Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM I

MIKROSKOP

OLEH NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : DARWIN AZIS : 0810104060 : VII (TUJUH) : SAPTO WIBOWO

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2010

ABSTRAK

Praktikum yang berjudul Mikroskop dan Penggunaannya ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 23 September 2010, pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya. Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui bagian-bagian mikroskop dan fungsi serta cara penggunaannya. Alat yang digunakan pada praktikum ini berupa mikroskop, penggaris, penghapus, dan pensil. Adapun hasil yang didapatkan adalah berupa gambar bagian-bagian mikroskop beserta kegunaannya Dari praktikum yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa bagian-bagian mikroskop terdiri dari lensa okuler, tabung mikroskop, sekrup pemutar kasar, revolver, lensa objektif, lengan mikroskop, pengatur kondensor, sekrup pemutar halus, meja preparat, penjepit preparat, kondensor, diafragma, cermin, dan kaki mikroskop.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Dalam hal ini Mikroskop adalah sebuah alat optik yang dapat membesarkan suatu benda atau pun bentuk makluk hidup berupa organisme yang sangat kecil di temukanya lensa guna memperbesar bayangan suatu objek sampai beberapa kali lipat telah mempermudah para ilmuan untuk mengamati hewan renik.alat pembesaran yang paling sederhana adalah kaca pembesar sebelum para ilmuan menemukan alat mikroskop mikroskop merupakan alat optik yang berguna untuk mengamati organisme-organisme kecil yang tidak bisa di lihat dengan mata manusia seperti virus, bakteri dan sebagai nya. Mikroskop adalah alat pembesaran yang lebih sempurna di bandingkan dengan lup (Anonim 2009: 1). Bayangan hasil dari lensa okuler merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat. Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang diamati di bawah mikroskop dapat diabadikan dengan kamera. Biasanya mikroskop majemuk yang mempunyai dua lensa okuler dilengkapi dengan bagian lensa untuk kamera. Mikroskop sederhana dan beberapa mikroskop optik lainnya hanya mampu memperbesar benda dari sekitar 100-1000 kali, sedangkan teknologi mikroskop elektron dapat menghasilakn perbesaran hingga 1.000.000 kali. Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua yaitu mikroskop optik dan mikroskop bukan optik. Mikroskop optik, yaitu mikroskop yang proses perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (Rogers 2000: 55). Mikroskop merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang sitaruh dibidang fokal dari lensa tersebut. ahli sains yang berkait rapat dengan pembangunan mikroskop optik adalah Anton Van Leuuwenhoek (Anonim 2009: 1). Setiap makluk hidup terdiri atas sel, Dalam hal ini sel mempunyai makna sebagai unit truktural terkecil dari makluk hidup, Organisme-organisme yang ber sel satu dan terdiri dari sebuah sel.ini adalah kesimpulan yang diberikan Theodor Schwann dan Mathias Jacob Schleiden yang telah melakukan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan. bahan hidup dari sel di namakan protoplasma.

Sedangkan menurut Antony Van

Leeuwenhoek dalam pengamatanya melalui

mikroskop dia melakukan perangsangan sebuah mikroskop berlensa tunggal. Mikroskop itu mengetahui gerak jerami.dalam pengamatanya ia menemukan suatu organisme yang bergerak di dalam air dan kemudian ia menyimpulkan bahwa organisme tersebut adalah bakteri (Campbell 2002: 214 ). Jenis-jenis mikroskop yaitu jenis paling umum dari mikroskop dan yang pertama di ciptakan adalah mikroskop optik. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang di perbesar dari benda yang akan kita amati. Berdasarkan sumber cahayanya mikroskop di bagi menjadi dua yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron (Enger 2000: 26). Adapun cara pemeliharaan mikroskop yaitu sebelum dan setelah digunakan sangat berguna untuk menjaga mikroskop tersebut seperti membersikan kotoran atau bekas minyak terutama pada lensa dapat mengganggu pengamatan yang akan kita lakukan sehingga perlu langkah-langkah dalam pemeliharaan mikroskop. Pertama-tama mengakkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang satunya lagi menyangga pada dasar atau kaki mikroskop. Mencondongkan posisi tabung, cukup di kerjakan dengan cara memutar engsel penggerak sebagai titik putar menegkan kembali setelah selesai (Anonim 2009: 1). organisme-organisme yang ber sel satu dan terdiri dari sebuah sel. Ini adalah kesimpulan yang diberikan Theodor Schwann dan Mathias Jacob Schleiden yang telah melakukan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan.bahan hidup dari sel di namakan protoplasma. Sedangkan menurut Antony Van Leeuwenhoek

dalam pengamatanya melalui mikroskop dia melakukan perangsangan sebuah mikroskop berlensa tunggal. Mikroskop itu mengetahui gerak jerami

(Campbell 2002: 214 ).

