BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

HASIL PEMERIKSAAN ATAS MANAJEMEN ASET/PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA (BMN) TA. 2005, 2006 DAN 2007 PADA TNI ANGKATAN DARAT DI JAKARTA, BANDUNG, SEMARANG DAN SURABAYA

Nomor : ………………………… Tanggal : …………………………

DAFTAR ISI

Halaman RESUME HASIL PEMERIKSAAN 1

Bab I Pendahuluan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Dasar Hukum Pemeriksaan ..................................................................................... Standar Pemeriksaan .............................................................................................. Entitas/Obyek Pemeriksaan..................................................................................... Tujuan Pemeriksaan ................................................................................................ Metodologi Pemeriksaan ......................................................................................... Sasaran Pemeriksaan.............................................................................................. Lingkup dan Batasan Pemeriksaan ......................................................................... Jangka Waktu Pemeriksaan ....................................................................................

19 19 19 19 19 19 19 20 20

Bab II Gambaran Umum 1. 2. Definisi Aset/Barang Milik Negara (BMN) ................................................................ Dasar Hukum Pengelolaan BMN .............................................................................

20 20 20

Bab III Hasil Pemeriksaan Evaluasi atas Sistem Pengendalian Intern 1. 2. 3. 4. 5. 6. Organisasi................................................................................................................ Kebijakan ................................................................................................................. Prosedur .................................................................................................................. Personalia ................................................................................................................ Pencatatan dan Pelaporan ...................................................................................... Pemeriksaan Intern..................................................................................................

22 22 22 22 23 23 23 24

Temuan Pemeriksaan I. PENGGUNAAN BMN 1. Penggunaan Rumah Dinas Sebanyak 379 Unit di Lingkungan Kodam III/Siliwangi Sebagai Tempat Usaha Tidak Sesuai Ketentuan ........................... 2. Penggunaan Tanah di Lingkungan TNI AD untuk Pertanian/Kebun Minimal

25 25

25

i

Sebanyak 283 Bidang Seluas 109.567.447,14 m2 Belum Sesuai Dengan Tupoksi TNI AD .................................................................................................. 27

II.

PEMANFAATAN BMN 1. Pemanfaatan Tanah dan Bangunan di Jajaran TNI AD Belum Sesuai Ketentuan dan Hasilnya Digunakan Langsung Minimal Sebesar

30 30

Rp52.577.149.343,00 dan US$457.600,00........................................................ 2. Pemanfaatan Aset Tanah TNI AD c.q. Kodiklat TNI AD di Jl. Perwira No. 1 Surabaya Belum Sepenuhnya Memenuhi Ketentuan Pemanfaatan Aset Milik/Kekayaan Negara ...................................................................................... 3. Pemanfaatan Tanah TNI AD Untuk Kampus Unjani Bandung Tidak Sesuai Ketentuan........................................................................................................... 4. Pemanfaatan Aset Tanah TNI AD c.q. Kodam V/Brawijaya di Jl. Adityawarman Surabaya Belum Sepenuhnya Memenuhi Ketentuan 45 42 34

Pemanfaatan Aset Milik/Kekayaan Negara........................................................

III. PENGAMANAN BMN 1. Pengamanan Aset Tanah TNI AD Melalui Penyertifikatan Belum Optimal ........ 2. Bukti-Bukti Kepemilikan Kendaraan Tidak Ditatausahakan Secara Memadai ... 3. Terdapat Tanah TNI AD Minimal Sebanyak 317 Bidang Seluas

52 53 54

212.227.707,54 m2 dan Bangunan TNI AD Sebanyak 48 Unit Seluas 173.913,61 m2 Dalam Status Sengketa/Bermasalah dengan Pihak Ketiga ...... 58

IV. PENILAIAN BMN 1. Belanja Pemeliharaan di Jajaran TNI AD Tahun 2005 dan 2006 Minimal Senilai Rp97.640.950.000,00 Belum Dikapitalisasi Dalam Nilai Barang Milik Negara ............................................................................................................... 2. Penilaian Peralatan pada Buku Inventaris TNI AD Belum Dilakukan Secara Wajar..................................................................................................................

61

61

66

V.

PEMINDAHTANGANAN BMN 1. Pemindahtanganan Tanah dan Bangunan Melalui Ruilslag di Lingkungan TNI AD Belum Sesuai Ketentuan yang Berlaku dan Berpotensi Menimbulkan

68

ii

..8 Ha Untuk Pembangunan Jalan Tol Simpang Susun Waru Surabaya Tahun 1998 Berindikasi KKN dan Berpotensi Merugikan Negara Minimal Senilai Rp13.......... Hibah Tanah TNI AD c.................................................... Alat Kesehatan......................................................................... Pelaksanaan Ruilslag di Lingkungan TNI AD Tidak Sesuai Ketentuan dan Cenderung Merugikan Negara ..........750............................. Penyelesaian Ruilslag Tanah dan Bangunan Benglap Paldam 68 73 81 94 V/Brawijaya di Jl.. 151 h.................................................................. Bangunan.............................................00 Belum Sesuai Ketentuan........ 118 VI...........................................................q...617...... PENATAUSAHAAN BMN 1....................................... 4...............218.052................................ Kasuari Surabaya Berlarut-larut dan Merugikan Negara senilai Rp2................. 127 b.......Kerugian Negara ..............................................................................................006..................... Tanah .......................................................... Pemindahtanganan Tanah Okupasi di Lingkungan Kodam V/Brawijaya Dengan Hasil Penjualan Sebesar Rp28....500..... Kodam V/Brw seluas 8..252................00 .................................................................. Pesawat Terbang .................. 159 Lampiran 166 iii ................ 130 c................................................ 145 f............................................................. 5........................................................ 140 e.............. Perolehan Tanah Perkebunan Hasil Penguasaan Peperda dan Pelimpahan Departemen Teknis Tidak Dicatat Dalam Daftar Barang Milik Negara ............................344... Senjata dan Optik......................... Kendaraan.......................... Penatausahaan Aset Tetap Sebagai Barang Milik Negara di Lingkungan TNI 126 AD Belum Tertib dan Akurat ......................................... 132 d..........................00.................... Alat Topografi........................................................ 2.......... 3.......... 126 a......... 155 2...... 148 g.................200... Alat Perhubungan .......................

.DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Lampiran 2 Rumah Dinas yang Tidak Sesuai Ketentuan ................... Daftar Penerimaan Negara Hasil Pemanfaatan Aset.......... 166 174 iv .................................

wartel. personalia dan pengawasan intern. perencanaan. pelaporan. Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. kebijakan. belum berjalan secara taat asas sehingga diketahui beberapa hal yang perlu mendapat perhatian karena dapat mempengaruhi pelaksanaan manajemen aset di lingkungan TNI AD. Penggunaan BMN Hasil pemeriksaan diketahui terdapat penggunaan aset yang tidak sesuai dengan ketentuan. Temuan Pemeriksaan a. Bandung. Pemeriksaan atas manajemen aset tersebut dilakukan dengan berpedoman pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang telah ditetapkan BPK RI pada Tahun 2007. toko 1 . prosedur kerja. Sistem Pengendalian Intern Berdasarkan hasil penilaian secara terbatas terhadap unsur-unsur pengendalian intern yang terdiri dari organisasi. Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya di Jakarta. 2006 dan 2007 di Slogad. tempat pencucian mobil. Semarang dan Surabaya. kantor. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah melakukan pemeriksaan atas manajemen aset/pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) TA 2005.RESUME HASIL PEMERIKSAAN Berdasarkan ketentuan Pasal 23 E Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara 1945 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan serta Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan. 2. Tanpa mengurangi keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang telah dicapai. yaitu : 1) Penggunaan Rumah Dinas Sebanyak 379 Unit di Lingkungan Kodam III/Siliwangi Sebagai Tempat Usaha Tidak Sesuai Ketentuan Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen administrasi dan pengecekan fisik atas pengelolaan rumah dinas di lingkungan Kodam III/Siliwangi diketahui bahwa terdapat rumah dinas yang disalahgunakan sebagai tempat usaha seperti outlet. hasil pemeriksaan masih menemukan beberapa kelemahan yaitu : 1. Kodam III/Siliwangi. pencatatan. Kodam Jaya.

dan lain sebagainya. pembangunan.996. 2 . lapangan latihan.567. lapangan PBB. diketahui bahwa penggunaan tanah m 2 TNI AD sebanyak untuk 11 7.447.337 jenis bidang seluas yaitu 1.676.567.14 m2 belum sesuai dengan tupoksi TNI AD. daerah pertahanan. 2) Penggunaan Tanah di lingkungan TNI AD untuk Pertanian/Kebun Minimal Sebanyak 283 Bidang Seluas 109. jalan.14 m2 Belum Sesuai Dengan Tupoksi TNI AD Hasil pemeriksaan atas laporan rekapitulasi penggunaan tanah di lingkungan TNI AD periode laporan per 30 Juni 2007. TMP. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada kotama di lingkungan TNI AD. Hasil pemeriksaan pada tahun 2006 diketahui bahwa jumlah rumah dinas yang digunakan sebagai tempat usaha/bisnis di lingkungan Kodam III/Siliwangi minimal sebanyak 379 unit. lapangan terbang. lapangan tembak. pengolahan tanah pertanian/kebun tersebut umumnya diserahkan kepada masyarakat setempat dengan pengawasan dan pengendalian dilaksanakan oleh komando wilayah terdekat atau yang ditunjuk Panglima Kodam. lapangan olahraga. dan lain-lain. Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa beberapa rumah dinas yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut telah dikembalikan fungsinya sebagai rumah dinas dan masih terdapat 27 unit rumah dinas yang masih disalahgunakan dan hasil pemanfaatan tersebut digunakan langsung. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut diketahui terdapat status penggunaan tanah untuk pertanian/kebun sebanyak 283 bidang seluas 109.447.72 adalah penggunaan. yaitu terdiri dari sebanyak 87 unit di wilayah Bandung dan 217 unit di wilayah Cimahi serta 75 unit yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi. pertanian/kebun.259. Dari empat Kotama yang diperiksa. Perubahan fungsi dan bentuk rumah dinas tersebut dilakukan tanpa persetujuan Panglima Kodam III/Siliwangi. hanya Kodam IV/Diponegoro yang melakukan pengelolaan tanah pertanian/kebun secara terorganisir dalam unit usaha “proyek farming” yang khusus mengawasi penggunaan tanah pertanian/kebun di wilayah Kodam IV/Diponegoro.

SE-200/MK.00 dan US$452. Pemeriksaan lebih lanjut atas kontrak kerja sama pemanfaatan aset tersebut. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara menyatakan bahwa dalam rangka penggunaan barang milik negara berdasarkan prosedur status pengelolaan BMN diperlukan kegiatan untuk menetapkan penggunaan BMN yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kementerian negara/lembaga/satuan kerja yang bersangkutan.085.240.25 m2.211. Keputusan Menhankam/Pangab No. Pemanfaatan BMN 1) Pemanfaatan Tanah dan Bangunan di Jajaran TNI AD Belum Sesuai Ketentuan dan Hasilnya Digunakan Langsung Minimal Sebesar Rp52. 2007). Juklak/8/VIII/1990 tanggal 21 Agustus 1990 tentang Pendayagunaan rumah dinas TNI AD dan Peraturan Pemerintah No. dan Petunjuk Pelaksanaan Kasad No.135. Hal tersebut terjadi karena para penghuni rumah dinas mencari keuntungan pribadi dari rumah dinas TNI AD yang digunakannya sebagai tempat usaha dan penggunaan aset tanah yang belum sesuai dengan ketentuan.d.284. Kep/28/VIII/1975 tanggal 21 Agustus 1975 tentang ketentuan-ketentuan pokok perumahan dinas di lingkungan Dephankam.00 (dihitung sejak 1994 s.00 dan US$452.00 Pemeriksaan atas pemanfaatan aset di lingkungan TNI AD berdasarkan informasi yang disajikan Ditziad dan pemeriksaan secara sampel pada empat Kotama di jajaran TNI AD serta hasil pemeriksaan Tim BPK RI selama 2 tahun terakhir di kotama-kotama di jajaran TNI AD diketahui bahwa jumlah aset tanah dan bangunan yang dimanfaatkan oleh pihak III adalah sebanyak 164 buah pemanfaatan yang terdiri dari pemanfaatan tanah seluas 67.2/2003 tanggal 30 September 2003 yang antara lain menyatakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam hal sewa menyewa.945.964. b. 3 .13 m2 dan bangunan 176.443.443.Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Edaran Menteri Keuangan RI No.388.731. diperoleh kesimpulan bahwa jumlah pendapatan Negara yang dihasilkan minimal sebesar Rp53.

Hal tersebut terjadi karena kebijakan pimpinan kotama/balakpus untuk melaksanakan kerja sama pemanfaatan aset tanpa izin Menkeu dan menggunakan langsung hasil pemanfaatan tersebut dan administrasi pengelolaan dan pemanfaatan aset di lingkungan TNI AD belum tertib dan transparan. 470/KMK. 2) Pemanfaatan aset tanah TNI AD c.01/1994 tanggal 20 September 1994 tentang Tata Cara Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara Bab V Pemanfaatan barang milik/kekayaan negara.q. penyimpanan maupun pengeluarannya.771.00. Perwira No. Hal tersebut tidak sesuai dengan UU No. Penyetoran ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2005 sampai dengan 2007 atas 15 buah pemanfaatan aset. 1 Surabaya belum sepenuhnya memenuhi ketentuan pemanfaatan aset milik/kekayaan negara Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut : a) Hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 9 Agustus 2006 di lokasi Jl. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pasal 4 menyatakan bahwa seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor langsung secepatnya ke Kas Negara dan Keputusan Menteri Keuangan No.480. Disamping itu. Kodiklat TNI AD di Jl. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut diketahui 4 . Bentuk laporan yang dapat disajikan adalah catatan-catatan penerimaan dan pengeluaran pada masa jabatannya yang tidak didukung dengan bukti pertanggungjawaban yang utuh baik penerimaan. sebagian pengelola aset telah melakukan penyetoran ke Kas Negara sebesar Rp791. Perwira Surabaya telah berdiri bangunan rumah dinas Kodam V/Brw dan bangunan “Town Square Surabaya” yang masih dalam proses pembangunan.Dari sejumlah penerimaan tersebut di atas. hasil konfirmasi kepada pejabat pengelola dana pada saat pemeriksaan berlangsung diketahui bahwa untuk penerimaan- penerimaan pejabat pengelola dana hasil pemanfaatan sebelumnya tidak dapat ditelusuri penggunaannya karena tidak diadministrasikan secara tertib dan transparan.

q.000.00.46%. Bandung seluas 50.sampai dengan saat pemeriksaan belum ada izin penghapusan dari komando atas tetapi bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD telah dihancurkan. BA/02/VIII/2004 tanggal 9 Agustus 2004 antara lain diketahui bahwa konstanta bangunan yang bisa dimanfaatkan sebesar 4.000. diperoleh dengan mengurangi harga bangunan baru dengan faktor susut sesuai ketentuan berlaku dan atau kondisi nyata dari bangunan yang bersangkutan. Kodiklat TNI AD memperoleh kompensasi sebagai berikut : (1) Tanah di Desa Cilame Kec. Harga bangunan lama diperhitungkan paling rendah 20%. b) Berdasarkan pemeriksaan terhadap hasil penelitian/pencelaan bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD yang dimuat dalam Berita Acara No. Ngamprah Kab.000 m2 senilai Rp5. (2) Pembangunan dan renovasi perkantoran senilai Rp5. bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD masih dioperasionalkan sebagai tempat pendidikan. Perwira Surabaya Nomor BA/01/II/2006 tanggal 16 Februari 2006 diketahui sebagai aset kompensasi atas relokasi Satdikta Pusdikhub. c) Hasil Pemeriksaan terhadap Berita Acara Serah Terima Kompensasi dalam rangka kerja sama pengelolaan atas tanah TNI AD c.000.000.000. Hal ini terjadi karena kelalaian Tim Panitia Pencelaan Relokasi Rumah Dinas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Jl.00.750. Hal tersebut antara lain tidak sesuai dengan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/470/XI/1994 tanggal 22 November 1994 mengenai Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Tukar Menukar (ruilslag) Tanah dan Bangunan TNI AD pada Bab I angka 9 huruf b poin 3) yang menyatakan bahwa harga satuan bangunan lama. Hasil konfirmasi dengan pelaksana di lingkungan Zidam V/Brawijaya diketahui bahwa sebelum dilakukan relokasi. Kodiklat TNI AD di Jl. Perwira Surabaya dalam menilai bangunan yang belum sepenuhnya tepat sesuai dengan kondisi nyata 5 .

3) Pemanfaatan tanah TNI AD untuk Kampus Unjani Bandung tidak sesuai ketentuan Penelitian terhadap draft perjanjian pinjam pakai Kampus Unjani diketahui bahwa : a) Keseluruhan tanah yang akan dipinjampakaikan untuk kepentingan Kampus Unjani adalah seluas 206. Hal tersebut terjadi karena pelaksana kurang memahami ketentuan tentang pemanfaatan aset negara dan adanya itikad tidak baik dari Pimpinan YKEP untuk menghindari kewajiban membayar sewa atas tanah TNI AD yang digunakannya.435 m2. 6 . Jika dilihat dari jangka waktu perjanjian yang hanya 2 tahun maka kesepakatan ini merupakan bentuk perjanjian pinjam pakai yang harus diperbaharui setiap dua tahun sekali. Hal tersebut antara lain tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Pasal 4 yang menyatakan bahwa Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor ke Kas Negara. Namun pada bagian lain terdapat klausul pengenaan sewa dengan tarif sesuai aturan dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No. Secara operasional penyelenggaraan pendidikan tinggi Unjani berorientasi pada bisnis (profit oriented) sehingga pengenaan sewa yang diusulkan dalam draft ini sudah tepat. 200/2003.000 m2 (208. b) Substansi perjanjian belum secara jelas mengatur bentuk pemanfaatan aset apakah pinjam pakai atau sewa menyewa.dari bangunan yang bersangkutan dan kebijaksanaan pimpinan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan tentang penghapusan dan pemanfaatan aset milik negara. Perbandingan luas tanah TNI AD yang berlokasi di Kebon Rumput berdasarkan perjanjian pinjam pakai lama dengan berdasarkan draft perjanjian pinjam pakai baru terdapat selisih kurang seluas 25.500 m2-183.500 m2).

867. fisik dan hukum.471 m2 belum bersertifikat. bukti kepemilikan yang telah ditatausahakan secara baik oleh Ditpalad hanya sejumlah 504 berkas. 3) Bukti-Bukti Kepemilikan Memadai Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa Ditpalad dan Aslog tidak menatausahakan bukti-bukti kepemilikan kendaraan secara memadai.61 m2 Dalam Status Sengketa/Bermasalah dengan Pihak Ketiga.690 bidang atau seluas 4. pemagaran dan pemasangan tanda/plang.707.227. Demikian pula dalam penyimpanan bukti-bukti kepemilikan kendaraan juga tidak dilakukan secara baik dan memadai. 2006 dan 2007. pasal 4 ayat (1) dan pasal 32. Ditpalad dan Aslog tidak membuat pembukuan khusus untuk mencatat bukti-bukti kepemilikan kendaraan dengan baik dan memadai. dengan rincian sebagai berikut : 1) Pengamanan Aset Tanah TNI AD Melalui Penyertifikatan Belum Optimal Dari pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana di Staf Logistik TNI AD. wajib diamankan Hal tersebut terjadi karena pihak TNI AD tidak memiliki cukup dana untuk melakukan penyertifikatan seluruh tanah yang dikuasai oleh Dephan dan TNI c.141 unit kendaraan yang didistribusikan ke satkai-satkai selama TA 2005. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Bab VII Pengamanan dan Pemeliharaan yang mengatur bahwa Daerah BMN yang digunakan oleh secara Kendaraan Tidak Ditatausahakan Secara Departemen/Lembaga/Pemerintah administrasi.913. keterbatasan sumber daya dalam rangka penertiban administrasi kekayaan negara di lingkungan 7 . dan Peraturan Pemerintah RI No.c. Pengamanan BMN Pengamanan BMN di lingkungan TNI AD belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal. Dari pemeriksaan secara sampel atas 6. Direktorat Zeni Angkatan Darat serta jajarannya di Kodam diketahui terdapat tanah sebanyak 27. TNI AD. 2) Terdapat Tanah TNI AD Minimal Sebanyak 317 Bidang Seluas 212.54 m2 Dan Bangunan TNI AD Sebanyak 48 Buah Seluas 173.454. Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tanggal 8 Juli 1997 tentang Pendaftaran Tanah pasal 3.q.

00 Belum Dikapitalisasi Dalam Nilai Barang Milik Negara Pemeriksaan atas kegiatan pemeliharaan peralatan dan bangunan diketahui bahwa nilai pengeluaran untuk pemeliharaan tersebut cukup material dan pengeluaran-pengeluaran tersebut memperpanjang masa manfaat dan kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang bagi TNI AD sehingga harus ditambahkan pada nilai aset yang sudah tercatat atau dikapitalisasi.950.640. 2) Penilaian Peralatan pada Buku Inventaris TNI AD Belum Dilakukan Secara Wajar Hasil pemeriksaan diketahui bahwa pada TNI AD belum ditetapkan standar penilaian aset terutama dalam hal ini standar penilaian peralatan.750. d. dan pengawasan dan pengendalian terkait dengan pengelolaan tanah di lingkungan TNI AD kurang optimal.000. dengan rincian temuan sebagai berikut : 1) Belanja Pemeliharaan di Jajaran TNI AD Tahun 2005 dan 2006 Minimal Senilai Rp97. Standar mengenai metode penilaian peralatan dan satker yang berwenang melakukan penilaian belum ditetapkan pada TNI AD. Hasil uji petik atas nilai yang belum dikapitalisasi yaitu : a) Pemeliharaan Alberzi/Alzi dan Mesin Stationer tahun 2006 yang dilakukan di tingkat Pusat (Ditziad) senilai Rp3. Penilaian BMN Penilaian BMN belum dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dephan/TNI.083.557. Selama ini penilaian peralatan dilakukan oleh satkai atau infolahtadam atas dasar harga perolehan dari pengadaan.000.00. b) Pemeliharaan/renovasi gedung dan bangunan tahun 2005 dan 2006 senilai Rp94. seperti aset hasil renovasi/perbaikan yang belum dikapitalisasi dan aset yang dilaporkan tanpa nilai atau dinilai tidak wajar dalam daftar inventaris BMN. sedangkan untuk peralatan yang tidak 8 .00.000.200. serta Direktur Peralatan Angkatan Darat belum sepenuhnya menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Pembina Materiil Peralatan khususnya materiil kendaraan di jajaran TNI AD.

dengan rincian sebagai berikut : 1) Pemindahtanganan Tanah dan Bangunan Melalui Ruilslag di Lingkungan TNI AD Belum Sesuai Ketentuan yang Berlaku dan Berpotensi Menimbulkan Kerugian Negara. 24 Tahun 2005. Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 1 paragraf 65 tentang penilaian aset dan PSAP No. Hal tersebut terjadi karena belum ada mekanisme kapitalisasi untuk pemeliharaan yang menambah nilai aset tetap yang sudah ada dan sistem pencatatan aset peralatan pada TNI AD belum mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) khususnya Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Pasal 38 dinyatakan bahwa penetapan nilai barang milik negara/daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/daerah dilakukan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). e.diketahui nilai pengadaannya dilakukan taksiran harga pasar dan perkiraan penyusutan pada saat penyusunan laporan dan dilakukan update setiap kali disusun laporan berikutnya. Pernyataan Standard Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 2006 dan 2007 belum dilakukan penilaian karena hasil pengadaan tersebut belum dilakukan pencatatan pada Buku Inventaris Disinfolahtad. Pemeriksaan atas pelaksanaan ruilslag di beberapa Kodam diketahui hal-hal sebagai berikut: a) Pelaksanaan ruilslag mendahului izin prinsip dari Menteri Keuangan Hal ini antara lain terjadi pada aset pengganti di Desa Ketimang Wonoayu Sidoarjo dalam ruilslag Bengpal Paldam V/Brawijaya dan aset pengganti Stadion Lapangan Deffile Brigif 15/Kujang dalam ruilslag daerah latihan Kodam III/Siliwangi di Kab. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa peralatan hasil pengadaan TA 2005. dan 51 tentang kapitalisasi. Maja Jawa Barat. 7 Paragraf 50. b) Pemanfaatan aset yang dipertukarkan mendahului perintah Kasad 9 . Penghapusan dan Pemindahtanganan BMN Hasil pemeriksaan diketahui terdapat pemindahtanganan aset tanah yang tidak sesuai ketentuan.

Curug Bitung. maka pengambilalihan proyek ruilslag oleh developer lain seringkali dilakukan secara terselubung tanpa sepengetahuan pihak TNI AD dan tanpa melalui penilaian (audit) atas prestasi pekerjaan yang sudah/belum diselesaikan.q. Daan Mogot Jakarta Barat berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp124. Untuk memecahkan permasalahan tersebut developer bekerja sama dengan Pihak III untuk melanjutkan proyek ruilslag.165.625.121.625. antara lain : ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c.343. sebagaimana terjadi pada ruilslag 126 Ha tanah TNI AD di Gunungsari Surabaya. 9 Surabaya sebagai Hotel Istana Permata Dinoyo dan penyewaan aset tanah eks perumahan Labiomed di Jl.365.200. dan Pasir Kecapi Kabupaten Lebak Propinsi Banten berpotensi menimbulkan kerugian negara yaitu tanah yang dilepas di Kecamatan 10 . c) Belum ada aturan yang jelas mengenai pengambilalihan dan penilaian ulang proyek ruilslag Dengan kompleksitas pekerjaan yang cukup tinggi terkadang pelaksanaan ruilslag terhenti akibat ketidakmampuan developer melanjutkan pekerjaannya sesuai yang telah diperjanjikan dalam SPTM.000. 5. Kemang Jaksel sebagai pusat bisnis. Karena belum ada ketentuan yang mengatur tentang pengambilalihan proyek ruilslag tersebut.00 yaitu mark down aset yang dilepas sebesar Rp106.00 dan ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c.464.Hal ini antara lain terjadi pada pemanfaatan Mess Korem Jl. Dinoyo No. 7.q Kodam Jaya dengan PT Mercu Buana Raya Contractors adalah Tanah dan Bangunan yang terletak di Jl. Kodam III/Siliwangi dengan PT Mandirinusa Grahaperkasa adalah Tanah di Desa Cipining. Hasil pemeriksaan atas perhitungan nilai aset yang dipertukarkan dalam ruilslag yang dilaksanakan di lingkungan TNI AD menunjukkan hasil bahwa penilaian aset yang di-ruilslag berpotensi menimbulkan kerugian negara karena nilai aset yang dilepas cenderung di markdown dan aset yang diterima cenderung di mark-up.00 dan mark up aset pengganti sebesar Rp18. d) Perhitungan nilai aset berpotensi menimbulkan kerugian Negara.

00 dan harga tanah yang akan diterima di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang dinilai terlalu tinggi sebesar Rp20.500. Tanah tersebut dicatat dan dikelompokkan dalam status okupasi TNI AD dan diadministrasikan secara terpisah dari daftar IKN TNI AD oleh Kodam.00 11 .00 Belum Sesuai Ketentuan TNI AD c.00 yang belum dapat dipertanggungjawabkan.500.617. e) Aset disewakan kepada pihak ketiga lainnya sebelum pelaksanaan ruilslag dapat diselesaikan.200. Hal ini dilakukan karena TNI AD/Kodam berpendapat bahwa status tanah okupasi tersebut bukan milik negara/TNI AD. Penyelesaian ruilslag tanah dan bangunan Perumahan Dinas Labiomed Ditkesad di Jl Kemang Jakarta Selatan berlarut-larut karena krisis moneter sehingga dalam proses penyelesaian tersebut pihak developer menyewakan aset tersebut kepada pihak lainnya.052. 3) Hibah tanah TNI AD c. Kodam selaku penguasa teritorial menguasai tanah-tanah yang dimiliki oleh pihak tertentu namun karena alasan tertentu ditinggalkan oleh pemiliknya.800.000.00 penggunaan dana belum jelas pertanggungjawabannya sebesar Rp11.310.q.000.126.524.644.Maja Kabupaten Lebak dinilai terlalu rendah sebesar Rp1. Uji petik terhadap pelepasan tanah dengan status okupasi TNI AD menunjukkan bahwa pengamanan terhadap tanah okupasi dan proses pelepasan/pengembalian kepada pemilik masih lemah sehingga ditemukan beberapa permasalahan antara lain pelepasan 19 bidang tanah okupasi di lingkungan Kodam V/Brawijaya tidak sesuai ketentuan dan hasil kompensasi sebesar dan Rp3.252.924.367.344. 2) Pemindahtanganan Tanah Okupasi di Lingkungan Kodam V/Brawijaya Dengan Hasil Penjualan Sebesar Rp28. sehingga dapat dilepas/dikeluarkan atau dihapus dari catatan tanah TNI AD jika pemilik tanah menginginkannya.969.q.8 Ha untuk pembangunan jalan tol simpang susun Waru Surabaya Tahun 1998 berindikasi KKN dan merugikan negara minimal senilai Rp13.238.00. Kodam V/Brw seluas 8.

200 m2 tersebut merupakan pemberian dari Pemda Tk I Jawa Timur dengan sertifikat Hak Pakai No. pengecekan fisik di lapangan serta konfirmasi kepada pelaksana Kodam V/Brawijaya terkait proses hibah tanah Kodam V/Brawijaya untuk keperluan pembangunan jalan tol simpang susun Waru antara lain diketahui bahwa tanah TNI AD c. 2) Kerugian negara yang ditimbulkan atas pelaksanaan ruilslag tersebut minimal sebesar Rp124. Daan Mogot Jakarta Barat Hasil pemeriksaan menunjukkan hal-hal sebagai berikut : 1) Adanya upaya penjualan aset negara secara terselubung kepada pihak III sejak tahun 1978 dengan modus pengajuan ruilslag yang prosedur dan penilaian asetnya cenderung merugikan negara. Hak Pakai tersebut diberikan selama tanah tersebut dipergunakan dalam pelaksanaan tugastugas Kodam V/Brawijaya (dh.343. 1 (asal pecahan persil) bahwa Hak Pakai yang diberikan kepada Kodam V/Brawijaya tersebut tidak boleh dialihkan dalam bentuk apapun baik untuk sebagian ataupun seluruhnya kepada siapapun tanpa izin tertulis dari Gubernur KDH Tk. Banten Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dapat disimpulkan : 1) Komposisi tanah yang akan diterima Kodam III/Slw mengalami perubahan sebagai berikut : sebesar 12 .625.000. Kodam VIII/Brawijaya). Puslatpur Rindam III/Slw Puslatpur di Desa Cipining.464. dan Desa Pasir Kecapi Kabupaten Lebak.Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut atas administrasi dan dokumentasi yang diselenggarakan oleh Kodam V/Brawijaya.q.200.625.165. Gubernur KDH Tk. I Jawa Timur. b.565.00 a.025.121. I Jawa Timur selaku pemberi Hak Pakai memberikan disposisi pada sertifikat Hak Pakai No.365.00 dan mark up aset pengganti sebesar Rp18. Desa Curug Bitung. 4) Pelaksanaan ruilslag di lingkungan TNI AD tidak sesuai ketentuan dan penilaian aset berpotensi merugikan keuangan negara Rp168. 5/K Tahun 1986 atas nama Kodam V/Brawijaya.00.00 yaitu mark down aset yang dilepas sebesar Rp106. Gumurah Pesing Jl.052. Kodam V/Brawijaya seluas 88.

00 2) Pelepasan hak tanah sebelum aset pengganti selesai dibangun dan diserahkan ke TNI AD.090 2.367. 57 Surabaya Hasil pemeriksaan atas pelaksanaan ruilslag tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1) Proses penghitungan aset yang akan dipertukarkan cenderung berpotensi merugikan negara.310 4.390 2) Terdapat kekurangan tanah seluas 374. c.221.180. yaitu nilai aset pengganti dinilai terlalu tinggi sebesar Rp15.910 9.491 m2 yang terdiri : a) Kekurangan tanah seluas 179.910 10.772.650 m2 yang disebabkan adanya tanah pihak lain yang berada dalam tanah yang telah bersertifikat Kodam III/Slw.360 3. b) Taksiran harga tanah yang akan diterima di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang dinilai terlalu tinggi sebesar Rp20. Asrama Koterm “A” Gudang Kesdam Kodam V/Brawijaya di Jalan Rajawali No.415.00.No a b c Tanah Desa Rancapinang Desa Cibadak Desa Tugu Jumlah BA Interdep 4.744.988.841 m2 yang disebabkan perbedaan pengukuran antara Topdam III/Slw pada tahun 1997 dengan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten pada bulan Mei 2006.00. b) Kekurangan tanah seluas 194.040 Kondisi Fisik 3. yaitu: a) Taksiran harga tanah yang dilepas di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak dinilai terlalu rendah sebesar Hak Pakai Dephan/TNI c.770 2.827 1. TNI AD Rp1.646.800.001. 3) Penilaian aset yang diruilslag cenderung merugikan negara.415.744 10.881 Sertifikat Hak Pakai 3. 13 . Hal ini diketahui dari Akta tentang Pelepasan Hak pada tahun 16 Juni 1997 atas tanah TNI AD di Jl.000.q.235.806.186.880.000.310.238.524.704.390 3.

3) Terdapat aset pengganti yang diperoleh bukan dari Pihak Developer. tanah tersebut disewakan untuk pertanian/tegalan kepada masyarakat tanpa ada perjanjian tertulis dan persetujuan dari Menkeu serta hasil sewa tidak disetor ke Kas Negara.Rajawali No. 2) Penentuan nilai tanah yang akan dilepas cenderung direndahkan. 2005 diketahui bahwa terdapat 2 bidang tanah yang dijadikan sebagai aset pengganti oleh Developer merupakan aset-aset yang sumbernya dari pengadaan Kodam V/Brawijaya dan penyerahan Pemda. B/172/II/1986 tanggal 19 Pebruari 1986 bahwa harga patokan tanah tegal Gunungsari tertinggi tahun 1985/1986 adalah Rp7. Surabaya Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Proses penunjukan rekanan tidak melalui proses lelang namun berdasarkan penunjukan yang diusulkan oleh Pangdam V/Brawijaya yang kemudian disetujui oleh Kasad. Pangdam V/Brawijaya pernah melaporkan kepada Kasad dalam suratnya No.500/m2 sesuai penetapan harga dasar tanah di wilayah Kotamadya Surabaya. 4) Terdapat aset pengganti belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Aset pengganti berupa tanah di Desa Sawotratap merupakan hak pakai untuk asrama Koterm “A”. d. 57 Surabaya kepada PT Surya Inti Permata yang diketahui bahwa penyerahan tersebut dilaksanakan sebelum kewajiban Developer untuk menyiapkan aset pengganti selesai 100%. Hasil pemeriksaan atas daftar inventaris tanah TNI AD di lingkungan Kodam V/Brawijaya TA. Berdasarkan hasil pengujian fisik. Tanah TNI AD di Gunungsari Kodam V/Brawijaya. Hak tersebut berlaku selama tanah tersebut digunakan untuk kepentingan tersebut. 3) Indikasi menurunkan (mark down) nilai aset yang dilepas diperkuat lagi dengan keuntungan tidak wajar yang diperoleh 4 14 .

developer awal senilai Rp6. b. 4) Pembagian rumah tipe K-36 sebanyak 736 unit kepada prajurit/PNS berpotensi merugikan negara karena dana angsuran perumahan yang seharusnya disetor ke Kas Negara dihimpun di Kakudam V/Brawijaya dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp3.00.006. Kasuari Surabaya berlarut-larut dan merugikan negara senilai Rp2. Terdapat kesalahan penghitungan nilai aset tanah yang dilepas sehingga mengakibatkan kekurangan nilai aset yang dilepas senilai Rp2. 5) Pembagian tanah cadangan pangkalan seluas 65 Ha tidak sesuai ketentuan karena tanah tersebut merupakan tanah negara yang diperoleh dari proses ruilslag sehingga harus melalui proses pengajuan usulan hibah secara berjenjang hingga Menteri Keuangan.531.218. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Pasal 4 yang menyatakan bahwa Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor ke Kas Negara.000.000.00 .292. 350/KMK.240.03/1994 tanggal 13 Juli 1994 tentang Tata Cara Tukar Menukar barang Milik/Kekayaan Negara.750.Rp3.000.00 (Rp5.981. Terdapat pemanfaatan aset TNI AD (Jl.640.250. Aset TNI AD telah dimanfaatkan oleh PT Lamcitra Nusantara telah melakukan pembongkaran bangunan dan memanfaatkan tanah TNI AD untuk kegiatan bisnis sebelum ada Surat Perintah Kasad tentang Penghapusan barang-barang inventaris TNI AD yang dipertukarkan dan aset-aset yang dipertukarkan diserahterimakan secara resmi. Kasuari) oleh Pihak III (PT Lamcitra Nusantara) tanpa melalui prosedur yang benar.00 dari proses pemindahan hak perjanjian tukar menukar. 5) Penyelesaian ruilslag tanah dan bangunan Benglap Paldam V/Brawijaya di Jl.200.000.006.00) Hal tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.750. dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tanggal 8 Juli 1997 tentang Pendaftaran Tanah Pasal 3 yang menyatakan 15 .00 Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa : a.00 X 736 unit = Rp2.750.218.987.384.

senjata dan optik. kendaraan. alat perhubungan kesehatan. Penatausahaan BMN Penatausahaan BMN di lingkungan Dephan/TNI belum sepenuhnya dilakukan secara tertib terutama dalam hal pencatatan BMN. Hal tersebut terjadi karena sistem pengendalian intern atas pengelolaan BMN di lingkungan TNI AD masih lemah. Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana diketahui bahwa 16 . f. para pelaksana kegiatan ruilslag tidak memahami ketentuan Tukar Menukar Barang Milik Negara yang telah ditetapkan. dengan rincian temuan sebagai berikut : 1) Penatausahaan Aset Tetap Sebagai Barang Milik Negara di Lingkungan TNI AD Belum Tertib dan Akurat Hasil pemeriksaan atas penatausahaan aset tetap di lingkungan TNI AD yang meliputi tanah. satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan. Hasil pemeriksaan atas buku inventaris dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa informasi yang disajikan berbeda secara signifikan. adanya kebijakan Pimpinan TNI AD untuk memisahkan pengelolaan aset tanah selain yang telah terdaftar dalam daftar IKN Dephan. alat topografi. b) Inventarisasi Kegiatan inventarisasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencocokkan catatan/laporan dengan jumlah fisiknya.bahwa pendaftaran tanah bertujuan diantaranya untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah. menghasilkan dua versi pembukuan yang berbeda pula yaitu buku inventaris yang dikeluarkan oleh Pembina materiil tanah di daerah (tingkat Kodam) dan Buku Inventaris Tanah yang dikeluarkan oleh Disinfolahtad. bangunan. dan pesawat terbang diketahui hal-hal sebagai berikut: a) Pembukuan Sistem penatausahaan BMN yang dilaksanakan melalui dua sistem.

Hal tersebut tidak sesuai tanggal dengan 31 Surat Keputusan tentang Menhan No.kegiatan invetarisasi aset tetap di lingkungan TNI AD minimal selama lima tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan meskipun terdapat perbedaan data antara daftar inventaris yang disajikan melalui data IKMN dengan data invetaris pembina materiil. Peraturan Menteri Pertahanan No. Kep/003/M/1/2003. Hal tersebut terjadi karena belum berjalannya Sistem Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Dephan/TNI. 17 . perubahan dan penghapusan. 4 tentang Prosedur Akuntansi BMN poin 2 yang menyatakan bahwa transaksi yang dicatat dalam Akuntansi BMN meliputi tiga jenis yaitu perolehan. Januari 2003 Pokok-Pokok Penyelenggaraan IKN di Lingkungan Dephan dan TNI. c) Laporan yang disajikan kurang akurat Praktek penatausahaan melalui IKMN di lingkungan pelaporan TNI AD yang diatas dilaksanakan dua sistem tersebut menghasilkan dua versi laporan. 2) Perolehan Tanah Perkebunan Hasil Penguasaan Peperda dan Pelimpahan Departemen Teknis Tidak Dicatat Dalam Daftar Barang Milik Negara Pemeriksaan terhadap data administrasi tanah secara uji petik pada Kodam IV Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya diketahui bahwa perolehan tanah melalui penguasaan dan atau sitaan dari pemilik yang terlibat organisasi terlarang dan/atau berasal dari pelimpahan tanah perkebunan oleh Pemda atau Departemen Teknis tidak dicatat atau diadministrasikan oleh pembina materiil tanah di daerah dan pusat baik dalam buku inventaris ataupun bentuk laporan lainnya. yaitu laporan versi manual yang berbentuk laporan kekuatan/rekapitulasi aset tetap dan laporan versi data base komputer yang berbentuk laporan tahunan (LT). keterbatasan sumber daya dalam rangka penertiban administrasi kekayaan negara di lingkungan Dephan/TNI. Bab I poin 8. PER/13/M/XI/2006 tanggal 1 Nopember 2006 tentang Sistem Akuntansi dan Tata Cara Pelaporan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia dan Petunjuk Pelaksanaan Sistem Akuntansi BMN di lingkungan Dephan dan TNI No.

Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI dan Kasad agar melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pengelolaan BMN di lingkungan Dephan/TNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mengenakan sanksi secara tegas dan transparan terhadap para pihak yang dalam pelaksanaan pengelolaan BMN menyimpang dari prosedur dan ketentuan yang ada. 2008 Penanggung Jawab. Drs. dan belum ditetapkannya dasar penilaian aset secara memadai dan sistematis atas aset-aset yang dimiliki oleh satuan kerja di lingkungan TNI AD sehingga aset dinilai dengan dasar penilaian yang seadanya dan atau tidak dapat dinilai.motivasi untuk melaksanakan penertiban aset sangat rendah karena tidak ada ketentuan rewards and punishment yang jelas jika belum melaksanakan administrasi kekayaan negara secara tertib. Jakarta. Syafruddin Tasman NIP 240000747 18 .

BAB I PENDAHULUAN
1. Dasar Hukum Pemeriksaan a. Perubahan Ketiga UUD 1945 pada pasal 23 E, F dan G; b. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; c. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 Badan Pemeriksa Keuangan; d. Rencana Kerja Tahunan (RKT) BPK RI TA 2007; e. Rencana Kegiatan Pemeriksaan (RKP) BPK RI (Revisi) Semester II TA 2007. 2. Standar Pemeriksaan a. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) Tahun 2007; b. Panduan Manajemen Pemeriksaan Tahun 2002. 3. Entitas/Objek Pemeriksaan Mabes TNI AD (Staf Logistik TNI AD), Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, dan Kodam V/Brawijaya. 4. Tujuan Pemeriksaan Pemeriksaan atas manajemen aset/pengelolaan BMN bertujuan untuk menilai apakah: a. Sistem Pengendalian Intern atas manajemen aset/pengelolaan BMN telah memadai; b. Informasi keuangan terkait manajemen aset/pengelolaan BMN telah disajikan secara wajar; c. Manajemen aset/pengelolaan BMN dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan/peraturan yang berlaku 5. Metodologi Pemeriksaan Metodologi yang digunakan dalam pemeriksaan manajemen aset/pengelolaan BMN ini meliputi : a. Penetapan materialitas pemeriksaan yang mencakup BMN yang bernilai material dan strategis serta digunakan untuk pelayanan umum. b. Pemeriksaan secara uji petik/metode sampling, melakukan interview secara terbatas, verifikasi dan observasi di lapangan serta melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. 6. Sasaran Pemeriksaan Sasaran Pemeriksaan manajemen penggunaan, aset/pengelolaan pemanfaatan, BMN meliputi dan

pengadaan/perolehan,

pengamanan

19

pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan dan penatausahaan termasuk BMN hasil pengadaan dari dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 7. Lingkup dan Batasan Pemeriksaan Pemeriksaan BPK RI atas manajemen aset/pengelolaan BMN meliputi prosedurprosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam menguji pelaksanaan kegiatan manajemen aset/pengelolaan BMN. Pemeriksaan ini dibatasi pada BMN yang merupakan aset tetap dan kegiatan pengadaan BMN yang tidak termasuk prosedur/mekanisme pengadaannya. 8. Jangka Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan dilaksanakan mulai tanggal 10 September sampai dengan 26 Oktober 2007.

