorang kuasa tidak boleh : a. Melanggar ketentuan perundang-undangan b. Menghalang-halangi ketentuan peraturan oerundang-undangan c. Dipidana karena alasan perpajakan

PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK DAN IMBALAN BUNGA

Kelebihan pembayaran pajak dapat dikembalikan dalam hal terdapat : Penyebab Kelebihan Pembayaran Pajak LB sebagaimana psl 17 (1) Dikembalikan 1 bulan sejak ... Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran diterima

Pajak yang seharusnya tidak terutang sebagaimana psl 17 (2) Pajak LB sebagaimana psl 17B Pajak LB sebagaimana SKPPKP psl 17C Pajak LB sebagaimana SKPPKP psl 17D Pajak LB karena diterbitkan SK Keberatan, putusan banding, put. PK Pajak LB karena terbit SK pembetulan psl 16 Pajak LB karena terbit SK pengurangan / penghapusan sanksi administrasi psl 36 Pajak LB karena SK pengurangan / pembatalan ketetapan pajak psl 36 Imbalan bunga yang tercantum dalam SKPIB

SKPLB terbit SKPLB terbit SKPPKP terbit SKPPKP terbit SK Keberatan terbit, put. Banding atau put. PK diterima kantor DJP SK pembetulan terbit SK pengurangan / peghapusan sanksi administrasi terbit SK pengurangan / penghapusan ketetapan pajak terbit ---

Imbalan bunga diberikan kepada WP dalam rangka : a. Keterlambatan pengembalian kelebihan pajak seperti dalam psl 11 (3). Imbalan bunga sebesar 2% / bulan dari jumlah kelebih an pajak, dihitung sejak : 1. Batas waktu penerbitan SPMKP sampai tanggal penerbitan SPMKP 2. Batas waktu penerbitan SPMIB sampai tanggal penerbitan SPMIB Dan bagian dari bulan dihitung 1 bulan penuh. Peng embalian tersebut adalah akibat: 1. Diajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak karena terbitnya SKPLB 2. Terbitnya SKPLB hasil penelitian 3. Terbitnya SKPLB hasil pemeriksaan 4. Terbitnya SKPPKP atas pengembalian dari WP kriteria tertentu 5. Terbitnya SK keberatan, pembetulan, pengurangan sanksi administrasi, penghapusan sanksi administrasi, pengurangan/pembatalan ketetapan pajak, atau SK pemberian imbalan bunga yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. b. Keterlambatan penerbitan SKPLB sebagaimana psl 17B (3) Imbalan bunga sebesar 2% / bulan, dihitung sejak : 1. Jangka waktu 12 bulan berakhir untuk SKPLB 2. Jangka waktu 3 bulan berakhir untuk SKPPKP PPh 3. Jangka waktu 1 bulan berakhir untuk SKPPKP PPN Sampai dengan tanggal penerbitan SKPLB atau SKPPKP c. Kelebihan pembayaran pajak sebagaimana psl 17B (4). Dihitung sejak berakhirnya 12 bulan setelah diterimanya surat permohonan pengembalian kelebihan pajak sampai diterbitkannya SKPLB