1.2. Tujuan Praktikum Dalam praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui mengenai mikroskop, yang terdiri dari bagian-bagian mikroskop serta cara penggunaan mikroskop itu sendiri.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kemampuan suatu mikroskop memperlihatkan rincian sajian pada bayangan yang diperbesar itu terbatas, karena resolusi merupakan fungsi panjang gelombang energi dengan panjang gelombang yang lebih pendek, yang terjadi bila dipergunakan berkas elektron sebagai ganti cahaya. Sama seperti daya urai mata manusia yang terbatas, daya urai mikroskop juga terbatas, daya urai mikroskop juga terbatas Mikroskop didesain untuk memperbesar objek sebesar yang diinginkan, tetapi mikroskop cahaya tidak pernah menguraikan rincian yang lebih halus. Penguraian dibatasi oleh panjang gelombang cahaya tampak yang digunakan untuk menerangi spesimennya (Campbell 2002: 113) Mikroskop ( bahasa yunani = micron =kecil dan scopos = tujuan ). Jadi, mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang sangat kecil ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskop, disamping itu kata mikroskopi mempunyai arti sangat kecil dengan kata lain tidak mudah di lihat melalui mata (Anonim 2009: 1 ). Berkat perkembangan ilmu teknologi dan komunikasi pada zaman modern seperti saat ini banyak penemuan-penemuan salah satunya yaitu teknologi optik pembesaran objek melalui atau dengan menggunakan mikroskop sederhana maupun modern akan mendorong para penemu yang telah melakukan penelitian tentang sel,sehingga penelitian tentang sel akan semakin maju (Campbell 2002: 4). Struktur mikroskop ada dua bagian yang pada umumnya dapat menyusun mikroskop itu sendiri bagian dari mikroskop seperti lensa objektif, kondensor dan lensa okuler dan bagian non optik terdiri dari tangkai mikroskop dan kaki diagfragma pengatur kasar halus sumber cahaya serta krop yang berfungsi sebagai penggerak bagian optik dari benda yang akan kita amati yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang di perbesar optik. Mikroskop ini (Enger 2000 : 13). Mengusahakan agar lensa objektif lemah berada satu poros dibawah lensa okuler.mengatur kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa objektif lemah berjarak lebih kurang 1cm dari atas meja benda mengatur kedudukan penjepit

dengan rapi dan cermat pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel. dalam melakukan pembersihan dengan menggunakan cairan xilol segera mungkin setelah pengamatan dilkukan dengan menggunakan minyak imersi setelah berakhir dan mengeringkan lensa atau bagian lainya dengan menggunakan kain lap yang bersih dan berasal dari bahan yang halus, Hal inilah merupakan salah satu dari cara pemeliharaan mikroskop (Anonim 2009: 1). Seperti yang telah kita ketahui biologi merupakan bagian dari sains yang mengkaji tentang makhluk hidup, dan segala proses kehidupannya. Untuk belajar biologi dengan baik yaitu dengan proses atau kerja ilmiah misalnya pengamatan dan eksperimen untuk melakukan suatu kerja ilmiah, tentunya diperlukan alat bantu yaitu mikroskop.mikroskop yang dapat digunakan yaitu untuk mengamati dan mempelajari mikroorganisme ada dua jenis, yaitu: mikroskop cahaya dan mikroskop elektron (Enger 2000: 23). Mikroskop merupakan alat lewat benda sangat kecil yang mana diperbesar oleh alat lensa atau sistem lensa mikroskop menjadi alat yang sangat dibutuhakan, untuk pengamatan dan penelitian. Mikroskop terdiri dari susunan beberapa lensa pembesar yang digunakan untuk melihat benda, jasad renik, mikroorganisme, atau bagian-bagian tubuh makhluk hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (Anonim 2010: 1). Mikroskop cahaya lensa baik demikian pentingnya dalam histologi, sehingga sejak awal sudah harus ada gambarkan apa yang dapat dan apa yang tidak dapat dikerjakan dengan mikroskop. Pertama-pertama tentunya tentunya mikroskop dapat memperbesar sesuatu. Mikroskop majemuk majemuk pada dasarnya ialah sistem pembesaran bertahap dua. Mula-mula benda yang diamati diperbesar oleh sistem lensa majemuk dalam objektif, dan kemudian sekali lagi oleh lensa kedua dalam okuler lensa mata posisi kedua bagian optik mikroskop. Pembesaran total alat ini ialah hasil dari perkalian pembesaran yang berturut-turut diperoleh dari objektif dan okuler. Sifat kedua suatu mikroskop majemuk ialah mampu memperlihatkan sesuatu secara lebih terperinci (Cormack 1994: 14). Jenis-jenis mikroskop yaitu jenis paling umum dari mikroskop dan yang pertama di ciptakan adalah mikroskop optik.mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang di perbesar