BAB II GAMBARAN UMUM
1. Definisi Aset/Barang Milik Negara Aset atau Barang Milik Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2006 adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah, yaitu dari hibah, hasil pelaksanaan perjanjian/kontrak dan dari hasil putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 2. Dasar Hukum Pengelolaan BMN Pemerintah telah menerbitkan peraturan-peraturan yang digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan BMN, antara lain yaitu: a. Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada BAB VII tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Pada pasal 42 s.d. 49 antara lain menyatakan bahwa : 1) BMN/BMD wajib dikelola dan ditatausahakan dengan sebaik-baiknya oleh Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang. 2) BMN/BMD yang berupa tanah dan bangunan yang dikuasai Pemerintah Pusat/Daerah harus disertifikatkan, dilengkapi dengan bukti status

kepemilikan dan ditatausahakan secara tertib. 3) Pemindahtanganan BMN/BMD dilakukan dengan cara dijual,

dipertukarkan, dihibahkan, atau disertakan sebagai modal Pemerintah

20

setelah mendapat persetujuan DPR/DPRD. b. Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2006 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah. Peraturan ini merupakan tidak lanjut atau pedoman teknis dari pelaksanaan UU No. 1 Tahun 2004 pada pasal 48 ayat (20) dan Pasal 49 ayat (6) yang menghendaki pengelolaan BMN/BMD dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan

keterbukaan, akuntabilitas dan kepastian nilai. Pengelolaan BMN/D tersebut meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan,

penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan,

pengawasan dan pengendalian. c. Surat Keputusan (SK) Menhan No. KEP/03/M/I/2003 tanggal 31 Januari 2003 tentang Pokok-pokok penyelenggaraan Inventarisasi dan Penatausahaan BMN di lingkungan Dephan dan TNI. Sasaran dan tujuan Skep Menhan ini antara lain adalah : 1) Terwujudnya mekanisme penyelenggaraan sistem pelaporan BMN di lingkungan Dephan/TNI secara berhasil dan berdaya guna; 2) Menjamin tercapainya tertib administrasi, penghematan keuangan negara, kesinambungan sistem pelaporan BMN, pengawasan dan pengendalian barang, penyajian informasi yang lengkap dan mutakhir serta dapat disajikan setiap saat. d. Peraturan Menteri Pertahanan No. PER/13/M/XI/2006 tanggal 23 November 2006 tentang Sistem Akuntansi dan Tata Cara Pelaporan BMN di Lingkungan Dephan dan TNI. Peraturan Menteri Pertahanan diterbitkan dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pedoman dalam rangka melaksanakan penyelenggaraan inventarisasi dan penatausahaan BMN dan tercapainya kesatuan tindakan dalam penyelenggaraan inventarisasi dan penatausahaan BMN di lingkungan Dephan.

21

Akibatnya data yang di infolahta maupun yang diinput oleh infolahta belum merupakan data yang mutakhir sehingga terdapat perbedaan data antara infolahta dan pembina materiil atas jumlah aset yang seharusnya. Secara umum manajemen aset di Lingkungan TNI AD sudah ada aturan yang jelas baik mengenai sistem dan prosedur dalam pengelolaan aset maupun tanggung jawab dari masing-masing bidang baik disinfolahta maupun pembina material. Hal ini terbukti dari kebijakan pemanfaatan aset tanpa izin dari Menkeu dan hasil sewa pemanfaatan aset tidak disetorkan ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) namun digunakan langsung.BAB III HASIL PEMERIKSAAN Evaluasi atas Sistem Pengendalian Intern Sistem Pengendalian Intern atas pelaksanaan manajemen aset Tahun Anggaran 2005. dan proses ruilslag yang tidak sesuai ketentuan. Keppres dan lain-lain. dan 2007 belum memadai sehingga pelaksanaan kegiatan belum dapat berjalan secara taat asas. Selain itu adanya kendala waktu pelaporan juga menyebabkan adanya perbedaan data antara infolahta dengan pembina materiil. 2. Pelaksanaan manajemen aset di lingkungan TNI AD belum sepenuhnya mematuhi ketentuan yang berlaku. misalnya: UU. 22 . dan harus ada bagan dan pedoman organisasi. PP. 2006. Namun dalam pelaksanaannya hal tersebut belum dilaksanakan secara memadai misalnya satker tidak melaporkan jumlah yang mutakhir atas aset yang dimilikinya kepada pembina materiil. masing-masing tanggung jawab harus ditetapkan dengan jelas. Kebijakan Aspek kebijakan yaitu setiap peraturan yang mengharuskan atau membatasi tindakan-tindakan. yang harus diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan. adanya pelepasan aset tanpa melalui izin Menteri Keuangan dan hasilnya juga digunakan langsung. Organisasi Dalam aspek organisasi terdapat unsur-unsur antara lain ada pembagian tugas. terutama aspek : 1. pembina materiil tidak melaporkan data aset kepada infolahta untuk pemutakhiran data. adanya sistem tindak lanjut.

Kegiatan keuangan menghasilkan informasi yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk menilai operasi. Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan dilakukan atas kegiatan operasi dan keuangan. Selain itu kuantitas dan kualitas yang mengelola BMN di lingkungan TNI AD masih terbatas. dan efektif sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Pencatatan atas pengelolaan aset di lingkungan TNI AD belum memberikan gambaran nyata atau kondisi yang sebenarnya. 4. 23 . efisien. 5. Namun laporan tersebut belum memberikan gambaran sebenarnya tentang berapa jumlah dan nilai aset yang sebenarnya dimiliki oleh TNI AD. Personalia Untuk menciptakan sistem pengendalian intern dalam bidang personalia perlu dilakukan antara lain pelatihan. Kelemahan dari aspek prosedur ini antara lain pengamanan aset yang belum optimal melalui penyertifikatan tanah. Dalam hal ini TNI AD kurang melakukan sosialisasi terhadap pentingnya manajemen aset. Dalam aspek pelaporan.3. Hal ini terlihat dari laporan tahunan atas aset yang tidak valid dan banyak aset yang belum ada nilainya. dan terdapat tanah yang sebagian dikuasai oleh pihak lain dan rawan penyerobotan. penyediaan informasi mengenai tugas dan kewajiban untuk dipahami dan perbaikan atas kelemahan- kelemahan/kekurangan-kekurangan. Hal ini juga terlihat dengan temuan yang berulang dari tahun ke tahun atas manajemen aset atau sebelumnya dikenal dengan Inventarisasi Kekayaan Negara (IKN) berupa laporan yang dibuat oleh TNI AD belum mencerminkan kondisi yang mendekati nyata atas aset yang dimiliki. TNI AD telah membuat laporan tiap tahun maupun tiap semester baik yang dibuat oleh dinas infolahta maupun oleh pembina materiil. Selain itu terdapat beberapa tanah di lingkungan TNI AD yang bermasalah/sengketa dengan pihak ketiga. Prosedur Prosedur adalah langkah-langkah yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan secara hemat.

metode. Itjenad secara rutin melaksanakan pemeriksaan atas kegiatan di lingkungan TNI AD namun pemeriksaan tersebut dirasakan belum optimal dengan masih adanya temuan berulang atas manajemen aset berupa laporan yang dihasilkan oleh institusi TNI AD belum valid dan akurat. 24 . Pemeriksaan Intern Mekanisme penting lainnya untuk memberikan informasi kepada Pimpinan adalah mengadakan audit intern terhadap kegiatan.6. sistem. prosedur. dan praktek. TNI AD memiliki pemeriksa intern yaitu Inspektorat Jenderal TNI AD (Itjenad).

tetapi digunakan untuk tempat usaha/bisnis (antara lain Factory Outlet dan toko) dan areal perkebunan/pertanian. kantor. ST/1259/2005 tanggal 1 November 2005 tentang pelarangan rumah dinas TNI AD dijadikan tempat usaha seperti factory outlet. Upaya penertiban rumah dinas di lingkungan TNI AD dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kasad No. Berdasarkan Pemeriksaan atas Ruilslag dan Pemanfaatan Aset pada Kodam III/Siliwangi oleh BPK RI pada tahun 2006 diketahui bahwa Kodam III/Siliwangi telah mengadakan upaya penertiban rumah dinas sesuai Surat Perintah Pangdam III/Siliwangi No. tempat pencucian mobil. Prajurit yang menempati rumah dinas tersebut diberikan Surat Izin Penempatan (SIP) dengan kewajiban menaati semua ketentuan/peraturan antara lain menggunakannya sesuai peruntukan sebagai rumah tinggal dan membayar sewa rumah dinas melalui potongan gaji/tunjangan/pensiun selama masa berlakunya SIP. Sprin/24/III/2005 tanggal 8 Maret 2005 tentang penertiban rumah dinas TNI AD c. khususnya menanggapi sorotan negatif masyarakat. Berdasarkan pertimbangan Staf Kodam III/Siliwangi. toko dan lain sebagainya. showroom. dengan rincian temuan sebagai berikut: 1.Temuan Pemeriksaan I. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen administrasi dan pengecekan fisik atas pengelolaan rumah dinas di lingkungan Kodam III/Siliwangi diketahui bahwa terdapat rumah dinas yang disalahgunakan sebagai tempat usaha seperti outlet. toko. termasuk hasil Kunjungan Kerja di Makodam 25 . Perubahan fungsi dan bentuk rumah dinas tersebut dilakukan tanpa persetujuan Pangdam. Penggunaan Rumah Dinas Sebanyak 379 Unit di Lingkungan Kodam III/Siliwangi Sebagai Tempat Usaha Tidak Sesuai Ketentuan Salah satu wujud kesejahteraan materiil di lingkungan TNI AD adalah tersedianya fasilitas rumah dinas di setiap pangkalan satuan TNI AD.q. kos-kosan dan sebagainya yang tidak sesuai dengan peruntukan rumah dinas TNI AD. PENGGUNAAN BMN Barang Milik Negara (BMN) berupa rumah dinas dan tanah TNI AD digunakan tidak sesuai Tupoksinya. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi anggota TNI AD selama mereka masih aktif bertugas. wartel. Kodam III/Siliwangi di Bandung dan Cimahi.

12. Kol. dengan rincian sebagai berikut : No. Ambon No. Patrakomala No. RE Martadinata No. Tongkeng No. 9. Butik Cucian Mobil + Ganti Oli Bimbel IZI TIKI. Sugiarti Ny.19 Bandung Jl.217 Bandung Jl. Gudang Utara No. Asna Rosamaria RA Rahardjo Indro Utomo Ir. 17.12 Bandung Jl. 1. Gandapura No. 3. 18. Siti Chotijah M. Sudirman No.199 Bandung Jl. H. Ambon No. Nama Abednego Sembiring Nasep Rahmat Herman Sarens Sudiro Ruchjan IG Purnawa Soeharwiranto Amir Hamzah Darwanto Ahmad Zaenudin Djati Sapto Cecep Lukman Djoko Purwoko Mahidin Simbolon Ny. 15. RE Martadinata No. Kamran G.9-A Cimahi Jenis Usaha 18th Park Terminalitas Outlet Oasis Outlet Island Outlet Summit Outlet Kedawung Outlet Toko HP Percetakan Buku Impulse Butik Pool Becak an PKL RM Mbok Berek Warung Nasi Cafe Bali Cafe Emi Kosasih Collection Toko Kelontong RM Padang. Sudirman No. Alamat Jl. RE Martadinata No. Supribadio TE Ny. Gatot Subroto No. Anggrek No.18 Bandung Jl. 8 Bandung Jl.32 Bandung Jl. 7. 24. Cpm Letkol Purn. Warakawuri Peltu Purn. 6. Bali No. 19. Kolonel Caj Mayjen TNI Warakawuri Kolonel Cpm Brigjen Purn. TM Gultom Drs. 5. Berdasarkan Daftar Rumah Dinas yang digunakan sebagai tempat usaha di wilayah Kodam III/Siliwangi diketahui terdapat rumah dinas yang digunakan sebagai tempat usaha. 20.9 Cimahi Jl. 23. Serma Letkol Cku Kapten Inf. RE Martadinata No. Mayjen TNI Mayjen Purn. Letkol Purn. Hasanudin No. CV Gama. Gudang Utara No. B/1307/IV/2006 tanggal 29 April 2006 mengeluarkan teguran atas penyalahgunaan fungsi 75 unit rumah dinas TNI AD. Jend. Sariwati Ny. 13. Gudang Utara No. 25. Sokeh E. Banda No. Agus Dono Utomo Sidik Permana Pangkat Kol. Inf.94 Cimahi Jl.69 Bandung Jl. Kolonel Chb Warakawuri Warakawuri Warakawuri Mayor Purn. Ambon No.211 Bandung Jl.III/Siliwangi dari Anggota Komisi I DPR RI tanggal 27 Maret 2006 dan Komisi A DPRD Propinsi Jawa Barat tanggal 18 April 2006 tentang penyalahgunaan aset perumahan milik TNI AD/TNI/Dephan yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi.61 Bandung Jl. 8. 4. Brigjen Purn.159 Cimahi Jl. Sitorus Ny. Warung Nasi. Sriwijaya Raya No. Berlin Hutajulu M. 2.9 Bandung Jl. yaitu terdiri dari sebanyak 87 unit terletak di wilayah Bandung dan 217 unit di wilayah Cimahi.11A Bandung Jl. Brigjen Purn. Wartel RM Jawa Timur Kantor Advokat Toko Kelontong Butik+toko Kelontong Toko Kelontong 26 .22 Bandung Jl. Pangdam III/Siliwangi dalam surat No. Mayor Inf.38 Bandung Jl. Toko HP Konveksi. 6 Bandung Jl. 22. 14. Wartel Fotocopy. Baros No. 16.51 Bandung Jl. RE Martadinata No. 27. Dengan demikian penggunaan rumah dinas minimal sebanyak 379 unit di lingkungan Kodam III/Siliwangi sebagai tempat usaha tidak sesuai ketentuan (rincian pada Lampiran 1).154 Cimahi Jl.9 Bandung Jl. 26. RE Martadinata No.196 Cimahi Jl.55 Bandung Jl. Mayor Chb Kapten Purn.11A Bandung Jl.59 Bandung Jl. Letkol Purn. RE Martadinata No. Gandapura No.35 Bandung Jl. 21. 10. Cellular. Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa beberapa rumah dinas yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut telah dikembalikan fungsinya sebagai rumah dinas namun terdapat 27 unit yang masih disalahgunakan dan tidak sesuai dengan ketentuan yakni digunakan sebagai tempat usaha yang hasilnya digunakan langsung. RE Martadinata No. 11.

287.547.291. Penggunaan Tanah Pembangunan Lapangan Tembak Lapangan Olahraga Lapangan latihan Lapangan PBB Lapangan Terbang Pertanian/Kebun Daerah Pertahanan TMP Jalan Lain-lain Jumlah Bidang 6.083. 9. 8.663.47 Berdasarkan data penggunaan tanah tersebut dapat disimpulkan bahwa status penggunaan tanah untuk pertanian/kebun sebanyak 283 bidang seluas 109.00 69.63 29.10 836.567.931.567.90 4.465.75 109. 5. 1.097. 7.762.676. diketahui bahwa penggunaan tanah TNI AD sebanyak 7.00 1. 3.00 6 22.996.491. 10.95 1.676.455. yaitu : No.00 46 8. Hasil pemeriksaan atas laporan rekapitulasi penggunaan tanah di lingkungan TNI AD periode laporan per 30 Juni 2007.356.336 bidang seluas 1. 5.260.00 457.14 m2 belum sesuai dengan tupoksi TNI AD dengan rincian sebagai berikut: No.447.447. 6.164.640.00 27 .692.383 111 137 103 67 24 283 21 67 120 20 7. 2. 1.996. 4.260.782. 3.435.14 m2 Belum Sesuai Dengan Tupoksi TNI AD Aset tanah memiliki fungsi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan tetapi dalam pelaksanaan pengelolaannya sarat dengan potensi konflik kepentingan.180.937. Penggunaan Tanah di Lingkungan TNI AD untuk Pertanian/Kebun Minimal Sebanyak 283 Bidang Seluas 109. Arah kebijakan nasional tentang pengelolaan BMN yang mensyaratkan penggunaan BMN sesuai dengan tugas pokok dan fungsi departemen dan lembaga menuntut departemen/lembaga menetapkan status penggunaan BMN termasuk aset berupa tanah.816. 4.243.567.14 13.00 1.00 11.336 Jumlah Luas (m2) 669.895. 2.47 m2 adalah untuk 11 jenis penggunaan. Uraian Kodam IM Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam III/Slw Kodam IV/DIP Tanah untuk Pertanian/kebun Buku Inventaris Bidang Luas (m2) 2 5.2. 11.614.447.048.

00 40 40. 9.274. 10.No. Peraturan Pemerintah (PP) No.447. Uraian Kodam V/Brw Kodam VI/TPr Kodam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodam XVI/PTM Kodam XVII/Trk Kodam Jaya Jumlah Tanah untuk Pertanian/kebun Buku Inventaris Bidang Luas (m2) 47 10.037.00 11 109 283 1. 6. 8. hanya Kodam IV/Diponegoro yang melakukan pengelolaan tanah pertanian/kebun secara terorganisir dalam unit usaha “proyek farming” yang khusus mengawasi penggunaan tanah pertanian/kebun di wilayah Kodam IV/Diponegoro. 12.294.532. 7. 3) Hasil sewa pemanfaatan aset merupakan penerimaan negara dan seluruhnya wajib disetor ke Kas Negara.307.550.854. Petunjuk Pelaksanaan Kasad No.567. 28 . Tanah dan bangunan yang tidak digunakan sesuai Tupoksi dicabut status penggunaannya. 2) Pemanfaatan BMN dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Menkeu sebagai Pengelola barang.14 Hasil pemeriksaan secara uji petik pada kotama di lingkungan TNI AD. Juklak/8/VIII/1990 tanggal 21 Agustus 1990 tentang Pendayagunaan rumah dinas TNI AD.00 12 2.953. 11.00 16. Dari empat Kotama yang diperiksa. b. Kep/28/VIII/1975 tanggal 21 Agustus 1975 tentang ketentuan-ketentuan pokok perumahan dinas di lingkungan Dephankam. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. c. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN antara lain berbunyi : 1) BMN ditetapkan status penggunaannya untuk penyelenggaraan tupoksi kementerian negara/lembaga bersangkutan. pengolahan tanah pertanian/kebun tersebut umumnya diserahkan kepada masyarakat setempat dengan pengawasan dan pengendalian dilaksanakan oleh komando wilayah terdekat atau yang ditunjuk Panglima Kodam.988. Keputusan Menhankam/Pangab No.00 10 729.411.914.14 109.

b. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI/Kasad agar membenahi aset BMN berupa tanah dan 29 .447. Pencatatan tanah pertanian/perkebunan banyak sebanyak 283 bidang dengan luas 109.567. ST/1259/2005 tanggal 1 November 2005 dan akan ditekankan kembali. d.Hal tersebut mengakibatkan : a. Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menanggapi sebagai berikut: a. Kecenderungan para penghuni rumah dinas untuk mencari keuntungan pribadi secara tidak patut atas penggunaan dari rumah dinas TNI AD sebagai tempat usaha. b. BMN berpotensi beralih hak kepada pihak III yang menempati. Pengamanan aset negara menjadi lemah. Lemahnya pengawasan dan pengendalian para pejabat terkait di lingkungan TNI AD atas pengelolaan BMN yang berada dalam inventarisasi TNI AD. Kecemburuan dan keresahan sosial terutama di lingkungan TNI AD atas penguasaan dan penggunaan rumah dinas untuk kepentingan bisnis pribadi oleh para pihak yang tidak berhak dan tidak sesuai peruntukannya. e. Negara kehilangan kesempatan menambah potensi Pendapatan Negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas hasil sewa BMN yang tidak diterima. Mengganggu kinerja TNI AD karena sebagian BMN digunakan tidak sesuai dengan tupoksinya. Dalam rangka penertiban Rumah Dinas di lingkungan TNI AD telah dikeluarkan Surat Telegram Kasad No.14 m2 adalah merupakan bagian dari bidangbidang tanah pembangunan dalam sistem pelaporan reorganisasi TNI AD tahun 1985 (model 16 AD) dalam satu bidang tanah dengan membedakan beberapa penggunaan. b. c. menguasai dan menggunakannya tanpa izin dan tidak sesuai tupoksi Dephan/TNI. Hal tersebut disebabkan : a. sehingga menambah bidang dan penggunaannya oleh satuan pemakai.

penyewaan tanah dan bangunan untuk perhotelan.388.1/VI/2006 tanggal 26 Juni 2006 untuk pemeriksaan ruilslag dan pemanfaatan aset diketahui dan dilanjutkan dengan Surat Tugas No. 2006 dan 2007 diketahui bahwa : a. Pemanfaatan Tanah dan Bangunan di Jajaran TNI AD Belum Sesuai Ketentuan dan Hasilnya Digunakan Langsung Minimal Sebesar Rp52. Pinjam pakai adalah penyerahan penggunaan barang antara pemerintah pusat dan antar pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tertentu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang. 2005. 77/ST/III-XI. serta sarana pendidikan. Pemeriksaan lebih lanjut atas pemanfaatan aset di lingkungan TNI AD berdasarkan informasi yang disajikan Ditziad dan pemeriksaan secara sampel pada empat Kotama di jajaran TNI AD serta hasil pemeriksaan Tim BPK RI selama 2 tahun terakhir di kotama-kotama di jajaran TNI AD diketahui bahwa jumlah aset tanah dan bangunan yang dimanfaatkan oleh pihak III adalah 30 . Terdapat pemanfaatan aset yang belum memperoleh izin dari Menteri Keuangan RI. Sedangkan sewa adalah pemanfaatan barang milik negara/daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai. PEMANFAATAN BMN 1.bangunan/rumah dinas yang digunakan untuk kepentingan bisnis dan perkebunan. Hasil pemeriksaan Tim BPK RI terkait dengan pemanfaatan aset berdasarkan Surat Tugas No 48/ST/III-XI.964.443.00 dan US$452. olahraga dan usaha lainnya. dan BOT yang dilaksanakan pada kotama di jajaran TNI AD.00 Berdasarkan Data Pemanfaatan Aset TNI AD yang diterbitkan oleh Direktorat Zeni Angkatan Darat tahun 2007 maupun data dari Kodam yang diuji petik. Hasil pemanfaatan sewa belum disetorkan ke Kas Negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). sesuai dengan ketentuan yang berlaku. II.211. Pemanfaatan aset Barang Tak Bergerak (BTB) di jajaran TNI AD dilaksanakan dengan berbagai macam bentuk kerja sama yaitu pinjam pakai. diketahui bahwa pemanfaatan aset di lingkungan TNI AD meliputi pemanfaatan aset untuk perkebunan.1/09/2007 tanggal 5 September 2007 tentang Pemeriksaan atas Manajemen Aset/Pengelolaan BMN TA. sewa-menyewa. b.

Konfirmasi kepada pelaksana Kodam menunjukkan bahwa penggunaan tanah tersebut untuk kepentingan bisnis baik murni maupun sedikit bercampur dengan misi sosial. b. bentuk/jenis pemanfaatan yang dilaksanakan pinjam pakai. Pemanfaatan secara pinjam pakai Pemanfaatan aset secara pinjam pakai dapat dilakukan dengan pihak lain untuk pihak-pihak yang bergerak di bidang sosial yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan. kerja sama pemanfaatan dan BOT dengan rincian sebagai berikut : a.731. Hal ini selain menyulitkan pelaksana dalam menyusun master plan pemanfaatan pangkalan. Penelitian terhadap administrasi pemanfaatan aset menunjukkan bahwa terdapat pemanfaatan dalam bentuk pinjam pakai kepada pihak III yang berorientasi bisnis sebagaimana terjadi pada pemanfaatan tanah TNI AD di Cimahi untuk Kampus Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) oleh YKEP di Kodam III/Siliwangi. Pemanfaatan secara sewa-menyewa. tempat ibadah dan lainnya tanpa memberikan kontribusi/imbal jasa.25 m2. Selain itu penelitian terhadap perjanjian pinjam pakai menunjukkan bahwa klausul jangka waktu bersifat kurang jelas yaitu selama tidak diperlukan TNI AD dan tidak ada klausul pembayaran sewa tanah negara. kerja sama dan BOT Pemanfaatan aset secara sewa. seperti pendidikan. kerja sama dan BOT merupakan bentuk kerja sama antara satuan pengguna dengan pihak ketiga dengan memberikan sewa/imbal jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 31 . 2 pemanfaatan kerja sama dan 5 pemanfaatan secara BOT.240.13 m2 dan bangunan 176. Hasil pemeriksaan atas laporan pemanfaatan aset di lingkungan TNI AD dan konfirmasi kepada pengelola pemanfaatan aset di kotama jajaran TNI AD diketahui bahwa terdapat 116 buah pemanfaatan aset secara sewa.sebanyak 164 jenis pemanfaatan yang terdiri dari pemanfaatan tanah seluas 67. untuk Radio Base Station oleh PT Excelcomindo di Kodam Jaya. dan untuk sekolah swasta oleh yayasan tertentu. agama atau pendidikan. juga kurang menjamin pengamanan aset negara dan mengurangi potensi pendapatan dari sewa tanah negara. sewa.085. Dari 164 buah pemanfaatan aset tersebut.

Pengelolaan pemanfaatan dan hasilnya hanya dapat diakses oleh satuan-satuan yang terlibat langsung dalam proses pemanfaatan tersebut.00dan US$452. Disamping itu. Asisten Logistik Kodam).00 (dihitung sejak 1994 s.211. penyimpanan serta pengeluaran dana karena data-data yang dibutuhkan seperti bukti penerimaan dari pihak ketiga. diperoleh kesimpulan bahwa jumlah pendapatan Negara yang dihasilkan minimal sebesar Rp52. 2007) (rincian pada Lampiran 2). sebagian pengelola aset telah melakukan penyetoran ke kas Negara sebesar Rp791.d.964.Pemeriksaan lebih lanjut atas kontrak kerja sama pemanfaatan aset tersebut. Bentuk laporan yang dapat disajikan adalah catatan-catatan penerimaan dan pengeluaran pada masa jabatannya yang tidak didukung dengan bukti pertanggungjawaban yang utuh baik penerimaan.964. Penyetoran ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2005 sampai dengan 2007 atas 15 buah pemanfaatan aset.00 dan US$452. hasil konfirmasi dengan pejabat pengelola dana pada saat pemeriksaan diketahui bahwa untuk penerimaan-penerimaan pejabat pengelola dana hasil pemanfaatan sebelumnya tidak dapat ditelusuri penggunaannya karena tidak diadministrasikan secara tertib dan transparan.388. Pada pemeriksaan ini.443. Tim BPK tidak dapat melakukan analisa dan evaluasi yang optimal terkait dengan penerimaan. Dari sejumlah penerimaan tersebut di atas.211.00.00 dikelola dan digunakan langsung oleh satuan di lingkungan TNI AD.388. Kondisi tersebut di atas merupakan bukti bahwa pengelolaan dana tidak dapat disajikan secara transparan.443.771. penyimpanan maupun pengeluarannya. rekening tempat penyimpanan dana dan bukti-bukti/kuitansi pembelian barang (wabku) tidak dapat diberikan oleh pengelola dana hasil pemanfaatan (dhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat dana yang telah dihimpun sejak tahun 1994 sampai dengan 2007 sebesar Rp52.480. Pada umumnya pengelolaan dana hasil pemanfaatan aset di kotama-kotama di lingkungan TNI AD tidak dilaporkan secara berjenjang kepada komando atas sehingga pengelolaan dan pertanggungjawaban dana hasil pemanfaatan tidak disajikan secara transparan dan akuntabel. 32 .

3) Angka 6 Jangka waktu penyewaan ditetapkan oleh Menteri/Ketua Lembaga.211.Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. Bagian kedua Penyewaan pada angka : 1) Angka 1.443. Kebijakan pimpinan kotama/balakpus untuk melaksanakan kerja sama pemanfaatan aset tanpa izin Menkeu dan menggunakan langsung hasil pemanfaatan tersebut.388. Keputusan Menteri Keuangan No. Penggunaan dana hasil pemanfaatan belum dapat dipertanggungjawabkan. b. Undang-Undang (UU) No. 33 . Penyewaan barang milik negara/kekayaan negara hanya dapat dilakukan dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan daya guna dan hasil guna barang milik/kekayaan negara. Potensi kerugian negara karena penerimaan negara sebesar Rp52.00 dari sewa pemanfaatan aset belum disetorkan ke Kas Negara.00 dan US$452. 4) Angka 7 Hasil penyewaan merupakan penerimaan Negara dan seluruhnya disetor ke Kas Negara. b. 2) Angka 5 Tarif sewa untuk barang milik/kekayaan negara yang disewakan oleh Menteri/Ketua Lembaga yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan. Hal tersebut terjadi karena : a. Hal tersebut mengakibatkan : a. b. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pasal 4 menyatakan bahwa seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor langsung secepatnya ke Kas Negara. Bab V Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara. Administrasi pengelolaan dan pemanfaatan aset di lingkungan TNI AD belum tertib dan transparan.01/1994 tanggal 20 September 1994 tentang Tata Cara Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara. 470/KMK.964.

34 . B/1281/VII/2006 tanggal 25 Juli 2006 tentang perintah untuk mengajukan ulang izin pemanfaatan sesuai ketentuan yang berlaku dan akan ditekankan kembali. Bukti setor supaya disampaikan kepada BPK RI. 1 Surabaya antara lain adalah : a. Dengan berorientasi pada tugas ke depan yang lebih baik serta dihadapkan dengan pesatnya perkembangan pembangunan. Memberikan teguran dan peringatan pada para mitra kerja sama supaya segera menyetorkan hasil pemanfaatan aset ke Kas Negara sesuai dengan ketentuan berlaku dengan prinsip menguntungkan Negara/TNI AD. Peserta didik yang menggunakan Sehub II relatif sedikit serta rentang waktu terlalu jauh dengan Danpusdikhub Kodiklat TNI AD yang berada di Cimahi. c. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI memerintahkan Kasad agar : a. Perwira No. Pemanfaatan aset tanah TNI AD c. Memberikan teguran dan sanksi secara tegas sesuai ketentuan berlaku terhadap para mitra yang tidak/belum menyetor hasil sewa aset ke kas Negara.Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa untuk ketertiban pemanfaatan aset di lingkungan AD telah dikeluarkan surat Kasad No.q. b. Perwira No. b. Melakukan koordinasi lebih intensif dengan Dephan dan Menkeu dalam upaya untuk memperoleh persetujuan pemanfaatan aset/pengelolaan BMN sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak lagi melakukan proses pemanfaatan aset baru sebelum adanya persetujuan dari Menkeu. 1 Surabaya belum sepenuhnya memenuhi ketentuan pemanfaatan aset milik/kekayaan negara Pertimbangan dilakukannya kerja sama pemanfaatan tanah dan bangunan di Jl. kepadatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat seyogianya Markas Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD yang berada di Jl. 1 Surabaya direlokasi menjadi satu dengan Pusdikhub Kodiklat TNI AD yang berada di Cimahi Bandung secara keseluruhan. Perwira No. 2. Kodiklat TNI AD di Jl.

BA/02/VIII/2004 tanggal 9 Agustus 2004 tentang hasil penelitian/pencelaan tanah/bangunan Satdikta Pusdikhub Kodiklat di Jl.00 35 .000. yang kemudian diteruskan oleh Kasad dengan melakukan permohonan kepada Panglima TNI dengan surat No.173 m2 = Rp1.64% x Rp12. Perwira No.000. Adityawarman dan Jl. yang antara lain berisi : a.64% c.00 Kondisi konstruksi yang masih bisa dimanfaatkan 4.600.600. 1 Surabaya dan permohonan penghapusan aset TNI AD.000.00 / m2 = Rp1.207.200. Kegiatan penelitian/pencelaan dilaksanakan oleh Tim Panitia Pencelaan Relokasi Rumah Dinas TNI AD Kodam V/Brawijaya dan Pangdam V/Brw melaporkan hasil pencelaan kepada Kasad sesuai surat No. Konstanta bangunan yang bisa dimanfaatkan sebesar 4. Luas Bangunan : 10. B/153/II/2004 tanggal 17 Februari 2004 perihal rencana relokasi Satdikta Pusdikhub Kodiklatad dan pembangunan Sapras STTAD.00 x 10.207.200. 1 Surabaya.173 m2 = Rp12. Taksiran harga : Luas bangunan Harga bangunan = 10. Perwira No.000. Hasil penelitian/pencelaan bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD dimuat dalam Berita Acara No. Perwira Surabaya.173 m2 b. 1 Surabaya direlokasi menjadi satu dengan Pusdikhub yang berada di Cimahi maka akan memudahkan operasional pendidikan secara keseluruhan. B/826/IX/2004 tanggal 6 September 2004 tentang Laporan hasil penelitian/pencelaan tanah/bangunan TNI AD Jl. Dengan pertimbangan tersebut Dankodiklat TNI AD mengajukan surat kepada Kasad No. Sebelum dilakukan kerja sama pemanfaatan tanah dan bangunan Sehub-II Pusdikhub Kodiklat TNI AD maka dilakukan kegiatan penelitian/pencelaan terhadap bangunan tersebut.c. Apabila Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD yang berada di Jl.64% = 4. Perwira No. B/433-04/27/107/Set tanggal 24 Maret 2004 tentang permohonan melaksanakan sewa menyewa tanah TNI AD di Jl.

d. Wonokromo. pembangunan rumah dinas di atas tanah yang disiapkan di Desa Cilame Kec. Kodilat TNI AD seluas 28.000 m2 yang terletak di Jl. Kerja sama pemanfaatan dilakukan terhadap tanah TNI AD c.= Rp566. 36 . 1 Januari 2028 dengan tenggang waktu (masa) pembangunan atau grace period selama 2 (dua) tahun (tahun 2006 s. Menindaklanjuti surat persetujuan tersebut kemudian dilakukan perjanjian kerja sama antara Puskopad A Kodiklat TNI AD dengan PT Andiraga Propertindo tanggal 16 Februari 2006.d. Kec. Kodiklat didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. Ngamprah Kab. 2) Pihak penyewa berkewajiban melaksanakan pembangunan perkantoran dan sarana pendidikan sebagai aset pengganti di Kompleks Pusdikhub Kodiklat TNI AD Cimahi. antara lain berisi : a.00 (dibulatkan) Persetujuan pelaksanaan kerja sama pemanfaatan aset TNI AD c.q. Kodiklat di Jl. SKEP/882/M/X/2005 tanggal 12 Oktober 2005 tentang persetujuan pelaksanaan sewa menyewa tanah Dephan/TNI c.00 = Rp566. Jangka waktu sewa : 1) Penyewa mempunyai hak pengelolaan/mengoperasionalkan gedung sarana bisnis yang dibangun untuk jangka waktu kerja sama selama 20 (dua puluh) tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008 s.000. Perwira No. 1 Kelurahan Sawunggaling.640. 1 Januari 2033.d. Perwira Kota Surabaya Propinsi Jawa Timur bekerja sama dengan mitra swasta. c.q. 2007) dan dapat diperpanjang lagi selama ¼ dari masa kerja sama (5 tahun) terhitung mulai tanggal 1 Januari 2028 s.432.q.000 m2 yang akan digunakan sebagai Perumahan Dinas Satdikta Pusdikhub Kodiklat TNI AD. Ngamprah Kab. Syarat kerja sama antara lain : 1) Pihak penyewa berkewajiban menyediakan tanah di Desa Cilame Kec. Bandung seluas 50. Kota Surabaya. b. Bandung serta melaksanakan pemindahan personil dan materiil Satdikta Pusdikhub Kodiklat TNI AD dari Surabaya ke Cimahi dan Cilame Jawa Barat.433.

Pembangunan dan renovasi perkantoran senilai Rp5.00/m2 . Nilai sewa/kontrak Nilai sewa/kontrak per tahun dihitung berdasarkan SE Menkeu RI No.Nilai pokok sewa/kontrak dengan perhitungan : = 0.5% tiap tahun) Dengan Berita Acara Serah Terima Kompensasi dalam rangka kerja sama pengelolaan atas tanah TNI AD c.000.Nilai NJOP : Rp802.000.00 (dengan kenaikan 7. Perwira Surabaya Nomor BA/01/II/2006 tanggal 16 Februari 2006 dilakukan serah terima antara Kodiklat TNI AD dengan PT Andiraga Propertindo dalam hal ini hasil pembangunan dan renovasi bangunan yang telah selesai 100% sebagai aset kompensasi atas relokasi Satdikta Pusdikhub Kodiklat berupa : a.420. Ngamprah Kab.75% x 28.Luas Tanah : 28.000.000 m2 .75% x LT x NJOP = 0. S6461/MK. 2) Renovasi perkantoran dan sarana pendidikan di Mapusdikhub Kodiklat TNI AD Cimahi.000. SE/200/MK. d. dengan rincian sebagai berikut: .000m2 senilai Rp5.q.00 terdiri dari : 1) Pembangunan rumah dinas di Desa Cilame Kec.750. Ngamprah Kab.000. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut : 37 .000.000.00 = Rp168. Bandung seluas 50. Bandung.2) Setelah jangka waktu masa sewa selesai/habis.00 b.000.2/2003 tanggal 30 September 2003 dan Surat Menkeu RI No.6/2005 tanggal 20 September 2005.000 m2 x Rp802. Kodiklat TNI AD di Jl. penyewa segera menyerahkan gedung sarana bisnis dan prasarana yang ada di tanah tersebut kepada Puskopad A Kodiklat TNI AD baik secara penguasaan maupun kepemilikan. Tanah di Desa Cilame Kec.

207.200.64% x Rp12.173 m2.000. Hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 9 Agustus 2006 di lokasi Jl. Perwira Surabaya telah berdiri bangunan rumah dinas Kodam V/Brw dan bangunan “Town Square Surabaya” yang masih dalam proses pembangunan.00 / m2.173 m2 = Rp12.000. b.000. maka dapat diambil kesimpulan bahwa penilaian 38 . bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD masih dioperasionalkan sebagai tempat pendidikan. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut diketahui sampai dengan saat pemeriksaan belum ada izin penghapusan dari komando atas tetapi bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD telah dihancurkan. Apabila dibandingkan dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/470/XI/1994 tanggal 22 November 1994 mengenai Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Tukar Menukar (Ruilslag) Tanah dan Bangunan TNI AD yang menyebutkan bahwa harga satuan bangunan lama diperoleh dengan mengurangi harga bangunan baru dengan faktor susut sesuai ketentuan berlaku dan atau kondisi nyata dari bangunan lama dan diperhitungkan minimal 20%. Berdasarkan pemeriksaan terhadap hasil penelitian/pencelaan bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD yang dimuat dalam Berita Acara No. = Rp1.00 (dibulatkan) Hasil konfirmasi dengan pelaksana di lingkungan Zidam V/Brawijaya diketahui bahwa sebelum dilakukan relokasi. sehingga taksiran harga yang diperoleh adalah : Luas bangunan Harga bangunan = 10.200.600.207.600. BA/02/VIII/2004 tanggal 9 Agustus 2004 antara lain diketahui bahwa konstanta bangunan yang bisa dimanfaatkan sebesar 4.000.00 = Rp566.a.640.46%. = Rp1.00 x 10.433.00 = Rp566. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa proses penghapusan bangunan Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD tidak sesuai dengan ketentuan karena belum mendapatkan izin dari komando atas.00 Kondisi konstruksi yang masih bisa dimanfaatkan 4.432.64% = 4.000.

360. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan antara nilai tanah berdasarkan BA Serah Terima Aset Kompensasi dengan nilai tanah 39 . Pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen pelepasan hak atas tanah di Desa Cilame Kec.000. Siti Hamah berdasarkan Surat Pernyataan Pelepasan Hak No.360. Bandung diketahui bahwa : 1) Sebidang tanah seluas ± 50.36% x Rp12. Ngamprah Kab.600. Ny.00 c.087.000. Bandung a.087.000 m2 dengan No.000 m2 senilai Rp5.000.321.000.000.64%) x Rp12.q. Berdasarkan hal tersebut di atas diketahui bahwa terdapat indikasi mark up terhadap nilai aset kompensasi kerja sama berupa tanah di Desa Cilame Kec. Kodiklat TNI AD memperoleh kompensasi sebagai berikut : 1) Tanah di Desa Cilame Kec. 590/01/V/2003 tanggal 12 Mei 2003 diserahkan kepada negara untuk kepentingan TNI AD c.500. Ngamprah Kab.00 Rp1.00 dengan rincian sebagai berikut : = = = = (konstanta minimal – konstanta berdasar hasil penelitian) x harga bangunan (20% . Bandung. Ngamprah Kab.875.472.000.000.000. Bandung Nomor Persil/Kohir 66/D.00 2) Pembangunan dan renovasi perkantoran senilai Rp5. 2212 Persil 66 terletak di Blok Galudra Desa Cilame Kec. Bandung seluas 50. C. 2) Sebidang tanah seluas 3. Hasil Pemeriksaan terhadap Berita Acara Serah Terima Kompensasi dalam rangka kerja sama pengelolaan atas tanah TNI AD c.terhadap bangunan lebih rendah dari ketentuan tersebut dan berpotensi menimbulkan kerugian negara senilai Rp1.000.00. Ngamprah Kab.q.II – 355 berdasarkan Surat Pernyataan Pelepasan Hak No.00.600.207.207. 02/590/VI/2003 tanggal 27 Juni 2003 diserahkan kepada negara untuk kepentingan TNI AD c. Pusdikhub dengan ganti rugi sebesar Rp2.q.00 15.750.875. Pusdikhub dengan ganti rugi sebesar Rp94. Perwira Surabaya Nomor BA/01/II/2006 tanggal 16 Februari 2006 diketahui sebagai aset kompensasi atas relokasi Satdikta Pusdikhub. Kodiklat TNI AD di Jl.4.00.n.500 m2 di Blok Galudra Desa Cilame Kec. Ngamprah Kab.

Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor.000. b) Angka 7 menyebutkan hasil penyewaan merupakan penerimaan negara dan seluruhnya harus disetor ke Kas Negara.321.000.2/2003 tanggal 30 September 2003 yang antara lain menyatakan sewa menyewa dapat dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tidak boleh merugikan negara. Adapun mark up nilai tanah tersebut adalah sebesar Rp3.334. 2) Seluruh hasil sewa harus disetor ke Rekening Kas Negara. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a.750.000.00 – (Rp2.000. 470/KMK. Surat Edaran Menteri Keuangan RI No. 3) Tujuan penyewaan antara lain untuk mengamankan aset negara agar tidak diokupasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. b.472.028.01/1994 tanggal 20 September 1994 tentang Tata Cara Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara pada : 1) Lampiran Bab III Bagian Ketiga angka 2 huruf c poin 1) yang menyatakan bahwa penghapusan barang tidak bergerak milik negara dilaksanakan dengan Surat Keputusan Menteri/Ketua Lembaga.972.berdasarkan Surat Pernyataan Pelepasan Hak.00 dengan rincian sebagai berikut : = Rp5.334.415. 40 .00 + Rp94.500.028.000. 2) Lampiran Bab V Bagian Dua : a) Angka 1 menyebutkan penyewaan barang milik/kekayaan negara hanya dapat dilakukan dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan daya guna dan hasil guna barang milik/kekayaan negara.000.00 = Rp3.750.00) = Rp5.000.00 Hasil pengecekan fisik di lapangan menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kontur tanah yang berbukit (tidak rata) sehingga akan diperlukan biaya yang banyak untuk siap digunakan sebagai kompleks perumahan dinas.000. mengurangi beban pemeliharaan sementara waktu aset tersebut belum dimanfaatkan karena keterbatasan dana/anggaran masing-masing departemen/lembaga.000.00 – Rp2. SE-200/MK.

Harga bangunan lama diperhitungkan paling rendah 20%. b. sehingga nilai bangunan sudah sesuai dengan ketentuan perhitungan Depkimpraswil (PU). Sedangkan untuk kompensasi diberikan berdasarkan kesepakatan. Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/470/XI/1994 tanggal 22 November 1994 mengenai Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Tukar Menukar (Ruilslag) Tanah dan Bangunan TNI AD pada Bab I angka 9 huruf b poin 3) yang menyatakan bahwa harga satuan bangunan lama. 41 . Bandung senilai Rp3. sehingga TNI AD tidak menilai harga tanah tetapi luas tanah sesuai yang disepakati.c. Ngamprah Kab. Indikasi mark up terhadap nilai aset kompensasi kerja sama berupa tanah di Desa Cilame Kec. Kelalaian Tim Panitia Pencelaan Relokasi Rumah Dinas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Jl. Hal tersebut mengakibatkan : a.028.334. Hal terjadi karena : a.00. Menegur Komandan Kodiklat TNI AD atas pelaksanaan kegiatan pemanfaatan aset yang tidak sesuai ketentuan.087. Perwira Surabaya dalam menilai bangunan yang belum sepenuhnya tepat sesuai dengan kondisi nyata dari bangunan yang bersangkutan. diperoleh dengan mengurangi harga bangunan baru dengan faktor susut sesuai ketentuan berlaku dan atau kondisi nyata dari bangunan yang bersangkutan. Kebijaksanaan pimpinan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan tentang penghapusan dan pemanfaatan aset milik negara. b. Indikasi kerugian negara senilai Rp1.00 karena terlalu rendahnya penilaian terhadap bangunan lama Sehub II Pusdikhub Kodiklat TNI AD.875.000. BPK RI menyarankan Panglima TNI/Kasad : a.360. Atas temuan tersebut pelaksana pada Kodam V/Brw memberikan tanggapan bahwa penilaian terhadap bangunan lama dilakukan oleh Tim dari Depkimpraswil (PU).

Memerintahkan Panglima Kodam V/Brawijaya untuk menegur Tim Panitia Pencelaan Relokasi Rumah Dinas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Jl. Salah satu alternatif lokasi pembangunan kampus ATA yang baru adalah tanah TNI AD yang berlokasi di Kebon Rumput Cimahi. sebagian tanah TNI AD dipinjam pakai oleh YKEP untuk pembangunan kampus ATA hingga pengembangannya menjadi Unjani dengan kronologis sebagai berikut: No a. Perwira Surabaya.500 selama tidak digunakan TNI AD 208. maka pada tahun 1981 Kampus ATA tersebut harus segera dipindahkan dari lokasi lama.000 5 tahun d. Pemanfaatan tanah TNI AD untuk Kampus Unjani Bandung tidak sesuai ketentuan Dalam rangka mendukung pengembangan pendidikan tinggi Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) menyelenggarakan perguruan tinggi Akademi Teknik Ahmad Yani (ATA) di Bandung yang lokasi kampusnya masih berada di Sekjas Pusjas KBDL TNI AD.500 Berdasarkan penelitian terhadap administrasi pinjam pakai tanah tersebut diketahui bahwa perjanjian pinjam pakai yang ditandatangani antara pihak Kodam III/Siliwangi (diwakili Kazidam III/Siliwangi) dengan pihak YKEP (diwakili Ketua YKEP atau Rektor Unjani) seluruhnya telah habis masa berlakunya 42 .000 5 tahun c.000 Jangka Waktu 10 tahun Peruntukan Pembangunan kampus ATA Pengembangan Kampus ATA menjadi Unjani Pengembangan Unjani Pengembangan Unjani Dasar Izin Surat Kasad 540-04/2/410/Set 17 April 1982 Surat Telegram Kasad ST/81/1588 1 Februari 1988 Surat Kasad B/1008-04/27/11/Set 10 Agustus 1992 Surat Kasad B/685-04/27/II/SET 11 Juni 1996 b. 80. Sejak tahun 1983. KH/02/IX/1992 3 September 1992 KH/09/IX/1996 24 September 1996 120. 3.b. No/Tgl Perjanjian KH/63/IV/1983 13 April 1983 KH/02/II/1988 29 Februari 1988 Luas (m2) 5. 3. Untuk memenuhi program Hankam tentang rencana peningkatan pengembangan pendidikan militer.

