Anda di halaman 1dari 13

Belajar di Rusia

I. Pengantar Sejak tahun 1997 pemerintah Federasi Rusia telah membuka kembali kesempatan kepada para mahasiswa Indonesia untuk meneruskan studi mereka dalam berbagai jenjang dengan beragam disiplin ilmu melalui pola beasiswa terbatas. Kesempatan ini sungguh suatu upaya yang sangat berharga dan patut untuk dipertimbangkan, tidak saja oleh para mahasiswa Indonesia namun juga oleh pemerintah Indonesia. Hal ini mengingat sistem pendidikan tinggi di Rusia dikenal memiliki reputasi yang sangat tinggi dikalangan pelaku pendidikan di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan tawaran beasiswa dari pemerintah Rusia setidaknya kita dapat memberikan alternatif bagi para peminat pendidikan untuk menyekolahkan putra-putri bangsa kita ke dalam suatu sistem pendidikan yang memadai dan dapat berguna bagi kepentingan bangsa di kemudian hari. Dalam berbagai ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah Federasi Rusia kepada setiap penerima beasiswa, pemerintah Rusia menjamin biaya pendidikan dan biaya asrama. Akan tetapi untuk biaya perjalanan dari negara asal dan kembali ke negara asal menjadi tanggung jawab penerima beasiswa ataupun sponsornya. Meski pemerintah Rusia juga memberikan uang saku, akan tetapi jumlahnya sangat terbatas, serta disesuaikan dengan kemampuan masingmasing lembaga pendidikan yang ditunjuk. Komponen berikutnya adalah biaya hidup. Dalam ketetapan pemerintah, penerima beasiswa harus

memiliki biaya hidup sendiri, yang jumlahnya saat ini sangat bervariasi dan tergantung dari kota-kota yang menjadi tempat belajar bagi mahasiswa yang bersangkutan. Untuk saat ini biaya hidup normal di Rusia berkisar antara US $ 400-500 untuk setiap bulannya. Dengan demikian memang dibutuhkan sejumlah biaya yang masih harus ditanggung oleh penerima beasiswa.Berbagai keadaan dan kondisi yang disebutkan diatas memang dapat menjadi kendala dalam studi selama di Rusia. Kegamangan yang paling utama dirasakan adalah faktor bahasa. Sejak menerima kepastian belajar di Rusia, pemerintah Rusia melalui Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) di Jakarta telah menyarankan agar para penerima beasiswa tersebut terlebih dahulu mempelajari dasar-dasar bahasa Rusia. Hal ini penting dilakukan mengingat di Rusia jarang ditemukan simbolsimbol bahasa latin, yang biasa dikenal sebelumnya. Hal ini akan terasa ketika mahasiswa penerima beasiswa datang ke Rusia. Semua program perkuliahan, ujian tertulis maupun lisan, penulisan hasil penelitian, presentasi tesis harus dengan bahasa Rusia. Oleh sebab itu semua mahasiswa asing diwajibkan mengikuti program pendidikan bahasa Rusia selama 8 bulan sebelum mengikuti perkuliahan formal. Dalam masalah ini, patut rasanya kita berterima kasih kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moscow yang bersedia untuk memberikan bantuan penjemputan kepada para mahasiswa Indonesia yang tiba di Moscow. Perjalanan berikutnya adalah para penerima beasiswa juga harus mengetahui bahwa tahun akademis pertama mereka akan dilalui selama satu tahun di fakultas persiapan, disini mereka akan