dari benda yang akan kita amati. Berdasarkan sumber cahayanya mikroskop di bagi menjadi dua Yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron (Enger 2000: 26). Adapun cara pemeliharaan mikroskop yaitu sebelum dan setelah digunakan sangat berguna uuntuk menjaga mikroskop tersebut seperti membersikan kotoran atau bekas minyak terutama pada lensa dapat mengganggu pengamatan yang akan kita lakukan sehingga perlu langkah-langkah dalam pemeliharaan mikroskop. Pertama-tama mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang satunya lagi menyangga pada dasar atau kaki mikroskop. Mencondongkan posisi tabung, Cukup di kerjakan dengan cara memutar engsel penggerak sebagai titik putar menegkan kembali setelah selesai (Anonim 2009: 1). Pada mikroskop konvensional sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang di pantulkan dari suatu cermin datar maupun cekung yang terapat di bawah kondesor cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar ke dalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah mempunyai perlengkapan lampu sebagai pengganti dari sumber cahaya matahari. Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama.lensa ini menandakan struktur dari benda yang kita amati akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa objektif adalah memperbesar bayangan objek dan dan mempunyai nilai aperture (Kimbal 1992: 30). Mikroskop merupakan suatu alat untuk membesarkan dan memperjelas objek yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari dua komponen yaitu bagian mekaniak dan bagian optik, Bagian mekanik terdiri atas Statif, Tubus, Revolver, Meja banda, Skrup, Pengatur tubus (halus dan kasar), Sekrup pengatur kondesor dan sekrup-sekrup pengatur meja benda.sedangkan bagian optik meliputi lensa ukuler, lensa objektif, kondesor dan cermin pengatur cahaya (Anonim 2009: 4). organisme-organisme yang ber sel satu dan terdiri dari sebuah sel. Ini adalah kesimpulan yang diberikan Theodor Schwann dan Mathias Jacob Schleiden yang telah melakukan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan.bahan hidup dari sel di namakan protoplasma. Sedangkan menurut Antony Van Leeuwenhoek dalam pengamatanya melalui mikroskop dia melakukan perangsangan sebuah mikroskop berlensa tunggal. Mikroskop itu mengetahui gerak jerami (Campbell 2002: 214 ).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan tempat Praktikum ini dilaksankan pada hari Kamis tanggal 23 September 2010 pukul 13.00-15.00 WIB Zoologi Fakultas Matematika dan Universitas Sriwijaya, Indralaya. Ilmu Pengetahuan Alam,

3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah Mikroskop, sedangkan bahan yang digunakan pensil, pensil warna dan pulpen.

3.3. Cara Kerja Diletakan mikroskop diatas meja praktikum,lalu baru bagian-bagian dari mikroskop tersebut dikenali satu persatu. Terakhir dicoba cara pengamatan atau penggunaan dengan mikroskop, baik dengan pembesaran kuat, Maupun pembesaran lemah dengan menggunakan preparat. Hasil yang kita amati kemudian digambar dan diberi keterangan.

4.2. Pembahasan Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan hasil berupa jenis, bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya. Menurut Rogers ( 2001: 34), mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu mikroskop optik dan mikroskop bukan optik. Mikroskop optik terdiri dari mikroskop cahaya, mikroskop stereo, mikroskop polarisasi, mikroskop kontras-fase, mikroskop normarski, dan mikroskop fluorescence. Mikroskop bukan optik adalah mikroskop elektron, mikroskop ion, dan mikroskop sinar-x. Namun yang paling banyak digunakan adalah mikroskop elektron. Terdapat tata cara penggunaan mikroskop yang baik, agar tidak memberi efek buruk terhadap mata kita dan agar penelitian berjalan lancar. Menurut Anonim (2008: 1) Cara Penggunaan Mikroskop adalah malakukan penjagaan jarak antara mata dan okuler. Selain itu, mata yang sebelah lagi harus tetap terbuka; Pengamatan dimulai dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (misal 4x); Sambil mengamati melalui lensa okuler, sekrup pemutar kasar diputar secara perlahan agar tabung mikroskop naik. Pada saat demikian, gambar dapat teramati meskipun belum begitu jelas. Menurut Cormack (1994: 14-15), mikroskop optik terdiri dari mikroskop cahaya, merupakan mikroskop yang menggunakan cahaya sebagai penerangan. Perbesaran mikroskop cahaya dapat memperbesar objek hingga sekitar 50 1.000 kali ukuran asli. Mikroskop cahaya terkuat dapat memperbesar hingga 2.000 kali; Mikroskop stereo, merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara riga dimensi; Mikroskop polarisasi, mikroskop yang menggunakan cahaya yang terpolarisasi guna menganalisa struktur yang birefringent suatu properti spesimen yang transparan dengan indeks refraktif berbeda pada orientasi yang berbeda. Setelah digunakan, mikroskop perlu dilakukan perawatan agar tetap dapat dipakai dalam kondisi baik. Menurut Campbell (2002: 1) teknik merawat mikroskop adalah setelah mikroskop sudah selesai digunakan naikkan tubus, bersihkan lensa objekif, putar lensa objektif dengan pembesaran sekecil-kecilnya,

