Anda di halaman 1dari 48

ABSTRAK

Lambang Setyo Utomo. 2004. Miniatur Sistem Kendali Lampu Reklame Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) CPM-1. Tugas Akhir. Teknik Elektro Diploma III. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Seiring dengan Kemajuan teknologi dewasa ini telah berkembang sistem kendali dengan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC). Pada saat ini telah banyak jenis jenis papan reklame maka timbul pemikiran untuk membuat sistem pengendali yang menggunakan PLC. Dengan menggunakan sistem tersebut sehingga meningkatkan daya jual hasil produksi yang dipromosikan. Tujuan dalam penulisan tugas akhir ini adalah pengendalian lampu reklame yang dikendalikan dengan PLC dan diaplikasikan dengan miniature sistem pengendaliaan lampu reklame. Pada sistem kendali PLC terdiri dari beberapa komponen atau peralatan yang menunjang untuk mengendalikan suatu miniatur lampu reklame. Untuk input dan outputnya yang ada pada lampu reklame ini harus ada, dan timbul permasalahan bagaimana membuat sistem kendali lampu reklame dengan baik dan efisien dibanding dengan sistem kendali yang konvensional. Cara kerja alat ini adalah miniatur lampu reklame yang dikendalikan dengan PLC, sesuai mode nyala lampu.berdasarkan program software CPU PLC yang dikehedaki yaitu mode 1 nyala lampu berurutan dari tengah menuju samping kanan dan samping kiri, mode 2 nyala lampu berurutan dari samping kanan dan kiri menuju ke tengah. Hasil yang akan dicapai dalam Tugas Akhir ini adalah membuat suatu miniatur atau simulasi sistem kendali lampu reklame, yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana praktek dalam memahami sistem kendali khususnya menggunakan sistem kendali berbasis Programmable Logic Controller. Sehingga sistem kendali alat ini dapat dipahami dan dipraktekkan oleh khalayak umum. Sistem kendali lampu reklame ini dibuat bertujuan untuk penerangan keindahan kota dengan penerangan ini maka kota kota dapat dihiasi dengan berbagai macam bentuk dan nyala lampu dan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi yang dipasang dipusat kota. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis dapat disimpulkan bahwa : Penggunaan PLC lebih mudah dan praktis. dibandingkan dengan menggunakan sistem kendali konvensional Magnetic contactor. Dalam memprogram PLC harus memperhatikan langkah-langkah tertentu yang tidak bisa diabaikan. Saran dalam merencana suatu rangkaian kontrol tidak hanya membuat rangkaian yang baru, tetapi dapat juga mengembangkan rangkaian yang sudah ada sehingga diharapkan hasilnya lebih sempurna.

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO 1. Ingin bahagia didunia harus dengan ilmu, ingin bahagia di akhirat harus dengan ilmu dan ingin bahagia dunia akhirat juga harus dengan ilmu. 2. Mulailah hidup baru ini dengan penuh ilmu pengetahuan yang engkau peroleh demi masa depan. 3. Ilmu adalah kekayaan yang sangat berharga dan sangat tak ternilai harganya, oleh karena itu percayalah ilmumu dimasa mudamu untuk meraih sukses dimasa yang akan datang. 4. Kejujuran adalah modal utama dalam kehidupan. 5. Kagagalan adalah cambuk untuk berusaha lebih maju.

PERSEMBAHAN 1. Bapak dan Ibu tercinta 2. Adikku tersayang 3. Crew D3 EXT 2000. 4. Teman seperjuangan

iv

DAFTAR PUSTAKA

1. Factory Automatic Omron. 1997. Pengenalan Programmable Logic Controller Sysmac C-series. Semarang : PT. Mandala Adhiperkasa Sejati. 2. Factory Automatic Omron, 1998. CPM 1 Training Manual. Jakarta : Omron Indonesia Rep. Office. 3. Harumi. 1990. Petunjuk Pengoperasian dan Perawatan Peralatan Bagging Plant UPP Semarang. Jakarta : Harumi material handling and conveyor system. 4. Ibrahim, KF. 1998. Teknik Digital. Yogyakarta : Andi. 5. Rusmadi, Dedy. Digital dan Rangkaian. Cimahi : Pionir Jaya. 6. Somantri, Oman. 1993. Sistem Pengontrolan Motor di Industri. Jakarta Depdikbud. 7. Wasito, S. 1983. Pelajaran Elektronika Teknik Digit. Jakarta : Karya Utama.

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdullilah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Tugas Akhir ini disusun dalam rangka penyelesaian studi Diploma III untuk mencapai gelar Ahli Madya Fakultas Teknik Universitas Negeri

Semarang. Tugas Akhir ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. DR. H. A.T. Soegito, SH.. HM, Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Prof. Dr. Soesanto, Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 3. Drs. Djoko Adi Widodo, M.T, Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. 4. Drs. Agus Murnomo, M.T, Ketua Program Studi Diploma III Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. 5. Drs. Isdiyarto, M.Pd, yang telah sabar memberikan pengarahan, bimbingan serta saran-sarannya dalam penulisan Tugas Akhir. 6. Bapak dan Ibu tercinta, yang telah mendoakan dan memberi kasih sayang yang tak terhingga kepada lambang hingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini serta maafkan segala kesalahan lambang selama ini. 7. Rekan rekan D3 TIK. Extension 2000, untuk semua kenangan indah dalam perjuangan meniti liku-liku pendidikan di UNNES. 8. Semua pihak yang telah memberikan bantuan yang tidak mungkin disebutkan namanya satu-persatu.

