Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Mengingat akan pentingnya arti sebuah konstitusi yang merupakan aturan-aturan dasar yang dibentuk dalam mengatur hubungan antar Negara dan warga Negara. Konstitusi juga dapat dipahami sebagai bagian dari social contrct (kontrak social) yang memuat aturan main dalam berbangsa dan bernegara.serta satu-satunya peraturan yang di buat untuk memberikan batasanbatasan tertentu terhadaap jalananya pemerinetahan.sehingga dengan hal itu merupkan hal yang pentinglah kiranya bagi kita untuk mempeljari dan memahami semua hal yang berhubungan dengan konstitusi dan perundang-undangan.oleh kerena itu kami akan mencoba memeberikan sedikit gambaran tentang konstitusi ini secara umum dan bagaimana peranannya dalam sebuah Negara.

1.2 RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini kami memberikan suatu gambaran yang jelas tentang konstitusi dalam suatu negara yang dijalankan melalui perundang-undangan dibawahnya,bagaimana keberadaan konstitusi ini dalam sebuah negara,yangmana dalam prakteknya di indonesia konstitusi/UUD '45 ini pernah mangalami amandemen,tentang demokrasi di negara hukum dan upaya menumbuhkan kesadaran berkonstitusi.

1.3 TUJUAN Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca sekalian mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan lainnya yang setiap negara memilikinya termasuk juga negara kita indonesia.yang mana dengan memiliki pemahaman tentang konstitusi dan perundang-undangan ini kita sebagi generasi penerus bangsa akan mempunyai arah dan pedoman yang jelas dalam melanjutkan pembangunan ini di masa yang akan datang yang pada prinsipnya semua agenda penting kenegaraan, serta prinsip ± prinsip dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, telah tercoverdalam konstitusi dan dilaksanakandalam bentuk perundang-undangan.untuk itu kami rasa perlu dalam makalah ini mengajak rekan-rekan sekalian untuk mempelari semua hal yang berhubungan dengan konstitusi ini dan menumbuhkan kesadaran berkonstitusi kita sebagai warga Negara.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh presiden dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa. Peraturan Presiden (Perpres) Merupakan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh presiden. Materi muatannya adalah seluruh muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan. Materi muatan UU : Mengatur lebih lanjut ketentuan UUD '45 yang meliputi: HAM.materi muatannya adalah materi yang diperintahkan oleh undang-undang atau materi untuk melaksanakan PP. 6.serta keuangan negara. 4.UUD1945 ditempatkan dalam lembaran negara republik indonesia.Materi muatan PP adalah materi untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya.pelaksanaan dan penegakan kedaulatan negara serta pembagian kekuasaan negara. 3. Jenis dan Hierarki Hierarki maksudnya peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Peratuaran Pemerintah (PP) PP adalah perturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh presiden untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya.berikut adalah hieraki peraturan perundang-undangan di indonesia menurut Undang-Undang No 10/2004 tentang pembentukan peraturan perundang ±undangan : 1.dan penampung kondisi khusus daerah serta penjabaran lebih lanjut peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.BAB II PEMBAHASAN 2.bupati/walikota). UUD 1945 Merupakan hukum dasar dalam peraturan perundang-undangan.wilayah dan pembagian daerah. hak dan kewajiban warga negara. 2.kewarganegaraan dan kependudukan. 5. Peraturan Daerah (Perda) Merupakan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh DPRD dengan persetujuan bersama kepala daerah(gubernur. materi muatannya sama dengan undang-undang.1 PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. Undang-Undang (UU) Peratuaran perundang-undangan yang dibentuk oleh DPR dengan persetujuan bersama presiden. .

