Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN SULFAT

OLEH: NAMA NO.BP KELOMPOK REKAN KERJA : DESI RATNA KOMALA : 0910941014 : VII (TUJUH) : 1. STELLA JUWITA. M 2. NURUL FITRIA. Z 4. MICHELLA OKTAVIA 5. ANTON WAHYUDI (0910941009) (0910941013) (0910942025) (0910942043)

HARI/TGL PRAKTIKUM : SABTU/9 APRIL 2011

3. SHOBAHAN RAMADHANO (0910942020)

ASISTEN: MUHAMMAD ZULVAN

LABORATORIUM AIR JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011 BAB I PENDAHULUAN

1. 1. Semakin tinggi konsentrasi sulfat maka cairan akan semakin keruh. Kekeruhan yang terjadi diukur dengan alat spektrofotometer pada panjang 420 nm.3 Prinsip Percobaan Ion sulfat dalam air dengan penambahan Kristal BaCl2 akan membentuk koloid tersuspensi (kekeruhan). 1.1 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan konsentrasi sulfat yang terdapat pada sampel air. Reaksi: SO4-2 + Ba+2 BaSO4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .2 Metode Percobaan Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah spektrofotometri.

tapi sedikit yang tahu bagaimana deterjen tersebut dapat membersihkan pakaian. karena jika kandungan sulfat dalam perairan dalam konsentrasi yang tinggi maka akan menyebabkan gangguan pada manusia yang mengkonsumsinya. Jadi diperlukan bahan yang dapat membantu mengangkat kotoran dari air dan kemudian menahan agar kotoran yang telah terangkat tadi. Sulfat adalah salah satu ion dari sekian banyak anion-anion utama yang terdapat di dalam perairan alam.06 satuan massa atom. bahkan dengan penggosokan atau putaran mesin sekeras apapun. 2010). Pencucian dengan air saja. memiliki daya bersih yang sangat baik. tetap tersuspensi (Adi. ia terdiri dari atom pusat sulfur dikelilingi oleh empat atom oksigen dalam susunan tetrahidron. kotoran dan partikel-partikel tanah. etoksisulfat. jadi tidak kembali menempel ke kain). etoksisulfat. senyawa amonium kuarterner. alkil sulfat.Setiap hari manusia menggunakan deterjen untuk mencuci pakaian. Komposisi deterjen yang terpenting adalah surfaktan. Hal ini menjadi sangat penting dalam persediaan air publik. Ion sulfat bermuatan cas dua negatif dan merupakan basa konjugat ion hidrogen sulfat (bisulfat). Untuk itu batas kandungan sulfat yang diizinkan adalah 250 mg/l dalam perairan. HSO4. etoksilat. Air juga tak mampu menahan debu yang telah lepas dari kain agar tetap tersuspensi (tetap berada di air. imidazolin dan betain. (Sawyer. Sepanjang sejarah banyak usaha dilakukan untuk membantu kita mengerjakan pekerjaan mencuci. 2010).dengan massa molekul 96. dan biasanya berbusa banyak (biasanya digunakan untuk pencuci kain dan pencuci piring) (Adi. akan menghilangkan sebagian bercak saja. .(Anonymous A. Air saja tidak dapat menghilangkan debu yang tak larut dalam air. Surfaktan yang biasa digunakan dalam deterjen adalah linear alkilbenzene sulfonat. 2010). alkil sulfat bila dilarutkan dalam air akan berubah menjadi partikel bermuatan negatif. Linear alkilbenzene sulfonat. mengendorkan dan mengangkat kotoran dari kain dan mensuspensikan kotoran yang telah terlepas. Fungsi surfaktan adalah untuk meningkatkan daya pembasahan air sehingga kotoran yang berlemak dapat dibasahi. Ion sulfat merupakan sejenis anion poliatom dengan rumus empiris SO42. 1978).

