PENGERTIAN STRUKTUR DATA Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data di dalam komputer agar bisa

dipakai secara efisien Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol Secara garis besar type data dapat dikategorikan menjadi : 1. Type data sederhana a. Type data sederhana tunggal, misalnya Integer, real, boolean dan karakter b. Type data sederhana majemuk, misalnya String 2. Struktur Data, meliputi a. Struktur data sederhana, misalnya array dan record b. Struktur data majemuk, yang terdiri dari Linier : Stack, Queue, serta List dan Multilist Non Linier : Pohon Biner dan Graph Pemakaian struktur data yang tepat di dalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana. Struktur data yang ″standar″ yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah : List linier (Linked List) dan variasinya Multilist Stack (Tumpukan) Queue (Antrian) Tree ( Pohon ) Graph ( Graf ) REVIEW RECORD (REKAMAN) Disusun oleh satu atau lebih field. Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan sebelumnya. Nama rekaman ditentukan oleh pemrogram. Rekaman disebut juga tipe terstruktur. Contoh : 1. type Titik : record <x : real, y : real> jika P dideklarasikan sebagai Titik maka mengacu field pada P adalah P.x dan P.y. 2. Didefinisikan tipe terstruktur yang mewakili Jam yang dinyatakan sebagai jam (hh), menit (mm) dan detik (ss), maka cara menulis type Jam adalah : type JAM : record <hh : integer, {0…23} mm : integer, {0…59} ss : integer {0…59} > Jika J adalah peubah (variabel) bertipe Jam maka cara mengacu tiap field adalah J.hh, J.mm dan J.ss

Terjemahan dalam bahasa C : 1. type Titik : record <x : real, y : real> diterjemahkan menjadi : typedef struct { float x; float y; } Titik; 2. type JAM : record <hh : integer, {0…23} mm : integer, {0…59} ss : integer {0…59} > Diterjemahkan menjadi : typedef struct { int hh; /*0…23*/ int mm; /*0…59*/ int ss; /*0…59*/ } Jam; REVIEW ARRAY (LARIK) 1. Pendahuluan • Larik adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. • Setiap elemen diakses langsung melalui indeksnya. • Indeks larik harus tipe data yang menyatakan keterurutan misalnya integer atau karakter. • Banyaknya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. • Tipe elemen larik dapat berupa tipe sederhana, tipe terstruktur atau tipe larik lain. • Nama lain array adalah Larik, tabel atau vektor Cara Pendefinisian Array 1. Sebagai Peubah Contoh : L : array[1..50] of integer NamaMhs : array[‘a’..’j’] of string 2. Sebagai tipe baru Contoh : type LarikInt : array[1..100] of integer P : LarikInt 3. Mendefinisikan ukuran maksimum elemen larik sebagai konstanta Contoh : Const Nmaks = 100 type Larikint : array[1..Nmaks] of integer P : LarikInt Cara menterjemahkan ke bahasa C : #define Nmaks 100 typedef int Larikint[Nmaks+1]; Larikint P;

Awal : N adalah banyak elemen efektif larik.Nmaks] of Mahasiswa . input N:integer) {menginisialisasi setiap elemen larik A[1. nilainya terdefinisi} {K. Nilai : char > TabMhs : array[1. Nilai indek harus terdefinisi. tapi dapat juga berisi data yang bertipe terstruktur Contoh : const Nmaks = 100 type Mahasiswa : record <nim : integer. misalnya menginisialisasi dengan nilai 0 seperti di bawah ini : Procedure InisDgn0(output A:larik. nilainya terdefinisi} {K. Akhir : seluruh elemen larik A bernilai nol} Deklarasi : K : integer Deskripsi : for k  1 to N do A[k]  0 endfor Mengisi elemen larik dari piranti masukan • Elemen larik dapat diisi dengan nilai yang dibaca dari piranti masukan seperti contoh di bawah ini : Procedure BacaLarik(output A:larik. KodeMK : string..N] dengan nol} {K. Akhir : seluruh elemen larik A berisi nilai-nilai yang dibaca dari piranti masukan} Deklarasi : K : integer Deskripsi : for k  1 to N do read (A[k]) endfor Larik Bertype Terstruktur Larik tidak hanya dapat berisi data bertype tunggal. asalkan nilai k sudah terdefinisi } Menginisialisasi Larik menginisialisasi elemen larik adalah memberikan harga awal untuk seluruh elemen larik.N] dengan nilai yang dibaca dari piranti masukan} {K. Awal : N adalah jumlah elemen efektif larik. input N:integer) {mengisi elemen larik A[1. • Contoh cara mengacu elemen larik adalah : L[4] {mengacu elemen keempat dari larik L } NamaMhs[‘b’] {mengacu elemen kedua dari larik NamaMhs} P[k] {mengacu elemen ke-k dari larik P..Cara Mengacu Elemen Larik • Elemen larik diacu melalui indeksnya. nama_mhs : string..

