Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dengan adanya teknologi sistem komputer yang terus berkembang diharapkan dapat membantu mempermudah dalam proses menampilkan dan memberikan informasi geografis seperti yang dibutuhkan masyarakat umum. Sistem informasi geografi merupakan salah satu sistem informasi yang saat ini menjadi alat bantu yang sangat efesien dalam menyimpan, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan informasi dengan bantuan data atribut dan data spasial. Registrasi penduduk merupakan pencacatan data penduduk yang berisi informasi tentang jumlah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan penduduk di suatu wilayah. Peranan penduduk baik sebagai subyek atau obyek pembangunan membawa konsekuensi perlunya pengamatan perkembangan karakteristik kependudukan secara berkala, sehingga perubahan atau dinamika yang terjadi dapat terekam secara berkesinambungan. Upaya ini lebih lanjut dapat diimplementasikan pada penentuan kebijakan bidang kependudukan yang selanjutnya potensi ini dapat dimanfaatkan bagi kelangsungan pelaksanaan pembangunan baik di bidang ekonomi maupun sosial. Potensi yang terkandung pada penduduk sangat menentukan corak dan pola kehidupan masyarakat sehingga upaya pengamatan karakteristik kependudukan diperlukan untuk menghindari kepadatan penyebaran yang tidak merata. Untuk mengetahui jumlah penduduk secara tepat, pemerintah secara berkala melaksanakan kegiatan pendataan penduduk pada setiap desa/kelurahan melalui Badan Pusat Statistik Kabupaten/kota. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun setiap bulan, dari awal hingga akhir tahun. Badan Pusat Statistik Kabupaten/kota yang bertugas

menghimpun data registrasi penduduk haruslah memiliki suatu sistem/program yang dapat menunjang tugasnya. Hingga saat ini pengolahan data registrasi penduduk masih sulit dilakukan. Hal ini disebabkan tidak ada fasilitas yang mempermudah petugas untuk melakukan pengolahan data lebih lanjut. Sehingga data hasil registrasi tersebut memiliki kelemahan seperti konsistensi data yang rendah dan ketidaklengkapan data. Dari gambaran di atas, maka perlu adanya upaya untuk memanfaatkan potensi yang terkandung dalam masyarakat guna melanjutkan pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu peranan teknologi komputer sangat diperlukan untuk membangun suatu sistem informasi geografis berbasis web. Dengan cara penggambaran secara goegrafis, tentunya akan memudahkan dalam penyampaian informasi penduduk. Selain itu, dapat mempermudah para pengambil kebijakan untuk dapat menemukan, menganalisa serta mengatasi masalah kependudukan yang terdapat pada daerahnya secara cepat. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang diperoleh dari latar belakang masalah di atas adalah bagaimana membangun suatu aplikasi pengolahan data rekapitulasi registrasi penduduk berbasis web GIS yang dapat Kabupaten Sleman. 1.3 Batasan Masalah Adapun batasan masalah dalam penelitian skripsi ini adalah : 1. Data yang diolah merupakan data rekapitulasi registrasi yang sudah berbentuk angka, bukan data sekunder tiap penduduk. 2. Data yang diolah adalah daya rekapitulasi yang dilaporkan oleh petugas kecamatan ke BPS Kabupaten Sleman setiap bulan. 3. 4. Tidak membahas tentang keamanan web. Peta tidak dapat di update secara otomatis. menampilkan informasi tentang jumlah penduduk di

1.4

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sebuah sistem pengolahan data

rekapitulasi registrasi penduduk berbasis web gis untuk Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Sleman. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sistem yang dibangun diharapkan dapat mempermudahkan BPS dalam melaksanakan tugasnya, sehingga lebih efektif dan efesien. 2. Dapat mempermudah khalayak umum dalam proses pencarian informasi tentang jumlah penduduk di Kabupaten Sleman yang teregistrasi . 1.6 Metodologi Penelitian Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metodologi pengembangan sistem Waterfall. Pengembangan sistem dengan model air terjun (waterfall model) terdiri dari lima tahap yaitu : identifikasi masalah, analisis dan rekayasa sistem, perancangan (design), penulisan program (coding), pengujian (testing), dan pemeliharaan

