Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AKHIR FOME (pribadi) YURIKO ANDRE BP: 0910312086 KELOMPOK 12A Nama Pembina : YURIKO ANDRE BP 0910312086

NADIIA RAHMA NAD A RAHM A

Nama Dosen Pembimbing

Mengetahui, Pembimbing FOME:

Drs.Endrinaldi NIP: 195912291989011001

BERKAS KELUARGA BINAAN

Nama dosen pembimbing Data demografi keluarga Nama kepala keluarga Umur Alamat

: Dr. Endrinaldi

: Kanidin : 55 tahun : Kel. Lubuk Buaya

Tabel 1. Anggota keluarga yang tinggal serumah atau yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Anin Apan Dewi Mega Candra Fikri Dian Rosa Nama Gender Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Umur 50 th 21 th 9 th 1 th 6 th 7 th Pekerjaan IRT Kerja di lembah karet IRT IRT Pelajar Pelajar

Genogram keluarga
Kanidin

Anin

Dewi Apan

Mega

Candra

Fikri Rosa Dian

Data Sarana Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Kehidupan Keluarga Tabel 2. Faktor pelayanan kesehatan Faktor Keterangan Kesimpulan Pembina untuk faktor pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan yang didapatkan keluarga kurang baik, Dan juga terkendala pada masalah asuransi kesehatan keluarga miskin yang seharusnya berhak dimiliki tetapi mereka tidak memperolehnya.

Pusat pelayanan kesehatan yang digunakan oleh keluarga Cara pelayanan pusat pelayanan kesehatan tersebut Tarif pelayanan kesehatan tersebut dirasakan Kualitas pelayanan kesehatan tersebut dirasakan

Puskesmas Lubuk Buaya atau Dukun Kampung Ojek Cukup mahal Biasa

Tabel 3. Lingkungan tempat tinggal Kepemilikan rumah : milik sendiri

Daerah perumahan : tidak bersih Karakteristik Rumah dan Lingkungan

Kesimpulan Pembina untuk Lingkungan Tempat Tinggal

Luas rumah: 8 x 5 Jumlah orang dalam satu rumah: 8 orang Luas halaman rumah: 2 x 3 Rumah tidak bertingkat Lantai rumah terbuat dari semen Dinding rumah semi permanen, terbuat dari sebagian kayu dan sebagian tembok Penerangan di dalam rumah -jendela -Listrik Ventilasi Kelembaban rumah: tidak lembab Kebersihan di dalam rumah kurang terjaga dengan baik Tata letak barang dalam rumah kurang rapi

Tempat tinggal keluarga ini tidak layak karena selain jumlah keluarga yang tidak sebanding dengan luas rumah/ daya tamping rumah, kebersihan dan kerapian baik di dalam rumah maupun lingkungan kurang terjaga dengan baik.

Latar Belakang Keluarga Keluarga ini merupakan korban gusuran kawasan proyek, namun diberikan bantuan berupa tanah di tempat tinggalnya sekarang.

Keadaan Rumah Rumah mereka merupakan rumah ganti rugi dari proyek karena rumahnya terkena gusuran di kawasan proyek. Berukuran kira-kira 8 x 5 m2 dan dihuni oleh 8 orang dengan 2 kamar. Luas halaman kira-kira 2x3 m2, tidak bertingkat, lantai terbuat dari semen, dan berdinding sebagian kayu dan sebagian tembok. Pelayanan Kesehatan Keluarga Keluarga ini menggunakan Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan hanya jika sakitnya terasa sudah begitu berat atau cucunya sakit. Untuk transportasi ke sana menggunakan ojek. Tarif puskesmas dirasakan keluarga cukup mahal dengan kualitas pelayanan yang biasa. Namun, jika keluhan sakitnya ringan dibiarkan saja atau dibawa ke dukun kampung karena biayanya yang lebih murah.

Masalah Keluarga 1. Kemiskinan. Bapak yang hanya seorang buruh pabrik dan menantunya penjual roti keliling masih belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga 2. Bapak menderita reumatik. Kakinya terasa sakit setiap kali berjalan, apalagi malam hari.Bapak sudah bertahun-tahun tetapi belum pernah diberi pengobatan. 3. Ibu memperlihatkan gejala katarak juga belum diperiksa ke dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. 4. Cucunya (batita) hanya rutin diberi imunisasi dan rutin ke posyandu ketika cucunya sampai berumur 3 bulan. Setelah itu tidak pernah imunisasi dan ke posyandu lagi. 5. Keluarganya lebih percaya kepada dukun kampung jika keluhan sakitnya ringan. 6. Asuransi kesehatannya tidak diurus.