560 2 Perbandingan luas tanah TNI AD yang berlokasi di Kebon Rumput berdasarkan perjanjian pinjam pakai lama dengan berdasarkan draft perjanjian pinjam pakai baru terdapat selisih kurang seluas 25. Pihak Kodam III/Siliwangi telah berupaya untuk melakukan pembaharuan perjanjian pinjam pakai dengan mengirimkan draft perjanjian pinjam pakai yang baru kepada Rektor Unjani.783 Luas (m ) 183. Papanggungan Kel. 43 .314. Papanggungan Kel.namun hingga saat pemeriksaan 22 Agustus 2006 belum ada pembaharuan perjanjian pinjam pakai tersebut. Kiaracondong Kota Bandung 3) Jl.925.835 Kampus Unjani 30618077 533. Kiaracondong Kota Bandung 206. Sukapura Kec. Selain itu terdapat perjanjian pinjam pakai yang tidak terbatas masa berlakunya yaitu sepanjang TNI AD tidak menggunakannya sebagaimana termuat dalam Surat Perjanjian Pinjam Pakai No. Penelitian selanjutnya terhadap draft perjanjian pinjam pakai yang baru diketahui bahwa: a. Cimahi Selatan Kota Cimahi 2) Jl. KH/09/IX/1996 tanggal 24 September 2006.435 m2 yang terdiri dari : No 1) Lokasi Kebon Rumput Kelurahan Setiamanah Kec.000 m2 (208. Namun hingga pemeriksaan tanggal 22 Agustus 2006 belum ada tanggapan dari Rektor Unjani dan menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan YKEP Pusat.500 m2).500 2 Peruntukan Register Kampus Unjani 30609012 IKMN Luas Total (m ) 1.266 17.100 Mess Dosen Unjani 30618076 77. Keseluruhan tanah yang akan dipinjam pakaikan untuk kepentingan Kampus Unjani adalah seluas 206.435 1.500 m2-183.609 5. Kebon Kangkung Kec.

01/1994 tanggal 20 September 1994 tentang Tata Cara Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara pada Lampiran Bab V. Jika dilihat dari jangka waktu perjanjian yang hanya 2 tahun maka kesepakatan ini merupakan bentuk perjanjian pinjam pakai yang harus diperbaharui setiap dua tahun sekali. b. Substansi perjanjian belum secara jelas mengatur bentuk pemanfaatan aset apakah pinjam pakai atau sewa menyewa. keagamaan. 44 . Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Pasal 4 yang menyatakan bahwa Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor ke Kas Negara. 200/2003.b. b) Angka 7 menyebutkan hasil penyewaan merupakan penerimaan negara dan seluruhnya harus disetor ke Kas Negara. 1) Bagian Ketiga a) Angka 1 menyebutkan peminjaman barang milik/kekayaan Negara hanya dapat dilakukan dengan pertimbangan agar barang milik/kekayaan negara dapat dimanfaatkan secara ekonomis oleh instansi pemerintah dan untuk kepentingan sosial. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. Secara operasional penyelenggaraan pendidikan tinggi Unjani berorientasi pada bisnis (profit oriented) sehingga pengenaan sewa yang diusulkan dalam draft ini sudah tepat. Namun pada bagian lain terdapat klausul pengenaan sewa dengan tarif sesuai aturan dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 470/KMK. b) Angka 2 menyebutkan syarat-syarat peminjaman barang milik/kekayaan negara antara lain jangka waktu peminjaman paling lama 2 (dua) tahun dan apabila diperlukan dapat diperpanjang kembali. 2) Lampiran Bab V Bagian Dua : a) Angka 1 menyebutkan penyewaan barang milik/kekayaan negara hanya dapat dilakukan dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan daya guna dan hasil guna barang milik/kekayaan negara. c) Angka 3 menyebutkan peminjaman barang milik/kekayaan negara hanya dapat dilaksanakan antara instansi pemerintah.

2/2003 tanggal 30 September 2003 yang antara lain menyatakan sewa menyewa dapat dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tidak boleh merugikan negara. mengurangi beban pemeliharaan sementara waktu aset tersebut belum dimanfaatkan karena keterbatasan dana/anggaran masing-masing departemen/lembaga. Pengamanan aset negara menjadi lemah.c. Surat Edaran Menteri Keuangan RI No. Negara kehilangan kesempatan menambah potensi Pendapatan Negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sewa yang tidak dikenakan. Atas temuan tersebut sampai dengan saat pemeriksaan pelaksana belum memberikan tanggapan. 4. SE-200/MK.q. Hal tersebut mengakibatkan : a. Pemanfaatan aset tanah TNI AD c. 3) Tujuan penyewaan antara lain untuk mengamankan aset negara agar tidak diokupasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pelaksana kurang memahami ketentuan tentang pemanfaatan aset negara. Adanya itikad tidak baik dari Pimpinan YKEP untuk menghindari kewajiban membayar sewa atas tanah TNI AD yang digunakannya. 2) Seluruh hasil sewa harus disetor ke Rekening Kas Negara. b. BPK RI menyarankan agar Panglima TNI/Kasad memerintahkan Panglima Kodam III/Siliwangi menertibkan pemanfaatan aset untuk kegiatan pendidikan tersebut dan mempertegas/memperjelas status kerja sama pemanfaatan aset TNI AD dengan YKEP. b. Kodam V/Brawijaya di Jl. Hal tersebut terjadi karena : a. Adityawarman Surabaya belum sepenuhnya memenuhi ketentuan pemanfaatan aset milik/kekayaan negara 45 .

Perwira No. sehingga kurang layak lagi untuk perumahan pejabat Kodam V/Brawijaya. Adityawarman dengan Puskopad “A” Dam V/Brawijaya sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja sama Nomor SPK/ /IV/2004 tanggal 28 April 2004. Nomor 111/MSDP/IV/2004 tanggal 30 April 2004 untuk 46 . Lokasi perumahan baru (Kompleks Sehub-2) di Jl. c. Berdasarkan Surat Nomor B/585-04/27/107/Set tanggal 3 Juni 2003. 1 Surabaya. Adityawarman merupakan kompleks perdagangan dan bisnis. Surat persetujuan tersebut merupakan dasar persiapan administrasi dan perjanjian sewa menyewa. Dengan dasar surat tersebut. b. Adityawarman dan Jl. Kompleks Jl. Kasad memberikan persetujuan relokasi dan kerja sama pemanfaatan aset TNI AD di Jl. Kodam V/Brawijaya dalam hal ini Kepala Zeni Kodam V/Brawijaya melakukan kerja sama sewa menyewa Tanah TNI AD di Jl. Selanjutnya Primkopad “A” melakukan kerja sama kembali dengan PT Marga Srikaton Dwipratama sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja sama Nomor : SPK/08/IV/2004. Pangdam V/Brawijaya dengan Surat Nomor K/05/I/2003 tanggal 6 Januari 2003 mengajukan kepada Kasad permohonan izin/persetujuan relokasi perumahan dinas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Jl Adityawarman Surabaya dengan pertimbangan sebagai berikut : a. Perwira Surabaya lokasinya lebih sentral dan lebih dekat dengan Makodam V/Brawijaya serta tidak banjir. setelah 25 tahun akan dikembalikan ke TNI AD sehingga menguntungkan TNI AD. Sedangkan realisasi pembangunan dengan pihak III baru dapat dilaksanakan setelah terbit Surat Perintah pelaksanaan sewa menyewa dari Kasad. Perwira akan disertifikatkan oleh pihak III yang memanfaatkan sehingga lebih meningkatkan pengamanan aset TNI AD. Sesuai dengan Rencana Tata Kota Surabaya. e.Sesuai Rencana Kerja Kodam V/Brawijaya TA 2003 bidang Logistik termasuk pembinaan pangkalan khususnya penyiapan rumah dinas untuk pejabat Kodam V/Brawijaya. Tanah TNI AD di Jl. Adityawarman Surabaya selalu banjir setiap musim hujan. Adityawarman dan Jl. d. Jl. Aset yang disewa serta bangunan di atasnya yang akan dibangun.

Pemeriksaan terhadap dokumen Surat Perjanjian Kerja sama antara Kodam V/Brawijaya dan Puskopad “A” DAM V/Brawijaya Nomor SPK/ tanggal 28 April 2004 : 1) Sesuai pasal 2 ayat 1 disebutkan Perjanjian sewa menyewa berlaku dalam 25 tahun sejak penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama pada tanggal 28 April 2004 sampai dengan 28 April 2029.840 m2 = Rp. Selain sewa berupa dana yang harus disetor ke Kas Negara tersebut. Adityawarman Surabaya. Adityawarman Surabaya dengan jangka waktu kerja sama 25 tahun. Kodam V/Brawijaya di Jl.memanfaatkan aset tanah TNI AD di Jl.2/2003 tanggal 30 September 2003.2.800. 2) Sesuai pasal 2 ayat 3 disebutkan Biaya sewa menyewa tanah ditetapkan sesuai ketentuan yaitu 0.813.2.615.75% x Rp.013.6/2005 tanggal 20 September 2005 memberikan persetujuan sewa menyewa tanah TNI AD c.398.00 dan setiap tahun berikutnya dikenakan kenaikan 7.5% dari sewa tahun pertama. Luas tanah NJOP Nilai pokok sewa = 13.000. konfirmasi dan cek fisik diketahui hal-hal sebagai berikut : a. Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-200/MK.000/m2 x 13.715.00.005.400.243. sampai berakhir masa sewa tahun ke-20 dengan nilai sewa seluruhnya Rp10.5% per tahun dari pokok sewa.75% x NJOP x luas tanah dengan kenaikan 7.949.00 3) Berdasarkan Surat Perjanjian tersebut. Menteri Keuangan RI dengan Surat Nomor S-6462/MK.840 m2 = Rp.00.096.00. Hasil pemeriksaan dokumen. sewa lahan seluas 13.570.013.q. pihak III juga memberikan kompensasi berupa aset bangunan senilai Rp11.208.840 m2 untuk tahun pertama ditetapkan sebesar Rp303. sampai dengan saat pemeriksaan pada tanggal 31 Juli 2006 seharusnya pihak Puskopad “A” DAM V/Brawijaya sudah harus menyetor sewa tanah Jl. Adityawarman ke Kas Negara untuk tahun I dan II senilai Rp433.000/m2 = 0. dengan rincian : /IV/2004 47 .

058.000/m2 = 2% x Rp.291.620.220 287.557. maka terdapat potensi hasil sewa yang tidak disetor ke Kas Negara akibat selisih besarnya tarif sewa 0.320 585.224.198.208.739. Nomor 111/MSDP/IV/2004 tanggal 30 April 2004 : 1) Sesuai pasal 3 ayat 2 pada huruf a disebutkan Perjanjian sewa menyewa berlaku dalam 25 tahun terhitung setelah bangunan selesai.605 240.835 334.2.400 557.198.400.a) Sewa Tahun I = (Pokok Sewa) b) Sewa Tahun II = (Pokok Sewa x 107.235.690 266.906. 2) Sesuai pasal 3 ayat 4 disebutkan kontribusi (uang sewa) per tahun dihitung sebesar 2% x NJOP x luas tanah.198.949.577.015 271.320 585.630 318.319.400 557.040 Puskopad dng PT MSD 557.795 316.400 557.198.963.081. dengan tenggang waktu (masa) pembangunan atau grace period selama 2 tahun.5%) Rp.400 557.976.198.810 255.895 282.564.485 250.000 332. Hasil pemeriksaan terhadap Surat Perjanjian Kerja sama antara Primkopad “A” dengan PT Marga Srikaton Dwipratama sesuai dengan Nomor : SPK/08/IV/2004.320 348.280 Selisih 48 . Luas tanah NJOP Nilai pokok sewa = 13.840 m2 = Rp.013.400 224. dengan kenaikan 5% tiap lima tahun sekali.949.500 dengan rincian sebagai berikut : Biaya Sewa No.840 m2 = Rp.752.859.198. Tahun Kodam dng Puskopad a) b) c) d) e) f) g) h) i) Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 208.00 Rp.2.00 b.058.385 285.180 297.305.634.058.400 585.605.00 3) Apabila dibandingkan dengan Perjanjian sewa menyewa antara Kodam V/Brawijaya dengan Puskopad “A” Dam V/Brawijaya.000/m2 x 13.647.620.425 302.75% (antara Kodam V/Brw dengan Puskopad “A”) dan 2% (antara Puskopad “A” dengan PT Marga Srikaton Dwipratama) sebesar Rp5.013.058.397.590 301.320 585.410.400.249.

00 m2 49 .243.248.760.000 c.918.065 428.264.160 640.638.865 146.240 612.058.096.956.860.400.500 Selisih 9.702.243.080 235.418.571.387. pihak III (PT Marga Srikaton Dwipratama) juga memberikan kompensasi berupa aset bangunan senilai Rp11.778.685 181.638.256.990.680 475.925.380 200.089.000 703.705 553.240 612.675.800 496.373.120.Biaya Sewa No.715.044.250.661.175 184.332.080 668.397.240 612.080 668.918.790 231. selain sewa berupa dana yang harus disetor ke Kas Negara tersebut.058.500 538.240 640.160 640.359.82 m2 Rumdis Kasdam 1 unit seluas 297.475 459.000 351.160 640.322.970 196.00 m Mess Perwira 1 unit seluas 160 m2 Rumdis Pa Laision 2 unit seluas 416.040.068.080 668.505.320 612.109.638.778.638.346.585.00 m 2 2 2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 927.245 365.115 585.715.778.240 612.638.760 5.000 270.075.655 397.747.914.859. Tahun Kodam dng Puskopad j) k) l) m) n) o) p) q) r) s) t) u) v) w) x) y) Tahun ke-10 Tahun ke-11 Tahun ke-12 Tahun ke-13 Tahun ke-14 Tahun ke-15 Tahun ke-16 Tahun ke-17 Tahun ke-18 Tahun ke-19 Tahun ke-20 Tahun ke-21 Tahun ke-22 Tahun ke-23 Tahun ke-24 Tahun ke-25 Jumlah 349.003.295 522.500 15.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Rumdis Pangdam 1 unit seluas 548.965 83.070 134.918.000 2.579.031.922.075 247.580 130.778.000 Rumdis Asisten 6 unit seluas 1.918. Sesuai dengan Surat Menteri Keuangan RI Nomor S-6462/MK.918.6/2005 tanggal 20 September 2005.585 215.00 m Rumdis Irdam 1 unit seluas 208.885 491.080 668.275 149.910 569.017.090 506.375 114.096.778.593.320 Puskopad dng PT MSD 585.170 99.450 381.480 165.860 412.160 668.270 444.160 640.688.520.

00 m = = 80.000 13.60 m Volume = 235.312.000 89.000.500 25.00 m x 8.850 m2 22) Pembuatan taman Jumlah Hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 9 Agustus 2006 kompleks rumah Kasdam dan Asisten di Jalan Perwira (didampingi Staf Bangmil Zidam V/Brw.00 m 1.308.160.800 VA 19) Penerangan jalan kompleks 30 ttk 20) Lapangan tennis 2 buah 21) Lapangan paving stone 1.754.000.000.000.000 45.000.128.000 255.096 10) Turapan tinggi 2 m.250.00 m = = 8.250.00 m x 80.500.243.796 425.000 11.670.000 239.436.00 m3 2) Jalan Perwira. 14 ss 17) Instalasi air luar 800 m 18) BP listrik PLN 170.000 236.000 38. Staf Itdam V/Brw dan Staf PT Marga Srikaton Dwiprata) antara lain diperoleh perhitungan jumlah urugan tanah sebanyak 23.000.085.300.000 70.00 m3 50 .00 m3 sebagai berikut : 1) Kompleks Kasdam & Asisten Panjang Lebar Tinggi = 169.000 4.600.65 m = 22.000.000 250.715.400 m 12) Parit kanan kiri jalan. panjang 810 m 11) Jalan aspal luas 3.00 m x 1.00 m 0.000 311.000 556.000 55. panjang 1700 m 13) Got buis beton 10 buah 14) Pagar tembok keliling kompleks 870 m 15) Pagar teralis depan 850 m 16) BP Air PDAM.65 m Volume = 169.60 m = 1. depan kompleks Kasdam & Asisten Panjang (169 m + 40 m + 6 m + 20 m) Lebar Tinggi = 235.00 m x 0.7) 8) 9) Ruang jaga 1 unit seluas 102 m2 Garasi mobil untuk 5 kendaraan Tanah urug volume 81.700 m 2 3 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 161.

436.00 m3 = 58.700 m3 x Rp4.00 dengan rincian sebagai berikut : 1) Kekurangan Volume = 81. 51 . c.913. mengurangi beban pemeliharaan sementara waktu aset tersebut belum dimanfaatkan karena keterbatasan dana/anggaran masing-masing departemen/lembaga.264 m3 2) Kekurangan nilai urugan = 58.085.264 m2 81. Surat Edaran Menteri Keuangan RI No.000 Hal tersebut tidak sesuai dengan : a.000. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor. b.200. 2) Angka 7 menyebutkan hasil penyewaan merupakan penerimaan negara dan seluruhnya harus disetor ke Kas Negara. 2) Seluruh hasil sewa harus disetor ke Rekening Kas Negara.200.000 = Rp2.23. SE-200/MK.000.700 m3 .01/1994 tanggal 20 September 1994 tentang Tata Cara Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara pada Lampiran Bab V Bagian Dua : 1) Angka 1 menyebutkan penyewaan barang milik/kekayaan negara hanya dapat dilakukan dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan daya guna dan hasil guna barang milik/kekayaan negara.2/2003 tanggal 30 September 2003 yang antara lain menyatakan sewa menyewa dapat dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tidak boleh merugikan negara.Berdasarkan hasil cek fisik tersebut dapat diketahui bahwa terdapat kekurangan nilai kompensasi berupa urugan tanah sebanyak 58. Undang-undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Pasal 4 yang menyatakan bahwa Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor ke Kas Negara. 3) Tujuan penyewaan antara lain untuk mengamankan aset negara agar tidak diokupasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 470/KMK.913.264 m3 senilai Rp2.

00. c.000.397.200. b. Adityawarman oleh Puskopad “A” DAM V/Brawijaya belum ditarik dan disetor ke Kas Negara untuk tahun I dan II senilai Rp433. Hasil pemeriksaan antara lain sebagai berikut : 52 .500. menarik sewa tanah dari Puskopad “A” Dam V/Brawijaya senilai Rp433.000. Atas temuan tersebut sampai dengan saat pemeriksaan pelaksana belum memberikan tanggapan. b.570.005. III.75% (antara Kodam V/Brw dengan Puskopad “A”) dan 2% (antara Puskopad “A” dengan PT PT Marga Srikaton Dwipratama) sebesar Rp5.913.00.Hal tersebut mengakibatkan : a. Sewa tanah Jl.859.005. Pengawasan yang kurang memadai terhadap pelaksanaan pembuatan bangunan kompensasi.00 dan menarik kekurangan kompensasi senilai Rp2. Hal ini terlihat dari cukup banyak aset tanah yang belum bersertifikat. Kebijaksanaan pimpinan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan tentang pemanfaatan aset.913.00 dari PT Marga Srikaton Dwiprata untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara. Hal tersebut terjadi karena : a. tidak didukung dengan bukti kepemilikan yang sah dan diduduki atau bersengketa dengan pihak III. BPK RI menyarankan agar Panglima TNI/Kasad menegur Panglima Kodam V/Brawijaya atas pemanfaatan aset TNI AD yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.00.570.200. PENGAMANAN dan PEMELIHARAAN BMN BMN di lingkungan Dephan/TNI belum dilakukan pengamanan secara maksimal baik terhadap pengamanan fisik maupun hukum. Kekurangan nilai kompensasi berupa urugan tanah sebanyak 58.264 m3 senilai Rp2. Potensi kerugian negara akibat selisih besarnya tarif sewa 0.

Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa upaya pengamanan aset tanah melalui penyertifikatan belum optimal. TNI AD juga telah berupaya mengamankan aset tanah yang dimilikinya antara lain melalui penyertifikatan tanah.329 1.670 1.618. Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemegang hak yang bersangkutan diberikan sertifikat hak atas tanah.33 94.24 1.30 94. Namun upaya tersebut belum optimal karena persentase tanah bersertifikat jauh lebih kecil dibanding jumlah tanah yang dimiliki oleh TNI AD yaitu berkisar 5%. dengan rincian sebagai berikut : Tahun 2005 2006 2007 Jml Tanah TNI AD Bidang Luas (m2) 10.189 1.549.068.335. satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan.738.183.717.676.1.172 1.904.44 10.708.504 90.928 1. Pasal 3 yang menyatakan bahwa pendaftaran tanah bertujuan diantaranya untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah.10 Jml yang Belum Disertifikatkan Bidang Luas (m2) % 9.35 5.634.31 10.553. Pengamanan Aset Tanah TNI AD Melalui Penyertifikatan Belum Optimal Tanah merupakan salah satu aset tetap yaitu aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.73 9.621.266. Direktorat Zeni Angkatan Darat serta jajarannya di Kodam sebagai pembina fungsi BTB dinyatakan bahwa kendala dalam penyertifikatan tanah ini adalah kecilnya anggaran untuk penyertifikatan sehingga upaya penyertifikatan tanah tidak optimal. 53 .709.642.644.27 1.600 87.90 Dari pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana di Staf Logitik TNI AD.064. Selain itu tanah merupakan aset tetap yang tidak mempunyai nilai penyusutan dan bahkan nilainya hampir selalu mengalami kenaikan.619.481 89. Oleh karena itu pengamanan aset tanah merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan.023.09 94.00 5.510.629.676 1.709.33 Jml yg sudah Disertifikatkan Bidang Luas (m2) % 1. b.967.00 5. Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tanggal 8 Juli 1997 tentang Pendaftaran Tanah: a.76 9.

Melakukan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan mengusulkan kepada Menkeu biaya penyertifikatan tanah milik Dephan c. TNI AD. Mengamankan aset tanah secara maksimal dengan cara penyertifikatan dan penguasaan di lapangan. sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan.00 sesuai surat Kasad Nomor: B/447/III/2006 tanggal 14 Maret 2006 namun sampai sekarang belum turun. Bukti-Bukti Memadai Kepemilikan Kendaraan Tidak Ditatausahakan Secara Termasuk kegiatan pengamanan aset kendaraan secara hukum adalah penyimpanan dan penatausahaan bukti-bukti kepemilikan secara tertib dan memadai. Penatausahaan bukti-bukti kepemilikan dilakukan dengan pembukuan termasuk penyimpanan dan penguasaan bukti-bukti kepemilikan.q.197. TNI AD. Hal tersebut terjadi karena pihak TNI AD tidak memiliki cukup dana untuk melakukan penyertifikatan seluruh tanah yang dikuasai oleh Dephan dan TNI c. b. 54 .c. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI/Kasad agar: a. Pasal 32 ayat (1) yang menyatakan bahwa sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya. Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa untuk pengamanan aset tanah di lingkungan AD telah diajukan dukungan dana persertifikatan sebesar Rp22.027. 2. Hal tersebut mengakibatkan sebagian aset tanah yang dilaporkan dalam TNI AD belum diamankan secara hukum dan rawan sengketa.252.q.

2006 dan 2007. dicatat dan dibukukan oleh Ditpalad sampai saat ini baru sejumlah 504 berkas yaitu sebagai berikut : 55 . Ditpalad dan Aslog Kasad masih mengusahakan untuk mengumpulkan.068 697 55 591 632 220 3. sampai saat pemeriksaan Tim BPK RI berakhir. Ditpalad dan Aslog Kasad tidak membuat pembukuan khusus untuk mencatat bukti-bukti kepemilikan kendaraan dengan baik dan memadai.141 Sedangkan bukti-bukti kepemilikan kendaraan yang berhasil dikumpulkan. 4.182 2007 75 18 151 105 109 129 64 23 23 41 20 212 970 Jumlah 232 147 523 338 290 280 1. Demikian pula dalam penyimpanan bukti-bukti kepemilikan kendaraan juga tidak dilakukan secara baik dan memadai. Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Jumlah 2005 117 84 186 146 110 83 1. 1. 5. 2006 dan 2007 adalah sebagai berikut : No. 11. 2. mencatat dan membukukan bukti-bukti kepemilikan yang ada.182 759 101 680 843 766 6. bukti kepemilikan yang telah ditatausahakan secara baik oleh Ditpalad hanya sejumlah 504 berkas. 12.141 unit kendaraan yang didistribusikan ke satkai-satkai selama TA 2005. 3. Jumlah unit kendaraan bermotor yang didistribusikan ke kotama/satkai pada TA 2005.989 2006 40 45 186 87 71 68 50 39 23 48 191 334 1. Dari pemeriksaan secara sampel atas 6. 6. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa Ditpalad dan Aslog Kasad tidak menatausahakan bukti-bukti kepemilikan kendaraan secara memadai.Penatausahaan bukti-bukti kepemilikan kendaraan pada TNI AD dilakukan secara terpisah tergantung pada satker yang melakukan pengadaan kendaraan. 9. pengadaan oleh Mabes Angkatan Darat bukti-bukti kepemilikan kendaraan ditatausahakan oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasad dan pengadaan oleh Departemen Pertahanan bukti-bukti kepemilikan ditatausahakan oleh Departemen Pertahanan. KOTAMA Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj. Pengadaan kendaraan yang dilakukan oleh Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad) bukti-bukti kepemilikan ditatausahakan oleh Ditpalad. Berdasarkan konfirmasi lebih lanjut. 8. 10. 7.

17. 1/4 T Minibus Suzuki APV Bus Besar Tr. 24. 26. dan pengamanan pengamanan hukum. 8. Jenis Kendaraan SPM Bebek Supra Fit Ran Ambulance Mitsubishi L-300 Jeep Suzuki Katana Ran Unit Hub SPM Honda GL-Max Minibus Avanza SPM Suzuki Thunder 125 Jeep Nissan Terrano Ran Unit Service Isuzu NHK Bus Sedang STD Isuzu NKR Ran Tangki Air Isuzu NKR Sedan Toyota Corolla Altis Sedan Toyota Vios SPM Harley Davidson Ran Minibus Toyota Fortuner Sedan VIP Toyota Corolla Altis Tr. pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan barang milik negara/daerah yang berada dalam penguasaannya. 5. 16. 11. penginventarisasian. dan pelaporan barang milik negara/daerah serta penyimpanan dokumen kepemilikan secara tertib. 3/4 T Minibus Isuzu Panther Touring Tr. 2. 6. 2 1/2 T Mitsubishi FE-349 Bus Sedang STD Isuzu NKR Ran Jenazah Mitsubishi L-300 Ran Tangki BBM Mitsubishi Tr. 5 T Ran Minibus Mitsubishi L-300 Ran Pengawal (Sedan) Jumlah 2005 2006 2007 Jml. 21. pengamanan fisik. 18. 22. (2) Pengamanan barang milik negara/daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pengamanan administrasi. 15. 12. 3. 25. Ada Faktur 28 10 18 4 15 8 1 3 3 2 2 101 6 98 34 10 6 8 15 10 10 392 Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah : a. 7. 14. 13. 10 10 8 8 17 33 18 102 120 10 10 20 200 200 18 18 111 111 1 1 26 15 41 10 10 15 8 23 1 1 3 3 3 3 246 291 2 2 101 6 98 34 10 6 8 15 10 10 359 2 2 101 6 98 34 10 6 8 15 10 10 896 Ada Faktur 10 5 120 10 200 107 1 26 10 15 504 Tdk. 1. 20. 23. 9.No. 19. 10. 56 . 4. Pasal 32 ayat : (1) Pengelola barang. Pada penjelasannya meliputi dinyatakan bahwa administrasi kegiatan pembukuan.

Hal tersebut terjadi karena Direktur Peralatan Angkatan Darat belum sepenuhnya menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Pembina Materiil Peralatan khususnya materiil kendaraan di jajaran TNI AD. kecuali pengadaan luar negeri. Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa : a. antara lain standar mengenai metode penilaian peralatan dan Satker yang berwenang melakukan penilaian. b. Penilaian peralatan perlu dimasukkan ke dalam Progja dan anggaran guna menyusun standar penilaian aset terutama dalam hal standar penilaian peralatan. c.b.daerah dan hibah serta dukungan dari Mabes TNI dan Dephan akan dilengkapi dan dihimpun di Ditpalad dan perlunya keputusan bersama untuk mengatur penempatan bukti-bukti kepemilikan kendaraan AD dari semua sumber. Pasal 68 ayat (1) Kuasa pengguna barang/pengguna barang harus menyimpan dokumen kepemilikan barang milik negara/daerah selain tanah dan/atau bangunan yang berada dalam penguasaannya. Untuk kekurangan bukti-bukti kepemilikan kendaraan hasil pengadaan pusat. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI/Kasad agar : 57 . hibah dan dukungan Mabes TNI dan Dephan RI. Diperlukan juga sosialisasi Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) di lingkungan TNI AD termasuk Ditpalad. Hal tersebut mengakibatkan potensi hilang aset kendaraan atau terjadi pindah tangan aset kendaraan ke pihak lain secara ilegal. Pembukuan dalam rangka penatausahaan bukti-bukti kepemilikan kendaraan terdapat buku inventarisasi penerimaan kendaraan dan untuk penatausahaan serta penyimpanan bukti-bukti kepemilikan kendaraan bersumber pengadaan dalam negeri telah dihimpun dan disusun per tahun.

10.00 212. 5. Wilayah Kodam IM Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam VI/Tpr Koam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodam XVI/Ptm Kodam XVII/Tkr Kodam Jaya Bidang 17 66 13 56 44 13 14 47 16 5 8 18 317 Tanah Luas (m2) 3.00 1 134.190. Hasil pemeriksaan pada laporan rekapitulasi tanah dan bangunan TNI AD yang bermasalah/sengketa posisi 30 Juni 2007 diketahui bahwa terdapat 317 bidang tanah seluas 212.952.977.61 58 .913.154.00 64. dengan rincian sebagai berikut: No. 4.00 11.304.a.54 m2 dan 48 unit bangunan seluas 173. Pengamanan administrasi dilaksanakan dengan melakukan penatausahaan BMN dengan tertib dan berkelanjutan. 11. pengamanan fisik atas tanah dilaksanakan dengan melakukan pemagaran dan pemberian tanda/plang di atas tanah yang dimiliki/dikuasai oleh Departemen/Lembaga/Satuan kerja perangkat pemerintah. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian atas aset BMN khususnya kendaraan. pengamanan fisik dan pengamanan hukum.00 4.675.036.80 670. 2.755. 8.00 5.61 m2 yang sedang bersengketa dengan pihak ketiga.00 732.61 m2 Dalam Status Sengketa/Bermasalah dengan Pihak Ketiga Kegiatan pengamanan aset dilaksanakan melalui 3 (tiga) cara yaitu pengamanan administrasi.50 21. 1.315.913.638.707.621.227. 3.54 Bangunan Bidang Luas (m2) 0 15 16.481.023.00 10 101. Terdapat Tanah TNI AD Minimal Sebanyak 317 Bidang Seluas 212.707.679. 9.006.230.70 1 4.00 363.044.00 0 7 12.180.522.227. 6. 3.402.00 97.227. b.00 1. 7.24 2.942.708.00 0 0 1 1.536.54 m2 dan Bangunan TNI AD Sebanyak 48 Unit Seluas 173.204.913. Mengamankan aset kendaraan secara maksimal dengan cara memperbaiki administrasi dan penatausahaan atas faktur kendaraan untuk menghindari penyalahgunaan dan penyelewengan.707.347.423.00 48 173.41 11 31. dan pengamanan hukum dilakukan dengan melengkapi tanah dengan bukti kepemilikan dan disimpan oleh pihak yang berwenang.243. 12.50 2 6.353.

b.900 m2 dikuasai dan digunakan oleh masyarakat dan badan hukum lainnya.211 m2 disertifikatkan oleh pihak lain. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 338. b.035 m2 disertifikatkan oleh pihak lain. d. Kodam III/Siliwangi a. Kodam IV/Diponegoro a.049 m2 di klaim pihak lain. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 572.200 m2 digarap masyarakat dan telah diserobot dengan melakukan pengkaplingan atau penyerobotan tanah. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 974. Terdapat tanah TNI AD seluas 85. Kodam Jayakarta a. c.076 m2 disertifikatkan oleh masyarakat dan instansi pemerintah lainnya. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 220.000.00 m2 diklaim atau digugat oleh pihak lain. 2. Kodam V/Brawijaya a.939.700 m2 digugat rakyat para penggarap tanah. Terdapat tanah milik TNI AD tanah seluas 1. c. b. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 272.801 m2 diperjualbelikan oleh satuan pemakai.Hasil pemeriksaan secara sampel pada empat kotama di lingkungan TNI AD diketahui bahwa permasalahan/sengketa tanah dan bangunan yang umumnya dihadapi TNI AD. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 627. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 10. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 37. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 39.942 m2 diklaim pihak lain. antara lain: 1. b. 3.548 m2 digunakan dan dikuasai oleh instansi pemerintah lainnya dan masyarakat. 4. 59 .166. Terdapat tanah milik TNI AD seluas 607. c.715 m2 yang digugat masyarakat/rakyat dan badan hukum lainnya dan masih dalam proses peradilan.

b. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Bab VII Pengamanan dan Pemeliharaan yang mengatur bahwa BMN yang digunakan oleh Departemen/Lembaga/Pemerintah Daerah wajib diamankan secara administrasi. b. Hal tersebut mengakibatkan : a. pemagaran dan pemasangan tanda/plang. Keterbatasan sumber daya dalam rangka penertiban administrasi kekayaan negara di lingkungan Dephan/TNI. Tanah milik TNI AD tidak dapat dipergunakan secara optimal. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI/Kasad agar lebih meningkatkan koordinasi dengan Instansi/Dinas/lembaga terkait termasuk para wakil rakyat (DPR/DPRD) dan melakukan upaya hukum secara maksimal atas aset BMN yang bermasalah/sengketa dengan pihak lain.Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. c. STR/115/2007 tanggal 11 Juni 2006. Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD menyatakan bahwa : a. Potensi kehilangan/pemborosan sumber daya untuk pengurusan sengketa tanah secara hukum Hal tersebut terjadi karena : a. Selain itu TNI AD telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan aset tanah dan bangunan TNI AD. fisik dan hukum. b. 60 . Pengawasan dan pengendalian terkait dengan pengelolaan tanah di lingkungan TNI AD kurang optimal. Dalam rangka pengamanan aset tanah di lingkungan TNI AD yang telah menjadi sengketa dengan pihak lain Kasad telah memerintahkan untuk dibahas dalam Rabinniscabzi sesuai Surat Telegram Dirziad No. Upaya pengamanan aset secara fisik maupun hukum belum optimal karena kendala anggaran untuk penyertifikatan tanah.

IV.000 30. yaitu: a.000 30. Belanja Pemeliharaan di Jajaran TNI AD Tahun 2005 dan 2006 Minimal Senilai Rp97.000 61 .000 80. Berikut adalah nilai dari masing-masing belanja pemeliharaan yang harus dikapitalisasi atau ditambahkan pada aset tetap yang sudah ada.000. dengan demikian harus ditambahkan pada nilai aset yang sudah tercatat atau dikapitalisasi.000 30.000.000.000. Direktorat Zeni Angkatan Darat 1. Pemeliharaan yang dilakukan di tingkat Pusat (Ditziad) No A.000.000.000 423.000 Nilai (Rp) 1. Kinubika Rewinding generator unit genset ged.813.000 30.950.000.B Mabesad 30.00 Belum Dikapitalisasi Dalam Nilai Barang Milik Negara Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas laporan evaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran balakpus dan kotama di jajaran TNI AD TA 2005 dan 2006 diketahui terdapat pengeluaran untuk belanja pemeliharaan atas aset-aset TNI AD dengan nilai yang cukup material Pengeluaran tersebut akan memperpanjang masa manfaat aset dan kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang bagi TNI AD.000.000 230. dengan rincian temuan sebagai berikut: 1. Kizijihandak Alnubika.640.000.000. PENILAIAN BMN Penilaian BMN belum dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.000 30. seperti aset hasil renovasi/perbaikan yang belum dikapitalisasi dan aset yang dilaporkan tanpa nilai atau dinilai tidak wajar dalam daftar inventaris BMN. Jenis Pemeliharaan Pemeliharaan Alberzi dan Alzi Har Alberzi: Pusdikzi Gudpuszi Bengpuszi Har Alzi Tingkat Pusat: Yonzikon 11 Menzikon Yonzikon 12 Menzikon Yonzikon 13 Menzikon Yonzikon 14 Menzikon Aljihandak.000.000.000 30.

000. 1.000. AC split & windows Mabesad Har AC Split & Windows Komp.000. Pemeliharaan Mesin Stasioner Har Mesin stasioner Har AC Maditziad Har & Perb.00 880.000.100.000.000. AC sentral Ged.000. Jenis BMN BANGUNAN Har Gedung Kotamawil Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tanjungpura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Pattimura Kodam XVII/Trikora Kodam Jaya Kotamapus Kostrad Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Kopassus Nilai Yang Belum Dikapitalisasi (Rp) Keterangan TA 2005 840.00 810.000. genset Ged.00 378.200.000.000.00 1.C.00 870.000.000 300.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 62 .175.000. 4.000.000 B. yaitu antara lain : No.000 370.000.Mabesad & Bengpal Har Lift Gedung C & B Mabesad Har STP/Plumbing.000. 2.C Mabesad Har & Perb.00 435.00 690.00 870.000.375.000.000.000.000.270.00 690.00 800.000 2.000.000 360. Pemeliharaan yang dilakukan di tingkat daerah (Zidam) Hasil pemeriksaan laporan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran kotama di jajaran TNI AD Tahun 2005 dan 2006 dan lapjusik program pemeliharaan gedung dan bangunan kotama di jajaran TNI AD diketahui belanja pemeliharaan Kotama atas bangunan dan gedung yang menambah masa manfaat pada aset tersebut.000.137.000.00 1.000.000.000. & Ged.000.000. Pati GS 1.B Mabesad Nilai (Rp) 420. 5.000 200.000.000 310.00 795.000. Ged.000.000 150.200.000. Lampu-lampu Komp.000.000 30.000.00 860.000.000. 3.000.No Jenis Pemeliharaan Har/Peng.000.00 1.000.00 925.000.00 1.000.Utama.

000.360.000.00 310.000.810.000.000.000.000.000.000.000.00 330.000.150.000.000.000.00 1.000.000.000.000.000.345.00 685.00 325.000.000.000.000.00 44.00 710.000.000.00 1.000.000.00 1.000.00 670.141.00 849.00 710.000.000.00 960.000.000.000.000.000.00 700.00 51 52 53 54 63 .000.00 1.000.310.812.000.655.000.000.00 660.00 TA 2006 2.250.000.00 720.00 800.00 Keterangan 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 300.00 3.000.000.00 620.000.00 90.000.000.000.000.00 1.000.531.00 290.000.00 265.00 800.00 430.000.00 805.000.000.541.00 710.000.00 930.00 3.200.00 990.400.000.000.000.000.000.00 1. 18 19 20 21 22 23 24 25 Jenis BMN Balakpus Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Kodam Jaya Akmil Ditziad Denma Mabesad Har Rumdis Kotamawil Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tanjungpura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Pattimura Kodam XVII/Trikora Kodam Jaya Kodam Iskandar Muda Kotamapus Kostrad Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Kopassus Balakpus Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Kodam Jaya Ditziad Denma Mabesad Jumlah Har Gedung Kotamawil Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Nilai Yang Belum Dikapitalisasi (Rp) 850.246.000.000.000.00 805.00 846.No.000.000.000.00 631.000.000.000.000.588.000.000.

000.000.723.500.858.00 317.000.00 10.000.00 509.00 479.000.180.500.000.000.00 612.200.00 496.000.00 526.102.00 1.000.000.000.00 218.00 951.000.007.400.322.478.000.00 617.608.000.000.00 1.200.721.00 1.500.000.000.00 421.00 64 .000.000.317.000.000.000.253.000.000.000.00 530.000.000.000.000.000.000.00 435.000.500.000.000.400.000.00 420.800.00 437.No.000.000.818.000.00 432.161.500.000.00 1.000.00 50.000.118.000.000.598.500. 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 70 71 72 73 74 Jenis BMN Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tanjungpura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Pattimura Kodam XVII/Trikora Kodam Jaya Kotamapus Kostrad Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Kopassus Balakpus Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Wirabuana Kodam Jaya Ditziad Har Rumdis Kotamawil Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tanjungpura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Pattimura Kodam XVII/Trikora Kodam Jaya Kodam Iskandar Muda Kotamapus Kostrad Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Kopassus Balakpus Kodam II/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Nilai Yang Belum Dikapitalisasi (Rp) 1.00 1.000.000.00 772.00 1.564.000.00 930.00 616.00 1.00 552.000.00 513.400.000.000.506.000.500.801.00 874.00 Keterangan 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 698.00 771.00 1.343.00 819.00 724.000.000.000.00 432.000.800.00 270.000.900.00 2.

200.310.000.000. Paragraf 51 : kapitalisasi biaya dimaksud pada paragraf 50 harus ditetapkan dalam kebijakan akuntansi suatu entitas.000.00 + 44. sehingga tidak dilaporkan sebagai bentuk penambahan aset IKN.000.950. Pernyataan Standard Akuntansi Pemerintah (PSAP) No.00+ 1.750.000. Hal tersebut mengakibatkan nilai aset tetap TNI AD yang diungkapkan dalam neraca Departemen Pertahanan kurang saji minimal senilai Rp97. atau peningkatan standar kinerja.000.247.00 (1.750. 65 .000.247.No.000.00 50. 7 antara lain menyatakan : a.000.000. Paragraf 50 : pengeluaran setelah perolahan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas. Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 95 96 97 Jenis BMN Kodam V/Brawijaya Kodam VII/Wirabuana Ditziad Jumlah Nilai Yang Belum Dikapitalisasi (Rp) 135. 24 Tahun 2005.640.950.270.000.00 Keterangan Belanja pemeliharaan sebesar Rp97.00) tersebut belum dikapitalisasi atau menambah nilai aset yang sudah ada.000.042.00 3.000.00 Hal tersebut terjadi karena belum ada mekanisme kapitalisasi untuk pemeliharaan yang menambah nilai aset tetap yang sudah ada. harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan. mutu produksi.000.923. Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa Belanja Pemeliharaan di jajaran TNI AD TA 2005 dan 2006 telah dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan material yang telah mengubah kondisi Barang Milik Negara menjadi lebih baik namun tidak berakibat penambahan aset Barang Milik Negara tetapi menambah usia pakai dan peningkatan operasional satuan.813.00 + 50.00 244. b.640.

2. 10.665 7.930 60. 8. senjata dan optik telah dilakukan penilaian. Selama ini penilaian peralatan diperlukan untuk mengisi Formulir Isian Barang (FIB) oleh satkai untuk dilaporkan ke Infolahtadam sebagai data kelengkapan inventaris peralatan. 11.229 35.653 3. Penilaian Peralatan pada Buku Inventaris TNI AD Belum Dilakukan Secara Wajar Penilaian Barang Milik Negara (BMN) diperlukan dalam rangka mendapatkan nilai wajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. terutama untuk peralatan-peralatan yang hasil pengadaan pada waktu terlampau lama.550 6.927 2. Nilai wajar atas barang milik negara yang diperoleh dari penilaian ini merupakan unsur penting dalam rangka penyusunan neraca pemerintah. 3. dengan rincian : No. Standar mengenai metode penilaian peralatan dan satker yang berwewenang melakukan penilaian belum ditetapkan pada TNI AD. 6. Kotama Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam VI/Tpr Kodam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodam XVI/Ptm Kodam XVII/Tkr Kodam IM Kodam Jaya Jumlah Kendaraan (Unit) 3.217 8.165 13 5. sedangkan untuk peralatan yang tidak diketahui nilai pengadaannya dilakukan taksiran harga pasar dan perkiraan penyusutan pada saat penyusunan laporan dan dilakukan update setiap kali disusun laporan berikutnya.039 10.130 861 3.589 375 7.046 Senjata & Optik (Unit) 16. pemanfaatan dan pemindahtanganan BMN. 12.448 5.262 1.108 3. 5.Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI/Kasad agar melakukan kapitalisasi atas dana perbaikan dan pemeliharaan peralatan dan bangunan sesuai dengan ketentuan berlaku. 7.748 833 1. Belum semua peralatan jenis kendaraan. 1.356 66 . 2.128 4. Selama ini penilaian peralatan dilakukan oleh satkai atau infolahtadam atas dasar harga perolehan dari pengadaan. 9. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa pada TNI AD belum ditetapkan standar penilaian aset terutama dalam hal ini standar penilaian peralatan.532 2. 4.

