Anda di halaman 1dari 4

KONSEP KELENGKAPAN IMUNISASI

Dr. Suparyanto, M.Kes KONSEP KELENGKAPAN IMUNISASI PENGERTIAN KELENGKAPAN IMUNISASI
y

Kelengkapan adalah alat atau segala sesuatu yang sudah tersedia dengan lengkap ( Poerwadarminta, 2007). Kelengkapan Imunisasi adalah alat atau segala sesuatu yang tersedia dengan lengkap untuk membuat zat anti untuk mencegah penyakit (Dino, 2004) Imunisasi DPT yang lengkap adalah jika bayi diberi imunisasi 1-3 dari umur 4-12 bulan. Imunisasi DPT yang tidak lengkap adalah jika bayi diberi imunisasi DPT kurang dari 3 kali pada usia 12 bulan (KIA, 2006).

y

y y

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI 1. Pengetahuan
y

Terbatasnya pengetahuan ibu tentang imunisasi bayi ini mengenai manfaat dan tujuan imunisasi maupun dampak yang akan terjadi jika tidak dilaksakannya. Imunisasi bayi akan mempengaruhi kesehatan bayi. Hal ini sesuai dengan teori dan pendorong. Daya pendorong adalah semacam naluri tetap hanya satu dorongan kekuatan yang luas terhadap satu arah yang umum (Purwanto, 2000). Dalam pendorong dengan mengimunisasikan bayinya, salah satunya adalah pengetahuan dimana pengetahuan tersebut ditemukan dalam media elektronik (TV, Radio), media massa (Koran majalah).

y

2. Motif
y

Motif adalah suatu dorongan dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan (Notoatmodjo, 2003).

3. Pengalaman
y

Sesuai dengan kategori hidonisme (Bahasa Yunani) yang berarti kesukaran, kesenangan, atau kenikmatan (Purwanto, 2000). Dalam hal ini semua orang akan menghindari hal-hal yang sulit dan mengusahakan atau mengandung resiko berat.

kebutuhan rasa aman dan perlindungan. 7. termasuk penyakit). Tenaga kesehatan y Petugas kesehatan berupaya dan bertanggung jawab. Sikap y Sikap adalah penilaian (bisa berupa pendapat) seseorang terhadap stimulus atau obyek (dalam hal ini adalah masalah kesehatan. Pekerjaan y Teori kebutuhan (teori Maslow) mengemukakan nilanya 5 tingkat kebutuhan pokok manusia. Kelima tingkatan tersebut adalah kebutuhan fisiologis. memberikan pelayanan kesehatan pada individu dan masyarakat yang profesional akan mempengaruhi status kesehatan . bayi menangis saat menunggu giliran yang lama. kebutuhan sosial. 5. 2000). kebutuhan penghargaan. Pengaruh keluarga terhadap pembentukan sikap sangat besar karena keluarga merupakan orang yang paling dekat dengan anggota keluarga yang lain. 2000). 4. 9. Dukungan keluarga y Teori lingkungan kebudayaan dimana orang belajar banyak dari lingkungan kebudayaan sekitarnya (Purwanto. Kelima tingkat ilmiah yang kemudian dijadikan pengertian guna dalam mempelajari motivasi manusia. Lingkungan y Kehidupan dalam suatu lingkungan mutlak adanya interaksi sosial hubungan antara dua atau lebih saling mempengaruhi. tubuh menjadi panas setelah diimunisasi. proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau obyek kesehatan tersebut (Notoatmodjo. Jika sikap keluarga terhadap imunisasi kurang begitu respon dan bersikap tidak menghiraukan atau bahkan pelaksanaan kegiatan imunisasi. 1996). Fasilitas Posyandu y Fasilitas merupakan suatu saran untuk melancarkan pelaksanaan fungsi (Depdiknas. kebutuhan aktivitas diri. 2003). Hal ini dapat mempengaruhi ibu untuk mengimunisasikan bayinya. Maka pelaksanaan imunisasi tidak akan dilakukan oleh ibu bayi karena tidak ada dukungan oleh keluarga. Setelah seseorang mengetahui stimulus atau obyek. Ibu yang mempunyai pekerjaan itu demi mencukupi kebutuhan keluarga (kebutuhan pertama) akan mempengaruhi kegiatan imunisasi yang termasuk kebutuhan rasa aman dan perlindungan sehingga ibu lebih mengutamakan pekerjaan dari pada mengantarkan bayinya untuk di imunisasi (Purwanto. 6.y Jika kegiatan imunisasi tetap berjalan dengan baik misalnya. 8.

