Anda di halaman 1dari 7

PENJELASAN.

TERBITAN UNDANG-UNDANG No. 1 TAHUN 1970 tentang KESELAMATAN KERJA serta TERJEMAHAN dalam BAHASA INGGRIS, DISYAHKAN untuk DIEDARKAN dan DIPAKAI.

Jakarta, 3 Mei 1972. DEPARTEMEN TENAGA KERJA. DIREKTORAT PEMBINAAN NORMA-NORMA KESELAMATAN KERJA, HYGIENE PERUSAHAN dan KESEHATAN KERJA. DIREKTIJR. Cap/ttd

(MOHAMAD ZOER)

TENTANG ISTILAH-ISTLLAH PASAL 1. Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan: (1) tempat kerja ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahan sebagaimana diperinci dalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruang lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut; (2) pengurus ialah orang yang mempunyai tugas pemimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri; (3) pengusaha ialah: a. orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja; b. orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan suatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja c. orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b), jika kalau yang diwakili berkedudukan di wilayah Indonesia. (4) direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini (5) pegawai pengawas ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dan Departemen Tenaga kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja;

dilakukan pengangkutan barang. beracun. terdapat atau menyebar suhu. gas. dibuat. saluran. dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau timah. terkena pelantingan benda. dilakukan penyelaman. pembukaan hutan. stasiun atau gudang. menggigit. kejatuhan. televisi. baik dipermukaan atau didalam bumi. dipakai atau dipergunakan mesin. dalam air maupun di udara. o. p. penyiaran atau penerimaan radio. dipermukaan air. perak atau bijih logam lainnya. RUANG LINGKUP. binatang atau manusia. batu-batuan. dikumpulkan. pengerjaan hutan. 1. diperdagangkan. radar. peternakan. pesawat. cuaca. api. : emas.PENJELASAN. disimpan. dilakukan pekerjaan dalam tangki. dermaga dok. debu. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah. pembinaan. h. (3) Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja ruangan-ruangan atau lapangan-lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau yang berada di ruangan atau lapang itu dan dapat diubah perincian tersebut . gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan pengairan. f. atau telepon. m. n. di dalam tanah. dipertunjukan sandiwara atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan. k. dikerjakan bongkar muat barang muatan di-kapal. kesehatan. dikerjakan pembangunan. perawatan. asap. dilakukan pendidikan. sumur atau lubang. dipermukaan air. r. dibuat. diolah. minyak atau air. hanyut atau terpelanting. Pasal 2. perbaikan. dipakai dipergunakan. g. dicoba. b. menimbulkan infeksi. atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. c. dibangkitkan. percobaan. alat perkakas. diputar filem. pembersihan atau pembongkaran rumah. 1. diangkut atau disimpan bahan atau barang yang: dapat meledak. (6) Ahli keselamatan kerja ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari Luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini BAB II. kebakaran atau peledakan. terjatuh atau terperosok. hembusan angin. suara atau getaran. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan. maupun di dasar perairan. di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan. kelembaban. perahu. melalui terowongan. diubah. peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan. perkebunan. dilakukan pemancaran. dilakukan usaha: pertanian. gas. (1) Yang diatur oleh Undang-undang ini keselamatan kerja dalam segala tempat kerja. kotoran. sinar atau radiasi. penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis: q. pengambilan benda dan pekerjaan lain didalam air. baik didaratan. instalasi listrik atau mekanik. dibagi-bagikan atau disalurkan listrik. perikanan dan lapangan e. baik di darat. pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya. minyak atau mineral lainnya. bersuhu tinggi. d. mudah terbakar. (2) Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja dimana: a. j. gas.

mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. pengolahan dan pembuatan. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. teknik dan teknologi serta pendapatanpendapatan baru dikemudian hari. mencegah dan mengurangi kecelakaan. pemakaian. pengepakan atau pembungkusan. perdagangan. infeksi dan penularan. peredaran. kesehatan dan ketertiban. menyelenggarakan suhu dan lembah udara yang baik. barang. getaran. mencegah. j. mengurangi dan memadamkan kebakaran. pengangkutan. r. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. peracunan. (3) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan (2). memberi alat-alat perlindungan din pada para pekerja. kotoran. (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a. penggunaan. m. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu. bahan. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. pembuatan. f. barang. k. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun I. cuaca. b.PENJELASAN. alat kerja. q. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. kelembaban. perlakuan dan penyimpanan barang. (1) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. pengujian. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. asap. tanaman atau barang. perlengkapan alat-alat perlindungan. hembusan angin. d. psikis. dalam ayat (2). gas. pemasangan. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barangbarang itu sendiri. debu. dang konstruksi. memelihara kebersihan. memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan din pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. jelas dan praktis yang mencakup bi-. (2) Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. lingkungan cara d proses kerjanya. uap. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. I. binatang. memberi pertolongan pada kecelakaan. BAB III SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA Pasal 3. o. pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati . e. g. keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. dan pengesahan. p. c. n. (2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. sinar atau radio suara dan h. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.

(3) Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya. dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantas kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan Undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. susunan Panitia Banding. BAD V. (1) Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya.PENJELASAN. Untuk pengawasan berdasarkan Undang-undang ini pengusaha harus membayar retribusi menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. . Pasal 6. (3) Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. PEMBINAAN Pasal 9 (1) Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang: a. secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur. (3) Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan. Pasal 7. kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya. (2) Tata cara permohonan banding menerima. c. d. (2) Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. BAB IV PENGAWASAN Pasal 5. (2) Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-syarat tersebut diatas. Alat-alat perlindungan din bagi tenaga kerja yang bersangkutan. sedangkan para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya Undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya (2) Wewenang dan kewajiban direktur. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. kondisi mental dan kemampuan fisik dan tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan padanya. h. syarat-syarat keselamatan tersebut. (1) Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap Undang-undang ini. (1) Barang siapa tidak dapat menerima keputusan direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada Panitia Banding. tugas Panitia Banding dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

Pasal 10. Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk: a. c.JLBAN DAN HAK TENAGA KERJA Pasal 12. (2) Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (I) diatur dengan peraturan perundangan. d. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diwajibkan. e. KECELAKAAN Pasal 11. saling pengertian dan pantisip~ efektif dan pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan kerja. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. (1) Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. PANITIA PEMBINA KESELAMATAN KESEHATAN KEKJA.PENJELASAN. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. BAB VIII KEWA. BAB VII. tugas dan lainlainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. . b. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat perlindungan din yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batasbatas yang masih dapat dipertanggungjawabkan. BAB VI. (1) Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. (2) Susunan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. (4) Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankannya. dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.

Pasal 14. semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya.PENJELASAN. BAB X KEWAJIBAN PENGURUS. Pengurus diwajibkan: a. tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kesehatan kerja. c. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. sehelai Undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. Pasal 13. (1) Pelaksanaan ketentuan tersebut pada pasal-pasal diatas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan. semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. h. (2) Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.. BAB LX KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA. Menyediakan secara cuma-cuma. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli-ahli keselamatan kerja. semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya.000. DAB XI. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang- .(seratus ribu rupiah). KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP. maka peraturan dalam hidang keselamatan kerja yang ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku. 100. untuk memenuhi ketentuan-ketentuan menurut atau berdasarkan Undang-undang ini Pasal 17. Pengusaha yang mempergunakan tempat-tempat kerja yang sudah ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku wajib mengusahakan didalam satu tahun sesudah Undangundang ini mulai berlaku. pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Keselamatan Kerja. Selama Peraturan perundangan untuk melaksanakan ketentuan dalam Undang-undang ini belum dikeluarkan. Pasal 15. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya.

Disahkan di Jakarta Pada tanggal 12 Januari 1970 Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal l2januani 1970. Undang-undang ini disebut Undang-undang Keselamatan Kerja dan mulai berlaku pada hari diundangkan.I. SOEHARTO Jenderal T.I Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1 . ALAMSJAH. ttd. Mayor Jenderal T. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya. ttd. Diundangkan di Jakarta.N.PENJELASAN. undang ini Pasal 18. Sekretaris Negara Republik Indonesia.N. memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.