Anda di halaman 1dari 11

FORM 1

No. Group LO 1. Mengetahui tentang nyeri dada yg berhubungan dengan problem pasien

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 Individual inquiry result Nyeri terasa dalam dan visceral (berat, seperti menekan, dan sesak), kadang-kadang dideskripsikan seperti ditikam atau terbakar. Karakteristik nyeri sama dengan ketidaknyamanan pada angina pectoris, tetapi biasanya lebih berat dan lebih lama. Letak nyeri melibatkan daerah central dada dan/atau epigastrium, dan kadang menjalar hingga lengan. Letak penjalaran dapat juga ke abdomen, punggung, dagu bawah, dan leher. Lokasi nyeri di bawah xiphoid . Nyeri pada SREMI mungkin juga menjalar hingga area oksipital tetapi tidak di bawah umbilicus. Biasanya disertai dengan kelemahan, keringat, mual, muntah, cemas, dan perasaan gelisah. Nyeri dapat terjadi saat pasien beristirahat, tetapi diawali selama periode bekerja berat, yang biasanya tidak hilang dengan pengurangan aktivitas. Kombinasi nyeri dada substernal berlangsung selama 30 menit. Namun demikian, nyeri yang muncul pada semua pasien STEMI tidak sama. Ada pula pasien STEMI yang tidak merasa nyeri, yang biasanya pada pasien DM, dan kejadiannya meningkat dengan bertambahnya umur. Pada pasien tua, STEMI mungkin muncul sebagai sesak napas yang onsetnya tiba-tiba dengan ataupun tanpa nyeri, meliputi kehilangan kesadaran yang tiba-tiba, pusing, sensasi lemah yang dalam, aritmia, terbukti ada emboli perifer, atau penurunan tekanan arteri yang tidak dapat dijelaskan. Faktor resiko: y Smoking y Hypertension y Diabetes Mellitus y Dyslipidemia o Low HDL < 40 o Elevated LDL / TG y Family History event in first degree relative >55 male/65 female y Age-- > 45 for male/55 for female y Chronic Kidney Disease y Lack of regular physical activity y Obesity y Lack of Etoh intake y Lack of diet rich in fruit, veggies, fiber

2.

Mengetahui hubungan factor resiko terhadap timbulnya penyakit (patogenesis)

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 Patogenesis: STEMI umumnya terjadi saat lairan darah koroner menurun tiba-tiba setelah sumbatan trombotik arteri koroner yang sebelumnya terpengaruh oleh aterosklerosis. Pada perkembangan lambat selanjutnya, stenosis arteri koroner derajat tinggi biasanya tidak menyebabkan STEMI karena perkembangan jaringan kolateral yang bekerja dengan keras. Namun, STEMI terjadi saat thrombus pada arteri koroner berkembang dengan cepat pada sisi vascular yang terserang. Injury dihasilkan atau difasilitasi oleh beberapa factor seperti asap rokok, hipertensi, dan akumulasi lipid. Pada sebagian besar kasus, infark terjadi saat pecahan plaque aterosklerosis, rupture, atau ulserasi, dan saat keadaan (lokal/sistemik) trombogenesis, sehingga terbentuk thrombus yang melekat pada sisi rupture dan menyebabkan sumbatan arteri. Setelah initial platelet monolayer terbentuk pada sisi plaque yang rupture, berbagai agonist ( kolagen, ADP, epinefrin, dan serotonin) menginisiasi aktivasi platelet. Setelah stimulasi platelet oleh agonist, tromboxan A2 (vasokontriktor local yang poten) diproduksi dan direlease, selanjutnya platelet teraktivasi, dan resistensi potensial pada trombolisis. Cascade koagulasi diaktivasi karena paparan factor jaringanpada sel endotel yang rusak pada sisi plaque yang rupture. Cascade ini pada akhirnya dapat mengubah thrombin menjadi protrombin yang mengkonversi fibrinogen menjadi fibrin. STEMI mungkin disebabkan oleh sumbatan arteri koroner karena e mboli, abnormalitas congenital, spasme koroner, dan varietas luas dari penyakit sistemik (khususnya inflamasi). Jumlah myocard yang rusak karena sumbatan arteri tergantung dari: (1) Luas daerah yang disuplai oleh pembuluh darah yang terserang (2) Pembuluh darah tersumbat total atau sebagian (3) Durasi tersumbatnya arteri (4) Kuantitas suplai darah oleh pembuluh darah kolateral ke jaringan yang terserang (5) Kebutuhan oksigen myocardium ybs (6) Factor asal yang menghasilkan lisis spontan awal dari thrombus yang menumbat (7) Adekuatnya perfusi myocardium pada daerah yang infark saat aliran diperbaiki pada arteri koroner epicardium yang tersumbat Pasien memiliki resiko yang meningkat apabila STEMI terjadi pada multiple arteri koroner dan unstable angina. Kondisi medis yang jarang terjadi sebagai predisposisi STEMI meliputi hiperkoagulabilitas, penyakit kolagen vascular, penggunaan kokain, dan thrombus intracardiac atau massa yang dapat menghasilkan emboli koroner.