Harapannya, semoga laporan Tugas Akhir ini dapat menambah khasanah dan ilmu pengetahuan dan berguna bagi semua pembaca dan dapat dipergunakan sabagai bahan kajian. Pengembangan dan pewujudan alat ke arah yang lebih baik. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Terlepas dari segala kekurangan yang ada, penulis barharap semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat. Semoga amal baik siapa saja yang telah membantu penyelesaian Tugas Akhir ini, penulis doakan agar mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT. Amin

Semarang,

Maret 2004

Penulis

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... ABSTRAK ..................................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................. KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................. DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... DAFTAR TABEL .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ A. Latar Belakang ......................................................................... B. Permasalahan ........................................................................... C. Pembatasan Masalah .............................................................. D. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ............................................ E. Manfaat ................................................................................... F. Sistematika Tugas Akhir ......................................................... BAB II LANDASAN TEORI .................................................................. A. Catu Daya ................................................................................. B. MCB ......................................................................................... C. Relay ........................................................................................ D. Saklar toggel Switch ................................................................ E. Kontaktor Magnet ................................................................... F. Tombol tekan Normally Open ................................................. G. Tombol tekan Normally close .................................................. H. Lampu Indicator ...................................................................... I. Motor Listrik ........................................................................... J. Programmable Logic Controller ............................................

i ii iii iv v vii ix x 1 1 2 2 2 3 3 5 5 6 6 7 8 10 10 11 11 12

vii

BAB III METODE REALISASI TUGAS AKHIR ....................................... A. Metode Pengumpulan Data ....................................................... B. Langkah Realisasi ..................................................................... C. Perencanaan Perangkat Lunak ................................................... D. Deskripsi Cara Kerja Sistem Pengendali Lampu Reklame ........ BAB IV RANCANG BANGUN MINIATUR LAMPU REKLAME .......... A. Perencanaan Miniatur Lampu Reklame .................................... B. Perencanaan Desain Pengendali ............................................... C. Perencanaan Program Pengendali (software)............................. BAB V PENUTUP ........................................................................................ A. Simpulan ................................................................................... B. Saran ........................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... Lampiran

24 24 25 26 27 28 28 30 33 44 44 44 46

viii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 31 38 41 42

1. Data Sheet IC LM 741 ..................................................................................... 2. Data Sheet IC LM 3915 ................................................................................... 3. Surat Penetapan Pembimbing Tugas Akhir ..................................................... 4. Surat Penetapan Penguji Tugas Akhir ............................................................

xi

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman 15 33

Tabel 1. Indikator status pada CPU PLC ....................................................... Tabel 2. Mnemonic .........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan sekarang ini telah banyak system pengendalian lampu reklame yang otomatis dan lebih baik dari pada menggunakan pengendalian yang menggunakan system kontrol yang konvensional pengendalian tersebut dengan menggunakan suatu program pengendalian reklame yang telah berkembang sekarang ini. Pada saat ini telah banyak berkembang sistem pengendalian lampu reklame yang menggunakan suatu program. Salah satunya menggunakan program pengendali Programmable Logic Controller (PLC). Dengan menggunakan program tersebut maka mode nyala lampu dapat mudah diubah ubah sesuai yang dikehendaki tinggal mengubah program. Pada akhir-akhir ini sedang dikembangkan sistem pengendali berbasis PLC, Seiring dengan lajunya perkembangan yang terjadi pada saat ini, sistem kendali lampu reklame menggunakan program PLC, dan mempunyai kelebihan dibandingkan dengan saklar sistem kendali konvensional atau saklar magnet, adapun kelebihannya adalah sebagai berikut: 1. Biaya pembuatan lebih murah, efisien dan efektif 2. Lebih handal dan biaya perawatan lebih ringan 3. Lebih aman pada tekinisi, karena rangkaian kontrol dan untuk operator menggunakan sumber tegangan Direct Current (DC).

B. Permasalahan Rumusan permasalahan yang dikaji dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah masalah sistem kendali dan pengontrolan sangatlah berperan penting di dalam mengendalikan miniatur lampu reklame, antara lain; ketepatan saat perpindahan nyala lampu sesuai dengan sistem kendali yang kita kehendaki.

C. Pembatasan Masalah Untuk membatasi masalah dalam pembuatan tugas akhir ini maka pokok permasalahan yang akan dibahas, dibuat dan disajikan dalam pembuatan Tugas Akhir ini, maka perlu adanya: 1. Pembuatan suatu program perangkat lunak (software) dengan

menggunakan PLC Omron CPM 1A untuk pengendalikan lampu reklame, dimana software menggunakan program syswin maupun consule. Dan dibuktikan pembuatan miniatur system kendali lampu reklame sesuai dengan program yang dikehendaki. 2. Pembuatan miniatur yang dikendalikan dengan PLC sehingga dapat dipelajari cara kerja dari sistem kendali reklame dengan mudah.

D. Tujuan Dalam penulisan dan pembuatan tugas akhir ini tujuan yang hendak dicapai, yaitu: 1. Dapat merancang dan membuat programan PLC dengan menggunakan program syswin dan menggunakan programming consule.

2. Membuat miniatur sistem kendali lampu reklame sesuai dengan yang dikehendaki. Antara lain nyala lampu dibagi menjadi dua mode: a. Mode 1 Lampu nyala dari tengah menuju ke samping kanan dan samping kiri papan tersebut. b. Mode 2 Lampu nyala dari ujung kiri dan ujung kanan menuju ke tengah.