dalam pemrograman biasanya hanya terdefinisi untuk bilangan numerik.Nim mengacu field Nim dari elemen kedualarik 2. pembentuk nilai type. untuk interface dengan input/output device 7. Aritmatika terhadap type tersebut. TabMhs[2]. Prosedur Pengubah nilai komponen 4. yaitu untuk menghancurkan nilai objek. misalnya menjadi record dalam Pascal/Ada dan Struct dalam bahasa C Primitif dalam konteks pemrograman prosedural. 8. Biasanya namanya diawali dengan Get. Prosedur : Keadaan Awal. Operator Relasional terhadap type tersebut untuk mendefinisikan lebih besar. Primitif dikelompokkan menjadi : 1. yaitu : a. sekaligus memori penyimpannya 6.Contoh Cara mengacu elemen TabMhs : 1. Validator komponen type. Konversi dari type tersebut ke type dasar dan sebaliknya ADT biasanya diimplementasi menjadi dua buah modul. Keadaan Akhir dan proses yang dilakukan 2. yang mempunyai keterurutan tertentu. yang setiap elemennya terdiri dari 2 bagian : Type Elmtlist = record < Info : InfoType. sama dengan dan sebagainya. yang dipakai untuk mengetes apakah dapat membentuk type sesuai batasan. domain.1. Next adalah address dari elemen berikutnya ( suksesor ). 3. Destruktor/Dealokator. 2. untuk mengakses komponen type. range. • Type diterjemahkan menjadi type terdefinisi dalam bahasa pemrograman yang bersangkutan. Linked List (List Linier) 4. yaitu : 1. Next : address > Dengan Info Type adalah sebuah type terdefenisi yang menyimpan informasi sebuah elemen list . Realisasi fungsi dan prosedur harus sedapat mungkin memanfaatkan Selektor dan Konstruktor 4. Biasanya namanya diawali dengan Make.Spesifikasi dari primitif sesuai dengan kaidah dalam konteks prosedural. jika didefinisikan First adalah alamt elemen pertama list. Dengan demikian. Write(TabMhs[k]. maka elemen berikutnya dapat diakses secara suksesif dari elemen pertama tersebut . Baca/tulis. Konstruktor/Kreator. Body/realisasi dari primitif. Definisi/spesifikasi type dan primitif . berupa kode program dalam bahasa yang bersangkutan. 5. lebih kecil. Selektor. Definisi List linier adalah sekumpulan elemen bertype sama.KodeMK) menuliskan field KodeMK dari elemen ke k dari larik ADT (Abstract Data Type) • ADT adalah definisi type dan sekumpulan primitif (operasi dasar) terhadap type tersebut.Spesifikasi type sesuai dengan bahasa yang dipakai . diterjemahkan menjadi fungsi dan prosedur. Fungsi : nama. dan pre kondisi jika ada b.

sebuah list linier dikenali : • elemen pertamanya. dan seterusnya sampai dengan elemen terakhir. Karena Urutan akses adalah dari elemen pertama sampai dengan elemen terakhir. Karena itu salah primitif operasi konsultasi dasar pada struktur list adalah traversal. jika First (L) = Nil 2. Elemen terakhir dikenali. yang dapat diakses melalui field NEXT • setiap elemen mempunyai alamat. jika kita mengetahui alamat sebuah elemen . tanpa pemrosesan khusus pada list kosong} Deklarasi Deklarasi : P : address { address untuk traversal . Ada berbagai cara untuk mengenali elemen akhir Jika L adalah list . Akhir : semua elemen list L dikunjungi dan telahdiproses } {Proses : Traversal sebuah list linier. Skema traversal yang dipakai adalah Sbb : Procedure SKEMAListTransversal1( Input L : List ) {K. Dengan MARK. biasanya melalui alamat elemen pertama yang disebut : First • alamat elemen berikutnya ( suksesor ). List L adalah List kosong . suksesornya. maka traversal list secara natural dilakukan dari elemen pertama.Jadi. Seringkali diperlukan untuk memproses setiap elemen list dengan cara yang sama. Skema traversal untuk list linier List terdiri dari sekumpulan elemen. dengan salah satucara adalah karena Next(Last) =Nil II. Awal : List L terdefinisi . dan P adalah address : Alamat elemen pertama list L dapat diacu dengan notasi : First (L) Elemen yang diacu oleh P dapat dikonsultasi informasinya dengan notasi : Info(P) Next(P) Beberapa defenisi : 1. mungkin kosong } . Dengan alamat tersebut Informasi yang tersimpan pada elemen list dapat diakses • elemen terakhirnya. Untuk mengacu sebuah elemen . mungkin kosong } {K. typeterdefenisi } Deskripsi : Inisialisasi P ← First ( L ) { First Element } While ( P ≠Nil ) do Proses ( P ) P ← Next ( P ) { Next element } endwhile Terminasi Procedure SKEMAListTransversal 2( Input L : List ) { K. yaitu “mengunjungi” setiap elemen list untuk diproses. alamat harus terdefenisi . yaitu tempat elemen disimpan dapat diacu. Awal : List L terdefenisi .

