P. 1
REPRODUKSI TUMBUHAN

REPRODUKSI TUMBUHAN

|Views: 1,698|Likes:
Dipublikasikan oleh Darwin azis
semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa unsri yg terutama
semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa unsri yg terutama

More info:

Published by: Darwin azis on Aug 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Il

REPRODUKSI PADA TUMBUHAN

OLEH: NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : DARWIN AZIS : 08101004060 : VIII (DELAPAN) : FENKY MARSANDI

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan. Perkembangbiakan dengan membelah diri biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah,bersel satu/protoza, misalnya: amuba dan paramaecium. Pembelahan diri biner jika terjadi pembelahan individu menjadi 2 individu baru, dan disebut pembelahan diri multipel (perkembangbiakan dengan spora) jika pembelahan individu menjadi banyak (Kimball 1983 : 338). Salah satu segi terpenting makluk pada makluk hidup ialah kemampuannya individu, misalnya: plasmanium

membiakan macamnya (jenisnya). Bagi setiap organisme, ada saatnya manakalah kekuatan untuk metabolisme, pertumbuhan, dan daya tanggapnya tidak memadai untuk mempertahankan organisasi yang rumit terhadap kekuatan-kekuatan lain. Serangan oleh pemangsa, parasit, kelaparan, perubahan-perubahan yang merugikan dalam lingkuangan, atau semata-mata proses-proses yang kurang tepat penamaannya yaitu menua(aging) akhirnya berakaibat matinya organisme tersebut. Akan tetapi, spesies itu bertahan hidup untuk jangka yang jauh lebih besar dari pada umur hidup individu apapun di dalamnya(Anonim 2011 : 1). Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhan paku terjadi seperti pada lumut. Reproduksi tumbuhan paku menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis). Pada tumbuhan paku, generasi sporofit merupakan generasi yang dominan dalam daur hidupnya. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan fotoautotrof. Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air ( misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata). Namun, pada umumnya tumbuhan paku adalah tumbuhan terestrial (tumbuhan darat) (Kimball 1983 : 338).

Perbanyakan vegetatif menghasilkan keturunan yang disebut klon. Karena itu, perbanyakan vegetatif dapat dikatakan sebagai suatu bentuk kloning (pembuatan klon). Klon sebenarnya adalah salinan penuh dari individu induknya karena mewariskan semua karakteristik genetik maupun fenotipik dari induknya. Fenotipe dapat berbeda pada beberapa teknik perbanyakan vegetatif tertentu yang merupakan gabungan dua individu (Anonim 2011 : 2). Pada tumbuhan, klon seringkali telah mencapai tingkat kedewasaan tertentu sewaktu ditanam sehingga biasanya disukai oleh petani karena waktu tunggu untuk dimulainya produksi dapat dipersingkat. Tanaman buah-buahan dapat mulai menghasilkan dalam dua atau tiga tahun dengan kloning, sementara melalui biji petani harus menunggu paling cepat empat tahun ditambah risiko perubahan sifat akibat penggabungan dua sifat induk jantan dan betinanya (Michael 1994 : 97). Marchantiophyta (Hepaticophyta) atau lumut hati banyak ditemukan menempel di bebatuan, tanah, atau dinding tua yang lembab. Bentuk tubuhnya berupa lembaran mirip bentuk hati dan banyak lekukan. Tubuhnya memiliki struktur yang menyerupai akar, batang, dan daun. Hal ini menyebabkan banyak yang menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan Thallophyta menuju Cormophyta. Lumut hati beranggota lebih dari 6000 spesies. Lumut hati biasa hidup di tempat yang basah sehingga tubuhnya berstruktur higromorf. Ada juga yang hidup di tempat-tempat yang sangat kering, seperti di kulit pohon, di atas tanah, atau batu cadas sehingga tubuhnya berstruktur xeromorf (Anonim 2010 : 1). Pada tumbuhan paku terjadi metagenesis. Tumbuhan paku merupakan generasi sporofit yang menghasilkan spora. Daun paku dibedakan menjadi dua macam, yaitu sporofil dan ropofil. Sporofil adalah daun yang bersifat fertil (subur), dapat menghasilkan spora sedangkan tropofil adalah daun yang bersifat infertil (mandul). tidak dapat menghasilkan spora (Kimball 1983 : 338).

1.2 Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari dan mengenal sistem reproduksi pada tumbuhan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang erdiri dari dua fase utama gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur) (Aryulina 2007 : 34). Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus. Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum (Campbell 2000 : 179). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji (Gembong 2003 : 7).