E. Manfaat Dari pembuatan tugas akhir ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberi alternatif setingkat lebih maju dari sebuah sistem pengendalian dengan menggunakan sistem pengendalian berbasis PLC terhadap sistem pengendalian

konvensional yang masih menggunakan kontak-kontak bantu pada magnetic contactor. 1. Bagi dunia industri merupakan sumbang saran ataupun sumbang ide khususnya pada sistem pengendali ini dapat digunakan sebagai media promosi hasil produksi sehingga mudah dikenal masyarakat dengan baik. 2. Bagi dunia pendidikan dapat digunakan sebagai referensi aplikasi suatu system kendali lampu reklame berbasis PLC.

F. Sistematika Tugas Akhir Sistematika dalam penulisan tugas akhir adalah sebagai berikut : 1. Pada bagian awal penulisan tugas akhir terdiri dari :

Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Halaman Motto, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Gambar. 2. Bagian isi Tugas Akhir terdiri dari : BAB I Pendahuluan yang berisi tentang latar belakang, permasalahan,

pembatasan masalah, manfaat, sistemnmatika Tugas Akhir. BAB II Landasan Teori yaitu berisi tentang tinjauan umum penggunaan PLC dan bahan pendukungnya. BAB III Realisasi tugas akhir berisi tentang realisasi pengumpulan data, langkah realisasi, perencanaan perangkat lunak, deskripsi cara kerja sistem pengedali lampu reklame, langkah realisasi tugas akhir. BAB IV Rancang bangun miniatur lampu reklame, berisi tenteng perencanaan miniatur, perencanaan desain pengendali. BAB V Penutup yang berisi simpulan dan saran. 3. Bagian terakhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Catu daya Catu daya (power suply) adalah pengubah tegangan atau arus bolak balik Alternating Current (AC) menjadi tegangan arus searah Direct Current (DC) yang terdiri dari trafo, penyearah, dan tapis perata,sehingga dapat digunakan untuk sumber tegangan pada perangkat elektronik(Wasito S, 1996 : 635). Pada catu daya tipe ini digunakan 4 buah dioda Keempat dioda ini terpasang secara bergantian. pararel berpasangan dengan siklus tegangan yang

Gambar 1 Rangkaian Power Suply

B. MCB MCB adalah pengaman ganda yang dapat memutuskan rangkaian apabila terjadi hubung singkat dan juga dapat memutuskan rangkaian apabila terjadi beban lebih.(Oman Sumantri, 1993 : 11)

Gambar 2. Konstruksi MCB (Oman Sumantri, 1993 : 11) C. Relay Menurut Kokelaar Ph. J., (Tehnik Listrik, 1976: 180), relay adalah saklar yang bekerja atas dasar kemagnetan kumparan, pada umumnya relay bekerja dengan tegangan DC walaupun ada relay yang bekerja dengan tegangan AC. Jadi saklar pada relay bekerja karena pengaruh sistem kemagnetan pada kumparan. Medan magnet dalam kumparan yang akan menarik pelat besi yang ada diatas kumparan (jangkar). Karena jangkat tersebut terkait dengan pengungkit saklar, maka pada saat jangkar bekerja pengungkit saklar pun ikut bergerak. Pada relay input setiap saklar akan mengeluarkan dua output yaitu output kondisi NC dan kondisi NO. dengan demikian pada saat relay tidak bekerja terminal output NC terhubung dengan

terminal input dan terminal NO terbuka. Namun sebaliknya apabila relay bekerja maka kondisi tersebut diatas akan berbalik keadaaanya, untuk lebih jelasnya lihat gambar 3 dibawah ini :

Gambar 3. Relay (a) Bentuk fisik Relay (b). Simbol Relay (Kokelaar.Ph. J, 1976 : 181)

D. Saklar Toggel Switch Saklar adalah merupakan alat control yang berfungsi untuk mengalirkan arus dan menghentikan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Saklar digunakan menjalankan dan menghentikan suatu rangkaian, saklar dibuat dari logam yang mempunyai daya hantarnya tinggi dan mempunyai tahanan jenis yang rendah.(Oman Sumantri, 1993 : 19).

Gambar 4. Konstruksi saklar toggel switch (Oman Sumantri, 1993 : 19) E. Kontaktor Magnet Kontaktor magnet dalam dunia industri sering disebut kontaktor magnet yang mempunyai aksi menutup dan membuka suatu rangkaian. Fungsi bagian bagian kontaktor.Lihat gambar 5 Kumparan : berfungsi menghasilkan magnet apabila dialiri arus listrik. Besi : terbuat dari bahan ferromagnetic, akan bergerak atau tertarik apabila kumparan termagnetisasi. Pegas : berfungsi untuk mengembalikan besi pada posisi semula apabila magnet tidak termagnetisasi. Kontak kontak : berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan terminal terminal

Gambar 5. Konstruksi kontaktor magnet (Oman Sumantri, 1993 : 29)

Cara Kerja Kontaktor Magnet Apabila kumparan diberi aliran arus listrik maka akan timbul medan magnet yang menyebabkan kedua belah besi tarik menarik. Kontak kontak 1-2; 34; 5-6; akan tertarik dan menghubungkan terminal terminalnya, sedangkan kontak 7-8 akan membuka hubungan terminal.dan apabila kumparan tidak dialiri arus maka pegas akan mendorong / menekan saklar ke posisi semula. Pada kontaktor dapat dipasang kontak yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.(Oman Sumantri, 1993 : 29).

