Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM I

MORFOLOGI TUMBUHAN

OLEH

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: DARWIN AZIS : 0810104060 : VII (TUJUH) : SAPTO WIBOWO

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2010

ABSTRAK

Praktikum yang berjudul Morfologi dan anatomi hewan ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 21 Oktober 2010, pukul 13.00-15.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya. Adapun tujuan praktikum ini adalah Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan struktur morfologi oregan-organ pada tumbuhan.Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain pinset, pisau atau silet dan Mikroskop stereo. Sedangkan bahan yang digunakan adalah penampang akar, batang, daun, dan bunga Caesalpina pulcherima, Hibiscus rosa-sinesis, Hymenocalis littoralis, Oryza sativa, Vanda sp. Adapun hasil yang didapatkan adalah berupa gambar bagian-bagian morfologi dari bunga Caesalpina pulcherima, Hibiscus rosa-sinesis, Hymenocalis littoralis, Oryza sativa, Vanda sp.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fungsi akar bagi tumbuhan Untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya. Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zatzat hara) dari dalam tanah. Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan Pada beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya tumbuhan bakau. Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel yang memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Pada tumbuhan sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru (Campbell 2000: 178). Batang tumbuhan dapat dibedakan atas batang basah (Herbaceous), yaitu batang yang lunak dan berair. Misalnya pada bayam, krokot, batang berkayu (lignosus), yaitu batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri dari atas kayu yang terdapat pada pohon-pohon dan semak-semak pada umumnya. Pohon tumbuhan yang tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukaan tanah, sedangkan semak adalah tumbuhan yang tak seberapa besar, batang berkayu, bercabang-cabang dekat permukaan tanah atau malahan dalam tanah (Gembong 2003: 78). Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga) (Campbell 2000: 180). Daun merupakan bagian dari tumbuhan dimana proses fotosintesis dapat berlangsung. Daun yang lengkap mempunyai tiga bagian pokok yaitu tangkai daun, helaian daun, dan optik atau pelepah daun. Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun

digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang (Anonim 2010: 2). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji (Gembong 2003: 7). Sifat-sifat akar Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah (Anonim 2010: 1). Pada daun primer kacang-kacangan, pembelahan sel terakhir ketika daun mencapai kurang dari seperlima ukuran akhirnya, sehingga 80% pengembangan daunnya semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan sel yang terbentuk sebelumnyaBunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga (Campbell 2000: 2).

1.2. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dan struktur morfologi organ-organ pada tumbuhan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada sebagian besar spesies tumbuhan, perkecambahan biji dimulai dengan munculnya radikula (akar embrionik), dan bukan epikotil (tajuk), dari kulit biji. Pada beberapa spesies misalnya pinus. Sitokenis terjadi pada radikula, sebelum proses perkecambahan selesai. Pada spesies lainnya, kalaupun ada, terjadi sedikit mitosis sebelum proses perkecambahan. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut: Kelopak bunga atau calyx; Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan; Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andro oikia: rumah pria) berupa benang sari; Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") (Campbell 2000: 182). Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar yang ditumbuhkan dalam hidroponik .Sifat-sifat akar: Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah (Anonim 2010: 1). Tanda paling awal akan adanya perkembangan daun pada gimnospermae dan angiospermae biasanya adalah pembelahan sel disalah satu dari ketiga lapis sel terluar, di dekat permukaan apeks tajuk. Pembelahan periklinal yang diikuti dengan pertumbuhan sel anak menyebabkan timbulnya tonjolan yaitu primordial daun, sedangkan pembelahan antiklinal meningkatkan luas permukaan primordial tersebut (Gembong 2003: 100). Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-

bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang. Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.Daun segar (kiri) dan tua. Daun tua telah kehilangan klorofil sebagai bagian dari penuaan. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun (Anonim 2010 :1). Fungsi daun Tempat terjadinya fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons. Sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi (lihat keterangan di bawah pada Anatomi Daun). Tempat terjadinya transpirasi. Tempat terjadinya gutasi,.Alat perkembangbiakkan vegetatif. Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun) (Gembong 2009 : 23). Pada daun tumbuhan dikotil, sebagian besar pembelahan sudah lama berhenti sebelum daun berkembang penuh, sering kali ketika daun mencapi kurang dari separuh ukuran akhirnya. Pada daun primer kacang-kacangan, pembelahan sel terakhir ketika daun mencapai kurang dari seperlima ukuran akhirnya, sehingga 80% pengembangan daunnya semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan sel yang terbentuk sebelumnyaBunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. (Anonim 2010: 2). Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi

utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji (Gembong 2003: 74). Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga). Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin) ( Anonim 2010: 2). Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut : Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda

(Campbell 2010 : 3). Ruang lingkup morfologi tumbuhan adalah tumbuhan paku Pteridophyta dan tumbuhan berbiji Spermatophyta karena keduanya memiliki kormus, yaitu membedakan tubuh tumbuhan menjadi 3 macam yaitu akar(radix),

batang(caulis), dan daun(folium). Sedangkan kuncup, bunga, umbi dan rimpang adalah perkembangan dari 1 bagian pokok tadi atau kombinasi dari 2 bagian pokok. Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae)

(Anonim 2010: 1).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 21 Oktober 2010 pukul 13.00 WIB sampai selesai di Laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain pinset, pisau atau silet dan Mikroskop stereo. Sedangkan bahan yang digunakan adalah penampang akar, batang, daun, dan bunga Caesalpina pulcherima, Hibiscus rosa-sinesis,

Hymenocalis littoralis, Oryza sativa, Vanda sp.

3.3. Cara Kerja Tumbuhan dikotil : Untuk mengamati batang perhatikan bentuk dan tekstur dari kedua tanaman ini. Potong batangnya secara melintang lalu amati penampangnya. Potong sebagian batang tangkai daun dari tanaman tersebut dan amati daunnya serta tangkainya. Perhatikan pula daunnya secara lebih teliti. Bagaimana tangkainya, letakkanya, bentuknya, urat daunnya, tepunya serta teksturnya. Amati bunga Hibiscus sp. Maupun Caselpinia sp. Bagaimana macamnya, jumlah sepal dan petalnya, serta benang sari dan putiknya. Untuk bunga Hibiscus dan Caesalpinia sp. Perhatikan secara lebih teliti keadaan dari benang sari dan putiknya yang merupakan ciri khusus tanaman yang termasuk ordo Malvales. Perhatikan dan bandingkan persamaan dan perbedaan morfologi dari tanaman Hibiscus dan Caselpinia yang termasuk dalam satu kelas tetapi berbeda ordo ini. Kemudian ambil kesimpulan umum ciri-ciri morfologi kelas Dicotyledonae. Gambarkan tanaman Hibiscus sp dan Caesalpina sp tersebut dan tunjukan nama bagian-bagiannya. Tumbuhan monokotil : Lakukan pengamatan terhadap bentuk dan tekstur dari tanaman Oryza sativa. Untuk batang Hymenocalis littoralis tidak perlu diamati

lebih terperinci. Untuk pengamatan daun serta tangkainya, ambil sebagian batang berdaun dari kedua tanaman ini, kemudian amati bagian-bagian meliputi macam.letak, bentuk daun, urat tepi daun, tekstur, serta rangkainya. Amati bunga Hymenocakis littoralis, bagaimana macamnya, jumlah sepal dan petalnya, serta benang sarei dan putiknya. Perhatikan dan bandingkan persamaan dan perbedaan morfologi tanaman Hymenocalis dan Oryza yang termasuk dalam satu kelas tetapi berbeda ordo ini. Kemudian ambil kesimpulan umum ciri-ciri morfologi kelas Monocotyledonae. Gambarkan kedua tanaman tersebut dan tunjukan nama bagian bagiannya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Hibiscus rosa sinensis Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Filum/ divisi : Spermatophyta Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Dicotyledonaeae : malvales : Malvaceae : Hibiscus :Hibiscus sinensis

Nama umum : Bunga sepatu

Keterangan gambar : 1. Corola 2. Stigma 3. Recepticiae 4. Sepal

Oryza sativa Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Filum/ divisi : Spermatophyta Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Dicotyledonaeae : Poales : poaceae : oryza : oryza sativa

Nama umum : padi

Keterangan gambar : 1. Radiks 2. kaulikula 3. folium

Rosa sp Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Filum/ divisi : Spermatophyta Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Dicotyledonaeae : Rosales : Rosaceae : Rosa : rosa sp

Nama umum : Bunga mawar

Keterangan gambar : 1. Bunga 2. Daun 3. Batang 4. Akar

Caesalpinia pulcherima Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Filum/ divisi : Spermatophyta Kelas Ordo Famili Genus Spesies pulcherima Nama umum : Bunga merak : Dicotyledonaeae : malvales : Malvaceae : Caesalpinia :Caesalpinia