Kelihatan endapan putih. sulfur berikatan dengan hidrogen. yaitu barium sulfat menunjukkan adanya anion sulfat (Anonymous A. sulfit (SO32-). SO3(g) + H2SO4 (l) 2009). 2H2S + O2 2S + 3O2 + 2H2O → 2H + 2H2O → 2H2SO4 Pada perairan alami yang mendapat cukup aerasi biasanya tidak ditemukan H 2S karena telah teroksidasi menjadi sulfat. penambahan barium klorida pada suatu larutan yang mengandung ion sulfat. Di sekitar pembuangan limbah industri. Belerang dioksida kemudian dioksidasi lebih lanjut membentuk belerang trioksida menurut reaksi kesetimbangan SO2 (g) + O2(g) ↔ 2SO3 (g) H = -98 kJ. Selanjutnya gas SO3 ∆ 0 dilarutkan dalam asam sulfat pekat sehingga terbentuk asam sulfat pekat berasap yang disebut juga oleum. . besi sulfida (FeS). 2009). Batasan kadar sulfat pada air minum (WHO) adalah 400 mg/l (Shinta Indah. Senyawa belerang yang terpenting dan yang paling banyak diproduksi adalah asam sulfat. Barium sulfat sangat berguna dalam analisis gravimetri sulfat. ion sulfat direduksi menjadi ion sulfit (SO32-) yang membentuk kesetimbangan dengan ion hidrogen untuk membentuk hidrogen sulfida (H2S). Reaksi ini berlansung pada suhu 500 C. stronsium sulfat dan barium sulfat. Pada kondisi ini.Kebanyakan sulfat sangat larut dalam air. Pertama. sulfur dioksida (SO2). H2S membentuk keseimbangan dengan ion sulfida (HS-) menjadi H2SO4 secara berlimpah. kadar sulfat mencapai 1000 mg/l. Beberapa bentuk sulfur di perairan seperti sulfida (S2-). 2010). Di perairan. → H2S2O7 (g) (Anonymous B. kecuali dalam kalsium sulfat. yang tak larut. Kadar sulfat pada perairan tawar alami berkisar antara 2–80 mg/l. Apabila di perairan tidak terdapat oksigen dalam proses oksidasi yang dilakukan oleh bakteri anaerob. sulfat (SO42-). belerang dibakar hingga menjadi belerang dioksida S(s) + O2(g) → SO2 (g). hidrogen sulfida (H2S).

Sulfat menjadi perhatian dan patut dipertimbangkan sebab sulfat bertanggung jawab atas dua permasalahan serius yang sering dihubungkan dengan penanganan air buangan.+ 2H+ H2S S2. sebagai hasil pengurangan sulfat ke sulfide hydrogen di bawah kondisi anaerob. Sulfat ini cukup sulit dihilangkan dari air. Kedua masalah serius ini adalah bau yang ditimbulkan dan sifatnya yang korosif. Sulfat pada boilers menimbulkan endapan (hard scales) demikian pula pada heat exchanger (Soemirat. Proses ini menghasilkan kristal yang sukar larut (Adam.sulfat (uji semi kuantitatif). Reaksi berupa endapan putih menunjukkan sampel air positif mengandung cemaran senyawa sulfat. Jumlah MgSO4 yang tidak terlalu besar sudah dapat menimbulkan diare. 2011). 2010). Hal ini akan mengurangi adanya coprecipitation (Adam. 1978): SO42. Partikel endapan BaSO4 terlalu kecil untuk disaring sehingga perlu didigesti untuk membentuk kristal yang lebih besar. Sulfat dapat ditentukan dengan cara mengendapkannya dengan barium klorida (BaCl2) untuk membentuk endapan barium sulfat (BaSO4). seperti pada persamaan berikut (Sawyer. . sehingga untuk memisahkannya harus memakai membran elektrodialisis. karena sifat sulfat yang sempurna larut dalam air. bila dicampur dengan magnesium atau natrium. yaitu berupa Kit-sulfat yang sudah banyak diproduksi secara komersial (Anonymous C. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut dapat diatasi dengan cara menambahkan larutan sampel yang panas kedalam larutan BaCl2 panas. Cara deteksi lebih cepat lagi dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat uji.+ H2O + CO2 Sulfat bersifat iritan bagi saluran gastro-intestinal. 2011). Sumber kesalahan berasal dari coprecipitation dari beberapa kation seperti kalium dan besi (II).+ materi organik S2. Cara untuk mendeteksi kandungan sulfat dalam air dapat dilakukan dengan mempergunakan alat spektrofotometer (uji kuantitatif) pada panjang gelombang 420 nm. sedangkan untuk mendeteksi secara cepat (uji kualitatif) cukup dengan mereaksikan sampel air dengan larutan barium klorida 10% pada kondisi pH netral. 1994).