perkumpulan sosial sampai ke organisasi tingkat dunia seperti misalnya Perkumpulan ASEAN.serta perdasus dan perdasi yang berlaku di provinsi papua dan papua barat. atau dengan cara tidak langsung melalui lembaga perwakilan rakyat. World Trade Organization (WTO). Peraturan tidak tertulis berupa kebiasaan dan konvensi-konvensi kenegaraan (ketatanegaraan) yang menentukan susunan dan kedudukan organ-organ negara.aturan yang mengenai ketentuan pidana hanya dapat dimuat dalam undang-undang dan peraturan daerah 2. dan mengatur hubungan organ-organ negara tersebut dengan warga negara. sebagaimana dikemukakan oleh Phillips Hood and Jackson sebagai berikut´ ³a body of laws. serikat buruh. perkumpulan masyarakat di daerah tertentu.secara tidak langsung ini misalnya dilakukan di Amerika Serikat dengan menambahkan naskah . Dalam hubungannya dengan kewenangan mengubah UUD.2 KEDUDUKAN KONSTITUSI Dalam pengertian yang sederhana. maka sumber legitimasi konstitusi itu adalah rakyat. di lingkungan negara-negara demokrasi. Perserikatan BangsaBangsa (PBB). Demikian pula negara.Termasuk pula Qanun yang berlaku di NAD. Karena itu. Hal itu dapat dilakukan secara langsung oleh rakyat. misalnya melalui referendum. Organisasi dimaksud beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya. maka raja yang menentukan berlaku tidaknya suatu konstitusi. konstitusi adalah suatu dokumen yang berisi aturanaturan untuk menjalankan suatu organisasi. mengatur hubungan antar organ-organ negara itu. rakyatlah yang dianggap menentukan berlakunya suatu konstitusi. European Communities (EC). dan sebagainya semuanya membutuhkan dokumen dasar yang disebut konstitusi. organisasi bisnis. ke dalam konsep konstitusi itu tercakup juga pengertian peraturan tertulis dan tidak tertulis. seperti yang dilakukan di Irlandia pada tahun 1937. Berlakunya suatu konstitusi sebagai hukum dasar yang mengikat didasarkan atas kekuasaan tertinggi atau prinsip kedaulatan yang dianut dalam suatu negara. mulai dari organisasi mahasiswa. Dari peraturan perundang-undangan tersebut. tetap memiliki aturan-aturan yang tumbuh menjadi konstitusi dalam pengalaman praktek ketatanegaraan dan para ahli tetap dapat menyebut adanya konstitusi dalam konteks hukum tata negara Inggris. Hal inilah yang disebut oleh para ahli sebagaiconstituent power yang merupakan kewenangan yang berada di luar dan sekaligus di atas sistem yang diaturnya. Jika negara itu menganut paham kedaulatan rakyat. Bahkan negara yang tidak memiliki satu naskah konstitusi seperti Inggris. customs and conventions that define the composition and powers of the organs of the State and that regulate the relations of the various State organsto one another and to the private citizen.´ Dengan demikian. Jika yang berlaku adalah paham kedaulatan raja. organisasi-organisasi kemasyarakatan. organisasi politik. pada umumnya selalu memiliki naskah yang disebut sebagai konstitusi atau Undang-Undang Dasar.

perubahan Undang-Undang Dasar secara terpisah dari naskah aslinya. . Konstitusi merupakan hukum yang lebih tinggi atau bahkan paling tinggi serta paling fundamental sifatnya. yaitu revolusi penting yang terjadi di Perancis tahun 1789. Jika kesepakatan umum itu runtuh. di Amerika pada tahun 1776. When any of its provisions conflict with the provisions of the ordinary law. yang pertama kali diadopsi dalam konvensi khusus ( special convention ) dan kemudian disetujui oleh wakil-wakil rakyat terpilih dalam forum perwakilan negara yang didirikan bersama. karena konstitusi itu sendiri merupakan sumber legitimasi atau landasan otorisasi bentuk-bentuk hukum atau peraturanperaturan perundang-undangan lainnya. Sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku universal. dan pada gilirannya perang saudara ( civil war ) atau revolusi dapat terjadi. and exerts a sovereign force. peraturan-peraturan itu tidak boleh bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi tersebut. dan konstitusi mendahului organ pemerintahan yang diatur dan dibentuk berdasarkan konstitusi. meskipun Konstitusi Amerika tidak secara eksplisit memberikan kewenangan demikian kepada Mahkamah Agung . dan di Rusia pada tahun 1917. dalam pembukaan Konstitusi Amerika Serikat (preambule ) terdapat perkataan ³We the people´. bukan produk peraturan legislatif yang biasa ( ordinary legislative act ). Dalam hubungan ini. Basis pokok berlakunya konstitusi adalah adanya kesepakatan umum atau persetujuan (consensus) di antara mayoritas rakyat mengenai bangunan yang diidealkan berkenaan dengan negara. is regulated in a different way. dikembangkannya pengertian constituent power berkaitan pula dengan pengertian hirarki hukum (hierarchy of law ). Kata kuncinya adalah konsensus atau general agreement . ataupun di Indonesia pada tahun 1945. muncul pula pengertian constituent act . maka agar peraturan-peraturan yang tingkatannya berada di bawah Undang-Undang Dasar dapat berlaku dan diberlakukan. Organisasi negara itu diperlukan oleh warga masyarakat politik agar kepentingan mereka bersama dapat dilindungi atau dipromosikan melalui pembentukan dan penggunaan mekanisme yang disebut negara. It is enacted not by the ordinary legislative authority but by some higher and specially empowered body. Meskipun. Seperti dikatakan oleh Bryce. it prevails and the ordinary law must give way´. konstitusi tertulis merupakan : ³The instrument in which a constitution is embodied proceeds from a source different from that whence spring other laws. tetapi yang diterapkan sesungguhnya adalah sistem perwakilan. Hal ini misalnya. maka runtuh pula legitimasi kekuasaan negara yang bersangkutan. Karena itu. Atas dasar logika demikian itulah maka Mahkamah Agung Amerika Serikat menganggap dirinya memiliki kewenangan untuk menafsirkan dan menguji materi peraturan produk legislatif ( judicial review ) terhadap materi konstitusi. Dalam hubungan dengan pengertian constituent power tersebut di atas. tercermin dalam tiga peristiwa besar dalam sejarah umat manusia. Constituent power mendahului konstitusi. 1965 dan 1998. konstitusi dianggap sebagai constituent act .

