Anda di halaman 1dari 8

2

sebagai bahan peeling tunggal atau dikombinasi dengan asam glikolat, Jessner’s solution untuk mengurangi efek samping.

Indikasi peeling TCA Indikasi utama peeling TCA adalah terapi photoaging kerut, actinic

keratoses, lentigines serta kelainan pigmentasi lainnya (Fig. 2). Selain itu dapat juga digunakan untuk feeling superfisialis skar acne. (Figs. 3 and 4) , hiperpigmentasi paska inflamasi, melasma, mengecilkan pori-pori, vitiligo, rosasea dan kondisi kulit lainnya (2). Dibandingkan dengan krim 5-fluorouracil (5-FU) pada terapi actinic keratoses peeling TCA lebih unggul. (Fig. 5).TCA akan menyebabkan garis-garis kerut menjadi samar termasuk kerut perioral dalam, tetapi TCA tidak diindikasikan untuk kerut yang diakibatkan kelainan otot. Sehingga secara umum peeling TCA akan membuat kulit lebih halus, kekeringan berkurang.2, 3

Mekanisme kerja dan efek histologis TCA Aplikasi TCA pada kulit menyebabkan presipitasi protein dan koagulasi nekrosis sel di epidermis. Pada konsentrasi tinggi menyebabkan nekrosis kolagen di papila dermis sampai dermis reticularis. Dalam beberapa hari jaringan nekrotik exfoliasi dan terjadi reepitalisasi kulit dari stratum germinatum follikel rambut yang tidak rusak pada saat peeling kimiawi. (Fig. 8). Remodeling kolagen dermis paska peeling medium bisa berjalan sampai beberapa bulan. Konsentrasi TCA 40-60% ( medium-dalam) dapat menyebabkan luka papila dermis sampai retikular dermis. Jenis-jenis peeling TCA Superfisial TCA Peeling TCA superfisial dilakukan dengan TCA 10-30% Peeling Medium Peeling medium biasanya dilakukan dengan konsentrasi TCA 30-50%. TCA akan menyebabkan koagulasi protein membran dan merusak sel-sel di epidermis sehingga keratinosit sehat akan mengganti sel abnormal dan menstimulasi kulit untuk memproduksi kolagen baru. Peeling Dalam Konsentrasi TCA diatas 50%. Peeling dalam akan menyebabkan koagulasi protein sampai retikular dermis yang secara klinis terlihat frosting dan menyebabkan epidermolisis lengkap.

atif botulinum 2 mgg. usotretinoin <6 bulan. penggunaan Hamil. oral dan dying 7 hari. penggunaa <6 n infeksi usotretinoi herpes. tipe kulit IV-V. pigmen: pigmen. herpes. Indikasi dan kontraindikasi peeling TCA Superfisial Indikasi Medium Dalam o Photoaging: kulit kasarn Photoaging:Gari kecoklatan. inj kolagen paparan matahari 2mgg sebelumnya. dan atrofi superfisial paska Kontrai ndikasi Ab sol ut Hamil. tipe kulit IV-V.3 Tabel 1. infeksi depilator 3 mgg herpes rekuren. laser 8 mgg. IV-V. tipe kulit n <6 bulan. ketratosis dan s-garis kulit dan Photoagin lentigo o Kelainan melasma hiperpigmentasi inflamasi o Retensi akne: komedo kerut. facial surgery teguler. AIDS. riwayat hipertrofi skar . flu penggunaan usotretinoin bulan. waxing dan estrogen. menyusui. kelainan g skar skar. merokok. elektrolisis merokok. Hamil. kelainan pigmen berat. flu infeksi herpes. menyusui. flu. 6 mgg . paska inj Tidak taat. gangguan fungsi ginjal Rel 4-6 mgg sembuh filek. infeksi menyusui.

