S IN

PGRI

PENGARUH GAYA HIDUP DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA (Survei di Siswa SMAN 1 dan SMA PGRI 1 Bogor)

Tesis diajukan untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar magister

NAMA NPM

: MARIA CLEOPATRA : 2009727035

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI 2011

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN TESIS

Nama NPM

: Maria Cleopatra : 200972035

Program Pascasarjana : Universitas Indraprasta PGRI Program Studi Judul Tesis : Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : Pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika (Kasus Siswa Sman 1 dan Sma Pgri 1 Bogor)

Telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan Pada tanggal 22 Juni 2011

Pembimbing Materi

Pembimbing Teknik

Dr. Suparman Ibrahim Abdullah, MSc

Dra. Sumaryati, T., M.Pd

i

LEMBAR PENGESAHAN

Tesis ini telah diujikan pada hari jumat tanggal 22 juli 2011

PANITIA UJIAN Ketua : Prof. Dr. H. Sumaryoto ( )

Sekretaris

: Dr. H. Suparman Ibrahim Abdullah M.Sc (

)

TIM PENGUJI Ketua : Prof. Dr. H. Sumaryoto ( )

Anggota

: Dr. H. Suparman Ibrahim Abdullah M.Sc (

)

Anggota

: Dr. H. Supardi US., MM. M.Pd.

(

)

ii

LEMBAR PERNYATAAN
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tesis ini adalah karya saya sendiri. Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian isi tesis ini bukan hasil karya saya sendiri saya bersedia menerima sanksi sesuai Undangundang Nomor 20 Tahun 2003 Bab IV Pasal 25 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta,

2011

MARIA CLEOPATRA

iii

ABSTRAK
A. Maria Cleopatra, NPM : 200972035 B. Pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika (Kasus Siswa SMAN 1 Dan SMA Pgri 1 Bogor) C. xiii + 5 Bab + 106 halaman D. Kata Kunci : Gaya Hidup, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Matematika E. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis secara empiris pengaruh gaya hidup dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa (Kasus Siswa SMAN 1 dan SMA PGRI 1 Bogor). Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah siswa kelas II di masing masing sekolah yang berjumlah N=250 dan dipilih sampel secara random dengan rumus Slovin sebanyak n= 130 siswa. Analisis dilakukan dengan metode regresi, dan ternyata menunjukkan hasil berikut.
t ˆ Y = 51.012 + 0.137 X (Gaya Hidup) + 0.906 X (Motivasi)
o

Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pada setiap variable. Ditunjukkan pada setiap kenaikan satu unit gaya hidup akan diikuti dengan kenaikan prestasi belajar matematika sebesar 0.137 unit, ceteris paribus. Setiap kenaikan satu unit motivasi akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 0.906 unit, ceteris paribus. Setiap kenaikan satu unit gaya hidup dan sekaligus dengan kenaikan satu unit motivasi akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 1.043 unit. Secara bersama sama variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar dapat menentukan variabel hasil belajar sebesar 91. 6 persen. Hal ini terdiri dari sumbangan variabel gaya hidup sebesar 6.32 persen, dan dari variabel motivasi belajar sebesar 85,22 persen. Atau tingkat efektifitas sumbangan menunjukkan bahwa ternyata gaya hidup hanya 6.9 persen dibandingkan dengan variabel motivasi belajar yang menyumbang sebesar 93,1 persen. Penelitian ini menyarankan bahwa gaya hidup siswa perlu diarahkan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar matematikanya. Motivasi belajar yang mempunyai sumbangan sangat besar perlu dipertahankan. Saran akademis disampaikan agar penelitian serupa dilaksanakan untuk berbagai variabel yang diperkirakan berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa.
F. Daftar Pustaka : 1. Buku 40 buah ( tahun 1955 sampai dengan tahun 2011) 2. 9 internet G. Pembimbing : 1. Dr. Suparman Ibrahim Abdullah, MSc. 2. Dra. Sumaryati, T. MPd.

sig. 0.000 0.000

57.487

4.920

1

32.462 0.000

2

iv

LEMBAR MOTTO

“Menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat semesta”

“Tesis ini Kupersembahkan Buat Kedua orang Tua saya, Saudara kandung saya, Suami saya tercinta, dan Anak saya tersayang Azizah”

v

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan tesis ini tepat pada waktunya. Tesis yang berjudul pengaruh gaya hidup dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar magister pada Universitas Indraprasta PGRI. Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini, terutama kepada : 1. Dr. Suparman Ibrahim Abdullah, MSc. selaku Dosen Pembimbing I Universitas Indraprasta PGRI. 2. Dra. Sumaryati, MPd. selaku Dosen Pembimbing II Universitas Indraprasta PGRI. 3. Prof. Dr. H Sumaryoto, SE, MM. Selaku Rektor Universitas Indraprasta PGRI. 4. Dr. H. Suparman Abdullah selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI. 5. Dr. Supardi US, MM. M.Pd. Selaku Dekan Fakultas Teknik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI. 6. Ayah dan Ibu tercinta yang tidak bosan-bosannya memberikan semangat serta dorongannya baik moril maupun materil. 7. Suami dan Anak saya tersayang yang selalu memberikan motivasi dan semangatnya. 8. Bapak / Ibu Kepala SMAN I dan SMA PGRI I BOGOR yang telah

memberikan izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian. 9. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan MIPA Pascasarjana khususnya serta seluruh Dosen Universitas Indraprasta PGRI pada umumnya. 10. Seluruh karyawan dan karyawati Universitas Indraprasta PGRI.

vi

11. Rekan-rekan mahasiswa Pascasarjana Pendidikan MIPA Extensi Khususnya dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI pada umumnya. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih banyak kekurangan baik bentuk, isi maupun teknik penyajiannya, oleh sebab itu kritikan yang bersifat membangun dari berbagai pihak penulis terima dengan tangan terbuka serta sangat diharapkan. Semoga kehadiran tesis ini memenuhi sasarannya.

Jakarta,

2011

Maria Cleopatra

vii

DAFTAR ISI
hal LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN TESIS …………………… LEMBAR PENGESAHAN .………………………………………… LEMBAR PERNYATAAN ………………………………………… ABSTRAK ..………………………………………………………. LEMBAR MOTTO .…………………………………………........ KATA PENGANTAR …….………………………………… DAFTAR ISI ……………………………………………………… DAFTAR TABEL ……………………………………………… DAFTAR GAMBAR ……………………………………………… DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………… BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………… B. Identifikasi Masalah …...…………………… C. Pembatasan Masalah …..…………………… D. Perumusan Masalah ……………………… E. Tujuan Penelitian ……………………………… F. Kegunaan Penelitian ……………………… G. Sistematika Penulisan Tesis ……………… LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS A. Landasan Teori ……………………………… 1. Gaya Hidup ……………………………… 2. Motivasi Belajar ……………………… 3. Prestasi Belajar Matematika ……………… B. Kerangka Berpikir ……………………… C. Hipotesis Penelitian ……………………… METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ……………… B. Metode Penelitian ……………………… C. Populasi dan Sampel ……………………… D. Teknik Pengumpulan Data ……………… E. Teknik Analisis Data ……………………… F. Perumusan Hipotesis Statistik ……… i ii iii iv v vi viii x xii xiii

1 3 4 4 5 5 6

BAB

II

7 7 15 23 29 30 31 32 33 34 35 40

BAB

III

viii

G. Instrumen Penelitian BAB IV

………………………

41 43 47 54 65 66 68 72

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ……………………………… B. Pengujian Persyaratan Analisis ……………… C. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan ……… KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ……………………………… B. Saran ………………………………………

BAB

V

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………… LAMPIRAN ……………………………………………….………

ix

DAFTAR TABEL
hal Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 4.1a Jadwal Kegiatan Penelitian Instrumen Gaya Hidup Instrumen Motivasi Belajar ………………….……… ……….………………… ………………………… 32 41 42

Distribusi Responden menurut Jenis kelamin dan Sekolah (Frekwensi) ……………….…………………

44

Tabel 4.1b

Distribusi Responden menurut Jenis kelamin dan Sekolah Tertentu (Persentase) ……………….… 44 Distribusi Responden menurut Jenis kelamin dan Sekolah (Frekwensi) ….………………………………

Tabel 4.2a

44

Tabel 4.2b

Distribusi Responden menurut Jenis kelamin dan Sekolah Tertentu (Persentase) …………….…… 44

Tabel 4.3a

Distribusi Responden menurut Urutan Anak ke dan Sekolah (Frekwensi) ….……………………… Distribusi Responden menurut Urutan Anak ke dan Sekolah Tertentu (Persentase) ……….… Distribusi Responden Menurut Pekerjaan Orang Tua dan Sekolah (Frekwensi) ………………………… Distribusi Responden Menurut Pekerjaan Orang Tua dan Sekolah Tertentu (Persentase) ………………… Distribusi Responden Menurut Pendidikan Ayah dan Sekolah (Frekwensi) …………………….……

45

Tabel 4.3b

45

Tabel 4.4a

46

Tabel 4.4b

46

Tabel 4.5a

46

Tabel 4.5b

Distribusi Responden Menurut Pendidikan Ayah dan Sekolah Tertentu (Persentase) ……………….… Distribusi Responden Menurut Pendidikan Ibu dan Sekolah (Frekwensi) ……………………… x

46

Tabel 4.6a

47

Tabel 4.6b

Distribusi Responden Menurut Pendidikan Ibu dan Sekolah Tertentu (Persentase) ……………….. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Gaya Hidup (GH) ………………………………………… Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Motivasi Belajar (Mot) ………………………………………… Uji Normalitas Variabel Penelitian Gaya Hidup, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Matematika ……………………….………………… Uji Multikolineariti ………………………………….

47

Tabel 4.7

48

Tabel 4.8

49

Tabel 4.9

50 52 53

Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12

Uji Normalitas Galat …………………………………. Koef. Korelasi Ganda, Koef. Determinasi Variabel Gaya Hidup dan Motivasi Belajar secara bersama-sama dengan Variabel Prestasi Belajar Matematika ..………...……………………………… ANOVA Menguji Koef. Korelasi Ganda ………….

55 55 56 61

Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16

Koefisien Regresi Ganda dan Tingkat Signifikansinya Koefisien Korelasi Zero Order, Partial, dan Part …

Sumbangan efektif Gaya Hidupdan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika …………

63

xi

DAFTAR GAMBAR
hal Gambar 3.1 Gambar 4.1 Konstalasi hubungan antar variabel ……………… Uji Heteroskedastisiti ……………………………… 33 53

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9

Instrumen Gaya Hidup Instrumen Motivasi Belajar

……………………… ………………………

72 73 74 75 76 77 78 81 84 87 90 90 90 91

Data Uji Coba Instrumen Motivasi Belajar ……… Data Uji Coba Instrumen Gaya Hidup ………

Validitas dan Reliabilitas Variabel Motivasi Belajar Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Gaya Hidup Data Karakteristik Responden ………………

Data Motivasi Belajar ……………………………… Data Gaya Hidup ……………………………… ………………………………

Lampiran 10 Data Penelitian

Lampiran 11 Koef Korelasi Ganda dan Koef Determinasi ……… Lampiran 12 Tabel ANOVA ………………………………

Lampiran 13 Koef Regresi ………………………………………. Lampiran 14 Uji Normalitas Galat ……………………………….

xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pergaulan antar siswa di sekolah-sekolah dan dilingkungan sekitar rumah serta daya serap siswa terhadap perkembangan yang terjadi secara global baik dalam bidang IPTEK dan Teknologi Informasi yang semakin kuat yang bisa dilihat secara kasat mata seperti perkembangan alat komunikasi seperti handphone yang bisa memiliki kemampuan mini komputer. Yang menarik adalah dengan tingginya tekhnologi informasi sehingga sekarang ini untuk akses ilmu pengetahuan bisa melalui warung-warung internet yang menyediakan fasilitas dan akses untuk informasi ilmu pengetahuan dan juga permainan (game-game) sekaligus juga tempat hiburan yang umumnya kebanyakan dikonsumsi oleh siswa-siswa SMA dan umumnya menjadi trendy. Pada jaman sekarang kebanyakan siswa datang ke sekolah hanya bertujuan untuk kegiatan sosial dikarenakan tidak adanya anggota keluarga dirumah, jadi bukan bertujuan untuk menimba ilmu setinggi langit seperti jaman dulu yang sering dikatakan orang tua kita. Pada saat ini lingkungan kita juga menunjang adanya banyak hiburan diluar rumah, jadi siswa juga banyak yang berlanjut besosialisasi seusai sekolah ketempat hiburan yang sudah

1

2

tersedia, yang terkadang lebih banyak efek negatifnya dibanding positifnya. Dunia hiburan saat ini yang ada lebih cenderung membuat siswa menjadi konsumtif, baik hanya sekedar bersosialisasi, belanja barang yang bukan keperluan utama, dll. Lulusan SLTP di Bogor pada umumnya mencari sekolah favorit diantaranya SMAN 1. Apabila tidak diterima baru mempunyai pilihan lain termasuk sekolah SMA swasta. Sekolah swasta favorit adalah SMA Regina Pacis, SMA Bina-Insani, dan Sekolah SMA Internasional. Untuk kalangan keluarga yang mampu memilih sekolah-sekolah tersebut. Untuk kalangan menengah kebawah memilih sekolah-sekolah negeri lainnya, dan sekolahsekolah swasta selain yang disebutkan diatas, termasuk SMA PGRI 1. Penjelasan di atas terkait dengan kemampuan finansial keluarga siswa dikarenakan kemampuan membayar. Kecuali di SMAN 1 yang merupakan favorit, namun pada prakteknya hampir 80 persen yang diterima di SMAN 1 ternyata dari keluarga mampu dan memang calon mahasiswanya secara akademik juga termasuk yang cerdas. Oleh karenanya siswa SMAN 1 ini dipilih sebagai responden dalam penelitian ini. Kemudian SMA PGRI 1 tidak termasuk sekolah favorit dan dari status sosial ekonomi menengah kebawah, para siswanya dipilih sebagai responden dalam penelitian ini. Alasan yang dipergunakan adalah untuk melihat apakah secara akademik dari dua sekolah tersebut mempunyai perbedaan yang signifikan. Siswa di kedua SMA tersebut akan dilihat prestasi belajar matematikanya dan juga dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi

3

belajar matematikanya tersebut. Faktor-faktor ini dapat yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Faktor internal seperti kedisplinan, minat, sikap, kecerdasan emosional maupun spiritual, motivasi, dll. Kemudian faktor eksternal diantaranya pendidikan orang tua, dorongan orang tua dan saudara saudara, pekerjaan orang tua, status sosial orang tua, lingkungan, kemampuan membayar, gaya hidup, pergaulan, berorganisasi, dll.

B. Identifikasi Masalah Gaya hidup siswa dalam kegiatan kesehariannya dapat mempengaruhi tingkat kebutuhannya dalam kehidupan konsumtif, sehingga membentuk pola hidup yang berbeda-beda pada siswa. Namun ada siswa-siswa terbentur pada hambatan-hambatan psikologis, yang ditampilkan dalam berperilaku seperti kurang bergairah, kurang tertarik sehingga mereka acuh tak acuh karena mereka merasa tidak mampu mempelajari bidang studi tersebut. Faktor dalam diri individu merupakan sumber yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan ataupun kegagalan belajar. Faktor-faktor ini antara lain adalah: gaya hidup dan motivasi belajar. Pokok permasalahan di dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah Pengaruh gaya hidup dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika?”. “Seberapa besar sumbangan variabel-variabel tersebut

terhadap prestasi belajar matematika?”. Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, selanjutnya dapat diuraikan beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan di dalam penelitian ini, yaitu:

4

1. Bagaimanakah pengaruh gaya hidup terhadap prestasi belajar matematika? 2. Bagaimanakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika? 3. Bagaimanakah pengaruh gaya hidup dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika?

