Anda di halaman 1dari 6

Keluhan Muslim Pada Allah

Shikwa: Keluhan Allama Iqbal


Oleh Ali Sina Senin, 22 Februari, 2010

llama Iqbal dianggap banyak orang Pakistan sebagai penyair terbesar yang menyebabkan Muslim India berperang melawan sesama warga negara India yg beragama Hindu, dan peperangan ini akhirnya menyebabkan terpecahnya India menjadi dua: India dan Pakistan. Para Muslim Pakistan merayakan perpecahan ini sebagai kemerdekaan dari penindasan kafir. Di saat ini, terdapat jutaan Muslim yang masih hidup di India, tapi mereka tidak merasa ditindas. Tiada catatan y ang melaporkan Muslim India ditindas. Fakta menunjukkan malah sebaliknya yang terjadi: pihak Muslimlah yang menyerang India, membantai 80 juta orang India sambil tak lupa menjarah harta mereka. Para wanita India kafir terjun ke dalam lautan api agar mereka tidak dijadikan budak sex oleh para tentara Muslim. Ironisnya, kakek moyang Iqbal, dan juga kakek moyang seluruh umat Muslim India, tadinya adalah orang Hindu dan korban serangan Islam. Dalam sajaknya, Iqbal mengeluhkan berlalunya kejayaan dan kekay aan Muslim India di jaman dulu. Dia sengaja mengenyampingkan fakta bahwa kekayaan Muslim itu didapat dari usaha perampokan terhadap kakek moyang Iqbal yang beragama Hindu dan bahwa Iqbal sendiri adalah keturunan Hindu korban Muslim dan bukan keturunan dari pendatang/tentara Muslim yang menyerang India. Kebingungan identitas diri yang luar biasa ini sungguh mencengangkan. Bukannya mengeluhkan nasib naas kakekmoyangnya sendiri yang dibantai Muslim, Iqbal malahan bersorak-sorai merayakan kemenangan pendatang M uslim yang mengalahkan, membunuhi, memperkosa, dan menjarah kakek/nenek moyangnya.

Begitulah rendahnya taraf kecerdasan orang yang disebut masyarakat Pakistan sebagai Allama - orang yang sangat berpengetahuan. Berikut adalah e-mail yang dikirim pada 60 lebih Muslim, kebanyakan dari Pakistan, dan entah kenapa aku pun menerimanya.

Allama Mohammad Iqbal __________________________________ Shikwa (Keluhan) Keluhan Muslim pada Allah --- untuk mengingatkan pada Allh apa yang telah Muslim lakukan pada Allh di masa lalu untuk menjaga dan membela reputasi dan agama Allh. Ahli Islam besar, Bapak Allam Iqbal, dengan marah bertanya pada Allh: Kenapa Dia hanya mengutuk Muslim saja? Sebelum terjadinya Revolusi Industri, mengapa Kau malah memberkati para Kafir ini -- Hazrat Copernicus, Hazrat Galileo, Hazrat Newton, Hazrat Leibniz, Hazrat Voltaire, Hazrat Descartes, Hazrat Pascal, and Hazrat Keepler-- dengan otak sehebat otakMu? Tidakkah Kau tahu nantinya mereka akan merusak upaya dan missi Muhammad? Kenapa malah Amerika yang mendapatkan semua Huri berambut pirang, minuman terbaik seperti Cognac merek Brandi, Chives Regal, Champagne, bir yang diimport dari Jerman dan Australia, dan Martini? Sedangkan kami para Muslim hanya mendapatkan janji kosong melompong tentang Huri bermata hijau, sungai espresso Sharabun-Tahuraa (anggur murni) di Surga?

