Anda di halaman 1dari 7

Saya Menemukan Tugas Kuliah Ini di Warnet : Pres filter terdiri dari elemen-elemen filter (hingga mencapai 100

buah ) yang berdiri tegak atau terletak mendatar, disusun secara berdampingan atau satu di atas yang lain. Elemen-elemen ini terbuat dari pelat-pelat berair yang dilapisi kain filter dan disusun pada balok-balok luncur sehingga dapat digeser-geser. Dengan suatu bambu giling atau perlengkapan hidraulik, pelat-pelat itu dipres menjadi sat diantara bagian alat yang diam (bagian kepala) dan bagian yang bergerak. Saluran masuk dan saluran keluar terdapat di bagian kepala (untuk sistem tertutup) atau saluran keluarnya di samping pelat-pelat (untuk sistem terbuka). Panjang pelat dapat berkisar antara 400 dan 1500 mm, yang tergantung pada jumlah pelat, dengan luas total permukaan filter hingga 150 m2. Tebal kue dapat mencapai 50 mm. Tergantung pada besar dan jumlah pelat, volume kerja dari kue filter dapat mencapai 3000 liter. Pada dasarnya harus dibedakan antara pres filter bingkai dan pres filter kamar. Pada pres filter bingkai, terdapat sebuah bingkai diantara setiap dua pelat. Bingkai ini memberi ruang untuk ditempati ke filter. Pada konstruksi semacam ini banyak sekali volume kerja hilang jika pelat dibuat tebal dan masif. Pada pres filter kamar, pelat-pelat dibuat tipis dan dipasang dalam bingkai penyekat sehingga membentuk kamar yang sesungguhnya. Dengan panjang konstruksi yang sama, volume kerja kue menjadi 40% lebih besar. Sebagai keuntungan yang lain, kue filter hanya bersentuhan dengan kain filter dan tidak dengan bahan dasar alat. Pada pres filter bingkai, tidak ada masalah dalam mengalirkan suspensi masuk melalui bingkai-bingkai. Tetapi pada pres filter kamar, hal tersebut menjadi sukar karena konstruksinya yang kompak. Pada umumnya kesukaran ini dapat diatasi dengan membuat sistem pemasukan yang tertentu, misalnya penyekrupan kain pada bingkai penyekat atau membuat lubang-lubang di tengah pelat. Proses Filtrasi Pada filtrasi dengan pres filter horizontal, suspensi masuk pada bagian kepala melalui saluran yang terbentuk oleh lubang-lubang di bagian atas pelat. Pada pres filter bingkai, suspensi mengalir melalui bingkai-bingkai, sedangkan pada pres filter kamar, suspensi mengalir di antara pelat-pelat masuk ke dalam ruang filtrasi yang sesungguhnya. Filtrat menerobos kedua sisi kain filter, kemudian mengalir di belakang kain filter sepanjang alur-alur pelat turun ke dalam saluran. Saluran ini juga terbentuk dari lubang-lubang pada pelat. Pada sistem tertutup filtrat keluar di bagian kepala, sedangkan pada sistem terbuka filtrat mengalir dari masing-masing pelat melalui sebuah kran ke dalam saluran terbuka yang terletak di luar alat pres. Seringkali cara kerja sistem tertutup maupun sistem terbuka dapat diterapkan pada alat yang sama dengan memasang saluran pembuangan khusus dan kran bercabang tiga. Gambar 3. Proses filtrasi Keuntungan filtrasi dengan saluran keluar yang terbuka adalah bila suatu kain filter mengalami kerusakan, maka gangguan ini segera dapat dilokalisir. Sedangkan filtrasi dengan pembuangan tertutup sesuai untuk bahan-bahan yang mengandung racun, berbau atau bahan yang mudah terbakar. Proses Pencucian Pada keadaan yang paling sederhana, cairan pencuci mengalir sepanjang jalur yang sama seperti suspensi dan filtrat. Tetapi efek pencucian dengan cara ini tidaklah nyata. Efek yang lebih baik dapat dicapai cairan masuk ke balik kain filter melalui saluran atau lubang yang dibuat khusus. Saluran atau lubang tersebut berada di bagian atas atau di bagian bawah elemen filter. Masuknya cairan hanya pada setiap pelat kedua (pelat Z, kamar pencuci) dengan saluran pembuangan di bagian bawah ditutup. Selanjutnya cairan menembus kain filter dan kue filter, dan melalui sistem pembuangan yang normal cairan meninggalkan pres filter dari balik kain filter pada pelat berikutnya (pelat O, kamar tekanan). Seperti pada filtrasi, pencucian dapat dilakukan dengan sistem terbuka ataupun sistem tertutup. Sistem terbuka mempunyai keuntungan bahwa efek pencucian pada setiap kue filter dapat dikontrol secara tersendiri. Ini berarti penghematan cairan pencuci dan menjamin pencucian yang