F. Tombol Tekan Normally Open Tombol tekan normally open ialah tombol tekan yang dalam keadaan normalnya kontaknya terbuka sebelum ditekan atau dioperasikan.apabila tombol ini ditekan maka kontaknya akan menutup (dari NO menjadi NC) apabila tombol dilepas maka kontaknya akan kembali keposisi semula.

Gambar 6. Konstruksi tombol tekan (NO) (Oman Sumantri, 1993 : 19) G. Tombol Tekan Normally Close Tombol tekan Normally Close ialah kebalikan dari fungsi tombol tekan normally open.(Wasito ,S 1993 : 32)

Gambar 7. Konstruksi tombol tekan (NC) (Oman Sumantri, 1993 : 19)

10

H. Lampu Indicator Lampu indicator(petunjuk) fungsinya sebagai tanda untuk

mengetahui bahwa rangkaian sedang berkerja apabila jarak antara operator dengan rangkain berjauhan.(Oman Sumantri, 1993 : 48) Lihat gambar 8

Gambar 8. Konstruksi lampu indikator (Oman Sumantri, 1993 : 19) I. Motor Listrik (elektro motor) Menurut ( Kokelaar Ph. J,1976 : 18), motor listrik merupakan peralatan listrik yang dinamis untuk mengkonversikan energi listrik bolak balik ataupun searah menjadi energi gerak. Disebut peralatan listrik dinamis karena dalam bekerja mengkonversikan energinya diikuti dengan suatu putaran rotor pada porosnya. Azas kerja dari motor listrik didasarkan pada suatu gejala bahwa jika : suatu penghantar yang berarus dilewatkan pada medan magnet maka akan menghasilkan suatu gaya gerak. (Frank. D. Petruzella, 2000).

11

J.

Programmable Logic Controller PLC adalah suatu instrument yang mempunyai saluran masukan (input), saluran keluaran (output). Dimana output yang dihasilkan ditentukan oleh status input dan program yang dimasukkan kedalamnya. Input dapat berupa kontak relay, limit switch, photo switch maupun proximitiy switch. Input tersebut dimasukkan kedalam program PLC kemudian akan menghasilkan output yang berupa relay-relay maupun kontaktor. Akan tetapi bukan berarti didalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil. Didalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang dapat difungsikan seperti kontak Normally Open (NO) dan bentuk

kontak Normally Close (NC) relay (Factory Automatic Omron, 1997 : 2). Bedanya dengan relay yaitu 1 nomor kontak relay (NO atau NC) pada PLC dapat digunakan berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi output. Jadi dengan kata lain, bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan nomor kontak yang sama.

1. Keistimewaan PLC Menurut Factory Automatic Omron (Pengenalan PLC c-series, 1997, hal : 3) keistimewaan PLC dibandingkan dengan kendali konvensional menggunakan Magnetic Kontraktor (MC),adalah sbb :

12

a) Sistem PLC 1) wiring relatif sedikit 2) spare part mudah 3) maintenance relatif mudah 4) pelacakan kesalahan sistem lebih sederhana 5) konsumsi daya relatif rendah 6) dokumentasi gambar sistem lebih sederhana dan mudah dimengerti 7) modifikasi sistem lebih sederhana dan cepat b) Sistem Kendali Konvensional (Menggunakan Magnetic Contactor) 1) wiring relatif komplek 2) spare part relatif sulit 3) maintenance membutuhkan waktu yang lebih lama 4) pelacakan kesalahan sistem sangat komplek 5) konsumsi daya listrik relatif tinggi 6) dokumentasi gambar lebih banyak 7) modifikasi sistem membutuhkan waktu yang lama 2. Keuntungan PLC Menurut Factory Automatic Omron (CPM 1 Training Manual, 1998, hal : 8), keuntungannya adalah sebagai berikut : a. Lama pengerjaan untuk sistem baru desain ulang lebih singkat b. Modifikasi sistem mungkin tanpa tambahan biaya yang masih ada input dan output

13

c. Perkiraan biaya suatu sistem desain baru lebih pasti d. Relatif mudah untuk dipelajari e. Desain sistem baru mudah dimodifikasi dan aplikasi PLC sangat luas f. Mudah dalam hal perawatan (maintenance) dan sangat handal g. Standarisasi sistem kontrol lebih mudah diterapkan

3. Bagian-bagian PLC a. Control Processing Unit (CPU) CPU adalah otak dari PLC, merupakan tempat mengolah program sehingga sistem kontrol yang telah didesain akan bekerja seperti yang telah diprogramkan. Lihat gambar 9 1) Terminal lnput Power Supply Adalah terminal untuk memberi tegangan sumberdari CPU dari Power supply (100 sampai 240 VAC atau 24 VDC). 2) Terminal pentanahan fungsional (Fungtional earth Terminal) Adalah terminal pentanahan yang harus diketanahkan jika menggunakan tegangan sumber AC. 3) Terminal output power supply 1 buah CPM dengan tegangan sumber AC dengan dilengkapi dengan output 24 V DC untuk mensuplai tegangan-tegangan 4) Terminal masukan (Terminal input) Adalah terminal yang menghubungkan ke rangkaian input

