P. 1
soal tentang redoks

soal tentang redoks

|Views: 1,553|Likes:
Dipublikasikan oleh zz-HArry
Tugas Soal + jawaban tentang redoks
Tugas Soal + jawaban tentang redoks

More info:

Published by: zz-HArry on Aug 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

DAFTAR PUSTAKA

y

Achmad, H., Penuntun Belajar Kimia TPB II; Elektro Kimia, Departemen Kimia FMIPA ± ITB, Bandung, 1982 Brady, J.E., General Chemistry : Principles and Structure, 5th edition, John Wiley and Sons, New York, 1990 Briggs,J., Chemistry for ³0´ Level, 2nd edition, Longman, Singapore, 2000 Chang, Raymond. Kimia Dasar : Konsep ± Konsep Inti , Penerbit Erlangga, Indonesia , 2003

y

y y

y

Ratna (2009). Langkah ± Langkah Penyetaraan Reaksi Oksidasi From http://www.chemis-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/langkah-langkah-penyetaraan-reaksi-redoks/, 31 Juli 2011

y

Wikipedia Indonesia (2011). Redoks From http://id.wikipedia.org/wiki/Redoks, Agustus 2011

1

y

Anonim (2011). Bab 2 Reaksi Oksidasi From http://imc.kimia.undip.ac.id/matakuliah/kimia-dasar-ii/bab-2-reaksi-reduksi-oksidasi/, 1 Agustus 2011

y

Nurul Solikha Nofiani (2011). Konsep Redoks From http: nurulsolikha.blogspot.com/ 2011/ 03/konsep-redoks-reaksi-reduksi-oksidasi-1.html , 1 Agustus 2011

y

Syukri, S., Kimia Dasar 1, Penerbit ITB, Bandung, 1999

Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 14

10 SOAL DAN PEMBAHASAN MENGENAI REAKSI OKSIDASI

1.Jelaskan pengertian antara reaksi redoks dan bilangan oksidasi !

Jawaban : Bilangan Oksidasi =jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menandakan jumlah elektron yang telah diterima atau diserahkan. Redoks adalah singkatan dari reduksi dan oksidasi.Reduksi adalah reaksi yang mengakibatkan atau menghasilkan berkurangnya bilangan oksidasi (biloks).

sedangkan Oksidasi adalah reaksi yang mengakibatkan atau menghasilkan bertambahnya bilangan oksidasi (biloks). Reaksi redoks digunakan untuk menyetarakan jumlah muatan antara muatan positif dan negatif.

2.Setarakan reaksi redoks berikut : MnO4- + Cl- ±> Mn2+ + Cl2 (Asam) Jawaban : 1. Menuliskan setengah reaksi kedua zat yang akan direaksikan MnO4- ±> Mn2+ Cl- ±> Cl2 2. Menyetarakan jumlah atom unsur yang terlibat MnO4- ±> Mn2+ 2Cl- ±> Cl2 3. Menambah H2O pada suasana Asam (pada yg kurang O) dan pada suasana Basa (pada yg kelebihan O)
Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 15

MnO4- ±> Mn2+ + 4H2O 2Cl- ±> Cl2 4. Menyetarakan atom Hidrogen (H) dengan menambah H+ pada suasana Asam dan OHpada susana basa MnO4- + 8H+ ±> Mn2+ + 4H2O 2Cl- ±> Cl2 5. Menyetarakan muatan dengan menambah elektron MnO4- + 8H+ + 5e ±> Mn2+ + 4H2O [selisih elektron pereaksi (7) dan hasil reaksi (2)] 2Cl- ±> Cl2 + 2e [elektron pereaksi -2 maka di hasil reaksi harus ditambah 2e] 6. Menyamakan jumlah elektron yang diterima dengan yang dilepas dengan perkalian silang antar elektron (didapat dari penambahan jumlah elektron) MnO4- + 8H+ + 5e ±> Mn2+ + 4H2O | x 2 2Cl- ±> Cl2 + 2e | x 5 Hasilnya menjadi : 2MnO4- + 10Cl- + 16H+ ±> 2Mn2+ + 5Cl2 + 8H2O

3. Setarakan reaksi redoks berikut : Fe2+ + Cr2O72- ±> Fe3+ + Cr3+ Jawaban : 1. Menyetarakan unsur yang mengalami perubahan biloks Fe2+ + Cr2O72- ±> Fe3+ + 2Cr3+ -Menentukan biloks masing-masing unsur /senyawa Fe2+ + Cr2O72- ±> Fe3+ + 2Cr3+ 2+ +12 3+ +6