C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas terkait dengan kemampuan finansial keluarga siswa dan juga pergaulan yang dilakukan siswa baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan rumah siswa serta pergaulan antar siswa dengan siswa maka dibatasi hanya pada siswa SMAN 1 dan SMA PGRI 1 Bogor. Ada banyak faktor yang mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Faktor-faktor tersebut diantaranya minat, motivasi, gaya hidup, dorongan keluarga, dll. Penelitian ini dibatasi pada tiga variabel, ialah pengaruh variabel gaya hidup dan variabel motivasi terhadap variabel prestasi belajar matematika.

D. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah tersebut di atas, dimana variabel bebas adalah gaya hidup dan motivasi terhadap prestasi belajar matematika. Masalah dapat dirumuskan dalam kalimat kalimat pertanyaan sebagai berikut :

5

1. Apakah terdapat pengaruh matematika?

gaya hidup terhadap prestasi belajar

2. Apakah terdapat pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar matematika? 3. Apakah terdapat pengaruh variabel gaya hidup, dan variabel motivasi belajar secara bersama sama terhadap variabel prestasi belajar

matematika?

E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh gaya hidup siswa terhadap prestasi belajar matematika. 2. Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. 3. Pengaruh gaya hidup dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika secara simultan.

F. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan secara teoritis maupun secara praktis. Kegunaan secara teoritis merupakan aplikasi konsep yang terdapat dalam variabel independen terkait dengan variabel

dependennya. Adapun secara praktis memberikan kegunaan sebagai umpan balik bagi para siswa SMA dan sebagai bahan pertimbangan kebijakan dalam pengarahan optimalisasi gaya hidup dan motivasi belajar para siswa kaitannya dengan meningkatkan prestasi belajar matematikanya.

6

G. Sistematika Penulisan Tesis Bab I adalah Pendahuluan. Bab ini membicarakan latar belakang penelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan

permasalahan, tujuan penelitian, kegunaan penelitian serta sistematika penulisan proposal tesis. Bab II Landasan teori berupa tinjauan Pustaka, penyusunan landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Pada bab ini diberikan penjelasan tentang variabel-variabel yang akan diteliti yaitu mengenai gaya hidup, motivasi belajar, prestasi belajar matematika, kerangka berfikir dan diakhiri dengan hipotesis. Bab III Metodologi Penelitian yang menjelaskan, tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, instrumen penelitian dan teknik analisis data. Bab IV terdiri dari Hasil Penelitian dan Pembahasan. Bab V Kesimpulan dan Saran. Bagian akhir tesis meliputi Daftar Pustaka dan Lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS

A.

Landasan Teori 1. Gaya Hidup “Gaya hidup adalah pola tindakan yang membedakan satu orang atau kelompok dengan yang lain. Jika gaya hidup diasumsikan sebagai sebuah ideologi, maka akan membentuk identitas diri yang bersifat individu maupun bersifat kelompok dan membedakan dengan yang lain. Gaya hidup memiliki tujuan untuk kemudian dapat membentuk citra yang dibanggakan bagi pengguna maupun partisipannya. Citra yang tampil melalui gaya hidup lebih sering bersinggungan dengan berbagai penampilan seseorang dan memiliki sifat yang dapat ditangkap dan dirasakan oleh indera. Citra yang timbul atas gaya hidup yang dipilih oleh seseorang berkaitan erat dengan nilai dan status sosial dari model gaya hidup yang digunakannya”. (http://id.answers.yahoo.com/ Digital Collection mtv-chapter3.pdf: 2007). Jadi gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya. Secara umum gaya hidup dimaknai secara berbeda (http:// www. Indonesia.elga.net.id/indoway:2008), dinyatakan bahwa gaya hidup di Indonesia sangat khusus banyak yang kaya raya tinggal di perumahan perumahan mewah melebihi di Beverly Hills. Namun banyak juga yang hidup dalam kemiskinan. John dan Bonfield

7

8

membagi gaya hidup menjadi lima kelompok ialah i. kelompok positivism self confidence, ii. Liberalism Cosmopolitanism, iii. Frustation, iv. Home Family Orientation, v. Community Involvement (http://www. Queen dom. com/

tests/minitests/lifestyle_access.html:2008). Jehovah menuliskan bahwa gaya hidup utamanya terdiri dari: mengatur konsumsi makanan, olah raga, mengoptimalkan aktifitas yang terkait pada faktor faktor terkait mental dan spiritual. Namun secara elaboratif dari sumber lain menyebutkan bahwa aspek gaya hidup adalah hubungan personal, mobilitas, rekreasi, aktivitas komunitas, ibrary/ kegiatan bekerja g/1999/

(http://www.watchtower.org/l

7/8/article_01.htm:2007). Kemudian dari sumber lain menyebutkan bahwa komponen gaya hidup terbagi atas kelompok: work, exercise, recreation, relaxation and sleep. Berdasarkan pembagian diatas dapat diukur tingkat keseimbangan gaya hidup seseorang. Misalnya setiap orang apakah mencapai 8 jam tidurnya, olah raga yang cukup, atau jalan kaki 5 km per hari, rekreasi sebulan sekali, relaksasi seminggu sekali (http://www. queendom.com/ tests/minitests/l iestyle

_access.html,2007:5). Jakson (2005) membagi tiga kelompok indikator gaya hidup: i. Dasar atau wajib ada: survival, health, reproduction, friendship and security; ii. Sosial: ways of communicating the important social, psychological and cultural dimensions of our lives; and iii. Social

9

practices: the often habitual tasks and actions that constitute the basis for ordinary everyday living. Dikatakan bahwa gaya hidup modern

dapat menjadi ‘Livelihoods’, gaya hidup sebagai ‘Life-satisfaction’, gaya hidup sebagai ‘Social Conversation’. Begitu pula gaya hidup juga dapat dekelompokkan menjadi sektor gaya hidup dan segmentasi gaya hidup (Jakson 2005:5). Pada promosi kesehatan online dalam Indonesia sehat 2010, menyebutkan gaya hidup sehat adalah upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik menciptakan hidup yang sehat dan menghindar kebiasaan buruk. Gaya hidup yang sehat harus: makan aneka ragam makanan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengendalikan stress, hindari NAPSA (Narkotik, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya), dan tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah (http:// www.promosi kesehtan. com/artikel.php?nid=134. Promosi kesehatan online:2008). Dari sisi konsumerisme sebagaimana yang ditulis oleh Giddens (1991) menyatakan bahwa gaya hidup merupakan kombinasi antara perilaku konsumsi, hubungan sosial, berpakaian, dan rekreasi (Retrieved from http//en.wikipedia. org/wiki/ lifestyle:2007). Dari sisi pasar gaya hidup di kelompokkan berdasarkan model AIO (Activities, Interests, Opinions) dan model VALS (Value Life Styles). membagi menjadi empat kelompok ialah: i. need driven groups (survivors and sustainer), ii. outer directed groups (belongers, semulators, and achievers, VALS

10

iii. inner directed groups (I am me, experiential, and society conscious), iv. combined outer and inner directed groups (integrated).

Keterkaitan antara gaya hidup dengan faktor kehidupan yang lain. Identify and analyse the impacts of an active lifestyle on physical, social, emotional, intellectual, and spiritual well-being. Identify the impact of active lifestyles on society and the environment. Demonstrate an understanding of the impact of movement and physical activity on body image including self-esteem and selfconfidence. Selanjutnya

disebutkan bahwa impak dari gaya hidup terhadap prestasi belajar matematika, keberhasilan bekerja, kesehatan, dan pemeliharaan lingkungan. Secara khusus gaya hidup siswa akan diukur pada

kegiatan kegiatan antara lain berbagai lomba, olah raga, dansa, even budaya, dan kegiatan lain yang terkait (http://lifestyle/ 2007/01/ lifestyle_ recreation/ book.pdf:2007). European commission (2008) menyebutkan bahwa komponen gaya hidup terkait dengan kesehatan adalah aktifitas sekolah, tempat kerja, keluar gomunitas lingkungan/ local. .Chialson (2008) juga menyebut bahwa komponen gaya hidup adalah: physical activity, diet, success(Chialson 2008:200). Dari contoh lain misalnya Soowon, dkk (2004:112) drinking, smoking, and academic

menyatakan bahwa secara rinci variabel gaya hidup terdiri dari empat

11

indikator ialah: diet, olah raga, merokok, dan minum. Keempat indikator ini masing masing di rinci menurut komponen kesehatan sebagaimana pada table dibawah ini. Selanjutnya konsep ini dipakai untuk penelitian, yang hasilnya sebagai berikut. Pembahasan secara umum mengungkap factor factor yang menentukan gayahidup dilihat dari sudut pandang kesehatan. Pendekatan terintegrasi dapat

digeneralisasi secara umum.Kiat yang digunakan adalah dengan membuat Lifestyle Indexing (LI), yang disusun berdasarkan faktor diet, aktivitas fisik, rokok, dan penggunaan alcohol. Dengan indeksing ini menunjukkan bahwa pembandingan secara internasional mendapatkan hasil berikut. LI di Cina (n = 8352) dan Amerika Serikat (n = 9750). Rata-rata dari nilai LI adalah sedikit lebih tinggi di Cina dibandingkan di Negara lain. Nilai dari mutu diet, aktivitas fisik, dan rokok adalah lebih tinggi di Cina, tapi nilai dari perilaku alkohol adalah lebih rendah. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa penilaian penjumlahan faktor gayahidup dari sisi factor kesehatan dapat digeneralisasi dan dapat dipergunakan secara prkatis di berbagai Negara. Selanjutnya Mowen & Minor mengatakan bahwa gaya hidup adalah bagaimana seseorang menghabiskan uangnya dan bagaimana ia mengalokasikan/membagi waktunya (John C. Mowen & Michel Minor, 1998:220) . Sedangkan sumber lain diantaranya Engel, Well, dan Miniard, mengatakan bahwa gaya hidup merupakan suatu pola di mana orang hidup dan menghabiskan waktu dan uang (James F. Engel,

12

dkk, 1994:383) . Menurut Peter dan Olsen, juga menyatakan bahwa gaya hidup merupakan pola seseorang menjalani hidupnya termasuk di dalamnya kegiatan atau aktivitas, kesukaan atau minat dan opini atau pendapatnya (Paul Peter & Jerry C. Olsen, 1999:312). Gaya hidup adalah pola tindakan yang membedakan satu orang atau kelompok dengan yang lain. Jika gaya hidup diasumsikan sebagai sebuah ideologi, maka akan membentuk identitas diri yang bersifat individu maupun bersifat kelompok dan membedakan dengan yang lain. Gaya hidup memiliki tujuan untuk kemudian dapat membentuk citra yang dibanggakan bagi pengguna maupun partisipannya. Citra yang tampil melalui gaya hidup lebih sering bersinggungan dengan berbagai penampilan seseorang dan memiliki sifat yang dapat ditangkap dan dirasakan oleh indera. Citra yang timbul atas gaya hidup yang dipilih oleh seseorang berkaitan erat dengan nilai dan status sosial.

Menurut pengertian gaya hidup AIO (Activity, Interest, Opinion). Psikografik (Psychographic) adalah ilmu tentang

pengukuran dan pengelompokkan gaya hidup konsumen (Kotler, 2002:193). Sedangkan psikografik menurut Sumarwan (2003:58), adalah suatu instrumen untuk mengukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar. Analisis psikografik biasanya dipakai untuk melihat segmen pasar. Analisis psikografik sering juga diartikan sebagai suatu

13

riset konsumen yang menggambarkan segmen konsumen dalam hal kehidupan, pekerjaan dan aktivitas lainnya. Psikografik berarti menggambarkan (graph) psikologis konsumen (psyco).

Psikografik

adalah

pengukuran

kuantitatifgaya

hidup,

kepribadian dan demografik konsumen. Psikografik sering diartikan sebagai pengukuran AIO (activity, interest, opinions), yaitu

pengukuran kegiatan, minat dan pendapat konsumen. Psikografik memuat beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan, minat dan pendapat konsumen. Pendekatan psikografik sering dipakai produsen dalam mempromosikan produknya, seperti yang dinyatakan oleh Kotler bahwa psikografik senantiasa menjadi metodologi yang valid dan bernilai bagi banyak pemasar (2002:193). Solomon dalam Sumarwan (2003:59) menjelaskan studi psikografik dalam beberapa bentuk seperti diuraikan berikut.

i.

Profil gaya hidup (a lifestyle profile), yang menganalisis beberapa karakteristik yang membedakan antara pemakai dan bukan pemakai suatu produk.

ii.

Profil produk spesifik (a product-specific profile) yang mengidentifikasi kelompok sasaran kemudian membuat profil konsumen tersebut berdasarkan dimensi produk yang relevan.

iii.

Studi yang menggunakan kepribadian ciri sebagai faktor yang menjelaskan, menganalisis kaitan beberapa variabel dengan

14

kepribadian ciri, misalnya kepribadian ciri yang mana yang sangat terkait dengan konsumen yang sangat memperhatikan masalah lingkungan. iv. Segmentasi gaya hidup (a general lifestyle segmentation), membuat pengelompokkan responden berdasarkan kesamaan preferensinya. v. Segmentasi produk spesifik, adalah studi yang

mengelompokkan konsumen berdasarkan kesamaan produk yang dikonsumsinya.

Orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan

“keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pemasar mencari hubungan antara produknya dengan kelompok gaya hidup konsumen. Contohnya, perusahaan penghasil komputer mungkin menemukan bahwa sebagian besar pembeli komputer berorientasi pada pencapaian prestasi. Dengan demikian, pemasar dapat dengan lebih jelas mengarahkan mereknya ke gaya hidup orang yang berprestasi (http://www.membuatblog.web.id/2010/04/pengertian-gayahidup.html:2010).

15

Jadi gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya. Gaya hidup pada penelitian ini adalah pola hidup dimana seseorang membagi, menghabiskan dan mengelola waktu dan uangnya demi citra dan status sosialnya. Gaya hidup ini pada gilirannya akan berhubungan secara kausal dengan prestasi belajar matematikanya.