Skema Sequential Search untuk list linier Selain traversal. versi dengan Boolean} Deklarasi Deskripsi P ← First ( L ) Found ← false While ( P ≠ Nil ) and ( not found ) do if X = Info (P) then Found ←True else P ← Next (P) endif endwhile { P = Nil or Found} . atau berdasarkan alamat. X : InfoType. Awal : List linier L sudah terdefinisi dan siap dikonsultasi.Akhir : P : address pada pencarian beurutan.1. Procedure SKEMAListSearch1 ( Input L : List. Found: Boolean ) { K. P = Nil jika tidak ketemu. dimana X diketemukan. III. Output P : address. Akhir : semua elemen list L “dikunjungan “ dan telah diproses } { Proses : Transversal sebuah list linier yang diidentifikasi oleh elemen pertama L . Semua elemen diperiksa dengan intruksi yang sama. type terdefenisi } Deskripsi If (First ( L ) = Nil) then Write ( ‘List kosong ‘ ) else Insialisasi P ← First ( L ) { First Element } Repeat Proses ( P ) P ← Next ( P ) { Next element } until P=Nil Terminasi III. X terdefenisi } { K.{ K. akan dilakukan suatu proses terhadap elemen list tersebut. Found berharga true jika harga X yang dicari ketemu. Dengan MARK dan pemrosesan khusus pada list kosong } Deklarasi : Deklarasi P : address { address untuk traversal . proses pencarian suatu elemen list adalah primitif yang sering kali didefinisikan pada struktur list. output adalah address Search ini sering dipakai untuk mengenali suatu elemen list berdasarkan nilai informasi yang disimpan pada elemen yang dicari. Search suatu Nilai. Biasanya dengan alamat yang ditemukan. Pencarian dapat berdasarkan nilai. false jika tidak } {Proses : Sequential Search harga X pada sebuah list linier L.

Pengetesan List Kosong Pemeriksaan apakah sebuah list kosong sangat penting. false jika tidak kosong} Deklarasi Deskripsi return(First (L) = Nil) IV. Operasi pada list kosong sering kali membutuhkan penanganan khusus Realisasi algoritmik dari definisi fungsional ini adalah sebuah fungsi sebagai berikut. X terdefenisi } {K. L1 dan L2 adalah list linier dengan elemen ElmtList.2 Pembuatan sebuah elemen pada list linier Pembuatan sebuah list berarti membuat sebuat list KOSONG. Awal : List linier L sudah terdefinisi dan siap dikonsultasi. Definisi fungsional list linier dan algoritmanya Secara fungsional. 2. penambahan atau penghapusan elemen yang dapat ditulis sebagai berkut : Jika diberikan L. dsb). yang selanjutnya siap diproses (ditambah elemennya. maka operasi yang dapat dilakukan : ListEmpty. Delete. Insert. Found: Boolean ) {K. Semua elemen diperiksa dengan intruksi yang sama } Deklarasi Pt : address Deskripsi Pt ← First ( L ) Found ← false While ( Pt ≠ Nil ) and ( not found ) do if Pt = P then Found ← true else Pt ← Next (Pt) endif endwhile { Pt = Nil or Found} { Jika Found maka P adalah elemen list} IV. Found berharga true. karena Keadaan Awal dan Keadaan Akhir beberapa prosedur harus didefinisikan berdasarkan keadaan list. Function IsEmptyList (L : List ) → boolean { Test apakah sebuah list L kosong. Found berharga false } {Proses : Sequential Search @ P pada sebuah list linier L. Concat dan UpdateList IV. Search suatu Elemen yang beralamat tertentu Procedure SKEMAList Search@( Input L : List. Realisasi algoritmik dari defenisi funfsional ini adalah sebuah prosedur sebagai berikut. CreateList.{Jika Found maka P adalah address dimana harga yang dicari diketemukan} III. . P : address. Mengirimkan true jika list kosong. Jika tidak ada elemen list beralamat P. 1.Akhir : Jika ada elemen list beralamat P. pada sebuah list linier biasanya dilakukan pembuatan.

3 Penyisipan sebuah elemen pada list linier Fungsi insert (penyisipan) harus dijabarkan lebih rinci. Prec: address ) {K. P sudah dialokasikan. INSERT-AFTER Menyisipkan sebuah elemen beralamat P sebagai suksesor dari sebuah elemen list linier yang beralamat Prec Procedure InsertAfter ( Input P. Awal : Prec adalah elemen list. Awal : List L mungkin kosong } { K. Procedure InsFirst (Input/output L :List. Next (P) = Nil .2. karena dapat menjadi penyisipan sebagai elemen pertama. Input P: address) {K.2 INSERT-First (Nilai) Menambahkan sebuah elemen yang diketahui nilainya sebagai elemen pertama list.2. 2. Akhir : P adalah elemen pertama list L} {Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen pertama list linier L yang mungkin kosong} Deklarasi Deskripsi Next (P) ← First (L) First (L) ← P IV. IV.2.Procedure CreateList( Output L : List ) {K. Awal : Sembarang } K. prec ≠ Nil. Akhir : terbentuk list L yang kosong : First (L) diinisialisasi dengan NIL ) Proses : Membuat list kosong} Deklarasi Deskripsi First (L) ← Nil IV. setelah sebuah address P atau penyisipan menjadi elemen terakhir atau bahkan menjadi elemen ditengah Penyisipan sebuah elemen dapat dilakukan terhadap sebuah elemen yang sudah dialokasi (diketahui address-nya ). Input E : infotype ) { K. jika alokasi berhasil. Akhir : Sebuah elemen dialokasikan dan menjadi elemen pertama list L. Jika alokasi gagal list tetap seperti semula } { Proses : Insert sebuah elemen sebagai elemen pertama list} Deklarasi P : address Deskripsi Alokasi (P) If P ≠ Nil then Info (P) ← E Next (P) ← First (L) First (L) ← P IV. INSERT-First (Address) Menambahkan sebuah elemen yang diketahui alamatnya sebagai elemen pertama list. P ≠ Nil. Awal : List L mungkin kosong {K. Procedure InsertFirst (Input/Output L:List. atau sebuah elemen yang hanya diketahui nilai Info-nya (berarti belum dialokasi).1.

