contoh proposal penelitian

stikes baramuli pinrang

Senin, 21 Desember 2009
faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menjelang era pasar bebas atau dikenal AFTA (Asean FreeTrade Assosiation) diperlukan kesiapan yang mantap dari semua sektor, termasuk sektor kesehatan khususnya rumah sakit. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, diantaranya adalah akreditasi rumah sakit yang ada saat ini mulai dituntut oleh masyarakat pengguna jasa pelayanan rumah sakit (Departemen Kesehatan RI, 1990). Hal ini ditegaskan pada Garis Besar Haluan Negara GBHN (1993) yang menyatakan kualitas pelayanan harus ditingkatkan dan jangkauan serta kemampuannya diperlukan agar masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dapat menikmati pelayanan yang berkualitas dengan terus memperhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran secara serasi dan bertanggung jawab.

Pembangunan dibidang rumah sakit bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efesiensi pelaksanaan rujukan kesehatan terpadu serta meningkatkan dan memantapkan manajemen rumah sakit merupakan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu serta bersifat peningkatan kesehatan, pencegahan, pengendalian dan penilaian. Pada dasarnya pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu, serta bersifat peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan yang ditujukan kepada semua lapisan masyarakat. Rumah sakit merupakan salah satu mata rantai didalam pemberian pelayanan kesehatan serta suatu organisasi dengan sistem terbuka dan selalu berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai suatu keseimbangan yang dinamis mempunyai fungsi utama melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan serta sebagai tempat penelitian berdasarkan surat keputusan. Dalam pemberian pelayanan kesehatan yang optimal di rumah sakit diperlukan sumber daya yang berkualitas. Dengan menggunakan sumber daya yang ada diharapkan rumah sakit dapat menghasilkan suatu out put yang maksimal berupa produk atau jasa untuk meningkatkan pelayanan. Untuk masalah-maslaah tersebut haruslah disadari bahwa keberhasilan rumah sakit antara lain disebabkan sumber daya manusia, sehingga sumber daya manusia dipandang sebagai asset rumah sakit, bahkan merupakan investasi rumah sakit apabila tenaga tersebut merupakan tenaga yang terampil. Kebehasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak terlepas dari berbagai faktor pelayanan keperawatan yang biasa disebut dengan asuhan keperawatan. Tenaga perawat yang merupakan ³The caring profession´ mempunyai kedudukan penting dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena pelayanan yang diberikannya berdasarkan pendekatan bio -psiko-sosial-spiritual merupakan pelayanan yang unik dilaksanakan selama 24 jam dan berkes inambungan

diagnosa. 2001). Tanggung jawab ini memang berat mengingat bahwa keperawatan di Indonesia masih dalam tahap awal proses professional. Tuntutan dan kebutuhan asuhan keperawatan yang berkualitas di masa depan merupakan tantangan yang harus dipersiapkan secara benar-benar dan ditangani secara mendasar. Asuhan keperawatan di rumah sakit dilaksanakan di ruang rawat jalan serta ruang rawat inap. Agar perawat dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien diperlukan manajemen asuhan keperawatan yang profesional dan menggunakan suatu proses berpikir yang disebut proses keperawatan yang terdiri dari tahap pengkajian. hal ini disebabkan karena di ruang rawat inaplah terjadi kontak paling sering antara pasien dengan pemakai jasa dengan perawat sebagai tenaga pelaksana dan sebagian besar pelayanan di ruang rawat inap dilakukan oleh tenaga perawat. perencanaan. Langkah-langkah kegiatan pada proses keperawatan yang di4gambarkan oleh Gillies dan Smith mirip dengan langkah-langkah yang . terarah dan sungguh-sungguh dari rumah sakit. implementasi dan evaluasi. Asuhan keperawatan merupakan kegiatan pokok yang sering menjadi barometer tentang baik atau buruknya suatu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Proses keperawatan ini membutuhkan keterampilan analisa dan komunikasi yang baik.merupakan kelebihan tersendiri dibanding pelayanan lainnya (Departemen Kesehatan RI. Asuhan keperawatan merupakan sentral dari pelayanan kesehatan sangat penting untuk ditingkatkan kualitasnya dalam menjawab keprofesian keperawatan sehingga kualitas asuhan keperawatan dalam pelayanan kesehatan dapat berkembang. Pada proses keperawatan terutama pada tahap implementasi dari proses keperawatan seseorang perawat harus mempunyai kemampuan interpersonal. teknis dan kolaborasi dengan profesi lain.