mempelajari dasar-dasar bahasa Rusia, sesuai dengan bidang studi yang akan mereka ikuti pada tahun berikutnya. Kendala umum yang sering ditemukan di tingkat persiapan adalah jadual perkuliahan yang sangat ketat dan materi yang sangat padat. Diperlukan kesabaran dan ketekunan yang lebih dibandingkan pada saat kita belajar di Indonesia. Sejak ini pula para penerima beasiswa akan menempati asrama yang sudah ditentukan. Sudah menjadi ketetapan pemerintah Rusia bahwa para penghuni asarama akan terdiri dari berbagai bangsa. Ini penting sebagai bagian untuk saling mengenal beragam tradisi serta kebudayaan berbagai negara. Namun disini pula sering ditemukan konflik-konflik budaya. Nilai kebebasan yang dianut oleh suatu negara belum tentu memiliki nilai yang sama. Dalam waktu tertentu ini sangat berpengaruh terhadap minat dan konsentrasi belajar mahasiswa kita. Di beberapa perguruan tinggi masalah sanitasi asrama juga patut menjadi perhatian yang serius, karena hal ini berkaitan dengan nilai-nilai kesehatan dan kenyamanan. Meski demikian para mahasiswa yang berasal dari Indonesia masih dapat beradaptasi dengan masalah-masalah yang muncul di asrama. Kemudian bagian terpenting dari masa pendidikan di Rusia adalah sistem pendidikan yang sedikit berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia. Bagi peserta beasiswa, pemerintah Rusia pada umumnya mengharuskan penerima beasiswa belajar sesuai dengan jalur yang telah dipilih. Untuk lulusan diploma atau setingkat D3 di Indonesia, diharuskan memilih program S1, karena Rusia tidak mengenal program kuliah ekstensi sebagai program lanjutan untuk memperoleh gelar S1. Bagi lulusan SMA atau setingkat dengan SMA, pemerintah Rusia

tidak memberikan batasan-batasan yang penting calon mahasiswa memiliki kemampuan intelektual untuk memasuki bidang yang diminati. Sistem pendidikan di Rusia mirip dengan sistem pendidikan Eropa dan Amerika yaitu mengenal dua siklus sistem pendidikan,yaitu: o tingkat sarjana: Bachelor degree, o tingkat pasca sarjana: Master degree dan Ph.D. Ada satu perbedaan antara sistem pendidikan Rusia dengan Eropa yaitu di fakultas Teknik masih berlaku program spesialis selama 5 tahun, dan bisa langsung melanjutkan ke jenjang doktoral (setingkat S3). Lihat tabel di bawah:

Kemudian di Rusia hanya mengenal sistem paket, dalam artian setiap mahasiswa telah diprogram

sesuai dengan bidang studi yang diambil. Jadi yang berlaku bukan sistem SKS seperti di Indonesia. Selama mengikuti perkulian kendala yang dihadapi kembali ke masalah bahasa. Ini terutama dialami para mahasiswa program Magistratura dan Aspirantura. Berbagai mata kuliah yang disampaikan seringkali merupakan pendalaman mata kuliah ditingkat sebelumnya, sehingga perasaan tertinggal sering menghinggapi para mahasiswa pada tingkat ini. Namun demikian beberapa dosen dan profesor memberikan beberapa kemudahan kepada para mahasiswa asing. Bahkan banyak diantara mereka yang menyediakan waktu khusus untuk membantu peningkatan pemahaman mata kuliah yang diajarkan. Bagian berikutnya adalah masa akhir studi di Rusia. Pada tahap akhir studi di Rusia kepada setiap mahasiswa diwajibkan untuk membuat thesis bagi program magistratura, semacam desertasi bagi program aspirantura serta sejenis skripsi (atau sering disebut dengan diplomnaya rabota) bagi program bakalaureat. Untuk jenjang bakalaureat gelar yang disandang adalah B.A. untuk ilmu non eksakta dan BSc. untuk bidang eksakta, begitu pula untuk program magistratura. Sedangkan program aspirantura adalah setingkat Phd. dan tingkat yang lebih tinggi adalah Doktorantura dengan gelar DSc. (Doctor Of Science). II. Kehidupan asrama dan kampus sehari-hari II.1. Dokumen Formal Untuk masuk ke Federasi Rusia, diperlukan izin masuk (visa) dan invitation letter (priglashenie) dari Kedutaan Federasi Rusia di Jakarta. Setelah sampai di Federasi Rusia dan di kota tujuan mahasiswa harus lapor diri ke dekanat kampus