2. serta juga menimbulkan kebutaan bila terkena mata. Kesehatan Penghirupan uap asam menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganggu paru-paru. Metode gravimetri Metode gravimetri merupakan metode yang digunakan untuk menghasilkan hasil yang paling akurat dan merupakan prosedur standar yang disarankan untuk konsentrasi Sulfat diatas 10 mg/l. yaitu (Sawyer. Mudah terbakar Asam pekat bersifat oksidator yang dapat menimbulkan kebakaran bila kontak dengan zat organik seperti gula. 1978): 1. BAB III . 2010): 1. Sulfat juga memiliki sifat-sifat yang berbahaya diantaranya yaitu (Anonymous A. Cairan asam dapat merusak kulit dan menimbulkan luka yang amat sakit.Ada 2 metode analisis yang digunakan dalam determining Sulfat. Asam encer bereaksi dengan logam menghasilkan gas Hidrogen yang eksplosif bila terkena nyala atau panas. 2. selulosa dan lain-lain. mengeluarkan gas SO2. Reaktifitas Mengalami penguraian bila terkena panas. 3. Turbidity Metode ini digunakan dalam pengukuran didasarkan pada kenyataan bahwa Barium Sulfat cenderung dalam bentuk koloid dan bahwa kecenderungan ini adalah dihadapan perubahan Natrium Klorida-Asam Klorida larutan yang mengandung gliserol dan senyawa organik lainnya.

Beaker glass 100 ml 7 buah. Kristal BaCl2. Ditambahkan kristal BaCl2 dikocok dengan magnetic mixer dan dibiarkan selama 5 menit. Pipet takar 5 ml dan 10 ml.1 Regresi linear kurva . 80. 5.2 Reagen Larutan Salt Acid : 3. Statip. Kertas saring diameter 125 mm. 3. 9. 3. 30. 11. 6. 3.2.1 Alat 1. Dibuat larutan standar dengan konsentrasi dari larutan induk SO4 1000 ppm menjadi 0.3 Cara Kerja 1. Magnetic stirrer 1 set. Gelas ukur 100 ml. Larutan induk H2SO4 1000 ppm. Corong.2. Sampel. Ditambahkan 10 ml larutan salt acid. 10. 6 buah labu ukur 100 ml. 4.4.4 Rumus 3.2 Bahan 3.PROSEDUR PERCOBAAN 3. Pipet tetes 2 buah. 50 ml contoh air jernih (sampel) disaring. 5. 10. Spatula. 2. Kuvet spektro. 60.dan 100 ppm.1Bahan 1. 3. 8. 2. 7. 3. 3. Diperlakukan sampel sama dengan larutan standar untuk analisis spetrofotometer. 4. 2.

V2 Dimana : M1 = Konsentrasi Awal M2 = Konsentrasi Akhir V1 = Volume Awal V2 = Volume Akhir BAB IV .4. V1= M2.y = a + bx a= ( Σy i )(Σxi 2 ) −( Σxi )( Σxi y i ) 2 2 nΣ i −( Σ i ) x x nΣ i y i − Σ i x ( x nΣ i x 2 b= )(Σ i ) y 2 ( x − Σi ) Dimana : x = Konsentrasi y = absorban 3.2 Pengenceran M1 .

2 Perhitungan 4. 100 ml b.HASIL DAN PEMBAHASAN 4. V1 1000 ppm.962 Sampel Konsentrasi (ppm) Absorban 0. Jawab : Rumus Pengenceran M1.1 Pengenceran Larutan Standar Diket Ditanya : Konsentrasi larutan induk 1000 ppm (M1) : Volume larutan induk (V1) jika konsentrasi larutan standar (M2) 0 ppm.1 Data Larutan standar Konsentrasi (ppm) 0 10 30 60 80 100 Absorban 0 0. Pengenceran 1000 ppm ke 0 ppm (M2 = 0 ppm) M1. 60 ppm.V1 V1 = 0 ml = M2. 10 ppm. 80 ppm.744 0.206 0. 30 ppm. V2 a.2.483 0. V2 = 0 ppm . 100 ppm ke dalam labu 100 ml (V2). V1 = M2.900 0. Pengenceran 1000 ppm ke 10 ppm (M2 = 10 ppm) .432 4.