P) IV. INSERT – Last Menyisipkan sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir sebuah list linier. Last) endif Procedure InsertLast(Input/output L :List.3. Karena penghapusan elemen dapat merupakan pertama. Next(P)=Nil K. Input E : Infotype) { K. P sudah dialokasi. Ada dua kemungkinan list kosong atau tidak kosong Procedur InsertLast@(Input/Output L: List. Next (P) = Nil K. P ≠ Nil. P sudah dialokasi. Akhir : P adalah elemen terakhir list L Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sbg elemen terakhir dari list linier L yg mungkin kosong } Deklarasi Last : address { address untuk traversal} Deskripsi If Fisrt (L) = Nil then { insert sebagai elemen pertama} InsertFirst(L.3.K. Perbedaan ini melehirkan 3 operasi dasar penghapusan elemen list yang diturunkan dari definisi fungsional inimenjadi realisasi algoritma. Akhir : P menjadi suksesor Prec Proses : Insert sebuah elemen beralamat P pada List linier L} Deklarasi Deskripsi Next (P) ← Next (Prec) Next (Prec) ← P IV. 2. Last adalah elemen terakhir. setelah sebuah address P atau penghapusan elemen terakhir. P) Else { Traversal list sampai address terakhir} Last ← First (L) While (Next (Last ) ≠ Nil ) do Last ← Next (Last ) endwhile {Next ( Last) = Nil. Awal : List L mungkin kosong. Akhir : P adalah elemen terakhir list L Proses : Insert sebuah elemen beralamat P sebagai elemen terakhir dari list linier L yang mungkin kosong } Deklarasi Last : address { address untuk traversal } Deskripsi Alokasi (P) If (P ≠ Nil) then Info(P) ←E InsertLast@(L. Penghapusan sebuah elemen pada listlinier Penghapusan harus dijabarkan lebih rinci. P ≠ Nil. Input P : address) {K. insert P after last } InsertAfter (P. Awal : List L mungkin kosong. .

3. minimal 1 elemen pertama pasti ada } {K. Akhir : menghapus elemen pertama L P adalah @ elemen pertama L sebelum penghapusan. IV. Akhir : Menghapus suksesor Prec. Next (Prec) yang baru adalah suksesor dari suksesor Prec sebelum penghapusan } Deklarasi Deskripsi P ← Next (Prec) Next (Prec) ← Next (Next (Prec)) Dengan primitip ini. List.2.1. Output E : InfoType) {K. Output P : address ) { K. Prec adalah elemen list. P mungkin elemen pertama. Akhir : menghapus elemen pertama L E adalah Nilai elemen pertama L sebelum penghapusan.Operasi penghapusan dapat mengakibatkan list kosong. Output P : address ) { K. P adalah @ suksesor Prec sebelum penghapusan.3. Next (Prec) ≠ Nil } Prec ≠elemen terakhir K. yaitu alamat Prec memakai DeleteAfter (Prec) Procedure DeleteP ( Input/Output L . Output P : address) {K. L yang baru adalah Next (L) Deklarasi Deskripsi P ← First (L) E ← Info (P) First (L) ← Next ( First (L) ) Dealokasi (P) IV. Elemen yang dihapus dicatat alamatnya Procedure DeleteFirst@ (Input/Output L : List. Akhir : Menghapus P dari list. Delete After : Penghapusan suksesor sebuah elemen : Procedure DeleteAfter ( Input Prec : adrress. DELETFirst : menghapus elemen pertama list linier a. jika list semula hanya terdiri dari satu elemen. maka penghapusan sebuah beralamat P dapat dilakukan dengan : mencari predesesor dari P. Awal : List tidak kosong. “tengah” atau terakhir } Deklarasi Prec : address { alamat predesesor } . L yang baru adalah Next (L) Deklarasi Deskripsi P ← First (L) First (L) ← Next ( First (L) ) Procedure DeleteFirst (Input/Output L : List. minimal 1 elemenpertama pasti ada } {K. Awal : List L tidak kosong. P adalah elemen list L K. Awal : List L tidak kosong . Awal : List L tidak kosong.

Last adalah elemen terakhir. Dalam contoh berikut list kedua disambungkan ke list pertama. Procedure DeleteLast (Input L : List. L2 mungkin kosong K.Deskripsi { Cari predesesor P } if (P = First (L) then {Delete list dengan satu elemen } DeleteFirst (L. Output : L3 : List ) {K. Output P : address) {K. Akhir : menghapus elemen terakhir dari list. L2 ditaruh dibelakang L1 } . Konkatenasi dua buah list linier Concat adalah menggabungkan dua list.dan L3 ≠ L2. Persoalan selanjutnya menjadi persoalan DeleteAfter. Realisasi algoritma adalah sebuah prosedur sebagai berikut : Procedure CONCAT (Input L1.P) else Prec ← First (L) While (Next(Prec) ≠ P ) do Prec ← Next (Prec) endwhile { Next (Prec) = P . Awal : List L tidak kosong. Jadi Last (L1) menjadi predesesor First (L2). P) endif IV. Last ← Next ( last ) endwhile { Next ( Last ) = Nil.3. preclast :address { address untuk traversal } Deskripsi { Find last dan address sebelum last } Last ← First (L) Preclast ← Nil { predesesor dari L tak terdefenisi } While ( Next ( Last ) ≠ Nil do { Traversal list sampai @ terakhir } Preclast ← Last . L1 ≠ L3. minimal mengandung 1 elemen K. hapus P } DeleteAfter (Prec . list mungkin menjadi kosong Proses : P adalah alamat elemen terakhir list sebelum penghapusan } Deklarasi Last . L2 : List. kalau last bukan satu. DELETELast : Menghapus elemen terakhir list dapat dilakukan jika alamat dari elemen sebelum elemen terakhir diketahui. 3. awal : L1 ≠ L2. preclast = sebelum last } P ← Last If Preclast = Nil then { list dg 1 elemen. 5. yaitu list menjadi kosong atau tidak. L1. Akhir : L3 adalah hasil konkatenasi (menyambung) dua buah list linier. jadi kosong } First(L) ← Nil Else Next ( preclast )← Nil endif IV.satunya elemen list linier. Ada dua kasus.