(maintenance). Dalam pembuatan skripsi ini, metode pengembangan sistem yang diterapkan hanya sampai pada tahap pengujian (testing). 1.7 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan laporan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisis gambaran umum keseluruhan skripsi yang meliputi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab kedua ini akan menjelaskan mengenai Sistem, Sistem Informasi, Sistem Inforamsi Geografi, ArcGis 9.2, MapServer for Windows, PHP, MySql, Waterfall, Registrasi Penduduk. BAB III GAMBARAN UMUM Pada bab ini menyajikan tentang profil instansi terkait meliputi visi misi, kegiatan, dan tugas Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini menyajikan tentang langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan program seperti DFD (Data Flow Diagram), ERD, rancangan basis data, dan rancangan antar muka. BAB V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN Bab ini menjelaskan tentang langkah-langkah pembuatan sistem serta penerapan yang dirancang seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya. BAB VI PENUTUP Bab terakhir ini berisi tentang kesimpulan yang didapat dari semua kegiatan penyusunan skripsi ini serta saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem 2.1.1 Definisi Sistem Sistem adalah sebuah tatanan atau keterpaduan yang terdiri dari sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan (Fathansyah, 2001). 2.1.2 Karakteristik Sistem Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal) (Hartono, 1999). Sebuah sistem terdiri dari berbagai unsur yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan atau sasaran. Unsur-unsur yang saling melengkapi tersebut terdapat di dalam sistem yang disebut dengan nama subsistem. Subsistem-subsistem tersebut harus selalu berhubungan dan berinteraksi melalui komunikasi yang relevan sehingga sistem dapat bekerja secar efektif dan efesien. 2.1.3 Klasifikasi Sistem

Dari berbagai sudut pandang, sistem dapat diklarifikasikan sebagai berikut : 1. Sistem abstrak dan sistem fisik Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat. 2. Sistem tertentu (deterministic) dan tak tentu (probabilistic) Sistem tertentu (deterministic) adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu (probabilistic) adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 3. Sistem tertutup dan sistem terbuka Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. 4. Sistem alamiah dan sistem buatan Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak melalui proses alam. Sedangkan sistem buatan adalah sistem yang dirancang oleh manusia. 2.2 Konsep Informasi 2.2.1 Definisi Informasi Informasi adalah suatu data yang telah diproses sehingga dapat mengurangi ketidakjelasan tentang keadaan atau suatu kejadian. Sedangkan kata data itu sendiri adalah fakta atau kenyataan yang sebenarnya. Informasi juga dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. (Hartono, 1999) 2.2.2 Ciri-ciri Informasi

Dalam lingkup sistem informasi, informasi memiliki ciri-ciri seperti yang dijelaskan di bawah ini : (Davis, Gordon B., 1989) 1. Benar atau salah, ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar. 2. Baru. Informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya. 3. Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada. 4. Korektif. Informasi data menjadi suatu korektif atas salah satu informasi sebelumnya. 5. Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut. 2.2.3 Kualitas Informasi Kualitas dari suatu informasi (quality or information) tergantung dari tiga faktor, yaitu keakuratan (accurate), ketepatan waktu (timeliness), dan kesesuaian (relevance) (Hartono, 1999). a. Keakuratan Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga bisa diartikan informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. b. Ketepatan Waktu Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai karena informasi merupakan landasan pengambilan keputusan sehingga bila informasi terlambat maka keputusan yang diambil menjadi tidak sesuai dengan keadaan. c. Kesesuaian

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Kesesuaian untuk tiap-tiap orang bereda-beda tergantung dari cara memandang dan memperlakukan informasi yang telah didapatkannya. Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga dengan processing system atau information processing system atau information-generating system. 2.3 Sistem Informasi Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedurprosedur dan pengendalian yang di tujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transakasi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik (Jogiyanto, H.,1999). 2.3.1 Klasifikasi Sistem Informasi Klasifikasi pengelompokkan sistem informasi (Kadir, A. 2002) berdasarkan pada : 1. Sistem Informasi Menurut Level Organisasi : sistem informasi departemen, sistem informasi perusahaan, dan sistem informasi antar organisasi. 2. Sistem Informasi Fungsional : sistem informasi akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran, dan sistem informasi sumber daya manusia. 3. Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan Yang Tersedia : sistem pemrosesan transaksi (TPS), sistem informasi manajemen (MIS), sistem . . . perkantoran (OAS), sistem pendukung keputusan (DSS), sistem informasi eksekutif (EIS), sistem pendukung kelompok (GSS), dan sistem pendukung cerdas (ESS).