pendidikan dan kebudayaan. Perubahan lain adalah dari kekuasaan Presiden yang sangat besar (concentration of power and responsibility upon the President)menjadi prinsip saling mengawasi dan mengimbangi (checks and balances) . terbentuknya good governance . penghapusan Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Hal itu menyebabkan semua lembaga negara dalam UUD 1945 berkedudukan sederajat dan melaksanakan kedaulatan rakyat dalam lingkup wewenangnya masing-masing. kelembagaan negara dan hubungan antarlembaga negara. Perubahan kedua menghasilkan rumusan perubahan pasal-pasal yang meliputi masalah wilayah negara dan pembagian pemerintahan daerah. perubahan UUD 1945 bersifat sangat mendasar karena mengubah prinsip kedaulatan rakyat yang semula dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR menjadi dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. dan ketentuan-ketentuan terperinci tentang HAM. Selebihnya. Perubahan UUD 1945 dilakukan secara bertahap dan menjadi salah satu agenda Sidang MPR dari 1999 hingga 2002 . A rah p erubahan p ertama UUD 1945 adalah membatasi kekuasaan Presiden dan memperkuat kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif. serta ketentuan-ketentuan tentang Pemilihan Umum. Sedangkan p erubahan k eempat dilakukan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Perubahan Keempat tersebut meliputi ketentuan tentang kelembagaan negara dan hubungan antarlembaga negara. Dari sisi kualitatif. Naskah asli UUD 1945 berisi 71 butir ketentuan. dari 199 butir ketentuan yang ada dalam UUD 1945. Pelaksanaan UUD 1945 harus dilakukan mulai dari konsolidasi norma hukum hingga dalam praktik kehidupan . perekonomian dan kesejahteraan sosial. Perubahan ketiga ditetapkan pada Sidang Tahunan MPR 2001 . menyempumakan perubahan pertama dalam hal memperkuat kedudukan DPR. sedangkan perubahan yang dilakukan menghasilkan 199 butir ketentuan. Setelah berhasil melakukan perubahan konstitusional. Perubahan tahap ini mengubah dan atau menambah ketentuan-ketentuan pasal tentang a sas-asas landasan bemegara. sebanyak 174 (88%) butir ketentuan merupakan materi yang baru atau telah mengalami perubahan. serta mendukung penegakan demokrasi dan hak asasi manusia. dan aturan peralihan serta aturan tambahan. yaitu negara hukum yang demokratis. Saat ini. hanya 25 (12%) butir ketentuan yang tidak mengalami perubahan. Prinsip-prinsip tersebut menegaskan cita negara yang hendak dibangun. Empat tahap perubahan UUD 1945 tersebut meliputi hampir keseluruhan materi UUD 1945. tahapan selanjutnya yang harus dilakukan adalah pelaksanaan UUD 1945 yang telah diubah tersebut. Perubahan p ertama dilakukan dalam Sidang Umum MPR Tahun 1999 . Perubahan kedua dilakukan dalam sidang Tahunan MPR Tahun 2000 .‡ PERUBAHAN UUD 1945 Salah satu keberhasilan yang dicapai oleh bangsa Indonesia pada masa reformasi adalah reformasi konstitusional ( constitutional reform ) . Reformasi konstitusi dipandang merupakan kebutuhan dan agenda yang harus dilakukan karena UUD 1945 sebelum perubahan dinilai tidak cukup untuk mengatur dan mengarahkan penyelenggaraan negara sesuai harapan rakyat.

