Anda di halaman 1dari 2
Ekoslstem Durut (Terrestrlul) Kelompok 7 / X-3 Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest) Ciri-ciri dari bioma ini antara lain: a. Terdapat di wilayah subtropis, dan ada pula di berbagai pegunungan di wilayah tropis. b. Mengalami 4 musim (panas, dingin, semi, dan gugur). c. Memiliki musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin. d. Curah hujan sedang (75-150 cm per tahun). e. Pohon-pohonnya memiliki ciri berdaun lebar, besar namun pendek, jarak antara pohon satu dengan yang lainnya renggang, daunnya hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas dan memiliki tajuk yang rapat. f. Vegetasi yang dominan yakni seperti pohon Basswood, Maple, Oak, Beech, dan Elm. g. Ketinggian pohon dapat mencapai 30-40 meter. h. Hewannya yakni Rusa, Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk. Pada setiap pergantian musim terdapat perubahan di bioma ini: 1. Musim panas pada bioma ini, energi yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan prespitasi/curah hujan dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak terlalu lebat tumbuhnya. 2. Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, suhu mulai menurun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat dan akhirnya gugur sehingga disebut musim gugur. 3. Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosintesis. Beberapa jenis hewan juga melakukan hibernasi. 4. Saat menjelang musim semi, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali, dan hewan yang berhibernasi mulai aktif kembali. Contoh dari bioma hutan gugur ini antara lain hutan di Kanada, Amerika, Eropa, Inggris, Asia, dan Australia. Hutan Hujan Tropis (Tropical Rainforest) Ciri-ciri dari bioma ini antara lain: a. Terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperatur ± 25°C (terbentang di daerah tropic dan subtropik) pada lintang 0°-10° ke utara dank e selatan geris khatulistiwa. b. Curah hujannya tinggi (200-250 cm per tahun). c. Spesies pepohonannya relative banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. d. Pohon-pohonnya mencapai 20-40 meter, rimbun hingga membentuk tudung/kanopi sehingga matahari sulit menembus hingga bagian dasar hutan. e. Keadaan dalam hutan lembab dengan suhu rata-rata 25°C. f. Tumbuhan khas, ialah liana (ex: Rotan) dan epifit (ex: Anggrek). g. Vegetasi di dominasi oleh Jati, Meranti, Konifer, Keruing. h. Hewan didominasi oleh aneka Kera, Babi Hutan, Harimau, Burung, Bajing. Hutan ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut, di atas tanah-tanah yang subur atau relative subur, dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata. Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan ini: 1. Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, menonjol di atas kanopi hutan. Lingkar batang pohonnya dapat mencapai 4,5 m. 2. Lapisan kanopi hutan rata-rata, tingginya antara 24-36 m. 3. Lapisan tajuk bawah, tersusun oleh pohon=pohon muda yang tertekan pertumbuhannya. Ada pula dua lapisan tajuk di atas lantai hutan, yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (misalnya, pohon yang tumbang), maka lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diivasi oleh berbagai jenis terna, semak, dan anakkan pohon yang akan segera membentuk sejenis rimba yang rapat Contoh dari bioma ini antara lain hutan di Indonesia, Amerika tengah, Amerika selatan, Mexico, Asia, dan kepulauan pasifik.