2. Motivasi Belajar Motivasi merupakan dorongan, hasrat, kebutuhan seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu. Sehingga motivasi dapat juga didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong arah dan ketetapan tindakan menuju suatu tujuan. Motivasi merupakan suatu tindakan tertentu dimulai dari suatu dorongan (David Krec dkk, 1962:19). Motivasi berasal dari kata motif yang merupakan daya penggerak dari dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas aktivitas tertentu, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Motif merupakan suatu kondisi atau disposisi internal. Selanjutnya motivasi merupakan motif yang telah menjadi aktif pada saat saat tertentu (Charles Wingkel,1989:93). Senada dengan ini, motivasi adalah suatu pernyataan yang muncul dalam diri seseorang, termasuk dorongan, hasrat dan motif (Meggison Byrd Meggison, 2006:278). Jadi motivasi merupakan bagian dalam dari suatu keadaan yang menyebabkan seseorang dalam bertindak

16

dengan cara yang jelas untuk memenuhi beberapa tujuan tertentu. Motivasi menjelaskan mengapa orang melakukan suatu tindakan. Hal ini berpengaruh terhadap tindakan misalnya seorang pemimpin dalam memberikan motivasi bawahan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi sebagai kunci sukses atau kunci keberhasilan dalam meraih keberhasilan organisasi (Samuel C. Certo and S. Trevis Certo, 2006:2000-2001). Pada sumber lain, istilah motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak. Semua anggota tubuh bergerak menuju rangsangan dan aktivitas serta meninggalkan yang lainnya sesuai dengan selera dan keengganan mereka (Philip G. Zimbardo & Richard J. Gerrg, 1996:4280). Di sisi lain motivasi merujuk pada faktor faktor yang terdapat dalam diri seseorang yang secara optimal dapat menggerakkan, memelihara, dan mengarahkan perilaku untuk

mencapai suatu tujuan tertentu (Karen Huffman, dkk, 1995:302). Selanutnya Robins mendefinisikan motivasi sebagai keinginan untuk menggerakkan sekuat tenaga dan potensi agar tercapai tujuan yang terorganisasi, dilaksanakan melalui kemampuan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan individu (Stephen P Robins, 1996:212).Menurut Suryabrata juga menyatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh dinyatakan bahwa motivasi bukanlah hal yang dapat diamati, tetapi adalah hal yang dapat

17

disimpulkan adanya karena sesuatu yang dapat kita saksikan. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang itu didorong oleh suatu kekuatan dari dalam diri orang itu sendiri. Kekuatan pendorong inilah yang selanjutnya disebut sebagai motivasi (Sumardi Suryabrata, 1995:70). Motivasi dibedakan menjadi dua ialah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah berfungsi tanpa memerlukan rangsangan dari luar. Misalnya orang islam yang taat menjalankan untuk sembahyang lima waktu. Dorongan untuk

melaksanakan sangat tinggi. Bahkan kalao tidak melaksanakan merasa gundah terasa masih ada kewajiban atau hutang yang belum dibayar (Sumardi Suryabrata, 1995:70). Dalam kehidupan sehari-hari jarang disadari bahwa dengan sengaja kita memperhatikan dan merenungkan perbuatan-perbuatan teman-teman kita atau orang-orang lain, juga terhadap perbuatan kita sendiri, seringkali kita tidak begitu menghiraukannya. Tapi jika kita perhatikan timbul pertanyaan dalam diri kita, mengapa mereka

melakukan perbuatan perbuatan tersebut. Artinya dapat dikatakan bahwa apa yang mendorong mereka untuk berbuat demikian? Atau Apakah motif mereka? Maka yang dimaksud dengan motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak dan melakukan sesuatu. Atau seperti dikatakan oleh Sartain dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior yang dikutip oleh Ngalim Purwanto menyebutkan: motif adalah suatu pernyataan yang

18

kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku / perbuatan untuk mencapai suatu tujuan (Ngalim Purwanto, 1990:60). Kembali pada bahasan bahwa asal kata motivasi adalah movere yang berasal dari bahasa latin yang berarti daya penggerak atau dorongan dalam diri seseorang untuk berperilaku dan bertindak yang diarahkan (directed) dalam upaya mencapai tujuan tertentu. Dorongan berperilaku ini secara terus menerus dipertahankan hingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai (Arno F. Wittig, 1984:357). Hal yang sama dikatakan oleh Crawford yang menyatakan lebih dipertegas dengan ungkapan bahwa motivasi sebagai tenaga penggerak, inilah yang menjadi unsur determinan dalam mempengaruhi kesiapan seseorang untuk memulai melakukan serangkaian kegiatan (Crawford, 1987:155). Kalangan ahli dari disiplin ilmu psikologi menyatakan bahwa kemunculan motivasi didahului oleh adanya kebutuhan (need) dan dorongan (drive) (Elton B. McNeil, 1974:192). Kebutuhan

menjadi sumber energi atau pendorong bagi seseorang untuk mengambil keputusan dipenuhi atau tidak. Oleh karena itu, pendapat yang secara lugas mengungkapkan kebutuhan primer merupakan kekuatan pendorong bagi manusia untuk bertindak (David Krech dkk, 1962:69).Pengertian motivasi menurut Oemar (2003:105-106) ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk meninjau dan memahami motivasi, ialah (1) motivasi dipandang sebagai suatu proses. Pengetahuan tentang proses ini dapat membantu guru menjelaskan

19

tingkah laku yang diamati dan meramalkan tingkah laku orang lain, (2) menentukan karakteristik proses ini berdasarkan petunjuk-petunjuk tingkah laku seseorang. Petunjuk-petunjuk tersebut dapat dipercaya apabila dapat disebutkan kegunaannya untuk meramalkan dan menjelaskan tingkah laku lainnya. Selanjutnya Mc Donald (2003:106) (1959) merumuskan pengertian motivasi sebagai berikut. ”Motivation is an energy change within the person charakteriezed by affective arousal and anticipatory goal reaction”, yang selanjutnya diartikan, bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam rumusan tersebut ada tiga unsur yang saling berkaitan. Unsur-unsur ini ialah sebagai berikut: (a) arah prilaku, (b) kekuatan respon setelah seseorang memilih, mengikuti tindakan tertentu, (c) kelangsungan perilaku/ seberapa lama orang tersebut terus berperilaku menurut cara tertentu (John P. Campbell, dkk, 1970:346). Jadi pengertian motivasi adalah suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan-kekuatan yang ada dengan diri seseorang yang memulai dan mengarahkan perilaku (Gibson , 1991:94). Motivasi berhubungan erat dengan bagaimana perilaku itu bermula, diberi tenaga, disokong, diarahkan, diberikan reaksi subjektif yang ada dalam organisme, ketika semua itu berlangsung (M.R.Jones, 1955:14).Selanjutnya pada sumber lain menyebutkan bahwa konsep motivasi dituliskan sebagai berikut. Motivation is basic psychological process, few world deny that it is the

20

most inportant focus in the micro approach to organizational nehavior (Bobi De Poster & Mike Hernacki, 1992:15-18). Motivasi juga dapat dianggap sebagai disposisi nilai seseorang, yang jika telah terbentuk secara relatif dapat bertahan walaupun masih ada kemungkinan untuk dimodifikasi. Sedangkan proses motivasi merupakan interaksi antara motivasi dengan aspek-aspek situasi yang relevan (Heckhausen, 1988:17-18). Motivasi ternyata tercakup dan cenderung kepada keseluruhan proses interaksi antara motivasi dengan situasi yang mendorong serta timbulnya perilaku kearah tujuan tertentu. Menurut Hodgkinson (1962:144), perilaku manusia tidak terjadi dalam suatu ruang hampa, akan tetapi berlangsung dalam konteks sosial. Oleh karena itu, motivasi pada hakikatnya merupakan faktor rangsangan yang terjadi baik secara internal maupun oleh pengaruh lingkungan eksternal yang datang dari luar, yang selanjutnya akan menyebabkan manusia mengalami rangsangan atau dorongan dan kemudian bersikap dan berperilaku. Hal ini berarti motivasi adalah merupakan seperangkat daya ataupun kekuatan dalam jiwa yang harus diterjemahkan oleh seseorang kedalam bentuk perilaku yang sesuai dengan tuntutan yang timbul dari dalam (internal) dirinya maupun oleh dorongan dan lingkungannya (eksternal). Untuk mengukur derajat motivasi seseorang menurut Allport (1962:157), dapat ditelusuri melalui latar belakang motif seseorang

21

secara apa adanya. Keadaan yang tampil kepermukaan dalam kehidupan seseorang, ekspresi tentang kebutuhan dan perasaannya akan mencerminkan kondisi nyata yang terjadi pada dirinya dan bahkan tidak disadari. Selanjutnya Maslow (1976:22) juga mengulas lebih jauh kandungan mengenai motivasi, telaah dikembangkannya sejak tahun 1970, keinginan dan kebutuhan yang hendak dicapai oleh manusia dan menjadi elemen dasar penjelasan mengenai konsep motivasi. Model kebutuhan tentang motif-motif individu, kebutuhan individu terdiri dari beberapa tingkatan. Kebutuhan tingkat rendah, kebutuhan fisiologis seperti lapar, haus, seks dan sebagainya, sedangkan kebutuhan lebih tinggi seperti aktualisasi diri. Lebih lanjut Maslow (1976:22) mengatakan bahwa motivasi merupakan energi dalam diri seseorang yang ditandai oleh feeling dan didahului oleh tanggapan terhadap tujuan. Menurutnya motivasi mengadung tiga elemen yaitu: a) motivasi yang mengawali perubahan energi pada diri setiap individu dan berkaitan dengan perubahan tersebut maka tampak pada kegiatan fisik, (b) motivasi oleh karena adanya rasa (feeling), dan afeksi seseorang yang erat hubungannya dengan kondisi kejiwaan, afeksi dan emosi yang menentukan tingkah laku manusia, dan (c) motivasi yang terangsang karena adanya tujuan. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa motivasi sangat erat kaitannya dengan kebutuhan. Motivasi merupakan dorongan, hasrat, kebutuhan seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu dalam hal ini motivasi untuk

22

belajar. Motivasi pada hakikatnya merupakan faktor rangsangan yang terjadi baik secara internal maupun eksternal yang datang dari luar, yang selanjutnya akan menyebabkan manusia mengalami rangsangan atau dorongan dan kemudian bersikap dan berperilaku. Hal ini berarti motivasi adalah merupakan seperangkat daya ataupun kekuatan dalam jiwa yang harus diterjemahkan oleh seseorang kedalam bentuk perilaku yang sesuai dengan tuntutan yang timbul dari dalam (internal) dirinya maupun oleh dorongan dan lingkungannya (eksternal). Motivasi merupakan energi dalam diri seseorang yang ditandai oleh feeling dan didahului oleh tanggapan terhadap tujuan. Menurutnya motivasi mengandung tiga elemen yaitu: a) motivasi yang mengawali perubahan energi pada diri setiap individu dan berkaitan dengan perubahan tersebut maka tampak pada kegiatan fisik, (b) motivasi oleh karena adanya rasa (feeling), dan afeksi seseorang yang erat hubungannya dengan kondisi kejiwaan, afeksi dan emosi yang menentukan tingkah laku manusia, dan (c) motivasi yang terangsang karena adanya tujuan. Dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa motivasi belajar adalah merupakan motivasi perubahan energy, rasa, dan rangsangan atas tujuan dalam melakukan belajar di kedua SMA tersebut.

23

3. Prestasi Belajar Matematika Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, prilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar. Menurut Robert M. Gagne (1970:17) : belajar merupakan kegiatan yang kompleks dengan hasil belajar berupa kemampuan yang dihasilkan dari (1). stimulasi yang berasal dari lingkungan, dan (2). proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar. Jadi belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Dengan perkataan lain juga dapat dikatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang berlansung secara terus menerus, artinya sepanjang hayatnya manusia akan mengalami proses belajar, sedangkan salah satu definisi modern tentang belajar dinyatakan

bahwa belajar adalah pengalaman terencana yang membawa perubahan tingkah laku. Syaiful B.Dj. (2006:10) menyatakan: belajar adalah proses

perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Dalam hal ini belajar merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk mengubah tingkah laku seseorang baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Belajar tidak cukup hanya dengan

melihat atau mendengarkan saja tetapi subyek yang belajar harus melibatkan diri secara aktif baik fisik maupun mentalnya untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang diinginkan. Dengan demikian belajar yang efektif adalah belajar melalui latihan sebagai

24

praktik untuk mendapatkan pengalaman belajar pada aspek kogitif, afektif, dan psikomotor. Jung dalam Masnur (2007:196) juga menyatakan: belajar adalah suatu proses dimana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh pengalaman. Hal ini berarti pengalaman-pengalaman yang dialami dalam proses belajar dapat mengubah tingkah laku. Sebagai contoh, jika sesorang telah belajar tentang keliling lingkaran, ketika ingin mengetahui panjang lintasan benda yang bergerak dengan lintasan berbentuk lingkaran tidak dilakukan dengan mengukur tetapi menghitung dengan menggunakan rumus keliling lingkaran. Muhibbin Syah (2007:92) berpendapat bahwa belajar

merupakan tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Dalam pengertian ini tidak semua perubahan tingkah laku yang terjadi dapat dikatakan sebagai akibat proses belajar. Sebagai contoh perubahan tingkah laku karena kelelahan, sedih, jenuh dan lain-lain tidak dapat dipandang sebagai akibat proses belajar. Seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya merasakan adanya suatu perubahan dalam dirinya Jadi seseorang yang pada mulanya tidak mengerti menjadi mengerti, yang pada mulanya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu menjadi mampu melakukannya, yang semula belum terampil menjadi terampil dan mempunyai

25

perubahan sikap. Selanjutnya yang dimaksud dengan belajar adalah suatu kegiatan individu yang berproses secara terencana, terus menerus atau kontinu atau berkesinambungan untuk memperoleh kemampuan tertentu sehingga mengalami perubahan sikap dan tingkah laku yang positip dan lebih baik dari sebelumnya, dengan demikian makin banyak usaha belajar makin banyak pula mengalami peningkatan

pemahaman pengetahuan dan ketrampilan pada diri peserta didik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999:14) belajar adalah usaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Dengan demikian wujud prestasi belajar kepandaian dan pengetahuan yang dimiliki seseorang setelah melakukan kegiatan belajar. Sedangkan menurut Herman Hudojo (1998:39) mengemukakan pendapatnya tentang prestasi belajar sebagai berikut : Prestasi belajar dan proses belajar kedua-duanya penting, di dalam belajar terjadi proses berfikir. Seseorang dikatakan berfikir bila orang itu melakukan kegiatan mental, bukan kegiatan motorik walaupun kegiatan motorik ini dapat pula bersama-sama dengan kegiatan mental tersebut, dalam mental itu orang menyusun hubungan antara bagian-bagian informasi yang telah diperoleh sebagai pengertian. Karena itu menjadi memahami dan menguasai hubungan tersebut sehingga orang itu dapat menampilkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran yang dipelajari, inilah merupakan prestasi belajar. Pengertian ini memberikan gambaran bahwa prestasi belajar merupakan pengetahuan yang dimiliki seseorang setelah mengalami

26

proses pembelajaran dan hal itu diperlihatkan dengan kemampuan memecahkan masalah dengan menerapkan pengetahuan yang

diperoleh dari proses pembelajaran. Kemudian Sudjana (1990:24) menyebutkan yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Jadi prestasi belajar adalah kemampuan yang diperoleh berdasarkan proses belajar. Ada lima katagori tentang kemampuan yang dihasilkan berdasarkan proses belajar, yaitu; (1) Kecakapan untuk

mengkomunikasikan pengetahuan secara verbal, yang dikatagorikan sebagai informasi verbal, (2) Kecakapan dalam bertindak melalui penilaian terhadap suatu stimulus dikatagorikan sebagai sikap, (3) Kecakapan membedakan, memahami konsep maupun aturan serta dapat memecahkan masalah, dikatakan sebagai keterampilan

intelektual, (4) Kecakapan mengelola dan mengembangkan proses berpikir melalui pemahaman, analisis dan sintesis, dikatagorikan sebagai keterampilan strategi kognitif, (5) Kecakapan yang

diperlihatkan secara tepat, tepat dan lancar melalui gerakan anggota tubuh, ini dikatagorikan sebagai keterampilan motorik. Semua kecakapan peserta didik yang dicapai melalui proses belajar mengajar dapat diukur seberapa jauh kinerjanya. Kinerja ini yang disebut prestasi belajar yang dapat diukur atau dinilai dengan ujian tertulis dan ujian lisan (tes non-tes) atau cara lainnya yang

27

sejenis. Tes dan non tes adalah suatu alat ukur yang dapat dipergunakan oleh dosen/ lembaga dalam melakukan pengukuran. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh peserta didik menurut aturan atau formulasi yang jelas. Jadi yang dimaksud prestasi belajar adalah hasil evaluasi peserta didik dengan menggunakan alat penilaian setelah dilakukan proses pembelajaran secara terencana baik materi maupun waktunya serta prestasi belajar yang diinginkan disesuaikan dengan jenis dan fungsinya dalam penilaian atau pengukuran. Pada penelitian ini yang dimaksudkan dengan prestasi belajar adalah nilai akhir mata pelajaran matematika siswa pada semester dimana penelitian berjalan. Bidang studi matematika merupakan salah satu bidang studi yang memerlukan kemampuan kognitif dari siswa, dimana dalam pelajaran matematika ini siswa dituntut untuk dapat berfikir abstrak karena matematika adalah suatu abstraksi, suatu generalisasi, yang harus dipelajari dari konsep-konsep yang telah tumbuh lama dari generasi ke generasi. Dapat dikatakan bahwa matematika adalah alat berpikir yang mendasari semua ilmu dalam kehidupan manusia. Pada hakekatnya pengajaran yang ditanamkam matematika adalah untuk memperbaiki dan mengembangkan daya mental anak didik, atau siapapun yang terlibat di dalam proses belajar matematika. Proses belajar matematika

28

yang dilakukan secara aktif dengan segenap pancaindra perlu ditindak lanjuti, yaitu dengan proses sosialisasi. Proses sosialisasi dalam hal ini yang dimaksud adalah mensosialisasikan atau menularkan kepada pihak yang lain, yang pada gilirannya nanti akan melahirkan suatu pengalaman. Dari pengalaman yang satu ke pengalaman yang lain akan menyebabkan proses perubahan pada diri seseorang. Dalam mempelajari matematika memerlukan banyak

pengulangan atau latihan, guna mengingat rumus-rumus matematika, menguasai konsep sederhana sampai kepada konsep yang lebih sulit. Sebagai dasar yang sangat penting dalam memecahkan masalah matematika harus ada insight, karena matematika bukan merupakan hapalan. Pelajaran matematika pada dasarnya sangat memerlukan banyak latihan, namun pada kenyataannya masih terdapat kekurangan waktu bagi guru untuk membahas soal-soal di kelas. Untuk menjelaskan materi kadang-kadang masih kekurangan waktu. Dalam hal ini Suhartin Citro Broto mengemukakan bahwa beberapa guru kurang memberikan latihan, padahal matematika itu memerlukan banyak latihan. (RI Suhartin Citro Broto, 1983 : 39). Berdasarkan uraian yang dikemukakan diatas, maka prestasi belajar dalam tulisan ini adalah kemampuan matematika yang dimiliki siswa setelah menerima pelajaran matematika yang dibatasi pada ranah kognitif dalam tingkatan ingatan, pemahaman dan aplikasi.