lebih baik serta dapat diandalkan. Karena itu sistem terbuka pada pencucian lebih disenangi. Efek pencucian yang optimal hanya dapat dicapai bila kamar-kamar alat pres filter terisi penuh oleh kue filter. Oleh karena itu, jumlah pelat perlu disesuaikan dengan volume kue. Menghilangkan kelembaban kue filter Kue filter yang didapat harus sekering mungkin, karena dengan demikian biaya pengeringan selanjutnya dapat ditekan serendah-rendahnya, dan pengeluaran kue filter juga dipermudah. Untuk memperoleh kue filter yang dimaksud, cairan sisa pada kue filter perlu dihilangkan sebanyak mungkin. Metode yang sering digunakan untuk keperluan ini adalah penghembusan atau penganginan dengan gas tekan (biasanya udara tekan). Gas akan mengalir pada jalur yang sama seperti cairan pencuci. Tetapi dengan waktu penghembusan yang dapat mencapai 12 jam, pemakaian gas sangatlah banyak. Disamping itu selama penghembusan, alat pres filter tidak dapat dimanfaatkan ntuk filtrasi selanjutnya. Oleh karena itu cara kerja seperti ini menjadi sangatlah mahal. Sebuah metode lain adalah memeras kue filter dengan membran-membran karet (alat pres filter membran atau alat pres filter pelat). Membran-membran karet direntangkan di atas pelat-pelat dan hanya dapat dikembungkan dengan udara tekan. Kerugian dari cara ini adalah pengeluaran kelembaban hanya dapat dilakukan pada kue filter yang dapat dipres. Proses Pengosongan Pengosongan sebuat alat pres filter secara paling sederhana adalah dengan menggeser pelat dalam arah mendatar, kemudian dengan tangan menyapu kue pada kain filter hingga masuk ke dalam bak penampung yang berada di bawahnya. Dalam hal ini pembersihan permukaan penyekat harus dilakukan dengan baik. Cara pengosongan ini memerlukan banyak tenaga (menggeser benda-benda berat, bahaya pencemaran) dan harus dilakukan oleh dua orang. Perbaikan dapat dicapai dengan mekanisme pemindahan pelat dan penambahan perlengkapan yang memungkinkan kue jatuh dengan sendirinya (pelat yang dapat dijungkitkan, kain rentang), selain itu kue dapat pula diangkut ke luar secara kontinu dengan ban pengangkut (belt conveyor) yang dipasang di bawah alat pres. Meskipun demikian, operasi pengosongan setengah otomatik seperti itu tetap harus diawasi (bila perlu sisa-sisa kue filter disapu bersih dengan tangan). Alat pres filter horisontal dapat dibuat kerja otomatik penuh (otomat filter pres). Pada alat jenis ini kain filter berfungsi sebagai sabuk melingkar, yang digerakkan setelah pelat satu sama lain dipisahkan dengan cara menggesernya. Dengan perlakuan ini kue filter akan jatuh dari pelat ke samping dan masuk ke corong penampung. Kain filter masuk ke alat pencuci dan dibilas sebelum digunakan untuk operasi selanjutnya. Alat-alat pres filter dapat digunakan secara universal karena memiliki luas permukaan filter yang besar, ketebalan kue yang kecil dan beda tekanan hingga 6 bar, serta dapat diterapkan untuk kue filter yang dapat ditekan maupun tidak. Penggunaan alat untuk menangani media yang berbeda tergantung pada bahan pembuat kayu (kayu, bahan sintetik, besi cor, baja tahan karat, baja berlapis ebonit, baja berlapis email). Pada filtasi larutan yang mudah terbakar, yang beracun atau produk yang berbau, ruangan harus diberi ventilasi khusus atau alat pres filter itu harus dilengkapi dengan perlengkapan penghisap yang harus diperhatikan secara khusus adalah kemungkinan adanya kebocoran kue filter, pelat-pelat yang melengkung, permukaan sekat yang kotor. (Dari berbagai sumber kali yah)

FILTRASI Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan akan terendapkan. Range filtrasi pada industri mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Suatu saat justru limbah padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah

cair sebelum dibuang. Di dalam industri, kandungan padatan suatu umpan mempunyai range dari hanya sekedar jejak sampai persentase yang besar. Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae. Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan, beberapa jenis akan dijelaskan di bawah ini. Fluida mengalir melalui media penyaring karena perbedaan tekanan yang melalui media tersebut. Penyaring dapat beroperasi pada: tekanan di atas atmosfer pada bagian atas media penyaring, tekanan operasi pada bagian atas media penyaring, dan vakum pada bagian bawah.