menuntut pengembangan prinsip-prinsip negara hukum. dalam bukunya ³the Statesman´ dan ³the Law´ menyatakan bahwa negara hukum merupakan bentuk paling baik kedua ( the second best ) guna mencegah kemerosotan kekuasaan. Selain itu. Bersifat Demokratis (democratische-rehtsstaats) . Pengakuan normatif mengenai supremasi hukum terwujud dalam pembentukan norma hukum secara hirarkis yang berpuncak pada supremasi konstitusi. serta semakin kompleksnya kehidupan masyarakat di era global. Julius Stahl. Prinsip-prinsip negara hukum senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Peradilan yang Bebas dan Tidak Memihak ( independent and impartial judiciary ) . paling tidak dapat dikatakan terdapat dua belas prinsip negara hukum. Saat ini.berbangsa dan bernegara. Perlindungan Hak Asasi Manusia.V. Paul Laband. . yaitu Supremasi Konstitusi (supremacy of law) . Plato. konsep negara hukum juga terkait dengan istilah nomokrasi (nomocratie) yang berarti bahwa penentu dalam penyelenggaraan kekuasaan negara adalah hukum. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (Machtsstaat) . Dua isu pokok yang senantiasa menjadi inspirasi perkembangan prinsip-prinsip negara hukum adalah masalah pembatasan kekuasaan dan perlindungan HAM. yaitu bahwa semua masalah diselesaikan dengan hukum sebagai pedoman tertinggi. Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Bernegara (Welfare Rechtsstaat) . Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ide negara hukum sesungguhnya telah lama dikembangkan oleh para filsuf dari zaman Yunani Kuno. Asas Legalitas (due process of law) . UUD 1945 harus menjadi acuan dasar sehingga benar-benar hidup dan berkembang dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan warga negara (the living constitution) . Peradilan Tata Usaha Negara (administrative court) . Fichte. Organ Pemerintahan yang Independen. ‡ NEGARA HUKUM YANG DEMOKRATIS Salah satu prinsip dasar yang mendapatkan penegasan dalam perubahan UUD 1945 adalah prinsip negara hukum. dan lain-lain. Persamaan dalam Hukum (equality before the law) . Sebagai hukum dasar . Sedangkan dalam tradisi Anglo Amerika konsep negara hukum dikembangkan dengan sebutan ³The Rule of Law´ yang dipelopori oleh A. serta Transparansi dan Kontrol Sosial. Pembatasan Kekuasaan (limitation of power) . Konsep negara hukum modern di Eropa Kontinental dikembangkan dengan menggunakan istilah Jerman yaitu ³rechtsstaat´ antara lain oleh Immanuel Kant. mengharuskan adanya pengakuan normatif dan empirik terhadap prinsip supremasi hukum. sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 A yat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa µNegara Indonesia adalah negara hukum' . Dalam suatu negara hukum. Bahkan secara historis negara hukum ( Rechtsstaat ) adalah negara yang diidealkan oleh para pendiri bangsa sebagaimana dituangkan dalam penjelasan umum UUD 1945 sebelum perubahan tentang sistem pemerintahan negara yang menyatakan bahwa Negara Indonesia berdasar atas hukum (rechtsstaat) . Peradilan Tata Negara (constitutional court) . Dicey.

. Peraturan perundang-undangan tersebut harus ada dan berlaku terlebih dulu atau mendahului perbuatan yang dilakukan. perubahan UUD 1945 yang bersifat mendasar tentu saja berpengaruh terhadap sistem dan materi peraturan perundang-undangan yang telah ada. dasar-dasar. Pembukaan dan pasal-pasal adalah satu kesatuan norma-norma konstitusi yang supreme dalam tata hukum nasional ( national legal order ). Dengan demikian negara hukum yang dikembangkan bukan absolute rechtsstaat . Sebagai wujud perjanjian sosial tertinggi . aturan-aturan dasar konstitusional harus menjadi dasar dan dilaksanakan melalui peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan negara dan kehidupan masyarakat. sesungguhnya yang memerintah adalah hukum. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. segala tindakan pemerintahan harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang sah dan tertulis. Adanya perubahan UUD 1945 tentu menghendaki adanya perubahan sistem peraturan perundang-undangan.Sedangkan secara empiris terwujud dalam perilaku pemerintahan dan masyarakat yang mendasarkan pada aturan hukum. UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia merupakan dokumen hukum dan dokumen politik yang memuat cita-cita. melainkan democratische rechtsstaat . Dengan demikian. setiap perbuatan administratif harus didasarkan atas aturan atau rules and procedures . Oleh karena itu. Dengan demikian. Berdasarkan prinsip negara hukum. sekaligus merupakan pelaksanaan demokrasi karena konstitusi adalah wujud perjanjian sosial tertinggi. Namun demikian. serta penyesuaian materi muatan berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada dan berlaku. prinsip supremasi hukum selalu diiringi dengan d ianut dan diprakt i kkannya prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat yang menjamin peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kenegaraan. Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap jenis peraturan perundangan-undangan serta materi muatannya. dan prinsip-prinsip penyelenggaraan kehidupan nasional. Pasal II Aturan Tambahan UUD 1945 menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal . konstitusi memuat cita-cita yang akan dicapai dengan pembentukan negara dan prinsip-prinsip dasar pencapaian cita-cita tersebut. Dengan demikian. sehingga setiap peraturan perundang-undangan yang diterapkan dan ditegakkan mencerminkan perasaan keadilan masyarakat. bukan manusia. Hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh ditetapkan dan diterapkan secara sepihak oleh dan/atau hanya untuk kepentingan penguasa. Supremasi konstitusi disamping merupakan konsekuensi dari konsep negara hukum. Hukum tidak dimaksudkan untuk hanya menjamin kepentingan beberapa orang yang berkuasa. Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. melainkan menjamin kepentingan keadilan bagi semua orang.