29

B. Kerangka Berpikir 1. Pengaruh Gaya Hidup (X 1 ) terhadap Prestasi Belajar Matematika (Y) Gaya hidup adalah pola hidup dimana seseorang mengelola waktu dan uangnya, bagaimana seseorang menggunakan dan membagi waktunya dan bagaimana ia menghabiskan uangnya. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang melakukan aktivitas kesehariannya dalam hidupnya. Juga, penggunaan waktu secara efisien dan efektif sehingga segala waktunya dapat bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain yang ada di sekitarnya, baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat di mana ia berada. Disamping itu juga ada unsur silaturahim, mengadakan hubungan antar individu dan juga sekaligus melakukan sosialisasi dengan orang lain. Gaya hidup harus dikelola seefisien dan seefektif mungkin

sehingga memberikan pengaruh dengan prestasi belajar matematika.

2. Pengaruh Motivasi Belajar (X 2 ) terhadap Prestasi Belajar Matematika (Y) Motivasi merupakan dorongan, hasrat, kebutuhan seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu. Sehingga motivasi dapat juga didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong arah dan ketetapan tindakan menuju suatu tujuan.

30

Motivasi belajar dapat diartikan sebagai dorongan yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik untuk belajar. Sedangkan prestasi belajar matematika siswa merupakan prestasi kerja yang ditentukan oleh motivasi. Bagi siswa yang mempunyai motivasi tinggi cenderung akan mempunyai prestasi belajar matematika yang tinggi pula.

3. Pengaruh Gaya Hidup (X 1 ) dan Motivasi Belajar (X 2 ) terhadap Prestasi Belajar Matematika (Y) Variabel gaya hidup dan motivasi belajar secara bersama sama berpengaruh terhapa prestasi belajar matematika. Selanjutnya salah satu variabel gaya hidup (X1) atau variabel motivasi (X2) mempunyai pengaruh terhadap variabel prestasi belajar matematika (Y) dengan asumsi variabel lain dianggap tetap (ceteris paribus).

C. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka berpikir yang telah dibahas di atas, maka dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh gaya hidup (X 1 ) terhadap prestasi belajar matematika (Y). 2. Terdapat pengaruh matematika (Y). 3. Terdapat pengaruh gaya hidup (X 1 ) dan motivasi belajar (X 2 ) terhadap prestasi belajar matematika (Y). motivasi belajar (X 2 ) terhadap prestasi belajar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Dalam Bab ini dibahas mengenai tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi, sampel penelitian, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, instrumen penelitian dan teknik analisis data.

A.

Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 dan SMA PGRI 1 Bogor. Pemilihan tempat ini dilakukan karena adanya ijin dari kepala sekolah untuk
diadakan penelitian sehingga mempermudah pengambilan data dari sampel,

kesesuaian dengan ruang lingkup penelitian dan penghematan waktu dan biaya penelitian. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011. Pemilihan waktu ini bertepatan dengan waktu kosong yang telah

disiapkan oleh masing-masing kepala sekolah SMAN 1 dan SMA PGRI 1 Bogor.

31

32

B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik korelasional. Penelitian ini mencakup dua variabel bebas yaitu motivasi belajar dan gaya hidup. Serta satu variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika siswa. Penelitian pada metode ini yaitu penelitian dengan mengetahui Pengaruh satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat (bivariat) atau pengaruh lebih dari dua variabel terhadap satu variabel terikat (multivariat) berdasarkan analisis regresi sederhana dan regresi ganda. Variabel yang diteliti menggunakan tiga variabel terdiri dari variabel bebas yaitu gaya hidup (X 1 ) dan motivasi belajar (X 2 ), sedangkan variabel terikatnya prestasi belajar matematika (Y). Metode ini dipilih sesuai dengan tujuan penelitian dan antara variabel gaya peneliti ingin mengetahui bagaimanakah pengaruh hidup terhadap prestasi belajar matematika,

bagaimanakah pengaruh antara variabel motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika, bagaimanakah pengaruh antara variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika secara

bersama-sama, dan bagaimanakah sumbangan variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar desain penelitian pengaruh: terhadap prestasi belajar matematika. Berikut

X1 Y X2

Gambar 3.1 Konstalasi hubungan antar variabel

33

Keterangan : X1 X2 Y = gaya hidup = motivasi belajar = prestasi belajar matematika

C. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilakukan terhadap siswa SMAN 1 dan SMA1 PGRI Bogor yang populasi kelas dua dengan jumlah siswanya sekitar 130 siswa. Slovin yang dikutip dalam bukunya Husaen Umar (2005:134)

dimana persentase kesalahan diperkirakan sebesar e = 10% atau 0.10 dan populasi N=950. Bahkan di buku lain yang dikarang oleh Rusadi Ruslan (2006:147) menyebutkan bahwa di dalam penelitian korelasional ukuran sampel yang dapat diterima minimum berjumlah 30 orang. Metode sampel yang digunakan adalah random acak sederhana secara proporsional. Beberapa langkah yang ditempuh untuk memperoleh sampel adalah sebagai berikut: 1. Membuat daftar populasi dalam bentuk nomor-nomor individu secara berurutan.

34

2. Dengan menggunakan tabel angka random dilakukan pemilihan sampel sesuai dengan jumlah yang ditentukan untuk setiap sekolah. 3. Mencocokkan nomor urut yang terambil dengan nomor urut sampel yang telah disusun untuk kemudian menetapkan siswa yang terpilih sebagai sampel.

D. Teknik Pengumpulan Data Ada dua variable yang diukur secara tidak langsung. Pengukuran dengan menggunakan angket yang akan dikembangkan secara cermat oleh peneliti untuk masing-masing variable. Kedua variabel yang dimaksud adalah (1). gaya hidup, dan (2). motivasi belajar. Adapun variabel prestasi belajar matematika diambil dari nilai akhir mata pelajaran matematika siswa yang ada di bagian administrasi. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan pengukuran pada situasi nyata di lapangan, sesuai dengan pengalaman, pemahaman dan penilaian para siswa atau responden tentang apa yang dialami, bukan apa yang mereka inginkan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kedua variabel tersebut dikembangkan melalui indikator dari masing-masing variabel. Sebelum

instrumen digunakan untuk penelitian dilakukan pengujian tentang validitas dan reliabilitas dengan membagikan instrumen kepada 20 orang siswa. Jawaban ini diolah dan dipergunakan untuk menguji instrumen. Validitas dengan koefisien korelasi Person (product moment) dan tes reliabilitas dengan koefisien Gronbach Alpha pada instrumen dengan jawaban Likert.

35

Nilai setiap butir dikatakan valid jika nilai koefisien korelasi Pearson/ product moment signifikan secara statistik. Untuk n=45 maka r = 0.297 sudah signifikan, untuk n = 20 dengan r = 0.35 sudah signifikan. Nilai Gronbach alpha sebagaimana dalam Trinton memuat batasan atau kriteria nilai Gronbach Alpha lebih besar atau sama dengan 0.6 dikatakan instrument itu reliable. Hal ini parallel dengan pendapat Cohen dkk (2007: 506) yang menyatakan bahwa untuk Gronbach Alpha kurang dari 0.60 dinyatakan tidak reliable, sama dengan atau lebih besar 0.60 dikatakan bahwa instrument itu cukup reliabel, jika sama atau lebih besar 0.70 dikatakan reliabel, dan jika sama atau lebih dari 0.80 dikatakann sangat reliable, dan jika sama dengan atau diatas 0.90 dikatakan sangat sangat reliabel.

E. Teknik Analisis Data Dalam tesis ini saya menggunakan analisis regresi, adapun menggunakan analisis ini dikarenakan perhitungan akan lebih mudah dalam proses penyelesaian tesis ini. Regresi merupakan pengaruh (Causal relationship) beberapa variabel independen (X’s) yang menjelaskan ke satu variabel dependen (Y). Bahkan secara ekstrim dapat dikatakan bahwa hubungan pengaruh beberapa variabel independen (X’s) terhadap satu variabel independen (Y). Analisis regresi yang mempunyai dua independen variable atau lebih disebut analisis regresi ganda.
o

Kerangka
1 1 2

analisis atau
2

ini

biasanya
o

dituliskan
1 1 2 2

sebagai

berikut Berbagai

ˆ Y =b +b X +b X

Y = b + b X + b X + e.

36

asumsi biasanya diikutsertakan dalam analisis regresi ini, bahkan acapkali di pergunakan sebagai persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan ini banyak silang pendapat, diantaranya sebagaimana diuraikan dibawah ini. Asumsi yang diajukan oleh Gorard yang dikutip oleh Cohen dkk (2007:542). 1) 2) 3) 4) 5) Semua data berasal dari sampel yang dipilih secara random; Paling tidak variabel independen merupakan angka riil; Tak ada outlier; Semua variabel diukur dengan benar tanpa ada kesalahan; Ada hubungan linear antara variabel dependen dengan variabelvariabel inde[endennya; 6) Variabel dependen mengikuti distribusi normal, atau minimal terpenuhi asumsi berkut; 7) 8) Galat mengikuti distribusi normal; Varians setiap variabel konsisten vs variabel lainnya, atau minimal terpenuhi asumsi berikut; 9) Galat dari variabel dependen terkait dengan setiap variabel independen mempunyai varians yang konstan; 10) Galat tidak berkorelasi dengan variabel variabel independen nya; 11) Galat mempunyai rata rata nol dan berkorelasi secara linear dengan variabel dependennya; 12) Tak ada sutupun variabel independen kolinear dengan variabelvariabel independen lainnya;

37

13) Korelasi antar galat sama dengan nol.

Selanjutnya dari 13 butir asumsi di atas, dipadatkan menjadi tujuh butir berikut ini sebagaimana pada Cohen dkk. 1) Data berasal dari sampel yang dipilih secara random; 2) Data mempunyai skala interval atau rasio; 3) Tak ada outlier; 4) Hubungan linear antara variabel dependen dengan variabel-variabel independen; 5) Variabel dependen mengikuti distribusi normal, atau minimal asumsi berikut terpenuhi; 6) Galat mengikuti distribusi normal; dan 7) Tak ada kolinearitas.

Lebih lanjut Gujarati dalam karangan bukunya yang berjudul Essentials of Econometrics menyebutkan bahwa persyaratan dalam regresi ganda adalah (1) semua variabel independen non stochastik (2). Rata rata galat sama dengan nol dg variance konstan, dan mengikuti distribusi normal yang dapat dituliskan sebagai berikut e i ≈N(µ¸σ²) Hal serupa

(3).Homoscedasticity (4).No exact multicollinearity.

Intrilgator. M. D. dalam bukunya yang berjudul Econometric Models, Techniques, and Applications. Menuliskan bahwa asumsi atau persyaratan dalam regresi ganda (1).multikolineariti, (2).heteroscedastisiti, (3). Galat

38

atau e mengikuti ditribusi normal dengan rata rata nol dan simpangan baku sigma (σ). Dalam penelitian ini akan dilakukan uji persyaratan sebagai pemenuhan asumsi yang diperlukan dalam analisis regresi ganda pada hal yang sangat penting secara praktis sebagaimana diutarakan pada ringkasan Cohen, Gujarati dan Intriligator. Uji persyaratan yang dimaksud adalah uji (1). normalitas bagi variable dependen, dan galat, (2) uji persyaratan linearitas, (3) uji persyaratan multikolineariti, (4) uji persyaratan heteroskedastisiti. Jadi penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda. Variabel dependen adalah prestasi belajar matematika (Y), dan variabel independen ada dua ialah gaya hidup (X 1 ), dan motivasi belajar (X 2 ). Sebelum

analisis regresi diaplikasikan, uji persyaratan dilakukan terlebih dahulu. Uji tersebut mencakup:

(i)

uji normalitas variable dependen atau (Y), dan uji normalitas galat taksiran regresi e≈N(µ,σ),

(ii) (iii) (iv)

uji homogenitas varian atau tak ada heteroskedastisiti, uji multikolineariti antar variabel independen, uji tuna cocok persamaan regresi.

Uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan sig. > 0.05 maka Ho diterima. Jadi Variabel mengikuti distribusi

39

normal. Uji homoskedastisiti atau data tidak menggerombol-gerombol dengan metode pola grafik. Dalam pola grafik, disajikan grafik galatkwadrat vs Y prediksi. Data homoskedastis jika grafik menunjukkan tak ada pola yang sistimatis, berapapun Y prediksi, galat kuadrat relatif sama, dan variance konstan. Uji multikolineariti dengan uji tolerance (TOL) dan Variance Inflation Factor (VIF). Kolinieritas tidak ada jika nilai TOL dan VIF mendekati 1 (satu).

Selanjutnya tuna cocok atau goodness of fit dilakukan dengan menggunakan metode yang sering dipergunakan oleh para peneliti terdahulu. Tuna cocok pada analisis regresi depergunakan nilai R, R2 dan nilai adjusted R2 dan nilai R2 change. Hal ini segaimana dijelaskan pada manual help SPSS versi 16 (manual guade help SPSS V 16). Tuna cocok diuji dengan nilai R dan nilai R2 maupun nilai yang diselaraskannya. Jika nilai R dan nilai R2 maupun nilai yang diselaraskannya tetap besar maka model regresi dinyatakan cocok atau fit. Berdasarkan metode yang dijelaskan di atas, maka penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda, dan uji berbagai persyaratan termasuk uji tuna cocok juga dilakukan sebelum analisis selanjutnya.

40

F. Perumusan Hipotesis Statistik Selanjutnya hipotesis penelitian secara statistik dapat dituliskan dalam kalimat verbal sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh positif antara gaya hidup(X 1 ) terhadap prestasi belajar matematika siswa (Y) ceteris paribus pada motivasi belajar (X 2 ). 2. Terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar (X 2 ) terhadap prestasi belajar matematika siswa (Y), ceteris paribus pada gaya hidup (X 1 ). 3. Terdapat pengaruh antara gaya hidup (X 1 ) dan motivasi belajar (X 2 ) terhadap prestasi belajar matematika siswa (Y).

Analisis lanjutan dilakukan dengan menerapkan persamaan regresi ganda yang diselaraskan pada data penelitian dengan

berbagai persyaratan yang secara teoritis telah diuraikan diatas.