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga)

(Campbell 2000:183). Tanda paling awal akan adanya perkembangan daun pada gimnosperma dan angiosperma biasanya adalah pembelahan sel disalah satu dari ketiga lapis sel terluar, di dekat permukaan apeks tajuk. Pembelahan periklinal yang diikuti dengan

pertumbuhan sel anak menyebabkan timbulnya tonjolan yaitu primordial daun, sedangkan pembelahan antiklinal meningkatkan luas permukaan primordial tersebut (Gembong : 2003 : 100). Pada sebagian besar spesies tumbuhan, perkecambahan biji dimulai dengan munculnya radikula (akar embrionik), dan bukan epikotil (tajuk), dari kulit biji. Pada beberapa spesies misalnya pinus. Sitokenis terjadi pada radikula, sebelum proses perkecambahan selesai. Pada spesies lainnya, kalaupun ada, terjadi sedikit mitosis sebelum proses perkecambahan. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut: Kelopak bunga atau calyx; Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan; Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andro oikia: rumah pria) berupa benang sari; Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: rumah wanita) (Campbell 2000 : 182). Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara seharihari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga

akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji (Gembong 2003 : 74). Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (Buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. (Lihat pergiliran keturunan) (Anonim 2010 : 1). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret (Gembong 2003 : 74). Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Pada daun tumbuhan dikotil, sebagian besar pembelahan sudah lama berhenti sebelum daun berkembang penuh, sering kali ketika daun mencapi kurang dari separuh ukuran akhirnya. Pada daun primer kacang-kacangan, pembelahan sel terakhir ketika daun mencapai kurang dari seperlima ukuran akhirnya, sehingga 80% pengembangan daunnya semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan sel yang terbentuk sebelumnya (Anonim 2010 : 3). Pada tumbuhan, sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi), terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi ). Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji. Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan (Aryulina 2007 : 36).

BAB III METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 03 Maret 2011. Pada pukul 13.00 WIB sampai selesai di laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah silet. Sedangkan bahan yang digunakan Alamanda, Caesalpina pulcherima, Canna Sp, Carica papaya, Hibiscus rosa sinesis, Pinus merkussi, Vanda Sp.

3.3. Cara Kerja Siapkan alat seperti silet dan bahan yang digunakan Alamanda, Caesalpina pulcherima, Canna sp, Carica papaya, Hibiscus rosa sinesis, Pinus merkussi, Vanda sp. Semua bahan yang dibawa dibagi sesuai dengan jenisnya (Aingispermae dan Gymnospermae). Perhatikan bahan yang dibawa dan gambarlah serta beri keterangan setiap bagian2 dari bahan yang dibawa. Kemudian belah bahan yang dibawa untuk melihat bagian dalamnya. Amati dan gambar.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Alamanda sp Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Maghonoliophyta : Mangnoliopsida : Gentianales : Apocynaceae : Alamanda : Alamanda sp

Nama Umum : Bunga Alamanda

Keterangan 1. Corolla 2. Petal 3. Stigma 4. Calyx 5. Gynoecium 6. Ovul 7. Polen 8. Stamen

Canna sp Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Maghonoliophyta : Liliopsida : Zingiberales : Cannaceae : Canna : Canna sp

Nama Umum : Bunga Kana

Keterangan 1. Anther 2. Stamen 3. Corolla 4. Petal 5. Stigma 6. Calyx 7. Gynoecium 8. Ovari 9. Ovul

Carica Papaya Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatopytha : Dicotiledone : Caricales : Caricaleae : Carica : Carica papaya

Nama Umum : Bunga Pepaya

Keterangan 1. Corolla 2. Calyx 3. Gynoecium 4. Ovari 5. Filament 6. Pollen

Caesalpinia pulcherima Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatopytha : Dicotiledone : Rosales : Caesalpineaceae : Caesalpinia : Caesalpinia pulcherima

Nama Umum : Bunga Merak

Keterangan 1. Anther 2. Stamen 3. Corolla 4. Petal 5. Calyx 6. Gyniecium 7. Ovul 8. Filamen 9. Polen 10. Stele

Hibiscus rosasinensis Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Maghonoliophyta : Mangnoliopsida : Malvales : Malvaceae : Hibiscus : Hibiscus rosasinensis

Nama Umum : Bunga Sepatu

Keterangan 1. Anther 2. Stamen 3. Corolla 4. Petal 5. Calyx 6. Gyniecium 7. Ovul 8. Filamen 9. Polen 10. Stele

Pinus merkusii Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Coniferophyta : Pinopsida : Pinales : Pinaceae : Pinus : Pinus merkusii

Nama Umum : Pinus

Keterangan 1. Kaulis 2. Strobilus 3. Daun

Vanda sp Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatopytha : Monocotyledone : Poales : Orcidaceae : Vanda : Vanda sp