Pengkhianatan Allh terhadap Muslim ini dituliskannya dengan tegas dalam puisinya yang berjudul Shikwa. Siapakah yang menjaga din milikMu? Siapakah yang mencium Kabah-Mu? Siapakah yang menghafal BukuMu dalam hati? Siapakah yang rela meledakkan diri sendiri bagi kemuliaanMu saja? Bagaimana mungkin Kau sampai tidak ingat semua hal ini? Kamilah yang mengangkat pedang di dalam namaMu. Kamilah yang menjagal buanyak kafir dari Andalusia sampai Indonesia, hanya demi kenikmatanMu saja. Tapi meskipun begitu, kau memberikan semua pengetahuan, kekuatan, keindahan, kecerdasan, IQ tinggi, dan segala nikmatMu pada kafir saja? Gimana sih Kau ini, Allh? Apakah Kau sudah sinting? Katakan pada kami, apakah perbuatanMu itu adil? Wahai umat Muslim - sekarang kau mengetahui alasan mengapa Muslim gampang ngamuk, pemarah, doyan perang, dan suka menipu. Mereka semua marah sekali pada Allh yang justru memberkati Kafir dengan begitu murah hati! Inilah sebabnya para Jihadis jadi ngamuk luar biasa terhadap para kafir. Menangislah kau para budak Allh: Baat Jo Bigree Hooi Thee Bana-ee Kis Nay? Tu Hee Keh- Day-Kay Ukhaaraa Der-e-Khaiber Kis Nay? Shaher Kaiser Kaa Jo Thaa Kiyaa Ser Kis Nay? Toray Makhlook-e- Khuda-Wand Kay Paiker Kis Nay? Kaat Kay Rakh Diye Kuffar Kay Lashker Kis Nay? Per Tere Naam Pay Talwaar Uthaee Kis Nay? Siapakah yang Siapakah yang namaMu? Siapakah yang namaMu? Siapakah yang Siapakah yang mengangkat pedang dalam namaMu? menghancurkan patung dewa kafir dalam meruntuhkan pintu gerbang Khaybar dalam menaklukkan kota milik Kaisar dalam namaMu? menjagal begitu banyak kafir dalam namaMu?

Ab Woh Altaf Nahi, Tum Pay Inayaat Nahi Baat Yeh Kia Hai Kay Pehli Si Mudaraat Nahi? Fir Bhee Kehtaa Hai Kay Hum Wafaadaar Nahee.n Agar Hum WafaaDaar Nahi.n Tau Tu Bhee tau DilDaar Nahee.n!! Kau katakan kami tidak mendengarMu; Kau katakan kami tidak setia padaMu Setelah melakukan begitu banyak hal bagiMu, kami masih saja

dianggap sebagai Mir Jafar! Jika kami adalah sekedar Mir Jafa, maka Kau pun jelek pula!!! __________________________________ Iqbal benar. Tuhan telah memberikan semua berkat pada non -Muslim, dan dia hanya memberikan nikbat (malapetaka penuh kesengsaraan), penderitaan, kemiskinan, bencana dan bahkan kejelekan bagi Muslim. Kenapa kok gitu yaaa? Jawabannya terdapat pada pertanyaan utama yang diajukan Iqbal sendiri. Alasan bagi semua nikbat ini adalah karena Muslim menyembah Allh. Mereka mengacungkan pedang terhadap orang tak berdosa dan membantai mereka dari Spanyol sampai Indonesia. Mereka melakukan genosida (bantai massal). Mereka menumpahkan darah orang kafir demi menyenangkan hati Allh. Hasilnya adalah Tuhan (yang sejati) menghukum Muslim atas semua kejahatan yang telah mereka lakukan. Semakin hebat Muslim menyembah Allh, semakin besar pula murka Tuhan pada mereka. Semakin banyak kejahatan yang dilakukan Muslim atas nama Allh, semakin hebat pula mereka dihajar Tuhan. Bukankah sudah jelas duduk perkaranya? Allh SWT tuhan Muslim itu bukanlah Tuhan yang sejati. Allh itu bukanlah nama seorang tuhan. Allh terdiri dari dua kata, yakni (1) al, dan (2) lah. Al lah berarti sang tuhan, the god. Tapi tuhan yang mana nih? Di Mekah, tuhan/dewa terbesar adalah Hubal, sang dewa bulan. Lambangnya adalah bulan sabit. Orang tidak memanggil dia dengan namanya, tapi dengan julukannya. Ketika masyarakat pagan Arab menyebut tuhan dalam bahasa mereka, mereka menyebutnya sebagai al lah atau sang Tuhan. Sudah jelas yang mereka maksud adalah Hubal. Hal ini sama seperti jikalau masyarakat Inggris mengucapkan kata The Queen (Sang Ratu), yang mereka maksud tentunya adalah Elizabeth II. Umat Muslim menyembah Hubal, sang tuhan atau al lah masyarakat Arab. Lihatlah di puncak menara mesjid. Apa yang kau lihat di sana? Bukankah tampak lambang bulan sabit? Dari manakah datangnya lambang bulan sabit ini? Tuhan mana sih yang meminta manusia bantai manusia, mengacungkan pedang pada manusia lain untuk membunuh, merampok dan memperkosa? Apakah Tuhan sejati yang menciptakan seluruh umat manusia ingin ciptaannya saling bantai? Terlebih lagi, jika Tuhan ingin ciptaannya mampus, bukankah dia bisa melakukannya sendiri? Mengapa musti minta tolong orang -orang dungu