Tabel Skoring Kemampuan Penyelesaian Masalah dalam Keluarga No Masalah Skor Awal Upaya Penyelesaian Resume Hasil Akhir Perbaikan Terselenggara penyuluhan, keluhan kurang hingga sembuh Skor Akhir

Fungsi biologis - Bapak menderita reumatik dan ibu memperlihatkan gejala katarak.

-Edukasi mengenai penyakit dan penyuluhan untuk periksa ke dokter secepatnya

Fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan -Pendapatan keluarga yang rendah

-Motivasi untuk menambah penghasilan

Tidak dikerjakan

Faktor perilaku kesehatan keluarga -Higiene pribadi dan lingkungan kurang

-Edukasi mengenai higiene

-Rumah masih kotor, lingkungan sekitar rumah masih kurang bersih -Keluarga ingin namun tak punya biaya untuk memeriksa kesehatan secara berkala apalagi karena tidak punya kartu gakin -Pintu rumah telah dibuka pada siang hari

-Berobat ke puskesmas jika hanya ada keluhan berat

-Edukasi dan motivasi mengenai pentingnya memeriksa kesehatan secara berkala karena adanya risiko terjadi kekambuhan

Lingkungan rumah -Ventilasi dan penerangan di dalam rumah kurang

-Memperbaiki ventilasi dan penerangan dengan membuka pintu rumah pada siang hari

Total skor: Rata-rata skor:

12 2,4

18 3,6

Keadaan rumah pada kunjungan pertama

Keadaan rumah pada kunjungan terakhir

Kesimpulan: dilihat dari segi kebersihan rumah dan lingkungan serta kerapian di rumah, tidak banyak perubahan antara keadaan rumah pada kunjungan pertama dan terakhir setelah beberapa edukasi yang diberikan. Kebersihan masih kurang terjaga. Hal ini mungkin karena belum tumbuh kesadaran dari keluarga ataupun karena tidak sempat membersihkan rumah.

FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN KELUARGA 1.) Faktor Internal A. Perilaku Kesehatan - Jika ada anggota keluarga yang sakit, keluarga ini sering membiarkannya saja atau berobat ke dukun kampun. Jika sakitnya bertambah parah, barulah mereka berobat ke puskesmas. Kecuali cucunya, jika cucunya sakit langsung dibawa ke puskesmas. - Kebersihan dan kerapian rumah kurang terjaga, terlihat dari tata letak barang dalam rumah. - Keluarga ini buang air besar di jamban dibelakang rumahnya dengan air sumur sebagai pembersih karena sumber air satu-satunya adalah air sumur, itupun kurang bersih karena airnya keruh. B. Pola Hidup Pola hidup keluarga ini yang sudah cukup sehat.

2.) Faktor Eksternal 1. Lingkungan - Rumah lembab - Pencahayaan kurang - Sumber air keluarga ini adalah air sumur yang kurang bersih. - Jumlah penghuni rumah ini 8 orang, dengan luas rumah 8 x 5 2. Pelayanan kesehatan Berdasarkan data yang diperoleh, pelayanan kesehatan primer di puskesmas jika keluhan sakitnya terasa sudah cukup berat. Cuma mereka tidak mendapatkan asuransi kesehatan apapun dari lurah sebagai keluarga miskin. Jadi, jika sakit mereka lebih sering berobat ke dukun kampung menggunakan obat-obatan tradisional atau jika sakit makin parah barulah dibawa ke puskesmas.Kecuali jika cucunya sakit, segera dibawa ke rumah sakit. PROMOSI KESEHATAN Promosi kesehatan dilakukan dalam rangka memberikan informasi dan pengetahuan tentang kesehatan kepada keluarga. Untuk itu, perlu diketahui dulu apa-apa saja masalah