. yaitu yang paling lama biasanya diebut BOTTOM. Maka secara lojik.Dikatakan bahwa elemen Stack akan tersusun secara LIFO (Last In First Out). Next : address > dengan InfoType terdefinisi yang menentukan informasi yang disimpan pada setiap elemen stack. sedangkan alamat elemen yang paling “bawah”. Elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. sebuah STACK dapat digambarkan sebagai list linier yang setiap elemennya adalah Type ElmtS = record <Info : InfoType.Deklarasi Last1 : address { alamat elemen terakhir list pertama } Deskripsi Cratelist (L3) {inisialisasilist hasil } If Fist (L1) = Nil then First (L3) ← First (L2) Else { Traversal list 1 sampai address terakhir. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu : -Penyisipan selalu dilakukan “di atas “ TOP -Penghapusan selalu dilakukan pada TOP Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu. dan address adalah “alamat” dari elemen Selain itu alamat elemen terbaru (TOP) dicatat. Definisi STACK (Tumpukan) adalah list linier yang : 1.1. Next : Address > type List = record <First : Address > {Deklarasi Nama Peubah} L : List P : Address 5. Stack (Tumpukan) 5. TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi. Dikenali elemen puncaknya (TOP) 2. Hubungkan last dengan Fisrt 2} First (L3) ← First (L1) Last1 ← First (L1) While ( Next (Last 1 ) ≠ Nil ) do Last1 ← Next (Last 1) endwhile {Next ( Last 1) ← First (L2)} Next(Last1) ← First (L2)} endif Bagian Deklarasi dari algoritma pada List Linier : Deklarasi type InfoType = … {Sebuah type terdefinisi} type Address pointer to ElmtL type ElmtL = record <Info : InfoType.

jika tumpukan kosong. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah prosedur yang melakukan inisialisasi stack sebagai berikut Procedure CreateEmptyS (Output S : STACK) {K. Next : Address > type Stack = record <TOP : Address> {Deklarasi Nama Peubah} S : Stack P : Address 5. Namun dibutuhkan traversal misalnya untuk mencetak isi Stack. karena keunikan Stack justru pada operasi yang hanya menyangkut elemen TOP. Search pada Stack Pada stack. false jika tumpukan tidak kosong} Deklarasi Deskripsi return (Top (S) = Nil) b. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah fungsi yang melakukan test terhadap Stack sebagai berikut : function StackEmpty (S : STACK) → Boolean { TEST stack kosong : Mengirim true. Traversal pada Stack Pada stack. elemen yang diproses hanyalah elemen pada TOP. dan P adalah address maka Top (S) adalah alamat elemen TOP. Maka hampir tidak pernah dilakukan search.TOP adalah elemen pertama list. Test STACK kosong Mengetahui bahwa stack kosong atau tidak sangat penting. Info (P) adalah informasi yang disimpan pada alamat P Next (P) adalah alamat suksesor P ElmtS (P) adalah sebuah elemen stack yang beralamat P Stack kosong adalah Stack dengan Top (S) = Nil ( tidak terdefinisi ) Bagian Deklarasi dari algoritma pada Stack : Deklarasi type InfoType = … {Sebuah type terdefinisi} type Address pointer to ElmtS type ElmtS = record <Info : InfoType.4. 5. dimana operasi penyisipan/penghapusan dilakukan. Sehingga jika S adalah sebuah Stack. a. 5. Awal : sembarang.3. supaya penambahan dan penghapusan dengan mudah dan efisien dapat dilakukan. Pembuatan STACK kosong Membuat Stack kosong diperlukan untuk memulai memakai stack. .2. sebab semua operasi akan dilakukan berdasarkan kosong atau tidaknya suatu Stack. jarang sekali dilakukan traversal. Operasi dan fungsi dasar pada STACK.

