Anda di halaman 1dari 18

HASIL SURVEY

FEDERASI SERIKAT PEKERJA BUMN BERSATU


TENTANG BADAN PEYELENGGARA JAMINAN SOSIAL Survey dilakukan secara nasional

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Latar Belakang Berdasarkan Ketentuan Peralihan UU SJSN Pasal 52 ayat (1), 4 Perusahaaan Perseroan (persero) yang telah ada pada saat UU SJSN mulai berlaku, dinyatakan tetap berlaku sepanjang belum disesuaikan dengan UU SJSN yaitu :
1. Perusahaan Persero (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1995 tentang Penetapan Badan Penyelenggara Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 59), berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3468); Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan Dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1981 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Dana Tabungan Asuransi Pegawai Negeri Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1981 Nomor 38), berdasarkan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai Dan Pensiun Janda/Duda Pegawai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2906), Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara RI Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3014) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890), dan Peraturan Pemerintah Nomor 25, Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3200); Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1991 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 88);

2.

3.

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

4.

Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1992 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 16); Ketentuan tersebut diatas mengandung makna bahwa pembentuk undang undang bermaksud menyatakan selama belum terbentuk BPJS senagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (1) badan-badan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (3) diberi hak untuk bertindak sebagai BPJS5, sampai semua ketentuan yang mengatur BPJS tersebut disesuaikan dengan ketentuan UU SJSN paling lambat dalamwaktu 5 (lima) tahun sejak Undang-Undang SJSN diundangkan.

Perlu dikemukakan bahwa jangkauan kepesertaan program jaminan sosial sampai saat ini masih sangat terbatas. Perluasan kepesertaan menurut UU SJSN dilakukan secara bertahap, diawali dengan programJaminan Kesehatan (JK) bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu sebagai penerima bantuan iuran. Pentahapan pendaftaran penerima bantuan iuran sebagi peserta jaminan sosial akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah6. Demikian pula mengenai persyaratan dan tata cara penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diluar hubungan kerja diatur dengan Peraturan Pemerintah7. Sampai sekarang Peraturan Pemerintah dimaksud belum ditetapkan.

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Perlu dikemukakan bahwa jangkauan kepesertaan program jaminan sosial sampai saat ini masih sangat terbatas. Perluasan kepesertaan menurut UU SJSN dilakukan secara bertahap, diawali dengan programJaminan Kesehatan (JK) bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu sebagai penerima bantuan iuran. Pentahapan pendaftaran penerima bantuan iuran sebagi peserta jaminan sosial akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah6. Demikian pula mengenai persyaratan dan tata cara penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja bagi tenaga kerja yang melakukan pekerjaan diluar hubungan kerja diatur dengan Peraturan Pemerintah7. Sampai sekarang Peraturan Pemerintah dimaksud belum ditetapkan.

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

4 (empat) alasan yang dijadikan pertimbanganmengapa RUU BPJS perlu segera disusun

1. Sebagai pelaksanaan UU No. 40 Tahun 2004 pasca Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap perkara Nomor 007/PUU-III/2005. 2. Untuk memberikan kepastian hukum bagi BPJS dalam melaksanakan program jaminan sosial berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004. 3. Sebagai dasar hukum bagi pembentukan BPJS tingkat daerah yang dapat dibentuk dengan peraturan daerah dengan memenuhi ketentuan tentang sistem jaminan sosial nasional sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 2004. 4. Untuk meningkatkan kinerja BPJS tingkat nasional dan sub sistemnya pada tingkat daerah melalui peraturan yang jelas mengenai tugas pokok, fungsi, organisasi yang efektif, mekanisme penyelenggaraan yang sesuai dengan prinsip-prinsip good governance, mekanisme pengawasan, penanganan masa transisi dan persyaratan untuk dapat membentuk BPJS daerah.

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Karena terjadinya pro dan kontra dalam penyusunan UU BPJS terutama dalam menentukan status ke empat perseroaan (Taspen ,Jamsostek, Asabri, Askes)yang saat ini sudah berjalan dan merupakan suatu badan yang sudah dapat dikategorikan dan bertindak sebagai BPJS sebelum adanya UU BPJS . Ada beberapa kesimpulan dari penyusunan UU BPJS yang menghasilkan keputusan bahwa akan dileburnya ke empat persero peyelenggara Sistim jaminan sosial yang sebenarnya sudah merupakan suatu BPJS hanya fungsi dan bentuk nya saja yang belum sesuai dengan UU BPJS yang sedang dirancang dan akan disahkan pada pada tanggal 15 Juli 2011 yang mana UU BPJS ini sendiri sudah molor pembentukannya hingga 2 tahun yang seharus nya sudah di undang undankan pada oktober 2009 paling lambat Selain itu desakan sistim Jaminan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia juga merupakan suatu tujuan dari implementasi UU SJSN ,walaupun pemerintah pusat dan daerah pun sudah melaksanakanya dalam bentuk Jamkesma tetapi tidak secara meyeluruh dan tidak dilengkapi dengan suatu keputusan pemerintah maupun ,Keppres ataupun UU seperti UU BPJS