Dan Lambang Negara. Bab X tentang Warga Negara Dan Penduduk khususnya Pasal 26. Bab VII tentang Dewan Perwakilan Rakyat. Sebagai konstitusi sosial. Bab IX tentang Wilayah Negara. (b) memajukan kesejahteraan umum. Bab XV tentang Bendera. hubungan antara lembaga-lembaga negara. dan sosial. Bab VIIIA tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Selain itu. dan keadilan sosial. UUD 1945 mengatur masalah susunan kenegaraan. baik oleh negara ( state ). Bab XII tentang Pertahanan Dan Keamanan Negara. Sebagai konstitusi ekonomi. Namun ketentuan ini harus dielaborasi secara konsisten dengan cita-cita dan dasar negara berdasarkan konsep-konsep dasar yang dikehendaki oleh pendiri bangsa. Untuk mencapai cita-cita tersebut dan melaksanakan penyelenggaraan negara berdasarkan Pancasila. ataupun pasar ( market ). Bab VIIA tentang Dewan Perwakilan Daerah. Aturan Peralihan. konstitusi ekonomi. masyarakat ( civil society ). yaitu (a) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. UUD 1945 mengatur tata kehidupan bermasyarakat terutama dalam Bab X tentang Warga Negara Dan Penduduk khususnya Pasal 27 dan Pasal 28. Bahasa. (c) mencerdaskan kehidupan bangsa. dan (d) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Norma-norma dalam UUD 1945 tidak hanya mengatur kehidupan politik tetapi juga kehidupan ekonomi dan sosial. Bab V tentang Kementerian Negara. Serta Lagu Kebangsaan. ekonomi. Bab XVI tentang Perubahan Undang-Undang Dasar. Bab IX tentang Kekuasaan Kehakiman. Bab XA tentang Hak Asasi Manusia khususnya Pasal 28I ayat (5). Bab III tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara. Hal ini karena para pendiri bangsa menghendaki bahwa rakyat Indonesia berdaulat secara penuh. bukan hanya kedaulatan politik. UUD 1945 telah memberikan kerangka susunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bab XA . UUD 1945 juga mengatur bagaimana sistem perekonomian nasional seharusnya disusun dan dikembangkan. sistem perekonomian nasional juga harus dikembangkan terkait dengan hak-hak asasi manusia yang juga mencakup hak-hak ekonomi.Cita-cita pembentukan negara kita kenal dengan istilah tujuan nasional yang tertuang dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945. serta dengan ketentuan kesejahteraan rakyat. perdamaian abadi. dan hubungannya dengan warga negara. Bab VIIB tentang Pemilu. Cita-cita tersebut akan dilaksanakan dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berdiri di atas lima dasar yaitu Pancasila sebagaimana juga dicantumkan dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945. Bab II tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat. dan konstitusi sosial yang harus menjadi acuan dan landasan secara politik. Maka UUD 1945 merupakan konstitusi politik. Bab VI tentang Pemerintah Daerah. Ketentuan tentang sistem perekonomian nasional memang hanya dalam satu pasal yang terdiri dari lima ayat. Bab VIII tentang Hal Keuangan. Ketentuan utama UUD 1945 tentang sistem perekonomian nasional dimuat dalam Bab XIV Pasal 33. dan Aturan Tambahan. Hal ini misalnya diatur dalam Bab I tentang Bentuk Kedaulatan. Sebagai konstitusi politik.