dengan elemen yang diketahui alamatnya} {K. P terdefinisi (berarti terdefinisi informasinya. Prosedur pertama mengambil suatu Elmts dengan menyimpan alamatnya dan yang kedua mengambil nilai . Prosedur pertama menambahkan suatu ElmtS yang diketahui alamatnya dan yang kedua menambahkan suatu nilai ElmtS yang diberikan.K. Jika Stack menjadi kosong . alokasi alamat selalu berhasil } { K. Akhir : TOP (S) berisi E ) Deklarasi P : address Deskripsi Alokasi ( P ) { alokasi selau berhasil } Info(P) ← E { insert sebagai elemen pertama } Next(P) ← TOP(S) TOP(S) ← P d.Penambahan sebuah elemen pada STACK (Push) Penambahan selalu dilakukan pada TOP. dan membebaskan alamat ( dealokasi ) yang tadinya dipakai . E terdefenisi . dan karena alamat TOP diketahui maka prosesnya sederhana. Akhir : sebuah stack S yang kosong siap dipakaiterdefinisi Proses : Membuat stack kosong } Deklarasi Deskripsi Top (S) ← Nil c. hanya saja harus diperhitungkan bahwa mugkin Stack akan menjadi kosong akibat terjadinya penghapusan. Realisasi algoritma dari definisi funsional ini adalah salah satu dari dua buah prosedur yang melakukan pengambilan elemen stack sebagai berikut . Awal : Stack mungkin kosong . Berikut ini akan diberikan skema prosedur penyisipan tersebut. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah salah satu dari dua buah prosedur yang melakukan penambahan elemen stack sebagai berikut. dengan elemen yang diketahui informasinya } { K. Next (P) = Nil} {K.Awal : Stack mungkin kosong. procedure Push@ (Input/Output S : STACK Input P : address) {Menambahkan sebuah elemen baru pada TOP sebuah stack. Penghapusan sebuah elemen pada STACK (Pop) Penghapusan elemen Stack selalu dilakukan pada TOP .Akhir : Top (S) adalah P} Deklarasi Deskripsi { insert sebagai elemen pertama } Next (P) ← TOP (S) TOP (S) ← P procedure Push( Input / Output S:STACK Input E: InfoType ) { Menambahkan sebuah elemen baru pada TOP sebuah stack. maka harga TOP harus diganti .

Antrian job dalam sistem operasi 2.Akhir : Alamat elemen Top (S) disimpan pada E. sehingga informasinya dapat diakses melalui P Proses : Menghapus elemen stack. Definisi Queue (Antrian) adalah list linier yang : 1. stack tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi Deskripsi P ← TOP (S) TOP (S) ← Next(TOP(S)) procedure PopStack(Input/Output S : STACK Output E : InfoType) {K. Antrian dalam dunia nyata Maka secara lojik.procedure PopStack@(Input/Output S : STACK Output P : address) {K.1.Akhir : Alamat elemen Top (S) disimpan pada P. alamat TOP yang lama didealokasi Proses : Menghapus elemen stack.Awal : Stack tidak kosong K. dan address adalah “alamat” dari elemen Selain itu alamat elemen Pertama (Head) dan elemen terakhir (Tail) dicatat.Awal : Stack tidak kosong K. Queue (Antrian) 6. stack tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi P : address Deskripsi P ← TOP (S) E ← Info(P) TOP (S) ← Next(TOP(S)) Dealokasi (P) 6. penulisan untuk Queue adalah : Head(Q) Tail(Q) Next(P) Info(P) . sebuah Queue dapat digambarkan sebagai list linier yang setiap elemennya adalah : Type ElmtQ = record <Info : InfoType.Penyisipan selalu dilakukan setelah elemen terakhir . Dikenali elemen pertama (Head) dan elemen terakhirnya (Tail) 2.Penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama 3. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya disefinisikan sebagai berikut : . Maka jika Q adalah Queue dan P adalah Address. Satu elemen dengan elemen lain dapat diakses melalui informasi Next Struktur data ini banyak dipakai dalam informatika misalnya untuk merepresentasi : 1. Next : address > dengan InfoType terdefinisi yang menentukan informasi yang disimpan pada setiap elemen queue.

Penambahan sebuah elemen pada Queue Penambahan selalu dilakukan pada ekor. Next : Address > type Queue = record <Head : Address. Berikut ini akan diberikan skema prosedur penyisipan tersebut. 6. elemen yang diproses hanyalah elemen pada pertama dan terakhir. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah prosedur yang melakukan inisialisasi Queue sebagai berikut : Procedure CreateEmptyQ (Output Q : Queue) {K.Bagian Deklarasi dari algoritma pada Queue : Deklarasi type InfoType = … {Sebuah type terdefinisi} type Address pointer to ElmtQ type ElmtQ = record <Info : InfoType. Akhir : sebuah queue Q yang kosong terbentuk Proses : Membuat queue kosong } Deklarasi Deskripsi Head(Q) ← Nil Tail(Q) ← Nil c.2. dan karena alamat ekor diketahui maka prosesnya sederhana. Maka hampir tidak pernah dilakukan search. false jika antrian tidak kosong} Deklarasi Deskripsi return ((Head(Q) = Nil) and (Tail(Q) = Nil)) b. yaitu hanya InsertLast. Pembuatan Queue kosong Membuat Queue kosong diperlukan untuk memulai memakai Queue. Search pada Queue Pada Queue. Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah sebuah fungsi yang melakukan test terhadap Queue sebagai berikut : function IsQEmpty (Q : Queue) → Boolean { TEST Queue kosong : Mengirim true. jarang sekali dilakukan traversal. a. Awal : sembarang. karena keunikan Queue justru pada operasi yang hanya menyangkut elemen pertama dan terakhir. sebab semua operasi akan dilakukan berdasarkan kosong atau tidaknya suatu Queue. . Operasi dan fungsi dasar pada Queue. 6.4. jika antrian kosong. Namun dibutuhkan traversal misalnya untuk mencetak isi Antrian. Traversal pada Queue Pada queue. K. Test Queue kosong Mengetahui bahwa Queue kosong atau tidak sangat penting. Tail : Address> {Deklarasi Nama Peubah} Q : Queue P : Address 6.3.

