Anda di halaman 1dari 3

Anorexia Bulimia : Penyakit Orang yang Ingin Langsing?

? Penyakit yang satu ini memang jenis penyakit kejiwaan yang konon menimpa kalangan orang berpenghasilan melimpah dan mempunyai kekayaan tujuh turunan. Dan para korbannya selalu saja para pesohor dari luar negeri yang tinggal di gemerlapnya kehidupan Hollywood, atau di dalam sangkar emas istana kerajaan. Pernah dengar Mary-Kate Olsen, yang baru-baru ini gencar diomongin sebagai mantan penderita anorexia? Atau Nicole Richie, si miliuner muda Amrik oleh pers Barat santer digosipkan terkena eating disorder. Atau kalau kita tengok ke belakang, ingat deh kasus Putri Diana yang mengidap bulimia karena merasa diabaikan oleh Pangeran Charles. Kasus anorexia -bulimia memang belum pernah kita temukan setidaknya kita dengar- terjadi di Indonesia. Akan tetapi, penyakit ini jadi menimpa orang orang biasa, yang terobsesi ingin memiliki tubuh langsing seperti artis -artis idolanya yang dilihat di layar kaca. Bukannya ka lau kita perhatikan, makin banyak tuh teman-teman di sekitar kita yang bela -belain nggak mau makan malam dengan alasan diet karena merasa takut kegemukan, atau mati -matian nggak mau mengonsumsi daging dan susu padahal mereka masih dalam rentang usia pertumbuhan? Wah, hati-hati tuh, kalau nggak dikontrol, bisa -bisa suatu hari mereka juga akan tertular eating disorder! (Hehe, nggak ngancam sih, Cuma jangan sampai kebablasan deh). Anorexia atau dikenal dengan nama ilmiah Anorexia nervosa- dan bulimia, adalah suatu jenis penyakit mental pada seseorang dalam perilaku mengonsumsi makanan. Memang ada perbedaan signifikan mengenai ciri khas kedua penyakit ini. Secara kasat mata, penderita anorexia badannya terlihat kurus kering bak tengkorak hidup; sedangkan pen derita bulimia nustru terlihat normal-normal saja, alias nggak kurus, bahkan cenderung gemuk. Untuk lebih jelasnya, kita simak uraian berikut. Ciri-ciri Utama Penderita Anorexia: 1. Merasa ketakutan berlebihan bahwa tubuhnya akan menjadi gemuk, walaupun pada kenyataannya bobot tubuhnya mencapai setengah kali lebih ringan daripada bobot tubuh ideal (bobot tubuh ideal = tinggi badan kurang 110). Jadi misalnya kalau seseorang bertinggi badan 160 cm, seharusnya bobot tubuhnya kurang lebih 50 -55 kg; namun penderita

anorexia dengan tinggi badan 160 cm bisa jad i memiliki bobot tubuh hanya 30 kg atau bahkan kurang! (Tapi bedakan dengan penderita busung lapar ya!) 2. Olahraga yang berlebihan dan membatasi makan dengan berlebihan. Misalnya, pagi -pagi lari keliling rumah seratus kali, dilanjutkan pergi ke gym atau fitness sampai sepuluh jam, terus berenang muterin kolam renang sampai jam dua belas malam (walah mau ikut olimpiade kali). Itu sih contoh yang ekstrim, hehe. Atau membatasi makanan misalnya pagi minum air putih, siang minum air putih, malam minum air putih (hehe, banjir deh, banjir!). 3. Mengurangi jam makan, bahkan kalau perlu tidak usah makan; seb aliknya mereka rajin mengonsumsi obat pelangsing, pencahar atau obat diuretik. Ada banyak ciri-ciri lainnya seperti pandangan mata yang menjadi kabur, kepercayaan diri yang menurun, gampang moody, menstruasi tidak teratur, prestasi sekolah menurun, sering menjauh dari teman-teman dan keluarga. Namun, ciri-ciri ini merupakan ciri-ciri pendukung yang menyertai ciri -ciri utama. Ciri-ciri Utama Bulimia: Nah, kalau yang bulimia ini nih yang rada susah ditebak karena gejala gejalanya yang tidak terlalu kentara, dan sang penderita dapat dengan lihai menyembunyikannya di hadapan orang banyak, bahkan diantara teman -teman dan keluarganya sendiri . Apalagi kalau dilihat secara fisik, berat badan mereka normal-normal aja, kok! Tapi perhatiin aja kalu dia lagi makan, apa bila salah satu dari ciri-ciri di bawah ini muncul, maka bisa dipastikan di a menderita bulimia: 1. Sang penderita makan banyak sekali, bahkan dengan porsi lebih besar daripada porsi makan biasa; tapi setelah makanan itu ditelany a buru-buru penderita memuntahkannya kemabali, bahkan kalau perlu disodok atau digosok dengan tangannya sendiri agar semua makanan yang dilahapnya keluar lagi. (aduh, sampai eneq ngebayanginnya). 2. Sang penderita bahkan sampai mengonsumsi obat pencahar dan diuretik serta melakukan segala upaya lainnya (seperti olahraga berlebihan setelah makan) agar merasa benar -benar yakin bahwa makanan yang telah

ditelannya benar -benar keluar, sehingga tidak ada lagi yang tersisa di dalam perutnya. Lantas, kenapa sih bisa sampai ada penderita -penderita salah makan seperti yang disebutkan di atas? Tentu saja faktor utamanya adalah keinginan mereka untuk mempunyai tubuh langsing yang ideal. Bisa jadi karena tekanan oleh orang-orang disekitarnya (bisa pacar, teman, boss, rekan bisnis) yang menuntutnya untuk mempunyai tubuh seperti i tu dengan alasan cinta, solidari tas antarteman atau pekerjaan; atau dapat juga karena merasa kecewa karena tidak bisa mempunyai tubuh ideal yang didambakan orang -orang di sekitarnya, walaupun sebenarnya mereka tidak menuntut apa-apa. Berikut adalah kelompok orang=orang yang menderita anorexia -bulimia: 1. Gadis remaja berusia 10 sampai 25 tahun. 2. Para atlet olahraga. 3. Orang-orang yang bekerja dalam bidang modeling dan tari -menari. 4. Oarng-orang yang mengalami pelecehan seksual atau mempunyai trauma psikologis dalam hidunya. 5. Orang-orang yang hidup dalam masyarakat menengah atas (atau golongan elite). 6. Para perfeksionis. Tapi, apakah orang-orang yang menderita anorexia dan bulimia tidak dapat disembuhkan? Tentu saja bisa, namun harus dilakukan terapi y ang intens dan menyeluruh, tidak bisa dilakukan oleh diri sendiri. Terapi -terapi yang dijalankan antara lain psikoterapi dan terapi perilaku kognitif ( cognitive behavioural therapy), biasanya diselenggarakan oleh rumah sakit-rumah sakit; atau kalau di negara maju ada semacam peer group yang rutin menggelar pertemuan antarsesama penderita dan mantan penderita. Selain itu, banyak terapi -terapi lainnya. Hal ini dilakukan karena penyakit anorexia -bulimia juga menyerang saraf mental di otak yang menyebabkan penderita mengalami depresi. Namun, yang terpemting dari semua terapi itu, harus ada yang mendukung kesembuhannya dari lingkungan terdekat sang penderit a, seperti teman-teman dan keluarga. Yah, semoga image ingin langsing tidak menyebabkan t eman-teman kita sampai terobsesi ya. Dikutip dari Majalah Muslimah No. 53 Edisi Desember 2006.