Observasi adalah dialog spesifik yang signifikan tidak dicatat karena ketebatasan waktu. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya yaitu tingkat pendidikan. Kualitas pelayanan keperawatan suatu rumah sakit dinilai dari kepuasan pasien yang sedang atau pernah dirawat yang merupakan ungkapan rasa lega atau senang karena harapan tentang sesuatu kebutuhan pasien terpenuhi oleh pelayanan keperawatan yang bila diuraikan berarti kepuasan terhadap kenyamanan. pengulangan perawatan rutin dan obsrvasi sebagai akibat terlalu sering. unik dan memakan waktu. Logisnya keparahan kondisi klien akan menentukan waktu pencatatan pada kenyataannya bagaimanapun perawat menghabiskan paling banyak waktunya dalam pencatatan duplikatif. beban kerja. . maka akan mengatasi sebagian masalah manajemen pada ruang rawat inap. Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu 35-40 menit untuk pencatatan pasien shift. pelayanan. Perawat tidak menyukai dokumentasi keperawatan secara historis meskipun kualitas dokumentasi tidak mengalami peningkatan selama bertahun-tahun tetapi kualitas informasi yang didokumentasikan belum baik. pengetahuan. Sementara rasa puas sendiri mempunyai nilai yang relative tergantung dari masing-masing individu (Wijono. 1987). Dokumentasi keperawatan beragam. kecepatan. Lebih jauh lagi informasi signifikan mungkin terabaikan karena perawat dan dokter tidak secara teratur membuat catatan kemajuan (Eapluyito. keramahan dan perhatian. pelatihan dan masa kerja.dilakukan pada proses manajemen dimana setiap pasien adalah unik dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda dengan demikian bila proses keperawatan dilakukan dengan baik. 2003).

2.Hal ini dikarenakan bahwa banyaknya perawat melaksanakan asuhan keperawatan memiliki pendidikan. beban kerja dan pelatihan yang mendukung terciptanya kinerja mengalami masalah dalam aplikasi di lapangan berupa keterlambatan atau banyaknya proses pengisian asuhan keperawatan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pihak rumah sakit.85 % mempunyai pengetahuan yang cukup.3 %). 50.51 keterampilan baik.85 % motivasi cukup. terdapat pasien yang mengeluhkan pelayanan yang kurang memadai baik dari segi kapasitas alat maupun tingkat keterampilan petugas dalam memberikan tindakan keperawatan pada ruang rawat inap. motivasi kerja.1 %). Hasil penelitian yang dilaksanakan di RSUD Ambarawa tahun 2001 menunjukkan bahwa dari 59 responden sebanyak 50.15 % supervise cukup dengan pengetahuan yang cukup dan pelaksana perawatan yang mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan baik (55. Berdasarkan pengamatan awal di rumah sakit Umum Lasinrang.<!--[endif]-->Batasan Masalah .32 % pengawasan kurang. <!--[if !supportLists]-->1. pelaksana perawatan dengan motivasi cukup mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan baik (82. pelaksana perawatan dengan keterampilan baik mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan baik (100 %). 30. 48. sehingga disarankan agar mengadakan pelatihan mutu asuhan keperawatan dan mengadakan pelatihan manajemen kepala ruang sedangkan implementasinya agar lebih ditekankan pada peningkatan ketrampilan pelaksana perawatan. Pelaksana perawatan dengan pengetahuan cukup mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan buruk (53. 59. Bertitik berat pada uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul studi tentang kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.93 %).