d. Kelebihan pajak karena pengajuan keberatan permohonan banding atau PK dikabulkan. Bunga 2% dihitung sejak tanggal pembayaran sampai diterbitkannya SK Keberatan, put. Banding atau PK. Pengertian tanggal pembayaran yaitu : 1. Untuk SKPKB dan SKPKBT dihitunng sejak pembayaran sampai terbitnya SK Keberatan, put. Banding atau PK 2. Untuk SKPN dan SKPLB dihitung sejak penerbitan SKP sampai diterbitkannya SK Keberatan, put. Banding atau PK e. Kelebihan karena SK Pembetulan, SK Pengurangan Ketetapan Pajak atau SK Pembatalan Ketetapan Pajak atas SKP / STP dikabulkan sebagaimana pasal 27A (1a). Bunga 2% dihitung sejak: 1. Tanggal pembayaran sampai terbitnya SK Pembetulan, SK Pengurangan Ketetapan Pajak, SK Pembatalan Ketetapan Pajak untuk SKPKB / SKPKBT 2. Tanggal penerbitan SKPN dan SKPLB samapi diterbitkannya SK Pembetulan, SK Pengurangan Ketetapan Pajak, SK Pembatalan Ketetapan Pajak. 3. Tanggal pembayaran sampai terbitnya SK Pembetulan, SK Pengurangan Ketetapan Pajak, SK Pembatalan Ketetapan Pajak untuk STP Paling lama 24 bulan f. Kelebihan pembayaran sanksi administrasi psl 14 (4) dan/atau bunga psl 19 (1) karena SK Pengurangan Sanksi Administrasi / SK Penghapusan Sanksi Ad ministrasi yang dikabulkan. Bunga 2% dihitung sejak tanggal pembayaran sampai terbitnya SK Pengurangan Sanksi Administrasi / SK Penghapusan Sanksi Administrasi. Paling lama 24 bulan Poin-poin : a. b. c. d. e. SKPKPP adalah SK sebagai dasar untuk menerbitkan SKMKP SKPIB adalah SK yang menentukan besar imbalan bunga yang diberikan kepada WP. SPMKP adalah surat untuk membayar kelebihan pajak kepada WP SPMIB adalah surat untuk membayar imbalan bunga kepada WP SP2D adalah surat untuk melaksanakan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPMKP atau SPMIB. Imbalan bunga tidak diberikan terhadap : a. Lebih bayar akibat SK Keberatan, put. Banding atau PK atas SKPKB atau SKPKBT yang disetujui dalam pembahasan akhir dan telah dibayar sebelum mengajukan keberatan b. Lebih bayar akibat SK Keberatan, put. Banding atau PK atas sebagian jumlah pajak dalam SKPKB atau SKPKBT yang tidak disetujui, namun dibayar sebelum mengajukan keberatan, banding atau PK atau sebelum diterbitkan SK Keberatan, put. Banding / PK Pelaksanaan pemberian imbalan bunga kembali berlaku apabila :

a. WP mengajukan keberatan, imbalan bunga diberikan apabila terhadap SK Keberatan tidak diajukan banding ke Pengadilan Pajak b. WP mengajukan banding, imbalan bunga diberikan apabila terhadap put. Banding tidak diajukan PK ke MA c. WP mengajukan PK, imbalan bunga diberikan apabila PK diterima Dirjen Pajak dari MA

PENYIDIKAN PAJAK

Penyidikan pajak adalah serangkaian tindakan yang dilakukan penyidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti yang memperjelas tindak pidana di bidang pajak dan untuk menemukan tersangkanya. Penyidik pajak adalah PNS di lingkungan Ditjen Pajak yang diberi wewenang untuk melakukan penyidikan. Wewenang penyidik adalah : a. b. c. d. e. Mencari, mengumpulkan dan meneliti laporan mengenai tindak pidana pajak Mencari, mengumpulkan dan meneliti OP / badan tentang kebenaran perbuatan Meminta keterangan dan bukti dari OP / badan sehubungan tindak pidana pajak Memeriksa buku catatan dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana pajak Menggeledah untuk mendapatkan bukti dan dokumen lain s erta melakukan penyitaan terhadap barang tsb. f. Meminta bantuan tenaga ahli g. Melarang seseorang untuk meninggalkan ruangan saat pemeriksaan berlangsung h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana pajak i. Memanggil orang untuk diperiksa sebagai tersangka / saksi j. Menghentikan penyidikan, apabila : y Tidak cukup bukti y Peristiwa tersebut bukan termasuk tindak pidana pajak y y Peristiwa telah kadaluwarsa Tersangka meninggal dunia

y Atas permintaan Menteri Keuangan k. Melakukan tindakan lain untuk kelancaran penyidikan. Tindak pidana pajak tidak dapat dituntut setelah 10 tahun sejak terutangnya pajak, berakhirnya masa/bagian tahun/tahun pajak yang bersangkutan