Hal ini menunjukkan betapa urgennya konstitusi sebagai suatu perngkat negera. Hamid S Attamini menegaskan bahwa konstitusi atau Undang-undang Dasar merupakan suatu hal yang sngat penting sebagai pemberi pegangan dan pemberi batas. dan Bab XIV tentang Perekonomian Nasional Dan Kesejahteraan Rakyat khususnya Pasal 34. Dalam lintasan sejarah hingga awal abad ke-21 ini. Konstitusi dan Negara ibarat dua sisi mata uang yang satu sama lain tidak terpisahkan. konstitusi juga digunakan sebagai alat untuk menjamin hak-hak warga negarqa. seperti antara lembaga legislative. sekaligus dipakai sebagai pegangan dalam mengatur bagaimana kekuasaan Negara harus dijalankan. ia mengatakan bahwa bagi mereka yang memandang Negara dari sudut kekuasaan dan menganggap sebagai organisasi kekuasaan. Sejalan dengan pendapat tersebut. Miriam Budiarjo mengatakan: ³Di dalam Negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusional. Hak-hk tersebut mencakup hak-hak asas.A. eksekutif dan yudikatif. serta hubungan antara Negara dan warga Negara sehingga saling menyesuaikan diri dan saling bekerja sama. Dr.5 PENTINGNYA KONSTITUSI DALAM SUATU NEGARA Konstitusi merupakan media bagi terciptanya kehidupan yang demokratis bagiseluruh warga Negara.tentang Hak Asasi Manusia. Undangundang Dasar mempunyai fungsi yang khas yaitu membatasi kekuasan pemerintah sedemikain rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenag. hampir tidak ada Negara yang tidak memiliki konstitusi.Struycken dalam bukunya ³Het Staatsreet van Het Koninkrijk der Nederlander´ menyatakan bahwa Undang-undang Dasar sebagai konstitusi tertulis merupakan dokuman formal yang berisikan: . kesejahteraan hidup dan hak kebebasan.Mengingat pentingnya konstitusi dalam suatu Negara ini. Kusnardi menjelaskan bahwa konstitusi dilihat dari fungsinya terbagi ke dalam dua bagian. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa konstitusi merupakan sekumpulan aturan yang mengatur organisasi Negara. maka konstitusi dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi diantara beberapa lembaga kenegaraan. Bab XIII tentang Pendidikan Dan Kebudayaan. Sejalan dengan perlunya konstitusi sebagai instruman untuk membatasi kekuasaan dalam suatu Negara. Lebih lanjut. 2. Denagn demikian diharapkan hak-hak warga Negara akan lebih terlindungi. Bagir Manan mengatakan bahwa hakikat konstitusi merupakn perwujudan paham tentang konstitusi atau konstitualisme yaitu pembatasan terhadap kekuasaan pemerintah di satu pihak dan jaminan terhadap kekuasaan pemerintah di satu pihak dan jaminan terhadap hak-hak warga Negara maupun setiap penduduk di pihak lain. Selain sebagai pembatas kekuasaan. yaitu membagi kekuasaan dalam Negara dan membatasi kekuasaan pemerintah atau penguasa dalam Negara. seperti hak untuk hidup.´ Dalam konteks pentingnya konstitusi sebagai pemberi batas kekuasaan tersebut.

karena dengan adanya konstitusi akan tercipta pembatasan kekuasaan melalui pembagian kekuasaan dalam menjalankan Negara. telah tercover dalam konstitusi. Secara umum dapat dikatakan bahwa eksistensi konstitusi dalam suatu Negara merupakan suatu keniscayaan. 2. Dan pada prinsipnya semua agenda penting kenegaraan. di mana perkembangan kehidupan ketatanegaraan bangsa hendak dipimpin. adanya konstitusi juga menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menjamin hak-hak asasi warga Negara. serta memberikan arahan dan pedoman bagi penerus bangsa dalam menjalankan suatu Negara. berpartisipasi dalam penyelenggaraan . maka pasti mengetahui dan dapat mempertahankan hak-hak konstitusionalnya yang dijamin dalam UUD 1945. 3. dan kedua . Kontitusi mengikat segenap lembaga negara dan seluruh warga negara. pertama . diperlukan adanya budaya sadar berkonstitusi. Keempat materi yang terdapat dalam konstitusi atau undang ± undang tersebut. serta prinsip ± prinsip dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. dan bernegara. kata ³pelaksanaan´ ( implementation ) terdiri dari dua konsep fungsional. Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi masyarakat untuk dapat selalu menjadikan konstitusi sebagai rujukan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk menumbuhkan budaya sadar berkonstitusi diperlukan pemahaman terhadap nilai-nilai dan norma-norma dasar yang menjadi materi muatan konstitusi. menunjukkan arti pentingnya suatu konstitusi yang menjadi barometer kehidupan bernegara dan berbangsa. Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa. yang menjadi pelaksana konstitusi adalah semua lembaga negara dan segenap warga negara sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing sebagaimana diatur dalam UUD 1945. 4. Dalam perspektif hukum.6 BUDAYA SADAR BERKONSTITUSI Kita tentunya menghendaki agar UUD 1945 merupakan konstitusi yang benar-benar dilaksanakan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara demi tercapainya cita-cita bersama. identifying constitutional norms and specifying their meaning . Suatu keinginan. Hasil perjuangan politik bangsa di waktu lampau. Agar setiap lembaga dan segenap warga negara dapat melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan UUD 1945. crafting doctrine or developing standards of review . Selain itu. masyarakat dapat berpartisipasi secara penuh terhadap pelaksanaan UUD 1945 baik melalui pelaksanaan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. yaitu. berbangsa. sehingga tidak terjadi penindasan dan perlakuan sewenang-wenang dari pemerintah. Oleh karena itu.1. Pandangan tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan baik untuk waktu sekarang maupun untuk waktu yang akan datang. Selain itu. 2. Jika masyarakat telah memahami norma-norma dasar dalam konstitusi dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

juga diperlukan adanya kesadaran untuk mendapatkan perlindungan atas hak konstitusional yang dilanggar dengan cara mengajukan permohonan pengujian konstitusional atas ketentuan undang-undang yang merugikannya. Kondisi tersebut dengan sendirinya akan mencegah terjadinya penyimpangan ataupun penyalahgunaan konstitusi. Di sisi lain. Oleh karena itu. Akibatnya. Budaya sadar berkonstitusi tercipta tidak hanya sekedar mengetahui norma . Budaya mematuhi aturan hukum merupakan salah satu ciri utama masyarakat beradab. Pengujian tersebut dilakukan untuk menentukan apakah suatu ketentuan dalam suatu undang-undang. UUD 1945 akan banyak dilanggar oleh ketentuan undang-undang sehingga pada akhirnya konstitusi hanya akan menjadi dokumen di atas kertas tanpa dilaksanakan dalam praktik. lembaga yang memiliki kewenangan terkait dengan pelaksanaan pemilu juga harus menjalankan wewenangnya dengan baik. serta apabila timbul permasalahan atau sengketa. serta dapat pula melakukan kontrol terhadap penyelenggaraan negara dan jalannya pemerintahan. Di sisi lain. Dalam pengajuan permohonan inilah diperlukan adanya budaya sadar berkonstitusi berupa kesadaran akan hak konstitusionalnya sebagai warga negara baik sebagai perorangan maupun kelompok bahwa hak-hak konstitusional telah dilanggar oleh suatu ketentuan undangundang. penyelenggara pemilu. misalnya dalam pelaksanaan Pemilu. momentum politik yang sejatinya adalah untuk membentuk pemerintahan yang demokratis dapat tergelincir ke dalam konflik yang justru merugikan masyarakat serta kepentingan bangsa dan negara. Semua permasalahan yang muncul harus dipercayakan dan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang telah ditentukan. Namun Mahkamah Konstitusi dalam hal ini tidak dapat bertindak secara aktif. Segenap komponen bangsa harus bertindak sesuai dengan aturan yang ditetapkan. maupun Pemilukada. Hal ini sangat diperlukan terutama dalam konteks politik. Sebaliknya. dalam budaya berkonstitusi juga terkandung maksud ketaatan kepada aturan hukum sebagai aturan main (rule of the game) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.negara dan pemerintahan. bertentangan atau tidak dengan UUD 1945. harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. yaitu kedasaran mematuhi rambu-rambu permainan dan mekanisme penyelesaian sengketa. Jika tidak ada budaya sadar berkonstitusi. Tanpa adanya kesadaran berkonstitusi. Oleh karena itulah harus ada upaya secara terus-menerus untuk membangun budaya sadar berkonstitusi. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. masyarakat tidak akan mengetahui apakah haknya terlanggar atau tidak dan tidak melakukan upaya konstitusional untuk mendapatkan perlindungan. diperlukan kesadaran baik bagi untuk peserta pemilu. maupun pihak dan lembaga lain yang memiliki peran dalam pelaksanaan Pemilu. Salah satu bentuk nyata pentingnya budaya sadar berkonstitusi bagi pelaksanaan konstitusi adalah terkait dengan kewenangan Mahkamah Konstitusi menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Mahkamah Konstitusi hanya dapat menjalankan wewenang tersebut jika ada permohonan pengujian suatu undangundang yang diajukan oleh masyarakat. baik Pemilu legislatif.