Larutan ini stabil pada temperatur ruangan atau refrigerator. Gauze (kasa) pads with smooth strokes (Figs. Preoperative sedation is generally not necessary. 12 and 13). Precleansing Sebelum dipeeling wajah dibersihkan dari minyak dan keratin yang akan menghalangi penetrasi peeling. sehingga penting dilakukan proteksi mata dengan ointment. gauze. Since the patient will feel a moderate sting (menyengat) when TCA is applied. alkohol atau scrub. the sensations are already nearing their peak and a denouement (peleraian) should gradually begin. the patient can be reassured that once the stinging and burning begins. Proteksi Mata Bahan peeling kimiawi umumnya bersifat kaustik terhadap mata. . cool compresses may be applied to each area as it is treated and a small fan may be held and directed by the patient to the uncomfortable area (6).4 Prosedur peeling TCA Pembuatan larutan TCA Kristal TCA dicampur dengan air sesuai dengan konsentrasi yang diinginkan. Sedian ini sebaiknya disimpan dalam kontainer kaca karena bersifat korosif dan harus ditutup sebab evaporasi dapat meningkatkan konsentrasi larutan. is applied evenly with cotton-tip applicators or saturated 2 in. To relieve some anxiety. kepala pasien dielevasi 30 0 dan aplikasi daerah sekitar mata dengan solusio yang agak kering dengan jarak 2-3 mm dari bats kelopak mata. Misalnya untuk membuat TCA konsentrasi 35% maka 35 gram kristal TCA dilarutkan dengan 100 cc air. 3 2 in. tap sebelum peeling dimulai. pat. Agent pembersih yang sering digunakan adalah asetone. The pads (bantalan) should be wrung out sufficiently to prevent a splash (percikan) effect that could be injurious to the eyes or cause treatment of unintended areas of skin. Aplikasi TCA TCA diplikasikan perlahan ke kulit dengan menggunakan aplikator cotton tip atau kasa dengan lembut. The hand that is holding the TCA gauze should be gloved and dry gauze should be held in the other hand to absorb any excess drip and to avoid inadvertent (tdk sengaja) application of the chemical. though light sedation with a benzodiazepine or narcotic can be used preemptively for an apprehensive(gelisah) patient.

14). Although the decision is sometimes made to reapply TCA to areas with less apparent frost. and that this indicator is unreliable (1).g. and eyelids (kelopak mata) (4). A more uniform. nose. color intensity and time to clear or fade) is a reliable indicator of peel depth. diffuse redness with light (mendung) cloudy-white frosting that clears in 10–15 minutes indicates superficial injury (epidermis) and is generally the desired endpoint of TCA concentrations of less than 35%. After TCA is applied. white frost is indicative of epidermal and papillary dermal injury and is the endpoint for 35–40% TCA peels. It generally does not clear even after 40 minutes. with feathering( bulu2) into the hairline and at the treatment margins. such as those areas with actinic keratoses (1). reapplication during the same patient visit is usually not recommended. broad strokes of 2 in. and also clears over 10–15 minutes. a white color change or “frost” (tetesan embun) results from epidermal and dermal protein coagulation (Fig. . uniform frost is indicative of deep papillary to reticular dermal injury and is the endpoint for medium-depth peels with 50% TCA alone. white. Reapplication on a subsequent visit should not be performed for at least 6 months. A yellow-gray (kuning abu2) frost represents deep injury to the mid. this results in increased protein coagulation and wounding. This deeper frost usually clears in 40–45 minutes (9). and wide strokes with cotton-tip applicators are used for smaller areas (4). The endpoint (titik akhir) of treatment As the skin is treated. Often. and is generally unnecessary if the area was not missed with the first application (1). Nevertheless. a dry gauze pad should be used to blot (aib) (not wipe) the excess from the skin. however. followed by the lips. A dense.5 Anatomic subunits of the face are peeled sequentially. Others suggest that the depth of injury cannot be appreciated from color alone. Reapplication of TCA during the same and subsequent(berikut) patient visits When using 50% TCA as a sole agent (agent tunggal) for medium depth peels. TCA-soaked gauze are used for even application to larger regions. since the effects are already somewhat unpredictable. Reapplication can be useful. One pattern may begin from the forehead(dahi) to the temples and cheeks. Some authors feel that monitoring this frost (e. and most patients do not require re-treatment for several years.to deep reticular dermis and forecasts(perkiraan) a prolonged healing time.. 3 2 in. in selected sun-damaged areas with impaired penetration.