Realisasi algoritma dari definisi fungsional ini adalah salah satu dari dua buah prosedur yang melakukan penambahan elemen Queue sebagai berikut : Prosedur pertama menambahkan suatu Elemen Queue yang diketahui alamatnya dan yang kedua menambahkan suatu nilai Elemen queue yang diberikan. Next (P) = Nil K. Jika akibat penghapusan queue tidak kosong. Prosedur pertama melakukan penghapusan ElmtQ yang berada di Head danyang dicatat adalah alamatnya. maka elemen terakhir tidak berubah.Awal : Queue mungkin kosong. Penghapusan Elemen Pada QueuE Penghapusan elemen pada queue selalu dilakukan pada elemen pertama.Akhir : P menjadi elemen Tail dari Q dan Tail yang baru adalah P Proses : Insert sebuah elemen beralamat P pada Tail dari antrian Q } Deklarasi Deskripsi If IsQEmpty(Q) then Head(Q) ← P Tail(Q) ← P else Next(Tail(Q)) ← P Tail(Q) ← P endif procedure InsertQ(Input/Output Q : Queue Input E : InfoType) {K. yaitu P. Berikut adalah skema penghapusan tersebut.Akhir : Elemen Tail dari Q yang baru bernilai E Proses : Insert sebuah elemen nilai pada Tail dari antrian Q } Deklarasi Deskripsi Alokasi (P) Info (P) ← E If IsQEmpty(Q) then Head(Q) ← P Tail(Q) ← P else Next(Tail(Q)) ← P Tail(Q) ← P endif d. P terdefinisi (berarti terdefinisi informasinya. Jika queue menjadi kosong. E terdefinisi K. hanya saja perlu diperhitungkan bahwa mungkin queue menjadi kosong akibat terjadinya penghapusan. maka harga Tail harus diganti. . Prosedur yang kedua menghapus elemen Head dari queue dan menyimpannya pada suatu elmtQ serta membebaskan alamat yang tadinya dipakai oleh elemen Head tersebut.Awal : Queue mungkin kosong. procedure InsertQ@ (Input/Output Q : Queue Input P : address) {K.

Pohon (Tree) 7. antrian tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi Deskripsi P ← Head(Q) E ← Info(Head(Q)) Head(Q) ← Next(Head(Q)) if (Head(Q) = Nil) then Tail(Q) ← Nil endif Next(P) ← Nil Dealokasi(P) 7. dengan elemen yang dibedakan sebagai berikut : 1. antrian tidak boleh kosong dan mungkin menjadi kosong } Deklarasi Deskripsi P ← Head(Q) Head(Q) ← Next(Head(Q)) if (Head(Q) = Nil) then Tail(Q) ← Nil endif Next(P) ← Nil procedure DeleteQ(Input/Output Q : Queue Output E : InfoType) {K.procedure DeleteQ@(Input/Output Q : Queue Output P : address) {K. Next(P) = Nil Proses : Menghapus elemen Head dari antrian.Awal : Queue tidak kosong K. P ≠ Nil.Akhir : Jika P adalah Head(Q).Awal : Queue tidak kosong K. Next(P) = Nil Proses : Menghapus elemen Head dari antrian. Sebuah elemen yang dibedakan dari yang lain yang disebut sebagai AKAR (root) dari pohon 2. P bukan lagi elemen dari Q. Simpul (Node) Simpul adalah elemen dari pohon yang memungkinkan akses pada sub pohon dimana simpul tersebut berfungsi sebagai Akar . Hutan Hutan adalah sequence (list) dari pohon 2.Akhir : P bukan lagi elemen dari Q. P ≠ Nil.1. Beberapa Istilah 1. Elemen yang lain (jika masih ada) dibagibagi menjadi beberapa sub himpunan yang disjoint dan masing-masing sub himpunan tersebut adalah pohon yang disebut sebagai sub pohon dari pohon tersebut. Definisi Rekurens Dari Pohon Sebuah pohon adalah himpunan terbatas tidak kosong.