muslim untuk jadi tukang jagalnya? Hubal bukanlah sang pencipta yang peduli akan nasib manusia, dan dia pun tidak berdaya untuk membunuh manusia. Tapi dia hebat sekali dalam melakukan tipu daya. Dia kirim Muhammad untuk menipu umat manusia. Setelah itu, para umatnya yang mudah dikibuli akan mengacungkan pedang terhadap sesama manusia, memperkosa mereka, dan menjarah mereka sambil berharap mendapat upah dari tuhannya. Upahnya sudah dirasakan Muslim sekarang. Penderitaan yang dialami umat Muslim seluruh dunia adalah upahnya. Tuhan telah memalingkan punggungNya dari hadapan umat Muslim. Muslim telah mengkhianati Pencipta mereka sendiri. Muslim beribad ah pada dewa bulan Arab, yang adalah tuhan palsu, setan jahat, tuhan yang tak berdaya, yang bisanya hanya menipu saja. Dia licik dan keji. Meskipun umat Muslim menyangkal hebat, Iqbal terangan mengakui umat Muslim memang mengacungkan pedang membantai an ak Tuhan demi menyenangkan al lah, dewa bulan Arab. Kalian umat Muslim tetap akan mendapatkan segala kesengsaraan di dunia ini dan juga hukuman neraka kelak, sampai di saat kalian mulai menggunakan otak pemberian Tuhanmu dan menyadari bahwa al lah yang kau sembah tak lain adalah Hubal dan bukannya Tuhan yang menciptakan dirimu. Tuhan Islam Hubal itu jahat, nabinya juga jahat, ajarannya penuh kejahatan dan kau juga jadi jahat karena kau mengikutinya. Ludahi al lah Hubal, lambang bulan sabitnya, dan ayat setannya. Aku yakin begitu Muslim meninggalkan Islam, dalam waktu seabad saja, maka keadaan mereka akan membaik, kutukan akan diangkat dari diri mereka dan mereka pun akan menikmati kesejahteraan di bumi.

*Silakan lihat artikel tentang Dewa Bulan Hubal: Apakah Setiap Manusia Terlahir sebagai Muslim?

Di jaman sekarang, masyarakat Pakistan mengagumi Iqbal. Tapi begitu mereka menyadari bahwa dialah alasan kebobrokan Muslim Pakistan saat ini, maka mereka tentu akan membencinya. Iqbal dan Ali Jinah menyebabkan kehancuran bagi umat Muslim bodoh yang percaya akan mereka. Pakistan adalah negara yang paling kotor yang pernah kukunjungi. Ayahku (orang Iran) menyebutkan sebagai Cherkistan (Cherk dalam bahasa Persia berarti jijik/kotor). Dia hanya berkomentar terhadap apa yang dia lihat, tapi aku tahu bahwa pikiran umat Muslim Pakistan lebih

kotor lagi. Tigapuluh tahun berselang, dan sekarang malahan sel uruh dunia bisa melihat segala kekotoran Pakistan. Sekarang umat Muslim Pakistan menyebut negaranya sebagai negara yang murni (the land of the pure - tanah yang murni Islam). Apa sih yang telah kau capai? Bikin bom atom, menghasilkan teroris, keributan massal, bunuh satu sama lain, eksport teroris untuk membunuh saudara serumpun Hindu India. Itulah hasil prestasimu. Baik Iqbal maupun Jinnah adalah orang bodoh! Merekalah yang menyebabkan kehancuran kalian, tapi kalian malah memuji -muji mereka. Akulah temanmu dan aku memberitahu kalian semua bahwa jika kalian meninggalkan Islam, maka kalian akan mampu bangkit dari abu kehancuran yang diciptakan kedua orang tolol itu bagimu. Tapi kalian malah membenciku dan ingin membunuhku. Kalian begitu bodoh sehingga tidak lagi mampu membedakan mana kawan dan lawan. Orang yang memberitahu dusta manis yang enak didengar tapi menyesatkan bukanlah kawanmu. Seorang teman baik adalah orang yang mengatakan kebenaran pada kalian meskipun kalian tidak suka mendengarnya, karena teman itu tahu bahwa hanya kebenaran saja yang bisa memerdekakan diri kalian. Kalian telah ditipu oleh Iqbal dan Jinnah, dan sekarang kalian lihat sendiri hasilnya. Tinggalkan kedua orang bodoh itu dan dengarkan aku. Tinggalkan Islam dan kalian akan lihat sendiri betapa cepatnya kalian bisa pulih dan mendapatkan berkat Tuhan yang dikeluhkan Iqbal. Tuhan tidak mencegah berkat turun bagi kalian, tapi kalian sendirilah yang membuat diri kalian sengsara. Tinggalkan Islam, maka pintu berkat akan dibukakan bagi kalian. ***

*Translator: by Adadeh

Sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/shikwa-keluhan-allama-iqbalt37624/ *Info: Menembus blokir website -- www.newipnow.com