Banyak faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. beban kerja perawat. <!--[if !supportLists]-->1. Kinerja ini berhubungan dengan kemampuan perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan dalam rangka peningkatan dan perbaikan derajat kesehatan pasien.<!--[endif]-->Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pengetahuan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? <!--[if !supportLists]-->2. Perawat merupakan salah satu penentu pelayanan yang berkualitas tersebut dimana dengan kinerja yang cukup merupakan modal dasar terhadap penyelenggaraan pelayanan yang berkualitas. dan pelatihan perawat.<!--[endif]-->Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan beban kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? . motivasi kerja perawat.Kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di rumah sakit mempengaruhi kualitas pelayanan yang diselenggarakan kepada pasien. namun karena keterbatasan sumber daya d peneliti maka hanya dibatasi ari pada pengetahuan perawat.3.<!--[endif]-->Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? <!--[if !supportLists]-->3.<!--[endif]-->Rumusan Masalah Pada penelitian ini dapat di rumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->1. Rumah sakit Lasinrang Kabupaten Pinrang sebagai rumah sakit tipe C Kabupaten Pinrang diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang secara menyeluruh dan memenuhi kepuasan masyarakat.

4. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pelatihan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pelatihan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? 1.<!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Manfaat Institusi . <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.<!--[endif]-->Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pengetahuan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. Tujuan Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.5. Manfaat Penelitian <!--[if !supportLists]-->1. 1.3.1.<!--[endif]-->Tujuan Khusus <!--[if !supportLists]-->2.2.4.<!--[endif]-->Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan beban kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.

Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten Pinrang yang secara teknis fungsional bertanggung jawab kepada dinas kesehatan dan teknis operasional bertanggung jawab kepada kepala daerah yang mempunyai tugas melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan .1<!--[endif]-->Keadaan Umum Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang berdiri sejak tahun 1961 dengan kapasitas sesuai kebutuhan saat itu. Dalam hal pelayanan rujukan kesehatan Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang melayani rujukan dari 12 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit Swasta di wilayah kabupaten Pinrang.<!--[endif]-->Manfaat Ilmiah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pengalaman dan cakrawala berpikir peneliti dalam melakukan penelitian selanjutnya.<!--[endif]-->Manfaat Praktis Dapat menambah pengetahuan pengalaman dan cakrawala berpikir peneliti dalam melakukan penelitian selanjutnya.934. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->2. 1 tahun 1997. <!--[if !supportLists]-->3.006 M dan luas bangunannya 3. 543/Menkes/Sk/VI/1996 dan struktur organisasi dan tata kerja telah dilaksanakan berdasarkan PERDA No.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi penting dalam meningkatkan kualitas rumah sakit tempat penelitian. Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang adalah rumah sakit kelas C sesuai keputusan menteri kesehatan RI No.75 M. <!--[if !supportLists]-->2. Sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan sehingga dilakukan pembangunan secara bertahap dengan luas tanah 30.

1 tahun 1997 maka struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Lasinrang terdiri atas : 1.<!--[endif]-->Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Keuangan <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->6.<!--[endif]-->Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->4.<!--[endif]-->Menyelenggarakan Pendidikan dan latihan. <!--[if !supportLists]-->7. terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan. <!--[if !supportLists]-->3.3<!--[endif]-->Struktur Organisasi Berdasarkan Peraturan Daerah.<!--[endif]-->Menyelenggarakan Pelayanan <!--[if !supportLists]-->2. Pelayanan Penunjang medis dan non medis. Kabupaten Pinrang No. pemulihan yang dilaksanakan secara serasi. <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan. Fungsi : <!--[if !supportLists]-->1. 2.<!--[endif]-->Menyelenggarakan medis. Tugas Pokok Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan.berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan. Direktur : 1 orang .2<!--[endif]-->Tugas Pokok dan Fungsi 1. pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu dalam rangka pelaksanaan meningkatkan pelayanan kesehatan serta pencegahan penyakit dan melakukan upaya rujukan daerah kabupaten Pinrang.<!--[endif]-->Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan.

g. Sekretaris : 1 orang 3. S1 Keperawatan AKPER AKBID SPK Perawat Bidan Perawat Gigi Pembantu Perawat 57 orang 35 orang 7 orang 24 orang 23 orang 6 orang 4 orang 3. Kepala Sub. Tenaga Medik a. d. Bagian : 2 orang 5. Apoteker FKM Perawat Anastesi AKFIS ATRO AIGI AKFAR 3 orang 10 orang 3 orang 6 orang 4 orang 3 orang 5 orang . d. Kepala Sub. Kepala Bidang : 3 orang 4. Ketenagaan yang dimiliki oleh Rumah Sakit Lasinrang Pinrang berjumlah 313 orang yang dibedakan atas : 1. c. f. d.4<!--[endif]-->Ketenagaan Ketenagaan di rumah sakit merupakan modal utama terhadap penyelen ggaraan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas. Tenaga Paramedis Non Keperawatan a. b. e. c. f. e. c. b. f. Bidang : 6 orang <!--[if !supportLists]-->2. b.2. g. Dokter Umum Dokter Ahli Bedah Dokter Ahli Penyakit Dalam Dokter Ahli Mata Dokter Ahli Kandungan Dokter Gigi 9 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 2 orang Tenaga Paramedis Keperawatan a. e. 2.