4. Sistem Informasi Menurut Aktivitas Manajemen : sistem informasi pengetahuan, sistem informasi operasional, sistem informasi manajerial, dan sistem informasi strategis. 5. Sistem Informasi Menurut Arsitektur Sistem : Sistem berbasis mainframe, sistem komputer probadi (PC) tunggal, dan sistem komputasi jaringan. 6. Sistem Informasi Geografi 7. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning). 2.4 Sistem Informasi Geografi Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). SIG juga dapat diartikan lebih sempit sebagai sebuah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database (Tomilin, 1990). 2.4.1 Definisi SIG Pada dasarnya definisi SIG belum dapat ditetapkan secara pasti karena SIG merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif masih baru. Beberapa definisi SIG yang ada tidak secara pasti menerangkan arti dari SIG itu sendiri. Berikut ini eberapa definisi dari SIG menurut para ahli : 1. Menurut Aronaff, 1989. SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian. 2. Menurut Barrough, 1986.

SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia. 3. Menurut Marble et al, 1983. SIG merupakan sistem penanganan data keruangan. 4. Menurut Berry, 1988. SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan. 5. Menurut Calkin dan Tomlison, 1984. SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting. 6. Menurut Linden, 1987. SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi. 2.4.2 Komponen-Komponen SIG Komponen-komponen dari suatu SIG sebagai berikut : 1. Perangkat Keras (Hardware) Sistem informasi Geografis memerlukan komputer untuk penyimpanan dan pemrosesan data. Ukuran dari sistem komputerisasi tergantung pada tipe GIS itu sendiri. Perangkat keras dalam SIG terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: a. Alat Masukan (input) sebagai alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Contoh: CD-ROM, Scanner,digitizer, keyboard dan lain-lain. b. Alat Pemrosesan merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan. Contoh: hardisk, CD writer,\ c. Alat Keluaran (output) yang berfungsi menampilkan informasi geograsi sebagai data proses SIG, contoh: printer, monitor, plotter dan lain-lain.

2.

Perangkat Lunak (software) Dalam pembuatan SIG diperlukan sotware yang menyediakan fungsi tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografi. Dengan demikian, elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah :
y Tool untuk melakukan input dan transformasi data geografis y Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) y Tool yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi y Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.

3. Data
y

SIG merupakan perangkat pengelolaan basis data (DBMS =Data Base Management System) dimana interaksi dengan pemakai dilakukan dengan suatu sistem antar muka dan sistem query dan basis data dibangun untuk aplikasi multiuser.

SIG merupakan perangkat analisis keruangan (spasial analysis) dengan kelebihan dapat mengelola data spasial dan non-spasial sekaligus.

Lima cara perolehan Data/Informasi Geografi


y

Survei lapangan: pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).

Sensus: dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan, pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).

Statistik: merupakan metode pengumpulan data periodik atau per-interval waktu pada stasiun pengamatan dan analisis data geografis tersebut. Contoh: data curah hujan.

Tracking: merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan. Contoh : kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.

4. Intelegensi manusia (brainware) Brainware merupakan kemampuan manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif. 5. Metode SIG yang baik memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana motode, model dan implementasi akan berbeda untuk setiap permasalahan. 2.4.3 Subsistem SIG Secara umum proses SIG terdiri atas tiga bagian (subsistem) yaitu : 1. Subsistem masukan data (input data) Subsistem ini berperan untuk memasukkan datadan mengubah data asli ke bentuk yang dapat diterima dan dipakai dalam SIG. Semua data dasar geografi diubah dulu menjadi data digital, sebelum dimasukkan ke komputer. Data digital memiliki kelebihan dibandingkan dengan peta (garis,area) karena jumlah data yang disimpan lebih banyak dan pengambilan kembali lebih cepat. Ada dua macam data dasar geografi, yaitu : a. Data spasial (keruangan) Data spasial yaitu data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempattempat di permukaan bumi. Data spasisl berasal dari peta analog, foto udara dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak kertas. b. Data atribut (deskriptif)

Data atribut yaitu data yang terdapat pada ruang ata utempat. Atribut menjelaskan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan dan tabular. 2. Subsistem manipulasi dan analisis data Subsistem ini berfungsi menyimpan, menimbun, menarik kembali data dasar dan menganalisa data yang telah tersimpan dalam komputer. 3. Subsistem penyajian data (output data) Subsistem output data berfungsi menayangkan informasi geografi sebagai hasil analisis data dalam proses SIG. Informasi tersebut ditayangkan dalam bentuk peta, tabel, bagan, grafik dan hasil perhitungan.