kesehatan dalam keluarga, setelah itu ditentukan apa yang menjadi pokok permasalahan utama dalam keluarga yang mempengaruhi kualitas kesehatan mereka. Pada keluarga yang kami kunjungi, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi pokok permasalahannya adalah tentang kebersihan dan ekonomi. Untuk menggali perilaku keluarga dalam menjaga derajat kesehatannya, diberikan beberapa pertanyaan di bawah ini, yang nantinya dapat dijadikan bahan dalam promosi kesehatan. 1. Health Promotion -Bagaimana cara meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan? (Majalah, Koran, TV, internet, penyuluhan kesehatan dari kader) Tidak ada. -Upaya untuk menjelaskan ke anak-anak? 2. Spesific Protection Bagaimana upaya perlindungan khusus terhadap penyakit? -imunisasi (hanya dilakukan sampai cucunya berumur 3 bulan, selanjutnya tidak pernah dilakukan dan ke posyandu pun jarang). -keluarga ada mencuci tangan sebelum makan. -menggunakan air sumur untuk mck, tetapi air tersebut tidak higienis karena cukup keruh. -minum dengan menggunakan air yang telah dimasak. -keluarga kurang menjaga kebersihan lingkungan. 3. Early Diagnosis -Bagaimana upaya keluarga untuk mengetahui kesehatannya secara dini & pengobatan secepat & setepat mungkin? Jika ada keluhan sakit keluarga ini cenderung tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas dengan alasan tidak sempat dan alasan biaya. Keluarga ini justru lebih memilih dirawat di rumah atau menggunakan obat tradisional jika sakit. 4. Disability limitation. -jika sakit makin parah keluarga ini baru datang ke puskesmas atau ke dokter dan dirawat. 5. Rehabilitation. -tidak ada upaya rehabilitasi khusus yang dilakukan keluarga setelah sakit. Pada pertemuan terakhir dalam kegiatan FOME dengan keluarga, kami sempat memberikan semacam promosi kesehatan kepada mereka tentang pentingnya imunisasi dan rutin ke posyandu dan juga untuk ke puskesmas jika ada keluhan sakit. Topik ini dipilih karena berdasarkan pengamatan dari beberapa pertemuan masalah tersebut yang sangat mengganggu masalah kesehatan keluarganya. Dan juga memberikan edukasi untuk mengurus asuransi kesehatan secepatnya karena keluarga yang kurang biaya untuk berobat jika sakit.

KESIMPULAN: Masalah kesehatan dalam keluarga merupakan masalah yang kompleks. Kesehatan keluarga tidak hanya tergantung pada pendidikan, pengetahuan keluarga tentang kesehatan dan lingkungan serta ekonomi, tetapi juga peran pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk mengikuti pola hidup sehat SARAN: 1) Untuk keluarga: -Keluarga perlu menjaga kebersihan dan kerapian rumah dan lingkungan agar terhindar dari masalah kesehatan, terutama masalah kesehatan yang berhungan dengan hygiene. -Keluarga harus lebih gigih memperjuangkan haknya untuk memperoleh kartu gakin agar mendapat keringanan dalam berobat, apalagi mereka sering mendapat masalah kesehatan yang cukup serius yang memerlukan biaya tinggi dalam pengobatan. 2) Untuk pengelola FOME: -Karena ini adalah kali pertama dilaksanakannya FOME, mungkin perlu beberapa perbaikan , khususnya yang saya rasakan adalah masalah pembimbing, mungkin karena kesibukan Bapak/Ibu terkadang tak bisa hadir untuk menemani kelompok dalam diskusi maupun kunjungan ke lapangan, sehingga ada beberapa kelompok yang mesti mengundur jadwal diskusinya padahal minggu selanjutnya sudah ada tugas baru yang perlu didiskusikan pula. -pelaksanaan kegiatan sebisa mungkin sesuai dengan yang dijadwalkan.

Catatan tambahan :

Berkas keluarga binaan diselesaikan tanggal : 24 juni 2011

Disetujui Dosen Pembimbing

(Drs.Endrinaldi) NIP: 195912291989011001

TUGAS DARI PROF. RIZANDA MAHMUD 1) PHBS PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Banyak penyakit dapat dihindari dengan PHBS, mulai dari Diare, DBD, flu burung, atau pun flu babi yang akhir-akhir ini marak Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang berakibat atau mempengaruhi derajat kesehatan manusia. PHBS kesehatan lingkungan adalah perilaku kesehatan yang menciptakan hubungan antara manusia dan lingkungannya yang berakibat mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Indikator kesehatan lingkungan : 1. Perumahan bersih dan sehat 2. Penyediaan air bersih 3. Penanganan air limbah 4. Penanganan sampah 5. Pembuangan kotoran manusia (Tinja) PHBS Kesehatan Lingkungan di Indonesia masih diirasakan belum memenuhi kebutuhan sanitasi dasar, yaitu sanitasi minimal yang diperlukan agar dapat memenuhi kriteria kesehatan pemukiman. 2) Kelurahan Siaga

Kelurahan Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa ( KLB) , kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi setempat, secara gotong royong. Pengembangan Kelurahan Siaga mencakup upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat kelurahan, menyiap siagakan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan, memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. Inti kegiatan Kelurahan Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Konsep dari Kelurahan Siaga adalah kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumberdaya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan, bencana dan kegawat daruratan kesehatan, secara mandiri. Tujuan diadakannya kelurahan siaga ini adalah mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk sehat, yang artinya :

Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat kelurahan tentang pentingnya kesehatan. Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat kelurahan terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan ( bencana,wabah,kegawat-daruratan dsb. Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat Meningkatnya kesehatan lingkungan di kelurahan Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat kelurahan untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan. Suatu kelurahan dinamakan Kelurahan siaga bila mempunyai 8 indikator yaitu : 1. Adanya Forum Masyarakat Kelurahan 2. Adanya Fasilitas Pelayanan kesehatan Dasar dan Sistem Rujukannya 3. Adanya Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat yang dikembangkan 4. Adanya Sistem Pengamatan Penyakit (Surveilance) berbasis Masyarakat 5. Adanya Sistem Kesiapsiagaan bencana dan Kegawatdaruratan berbasis masyarakat 6. Adanya upaya menciptakan Lingkungan Sehat 7. Adanya Upaya mewujudkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) 8. Adanya Upaya mewujudkan Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi)

Pembentukan Kelurahan Siaga dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut : Pemilihan Pengurus, Kader dan fasilitator Kelurahan Siaga Pelatihan Kader dan fasilitator Kelurahan Siaga Penyelenggaraan Kegiatan Kelurahan Siaga Pembinaan dan Peningkatan 3) POSKESKEL Poskeskel merupakan unit kesehatan dibawah Puskesmas yang dibangun berdasarkan swadaya masyarakat. Dikepalai oleh bidan/dokter/perawat setempat (berdomisili di lokasi

Poskeskel).Poskeskel melayani kesehatan masyarakat secara umum sebagai perpanjangan dari Puskesmas.Poskeskel akan membawahi beberapa Posyandu di lingkungannya.

4) Cara Mengurus Jamkesmas Mengurus jamkesmas sebenarnya tidak sulit dikarenakan ketidak tahuan dan takut dipersulit membuat masyarakat enggan untuk mengurus jamkesmas. Di samping itu, tak jarang masyarakat yang mau menurus jamkesmas tidak mengetahui prosedur dan kelengkapan administrasi apa saja yang perlu di persiapkan untuk mengurus jamkesmas dan ini membuat mereka harus bolak-balik antara tempat tinggal dan puskesmas tempat mengurus. Berikut syarat-syarat mengurus jamkesmas: 1. Surat Keterangan Tidak Mampu yang ditandatangani oleh RT, RW dan Lurah. 2. Kemudian diserahkan ke PUSKESMAS setempat. 3. Nanti dari pihak PUSKESMAS ada petugas yang akan mensurvey (diverifikasi). 4. PUSKESMAS akan membuat surat rekomendasi yang ditujukan ke Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial sesuai daerah masing-masing. 5. Instansi ini yang akan mengeluarkan Kartu JAMKESMAS. 5) UKBM UKBM adalah singkatan dari Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat dengan mottonya Masyarakat Mandiri Untuk Hidupo Sehat. UKBM merupakan salahsatu upaya (program) yang dikembangan oleh Departemen Kesehatan, yang mempunyai tujuan untuk memotivasi masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat secara mandiri. Pada saat ini telah terbentuk berbagai macam bentuk UKBM yang berkembang di masyarakat salahsatunya yang paling dikenal adalah POSYANDU. Adapun bentuk UKBM yang lainnya seperti Poskesdes, Polindes, Pos UKK, Poskestren, TOGA, Saka Bhakti Husada, dan lainlain. 6. MDGs Millennium Development Goals Millennium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Milenium, adalah sebuah paradigma pembangunan global, dideklarasikan Konperensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000, (A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals). Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan. Deklarasi ini merupakan

kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu:

1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan,

2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua,

3. Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan,

4. Menurunkan Angka Kematian Anak,

5. Meningkatkan Kesehatan Ibu,

6. Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya,

7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup, dan

8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya, termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.

Sumber: 1) http://oudiens.blogspot.com/2010/04/contoh-kata-pengantar.html

2) http://iinaza.wordpress.com/2008/07/01/kelurahan-siaga/ 3) http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:hIT4L5Nb8ecJ:www.panora mio.com/photo/38284760+POSKESKEL&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firef ox-a&source=www.google.co.id 4) http://infoguwe.blogspot.com/2010/02/cara-mengurus-jamkesmas.html 5) http://ukbm.wordpress.com/about/ 6) http://mdgs-dev.bps.go.id/main.php?link=home