14

5) Terminal keluaran (Terminal output) Adalah terminal yang menghubungkan ke rangkaian output 6) Indikator PC Indikator yang memperlihatkan atau manampilkan status operasi atau mode dari PC Tabel 1. Indikator Status pada CPU PLC CPM 1 INDIKATOR STATUS Power (Hijau) RUN (Hijau) OFF ON OFF ON KETERANGAN Power sedang disuplai ke Program Consule Power tidak dihubungkan ke Program Consule Program Consule sedang mengoperasikan mode run atau monitor Program Consule ada dalam mode program atau kesalahan total terjadi ERROR / ON Kesalahan fatal terjadi (Program Consule berhenti operasi) Flashing Kesalahan yang tidak fatal terjadi (Program Consule Alarm (Merah) COMM (Oranye) OFF ON OFF meneruskan operasi Mengindikasikan operasi normal Data sedang ditransfer lewat terminal peripheral Data tidak sedang ditransfer lewat terminal peripheral

(Factory Automatic Omron, 1996 : 15)

15

7) Terminal Pentanahan Pengaman (Protective Out Terminal) Adalah terminal pengaman pentanahan untuk mengurangi resiko kejutan listrik 8) Indikator Masukan (Indikator Input) Menyala saat terminal Input koresponden ON 9) Indikator Keluaran (Indikator Output) Menyala saat terminal output koresponden menyala ON 10) Peripheral Port Penghubung antara CPU dengan PC atau peralatan peripheral lainnya, dengan RS 232 (adaptor atau RS 422) 11) Expansion I/O Penghubung CPU ke expansion I/O unit untuk menambah 12 input dan 8 output ekstra.

b. Programming Consule (PC) PC adalah alat untuk memasukkan perintah atau program secara berurutan kedalam CPU, bagian-bagiannya antara lain : 1) LCD display Untuk menampilkan program atau perintah (relay) yang dimasukkan kedalam CPU. 2) Mode pilihan (Selector Mode) Untuk memilih mode operasi pada PLC yaitu mode RUN, mode PROGRAM, dan mode MON.

16

a) RUN : digunakan untuk mengoperasikan program tanpa dapat mengubah nilai setting yang dapat diubah pada posisi mode MON b) MON : digunakan ketika mengubah nilai setting dari counter dan timer pada saat PLC sedang beroperasi. c) PROGRAM :digunakan untuk membuat program atau membuat modifikasi atau untuk perbaikan program

sebelumnya. 3) Tombol-tombol instruksi (Instructions keys) Adalah tombol-tombol untuk memasukkan perintah kontak yang akan digunakan 4) Tombol-tombol operasi (Operations Keys) Adalah tombol-tombol untuk memasukkan perintah relay yang akan digunakan 5) Tombol-tombol nomor (Numeric Keys) Adalah tombol-tombol untuk memasukkan nomor-nomor kontak, relay, dan nilai pewaktu maupun counter. 6) Fungsi tombol instruksi pada programming consule, adalah sebagai berikut: a) LD Perintah LD pada pembuatan program dimisalkan sebagai pengganti suatu kontak dan mempunyai logika sebagai

17

kontak NO dan merupakan perintah awal atau sebagai input pada pembuatan program pada PLC. b) AND Perintah AND ini juga mempunyai logika sebagai kontak NO dan juga mempunyai fungsi untuk menghubungkan seri dengan kontak dari printah sebelumnya. c) OR Sama halnya dengan perintah LD & AND. OR juga dilogikakan sebagai kontak NO, namun OR digunakan untuk memparalelkan dengan kontak dari perintah sebelumnya. d) OUT
B

Perintah OUT diberikan sebagai hasil akhir dari perintahperintah yang diberikan. Perintah OUT akan dapat dilihat hasilnya dengan cara memberi kode pada bit output, yang mana nantinya pada terminal output dapat dihubungkan dengan alat listrik seperti Magnetic Contactor, lampu, solenoid valve, dan sebagainya. e) FUN Perintah-perintah yang tidak diberikan pada tombol-tombol PC dapat ditampilkan dengan menekan tombol FUN ini dan agar perintah yang diinginkan dapat muncul pada layar monitor PC maka perintah FUN diikuti dua digit angka dari

18

kode perintah yang diinginkan (misalkan DIFU adalah FUN13, KEEP adalah FUN11, dan sebagainya. f) TIM TIM

Timer pada rangkaian konvensional dapat diganti dengan perintah TIM pada PC untuk rangkaian dalam PLC. Fungsinya sama dengan timer yang ada pada rangkaian konvensional, yaitu sebagai penunda waktu dari kerja kontalkontak pada timer yang mengendalikan kontak lain atau output. Waktu yang dapat diatur pada TIM adalah antara 0000 sampai dengan 999,9 detik. g) CNT
CNT SV