setempat paling lambat 3 hari kerja (kecuali sabtu dan minggu) setelah kedatangan, apabila terlambat akan dikenai denda. Izin (registrasi) sebagai penduduk hanya diberikan satu tahun, tetapi dapat diperpanjang tiap tahun dengan menunjukkan syarat-syaratnya, antara lain: kartu mahasiswa dan surat keterangan dari universitas. Visa hijau dapat diperoleh di kampus masing2 di bagian konsuler dengan biaya sekitar 400 rubel ( $18). II.2. Biaya hidup Biaya pendidikan yang dikeluarkan pemerintah Federasi Rusia senantiasa meningkat, dan saat ini sekurang-kurangnya untuk S1 dan S2 sebanyak 900 rubel ($35) dan S3 sebanyak 1500 rubel ($60). Pemerintah juga menunjang asrama dan kantin mahasiswa. Saat ini hampir separuh mahasiswa dapat menggunakan fasilitas asrama dengan sewa yang relatif murah. Seperti juga penduduk lain, mahasiswa juga diwajibkan untuk mengasuransikan dirinya, termasuk asuransi kesehatan. Beasiswa yang diberikan oleh Federasi Rusia cukup mengenaskan untuk hidup Federasi Rusia. II.3. Pemeliharaan Kesehatan Pemeliharaan kesehatan masyarakat di Federasi Rusia relatif sudah baik. Karena tenaga kerja relatif mahal, maka bila berobat biayanya juga mahal. Untuk mengatasi hal semacam itu, pemerintah Federasi Rusia mengharuskan warganya untuk mengikuti asuransi kesehatan. Asuransi ini diharapkan untuk memperingan biaya kesehatan warga dan hasilnya tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi.

Untuk mahasiswa diberikan tarif khusus dari pihak universitas kurang lebih 200 usd per tahun. Seseorang tidak bisa mendaftar kuliah pada awal semester bila tidak ada keterangan jaminan dari asuransi kesehatan. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari asuransi kesehatan antara lain: 1) Biaya untuk segala dokter gratis, kecuali dokter gigi. Bila mengganti gigi palsu, maupun yang sejenis harus menanggung biaya 50% sampai dengan 20% tergantung perusahaan asuransi tersebut. Hal ini juga tergantung dari kota universitas tersebut. 2) Biaya pengobatan cuma-cuma akan tetapi untuk biaya obat-obatan di tanggung sendiri. II.4. Asrama Perlu diketahui bahwa asrama di federasi rusia memiliki ke unikan tersendiri, walaupun sudah terdapat gedung asrama baru di beberapa kota, namun masih terdapat gedung asrama tua. Asrama di federasi rusia bisa di katakan asrama uniseks, sebab laki-laki dan perempuan di tempatkan pada satu asrama yang sama dan bahkan di beberapa universitas kamar mandi pun tidak di bedakan antara pria dan wanita. Tidak ada perbedaan gender di asrama rusia. Setiap asrama di federasi rusia mempunyai ketentuan tata tertib tersendiri. Akomodasi asrama sudah dipersiapkan oleh pihak universitas. Setiap kamar asrama telah dilengkapi dengan perabot, seperti tempat tidur,selimut, bantal, sarung bantal dan bed cover.Setiap minggu untuk setiap mahasiswa memperoleh pergantian bed cover, selimut dan sarung bantal yang bersih. Setiap kamar asrama pada umumnya untuk 2 atau 3 mahasiswa per kamar walau ada yang satu kamar untuk satu

