Anda di halaman 1dari 3

Kemiskinan Bukan Biang Terrorisme

Jangan Kambing-Hitamkan Kemiskinan Sebagai Penyebab Terorisme


Lori Sousa

(February 27, 2007) Saya menulis ini sebagai jawaban pada sebuah essay oleh Muhammad Shafiq (Kekerasan bukan salah Islam tapi salah kemiskinan, penindasan dan ketidakadilan, Dec 20) yang menyalahkan kekerasan dan terorisme pada ketidak setaraan, diskriminasi dan ketidakadilan sosio-ekonomi. Pertama, mari kita telaah isu Palestina yang disebut-sebut Shafiq itu. Sejak penandatanganan Persetujuan Oslo tahun 1993, komunitas internasional telah menyumbangkan sekitar $5 Milyar kpd PLO. Melalui PBB, Amerika menyumbang lebih dari 60%-nya. Bank Dunia mencatat bahwa pembayaran donor ke Palestina total sekitar $1 Milyar per tahun atau $ 320 per

orang per tahun satu-satunya pinjaman tingkat tertinggi perkapita dalam sejarah bantuan luar negri. Jadi kemana semua uang ini? Ditahun 2004, Pemimpin PLO, Yasser Arafat, terdaftar dalam majalah Forbes sebagai orang terkaya, dgn kekayaan paling tidak $300 Juta. Pejabat Amerika dan Israel memperkirakan harta pribadinya mencakup $ 1 Milyar - $ 3 Milyar. Independent Funding for Peace Coalition (Koalisi Pendanaan Independen utk Perdamaian) menemukan bukti yang mengejutkan bahwa bantuan Eropa tidak sampai ketangan rakyat Palestina dan semuanya disimpangkan bagi Terorisme dan kelakuan tak bermoral para pemimpin PLO. Jadi pertanyaannya berubah, siapa yg mengakibatkan penindasan dan kemiskinan? Bukankah sdh jelas; para pemimpin islam sendiri! Kedua, kalau memang terorisme adalah akibat dari kemiskinan, penindasan dan ketidakadilan, lalu dimana para teroris orang Haiti, Tibet, Cypriot Yunani, Dashmiri Pandit dan Sindhi? (yg semuanya juga miskin dan tertindas). Argumen seperti yang dikemukakan Shafiq, mengabaikan isu inti dan menyimpangkan perhatian kita dari sebuah ideologi berbahaya yang menjadi dasar tumbuhnya ancaman global terorisme. Bisakah kita abaikan pernyataan-pernyataan islamis radikal yang membenarkan terorisisme terhadap kekuatan-kekuatan kafir (non-muslim) seperti AS dengan referensi dari Quran yang berisi semua usaha utk menciptakan sebuah negara islam ideal? Hampir dalam semua kasus, para jihadi teroris berawal dari kewajiban agama utk mendirikan dunia yang didominasi oleh hukum islam (syariah). Orang Barat dan muslim (moderat) sering gagal mendengarkan pernyataan-pernyataan dan ancaman-

ancaman ideologis ini. Murtad (ex-muslim) dari Kanada, Irshad Manji, mengamati bahwa organisasi-organisasi islam berpura-pura bahwa Islam adalah penonton tidak bersalah yang berada dipinggir jalan dalam terorisme dunia saat ini. Analis Politik Daniel Pipes berkata, Apa yang diinginkan para teroris sudah jelas sekali. Butuh penyangkalan yang luar biasa utk tidak mengakui hal itu, tapi kita, orang Barat, telah bangkit utk menerima tantangan itu. Kita kini sudah harus mengakui ancaman dan ideologi yang mendasari terorisme. Saya percaya bahwa kejujuran dan kebenaran akan menang melawan prasangka dan ketidakadilan. Saya juga percaya bahwa perjuangan kita sebagai bangsa merdeka berpusat pada kemampuan kita mengenali ideologi perang (islam) yang sedang dikobarkan saat ini.

Sumber: link