Counter atau penghitung input suatu sinyal dari kerja mesin atau benda benda lain yang menjadi input juga dalam PLC. Perintah CNT juga sebagai penunda kerja kontak CNT yang mengendalikan kontak lain atau output. Pada CNT bukan waktu yang dihitung melainkan jumlah sinyal yang menjadi input dari CNT itu sendiri. Input yang dihitung CNT dalam PLC antara 0000 hingga 9999 kali hitungan sinyal input. CNT dapat direset bila akan dihentikan kerjanya dan akan bekerja menghitung dari awal bila reset sudah terbuka dan sinyal input ada yang masuk. Catatan : Pada PLC type CPM 1A mempunyai TIM dan CNT sebanyak 127 (000 s/d 126) bila 19

menggunakan TIM dan CNT dalam satu CPU, tidak boleh memiliki kode yang sama, misal TIM 001, maka CNT harus berkode selain CNT 001. h) NOT Fungsi NOT digunakan bersamaan dengan perintah LD, AND dan OR,sehingga akan mengubah logikanya dari kontak NO menjadi kontak NC.Apabila digunakan dengan perintah OUT manandakan bahwa cara kerja OUTPUT. i) HR Holding relay digunakan untuk mempertahankan kondisi kerja rangkaian PLC yang sedang dioperasikan apabila terjadi gangguan pada sumber tegangan (menyimpan kondisi kerja PLC). j) TR Temporary relay, digunakan untuk pembuatan pada titik-titik percabangan khusus dalam pembuatan rangkaian pada PLC menggunakan PC. k) SFT Shift Register difungsikan untuk menggeser data dari bit yang paling rendah ke bit yang paling tinggi (dalam satu data terdapat 16 bit), perintah shift juga dapat ditampilkan dengan perintah FUN 010. l) SHIFT

20

Tombol ini digunakan untuk fungsi lebih dari tombol tekan kontak, channel, play dan record, selain itu juga

menampilkan fungsi angka hexadesimal pada tombol 0-9 (A s/d F). m) SRCH Tombol SRCH (search) ini berfungsi untuk mencari atau melacak kontak yang ada program untuk ditampilkan pada monitor PC. n) INS Tombol INS (insert) ini digunakan untuk menyimpan suatu perintah pada program yang telah dibuat karena ada perintah yang belum dibuat atau terlewati atau mungkin juga untuk menyisipkan, menambah, memperluas program. o) DEL Delete untuk menghapus perintah pada program yang telah dibuat, dikarenakan perintah tersebut tidak digunakan atau salah.

4. Spesifikasi dan Karakteristik PLC Pada pembuatan rancang bangun miniatur sistem pengendali miniatur lampu reklame ini, yang digunakan adalah PLC dengan spesifikasi dan

karakteristik sebagai berikut : a. Spesifikasi

21

Merek Model Tegangan Suplai Frekwensi Daya Arus Input Tegangan Output Arus Output

: OMRON Sysmac series CPM 1A : 20 CDR A : 100 240 V AC : 50 60 Hz : 30 VA : 5 mA / 12 mA : 24 V DC (RCS), 250 V AC (GEN) : 2 A max / P, 4 A max / C, 12 A max / V

b. Karakteristik Metode Kontrol : Metode Menyimpan Program

Bahasa Pemrograman : Ladder Diagram Panjang Instruksi Kapasitas Program Max I / O point Output Input Kecepatan : 1 set tiap instruksi (1 5) word / instruksi : 2048 words : 50 : 8 buah : 12 buah : 0,72 16,2 Ms

22

Gambar 9. CPU PLC

23

BAB III METODE REALISASI TUGAS AKHIR

A. Metoda Pengumpulan Data Penulisan Tugas Akhir ini didasarkan atas studi literatur. Yaitu suatu kajian berdasarkan atas informasi yang bersumber dari berbagai literatur. Pada kajian Tugas Akhir ini sumber utamanya adalah dari buku-buku tentang PLC. Dan berdasarkan metode observasi pada suatu industri dalam pengaplikasian kendali kedalam PLC ataupun dengan metode interview yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada orang yang ahli dalam bidang kendali menggunakan PLC. Langkah - langkah yang ditempuh dalam pembuatan tugas akhir ini, yaitu : 1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah Melalui kajian literatur yang dilakukan dapat memberikan petunjuk, bahwa sangat efektif dan efisien sistem kendali pada suatu pengendalian pada lampu reklame yang ada dibeberapa pusat kota.dalam realisasi dalam pembuatan tugas diperlukan bantuan dari semua pihak yang bersangkuatan serta pengajian ulang secara teoritis dan praktisnya mengenai karya tulis yang akan diajukan. 2. Mencari dan menyeleksi sumber - sumber kepustakaan Dalam rumusan masalah yang timbul, maka penulis mencari dan menyeleksi sumber-sumber literatur yang berkaitan langsung dengan

permasalahan, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan acuan untuk memecahkan masalah. 3. Mengolah dan menyeleksi sumber-sumber kepustakaan Dari hasil dan analisis konsep dan teori yang berkaitan dengan permasalahan dalam sumber kepustakaan, penulis menampilkan gagasan sebagai usaha untuk memecahkan masalah diatas dengan cara melakukan metoda interview maupun metode observasi. 4. Merumuskan alternatif pemecahan masalah Langkah selanjutnya adalah menganalisis berbagai alternatif yang ada, penulis merumuskan konsep sebagai alternatif pemecahan masalah.

B. Langkah Realisasi Pembuatan Miniature Lampu Reklame Langkah-langkah realisasi yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Pemasangan dalam pembuatan sistem pengendali lampu reklame sesuai dengan rancangan yang telah direncanakan. 3. Pembuatan perangkat keras (hardware), yaitu : rangka meja sebagai

tumpuan yang digunakan untuk dudukan lampu reklame, dan lain lain. 4. Pembuatan panel pengendali dan rangkaian pengendali. 5. Pembuatan perangkat lunak (software) yaitu : program pengendali pada PLC. 6. Mengadakan pengecekan pada panel kontrol sebelum diadakan uji coba dengan menggunakan sumber tegangan 220 V / AC maupun 12 V / DC.