Tekanan di atas atmosfer dapat dilaksanakan dengan gaya gravitasi pada cairan dalam suatu kolom, dengan menggunakan pompa atau blower, atau dengan gaya sentrifugal. Penyaring sentrifugal didiskusikan pada seksi berikutnya pada bab ini. Dalam suatu penyaring gravitasi media penyaring bisa jadi tidak lebih baik daripada saringan (screen) kasar atau dengan unggun partikel kasar seperti pasir. Penyaring gravitasi dibatasi penggunaannya dalam industri untuk suatu aliran cairan kristal kasar, penjernihan air minum, dan pengolahan limbah cair. Kebanyakan penyaring industri adalah penyaring tekan, penyaring vakum, atau pemisah sentrifugal. Penyaring tersebut beroperasi secara kontinyu atau diskontinyu, tergantung apakah buangan dari padatan tersaring tunak (steady) atau sebentar-sebentar. Sebagian besar siklus operasi dari penyaring diskontinyu, aliran fluida melalui peralatan secara kontinu, tetapi harus dihentikan secara periodik untuk membuang padatan terakumulasi. Dalam saringan kontinyu buangan padat atau fluida tidak dihentikan selama peralatan beroperasi. Penyaring dibagi ke dalam tiga golongan utama, yaitu penyaring kue (cake), penyaring penjernihan (clarifying), dan penyaring aliran silang (crossflow). Penyaring kue memisahkan padatan dengan jumlah relatif besar sebagai suatu kue kristal atau lumpur, sebagaimana terlihat dalam Gb. 30.4.a. Seringkali penyaring ini dilengkapi peralatan untuk membersihkan kue dan untuk membersihkan cairan dari padatan sebelum dibuang. Penyaring penjernihan membersihkan sejumlah kecil padatan dari suatu gas atau percikan cairan jernih semisal minuman. Partikel padat terperangkap didalam medium penyaring (Gb. 30.4.b) atau di atas permukaan luarnya. Penyaring penjernihan berbeda dengan saringan biasa, yaitu memiliki diameter pori medium penyaring lebih besar dari partikel yang akan disingkirkan. Di dalam penyaring aliran silang, umpan suspensi mengalir dengan tekanan tertentu di atas medium penyaring (Gb. 30.4.c). Lapisan tipis dari padatan dapat terbentuk di atas medium permukaan, tetapi kecepatan cairan yang tinggi mencegah terbentuknya lapisan. Medium penyaring adalah membran keramik, logam, atau polimer dengan pori yang cukup kecil untuk menahan sebagian besar partikel tersuspensi. Sebagian cairan mengalir melalui medium sebagai filtrat yang jernih, meninggalkan suspensi pekatnya. Pembahasan selanjutnya, suatu penyaring ultra, unit aliran silang berisi membran dengan pori yang sangat kecil, digunakan untuk memisahkan dan memekatkan partikel koloid dan molekul besar. PENYARING KUE Pada permulaan filtrasi pada penyaring kue beberapa partikel padat memasuki medium pori dan ditahan, tetapi dengan segera mulai berkumpul di permukaan septum. Setelah periode awal ini padatan kue mulai terfiltrasi; padatan tersebut mulai menebal di permukaan dan harus dibersihkan secara periodik. Kecuali dilengkapi kantong penyaring untuk pembersih gas,

penyaring kue umumnya hanya digunakan untuk pemisahan padat-cair. Sebagaimana penyaring lainnya, penyaring ini dapat beroperasi dengan tekanan di atas atmosfer pada aliran atas medium penyaring atau tekanan vakum pada aliran bawah. Jenis lainnya juga kontinyu atau diskontinyu, tetapi karena kesulitan pembuangan padatan melawan tekanan positif, kebanyakan tekanan penyaring adalah diskontinyu.

PENYARING BERTEKANAN DISKONTINYU. Penyaring bertekanan memerlukan perbedaan tekanan yang besar yang melalui septum agar filtrasi cepat cairan viskos atau padatan sempurna dapat dilakukan secara ekonomis. Kebanyakan jenis penyaring bertekanan adalah mesin pres bersaringan (filter presses) dan penyaring bercangkang dan berdaun (shell-and leaf filter).