V1 1000 ppm. 100 ml = 1 ml = M2. V1 V1 M1. V1 = 100 ppm.V1 V1 c. V1 = 60 ppm.39 xi2 0 100 900 3600 6400 10000 Σxi2 = 21000 4. V1 = 80 ppm.295 xi.64 72. 100 ml = 6 ml = M2. 100 ml = 10 ml Regresi : Konsentrasi (xi) 0 10 30 60 80 100 Σ xi= 280 Absorban (yi) 0 0.2 Rumus Regresi Linear Kurva y = a + bx Keterangan: .49 44. V2 = 10 ppm .2. 100 ml V1 f. V2 Pengenceran 1000 ppm ke 30 ppm (M2 = 30 ppm) M1.962 Σ yi= 3. 100 mL = 3 ml = M2. V2 e. Pengenceran 1000 ppm ke 80 ppm (M2 = 80 ppm) 1000 ppm. V1 1000 ppm.206 0.06 14.V1 d. V2 = 30 ppm .900 0.00 96.483 0.20 Σ xi. V1 V1 M1.M1.744 0.yi 0 2. Pengenceran 1000 ppm ke 60 ppm (M2 = 60 ppm) 1000 ppm.yi= 229. V2 Pengenceran 1000 ppm ke 100 ppm (M2 = 100 ppm) M1. = M2. = 8 ml = M2. V1 V1 1000 ppm.

1043 b = 6 (229.y = Nilai absorban x = Konsentrasi larutan (ppm) a = ΣyiΣxi2-ΣxiΣxiyinΣxi2-Σxi2 b = nΣxiyi-ΣxiΣyinΣxi2-Σxi2 Masukkan nilai x dan y ke dalam persamaan agar didapat nilai a dan b: a = 3.1043 + 0.3277 x = 34.0095x -0.1043 .29521000-280229.1043 + 0. didapatkan persamaan y = 0.432 = 0.0095x = 0.0095x = -0.39621000-2802 a = 0.39-2803.295621000-2802 b = 0.432 -0.0095 Jadi. persamaan regresi linear kurvanya adalah: y = 0.1043 + 0.432 sebagai berikut: y 0.5 ppm .0095x = 0.0095x Berikut grafik hubungan konsentrasi terhadap absorban yang telah dilakukan: Grafik Hubungan Konsentrasi Dengan Absorban Dari perhitungan rumus regresi linear dan kurva kalibrasi yang telah dibuat. maka dapat dihitung konsentrasi sulfat dengan absorbannya = 0.0095x.0.1043 + 0.

Berdasarkan PP RI Nomor 82 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air ditetapkan bahwa kadar maksimum sulfat untuk sumber air baku adalah 400 mg/l sedangkan menurut Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum kadar maksimum sulfat yang diperbolehkan dalam air minum adalah 250 mg/l.32 ppm Pada praktikum kali ini.483-0.432 x 4.Melalui persamaan regresi didapat nilai konsentrasi untuk ortofosfat adalah 34.226x-10=0.20630-10 0. Dalam praktikum ini.3 Interpolasi Diketahui : Absorban 1 Konsentrasi 1 Absorban 2 Konsentrasi 2 Absorban sampel Ditanya : Konsentrasi sampel? Jawab : 0. diperoleh kadar sulfat dalam sampel yaitu 26.3 Analisa = 26. . masih di bawah standar baku mutu.27720 = 0. Jadi air tersebut bisa digunakan sebagai sumber air baku dan air minum bila ditinjau dari segi parameter sulfat saja. praktikan menggunakan sampel yang berasal dari parit kecil yang badan airnya telah tercampur oleh limbah Laundry Binuang Kampung Dalam. 4.5 ppm. Setelah dilakukan perhitungan. Berdasarkan ketetapan tersebut dapat praktikan nyatakan bahwa kadar sulfat dalam badan air yang telah tercampur limbah laundry.2. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap keseluruhan parameter untuk mengetahui kualitas dari air buangan tersebut.206 = 10 ppm = 0. Kecamatan Pauh. praktikan bersama rekan kerja melakukan pengujian kadar sulfat dalam sampel tersebut.206x-10=0.483 = 30 ppm = 0.32 ppm.432-0.