BAB III TINJAUAN INSTANSI

3.1 Profil BPS Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga pemerintah non departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Sesuai dengan UU No-16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS adalah lembaga vertikal dan memiliki perwakilan di setiap ibukota Provinsi/Kabupaten/Kota. Sedangkan di setiap kecamatan paling tidak terdapat seorang Koordinator Statistik yang bertanggung jawab dalam pengumpulan data statistik di wilayahnya. Menurut UU tentang Statistik, statistik di kelompokkan menjadi 3 jenis : 1. Statistik Dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab BPS. 2. Statistik Sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. 3. Statistik Khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan dan atau unsur masyarakat lainnya. 3.7 Visi dan Misi BPS

3.7.1 Visi Pelopor data statistik terpercaya untuk semua. 3.7.2 Misi
~

Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efesien.

Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia.

Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep, dan defenisi, pengukuran, kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik.

~ ~

Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak. Meningkatkan koordinasi, integerasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efesien.

3.8 Kegiatan BPS Landasan hukum kegiatan BPS : 1. 2. 3. Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik Peraturan Pemerintah Noor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi BPS. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh BPS sebagai berikut : 1. Pengumpulan data BPS sebagai dan penyedia informasi statistik untuk keperluan pemerintah, swasta, dan masyarakat, BPS berusaha memenuhi kebutuhan data tersebut. Data yang tersedia di

BPS meliputi data pertanian, komunikasi, indeks harga konsumen, pengeluaran dan konsumsi, konstruksi, energi, perdagangan luar negeri, pertambangan, keuangan, penduduk, pariwisata, transportasi, pendapatan dan indeks harga. BPS melakukan kegiatan pengumpulan data melalui sensus, survei antar sensus, survei sektoral/lintas sektoral, studi khusus dan kompilasi catatan administrasi atau data skunder. 2. Pengolahan Data Pembangunan infrastruktur teknologi informasi BPS didasarkan pada permintaan kebutuhan dan upaya memberikan kemudahan publik untuk mendapatkan informasi statistik. BPS secara berkelanjutan berupaya meningkatkan sarana pengolahan dan penyajian informasi statistik, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Di bidang perangkat keras, BPS mempunyai jaringan yang terbesar di seluruh Indonesia hingga kabupaten/kota. 3. Penyajian Data BPS menghasilkan keragaman data statistik baik sosial maupun ekonomi, yang dimanfaatkan baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat umum. Informasi di kemas baik dalam bentuk media cetak seperti buku maupun media elektronik dan internet. Untuk memenuhi kebutuhan statistik yang amat beragam, BPS dapat menyediakan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna data.

3.4 Tugas 3.4.1 Tugas Subbagian Tata Usaha Adapun tugas subbagian tata usaha di Badan Pusat Statistik sebagai berikut :
y y

Menyusun program kerja tahunan Tata Usaha Melakukan penyiapan bahan dan penyusunan rancangan usulan kerja dan anggaran tahunan BPS Kabupaten baik rutin maupun proyek dan menyampaikan ke BPS Propinsi.

Melakukan kegiatan tata usaha keuangan, perbendaharaan, verifikasi dan pembukuan, serta pengendalian pelaksanaan anggaran.

Melakukan kegiatan surat menyurat, kearsipan, rumah tangga, pemeliharaan gedung, keamanan dan ketertiban lingkungan, perjalanan dinas serta penggandaan/percetakan.

Membantu kepala BPS Kabupaten dalam melaksanakan pembinaan, pengamatan lanjut, dan pengawasan pelaksanaan kegiatan.

3.4.2 Tugas Seksi Sosial Adapun tugas seksi sosial di Badan Pusat Statistik antara lain :
y

Menyusun program kerja tahunan Seksi Statistik Sosial

Melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pengumpulan statistik sosial yang mencakup kegiatan statistik kependudukan, kesejahteraan rakyat, ketahanan sosial, serta kegiatan sosial lainnya yang ditentukan.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam menyiapkan program pelatihan petugas lapangan kegiatan statistik sosial.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam koordinasi dan kerja sama pelaksanaan kegiatan sosial baik dalam Pemerintah Daerah maupun instansi lainn.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan penyusunan publikasi statistik sosial dalam bentuk buku publikasi.