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Pengukuran Survey
 Bagaimana pandangan kaum pekerja sektor formal ( Buruh pabrik ,karyawan BUMN ,TNI/POLRI , Pegawai negeri yang nota bene sudah menjadi peserta dari ke empat persero( Jamsostek,ASABRI,ASKES dan Taspen ) tersebut terhadap akan di bentuknya Badan Peyelenggara Jaminan Sosial dengan akan di Sahkanya UU BPJS , Bagaimana pandangan masyarakat yang tidak menjadi peserta ke empat persero (Jamsostek, Taspen, Asabri, dan ASKES) dalam menyikapi UU BPJS yang akan disahkan ,terkait dengan sitim jaminan kesehatan gratis yang di perintahkan oleh UU SJSN serta manfaatnya bagi negara, keluarga dan komunitas mereka? Sebuah survey yang diprakarsai oleh Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu dan memperoleh jawabannya dari sekitar 10.100 dari responden dalam memberikan pendapatnya dalam survey mengenai BPJS Pengukuran dilakukan dalam dua tingkatan. Pertama, studi ini melacak penilaian publik secara umum pada sektor-sektor jaminan sosial dan manfaat utama bagi kehidupan publik dengan mengaitkannya isu yang spesifik. Mengenai SJSN dan UU BPJS Kedua, secara khusus, studi ini melacak penilaian publik atas kinerja pemerintah dalam memberikan sistim jaminan sosial bagi rakyat Indonesia terutama mengenai jaminan kesehatan gratis bagi rakyat yang pasal 28H UU DASAR 1945 1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu 7

 

Metodologi
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak untuk mendapatkan sistim jaminan sosial dari pemerintah yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan yang bisa memberikan pendapat mengenai sistim jaminan sosial yang diberikan oleh negara Sampel: Sampel asal sebanyak 10.100dipilih dengan teknik multistage random sampling. Jumlah sampel akhir yang dapat dianalisis, dengan response rate (berhasil diobservasi) sekitar 99% (berarti sangat baik) adalah 9.999 responden. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar +/-2.8% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 30% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. Waktu wawancara lapangan 30 Mei- 30 Juni 2011

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Profil Demografi
Kategori (%) Jenis Kelamin Laki Laki Wanita Pedesaan Perkotaa n 50,8 49,2 Desa-Kota 29,3 70,7 S1,S2 D3 SMA/SMK SMP SD Informal Formal Kategori (%) Sektor Pekerjaan 23,7 76,3 Pendidikan 26,3 9,8 38,4 15,7 9,8

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

1.Apakah anda pernah mendengar atau membaca berita tentang Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) yang sedang akan di buatkan Undang undangnya oleh Dewan Perwakilan Rakyat .

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

82.3

17.2 1.5 Mengetahui Tidak BPJS Mengetahui BPJS Abstain

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

10

2.Apakah anda merupakan peserta dari keempat perseroan peyelengara jaminan sosial (Jamsostek, ASKES,TASPEN, ASABRI) yang sudah ada ?

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Peserta Non peserta Tidak tahu 19.9 2.8 77.3

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

11

Jika anda peserta dari Jamsostek, Asabri ,Taspen , Askes Bagaimana menurut anda pelayanan dan manfaat program yang sudah anda dapatkan dari keempat perseroan peyelengra jaminan sosial yang sudah ada ?Memuaskan ,kurang memuasakan dan tidak memuaskan

60 50 40 30 20 10 0

52.5

29.4 18.1

Memuaskan

Kurang Tidak memuaskan memuaskan

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

12

3.Apakah menurut anda perlu atau tidak upah/ gaji Buruh ,TNI dan Pegawai Negeri Sipil dipotong setiap bulannya untuk membayar premi pada ke empat perseroaan negara peyelengara jaminan sosial ?

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

93.8

4.7 Setuju tidak setuju

1.5 Abstain

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

13

4.Apakah anda setuju Jaminan pensiun Jaminan PHK dan keselamatan kerja di bayar preminya oleh pemberi kerja /perusahaan

120 100 80 60 Premi 40 20 2.8 0 Setuju Tidak setuju Abstain


14

95.8

1.4

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Apakah anda setuju/atau tidak setuju Sistim Jaminan Sosial (Jamsostek ,Taspen ,Asabri ,ASKES) yang sudah ada di urus oleh BPJS yang dihasilkan oleh UU BPJS yang akan di undang undangkan oleh DPR pada tanggal 15 Juli nanti

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

79.3

15.6 5.1 Tidak setuju Setuju Abstain

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

15

Apakah setuju anda atau tidak setujukah jika keempat perusahaan (Jamsostek, Taspen, Askes , Asabri ) dilebur menjadi satu atau dua BPJS dalam UU BPJS yang sedang dibahas DPR

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

93.8

3.6 Tidak setuju Setuju

2.6 Abstain

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

16

Menurut anda apakah anda setuju atau tidak setuju jika BPJS yang akan di hasilkan oleh undang undang BPJS sebaiknya hanya di tujukan untuk memberikan Jaminan kesehatan gratis,dan Jaminan pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan UU SJSN dan UUD 1945 pasal 28 H tentang jaminan sosial dan kesehatan

120 100 80 60 40 20 2.8 0 Setuju Tidak setuju Abstain 1.3 95.9

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

17

Terima kasih

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

18