Anda di halaman 1dari 7

Nama / BP : IQHFAL / 06163016

Kelompok I Tandai ( ) untuk pernyataan yang benar dan (x) untuk pernyataan yang salah pada soal-soal berikut ! (5)

1. (X) Proses perontokan bulu dapat menggunakan enzim exolite. 2. (X) Pengeringan dan intensitas panas yang tinggi tidak akan menyebabkan kerusaka kolagen. 3. (V) Mutu/kualitas ditentukan oleh umur. Kulit sapi betina paling baik kualitasnya. 4. (V) Pengawetan kulit menggunakan garam tidak akan menyebabkan kerusakan oleh mikroorganisme. 5. (V) Kulit bulu bisa diawetkan dengan cara pengeringan. 6. (X) Proses bating tidak dapat menggunakan getah pankreas hewan, ragi tempe, papain dan nenas. 7. (V) Kulit glace adalah kulit ternak kecil yang disamak menggunakan krome dan digunakan untuk atasan sepatu wanita. 8. (X) Enzim lipase dapat digunaan terutama pada proses degreasing. 9. (X) Kutis dari kulit sapi terutama tersusun dari serat keratin. 10. (V) Untuk mengukur kepekatan larutan garam jenuh dan larutan zat penyamak dipakai alat yang disebut baumemeter. 11. (V) Kulit domba kalau dijadikan tas kulit ataupun souvenir mempunyai kualitas paling bagus dari kulit sapi.
Kelompok II Jawablah dengan ringkas ! (35)

Bahan pembantu di dalam pengeringan kulit adalah : arsenat atau cortimol G. Fungsi dari bahan kimia tersebut adalah sebagai Untuk menghilangkan dan mencegah tumbuhnya jamur, bakteri dan serangga perusak kulit Fungsi dari peralatan berikut : pisau seset untuk menghilangkan sisa daging dan lemak pada kulit segar, sikat untuk membersihkan kotoran yang melekat pada daging dan bulu, papan landasan untuk landasan pada waktu membuat lubang pada kulit hewan besar, kawat berbentuk S untuk mengaitkan kulit dengan tali, papan pementangan untuk mementangkan kulit ternak kecil, bak untuk tempat meracun kulit dan rak untuk tempat penyimpanan kulit Adanya garam-garam Ca, Mg dan Fe di dalam larutan garam jenuh untuk merendam kulit dapat meyebabkan terjadinya noda-noda oleh garam Bahan baku pembantu dalam pelemasan kulit digunakan : Cismolan BH, molescal C, fungsinya adalah untuk mempercepat pembasahan kulit, sehingga kulit tampak sehabis terlepas dari karkas,dan bahan untuk pembengkakan kulit digunakan NaOH, Ca(OH)2 dan basa lain, asam format, asam sulfat,asam klorida atau asam lain

Halaman 1 dari 4 halaman

Nama / BP : IQHFAL / 06163016 Tujuan penyamakan merubah sifat kulit yang tidak stabil menjadi stabil terhadap perlakuan tertentu seperti adanya aksi bakteri, aksi zat kimia dan perlakuan fisik (pukulan, gesekan, panas, dingin, tekukan dll) Dasar buang bulu pada proses pengapuran proses buang bulu, buang daging, pembelahan, buang bulu halus, buang kapur, buang lemak, bating, dan pengasaman Prinsip buang bulu adalah menghilangkan / membuang rambut atau bulu dan epidermis dari kulit Dasar dari proses penyamakan nabati melakukan proses penyamakan pada pH kulit netral dan penyamakan krom melakukan proses penyamakan pada pH kulit asam Tujuan dari perendaman adalah 1. Mengembalikan kadar air dan melemaskan kulit terutama kulit awet kering sehingga kondisinya mendekati kulit yang baru dilepas dari karkas ( kulit segar ) 2. Membersihkan kotoran yang menempel pada kulit baik sewaktu pemotongan ataupun pada pengawetan, misalnya darah, feses, obat-obatan, garam dan zatzat lain yang dapat mengganggu pada proses selanjutnya 3. Secara fisik membuka serat tenunan kulit yang melekat satu sama lainnya. 4. Secara kimia menyiapkan kulit untuk dapat bereaksi dengan bahan kimia. Air perlu kita perhatikan dalam perendaman, ada beberapa hal yang perlu kita hindari dari kondisi air yaitu kesadahan, adanya zat besi, kontaminasi dengan kotoran pabrik lain ( limbah pabrik ) Pemercepat perendaman dengan cara mekanis ada 4 cara yaitu 1. Rocking frame. 2. Paddel. 3. Drum. 4. Green fleshing. Sedangkan cara yang tepat untuk kulit kambing dan domba adalah green flishing. Beam House Operation mempunyai 3 tahapan yaitu 1. Untuk kulit samak bulu : perendaman-perendaman ( streak ) pencucian pengekalan bulu. 2. Untuk kulit box, kulit sol, dll ( tidak samak bulu ): perndama-perendaman ( streak ) pencucian pengapuran buang bulu kasar pencucian buang daging buang bulu halus / scudding pencucian buang kapur pengikisan. Penambahan bahan kimia pada Beam House Operation ada 5 Halaman 2 dari 4 halaman