2. Menentukan selisih perubahan biloks
Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 16

Fe2+ ±> Fe3+ [biloks naik (oksidasi) ±> selisih +2 ke +3 adalah 1 Cr2O72- ±> 2Cr3+ [biloks turun (reduksi) ±> selisih +12 ke +6 adalah 6 3. Menyamakan perubahan biloks dengan perkalian silang Fe x 6 ±> setiap anda menemukan unsur Fe kalikan dengan 6 Cr x 1 ±> setiap anda menemukan unsur Cr kalikan dengan 1 Sehingga reaksi diatas menjadi 6Fe2+ + Cr2O72- ±> 6Fe3+ + 2Cr3+ 4. Menentukan muatan pereaksi dan hasil reaksi ( Jika muatan pereaksi lebih negatif/rendah maka ditambah H+ berarti suasana Asam. Jika muatan pereaksi lebih positif/tinggi, maka ditambah OH- berarti suasana basa. 6Fe2+ + Cr2O72- ±> 6Fe3+ + 2Cr3+ 6Fe2+ + Cr2O72- + 14H+ ±> 6Fe3+ + 2Cr3+ 5. Menyetarakan Hidrogen dengan menambah H2O pada tempat yang belum ada oksigennya. 6Fe2+ + Cr2O72- + 14H+ ±> 6Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O Hasilnya menjadi : 6Fe2+ + Cr2O72- + 14H+ ±> 6Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O

4. Dalam reaksi berikut : Fe2O3 + 3CO pengoksidasi dan mana zat pereduksi ! Jawaban :

2Fe + 3CO2 Tentukan mana yang Zat

Oksidator atau zat pengoksidasi adalah zat yang mengoksidasi zat lain. Pada contoh reaksi diatas, besi(III)oksida merupakan oksidator. Reduktor atau zat pereduksi adalah zat yang mereduksi zat lain. Dari reaksi di atas, yang merupakan reduktor adalah karbon monooksida.

Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 17

5. Sebutkan beberapa contoh aplikasi dari reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari ! Jawaban : Reaksi fotosintesis yaitu : 6CO2 + 6H2O -------> C6H12O6 + 6O2 Dalam reaksi tersebut, terjadi penerapan redoks, yaitu : => Oksidasi Dalam unsur Oksigen (O), berubah biloks dari -2 menjadi 0. => Reduksi Dalam unsur karbon (C), berubah biloks dari +4 menjadi 0. Pada perkaratan besi : Pada peristiwa perkaratan (korosi), logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3 . xH2O => berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, dimana besi mengalami oksidasi. Fe(s) -----> Fe2+(aq) +2e .............. E=+0,44V O2(g) + 2H2O(l) +4e --------> 4OH- ................ E=+0,40V Ion besi (II) yg terbentuk pd anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi (III) yg kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3 . xH2O, yaitu karat besi. Pada baterai : Anoda : Zn ------> Zn2+ + 2e Katoda : 2MnO2 + 2NH4+ + 2e ------> Mn2O3 + 2NH3 + H2O --------------------------------------« Zn + 2NH4+ + 2MnO2 -------> Zn2+ + Mn2O3 +2NH3 + H2O

Reaksi redoks dalam reaksi tersebut adalah : => Oksidasi : Di anoda pada Zn, biloks Zn dari 0 menjadi +2. => Reduksi : Di katoda pada Mn, biloks Mn dari +4 menjadi +3.
Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 18

Oksidasi makanan dalam sel Peleburan bijih logam Penyepuhan emas Aki PENGOLAHAN AIR KOTOR (SEWAGE) => pengolahan air kotor ada 3 tahap : tahap primer, sekunder, dan tersier. Saya akan menyingkat tahap ini satu persatu... a) TAHAP PRIMER => untuk memisahkan sampah yang tidak larut air, yang dilakukan dengan penyaringan dan pengendapan. b) TAHAP SEKUNDER => untuk menghilangkan BOD dengan jalan mengOKSIDASInya. c) TAHAP TERSIER => untuk menghilangkan sampah yang masih terdapat.

6.Tentukan bilangan biloks masing-masing atom dari senyawa berikut : a. NO2 b. Pb(NO3)2 ! Jawaban : Bila yang ditanyakan Biloks masing-masing unsur maka :

NO2 = 0 N+2xO=0 N + 2 x(-2) = 0 N + (-4) = 0 N = +4 Biloks N dalam NO2 = +4 Biloks O = -2

Pb(NO3)2 = 0 Pb + 2xN + 6xO = 0 2 + 2 x N + 6 x (-2) = 0 2 + 2xN + (-12) = 0 2xN = 10 N= 10/2 N=5 Biloks N dalam Pb(NO3)2 = +5 Biloks Pb = +2 Biloks O = -2

Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 19

7. Jelaskan hubungan antara bilangan oksidasi dengan reaksi redoks ! Jawaban : Biloks menunjukkan total elektron yang dipindahkan dari unsur bebas (biloks positif) atau ditambahkan pada suatu unsur (biloks negatif) untuk mencapai keadaan atau bentuknya yang baru. Hubungannya : Oksidasi melibatkan kenaikan bilangan oksidasi Reduksi melibatkan penurunan bilangan oksidasi

8. Setarakan reaksi redoks berikut : Zn(s) + NO3^-(aq) --> ZnO2^2-(aq) + NH3(g) (suasana basa) Jawaban : Zn(s) + NO3-(aq) --> ZnO22-(aq) + NH3(g) biloks Zn naik dari 0 menjadi +2 --> naik 2 biloks N turun dari +5 menjadi -3 --> turun 8 sehingga ; 4 Zn(s) + NO3-(aq) --> 4 ZnO22-(aq) + NH3(g) setarakan muatan dg menambah OH- : 4 Zn(s) + NO3-(aq) + 7 OH- --> 4 ZnO22-(aq) + NH3(g) setarakan O dg menambah H2O: 4 Zn(s) + NO3-(aq) + 7 OH- --> 4 ZnO22-(aq) + NH3(g) + 2 H2O Hasilnya menjadi : Zn(s) + NO3-(aq) + 7 OH4 ZnO22-(aq) + NH3(g) + 2 H2O

9. Setarakan reaksi redoks berikut : Cr(OH)3 (s) + H2O2 (aq) --> CrO4^2- (aq) + H2O (l) (suasana asam) ! Jawaban :
Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 21

Cr(OH)3 (s) + H2O2 (aq) --> CrO4-2 (aq) + 2 H2O (l) biloks Cr naik dari +3 menjadi +6 --> naik 3 biloks O turun dari -1 menjadi -2 --> turun 1 (kali 2 krn ada 2) = 2 kalikan silang 2 Cr(OH)3 (s) + 3 H2O2 (aq) --> 2 CrO4-2 (aq) + 6 H2O (l) setarakan muatan dg menambah H+ 2 Cr(OH)3 (s) + 3 H2O2 (aq) -->2 CrO4-2(aq) + 6 H2O (l) + 4 H+ setarakan H dg menambahkan H2O 2 Cr(OH)3 (s) + 3 H2O2 (aq) + 2 H2O--> 2 CrO4-2 (aq) + 6 H2O (l) + 4 H+ chesk jumlah O : sudah benar sederhanakan , menjadi : 2 Cr(OH)3 (s) + 3 H2O2 (aq) + --> 2 CrO4-2 (aq) + 4 H2O (l) + 4 H+

10. Tolong sebutkan beberapa zat oksidator dan reduktor yang biasa dipakai ! Jawaban : 1. Ion permanganat (MnO4-). Umumnya ion (MnO4-) berada dalam bentuk garamnya yaitu KMnO4. berwarna hitamungu. Sebagai oksidator, maka unsur mangan (biloks = 7) akan direduksi menjadi Mn2+ (bila suasana asam) tidak berwarna dan akan menjadi MnO2 (bila suasana basa/ netral) yang tidak larut. 2. Ion kromat dan ion dikromat (CrO42- dan Cr2O72-) jika suasananya asam oksidator yang aktif adalah ion dikromat, sedangkan bila suasananya basa maka oksidatornya adalah ion kromat. dalam suasana asam maka ion krom akan direduksi sehingga biloksnya menjadi +3. dan kalau dalam suasana sedikit basa produk reduksinya adalah Cr(OH)3 yang tak larut. Sedangkan jika dalam suasana basa kuat maka ion krom akan direduksi menjadi CrO2- (ion kromit)

Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 22

3. Ion sulfit dan ion bisulfit(SO32- dan HSO3-) Ion-ion ini jika dioksidasi maka akan menghasilkan ion sulfat. Bila dalam suasana basa maka pereaksinya adalah SO32- , baik zat asalnya ion suofit ataupun bisulfit. Sebaliknya dalam suasana asam maka bentuk pereaksinya adalah HSO3- dan H2SO3. Oksidasi ion sulfit dalam suasana basa lebih mudah dari pada oksidasi bisulfit dalam suasana asam, sehingga dalam suasana basa merupakan reduktor yang baik.

4. Ion tiosulfat (S2O32-) ion ini direaksikan dengan suatu oksidator kuat maka akan teroksidasi menjadi ion sulfat. Misalkan gas klor direaksikan dengan ion tiosulfat maka akan menghasilkan ion sulfat. Tapi jika direaksikan dengan oksidator yang lebih lemah (misalnya I2) akan menghasilkan ion tetrationat (S4O62-)

Rangkuman Redoks Teknik Elektro Universitas Lampung

Halaman 23

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->