and reapplication to uneven(merata) or unresponsive areas during the same visit is appropriate (1). Perawatan post peeling Perawatan post peeling pada TCA medium meliputi penggunaan vaselin atau antibiotik 3-5 kali perhari sesudah cuci muka. Peeling TCA Peeling 60– 75% sebaiknya dihindari kecuali untuk terapi aktinik keratosis atau lesi hipertrofik lainnya. These superficial peels may safely be repeated at 1. Kepuasan pasien dan konsultasi sebelum peeling Sebelum tindakan peeling dilakukan sebaiknya dilakukan penjelasan tentang tindakan dan efek samping tindakan. Adanya eritem persisten dan indurasi kulit merupakan pertanda munculnya parut dan perlu diberikan terapi . beginning with low concentrations and increasing the strength of TCA as tolerated. Jika dengan perawatan tetap terjadi parut maka diberikan terapi injeksi intralesional triamcinolone acetonide 5–20 mg/ml setiap 3 minggu. Selanjutnya dilakukan perawatan berupa cuci muka. tetapi pada konsentrasi diatas 35% bisa timbul komplikasi berupa perubahan tekstur kulit . (1). Hindari penggunaan tretinoin pada hari ke 3-7 untuk menghindari iritasi.to 2-week intervals. Sesudah reepitalisasi tercapai pada hari 7-10 ointmen dihentikan. Kemudian pada hari ke 4-5 dilakukan kompres basah untuk mempermudah eksfoliasi dan hindari pengelupasan krusta sebelum saatnya.6 For superficial peels using 10–35% TCA. moisturizer dan eksfoliasi dengan rutin menggunakan krin tretinoin atau glikolik acid dan tabir surya untuk meminimalkan resiko hiperpigmentasi paska inflamasi. One practitioner suggests that several repeat applications of 15–25% TCA may be performed at 3-minute intervals during the same visit to induce more erythema and frost. Perawatan post peeling pada peeling TCA superfisial biasanya tidak diperlukan kecuali cuci muka rutin. Komplikasi peeling TCA Penggunaan peeling TCA superfisial biasanya efek samping minimal. and are often applied in a series of about six treatments.hipopigmentasi ataupun skar hipertrofi (3). Efek samping TCA dapat dikurangi dengan penggunaan peeling kombinasi.. an even redness or light whitish film is sought(dicari). and improved clinical results (1). Pasien dapat beraktivitas normal dan dapat menggunakan moisturizer dan kosmetik untuk menyamarkan eritem.

(6). hipopigmentasi ataupun eitem menetap.sehingga sebaiknya peeling TCA dapat dikombinasi dengan bahan peeling superfisial lain yang tidak terlalu iritatif. lentigo Dalam Sakit Kemerahan Herpes Hiperpigmentasi transient Infeksi Hipopigmentasi Permanen achromia Kombinasi peeling TCA untuk peeling Penggunaan peeling TCA konsentrasi tinggi berhubungan erat dengan resiko. Sehingga penting dilakukan pengawasan ketat. (13) Kombinasi peeling CO2 dan TCA diawali dengan mencelupkan es kering kedalam . (6). Milia dapat terjadi paska peeling medium bisa dienukleasi. antihistamin. kortikosteroid sistemik jangka panjang. Komplikasi tersering peeling tCA adalah kelainan pigmen berupa hiperpigmentasi . herpes. Kombinasi peeling TCA 35% dengan CO2 Brody and Hailey melaporkan penggunaan C02 padat dapat merusak permukaan epidermis sehingga peeling TCA 35% dapat mencapai dermis atas. Peeling TCA merupakan kontra indikasi relatif pada penggunaan isotretinoin dalam 12 bulan terakhir akibat resiko timbulnya parut. 1. Tabel 2 Efek samping dan komplikasi peeling Superfisial Efek samping/kompli kasi Kemerahan Hiperpigmentasi transient.5% topikal. Peeling superfial bersifat keratolitik dan merusak kohesi epidermis sehingga penetrasi TCA lebih dalam. pemutih dan tabir surya. V. Hiperpigmentasi biasanya temporer dan berespon baik dengan tretinoin. jerawat Medium Kemerahan. Eritem menetap lebih dari 90 hari dpat diterapi dengan hydrocortisone 2. Hipopigmentasi pada peling TCA umumnya didapatkan pada peeling dalam dan tipe kulit Fitzpatrick IV. hiperpigmenasi. Infeksi bakteri jarang terjadi dan hanya terjadi jika perawatan luka tidak adekuat dan jika terjadi sebaiknya dilakukan kultur.7 topikal kortikosteroid topikal. dan VI . Untuk mencegah reaktivasi herpes diberikan profilaksis acyclovir 400 mg 2 kali/hari 2 hari sebelum peeling dan 5-10 hari paska peeling.