ukuran dan penilaian. d. 4. j. h.1<!--[endif]-->Tinjauan Tentang Kinerja Kinerja adalah penampilan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu unit pelayanan. e. Tujuan ini akan memberikan arah dan mempengaruhi bagaimana seharusnya prilaku kerja yang diharapkan organisasi terhadap setiap personil. Penampilan suatu hasil karya tidak terbatas kepada personel yang memangku jabatan fungsional maupun structural tetapi juga kepada seluruh jajaran personil di dalam suatu organisasi. Deskripsi dari kinerja menyangkut tiga komponen penting yaitu : tujuan. Penentuan tujuan dari setiap unit organisasi merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan kinerja. l. k.h. b. ATEM APK/AKL Akademi Rekam Medik SPPH SMF Pekarya Kesehatan Analis Kesehatan 3 orang 5 orang 4 orang 3 orang 7 orang 9 orang 7 orang Tenaga Non Medis a. m. g. i. Walaupun demikian penentuan tujuan saja tidaklah cukup . c. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja suatu tim. f. n. S1 Adm & Lainnya D1 Informatika SMA SMEA STM Tenaga Komputer SMP Lain-lain 9 orang 2 orang 13 orang 2 orang 4 orang 1 orang 38 orang BAB III TINJAUAN PUSTAKA <!--[if !supportLists]-->3.

Untuk itu kuantitatif dan kualitatif standar kinerja untuk setiap tugas dan jabatan perawat memegang peranan penting. Sedangkan kinerja organisasi merupakan hasil dari interaksi yang kompleks dan kinerja sejumlah individu dalam organisasi. Proses evaluasi kinerja bagi professional menjadi bagian terpenting dalam upaya manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi. tenaga kesling. bahwa tenaga kesehatan adalah orang yang tergolong ke dalam 2 hal yaitu : <!--[if !supportLists]-->3.1<!--[endif]-->Tenaga Paramedis Adalah tenaga dengan memiliki latar belakang medis seperti: dokter.3 Tinjauan Tentang Perawat . <!--[if !supportLists]-->3. Didalam suatu organisasi sejumlah orang harus memainkan peranan sebagai pengikat. Dalam organisasi sangatlah penting untuk memiliki instrument untuk meningkatkan kinerja yang efektif.2.sebab itu dibutuhkan ukuran apakah seorang pekerja telah mencapai kinerja yang baik untuk setiap beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.2.2<!--[endif]-->Tinjauan Tentang Tenaga Kesehatan Menurut PP no. 32 tentang tenaga kesehatan. perawat dan bidan <!--[if !supportLists]-->3. tenaga gizi dan epidemiologi. Hubungan antar individu dan kelompok dalam organisasi menghasilkan suatu harapan terhadap prilaku kerja.2<!--[endif]-->Tenaga Non Paramedis Adalah tenaga dengan memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dengan basic kesehatan non paramedis seperti : tenaga administrasi kesehatan. 3. Tenaga professional adalah sumber daya terbaik suatu organisasi sehingga evaluasi kinerja menjadi salah satu variable yang penting bagi efektifitas organisasi.