mahasiswa.Di setiap lantai asrama telah tersedia dapur untuk menyiapkan dan memasak makanan. Asrama sudah dilengkapi dengan jaringan internet ke setiap kamar. Tarif internet di masing-masing asrama bervariasi. Sebagian besar tarif internet di asrama berdasarkan Mb yang digunakan setiap bulan. Hal yang paling penting adalah setiap keluar dari asrama harus membawa dokumen seperti pasport dan kartu mahasiswa. Karena di Rusia polisi mempunyai hak dan kebiasaan untuk memeriksa dokumen penduduk lokal dan orang asing. II.5 Kantin Universitas Kantin universitas merupakan komponen penting keberadaannya di Rusia. Kantin universitas adalah tempat makan mahasiswa yang dikelola khusus dengan harga kira-kira satu pertiganya daripada harga di luar dengan menu yang sama. Pada umunya kantin ini mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga sangat menolong mahasiswa, dan biasanya letak kantin berada di dalam kampus yang disebut Stalovaya. Mereka makan dengan sistem swalayan, menunya cukup memenuhi gizi terdiri dari pembuka, menu utama, dan desert/buah (daging dan roti), dan juga tersedia nasi, sup, salat seperti di Indonesia pada umumnya. Jam makan siang di Rusia biasanya jam 14.00-15.00 waktu setempat. II.6. Makanan Toko-toko untuk kebutuhan sehari-hari pada umumnya buka dari pukul 10.00 22.00. Pada hari Minggu beberapa toko tutup. Makanan pokok orang Rusia adalah roti, yang paling disukai adalah roti baton, chorniy hlieb (roti berwarna hitam).

Orang Rusia merupakan konsumen kentang terbesar dalam Masyarakat Ekonomi Eropa Timur. Lebih dari sepertiga pengeluaran rumah tangga, adalah untuk membeli kentang, selain konsumen terbesar kentang, orang Rusia juga banyak memakan kolbasa (sosis besar). Dalam hal minuman, kaum remaja banyak meminum bir (pivo) dan vodka. anak-anak banyak meminum sok (jus buah), teh, dan susu. II.7. Fasilitas Olahraga Fasilitas olahraga yang biasanya disediakan untuk berbagai kegiatan antara lain lapangan basket sampai untuk senam, main bola dan sebagainya. Bagi mahasiswa yang berminat mengikuti kegiatan salah satu cabang olahraga bisa mendaftarkan diri pada Starasta kelas (khusus untuk S1). Fasilitas bank dan kantor pos biasanya tidak ditemukan di dalam kampus tetapi terletak di luar. II.8. Transportasi Transpor umum yang ada adalah angkot (mashrutka), bus, trolley bus, trem, dan metro (kereta bawah tanah) dan taksi. Di beberapa kota tersedia kartu angkutan berlangganan untuk mahasiswa dengan harga yang terjangkau buat mahasiswa. Harga tiket transportasi bervariasi di beberapa kota di Rusia. II.9. Kehidupan Sehari-hari Seperti umumnya mahasiswa di Federasi Rusia, hubungan antar mahasiswa di kampus didasarkan atas kepentingannya. Kita bisa mengenal secara baik-baik dan bisa menanyakan sesuatu yang tidak kita mengerti. Respek terhadap mahasiswa asing tidak negatif tetapi juga tidak istimewa. Hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan adalah masalah agama, politik, dan uang.

Kehidupan keluarga di Federasi Rusia praktis terkotakkotak, dengan kata lain sifat individual sangat tinggi, sehingga dalam hal kunjung mengunjungi harus ada aturannya, atau dengan perjanjian terlebih dahulu. Studi dengan membawa keluarga di Federasi Rusia akan mempunyai dilema tersendiri, karena pemegang visa student tidak diperbolehkan membawa keluarga oleh pemerintah Federasi Rusia. II.10. Kerja Sambilan Waktu libur kuliah sering dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mencari kerja sambilan. Yang paling baik ialah apabila mahasiswa dapat ikut kerja sambilan di universitas walaupun hasilnya kecil, karena tidak meninggalkan kampus/kota. Mengingat kerja sambilan pada umumnya terdapat di ibukota, sebaiknya ada kenalan untuk mendapatkan akomodasi di kota tersebut. Sebelum berangkat, sebaiknya memberitahu sebelumnya kepada kenalannya atau teman di permira terutama bila membawa teman orang asing atau orang setempat agar tidak bermasalah dengan akomodasi. II.11. Lain-lain Perlu dicari informasi sebanyak mungkin dari mahasiswa Indonesia yang sudah ada di kota yang dituju atau di kota lain, untuk membantu informasi atau mencarikan asrama buat mahasiswa baru (bila ada). II.12. Laporan Kedatangan Setiba di Federasi Rusia, mahasiswa harus melaporkan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moscow, mengisi formulir yang telah disediakan, menunjukkan paspor serta menyerahkan pas foto berwarna dengan ukuran 3x4 sebanyak 2 buah.