Nama Umum : Bunga Anggrek

Keterangan 1. Anther 2. Stamen 3. Corolla 4. Calyx 5. Gynoecium 6. Pedicellus

4.2 Pembahasan Dari praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan gambar berupa morfologi dan reproduksi dari tumbuhan angiospermae dan gymnospermae beserta bagian-bagiannya dan fungsi dari bagian-bagian tersebut. Pada tumbuhan tingkat tinggi terjadi dua penyerbukan yang diserta oleh pembuahan. Menurut Campbell (2003: 139) mengatakan bahwa, reproduksi generatif (seksual) pada tumbuhan tingkat tinggi atau spermathopytha (tumbuhan berbiji) diawali dengan terjadinya penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan (fertilisasi). Penyerbukan dan pembuahan kelompok gymnospermae berbeda dengan angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Penyerbukan atau peristiwa jatuhnya serbuk sari (polen) pada liang bakal biji (mikrofil) yang berhubungan langsung dengan bakal biji. Sedangkan pada angiospermae merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Gynospermae yang paling terkenal alat reproduksi disebut konus. Menurut Campbell (2003: 254) mengatakan bahwa, tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) tidak memiliki ruang pembungkus (ovarium) tempat biji berkembang. Gymnospermae yang paling terkenal atau komiter yang alat reproduksinya disebut konus. Konus jantan dank onus betina terletak pada tempat yang berbeda. Tumbuhan biji tertutup (angiospermae) merupakan tumbuhan berbunga yang memiliki pembungkus biji (ovulum) dibagi kedalam dua kelas yaitu monokotiledone (berkeping satu) dan dikotiledone (berkeping dua) serta ada yang berumah satu dan berumah dua. Reproduksi vegetatif buatan bertujuan untuk memperoleh tanaman baru dalam waktu yang singkat. Menurut Kimball (1997: 354) menyatakan bahwa,

perkembangbiakan reproduksi vegetatif alami merupakan reproduksi yang terjadi secara alami dan tidak melibatkan campur tangan manusia, reproduksi alami meliputi pembentukan spora. Vegetati buatan bertujuan untuk memperoleh tanaman baru dalam waktu yang relatif singkat dengan hasil yang sama dengan induknya, beberapa cara reproduksi vegetatif buatan dengan cara mencangkok, merunduk dan menyetek. Pinus merkusii termasuk kedalam tumbuhan berumah satu. Menurut Campbell (2003: 243) bahwa, Pinus merkusii atau tumbuhan yang termasuk kedalam gymnospermae. Tumbuhan ini termasuk kedalam tumbuhan yang berumah satu,

tumbuhan berkayu dengan daun berbentuk jarum yang terdiri dari 1 atau 2 berkas pembuluh pengangkut dan saluran resim. Pada ketiak sisik penutup terdapat satu sisik biji dengan sisi atasnya dua bakal biji yang mikrofilnya menghadap kesumbu sisik-sisik penutup dan sisik biji atau satu diantaranya sehabis penyerbukan lalu membesar dan mengganggu serta demikian terjadinya buah yang membentuk kerucut. Canna sp hamper ditanam sebagia tanaman hias. Menurut Anonim (2011: 1) bahwa, Canna sp tingginya mencapai 2 m. Tumbuhan ini memiliki rimpang yang tebal seperti umbi memiliki daun besar dan lebar, menyirip jelas warnanya hijau, bunganya besar dengan warna-warna yang cerah (merah dan kuning). Buahnya berupa buah kendaga. Berbiji banyak dan berbentuk bulat, hamper seluruh ditanam sebagai tanaman hias, dan juga dapat tumbuh liar di hutan dan daerah pegunungan. Vanda sp jenis-jenisnya tersebar luas didaerah trifika basah. Menurut Anonim (2011: 1) bahwa, Vanda sp atau bunga anggrek banyak jenisnya, jenis-jenisnya tersebar luas di daerah trofika basah hingga wilayah sirkumpolar, tetapi banyak ditemukan di daerah trofika beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya cenderung tebal dan berdaging (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tanaman ketersediaan air. Carica papaya memilik makhkota bunga kuning pucat. Menurut

Darjanto (1990: 48) mengatakan bahwa, Carica papaya merupakan pohon yang memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Bunga papaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai duduk pada batang, bunga jantan pada tumbuhan ini tumbuh pada tangkai yang panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk, bentuk buah bulat hingga memanjang dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Alamamda sp termasuk juga bunga yang lengkap. Menurut Anonim (2011: 1) bahwa, tumbuhan alamanda berwarna kuning dan tidak memiliki aroma yang khas. Bunga ini tergolong bunga yang lengkap, namun penompakan bagian-bagian bunga tidak sejelas pada Hibiscus rosasinensis. Bunga lengkap terdiri drai mahkota bunga,

tangkai bunga dan alat kelamin bunga. Alat kelamin jantan adalh benang sari dan betina adalah putik. Caesalpinia pulcherima merupakan bunga majemuk yang benang sarinya halus. Menurut Champbell (2003: 145) menyatakan bahwa, Caesilpinia pulcherima atau tanaman yang dapat tumbuh tinggi dan melebar, bunganya berwarna kuning cerah, kuning kemerahan semburat jingga dan merah jambu. Merupaka bunga majemuk yang benang sarinya halus menjurai panjang disetiap tangkai bisa terdiri dari balasan kumtum bunga berbunga sepanjang tahun. Hibiscus rosasinensis merupakan bunga yang sempurna. Menurut