3.4.3 Tugas Seksi Statistik Produksi Beberapa tugas seksi statistik produksi adalah sebagai berikut :
y y

Menyusun program kerja tahunan Seksi Statistik Produksi Melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pengumpulan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, serta kegiatan statistik produksi lainnya yang ditentukan.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan petugas lapangan dalam rangka pengumpulan data statistik produksi di kabupaten/kota dan kecamatan.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam koordinasi dan kerja sama pelaksanaan kegiatan statistik produksi baik dengan Pemerintah daerah maupun instansi lain.

Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung.

3.4.4 Tugas Seksi Statistik Distribusi Adapun tugas dari seksi statistik distribusi sebagai berikut :
y

Menyusun program kerja tahunan Seksi Statistik Distribusi

Melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan pengumpulan statistik distribusi yang mencakup kegiatan statistik harga konsumen dan perdagangan besar, keuangan dan harga produsen, niaga dan jasa, serta kegiatan statistik distribusi lainnya yang ditentukan.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam malaksanakan pembinaan petugas lapangan dalam rangka pengumpulan data statistik distribusi di kabupaten/kota dan kecamatan.

Membantu kepala BPS Kabupaten/Kota dalam koordinasi dan kerja sama pelaksanaan kegiatan statistik distribusi baik dengan Pemerintah Daerah maupun instansi lain

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan penyusunan publikasi statistik distribusi dalam bentuk buku publikasi.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan dan megembangkan statistik distribusi.

Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung.

3.4.5 Tugas Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik


y y

Menyusun program kerja tahunan Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Melakukan penyiapan dokumen dan bahan yang diperlukan untuk penyusunan neraca wilayah dan analisis statistik yang mencakup penyusunan neraca produksi, neraca konsumsi dan neraca lainnya, analisis dan pengembangan statistik, serta penyusunan neraca wilayah dan analisis statistik lainnya yang ditentukan

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan, petugas pencacah, pengawas, pemeriksa, serta pengumpul data neraca wilayah di

kabupaten/kota dan kecamatan.


y

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pembinaan penyusunan publikasi neraca wilayah dalam bentuk buku publikasi.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan dan mengemb angkan neraca wilayah dan analisis statistik.

Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung.

3.4.6 Tugas Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Adapun tugas dari seksi integrasi pengolahan dan diseminasi statistik di BPS sebagai berikut :
y y

Menyusun program kerja tahunan Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Melakukan penyusunan, pemeliharaan, penyelesaian permasalahan, dan penerapan sistem jaringan komunikasi data sesuai dengan aturan yang ditetapkan serta membantu penerapan teknologi informasi.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan kegiatan rujukan statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus.

Membantu Kepala BPS Kabupaten/Kota dalam mengatur dan menyiapkan konsep rekomendasi sebagai bahan pelaksanaan survei statistik sektoral bagi instansi pemerintah lain. Bekerja sama dengan satuan organisasi terkait.

Melakukan tugas lainnya yang diberikan atasan langsung.

3.4.7 Tugas Koordinator Statistik Kecamatan Adapun tugas-tugas dari koordinator statistik kecamatan adalah sebagai berikut :
y

Mengikuti pelatihan kegiatan survei, sensus, dan kegiatan statistik lainnya sesuai ketentuan

Melakukan pengumpulan data statistik secara langsung dan menghimpun data statistik yang dihasilkan oleh petugas instansi lain yaitu berupa data skunder sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Menyerahkan hasil pengumpulan data kepada pemeriksa/petugas yang ditunjuk sesuai dengan kelengkapan dokumen, kualitas, jenis, dan jadwal yang ditetapkan.

Melaksanakan pencacahan ulang karena adanya kesalahan setelah dilakukan pemeriksaan

Membantu pelaksanaan pengadaan petugas lapangan/Mitra Statistik untuk kegiatan sensus, survei, dan kegiatan statistik lainnya.

Membantu camat dalam melaksanakan pembinaan statistik desa, registrasi penduduk, dan statistik dasar lainnya.