10

Begitu pula, apabila pulang ke Indonesia, baik untuk tujuan cuti maupun kembali secara definitif, mahasiswa wajib lapor ke universitas tsb. Alamat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moscow adalah: Novokuznetskaya Ul.12, Moscow Telepon: +7 495 9519550/49 Faksimile: +7- 495website: kbrimoskow.org III. Perlengkapan yang perlu dibawa bagi mahasiswa yang Kuliah di Federasi Rusia : A.Perlengkapan Wajib : 1. Semua barang yang dibawa ini maksimal 20 kilo, karena overload dihitung 70 dolar perkilo. 2. Jaket tebal untuk suhu minus/salju. 3. Sarung tangan, kaos kaki bahan wool, topi/kupluk yang menutupi sampai telinga. Untuk suhu minus. 4. Long john (baju dalam yg panjang), baju dalam. 5. Jaket tipis, sweater, sepatu,syal. 6. Sepatu musim dingin (dalamnya berbulu tebal dan alas sepatu tebal). 7. Photo berwarna dan hitam putih ukuran 4x6 dan 3x4 minimal 15 lembar 8. Baju resmi (Jas, batik, dan kebaya) untuk acara seremonial di kampus 9. Perlengkapan ibadah (kompas arah kiblat bagi muslim). 10. Kemeja lengan panjang 2 buah dan celana panjang bahan kain 2 lembar. 11. Celana jeans, dan dasi. 12. Kamus Rusia-Indonesia dan atau Inggris-Indonesia. 13. Bawa uang tunai US dolar sekitar $1000 (akomodasi penjemputan, biaya registrasi, asrama, visa, transportasi, dan biaya hidup selama

11

1 bulan) atau Euro, dan rupiah tidak perlu terlalu banyak karena hanya untuk bayar di airport saja (airport tax). 14. Ijazah dan Transkip nilai asli. 15. Kopi Ijazah dan transkip nilai yang telah di legalisir, dan juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris serta ada cap notaris.(jumlahnya minimal dua rangkap). 16. Kartu ATM yang ada VISA, CIRRUS, MAESTRO, PLUS, (misalnya bank BNI, Mandiri, BCA, BII, Niaga) 17. Mengurus e-banking agar bisa cek saldo menggunakan internet (bila perlu). 18. Obat-obatan. 19. Handphone 20. Souvenir khas indonesia untuk hadiah bagi dosendosen dan juga uang indonesia. B. Perlengkapan Tambahan (bila perlu) : 1. Rice cooker yang kecil. 2. Baju sehari-hari dan celana pendek. 3. Bumbu bumbu masak praktis khas indonesia. 4. Peralatan Menulis dan juga folder untuk kuliah 5. Notebook. 6. Hand Body lotion dan lip gloss (mengantisipasi suhu dingin) 7. Kamus elektronik ALFALINK yang bisa bahasa rusia, inggris, indonesia. 8. Alat Elektronik sebaiknya di beli di Indonesia. Pakaian dan topi musim dingin : ITC mangga dua lt 3 toko Akit Sepatu kulit musim dingin : ITC Duta Merlin (Mall Ambasador lt 1),Pasar festival kuningan, Taman Puring. Kamus bahasa Indonesia-Rusia : Perpustakaan PKR.

12

Terjemahan Tersumpah : Persimpangan Matraman Raya Salemba Raya,jl.Hang Tuah III Kebayoran Baru Yayasan Triguna. Tes Kesehatan dan bebas HIV : RSUD di Jakarta atau di daerah (dalam bahasa Inggris). Souvenir : Pasaraya, TMII, Mall Jatinegara,Atrium Senen lt.1

13