41

G. Instrumen Penelitian

INSTRUMEN GAYA HIDUP JAWABAN Selalu (SL) Sering (SR) Jarang (J) Tidak Pernah (TP)

NO PERNYATAAN 1 Setiap keluarga memililiki pola asuh sendiri-sendiri . 2 Setiap individu memiliki karakter bawaan, tapi dapat berubah akibat lingkungan. 3 Jika saya mempunyai permasalahan, diselesaikan dengan anggota keluarga. 4 Saya setuju handphone harus diganti berdasarkan perkembangan teknologi terkini. 5 Saya senantiasa konsultasi dengan orang tua dalam hal yang fundamental. 6 Perubahan jaman akan membawa perubahan gaya hidup. 7 Pola hidup yang baik adalah bersenang-senang. 8 Saya ikut jalan-jalan di mal,hanya ikut tren teman . 9 Saya berbelanja menggunakan ATM. 10 Saya membeli barang hanya karena yang saya perlukan. 11 Saya setuju bahwa konsumtif adalah pola hidup yang perlu ditiru. 12 Saya membersihkan kamar tidur saya sendiri. 13 Saya sangat tergantung dengan komputer/laptop. 14 Saya dan orang tua sekali-kali berekreasi. 15 Saya menirukan gaya hidup teman temanku di sekolah. Catatan: Gaya hidup pada penelitian ini adalah pola hidup dimana seseorang membagi, menghabiskan dan mengelola waktu dan uangnya demi citra dan status sosialnya.

42

INSTRUMEN MOTIVASI BELAJAR JAWABAN Selalu (SL) Sering (SR) Jarang (J) Tidak Pernah (TP) No PERNYATAAN 1 Keberhasilan saya selama ini ditentukan oleh kerja keras saya sendiri. 2 Dengan ketekunan belajar saya dapat mencapai sukses. 3 Saya belajar dengan teratur agar memperoleh prestasinya lebih baik. 4 Saya selalu dipengaruhi perasaan takut gagal daripada harapan untuk sukses. 5 Saya yakin dapat mencapai prestasi belajar yang baik dibandingkan temanteman. 6 Walaupun lelah saya tetap belajar, agar memperoleh prestasi yang baik di masa datang. 7 Saya menetapkan target nilai mata pelajaran MIPA sesuai dengan kemampuan saya. 8 Saya suka tugas yang sulit sehingga saya dapat mengukur seberapa tinggi kemampuan saya. 9 Saya suka mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ide yang baru. 10 Saya selalu mengisi waktu luang dengan belajar. 11 Saya mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas tepat waktunya. 12 Saya senang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang menantang. 13 Saya lebih tertarik untuk belajar dari pada berkunjung ke rumah teman. 14 Bagi saya tugas yang ringan lebih menarik dari pada tugas yang berat. 15 Waktu luang lebih banyak saya digunakan untuk santai daripada membaca buku. Catatan: Motivasi Belajar adalah perubahan energy, rasa, dan rangsangan atas tujuan dalam melakukan belajar di kedua SMA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Sekolah Menengah Atas dalam penelitian ini terdiri dari SMAN I Bogor dan SMA PGRI I Bogor. Kedua sekolah tersebut merupakan sekolah favorit, banyak peminatnya masuk ke sekolah tersebut. SMAN 1 Jl Ir H Juanda 16, Pabaton, Bogor Tengah BOGOR yang terletak disamping Istana Bogor. Sedangkan SMA I PGRI terletak di Jl Bina Marga I 17 RT 004/08 BOGOR. Distribusi responden yang diteliti dari SMAN I ada 66 siswa dan dari SMA I PGRI ada 64 siswa. Total siswa yang dijadikan sampel ada 130 siswa. Jika dilihat menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa samel yang terpilih di SMAN I perempuan lebih banyak dibandingkan di SMA I PGRI yang ternyata laki-laki yang terpilih lebih banyak. Jadi karakteristk responden menurut jenis kelamin sangan berbeda menurut kedua SMA tersebut. Siswa SMAN I cenderung difavoritkan oleh siswa perempuan, sedangkan SMA I PGRI cenderung difavoritkan oleh siswa laki-laki.

43

44

Selanjutnya jika dilihat menurut variabel jumlah saudara kandung juga menunjukkan karakteristik yang berbeda. Secara umum menunjukkan bahwa mayoritas mempunyai saudara kandung satu, dua, dan tiga. Jika

dilihat masing masing sekolah menunjukkan ada perbedaan yang cukup mencolok. Di SMAN I menunjukkan modus dengan saudara kandung tiga, sedangkan di SMA I PGRI menunjukkan modus bersaudara kandung dua. Secara umum perbedaan ini menunjukkan bahwa siswa di SMA I PGRI cenderung saudara kandungnya lebih sedikit dibandingkan di SMAN I. Dengan perkataan lain anggota rumah tangga anak anak SMA I PGRI cenderung lebih kecil dibandingkan dengan di SMAN I.

45

Berdasarkan angka angka pada Tabel 4.3a dan Tabel 4.3b menunjukkan bahwa responden menurut urutan anak yang ke berapa justru di SMAN I mayoritas anak pertama, jauh lebih banyak dibandingkan siswa di SMA I PGRI. Anak keduanya menjadi sebaliknya di SMA I PGRI lebih

banyak dibandingkan siswa di SMAN I.

Berdasarkan angka angka pada Tabel 4.4a dan Tabel 4.4b menunjukkan bahwa responden menurut pekerjaan orang tua mayoritas swasta baru pegawai negeri. Tujuh puluh tujuh persen orang tua siswa

bekerja sebagai PNS dan Swasta. Kemudian jika dilihat menurut sekolah menunjukkan bahwa di SMAN I sekitar 74 persen, sedangkan di SMA I PGRI sekitar 79 persen anak pertama dan kedua.

46

Berdasarkan angka angka pada Tabel 4.5a dan Tabel 4.5b menunjukkan bahwa responden menurut pendidikan Ayah. Secara

keseluruhan berpendidikan SLTA sekitar 74 persen. Pendidikan orang tua yang anaknya sekolah di SMA I PGRI dan pendidikannya SLTA sekitar 80 persen, sedangkan di SMAN I ada 68 persen.Yang berpendidikan S1 di SMAN I ada 24 persen dibandingkan yang di SMA I PGRI hanya sekitar 16 persen. Selanjutnya pada kedua SMA, siswa yang ayahnya berpendidikan S2 adalah sama jumlahnya, ialah masing masing ada 3 orang.

47

Berdasarkan angka angka pada Tabel 4.6a dan Tabel 4.6b menunjukkan bahwa responden menurut pendidikan Ibu. Secara keseluruhan berpendidikan SLTA sekitar 78 persen. Pendidikan Ibu yang anaknya sekolah di SMA I PGRI dan pendidikannya SLTA sekitar 77,7 persen, ada 76,56 persen di SMA I PGRI, dan ada 78,79 di SMAN I. Di SMA I PGRI yang berpendidikan S2 lebih banyak, namun di SMA I PGRI justru ada yang berpendidikn S3 satu orang.

B. Pengujian Persyaratan Analisis 1. Uji Vaiditas dan Reliabilitas Sesuai dengan uraian pada bab sebelumnya bahwa uji validitas butir dilakukan dengan menghitung nilai product moment antara butir yang di uji validitasnya dengan jumlah skor butir butir lainnya. Hasil ini ada di kolom corrected item-Total Correction. Dari kolom ini menunjukkan bahwa semua butir Valid, karena semua diatas 0.23 sudah signifikan.

48

Selanjutnya reliabilitas diukur dengan Alpha Cronbach. Jika dilai alpha diatas 0,60 maka dikatakan bahwa instrumen yang terdiri dari sejumlah butir-butir tersebuta adalah reliabel. Pada Ujicoba ini

menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach nya sama dengan 0,933 > 0,60 berarti instrumen Gaya Hidup dinyatakan reliabel.

Hal yang sama untuk variabel motivasi belajar menunjukkan hal hal yang serupa. Berdasarkan nilai product moment atau nilai Corrected Item-

49

Total Correlation semuanya menujukkan angka yang valid. Selanjutnya reliabilitas diukur dengan Alpha Cronbach. Jika dilai alpha diatas 0,60 paka dikatanan bahwa instrumen yang terdiri dari sejumlah butir-butir tersebuta adalah reliabel. Pada Ujicoba ini menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach nya sama dengan 0,993 > 0,60 berarti instrumen variabel Motivasi belajar dinyatakan reliabel.

Tabel 4.8 Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Motivasi Belajar (Mot)
Reliability Statistics Cronbach's Alpha .992 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Mot1 29.05 Mot2 29.00 Mot3 29.00 Mot4 29.05 Mot5 29.00 Mot6 29.00 Mot7 29.00 Mot8 29.00 Mot9 29.00 Mot10 28.95 Mot11 28.95 Mot12 28.95 Mot13 28.95 Mot14 28.90 Mot15 28.90 Scale Variance if Item Deleted 199,734 201,263 201,263 199,734 201,263 201,053 200,737 201,053 200,737 202,471 201,839 202,471 201,839 203,042 203,042 N of Items 15 Cronbach's Alpha if Item Deleted .990 .991 .991 .990 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .993 .993

Corrected Item-Total Correlation .993 .965 .965 .993 .965 .972 .983 .972 .983 .902 .924 .902 .924 .826 .826

50

2.

Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Variabel Secara klasikal diperlukan uji hipotesis apakah semua variabel dalam penelitian mengikuti distribusi normal. Ketiga variabel

penelitian baik variabel Motivasi Belajar, variabel Gaya Hidup, dan variabel Prestasi Belajar Matematika mengikuti distribusi normal.

Hal ini ditunjukkan bahwa nila Kolmogorov-Smirnov Z dari ketiga variabel tersebut sangat kecil, yang secara berurutan untuk variabel Motivasi Belajar, Variabel Gaya Hidup, dan Variabel Prestasi Belajar Matematika menunjukkan hasil penelitian adalah 0,817 0,848 dan 1,207 dengan signifikansi secara berurutan Sig.= 0.517 > 0.05 untuk variabel Motivasi Belajar, sig. = 0,469 > 0.05 untuk variabel

51

Gaya Hidup, dan Sig. =0.109 > 0.05 untuk variable Prestasi Belajar Matematika. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan ketiga variabel diatas mengikuti distribusi normal dapat diterima. Jadi secara ketiga variabel dalam penelitian ini semuanya mengikuti distribusi normal.

b. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang sempurna di antara variabel bebas. Salah satu cara untuk mendeteksi adanya multikolinearitas adalah dengan melihat tolerance atau Varians Inflation Factor (VIF). Apabila tolerance lebih kecil dari 0,1 atau nilai VIF di atas 10, maka terjadi multikolinearitas. Aturan yang berikutnya adalah jika nilai Tol dan VIF mendekati angka satu maka dalam analisis regresi ganda tak ada multikoliniaritas. Hasil uji multikolinearitas pada pada tabel di atas diketahui bahwa hasil Tolerance dan nilai Varians Inflation Factor (VIF) pada masing-masing variabel mendekati nilai angka satu. Sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada multikolinieritas antara Gaya Hidup dan Motivasi Belajar pada analisis regresi ganda ini.

52

c. Uji Heteroskedastiditi Pengertian heteroskedastisitas adalah apabila kesalahan atau residual yang diamati tidak memiliki varian yang konstan. Kondisi heteroskedastisitas sering terjadi pada data cross section, atau data yang diambil dari beberapa responden pada suatu waktu tertentu. Salah satu metode untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas adalah dengan membuat scatter-plot antara standardized Residual (ZRESID) dan Standardized Predicted Value (Y topi). Pada gambar dibawah ini menunjukkan tidak ada perubahan e sepanjang Ytopi lihat Gambar 4.1, maka dinyatakan tidak ada heteroskedastisitas pada galat (error/ residual) tersebut.

53

d. Uji Normalitas Galat/ Residual

54

Berdasarkan Tabel 4.11 menunjukkan bahwa error (e) atau residual, yang juga disebut galat yang dihasilkan dari persamaan berikut.

ˆ e=Y−Y e = error Y = data prestasi belajar ˆ Y = data hasil regresi
Persyaratan regresi yang baik jika residualnya mengikuti distribusi normal. Berdasarkan data statistik pada Tabel 4.11

menunjukkan bahwa uji hipotesis yang menyatakan distribusi residual pada analisis regresi ini mengikuti distribusi normal dapat diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Kolmogorov-Smirnov Z = 1.00 dan sig. 0.27 > 0.05. regresi terpenuhi. Hal ini berarti asumsi atau persyaratan analisis

C. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan 1. Pengujian Hipotesis a. Koefisien Korelasi Ganda Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana pada Tabel 4.12 menunjukkan bahwa variabel Gaya Hidup dan Motivasi Belajar secara bersama sama mempunyai korelasi ganda dengan variabel Prestasi Belajar Matematika sebesar R = + 0.957 yang berarti makin tinggi gaya hidup dan motivasi belajar seseorang akan diikuti makin

55

tingginya prestasi belajar matematika. Korelasi ganda ini sangat kuat karena mendekati angka satu (1). Selanjutnya variabel Gaya Hidup

dan variabel Motivasi Belajar secara bersama sama dapat menentukan variabel Prestasi Belajar Matematika sebesar 91.6 persen (R Square = 0.916). Koefisien korelasi ganda dan koefisien determinasi ini

menunjukkan tingkat sangat signifikan signifikan, karena nilai sig. = 0.000 < 0.01 dan nilai F = 689578.

b. Uji Hipotesis Berdasarkan Tabel 4.13 dapat diturunkan persamaan regresi ganda dapat dituliskan sebagai dibawah ini. Persamaan ini

sebagaimana lazimnya yang dijumpai diberbagai makalah maupun buku, terutama buku-buku ekonometrika.

56

ˆ Y = 51.012 + 0.137 X (Gaya Hidup) + 0.906 X (Motivasi) 1 2 t o 57.487 4.920 32.462 sig. 0.000 0.000 0.000 Fo = 689.578 ; Sig = 0.000

1) Ada pengaruh Gaya Hidup terhadap Prestasi Belajar Matematika Berdasarkan Tabel 4.14 dan persamaan regresi ganda menunjukkan bahwa hipotesis statistik Ho: Tidak ada pengaruh variabel Gaya Hidup (X1) terhadap variabel Prestasi Belajar

Matematika (Y) ditolak karena nilai to = 4.920 dan sig. = 0.000 < 0.05. Hal ini berarti H1 diterima. Artinya hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada pengaruh Gaya Hidup terhadap Prestasi Belajar Matematika dapat diterima. Pengaruh ini sangat signifikan karena nilai sig. = 0.000 < 0.01 (bukan hanya kurang dari 0.05). Lebih lanjut berdasarkan persamaan regresi ganda tersebut dapat diuraikan bahwa setiap kenaikan satu unit Gaya Hidup akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 0.137 unit, ceteris paribus atau variabel Motivasi Belajar tidak berubah.

57

2) Ada pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Berdasarkan Tabel 4.14 dan persamaan regresi ganda menunjukkan bahwa hipotesis statistik Ho: Tidak ada pengaruh variabel Motivasi Belajar (X2) terhadap variabel Prestasi Belajar Matematika (Y) ditolak karena nilai to = 32.462 dan sig. = 0.000 < 0.05. Hal ini berarti H1 diterima. Artinya hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika dapat diterima. Pengaruh ini sangat signifikan karena nila sig. = 0.000 < 0.01 (bukan hanya kurang dari 0.05). Lebih lanjut berdasarkan persamaan regresi ganda tersebut dapat diuraikan bahwa setiap kenaikan satu unit Motivasi Belajar akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 0.906 unit, ceteris paribus atau variabel Gaya Hidup tidak berubah.