Keterangan gambar : 1. Bunga 2. Daun 3. Batang

Hymenocalis spp

Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Filum/ divisi : Spermatophyta Kelas Ordo Famili Genus Spesies litorais Nama umum : Bunga sepatu : Monocotyledonaeae : Lilialis : Amonydacaea : Hymenocalis : Hymenocalis

Keterangan gambar : 1. Daun 2. Umbi 3. Akar

4.2. Pembahasan Pada bagian tumbuhan yang penting pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Menurut Anonim (2010: 1). Semua bagian tubuh tumbuhan yang secara langsung atau tidak langsung berguna untuk menegakkan kehidupan tumbuhan yaitu yang pertama berguna untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan, ini dinamakan sebagai alat hara. Pada telah dijelaskan tentang alat-alat hara seperti daun, batang, dan akar. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak perenah ada pada bagian lain pada tumbuhan. Menurut Campbell (2000: 182). Perbadaan tumbuhan dikotil dan monokotil pada dikotil terdapat akar tunggang dan pada monokotil terdapat akar serabut. Pada bagian batang dikotil terdiri dari epidermis terdiri atas selaput sel yang rapat tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis tersusun atas jaringan dibawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dan cambium gabus. Batang monokotil epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar. Menurut Gembong (2003: 106). Bagian-bagian dari tumbuhan yaitu akar, batang, dan daun. Akar merupakan bagian pertama yang tumbuh dari satu biji yang berkecambah dan berkembang menjadi akar utama. Fungsi akar yaitu memperkuat berdirinya tumbuhan, untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air dan zat-zat makanan, sebagai penimbunanan makanan. Jenisjenis akar adalah antara lain akar serubut, umumnya pada tumbuhan monokotil , funsi utama untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar tunggang, umumnya pada tumbuhan dikotil. fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan. Modifikasi akar ada akar tunggang, akar banis terdapat pada tumbuhan jenis tropis. Menurut Anonim (2010: 1). Akar yang ditumbuhkan dalam hidroponik .Sifat-sifat akar: Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak

beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah. Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Menurut Gembong (2003: 7). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji. Bunga majemuk adalah kumpulan bungabunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floreti. Menurut Anonim (2010: 3). Hibiscus rosa sinensis kebanyakan digunakan sebagai tanaman hias. Karena bentuk bunganya yang mencolok merah. Bunga sepatu adalah salah salah satu bunga lengkap karena bagian-bagiannya mudah dikenali batangnya berkayu, berbunga tunggal, tepi daun berigi dengan tulang dan meyirip. Oryza sativa termasuk jenis tumbuhan monokotil, memiliki ciri-ciri atau morfologi yaitu mempunyai akar (radiks), serabut, batang, batang kasar dan berbulu serta cara aliran air. Perhubungan dalam bentuk spika, masing-masing bunga kecil (spikula) melekat pada sumbu utama, daun tunggal dengan basal losel. Menurut Gembong (2003: 19). Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Pada daun tumbuhan dikotil, sebagian besar pembelahan sudah lama berhenti sebelum daun berkembang penuh, sering kali ketika daun mencapi kurang dari separuh ukuran akhirnya. Pada daun primer kacang-kacangan, pembelahan sel terakhir ketika daun mencapai kurang dari seperlima ukuran akhirnya, sehingga 80% pengembangan daunnya semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan sel yang terbentuk sebelumnya.

BAB V KESIMPULAN

Dari praktikum yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut: 1. Morfologi tumbuhan terdiri dari akar, batang, daun, buah, dan biji. 2. tumbuhan Angispermae terbagi menjadi dua yaitu monicotiledonae dan dicotyledonae. 3. tumbuhan Angispermae adalah tumbuhan biji tertutup, karena bijinya ditutupi oleh daging buah. 4. akar merupakan bagi dari tumbuhan yang ada di dalam tanah sebagai masuknya air dan mineral dari tanah menuju keseluruh bagian tumbuhan. 5. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Penjelasan morfologi tumbuhan. http://www.google.com. 22-09-2010. 20.00 WIB. Anonim. 2010. Artikel tumbuhan. http:www.google.com. 03-10-2010. 01.00 WIB. Campbell, N.A, Reece, JB, L.G. Mitchell. 2000. Biologi terjemahan oleh manulu. Erlangga. Jakarta. Tjitrosoepomo, Gembong. 1994. Morfologi tumbuhan. Yogyakarta : UGM