Anda di halaman 1dari 4

BEDAH LISTRIK

Bedah listrik adalah aplikasi listrik frekuensi tinggi, langsung pada jaringan untuk menghancurkan lesi jinak maupun ganas, mengontrol perdarahan atau memotong dan mengeksisi jaringan. Metode ini mudah dilakukan dan bermanfaat untuk menangani berbagai macam lesi kulit, khususnya lesi kecil yang terletak superfisial (misal : skin tag dan angioma kecil). Energi listrik dialirkan dari sumber listrik frekuensi tinggi ke jaringan manusia melalui elektroda yang dipertahankan dalam keadaan dingin. Sebagian besar alat bedah listrik bekerja pada frekuensi di bawah frekuensi radio AM. Resistensi elektrik dari jaringan manusia mengubah energi listrik ini menjadi energy molecular, yang menyebabkan denaturasi protein intraselular atau ekstraselular, dan mengakibatkan efek koagulasi atau desikasi. Peningkatan cairan intraseluler di atas titik didih menyebabkan ruptur membran dan menghasilkan efek pemotongan. Tindakan bedah listrik tidak boleh digunakan untuk penanganan melanoma dan untuk pasien yang memakai pace maker. Bedah listrik sering disalahartikan dengan elektrokauterisasi. Pada elektrokauterisasi, yang bertindak menyediakan resistensi elektrik adalah ujung elektroda, dan bukan jaringan manusia. Ujung elektroda dipanaskan dan menyebabkan luka bakar pada jaringan. Jadi, pada elektrokauterisasi, panas berasal dari elektroda. Sedangkan bedah listrik lebih bertujuan pada tindakan untuk menimbulkan panas dalam jaringan itu sendiri. Walaupun elektrokauterisasi merupakan salah satu bentuk bedah listrik, tidaklah tepat untuk menyebut tindakan bedah listrik yang menggunakan ujung elektroda dingin sebagai elektrokauterisasi. Modalitas utama dalam bedah listrik adalah : (1) Elektrodesikasi, (2) Elektrofulgurasi, (3) Elektrokoagulasi, (4) Elektroseksi.

ELEKTRODESIKASI Elektrodesikasi adalah penghancuran jaringan menggunakan energi listrik frekuensi tinggi yang diaplikasikan menggunakan elektroda berbentuk jarum. Digunakan untuk menghilangkan lesi kecil yang tumbuh di superfisial. Dapat dikombinasikan dengan kuretase

untuk menghilangkan jaringan abnormal yang terletak lebih dalam atau untuk menghentikan perdarahan. Tindakan ini dilakukan di bawah anestesi lokal. Ujung elektroda aktif disentuhkan atau disisipkan dalam kulit untuk menghancurkan jaringan. Elektrodesikasi dapat digunakan untuk menghilangkan telangiektasis ringan dan spider angioma. ELEKTROFULGURASI Pada elektrofulgurasi, elektroda dipertahankan agak jauh dari permukaan kulit (dipercikkan) engan tujuan menciptakan penghancuran jaringan yang lebih minimal. Fulgurasi khususnya digunakan untuk menghilangkan lesi epidermal superfisial seperti karsinoma sel basal pada badan.

Dua metode bedah listrik : (A) Elektrodesikasi dengan ujung elektroda aktif menyentuh kulit dan menunjukkan penetrasi pada jaringan yang dirusak. (B) Elektrofulgurasi dengan percikan bunga api dari elektroda ke jaringan. Area tindakan lebih superfisial daripada elektrodesikasi.

ELEKTROKOAGULASI Dikenal juga dengan istilah Diatermi Frekuensi Radio atau Elektrolisis Gelombang Pendek. Teknik ini biasa digunakan untuk terapi medis dan pengolahan air. Gelombang radio ditransmisikan melalui kawat probe halus atau media lain ke jaringan di sekitar probe. Molekul dalam jaringan akan bervibrasi dan menyebabkan peningkatan temperatur dan akhirnya menyebabkan koagulasi protein dalam jaringan serta menghancurkan jaringan dengan efektif.

Elektrokoagulasi cocok digunakan untuk memotong pembuluh darah kecil (diameter kurang dari 2 atau 3 mm) pada bedah superfisial maupun profundal. Ujung elektroda dapat diaplikasikan langsung pada permukaan kering tempat tidur bedah yang dimampatkan untuk sementara atau secara tidak langsung dengan cara disentuhkan pada hemostat atau forcep Adson yang digunakan untuk menjepit perdarahan kecil. ELEKTROSEKSI Pada elektroseksi, elektroda digunakan untuk memotong jaringan. Ujung elektroda berbentuk jarum kecil, kumparan kawat, diamond, elips atau segitiga. Ujung elektroda ini disentuhkan dengan perlahan pada jaringan, menyebabkan pengukusan jaringan di sekeliling ujung elektroda dan menghasilkan efek pemotongan dengan sedikit tekanan ringan melawean jaringan dari operator. Penggunaan energi minimal pada elektroseksi dapat menghasilkan spesimen dengan luka bakar minimal di tepinya dan penyembuhan klinisnya sama dengan bila kita menggunakan pisau bedah. Keuntungan lain dari elektroseksi adalah darah lebih sedikit keluar pada saat pembedahan dan waktu pembedahan menjadi lebih singkat. Elektrodesikasi dan elektrofulgurasi adalah teknik monoterminal karena dapat dilakukan dengan satu elektroda saja. Elektroseksi adalah teknik biterminal karena membutuhkan dua elektroda.

Lesi kulit yang dapat ditangani dengan bedah listrik

Jenis lesi Lesi Jinak Acrochordons (skin tags) Cherry Angioma Spider Angioma Kondiloma Akuminata Moluskum Kontagiosum Nevus Granuloma piogenik Keratosis Seboroik Hiperplasi Sebasea Telangiektasis Verrucae vulgaris Verrucae plana Lesi Pra Ganas Actinic keratosis Lesi Ganas Karsinoma sel basal

Teknik D, S K, D K D D S S, K D K K D D D S, D

D = elektrodesikasi/fulgurasin; S = elektroseksi; K = elektrokoagulasi.