2006 dan 2007 belum dilakukan penilaian karena hasil pengadaan tersebut belum dilakukan pencatatan pada Buku Inventaris Disinfolahtad. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah pada Pasal 38 dinyatakan bahwa penetapan nilai barang milik negara/daerah dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/daerah dilakukan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. namun hingga saat ini di lingkungan Dephan dan TNI masih melaksanakan langkah-langkah persiapan dalam mengimplementasikan sistem SABMN dengan batas waktu sampai dengan Desember 2008 sehingga TA 2007 67 . Peraturan Pemerintah No. Hal tersebut terjadi karena Sistem pencatatan aset peralatan pada TNI AD belum mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) khususnya Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Atas Permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa : a. Hal tersebut mengakibatkan Laporan Tahunan Inventaris yang disusun Disinfolahtad belum menginformasikan nilai aset peralatan yang wajar. 24 Tahun 2005 tentang Standar akuntansi Pemerintahan. Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan 01 (PSAP 01) pada Butir 65 dinyatakan bahwa Aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan. b. Per/13/M/X/2006 tanggal 1 November 2006 tentang Sistem Akuntansi dan Tata Cara Pelaporan Barang Milik Negara di Lingkungan Dephan/TNI yang antara lain menyatakan bahwa dengan tertibnya Permen ini Sistem IKMN dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.Sementara itu peralatan hasil pengadaan TA 2005. Berdasarkan Permenhan RI No.

Data IKMN yang dikirim dari Infolahtadam masih sebagian besar belum mencantumkan nilai aset atau harga perolehan disebabkan satpor tidak memperoleh informasi tentang harga materiil dari Pembina Materiil Pusat/Daerah. V. 48/ST/III-XI. Pemindahtanganan Tanah dan Bangunan Melalui Ruilslag di Lingkungan TNI AD Belum Sesuai Ketentuan yang Berlaku dan Berpotensi Menimbulkan Kerugian Negara Ruilslag merupakan suatu kegiatan pengalihan barang milik Negara/daerah yang dilakukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. dengan rincian sebagai berikut : 1. sehingga berakibat pada laporan tahunan inventaris belum menginformasikan nilai aset peralatan.1/VI/2006 tanggal 26 Juni 2006 untuk pemeriksaan ruilslag dan pemanfaatan aset disimpulkan bahwa pelaksanaan ruilslag belum sesuai ketentuan yang berlaku dan berpotensi menimbulkan kerugian negara yaitu : a. Pelaksanaan ruilslag mendahului izin prinsip dari Menteri Keuangan Berdasarkan pertimbangan kebutuhan mendesak di lapangan beberapa pelaksanaan pekerjaan fisik aset pengganti dilakukan jauh sebelum terbitnya 68 . PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN BMN Pemindahtanganan BMN milik TNI AD tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan di antara aset tersebut telah beralih hak kepada pihak lain secara tidak prosedural. atau pemerintah pusat/daerah dengan pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. sekurang-kurangnya dengan nilai yang seimbang. b. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI/Kasad agar dalam melakukan pencatatan dan penilaian aset TNI AD mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) khususnya Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN).masih menggunakan sistem pelaporan IKMN. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pelaksanaan ruilslag di lingkungan TNI AD berdasarkan Surat Tugas No. dan belum mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). antara pemerintah daerah.

Hal ini menyebabkan wewenang pengendalian Menteri Keuangan sebagai Bendaharawan Materiil Negara menjadi berkurang dan berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam proses ruilslag karena tidak adanya persaingan yang sehat antara peserta lelang dan kecenderungan mark up dalam penilaian aset pengganti berdasarkan NJOP dan indeks harga bangunan yang lebih tinggi dibandingkan pada saat pekerjaan fisik sebelumnya. Sambil menunggu tahapan ruilslag selanjutnya developer sudah mulai melaksanakan pekerjaan fisik aset pengganti sesuai kesepakatan dengan pihak Kodam.7. Hal ini antara lain terjadi pada pemanfaatan Mess Korem Jl. mendirikan aset baru di atas tanah yang akan dilepas atau bahkan menyewakan aset tersebut kepada pihak III.9 Surabaya sebagai Hotel Istana Permata Dinoyo dan penyewaan aset tanah eks perumahan Labiomed di Jl. Praktek pemanfaatan sebagian aset yang dipertukarkan sebelum adanya serah terima secara keseluruhan meskipun dilakukan secara timbal balik antara TNI AD dan developer pada dasarnya dapat menimbulkan kerugian 69 . Hal ini antara lain terjadi pada aset pengganti di Desa Ketimang Wonoayu Sidoarjo dalam ruilslag Bengpal Paldam V/Brawijaya dan aset pengganti Stadion Lapangan Deffile Brigif 15/Kujang dalam ruilslag daerah latihan Kodam III/Siliwangi di Kab.izin prinsip dari Menteri Keuangan. Dinoyo 5. pihak developer pun merasa berhak untuk memanfaatkan sebagian aset yang dilepas dengan menghancurkan aset yang akan dilepas. Maja Jawa Barat. Dengan selesainya dan dimanfaatkannya sebagian aset pengganti tersebut. Sebelum tahap persiapan ruilslag dimulai developer sudah mengajukan penawaran ruilslag atas tanah dan bangunan TNI AD. Pemanfaatan aset yang dipertukarkan mendahului perintah Kasad Pada saat pembangunan aset pengganti sebagian telah dilaporkan selesai 100% (siap digunakan) terkadang Pihak TNI AD mulai memanfaatkan aset pengganti tersebut untuk kepentingan operasional. Setelah izin prinsip terbit barulah dilakukan proses lelang yang bersifat formalitas sekedar memformalkan proses yang sudah berlangsung sebelumnya. Kemang Jaksel sebagai pusat bisnis. b.

negara. Belum ada aturan yang jelas mengenai pengambilalihan dan penilaian ulang proyek ruilslag Dengan kompleksitas pekerjaan yang cukup tinggi terkadang pelaksanaan ruilslag terhenti akibat ketidakmampuan developer melanjutkan pekerjaannya sesuai yang telah diperjanjikan dalam SPTM. c. Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian negara akibat adanya profit taking dari developer lama dengan membebankan penggantian hak pengelolaan (goodwill) kepada developer baru yang besarnya jauh melebihi prestasi fisik yang sudah dikerjakannya. Karena belum ada ketentuan yang mengatur tentang pengambilalihan proyek ruilslag tersebut. Hal ini karena manfaat ekonomis dari pemanfaatan aset TNI AD untuk kepentingan bisnis developer pasti jauh lebih besar daripada manfaat teknis dari pemanfaatan aset pengganti untuk kepentingan operasional TNI AD. Untuk memecahkan permasalahan tersebut developer bekerja sama dengan Pihak III untuk melanjutkan proyek ruilslag. 70 . maka pengambilalihan proyek ruilslag oleh developer lain seringkali dilakukan secara terselubung tanpa sepengetahuan pihak TNI AD dan tanpa melalui penilaian (audit) atas prestasi pekerjaan yang sudah/belum diselesaikan. sebagaimana terjadi pada ruilslag 126 Ha tanah TNI AD di Gunungsari Surabaya. Hal ini dapat menimbulkan kerugian negara karena laju perkembangan nilai aset yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan nilai aset pengganti karena umumnya aset yang dilepas berada di lokasi yang lebih strategis dari pada aset pengganti. Selain itu dapat menimbulkan konsekuensi hukum dengan pihak III sebagaimana terjadi pada penyewaan tanah eks perumahan Labiomed yang dialihkan pengelolaannya dari developer kepada Kodam Jaya. Selain itu dalam hal proses ruilslag terhenti lama akibat krisis moneter atau ketidakmampuan developer maka tidak ada ketentuan yang mengharuskan adanya penilaian ulang secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan nilai aset yang dipertukarkan.

71 .600.q.d.802.00 dan dari akumulasi dana angsuran perumahan yang tidak disetor ke Kas Negara atau tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp2. 2) Ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c. Surabaya berpotensi menimbulkan kerugian negara senilai Rp7.238.00.384. Kodam III/Siliwangi dengan PT Mandirinusa Grahaperkasa adalah Tanah di Desa Cipining.600.00. Berikut adalah hasil pemeriksaan secara uji petik dalam pelaksanaan ruilslag yang menjukkan informasi tersebut.186..165. Kodam V/Brawijaya dengan PT Surya Inti Permata adalah Tanah dan Bangunan yang terletak di Jl. Rajawali No.365.800.464. Curug Bitung.640. Gunungsari.121.q. 4) Ruilslag Tanah Kodam V/Brw di Jl.935. 3) Ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c. Kodam Jaya dengan PT Mercu Buana Raya Contractors adalah Tanah dan Bangunan yang terletak di Jl.000.00 dan mark up aset pengganti sebesar Rp18.625.524. Daan Mogot Jakarta Barat berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp124.235. 57 Surabaya berpotensi menimbulkan kerugian negara yaitu nilai aset pengganti dinilai terlalu tinggi sebesar Rp15.000.00 dari kekurangan nilai aset tanah yang dilepas sebesar Rp4.343.000. dan Pasir Kecapi Kabupaten Lebak Propinsi Banten berpotensi menimbulkan kerugian negara yaitu tanah yang dilepas di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak dinilai terlalu rendah sebesar Rp1.625. Hasil pemeriksaan atas perhitungan nilai aset yang dipertukarkan dalam ruilslag yang dilaksanakan di lingkungan TNI AD menunjukkan hasil bahwa penilaian aset yang di-ruilslag berpotensi menimbulkan kerugian negara karena nilai aset yang dilepas cenderung di mark-down dan aset yang diterima cenderung di mark-up.00 yaitu mark down aset yang dilepas sebesar Rp106.q.310.00.295.200.000. Perhitungan nilai aset berpotensi menimbulkan kerugian Negara.00 dan harga tanah yang akan diterima di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang dinilai terlalu tinggi sebesar Rp20. antara lain: 1) Ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c.367.00.988.

000. e.000. Dari kerja sama tersebut developer selaku pengelola/pemanfaat kontribusi lahan/tanah tersebut berkewajiban memberikan Rp25.218.664. 3.000.000.000.00 180.730. Luas (m2) 1.583 3.00 15.000.728.q.00 33.000.00 per bulan.000. Kodam Jaya (Bekas Kompleks Perumahan Labiomed di Jl Kemang Raya Jakarta Selatan) tanggal 9 April 2001 selama 3 tahun.000.00 180. 2) Dengan berakhirnya kerja sama pengelolaan aset lama antara Kodam Jaya dengan PT Aditarima Arispratama pada bulan April 2004.000.968. Aset disewakan kepada pihak ketiga lainnya sebelum pelaksanaan ruilslag dapat diselesaikan.000. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen kegiatan ruilslag diketahui sebagai berikut : 1) Sejak bulan Mei tahun 2001 aset lama dikelola secara bersama-sama oleh Kodam Jaya dan Developer (PT Aditarina Arispratama) sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Lahan/Tanah Kosong Milik TNI AD c.5) Ruilslag tanah dan bangunan Benglap Paldam V/Brawijaya di Jl.000.00.00 Total Sewa /tahun (Rp) 151. 4.000.00 916.000.000.q.006.000. 2. Kasuari senilai Rp2. Kodam Jaya (Bekas Kompleks Perumahan Labiomed di Jl Kemang Raya Jakarta Selatan). Kasuari berpotensi menimbulkan kerugian negara dari kekurangan nilai aset tanah yang dilepas Jl. Hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa Kodam Jaya membuat perjanjian kerja sama sewa menyewa dengan pihak III dengan kontribusi sebagai berikut: No. Penyelesaian ruilslag tanah dan bangunan Perumahan Dinas Labiomed Ditkesad di Jl Kemang Jakarta Selatan berlarut-larut karena krisis moneter sehingga dalam proses penyelesaian tersebut pihak developer menyewakan aset tersebut kepada pihak lainnya.00 404.102 Waktu Mulai Selesai 01/08/2005 01/08/2006 01/08/2005 01/08/2006 01/08/2005 01/08/2006 01/08/2005 01/08/2006 Sewa/bln (Rp) 12.014 14.132 5.760. selanjutnya Kodam Jaya mengambil alih aset lama Lahan/Tanah Kosong Milik TNI AD c.00 72 .750.000.00.373 4. 1.00 15. sehingga selama 3 tahun pihak developer berkewajiban memberikan kontribusi sebesar Rp900.

c) Aset yang dilepas telah dihapus dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang. 3) Lampiran angka 2 huruf I yang menyatakan bahwa serah terima aset yang dilepas dan aset pengganti harus dituangkan dalam berita acara dan baru dapat dilaksanakan apabila : a) Aset pengganti telah selesai dibangun. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Pasal 4 yang menyatakan bahwa Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak wajib disetor ke Kas Negara. 2) Pasal 5 dan Lampiran 2 poin c menetapkan bahwa pelaksanaan tukar menukar barang milik negara dilakukan setelah mendapat persetujuan/izin prinsip dari Menteri Keuangan/Presiden. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. siap dipakai baik secara fisik maupun secara administratif sesuai dengan perjanjian Tukar Menukar. b) Hasil Pemeriksaan tim penilik menyatakan bahwa aset pengganti telah sesuai dengan kontrak/bestek.03/1994 tanggal 13 Juli 1994 tentang Tata Cara Tukar Menukar Barang Milik/Kekayaan Negara antara lain pada : 1) Pasal 2 yang menyatakan bahwa Tukar menukar Barang Milik/Kekayaan negara adalah pengalihan pemilikan dan atau penguasaan barang tidak bergerak milik negara kepada pihak lain dengan menerima penggantian utama dalam bentuk barang tidak bergerak dan tidak merugikan negara. Sistem pengendalian intern atas pengelolaan BMN di lingkungan TNI AD masih lemah. 350/KMK. b. 73 . Hal tersebut terjadi karena : a. Hal tersebut mengakibatkan pemindahtanganan aset melalui ruilslag tidak mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga berpotensi menimbulkan kerugian Negara.Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.

74 . Mengikuti ketentuan penyelenggaraan tukar menukar (Ruilslag) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Para pelaksana kegiatan ruilslag tidak memahami ketentuan Tukar Menukar Barang Milik Negara yang telah ditetapkan. membina dan menggunakan kekuatan pertahanan negara.b. 2. Kodam selaku penguasa teritorial menguasai tanah-tanah yang dimiliki oleh pihak tertentu namun karena alasan tertentu ditinggalkan oleh pemiliknya. Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan Menhan/Panglima TNI memerintahkan Kasad agar: a.052. UO TNI AD mendapat pelimpahan tanah baik melalui penyerahan dari KNIL. Atas permasalahan tersebut di atas pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa untuk penertiban kegiatan ruilslag TNI AD telah mengeluarkan Buku Petunjuk Administrasi Penyelenggaraan Tukar Menukar (Ruilslag) sesuai keputusan Kasad No. melalui penguasaan tanah-tanah bekas peninggalan hak barat (eigendom verponding) yang dimiliki oleh pihak tertentu namun karena alasan tertentu ditinggalkan oleh pemiliknya. Dengan fungsi pembinaan teritorial/kewilayahan yang dijalankan oleh Kodam.500.q.617.00 Belum Sesuai Ketentuan Aset tanah di lingkungan Dephan dan TNI merupakan salah satu komponen penting dalam pertahanan negara yang harus dikelola secara memadai sehingga memungkinkan organisasi Dephan. Pemindahtanganan Tanah Okupasi di Lingkungan Kodam V/Brawijaya Dengan Hasil Penjualan Sebesar Rp28. Skep/402/X/2006 tanggal 17 Oktober 2006 dan untuk pengendalian intern pengelolaan BMN di lingkungan TNI AD akan ditingkatkan dengan membentuk Tim Peninjau di bawah pimpinan Aslog Kasad. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan dalam pengelolaan BMN di lingkungan TNI AD. TNI AD c. TNI dan Angkatan membangun. Tanah tersebut dicatat dan dikelompokkan dalam status okupasi TNI AD dan diadministrasikan secara terpisah dari daftar IKN TNI AD oleh Kodam. atau melalui pelimpahan tanah-tanah perkebunan dari Pemda atau Departemen Teknis. b.

Dilaksanakan secara tertib baik administrasi maupun secara fisik. e. Didukung dengan data autentik berupa bukti/dokumen/surat-surat sah dan jelas. b. Dengan diberlakukannya UU No. sehingga dapat dilepas/dikeluarkan atau dihapus dari catatan tanah TNI AD jika pemilik tanah menginginkannya. Atas dasar permohonan tersebut Pangdam mengajukan permohonan persetujuan kepada Kasad untuk menghapus dan mengembalikan kepada pemiliknya. b. e.Hal ini dilakukan karena TNI AD/Kodam berpendapat bahwa status tanah okupasi tersebut bukan milik negara/TNI AD. Setelah persetujuan Kasad turun. ST/766/1984 tanggal 23 Juni 1984 tentang prosedur dan tata cara penghapusan/pengeluaran dari registrasi dan pengembalian kepada pemilik tanah/bangunan okupasi TNI AD sebagai berikut: a. merawat dan mengamankan tanah/bangunan tersebut. d. Pangdam membentuk Tim Peneliti tanah dan bangunan okupasi yang dimohon. Pemohon/pemilik mengajukan permohonan pengembalian tanah/bangunan kepada Pangdam dilengkapi dengan bukti/bukti kepemilikan. peminjaman tanpa dokumen tertulis menjadi tidak berlaku sejak tanggal diundangkannya Undang-Undang tersebut (kembali ke pemilik) maka diperlukan 75 . c. 4 Tahun 1992 tanggal 10 Maret 1992 yang menyebutkan bahwa sewa menyewa. Sudah kurang/tidak bermanfaat/digunakan lagi oleh TNI AD. Pengembalian kepada pemilik yang sah tersebut dilakukan dengan syarat: a. TNI AD meminta kompensasi kepada pemilik tanah karena ketiadaan anggaran untuk memindahkan penghuni atau membangun rumah/kantor agar kegiatan organisasi TNI AD tetap berjalan dan selama ini TNI AD telah menjaga. Pelepasan tanah okupasi tersebut diatur dalam Surat Kasad No. d. Apabila Kasad mengizinkan akan terbit surat Kasad tentang persetujuan pengembalian tanah kepada pemiliknya. Sudah siap/tersedia tanah/bangunan penggantinya. Ada permohonan tertulis dari pihak yang berkepentingan. c. oleh Pangdam akan diterbitkan Surat Keputusan dan Penghapusan dari daftar registrasi TNI AD untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

Dari jumlah bidang tanah tersebut.kemampuan negosiasi/musyawarah dari pejabat terkait kepada pemilik. Kazidam V/BRW pada tahun 2002 (Kolonel CZI Samsu Hadi Nugroho) menyampaikan surat No. Proses pelepasan tanah-tanah okupasi TNI AD di wilayah Kodam V/BRW tersebut dilakukan oleh Aslogdam V/BRW (pada saat itu dijabat oleh Kolonel CZI S. 76 . Samsu Hadi Nugroho selaku mantan Kazidam V/Brawijaya dan Aslog Kasdam V/Brawijaya pada tahun 2002-2005. Berdasarkan keterangan dari Kol. sedangkan pihak pemilik menunjukkan bukti kepemilikan. dalam rangka melaksanakan ST Kasad tersebut dan untuk mengamankan tanah okupasi TNI AD di wilayah Kodam V/BRW. B/399/VII/2002 tanggal 23 Juli 2002 kepada seluruh Kepala Kantor BPN di wilayah Kodam V/BRW (Jawa Timur) untuk tidak memproses penyertifikatan tanah okupasi TNI AD oleh Pihak III tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Kodam V/Brawijaya.H. sebanyak 18 bidang diantaranya telah dikembalikan kepada pihak III sebagai pemiliknya tanpa melalui prosedur permintaan izin dari Kasad. Nugroho) sebagian besar terkonsentrasi di Surabaya dan Malang. Pelepasan tanah okupasi tersebut tidak dilaporkan kepada Staf Logistik Kasad untuk mendapatkan restu Kasad dengan pertimbangan prosesnya akan cukup lama dan dihadapkan pada desakan masyarakat yang cukup kuat pada saat itu yang menuntut segera diproses pengembalian hak mereka oleh Kodam V/BRW atas tanah yang mereka miliki dan atau tempati tersebut. Besarnya kompensasi tergantung hasil negosiasi karena secara yuridis formil TNI AD pada posisi yang lemah karena tidak didukung dengan bukti kepemilikan. Uji petik terhadap pelepasan tanah dengan status okupasi TNI AD menunjukkan bahwa pengamanan terhadap tanah okupasi dan proses pelepasan/pengembalian kepada pemilik masih lemah sehingga ditemukan beberapa permasalahan antara lain pelepasan 19 bidang tanah okupasi di lingkungan Kodam V/Brawijaya tidak sesuai ketentuan dan hasil kompensasi belum dapat dipertanggungjawabkan Berdasarkan hasil inventarisasi tanah okupasi Kodam V/Brawijaya tahun 2002 diketahui bahwa Kodam V/Brawijaya menguasai + 900 bidang tanah dengan status okupasi di seluruh Jawa Timur. CZI.

Bakorlaktibad berpendapat bahwa perlu dilakukan negosiasi ulang atas pelepasan tanah okupasi tersebut supaya mendapat nilai kompensasi yang lebih banyak. Puspomad. Kasus pelepasan tanah okupasi TNI AD tanpa izin Kasad ini ditemukan dalam wasrik Itjenad. dengan uraian sebagai berikut : 77 .d. Kemudian dibentuklah tim Bakorlaktibad yang bersifat lintas bidang (Itjnenad. Berdasarkan pemeriksaan BPK RI atas manajemen aset pada jajaran Kodam V/Brawijaya pada tahun 2007 diketahui bahwa negosiasi ulang telah untuk pembangunan beberapa fasilitas pangkalan Kodam dilaksanakan oleh tim Slogad dan menghasilkan tambahan nilai setelah negosiasi. 50% dari NJOP aset tanah dan bangunan okupasi) terutama bagi pihak pemohon yang masih belum sesuai dan belum memberikan kompensasi sekaligus untuk menyelesaikan/penertiban proses administrasi penyerahan tanah/bangunan kepada pemilik/pemohon secara prosedur yang berlaku.q. Sehingga dari hasil negosiasi tersebut ada yang memberikan kompensasi namun ada pula yang tidak memberikan kompensasi. Diskumad dan Slogad) untuk meneliti masalah tersebut. Kodam V/BRW telah berupaya untuk mendapatkan nilai kompensasi yang layak. Kodam V/BRW atas penguasaan tanah tersebut dan tergantung kesanggupan/kemampuan dari pihak III dalam memberikan kompensasi. Dana yang diperoleh sesuai petunjuk Pangdam V/Brawiijaya digunakan untuk pengadaan dan pembangunan fasilitas yang diperlukan Kodam V/Brawijaya. Penanganan kasus ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan tim Slogad untuk melaksanakan negosiasi ulang guna mendapatkan kompensasi yang sesuai (dalam ketentuan tidak tertulis dari Slogad perhitungan nilai kompensasi tersebut antara 40% s.q. namun hasilnya tergantung pada kuat tidaknya kekuatan hukum TNI AD c.Dalam proses negosiasi untuk mendapatkan kompensasi atas tanah dan bangunan okupasi yang akan dilepas TNI AD c. Pada saat pemeriksaan BPK RI Agustus 2006 proses negosiasi ulang tersebut sedang berjalan yang rencananya dari dana tambahan kompensasi akan digunakan V/Brawijaya. Kodam V/BRW.

550.139.655.No.000.000) (361.000. Dr. 9.000.000.000 326.Gunawan dan Siti T-70 .250 - 650.176.220.000 Jml Kekurangan (Kelebihan) 193.000 15.617. Mayjen Wiyono Malang 27.000 325.066.979.000 Jl.500. 17.000 50.00 tersebut telah digunakan sebesar Rp11.110.770. Jl. 13.320.101.000. 3.000. 1.000.000 40.227.000) 4.000 1.25-27 Jombang Jl.000 9.076.000 160. Ijen No.000.000 (155.407.823.000.336.806.000 688.642.000 297.000 475.500. 12.000.000. Wahid Hasyim 25-27 Jombang 4.500. Mayjen Wiyono Malang Jl. 4.617.000 384.000 1.000.000.6 Surabaya Jl.720.000 50.100.870.000 100.000 180.00. Wahidin No.000 7.500.000 400.000.052.000.052.000) 225.400.000 74.000. 2.000 257.16 Malang Jl. 1.000 375.000. 19.3 Bangil Pasuruan Jl. 16.000 180.000 Jl.000 2.000 146.500) 252. 14.750 382. Arjuna No. Wr Supratman No. 5. Jakarta No.000 338.000 632.Wr Supratman No.000 282.000.Sukartini/Sukirno .500 532.619.616.644.079.500 28.000.000.000) (2.000 622.121 Kota Batu Jl.200.000.000 135. Progo No.750 112.000 426. 18.500 tanpa kompensasi berdasarkan keputusan pengadilan 15.000 8.118.336.000.050.250 (100.000 540. Merbabu No. 7. Panjaitan No. Wahid Hasyim N0.363.31 Lawang Malang Jl.000.1 Surabaya 240.000 220.500 Jl.034. .000 386.27 Malang Jl. Soejito Rumdis K-38/7 KK Pajak dan Akte Digunakan Kodam Mess Kowad 383.050.50 Nganjuk Jl. Bromo No.500. 11.000.45 B Malang Jl.625.000 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa total nilai dari pelepasan aset tanah sebanyak 19 persil adalah senilai Rp28.000 106.200.000 638.000.802.979.000.000 42.000 200.200. Pattimura No.000 60.000 100. Ahmad Yani No.000 200.750.000 257.000 2.146 Kediri Total Nilai 19 persil aset 976. 8.027.850.209.921.000 1.000.000 500. 15.000 Jl. 10.101. Panggung No.720.000.000 900.00 dengan rincian sebagai berikut : No. Progo No. Blitar No.000 425. 3.000 386.000 (155.000 Tambahan Setelah Negosiasi 650.363.595.500 Keterangan 2. 6.803.642.806. Dari dana sebesar Rp28. Tanah Jl. Alun-Alun Timur No.8 Lumajang Jl.030.8 Malang Jl.000.617.19 Malang Jl.Rumdis RB 18 KK Digunakan Kodam Polkes 1 bh 164 m2 Nilai (Rp) Keterangan 1.000 1.25 m2 Rumdis Kumdam K-45 7 KK Rumdis Rem 084 H-70/10 KK Yonif-500/R dan 514/K Rehab Rumjab Pangdam Ganti rugi pesangon kepada: .5 Malang Jl. Guntur No.000. 19 Malang 476.000 76.000 275.171.1 Surabaya Nilai Kompensasi 2.030.200.750.000 384.000.619.500 Jml Diterima Sebelumnya 1.16 Malang Jl.375.593.Fa Any S.000. Penggunaan Digunakan oleh Brigjen Purn.000 180.000 250.000 1.969.42 Malang Jl.9 Malang Jl.655.000 500.100.000. 78 .000 200.000.000 100.000 654. Wr Supratman No.000 51.052.Panglima Besar Sudirman No.000.000.000 - 250.250.079.

8.271.000. Gunungsari 66-68 Sby dan pesangon 2 KK Renovasi Rupang. 4. 5. 7.00 Rp 673.000.00 Berdasarkan uraian di atas dapat dinyatakan bahwa terdapat dana sebesar Rp3.934.119.00 650.271.00 telah diterima sebesar Rp8.400.076.400.116. Selain itu sebagian dana tersebut direncanakan digunakan untuk pembangunan dan renovasi pangkalan jajaran Kodam V/Brawijaya senilai Rp9.00 Rp 313.000 11. Kegiatan Pembangunan Primkopad Denma Dam V/Brawijaya Pembangunan Rumah Ban Yonif 500/R 1 bh Pembangunan Rahlat di Sidodadi Lawang Malang Renovasi Masjid A-Taqwa Kodam V/Brawijaya Renovasi Balai Prajurit Renov.00 155.000.000. 6.00 Pada saat pemeriksaan oleh BPK RI atas manajemen aset di Kodam V/Brawijaya diketahui bahwa masih terdapat dana yang disimpan oleh Kodam V/Brawijaya sebesar Rp9.00 750.000.000. 13. 2.000.000.802.000.No.320.000. BKIA dan Poliklinik Jl.00 229.00 186.000.00. 14.00 dan dari dana tambahan setelah negosiasi sebesar Rp9. Deposito BNI 46 c.000.687.00 1.126.000.00 telah diperoleh sebesar Rp1.000.00 2.00 500. 3.000.000.074.00 yang belum jelas pertanggungjawabannya dan penggunaan 79 .00 dan disimpan oleh Pekas TNI pada Kodam V/Brawijaya.00.482.000.000.155.00 200. Aula Rehab Mess Matraman dan Wahidin II Jakarta Sertifikasi tanah IKN TNI AD di Surabaya Urugan Lapangan Rampal Malang 52. 11. Tabungan BNI 46 b.000.802.000.00 275.000.271. Yang terdiri dari: a. Pembangunan Mushola & Ren. 15. 9.000. Penggunaan STK 1 bh 138 m2 Digunakan Kodam Nilai (Rp) 114. Pembangunan 5 Kamar Asisten. No.000 Keterangan Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa dari kekurangan dana senilai Rp4.000.00 9.000.076.092.00 392. 1.060.830.500.000 m3 Renovasi Staltahmil Pomdam V/Brawijaya Renovasi barak menjadi K-45 6 KK Yonif 511 Pengadaan 1 buah Genset 500 KVA untuk balai prajurit Pembangunan rumah Genset Pembelian tanah 5000 m2 Penutupan gedung Balai Prajurit dengan aluminium dan kaca Nilai (Rp) 456. 10.271.969.000.000.000. Tabungan BNI 46 Rp1.271.500 150.884.000.00 Rp8.000.000.000.000.697.000.500.000. 12.987.000.177.924.00 250. Tabungan BCA d.887. 16.000.00 sehingga masih terdapat kekurangan pengembalian sebesar Rp3.00 241.000.000.00 192.644.000.000.00 500.000.500.

satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar agar dengan mudah dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan.987.155. efektif.000) 3. c. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara : 1) Pasal 3.00 yang belum dapat dipertanggungjawabkan. yang menyatakan bahwa Keuangan Negara dikelola secara tertib. b) huruf i: Kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah. transparan. 2) Pasal 2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tanggal 8 Juli 1997 tentang Pendaftaran Tanah : 1) Pasal 3 yang menyatakan bahwa pendaftaran tanah bertujuan diantaranya untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah.617.644.500 Hal tersebut tidak sesuai dengan : b. efisien.000) (11. 3) Pasal 32 ayat (1) yang menyatakan bahwa sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya. taat pada peraturan perundang-undangan. 2) Pasal 4 ayat (1) yang menyatakan untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemegang hak yang bersangkutan diberikan sertifikat hak atas tanah.969.802. ekonomis.052. yang menyatakan bahwa Keuangan Negara meliputi antara lain: a) huruf h: Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. dengan rincian sebagai berikut : 1 2 3 4 Nilai Pelepasan Tanah 19 Persil Jml Kekurangan yg belum tertagih Telah digunakan Disimpan di Pekas TNI 28.644.dana sebesar Rp11. 80 .000. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.924.126. Undang-undang No.060.500 (3.969.000) (9.

yaitu: 1) Penggunaan dana oleh Brigjen Purn. Hal tersebut mengakibatkan : a.00 tidak disetor/dilaporkan sebagai penerimaan Negara tetapi digunakan langsung dan direncanakan digunakan untuk kegiatan satuan dan kegiatan lain. Hal ini telah diatur dengan Surat Telegram Kasad Nomor: ST/766/1984 tanggal 23 Juni 1984 dan mengharapkan mendapat kompensasi dari para pemilik untuk menampung operasional satuan pemakai dan menambah aset IKN di lingkungan TNI AD. Adanya kebijakan Pimpinan TNI AD untuk memisahkan pengelolaan aset tanah selain yang telah terdaftar dalam daftar IKN Dephan. Hal tersebut terjadi karena : a.924. Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD menyatakan bahwa TNI AD banyak memiliki aset yang dari pinjam pakai/maupun sewa dari instansi lain.00 tidak jelas peruntukannya.750.126.sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan. c.000.470.000. Soejito sebesar Rp1. b. Penggunaan dana tidak dapat dipertanggungjawabkan.617.500.500.500. Adanya keterbatasan anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan pangkalan sehingga memaksa pelaksana mencari sumber pembiayaan lain termasuk dari dana kompensasi dan hasil pemanfaatan lahan perkebunan. b. 81 . Pelepasan aset okupasi oleh pejabat yang tidak berwenang membuka peluang terjadinya kolusi dan penyerahan kepada pihak yang tidak berhak. 2) Penggunaan dana oleh Kodam sebesar Rp1. Penerimaan dana hasil penjualan sebesar Rp28. 3) Terdapat selisih penggunaan dana sebesar Rp3.00 tidak jelas peruntukannya.052.000. perorangan dan bukan merupakan inventaris kekayaan negara yang suatu saat harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.00 tidak jelas peruntukannya.

PT Citra Marga Nusaphala Persada. Melakukan penyelidikan dan menyerahkan kepada proses hukum sesuai dengan ketentuan berlaku atas kasus pelepasan aset tanah TNI AD yang tidak sesuai dengan ketentuan dan hasilnya disampaikan kepada BPK RI. Setelah melalui proses tender di Departemen Pekerjaan Umum.Sehubungan dengan hal tersebut. Kodam V/Brw seluas 8. 13 Tahun 1980 jo. 1998/1999. Ditjen Bina Marga.500.q. Departemen Pekerjaan Umum c.00 Dalam rangka mengurangi kemacetan arus lalu lintas kota Surabaya terutama pada pertemuan arus lalu lintas di Bundaran Waru.q. 05/KPTS/Db/1998 tanggal 12 Januari 1998 tentang Penunjukan Petugas Operasional Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Simpang Susun Waru-Tanjung Perak TA. b.q. Untuk merealisasikan proyek SERR tersebut PT CMNP membentuk perusahaan patungan dengan PT Jasa Marga yaitu PT Citra Margatama Surabaya. 3. 82 . 8 Tahun 1990 yang mengatur bahwa penyediaan dan penyelenggaraan jalan tol di Indonesia sepenuhnya merupakan wewenang dan tanggung jawab Pemerintah c. Merujuk kepada pasal 13 UU No.126. Pemerintah c. pasal 10 Peraturan Pemerintah No.344. Departemen Pekerjaan Umum merencanakan untuk membangun jalan tol simpang susun Waru-Tanjung Perak Surabaya.200.252. Memerintahkan Pangdam V/Brawijaya untuk mempertanggungjawabkan dana senilai Rp3. PM. Tbk (CMNP) ditetapkan sebagai pemenang tender proyek pembangunan jalan tol simpang susun Waru Surabaya (Proyek SERR) berdasarkan Surat Menteri Pekerjaan Umum kepada Dirut PT Jasa Marga (Persero) No.00 yang belum jelas peruntukannya. BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI memerintahkan kepada Kasad agar: a.q. c.924.01. maka Dirjen Bina Marga mengeluarkan surat keputusan No.8 Ha untuk pembangunan jalan tol simpang susun Waru Surabaya Tahun 1998 berindikasi KKN dan merugikan negara minimal senilai Rp13. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian atas aset tanah okupasi. Hibah tanah TNI AD c.04-MN/96 tanggal 20 Maret 1996.

Berdasarkan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) dari Gubernur KDH Tk. I Jawa Timur No.188/17/SK/04/1998 tanggal 13 Januari 1998, sebagian tanah TNI AD c.q. Kodam V/Brawijaya yang berlokasi di Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Wonocolo Kodya Surabaya seluas 88.200 m2 Ha akan terkena proyek tersebut. Untuk persiapan konstruksi sambil menunggu proses pembebasan tanah oleh Ditjen Bina Marga, PT CMNP telah mengajukan permohonan izin kepada Kodam V/Brawijaya melalui surat Pimpinan Proyek SERR No. 77/PP.CMNP/SBY/I/1998 tanggal 6 Januari 1998 perihal permohonan izin untuk meminjam/menggunakan/ membangun lebih dahulu jalan tol di atas lahan TNI AD tersebut. Kodam V kemudian menyetujui permohonan Pimpro SERR tersebut melalui surat No. B/97/II/1998 tanggal 16 Februari 1998 perihal izin penggunaan lahan Kodam V/Brawijaya untuk persiapan pembangunan Jalan Tol.

Pihak Ditjen Bina Marga pun telah mengajukan izin kepada Kodam V/Brawijaya melalui surat Petugas PO Bina Marga No. TN.01.01/PO-SSWP/III/98.02 tanggal 24 Maret 1998 perihal permohonan pemanfaatan lahan Kodam V Brawijaya di Kelurahan Dukuh Menanggal Surabaya dan surat No. TN.01.01/PO-SSWP/IV/98 tanggal 27 April 1998 tentang permohonan untuk menghibahkan lahan Kodam V/Brawijaya di Desa Menanggal Surabaya. Perubahan substansi permohonan dari pemanfaatan menjadi hibah dilakukan dengan pertimbangan bahwa kepemilikan jalan tol dan seluruh tanah di atas mana jalan tol didirikan berada pada pemerintah.

Kesepakatan penyelesaian melalui proses hibah tersebut secara administrasi tertuang dalam Berita Acara No. 06/BA-CMNP/IV/1998 tanggal 30 April 1998 perihal Penyerahan Bantuan Dana Dari PT CMNP (diwakili oleh Ir. Eko Yuwono (Pimpro SERR) dan Benny Hakim Setiawan SH (Biro Hukum CMNP) yang bertindak untuk dan atas nama Direksi CMNP) Kepada Kodam V/Brawijaya (diwakili oleh Mayjen TNI Djaja Suparman, S.IP sebagai Pangdam V/Brawijaya), yang memuat butir kesepakatan antara CMNP dan Kodam V Brawijaya terkait penyelesaian hibah tanah Kodam V/Brawijaya lain:

83

a. Pihak Kodam menyerahkan tanah Hak Pakai Kodam V/Brawijaya seluas 88.200 m2 di Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kodya Surabaya kepada Ditjen Bina Marga dengan status hibah yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol simpang susun Waru oleh CMNP. Pengalihan hak atas tanah Kodam V/Brawijaya kepada Ditjen Bina Marga akan diselesaikan langsung antara Kodam V/Brawijaya dengan Ditjen Bina Marga sesuai peraturan dan prosedur yang berlaku.

b. Atas izin penggunaan Hak Pakai lahan Kodam V/Brawijaya tersebut, Pihak CMNP memberikan bantuan dana kepada Kodam V/Brawijaya sebesar Rp17.640.000.000,00 yang selanjutnya akan digunakan untuk keperluan pengadaan tanah cadangan Kodam V/Brawijaya dan

pembangunan/perbaikan bangunan kantor dan perumahan serta fasilitas lainnya satuan jajaran Kodam V/Brawijaya yang sepenuhnya menjadi wewenang dan tanggung jawab Kodam V/Brawijaya. Berita acara tersebut berlaku juga sebagai tanda bukti penerimaan uang (kwitansi) bantuan dari CMNP oleh Kodam V/Brawijaya.

Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut atas administrasi dan dokumentasi yang diselenggarakan oleh Kodam V/Brawijaya, pengecekan fisik di lapangan serta konfirmasi kepada pelaksana Kodam V/Brawijaya terkait proses hibah tanah Kodam V/Brawijaya untuk keperluan pembangunan jalan tol simpang susun Waru diketahui hal-hal sebagai berikut:

a. Tanah TNI AD c.q. Kodam V/Brawijaya seluas 88.200 m2 tersebut merupakan pemberian dari Pemda Tk I Jawa Timur dengan sertifikat Hak Pakai No. 5/K Tahun 1986 atas nama Kodam V/Brawijaya. Hak Pakai tersebut diberikan selama tanah tersebut dipergunakan dalam pelaksanaan tugas-tugas Kodam V/Brawijaya (dh. Kodam VIII/Brawijaya). Gubernur KDH Tk I Jawa Timur selaku pemberi Hak Pakai memberikan disposisi pada sertifikat Hak Pakai No. 1 (asal pecahan persil) bahwa Hak Pakai yang diberikan kepada Kodam V/Brawijaya tersebut tidak boleh dialihkan dalam

84

bentuk apapun baik untuk sebagian ataupun seluruhnya kepada siapa pun tanpa izin tertulis dari Gubernur KDH Tk. I Jawa Timur.

b. Realisasi

pengadaan

tanah

cadangan

Kodam

V/Brawijaya

dan

pembangunan/perbaikan bangunan kantor dan perumahan serta fasilitas lainnya satuan jajaran Kodam V/Brawijaya yang menjadi wewenang dan tanggung jawab Kodam V/Brawijaya adalah sebagai berikut:

1) Tanah cadangan Kodam V/Brawijaya telah diadakan oleh Aslog Kasdam V/Brawijaya pada tahun 1998 atas perintah lisan Pangdam V/Brawijaya dengan lokasi di Desa Pasrepan, Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan Nota Dinas Aslog Kasdam V/Brawijaya kepada Pangdam V/Brawijaya No. B/ND/353/VI/1998/Slog tanggal 27 Juni 1998 perihal Laporan Perkembangan Pembelian Tanah di Desa Paserpan, dilaporkan bahwa pembebasan tanah telah dilaksanakan seluas 202.000 m2 dengan perincian biaya sebagai berikut: a) Harga beli tanah 202.000 m2 @Rp3.000,00 b) Bantuan Biaya Balik Nama/PPAT 50% c) Pembuatan patok 75 buah Total Biaya Dana yang diterima + bunga (Rp6.040.000,00) Kekurangan Rp 606.000.000,00 Rp Rp 7.575.000,00 1.000.000,00

Rp 614.575.000,00 Rp 546.040.000,00 Rp 68.535.000,00

Berdasarkan penelitian terhadap administrasi pengadaan tanah diketahui bahwa tanah yang diadakan terdiri dari 62 bidang dengan luas 189.690 m2 dengan harga pembelian sebesar Rp332.770.500,00. Pembebasan dilaksanakan dengan menggunakan atas nama pribadi 4 personil Kodam V/Brawijaya pada tahun 1998 yaitu Kol. Inf. Sudjarwo (Aslog Kasdam V/Brawijaya), Kol Czi Maskup (Kazidam V/Brawijaya), Letkol Djasmin Senos (Waaslog Kasdam V/Brawijaya), Mayor Czi HM Koesno (Pabandya Jaslog Kodam V/Brawijaya, dengan perincian sebagai berikut:

85

581.500 SHM 11 14 6 1 32 Akta jual beli dari 62 bidang tanah tersebut secara administrasi telah diserahterimakan tanpa syarat kepada Kodam V/Brawijaya pada tanggal 4 Maret 2002 sesuai surat pernyataan masing-masing personil tersebut bahwa penggunaan nama pribadi mereka dilakukan semata-mata untuk memudahkan proses pembebasan/peralihan demi kepentingan Kodam.000 138. namun tidak terdapat kelengkapan administrasi kegiatan pembangunan/perbaikan yang dikelola oleh Zidam V/Brawijaya. Maskup Letkol Djasmin Senos Mayor Czi. Pihak Zidam V/Brawijaya telah melakukan sertifikasi atas 62 bidang tanah tersebut.363.M.No. Hingga saat pemeriksaan berakhir tanggal 12 Agustus 2006 telah terbit sertifikat hak milik atas 32 bidang tanah tersebut.000 332. Penelitian terhadap sertifikat yang telah selesai menunjukkan bahwa 31 sertifikat tanah tersebut masih atas nama pribadi personil Kodam yang melakukan pembebasan tanah terdahulu. Hasil permintaan keterangan kepada Kol. Menurut Kazidam V/Brawijaya hal itu disebabkan karena kegiatan pembangunan/perbaikan aset Kodam tersebut bukan merupakan program Kodam V/Brawijaya dan tidak menggunakan alokasi APBN Kodam V/Brawijaya namun menggunakan dana dari 86 . Sudjarwo Kol.225 47.665 189.000 71. Maskup.500 67.060 49. Inf.770. SIP (mantan Kazidam V/Brawijaya tahun 1998) diperoleh informasi sebagai berikut: a) Kazidam V/Brawijaya tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan dan administrasi proyek pembangunan/perbaikan aset Kodam V/Brawijaya. Koesno Total Bidang 16 16 11 19 62 Luas (m2) 42. H. a) b) c) d) Pembeli Kol. 2) Pembangunan/perbaikan bangunan kantor dan perumahan serta fasilitas lainnya satuan jajaran Kodam V/Brawijaya telah dilakukan pada tahun 1998.586.690 Harga Beli (Rp) 55.240. Czi.740 50.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pekerjaan Pemb.920 m2 3. 06/BA-CMNP/IV/1998 tanggal 30 April 1998 (versi kedua) yaitu: No. Mess Perw. Keterlibatan Zidam V/Brawijaya berdasarkan perintah lisan Pangdam V/Brawijaya hanya sebatas mengawasi pelaksanaan fisik proyek tanpa dibekali dengan gambar bestek dan RAB.400 m2 1. dengan Zidam penyelesaian diperoleh staf pembangunan Kazidam tersebut kepada V/Brawijaya dan staf menanyakan proyek (rekanan) V/Brawijaya mengenai kemajuan fisik pekerjaan. Gd. Pagar Balai Kartika Vol. b) Pembayaran termin dilakukan sendiri oleh Pangdam V/Brawijaya kepada rekanan. Asrama Ki C Yon 521. secara berkala Pangdam V/Brawijaya meminta persentase Informasi informasi fisik kepada Kazidam V/Brawijaya dan mengenai rehabilitasi. c) Untuk pembayaran termin. Kantor Ketua Persit PD V/Brawijaya Pemb. Makodam V/Brawijaya Rehab. Kodam V/Brawijaya di Jkt Pemb. Kazidam V/Brawijaya tidak pernah dilibatkan dalam urusan keuangan baik mengenai dana kompensasi dari CMNP kepada Kodam V/Brawijaya maupun pembayaran dari Kodam V/Brawijaya kepada rekanan yang mengerjakan pembangunan dan rehabilitasi aset kompensasi hibah. Makodam V/Brawijaya Lt III dan IV Rehab. d) Keseluruhan kegiatan pembangunan/perbaikan bangunan kantor dan perumahan serta fasilitas lainnya satuan jajaran Kodam V/Brawijaya menurut Kazidam V/Brawijaya adalah sebagaimana yang tertuang dalam Berita Acara No. 2.pihak III. Tuban Pemb.964 m2 576 m2 73 m2 36 m2 431 m’ 87 . Kantor Yayasan Kartika Jaya Rehab.