MESIN PRES BERSARINGAN (FILTER PRESS). Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk menyediakan serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya padatan dikumpulkan. Plat-plat tersebut dilingkupi medium penyaring seperti kanvas. Lumpur dapat mencapai tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu; cairan melalui kanvas dan keluar ke pipa pembuangan, meninggalkan padatan kue basah dibelakangnya. Plat dari suatu mesin pres bersaringan dapat berbentuk persegi atau lingkaran, vertikal atau horizontal. Kebanyakan kompartemen padatan dibentuk dengan penyelia plat polipropelina cetakan. Dalam desain lain, kompertemen tersebut dibentuk di dalam cetakan plat berbingkai (plate-and-frame press) sebagaimana dapat dilihat pada Gb. 30.5, yang didalamnya terdapat plat persegi panjang dengan 6 s.d. 78 in. (150 mm s.d. 2 m) yang pada satu sisi dapat diubah-ubah. Ketebalan setiap plat antara 6 s.d. 2 in. (6 s.d. 50 mm), ketebalan bingkai antara 1/4 s.d. 8 in. (6 s.d.200 mm). Plat dan bingkai dipasang pada posisi vertikal dalam rak logam, dengan kain melingkupi permukaan setiap plat, dan ditekan dengan keras bersama dengan memutar skrup hidraulik. Lumpur memasuki suatu sisi akhir dari rangkaian plat dan bingkai. Lumpur mengalir sepanjang jalur pada satu sudut rangkaian tersebut. Jalur tambahan mengalirkan lumpur dan jalur utama ke dalam setiap bingkai. Di sini padatan akan terendapkan di atas kain yang menutupi permukaan plat. Cairan menembus kain, menuruni jalur pada permukaan plat (corrugation), dan keluar dari mesin press. Setelah merangkai mesin pres, lumpur dimasukkan dengan pompa atau tangki bertekanan pada tekanan 3 s.d. 10 atm. Filtrasi dilanjutkan sampai cairan tidak lagi muncul pada keluaran atau tekanan filtrasi secara tiba-tiba meningkat. Hal ini terjadi ketika bingkai penuh padatan atau tidak ada lumpur lagi yang dapat masuk. Jika hal demikian terjadi, mesin pres dapat dikatakan mengalami kemacetan (jammed). Cairan pencuci mungkin dapat digunakan untuk membersihkan pengotor yang larut dari padatan., setelah itu kue dapat ditiup dengan kukus (steam) atau udara untuk membersihkan cairan yang tersisa. Mesin pres kemudian dibuka, dan padatan kue dihilangkan dari medium penyaring dan dipindahkan ke konveyor atau tempat penampungan. Dalam banyak mesin pres, operasi tersebut dilakukan secara otomatis, sebagaimana terlihat pada Gb. 30.5. Pencucian secara teliti mesin pres bersaringan dapat memakan waktu beberapa jam, untuk cairan pencuci cenderung mengikuti jalur termudah dan melintasi secara tegang kumpulan kue. Jika ada bagian kue yang kurang padat, maka umumnya cairan pencuci tidak efektif. Jika pencucian lebih baik dilakukan secara berlebihan, akan lebih baik untuk mengalirkan kembali lumpur melalui kue-kue yang sebagian telah tercuci, secara bersama dengan cairan pencuci dalam jumlah yang lebih besar dan menyaring kembali. Atau juag menggunakan penyaring bercangkang dan berdaun, yang menjanjikan pencucian lebih baik daripada cetakan plat dan bingkai.