Masalah Imunisasi BGC. 2003). diakses 18 Mei 2009. 10.blogger. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi. (http://www. (http://www.com. 2006. Program Imunisasi. Aziz.S. Penghasilan y Yang sering dilakukan adalah menilai hubungan antara tingkat penghasilan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang ada mungkin oleh karena tidak mempunyai cukup uang untuk membeli obat membayar transport dan sebagainya (Notoatmodjo. Depkes RI. 8. Ilmu Kesehatan Anak. 2005. Aziz. 2004. Dino. 16.nakita.J. 2008. Markum. Purwanto. Arikunto.com. diakses 17 Maret 2009. diakses 16 Maret 2009.com. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (http://www. Pelayanan Posyandu. Jakarta : Salemba Medika. 2008. (http://www.com. 14. Depdiknas. 2001). 9. . Alimul. 12. Imunisasi DPT. 2003. 13. 7. 11. Jakarta : Balai pustaka cetakan 10. Jakarta. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika. S.com.depkes. Nelson. 2003. 11. Depkes RI.com. Pendidikan y Ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan.blogger. diakses 16 Maret 2009). (http://www.worpress. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi. 17.dinkesjatim. Jakarta : Salemba Medika. 5. Metodologi Penelitian Kesehatan. 6. 2000. diakses 18 Mei 2009). 2006. Buku Kesehatan Ibu Dan Anak. S. 2. W. 2000. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Poerwadarminta. Jakarta : Pustaka Pelajar. Cakupan Imunisasi. DAFTAR PUSTAKA 1. Bahwa penggunaan posyandu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dapat membuat orang menjadi berpandangan lebih luas berfikir dan bertindak secara rasional sehingga latar belakang pendidikan seseorang dapat mempengaruhi penggunaan pelayanan kesehatan (Notoatmodjo. Azwar.nakita. Kendala Utama Imunisasi. Nursalam. diakses 16 Maret 2009. Azhali. Dinkes Jatim. (http://www. Jakarta : Rineka Cipta. Rineka Cipta. 2006. Sehingga diharapkan ibu mau mengimunisasikan bayinya dengan memberikan atau menjelaskan pentingnya imunisasi.worpress. 1996. 2003). diakses 18 Maret 2009. 2007.com. Kamus Umum Bahasa Indonesia. diakses 17 Maret 2009.masyarakat (Suliha. 2003.com. 3. Tesis dan Instrumen Penelitian. Notoatmodjo. (http://www. 4. Notoatmodjo. Jadwal Pemberian Imunisasi. 2005. 2005. (2008). Jakarta : Rineka Cipta. 15. 10. Jakarta. (http://www. Alimul.

Soekanto. 24. diakses 17 Maret 2009). Suliha. (http://www. Principles and Practice Of Psychiatric. 21. Buku Saku Keperawatan Jiwa. G. Keluarga Sehat Keluarga Bahagia. Sarwono.18. 2005.Suliswati. Ilmu Kebidanan. 22. Mosby. Nursing. 19.com. W. Jakarta : Rineka Cipta. 20.worpress. Bina Pustaka:Jakarta. diakses 18 Mei 2009.W.com. G. 2006. 23.worpress. Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat. 2003. 2002. . Statistika Untuk Penelitian. Stuart. Jakarta. Sosiologi Suatu Pengantar. EGC. Kosep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. (http://www. Jakarta. Bandung : Alfabeta. EGC. Stuart. 2006. 2008. USA. Sebastian. 2001. Sugiyono. 2005.