Anda di halaman 1dari 7

I. JUDUL Korosi Besi II. TUJUAN PERCOBAAN Untuk mengetahui korosi besi III.ALAT DAN BAHAN No .

Alat/Bahan Jumlah/Volum e Gambar

1.

Air suling (aquades)

5 ml

2.

Kristal CaCl2

2 gram

3.

Kapas kering

4.

Air mendidih

5.

Minyak tanah/ kerosin

10 ml

6.

Batang paku

4 buah

7.

Tabung reaksi

4 buah

8.

Prop karet

2 buah

9.

Pipet

10 .

Amplas

IV.PROSEDUR DAN PENGAMATAN PERCOBAAN 1. Mengambil 4 tabung reaksi, kemudian:


a) Menambahkan 5 ml air suling ke dalam tabung 1,

b) Menambahkan 2 gram kristal CaCl2 kemudian kapas kering ke

dalam tabung 2,

c) Menambahkan air yang sudah didihkan ke dalam tabung 3

hingga hampir penuh,

d) Menambahkan kira kira 10 ml kerosin ke dalam tabung 4.

1. Mengamplas 4 batang paku besi hingga bersih, kemudian

memasukan masing-masing satu ke dalam tabung reaksi pada prosedur 1 di atas.

2. Menutup tabung 2 dan 3 dengan prop (sumbat) karet sampai rapat.

3. Menyimpan tabung-tabung tersebut selama 2 hari, kemudian

mengamati apa yang terjadi dan mencatat pengamatan. I. CATATAN

1. Kalsium Klorida anhidrat (CaCl2) adalah zat yang bersifat higroskopis

(menyerap air), sehingga udara dalam tabung yang mengandung zat itu akan bersifat kering (bebas air). 2. Air yang sudah didihkan kehilangan oksigen terlarut.

I. HASIL PENGAMATAN Hari ke-1, 14 Oktober 2010 Tabung kePerubahan Gambar

Air keruh

Tidak terjadi perubahan

Paku sedikit berkarat

Tidak terjadi perubahan

Hari ke-3, 16 Oktober 2010 Tabun g kePerubahan Gambar

Paku berkarat kuning keemasan, air keruh

Tidak terjadi perubahan

Paku berkarat

Tidak terjadi perubahan

II. ANALISIS DATA / PERTANYAAN


1. Apakah tabung di mana paku berkarat terdapat oksigen dan air?

Jawab: Ya, karena reaksi korosi disebabkan oleh oksigen dan air.
2. Apakah tabung di mana paku tidak berkarat tidak terdapat oksigen

dan air? Jawab: Ya, karena jika paku tidak berkarat, maka di paku tersebut tidak terdapat oksigen atau air. I. KESIMPULAN
1. Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai

zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan.
2. Pada periostiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan

oksigen (udara) mengalami reduksi.


3. Korosi merupakan peristiwa elektrokimia, pada korosi besi bagian

tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, yang mana besi mengalami oksidasi. Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang berlaku sebagai katode, yang mana oksigen tereduksi.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi diantaranya adalah:

oksigen, air/kelembapan, pengotor, halus kasarnya permukaan, dan air yang mengandung garam atau kontak dengan elektrolit 5. Cara pencegahan korosi Mencegah kontak antara besi dengan H2O dan O2 dapat dilakukan dengan: a) Mengecat b) Melumuri dengan oli atau gemuk c) Dibalut dengan plastik
d) Tin Plating (pelapisan dengan timah putih) e) Galvanisasi (pelapisan dengan zink/seng) f) Cromium plating (pelapisan dengan kromium) g) Sacrificial protection (pengorbanan anode). Magnesium lebih

mudah berkarat daripada besi. Jika logam Mg dikontakkan dengan Fe, maka Mg akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang Mg harus diganti.