Anda di halaman 1dari 5

Tugas kelompok biokimia

Tugas Dosen

= sintesis, transport dan ekskresi kolestrol. = Haeria, S. Si.

Oleh
Isrul z. lamohan (70100110058) Jumatia (701001100) Juliandri (701001100)

JURUSAN FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGRI ALAUDDIN MAKASSAR

Kolestrol

Kolestrol merupakan komponen esensial membran struktural semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan senyawa yang memiliki inti empat cincin siklopentano fenantren. Termasuk lemak dengan daya larut yang sangat kecil dalam air. Kolestrol digunakan sebagai pembentukan sejumlah steroid penting, seperti asam empedu, asam folat, hormon-hormon adrenal korteks, estrogen, androgen, dan progesteron. Di dalam tubuh manusia dan hewan, jumlah kolestrol didalam sel diatur oleh banyak faktor. Pada umumnya semua faktor itu dapat dibagi menjadi dua macam. Yang pertama faktor luar sel, seperti jumlah kolestrol bebas atau yang terikat dalam lipoprotein di luar sel, persediaan asam lemak bebas, dan adanya hormon tertentu dan yang kedua merupakan faktor dalam sel, seperti kegiatan enzim yang berperan dalam katabolisme kolestrol, jumlah hasil metabolism kolestrol, adanya kegiatan pengangkutan kolestrol ke luar dari sel dengan mekanisme pengangkutan aktif melalui membran sel, dan pengaruh viskositas membran. Tubuh manusia yang normal akan berusaha memelihara konsentrasi plasma kolesterol dengan cara mengatur sintesis dan ekskresi kolesterol. Kolesterol yang melebihi kebutuhan tubuh akan dieliminir melalui empedu, tetapi walapun begitu jika pasok kolesterol dari makanan berlebih yang akhirnya melebihi kebutuhan tubuh, maka akan berakibat kurang baik bagi tubuh dan dapat menimbulkan berbagai gangguan fisiologi seperti artheroskerosis yang manifestasinya dapat menjadi penyakit jantung koroner atau stroke. Sumber utama kolestrol adalah hati, ginjal, kuning telur, daging, minyak nabati dst. Untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam berbagai bahan makanan, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode pengukuran baik secara kualitatif maupun kuantitatif dari metode yang sederhana sampai metode yang kompleks. Salah satu metode yang digunakan untuk pengukuran kadar kolesterol adalah dengan metode Lieberman-Burchards yang menggunakan alat spesifik berupa spektrofotometer.

Sintesis kolestrol
Jaringan yang mampu mensintesis kolestrol antara lain di hati. Korteks adrenal, usus, testis, kulit, aorta. Sintesis kolestrol berlangsung dibagian sitosol dan mikrosom sel jaringan. Kolestrol yang disintesis merupakan bagian terbesar dari kolestrol di dalam tubuh, sedangkan bagian kecil kolestrol berasal dari kolestrol yang terdapat dalam makanan. Untuk

mempermudah mempelajarinya, sintesis kolestrol dibagi dalam tiga tahap deretan reaksi pembentukan antara lain : 1. Pembentukan senyawa intermediate mevalonat. Diawali dengan reaksi pengabunggan 2 molekul asetil-SKoA, yang dikatalis oleh enzim tiolase, dan dihasilkan asetoasetil-SKoA. Selanjutnya, asetoasetil-SKoA bereaksi dengan 1 molekul asetil-SKoA lagi membentuk senyawa -OH, -CH3SKoA (HMG-SKoA). Reaksi ini dikatalis oleh enzim HMG-SKoA sintesis. Akhirnya HMG-SKoA direduksi oleh NADPH + H+, yang dikatalis oleh enzim HMG-SKoA reduktase, dan terbentuklah mavelonat. 2. Pembentukan kolestrol (sterol) Perubahan mevalonat menjadi senyawa sterol pertama berupa lenosterol, berlangsung melelui pembentukan dua senyawa intermediate, berturut-turut berupa senyawa unit isoprenoid dan skualen. Kolestrol diturunkan dari lenosterol melalui pembentukan senyawa intermediate berupa senyawa 14-desmetillano-sterol, zimosterol, 7, 24 kolestadienol, desmosterol dan pada akhirnya terbentuklah kolestrol. 3. Pembentukan kolestrol dari skualin Pada tahap terakhir proses biosintesis kolestrol, skualin bereaksi dengan oksigen menghasilkan skualin-2,3-epoksida. Reaksi ini dikatalis oleh skualin monooksigenase. Selanjutnya skualin-2.3-epoksida mengalami proses suklisasi, yang dikatalis oleh enzim skualin epoksida lanosterol-siklase, menghasilkan lenosterol. [erubahan linosterol menjadi kolestrol berlangsung dengan pelepasan tiga gugus metal (dua atom karbon nomor empat dan satu dari atom karbon nomor 14), reduksi ikatan rangkap dari rantai samping kolestrol, dan perpindahan ikatan rangkap dari posisi-8,9 ke posisi-5,6 dalam cincin B. perubahan linosterol dapat berlangsung melalui salah sati dari dua jalur reaksi, yaitu melalui pembentukan desmoserol atau melalui 7dehidroksikolestrol.