Nama / BP : IQHFAL / 06163016 macam, yaitu : 1. Penambahan asam. 2. Penambahan basa/alkali 3. Larutan garam (natrium chlorida) 4. Obat pembasah (wetting agent) 5. Cairan kapur digunakan untuk perendaman kulit kering yang kualitasnya rendah. Penambahan asam, digunakan untuk menginginkan bulu/wol tetap berada pada kulit(samak bulu) Penambahan basa/alkali, digunakan untuk menghilangkan bulu, epidermis dari kulit (bukan kulit samak bulu). Larutan garam (natrium chlorida), digunakan untuk pelarut protein globular yang tidak dibutuhkan dan sebagai disinfektan. Obat pembasah (wetting agent), digunakan untuk menyabunkan lemak yang ada pada permukaan kulit sehingga mempermudahmeresapnya air kedalam kulit. Akibat dari suhu yang lebih tinggi dan lebih rendah dari perendaman adalah akan mempertinggi efek perendaman dan terjadinya degradasi bakteri bersamaan dengan perubahan waktu dan suhu tersebut, dan bila suhu yang rendah maka aksi kimia untuk buang bulu permukaan kulit menjadi menurun akibatnya bagian rajah dari kulit samak akan pecah. sebaiknya menggunakan suhu berkisar antara 160 C 360 C Proses perendaman tidak boleh dicampur satu sama lain antara kulit awet kering dengan kulit awet menggunakan garam, dengan kulit kering tanpa garam karena masing masing memerlukan waktu yang berbeda dalam perendaman. Kesadahan air sementara dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan Keratin dikandung oleh epidermis. Mekanisme penyerapan air adalah sama seperti beberapa za-zat lainnya, protein juga menyerap dan berikatan dengan air dalam jumlah tertentudan selanjutnya keadaan tersebut secara sederhana didifinisikan sebagai tenaga hisap. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa adanya ikatan rantai-rantai peptida yang menyusun molekul protein dan yang mengandung

Halaman 3 dari 4 halaman

Nama / BP : IQHFAL / 06163016 gugus polar ( -NH2, - COOH, - OH, - CO, - NH- , dan lain-lain ) yang cendrung untuk bergabung dengan air dan menjadi hydrat. Tujuan penambahan disinfektan adalah melindungi atau mencegah pekerja dari bakteri yang dapat menimbulkan gatal-gatal, antrasi dan membunuh bakteri perusak kulit. Pada proses pengawetan kulit samak bulu, pengawetan yang paling tepat dengan menggunakan atau ..............................., dan jika bulu banyak yang rontok, kulit tersebut diolah menjadi ............................................................ Pada valensi 3 ( trivalen ) ion krom dapat menyamak kulit. Cara untuk mendapatkan valensi tersebut adalah dengan menggunakan reduktor membentuk ikatan dengan asamasam amino cabang dalam struktur protein kolagen yang reaktif. dalam suasana .............................................. yang jenisnya ..... ..................., ......................... Akibat jika tidak dilakukan proses pengasaman sebelum penyamakan krom adalah terjadi kontrasi dan pembesaran molekul krom secara spontan ( karena kenaikan pH basisitet ) yang berakibat kulit cepat masak bagian luarnya yang selanjutnya akan menutup jalannya penetrasi cairan krom dan berakibat pula kulit tidak sempurna masaknya dan jika masih terdapat kapur pada proses penyamakan akan menyebabkan kulit tersamak tidak masak dengan sempurna dan terjadinya bintik pada kulit

Halaman 4 dari 4 halaman

Nama / BP : IQHFAL / 06163016


Kelompok III Jawablah semua pertanyaan dengan benar ! (60)

1. Apa yang dimaksud dengan : a. Counter Current Process d. Golden Rule g. Bating b. Splitting e. Soaking h. Bloten c. Deliming (buang bulu) f. Kolagen i. Penyamakan 2. Jelaskan penyamakan kulit samak bulu dengan cara samak alum ! 3. Jelaskan pengawetan kulit kering! Untuk mendapatkan hasil kulit yang baik, penjemuran kulit harus dilakukan dengan beberapa ketentuan (terangkan secara ringkas).Tergantung posisi matahari, bahan dipentangkan dalam posisi 450. 4. Sebutkan perbedaan proses penyamakan dari kulit : kerbau, sapi, domba, kambing, kelinci dan reptil ! 5. Sebutkan 5 perbedaan penyamakan krom dan penyamakan nabati ! 6. Jelaskan 3 faktor yang penting dalam penyamakan nabati ! 7. Gambarkan selembar kulit mentah kerbau yang baru dilepas dari tubuh, tulis susunan lapisannya, sebutkan lapisan terpakai pada proses akhir. Dan tulis nama-nama dari selembar kulit. Serta jelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam kulit ! 8. Jelaskan beda sifat fisik, kimia dan organoleptik kulit kering sinar matahari dengan kulit mentah yang baru dilepas dari tubuh ! 9. Metode perendaman dalam prakteknya pada kulit segar, kulit kering dan kulit awet garam, jelaskan dengan ringkas perbedaan masing-masing cara A, B, C dan D dari kulit-kulit tersebut ! 10. Bahan penyamak nabati dibagi dalam 2 golongan. Jelaskan sifat dari masingmasingnya !

