Anda di halaman 1dari 6

TUGAS E-COMMERCE NAMA NIM JURUSAN SMESTER E-MAIL : LISBARTININGSIH : 2110052 : MANAJEMEN INFORMATIKA : SP.2 : JOSHINDOET@GMAIL.

COM

Pengertian Web 1.0 dan Web 2.0


Oleh cuwiw

Saya mencari pada situs google.com tentang pengertian web 1.0 dan 2.0. Yang bisa saya simpulkan dari pencarian dan pembacaan saya adalah sebagai berikut. Pengertian Web 1.0 Web 1.0 adalah web yang hanya bias read-only. Maksudnya adalah pada web 1.0 ini kebanyakan hanya bisa melakukan pencarian atau browsing informasi yang ingin dicari. Web 1.0 ini mengacu pada World Wide Web yang penggunaan gayanya sebelum munculnya web 2.0. Ciri ciri yang sangat terlihat pada web 1.0 ini adalah bersifat consult, surf dan search. Kekurangan atau keterbatasan dari web 1.0 ini adalah pengguna (pegunjung web) harus masuk ke dalam website tersebut dan harus melihat satu persatu konten yang ada. Beberapa ciri khas dari situs Web 1.0 Halaman statis, bukan dinamis pengguna-konten yang dihasilkan Penggunaan framesets. 1. Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser 2. Online guestbook. 3. GIF tombol, biasanya 8831 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain. 4. Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.

Gambar ini adalah bagan dari Web 1.0 (picture : google.com)

Pengertian Web 2.0 Web 2.0 adalah web yang mengarah pada read and write. Pada web 2.0 ini adalah web yang lebih mempunyai keunggulan daripada web 1.0. web 2.0 ini mempunyai inovasi dan fitur fitur yang terbaru yang menyebabkan munculnya suatu pandangan tentang bagaimana isi dari web 2.0 ini. Keuntungan atau kelebihan dari web 2.0 ini berbanding terbalik dengan web 1.0 yaitu pengguna (pengunjung web) berkemungkinan dapat melhat suatu konten website tanpa harus mengunjungi situs tersebut dan harus melihat semua konten yang ada satu per satu. Web 2.0 ini bisa melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat dan vois layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet. Web 2.0 ini mempunyai cirri yang mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Ciri ciri pada web 2.0 itu menjadikan kelebihan dari web 2.0 yaitu interaksi di dunia maya menjadi kebutuhan pengguna. Web 2.0 umumnya bertujuan untuk mengimbangi banyaknya situs situs yang mengusung penggunaan web untuk berbagi, pertemanan dan kolaborasi menjadikan sesuatu yang penting. Web 2.0 ini pun hadir seiring dengan semaraknya blog, Friendster, Myspace, Youtube, Fickr dan semacamnya. Mulanya pada tahun 2004 web 2.0 mulai diperkembangkan. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologiteknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan AJAX. HTML dan CSS digunakan untuk mempercantik tampilan web, sedangkan JavaScript digunakan untuk membuat tampilan yang dinamis, XML digunakan untuk mendefinisikan format data dan AJAX adalah penggabungan antara JavaScript dan XML yang digunakan untuk penekanan pada pengelolaan konten.

Gambar ini adalah bagan dari Web 2.0 (picture : google.com)

Contoh e-commerce web 1

Kelebihan dan kekurangan web 1.0 Kelebihannya web 1.0 lebih mudah digunakan. Kekurangannya Web 1.0 adalah web yang hanya bisa read-only. Maksudnya adalah pada web 1.0 ini kebanyakan hanya bisa melakukan pencarian atau browsing informasi yang ingin dicari. Web 1.0 ini mengacu pada World Wide Web yang penggunaan gayanya sebelum munculnya web 2.0. Ciri ciri yang sangat terlihat pada web 1.0 ini adalah bersifat consult, surf dan search. Kekurangan atau keterbatasan dari web 1.0 ini adalah pengguna (pegunjung web) harus masuk ke dalam website tersebut dan harus melihat satu persatu konten yang ada.

Contoh e-comerrce web 2.0

Kelebihan dan kekurangan web 2.0 Walaupun web 2.0 merupakan perkara baru dalam dunia internet namun kelebihan dan kelemahannya turut dipertikaikan. Kelebihan wee 2.0 jels dapat dilihat oleh kita melalui servisnya. Web 2.0 adalah servis yang sangat efektif.Ianya berbeza dengan media konvensional yang pada umumnya perlu berbelanja mahal. Web 2.0 merupakan media yang bersifat low budget dan kadar bayaran yang efisien. Web 2.0 mampu membuat jaringan sosial yang terus membesar serta saling berhubungan. Pengkontrolan unik Web 2.0 menjadikan konteks Web 2.0 semakin kaya, seiring bertambahnya jumlah pengguna. Jika dulu pengguna website menjadi pembaca, dengan konsep Web 2.0 pengguna dapat menjadi pembaca dan penulis, termasuk juga mengontrolnya. Dengan kata lain, Web 2.0 merupakan contoh demokrasi dari rakyat untuk rakyat. Dalam hal ini terjalin kepercayaan antara penyedia Web 2.0 dan pengguna. Hal mengagumkan yang dihasilkan Web 2.0 adalah perkongsian pengguna tanpe mengenal identiti namun telah mampu bersama-sama memelihara perkembangan Web 2.0 dengan dasar kepercayaan para pengguna.Kelebihan Web 2.0 adalah memanfaatkan kepandaian secara kolektif. Aktiviti yang dilakukan pengguna dalam membuat website berkembang secara organik seperti artikel-artikel yang terus bertambah setiap harinya pada Wikipedia atau website eBay yang menciptakan pasar dengan adanya pengguna yang berlaku sebagai pembeli dan penjual. Web 2.0 merupakan sebuah servis

terintegrasi berbagai device, entah mobile/handheld device, PC, ataupun server internet. Dalam banyak hal, penggunaan dan pemanfaatan Web 2.0 dapat memberikan sokongan kemudahan yang mencukupi untuk beberapa hal seperti user interface, model programming, ataupun model bisnes. Web 2.0 bukan merupakan perkara baru dalam dunia internet khasnya pada era globalisasi kini. Hal ini adalah ekoran daripada kepantasan anjakan paradigma dan transformasi dunia global. Sebelum ini, masyarakat hanya menggunakan web untuk mendapatkan maklumat semata-mata. Namun dengan kewujudan web 2.0, komunikasi manusia dapat dijalankan secara dua hala selain menjadikan komunikasi begitu berkesan, pantas dan mudah. Perbezaan budaya, agama, bangsa, warna kulit dan negara bukan lagi menjadi ukuran dalam menjalinkan perhubungan meskipun hanya secara maya. Walaupun terdapat banyak kelebihan web 2.0, namun kelemahannya juga turut dipertikaikan. Antara kelemahan web 2.0 dilihat menerusi pandangan sesetengah pihak yang mengatakan bahawa Web 2.0 lebih menekankan pada sosial network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita lihat selama ini dalam dunia Blog. Dengan adanya RSS di dalam Blog, informasi-informasi di dalam sebuah Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan dikongsi menjadi sebahagian isi kepada blog yang lain. Terlepas dari itu semua, ternyata web 2.0 mempunyai kelemahan didalamnya yang memungkinkan seseorang dapat memporak-perandakan aplikasi web 2.0 tersebut.