7. Pengecekan ulang pada perangkat lunak yang telah selesai dibuat. 8. Hubungkan output PLC yang telah dibuat perangkat lunaknya pada panel pengendali untuk diadakan uji coba pada miniatur yang telah jadi. 9. Buat analisis dan kesimpulan yang telah dilakukan.

C. Perencanaan Perangkat Lunak 1. Desain Tugas Akhir Pada pembuatan tugas akhir ini yang berjudul Sistem Kendali lampu reklame dengan menggunakan PLC CPM-1. Desain

rancangannya dapat dilihat pada desain tugas akhir. (Desain tugas akhir terlampir) 2. Rangkaian Pengendali dengan PLC a. Diagram Ladder Diagram tersebut dirancang untuk sistem pengendalian lampu reklame, lalu kita buat data mnemonicnya untuk dimasukan pada CPU PLC melalui Programming Consule. b. Tabel Mnemonic Dalam pemograman PLC diagram leddernya harus diterjemahkan dalam bentuk tabel nmenemonic. Tabel mnemonic tersebut lalu dimasukkan dalam CPU PLC melalui programming consule.(tabel mnemonic terlampir)

D. Deskripsi Cara Kerja Sistem Pengendali Lampu Reklame Pada pengendalian lampu reklame ini mempunyai beberapa mode nyala lampu, dan untuk menggerakan papan reklame tersebut menggunakan motor DC, motor DC tersebut bergerak bolak balik. 1. Deskripsi mode nyala lampu a. Mode 1 Lampu menyala berurutan dari tengah menuju ke samping kanan dan samping kiri papan tersebut b. Mode 2 Lampu menyala berurutan dari samping kanan dan samping kiri menuju ke tengah papan reklame tersebut.

BAB IV RANCANG BANGUN MINIATUR LAMPU REKLAME

A.

Perencanaan Miniatur Perencanaan miniatur ini bertujuan untuk pembuktian tentang proses pengendalian miniatur lampu reklame sekaligus pengendalian penggerak miniatur yang berputar reverse dan forward secara nyata, sehingga dapat dengan mudah dipahami, dengan perencanaan sebagai berikut : 1. Pembuatan Papan reklame Papan reklame ini berbentuk persegi panjang dan terbuat dari almunium yang didalamnya disusun lampu LED secara dot matrik sesuai dengan perencanaan yang dikehendaki, dengan data teknis sebagai berikut Panjang Lebar : 30 cm : 20 cm

2. Pembuatan Tiang Penyangga Papan Reklame Tiang penyangga reklame terbuat dari pipa besi yang dipasang pada sebuah bearing yang diberi dudukan kerangka besi siku, dimana tiang ini akan diputar kekanan dan kekiri (reverse dan forward) oleh motor penggerak, adapun data teknis dari tiang penyangga adalah sebagai berikut: Tinggi Diameter dalam Diameter luar : 50 cm : 1 inchi : 2 inchi

35 cm

20 cm

2 inci

1 inchi

Gambar 10. Tiang Penyangga

3. Meja Dudukan Data teknis meja dudukan tiang penyangga adalah : Panjang Lebar Tinggi : 30 cm : 10 cm : 15 cm 30 cm

15 cm

Gambar 11. Meja Dudukan As Poros Papan Reklame

4. Bearing Bearing adalah rumah atau tempat berputarnya as atau poros dari tiang penyangga reklame, dengan data tekni sebagai berikut : Diameter luar Diameter dalam Tebal : 2 cm : 1 inchi : 8 mm

1 cm 8 mm

2 cm Gambar 12. Bearing

B.

Perencanaan Desain Pengendali Rangkaian pengendali ini digunakan untuk pengantarmukaan (interface) antara PLC dengan output yaitu : Lampu reklame dan motor penggerak penyangga. Komponen rangkaian pengendali ini adalah relay 12 volt DC, adapun perencanaan gambar rangkaian,lihat gambar 12 :

Gambar 13. Rangkaian Pengendali

1. Rangkaian Pelengkap a. Rangkaian Catu Daya Catu daya adalah suatu rangkaian yang digunakan untuk mengubah tegangan arus bolak balik menjadi tegangan arus searah (DC). Dalam rangkaian kontrol elektronika atau PLC itu berkerja dengan tegangan arus searah. Catu daya merupakan alat pelengkap yang digunakan dalam sistem pengendali yang sering digunakan di industri, Komponen

utamanya adalah trafo, penyearah dan penyaring, skema blok diagram catu daya dapat dilihat pad gambar dibawah ini.

Trafo

Penyearah (rectified)

Output

Gambar 14 Blok Diagram Catu Daya

2. langkah pembuatan rangkain pada PCB pembuatan rangkaian pada PCB bertujuan untuk mempermudah penyambungan setiap komponen yang digunakan dan supaya lebih praktisnya dalam pemasangan pada box panel. a. Proses pembuatan PCB ini ada 3 tahapan 1) Pembuatan rangkaian pada PCB diawali dengan pembuatan gambar pada lempeng PCB dengan pena khusus yang permanen, atau lebih mudahnya digambar pada personal computer dengan program PCB designer, protel, visio, dll

Gambar 15. PCB Inter Face Rangkaian Pengendali 2) Setelah gambar rangkaian jadi, PCB dilarutkan kedalam cairan ferry chlorida, setelah bagian yang dianggap tidak perlu larut cepat cepat PCB dibersihkan dengan air bersih. 3) Lakukan pengeboran pada lubang lubang yang telah ditentukan sebagai tempat kaki kaki komponen yang akan dipasang. b. Pemasangan Komponen Komponen yang telah dibuat dipasang sesuai dengan tata letak komponen yang sudah direncanakan. Komponen yang terpasang pada PCB hanyalah komponen elektronika yaitu : dioda, resistor, LED, relay, dll. c. Melakukan penyolderan pada komponen, dengan teknik sebagai berikut: 1) Bubuhkan timah pada ujung besi solder

2) Letakkan besi solder pada posisi yang memanasipad dan kaki komponen 3) Tambahkan timah sedikit lagi d. Pembuatan box panel rangkaian pengendali.