peran perawat adalah tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang dengan kedudukan dalam suatu system.1<!--[endif]-->Peran dan Fungsi Perawat Berdasarkan SK Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara No 94/MEMPEN/1998 tanggal 4 November 1986. <!--[if !supportLists]-->3. serta emosional yang berpengaruh terhadap . di Rumah Sakit atau di pabrik. 2000) : <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->memberikan pelayanan kesehatan yang terampil kepada orang sakit yang tidak mampu sesuai dengan kebutuhan fisik.2<!--[endif]-->Fungsi Perawat Menurut WHO 1956. perawat berfungsi (Aditama.Tenaga perawat adalah tenaga kesehatan yang berijazah keperawatan yang diberi tugas secara penuh oleh pejabat yang berwenang. 2001) <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->Membuat pengamatan yang tepat tentang situasi dan kondisi fisik.3. <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->Melakukan pekerjaan penyuluhan kesehatan terhadap pasien dan keluarganya di rumah. emosional dan spiritual pasien. di Rumah Sakit atau di pabrik. peran atau tingkah laku seorang perawat adalah : <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->memahami motivasi pasien menjalani rehabilitasi <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->sebagai <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->sebagai pelaksana pelayanan kesehatan penyuluh tenaga kesehatan pengelola dalam bidang pelayanan <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->sebagai keperawatan dan institusi keperawatan <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->sebagai peneliti dan pengembangan ilmu pengetahuan (Depkes RI.3. untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pada unit kesehatan pelayanan lainnya.

pengumpulan data dan penganalisaan temuan. menetapkan kebutuhan pelayanan dan merencanakan konstruksi fasilitas kesehatan. melatih dan memberi tuntutan kepada para petugas pembantu yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan bagian perawatan di Rumah Sakit atau dinas kesehatan umum. Untuk sampai pada hal ini. pengukuran. <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->Ikut serta para anggota lain dalam kesehatan menganalisa kebutuhan kesehatan. Proses keperawatan ini diperkenalkan pada tahun 1950-an sebagai proses yang terdiri atas 3 tahap: pengkajian. profesi keperawatan telah mengidentifikasi proses pemecahan masalah yang menggabungkan elemen yang paling diinginkan dari seni keperawatan dengan elemen yang paling relevan dari system teori. perencanaan dan evaluasi yang didasarkan pada metode ilmiah pengamatan. Perawat harus mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan Asuhan Keperawatan. rehabilitatif dan preventif perawatan kesehatan. serta perlengkapan yang dibutuhkan agar penyelenggara pelayanan kesehatan berhasil. 1996) 3. Asuhan keperawatan adalah cerminan kinerja perawat. <!--[if !supportLists]-->-<!--[endif]-->Menyeleksi. (Azrul Aswar. Kajian selama bertahun-tahun penggunaan dan perbaikan telah mengarahkan perawat pada pengembangan proses keperawatan menjadi 5 langkah yang kongkrit yaitu : .4 Tinjauan Tentang Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan adalah faktor penting dalam survival pasien dan dalam aspek-aspek pemeliharaan.masalah kesehatan dan meneruskan pengamatan inti kepada anggota lainnya dalam tim kesehatan yang bertanggung jawab terhadap situasi khusus ini. dengan menggunakan metode ilmiah.

<!--[if !supportLists]-->1.<!--[endif]-->Meningkatkan keseimbangan asuhan keperawatan Langkah-langkah penyusunan : <!--[if !supportLists]-->1.<!--[endif]-->Menentukan rencana <!--[if !supportLists]-->4. Langkah-langkah pengkajian adalah sebagai berikut : pengumpulan data.<!--[endif]-->Menetapkan urutan prioritas masalah tujuan keperawatan yang akan <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Perencanaan Adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien. Tujuan pengkajian adalah untuk memberikan suatu gambaran yang terus menerus menangani kesehatan klien yang memungkinkan tim keperawatan merencanakan asuhan keperawatan pada klien secara perorangan. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->b.<!--[endif]-->Merumuskan ditetapkan <!--[if !supportLists]-->3.<!--[endif]-->Perumusan Diagnosa Keperawatan Adalah keputusan atau kesimpulan yang terjadi akibat hasil dari pengkajian keperawatan berupa pernyataan gangguan status kesehatan klien baik actual maupun potensial yang mana hasil dari pengkajian keperawatan dan membutuhkan intervensi dari bidang keperawatan.<!--[endif]-->Pengkajian Adalah pendekatan sistematis untuk meningkatkan data dan menganalisanya sehingga dapat diketahui kebutuhan perawatan bagi klien.Tujuan dari perencanaan adalah : <!--[if !supportLists]-->a. klasifikasi data dan analisa data <!--[if !supportLists]-->2.<!--[endif]-->Implementasi tindakan keperawatan .<!--[endif]-->Sebagai alat komunikasi antar teman sejawat dan tenaga kesehatan lain.

<!--[if !supportLists]-->3.5 Tinjauan tentang Pengetahuan Perawat Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek atau peristiwa tertentu. Secara rinci untuk mengukur pengetahuan seseorang Bloom mengemukakan cognitive domain terdiri dari enam tingkat (Rusli Ngatimin. Pada tahap ini perawat menilai hasil dari tindakan yang telah dilakukan dan sejauh mana tujuan telah dicapai. Pengetahuan perawat yaitu kemampuan suatu perawat dalam mengaplikasikan ilmunya dalm tugasnya sebagai petugas pelayanan kesehatan.Adalah pelaksanaan rencana keperawatan yang meliputi persiapan. 1997).5. Ia dapat menerangkan dipelajarinya. . 3.1<!--[endif]-->Tahu (Know) Dimana seseorang hanya mampu menjelaskan secara garis besar apa yang telah dipelajarinya. 1999). pelaksanaan instruksi keperawatan dan pasca pelaksanaan.2<!--[endif]-->Perbandingan Menyeluruh (Comprehensive) Pada tingkat seseorang berada pada tingkat pengetahuan dasar.3<!--[endif]-->Penerapan (Aplication) kembali secara mendasar ilmu pengetahuan yang telah Seseorang telah ada kemapuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajarinya untuk sesuatu situasi yang baru dan nyata.<!--[endif]-->Evaluasi Adalah tahap akhir kegiatan.5. Pengetahuan perawat merupakan faktor utama mempengaruhi prilaku dan kinerja perawat (Notoadmojo. Manusia akan menjadi tau jika ingin mengetahui sebuah kejadian di setiap apa yang dilihat tanpa adanya bantuan atau dengan bantuan orang lain (Ilyas. 1996) : <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->3.5.

Motivasi sering juga dikaitkan dengan semangat atau etos kerja dalam sebuah perbendarahaan kata (Ilyas. 3.5<!--[endif]-->Sintesis (Syntehesis) Pada tingkat ini disamping kemampuan untuk menganalisa juga mampu untuk menyusun kembali baik ke bentuk semula maupun ke bentuk yang lain.5. 1999). Oleh karena itu mengamati motivasi kerja setiap personel perawat dilaksanakan secara terus menerus.6<!--[endif]-->Evaluasi (Evaluation) Pada tingkat ini merupakan tingkat pengetahuan tertinggi.5.6 Tinjauan Tentang Motivasi Perawat Motivasi adalah proses kejiwaan yang mendasar terdiri dari kebutuhankebutuhan.5. <!--[if !supportLists]-->3. Hal ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi personel perawat yang memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan. <!--[if !supportLists]-->3. Kadang motivasi sangat sulit untuk ditingkatkan tanpa adanya perlakuan yang serius pada diri dari pelaku tersebut. karena motivasi merupakan hal yang tidak bisa .<!--[if !supportLists]-->3. Telah ada kemampuan untuk mengetahui secara menyeluruh dari semua bahan yang telah dipelajarinya juga kemampuan untuk mengevaluasi sesuatu dengan kriteria yang telah ditentukan. dorongan-dorongan dan tujuan.4<!--[endif]-->Analisis (Analysis) Seseorang telah mampu menganalisa hubungan antar satu bagian dengan yang lainnya dan mampu menguasai maupun bentuk struktural dari apa yang dipelajarinya. Memotivasi personel perawat rumah sakit harus dilakukan sejak dini untuk menjaga semagat kerja yang dapat menurun akibat kegiatan rutin dan monoton.

2000).8 Tinjauan Tentang Pelatihan Perawat Pelatihan adalah proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik dan metode menyeluruh. 1997).diukur dengan melihat hasil kerja tapi ketika hasil kerja itu mengalami peningkatan (Azwar. Bernard Berebson dan Gary A. 1996). 1995). drives dan the like. kejiwaan dan mental manusia seperti aneka keinginan. Pada hakekatnya kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu pekerjaan disamping beban yang lainnya sangat erat atau mempengaruhi aktivitas kerja terutama bila beban yang dipikulnya berlangsung lama akan menurunkan semangat kerja atau kegairahan dalam bekerja (Safitri. Sehubungan dengan produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil kerja berupa barang/jasa dengan sumber-sumber atau tenaga yang dipakai dalam proses produksi itu. Steiner mendefenisikan motivasi sebagai All those inner striving conditions variously described as wishes. yang dapat diartikan sebagai kondisi internal. Lebih lanjut lagi dapat diuraikan bahwa secara konsepsional dapat dikatakan bahwa pelatihan dimaksudkan disini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja seseorang atau sekelompok orang. dorongan dan kesukaan yang mendukung individu untuk berprilaku kerja untuk mencapai kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan (Noer Bahry Noor. Banyak perawat atau petugas kesehatan terlihat mempersoalkan beban kerja terhadap apa yang akan dikerjakan dalam bidangnya (Sugiyono. desire need. 3. Biasanya . 3.7 Tinjauan Tentang Beban Kerja Perawat Beban kerja adalah suatu kegiatan yang diberikan kepada seseorang agar melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu dengan harapan akan mendapat imbalan atau jasa. kebutuhan. harapan.

Sebab peranan rumah sakit sebagai tempat terakhir seseorang mendapatkan perawatan secara . Untuk mempertinggi mutu perawat baik pengetahuan keterampilan bakat maupun mentalnya kepada para perawat perlu diberikan berbagai macam latihan dan pelatihan. serta dengan cara observasi pelaksanaan asuhan keperawatan dan audit dokumentasi keperawatan. BAB IV KERANGKA KONSEP 4. Pelatihan merupakan suatu upaya sistimatis untuk mengembangkan sumber daya manusia baik perorangan dan juga kemampuan keorganisasian yang diperlukan untuk mengurus tugas-tugas keadaan sekarang juga untuk memasuki masa depan. Pelatihan disini adalah suatu proses mengembangkan kinerja perawat baik dalam bidang pengetahuan.1 Dasar Pemikiran Untuk menjawab pertanyaan penelitian dan agar tujuan penelitian tercapai berdasarkan tinjauan pustaka. keahlian maupun sikap dan tingkah laku perawat.sasarannya adalah seseorang atau sekelompok orang yang sudah bekerja pada suatu organisasi yang efektif dan produktivitas kerjanya dirasakan perlu dan dapat ditingkatkan secara terarah. keluarga dan masyarakat atas asuhan keperawatan yang menyangkut aspek keterampilan perawat. keterampilan. maka dengan mengacu pada proses manajerial pemberian asuhan keperawatan dapat disebutkan bahwa kualitas asuhan keperawatan merupakan salah satu out put dari penerapan asuhan keperawatan yang dinilai melalui kepuasan pasien. Keterlibatan petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang terhadap pasien rawat inap diharapkan mempunyai hubungan interaktif. sikap dan prilaku perawat.

motivasi kerja petugas.2 Pola Pikir <!--[if !vml]--> !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--><!--[if <!--[endif]--><!--[if !mso]-> <!--[endif]--> Pengetahuan Perawat <!--[if !mso]--> <!--[endif]--><!--[if !mso & !vml]--><!--[endif]--><!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Motivasi Kerja Perawat Beban Kerja Perawat Kinerja Perawat Dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan Pelatihan Perawat <!--[if !vml]--> . Terlaksananya asuhan keperawatan pada unit rawat inap suatu rumah sakit sangat bergantung dari interaksi beberapa factor-faktor yaitu manajemen. kebijaksanaan oragnisasi dan lain-lain. peralatan. pelatihan-pelatihan. 4.intensif setelah mendapat pelayanan pengobatan di puskesmas atau di tempat praktek swasta lainnya.

Cukup : apabila jawaban responden • nilai median 62.3 Definisi Operasio nal dan Kriteria Objektif 4. beban kerja dan pelatihan yang telah diperoleh di rumah sakit.1 Kinerja Kinerja adalah penampilan hasil kerja perawat baik kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan asuhan keperawatan. motivasi kerja.3<!--[endif]-->Motivasi Kerja .3.2<!--[endif]-->Pengetahuan Pengetahuan adalah kemampuan perawat untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan keperawatan sebagai profesi di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.3. Kurang :apabila jawaban responden <> <!--[if !supportLists]-->4.5% dari total skor pertanyaan. Kinerja perawat diukur berdasarkan pengetahuan.3. Cukup : apabila jawaban responden • nilai median 62.5% dari total skor pertanyaan.<!-[endif]-> 4. Kurang :apabila jawaban responden <> <!--[if !supportLists]-->4.