lalu turunkan serendah-rendahnya tepat di atas lubang meja mikroskop; Tutup diafragma, posisikan kondensor dan posisi cermin dalam keadaan tegak; Simpan mikroskop di dalam kotaknya atau dalam lemari; Jika kelembapan ruangan tinggi, dianjurkan mikroskop disimpan dalam ruangan yang tertutup memakai pengawet kering untuk menghindari jamur atau ruangan tempat penyimpanan dipanaskan dengan lampu sampai suhunya 40-50 derajat C. Menurut Anonim (2008: 1), bagian-bagian optik mikroskop terdiri dari: Lensa okuler yang berfungsi sebagai penerima cahaya setelah menembus objek yang diamati berfungsi mengumpulkan cahaya yang masuk ke mikroskop, Diafragma yang berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mikroskop, Lensa okuler yang terdiri atas lensa kompleks dan menerima bayangan semu dan terbalik, Revolver berfungsi untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan, dan cermin yang berfungsi menerima cahaya matahari atau sinar lampu dan memantulkan ke dalam kondensor dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Bagian bukan optik terdiri dari tabung mikroskop, lengan mikroskop, meja preparat, penjepit preparat, pengatur kondensor, sekrup pemutar kasar, sekrup pemutar halus, dan kaki mikroskop. Menurut Cormack (1994 : 14-15) Untuk memperoleh gambar yang lebih jelas, sekrup pemutar halus diputar sehingga dapat diamati gambar yang lebih jelas dan lebih fokus; Setelah mengamati gambar dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (10x), objek yang sama coba diamati dengan menggunakan lensa dengan pembesaran yang lebih kuat (misal 40x) dengan cara memutar revolver sehingga lensa objektif 40x tepat mengarah ke lubang pada panggung. Mikroskop adalah menjadi dua jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Sebuah mikroskop cahaya dapat memperbesar penglihatan kita Menurut Rogers ( 2001: 2). Mikroskop adalah sebuah alat optik yang dapat membesarkan suatu benda atau pun bentuk makluk hidup berupa organisme yang sangat kecil di temukanya lensa guna memperbesar bayangan suatu objek sampai beberapa kali lipat telah mempermudah para ilmuan untuk mengamati hewan renik.alat pembesaran yang paling sederhana adalah kaca pembesar sebelum para ilmuan menemukan alat mikroskop.

BAB V KESIMPULAN

Dari praktikum yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut: 1. Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu mikroskop optik dan mikroskop bukan optik. 2. Mikroskop cahaya terkuat dapat memperbesar hingga 2.000 kali, sedangkan mikroskop elektron perbesaran maksimalnya dapat mencapai 400.000 kali. 3. Ada tiga perbesaran yang sering terdapat pada mikroskop, yaitu perbesaran lemah (4x), perbesaran sedang (10x), dan perbesaran tinggi (40x). 4. Mikroskop terdiri dari bagian optik dan non optik. Bagian optik terdiri dari lensa okuler, kondensor, cermin, dan lensa objektif, difragma, dan revolver. Sedangkan bagian non optik terdiri dari tabung mikroskop, lengan mikroskop, meja preparat, penjepit preparat, pengatur kondensor, sekrup pemutar kasar, sekrup pemutar halus, dan kaki mikroskop. 5. Mikroskop cahaya memiliki resolusi lebih kecil daripada mikroskop elektron, karena mengandalkan cahaya sebagai sumber penerangan, sedangkan mikroskop elektron menggunakan elekton sebagai lensa untuk memfokuskan dan memperbesar citra dengan cara membelokkan jalan elektronnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Mikroskop. http://www.google.com. 22-09-2010. 20.00 WIB. Campbell, N.A., dkk. 2002. Biologi. Erlangga. Jakarta : v + 438 hlm. Cormack, D. H. 1994. HAM Histologi. Binarupa aksara. Jakarta. Rogers, K. 2001. Panduan Lengkap Mikroskop. Erlangga. Jakarta. iii + 126 hlm. Enger, E.D. and Ross F.C. 2000. Conceps in biology. Ninth Edition. Mc Graw Hill Hingger Education. Sidney, Taipe. Toronto.