3) Ada pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar secara bersama sama terhadap Prestasi Belajar Matematika. Selanjutnya berdasarkan Tabel 4.13 dan persamaan regresi ganda menunjukkan bahwa hipotesis statistik Ho: Tidak ada pengaruh variabel Gaya Hidup (X1) dan variabel Motivasi Belajar (X2) secara bersama sama terhadap variabel Prestasi Belajar

58

Matematika (Y) ditolak karena nilai Fo = 689.578 dan sig. = 0.000 < 0.05 (Ho ditolak). Berdasarkan Table 4.14 lebih lanjut berpengaruh secara signifikan ini dapat dilihat juga sebagai berikut dengan masing masing nilai nilai sig nya kurang dari 0.05 bahkan kurang dari 0.01 (Gaya Hidup to = 4.920 dan sig. = 0.000 < 0.05. Motivasi Belajar to = 32.462 dan sig. = 0.000 < 0.05). Hal ini berarti H1 diterima. Artinya hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa ada pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar secara bersama sama terhadap Prestasi Belajar

Matematika dapat diterima. Pengaruh ini sangat signifikan karena keduanya mempunyai angka nilai sig. = 0.000 < 0.01 (bukan hanya kurang dari 0.05). Lebih lanjut berdasarkan persamaan regresi ganda tersebut dapat diuraikan bahwa setiap kenaikan satu unit Gaya Hidup dan sekaligus dengan kenaikan satu unit Motivasi Belajar akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 1.043 ( = 0.137 + 0.906) unit.

2. Pembahasan a. Hipotesis Persamaan regresi juga telah memenuhi persyaratan yang diperlukan antara lain variable dependen mengikuti distribusi normal, tak ada multikolinearitas antar variable independen, data

59

homoskedastis, galat mengikuti distribusi normal, dan adanya tuna cocok persamaan regresi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh gaya hidup terhadap prestasi belajar matematika. Setiap kenaikan satu unit gaya hidup akan diikuti dengan kenaikan prestasi belajar matematika sebesar 0.137 unit, ceteris paribus atau variabel Motivasi Belajar tidak berubah. Kemudian juga ada pengaruh variabel motivasi belajar ganda yang diselaraskan pada data

terhadap variabel prestasi belajar matematika. Setiap kenaikan satu unit motivasi akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 0.906 unit, ceteris paribus atau variabel pengaruh gaya hidup tidak berubah. Selanjutnya variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar secara bersama sama berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Setiap kenaikan satu unit gaya hidup dan sekaligus dengan kenaikan satu unit motivasi belajar akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 1.043 unit. Hasil pengujian hipotesis diatas menunjukkan bahwa telah terbukti ada pengaruh langsung variable gaya hidup terhadap prestasi belajar matematika. Hal yang sama untuk variable motivasi belajar. Selanjutnya secara bersama sama variable gaya hidup dan variabel motivasi belajar menentukan variabel prestasi belajar matematika sebesar sebesar 91.6 persen (R Square = 0.916). Berdasarkan nilai to

60

menunjukkan bahwa secara berurutan dari besaran koefisien regresi (B) maupun tingkat signifikansinya (to) menunjukkan pertama adalah motivasi belajar, kedua gaya hidup.

b. Korelasi Selanjutnya jika dikaji lebih lanjut berdasarkan koefisien partial correlation (korelasi parsial) yang menunjukkan bahwa korelasi antara dependen dengan salah satu variabel independen setelah dihilangkan pengaruh korelasi variabel independen lainnya. Atau korelasi antara variabel dependen dengan salah satu variabel independen, setelah

pengaruh hubungan linear variabel-variabel independen lainnya telah dihilangkan dari keduanya. Selanjutnya part correlation, juga dihitung untuk menunjukkan bahwa korelasi antara variabel dependen dengan salah satu variabel independen, setelah pengaruh hubungan linear variabel-variabel independen lainnya telah dihilangkan dari variabel independen tersebut. Part correlation juga disebut semipartial correlation.

61

Berdasarkan Tabel 4.15 menunjukkan bahwa korelasi antara prestasi belajar matematika dengan gaya hidup pengetahuan sama dengan 0.465 yang menunjukkan tingkat korelasi kurang kuat. Selanjutnya jika dilihat dari koefisien korelasi parsial menunjukkan angka yang lebih kecil lagi. Angka ini adalah angka koefisen korelasi setelah pengaruh variabel motivasi belajar dihilangkan dari hubungan linear antara variabel prestasi belajar matematika dan variabel gaya hidup. Angka ini adalah menunjukkan angka koefisien korelasi yang sebenarnya dalam keterkaitan hubungan antara variabel dependen prestasi belajar matematika dengan variabel variabel independen gaya hidup dan motivasi belajar. Selanjutnya jika part correlation antara variabel prestasi belajar matematika sebagai variabel dependen dengan variabel gaya hidup sama dengan 0.127, setelah pengaruh variabel motivasi belajar

dihilangkan dari variabel gaya hidup tersebut. Jadi berdasarkan Tabel 4.15 tersebut menunjukkan bahwa memang kedua variabel independen

62

tersebut berpengaruh semuanya secara signifikan. Kemudian secara konsisten dengan analisis regresi menunjukkan bahwa secara berurutan dari yang paling besar adalah variabel motivasi belajar, kemudian variabel gaya hidup (lihat angka partial correlation maupun part correlation nya). Berdasarkan analisis diatas menunjukkan ada pengaruh yang sangat signifikan variabel gaya hidup dan motivasi belajar terhadap variabel prestasi belajar matematika baik secara parsial maupun secara bersama-sama.

c. Sumbangan Variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar dapat menentukan atau dapat menjelaskan variabel prestasi belajar matematika sebesar 91.6 persen (R2 =0.916). Koefisien penentu ini ternyata terdiri dari sumbangan variabel gaya hidup ditambahkan dengan sumbangan dari variabel motivasi belajar. sumbangan ini dapat dihitung berdasarkan rumus berikut. Besarnya

R

Y . X1X 2

=R

Y . X1

+R
1

Y . X2

R

Y . X1

= Beta x koef . korelasi Y X

1

R

Y .X2

= 0.136 x 0.465 = 0.06324 = Beta x koef . korelasi Y X
2

2

= 0.899 x 0,948 = 0.852252

63

Penghitungan ini dapat disajikan pada Tabel 4.16 dibawah ini. Total sumbangan mutlak adalah nilai koef. Penentu atau R2 (R Square) pada analisis regresi ganda (lihat Tabel 4.12). Sumbangan mutlak variabel gaya hidup adalah sama dengan koef. Beta nya dikalikan koef korelasi Product Moment antara prestasi belajar matematika (Y) dan variabel gaya hidup ( X 1 ). Begitu pula sumbangan mutlak variabel motivasi belajar adalah sama dengan koef. Beta nya dikalikan koef korelasi Product Moment antara prestasi belajar matematika (Y) dan variabel motivasi belajar ( X 2 ).

Hasil ini disajikan pada Tabel 4.16. Tabel ini menunjukkan bahwa secara bersama sama variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar dapat menentukan variabel prestasi belajar matematika sebesar 91.6 persen. Hal ini terdiri dari sumbangan variabel gaya hidup

sebesar 6.3 persen, dan dari variabel motivasi belajar sebesar 85.2 persen. Apabila dihitung seberapa efektif sumbangan ini menunjukkan bahwa ternyata gaya hidup hanya 690.8 persen dibandingkan dengan variabel motivasi belajar yang menyumbang sebesar 9309.3 persen.

64

Jadi walaupun keduanya secara bersama sama maupun secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan, namun dominan pengaruhnya oleh variabel motivasi belajar.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN Dari analisis pada Bab IV maka pada bagian ini dapat dituliskan kesimpulan dan saran sebagai berikut. 1. Gaya hidup berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa SMAN I Bogor dan SMA I PGRI Bogor. Pengaruh ini sangat signifikan. Walaupun kontribusi nya sangat kecil dibandingkan dengan variabel lainnya. 2. Motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa SMAN I Bogor dan SMA I PGRI Bogor. Disamping itu variabel ini mempunyai kontrinusi yang sangat besar. Secara efektif sumbangan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 93.1 persen dibandingkan dengan variabel gaya hidup yang hanya sebesar 6.9 persen. 3. Gaya hidup dan motivasi belajar secara bersama sama berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa SMAN I Bogor dan SMA I PGRI Bogor. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan masing masing satu unit gaya hidup dan satu unit motivasi belajar akan diikuti dengan

65

66

kenaikan prestasi belajar matematika sebesar 1.043 unit. Sumbangan kedua variabel dalam menentukan prestasi belajar matematika sebesar 91.6 persen.

B. SARAN 1. Saran Praktis Berdasarkan uraian diatas dapat di sarankan beberapa hal sebagai berikut. a. Gaya hidup siswa memang berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika secara signifikan, tetapi sumbangan nya jauh lebih kecil dibandingkan pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika. Untuk itu disarankan agar ada pengarahan dan kontrol terhadap siswa dalam gaya hidupnya. Sehingga gaya hidup siswa dapat memberikan kontribusi menentukan prestasi belajar yang lebih besar lagi, baik yang bersifat mutak maupun yang bersifat ke efektifannya. b. Motivasi belajar berpengaruh secara sangat signifikan, dan mempunyai kontribusi yang sangat dominan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Oleh karenanya tingkat motivasi belajar ini perlu di pertahankan. Bahkan polanya perlu di sosialisasikan kepada siswa siswa secara umum. c. Selanjutnya variabel gaya hidup dan variabel motivasi belajar secara bersama-sama juga berpengaruh secara signigfikan terhadap

67

prestasi belajar matematika. Disarankan adanya sosialisasi pola gaya hidup siswa yang dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar matematika. Sekaligus motivasi belajar yang sudah bagus perlu dipertahankan, dan bahkan di sosialisasikan kepada siswa secara umum.

2. Saran Akademik Saran akademik dapat disampaikan bahwa para teman sejawat dapat melakukan penelitian serupa di sekolah sekolah lain. Atau

melakukan penelitian serupa dengan berbagai variabel independen yang lain yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika di SMA.

68

DAFTAR PUSTAKA

Buku: Allport, G. (1962). The Trend in Motivational Theory, American Journal of Ortho psychiatry, No 23 (1953), pp. 107-119, dikutip oleh Harold L Hodgkinson, dalam Education in Soscial and Culturel Perspectives. New York:Prentice Hall Inc. Campbell, J.P., Dunnetle, M.D., Lawler E.E.& Weick K.E. (1970). Manegerial Behavior Performance & Effectiveness. New York: Mc Graw-Hill. Certo, S.C. and Certo, S.T. (2006). Modern Management. (New Jersey: Pearson Education. Inc. Chialson 2008. Chialson, L. and P. Aubé (2008). Lifestyle and Academic Performance – Highlights (PA 2007 ‐ 009). Cohen. L., Manion. L., and Morrison. K. (2007). Research Methods in Education. (New York: Routledge. 2007), p. 542. Crawford. (1987). The Psychology Learning and Instruction. Prentice-Hall Inc. New Delhi:

David Krech, Richard. S. Crutchfield and Eqerton L. Ballachey. (1962). Individual in Society . Tokyo: McGraw-Hill. Donald. (2003). Kurikulum dan Pembelajaran, terjemahan Oemar Hamalik. Jakarta: Bumi Aksara. Engel, J.F., Roger D Black Well, dan Paul W. Miniard. (1994). Perilaku Konsumen (terjemahan Budiyanto,F.X). Jakarta: Bina Aksara. Gagne, Robert M. (1985). The Condition of Learning. CBS New York: College Publishing. Gibson, Ivancevid, Donnetly, Organica. (1991). Perilaku Struktur Proses. edisi ke V jilid I. Jakarta: Erlangga. Hamalik, O. (2003). Kurikulum dan Pembelajaran. Penerbit: Bumi Aksara, 2003). Heckhausen. (1988). The Anatomy of Achievement Motivatio. Prentice Hall Inc. New York:

69

Hodgkinson, H. L. (1962). Education in Social and Cultureal Perspectives. New York: Prentice Hall Inc. Hudojo,Herman. (1998). Pengembangan Kurikulum Matematika Pelaksanaannya di Depan Kelas. Usaha Nasional. Surabaya. dan

Huffman, K., Vernoy, M. dan Vermoy, J. (1995). Essentials of Psychology in Action. New York: John Wiley & Sons. Inc. Jakson (2005). Jackson, T, E Papathanasopoulou and P Bradley 2005. Luxury or Lock-in? The Carbon Implications of Consumer Lifestyles in the UK. Guildford: Surrey. Unpublished Mimeo. Jones M.R. (1955). Nebiaska Symposium on Motivation. Lincoln: University of Nebraska Press. Maslow, A. P. (1976). Motivation and Personality. New York: Harper and Row. Masnur Muslich. (2007). KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta : Bumi Aksara. McNeil, E. B. (1974). Canfield Press. The Psychology of Being Human. San Francisco:

Meggison, M. B. (2006). Small Business Management. New York: McGrawHill. Mowen, J.C. dan Minor, M. (1998). Consumer Behavior. New York: PrenticeHall, Inc. Muhibbin Syah. (2007). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2007. Peter, J.P., Jerry C. Olsen. (1999). Behavior:Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran (terjemahan Damos Sihombing). Jakarta: Penerbit Erlangga. Poster, B.D. dan Hernacki, M. (1992). Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Jakarta: Kaifa. Purwanto, N. (1990). Psikologi Pendidikan, (Penerbit Pt Remaja Rosdakarya Bandung. RI Suhartin Citro Broto. Serba Serbi Pendidikan. Jakarta:Bhratara Karya.1983

70

Robins, S.P. (1996). Organizational Behavior Concepts Controversies, Applications. London: Prentice Hall International. . Ruslan, R. (2006). Metode Penelitian Publik Relations dan Komunikasi. Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada. Soowon, dkk (2004). Soowon Kim., Barry M. Popkin, Anna Maria Siega-Riz, Pamela S. Haines, and Lenore Arab. A cross-national comparison of lifestyle between China and the United States, using a comprehensive cross-national measurement tool of the healthfulness of lifestyles: the Lifestyle Index. (2004). Department of Nutrition, University of North Carolina School of Public Health, Chapel Hill, NC, USA. Sudjana, Nana. (1988). Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Sudjana, Nana. (1990). Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suryabrata, S. (1995). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Asdi Mahasatya. Tim. (1999). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Umar. H. (2005). Metodologi Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta : P.T. Raja Grafindo Persada 2005, p. 134. Wingkel, C. (1989). Psikologi Pengajaran. Terjemahan Budiyanto. Jakarta: PT. Grasindo. Wittig, A. F. (1984). Psychology: An Introduction. Singapore: Mc Graw-Hill. Zimbardo, P.G. dan Gerrg, R. J. (1996). Psychology and Life. New York: Harper Collins College Publisher.

Internet: Anon. Lifestyle.test. Di download pada 18 Februari 2007. Dari: http://www.queen dom.com/ tests/minitests/l iestyle _access.html. Ari. W. Gaya Hidup dan Gaya Hidup Sehat, Tantangan Promosi Kesehatan di Indonesia. Di download 18 Februari 2008. Dari: http:// www.promosi kesehtan. com/artikel.php?nid=134. Promosi kese hatan online.