mempersingkat waktu saat mengaduk larutan dengan magnetic mixer dan dalam pembacaan absorban pada saat pengukuran menggunakan spektrofotometer. . Ion sulfat yang berada dalam air akan berikatan dengan hidrogen membentuk asam sulfat. Nilai R2 dari grafik tersebut adalah 0.9545. Sebagaimana yang dijelaskan dalam tinjauan pustaka. maka akan menyebabkan terjadinya korosi (pengkaratan) pada saluran atau pipa air buangan dan menimbulkan rasa mual. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang hati-hati pada saat pengenceran. artinya keakuratan persamaan yang didapatkan sudah mewakili data sesungguhnya sebesar 95. Sifat sulfat yang mudah larut dalam air. mengakibatkan sulfat menjadi bemuatan negatif (ion sulfat) dan berperan dalam membersihkan dan menghasilkan busa. Pada saat menggunakan persamaan regresi linear nilai konsentrasi sulfat yang didapatkan adalah 34. praktikan dapat meninjau nilai R2 yang berasal dari grafik. muntah. Walaupun percobaan yang praktikan dan rekan kerja lakukan bisa dikatakan berhasil. dan dehidrasi apabila masuk ke dalam tubuh manusia.Selain itu. diare. Adanya sulfat dalam badan air mungkin berasal dari deterjen yang digunakan oleh laundry tersebut. bahwa komposisi deterjen adalah surfaktan yang salah satunya terdiri dari beberapa jenis sulfat. Apabila konsentrasinya tinggi. namun terjadi kontroversial pada saat melakukan perhitungan.45%. Sulfat yang terkandung dalam deterjen tersebut ikut bersamaan dengan limbah pencucian dan masuk ke dalam air. Nilai tersebut hampir mendekati nilai 1.5 ppm yang artinya nilai konsentrasi tersebut tidak berada pada range konsentrasi yang seharusnya yaitu 10-30 ppm.

5. berhati-hati dalam pengenceran dan melakukan prosedur yang seharusnya. Berdasarkan PP RI Nomor 82 Tahun 2001 dan Permenkes Nomor 492 Tahun 2010.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dalam pemeriksaan konsentrasi sulfat dengan menggunakan sampel yang berasal dari badan air yang telah tercampur limbah laundry. 2. Dari perhitungan diperoleh kadar sulfat dari badan air yang telah tercampur limbah laundry yaitu 26. kadar sulfat dalam danau badan air masih dibawah standar baku mutu. 3. Agar tidak menggunakan deterjen secara berlebihan karena di dalam deterjen ada kandungan sulfat yang mudah larut dengan air.32 ppm.BAB V PENUTUP 5. Adanya kandungan sulfat dalam badan air yang telah tercampur limbah laundry disebabkan oleh kandungan yang terdapat dalam deterjen yang ikut bersamaan dengan air buangan hasil pencucian. Memiliki dan memahami MSDS (Material Safety Data Sheet) yang berguna untuk mengetahui langkah-langkah dalam pengerjaan dan penanggulangan dari bahan kimia yang berbahaya sehingga dapat bekerja dengan sehat dan selamat. praktikan dapat menyimpulkan sebagai beikut: 1.2 Saran Dalam praktikum analisa sulfat ini praktikan menyarankan: 1. 2. . Dalam praktikum.

Padang : Teknik Lingkungan Saputro. 2011. 2009. Tanggal akses 8 April 2011 Anonymous C.org). 1994.wikipedia. Penentuan Sulfat. Tanggal akses 6 April 2011 . 2010.chem-is-try. Tokyo: Mc Graw Hill Soemirat. Adam. Bahan Kuliah Laboratorium Lingkungan. Yogyakarta. Tanggal akses 10 April 2011 Sawyer dan Mc Carty. Universitas Gajah Mada Press. Juli.org/wiki/Asam_sulfat). Adi.wikipedia. Asam Sulfat. Bagaimana Cara Kerja Deterjen Menghilangkan Noda Pada Pakaian? (http:// www. 2009. (www. (http://www.org).adipedia. 2010. Hujan Asam.com/2010/06/bagaimana-carakerja-deterjen.DAFTAR PUSTAKA Anonymous A.html). 2010. Chemistry For Environmental Engineering.com).wikipedia. 1978. Tanggal akses 7April 2011 Indah. Shinta. Sulfat. (http://id. Kesehatan Lingkungan. (http://www. Wiryawan. Tanggal akses 7April 2011 Anonymous B.