BR S

VR N

M mp l j ri m k nism h roscl rosis


         

idiz d low d nsi y lipopro in (L L) chol s rol in c ious g n s oksin ( rm suk r cun y ng rk ndung d l m rokok) hip rglik mi
                            

ndo h li l injury
   

v scul r in l mm ion nd
        

ibroproli r iv r spons
        

k lsium m ng nd p b rs m lipid monosi m nuju sirkul si & m ngin il r si k unik in im p d dinding p mbuluh d r h & b k rj s b g i sc v ng r c lls m m gosi L L chol s rol
                ! "             !  

ath roscl rosis


# #

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 Penimbunan kolesterol ditambah proliferasi selular dapat menjadi sangat besar sehingga plak menonjol jauh ke dalam lumen dan sangat mengurangi aliran darah, seringkali bahkan menutupi seluruh pembuluh darah. Arteri yang mengalami arterosclerotic kehilangan sebagian besar distensibilitasnya, dan karena daerah dinding pembuluh berdegenerasi, pembuluh menjadi mudah rupture. Pembuluh darah yang damage ini dapat mengaktifkan jalur pembekuan darah, dengan akibat terbentuknya thrombus dan embolus, sehingga menutupi semua aliran darah di dalam arteri secara tiba-tiba (ischemia dan infarction) Mengandung lipid, inflammatory cells, smooth muscle cells, and connective tissue. Faktor resiko: dyslipidemia, diabetes, merokok, adanya riwayat dalam keluarga, sedentary lifestyle, obesitas, and hypertensi Gejala muncul ketika plak yang sedang berkembang atau ruptur mereduksi atau mengobstruksi aliran darah, derajat berat atau ringannya gejala yang muncul berdasarkan ukuran & lokasi pembuluh darah yang terkena 3. Mempelajari tanda & gejala MI
y Cemas dan tidak dapat beristirahat y Nyeri tidak dapat menghilang dengan istirahat atau perubahan posisi dan peregangan

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102


y Sering dengan pucat, keringat dingin, dan ekstrimitas dingin y Nyeri substernal selama 30 menit y Beberapa pasien deyut nadi dan bpnya normal pada jam pertama serangan STEMI, namun pasien dengan anterior infarct menderita manifestasi gangguan simpatis berupa hiperaktivitas (takhikardi dan/atau hipertensi), dan pada infarct inferior menunjukkan gejala parasimpatis hyperactivity (bradikardi dan/atau hipotensi). y Pada pasien dengan infark dinding anterior, terdapat pulsasi sistolik abnormal yang disebabkan oleh penonjolan diskinetik dari myocardium. Sign: y Tanda disfungsi ventrikel berupa suara S4 dan S3, penurunan intensitas suara jantung pertama, dan splitting paradoxical pada suara jantung kedua. y Murmur apical systole atau akhir systole, atau midsistole karena mungkin ada disfungsi katup mitral y Pericardial friction rub mungkin terdengar pada pasien dengan transmural STEMI y Penurunan pulsasi carotis karena penurunan stroke volume y Temperature kurang lebih 38 C pada minggu pertama setelah serangan STEMI y Tekanan arteri bervariasi, pada pasien dengan transmural STEMI sistolik bisa turun 10 -15 mmHg dari saat sebelum infark.

