Anda di halaman 1dari 17

Wesel

Budi Agus Riswandi

Peristilahan
Wissel (Bahasa Belanda) Wechsel (Bahasa Jerman) Letre de Change (Bahasa Perancis) Bill of Exchange/Draft (Bahasa Inggris)

Pengertian
KUHD tidak ada pengertian Wesel. KUHD hanya memuat syarat-syarat Wesel Pasal 100 KUHD:
Surat yang memuat kata wesel, yang diterbitkan pada tanggal dan tempat tertentu, dengan mana penerbit memerintahkan tanpa syarat kepada tersangkut untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pemegang atau penggantinya, pada tanggal dan tempat tertentu.

Pihak-Pihak dalam Wesel


Penerbit (trekker, drawer) orang yang mengeluarkan surat wesel. Tersangkut (betrokkene, drawee) orang yang diberi perintah tanpa syarat untuk membayar. Akseptan (acceptant, acceptor) tersangkut yang telah menyetujui untuk membayar surat wesel pada hari bayar, dengan memberikan tanda tangannya. Pemegang pertama (namer, holder) orang yang menerima surat wesel pertama kali dari penerbit. Pengganti (geendosseerde, indorsee) orang yang menerima peralihan surat wesel dari pemegang sebelumnya. Endosan (endosant, indorser) orang yang memperalihkan surat wesel kepada pemegang berikutnya.

Penerbitan Surat Wesel


Perjanjian Penerbit Pemegang Pertama Perjanjian Pemegang Berikutnya

Pencairan Hubungan Hukum Simpan Pinjam

Tersangkut/Bank

Syarat Formal Surat Wesel


Nama surat wesel yang dimuat dalam teks sendiri.
Memudahkan untuk membedakan wesel dan jenis surat berharga lainnya

Perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.


Harus berupa uang, dapat ditambah bunga (Pasal 104 KUHD) Bunga pada wesel penglihatan dan sesudah penglihatan, dasar penghitungan bunga harus ditentukan, kalau tidak klausul bunga dianggap tidak tertulis.

Nama orang yang harus membayar (Tertarik)


Jika bank dipusat yang diperintah cabang-cabangnya

Penetapan hari bayar.

Penetapan Hari Bayar


Wesel atas Penglihatan
Pada waktu diperlihatkan.

Wesel atas Sesudah Penglihatan


Pada waktu tertentu sesudah diperlihatkan.

Wesel atas Sesudah Penanggalan


Pada waktu tertentu sesudah hari tanggal penerbitannya.

Wesel atas Penanggalan


Pada hari tanggal yang ditentukan.

Wesel Penglihatan
Palembang, 1 Maret 2008 Atas penunjukan dan penyerahan wesel ini bayarlah kepada Tuan Robert atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 M. Toha Palembang Manager

Harus diperlihatkan dalam masa waktu tenggang satu tahun sejak tanggal penerbitan Penerbit boleh memperpanjang atau memperpendek, sedangkan endosan hanya dapat memperpendek dalam tenggang waktu

Pada Waktu Tertentu Sesudah Diperlihatkan

Palembang, 1 Juli 2008 Tiga bulan sesudah penunjukan surat wesel ini bayarlah kepada Tuan Robert atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 M. Toha Palembang Manager Pasal 122 KUHD tenggang waktu memperlihatkan surat wesel kepada tersangkut adalah satu tahun dihitung sejak hari tanggal penerbitannya.

Wesel Sesudah Penanggalan


Palembang, 1 Juli 2008 Tiga bulan sesudah tanggal surat wesel ini bayarlah kepada Tuan Robert atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 M. Toha Palembang Manager

Wesel Penanggalan
Palembang, 1 Juli 2008 Pada tanggal 1 Juli 2008 bayarlah surat wesel ini kepada Tuan Robert atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 M. Toha Palembang Palembang

Syarat...(1)
Penetapan tempat dimana pembayaran harus dilakukan.
Pasal 101 ayat (3) KUHD: jika tidak ada penetapan khusus, maka tempat yang tertulis di samping nama tersangkut dianggap sebagai tempat pembayaran dan tempat tersangkut berdomisili.

Nama orang yang kepadanya atau kepada orang lain.


Endosemen Asas Praesumptif orderpapier: jika dalam surat wesel tidak dimulai klausul atas pengganti, surat wesel selalu dianggap atas pengganti, sehingga peralihannya dilakukan dengan endosemen.

Tanggal dan tempat surat wesel ditarik (diterbitkan).


Pasal 101 ayat (4) KUHD: surat wesel yang tidak menerangkan tempat penerbitannya, dianggap ditandatangani di tempat yang tertulis di samping penerbit.

Tanda tangan orang yang mengeluarkan (yang menerbitkan)


Wesel = akte, kaitannya dengan tanggung jawab.

Bentuk Surat Wesel (Wessel Bank)


Bentuk surat wesel biasa
Diterbitkan oleh perorangan atau pribadi.
Palembang, 1 Juli 2008 Pada tanggal 1 Juli 2008 bayarlah surat wesel ini kepada Tuan Robert atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 M. Toha Palembang Palembang

Bentuk...(1)
Bentuk Surat Wesel dalam Negeri
Apabila penerbit surat wesel dan tersangkut yang diperintahkan membayar itu adalah bank.

Bentuk Surat Wesel Luar Negeri


Sama dengan surat wesel dalam negeri yang membedakan persoalan bahasa saja.

Bentuk - Bentuk Surat Wesel Khusus


Palembang, 1 Maret 2008 Atas penunjukan dan penyerahan wesel ini bayarlah kepada KAMI SENDIRI atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 M. Toha Palembang Manager Alasannya: Belum mengetahui kepada siapa ia akan menyerahkan wesel itu (belum diketahui siapa pemegang pertamanya)

Wesel atas Pengganti Penerbit

Wesel atas Penerbit Sendiri


Jakarta, 1 Maret 2008 Atas penunjukan dan penyerahan wesel ini bayarlah kepada B. Bernard & Co atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada Bank Negara Indonesia 46 Bank Negara Indonesia 46 Palembang Jakarta

Alasannya: dilakukan dalam satu lingkungan perusahaan

Wesel Incasso
Jakarta, 1 Maret 2008 Atas penunjukan dan penyerahan wesel ini bayarlah untuk incasso kepada BANK NEGARA INDONESIA 46 atau pengganti di Palembang uang sejumlah Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kepada B. Bernard & Co PT. Musi Jaya Plantation Jakarta Manager

Untuk incasso = kuasa untuk menagih, tidak mengendosemen. Tidak dapat diperjualbelikan.