000.490.831.000.000.000.400 m2 yang menurut pertimbangan Kazidam V/Brawijaya termasuk harga yang wajar pada saat itu (1998).00 (3) Rehab Asrama Kompi C Batalyon 521.00 521.000.00 940.456.563.00 218.8 miliar seluas 2. Namun berdasarkan dokumentasi yang ada dapat diperkirakan sebagai berikut: (1) Pembangunan Makodam V/Brawijaya diperkirakan sekitar Rp1.880.700.00 88 .e) Kazidam V/Brawijaya tidak dapat menentukan nilainya aset kompensasi tersebut secara pasti.000.300.300.019.201. (a) (b) (c) Pekerjaan Ganti keramik Gedung administrasi Penambahan ruang istirahat asisten Renovasi interior Ruang Bina Yudha Total Nilai (Rp) 78.00 43.000.000.635.00 854.228. Tuban diperkirakan senilai Rp940 juta berdasarkan salinan perincian pekerjaan tersebut (tanpa tanggal dan tidak diketahui nama rekanannya) dengan perincian sebagai berikut: No.00 72. Kazidam V/Brawijaya pernah diminta pendapatnya oleh Pangdam V/Brawijaya mengenai proposal pekerjaan pembangunan Lt III dan IV Makodam V/Brawijaya senilai Rp1.00 66.810 juta berdasarkan RAB dari proposal yang diajukan rekanan PT Budiarto Hanjoyo kepada Pangdam V/Brawijaya. (2) Rehab Gedung Makodam V/Brawijaya diperkirakan sekitar Rp218 juta berdasarkan Laporan Prakiraan RAB dari CV Hellia kepada Pangdam V/Brawijaya tanggal 18 Mei 1998 dengan perincian sebagai berikut: No.00 85. (a) (b) (c) (d) Pekerjaan Pekerjaan baru Pekerjaan Rehabilitasi Pekerjaan Sarana Sub Total Komisi Pemborong 10% Total Nilai (Rp) 289.

295.900. Kantor Yayasan Kartika Jaya di Sby Rehab.00 95. Kodam V/Brawijaya di Jkt Pemb.800.300. 1999/2000 Bappenas dengan menggunakan indeks tertinggi sesuai lokasi pekerjaan Tim Pemeriksa memperkirakan nilai pekerjaan sebagai berikut: No.00 46. Pagar Balai Kartika di Sby Total Vol 576 73 36 431 Sat m2 m2 m2 m' Indeks ((Rp) 1.747. pembangunan Kantor Yayasan Kartika Jaya di Surabaya. Rehab.300.00 94.300.252.344.000.00 46.200.00 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan perincian sebagai berikut: No.000.00 3) Berdasarkan perbandingan antara perkiraan nilai aset yang dibangun/diperbaiki dengan nilai dana kompensasi yang diterima Kodam V/Brawijaya dari CMNP maka masih terdapat kekurangan senilai Rp13. Mess Perw.00 17.800.182. dan pembangunan pagar Balai Kartika tidak diperoleh bukti tertulis untuk menilai pekerjaan tersebut. Kantor Ketua Persit PD V/Brawijaya di Sby Pemb.000.000.00 95.252.00 986.000.800.900.000.000. Namun berdasarkan standar harga satuan pekerjaan yang dikeluarkan TA. Kantor Ketua Persit PD V/Brawijaya di Sby Pemb. a) b) c) d) e) f) g) h) Uraian Pekerjaan Pengadaan Tanah Pembangunan Lt III dan IV Gedung Makodam V/Brw Rehab Asrama Kompi C Batalyon 521 Rehab Gedung Makodam V/Brw Pemb.00 89 .(4) Pekerjaan lainnya berupa pembangunan mess perwakilan Kodam V/Brawijaya di Jakarta.000.00 748. Kodam V/Brawijaya di Jkt Pemb.344.000.00 940. (a) (b) (c) (d) Pekerjaan Pemb.019.000. Pagar Balai Kartika di Sby Total Penerimaan Dana Kompensasi Kekurangan Nilai (Rp) 341.000.500. Mess Perw.640.00 218.00 94.00 13.300.200.000.800.810.000. Kantor Yayasan Kartika Jaya di Sby Rehab.00 1.800.00 1.00 Nilai (Rp) 748.000.682.000.00 4.000.682.201.000.00 222. Kantor Ketua Persit PD V/Brawijaya di Surabaya.345.00 1.000.

Kesepakatan antara CMNP dan Kodam V/Brawijaya telah dilaporkan Pangdam V/Brawijaya kepada komando atas dalam suratnya kepada Kasad No. e. Selain itu terdapat gugatan dari masyarakat a. B/982-04/25/274/Set tanggal 9 Oktober 1998 memerintahkan kepada Pangdam V/Brawijaya untuk memproses kelengkapan administrasi dalam rangka rencana hibah tanah Kodam kepada Ditjen Bina Marga. Atas pengajuan tersebut Kasad dalam suratnya No. Abu Subiran selaku penggugat dari PT CMNP yang selanjutnya masih dalam proses banding. perkara dimenangkan oleh Sdr. B/03/I/2006 tanggal 3 Januari 2006. d. Pengecekan fisik pada lokasi proyek pembangunan jalan tol simpang susun Waru pada tanggal 1 Agustus 2006 menunjukkan bahwa di atas tanah Kodam V/Brawijaya tersebut telah dibangun jalan tol dimaksud dan dinyatakan sebagai tanah negara c. Farug Asegaf. Departemen Pekerjaan Umum. Karena proses hibah tersebut telah terhenti lama (8 tahun) maka Pihak Kodam V/Brawijaya mengajukan kembali permohonan persetujuan kepada Kasad sesuai surat Pangdam V/Brawijaya kepada Kasad No. Abu Subiran yang menuntut melalui kuasa hukumnya Sdr.SBY tanggal 25 Agustus 2005. Perintah ini ditindaklanjuti dengan pengurusan rekomendasi dari Kanwil Anggaran sebagai salah satu syarat administrasi hibah tersebut sesuai surat Pangdam V/Brawijaya kepada Kanwil Anggaran No.q. Hingga saat pemeriksaan berakhir proses hibah tersebut terhenti karena rekomendasi dari Kanwil Anggaran Jawa Timur belum terbit. mendahului persetujuan secara berjenjang hingga Menteri keuangan dan berindikasi merugikan negara minimal senilai 90 .G/2004/PN. Sesuai dengan hasil putusan PN Surabaya No. SH atas lahan no.117 m2 yang termasuk dalam lahan yang dihibahkan Kodam V/Brawijaya kepada CMNP. B/294/IV/1998 tanggal 30 April 1998 tentang kompensasi tanah hak pakai Kodam V/Brawijaya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses hibah tanah Kodam V/Brawijaya tidak sesuai ketentuan. 436/Pdt. B/15/I/1999 tanggal 6 Januari 1999.n. 446 persil 28 S-II seluas 10.c.

hak atas tanah. Peraturan Presiden No. pemukiman kembali. b) Huruf b.252. b) Huruf b. pada : 1) Bab II mengenai Pokok-pokok Kebijakan Pengadaan Tanah pada Pasal 2 ayat 2 yang menyatakan pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan kepentingan umum oleh pemerintah dilaksanakan dengan cara pelepasan atau penyerahan hak atas tanah. e) Huruf e.344. Keputusan Presiden No. 91 . gabungan dari dua atau lebih untuk ganti kerugian sebagaimana dimaksud dalam huruf a. 55 Tahun 1993 tanggal 17 Juni 1993 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. b) Huruf b. uang.Rp13. benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah. d) Huruf d. dari dana kompensasi yang tidak dapat Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. tanah pengganti.00 dipertanggungjawabkan. d) Huruf d. c) Huruf c.200. 3) Pasal 13 menyatakan bentuk ganti kerugian dapat berupa : a) Huruf a. bentuk lain yang disetujui pihak-pihak yang bersangkutan. b. bangunan. pencabutan hak atas tanah. c) Huruf c. tanaman. huruf b dan huruf c. 2) Pasal 12 menyatakan ganti kerugian dalam rangka pengadaan tanah diberikan untuk : a) Huruf a. pelepasan atau penyerahan hak atas tanah. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Bab II tentang Pengadaan Tanah pada Pasal 2 yang menyatakan : 1) Angka (1) Pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilaksanakan dengan cara : a) Huruf a.

Hibah barang milik/kekayaan negara dilakukan dengan pertimbangan kemanusiaan. b) Huruf b. dan Organisasi kemanusiaan. atau cara lain yang disepakati secara suka rela oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Barang milik/kekayaan negara hanya dapat untuk kepentingan sosial.2) Angka (2) Pengadaan tanah selain bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan dengan cara jual beli. c) Huruf c. Lampiran Keputusan Menteri 20 Keuangan September Republik 1994 Indonesia Tata No. (5) Angka 5) Tidak mengganggu kelancaran tugas-tugas pelayanan umum pemerintah. Umum a) Huruf a. Hibah barang milik/kekayaan negara hanya diperuntukkan bagi : (1) Angka 1) Lembaga Sosial. tukar menukar. (2) Angka 2) Bukan merupakan barang vital bagi negara. 92 . Cara 470/KMK.01/1994 tanggal tentang Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik/Kekayaan Negara pada Bab IV Tindak Lanjut Penghapusan. (3) Angka 3) Bukan merupakan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. (2) Angka 2) Instansi Pemerintah atau Pemerintah Daerah. 2) Angka 2. Lembaga Keagamaan. (4) Angka 4) Tidak bermanfaat dan tidak dibutuhkan lagi oleh instansi pemerintah yang bersangkutan atau instansi pemerintah lainnya. c. Bagian Kedua tentang Hibah/disumbangkan menyatakan : 1) Angka 1. Pelaksanaan Hibah dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a) Huruf a. keagamaan serta dihibahkan/disumbangkan setelah mendapatkan keputusan/persetujuan tertulis dari Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan. Hibah harus memenuhi syarat sebagai berikut : (1) Angka 1) Bukan merupakan barang rahasia negara.

b) Huruf b. Hal tersebut mengakibatkan : a. (2) Angka 2) Usul/permohonan tersebut diteliti dan dikaji secara mendalam oleh Menteri Keuangan.344. Kodam V/Brawijaya dalam bentuk pembangunan/perbaikan aset satuan Jajaran Kodam V/Brawijaya Atas temuan tersebut pelaksana memberikan tanggapan bahwa TNI AD tidak menyetujui proses hibah tanah seluas 8. Direktur Jenderal Anggaran. (4) Angka 4) Izin prinsip dari Menteri Keuangan dapat diterbitkan setelah mendapat persetujuan Presiden. Kodam V/Brawijaya tidak sesuai ketentuan dan tidak merealisasikan seluruh dana kompensasi hibah untuk kepentingan negara c.00 dari dana kompensasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.q. d) Huruf d. Tembusan Surat Keputusan Penghapusan Barang tersebut disampaikan kepada Menteri Keuangan c.200. c) Huruf c.q. Dalam hal barang yang dihibahkan/disumbangkan tersebut berupa tanah. Hal tersebut terjadi karena adanya unsur kesengajaan Pangdam V/Brawijaya (periode 1997 s. 1998) untuk melakukan hibah tanah TNI AD c. maka usul tersebut dapat diajukan kepada Presiden untuk mendapat persetujuan terlebih dahulu.252. Barang yang telah dihibahkan/disumbangkan tersebut selanjutnya dihapus dari daftar inventarisasi dengan Surat Keputusan Penghapusan Barang (SKPB) yang ditetapkan oleh Pebin. b. (3) Angka 3) Apabila usul tersebut memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.d.8 Ha untuk pembangunan Jalan Tol 93 .q. maka pelaksanaannya diatur sebagai berikut : (1) Angka 1) Menteri/Ketua Lembaga mengajukan usul/permohonan kepada Menteri Keuangan. Jalan tol yang sudah selesai belum dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Potensi kerugian negara minimal senilai Rp13.

q. Menanggal Kec.011/1983 tanggal 31 Mei 1983 tentang Izin persetujuan penukaran tanah/bangunan Kodam V/Jaya di Pesing Tangerang dan Kebonpala. BPK RI menyarankan agar Menteri Pertahanan RI/Panglima TNI memproses secara hukum Panglima Kodam V/Brawijaya (periode 1997 s.Simpang Susun Waru Surabaya sesuai ST Kasad No. Ruilslag tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Menteri Pertahanan kepada Menteri Keuangan Nomor B/1073/04/2/326/Slog tanggal 14 Maret 1983 dan Surat Menteri Keuangan RI Nomor S. ST/827-1/2006 tanggal 16 Juni 2006 tentang pemindahtanganan aset negara c. 4. Kodam V/Brw di Kel. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya telah terjadi proses atau usaha penjualan tanah negara secara cicilan yang terselubung dengan formal administrasi ruilslag atau tukar menukar tanah dan bangunan. Hasil pemeriksaan administrasi ruilslag diperoleh informasi: 1) Surat Kepala Staf a. Gumurah Pesing Jl.q. Panglima Kodam Jaya kepada Kepala Staf Angkatan Darat No.512/MK.00 a. 1998) atas indikasi tindak pidana korupsi pada proses hibah tanah TNI AD c. Daan Mogot Jakarta Barat. Kodam V/Brawijaya seluas 8.q. Daan Mogot Jakarta Barat Ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c.025.00 dari PT Mercu Buana untuk membangun aset pengganti. Pelaksanaan ruilslag di lingkungan TNI AD tidak sesuai ketentuan dan penilaian aset berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp168.8 Ha untuk pembangunan Jalan Tol Simpang Susun Waru Surabaya.8 Ha agar ditindaklanjuti ulang dengan proses ruilslag.q. Kodam Jaya dengan PT Mercu Buana Raya Contractors adalah Tanah dan Bangunan yang terletak di Jl.052.000.325. TNI AD c. 94 . pihak Kodam Jaya menerima dana sebesar Rp1. B/226-4/III/1993 tanggal 22 Maret 1993 diketahui bahwa: a) Pada tahun 1978 sampai dengan 1983.n.d.000.565. Wonocolo Kota Surabaya seluas 8.

00 yaitu: Rp. Hasil Penilaian Tim BPK RI atas aset yang dipertukarkan diketahui bahwa: 1) Tanah a) Aset Tanah TNI AD yang dilepas dihitung lebih rendah dari seharusnya (mark down) sebesar Rp106.200.00 – Rp41.q. 2) Surat Kasad No. Daan Mogot.200.730. Proses ruilslag Tanah dan Bangunan Dephankam/ABRI c. Atas dasar tersebut di atas.147.780. Kodam Jaya dengan PT Mercu Buana melakukan koordinasi untuk menyelesaikan ruilslag dengan memperhitungkan persentase penyelesaian yang telah diberikan PT Mercu Buana.000.00.000.121. 3) Surat Perjanjian Tukar Menukar antara TNI AD c.q.00. 2) Surat Perintah Kasad Kepada Pangdam Jaya Nomor Sprin/255/II/1996 tanggal 8 Februari 1996. b) Renlak yang diajukan Kasad atas perhitungan Kodam Jaya apabila terdapat selisih nilai maka selisihnya akan masuk ke Kas Negara. 95 . Jakarta Barat yang isinya menyatakan bahwa: a) Penilaian panitia Interdep tahun 1984 tidak dapat dijadikan pedoman. TNI AD Kodam Jaya Gumurah Pesing di Jl. Hasil pemeriksaan fisik atas pelaksanaan ruilslag oleh Tim BPK pada tanggal 24-28 Juli 2006 diperoleh informasi bahwa proses pelaksanaan ruilslag dilaksanakan bukan oleh PT Mercu Buana.883. Skep/11523/XI/1995 tanggal 28 November 1995. Daan Mogot Jakarta dengan Tanah dan Bangunan Serta Prasarana dari PT Mercu Buana yang dimulai sejak Tahun 1983 tersebut diproses ulang dan diterbitkan dasar pelaksanaan ruilslag yang baru yaitu: 1) Surat Keputusan Departemen Pertahanan Keamanan RI No.000.000.901. Selanjutnya Waka Zidam Jaya menjelaskan bahwa pelaksanaan ruilslag ini telah dialihkan sejak tahun 2003 kepada investor lain dengan tetap menggunakan nama PT Mercu Buana.b) Perhitungan Tim Interdep Tahun 1984 atas aset yang dilepas adalah Rp5.000. R/33-04/2/727/Set tanggal 29 Januari 1994 perihal kelanjutan proses ruilslag Gumurah Kodam Jaya Pesing Jl. Kodam Jaya dengan PT Mercu Buana Nomor SPTM/024/X/1997 tanggal 16 Oktober 1997.

165.200.343. Puslatpur Rindam III/Slw Puslatpur di Desa Cipining.00 dan mark up aset pengganti sebesar Rp18. Desa Curug Bitung. pihak Kodam Jaya atau TNI AD tidak melaksanakan penghitungan kembali aset pengganti yang telah dikerjakan PT Mercu Buana dan Aset yang akan dilepas berdasarkan harga yang berlaku pada saat take over.625. 2) Kerugian negara yang ditimbulkan atas pelaksanaan ruilslag tersebut minimal sebesar Rp124.343.Rp4. dan Pasir Kecapi Kabupaten Lebak Propinsi Banten.980.625.132.165. Curug Bitung. 2) Bangunan Penilaian bangunan antara aset pengganti dengan aset yang dilepas belum menggunakan standar penilaian yang sama. Sehingga antara aset yang dilepas dengan aset pengganti dinilai dengan standar harga yang berbeda. Kodam III/Siliwangi dengan PT Mandirinusa Grahaperkasa adalah Tanah di Desa Cipining. b. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1) Adanya upaya penjualan aset negara secara terselubung kepada pihak III sejak tahun 1978 dengan modus pengajuan ruilslag yang prosedur dan penilaian asetnya cenderung merugikan negara.q.625.000. Terkait dengan pelaksanaan take over ruilslag oleh developer lain dari PT Mercu Buana. Penilaian cenderung menggunakan standar yang lebih kecil untuk bangunan yang dilepas dan menggunakan standar yang lebih besar untuk bangunan pengganti.00.788.00 .00.00 yaitu mark down aset yang dilepas sebesar Rp106.00 yaitu: Rp23.b) Aset Tanah pengganti yang diberikan Developer dihitung lebih tinggi dari seharusnya (mark up) sebesar Rp18.145.464. Banten Ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c.365. Proses lelang atas kegiatan ruilslag tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Kasad Nomor : B/11-04/25/179/Set tanggal 8 Januari 1997 tentang Izin 96 .625. dan Desa Pasir Kecapi Kabupaten Lebak.121.000.

2) Proses ruilslag tersebut telah dilaksanakan tanpa adanya persetujuan dari Menteri Keuangan dan tidak berdasarkan penilaian dan penaksiran harga yang ditetapkan oleh Tim Interdep. 97 . Hasil pemeriksaan administrasi ruilslag diperoleh informasi: 1) Penyerahan hasil ruilslag Berita Acara Nomor 002/MNGP/BA/- SLW/VII/97 tanggal 2 Juli 1997 menyatakan bahwa pihak developer telah menyerahkan Bangunan Tribun dan Tanah Pengganti seluas ± 1. Kasad mengajukan rencana tukar menukar tersebut kepada Panglima TNI berdasarkan Surat Nomor : B/809-04/25/179/Set tanggal 31 Juli 2001. Selanjutnya. Hasil pemeriksaan lebih lanjut.000 Ha.000.Prinsip Tukar Menukar Tanah TNI AD Puslatpur Rindam III/Slw di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak.480. Berita Acara Hasil Pelelangan Ruilsalg Nomor : BA/08/Maja/III/1997 tanggal 13 Maret 1997 menetapkan PT Mandirinusa Grahaperkasa.929. 3) Dirjen Ranahan Dephan membentuk Panitia Penaksir Interdep yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Dirjen Ranahan Dephan No. diketahui bahwa: 1) Permohonan persetujuan tukar menukar tanah tersebut diajukan kembali secara berjenjang oleh Pangdam III/Slw kepada Kasad berdasarkan Surat Nomor : B/489/04/01/Set tanggal 28 Mei 2001 yang antara lain menyatakan bahwa aset yang dilepas senilai Rp31.00.981.6/2005 tanggal 16 Mei 2005. pihak Kodam III/Slw membuat perjanjian ruilslag dengan pemenang lelang dengan Surat Perjanjian Pendahuluan Tukar Menukar Nomor SPTM/B/69/II/1997 tanggal 22 Februari 1997. Atas dasar tersebut.939.00 sedangkan aset pengganti senilai Rp31.687. 2) Permohonan tukar menukar tersebut telah diajukan secara berjenjang kepada Menteri Keuangan berdasarkan Surat Panglima TNI Nomor : B/767-09/02/5/Slog tanggal 15 Maret 2004 dan Surat Menteri Pertahanan Nomor : B/1020/04/2/537/DJ-RANA tanggal 13 April 2005 dan telah disetujui Menteri Keuangan pada tanggal 16 Mei 2005 sesuai Surat Nomor : S-2715/MK.

Hasil penilaian dan penaksiran Tim Interdep dituangkan dalam Berita Acara tertanggal 31 Juni 2005 menunjukkan hal-hal berikut : a) Taksiran harga tanah yang dilepas di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak sebesar Rp36.00.000.998. dalam Surat 4) Menhan menyetujui rencana tukar menukar tersebut Keputusan Menhankam No.000.371.00 = Rp 125.339. c) Taksiran harga bangunan.000.00 = Rp 799. b) Taksiran harga tanah yang akan diterima di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang sebesar Rp29.500.172.00 = Rp2.00.320.421.564. dan prasarana yang akan diterima sebesar Rp7.000.700.n.000.232.195.00.Skep/263/VI/2005 tanggal 13 Juni 2005.00 = Rp 125.000. 6) Kazidam III/Slw membuat Surat Perjanjian Tukar Menukar (STM) antara Kodam II/Slw dengan PT Mandirinusa Grahaperkasa Nomor : SPTM/5/MAJA/XI/2005 tanggal 23 November 2005 yang antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan pengadaan aset pengganti tanah sampai sertifikat a. sarana. Skep/624/M/VII/2005 tanggal 27 Juli 2005 yang antara lain menyatakan bahwa kegiatan penyediaan aset pengganti harus sudah dimulai selambat-lambatnya enam bulan sejak tanggal ditetapkan Skep tersebut dan diselesaikan selambat-lambatnya dalam waktu 12 bulan.00 = Rp 428.00 = Rp 31. 5) Berdasarkan Skep Menhan tersebut.174.20 = Rp = Rp 84. Dephan/TNI c.234.q.00 14.670.000.668. TNI AD Kodam III/Slw dan bangunan serta sarana dan prasarananya harus selesai paling lama 12 98 .20 yang terdiri dari (1) Pembuatan tribun (2) Pembuatan lap parade & defile Pekerjaan landscaping (3) Pekerjaan halaman (4) Pekerjaan drainase (5) Pekerjaan mekanikal elektrikal (6) Pipa PVC 6” lengkap assesoris (7) Monumen patung olah raga (8) Monumen patung siliwangi = Rp4.944.200.802.720. secara berjenjang dari Panglima TNI sampai dengan Pangdam III/Slw memerintahkan ke jenjang di bawahnya untuk melaksanakan tukar menukar tersebut.250.863.083.

040 m2 yang terbagi menjadi 3 sertifikat yaitu Sertifikat Hak Pakai Nomor 0001/Desa Rancapinang seluas 3. TNI AD Kodam III/Slw dengan hasil seluas 10.415. maka masih terdapat kekurangan tanah yang harus diterima seluas 179.001. 2) Pada bulan Mei 2006.10.q. tanah tersebut telah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten untuk proses sertifikasi atas nama Dephan/TNI c.040 m2).180. 7) Dalam pelaksanaan pengadaan aset pengganti.880.001. Panitia Penilik belum dibentuk oleh Departemen Pertahanan.360 m2. Hasil pengukuran ini menjadi dasar penilaian Tim Interdep dan telah menjadi ketetapan luas dalam Berita Acara Interdep. 9) Sampai saat pemeriksaan tanggal 15 September 2006. Sertifikat Hak Pakai Nomor 0001/Desa Cibadak seluas 3.770 m2.881 m2.704. 8) Pelaksanaan pengadaan hasil ruilslag telah dilaporkan selesai oleh Kepala Zeni Kodam III/Slw kepada Pangdam III/Slw berdasarkan Surat Nomor : B/393/VI/2006 tanggal 30 Juni 2006. dan Sertifikat Hak Pakai Nomor 0001/Desa Tugu seluas 2. Berdasarkan hal tersebut.180.881 m2 .bulan sejak ditetapkan Skep Menhan Nomor : 624/M/VII/2005 tanggal 27 Juli 2005 yaitu tanggal 27 Juli 2006.841 m2 (10.1/Ruilslag/Maja/III/2006 tanggal 3 April 2006 tentang Penambahan waktu pengadaan tanah di Kecamatan Cimanggu Kab. prasarana lapangan parade dan defile di Kompleks Mabigrif 15/Kujang II di Kebon Rumput Cimahi yang antara lain menyatakan bahwa pekerjaan akan diserahkan untuk yang pertama kalinya tanggal 22 Juni 2006. Pandeglang dan pembangunan sarana.910 m2. Hasil pemeriksaan atas tanah yang akan diterima di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten menunjukkan hal-hal berikut : 1) Tanah di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang akan diterima telah dilakukan pengukuran oleh Topdam III/Slw pada tahun 1997 dengan hasil luas 10. 99 . PT Mandirinusa Grahaperkasa telah melakukan addendum penambahan waktu pelaksanaan yaitu Addendum Nomor SPP/5a.

360 2.3) Pelaksanaan pengadaan aset pengganti telah dilaporkan selesai oleh Kepala Zeni Kodam III/Slw dan Panitia Pemeriksa dan Penilai Akhir Kodam III/Slw pada tanggal 13 Juli 2006.078 yang dikeluarkan oleh BPN Kanwil Provinsi Banten pada tanggal 9 Mei 2006 menunjukkan bahwa di dalam tanah yang telah mempunyai Sertifikat Hak Pakai tersebut ternyata terdapat tanah berstatus hak milik perorangan dan kampung-kampung penduduk yang belum dibebaskan tanahnya untuk kepentingan Negara.630 - b) Desa Cibadak Desa Cibadak Desa Cibadak Kampung Handayan 3.050 2.415.930 6.202.646.910 1.760 809.760 809.836.744.2-12.770 791.880.860 1.704.960 3. Hal tersebut menunjukkan bahwa Kepala Zeni Kodam III/Slw dan Panitia Pemeriksa dan Penilai Akhir Kodam III/Slw tidak cermat dalam melaporkan ruilslag sehingga masih terdapat kekurangan tanah namun dilaporkan sudah selesai.860 1.490 - c) Desa Tugu Desa Tugu Desa Tugu 2.213.952. 4) PT Mandirinusa Grahaperkasa bersedia untuk melengkapi kekurangan tanah yang harus diserahkan seluas 179.390 2.841 m2 paling lambat 27 November 2006 sesuai dengan Addendum Surat Perjanjian Pendahuluan untuk tukar menukar aset tentang Perubahan luas tanah aset pengganti hasil ruilslag TNI AD di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten tanggal 27 Juli 2006.415. padahal berdasarkan hasil penyertifikatan oleh BPN Provinsi Banten masih terdapat kekurangan tanah yang harus diterima seluas 179. Lembar : 48.910 1.080 19.202. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut : No Tanah Peta Bidang Tanah Luas Sebenarnya a) Desa Rancapinang Desa Rancapinang Desa Rancapinang Kampung Sukamaju Kampung Sindang Kampung Mandur 3.841 m2.600 2.600 2.090 791. 5) Peta Bidang Tanah Pemetaan Keliling Batas Lokasi Latihan Kodam III/Slw Kecamatan Cimanggu No.952.680 3.490 136.213.630 31.836.050 100 .

744.040 Kondisi Fisik 3.390 m2).040 m2 – 9.390 m2. dan Desa Tugu seluas 2.806.212.910 10.646.310 4. dan Desa Tugu Kecamatan Cimanggu adalah tanah negara bebas (bekas tanah garapan masyarakat).415.806. b) Jumlah seluruhnya luas tanah yang dimohon haknya berdasarkan Peta Bidang Tanah Nomor 1/2006 tanggal 9 Mei 2006 adalah sebesar 9.090 m2.221. d) Tanah tersebut saat ini dalam proses permohonan Hak Pakai.No Tanah Peta Bidang Tanah Luas Sebenarnya Jumlah 10.415.360 3.827 1.001.704.390 3.1 – 233 – 2006 tanggal 12 September 2006 antara lain menyatakan bahwa : a) Status bidang tanah yang dimohon haknya oleh Dephan yang terletak di Desa Rancapinang. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dapat disimpulkan : 1) Komposisi tanah yang akan diterima Kodam III/Slw mengalami perubahan sebagai berikut : No a) b) c) Tanah Desa Rancapinang Desa Cibadak Desa Tugu Jumlah BA Interdep 4. Desa Cibadak seluas 3.881 Sertifikat Hak Pakai 3.090 2.910 9.390 Berdasarkan tabel tersebut maka terdapat kekurangan tanah sebanyak 194.772.415.040 9.910 m2.186.806.646.650 m2 (10. Pandeglang Nomor : 520.806.180.880.001. 7) Hasil konfirmasi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang yang dinyatakan dalam Surat Kepala Kantor Pertanahan Kab.744.390 101 . 6) Kondisi yang tertuang dalam Peta Bidang Tanah No. c) Peruntukan tanah tersebut akan dipergunakan untuk Pembangunan Lapangan Pelatihan Militer Kodam III/Slw.390 m2 yang terdiri dari Desa Rancapinang seluas 3.001. Desa Cibadak.744 10.078 sesuai dengan kondisi di lapangan yang terjadi pada saat pemeriksaan fisik oleh Tim BPK-RI pada tanggal 26 Agustus 2006.770 2. Lembar : 48.

650 m2 yang disebabkan adanya tanah pihak lain yang berada dalam tanah yang telah bersertifikat Hak Pakai Dephan/TNI c. Rajawali No. 57 Surabaya. TNI AD Gudang Kesdam V/Brawijaya dan Asrama Koterm A Jl. 57 Surabaya dan Tanah. Rajawali No.00.q.q Kodam V/Brawijaya dengan PT Surya Inti Permata adalah Tanah dan Bangunan yang terletak di Jl. 57 Surabaya yang saat itu masih digunakan sebagai Asrama Koterm “A” serta Gudang Kesdam V/Brawijaya. b) Taksiran harga tanah yang akan diterima di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang dinilai terlalu tinggi sebesar Rp20. TNI AD Kodam III/Slw. S.310. b) Kekurangan tanah seluas 194.491 m2 yang terdiri dari : a) Kekurangan tanah seluas 179. Bangunan serta Prasarana Penukarnya dari PT Surya Inti Pratama diketahui bahwa: 102 .367.841 m2 yang disebabkan perbedaan pengukuran antara Topdam III/Slw pada tahun 1997 dengan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten pada bulan Mei 2006. yaitu: a) Taksiran harga tanah yang dilepas di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak dinilai terlalu rendah sebesar Rp1.5470/A/54/1996 tanggal 22 November 1996 dan Surat Keputusan Menhankam RI No.800.2) Terdapat kekurangan tanah seluas 374. 3) Penilaian aset yang diruilslag cenderung merugikan negara.000.238. Skep/104/I/1997 tanggal 31 Januari 1997 tentang persetujuan Ruilslag tanah/bangunan TNI AD Gudang Kesdam V/Brawijaya dan Asrama Koterm A di Jl.q. Rajawali No. Asrama Koterm “A” Gudang Kesdam Kodam V/Brawijaya di Jalan Rajawali No. Hasil pemeriksaan Berita Acara tanggal 8 Januari 1997 tentang Penilaian dan Penaksiran Harga Tanah dan Bangunan Dephankam/ABRI c. Ruilslag tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Menteri Keuangan No. 57 Surabaya Ruilslag Tanah dan Bangunan TNI AD c.524.00. c.

440.00 per meter. Sidoarjo adalah 17. NJOP tanah yang dipertukarkan dalam ruilslag tersebut berkisar antara Rp36.00 dengan perincian sebagai berikut: a) Tanah di Ketajen seluas 17.000.00 Hasil pemeriksaan atas pelaksanaan ruilslag tersebut dapat disimpulkan bahwa: 1) Proses penghitungan aset yang akan dipertukarkan cenderung berpotensi merugikan negara. Gedangan.00 2) Nilai Tanah aset tanah pengganti adalah: a) Tanah seluas 17.039. menurut Surat Camat Gedangan kepada Zidam V/Brawijaya No. yaitu nilai aset pengganti dinilai terlalu tinggi sebesar Rp15.000.000. Surabaya dinilai Rp290.000.122 m2 x Rp20.988.000 m2 di Desa Balasklumprik. Sidoarjo seluas 100.00. Sidoarjo dinilai Rp20. Selisih penilaian aset tanah menurut Tim Penilai aset dengan Tim BPK RI adalah Rp1.000.235.000.00.468.122 m2 dinilai dengan menggunakan dasar harga sebesar Rp114.000.00 s.00.961. 590/617/404.000. Rp40. Sehingga nilai tanah di Desa Ketajen kecamatan Gedangan.908. Dengan demikian.000.195 m2 di Desa Sawotratap.000.951. Gedangan.4/1996 tanggal 2 Agustus 1996 tentang informasi harga dasar tanah dan harga pasar di Desa Ketajen dan Desa Sawotratap diperoleh informasi bahwa harga tanah di Desa Ketajen berkisar antara Rp20. Hasil konfirmasi Tim 103 .000. Rp20.00 b) Tanah seluas 20.200.195 m2 dinilai dengan harga Rp200.00 s. b) Tanah di desa Sawotratap.00. menurut Tim BPK RI harga yang paling menguntungkan negara adalah jika atas tanah tersebut dinilai dengan harga NJOP Rp20.000.000.94.d.00 per meter.000.00.00=Rp342.000. 57 Surabaya dinilai sebesar Rp26. Rajawali No.000.000. c) Tanah seluas 100.000 m2 di Jl.609.122 m2 di Desa Ketajen Sidoarjo dinilai Rp1. Selain itu. Hasil konfirmasi dengan KP PBB Sidoarjo diketahui bahwa pada Tahun 1996.d.00.1) Nilai Tanah TNI AD seluas 28.

Hal ini diketahui dari Akta tentang Pelepasan Hak pada tahun 16 Juni 1997 atas tanah TNI AD di Jl.BPK RI pada Kantor Pelayanan PBB di Kabupaten Sidoarjo diperoleh informasi bahwa harga NJOP pada tahun 1996 atas tanah di sekitar tanah tersebut berkisar antara Rp48.520.00. 3) Terdapat aset pengganti yang diperoleh bukan dari Pihak Developer. Rp64. 590/617/404.000 m2 x Rp64. Dengan demikian. Kecamatan Gedangan.195 m2 x Rp64. maka nilai aset pengganti tanah adalah 100.00.000.000. Selain itu.00 s.00 (rata-rata harga NJOP di sekitar aset tanah pengganti dan tidak jauh di atas harga pasaran tanah setempat). dan Rp82.00.000. Sidoarjo adalah 100.00= Rp6. Rp50.00. Sidoarjo adalah tanah seluas 100.000.00. Sehingga nilai tanah di Desa Sawotratap.000.000.4/1996 tanggal 2 Agustus 1996 tentang informasi harga dasar tanah dan harga pasar di Desa Ketajen dan Desa Sawotratap diperoleh informasi bahwa harga tanah di Desa Sawotratap berkisar antara Rp30.00=Rp6.d.000.000. Selisih penilaian aset tanah menurut Tim Penilai aset dengan Tim BPK RI adalah Rp13. 57 Surabaya kepada PT Surya Inti Permata yang diketahui bahwa penyerahan tersebut dilaksanakan sebelum kewajiban Developer untuk menyiapkan aset pengganti selesai 100%.400.94. 2) Pelepasan hak tanah sebelum aset pengganti selesai dibangun dan diserahkan ke TNI AD.412. menurut Tim BPK RI harga yang paling menguntungkan negara adalah jika atas tanah tersebut dinilai dengan harga NJOP Rp64. menurut Surat Camat Gedangan kepada Zidam V/Brawijaya No.000. Hasil pemeriksaan atas daftar inventaris tanah TNI AD di lingkungan Kodam V/Brawijaya TA. 2005 diketahui bahwa terdapat 2 bidang tanah yang dijadikan sebagai aset pengganti oleh Developer merupakan aset- 104 .626. Rajawali No.195 m2.000.00 Karena aset yang diserahkan di Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan.000.480.000.00.

550 m2 no. 81 S III 2.05/1996 15 Februari 1996 b) Aset pengganti berupa tanah seluas 17.91. Wiyung.91.05/1996 15 Februari 1996 593/08/402./Tgl (1) P.535 m2 No.844 m2 6. Berdasarkan tata naskah (takah) ruilslag diperoleh data-data akta tentang pelepasan hak atas tanah dari beberapa bekas pemilik tanah di Kelurahan Balasklumprik.91. 105 . Surabaya kepada Kolonel Murhadi yang saat itu menjabat sebagai Kazidam V/Brawijaya untuk mewakili TNI AD membeli atau mengadakan tanah untuk Kodam V/Brawijaya atas perintah Panglima Kodam V/Brawijaya saat itu dengan Sprin No. 81 2. Data-data akta pelepasan hak tersebut.q. 81 593/03/402.020 m2 di Kelurahan Ketajen Kecamatan Gedangan Sidoarjo.550 m2 no.05/1996 15 Februari 1996 593/04/402. CV. 81 S III 3. Kodam V/Brawijaya di Desa Balasklumprik seluas 20.91. Kec. CV.aset yang sumbernya dari pengadaan Kodam V/Brawijaya dan penyerahan Pemda. 81 S III 2.105 m2 no. Suwarjo Dir. yaitu: No Nama Pemilik Lama Luas Sat Persil Akta Pelepasan No.000 m2.000 m2 di Kelurahan Balasklumprik Kecamatan Wiyungan.05/1996 15 Februari 1996 593/07/402. 81 S III 4. Panca Karya (3) Mulani Petani (4) Kartiman Petani (5) Wagiman Petani (6) Suradi Petani Jumlah 21. yaitu: a) Aset pengganti berupa tanah seluas 20. 2005 merupakan hasil dari penyerahan pemda dan bukan dari pihak developer.880 m2 no.05/1996 15 Februari 1996 593/06/402.224 m2 No.05/1996 15 Februari 1996 593/05/402. Suwarjo Dir. Berdasarkan daftar inventaris tanah dan bangunan Kodam V/Brawijaya TA.91. Sprin/1935/XII/1995 tanggal 11 Desember 1995 tentang bertindak atas nama Pangdam V/Brawijaya dalam pengurusan administrasi pengadaan tanah bagi TNI AD c. Panca Karya (2) P.91.

B/212/III/1984 tanggal 21 Maret 1984 untuk mengadakan ruilslag atas tanah seluas 25 Ha dari luas seluruhnya 359. pembangunan Gedung Serba Guna dan pemagaran dan pembuatan patok-patok tanda batas tanah TNI AD pada lokasi Gunungsari tersebut. Pangdam V/Brawijaya (dh. Tanah TNI AD di Gunungsari Kodam V/Brawijaya. Aset pengganti berupa tanah di Desa Sawotratap merupakan hak pakai untuk asrama Koterm “A”.9 Ha di Gunungsari Surabaya yang terdaftar dalam IKN Kodam VIII/Brawijaya tahun 1984. Pangdam V/Brawijaya menindaklanjuti dengan menghibahkan 128. Permohonan tersebut pada prinsipnya disetujui oleh Kasad sesuai surat Kasad No. Selanjutnya Kasad mengajukan permohonan izin kepada Pangab untuk menghibahkan 128. Hak tersebut berlaku selama tanah tersebut digunakan untuk kepentingan tersebut.VIII/Brawijaya) mengajukan permohonan izin prinsip sesuai suratnya kepada Kasad No. B/2039-04/2/489/Set tanggal 18 Desember 1984.9 Ha dan ditukar dengan pembangunan perumahan Kodam VIII/Brawijaya. Kodam V/Brawijaya memiliki tanah seluas 359.5 Ha tanah TNI AD di Gunungsari Surabaya kepada Puskopaddam untuk penyediaan KPR/BTN Prajurit sesuai dengan surat Kasad No. tanah tersebut disewakan untuk pertanian/tegalan kepada masyarakat tanpa ada perjanjian tertulis dan persetujuan dari Menkeu serta hasil sewa tidak disetor ke Kas Negara. B/1384-04/2/489/Set tanggal 7 September 1984 dengan pembagian sebagai berikut 128.5 Ha tanah TNI AD di Gunungsari tersebut kepada Puskoppaddam V/Brawijaya berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Brawijaya No. Untuk mencegah berkembangnya pengokupasian oleh penduduk di sekitar lahan tersebut. 206. Skep/262/XII/85 tanggal 23 Desember 1985. Berdasarkan hasil pengujian fisik. d. Surabaya TNI AD c. 106 .0 Ha untuk lokasi KPR BTN.4) Terdapat aset pengganti belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya.9 Ha untuk lokasi perumahan dinas dan 25 Ha untuk diruilslag.q.

423. TNI AD Kodam V/Brawijaya untuk dipergunakan perumahan bagi anggota ABRI yang ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Panglima ABRI kepada Kasad No. Dalam surat tersebut Pangdam V/Brawijaya mengusulkan pola pembangunan KPR Prajurit secara swakelola oleh Puskoppad dengan modal dari hasil penjualan 60-68 Ha tanah TNI AD di Gunungsari tersebut dengan harga patokan tanah tegal Gunungsari tertinggi tahun 1985/1986 adalah Rp7. B/172/II/1986 tanggal 19 Februari 1986 dan No.746 kaveling kepada 2.167. B/354/V/1986 tanggal 29 Mei 1986.583.000.167.423.00= Rp2. B/625/M/VIII/1987 tanggal 21 Agustus 1987.000. 107 .762 m2 tanah TNI AD di Gunungsari senilai Rp4.q. Skep/16/VI/1988 tanggal 6 Juni 1988.00 yang dibagi menjadi 2. Berdasarkan berita acara hasil penaksiran harga tanah tanggal 10 Juni 1988 Menhankam mengeluarkan Surat Keputusan No.011/1986 tanggal 9 November 1987 dengan ketentuan antara lain luas tanah yang dihapuskan adalah seluas + 125 Ha untuk dimiliki oleh prajurit dengan pembayaran 50% dari harga tanah yang harus disetor tunai ke Kas Negara.746 anggota ABRI dengan harga beli total 50%x Rp4.500/m2 sesuai penetapan harga dasar tanah di Kotamadya Surabaya. Skep/1170/VIII/1988 tanggal 8 Agustus 1988 tentang persetujuan penjualan tanah Dephankam/ABRI c. Usulan penghapusan dalam rangka hibah 128 Ha tanah TNI AD di Gunungsari Surabaya tersebut baru diajukan oleh Menhankam kepada Menteri Keuangan sesuai surat No.211. Menindaklanjuti persetujuan Menteri Keuangan tersebut Ditjen Matfasjasa membentuk Tim Penaksir Harga Tanah Dephankam c. Selanjutnya Menteri Keuangan mengeluarkan persetujuan penghapusan tanah Dephankam/ABRI sesuai surat No.00.263. TNI AD Kodam V/Brawijaya di Gunungsari Surabaya sesuai surat No. Sprin/725/VIII/1988 tanggal 23 Agustus 1988 dan Surat Perintah Kasad kepada Pangdam V/Brawijaya No Sprin/1326/IX/1988 tanggal 9 September 1988 tentang perintah penjualan tanah 1.Sehubungan dengan rencana pemanfaatan tanah hibah tersebut Pangdam V/Brawijaya mengajukan permohonan izin kepada Kasad untuk melepaskan sebagian tanah hibahan sebagaimana tertuang dalam surat Pangdam No.d.500.S-1242/MK.