Mempelajari penyakit jantung dengan ST ele vasi dan gambaran EKG yang menunjukkan kedaruratan

Penyakit jantung dengan ST elevasi: y STEMI y Aneurisma ventrikel (pembesaran ventrikel disertai penipisan dinding) ada Q patologis (selain pada V1 atau aVL) y Pericarditis ada friction rub (karena gesekan aliran darah dengan pericardium) y Varial angina (spasme koroner) Gambaran EKG yang menunjukkan kegawatdaruratan: y Tachicardi ventrikel Kriteria diagnosis : - terdapat 3 atau lebih ekstrasistol ventrikel yang berturutan Gambaran EKG : - frekuensi biasanya 160-200/menit

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 - bila P dapat dikenali, maka P dan QRS tidak berhubungan : disosiasi AV - QRS melebar dan bizarre

y Fibrilasi ventrikel Gelombang QRS dan T menyatu menjadi undulasi yang tidak teratur dan cepat FV halus ( fine ) : gelombang f < 3 mm FV kasar ( coarse ) : gelombang f > 3 mm

BR S
$

OK

VR N D. 0710710102
' & $ & &

4.

M mp lajari tentang pemeriksaan tambahan dengan biomarker jantung dan imaging


( (

Biomarker jantung: y Myoglobin Early marker (rising 2 -4hr after pain onset) y Troponin Definitive marker (rising 4 -6hr after pain onset)

&

BR SDA OKTAVR ANA D. 0710710102


) )

My g b
0 0

(CK-MB)

5.

Mempelajari tentang DD nyeri dada dan ST elevasi

Nyeri pada STEM dapat dirasakan pada: y Perikarditis akut, y Emboli pulmonary, y Diseksi aorta akut, y Costochondritis, y Gastrointensinal disorder Ketidaknyamanan yang menjalar ke trapezius pada STEM dapat membedakan gambaran STEM dengan pericarditis.
) 5

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 Mempelajari diagram diagnostic nyeri dada

6.

Mempelajari penatalaksanaan pasien MI baik farmakologis maupun non-farmakologis

Farmakologis: y Morphine analgesik y Oxygen 70% mengatasi hipoxia y Nitroglycerine dilatasi arteri koroner y Aspirin mencegah agregasi platelet secara ireversible y Clopidogrel mencegah agregasi platelet secara irreversible y Heparin inhibitor thrombin

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 Non-farmakologis: High risk invasive (revascularisasi dalam 12-48 jam) High risk: Elevated cardiac markers New or presumed new ST depression Recurrent ischemia despite therapy Recurrent ischemia with heart failure High risk findings on non -invasive stress test Depressed systolic left ventricular function Hemodynamic instability Sustained Ventricular tachycardia PCI with 6 months Prior Bypass surgery 7. Mempelajari KIE dan evaluasi pasien Disease: y Blood o o y Lipids o o

Pressure Goals < 140/90 or <130/80 in DM /CKD Maximize use of beta-blockers & ACE-I

LDL < 100 (70) ; TG < 200 Maximize use of statins; consider fibrates/niacin first line for TG>500; consider omega-3 fatty acids y Diabetes y A1c < 7% Behavior: y Smoking cessation o Cessation-class, medications, counseling
y

Physical Activity o Goal 30 - 60 minutes daily o Risk assessment prior to initiation Diet o DASH diet, fiber, omega-3 fatty acids

BRISDA OKTAVRIANA D. 0710710102 o Cognitive: Psikososial 8. Mempelajari komplikasi MI


y y y y y y y y y

<7% total calories from saturated fats

Ventricular dysfunction Hemodynamic assessment hypovolemia Cardiogenic shock Right ventricular infarction Arrhythmias Recurrent chest discomfort Pericarditis Thromboembolism Left ventricular aneurysm