Kimball (2003: 350) mengatakan bahwa, bunga sepatu ini memiliki mahkota bunga yang terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk selinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam tuah berbentuk kapsul berbilik lima. Putik (pistilum) menjulur keluar drai dasar bunga. Bunga biasa mekar menghadap ke atas, kebawah atau menghadap kesamping. Pada umumnya tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Bunga yang dilengkapi dengan serbuk sari maupun putik disebut bunga sempurna. Menurut Campbell (2003: 357) mengatakan bahwa, meskipun bunga tersebut tidak memiliki kelopak maupun mahkota bunga. Bunga tak sempurna adalah bunga tak lengkap yang tidak memiliki kepala sari atau putik, bunga uniseksual ini disebut staminat (bunga jantan) atau karpelat (bunga betina), tergantung pada kumpulan organ reproduksi mana yang dimilikinya. Hampir semua

keanekaragamannya menggambarkan kemampuan adaptasi bunga terhadap penyerbuk (pollinator) yang berlainan. Menurut Anonim (2011: 4) bahwa, pada tumbuhan hermaprodit, individu

tanaman ini mempunyai bunga jantan dan bunga betina, mungkin bunga jantan terpisah dengan bunga betina namun masih dalam satu pohon misalnya mentimun. Tanaman berumah satu dominan jantan, individu tanaman menghasilkan bunga jantan dan bunga betina, namun bunga jantan lebih dominan. Tanaman berbunga satu dominan betina individu tanaman ini menghasilkan bunga jantan dan bunga betina.

BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Reproduksi tumbuhan terbagi menjadi reproduksi vegetatif dan reproduksi generatif. 2. Reproduksi vegetatif terjadi secara alami sedangkan reproduksi generatif terjadi secara buatan. 3. Reproduksi generatif terbagi menjadi pembuahan pada tumbuhan

angiospermae dan pembuahan pada tumbuhan gymnospermae. 4. Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. 5. Organ vegetatif (termasuk tunas, daun, dan batang) berasal dari tunas ujung dan tunas samping batang yang mulai dari sumbu embrio di dalam biji.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Reproduksi pada tumbuhan.http ://www.wikipedia.org/wiki/Reproduksi pada tumbuhan. Diakses tanggal 08 maret 2011. Aryulina, Diah. 2003. Biologi 3. Jakarta : Erlangga. Campbell, N.A, Reece, JB, L.G. Mitchell. 2000. Biologi terjemahan oleh manulu. Erlangga. Jakarta. Campbell N.A. 2003. Biology . Erlangga. Jakarta. Kimball, W. John. 1983. Biologi jilid 2. Erlangga: Jakarta. Viii + 1079 hlm.

ABSTRAK

Praktikum yang berjudul “Reproduksi Tumbuhan”, bertujuan untuk mempelajari dan mengenal sistem reproduksi pada tumbuhan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 10 Maret 2011, Pukul 13.00-15.00 WIB, Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Alat yang digunakan adalah silet. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah Alamand sp, Caesalpinia pulcherima, Canna sp, Carica papaya, Hibiscus rosasinensis, Pinus merkusii dan Vanda sp. Adapun kesimpulannya adalah Reproduksi tumbuhan terbagi menjadi reproduksi vegetatif dan reproduksi generatif.

LAMPIRAN

Gambar 1.1 Hibiscus rosasinensis

Gambar 1.2 Caeselpinia pulcherrima

http://www.google.co.id/images?hl=id&client=firefox-a&hs=TPe&rls=org.mozilla:enUS:official&channel=s&q=bunga+sepatu&merak

Gambar 1.3 Pinus merkusii

Gambar 1.4 Carica papaya

http://www.google.co.id/images?hl=id&client=firefox-a&hs=TPe&rls=org.mozilla:enUS:official&channel=s&q=bunga+pinus &pepaya

Gambar 1.5 Vanda sp.

Gambar 1.6 Alamanda sp.

http://www.google.co.id/images?hl=id&client=firefox-a&hs=TPe&rls=org.mozilla:enUS:official&channel=s&q=bunga+anggrek &alamanda

Gambar 1.7 Canna sp. http://www.google.co.id/images?hl=id&client=firefox-a&hs=TPe&rls=org.mozilla:enUS:official&channel=s&q=bunga+kana

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->