diperlukan upaya domestikasi UUD 1945. Salah satu masalah yang dihadapi dalam upaya mendekatkan UUD 1945 sebagai konstitusi kita kepada masyarakat umum serta menumbuhkan the living contitution adalah karena pembahasan masalah konstitusi dan materi muatan yang terkandung di dalamnya selalu menggunakan kerangka pikir. meskipun keputusan terakhir tetap ada pada pimpinan tertinggi. peningkatan budaya sadar berkonstitusi tidak hanya dilakukan melalui forum tatap muka. Oleh karena itu. Masyarakat akan dapat mensikapi masalah yang dihadapi berdasarkan norma-norma konstitusional. tetapi tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia. Bahkan prinsip demokrasi juga mulai terlihat karena pengambilan keputusan diambil secara musyawarah oleh wakil-wakil masyarakat. Lebih dari itu. juga dibutuhkan pengalaman nyata untuk melihat dan menerapkan konstitusi dalam praktik kehidupan bermasyarakat. tetapi melalui berbagai bentuk kemasan dan media yang berbeda-beda. misalnya melalui penulisannya dalam bahasa dan huruf daerah. masyarakat dapat menjadikan UUD 1945 benar-benar sebagai landasan kehidupan bermasyarakat. dan yudikatif sudah terbentuk walaupun kekuasaan Raja cukup dominan karena menjadi ketua dari semua lembaga yang menjalankan fungsi-fungsi kekuasaan tersebut. Sebagai contoh. Hal ini menjadi awal dari berkembangnya kehidupan dan pemikiran konstitusional sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat (the living constitution) . Untuk itu informasi tentang konstitusi harus tersedia agar mudah diakses dengan cepat dan mudah pula dipahami. berbangsa dan bernegara. Dengan elaborasi pengalaman bangsa Indonesia sendiri dan dikaitkan dengan perkembangan yang terjadi dalam UUD 1945. menumbuhkan budaya sadar berkonstitusi adalah suatu proses panjang dan berkelanjutan. Untuk itu. Padahal. berbangsa dan bernegara. rujukan teori. sebelumnya terdapat kerajaankerajaan di wilayah nusantara yang memiliki sistem dan struktur ketatanegaraan tersendiri yang dapat dibandingkan dengan sistem ketatanegaraan modern. yaitu menjadikan UUD 1945 dan pengkajiannya dilakukan dengan merujuk pada pengalaman bangsa Indonesia dan problem nyata yang dihadapi oleh masyarakat. maka masyarakat akan merasakan bahwa sistem dan pemikiran yang menjadi materi muatan UUD 1945 bukan lagi sebagai hal yang asing. Setiap warga negara dan penyelenggara negara harus mempelajari dan memahami UUD 1945 melalui berbagai cara dan berbagai media. eksekutif.dasar dalam konstitusi. pembagian fungsi kekuasaan antara legislatif. Jika hal ini diiringi dengan upaya mendekatkan UUD 1945 dengan masyarakat. Kenyataan-kenyataan sejarah tersebut dapat dijumpai di kerajaan dan satuan pemerintahan lain di berbagai wilayah nusantara. dan rujukan praktik yang berasal dari luar negeri. Pengkajian sejarah ketatanegaraan bangsa Indonesia selama ini masih terbatas mulai penjajahan Belanda. Oleh karena itu.

penting bagi negara Umumnya bersifat garis . landasan penyelenggaraan bernegara y Berarti hukum dasar. dan falsafah yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa ybs. Peraturan Daerah. konstitusi termasuk kelompok Staatgrundgesetz atau aturan dasar/pokok negara .garis besar yang nanti dituangkan lebih lanjut dalam peraturan perundangan dibawahnya y Konstitusi negara umumnya berisi tentang identitas /organisasi negara. Undang-Undang 3.BAB III PENUTUP 3.nya negara. aturan tentang perubahan konstitusi y Konstitusi juga mengandung pandangan hidup. UUD 1945 2. Konstitusi : y Konstitusi berasal dari kata constituer (bhs Perancis) yang berarti membentuk.1 KESIMPULAN Hieraki peraturan perundang-undangan di indonesia menurut Undang-Undang No 10/2004 tentang pembentukan peraturan perundang ±undangan : 1. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 4. cita-cita. Sebagai dasar pembentukan negara. hukum tertinggi negara . y Dalam jenjang norma.(pengertian luas) y Konstitusi penting bagi negara karena penyelenggaran bernegara diatur dan didasarkan atas konstitusi negara Isi Konstitusi : y y Berisi hal-hal yg mendasar. Hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis (pengertian luas) y y Sebagai undang-undang dasarnya negara (Konstitusi tertulis / pengertian sempit) Sebagai hukum dasar yang tertulis atau undang-undang Dasar dan hukum dasar yang tidak tertulis / Konvensi. hubungan antar lembaga negara. Dimaksudkan untuk pembentukan suatu negara y Konstitusi sebagai peraturan dasar/awal mengenai negara. Peraturan Pemerintah 5. Peraturan Presiden 6. hubungan negara dengan warga negara. pola kekuasaan negara.

.2 SARAN Sebagai generasi penerus bangsa kita harus tahu dan memahami akan pentingnya konstitusi bagi negara.serta berusaha untuk mempelajari semua hal yang berkaitan dengan konstitusi ini untuk dapat kita jadikan pedoman dalam mengatasi setiap masalah dalam kapasitas kita sebagai warga negara.3. Karena adanya konstitusi ini tidak lain di tujukan untuk menjamin hak asasi kita sebagi warga negara agar kekuasaan tidak disalah gunakan dengan adanya norma yang memberi arah terhadap jalannya pemerintahan sehingga para penguasa tidak bisa berlaku semena-mena.