71

Digital Collection. http://id.answers.yahoo.com/ index?qid =2008032406440/ jfunkpe/ 51/s1/fkom/jfunkpe-ns-s1-2007-51402045-vj_mtv-chapter3. pdf. Dari: http://id.answers yahoo.com/question/index?qid=2008032406440 Freedom Spirit. The Freedom Spirit. (2007). Di download pada 18 Februari 2007. Dari: http://hendribun. blogspot. com/ 2007/01/ gaya hidup.html Giddens. Modernity and Self Identity and Society in the Modern Age Polity Press. Di download 19 agustus 1991. Dari: http//en.wikipedia. org/wiki/ lifestyle. John. L. L. and Bonfield, E.H. Exploring The Nomologi cal Validity of Life Style Types. Di download pada 30 desember 2008. Dari: http://www. Queen dom. com/ tests/minitests/lifestyle_access.html. http://www.membuatblog.web.id/2010/04/pengertian-gaya-hidup.html. Rahardjo. B. Indonesian Lifestyle. Di download 18 Februari 2008. Dari: http:// www. Indonesia.elga.net.id/indoway. Yehovah. Comenwealth Dept of Veteran Affair. Jehovah. Is Your Life-style Killing You? Your Lif-style What Are the Risks?. Di download pada 18 Februari 2008. Dari: http://www.watchtower.org/l ibrary/ g/1999/ 7/8/article_01.htm

Daftar Lampiran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Instrumen Penelitian Gaya Hidup Instrumen Penelitian Motivasi Data Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Gaya Hidup Data Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Motivasi Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Gaya Hidup Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Motivasi Tabel Deskripsi Responden Tabel Uji Persyaratan Analisis Regresi data cross section Tabel Analisis Regresi

Tabel N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 Mot 1 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 4 2 2 2 2

Data Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Motivasi Mot 2 2 1 2 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 3 2 1 1 2 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 4 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 5 2 2 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 6 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 2 1 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 7 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 2 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 8 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 2 1 3 4 2 2 2 2 Mot 9 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 2 3 4 2 2 2 2 Mot 10 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 3 1 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 11 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 3 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 12 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 3 1 3 4 2 2 2 2 Mot 13 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 3 3 4 2 2 2 2 Mot 14 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 4 1 1 3 4 2 2 2 2 Mot 15 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 4 3 4 2 2 2 2

Tabel N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 GH 1 2 2 2 3 1 3 3 3 2 1 2 3 1 2 1 2 3 2 4 2

Data Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Motivasi GH 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 1 2 1 1 1 2 2 2 2 4 2 GH 3 2 1 2 2 2 1 3 3 2 3 2 1 2 4 2 1 2 2 4 2 GH 4 3 2 1 4 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2 GH 5 1 2 1 3 2 2 1 3 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 4 1 GH 6 3 2 1 4 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2 GH 7 3 2 1 4 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2 GH 8 3 2 1 4 2 1 2 2 1 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2 GH 9 2 2 2 1 2 2 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 3 2 2 1 GH1 0 2 2 1 4 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2 GH1 1 3 1 1 4 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2 GH1 2 4 2 2 4 2 1 2 1 4 2 1 1 2 2 2 1 3 2 2 1 GH1 3 3 2 2 2 2 1 2 3 4 1 2 1 2 2 1 2 4 2 2 2 GH1 4 3 2 2 2 2 1 2 3 2 1 2 1 2 1 1 2 3 2 2 2 GH1 5 3 2 1 4 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 3 2 4 2

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .992 N of Items 15

Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Mot1 Mot2 Mot3 Mot4 Mot5 Mot6 Mot7 Mot8 Mot9 Mot10 Mot11 Mot12 Mot13 Mot14 Mot15 29.05 29.00 29.00 29.05 29.00 29.00 29.00 29.00 29.00 28.95 28.95 28.95 28.95 28.90 28.90 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted 199.734 201.263 201.263 199.734 201.263 201.053 200.737 201.053 200.737 202.471 201.839 202.471 201.839 203.042 203.042 Total Correlation .993 .965 .965 .993 .965 .972 .983 .972 .983 .902 .924 .902 .924 .826 .826 Alpha if Item Deleted .990 .991 .991 .990 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .991 .993 .993

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .933 N of Items 15

Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted GH1 GH2 GH3 GH4 GH5 GH6 GH7 GH8 GH9 GH10 GH11 GH12 GH13 GH14 GH15 28.05 28.20 28.10 28.20 28.40 28.25 28.25 28.25 28.40 28.25 28.25 28.20 28.15 28.35 28.20 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted 77.208 75.116 80.621 70.589 76.884 70.724 71.039 71.145 81.411 71.566 70.408 75.221 78.450 79.713 70.589 Total Correlation .509 .734 .253 .938 .548 .893 .871 .864 .252 .899 .916 .527 .409 .457 .938 Alpha if Item Deleted .932 .927 .939 .920 .931 .921 .922 .922 .938 .921 .921 .933 .935 .933 .920

Tabel No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Karakteristik Responden Siswa SMAN 1 dan SMA 1 PGRI BOGOR Sekolah SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 SMAN 1 Tahun Lahir 1990 1991 1991 1990 1992 1991 1990 1991 1991 1991 1991 1992 1991 1991 1991 1991 1990 1991 1991 1991 1992 1992 1991 1991 1989 1991 1991 1991 1991 1992 1991 1991 1991 1991 1992 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 Jenis Kelamin L L P L P P P P P P P P P P P P P P P P P L L P L L P P L L L L L L P L L L L L L P P Saudara Kandung 3 3 3 3 3 3 7 6 6 3 3 3 2 4 2 3 2 4 3 4 1 4 4 2 5 3 2 2 2 1 3 3 1 2 3 2 3 1 4 2 3 4 2 Anak ke 2 1 1 1 1 1 1 4 5 1 2 3 1 4 2 1 2 3 3 4 1 3 2 1 2 3 1 1 1 2 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 2 Pekerjaan Orang Tua TNI Wira swasta Lainnya swasta swasta Lainnya Lainnya Wira swasta swasta PNS PNS swasta Lainnya swasta swasta swasta Wira swasta swasta PNS swasta swasta PNS Wira swasta swasta PNS swasta swasta Wira swasta TNI PNS swasta PNS swasta PNS TNI PNS swasta swasta PNS swasta swasta PNS swasta Pendidikan Ayah S1 SLTA SLTA SLTP SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTP SLTP S1 S1 SD SLTA SLTP SLTA S1 SLTA S1 SLTP SLTA SLTP S1 S1 SLTA S2 SLTA SLTA S2 S1 Pendidikan Ibu SLTA SLTP SLTP SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA S1 SLTP SLTA SLTA SLTA SLTP S1 SD SLTA SLTP SLTA SLTA SLTP SLTP SLTP SLTA SD SLTA SLTP SLTA S1 SLTP S1 SLTP S1 SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTP SD SLTA

Tabel No 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86

Karakteristik Responden Siswa SMAN 1 dan SMA 1 PGRI BOGOR Sekolah SMAN 1 SMAN 1 SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI Tahun Lahir 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1992 1991 1992 1991 1991 1991 1991 1991 1990 1991 1990 1991 1991 1991 1991 1990 1992 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1990 1991 1991 1991 1992 Jenis Kelamin L L L L P P P P P P P P P P P L L L L L L L L L L P P P P L P L L L L L L L L L L P P Saudara Kandung 1 4 2 2 3 6 8 3 3 6 3 3 3 2 2 2 3 2 1 2 1 4 3 2 5 3 2 1 2 3 2 2 3 1 1 2 2 3 2 1 2 2 3 Anak ke 2 2 2 2 3 5 6 1 3 5 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 1 2 3 2 3 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 2 3 1 Pekerjaan Orang Tua swasta PNS swasta PNS PNS swasta swasta PNS swasta Wira swasta PNS Wira swasta swasta TNI swasta swasta PNS swasta PNS TNI Wira swasta swasta swasta swasta swasta Wira swasta TNI Lainnya swasta swasta swasta Wira swasta PNS swasta swasta Wira swasta PNS swasta swasta swasta Lainnya PNS PNS Pendidikan Ayah SLTA SLTA SLTA S2 S1 SLTA SLTP S1 SLTP SLTA S1 SLTA D3 SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SLTP S1 SLTA SLTA SLTA SLTA SLTP S2 SLTP SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA S1 S1 SLTA SLTA Pendidikan Ibu SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SD S2 SD SLTA S3 SLTP SLTA SLTA SLTP SLTA SLTA SLTP S1 SLTA SLTA SLTP SLTP SLTA SLTP SD SLTA SLTP SLTP SLTP SLTA SLTP S2 SLTA SLTA SLTA SLTA S2 SLTP S1 SD SLTA SLTA

Tabel No 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130

Karakteristik Responden Siswa SMAN 1 dan SMA 1 PGRI BOGOR Sekolah SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI SMA 1 PGRI Tahun Lahir 1991 1991 1991 1991 1991 1990 1991 1991 1992 1991 1991 1991 1991 1990 1991 1991 1991 1990 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1989 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1991 1990 1992 1991 1990 1990 1991 1991 Jenis Kelamin L P P L L P P L P P L L L L L L P P P L L L L P P P L P L L L L L L L L L L L P P L L L Saudara Kandung 2 2 3 2 2 3 4 3 2 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 1 1 1 2 2 2 1 1 5 4 2 1 4 10 2 3 3 3 1 2 3 2 2 5 Anak ke 1 1 2 2 1 4 1 3 1 3 2 1 2 1 1 3 1 2 1 1 1 1 2 1 2 3 1 1 4 2 2 1 5 7 2 2 1 2 1 2 2 3 2 5 Pekerjaan Orang Tua swasta swasta PNS PNS swasta swasta Wira swasta swasta swasta PNS swasta TNI swasta swasta swasta swasta swasta swasta swasta PNS PNS swasta swasta swasta swasta Lainnya PNS swasta swasta swasta Lainnya swasta swasta swasta swasta PNS PNS Lainnya Lainnya swasta swasta swasta swasta PNS Pendidikan Ayah SLTA SLTA S2 S1 SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA S1 SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SLTP SLTA S1 SLTA S3 SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTA SLTP SLTP SLTP SLTA S1 SLTA SLTA S1 SLTP SLTA SLTA S1 Pendidikan Ibu SLTA SLTA SLTA SLTA SLTP SLTP S1 SLTA SLTA S1 SLTA SLTA SLTA SLTA S1 SLTP SLTP SLTA SLTA S1 S2 SLTA S1 SLTP SLTP SLTP SLTA SLTA SD SLTA SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP SLTA S1 SLTA SLTA S1 SLTP SLTA SLTA S1

Tabel Data Motivasi
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 M1 3 1 2 1 2 2 2 3 3 2 1 2 2 1 2 1 1 3 2 2 1 1 2 1 2 1 1 3 2 1 2 1 2 2 3 3 4 2 1 2 2 1 2 M2 3 3 3 1 2 1 1 2 2 1 3 3 2 1 2 2 1 2 2 3 2 2 2 1 1 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 M3 2 1 3 1 1 2 2 1 3 4 2 2 2 2 2 2 1 3 3 2 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 3 3 2 2 2 3 2 M4 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 3 4 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 1 3 2 2 3 2 2 3 1 2 1 1 1 2 2 1 3 4 2 1 M5 1 1 1 3 2 1 2 2 1 2 1 1 3 3 1 1 1 3 2 2 2 3 1 1 2 1 1 2 2 1 2 3 2 1 2 2 1 2 1 1 3 2 2 M6 2 1 3 1 2 1 3 2 2 1 2 1 1 3 4 1 1 3 1 2 1 1 3 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 3 2 3 2 1 1 3 4 M7 2 1 2 1 2 1 3 3 4 2 1 2 2 1 1 1 1 3 3 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 1 3 3 4 2 1 2 2 1 2 M8 2 1 2 1 2 2 3 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 3 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 3 3 2 1 2 1 1 2 1 M9 2 1 2 1 2 1 1 1 3 2 1 2 1 2 1 1 1 3 4 3 2 2 2 1 2 2 1 3 2 1 2 2 2 1 1 2 3 4 1 2 1 2 1 M10 2 1 2 1 2 2 1 2 3 4 3 2 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 2 1 1 3 4 4 3 1 2 1 M11 2 1 2 2 2 2 1 2 3 4 4 2 1 2 1 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 1 1 3 4 4 2 1 2 1 M12 2 1 2 1 2 2 1 1 2 2 3 4 4 2 1 2 1 1 3 4 2 1 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 M13 2 1 2 2 2 1 1 1 2 2 1 3 2 1 2 2 1 3 4 4 2 1 2 2 2 1 1 4 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 3 2 1 2 M14 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 3 2 1 2 2 1 3 4 2 2 1 2 2 2 1 1 3 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 3 2 1 2 M15 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 3 3 4 2 1 2 2 2 1 1 3 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2

Tabel Data Motivasi
No 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 M1 1 1 3 3 3 2 2 2 1 2 1 1 3 2 1 1 1 2 1 3 3 3 2 1 2 2 1 3 2 1 4 3 4 2 1 2 2 2 1 1 4 2 1 M2 2 1 3 2 2 2 1 3 1 3 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 3 4 2 1 1 2 1 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 4 1 2 M3 1 1 2 3 3 2 2 3 1 1 2 2 3 2 1 2 1 1 2 1 1 3 4 2 2 2 2 1 2 3 3 3 3 2 1 3 1 3 2 1 4 2 1 M4 1 1 3 2 2 2 1 1 2 3 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 4 2 1 1 1 3 3 2 2 2 2 2 3 1 2 4 4 1 M5 2 1 2 2 2 2 1 1 2 2 1 1 2 2 1 2 3 2 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 2 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 2 4 2 1 M6 3 1 3 2 2 1 1 3 2 2 2 1 2 1 2 3 1 2 1 3 3 2 1 2 1 1 3 3 3 1 3 2 2 1 2 3 1 1 2 2 2 2 1 M7 2 1 3 3 3 1 1 2 1 1 1 1 3 2 2 2 1 2 1 2 3 4 2 1 2 2 1 3 2 1 3 2 3 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 M8 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 2 3 1 3 1 2 1 2 3 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1 3 3 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 M9 1 1 2 3 2 2 1 2 2 2 1 1 3 3 1 2 1 2 1 2 1 3 4 1 2 1 2 1 1 1 3 3 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 M10 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 3 3 2 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 1 M11 1 1 1 3 3 2 2 2 1 2 2 1 1 3 1 2 2 2 1 1 1 3 4 4 1 1 2 1 1 1 1 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 M12 1 1 1 3 4 2 2 2 2 2 2 1 3 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 M13 2 1 3 4 4 2 1 2 2 2 1 1 3 2 1 2 2 2 1 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 M14 2 1 3 1 1 2 1 2 2 2 1 1 3 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 1 3 2 1 1 2 1 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 M15 2 1 3 3 4 2 1 2 2 2 1 1 3 2 1 2 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 3 3 4 2 1 2 2 2 2 2 4 2 1

Tabel Data Motivasi
No M1 M2 M3 M4 M5 M6 M7 M8 M9 M10 M11 M12 M13 M14 M15

87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130

2 1 2 2 3 3 4 2 1 3 2 1 3 2 1 3 3 4 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 3 4 2 1 2 3 1 3 2 1 3

3 2 2 1 2 2 2 1 3 4 2 2 2 2 1 4 3 3 2 2 3 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 1 1 3 4 3 1 1 2 1 3

2 1 1 1 1 1 2 4 2 1 2 1 1 1 1 2 2 3 2 2 2 1 1 2 1 2 3 1 2 1 1 1 2 1 3 4 2 1 2 1 1 2 1 3

4 1 2 2 1 1 2 1 1 3 4 1 1 2 2 3 3 3 2 1 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 3 4 2 2 1 1 3

2 3 2 1 2 2 1 2 1 1 3 4 2 1 1 3 2 3 2 1 1 1 2 1 1 2 4 3 3 3 2 2 2 2 1 2 1 1 3 4 2 2 3 3

2 1 2 1 2 3 2 1 2 1 1 3 3 4 1 3 3 2 1 2 3 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 3 3 3 2 1 2 1 1 3 3 3 1 3

2 1 2 1 3 3 4 2 1 2 2 1 2 2 1 3 2 2 1 1 2 1 2 1 1 2 2 1 3 1 2 2 2 3 4 2 1 2 2 1 3 2 1 3

2 1 2 2 1 3 2 1 2 1 1 2 3 1 1 1 3 3 3 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 1 3 2 1 2 1 1 2 2 1 1 1

2 2 2 1 1 1 3 4 1 2 1 2 1 1 1 3 2 2 2 1 2 1 2 1 1 3 2 2 3 1 2 1 1 1 3 4 1 2 1 2 1 1 1 3

2 1 2 2 2 1 3 3 4 2 1 2 1 1 1 1 3 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 1 2 1 2 1 1 1 3 3 4 3 1 2 1 1 1 1