5% dari total skor pertanyaan.5% dari total skor pertanyaan.3.1<!--[endif]-->Jenis Penelitian . Kurang :apabila jawaban responden <> <!--[if !supportLists]-->4. Cukup : apabila jawaban responden • nilai median 62. Cukup : apabila jawaban responden • nilai median 62. Cukup : apabila jawaban responden • nilai median 62.5<!--[endif]-->Pelatihan Pelatihan adalah proses belajar mengajar tambahan yang dilakukan oleh seseorang berupa pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual keperawatan.Motivasi kerja perawat adalah sesuatu hal yang berasal dari internal perawat yang menimbulkan dorongan atau semangat untuk melaksanakan aktivitas keperawatan.5% dari total skor pertanyaan.4<!--[endif]-->Beban Kerja Beban kerja adalah tanggapan perawat terhadap lamanya dan beratnya pekerjaan serta banyaknya tugas yang diberikan dalam membuat asuhan keperawatan. Kurang :apabila jawaban responden <> <!--[if !supportLists]-->4.3. Kurang :apabila jawaban responden <> serta keterampilan perawat dalam melaksanakan asuhan BAB V METODE PENELITIAN <!--[if !supportLists]-->5.

<!--[if !supportLists]-->5.3. <!--[if !supportLists]-->5.3<!--[endif]-->Populasi dan Sampel <!--[if !supportLists]-->5.1<!--[endif]-->Data Data Primer Data yang di kumpulkan dari responden dengan cara wawancara langsung dan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu.2<!--[endif]-->Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian <!--[if !supportLists]-->5.4<!--[endif]-->Pengumpulan <!--[if !supportLists]-->5.2.2<!--[endif]-->Data Sekunder . <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[if !supportLists]-->5.4.2<!--[endif]-->Sampel Cara pengambilan sample dalam penelitian ini adalah Exhausive Sampling atau Sampel Jenuh adalah metode pengambilan sampel dengan menjadikan seluruh populasi menjadi sampel penelitian yaitu perawat pada ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.Jenis penelitian ini adalah Observasional dengan menggunakan pendekatan deskriptif yaitu gambaran tentang kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap.1<!--[endif]-->Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang.4.3. <!--[if !supportLists]-->5.1<!--[endif]-->Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang jumlahnya 88 orang (honor maupun PNS) di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.2.2<!--[endif]-->Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan bulan Juli ± Agustus 2006.

6<!--[endif]-->Penyajian Data Data yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang antara variabel penelitian disertai penjelasan. <!--[if !supportLists]-->5.5. Ruang Asoka (Bangsal Nifas) dan bagian pelayanan Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. <!--[if !supportLists]-->5. Adapun langkah ± langkah pengolahan data dilakukan sebagai berikut : <!--[if !supportLists]-->5. .5.5.0. Ruang Anggrek (Vip Room).3<!--[endif]-->Pembuatan/pemindahan hasil koding kuesioner ke daftar koding (master tabel) <!--[if !supportLists]-->5. Pada tahap ini data yang sudah diolah dengan komputer disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang. Ruang Melati (Bedah).2<!--[endif]-->Pengkodean dimaksudkan untuk menyingkat data yang diperoleh agar memudahkan mengolah dan manganalisis data dengan memberikan kode ± kode dalam bentuk angka.4<!--[endif]-->Tabulasi.1<!--[endif]-->Tahap editing dilakukan dengan tujuan agar data yang diperoleh merupakan informasi yang benar. <!--[if !supportLists]-->5.5. Pada tahap ini dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan jawaban dan jelas tidaknya jawabannya. Data sekunder dikumpulkan dengan menghubungi unit-unit atau bagian yang dianggap mempunyai hubungan dengan penelitian ini yaitu : Ruang Cempaka (Perawatan Dalam).5<!--[endif]-->Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan menggunakan komputer program Microsoft Excel 2003 dan SPSS for Windows versi 12. <!--[if !supportLists]-->5.Diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian.

Mengenai Saya taslim Lihat profil lengkapku ...Diposkan oleh taslimdi 04:340 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) Tampilan slide Pengikut Arsip Blog y 2009(1) o Desember(1)  faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.