Semua simpul selain Daun adalah simpul bukan terminal 8. 11. Daun Daun adalah simpul terminal dari pohon. Notasi Prefiks Notasi Prefiks ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut : . Cabang Cabang adalah hubungan antara Akar dengan sub pohon 4. Akar mempunyai tingkat sama dengan 1. Notasi Prefiks. Istilah-istilah yang digunakan sama dengan istilah pada pohon secara umum. Derajat Derajat sebuah pohon adalah banyaknya anak dari dari pohon tersebut. dan mungkin tidak punya anak. Lebar Lebar sebuah Pohon adalah maksimum banyaknya simpul yang ada pada suatu Tingkat (Level) 7. Jalan (Path) Jalan adalah suatu urutan tertentu dari Cabang 9. Karakteristik yang dimiliki oleh pohon biner adalah bahwa setiap simpul paling banyak hanya memiliki dua buah anak.3. Pohon biner merupakan tipe yang sangat penting dari struktur data dan banyak dijumpai dalam berbagai terapan.2. Ayah Akar dari sebuah pohon adalah Ayah dari sub pohon 5. Struktur Pohon Biner Definisi Sebuah pohon biner (Binary Tree) adalah himpunan terbatas yang : • Mungkin kosong atau • Terdiri dari sebuah simpul yang disebut sebagai Akar dan dua buah himpunan lain yang disjoint yang merupakan pohon biner yang disebut sebagai Sub Pohon Kiri (Left) dan Sub Pohon Kanan (Right) dari pohon biner tersebut. Saudara Saudara adalah simpul-simpul yang mempunyai Ayah yang sama 7. Kedalaman adalah panjang maksimum jalan dari Akar menuju ke sebuah daun 12. Jika sebuah simpul berderajat N disebut pohon N-aire 1 disebut pohon 1-aire/uner 2 disebut pohon 2-aire/biner 10. Anak Anak dari sebuah pohon adalah Sub pohon 6. Tingkat (Level) Level pohon adalah panjangnya jalan dari Akar sampai dengan simpul yang bersangkutan. Panjang dari jalan adalah banyaknya simpul yang dikandung pada jalan tersebut. Dua buah simpul disebut sebagai Sepupu jika mempunyai tingkat yang sama dalam sebuah pohon. Kedalaman (Tinggi) Kedalaman (Tinggi) dari pohon adalah nilai maksimum dari tingkat simpul yang ada pada pohon tersebut. Infiks dan Postfiks 1.

h : integer) {K. AKHIR : Semua simpul P sudah diproses secara postorder} Procedure PrintTree(input P : BinTree.2. Akhir: Terbentuk sebuah pohon biner Proses : Menghasilkan sebuah pohon biner dari Akar. Notasi Infiks Notasi ini ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut : 3. output P : BinTree) { K. L dan R} {Traversal} Procedur PreOrder(input P : BinTree) {K. AWAL : P terdefinisi K. Notasi Posfiks Notasi ini ditulis dengan cara mengikuti alur sebagai berikut : Rekonstruksi Algoritma {Deklarasi Type} Type Infotype = … {terdefinisi} Type node = record <Info : infotype. false jika tidak} . X : infotype)→boolean {Mengirimkan True jika ada node P bernilai X. h adalah jarak indentasi K. AWAL : P terdefinisi K. Right: address > Type BinTree : address {Primitif} function Akar (P : BinTree)→ infotype {Mengirimkan nilai Akar pohon biner P} function Left (P : BinTree)→ infotype {Mengirimkan anak kiri pohon biner P} function Right (P : BinTree)→ infotype {Mengirimkan anak kanan pohon biner P} function IsEmpty(P : BinTree)→boolean { Test apakah sebuah pohon kosong. mengirimkan True jika kosong dan False jika tidak} procedure MakeTree(input Akar : infotype. AWAL : P terdefinisi. R : BinTree. AKHIR : Semua simpul P sudah ditulis dengan indentasi} {Search} function Search(P : BinTree. AWAL : P terdefinisi K. L : BinTree. AKHIR : Semua simpul P sudah diproses secara preorder} Procedure InOrder(input P : BinTree) {K. Awal : sembarang K. Left : address. AKHIR : Semua simpul P sudahdiproses secara inorder} Procedure PostOrder(input P : BinTree) {K.

AKHIR : P bertambah simpulnya. input X: infotype) {K. dengan X adalah simpul daun terkiri} Procedure AddDaun(input/output P:BinTree. AWAL : P tidak kosong K. X adalah salah satudaun K. input Kiri : boolean) {K.{fungsi lain} function NbElmt(P : BinTree)→integer {Mengirimkan banyaknya elemen (node) pohon biner P} function NbDaun(P : BinTree) →integer { Mengirimkan banyaknya daun pohon biner P} function IsUnerLeft(P : BinTree) →boolean { Mengirimkan True jika pohon biner tidak kosong P adalah pohon unerleft yaitu hanya mempunyai sub pohon kiri} function IsUnerRight(P : BinTree) →boolean { Mengirimkan True jika pohon biner tidak kosong P adalah pohon unerright yaitu hanya mempunyai sub pohon kanan} function IsBin(P : BinTree)→boolean { Mengirimkan True jika pohon biner tidak kosong P adalah pohon biner yaitu mempunyai sub pohon kanan dan sub pohon kiri} function IsSkewLeft(P : BinTree)→boolean { Mengirimkan True jika pohon biner P adalah pohon condong kiri} function IsSkewRight(P : BinTree)→boolean { Mengirimkan True jika pohon biner P adalah pohon condong kanan} function Tinggi(P : BinTree)→integer { Mengirimkan tinggi dari pohon biner P} function Level(P : BinTree. AWAL : P tidak boleh kosong. AKHIR : X dihapus dari P} . AWAL : P tidak kosong. AWAL : P boleh kosong K. dengan X adalah info yang semula disimpan pada daun terkiri yang dihapus} Procedure DelDaun(input/output P:BinTree. output X: infotype) {K. Y : infotype. X adalah salah satu daun pohon Biner P K. output X: infotype) {K. AKHIR: P dihapus daun terkirinya dan didealokasi. input X. AKHIR : P bertambah simpulnya. X : infotype)→integer { Mengirimkan level dari node X yang merupakan salah satu simpul dari pohon biner P} {Operasi Lain} Procedure AddDaunTerkiri(input/output P:BinTree. dengan Y adalah anak kiri X (jika kiri) atau sebagai anak kanan X (jika not kiri)} Procedure DelDaunTerkiri(input/output P:BinTree.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.