JAWAB!!!!! 1. a. Counter Current Process : menaikan kepekat larutan secara bertahap b. Splitting ( pembelahan ) : untuk menipiskan kulit menurut tebal yang didinginkan c. Deliming (buang kapur) : menghilangkan kapur yang terdapat pada kulit akibat pengapuran d. Golden Rule : prinsip yang digunakan sebagai pedoman penetrasi zat penyamak yang cepat e. Soaking f. Kolagen tengah g. Bating h. Bloten : pengikisan protein : hasil timbangan kulit setelah proses pembuangan daging. : pengembalain kadar air yang hilang selama proses pengeringan : suatu bagian yang terdapat pada bagian epidermis kulit pada lapisan atau pengawetan

i. Penyamakan : mengubah kulit mentah yang mudah rusak oleh aktifitas mikroorganisme Halaman 5 dari 4 halaman

Nama / BP : IQHFAL / 06163016

2. 3.Untuk mendapatkan hasil kulit yang baik dalam melaksanakan penjemuran perlu diperhatikan ketentuan contohnya jam 08:00 11:00 dan jam 15:00 17:00 kulit dipentangkan menghadap pada matahari dengan kemiringan 45 derjat. 4. kerbau:

5. Samak Nabati : penyamakan nabati dilakukan dengan menggunakan bahan penyamak dari tumbuh-tumbuhan, kulit samak nabati umumnya berwarna coklat muda atau kemerah merahan tergantung pada zat penyamak,ketahanan fisiknya terhadap pans kurang baik, sifat kulit tersamak agak kaku, turutama yang dikerjakan denga tangan. Samak Krom : penyamakan krom biasanya dilakukan dengan bahan kimia yang mempunyai kadar Cr2 O3,kulit samak krom biasanya berwarna putih keabuabuan, lebih tahan panas, sifat kulit elastis disbanding samak nabati. 6. 1. Keseimbangan elektrolit : kesimbangan antara kulit bloten, asam asam, garam,atau antara elektrolit-elketrolit didalam cairan zat penyamak nabati 2. Difusi : zat penyamak harus menembus kulit dari permukaan kulit (rajah) dan dari bagian dagingnya kedalam struktur anyaman serat, hingga air bebas diantara serat-serat kulit keluar. 3. kosentrasi/kepekatan zat penyamak : perbandingan antara konsentrasi zat penyamak nabati yang ada pada cairan diluar kulit dan didalam kulit. 7.

Halaman 6 dari 4 halaman

Nama / BP : IQHFAL / 06163016 8. Secara fisik k. mentah : - keras dan kaku bila kering - dapat menjadi gelatin bila terkena panas yang tinggi - mudah membusuk oleh bakteri atau rusak karena serangga - dapat diolah menjadi makanan k. tersamak : - lemas, fleksibel, lunak - tidak dapat menjadi gelatin bila terkena panas - tidak mudah busuk - tidak dapat dijadikan makanan Secara kimia k. mentah penampang tersusun dari pada bulu, epidermis, dermis,subcutis -- kulit mentah segar mengandung 60-65% air, 2-5% lemak natural,0,2-2% epidermis, 0,1-0,3% mineral, 30-33% kolagen, -- pH pada titik iso elektrik 5-7. k. tersamak penampang hanya tersusun daripada corium saja kecuali kulit samak bulu dan krom - kandungan kulit tersamak tergantung dari cara menyamaknya dan zat zat yang digunakan. Organoleptik k. mentah pada umumnya berbulu -- warna kulit seperti binatang aslinya -- bau tidak enak ( amis) k. tersamak warna hijau kebiruan untuk kulit samak krom yang tidak dicat -- warna cokelat kekuningan untuk samak nabati -- bau yang timbul sesuai dengan zat yang digunakan 9.

10. 2 Golongan penyamak nabati dan sifat masing masingnya -Golongan pyrogallol -Golongan ini mempunyai besar molekul yang relative kecil, warnanya coklat kekuningan, lebih tahan terhadap sinar - Dalam larutan mudah terurai dan akan terus berubah menjadi zat bukan penyamak, antara lain menjadi asam. - Karena kecil bentuk molekulnya, maka daya ikatnya kurang kuat, sehingga umumnya bahan penyamak ini tidak dapat untuk menyamak sendirian. Golongan pyrochatechine: - Golongan mempunyai molekul yang lebih besar bila di bandingkan dengan pirogallol. - Tidak mudah terurai karena fermentasi - Bahan penyamak ini dapat untuk menyamak sendiri. Halaman 7 dari 4 halaman