Anda di halaman 1dari 6

1.

JUDUL MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DALAM UPAYA MENGATASI KESULITAN SISWA MEMAHAMI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SDN GUNUNGSARI 3 KEC. GUNUNGSARI KAB. SERANG 2. LATAR BELAKANG Dengan pesatnya perkembanagan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), maka perlu dilakukan upaya guru dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah. Upaya peningkatan pendidikan merupakan salah satu faktor didalam pembangunan pendidikan dewasa ini. Upaya tersebut adalah guru harus mampu menggunakan metode-metode mengajar dalam melaksanakan kegiatan belajar (KBM) Dalam pembelajaran IPA di SD, banyak sekali guru yang mengabaikan alat peraga dan metode yang sesuai dengan materi pelajaran, ini akan mempengaruhi hasil dan tujuan pembelajaran. Seharusnya guru yang profesional harus kreatif dan bisa menggunakan fasilsitas disekitarnya agar pembelajaran bisa aktif, kreatif, efektif, dan menyenakan (PAKEM) bagi siswa. Pada penelitian tindakan kelas ini akan meneliti pembelajaran IPA di SD kelas V, yang bertujuan agar siswa dapat mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan , terutama dalam mengengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Berdasarkan hasil penjajagn di SDN Gunungsari 3 Kec. Gunungsari Kab. Serang yang penulis jadikan obyek penelitian, ternyata dalam proses KBM di kelas V (lima) pada mata pelajaran IPA, kurang memenuhi apa yang diharapkan, terutama dalam pengembangan metode dan alat peraga pada materi sistem pencernaan manusia, guru hanya menggunakan metode ceramah dalam setiap PBM. Dan kenyatannya anak sulit menyerap pelajaran yang di berikan dan tidak mengerti dengan materi yang diajarkan, sehingga suasana kelaspun kurang hidup dan tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Bertolak dari kenyataan tersebut peneliti menganggap perlu untuk mengangkat masalah ini dalam upaya memperbaiki hal-hal yang masih dianggap kurang, dengan tujuan agar meteri yang di sampaikan bisa di pahami oleh siswa dengan metode yang tepat, sehingga siswa menjadi kreatif, komunikatf, dan inovatif sdalam setiap PBM berlangsung. Untuk itu penulis mengangkat judul Menggunakan Metode Demonstrasi Dalam Upaya Mengatasi Kesulitan Sisw Memahami Sistem Pencernaan Manusia Di SDN Gunungsari 3 kec. Gunungsari kab. Serang. Agar siswa dapat mengerti dan memahami materi yang diajarkan, serta dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPA, terutama dalam materi sistem pencernaan manusia dan hubungannya dengan mankanan dan kesehatan serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi rumusan pernyataan penelitian sebagai berikut: a. Siswa sulit memahami proses dan fungsi sistem pencernaan pada manusia. b. Siswa tidak dapat mengetahui dan memahami makanan yang baik dan sehat untuk pencernaan manusia.

4. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penulis meneliti ini adalah: a. Ingin mengatasi kesulitan siswa dalam memahami proses dan fungsi sistem pencernaan pada manusia. b. Ingin membantu siswa agar dapat mengetahui dan memahami makanan yang baik dan sehat untuk pencernaan manusia. 5. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitaian adalah: 1. Untuk peneliti: a. Mendapatkan gambaran dan temuan tentang pengembangan metode pembelajaran IPA di kelas V SDN Gunungsari b. Dapat mengembangkan Karya Tulis Ilmiah sebagai akhir program perkuliahan. 2. Untuk Guru dan Siswa kelas V (lima): a. Mendapatkan pengetahuan baru tentang pembelajaran IPA di SD yang sesuai dengan materi dan tujuan, dengan metode dan alat peraga. b. Siswa dapat memahami proses pencernaan pada manusia serta fungsi-fungsi alat pencernaan manusia. c. Siswa dapat mengetahui dan memahami makanan yang baik dan sehat bagi pencernaan tunbuh manusia, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 6. KERANGKA TEORITIS KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS A. KERANGKA TEORITIK KONSEPTUAL Pada penelitian ini penulis merumuskan judul Menggunakan Metode Demonstrasi Dalam Upaya Mengatasi Kesulitan Siswa Memahami Sistem Pencernaan Manusia Di SDN Gunungsari 3 kec. Gunungsari kab. Serang 1. Metode Istilah metode berasal dari bahasa inggris yaitu method yang berarti melalui atau melewati jalan atau cara untuk memperoleh sesuatu. Metode merupakan langkah oprasional strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran (Effendi Zulkifly & Eddy Yusnandar, 2006; 40) Jadi metode sudah jelas bahwa cara yang teratur dan terpikir dengan baik untuk mencapai suatu maksud dan tujuan pembelajaran. Metode dalam pembelajaran sangat penting digunakan dan sangat berpengaruh terhadap hasil dan tujuan belajar. Kedudukan metode dalam proses belajar mengajar adalah: a. Sebagai pemberi dorongan (motivasi) Yakni dengan cara guru dalam upaya memberikan rangsangan bagi peserta ajar agar peserta ajar belajar. b. Sebagai pengungkap timbulnya minat belajar. Yakni cara guru menumbuhkan rangsangan atau minat belajar bagi peserta ajar berdasarkan kebutuhan. c. Sebagai penyampai materi pelajaran. Yakni cara guru dalam menyajikan materi pelajaran ketika proses pembelajaran dilaksanakan. d. Sebagai pencipta iklim belajar kondusif. Yakni cara guru menciptakan iklim belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. e. Sebagai tenaga untuk melahirkan kreativitas. Yakni cara guru untuk menumbuhkan kreativitas peserta ajar sesuai dengan potensi yang

dimilikinya. f. Sebagai pendorong penilaian diri dalam proses belajar. Yakni cara guru untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. g. Sebagai pedoman dalam melengkapi kelemahan hasil belajar. Yakni cara guru untuk mencari solusi atau pemecahan masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 2. Metode Demonstrasi. ialah cara peyajian dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang disertai dengan penjelasan lisan. 3. Kesulitan Siswa. Kesulitan siswa dalam belajar merupakan predikat yang mengundang banyak presepsi. Kesulitan belajar siswa merupakan gangnguan yang berasal pada disfungsi persarafan, dan muncul dalam bentuk kelainan alat indra dan penalaran serta keterbelakangan (Yuyus Suherman, 2006). Sulitnya siswa dalam belajar serta menangkap materi atau pelajaran yang diajarkan, tidak hanya karena dalam proses penyajian pembelajaran tetapi karena kekurangan siswa tersebut sehingga tidak bisa menangkap dengan baik seperti teman yang lainnya, adanya siswa yang terbelakang atau kekurangan dalam alat indranya menjadi salah satu penghambat dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang di inginkan. 4. Sistem Pencernaan Manusia. Sistem pencernaan manusia di mulai dari makanan yang masuk ke mulut yang dicerna secara mekanik, lalu masuk ke kerongkongan dan masuk ke lambung, di sini di cerna secara kimia, lalu masuk ke usus halus dan usus besar hingga ke anus Proses pencernaan manusia terdiri atas pencernaan secara mekanik dan pencernaan secara kimia. Pencernaan secra mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi yang dibantu lidah. Sedangkan pencernaan kimia terjadi di dalam rongga mulut, usus, dan lambung dengan bantuan enzim. (S. Roistawaty & Aris Muharam, 2008). Alat-alat Pencernaan Manusia: a. Mulut. Adalah alat pencernaan manusia bekerja secara mekanik yang dibantu dengan gigi dan enzim didalamnya. b. Kerongkongan. Adalah alat pencernaan yang menghubungkan masuknya makanan dari mulut kelambung dengan dibantu oleh otot-otot didalamnya sehingga makanan terdorong masuk kelambung. c. Lambung. Adalah alat pencernaan makanan yang dating dari mulut secara kimia dan dibantu oleh enzimenzim dan mengubah bentuk dan kandungan makanan agar lebih halus dan dapat dicerna. d. Usus Halus. Merupakan tempat pencernaan dan penyerapan nutrisi secara kimiawi sehingga sari makanan dapat dicerna secra sempurna dengan bantuan getah pankreas. e. Usus Besar. Adalah alat pencernaan yang membusukan makanan sisa dari usus halus dengan bantuan bakteri, agar air dan garam mineral dari sisa makanan tersebut dapat di serap oleh usus besar dan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk tinja (fases).

B. HIPOTESIS. Hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alas an atau untuk mengutarakan pendapat, meskipun kebenarannya belum terbuktikan. Hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: a. Jika menggunakan metode demonstrasi maka siswa tidak akan sulit dalam memahami proses dan fungsi sistem pencernaan pada manusia. b. Jika menggunakan metode demonstrasi maka siswa tidaka akan sulit mengetahui dan memahami makanan yang baik dan sehat untuk pencernaan manusia. 7. CARA PENELITIAN a. Subyek Penelitian Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas V (lima) yang berjumlah 31 orang. Yang terdiri dari 11 laki-laki dan 20 perempuan, SDN Gunungsari 3 Kec. Gunungsari Kab. Serang. b. Langkah-langkah penelitian 1. Persiapan (Prasiklus) Perizinan. Observasi. Identifikasi masalah. Menyusun perencanaan tindakan. 2. Pelaksanaan Siklus I: Rencana, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Siswa belajar IPA dengan menggunkan metode dan cara sendiri yang di gunakan oleh guru kelasnya. Dia meggunakan metode ceramah untuk mengajarkan materi pembeljaran IPA, sehingga murid hanya duduk diam di tempat duduk dan kurang aktif dalam pembelajaran Siklus II: Rencana, Tindakan, Oservasi, dan Refleksi. Guru disarankan menggunakan metode demonstrasi untuk pembeljaran IPA, yaitu sistem pencernaan manusia, Siswa menjadi sedikit aktif dan bisa lebih mengerti tentang sistem pencernaan manusia dan fungsinya, serta makanan yang baik bagi kesehatan pencernaan manusia. Hasil tesnya pun lebih baik dari pada sebelumnya walupun belum semuanya mengerti. Siklus III: Rencana, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Di siklus ini guru menggunakan metode demonstrasi dan alat peraga yang tepat, sehingga siswa lebih aktif dan lebih mengerti serta memahami sistem pencernaan manusia dan fungsi alat pencernaan manusia, dan makanan yang baik dan sehat bagi sistem pencernaan manusia. Sehingga nilai akhirnya pun sangat memuaskan, 95 % lebih semua siswa kelas V mengerti dan memahaminya dengan pembelajaran yang tepat dan sesuai. 3. Akhir kegiatan / Pelaporan. Menyusun laporan. Pengadaan dan pengiriman hasil laporan penelitian. c. Instrumen Penelitian. Lembar observasi untuk siswa.

d. Kriteria Keberhasilan. Siswa dapat memahami bagaimana proses terjadinya pencernaan pada tubuh manusia dan

fungsi alat-alat pencernaan manusia, sehingga siswa dapat menjelaskan dan mendemonstrasikannya. Siswa dapat mengetahui dan memahami makanan apa saja yang baik dan sehat untuk pencernaan manusia. Siswa dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, hidup sehat dengan makan-makanan yang bergizi dan baik untuk pencernaan manusia.

8. DAFTAR PUSTAKA Barlia Lily, Drs, (2007), Teori pembelajaran Sains Untuk SD, UPI Kampus Serang. Rositawaty S, & Muharam Aris, (2008), Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas V SD, Jakarta: PT. Karsa Mandiri Persada. Suherman Yuyus, (2006), Adaptasi Pembelajaran Siswa Berkesulitan Belajar, Jakarta: PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia. Yusnandar E. Drs, & Nuraini Hj,Dra, (2007), Metode Penelitian Pendidikan di SD, UPI Kampus Serang. Zulkifly Effendi Drs, & Yusnandar Eddy Drs, (2006), Strategi Belajar Mengajar, UPI Kampus Serang.

9. PERSONALIA PENELITIAN NAMA : HAFID WAHYU

NIM : 0804063 KELAS : IPA SEMESTER : 7 ( TUJUH ) PROGRAM : S1- PGSD DM FAKULTAS : ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KAMPUS SERANG 2010

10. PEMILIHAN SEKOLAH DASRAR Peneliti memilih SDN Gunungsari 3 Kec. Gunungsari Kab. Serang. Di karenakan SD tersebut tempat peneliti mengajar. Selain itu, ketika peneliti mengadakan observasi dan melihat Proses Belajar Mengajar (PBM) dikelas V (lima), ternyata kemampuan guru dalam menggunakan metode masih kurang tepat dan belum mengasai. Hal itu mungkin tidak terjadi di SD lain, oleh karena itu peneliti menganggap perlu untuk mengambil tindakan yaitu dengan cara Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Diposkan oleh SDN RANCA TALES di 19:14 0 komentar Link ke posting ini Beranda Langgan: Entri (Atom)