2 1 2 2 2 2 3 4 3 3 1 2 1 1 1 1 3 3 2 1 2 2 2 2 2 3 2 1 2 2 2 1 1 1 3 4 4 3 1 2 1 1 2 1

2 1 2 2 1 1 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1 3 3 2 1 2 2 2 2 1 4 2 1 2 1 2 1 1 2 2 1 3 4 4 2 1 1 1 1

2 1 2 1 1 1 2 2 1 3 2 1 1 2 1 3 2 3 2 1 2 1 2 2 2 4 2 1 2 2 2 2 2 1 2 3 1 3 2 1 1 2 2 3

2 1 2 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 2 1 2 2 2 2 2 4 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 3 2 1 1 2 1 3

2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 3 4 3 2 1 2 2 2 2 2 4 2 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 3

Tabel

Gaya Hidup G 5 1 1 2 3 2 2 3 2 1 2 1 1 2 3 2 2 2 3 1 2 3 3 2 2 3 2 1 1 1 1 2 3 1 2 1 3 2 2 1 3 2 2 2 G 6 2 1 1 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 3 3 3 3 2 2 2 3 1 3 3 1 2 2 2 2 1 3 1 1 2 3 1 1 3 2 3 2 3 3 G 7 1 1 2 1 2 2 2 2 1 3 2 4 3 1 2 2 2 3 1 1 3 1 2 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 3 4 3 2 1 2

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

G1 2 1 2 1 2 2 2 2 1 3 2 4 2 1 1 3 1 2 2 1 3 1 3 2 1 2 1 3 1 1 1 1 2 2 2 3 1 3 3 3 2 1 2

G2 2 1 2 1 1 2 2 2 3 2 4 1 3 1 2 2 2 2 2 1 3 2 3 2 1 1 3 3 2 1 1 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 1 2

G3 2 1 2 1 4 1 2 1 2 1 1 3 2 2 1 1 1 2 2 1 3 1 2 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 3 3 2 3 2

G4 1 1 1 1 1 2 4 2 1 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 2 3 1 3 1 1 3 1 2 2 1 3 1 3 2 1 4 2 1 2 2 2 2 1

G8 2 1 3 1 1 2 1 2 2 1 1 2 3 2 1 3 1 2 2 1 1 1 3 1 1 2 2 2 1 1 3 1 1 2 2 1 2 3 2 1 3 2 1

G9 1 1 3 1 4 2 1 2 1 1 2 3 3 2 1 1 1 3 1 2 3 2 2 1 1 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 3 3 3 2 1

G10 2 1 2 1 3 2 1 2 3 2 3 3 2 2 1 1 1 2 2 1 1 1 3 1 1 2 4 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 1 3 1 2 2 1

G11 1 1 3 2 4 2 1 2 4 2 3 3 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 2 2 4 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 1 3 1 2 2 1

G12 1 1 2 1 1 2 4 2 3 1 4 2 4 2 1 1 1 2 1 2 1 1 3 1 1 2 3 2 2 1 2 1 4 2 2 4 2 1 2 1 4 2 1

G13 1 1 2 2 3 2 2 2 1 1 3 2 4 1 2 1 2 2 1 2 3 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 1 3 2 2 2 2 1 2 3 4 1 2

G14 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 3 1 1 2 1 2 2 2 1 1 2 1 3 2 2 2 2 1 2 3 2 1 2

G15 1 1 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1 4 2 2 2 2 2 1 2 3 1 4 2 1 2 1 2 1 1 2 1 2 2 2 1 2 2 1 3 4 2 2

Tabel No 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 G1 3 1 2 1 2 3 2 4 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 3 4 3 3 1 2 1 1 2 1 2 3 1 4 2 2 2 2 2 2 1

Gaya Hidup G2 1 1 1 2 2 2 2 4 2 2 3 1 3 2 2 1 1 2 1 2 3 2 2 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 2 3 4 1 1 2 2 4 1 1 G3 1 2 4 2 1 2 2 4 2 1 1 3 3 2 1 2 1 2 1 2 3 2 1 3 2 3 2 2 1 1 3 2 1 3 2 4 2 2 1 2 2 2 3 G4 2 1 1 2 2 3 2 4 2 1 3 3 1 1 2 4 1 3 3 4 1 1 1 2 3 2 2 4 2 1 2 1 2 3 1 4 1 1 2 1 2 1 1 G5 2 1 2 1 1 2 2 4 1 3 2 2 1 1 1 2 3 1 2 3 1 1 2 1 2 2 3 3 2 1 2 1 1 2 1 4 2 1 1 2 2 1 1 G6 3 2 1 2 1 2 1 2 4 1 2 1 3 1 1 2 1 1 2 1 3 2 3 2 3 2 3 1 2 1 3 1 1 2 2 2 4 1 4 3 2 1 1 G7 3 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 3 4 3 3 1 2 1 1 2 1 1 3 1 2 2 1 2 2 1 1 1 G8 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 3 2 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 1 G9 1 1 2 1 1 3 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 1 2 1 1 3 2 2 2 1 2 1 4 1 1 3 1 2 1 1 1 1 2 1 1 G10 1 1 4 1 2 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 3 2 1 2 4 2 3 2 2 2 1 1 1 4 1 2 1 4 2 1 2 1 1 2 2 1 G11 1 2 4 2 2 3 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 1 2 4 1 3 1 3 2 1 1 1 4 1 2 1 3 2 1 2 1 1 2 2 1 G12 1 2 2 2 1 3 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 4 2 4 2 3 1 2 1 4 2 4 2 1 1 1 2 3 3 2 1 2 1 1 2 2 1 G13 1 2 2 1 2 4 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 2 3 2 2 2 1 1 2 3 4 1 2 2 1 1 1 1 3 1 2 2 1 2 2 2 1 1 G14 1 2 1 1 2 3 2 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 3 2 2 2 1 1 2 3 1 1 2 2 1 1 1 2 3 1 1 2 1 2 2 2 1 1 G15 2 2 2 1 2 3 2 3 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 2 1 2 1 2 1 3 4 2 1 2 1 2 1 2 3 1 4 2 1 2 2 2 1 1

Tabel No 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130

Gaya Hidup G1 2 1 2 3 2 2 2 3 3 3 3 1 2 2 1 2 1 1 2 2 2 3 1 3 2 2 1 1 2 1 3 3 1 2 1 3 4 3 4 1 2 2 1 2 G2 3 2 4 2 2 2 2 2 2 4 3 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 1 4 2 2 3 3 2 2 4 3 1 2 1 2 1 G3 2 1 2 1 1 3 2 1 3 2 3 1 1 1 1 4 2 2 3 2 2 1 1 1 2 2 1 1 3 1 1 1 2 2 2 1 2 2 3 1 2 1 1 4 G4 4 1 2 1 2 2 2 1 2 3 3 1 2 2 1 1 1 2 2 2 2 1 2 2 1 3 2 1 2 1 3 1 2 2 1 1 2 3 2 2 4 2 1 1 G5 2 3 2 2 2 1 2 2 1 3 2 4 2 1 1 2 1 1 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 4 3 1 2 1 1 1 2 1 3 2 4 3 1 1 2 G6 2 1 1 2 2 3 1 3 2 3 2 3 2 1 2 1 2 1 1 1 2 3 2 3 3 2 2 2 2 1 1 2 1 3 2 3 2 3 2 3 1 1 1 1 G7 2 1 2 3 2 2 1 3 4 3 2 1 2 1 2 2 2 1 3 1 2 3 1 2 3 2 1 1 2 1 2 3 1 2 1 3 4 3 3 1 2 1 1 2 G8 2 1 1 3 2 2 1 3 2 1 3 2 2 1 1 1 1 1 1 3 2 2 1 2 3 2 1 1 2 1 1 1 1 2 2 3 2 1 3 2 1 2 1 1 G9 2 2 2 1 2 2 2 1 3 3 3 2 2 1 1 4 1 1 4 2 3 1 2 2 1 2 2 2 2 1 2 1 1 2 1 1 3 3 2 2 1 1 1 4 G10 2 1 2 1 2 2 2 1 3 1 2 2 2 2 1 3 1 1 1 2 3 2 1 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 3 G11 2 1 1 1 2 2 2 2 3 1 3 2 2 2 1 4 2 2 2 2 3 1 2 1 1 2 2 1 2 2 3 2 2 2 4 1 3 1 2 2 1 2 1 4 G12 2 1 4 1 2 2 2 1 2 1 3 2 2 1 1 1 2 2 3 2 4 1 2 1 1 2 2 1 2 1 4 1 2 2 3 2 2 1 3 2 4 2 1 1 G13 2 1 3 1 2 2 2 1 2 3 2 1 2 2 1 3 2 2 4 2 4 1 1 1 1 2 1 1 2 2 3 1 2 2 1 1 2 3 2 1 2 1 2 2 G14 2 1 3 1 2 2 2 1 2 4 2 1 2 2 1 2 2 2 4 2 4 1 1 1 1 2 1 1 2 1 3 1 2 2 1 1 2 3 2 1 2 2 1 3 G15 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 2 2 1 2 2 2 3 2 4 2 1 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 2 1 3 4 2 1 2 1 2

Tabel
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Variabel Penelitian
Motivasi 31 17 31 19 29 21 25 25 35 31 27 33 29 27 25 23 15 35 37 39 27 19 29 23 29 21 21 37 31 17 31 19 29 21 25 27 35 33 27 33 29 27 25 Gaya Hidup 21 15 31 19 33 29 29 29 27 25 35 35 39 27 23 25 23 33 21 23 37 19 39 25 19 29 29 31 21 15 31 19 33 29 29 31 27 27 35 35 39 27 25 Hasil Belajar 80 67 80 73 80 73 75 77 85 85 83 87 83 77 75 77 65 87 87 90 83 75 83 77 80 73 70 93 80 67 80 73 80 73 75 80 85 85 83 87 83 77 75

Tabel
No 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86

Variabel Penelitian
Motivasi 23 15 35 37 39 27 21 31 23 29 21 21 37 31 17 31 19 29 21 25 27 35 33 27 33 29 27 25 25 17 37 39 39 27 21 31 23 29 23 23 41 31 17 Gaya Hidup 25 23 31 21 23 37 27 41 25 19 29 29 31 21 17 31 19 33 29 29 31 27 27 35 37 39 27 29 23 17 33 21 23 37 27 41 25 21 25 25 31 21 17 Hasil Belajar 77 65 87 87 90 83 75 85 77 80 73 70 93 80 70 80 73 83 73 75 80 85 85 83 87 83 77 75 77 67 87 90 90 83 75 85 77 80 75 75 95 80 70

Tabel
No 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130

Variabel Penelitian
Motivasi 33 19 29 23 25 27 35 33 27 35 29 27 25 25 17 37 39 41 29 21 31 23 29 23 23 41 33 19 33 19 29 23 25 27 35 33 29 35 31 27 25 25 19 37 Gaya Hidup 33 19 33 25 29 31 27 27 35 37 39 27 29 23 17 33 23 23 37 29 41 25 21 25 25 31 21 19 33 19 35 25 23 31 27 27 35 37 39 27 29 23 17 33 Hasil Belajar 80 73 83 77 77 80 85 85 83 87 83 80 75 77 70 87 90 93 83 75 85 77 80 77 75 95 85 73 85 73 83 77 77 80 85 85 83 87 83 80 75 77 70 87

Tabel

Korelasi ganda dan koef Determinasi
Change Statistics

Model Summaryb Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

R

R Square

R Square Change 0.916

F Change 689.578

df1 2

df2 127

Sig. F Change 0

.957a

0.916

0.914

1.861

a. Predictors: (Constant), Gaya Hidup, Motivasi b. Dependent Variable: Hasil Belajar

ANOVAb Model Regression Residual Total Sum of Squares 4775.205 439.726 df 2 127 Mean Square 2387.602 3.462 F 689.578 Sig. .000a

5214.931 129 a. Predictors: (Constant), Gaya Hidup, Motivasi b. Dependent Variable: Hasil Belajar

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. B Error 51.012 0.887 0.899 0.136 Standardized Coefficients Beta t 57.487 32.462 4.920 Sig. 0.000 0.000 0.000 0.948 0.465 0.945 0.400 0.84 0.13 0.866 0.866 1.15 1.15 Collinearity Statistics Tolerance VIF

Model

Correlations Zeroorder Partial Part

(Constant) Motivasi

0.906 0.028 Gaya Hidup 0.137 0.028 a. Dependent Variable: Hasil Belajar

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Residual 130.0000 N 0.0000 Normal Parametersa Mean 1.8463 Std. Deviation 0.0874 Most Extreme Differences Absolute 0.0631 Positive Negative -0.0874 0.9959 Kolmogorov-Smirnov Z 0.2744 Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

PENGARUH GAYA HIDUP DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA (Survei pada Siswa SMAN 1 dan SMA PGRI 1 Bogor)
PERUMUSAN MASALAH 1. Apakah terdapat pengaruh gaya hidup terhadap prestasi belajar matematika? 2. Apakah terdapat pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar matematika? 3. Apakah terdapat pengaruh variabel gaya hidup, dan variabel motivasi belajar secara bersama sama terhadap variabel prestasi belajar matematika?
Maria Cleopatra 1

HIPOTESIS

1. Terdapat pengaruh gaya hidup (X1) terhadap prestasi belajar matematika (Y). 2. Terdapat pengaruh motivasi belajar (X2) terhadap prestasi belajar matematika (Y). 3. Terdapat pengaruh gaya hidup (X1) dan motivasi belajar (X2) secara bersamasama terhadap prestasi belajar matematika (Y).

Maria Cleopatra

2

HASIL ANALISIS
1.

2.

3.

Ada pengaruh Gaya Hidup terhadap Prestasi Belajar Matematika (to = 4.920 dan sig. = 0.000<0.05). Setiap kenaikan satu unit Gaya Hidup akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 0.137 unit, ceteris paribus atau variabel Motivasi Belajar tidak berubah. Ada pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika (to = 32.462 dan sig. = 0.000<0.05). Setiap kenaikan satu unit Motivasi Belajar akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 0.906 unit, ceteris paribus atau variabel Gaya Hidup tidak berubah. Ada pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar secara bersama sama terhadap Prestasi Belajar Matematika.. (Gaya Hidup to = 4.920 dan sig. = 0.000<0.05. Motivasi Belajar to = 32.462 dan sig. = 0.000<0.05). Setiap kenaikan satu unit Gaya Hidup dan sekaligus dengan kenaikan satu unit Motivasi Belajar akan diikuti dengan kenaikan Prestasi Belajar Matematika sebesar 1.043 ( = 0.137 + 0.906) unit atau F=689.578 dan sig.=0.00o<0.05.
Maria Cleopatra 3

H A S I L S P S S

sig. 0.000 0.000

t

ˆ Y = 51.012 + 0.137 X (Gaya Hidup) + 0.906 X (Motivasi)
o

57.487

4.920

1

32.462 0.000

2

Maria Cleopatra

4

KESIMPULAN
1.

2.

3.

Gaya hidup berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa SMAN I Bogor dan SMA I PGRI Bogor. Pengaruh ini sangat signifikan. Walaupun kontribusi nya sangat kecil dibandingkan dengan variabel lainnya. Motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa SMAN I Bogor dan SMA I PGRI Bogor. Disamping itu variabel ini mempunyai kontrinusi yang sangat besar. Secara efektif sumbangan terhadap prestasi belajar matematika sebesar 93.1 persen dibandingkan dengan variabel gaya hidup yang hanya sebesar 6.9 persen. Gaya hidup dan motivasi belajar secara bersama sama berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa SMAN I Bogor dan SMA I PGRI Bogor. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan masing masing satu unit gaya hidup dan satu unit motivasi belajar akan diikuti dengan kenaikan prestasi belajar matematika sebesar 1.043 unit. Sumbangan kedua variabel dalam menentukan prestasi belajar matematika sebesar 91.6 persen.
Maria Cleopatra 5

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.