Bintaro No.500. ST/313/1988 tanggal 25 April 1988. 45-47 Surabaya 3) PT Pantograph Nusantara Jl.746 anggota dan harga tanah senilai Rp2.211. Sprin/2006/XII/1988 tanggal 27 Desember 1988 tentang perintah Kasad kepada Pangdam untuk menghapus dari Daftar Inventaris dan menyerahkan tanah tersebut kepada yang berhak. Penelitian terhadap surat perjanjian tukar menukar menunjukkan bahwa Kodam V/Brawijaya akan melepaskan 126 Ha tanah TNI AD di Gunungsari 108 . Skep/1646/XI/1988 tanggal 1 November 1988. Sprin/748/VI/1988 tanggal 25 Juni 1988. K/422/X/1988 tanggal 12 Oktober 1988 bahwa penjualan telah dilaksanakan untuk sejumlah 2. Kemudian 4 (empat) Surat Perjanjian Tukar Menukar ditandatangani tanggal 17 Oktober 1988 yaitu antara Kasdam V/Brawijaya yang mewakili Tim Pengkavelingan Tanah TNI AD Kodam V/Brawijaya masing-masing 1) PT Dwi Budi Wijaya. Jl Raya Kendangsari No.583.00 telah dibayarkan kepada Kas Negara oleh Kasdam V/Brawijaya dan mohon untuk diproses penghapusannya. Kompleks Perkantoran Duta Merlin Blok A No. 3-5 Jakarta Pusat 2) PT Optima Nusantara. Setelah diusulkan secara berjenjang persetujuan penghapusan diterbitkan berdasarkan Surat Keputusan Menhankam No. Jl Mayjen Sungkono Penunjukan ke-4 developer tersebut tidak melalui proses pelelangan namun berdasarkan usulan dari Pangdam V/Brawijaya yang mengusulkan kepada Kasad partner kerja sama/developer sesuai ST Pangdam V/Brawijaya No. 40 Jl. Penjualan tanah telah selesai dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 1988 sebagaimana dilaporkan Pangdam V/Brawijaya dalam suratnya kepada Kasad No. Surat Perintah Pangab No. 2 Surabaya 4) PT Pembangunan Darmo Grande. Gajah Mada No. Sprin/1112/XII/1988 tanggal 7 Desember 1988 dan Surat Perintah Kasad No.Pengkavelingan tanah tersebut telah dilaksanakan oleh Tim Pengkavelingan Kodam V/Brawijaya yang dibentuk berdasarkan Surat Perintah Pangdam V/Brawijaya No. ST/218/1988 tanggal 30 Maret 1988 yang kemudian disetujui Kasad dalam Surat Telegram Kasad No.

000.000.00 60.000.000.00 2.090. Darmo Grande 250.400.00 2.00 100.000.00 50.00 149.00 15.000.000.00 319. Madiun dan Surabaya dengan perincian sebagai berikut: Item Pertukaran Tanah yang dilepas (m2) Aset Pengganti Uang Aset Tanah di Sidoarjo Tanah di Malang.00 2.00 PT Optima Nusantara 250.000.000.000.000.000.134.500.083.000.000.000.595.00 618.000.00 100.00 1.000.500.500.000.000.000.900.000.00 534.000.00 87.000.000.000.000.800.286.000.000.000.00 20.00 319.00 11.000.00 2.000.000.00 250.00 20.500.000 unit rumah tipe K-36 berikut prasarana fisik lainnya yang tersebar di Sidoarjo.00 PT Pemb.000.398.000.000.00 534.00 10.090.000.000.000.500.00 20.000.000.000.00 PT Dwi Budi Wijaya 513.550.000.000.000.00 382.008.00 2.00 30. Jember.00 15.00 829.000.000.000.00 40.00 1.211.400.00 4.000.00 15.00 442.000.550.000. Pangdam menyetujui permohonan tersebut sesuai surat Pangdam V/Brawijaya tertanggal 18 Juli 1989 No: B/533/VII/1989 tentang persetujuan penyerahan tanggung jawab penyelesaian tanah.000.00 Dalam pelaksanaannya.316.942.00 504.672.000.000.00 2.000.000.277.00 27.000.000.000. Berlarutnya penyelesaian internal developer tersebut menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat.500.00 534.00 120.00 5.000.000.800.500.00 2.700.00 899.00 300.000.000. sehingga pada tanggal 17 Juli 1989 PT Optima Nusantara mewakili dan bertindak atas nama ke 4 developer tersebut mengajukan Surat Permohonan kepada Pangdam V/Brawijaya tertanggal tugas 17 Juli 1989 tanggung tentang jawab permohonan/persetujuan menyerahkan dan penyelesaian pekerjaan kepada PT Adhi Baladika.000.00 618.020.00 638.000.583.00 5.520.754.00 3.00 PT Panthograph Nusantara 250.510.700.400.000.000.855.000.00 87.000.400.900.000.500.000.000.000. Malang.000.000.000.362.510.000.000.362.263.134.00 149.000. Madiun.00 87.000.000. ke-4 developer tersebut banyak mengalami kendala/hambatan terutama koordinasi di antara mereka sendiri mengenai pembagian hak atas tanah kaveling di Gunungsari.00 437.00 1.500.00 14.000.00 75.000.000. Kemudian Ke-4 developer dan PT Adhi Baladika membuat Surat Perjanjian Pemindahan dan/atau 109 .200.00 179.000.000.000.500.00 1.000. tanah seluas 126 Ha dan 1.00 Total 1.069.00 437.00 504.816.00 Total Aset Pengganti 2.00 60.000.000.000.00 504.510.00 437.00 618.000.800.000.00 50.00 2.000.762.000.000.286.090.00 149.000.000.00 60.00 50.000.131.dan akan mendapatkan penggantian berupa pengganti uang pembelian prajurit atas kaveling tanah (yang harus disetor ke Kas Negara).050.154.400.762.128. Jember Rumah Tipe K-36 di Sidoarjo Rumah Tipe K-36 di Malang dll Prasarana Jalan Saluran Got Duiker Beton 60 cm PLN IMB Sertifikat Pemecahan Sertifikat 319.800.000.000.200.00 5.500.00 5.362.

000. Dalam Surat Perjanjian Pemindahan dan/atau Penglepasan Hak tersebut para pihak bersepakat bahwa PT Adhi Baladika harus menyerahkan sejumlah uang sebagai kompensasi pemindahan hak selain uang pengganti biaya yang telah dikeluarkan developer lama sesuai dengan prestasi fisik yang telah diselesaikan yaitu sebagai berikut: Uraian Uang Penggantian Hak Uang Pengganti Biaya Fisik Total Uang Penggantian PT Optima Nusantara 1.875.667.212.011.500 Sat Volume Harga Sat Nilai (Rp) 110 .00 2.00 4.00 Sebelum pelaksanaan ruilslag setelah pengambilalihan tersebut dimulai terjadi perubahan letak tepat posisi tanah yang akan diruilslag agar lebih mendukung pengembangan Tata Kota Surabaya berdasarkan surat dari Walikota Surabaya No. Kasad menyetujui permohonan untuk tersebut dan memerintahkan kepada Pangdam V/Brawijaya menyelesaikan perubahan tersebut di tingkat Kodam dengan ketentuan tidak mengubah luas tanah yang akan diruilslag.Penglepasan Hak dari PT Optima Nusantara.027.000. 35. SH.000.00 Total 8.00 10.000.000.961.500.128.211. Pangdam V/Brawijaya kemudian mengajukan permohonan perubahan letak tepat posisi tersebut kepada Kasad dalam surat No.00 360. 38 dan 42 kesemuanya tertanggal 19 Juli 1989 di hadapan Notaris Abdurrazaq Ashiblie. PT Pantograph Nusantara.036.00 720.027.500.00 1.00 360.800.2/1989 tanggal 18 Agustus 1989.055.072.961.000.000.00 PT Pembangunan DG 1.000 1.667.800.408.00 2.000.583.583.00 PT Panthograph N.22/2405/402. B/618/VIII/1989 tanggal 19 Agustus 1989.00 360.667.180.411. 1. Setelah melalui pengalihan hak dan perubahan letak tepat posisi tersebut akhirnya surat perjanjian tukar menukar aset antara Kodam V/Brawijaya dengan PT Adhi Baladika ditandatangani tanggal 21 Pebruari 1990 dengan lingkup pekerjaan sebagai berikut: Uraian Penggantian Biaya Akibat Takeover Pembebasan tanah Pembangunan/rehabilitasi Pangkalan Yonif 507/BS (Prestasi Fisik) Sub Total Aset yang harus dibangun Pengadaan tanah Sidoarjo m2 220.00 PT Dwi Budi Wijaya 3.000.925.100.000 2. 593.500 1. PT Dwi Budi Wijaya.000.000. Surabaya.000.925.027.036.925. PT Pembangunan Darmo Grande dengan PT Adhibaladika masing-masing dengan Akta 32.036.000 4.961.000.172.595.500.00 2.500.

750 185.966.458 9.000 1.043.265 408 736.263. Yacob Dasto Proses Permohonan Hak Hak Milik a.854.000 5.800.850 10.040.000 220.305. Jember.n.134.00 Jumlah Kaveling 459 449 Jumlah Rumah 47 49 Kaveling Tanpa Rumah 412 400 111 .500 22.Uraian Pengadaan tanah di Malang.n.511 unit = 736 unit = 499 unit dengan perincian sebagai berikut: Lokasi Madiun Mojokerto Luas (Ha) 10.762 736 Harga Sat Nilai (Rp) 3.09 10.286.200.n.746 unit =1.720.900 14.000 22.996.032.762 368 368 26.316.100 5.263.142.500 20.000 73.000 442.000 55. Madiun.000 54. Yacob Dasto Proses Permohonan Hak Proses Permohonan Hak Hak Milik a. Jember.550.n.345.400 Penelitian terhadap data administrasi ruilslag tahun 1993 menunjukkan bahwa penyelesaian aset pengganti hingga bulan Desember 1993 adalah sebagai berikut: Lokasi Madiun Mojokerto Sidoarjo Malang Jember Medokan Ayu Lawang Penyelesaian Tanah Hak Milik a. Mojokerto Pembangunan rumah Tipe K-36 di Sidoarjo Pembangunan rumah Tipe K-36 di Malang.000 736 1.000 Watt) IMB 736 unit Perumahan Sertifikat 1.000 595. Madiun.762 m2 Pemecahan sertifikat menjadi 736 unit Sub Total Total Sat m2 unit unit m2 m' m' watt unit m2 unit Volume 1.600. Yacob Dasto Hak Milik a. Suhardo Penyelesaian Kaveling dan Rumah Kaveling Tanpa Kaveling+K-36 Rmh 47 412 49 400 0 368 242 105 30 430 Berdasarkan Laporan Pelaksanaan penyiapan kaveling dari Kazidam V/Brawijaya kepada Pangdam V/Brawijaya dalam suratnya No B/185/II/1994 tanggal 18 Februari 1994 dilaporkan bahwa : • • • • Kaveling yang harus disiapkan Kaveling tanpa rumah yang sudah siap Kaveling yang telah dibangun rumah (100%) Kaveling yang belum siap =2. Mojokerto Prasarana jalan Saluran/got Duiker beton 60 cm PLN (Daya dan Jaringan 736.131.154.293.800 1.

Juklak/01/IV/1994 tanggal 2 April 1994 tentang Pengaturan Perumahan Tipe K-36/Kaveling Prajurit di Wilayah Madiun.5 Ha di Lawang akan dicadangkan. Malang tidak dibagikan kepada prajurit sebagai kaveling namun dijadikan sebagai pangkalan. 112 .03 Jumlah Kaveling 532 347 460 0 0 2.65 10. Untuk kelancaran pengaturan perumahan/kaveling prajurit yang telah selesai. Malang. 4) Dana angsuran perumahan tersebut dihimpun oleh Kakudam V/Brawijaya dan digunakan untuk membangun perumahan prajurit selanjutnya.000. Lawang.840.00 =Rp3.71 10.000.00 7.511 biaya pengurusan sertifikatnya ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan. 2) Bagi prajurit/PNS yang menerima kaveling tanpa rumah sebanyak 1.240.Lokasi Sidoarjo Malang Jember Medokan Ayu Lawang Luas (Ha) 12. sedangkan tanah seluas 65. 5) Tanah seluas 65 Ha di desa Sidodadi Kec. yang antara lain mengatur: 1) Kaveling diberikan secara cuma-cuma kepada prajurit/PNS yang memenuhi persyaratan tertentu (harga tanah sudah ditanggung oleh investor (developer) PT Adhi Baladika sebesar 50% dari harga tanah yang ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Keuangan). Mojokerto. Kasdam V/Brawijaya selaku Ketua Tim Pengkavelingan menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan No.511 Kekurangan kaveling 499 unit disebabkan tanah di Medokan Ayu belum siap dan masih berbentuk rawa/tambak. 3) Bagi prajurit yang menerima rumah Tipe K-36 sebanyak 736 unit.247 Jumlah Rumah 368 242 30 0 0 736 Kaveling Tanpa Rumah 164 105 430 0 0 1. tanah dan sertifikatnya diberikan secara cuma-cuma dan diwajibkan mengganti 50% biaya pembangunan rumah yaitu 50%xRp6.00 yang dicicil melalui pemotongan gaji oleh Pekas Gabrah. Jember dan Sidoarjo.08 65.50 126.

Penelitian terhadap data administrasi ruilslag menunjukkan tanah seluas 65 Ha di Kec Lawang yang akan digunakan sebagai cadangan pangkalan tersebut sudah disertifikatkan hak milik atas nama Suhardo (Aslog Kasdam V/Brawijaya pada tahun 1989).185 666.735 49.670 1.900 41.705 49.810 39.885 5.750 48.810 48. Lawang Kab.990 5. Pada saat pemeriksaan BPK RI Agustus 2005 keseluruhan tanah 65 Ha tersebut disertifikatkan hak milik atas nama Imam Utomo (Pangdam V/Brawijaya pada tahun 1993) dengan perincian sebagai berikut: No. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) No 38 46 130 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 161 195 196 Tgl 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 6/26/1993 4/16/1997 4/16/1997 Sertifikat Jenis Hak Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Atas Nama Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Imam Oetomo Jumlah Luas Tanah 11.840 49.660 Tanah cadangan pangkalan tersebut pada tahun berikutnya dibagikan kepada personil Kodam V/Brawijaya dengan Surat Keputusan Pangdam V/Brawijaya No.170 48.020 43.590 6.600 46.985 47. Malang dengan komposisi sebagai berikut: 113 .990 43. Skep/81/VII/1998 tanggal 8 Juli 1998 tentang Penunjukan Perwira Penerima Kaveling di Desa Sidodadi Kec.755 43.270 33.

I Ipeda Surabaya Timur/Selatan No. Malang dengan komposisi sebagai berikut: Uraian Bidang Luas (M2) Pati 11 18. Rp5.500/m2 sesuai penetapan harga dasar tanah di wilayah Kotamadya Surabaya.000/m2. Penelitian lebih lanjut atas surat pernyataan persetujuan pelepasan hak dari masing-masing komisaris developer lama menunjukkan bahwa 2 dari 4 rekanan tersebut yaitu PT Dwi Budi Wijaya dan PT Pantograph Nusantara dimiliki oleh satu pihak yang sama yaitu Sdr.d.000 Letkol 106 35.500. Berdasarkan surat Kepala Kantor Dinas Luar Tk. B/172/II/1986 tanggal 19 Pebruari 1986 bahwa harga patokan tanah tegal Gunungsari tertinggi tahun 1985/1986 adalah Rp7.a/VII/1998 tanggal 2 Juni 2005 tentang Penunjukan Perwira Penerima Kaveling di Desa Sidodadi Kec.750 Kol 75 75. namun harga 114 .900 BA/TA/PNS 111 277.06/KI.300 Pangdam V/Brawijaya pada tahun 2005 atas pertimbangan Staf Kodam V/Brawijaya kemudian melakukan revisi atas Surat Keputusan tersebut dengan mengeluarkan Surat Keputusan No. Sudwikatmono sebagai Komisaris Utama pada kedua perusahaan tersebut. 34 Tahun 1987 diperoleh informasi bahwa harga patokan tertinggi per m2 tanah tegal Gunungsari adalah senilai Rp15.850 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Proses penunjukan rekanan tidak melalui proses lelang namun berdasarkan penunjukan yang diusulkan oleh Pangdam V/Brawijaya yang kemudian disetujui oleh Kasad. Lawang Kab.500 Total 395 434. Pangdam V/Brawijaya pernah melaporkan kepada Kasad dalam suratnya No.400 Mayor 13 3. S. Skep/81.900 BA/TA/PNS 0 0 Total 164 88.3311/1987 tanggal 9 Desember 1987 bahwa perkiraan harga tanah desa Pradah Kali Kendal (Gunungsari) adalah berkisar Rp4.900 Mayor 23 6.Uraian Bidang Luas (M2) Pati 0 0 Kol 45 49. 2) Penentuan nilai tanah yang akan dilepas cenderung direndahkan.5126/WPJ.800 Letkol 175 55. Berdasarkan penelitian terhadap data patokan harga tanah yang dikeluarkan Walikotamadya Surabaya sesuai Keputusan Walikotamadya Surabaya No.500 s.

000.00 dari proses pemindahan hak perjanjian tukar menukar dengan perhitungan sebagai berikut: Item Pertukaran Pengeluaran Uang Pengadaan Tanah Biaya Prestasi Fisik Total Pengeluatan Penerimaan Uang Penggantian Hak Uang Pengganti Biaya Fisik Total Uang Penggantian Selisih Keuntungan 1.000.763.230.036.00 1.295.083.500.00 PT Optima Nusantara PT Panthograph Nusantara PT Pemb.017.667.000.900.536.00 437.000.00 360.200. Darmo Grande PT Dwi Budi Wijaya Total Keuntungan tersebut bersumber dari nilai riil tanah di Gunungsari tersebut sehingga hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun dengan prestasi pekerjaan kurang dari developer lama 30% telah (Rp4.027.925.00 2.155.027.925. 34 Tahun 1987 maka proses ruilslag tanah Gunungsari merugikan negara senilai Rp4.619.000.00 797.000.500.802.000.00 720.000.425.00 dengan perincian sebagai berikut: Harga patokan tanah: 1.00 6.tersebut diragukan kewajarannya karena data harga tanah pedesaan dalam Lampiran SK Kakanwil VI Ditjen Pajak Jawa Timur No.000.292.230.00 1.100.00 1.000.000.000.295.500.400.00 360.000.583.00 Nilai uang Nilai bangunan Total Nilai Aset Pengganti Kerugian Negara = = = = = Rp18.00 797.956.536.000.430.500.500.292.961.00 1.500.011.961.00 797. Kep/371/WPJ.000.134.667.00 360.230.000.550.500.500.000.00 1.00 4.000.00 2.425.07/1987 tanggal 7 Agustus 1987 yang menjadi rujukan surat Kepala Kantor Dinas Luar Tk.06/BD.00 899.036.000.500.00 1.200.036.000.036.400.583.128.00 2.000.00 720.036.000.072.055.00 Rp 2.667. I Ipeda Surabaya Timur/Selatan tersebut tertera dengan tulisan tangan.00 1.000.211.036.925. Indikasi menurunkan (mark down) nilai aset yang dilepas diperkuat lagi dengan keuntungan tidak wajar yang diperoleh 4 developer awal senilai Rp6.875.00 360.425.212.00 4.942. Jika digunakan harga dasar tertinggi sesuai Surat Keputusan Walikotamadya Surabaya No.00 360.027.211.000.411.072.961.509.00 Rp14.600.00 Rp 11.134.00 437.180.180.800.00 8.762 m2 x Rp15.00 360.00 1.500.500.000.600.500.00 2.172.763.500/Rp14.154.000.000.00 10.000.00) 115 .00 437.000.536.263.00 3.00 3.00 2.00 Rp 4.408.154.802.800.011.000.

Jember dan Sidoarjo. Imam Oetomo. sehingga jika 116 .640. Dana angsuran perumahan tersebut seharusnya merupakan penerimaan negara dari hasil penjualan tanah negara kepada prajurit/PNS melalui proses ruilslag yang difasilitasi oleh developer.200.134. Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan No.mendapatkan keuntungan + 40 % dari nilai ruilslag (Rp6.000. Mojokerto.00 X 736 unit = Rp2.00.292.00).154. Selain itu pengamanan tanah tersebut secara hukum masih lemah karena masih berstatus hak milik atas nama pribadi Sdr. 4) Pembagian rumah tipe K-36 sebanyak 736 unit kepada prajurit/PNS berpotensi merugikan negara karena dana angsuran perumahan yang seharusnya disetor ke Kas Negara dihimpun di Kakudam V/Brawijaya dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp3.000. Juklak/01/IV/1994 tanggal 2 April 1994 tentang Pengaturan Perumahan Tipe K-36/Kaveling Prajurit di Wilayah Madiun. 5) Pembagian tanah cadangan pangkalan seluas 65 Ha tidak sesuai ketentuan karena tanah tersebut merupakan tanah negara yang diperoleh dari proses ruilslag sehingga harus melalui proses pengajuan usulan hibah secara berjenjang hingga Menteri Keuangan.240.00/ Rp14.400. antara lain diatur bahwa dana angsuran perumahan tersebut dihimpun oleh Kakudam V/Brawijaya dan digunakan untuk membangun perumahan prajurit selanjutnya.384. Pihak Kodam V/Brawijaya seharusnya mengetahui profit taking yang dilakukan oleh developer lama dari proses pengambilalihan proyek ruilslag ini. Hal ini diperkuat dengan surat persetujuan Pangdam V/Brawijaya tertanggal 18 Juli 1989 No: B/533/VII/1989 yang menetapkan bahwa segala kegiatan administrasi yang berkaitan dengan penyerahan dimaksud harus diketahui dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Kodam V/Brawijaya. Selain itu pertanggungjawaban penggunaan dana angsuran yang dihimpun oleh Kakudam V/Brawijaya tidak diperoleh sehingga kewajaran penggunaan dana tidak dapat dinilai.000. Malang.

terdapat tuntutan hukum maka Pihak Kodam V/Brawijaya berada dalam posisi yang lemah. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 350/KMK.03/1994 tanggal 13 Juli 1994 tentang Tata Cara Tukar Menukar Barang

Milik/Kekayaan Negara antara lain pada : 1) Pasal 2 yang menyatakan bahwa Tukar menukar Barang Milik/Kekayaan Negara adalah pengalihan pemilikan dan atau penguasaan barang tidak bergerak milik negara kepada pihak lain dengan menerima penggantian utama dalam bentuk barang tidak bergerak dan tidak merugikan negara. 2) Pasal 5 dan Lampiran 2 poin c menetapkan bahwa pelaksanaan tukar menukar barang milik negara dilakukan setelah mendapat

persetujuan/izin prinsip dari Menteri Keuangan/Presiden. 3) Lampiran angka 2 huruf I yang menyatakan bahwa serah terima aset yang dilepas dan aset pengganti harus dituangkan dalam berita acara dan baru dapat dilaksanakan apabila : a) Aset pengganti telah selesai dibangun, siap dipakai baik secara fisik maupun secara administratif sesuai dengan perjanjian Tukar Menukar. b) Hasil Pemeriksaan tim penilik menyatakan bahwa aset pengganti telah sesuai dengan kontrak/bestek. c) Aset yang dilepas telah dihapus dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang. b. Undang-undang No. 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Pasal 1 yang menyatakan Dihukum karena tindak pidana korupsi ialah : antara lain pada huruf b. barangsiapa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu Badan,

menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, yang secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Hal tersebut mengakibatkan : a. Untuk Ruilslag Gudang Munisi Daerah di Pesing, Jakarta Barat:

117

1) Perhitungan nilai aset ruilslag berpotensi menimbulkan kerugian negara minimal sebesar Rp124.464.365.625,00. 2) Adanya penyerahan dana minimal senilai Rp.1.325.000.000,00 kepada pihak Kodam Jaya pada Tahun 1978 s.d. 1982 yang tidak diketahui pertanggungjawabannya. b. Untuk Ruilslag Puslatpur Rindam III/Siliwangi di Kabupaten Maja, Banten 1) Pelaksanaan tukar menukar tanah Dephan/TNI c.q. TNI AD Kodam III/Slw dengan tanah, bangunan, dan prasarana penukarnya dari PT Mandirinusa Grahaperkasa berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp21.677.762.800,00. 2) Aset pengganti berupa tanah di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Lebak Provinsi Banten mengalami kekurangan sebesar 374.491 m2 yang harus dipertanggungjawabkan oleh PT Mandirinusa Grahaperkasa.

c. Untuk Ruilslag Koterm A - Kodam V/Brw di Jl. Rajawali No. 57 Surabaya 1) Potensi kerugian negara sebesar Rp15.235.988.000,00 akibat kesalahan penilaian aset yang dilepas dan aset pengganti. 2) Terdapat tanah pengganti yang diperoleh dari pengadaan Kodam V/Brawijaya 3) Terdapat lahan yang belum digunakan sesuai peruntukannya. d. Untuk Ruilslag Tanah Kodam V/Brw di Jl. Gunungsari, Surabaya 1) Berpotensi menimbulkan kerugian negara senilai Rp7.186.935.600,00 dari kekurangan nilai aset tanah yang dilepas sebesar

Rp4.802.295.600,00 dan dari akumulasi dana angsuran perumahan yang tidak disetor ke Kas Negara atau tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp2.384.640.000,00. 2) Aset tanah negara seluas 65 Ha di Lawang berisiko hilang karena tidak didukung dengan pengamanan aspek hukumnya.

Hal tersebut terjadi karena : a. Adanya Kebijakan Pimpinan TNI AD/Pang Kotama yang belum sepenuhnya mengacu kepada Ketentuan ruilslag dan transparansi pertanggungjawaban keuangan.

118

b. Kesengajaan dari pihak Developer untuk tidak menyelesaikan aset pengganti ruilslag secara tepat waktu c. Tim penilai tidak menggunakan seluruh informasi yang telah diperoleh pada saat penilaian aset yang dipertukarkan. d. Adanya indikasi rekayasa penjualan tanah negara kepada pihak III dengan modus ruilslag tanah hibah negara kepada prajurit e. Sistem Pengendalian Intern pelaksanaan ruilslag lemah karena prosedur yang telah ditetapkan tentang pelaksanaan ruilslag tidak dipatuhi oleh pelaksana. f. Tidak adanya koneksitas informasi yang berkesinambungan antara Penilai Aset Ruilslag dengan instansi terkait seperti Kantor Pelayanan PBB dan BPN.

Atas temuan tersebut pelaksana pada: a. Kodam Jaya memberikan tanggapan bahwa proses ruilslag telah

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, nilai aset lama dan aset yang diterima seimbang sesuai dengan NJOP dan harga pasaran setempat. Selain itu telah terbit Surat Keputusan Penghapusan dari Menhan RI No. Skep/533/M/VII/2006 tanggal 31 Juli 2006. b. Atas temuan tersebut pelaksana pada Kodam V/Brw memberikan tanggapan bahwa permasalahan tersebut sedang didalami dan akan diterbitkan ST Kasad untuk menindaklanjutinya. Sedangkan untuk perhitungan nilai ruilslag dilakukan Tim Interdep sehingga TNI AD tidak memiliki kewenangan dalam perhitungan dan penaksiran. c. Atas temuan tersebut pelaksana memberikan tanggapan bahwa proses ruilslag tersebut tidak merugikan negara karena penilaian aset telah dilakukan oleh Tim Interdep dan harga telah sesuai dengan dasar NJOP dan pasaran yang berlaku.

BPK RI menyarankan agar Menteri Pertahanan RI/Panglima TNI : a. Memerintahkan Kasad untuk menegur dan memberikan sanksi kepada Panglima Kotama yang dalam pelaksanaan ruilslag tidak mengikuti ketentuan yang berlaku dan memerintahkan untuk meningkatkan

119

c.000/m2 3) Prasarana lain-lain Rp.125.218. b.750. Krembangan Selatan.000 dengan harga taksiran Rp435. Kasuari Surabaya berlarut-larut dan merugikan negara senilai Rp2.880.transparansi pertanggungjawaban keuangan berkaitan dengan dana-dana kompensasi ruilslag.000 120 . Rp. Aset yang dilepas 1) Tanah di Jl. Memerintahkan Kasad untuk menegur dan memproses secara hukum kepada developer yang dengan sengaja tidak menyelesaikan aset pengganti ruilslag secara tepat waktu serta mem-black list rekanan tersebut untuk tidak dapat mengikuti proses ruilslag selanjutnya. 5.338. seluas Kelurahan 5.000 Jumlah Rp.000 18. 58.235.000/m2 2) Bangunan TNI AD seluas 512 m dengan harga taksiran 512 x 50% x Rp230. Kec.00 Ruilslag terhadap tanah dan bangunan Benglap Denpal Jl Kasuari Surabaya. Atas dasar pertimbangan tersebut. Dalam rencana pelaksanaan (renlak) taksiran nilai aset yang dilepas dan aset pengganti adalah sebagai berikut : a. Kasuari. Krembangan. 2. Memperhatikan dalam setiap pembentukan Tim Interdep untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi yang diperoleh dari pihak intern maupun ekstern pada saat penilaian aset yang dipertukarkan. Surabaya dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa lokasi tanah sudah tidak sesuai lagi dengan Rencana Tata Kota setempat dan tidak efisien lagi untuk dipertahankan sesuai Redislokasi Satuan Kodam V/Brawijaya. Kel.006. Penyelesaian ruilslag tanah dan bangunan Benglap Paldam V/Brawijaya di Jl.240.375 2 Krembangan Selatan m2 Rp. Pangdam V/Brawijaya mengajukan rencana pelaksanaan ruilslag tanah dan bangunan Denpal kepada Kasad dengan Surat Nomor K/22/I/1994 tanggal 31Januari 1994. 2.415.

000. Surat Keputusan Menhankam Nomor : Skep/152/II/1996 tanggal 29 Februari 1996. 834. Kab. 2. 1. Dengan memperhatikan hasil penaksiran oleh Tim Interdep. Situbondo Awar-Awar Asem Bagus Rp. Banyuwangi luas 400.375 M2 121 .000 Selanjutnya kegiatan Ruilslag dilaksanakan dengan dasar Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor S-4155/A. Aset Pengganti 1) Tanah : a) Tanah di Desa Pakistaji.300.390.484.000 Wonoayu.000. Kec.250/m2 b) Tanah di Desa Ketimang.54/1095 tanggal 13 Oktober 1995.000 m2 x Rp17. Kec.000 Rp.000 Jumlah Rp. Perjanjian tersebut dibuat pada tanggal 6 September 1996 dengan jangka waktu pelaksanaan kegiatan 21 bulan dan aset yang dipertukarkan adalah : a. Aset yang dilepas 1) Tanah di Jl.000 m2 x Rp3.390. Surat Perintah Pangab Nomor : Sprin/1415/V/1996 tanggal 21 Mei 1996 dan Surat Perintah Kasad Nomor : Sprin/936/VI/1996 tanggal 6 Juni 1996 tentang persetujuan dan perintah pelaksanaan ruilslag tanah dan bangunan Brawijaya.b. 350. Mess dan prasarana di Mapuslatpur. Sidoarjo seluas 20. Keluarahan Krembangan Selatan 2) Bangunan Benglap Denpaldam V/Brawijaya : a) Rumah jaga (1 unit) b) Kantor (1 unit) c) Ruang renja (1 unit) 54 152 75 M2 M2 M2 5.500/m2 2) Bangunan Rumah. selanjutnya Kodam V/Brawijaya membuat Perjanjian Tukar Menukar dengan PT Lamicitra Nusantara. Kab. Kasuari. Kabat. Rp.

d) Gudang Pelumasan e) Musholla f) Aula 72 28 115 16 M2 M2 M2 M2 M2 M g) Kantin 3) Prasarana : a) Lapangan Volley b) Pagar Tembok c) Telepon (1 sambungan) 160 225 d) Listrik PLN b.000 VA 400.q. Kab. Banyuwangi (sertifikat Hak Pakai a. Awar-Awar Asem Bagus Situbondo : a) Pembangunan Jalan Makadam Aspal lebar 5m b) c) Pembangunan Jalan Rabat lebar 2 m Jembatan jalan rabat masuk rumah lebar 1 m d) e) g) Got pasangan kanan kiri jalan Got pasangan belakang rumah Jembatan plat (0.60 x 2m) 460 360 2 M2 M2 Bh 460 234 M2 M2 740 M2 122 . Aset Pengganti 1) Tanah : a) Tanah di Desa Pakistaji. Kec. Kabat.n. Kec. Sidoarjo (sertifikat Hak Pakai a.n. Kodam V/Brawijaya) 2) Bangunan di Mapuslatpur. Awar-Awar Asem Bagus Situbondo : a) b) c) d) 3) Rumah K-54 (4 KK) Rumah K-45 (15 KK) Mess Pa F-160 (1 buah) Rumah K-38 (25 KK) 6. Kodam V/Brawijaya) b) Tanah di Desa Ketimang. Wonoayu. TNI AD c.000 M2 216 675 160 950 M2 M2 M2 M2 Prasarana di Mapuslatpur.000 M2 20.q. Kab. TNI AD c.

787. sesuai dengan Surat Telegram Kasad Nomor ST/893/2000 tanggal 7 November 2000 PT Lamicitra Nusantara dinyatakan terlambat selama 1169 hari dan harus dikenakan denda.00 Berdasarkan surat Pangdam V/Brawijaya kepada Kasad Nomor B/51/I/2000 tanggal 19 Januari 2000 diketahui bahwa pengadaan aset pengganti ruilslag tanah dan bangunan TNI AD c.797.150. komando atas menurunkan Tim Komisi penerimaan aset pengganti ruilslag.q.h) i) j) Jembatan plat (0. Menindaklanjuti Surat tersebut.787.150.797.300 KVA 25 10 46 M M M Menyerahkan sebesar Rp.75 m Pagar kawat duri tinggi 2 m Pengeboran sumur artetis lama Pengadaan pompa dan instalasi Pengurugan tanah Pagar teralis besi BP PLN Pemasangan pipa 1” Pipa ¾” Pagar tembok tinggi 2m uang tunai kepada Kas Negara 845 178 468 27. Dengan Surat Nomor K/15/II/2001 tanggal 6 Februari 2001 Pangdam V/Brawijaya melaporkan kembali penyelesaian ruilslag dan mengajukan saran 123 . Kodam V/Brawijaya Benglap Denpal Jl. Dari hasil penelitian oleh Tim Komisi tersebut.504 46 M M M M3 M 1. Kasuari Surabaya dan penyetoran dana ke Kas Negara senilai Rp. Dalam surat tersebut Pangdam V/Brawijaya mengajukan permohonan kepada Kasad untuk menurunkan Tim Komisi penerimaan aset pengganti ruilslag.00 telah selesai dilaksanakan sampai dengan bulan Desember 1999.60 x 1m) JTR Penambahan daya dari 33 KVA menjadi 82 KVA 44 18 Bh Bh 49 KVA k) l) m) n) o) p) q) r) s) t) u) 4) Instalasi Pagar teralis besi tinggi 1.

12 Tahun 1985 jo. 124 .93. 2) NJOP a) Tanah dan bangunan yang terletak di Jl. UU No. Kasuari Surabaya adalah sebesar Rp367. Hasil pemeriksaan terhadap Berita Acara tentang Penilaian dan Penaksiran Harga Tanah dan Bangunan Dephankam/ABRI c. 590/500/402.0 adalah termasuk objek pajak yang tidak dikenakan PBB berdasarkan ketentuan Pasal 3 (2) UU No.005.500. diketahui hal-hal sebagai berikut : a.tindak lanjutnya agar serah terima aset dapat dilaksanakan. Harga umum pasaran Berdasarkan surat Lurah Krembangan Selatan No. 12 Tahun 1994. sedangkan aset pengganti juga telah dimanfaatkan oleh TNI AD. TNI AD Kodam V/Brawijaya Benglap Denpal di Jl. 47 Surabaya tercatat dalam basis data PBB dengan Nomor Objek Pajak (NOP) 35.78. Berdasarkan cek fisik pada tanggal 1 Agustus 2006 aset TNI AD yang dilepas dalam hal ini tanah dan bangunan di Jl. Data yang dihimpun : a.170. Kasuari Surabaya dan Tanah. Bangunan serta prasarana penukarannya dari PT Lamicitra Nusantara yang dibuat oleh Panitia Penaksir Harga Tanah dan Bangunan Dephankam/ABRI tanggal 29 Desember 1995.00.0009. Dan hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa terhadap aset yang dilepas dan aset pengganti tersebut belum dilakukan serah terima tanah dan bangunan yang dipertukarkan secara resmi karena belum ada Surat Perintah Kasad tentang Penghapusan barang-barang inventaris TNI AD yang dipertukarkan. Kasuari Surabaya telah dimanfaatkan oleh PT Lamicitra Nusantara sebagai lahan parkir dan bangunan Jembatan Merah Plaza (JMP).03. Tetapi sampai dengan saat pemeriksaan belum ada tindak lanjut dari Komando atas mengenai penyelesaian ruilslag tersebut.q.01/95 tanggal 27 Desember 1995 yang diketahui Camat Krembangan menerangkan bahwa harga pasaran/umum tanah di sekitar Jl. Kasuari No.002.

00 dengan ketentuan NJOP Rp1. 55 Tahun 1993 tentang Pengadaan Tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum. Penentuan Taksiran Nilai Tanah : 1) Mengingat tanah yang akan dilepas tersebut belum pernah dikenakan PBB. c) Sedangkan objek pajak di sekelilingnya yang tidak termasuk dalam kompleks Jembatan Merah Plaza penggolongan Nilai Jual Bumi berkisar Rp501. b.000.000/m2.b) Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Pelayanan Wilayah IX DJP Jawa Timur No. bentuk serta keadaan fisik tanah yang bersangkutan.000.000. merupakan bagian belakang dari Kompleks Jembatan Merah Plaza.655. 55 Tahun 1993 mencabut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 1975 tentang Tata cara pembebasan tanah yang menggunakan harga dasar sebagai pedoman pemberian ganti rugi tanah maka dalam menentukan nilai taksiran tanah yang akan dilepas Panitia Penaksir hanya menggunakan data harga pasaran/umum dan NJOP.722.00/m2. penggolongan nilai jual bumi berkisar Rp1. Rp573.00 s. 3) Dalam menentukan nilai taksiran tanah Panitia menggunakan acuan Harga Nyata sesuai Surat Lurah Krembangan Selatan.00 s. Kep-016/BPJ. terletak di tepi jalan dan memanjang sejajar jalan Kasuari maka NJOP yang dipergunakan untuk menentukan nilai taksiran tanah yang akan dilepas Panitia Penaksir 125 .d. c.09/BD.000.000. luas. 2) Keputusan Presiden No. berada di lingkungan RT 005 RW 15.789. Rp1.d.05/1995 tanggal 23 Maret 1995 tentang penggolongan nilai jual bumi serta ketentuan nilai jual objek pajak. Lampiran Surat Keputusan Kepala Kantor Kanwil IX DJP Jawa Timur dan letak. pemberian ganti rugi tanah didasarkan pada nilai nyata atau sebenarnya dengan memperhatikan NJOP yang terakhir. Dasar penentuan nilai taksiran tanah : 1) Keputusan Presiden No. NJOP sesuai Surat Kepala Kantor Pelayanan PBB Surabaya.00 dengan ketentuan NJOP Rp537.

00 Sehingga taksiran harga tanah yang akan dilepas menurut pendapat Tim BPK RI minimal senilai Rp5.250.00 Menurut pendapat Tim BPK RI.987. Kasuari RT 005 RW 15 yaitu : = Rp1.03/1994 tanggal 13 Juli 1994 tentang Tata Cara Tukar Menukar Barang Milik Negara/Kekayaan Negara yang menetapkan perkiraan nilai tanah agar berpedoman pada Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak. Kasuari) oleh Pihak III (PT Lamicitra Nusantara) tanpa melalui prosedur yang benar.000.00 2 = Rp1.000. Aset TNI AD telah dimanfaatkan oleh PT Lamicitra Nusantara telah melakukan pembongkaran bangunan dan memanfaatkan tanah TNI AD untuk kegiatan bisnis sebelum 126 .114.00 2 = Rp740. Berdasarkan hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa : a.000.000.00 (5.375 x Rp740.114. penentuan nilai taksiran tanah yang akan dilepas per meter persegi oleh Panitia Penaksir tidak sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 350/KMK.500.114.Sepakat menggunakan rata-rata Penggolongan Nilai Jual Bumi klas 10 terendah dan klas 20 yang tertinggi di Jl.00 + Rp573.750.531.375 m2 x Rp1.750.00 2) Dalam menentukan nilai taksiran tanah yang akan dilepas per meter persegi Panitia Penaksir sepakat menggunakan rata-rata dari harga umum/pasaran dan nilai objek pajak yaitu : = Rp1. Terdapat pemanfaatan aset TNI AD (Jl.00 + Rp367. sehingga nilai taksiran tanah yang akan dilepas minimal senilai rata-rata Penggolongan Nilai Jual Bumi klas 10 terendah dan klas 20 yang tertinggi di Jl.000.000.000.655.00 = Rp3.000.655.000. Kasuari RT 005 RW 15 yaitu : = Rp1.00 + Rp573.00).00 3) Taksiran harga tanah yang akan dilepas = 5.750.981.00 2 = Rp1.114.

00 . b. 127 .ada Surat Perintah Kasad tentang Penghapusan barang-barang inventaris TNI AD yang dipertukarkan dan aset-aset yang dipertukarkan diserahterimakan secara resmi.981.006. Kasuari Surabaya berlarut-larut.000. c.531.00) Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Penyelesaian kegiatan ruilslag tanah dan bangunan TNI AD di Jl. b.006.Rp3. 2) Hasil Pemeriksaan tim penilik menyatakan bahwa aset pengganti telah sesuai dengan kontrak/bestek. b. Pasal 2 yang menyatakan bahwa Tukar menukar Barang Milik/Kekayaan negara adalah pengalihan pemilikan dan atau penguasaan barang tidak bergerak milik negara kepada pihak lain dengan menerima penggantian utama dalam bentuk barang tidak bergerak dan tidak merugikan negara. siap dipakai baik secara fisik maupun secara administratif sesuai dengan perjanjian Tukar Menukar.987.03/1994 tanggal 13 Juli 1994 tentang Tata Cara Tukar Menukar barang Milik/Kekayaan Negara antara lain pada : a. 350/KMK. Terdapat kesalahan penghitungan nilai aset tanah yang dilepas sehingga mengakibatkan kekurangan nilai aset yang dilepas senilai Rp2. 3) Aset yang dilepas telah dihapus dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang.218. Lampiran angka 2 huruf I yang menyatakan bahwa serah terima aset yang dilepas dan aset pengganti harus dituangkan dalam berita acara dan baru dapat dilaksanakan apabila : 1) Aset pengganti telah selesai dibangun.00. Kasuari senilai Rp2.750.218. Pasal 5 dan Lampiran 2 poin c menetapkan bahwa pelaksanaan tukar menukar barang milik negara dilakukan setelah mendapat persetujuan/izin prinsip dari Menteri Keuangan/Presiden. Hal tersebut mengakibatkan : a.00 (Rp5.250.750.750. Terdapat kerugian negara dari kekurangan nilai aset tanah yang dilepas Jl.

Hal tersebut terjadi karena : a. Kelalaian Tim Interdep dalam penaksiran nilai aset yang belum sepenuhnya tepat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. b. Lemahnya klausul Surat Perjanjian Tukar Menukar yang tidak memuat klausul denda atas keterlambatan developer dalam menyediakan aset pengganti.

Atas temuan tersebut sampai dengan saat pemeriksaan pelaksana pada Kodam V/Brw belum memberikan tanggapan.

BPK RI menyarankan agar Menteri Pertahanan RI/Panglima TNI : a. Menegur Tim Interdep dan memerintahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi yang diperoleh dari pihak intern maupun ekstern pada saat penilaian aset yang dipertukarkan. b. Menyempurnakan peraturan terkait pelaksanaan ruilslag agar memuat klausul denda atas keterlambatan developer dalam menyediakan aset pengganti yang menjadi acuan dalam pembuatan Surat Perjanjian Tukar Menukar.

VI. PENATAUSAHAAN BMN 1. Penatausahaan Aset Tetap Sebagai Barang Milik Negara di Lingkungan TNI AD Belum Tertib dan Akurat Aset tetap merupakan aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun. Aset tetap yang digunakan oleh TNI AD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pokoknya harus ditatausahakan baik jumlah dan keberadaannya. Kegiatan penatausahaan aset dilakukan melalui tiga kegiatan yaitu pembukuan, inventarisasi dan pelaporan. Praktek penatausahaan IKMN di lingkungan TNI AD dilaksanakan melalui dua sistem pelaporan yaitu sistem pelaporan secara manual yang diselenggarakan oleh pembina materiil tanah dan sistem pelaporan yang berbasis sistem pengolahan data komputer yang diselenggarakan oleh Disinfolahtad dan jajarannya. Laporan IKMN yang dijadikan bahan untuk penyusunan neraca Dephan untuk tahun 2005 dan 2006 bersumber dari laporan IKMN yang dihasilkan dari hasil pengolahan data Disinfolahtad dan jajarannya.

128

Hasil pemeriksaan atas penatausahaan aset tetap di lingkungan TNI AD diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Tanah 1. Pembukuan Sistem penatausahaan BMN yang dilaksanakan melalui dua sistem, menghasilkan dua versi pembukuan yang berbeda pula yaitu buku inventaris yang dikeluarkan oleh Pembina materiil tanah di daerah (Zidam) dan Buku Inventaris Tanah yang dikeluarkan oleh Disinfolahtad. Hasil pemeriksaan atas buku inventaris dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa informasi yang disajikan berbeda secara signifikan.

2. Inventarisasi Kegiatan inventarisasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencocokkan catatan/laporan dengan jumlah fisiknya. Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana diketahui bahwa kegiatan inventarisasi tanah di lingkungan TNI AD minimal selama lima tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan meskipun terdapat perbedaan data antara daftar inventaris yang disajikan melalui data IKMN dengan data inventaris pembina materiil. 3. Laporan yang disajikan kurang akurat Praktek penatausahaan IKMN di lingkungan TNI AD dhi. tanah yang dilaksanakan melalui dua sistem pelaporan tersebut di atas praktis menghasilkan dua versi laporan, yaitu laporan versi manual yang berbentuk laporan kekuatan/rekapitulasi tanah dan laporan versi data base komputer yang berbentuk laporan tahunan (LT). Hasil pemeriksaan atas laporan yang disajikan kedua versi sistem tersebut menunjukkan informasi yang berbeda, yaitu:

129

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Uraian Kodam IM Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam III/Slw Kodam IV/DIP Kodam V/Brw Kodam VI/TPr Kodam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodam XVI/PTM Kodam XVII/Trk Kodam Jaya

Versi Data Base Komputer Buku Inventaris Bidang Luas 246 701 515 896 1.463 1.504 1.469 986 622 155 348 453 9.358 366.206.996,00 14.549.259,00 495.776.957,00 81.067.433,00 135.953.768,00 59.006.891,00 554.267.221,00 13.603.579,00 9.705.230,00 4.028.786,00 12.056.941,00 28.617.478,00 1.774.840.539,00

Versi manual Rekapitulasi Tanah Bidang Luas 365 1.055 570 920 1.403 1.827 1.757 1.037 667 213 353 762 10.929 7.366.599,50 38.040.558,11 481.650.081,00 81.852.231,94 56.160.819,00 54.359.039,10 562.051.227,75 380.385.211,50 10.121.378,93 6.869.046,00 13.243.266,00 25.084.185,00 1.717.183.643,83

Perbedaan Bidang 119 354 55 24 (60) 323 288 51 45 58 5 309 1.571 Luas (358.840.396,50) 23.491.299,11 (14.126.876,00) 784.798,94 (79.792.949,00) (4.647.851,90) 7.784.006,75 366.781.632,50 416.148,93 2.840.260,00 1.186.325,00 (3.533.293,00) (57.656.895,17)

Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa kedua versi laporan tersebut tidak ada yang akurat dan wajar, yaitu: a. Versi data base komputer Pemeriksaan atas buku inventaris tanah menunjukkan bahwa data dan informasi yang disajikan dalam buku inventaris tanah belum mutakhir dan lengkap, yaitu: 1. Terdapat 1.325 bidang tanah seluas 23.135.131,00 m2 yang belum diisi nilainya. Pemeriksaan atas daftar tanah yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif tanah jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa dari 9.358 bidang tanah seluas 1.774.840.539,00 m2 masih terdapat 1.325 bidang tanah seluas 23.135.131,00 m2 yang belum diisi nilainya, yaitu antara lain:
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. SATUAN KODAM II/SWJ KODAM III/SLW KODAM IV/DIP KODAM V/BRW KODAM VI/TPR KODAM VII/WRB KODAM IX/UDY BIDANG 50 249 27 8 337 219 378 JUMLAH LUAS 1.595.362,00 378.157,00 2.691.071,00 735.360,00 5.345.219,00 4.308.804,00 7.192.214,00

130

00 834. Terdapat tanah minimal sebanyak 276 bidang seluas 17.00 73 382.NO 8.115.790.817.00 92.00 6.180.769.00 131 .00 2. 9.686.180.00 Sumber data: Daftar Nominatif Tanah disajikan oleh Disinfolahtad 2.841.251.00 73 382.00 34.135.00 Okupasi Bidang luas (m2) 5 11.085. Pemeriksaan atas daftar tanah yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif tanah jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa daftar tersebut belum dimutakhirkan minimal selama tiga tahun terakhir.166.769.480. 2006 dan 2007.115.00 5 11.00 813.531. Hal ini terbukti dengan belum dicatatnya tanah minimal sebanyak 276 bidang seluas 17.00 29.837. yaitu : Jumlah No A 1 2 3 4 5 6 7 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Kotama 2005 Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam VI/Tpr Kodam IX/Udy Kodam XVI/Ptm Kodam XVII/Trk Kodam Jaya Jumlah 2006 Kodam III/Slw Kodam V/Brw Kodam IX/Udy Kodam XVI/Ptm Jumlah 2007 Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam IX/Udy Tanah milik Bidang luas (m2) 5 4 33 7 1 3 2 55 2 21 6 9 38 7 3 9 75 3.00 2.000.131.325. SATUAN KODAM XVI/PTM KODAM JAYA Jumlah BIDANG 4 53 1.00 2 3 53.00 3.44 354.110.902.956.697.275.800.829.00 909.00 4.024.920.700.00 2.00 478.976.00 7.44 m2 hasil perolehan/penambahan tahun 2005.00 5.210.00 83.44 m2 hasil perolehan tahun 2005.00 JUMLAH LUAS 75.941. 2006 dan 2007 belum masuk dalam daftar inventaris tanah.847.00 23.368.00 699.058.480.

00 75.915.155.00 75.Jumlah Tanah milik Okupasi Bidang luas (m2) Bidang luas (m2) 5 Kodam Jaya 6 344.535.865.889.584.917.384.00 50.005 83 449.850.603.366.542.842.585.00 Total 193 16.297.64 132 .44 5 55.039.75 43.535.666. Karena penyajian data tanah di dalam neraca Dephan menggunakan data yang dihasilkan sistem ini.026.75 42.75 42.475 Sumber data: Laporan Mutasi Tanah disajikan oleh Ditziad No Kotama Penatausahaan IKMN tanah berbasis komputer seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa laporan yang dihasilkan menjadi tidak lengkap dan akurat karena pencatatan tanah selama tiga tahun terakhir tidak dilaksanakan dan masih terdapat tanah yang tidak diberi nilai.384.428.591.155. b.00 37.568.00 37.295.00 36.389.664.699.75 42.295.917.00 81.699.75 42.842.20 24.428.857. Pemeriksaan secara uji petik pada empat kotama menunjukkan data sebagai berikut : No A 1 2 3 4 B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 Kotama Bidang 2005 Kodam Jaya Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw 2006 Kodam Jaya Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Semester I 2007 Kodam Jaya Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw 507 421 529 909 512 427 537 936 520 434 541 988 Laporan Tanah Milik menurut Daerah Pusat Luas Bidang Luas 24.00 Jumlah 100 6.00 36.748.865.00 35. maka penyajian laporan terkait dengan akun tanah menjadi tidak wajar.603.295.652.026.842.585.20 24.255.296.103.841.00 81.00 81.275.570.603.00 75.64 24.241.497.20 24.75 42. Versi Manual Pelaporan IKMN yang diselenggarakan pembina materiil tanah secara berjenjang dari satuan di daerah sampai ke Direktorat Zeni Angkatan Darat menunjukkan data yang tidak akurat.14 507 419 529 908 507 421 529 928 512 427 537 936 24.526.542.

Pembukuan Sistem penatausahaan BMN yang dilaksanakan melalui dua sistem. 2. b. Laporan yang disajikan kurang akurat Praktek penatausahaan IKMN di lingkungan TNI AD dhi. Hal ini praktis menyebabkan laporan posisi tertentu di tingkat pusat akan berbeda dengan laporan tingkat daerah. Hasil pemeriksaan atas buku inventaris dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa informasi yang disajikan berbeda secara signifikan. Inventarisasi Kegiatan inventarisasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencocokkan catatan/laporan dengan jumlah fisiknya. 3. yaitu laporan versi manual yang berbentuk laporan kekuatan/rekapitulasi bangunan dan laporan versi data base komputer yang berbentuk laporan tahunan (LT). Hasil pemeriksaan atas laporan yang disajikan kedua versi sistem tersebut menunjukkan informasi yang berbeda. Versi data base komputer 133 . yaitu: a. Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana diketahui bahwa kegiatan inventarisasi bangunan di lingkungan TNI AD minimal selama lima tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan meskipun terdapat perbedaan data antara daftar inventaris yang disajikan melalui data IKMN dengan data inventaris pembina materiil. Bangunan 1. Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut. menghasilkan dua versi pembukuan yang berbeda pula yaitu buku inventaris yang dikeluarkan oleh Pembina materiil bangunan di daerah (Zidam) dan Buku Inventaris Bangunan yang dikeluarkan oleh Disinfolahtad.Ketidakakuratan data dan informasi jumlah kekuatan dan luas tanah terjadi karena adanya kendala waktu penyampaian laporan yang merupakan kelemahan dari sistem pengolahan data secara manual. Bangunan yang dilaksanakan melalui dua sistem pelaporan tersebut di atas praktis menghasilkan dua versi laporan. diketahui bahwa kedua versi laporan tersebut tidak ada yang akurat dan wajar.

Penatausahaan IKMN bangunan berbasis komputer seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa laporan yang dihasilkan menjadi tidak lengkap dan akurat karena pencatatan bangunan selama dua tahun terakhir tidak dilaksanakan dan masih terdapat bangunan yang tidak diberi nilai.00. Pemeriksaan atas daftar bangunan yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif tanah jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa terdapat bangunan yang belum diisi nilainya.346. yaitu: 1) Terdapat bangunan yang belum diisi nilainya.638.638. Pemeriksaan atas daftar bangunan yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif bangunan jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa daftar tersebut belum dimutakhirkan minimal selama dua tahun terakhir. Versi Manual Pelaporan IKMN yang diselenggarakan pembina materiil bangunan secara berjenjang dari satuan di daerah sampai ke Direktorat Zeni Angkatan Darat menunjukkan data yang tidak akurat.346.Pemeriksaan atas buku inventaris bangunan menunjukkan bahwa data dan informasi yang disajikan dalam buku inventaris bangunan belum mutakhir dan lengkap. 134 .00 hasil perolehan tahun 2005 dan 2006 yang belum masuk dalam daftar inventaris bangunan. Hal ini terbukti dengan belum dicatatnya bangunan senilai Rp986. maka penyajian laporan terkait dengan akun bangunan menjadi tidak wajar.000. Karena penyajian data bangunan di dalam neraca Dephan menggunakan data yang dihasilkan sistem ini. 2) Terdapat bangunan senilai Rp986.000. b.

Ketidakakuratan data dan informasi jumlah kekuatan dan luas bangunan terjadi karena adanya kendala waktu penyampaian laporan yang merupakan kelemahan dari sistem pengolahan data secara manual. Pembukuan juga dilakukan pada tingkat kesatuan pemakai (satkai) yaitu mencatat hasil penerimaan kendaraan distribusi dari Paldam.000 1. Tahun Pengadaan Jenis Kendaraan 1. Hasil pemeriksaan secara sampel menunjukkan bahwa terdapat kendaraan dari hasil pengadaan belum dibukukan sebagai data kekuatan materiil kendaraan pada Ditpalad. Nilai 9. Pendistribusian beberapa kendaraan belum jelas telah diterima oleh satkai karena tidak ditemukan dalam catatan pembukuan Paldam. Pembukuan Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad) sebagai pembina materiil kendaraan pada TNI AD belum membuat buku inventaris yang membukukan secara rinci seluruh perolehan kendaraan hasil pengadaan maupun hasil hibah yang telah didistribusikan ke satuan bawah.767.000.000.500.000 18.093. Paldam membukukan perolehan kendaraan hasil penerimaan dari Pusat/Ditpalad. Berdasarkan pemeriksaan atas daftar pengadaan kendaraan dan daftar distribusi kendaraan diketahui bahwa terdapat beberapa kendaraan hasil pengadaan TA 2006 dan 2007 masuk pembukuan Paldam maupun satkai karena barang belum didistribusikan yaitu sebagai berikut : No. 135 . Paldam maupun satkai yaitu: a. 3 100 3 106 Jml. 2006 Ranpur Panser APS 6x6 Pindad 2. Hal ini praktis menyebabkan laporan posisi tertentu di tingkat pusat akan berbeda dengan laporan tingkat daerah. 2007 Tr. Beberapa kendaraan belum didistribusikan ke satkai.500. 2007 SPM Harley Davidson Jumlah Jml. c. Kendaraan 1.860.000 8.000. Pembukuan dilaksanakan pada tingkat Peralatan Kodam (Paldam) sebagai pembina materiil kendaraan pada tingkat masing-masing teritorial Kodam. 1/4 T (MB Suzuki APV GE) 3. hasil pengadaan daerah dan hasil hibah daerah.000 b.

14. Nomor Tanggal Sprin/1738/X/2006 16/10/2006 109/C/X/2006/RAN 31/10/2006 1. 19/C/II/2007/RAN 02/09/2007 Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Single Cabin) Jml. 6. Pemakai Ran Forklift 2 Ditpalad Ran Forklift 2 Ditkesad Ran Forklift 1 Dithubad 2) Pendistribusian kendaraan ke Kodam III/Siliwangi : No. 10. PPM Ditpalad Jenis Kendaraan Nomor Tanggal 1. 2. 5. 9. 17. 15. Sprin pendistribusian dari Pangdam dan PPM yang diterbitkan Paldam menunjukkan bahwa terdapat pendistribusian beberapa kendaraan yang belum jelas telah diterima melalui Paldam sebagai pembina materiil peralatan. 1 1 1 1 1 1 1 1 5 9 9 3 4 3 10 2 20 73 Satkai Pussenarhanud Pussenkav Disjasad Pussenarmed Dispsiad Dispsiad Yonarmed-5 Pusdikter Yonif-328 Yonif-312 Yonif-321 Yon-23/Kopassus Grup-1/Kopassus Yonif-328 Pusdikbekang Pusdikpalad Grup-1/Kopassus 3) Pendistribusian kendaraan ke Kodam IV/Diponegoro : No. 16. 4. daftar penerimaan kendaraan pada Paldam. 5 5 Satkai Yonif-403 Yonif-405 136 . 3. 11. Sprin/1738/X/2006 16/10/2006 109/C/X/2006/RAN 31/10/2006 Satuan Jenis Kendaraan Jml. 1. 2. PPM Ditpalad Nomor Tanggal 88/C/VIII/2007/RAN 22/8/2007 88/C/VIII/2007/RAN 22/8/2007 88/C/VIII/2007/RAN 22/8/2007 88/C/VIII/2007/RAN 22/8/2007 85/C/VIII/2007/RAN 21/8/2007 82/C/IX/2006/RAN 09/12/2006 82/C/IX/2006/RAN 09/12/2006 33/C/IV/2006/RAN 13/4/2006 121/C/XI/2006/RAN 29/11/2006 98/C/X/2006/RAN 18/10/2006 98/C/X/2006/RAN 18/10/2006 98/C/X/2006/RAN 18/10/2006 54/C/V/2005/RAN 26/5/2005 54/C/V/2005/RAN 26/5/2005 14/C/II/2005/RAN 16/2/2005 14/C/II/2005/RAN 16/2/2005 5/C/I/2005/RAN 01/07/2005 Jumlah Jenis Kendaraan SPM Suzuki Thunder 125 cc SPM Suzuki Thunder 125 cc SPM Honda Kirana SPM Yamaha YT-115 Minibus KIA Travello SPM Suzuki Thunder 125 cc SPM Suzuki Thunder 125 cc Bus Besar Mitsubishi Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Single Cabin) Truck 2 1/2 Ton Isuzu NPS 71L-121PS Truck 2 1/2 Ton Isuzu NPS 71L-121PS Truck 2 1/2 Ton Isuzu NPS 71L-121PS SPM Suzuki Thunder 125 cc SPM Suzuki Thunder 125 cc Simulator Ranmor Simulator Ranmor Truck 2 1/2 Ton Isuzu NPS 71L-121PS Jml. 13.Berdasarkan pemeriksaan atas daftar pendistribusian kendaraan dari Ditpalad. Pendistribusian kendaraan yang belum jelas telah diterima Paldam tersebut adalah sebagai berikut : 1) Pendistribusian kendaraan ke Kodam Jaya : Sprin Kasad PPM Ditpalad Nomor Tanggal No. 19/C/II/2007/RAN 02/09/2007 Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Single Cabin) 2. 12. 7. 8. Sprin/1738/X/2006 16/10/2006 109/C/X/2006/RAN 31/10/2006 3.

Sebelum diterbitkan Surat Keputusan Penghapusan dari Kasad. Ditpalad mengeluarkan materiil berupa 3 Unit Kendaraan Unit Service Isuzu untuk tujuan distribusi ke Paldam V/Brawijaya. kendaraan tersebut secara fisik telah diterima di Paldam namun secara belum diselesaikan secara administratif.No. Satkai telah melakukan penghapusbukuan kendaraan yang secara definitif belum dihapuskan. 10. Pendistribusian tersebut tidak ditemukan pada pembukuan dan daftar penerimaan materiil kendaraan pada Paldam V/Brawijaya. 6. PPM Ditpalad Jenis Kendaraan Jml. 4) Pendistribusian kendaraan ke Kodam V/Brawijaya : Berdasarkan Sprin Kasad Nomor : Sprin/129/I/2007 tanggal 31 Januari 2007 dan PPM Nomor : PPM/25/c/II/2007RAN tanggal 13 Februari 2007. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa satkai telah melakukan penghapusbukuan kendaraan yang statusnya baru diusulkan untuk dihapus. Usulan penghapusan kendaraan diajukan secara berjenjang dari satkai ke Paldam. pencelaan atau verifikasi kendaraan secara fisik dilakukan oleh Tim yang dibentuk dengan Keputusan Kasad untuk menentukan kelayakan kendaraan untuk dihapuskan. Usulan-usulan penghapusan dari satkai tersebut selanjutnya oleh Paldam diajukan ke Ditpalad. c. 9. 8. 5. Dari seluruh Paldam usulan penghapusan kemudian diajukan ke Asisten Logistik (Aslog) Kasad. 3. Kendaraan-kendaraan yang diusulkan untuk dihapus antara 137 . 7. 4. Satkai Nomor Tanggal 19/C/II/2007/RAN 02/09/2007 Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Single Cabin) 5 Yonif-408 19/C/II/2007/RAN 02/09/2007 Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Single Cabin) 9 Yonif-413 19/C/II/2007/RAN 02/09/2007 Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Double Cabin) 2 Yonif-408 19/C/II/2007/RAN 02/09/2007 Truck 3/4 Ton Isuzu OZ (Double Cabin) 2 Yonif-413 21/C/III/2006/RAN 29/3/2006 Ran Ambulance Mitsubishi L-300 1 AKMIL 131/C/IX/2005/RAN 30/9/2005 SPM Kanzen 125 cc 41 AKMIL 131/C/IX/2005/RAN 30/9/2005 Daihatsu Taruna CL 4 AKMIL 80/C/VII/2005/RAN 14/7/2005 Truck 2 1/2 Ton Isuzu NPS 71L-121PS *) 1 Grup-2/Kopassus Jumlah 75 Keterangan : *) Jumlah kendaraan yang didistribusikan adalah 13 unit namun yang telah diterima hanya 12 unit sehingga terdapat 1 unit kendaraan belum diterima. Berdasarkan konfirmasi.

oleh satkai dikembalikan secara administratif penguasaannya ke Paldam sehingga tidak tercatat lagi pada pembukuan satkai. Laporan pada lini ini lebih bersifat data rekapitulasi kekuatan kendaraan secara total bukan per satuan kendaraan. Demikian pula Paldam Jaya pada TA 2005. b.Aslog Satpor melaporkan kendaraan yang diterima dan dipakai berupa data rekapitulasi materiil secara total. Pemeriksaan secara sampel menunjukkan bahwa Paldam IV/Diponegoro pada TA 2005. 3.lain karena rusak. 2006 dan 2007 telah menerima pengembalian sedikitnya 360 unit kendaraan dalam format Bentuk-10 untuk diusulkan dilakukan penghapusan. Hasil laporan dari satpor-satpor ini kemudian oleh Paldam dilakukan kompilasi untuk dilaporkan ke Ditpalad. 2006 dan 2007 telah menerima pengembalian sedikitnya 350 unit kendaraan dalam format Bentuk-10 untuk diusulkan dilakukan penghapusan. Inventarisasi Inventarisasi pendataan kendaraan-kendaraan hasil perolehan dari pengadaan dan hibah yang telah didistribusikan ke satkai dan telah diterima dan digunakan oleh masing-masing satkai secara berkala belum pernah dilakukan pada jajaran TNI AD. Pelaporan ke tingkat pusat tersebut dilakukan melalui 2 (dua) lini yaitu sebagai berikut : a. Hasil laporan dari seluruh Paldam oleh Ditpalad dilaporkan ke Asisten Logistik (Aslog) Kasad sebagai Data Kekuatan Materiil Kendaraan TNI AD. Satpor – Paldam – Ditpalad . Pelaporan Proses awal pelaporan dimulai dari tingkat paling bawah yaitu satkai sebagai kesatuan pelapor (satpor) secara berjenjang sampai ke tingkat pusat. penambahan dari penerimaan dan pengurangan karena pengembalian atau penghapusan secara berkala ke Paldam. Kendaraan-kendaraan tersebut telah dihapus dari catatan pembukuan satkai karena secara administratif telah dikembalikan ke Paldam. Satpor – Infolahtadam – Disinfolahtad 138 . 2.

Hasil kompilasi data dari seluruh Infolahtadam ini oleh Disinfolahtad dibuat Buku Inventaris Kendaraan yang memuat per satuan kendaraan dan direkapitulasi menjadi Laporan Tahunan Inventaris TNI AD. Pendistribusian kendaraan dilakukan berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kasad. Ditpalad dan Aslog Kasad atau dari satkai ke Infolahtadam dan Disinfolahtad sebagai barang milik negara pada TNI AD. berdasarkan Sprin tersebut Paldam menerbitkan PPM untuk meneruskan kendaraan ke Satkai. berdasarkan Sprin tersebut Ditpalad menerbitkan surat Perintah Pengeluaran Materiil (PPM) untuk meneruskan barang ke Paldam. Selanjutnya pendistribusian kendaraan ke Satkai dilakukan berdasarkan Sprin Pangdam. Paldam melakukan komisi dan penandatanganan serah terima kendaraan.Satpor melaporkan kendaraan yang diterima dan dipakai berupa data per satuan kendaraan melalui formulir isian yaitu Formulir Isian Barang (FIB) ke Infolahtadam. Ternyata jumlah kendaraan TNI AD hasil kompilasi Ditpalad dan hasil kompilasi Disinfolahtad tidak 139 . Perbedaan data kendaraan menurut laporan Ditpalad dan menurut laporan Disinfolahtad. Kendaraan hasil pengadaan atau hibah dari pusat dilakukan distribusi oleh Ditpalad ke Paldam untuk selanjutnya diteruskan ke satkai di teritorial Kodam. Kendaraan menurut laporan Ditpalad dan menurut laporan Disinfolahtad seharusnya menunjukkan jumlah yang sama. Untuk mencatat kendaraan sebagai barang milik negara pada TNI AD memerlukan waktu yang cukup panjang. Atas dasar FIB-FIB ini Infolahtadam melakukan input data menjadi data elektronik dan dalam bentuk rekaman CD selanjutnya dikirimkan ke Disinfolahtad. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya beberapa kelemahan atas pelaporan ini sebagai berikut : a. Hasil penerimaan kendaraan tersebut selanjutnya dari satkai dilaporkan ke Paldam. Laporan pada lini ini lebih bersifat data individual per satuan kendaraan. Dengan demikian pencatatan kendaraan sebagai barang milik negara bukan pada saat pertama kali kendaraan itu diperoleh dari pengadaan atau hibah. b.

838 3. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya perbedaan yang cukup signifikan antara data jumlah kekuatan kendaraan menurut Ditpalad dan data jumlah inventaris kendaraan menurut Disinfolahtad Posisi Juli 2007 sebagai berikut : No. verifikasi dan rekonsiliasi data antar laporan.851 905 2.865 599 7. demikian pula format laporan yang dihasilkan Disinfolahtad. Perbedaan tersebut terutama dalam hal pengklasifikasian jenis kendaraan.630 11.667 4.351 6.050 2. Format laporan yang disusun dari tingkat satkai.436 11.681 1. Format laporan tidak standar antara format laporan yang dibuat Ditpalad dan format laporan yang disusun Disinfolahtad. Hal tersebut mengakibatkan sulitnya dilakukan perbandingan data.pernah sama. Paldam dan Ditpalad berbeda-beda. penomoran registrasi kendaraan atau kode jenis kendaraan.539 783 4. 2006 dan 2007 yang belum tercatat pada Buku Inventaris Disinfolahtad adalah sebagai berikut : 140 .804 4.137 1.908 3.037 21.946 2. 2006 dan 2007 terutama untuk satkai-satkai yang telah melaporkan data inventarisnya namun ternyata update belum dilakukan pada tingkat Disinfolahtad.092 45 1.402 6.330 4. Disinfolahtad belum melakukan update perolehan kendaraan dari hasil pengadaan. hibah dan dukungan dari Mabes.266 2.854 260 3. Pengadaan kendaraan TA 2005.114 3.322 3. Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Jumlah Jumlah Kendaraan Bermotor Ditpalad Infolahtad Selisih Catat 4.908 8.435 615 1. d.268 536 3.844 Keterangan Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Lebih Selisih Lebih Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Lebih Selisih Lebih Selisih Lebih c. Pada dasarnya pada tingkat Infolahtadam telah mengompilasi inventaris kendaraan TA 2005.399 424 7.975 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kotama Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj.

2006 dan 2007 yang belum dicatat pada Buku Inventaris Disinfolahtad adalah sebagai berikut : No.191. Satkai sekaligus sebagai satpor harus melaporkan secara berkala setiap triwulan data penerimaan kendaraan ke Infohatadam. Kotama Kodam Jaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya TA 2005 13 30 N/A 19 TA 2006 12 31 7 9 TA 2007 9 43 7 22 Dengan demikian terdapat penerimaan distribusi kendaraan dari Pusat yang belum masuk FIB sehingga belum tercatat pada Buku Inventaris Infolahtadam dan Disinfolahtad. Tahun Anggaran 2005 2006 2007 Total Jumlah Unit 97 73 90 260 Nilai (Rupiah) N/A N/A N/A N/A e. 1.000 32. 4. 1. 1. Infolahtadam IV/Diponegoro. jumlah satkai yang tidak melaporkan kendaraan yang diterimanya pada TA 2005. 3.000 55. 2.004.No. Secara sampel jumlah kendaraankendaraan yang belum masuk FIB dan belum tercatat pada Buku Inventaris Infolahtadam adalah sebagai berikut: No. 3. Hasil pemeriksaan secara sampel.000 Sedangkan perolehan kendaraan dari hasil hibah pihak ketiga dan dukungan dari Mabes TNI TA 2005. Infolahtadam III/Siliwangi dan Infolahtadam Jaya adalah sebagai berikut : No. Namun demikian tidak semua satkai secara aktif melaporkan data penerimaan materiilnya ke Infolahtadam. 3. 2.500. Kotama Kodam Jaya Kodam III/Siliwangi TA 2005 27 204 TA 2006 128 162 TA 2007 19 147 141 . Tidak semua satkai secara aktif dan berkala melaporkan kendaraan yang telah diterimanya ke Infolahtadam. 1.000 11. 2. 2006 dan 2007 pada Infolahtadam V/Brawijaya.635. Tahun Anggaran 2005 2006 2007 Total Jumlah Unit 254 286 109 649 Nilai (Rupiah) 11.954.695.688. 2.631.

Adanya masalah teknis yaitu pengisian data FIB oleh satkai tidak lengkap terutama tidak diisikan nomor register barang sehingga data barang tidak dapat diinput secara elektronik pada sistem Infolahtadam.No. Kotama Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya TA 2005 N/A 97 TA 2006 39 59 TA 2007 43 93 f. Pelaporan ke tingkat pusat tersebut dilakukan melalui 2 (dua) lini yaitu sebagai berikut : a. Pembukuan dilaksanakan pada tingkat Peralatan Kodam (Paldam) sebagai pembina materiil pada tingkat masing-masing teritorial Kodam namun tidak semua Paldam telah membuat buku inventaris senjata dan optik yaitu antara lain Paldam IV/Diponegoro. Senjata dan Optik 1. penambahan dari 142 . Pelaporan Proses awal pelaporan dimulai dari tingkat satkai sebagai kesatuan pelapor (satpor) secara berjenjang sampai ke tingkat pusat. Pembukuan Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad) sebagai pembina materiil senjata dan optik pada TNI AD belum membuat buku inventaris yang membukukan secara rinci seluruh perolehan senjata dan optik hasil pengadaan yang telah didistribusikan ke kesatuan bawah. Inventarisasi Inventarisasi pendataan senjata hasil perolehan dari pengadaan yang telah didistribusikan ke satkai dan telah diterima dan digunakan oleh masing-masing satkai secara berkala belum pernah dilakukan pada jajaran TNI AD. Satpor – Paldam – Ditpalad .Aslog Satpor melaporkan senjata dan optik yang diterima dan dipakai berupa data rekapitulasi materiil secara total. 3. 2. Hasil pemeriksaan secara sampel diketahui bahwa sejumlah 101 kendaraan pada pembukuan kendaraan Kodam V/Brawijaya belum tercatat nomor register. 3. d. 4. Pembukuan juga dilakukan pada tingkat kesatuan pemakai (satkai) yaitu mencatat hasil penerimaan senjata dan optik distribusi dari Paldam. Paldam membukukan perolehan senjata dan optik hasil penerimaan dari Pusat/Ditpalad.

Hasil pengadaan senjata dan optik dari pusat selanjutnya dilakukan distribusi oleh Ditpalad ke Peralatan Kodam (Paldam) untuk diteruskan ke kesatuan pemakai (satkai) di teritorial Kodam. Pendistribusian senjata dan optik dilakukan berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kasad. 143 . Hasil laporan dari seluruh Paldam oleh Ditpalad dilaporkan ke Asisten Logistik (Aslog) Kasad sebagai Data Kekuatan Materiil Senjata dan Optik TNI AD.penerimaan dan pengurangan karena pengembalian atau penghapusan. Paldam melakukan komisi dan penandatanganan serah terima senjata dan optik. Mabes Angkatan Darat dan Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad). Pengadaan senjata dilakukan secara terpusat oleh Departemen Pertahanan. Hasil kompilasi data dari seluruh Infolahtadam ini oleh Disinfolahtad dibuat Buku Inventaris yang memuat per satuan senjata dan optik dan direkapitulasi menjadi Laporan Inventaris TNI AD. Hasil laporan dari satporsatpor ini kemudian oleh Paldam dilakukan kompilasi untuk dilaporkan ke Ditpalad. Laporan pada lini ini lebih bersifat data rekapitulasi kekuatan senjata dan optik secara total. berdasarkan Sprin tersebut Ditpalad menerbitkan surat Perintah Pengeluaran Materiil (PPM) untuk meneruskan barang ke Paldam. b. Laporan pada lini ini lebih bersifat data individual per satuan seluruh senjata dan optik. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelemahan-kelemahan pada proses pelaporan ini yaitu : a. Atas dasar FIB-FIB ini Infolahtadam melakukan input data menjadi data elektronik dan dalam bentuk rekaman CD selanjutnya dikirimkan ke Disinfolahtad. Pencatatan senjata dan optik sebagai barang milik negara pada TNI AD memerlukan waktu yang cukup panjang. secara berkala ke Paldam. Satpor – Infolahtadam – Disinfolahtad Satpor melaporkan senjata dan optik yang diterima dan dipakai berupa data per satuan senjata dan optik melalui formulir isian yaitu Formulir Isian Barang (FIB) ke Infolahtadam.

10.937 59.634 4. 5. Hasil kompilasi data dari FIB yang diterima dari satkai.368 16. b.Selanjutnya pendistribusian senjata dan optik ke Satkai dilakukan berdasarkan Sprin Pangdam. 1.450 1.012 80. 9.100 10. 8. Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Jumlah Ditpalad 34. 2.836 53.848 74. Disinfolahtad belum melakukan update data hasil pengadaan senjata dan optik. Perbedaan yang cukup signifikan data kekuatan senjata menurut Ditpalad dan data inventaris senjata menurut Disinfolahtad per posisi Juli 2007 sebagai berikut : No. 2006 dan 2007 terutama untuk satkai-satkai yang telah melaporkan data 144 . 4.471 135.798 1. 12.596 61.372 39.431 34.445 Senjata & Optik Infolahtad Selisih Catat 34.885 Keterangan Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Lebih Selisih Lebih Selisih Kurang Selisih Lebih Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Kurang Selisih Lebih Selisih Kurang Selisih Lebih c.848 1.650 9. 11. 7. Kotama Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj.368 25.508 70. Penerimaan materiil senjata dan optik ini kemudian oleh masingmasing satkai dilaporkan secara berjenjang ke Paldam. berdasarkan Sprin tersebut Paldam menerbitkan PPM untuk meneruskan senjata dan optik ke Satkai.606 26. Pada dasarnya pada tingkat infolahtadam telah mengkompilasi inventaris senjata dan optik TA 2005.202 21.669 63.586 17.125 10.565 17.931 15. Adanya perbedaan jumlah satuan senjata dan optik antara hasil kompilasi Ditpalad dan hasil kompilasi Disinfolahtad. Ditpalad dan Aslog Kasad atau dari masing-masing satkai secara berjenjang ke Infolahtadam dan Disinfolahtad sebagai barang milik negara pada TNI AD.809 34. 3.396 39.742 71.403 174.413 4. 6.212 27.766 8. oleh Infolahtadam dikirim secara manual melalui rekaman disket ke Disinfolahtad.803 5.244 958 22. Senjata dan optik dilaporkan sebagai barang milik negara bukan pada saat pertama kali dilakukan pengadaan tetapi dicatat setelah barang diterima masing-masing satkai.

000 20 840.000 57 2.inventarisnya namun ternyata update belum dilakukan pada tingkat Disinfolahtad.257.220 9/DN/ADAJATMU/2007 20/DN/ADAJATMU/2007 Sedangkan perolehan optik hasil pengadaan TA 2005.000 2.000.Kontrak 49/DN/ADAJATMU/2005 55/DN/ADAJATMU/2005 56/DN/ADAJATMU/2005 57/DN/ADAJATMU/2005 Jml. A.696. 2006 dan 2007 yang belum dicatat pada Buku Inventaris Disinfolahtad adalah sebagai berikut : No.000 67.000.000 374.080. Perolehan senjata dan optik hasil pengadaan TA 2005.000 50 2.000.480.000.380.300 30 1.355.460.260.000.000.000 2.400.100.051 72. 2006 dan 2007 belum dicatat pada Buku Inventaris Disinfolahtad adalah sebagai berikut : No.944 Nilai 2.184 15. TA 2006 Modifikasi SMB 12.000. Pucuk 640 11.000.000.7 mm 1 HBFL ke QCB 2 Pistol ST1-2011 Jumlah C.500.000 2.000.375.800 580.321 170 230. TA 2005 Kompas Prisma M73 1 Francis Teropong 6x30 Merk 2 Glory Teropong Medan 3 Optronic 4 Tactical Aiming Device 5 Kompas Prisma II 6 Teropong Bidik Siang 7 Teropong Bidik Malam 8 Kompas Prisma I Teropong 6x30 Merk 9 Steiner Teropong 7x50 Merk 10 Steiner Jumlah No.000.223.025.776.000 4.000 250 2. Unit Nilai 13/DN/ADAJATMU/2005 24/DN/ADAJATMU/2005 32/DN/ADAJATMU/2005 35/DN/ADAJATMU/2005 51/DN/ADAJATMU/2005 58/DN/ADAJATMU/2005 61/DN/ADAJATMU/2005 62/DN/ADAJATMU/2005 63/DN/ADAJATMU/2005 64/DN/ADAJATMU/2005 67 88 17 10 37 160 64 1.000 2.637.468.500 1.000 1.920 53/DN/ADAJATMU/2006 30/DN/ADAJATMU/2006 42 1. 1 2 3 4 Jenis Senjata TA 2005 Pistol P2 Senjata SS1 V1 Pistol P2 Senjata SS1 V1 Jumlah B. Jenis Optik A.278.059.000 1.300 145 .480. TA 2007 1 Pistol ST1 2 Pistol ST1-2011 Jumlah TOTAL No.920 61.000. Kontrak Jml.019.800.184.300 15 641.000 246.976.205.257.000 13.801.100 428 776 12.000.

2006 dan 2007 pada Infolahtadam Jaya. 2. 1. Kotama Kodam Jaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya TA 2005 6 11 N/A 2 TA 2006 5 7 2 4 TA 2007 2 1 2 6 Dengan demikian terdapat penerimaan distribusi senjata dari Pusat yang belum masuk FIB sehingga belum tercatat pada Buku Inventaris Infolahtadam dan Disinfolahtad. 2.300 d. Hasil pemeriksaan secara sampel.153 Sedangkan jumlah optik yang belum masuk FIB dan belum tercatat pada Buku Inventaris Infolahtadam Jaya.000. Infolahtadam IV/Diponegoro dan Infolahtadam V/Brawijaya adalah sebagai berikut : 146 . 1. jumlah satkai-satkai yang tidak melaporkan senjata dan optik yang diterimanya pada TA 2005.000 994. Infolahtadam III/Siliwangi. Jenis Optik B. Kotama Kodam Jaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya TA 2005 272 931 N/A 403 TA 2006 151 231 599 128 TA 2007 3. Secara sampel jumlah senjata yang belum masuk FIB dan belum tercatat pada Buku Inventaris Infolahtadam Jaya.036 101 324 1.660.130. Infolahtadam IV/Diponegoro dan Infolahtadam V/Brawijaya adalah sebagai berikut : No.000 16.451 Nilai 666. Namun demikian tidak semua satkai secara aktif melaporkan data penerimaan materiilnya ke Infolahtadam. TA 2006 1 Teropong 6x30 2 Teropong 7x50 Jumlah TOTAL No. Infolahtadam III/Siliwangi. 4. 3. Infolahtadam IV/Diponegoro dan Infolahtadam V/Brawijaya adalah sebagai berikut : No. Satkai sekaligus sebagai Satuan Pelapor (Satpor) harus melaporkan secara berkala setiap triwulan data penerimaan senjata dan optik ke Infohatadam. Infolahtadam III/Siliwangi. 3.750. Tidak semua satkai secara aktif dan berkala melaporkan senjata dan optik yang telah diterimanya ke Infolahtadam.750. 4. Kontrak 27/DN/ADAJATMU/2006 28/DN/ADAJATMU/2006 Jml.884. Unit 127 140 267 2.000 1.No.

Kotama Kodam Jaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya TA 2005 27 18 N/A - TA 2006 15 628 151 99 TA 2007 45 44 34 20 e. 3. Alat Topografi 1. Altop yang dilaksanakan melalui dua sistem pelaporan tersebut di atas juga praktis menghasilkan dua versi laporan. Hasil pemeriksaan atas buku inventaris dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa informasi yang disajikan berbeda secara signifikan. Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya 231 154 (2.No. menghasilkan dua versi pembukuan yang berbeda pula yaitu buku inventaris yang dikeluarkan oleh Pembina materiil Altop di daerah (Topdam) dan Buku Inventaris Altop yang dikeluarkan oleh Disinfolahtad. yaitu: No. yaitu versi manual dan versi data base komputer. Inventarisasi Kegiatan invetarisasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencocokkan catatan/laporan dengan jumlah fisiknya. Pembukuan Sistem penatausahaan BMN yang dilaksanakan melalui dua sistem. 2. 4. 3. 5. Hasil pemeriksaan atas laporan yang disajikan kedua versi sistem tersebut menunjukkan informasi yang berbeda. 2. 4.071) 396 (472) 147 . Uraian Versi Data Base Komputer Buku Inventaris Infolahtad 210 Tidak ada data 2560 13 681 Versi Manual Daftar Kekuatan Dittopad 441 154 489 409 209 Perbedaan 1. 3. 2. Laporan yang disajikan kurang akurat Praktek penatausahaan IKMN di lingkungan TNI AD dhi. Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana diketahui bahwa kegiatan inventarisasi Altop di lingkungan TNI AD minimal selama lima tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan meskipun terdapat perbedaan data antara daftar inventaris yang disajikan melalui data IKMN dengan data inventaris pembina materiil. 1.

12. diketahui bahwa kedua versi laporan tersebut tidak ada yang akurat dan wajar. 8. 2. yaitu: a. 8.No. Versi data base komputer Pemeriksaan atas buku inventaris altop menunjukkan bahwa data dan informasi yang disajikan dalam buku inventaris altop belum mutakhir dan lengkap. Uraian Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Jumlah/Unit 98 tidak ada data 2560 13 7 19 211 81 901 406 235 148 . 9.531 altop yang belum diisi nilainya.067 altop masih terdapat 4. 9.625 Versi Manual Daftar Kekuatan Dittopad 571 346 477 255 114 99 162 3. 10. 6.001) (439) (679) (2. 7. 12. 5.899) Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut. 3. Kodam VI/Tj Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Versi Data Base Komputer Buku Inventaris Infolahtad 89 440 0 138 1115 538 841 6. 10. yaitu: 1) Terdapat 4.726 Perbedaan 482 (94) 477 117 (1. 4. yaitu antara lain : No. 7. 1. 11.531 altop yang belum diisi nilainya. Uraian 6. Pemeriksaan atas daftar altop yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif altop jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa dari 8. 11.

2006 dan 2007 belum masuk dalam daftar inventaris altop.080.531 Sumber data: Daftar Nominatif Altop disajikan oleh Disinfolahtad 2) Terdapat altop minimal sebanyak 1.864 Sumber data: Daftar penerimaan Barang yang disajikan oleh Dittopad Penatausahaan IKMN altop berbasis komputer seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa laporan yang dihasilkan menjadi tidak lengkap dan akurat karena pencatatan altop selama tiga tahun terakhir tidak dilaksanakan dan masih terdapat altop yang tidak diberi nilai. 1.960.000 3.840.679. 3.000 2.852.678 175 2 3 180 1 4 1 UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT UNIT Unit Unit Unit 12.800 695. 3.680.206.852.00 hasil perolehan/penambahan tahun 2005.411. 3.000 100.400.360. 2.000 429.000 919.000 15. 2.000 2.462.No. Pemeriksaan atas daftar altop yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif altop jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa daftar tersebut belum dimutakhirkan minimal selama tiga tahun terakhir.426.350. Uraian Jumlah/Unit 4.000.679.382.120. JENIS/NAMA BARANG 2005 GPS GARMIN 80 MIL PLOTTER A 0 / HP / USA GPS TRIMBLE 5700/R7 3 REC Jumlah 2006 GPS GARMIN 80 MIL GPS NAVIGASI / RHINO Total Station Theodolite 2007 GPS Geo Xt GPS Trimble 3 Rec GPS Trimble Kinetik R-7 JUMLAH SATUAN HARGA (Rp) 1.679.800 1.000.800.156.800 20.000 1.00 hasil perolehan tahun 2005. 6 1. 2. yaitu: NO.672 4 2 1.000 2. 149 .000 7.030. Hal ini terbukti dengan belum dicatatnya altop minimal sebanyak 1.047.864 senilai Rp20.800.000.864 senilai Rp20. 2006 dan 2007.852. 1.

b. Hasil pemeriksaan atas buku inventaris dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa informasi yang disajikan berbeda secara signifikan. Inventarisasi Kegiatan inventarisasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencocokkan catatan/laporan dengan jumlah fisiknya. 1. f. Pembukuan Sistem penatausahaan BMN yang dilaksanakan melalui dua sistem. 2. Versi Manual Pelaporan IKMN yang diselenggarakan pembina materiil altop secara berjenjang dari satuan di daerah sampai ke Direktorat Topografi Angkatan Darat menunjukkan data yang tidak akurat. Hal ini praktis menyebabkan laporan posisi tertentu di tingkat pusat akan berbeda dengan laporan tingkat daerah. menghasilkan dua versi pembukuan yang berbeda pula yaitu buku inventaris yang dikeluarkan oleh Pembina materiil Alhub di daerah (Hubdam) dan Buku Inventaris alhub yang dikeluarkan oleh Disinfolahtad. 4. maka penyajian laporan terkait dengan akun altop menjadi tidak wajar. Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana diketahui bahwa kegiatan inventarisasi Alhub di lingkungan TNI AD minimal selama lima tahun terakhir tidak 150 . Kotama Semester I 2007 Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam Jaya Laporan Altop menurut Topdam Dittopad 130 401 206 489 409 209 162 Ketidakakuratan data dan informasi jumlah kekuatan altop terjadi karena adanya kendala waktu penyampaian laporan yang merupakan kelemahan dari sistem pengolahan data secara manual. 3. Alat Perhubungan 1. Pemeriksaan secara uji petik pada empat kotama menunjukkan data sebagai berikut: No. 2.Karena penyajian data altop di dalam neraca Dephan menggunakan data yang dihasilkan sistem ini.

7. diketahui bahwa kedua versi laporan tersebut tidak ada yang akurat dan wajar.143 5.883 9. 5. 12.531 3.470 alhub yang belum diisi nilainya.064 1. 10.970 Versi Manual Daftar Kekuatan Dithubad 3.360) 6. yaitu versi manual dan versi data base komputer.693 85 344 (8. Alhub yang dilaksanakan melalui dua sistem pelaporan tersebut di atas juga praktis menghasilkan dua versi laporan.467 1.806 2.668 5.962 (862) (2.693) 16. Laporan yang disajikan kurang akurat Praktek penatausahaan IKMN di lingkungan TNI AD dhi.154 743 949 1 551 57 2. yaitu: 1) Terdapat 20.794 6. 4.047 4. 9. Versi data base komputer Pemeriksaan atas buku inventaris Alhub menunjukkan bahwa data dan informasi yang disajikan dalam buku inventaris Alhub belum mutakhir dan lengkap.pernah dilaksanakan meskipun terdapat perbedaan data antara daftar inventaris yang disajikan melalui data IKMN dengan data inventaris pembina materiil.237 1.886 6. Uraian Versi Data Base Komputer Buku Inventaris Infolahtad 2. 11. yaitu: No.833 6. 6.315 Perbedaan 1.440 2. yaitu: a.782 6.921 10.442 16. Hasil pemeriksaan atas laporan yang disajikan kedua versi sistem tersebut menunjukkan informasi yang berbeda.048 5.065 42. 3.355 2. Pemeriksaan atas daftar alhub yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif alhub jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa 151 . 8.686 1. 3.345 Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya 1.786 7. 2.372 59.750 2.

5.960 senilai Rp75.676.470 alhub yang belum diisi nilainya.345 75. 3. 1.460 dan USD5.312. 6.dari 59. 1.414. 7. 11. 2. yaitu antara lain: No. 10.750 Nilai (USD) 1.960 senilai Rp75.170 Sumber data: Laporan Mutasi Alhub disajikan oleh Dithubad 152 .190 20.543 7.710 Nilai (USD) 3.460 5.897. 2.474 59 3.258 169 1. 2.170 hasil perolehan/penambahan tahun 2005 dan 2006 yaitu: No.702.00 dan USD5.460. Uraian Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Jumlah/Unit 1.363 1.745 683 949 1 505 57 1.825 23.312.960 satuan Set Set Set Set Nilai (Rp) 51. Uraian 2005 Alkom Pengadaan APBN Alkom Pengadaan Devisa 2006 Alkom Pengadaan APBN Alkom Pengadaan Devisa Jumlah 2. 12.968 1.973.190 2.276 2.676. Pemeriksaan atas daftar alhub yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif alhub jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa daftar tersebut belum dimutakhirkan minimal selama lima tahun terakhir.676.470 Sumber data: Daftar Nominatif alhub disajikan oleh Disinfolahtad 2) Terdapat alhub minimal sebanyak 3. Hal ini terbukti dengan belum dicatatnya alhub minimal sebanyak 3. 4. 8.170 hasil perolehan tahun 2005 dan 2006 belum masuk dalam daftar inventaris alhub.312.315 alhub masih terdapat 20. 1. 9.

496 6.949 2. b. B 1. C 1. 3. Pembukuan Sistem penatausahaan BMN yang dilaksanakan melalui dua sistem. menghasilkan dua versi pembukuan yang berbeda pula yaitu buku 153 .717 5. 2.995 7. Karena penyajian data alhub di dalam neraca Dephan menggunakan data yang dihasilkan sistem ini.065 5. g.894 7. maka penyajian laporan terkait dengan akun alhub menjadi tidak wajar. Hal ini praktis menyebabkan laporan posisi tertentu di tingkat pusat akan berbeda dengan laporan tingkat daerah. 2005 Kodam IV/Dip 2006 Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Semester I 2007 Kodam Jaya Kodam IV/Dip Kodam V/Brw 3.487 3.Penatausahaan IKMN alhub berbasis komputer seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa laporan yang dihasilkan menjadi tidak lengkap dan akurat karena pencatatan alhub selama dua tahun terakhir tidak dilaksanakan dan masih terdapat alhub yang tidak diberi nilai.877 9. Versi Manual Pelaporan IKMN yang diselenggarakan pembina materiil alhub secara berjenjang dari satuan di daerah sampai ke Direktorat Perhubungan Angkatan Darat menunjukkan data yang tidak akurat.775 16. Alat Kesehatan 1.154 743 Ketidakakuratan data dan informasi jumlah kekuatan alhub terjadi karena adanya kendala waktu penyampaian laporan yang merupakan kelemahan dari sistem pengolahan data secara manual.711 3. Kotama Daerah Pusat A 1. 2. Pemeriksaan secara uji petik pada empat kotama menunjukkan data sebagai berikut: Laporan Alhub menurut No.

713 154 .678 1.177 16. Inventarisasi Kegiatan inventarisasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencocokkan catatan/laporan dengan jumlah fisiknya. Laporan yang disajikan kurang akurat Praktek penatausahaan IKMN di lingkungan TNI AD dhi.335 1.851 54. Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Versi Data Base Komputer Buku Inventaris Infolahtad tidak ada data 946 5. yaitu: No. 3. 8. Hasil pemeriksaan dan konfirmasi kepada pelaksana diketahui bahwa kegiatan inventarisasi Alkes di lingkungan TNI AD minimal selama lima tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan meskipun terdapat perbedaan data antara daftar inventaris yang disajikan melalui data IKMN dengan data inventaris pembina materiil.197) 2. 10.379 Perbedaan (922) (5. 3. yaitu versi manual dan versi data base komputer.694 13.154 1.210 16. Hasil pemeriksaan atas laporan yang disajikan kedua versi sistem tersebut menunjukkan informasi yang berbeda.inventaris yang dikeluarkan oleh Pembina materiil Alkes di daerah (Kesdam) dan Buku Inventaris Alkes yang dikeluarkan oleh Disinfolahtad. Uraian 1.675) 27.033 181 55 260 158 3 93 tidak ada data 8.526 16.749 14.319 6. 11.933 Versi Manual Daftar Kekuatan Ditkesad 8. 6. Alkes yang dilaksanakan melalui dua sistem pelaporan tersebut di atas juga praktis menghasilkan dua versi laporan.250 799 854 tidak ada data 1. 2. 2. 9. 5. Hasil pemeriksaan atas buku inventaris dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa informasi yang disajikan berbeda secara signifikan. 12.990 641 851 (1. 7.507 24 481 3. 4.

3. 1. 5. yaitu: 1) Terdapat 8. Versi data base komputer Pemeriksaan atas buku inventaris Alkes menunjukkan bahwa data dan informasi yang disajikan dalam buku inventaris Alkes belum mutakhir dan lengkap.852. 12. Pemeriksaan atas daftar Alkes yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif Alkes jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa dari 16. 2006 dan 2007 belum masuk dalam daftar inventaris Alkes.636 akes yang belum diisi nilainya.678 411 3 1 153 93 tidak ada data 2. yaitu antara lain: No.137. 2. diketahui bahwa kedua versi laporan tersebut tidak ada yang akurat dan wajar.636 Sumber data: Daftar Nominatif Alkes disajikan oleh Disinfolahtad 2) Terdapat alkes minimal sebanyak 583 buah senilai Rp25.Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.00 hasil perolehan tahun 2005. Pemeriksaan atas daftar alkes yang tercatat dalam Buku Inventaris atau daftar nominatif Alkes jajaran Kotama di lingkungan TNI AD per 18 September 2007 yang dihasilkan dari sistem pengolahan data yang diselenggarakan Disinfolahtad dan jajarannya diketahui bahwa daftar tersebut belum dimutakhirkan minimal selama tiga tahun terakhir.102. 10.933 alkes masih terdapat 8. 8.287 8. 6. 11. Hal ini terbukti dengan belum dicatatnya Alkes minimal 155 . yaitu: a. 9. 4. 7.636 alkes yang belum diisi nilainya. Uraian Kodam I/Bukit Barisan Kodam II/Sriwijaya Kodam III/Siliwangi Kodam IV/Diponegoro Kodam V/Brawijaya Kodam VI/Tj Pura Kodam VII/Wirabuana Kodam IX/Udayana Kodam XVI/Patimura Kodam XVII/Trikora Kodam Iskandar Muda Kodam Jaya Jumlah/Unit 10 5.

546.102.447.757 10. 156 .362 564.353.137.968.400 601.757 775.312 574.241.461.287 1.053.505 1.084 432.842.241.783.994.996.852 Sumber data: Daftar pengadaan Alkes yang disajikan oleh Ditkesad Penatausahaan IKMN tanah berbasis komputer seperti tersebut di atas menunjukkan bahwa laporan yang dihasilkan menjadi tidak lengkap dan akurat karena pencatatan Alkes selama tiga tahun terakhir tidak dilaksanakan dan masih terdapat Alkes yang tidak diberi nilai.546.sebanyak senilai hasil perolehan/penambahan tahun 2005.337 SAT JML NILAI 2 1 a b c d e 2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 26 37 15 6 15 99 45 45 144 2.913.980.988.260. yaitu: No.027.467.790 775. 2006 dan 2007.578.670 4. NAMA ALAT KESEHATAN Tahun 2005 1 Alat Kesehatan Umum Unit Gadar Rehab Medik Diagnostik Kat Polum Jumlah 1 Alat Kesehatan Gigi Jumlah 2 JUMLAH ALKES Tahun 2006 Alat Kesehatan Umum Alkes Diagnostik Alkes UGD KAT POLUM Alkes Bedah/ Anaesthesis Alkes Rehab Medik Jumlah 1 Alat Kesehatan Gigi Jumlah 2 JUMLAH 1 dan 2 Tahun 2007 Alat Kesehatan Umum Alkes Diagnostik Alkes Bedah/ Anaesthesis Alkes Rehab Medik Alkes Lafi Jumlah 1 Alat Kesehatan Gigi Jumlah 2 JUMLAH 1 dan 2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 38 7 165 10 220 67 67 287 2.245.287 14.624 6.134.916 1.614 1.706.717.531 351.447.515 1 a b c d 2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 85 9 46 31 140 12 12 152 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Total 583 25.675.793.

Hal ini praktis menyebabkan laporan posisi tertentu di tingkat pusat akan berbeda dengan laporan tingkat daerah. maka penyajian laporan terkait dengan akun Alkes menjadi tidak wajar. Pendistribusian pesawat terbang dilakukan berdasarkan Surat Perintah (Sprin) Kasad. 2. b.335 Ketidakakuratan data dan informasi jumlah kekuatan alkes terjadi karena adanya kendala waktu penyampaian laporan yang merupakan kelemahan dari sistem pengolahan data secara manual. Mabes TNI AD atau Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). Penatausahaan pembukuan pesawat terbang dilakukan oleh Puspenerbad sebagai pembina materiil dan satkai sebagai satuan pemakai sekaligus sebagai kesatuan pelapor (satpor). Distribusi pengadaan pesawat terbang dilakukan oleh Puspenerbad ke Kesatuan Pemakai (Satkai) yaitu Skadron-11/Serbu.066 6. Pesawat Terbang Pengadaan pesawat terbang TNI AD dilakukan secara terpusat oleh Departemen Pertahanan. 3.128 16.851 3. Pemeriksaan secara uji petik pada tiga kotama menunjukkan data sebagai berikut: No 1. berdasarkan Sprin tersebut Puspenerbad menerbitkan surat Perintah Pengeluaran Materiil (PPM) untuk meneruskan barang ke Satkai. Skadron-31/Serbu dan Pusdikpenerbad di Semarang serta Skadron-21/Sena di Jakarta. Kotama Kodam Jaya Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Laporan Alkes posisi semester I 2007 Daerah Pusat 8. Secara berkala kekuatan pesawat terbang oleh satkai dilaporkan ke Infolahtadam untuk dicatat pada Disinfolahtad sebagai inventaris pesawat terbang di jajaran TNI AD. h.403 3. Versi Manual Pelaporan IKMN yang diselenggarakan pembina materiil Alkes secara berjenjang dari satuan di daerah sampai ke Direktorat Kesehatan Angkatan Darat menunjukkan data yang tidak akurat.210 16.Karena penyajian data alkes di dalam neraca Dephan menggunakan data yang dihasilkan sistem ini. 157 .

Reg. Pesawat terbang yang belum dicatat tersebut adalah sebagai berikut : Tahun No.000.240.000.000 2 Helikopter NBO-105 CBS HS-7147 1 2006 10.250. TA 2006 1 Pesawat Terbang NC 212-200 A-9146 1 2006 7. Kesinambungan sistem pelaporan kekayaan negara di lingkungan Departemen dan TNI.246. Pesawat terbang yang dihapuskan adalah berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI kepada Kasad Nomor : Sprin/1613/VIII/2005 tanggal 23 Agustus 2005 tentang penghapusan 3 unit pesawat terbang inventaris TNI AD dengan rincian sebagai berikut : No. Pengadaan Nilai A. Jenis Pesawat 1 Helikopter Allouette III 2 Helikopter Allouette III 3 Helikopter Allouette III Jumlah No.000 TOTAL 5 136.000 Jumlah 3 38. 158 . Jml. Januari 2003 pokok-pokok penyelenggaraan IKN di lingkungan Dephan dan TNI.000. Jml. HA-7043 1 HA-7047 1 HA-7101 1 3 Thn.120. Tertib administrasi.000.246.000 2 Pesawat Heli Nbell-412 HP HA-5145 1 2005 65.738. TA 2005 1 Pesawat Terbang NC 212-200 A-9144 1 2005 33.000.000 531.800.000. Jenis Pesawat No.000 3 Helikopter NBO-105 CBS HS-7148 1 2006 20.683.370.246.200. Kep/003/M/1/2003.000 Disamping itu diketahui bahwa beberapa pesawat terbang telah dilakukan penghapusan namun masih tercatat di Buku Inventaris Disinfolahtad.000 Jumlah 2 98.000 177. Penghematan keuangan negara. c. Reg. Bab I Poin 8 bahwa tujuan IKN adalah dapat menjamin tercapainya : a. Buat 1968 1968 1971 Nilai 177.000.196.000 B. b.Berdasarkan pemeriksaan atas daftar pengadaan pesawat terbang TA 2005 dan 2006 dan Buku Inventaris Disinfolahtad diketahui bahwa perolehan pesawat terbang hasil pengadaan TA 2005 dan 2006 belum dicatat pada Buku Inventaris yang disusun Disinfolahtad.250.000 177.000 Hal tersebut tidak sesuai tanggal dengan 31 Surat Keputusan tentang Menhan No.

Penyajian informasi yang lengkap dan mutakhir serta dapat disajikan setiap saat.d. Hal tersebut terjadi karena: a. b. Atas Permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa: a. Inventarisasi secara periodik telah dilakukan pendataan dengan laporan kekuatan materiil setiap bulan berikutnya perubahannya. e. c. Keterbatasan sumber daya dalam rangka penertiban administrasi kekayaan negara di lingkungan Dephan/TNI. Belum berjalannya Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) di lingkungan TNI AD dan penertiban administrasi Kekayaan Negara belum dapat dimaksimalkan tanpa dukungan dana yang cukup. Belum ditetapkannya dasar penilaian aset secara memadai dan sistematis atas aset-aset yang dimiliki oleh satuan kerja di lingkungan TNI AD sehingga aset dinilai dengan dasar penilaian yang seadanya dan atau tidak dapat dinilai. Penghapusbukuan kendaraan yang secara definitif belum dihapuskan adalah sudah sesuai aturan berdasarkan Bujukmin tentang Penghapusan Materiil bergerak AD Skep/508/IX/1999 tanggal 1 September 1999. ST/12/2007 tanggal 4 Januari 2007 tentang Reinventarisasi IKMN dan mencantumkan harga satuan barang. d. Hal tersebut mengakibatkan Informasi tentang kekayaan negara khususnya tanah di lingkungan TNI AD tidak akurat dan belum dapat disajikan secara wajar dalam laporan keuangan Dephan/TNI. Untuk mendorong motivasi penertiban aset di lingkungan TNI AD telah diturunkan Surat Telegram Kasad No. c. b. d. Pendistribusian aset ke satkai telah semua dilakukan kecuali Ranpur Panser APS 6 X 6 Pindad karena masih dalam perencanaan melengkapi Yon Mekanis yang belum terbentuk sehingga masih menjadi persediaan pusat. Belum berjalannya Sistem Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Dephan/TNI. baik penambahan 159 . Motivasi untuk melaksanakan penertiban aset sangat rendah karena tidak ada ketentuan rewards and punishment yang jelas jika belum melaksanakan administrasi kekayaan negara secara tertib.

f. Format Laporan sudah sesuai dengan Naskah Sementara Bujukmin mat Peralatan di Satminkal Skep/11/II/2006 tanggal 14 Februari 2006 pasal 32 tentang Laporan Pertanggungjawaban Materiil yang diawasi (Bentuk-16). Keterlambatan pengiriman data satkai untuk pelaporan dikarenakan faktor jarak dan dislokasi satkai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan pengirimannya masih menggunakan posmile yang memerlukan waktu cukup lama. l. Infolahtad belum mengurangi dengan jumlah kendaraan yang telah dihapuskan (disposal). Diperlukan juga sosialisasi Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) di lingkungan TNI AD.Laporan inventarisasi altop berpedoman pada Kepmenhankam No. h. Data altop belum mencantumkan harga karena dalam petunjuk yang ada tidak mengatur dan mencantumkan harga. k. Pusdiktop Kodikat maupun daerah telah dicatat dan dilaporkan ke Itjenad dan kepada Infolahtad. Buku Inventarisasi juga sudah ada dan telah dilaksanakan inventarisasi hasil pengadaan/pendistribusian.maupun pengurangan. daerah belum melaporkan beberapa jenis kendaraan hasil pengadaan daerah maupun hibah oleh Paldam ke Ditpalad. 160 . Telah dilakukan penatausahaan bukti-bukti kepemilikan aset dan untuk buktibukti kepemilikan yang kurang akan dilengkapi. Kep/004/III/1989 tentang pokokpokok penyelenggaraan inventarisasi penatausahaan barang milik negara/kekayaan negara di lingkungan Dephankam dan ABRI. Terjadinya perbedaan sistem pembukuan alkes dan data yang diperoleh BPK RI disebabkan karena belum sempurnanya kodifikasi alkes yang sementara diberlakukan. i. pengiriman materiil dari pusat ke daerah maupun dari daerah ke pusat sehingga materiil tersebut dalam perjalanan menuju ke satuan penerima. Data altop di tingkat pusat. g. j. Perlu menyusun standar penilaian aset terutama standar penilaian peralatan dan satker yang berwenang melakukan penilaian. Selisih jumlah dalam Laporan antara lain disebabkan Ditpalad sebagai Pembina Materiil AD tidak membina kendaraan binaan Ditziad (Alberzi).

c. Pemeriksaan terhadap data administrasi tanah secara uji petik pada beberapa Kodam diketahui bahwa perolehan tanah melalui penguasaan dan atau sitaan dari pemilik yang terlibat organisasi terlarang dan/atau berasal dari pelimpahan tanah perkebunan oleh Pemda atau Departemen Teknis tidak dicatat atau diadministrasikan oleh pembina materiil tanah di daerah dan pusat baik dalam buku inventaris ataupun bentuk laporan lainnya. Memerintahkan para pembina materiil maupun pelaksana yang bertanggung jawab atas penatausahaan aset di lingkungan TNI AD agar selalu melaksanakan penatausahaan aset sesuai ketentuan. melalui penguasaan tanah-tanah bekas peninggalan hak barat (eigendom verponding) yang dimiliki oleh pihak tertentu namun karena alasan tertentu ditinggalkan oleh pemiliknya. yaitu: 161 . Memerintahkan para pembina materiil. Dengan fungsi pembinaan teritorial/kewilayahan yang dijalankan oleh Kodam. dan para Kepala/Komandan Satuan untuk melakukan koordinasi sehingga laporan atas aset yang dibuat lengkap dan mutakhir (up to date). UO TNI AD mendapat pelimpahan tanah baik melalui penyerahan dari KNIL. d. infolahta.Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan kepada Menhan/Panglima TNI memerintahkan Kasad agar: a. Perolehan Tanah Perkebunan Hasil Penguasaan Peperda dan Pelimpahan Departemen Teknis Tidak Dicatat Dalam Daftar Barang Milik Negara Aset tanah di lingkungan Dephan dan TNI merupakan salah satu komponen penting dalam pertahanan negara yang harus dikelola dan ditatausahakan secara memadai sehingga memungkinkan organisasi Dephan. TNI dan Angkatan membangun. Memerintahkan para Direktur Balakpus agar dalam setiap pengiriman materiil hasil pengadaan dari pusat disertai nilai aset tersebut sehingga satuan yang menerima tidak menemui kesulitan saat mencatat dan memberi nilai aset. membina dan menggunakan kekuatan pertahanan negara. melalui sitaan dari pemilik yang terlibat organisasi terlarang atau melalui pelimpahan tanah-tanah perkebunan dari Pemda atau Departemen Teknis. 2. b. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas penatausahaan aset TNI AD.

Unit Perkebunan/ Lokasi Perkebunan Sentool Desa Suci. Kec. Panti . 414/Kpts/UM/8/1970 tanggal 24 Agustus 1970. Perkebunan Sentool merupakan perkebunan yang diserahkan Menteri Pertanian kepada Kodam VIII/Brw berdasarkan Skep Menteri Pertanian No.5 tgl Pengelola Swakelola 162 . b. Jember Luas Areal/ Tanaman Luas : 537. Kab. Perkebunan Ayerdingin merupakan perkebunan yang mendapatkan izin dari Gubernur Jatim kepada Menhan untuk mendapatkan hak berdasarkan SK Gubernur Jatim No.55 Ha Dasar Kepemilikan HGU Skep BPN No.47 Ha Karet 395. Tanah Perkebunan di Kodam V/Brawijaya Berdasarkan uji petik atas administrasi pengelolaan tanah perkebunan Puskopad Kodam V/Brawijaya diketahui bahwa Kodam V/Brawijaya menguasai Tanah Negara dalam bentuk lahan perkebunan sebagai berikut: a. Perkebunan Gunung Nyamil. kemudian pada tahun 2002. KPMD-23/4/1961 tanggal 14 April 1961. 263/Kpts/UM/6/1973 tanggal 2 Juni 1973.57 Ha Kopi 153. : 42/HGU/ BPN /2000 tgl 21-09-2000 Sertifikat HGU BPN Jember No. d. Pangdam V/Brawijaya telah mengalihkan penguasaan dan pengelolaan usaha Yayasan Bhirawa Anoraga Kodam V/Brawijaya kepada Puskopad ”A” Dam V/Brawijaya sesuai Surat Keputusan Nomor : Skep/97/VII/2002 tanggal 22 Juli 2002. Perkebunan Telogorejo dan Perkebunan Sumber Mas merupakan perkebunan yang diserahkan Menteri Pertanian kepada Kodam VIII/Brw berdasarkan Skep Menteri Pertanian No.1. c. Adapun unit perkebunan yang dialihkan adalah sebagai berikut : No. 1. Pada awalnya tanah perkebunan tersebut kelola oleh Yayasan Bhirawa Anoraga Kodam V/Brawijaya. Perkebunan Penampean dan Perkebunan Kaligentong dikuasai langsung oleh Negara di bawah pengawasan Penguasa Perang/Darurat Militer Daerah Militer Jawa Timur berdasarkan Skep Pangdam VIII/Brw No.35 Ha Lain-lain 24. I/Agr/C/2138 tanggal 25 April 1957. Perkebunan Petungombo.

74 Ha 12.No.43 Ha 3. Tulungagung Perkebunan Kaligentong Desa Sukorejo Kulon.14 Ha 78.505. Kec. Perkebunan Petungombo Desa Karangrejo.86 Ha Kapuk 58. Blitar Perkebunan Telogorejo Desa Harjo kuncaran.40 Ha Kelapa 45. 7. Kab. Wonotirto.25 Ha Cengkeh 48. Ke.37 Ha Lain-lain 1. 8. Tulungagung Perkebunan Gunung Nyamil Desa Ngeni.11 Ha Luas 1. Kalidawir. Garum. Proses pengajuan HGU mempunyai kendala biaya yang besar untuk pengukuran tanah dan kendala permasalahan hak dengan 163 . 4.69 Ha Teh 119.42 Ha Dari seluruh perkebunan yang dikelola oleh Puskopad ”A” Dam/V ternyata baru dua perkebunan yang mempunyai Hak Guna Usaha (HGU) yaitu Perkebunan Sentool dan Perkebunan Ayer Dingin dengan total luas 1.16 Ha Lain-lain 560.97 Ha Kelapa 106.81 Ha Luas 926.746. Kec.58 Ha Kopi 3. Sumbermanjing Wetan. Probolinggo Luas Kopi Lain-lain 703.04 Ha 292. Malang Perkebunan Sumber Mas Desa Ringin Kembar.76 Ha HGU dalam proses PT Kutai Timber Indonesia PT Aviland Riva Ranch PT Wono Kartika Kencono Luas 544. Kab. Kab. Perkebunan Ayer dingin Desa Bermi.91 Ha belum mempunyai HGU.95 Ha Lain-lain 647. 6. Kec.360. Kec.00 Ha Lain-lain 422. 5.00 Ha Lain-lain 129.00 Ha HGU dalam proses PT Tirto Bumi Lestari HGU dalam proses PT Tirto Bumi Lestari HGU dalam proses HGU dalam proses PT Wonotirto Subur Makmur PT Roto Rejo Kruwuk HGU dalam proses PT Alfin Kartika Jaya 6.51 Ha. Kab. Kec.25 Ha Kapuk 940.93 Ha 119.83 Ha Luas 200.04 Ha Kelapa 557.61 Ha 410. Krucil. Unit Perkebunan/ Lokasi Luas Areal/ Tanaman Dasar Kepemilikan 30-06-2001 masa berlaku 25 tahun HGU Skep BPN No.526. Kab.00 Ha Kopi 71. sedangkan yang lainnya seluas 5. Malang Total Luas Luas Karet Kopi Kelapa 295. Blitar Perkebunan Penampean Desa Geger. Kab.00 Ha Karet 122.240.977. Sendang. Kab. 43/HGU//BPN/2000 tgl 21-09-2000 Pengelola 2.69 Ha Luas 1. Sumbermanjing Wetan. Kec.

977.6965 Ha Th 2006 : 264.6965 Ha Perkembangan Tahun 2002 – 2005 Untuk merealisasi SK Menteri Pertanian dan Agraria Nomor SK-49/KA/1964.28 Ha. Skep/108/VII/2002 tgl 28 Agustus 2002. Blitar Luas Areal : Th 2002 : 1. Skep/105/VI/2005 tgl 13 Juni 2005.551. Tanah Perkebunan Gunung Nyamil.04 Ha Th 2006 : 1. Tanah perkebunan yang masih dikelola Puskopad Kodam V/Brawijaya tersebut 164 . pada tahun 2002 telah dilepas lahan seluas 426 Ha kepada Desa Ngeni dan Desa Ngadipuro sesuai Skep Pangdam V/Brw No. Kaligentong.428. 1. Untuk memenuhi tuntutan penduduk melalui Surat Bupati Tulungagung Nomor 590/346/424. Skep/104/VI/2005 tgl 13 Juni 2005. Skep/228/XI/2006 melakukan penyerahan pengelolaan tanah perkebunan pemerintah yang di kelola Puskopad A Dam V/Brawijaya di Desa Geger Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung kepada Pemda Kabupaten Tulungagung dan masyarakat sekitarnya seluas 264. Tulungagung Luas Areal : Th 2002 : 544.14 Ha selama tahun 2002 sampai tahun 2005 sehingga jumlah luas perkebunan menjadi 5. Berdasarkan perkembangan perkebunan tersebut maka jumlah luas areal perkebunan berkurang sebanyak 814. Penampean. 3.04 Ha 2.25 Ha Th 2005 : 1. Hasil pemeriksaan atas Buku Inventaris Tanah Tahun 2005 dan 2006 menunjukkan bahwa tanah perkebunan tersebut tidak masuk dalam daftar nominatif inventaris tanah yang dikuasai oleh Kodam V/Brawijaya.60 Ha.14 Ha kepada Pemkab Tulungagung sesuai Skep Pangdam V/Brw No.13/2001 tanggal 17 April 2001 dan Nomor 590/44/301/2005 tgl 16 Februari 2005 maka dilepas lahan seluas 280 Ha kepada Pemkab Tulungagung sesuai Skep Pangdam V/Brw No.526.11 Ha Untuk memenuhi tuntutan penduduk melalui Surat Bupati Tulungagung Nomor 590/109/301/2005 tanggal 31 Maret 2005 maka dilepas lahan seluas 98. antara lain: No. Beberapa perkebunan tersebut menyerahkan sebagian tanahnya untuk masyarakat melalui Pemda setempat karena dituntut haknya oleh masyarakat yang menyatakan telah mengolah perkebunan tersebut sejak jaman penjajahan Belanda. Pangdam V/Brawijaya berdasarkan SKEP No.932.masyarakat/penggarap perkebunan setempat. Tulungagung Luas Areal : Th 2002 : 1. Pada tahun 2006.

6.00 dengan rincian sebagai berikut : No 1.954. Malang Sentool Desa Suci Kec. 7. Kep-PPD/00 127/10/1966 tanggal 27 Oktober 1966 diketahui bahwa Negara diwakili Panglima Daerah Militer VII/Diponegoro selaku Penguasa Perang Daerah Tingkat I Djawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaksanakan tindakan pembekuan dan penyitaan Tanah Perkebunan milik organisasi terlarang dan pendukungnya. Panti Kab.017.735 10. 1. 3. 4. Tulungagung Telogorejo Desa Harjokuncaran Kec.290 16.022. Blitar Gunung Nyamil Desa Ngeni dan Ngadipura Kec.731. Sumbermanjing Wetan Kab.262. yaitu: No. 5. 8.500 10. 2.377.113 16.933. 4. Srt/010-Pengaduaan/2007 dan Surat Keputusan Panglima Kodam VII/Diponegoro No. Probolinggo Jumlah NJOP (Rp) 7.042. Malang Sumbermas Desa Ringinkembar Kec.459. Daerah Banyumas Banyumas Surakarta Surakarta Surakarta Yogyakarta/Kedu Semarang/Pati Semarang/Pati Status Perkebunan Kebun Samudra Kebun Darmokradenan Kebun Kemuning PT Indonesia PT Ketandan Kebun Kaligintung Kebun Tjiluwak PT Gondoroso Jenis Tanaman Karet Karet The Tembakau Tembakau Kopi Karet/Kopi/Randu/Kelapa Karet Konfirmasi kepada Asisten Logistik Kodam IV/Diponegoro tentang administrasi dan status tanah perkebunan tersebut diketahui bahwa saat ini perkebunan tersebut di kelola oleh Yayasan Rumpun Diponegoro.683. Krucil Kab.mempunyai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Tahun Rp115. 7.500 8.145. 2. Jember Ayerdingin Desa Bermi Kec. Sumbermanjing Wetan Kab. Tanah Perkebunan di Kodam IV/Diponegoro Berdasarkan Surat Pengaduan masyarakat No. 3.835. 165 .042.292 115. 5.591. Blitar Kaligentong Desa Sukorejokulon Kec.806. Sutojayan Kab.459. Garum Kab.330 2.256.883.330. 6. 2005 sebesar Tanah Perkebunan Petungombo Desa Karangrejo Kec. Kalidawir Kab.900 44.

Pembina materiil tanah (Zidam IV/Diponegoro) tidak melaksanakan pencatatan dan penatausahaan atas tanah-tanah tersebut sehingga informasi terkait jumlah dan luas serta nilai tanah tidak dapat diketahui. Pengelolaan aset tanah di lingkungan TNI AD belum optimal. 4 tentang Prosedur Akuntansi BMN poin 2 yang menyatakan bahwa transaksi yang dicatat dalam Akuntansi BMN meliputi tiga jenis yaitu perolehan. Hal tersebut mengakibatkan: a. Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. b. b. Bab I Poin 8 bahwa tujuan IKN adalah dapat menjamin tercapainya : 1) Tertib administrasi. 2) Penghematan keuangan negara. perubahan dan penghapusan. 4) Penyajian informasi yang lengkap dan mutakhir serta dapat disajikan setiap saat. Pemindahtanganan aset dapat dilaksanakan tanpa prosedur dan ketentuan yang berlaku sehingga dapat menimbulkan potensi kehilangan kepemilikan aset Negara. Sistem pengendalian intern atas pengelolaan BMN di lingkungan TNI AD masih lemah. Kep/003/M/1/2003. Aset Negara dikuasai dan ditatausahakan oleh pihak yang tidak berhak sehingga hasil pemanfaatannya dikelola dan digunakan oleh pihak yang tidak berhak. b. Hal tersebut terjadi karena: a. tanggal 31 Januari 2003 tentang pokok-pokok penyelenggaraan IKN di lingkungan Dephan dan TNI. Surat Keputusan Menhan No. 3) Kesinambungan sistem pelaporan kekayaan negara di lingkungan Departemen dan TNI. 166 . Peraturan Menteri Pertahanan No. PER/13/M/XI/2006 tanggal 1 November 2006 tentang Sistem Akuntansi dan Tata Cara Pelaporan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia dan Petunjuk Pelaksanaan Sistem Akuntansi BMN di lingkungan Dephan dan TNI No.

Atas permasalahan tersebut pihak TNI AD (Slogad) menyatakan bahwa untuk penertiban aset yang berasal dari hibah dari Pemda. Belanda. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas aset tanah di lingkungan TNI AD. Belanda. Jepang dan lainnya maupun tanah okupasi secara optimal. Memerintahkan para pembina materiil tanah (Ditziad dan Zidam) untuk melaksanakan pencatatan dan penatausahaan atas tanah-tanah hasil hibah Pemda. Untuk itu akan dilakukan penekanan kembali. Jepang dan lainnya yang dikuasai oleh yayasan. koperasi. di lingkungan AD telah dimintakan laporannya kepada para Pangdam sesuai surat Kasad Nomor : B/137/I/2007 tanggal 25 Januari 2007 namun sampai saat ini belum ada yang melaporkan hasilnya. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 167 . Sehubungan dengan hal tersebut BPK RI menyarankan Menhan/Panglima TNI memerintahkan Kasad agar: a. b. sehingga informasi terkait jumlah dan luas serta nilai tanah dapat diketahui.

00 426.032. Riung Sari 22.00 112.565.000. 47 Bdg Kodam IV/Diponegoro Bukit Gombel Semarang Ngesrep Semarang Benteng Pendem Ambarawa 1. RE Martadinata 18 Bandung Jl.000.00 36.863 m2 13.750 1. 8.500.00 342.896.565.633 m2 Kodam III/Siliwangi Jl.00 117.000.500.329 m2 4.750.498 2.000.00 8.000.00 44698500 ($5157*) $ 63.00 1.500. 160 Bdg Jl.000.000.000.000. 2.893. Bambang Tjiupek 1 2 Golf Course Club House Wisma Benteng 741. Brigjen Katamso Bdg Jl.000.20 Tahun 8. SPBU 23.500.593.000 336.000 No.039.00 - 117.500.000 1. Jangka Waktu Pihak III PT Tuntungan Indah Lestari $ Sdr.000 293.250. 3. Dr.600 3.000.143 10. Hotel Casa De Ladera 13. China Emporium FO 17.500. RE Martadinata 32 Bandung Jl RE Martadinata 61 Bandung Jl. 47 Bdg Jl. 2.06 Perjanjian Kerja Sama No.712. Graha Manggala Siliwangi 14. 187 Bdg Jl.500.000.000 401.500. Service station/ Supermarket 20. 7.00 336.627.963 124.10 Bandung Jl.500.463.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.664.047.337 m2 6.000 360.000.505.500. Pahlawan Bandung Jl. 4.00 484. 6. Ambon 15 (Mess) Jl.750.000.663. Banda/ JL. SPBU. 5.055.00 - 484.Lampiran Lampiran Daftar Penerimaan Negara Hasil Pemanfaatan Aset Jenis Pemanfaatan Sewa Sewa Surat Perjanjian No.273.500.622. RE Martadinata No.000 589.250.000.763.726.000 327. Rindu Alam 21.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 117.790.00 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia 117.00 357. Planet Dago 12.360 342.663.228. Wijaya 1 Surabaya Jl.000. RE Martadinata 55 bandung Jl.00 112.000. Juanda No.00 128.00 407.000 112. RE Martadinata 211 Bandung Jl. Penny Noor Bone 36.00 117.500. 4.872 m2 1. 3.249 m2 1.160 m2 1. Setiabudi No. 7 Bdg Jl.000 947.387.663.724.000. RE Martadinata 51 Bandung Jl.750.00 3. Sumatra No.613 337.000.00 27.00 589.000.593. Nama Barang Jumlah Satuan Lokasi Kodam I/Bukit Barisan Desa Tuntungan Kec. Lap.Sper/07/X/1996 1 Oktober 1996 Kontrak Pemanfaatan Tanggal Nilai (Rp) Jumlah PNBP dari kegiatan pemanfaatan BMN Dipungut Disetor ke kas negara Digunakan Langsung 947.000 327.000. 22 Bdg Jl.750 8.00 360.039.579.000.00 117.750 484.000.500. Gatot Subroto No. Rm.925. Lombok no.00 59.500 m2 2.351. SPBU 2.593.00 35. Toko Terminal Tas Factory Outlet Factory Outlet Factory Outlet Factory Outlet Café Bali Show Room Kedaung Group Pasar Antri Driving Range 1.422.02 13-Mar-01 22-May-02 26 Mei 2003 10 Februari 2006 .00 $ 130.00 46.000 368.712. LBIB 15.579.711. 3 Bdg Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa SPK Nomor:SPK/03/IV/2007 SPK Nomor:SPK/06/IV/2007 SPK Nomor:SPK/04/IV/2007 SPK Nomor:SPK/02/IV/2007 SPK Nomor:SPK/05/IV/2007 SPK Nomor:SPK/07/IV/2007 SPK Nomor:SPK/08/IV/2007 2-Apr-07 2-Apr-07 2-Apr-07 2-Apr-07 2-Apr-07 2-Apr-07 2-Apr-07 75. Pancur Batu Deli Serdang Medan No.000.576.445 m2 1.300 m2 1.841.00 19.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.000. Salon Mobil & Car wash 19.000. Tanah untuk Trans TV Tanah untuk Metro TV Sarang Burung Walet 2.00 20.00 - 2 tahun 2 tahun 2 tahun 2 tahun 2 tahun 2 tahun 2 tahun Brigjen (Purn.R.00 460.000 379.032.00 3 tahun 15 tahun Primkopad S-09 Denma Skodam IV/Dip dg Trans TV PT Media Televisi Indonesia Harjanto Prawiro Johan Hermawan 484. Purnawarman No. Cimahi Jl.775. 66 Bandung Jl.) Nasep Rahmat Perry Tristianto Perry Tristianto Perry Tristianto Perry Tristianto Ny.300 m2 24.163.500 3.500 m2 40. RE Martadinata No.000.000. Menado Bandung Jl.500. RE Martadinata 217 Bandung Jl.640. Agrobisnis dan Peternakan 16.000.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.453. 2.658.66 2. Bale Anak 18.032.000 176 . Rm.300.000 117.000.00 117.750.500.000 117.420.00 62.00 30.00 - 457.435 m2 3.00 368.576. RE Martadinata No.843 338.041.801 m2 Sewa Sewa Kerjasama BA/12/S-09/III/2001 BA/512/V/2002 Akte Perjanjian Sewa Menyewa No.500.600 3.073.00 312. Tenis indoor 11.000.000.871.000.500. H.500.000. Sriwijaya. 3.000 443.00 29.210.20 tahun .000 397. Aceh No.000 m2 14.236.037. Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower 120 120 80 400 m2 m2 m2 m2 Kodam V/Brawijaya Jl.00 443. Setiabudi No.500. Pemandian Malang Jl.648. Ronggolawe Malang Sewa Sewa Sewa Sewa 05.580 68. Ir. Brawijaya Surabaya Jl.100.000.072 m2 Jl.500.593.300.500. 9.000. 31 Jl.500.00 29.055. 262 Bdg Jl.009 m2 1.070 m2 $ 1.

00 31. Sarang Burung Walet 21. Rumah Makan Batavia 20. Letda Tantular Jl.000 25.00 112.000.000.000.000 3.704 m2 Kerjasama SPK/02/VI/2004 1 Juli 2004 5 tahun 4 bulan Pemerintah Kota Tomohon 300.00 117. Hotel Kartika Wijaya 18.000. Wisma Ramadhan 2.00 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia Hutchison Telecom Indonesia PT.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.000.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 5 Mei 2006 117.500.102.000.25 T/B Kantor & Perumahan Denpom 3 / IX Denpasar.000. Narindo Telepon Seluler 117.000.718. Tanah untuk Tower 13.00 28.000 112. Norong Rappo.000. Kahuripan Malang Jl. Malang Jl.00 100.000 117. Lapangan Golf 17. 4.000.000. 127 Batu.670. Raya Singosari Jl.00 117.995.500.718.000.000 31.300 Ha 544 Ha 1.000.000.00 25. Tanah untuk Tower 14.764. 310.520. ternak Babi Kali Gentong 29.000 945. Karya Luhur 14.000. Letjen Sutoyo Malang Jl.000.000.500 Kodam IX/Udayana 1 Rumah Kantor ( Rukan ).001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.500. Yoseph Sewa Sewa Personel Kodam VII/Wrb Sdr. Perkebunan Kali Gentong 28.000. 4.000.000.00 945.000 48.00 112.00 117.000.00 117. Eks Mako Rindam 79.000 100. Perkebunan Sentool - 120 m2 120 m2 100 m2 14.500.503.000.000.000. Suropati 11 Malang Jl.925.197.500 - 20.500. Pengelolaan Tebu Rakyat Gedung Wisma Segara Wisma/RM Kaisar Ds.000. Peternakan 22.941.000.468. Perkebunan Telogorejo 30.00 117.500.20 Makassar Sdr. Wuruk Surabaya Jl.000. Hayam Wuruk 1 Surabaya Lap.33 Makassar Jl.00 325.5.000 m2 1.00 377.000 - 14. Narindo Telepon Seluler PT. Perkebunan Petungombo 26.00 945.00 117.7 Makassar Jl. 9.00 117.406. Perwira Surabaya Blkg Pom Bensin Denbekang Malang Jl.503 m2 619.000.000 119.000. H.861. 10.000 117.000 310. Wuruk Surabaya Jl.157 m2 40. Perkebunan Sumber Mas 31. Malang Ayer Dingin Ayer Dingin Ayer Dingin Kodam VII/Wirabuana 1.750 49.000.00 75.500. 7.000.941 646. Puskopad A dengan PT. 6. Tanah untuk Tower 12. Bumi Dewata.670.503.00 757.00 112.947.00 127. 5. Jakarta.00 450.000 117.000 127.00 112.000 - 384.925. P (Hendri K.000.500.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.000.000.000.500.000.291 60.00 60.000.G Lyanto). Wuruk Surabaya Jl.406.500.000 112. Perkebunan Penampean 27. Bonto Marannu Gowa Jl.000.250.00 119. Kolam Renang 16.000 2.500.000.197 393.000.130 m2 55 ha 403 Ha 150 Ha 150 Ha 293.500. Benny 20.000.00 Gelanggang Remaja UDY BOT/BGS.600 m2 Jl.000. Penanggungan 8 Kediri Kodim 0817 Gresik Jl. Tahap I TMT PT.00 117.000 278.000 117.250.000 11.000. 8.000.448 m2 21.947. Perkebunan sengon 24.00 393.00 117.000 176 . Sungai Sadang No.00 112.700 377. H. Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower Tanah untuk Tower 48 120 200 144 255 255 m2 m2 m2 m2 m2 m2 Jl.000 195.134.000 300.134 450.000 2 Pasar Swalayan 17.500.000 30. Jenderal Sudirman 22 Makassar Sewa SP/999/VIII/2002 29 Agustus 2002 740.000. 6. Banyuwangi dan Bojonegoro Wonorejo.000.000.000.774 m2 1. Perkebunan sengon 25.500.000 112.000. Lasinrang No.000.102.520.000 325. 4.000 117.000 28.686 m2 8.00 278. Malang Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa 05.000. Hotel Kartika Kusuma 19. Pang Sudirman No. Sepakbola Jl.995.686.000.500.00 - 117.686.000.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.00 646.000.500. Jenderal Sudirman No. Lawang.000. Raya Puputan Renon Denpasar.500.Yani 18 Kediri Jl.500.428 Ha 6 Ha 725 Ha 200 Ha 537 Ha Lumajang. Romang Loe Kec.000.000 2.967 m2 1.500.000.000.000. Lapangan Tennis 15.000 75.000.700.500.291. H. Narindo Telepon Seluler PT.00 195. A.00 30.000 2.000.500.750 49.000. Jl.500.001/PKS/HCPT-SI/V/2006 05.500.500.000.000 10 Tahun CV Cristy 384.500. Perkebunan 23.500.00 BOT/BGS.000 48.500.764.00 117.00 112.000 945.

Kramatjati Raya Jakarta Timur Sewa.284.050.600 72.37 Jakarta Selatan Jl.000. 10.000.138.000 1.728.678. 521.811.476 355.897.000.443 Keterangan: * Kurs Jual BI tgl 29 Desember 2007 $1=Rp8667. 4.689.945 457.966.00 471.38 126.00 116.125 52.Tiara Dewata.424.304.424.959.964 452.050.445 521.500($5157*) 270. Mayjen Sutoyo Wisma A.072.465.00 Sewa. Putra Wahid Pratama. Abdul Rahman Saleh Jakpus Jl.265. Saharjo Jakarta Selatan Jl.00 25 tahun 25 tahun 25 tahun PT Wahana Bhakti Utama PT Dharma Putra Lestari PT Sukhawati Loka Funeral PT Thanarama Tritunggal PT Aditarina Arispratama dan perorangan $ 342.388.702 m2 1.000.875.000 - 2. Letda Made Putra Denpasar. Permai.983. Kuta Kab.064. Badung.445 4 Pertokoan Kartika Udayana.00 747.Yani Jl. Kuta Kec.632.00 1.698.11 th 2003 Akta Notaris eny Sulaksono 5-Sep-03 11 Februari 2002 14. Gatot Subroto No.916.841 m2 2.54 176 .499 418.000. Raya Pantai Kuta Ds. Kodam Jaya Jl.00 Jl.816.000.00 53. PT.135. PT. 1995 s/d 2005 Tahap II TMT 25 tahun.000.211.980 44.000 1 2 3 4 5 6 Balai Kartini Kantor dan Gudang SPBU Tangerang Rumah Duka Pertokoan dan Perkantoran Kemang JUMLAH 22.000. Lahan Kesdam IX/Udy Jl. 2.481 m2 845 m2 Kerjasama Sewa Sewa Sewa Sewa 4 tahun Akta Perjanjian Kerjasama No. Indowisata Indah Persada. Gatot Subroto Km 6 Jatiuwung Tgrg Jl.541 m2 45.888.412.00 418. 3 Hotel Mercure. Bali.