Transport dan ekskresi kolestrol


Absorpsi lipida terutama terjadi dalam jejunum. Hasil pencernaan lipida diabsorpsi ke dalam membran mukosa usus halus dengan cara difusi pasif. Sebelum diabsorpsi kolestrol mengalami esterifikasi kembali yang dikatalis oleh asetilKoenzim A dan kolestrol transferase. Kolestrol diekresi dari tubuh melalui empedu sebagai asam empedu yang dikeluarkan ke lumen usus halus dan empedu sebagai sterol netral yang dikeluarkan ke lumen usus halus. Trigliserida dan lipida besar

lainnya (kolestrol dan fosfolipid) yang terbentuk didalam usus halus dikemas untuk diabsorpsi secara aktif dan ditransportasi oleh darah. Bahan-bahan ini bergabung dengan protein-protein khusus dan menbentuk alat angkut lipida yang dinamakan lipoprotein. Tubuh membentuk empat jenis lipoprotein, yaitu kilomikro, Low Density Lipoprotein (LDL), Very Low Density lipoprotein (VLDL), dan High Density Lipoprotein (HDL). Kilomikro adalah lipoprotein paling besar dan mempunyai densitas paling rendah. Kilomikro mengangkut lipida yang berasal dari makanan dari saluran cerna ke seluruh tubuh. Low Density Lipoprotein (LDL), yang terutama terdiri atas kolestrol bersirkulasi dalm tubuh dan dibawah ke sel-sel otot, lemak, dan sel lainnya. Pembentukan LDL oleh reseptor LDL ini penting dalam pengontrolan kolestrol darah. Disamping itu didalam pembuluh darah terdapat sel-sel perusak yang dapat merusak LDL. Bila hal ini terjadi, kolestrol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan plak. Plak ini dapat menyebabkan aterosklorosis. Very Low Density lipoprotein (VLDL), bila VLDL meninggalkan hati, lipoprotein lipase akan bekerja dengan memecah trigleserida yang ada pada VLDL, VLDL kemudian mengikat kolestrol yang ada pada lipoprotein lain dalam sirkulasi darah. Dengan berkurangnya trigleserida, VLDL bertambah berat dan menjadi LDL. High Density Lipoprotein (HDL), Hati dan usus mempruduksi HDL yang digunakan untuk mengambil kolestrol dan fosfolipid yang ada didalam aliran darah. HDL menyerahkan kelostrol ke lipoprotein lain untuk diangkut kembali ke hati guna diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. Disamping bolak balik antara hati dan sel-sel tubuh lain, lipoprotein dan kolestrol dapat diubah oleh hati menjadi bahan empedu dan disimpan dalam kantong empedu.

Dalam kantong empedu, empedu disimpan Dalam usus halus, empedu mengemulsi lemak

Dalam hati, Kolestrol

empedu Empedu diadsorpsi kembali Didalam darah


Dalam usus besar empedu dibuang melalui feses menyebabkan warna feses

Dari hasil pembahasan diatas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa jumlah HDL yang tinggi (dalam plasma darah) akan mempercepat proses pengangkutan kolestrol dari sel tepi yang berarti mengurangi kemungkinan terjadinya penimbunan kolestrol pada dinding pembuluh darah. Dengan demikian terdapat hubungan terbalik antara kadar HDL dalam darah dengan kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner. Sebaliknya, makain tinggi kadar LDL makin besar kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner.