Anda di halaman 1dari 6

skip to main skip to sidebar Beranda ingin tahu lebih?

Cari artikel yang anda inginkan, dengan memasukkan ka ta kunci artikel yang anda cari !!! BerandaForum Diskusi Kelistrikan Masuk ke Forum Dunia ListrikDaftar Menjadi Anggota Forum Dunia Listrik Registrasi E-mail Dapatkan informasi artikel terbaru dari Dunia Listrik. Klik ikon Einstein untuk mendaftarkan alamat e-mail anda. Kami tidak akan mempublikasikan alamat e-mail anda kepada pihak manapun. Dijamin ! Jika anda tidak menerima konfirmasi pendaftaran email dari feedburner. Periksa K otak SPAM atau BULK E-mail anda.*** Terima Kasih *** Kategori Artikel Analisa Sistem Tenaga Listrik Animator dan Software Artikel dan Berita Listrik Nasional Dasar Teknik Elektro Elektronika Daya Handbook ilmu Bahan Listrik Instalasi Penerangan Mesin Listrik Sistem Kontrol Sistem Pembangkitan dan Konversi Energi Sistem Proteksi dan Pentanahan Sistem Transmisi dan Distribusi Tokoh Author HaGe Rasam Syamsudin Arif Uji Saepudin Susiono Chandra MDE Blog Sahabat Electrical Science Electrical Power 500 kV Sub-Station Inside Power Station Teori Medan Analisa STL montir listrik TIPTL SMKN1 TE-Links Lowongan Kerja Dunia HaGe 21 December 2008 Sistem Distribusi Tenaga Listrik 23:05 HaGe 3Komentar Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bu lk Power Source) sampai ke konsumen, seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya

di sini. Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah: 1) pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan 2) merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelangga n, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dar i 11 kV sampai 24 kV dinaikan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 kV ,154kV, 220kV atau 500kV kemudian disalurkan melal ui saluran transmisi. Tujuan menaikkan tegangan ialah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini kerugian daya adalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir (I kwadrat R). Dengan daya yang sama bila nilai tegangannya diperbesar, maka arus yang mengalir semakin kecil sehing ga kerugian daya juga akan kecil pula. Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan lagi menjadi 20 kV dengan transforma tor penurun tegangan pada gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem teganga n tersebut penyaluran tenaga listrik dilakukan oleh saluran distribusi primer. D ari saluran distribusi primer inilah gardu-gardu distribusi mengambil tegangan u ntuk diturunkan tegangannya dengan trafo distribusi menjadi sistem tegangan rend ah, yaitu 220/380 Volt. Selanjutnya disalurkan oleh saluran distribusi sekunder ke konsumen-konsumen. Dengan ini jelas bahwa sistem distribusi merupakan bagian yang penting dalam sistem tenaga listrik secara keseluruhan. Pada sistem penyaluran daya jarak jauh, selalu digunakan tegangan setinggi mungk in, dengan menggunakan trafo-trafo step-up. Nilai tegangan yang sangat tinggi in i (HV,UHV,EHV) menimbulkan beberapa konsekuensi antara lain: berbahaya bagi ling kungan dan mahalnya harga perlengkapan-perlengkapannya, selain menjadi tidak coc ok dengan nilai tegangan yang dibutuhkan pada sisi beban. Maka, pada daerah-daer ah pusat beban tegangan saluran yang tinggi ini diturunkan kembali dengan menggu nakan trafo-trafo step-down. Akibatnya, bila ditinjau nilai tegangannya, maka mu lai dari titik sumber hingga di titik beban, terdapat bagian-bagian saluran yang memiliki nilai tegangan berbeda-beda. Pengelompokan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Gambar 1. Konfigurasi Sistem Tenaga Listrik. Untuk kemudahan dan penyederhanaan, lalu diadakan pembagian serta pembatasan-pem batasan seperti pada Gambar diatas: Daerah I : Bagian pembangkitan (Generation) Daerah II : Bagian penyaluran (Transmission) , bertegangan tinggi (HV,UHV,EHV) Daerah III : Bagian Distribusi Primer, bertegangan menengah (6 atau 20kV). Daerah IV : (Di dalam bangunan pada beban/konsumen), Instalasi, bertegangan rend ah. Berdasarkan pembatasan-pembatasan tersebut, maka diketahui bahwa porsi materi Si stem Distribusi adalah Daerah III dan IV, yang pada dasarnya dapat dikelasifikas ikan menurut beberapa cara, bergantung dari segi apa klasifikasi itu dibuat. Den gan demikian ruang lingkup Jaringan Distribusi adalah: a. SUTM, terdiri dari : Tiang dan peralatan kelengkapannya, konduktor dan perala tan perlengkapannya, serta peralatan pengaman dan pemutus. b. SKTM, terdiri dari : Kabel tanah, indoor dan outdoor termination dan lain-lai n. c. Gardu trafo, terdiri dari : Transformator, tiang, pondasi tiang, rangka tempa t trafo, LV panel, pipa-pipa pelindung, Arrester, kabel-kabel, transformer band, peralatan grounding,dan lain-lain. d. SUTR dan SKTR, terdiri dari: sama dengan perlengkapan/material pada SUTM dan SKTM. Yang membedakan hanya dimensinya.

Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik Secara umum, saluran tenaga Listrik atau saluran distribusi dapat diklasifikasik an sebagai berikut: 1. Menurut nilai tegangannya: a. Saluran distribusi Primer, Terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik Sekunder trafo substation (Gardu Induk) dengan titik primer trafo d istribusi. Saluran ini bertegangan menengah 20 kV. Jaringan listrik 70 kV atau 1 50 kV, jika langsung melayani pelanggan, bisa disebut jaringan distribusi. b. Saluran Distribusi Sekunder, Terletak pada sisi sekunder trafo distribusi, ya itu antara titik sekunder dengan titik cabang menuju beban (Lihat Gambar 2-2) 2. Menurut bentuk tegangannya: a. Saluran Distribusi DC (Direct Current) menggunakan sistem tegangan searah. b. Saluran Distribusi AC (Alternating Current) menggunakan sistem tegangan bolak -balik. 3. Menurut jenis/tipe konduktornya: a. Saluran udara, dipasang pada udara terbuka dengan bantuan penyangga (tiang) d an perlengkapannya, dan dibedakan atas: - Saluran kawat udara, bila konduktornya telanjang, tanpa isolasi pembungkus. - Saluran kabel udara, bila konduktornya terbungkus isolasi. b. Saluran Bawah Tanah, dipasang di dalam tanah, dengan menggunakan kabel tanah (ground cable). c. Saluran Bawah Laut, dipasang di dasar laut dengan menggunakan kabel laut (sub marine cable) 4. Menurut susunan (konfigurasi) salurannya: a. Saluran Konfigurasi horizontal, bila saluran fasa terhadap fasa yang lain/ter hadap netral, atau saluran positip terhadap negatip (pada sistem DC) membentuk g aris horisontal. b. Saluran Konfigurasi Vertikal, bila saluran-saluran tersebut membentuk garis v ertikal . c. Saluran konfigurasi Delta, bila kedudukan saluran satu sama lain membentuk su atu segitiga (delta). 5. Menurut Susunan Rangkaiannya Dari uraian diatas telah disinggung bahwa sistem distribusi di bedakan menjadi d ua yaitu sistem distribusi primer dan sistem distribusi sekunder. a. Jaringan Sistem Distribusi Primer, Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu i nduk distribusi ke pusat-pusat beban. Sistem ini dapat menggunakan saluran udara , kabel udara, maupun kabel tanah sesuai dengan tingkat keandalan yang diinginka n dan kondisi serta situasi lingkungan. Saluran distribusi ini direntangkan sepa njang daerah yang akan di suplai tenaga listrik sampai ke pusat beban. Terdapat bermacam-macam bentuk rangkaian jaringan distribusi primer, yaitu: - Jaringan Distribusi Radial, dengan model: Radial tipe pohon, Radial dengan tie dan switch pemisah, Radial dengan pusat beban dan Radial dengan pembagian phase area. - Jaringan distribusi ring (loop), dengan model: Bentuk open loop dan bentuk Clo se loop. - Jaringan distribusi Jaring-jaring (NET) - Jaringan distribusi spindle - Saluran Radial Interkoneksi

b. Jaringan Sistem Distribusi Sekunder, Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Pada sistem distribusi sekunder bentuk saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial. Sistem ini dap at menggunakan kabel yang berisolasi maupun konduktor tanpa isolasi. Sistem ini biasanya disebut sistem tegangan rendah yang langsung akan dihubungkan kepada ko nsumen/pemakai tenaga listrik dengan melalui peralatan-peralatan sbb: - Papan pembagi pada trafo distribusi, - Hantaran tegangan rendah (saluran distribusi sekunder). - Saluran Layanan Pelanggan (SLP) (ke konsumen/pemakai) - Alat Pembatas dan pengukur daya (kWh meter) serta fuse atau pengaman pada pela nggan. gambar 2. Komponen Sistem Distribusi Tegangan Sistem Distribusi Sekunder Ada bermacam-macam sistem tegangan distribusi sekunder menurut standar; (1) EEI : Edison Electric Institut, (2) NEMA (National Electrical Manufactures Associati on). Pada dasarnya tidak berbeda dengan sistem distribusi DC, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah besar tegangan yang diterima pada titik beban mendekat i nilai nominal, sehingga peralatan/beban dapat dioperasikan secara optimal. Dit injau dari cara pengawatannya, saluran distribusi AC dibedakan atas beberapa mac am tipe dan cara pengawatan, ini bergantung pula pada jumlah fasanya, yaitu: 1. Sistem satu fasa dua kawat 120 Volt 2. Sistem satu fasa tiga kawat 120/240 Volt 3. Sistem tiga fasa empat kawat 120/208 Volt 4. Sistem tiga fasa empat kawat 120/240 Volt 5. Sistem tiga fasa tiga kawat 240 Volt 6. Sistem tiga fasa tiga kawat 480 Volt 7. Sistem tiga fasa empat kawat 240/416 Volt 8. Sistem tiga fasa empat kawat 265/460 Volt 9. Sistem tiga fasa empat kawat 220/380 Volt Di Indonesia dalam hal ini PT. PLN menggunakan sistem tegangan 220/380 Volt. Sed ang pemakai listrik yang tidak menggunakan tenaga listrik dari PT. PLN, mengguna kan salah satu sistem diatas sesuai dengan standar yang ada. Pemakai listrik yan g dimaksud umumnya mereka bergantung kepada negara pemberi pinjaman atau dalam r angka kerja sama, dimana semua peralatan listrik mulai dari pembangkit (generato r set) hingga peralatan kerja (motor-motor listrik) di suplai dari negara pember i pinjaman/kerja sama tersebut. Sebagai anggota, IEC (International Electrotechn ical Comission), Indonesia telah mulai menyesuaikan sistem tegangan menjadi 220/ 380 Volt saja, karena IEC sejak tahun 1967 sudah tidak mencantumkan lagi teganga n 127 Volt. (IEC Standard Voltage pada Publikasi nomor 38 tahun 1967 halaman 7 s eri 1 tabel 1). Diagram rangkaian sisi sekunder trafo distribusi terdiri dari: 1. Sistem distribusi satu fasa dengan dua kawat, Tipe ini merupakan bentuk dasar yang paling sederhana, biasanya digunakan untuk melayani penyalur daya berkapas itas kecil dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan dan pedesaan. 2. Sistem distribusi satu fasa dengan tiga kawat, Pada tipe ini, prinsipnya sama dengan sistem distribusi DC dengan tiga kawat, yang dalam hal ini terdapat dua alternatif besar tegangan. Sebagai saluran netral disini dihubungkan pada tengah b elitan (center-tap) sisi sekunder trafo, dan diketanahkan, untuk tujuan pengaman an personil. Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jar ak pendek, yaitu daerah perumahan dan pedesaan. 3. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/240 Volt, Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas sedang dengan jarak pendek, yaitu daerah pe rumahan pedesaan dan perdagangan ringan, dimana terdapat dengan beban 3 fasa.

4. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/208 Volt. 5. Sistem distribusi tiga fasa dengan tiga kawat, Tipe ini banyak dikembangkan s ecara ekstensif. Dalam hal ini rangkaian tiga fasa sisi sekunder trafo dapat dip eroleh dalam bentuk rangkaian delta (segitiga) ataupun rangkaian wye (star/binta ng). Diperoleh dua alternatif besar tegangan, yang dalam pelaksanaannya perlu di perhatikan adanya pembagian seimbang antara ketiga fasanya. Untuk rangkaian delt a tegangannya bervariasi yaitu 240 Volt, dan 480 Volt. Tipe ini dipakai untuk me layani beban-beban industri atau perdagangan. 6. Sistem distribusi tiga fasa dengan empat kawat, Pada tipe ini, sisi sekunder (output) trafo distribusi terhubung star,dimana saluran netral diambil dari titi k bintangnya. Seperti halnya padasistem tiga fasa yang lain, di sini perlu diper hatikan keseimbangan beban antara ketiga fasanya, dan disini terdapat dua altern atif besar tegangan. Kategori: Sistem Transmisi dan Distribusi Newer Post Older Post Home 3 komentar: Alfred says: 7/1/09 20:26 Reply ada tidak rugi-rugi dayanya? HaGe says: 29/1/09 11:38 Reply alfred -> rugi2 daya pada suatu sistem tenaga l istrik hampir tidak dapat dihindari dan akan selalu ada...namun dapat diminimalk an. WELCOME STUDENTS says: 27/2/09 14:29 Reply tolong ditampilkan gambar pelaksana an panel distribusi baik primer ataupun sekunder. Dan yang anda tampilkan baik u ntuk pendidikan. Hormat saya, Pelajar SMK Listrik prasojo_pelajar@yahoo.com Post a Comment Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga bermanfaat. Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia Listrik" Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan dengan mendaft arkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail". Note: Only a member of this blog may post a comment. Gunakan Mesin Pencari Google ini, untuk menemukan artikel anda !!! PopulerArsipArtikel Populer Teori Dasar Listrik Artikel kali ini lebih saya tujukan kepada orang awam yang ingin mengenal dan me mpelajari teknik listrik ataupun bagi mereka yang sudah berk... Unduh Buku-Buku Teknik Elektro Gratis Kali ini "Dunia Listrik" akan memberikan tautan untuk mengunduh buku-buku teknik elektro gratis, diantaranya adalah: - Basics Of Electrical... Motor Listrik Pada artikel klasifikasi mesin listrik , Motor listrik termasuk kedalam kategori m esin listrik dinamis dan merupakan sebuah perangkat e... Prinsip Kerja Generator sinkron Setelah kita membahas di sini mengenai konstruksi dari suatu generator sinkron, maka artikel kali ini akan membahas mengenai prinsip kerja ... Sistem 3 Fasa Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disa lurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang, P pembangki... Arsip Blog? 2008 (61) ? August (1) ? September (20) ? October (11) ? Novem

ber (10) ? December (19) Proteksi GeneratorCara Hemat Listrik - 2Proses Penyamp aian Energi ListrikDasar-Dasar ElektromekanikFitur Baru dari "Dunia Listrik"Prog ram Percepatan Ketenagalistrikan 10.000MWBattery ( Batere )Genius Maker versi 2. 1, Software EdukasiHydro Fuel CellInstalasi Penerangan: Teori Dasar PencahayaanF ase ListrikPUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)Download Electrical Sci ence Handbook - GratisSistem Distribusi Tenaga ListrikForum Dunia ListrikStudi P eralatan Pembangkit dan Penggerak MulaMotor ListrikPerbaikan Faktor Daya Menggun akan KapasitorPeta Potensi Energi Nasional? 2009 (78) ? January (11) ? Februa ry (3) ? March (12) ? April (11) ? May (5) ? June (2) ? July (7) ? August (3) Hukum Interaksi Biot Savart? September (4) Animasi Motor DCPerubahan Reakta nsi Mesin Listrik Pada Saat Terjad...Standarisasi Motor ListrikRelai Jarak / Dis tance Relay? October (8) kode angka dalam sistem kelistrikanReverse Power Relay Prinsip KemagnetanElektromagnetFluksi Medan Magnet, Kuat Medan Magnet dan Kerapa t...Generator Set (GENSET)Sistem-Sistem Pendukung pada GenSetPLN Bangun Interkon eksi Sumatera-Malaysia? November (6) Klasifikasi Saluran Transmisi Berdasarkan Tegangan...Project DL-1 dan Author Baru di Dunia ListrikAnimasi Generator DC dan Generator ACHukum-Hukum Dasar ListrikPemeliharaan SwitchgearSinkronisasi? Dece mber (6) Dasar-Dasar PLCScientific CalculatorBelajar Membuat Ladder OMRONMengena l peralatan instalasi listrik rumah tinggal...Persoalan Pokok pada Pembangkit Te naga ListrikBerita Listrik Nasional Sepanjang Tahun 2009? 2010 (23) ? January (4) SCADAJaringan Internet melalui Kabel ListrikDaftar Istilah SCADAJenis-jenis Plug dan Socket Listrik? February (4) Belajar Dasar SCADAKarakteristik Relai Ja rak (Distance Relay), Pola P...Dasar-Dasar PneumatikContoh Menentukan Sambungan Trafo Daya? March (5) Konversi DayaKualitas Daya Listrik (Power Quality) - bagi an 1200 MW PLTD Dapat Disubstitusi dengan PLTP Skala K...Pemerintah Siap Bangun 93 Pembangkit Listrik BaruDaftar Regulasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Di...? April (2) Proses Terjadinya Busur Api Pada Circuit BreakerTap Changer (Perubah Tap) Pada Transformator? May (1) Definisi Istilah Kelistrikan Pada PUIL 2000? June (2) Pembangkit Listrik Tenaga OsmosisUnduh Buku-Buku Teknik Elektro Gratis ? July (2) Kode Tingkat Pengaman Motor ListrikKode IP (International Protection / Ingress Protec...? August (2) Dasar Elektronika Daya - bagian 1Karakteristik Beberapa Jenis Bahan Penghantar List...? September (1) Fenomena Frekwensi List rik? 2011 (2) ? April (2) kalkulasi tegangan jatuh listrikTentang Panas Bumi Sebarkan Blog ini Kotak Pesan untuk diskusi kunjungi FORUM DUNIA LISTRIK

Statistik Blog

Komunitas Dunia Listrik Situs Rujukan PT. PLN Pusat P3B Jawa-Bali P3B Sumatera DJLPE-ESDM BSN-SNI BPPT LIPI Majalah Elektro Indonesia Copyright 2008 Dunia Listrik - Tutorial Teknik Listrik, Artikel dan Software Te knik Powered by Blogger Design by Free WordPress Themes Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Them es Hostgator Discount Code