Gambar 16. Rencanaan Pembuatan Box Panel

C.

Perencanaan Program Pengendali (Software) Program pengendali PLC ini menggunakan bahasa diagram Ladder, diagram ini dibuat untuk rancangan atau desain sistem pengendali reklame, adapun diagram ladder dan mnemonicnya dapat dilihat dibawah ini : Tabel 2 Mnemonic ALAMAT 00000 00001 00002 00003 00004 IL LD OR OR INSTRUKSI LD NOT OPERAND 00000 (002) TIM007 00500 00001

00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 00013 00014 00015 00016 00017 00018 00019 00020 00021 00022 00023 00024 00025 00026 00027 00028 00029 00030 00031 00032 00033

AND NOT OUT TIM LD OR ANDNOT OUT TIM LD OR ANDNOT OUT TIM LD OR ANDNOT OUT TIM LD OR ANDNOT OUT TIM LD OR ANDNOT OUT TIM LD

TIM000 00500 000 00#10 TIM 000 00501 TIM 001 00501 001 #0010 TIM 001 00502 TIM002 00502 002 #0010 TIM 002 00503 TIM003 00503 003 #0010 TIM 003 00504 TIM 004 00504 004 #0010 TIM 004 00505 TIM 005 00505 005 #0010 TIM 005

00034 00035 00036 00037 00038 00039 00040 00041 00042 00043 00044 00045 00046 00047 00048 00049 00050 00051 00052 00053 00054 00055 00056 00057 00058 00059 00060

OR ANDNOT OUT TIM LD OR ANDNOT OUT TIM LD OUT LD OUT LD OUT LD OUT LD OUT LD OUT LD OUT LD OUT ILC END

00506 TIM 006 00506 006 #0010 TIM 006 00507 TIM 007 00507 007 #0010 00500 01000 00501 01001 00502 01002 00503 01003 00504 01004 00505 01005 00506 01006 00507 01007 03 01

44

BAB V PENUTUP

A.

Simpulan Berdasarkan hasil pengamatan diatas dalam praktek pembuatan miniatur,

maka penulis dapat menyimpulkan dalam beberapa hal : 1. Penggunaan suatu rangkaian pengendali yang harus diperhatikan antara lain : a. b. c. faktor keamanan faktor harga faktor lingkungan

2. Penggunaan PLC lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan sistem kendali konvensional Magnetic contactor. 3. Dalam memprogram PLC harus memperhatikan program sesuai dengan rencana. Agar PLC bekerja sesuai dengan rencana kerja dari suatu rangkaian kontrol. 4. Lampu reklame merupakan suatu alat yang digunakan untuk alat bantu manusia dalam mempromosikan suatu produk sehingga hasilnya lebih maksimal.

B.

Saran Untuk pengembangan lebih lanjut demi kesempurnaan peralatan ini, maka

penulis

akan

memberikan

saran-saran

mengenai

pengoperasian

dan

45

pengembangan peralatan sistem pengedali lampu reklame berbasis PLC. Dalam pengoperasian pengendali parkir berbasis komputer perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Merencana suatu rangkaian kontrol tidak hanya membuat rangkaian yang baru, tetapi dapat juga mengembangkan rangkaian yang sudah ada sehingga diharapkan hasilnya lebih sempurna. 2. Dalam pelacakan kesalahan (Trouble Shooting) sistem kendali harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. 3. Pemilihan komponen sistem kendali sebaiknya memperhatikan dari segi keandalan dan biaya yang ada. 4. Perencana sebuah sistem kendali PLC diharapkan benar-benar memahami software maupun hardwarenya, sehingga rangkaian kendali mudah dipahami dan dicerna oleh orang lain.

46

DAFTAR PUSTAKA

Factory Automatic Omron. 1997. Pengenalan Programmable Logic Controller Sysmac C-series. Semarang : PT. Mandala

Adhiperkasa Sejati. Factory Automatic Omron, 1998. CPM 1 Training Manual. Jakarta : Omron Indonesia Rep. Office. Ibrahim, KF. 1998. Teknik Digital. Yogyakarta : Andi. Plant, Malcolm dan Dr Jan stuart. 1995. Pengantar Ilmu Teknik Instrumentasi. Jakarta : PT. Gramedia. Rusmadi, Dedy. Digital dan Rangkaian. Cimahi : Pionir Jaya. Somantri, Oman. 1993. Sistem Pengontrolan Motor di Industri. Jakarta Depdikbud. Tockheim, Roger.L. 1996. Elektronika Digital. Jakarta : Sinar jaya. Wasito, S. 1983. Pelajaran Elektronika Teknik Digit. Jakarta : Karya Utama.

46