pigmentary dyschromias. thereby improving the 0. and its effectiveness has been well demonstrated. The technique of application is different. hiperpigmentasi superfisial. Kombinasi TCA 35% dengan Aasam glikolat 70% A 70% glycolic acid superficial peel. 14 gram asam salisil dan asam laktat 85% dan etanol sampai volume100 ml. TCA peels continue to be . Kombinasi ini efektif pada moderate actinic damage. however. followed by 35% TCA to extend injury into the dermis. Kulit sebelumnya di peeling dengan Jesner’s solution kemudian diaplikasihkan TCA 35%. Peeling ini efektif pada moderate actinic damage. kerut ringan.8 aseton dan alkohol dan diaplikasikan ke kulit untuk menyebakan trauma epidermis dan selanjutnya diikuti aplikasi 35% TCA untuk memperdalam trauma sampai dermis. Pemeriksaan histopatologi Jessner’s dan 35% TCA menyebabkan penipisan grenz zone dan pemendekan serabut elastin. this is one of the few peel techniques that can also offer focal control of peel depth. Max Jessner dari 14 gram resorcinol. kerut ringan dan juga bagus digunakan untuk memudarkan batas jika digunakan dengan peeling dalam maupun laser (4). and the glycolic acid is neutralized with water prior to the application of TCA (4). Kombinasi TCA 35% dengan Jesner’s solution Jesner’s solution dibuat Dr. larutan ini merupakan bahan peeling superfisial poten. in that no cleansing or degreasing procedure is used prior to the application of the glycolic acid. is another combination peel that is effective for medium depth penetration. Used properly. with a more narrow grenz zone and elastotic band (2). Because of the ability to manually focus injury with the CO2 pretreatment at the perimeter of depressed scars. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa peeling ini mencapai papila dermis. (2). Conclusion TCA is a valuable agent for both superficial and medium-depth peels. and minor wrinkles. 3. Studi sebelumnya melaporkan kombinasi Jessner’s solution dengan 35% TCA tampa komplikasi.25% (12 2. Histologic studies show comparable improvements with the Jessner’s plus TCA peel. It has also been found useful for moderate actinic damage. pigmentary dyschromias.

Puddu P. Chemical peeling: How. 8. Al-Waiz M. Dermatologic Therapy 2000. Clinics in Dermatology 2008. Chemical peels in aesthetic dermatology: an update 2009. Landau M. 3. Ghersetich A. Since all resurfacing techniques are quintessentially (dasarnya) operator dependent. Int J Cosmetic Surg 2002. Fischer TC.13: 173–182. Combined Resurfacing Techniques. Ogden. 14.4: 81-90. Daftar Pustaka 1. TCA is particularly safe when used as a superficial peel or in “combination peels” of medium depth.9 a safe and reliable method for rendering(menberikan) histologic and clinical improvement to the skin. Robert WE. Monheit GD. 5. Onorati MT. 2. Fargnoli MC. Mendelsohn. Dermatologic Therapy 2004. Viera MS. As a sole agent in higher concentrations. Trichloroacetic acid peels. Teofoll P. why?. 12. Perosino E. Am J Clin Dermatol 2000 . William EM. 11. when. Lam SM. Dermatologic Therapy 2000.35: 55-72.25: 450-455. Gantcheva M. 28: 280285 13.17: 196–205. Ribuffo M. OTOLARYNGOLOGIC CLINICS OF NORTH AMERICA 2002.24: 281-292. Peris K.13: 159-164. Superficial and medium-depth chemical peels. Griffiths. its predictability (diramalkan) is less certain and should generally be avoided by the novice (orang baru) practitioner. Update on chemical peels. Dermatol surg 199. Chemical peels. 10. 4. Poli F. British Association of Dermatologists • British Journal of Dermatology 2008 159: 1036–1050. Dreno B. Dermatol Surg 2002. JEADV 2010. Medium-Depth Chemical Peels in the Treatment of Acne Scars in Dark-Skinned Individuals. Cotelessa C.8: 1-11. Clark E. JEADV 1999. Camacho F. 7. Bernal AP. Clinics in Dermatology 2008. Rooney JA. Chemical peeling in ethic/dark skin. Medium depth combination peels. A review of minimally invasive cosmetic procedures. it is important to develop a thorough (teliti) understanding of and comfort with the peeling agent. Nguyen TH. Scerri L. 6. 5: 261-268. 9. Management of Facial Hyperpigmentation. . Al-Sharqi AI. 26: 200–208. Agents for ethnic skin peeling. Munoz-Perez AM. 26: 209–218.13: 183–191. The use of chemical peeling in the treatment of different cutaneous hyperpigmentations. Dermatologic Therapy 2000. Grimes PE.