Beberapa relay yang dibangun dengan semacam mekanisme "shock absorber" yang melekat pada angker yang mencegah langsung, penuh gerakan ketika kumparan adalah baik energi atau de-energized. Selain ini memberikan relay milik waktu-delay aktuasi. Waktu-delay relay dapat dibangun untuk menunda gerak dinamo pada kumparan energization, de-energization, atau keduanya. Waktu-delay kontak relay harus ditetapkan tidak hanya sebagai baik normal-terbuka atau biasanya tertutup, tapi apakah penundaan beroperasi dalam arah menutup atau dalam arah pembukaan. Berikut ini adalah deskripsi dari empat jenis dasar waktu-delay relay kontak. Pertama kita harus kontak normal terbuka, timed-tertutup (NOTC). Jenis kontak ini biasanya terbuka ketika kumparannya unpowered (de-energized). Kontak ditutup oleh penerapan listrik ke koil relay, tetapi hanya setelah kumparan telah terus didukung untuk jumlah waktu tertentu. Dengan kata lain, arah gerak kontak (baik untuk menutup atau membuka) adalah identik dengan kontak NO biasa, tetapi ada keterlambatan dalam menutup arah. Karena terjadi keterlambatan dalam arah kumparan energization, jenis kontak alternatif dikenal sebagai normal-terbuka, penundaan-: Berikut ini adalah diagram waktu operasi ini kontak relay: Selanjutnya kita memiliki biasanya terbuka, timed-terbuka (Noto) kontak. Seperti kontak NOTC, jenis kontak normal terbuka ketika kumparannya unpowered (de-energized), dan ditutup oleh penerapan listrik ke kumparan relay. Namun, tidak seperti kontak NOTC, tindakan waktu terjadi atas de-energization kumparan bukan pada energization. Karena terjadi keterlambatan dalam arah kumparan de-energization, jenis kontak alternatif dikenal sebagai normal-terbuka, off-delay: Berikut ini adalah diagram waktu operasi ini kontak relay: Selanjutnya kita memiliki biasanya tertutup, timed-terbuka (NCTO) kontak. Jenis kontak ini biasanya tertutup ketika kumparannya unpowered (de-energized). Kontak dibuka dengan penerapan kekuasaan ke koil relay, tetapi hanya setelah kumparan telah terus didukung untuk jumlah waktu tertentu. Dengan kata lain, arah gerak kontak (baik untuk menutup atau membuka) adalah identik dengan kontak NC biasa, tapi ada keterlambatan dalam arah pembukaan. Karena terjadi keterlambatan dalam arah kumparan energization, jenis kontak alternatif dikenal sebagai penundaan-on, biasanya tertutup: Berikut ini adalah diagram waktu operasi ini kontak relay: Akhirnya kita memiliki biasanya tertutup, berjangka waktu-tertutup (NCTC) kontak. Seperti NCTO kontak, jenis kontak normal tertutup ketika kumparannya unpowered (de-energized), dan dibuka oleh penerapan listrik ke kumparan relay. Namun, tidak seperti NCTO kontak, tindakan waktu terjadi atas de-energization kumparan bukan pada energization. Karena terjadi keterlambatan dalam arah kumparan de-energization, jenis kontak alternatif dikenal sebagai normal-tertutup, offdelay: Berikut ini adalah diagram waktu operasi ini kontak relay: Waktu-delay relay sangat penting untuk digunakan dalam sirkuit logika kontrol industri. Beberapa contoh penggunaan mereka termasuk: * Flashing mengontrol cahaya (waktu, waktu off): dua waktu-delay relay yang digunakan dalam hubungannya dengan satu sama lain untuk menyediakan frekuensi konstan on / off berdenyut kontak intermiten untuk mengirimkan kekuatan untuk lampu. * Mesin kontrol autostart: Mesin yang digunakan untuk generator listrik darurat sering dilengkapi dengan "autostart" kontrol yang memungkinkan untuk secara otomatis start-up jika tenaga listrik utama gagal. Untuk benar memulai mesin besar, perangkat tambahan tertentu

harus dimulai pertama dan membiarkan beberapa waktu singkat untuk menstabilkan (pompa bahan bakar, pra-pompa minyak pelumas) sebelum motor starter mesin diberi energi. Waktudelay relay membantu urutan peristiwa ini untuk benar start-up mesin. * Tungku kontrol keamanan membersihkan: Sebelum tungku pembakaran-jenis dapat dengan aman menyala, kipas udara harus dijalankan untuk jumlah waktu tertentu untuk "membersihkan" ruang tungku berpotensi apapun uap yang mudah terbakar atau bahan peledak. Sebuah relay waktu-delay menyediakan logika tungku kontrol dengan elemen waktu yang diperlukan. * Motor soft-start delay kontrol: Daripada mulai motor listrik besar dengan beralih kekuatan penuh dari kondisi berhenti mati, tegangan berkurang dapat diaktifkan untuk sebuah awal yang "lembut" dan arus masuk kurang lancar. Setelah waktu tunda yang ditentukan (diberikan oleh waktu-delay relay), kekuasaan penuh diterapkan. * Conveyor belt penundaan urutan: ketika beberapa ban berjalan tersebut diatur untuk mengangkut material, ban berjalan harus diulang dalam urutan terbalik (yang terakhir pertama dan yang pertama terakhir) sehingga material yang tidak mendapatkan menumpuk pada berhenti atau memperlambat bergerak conveyor. Dalam rangka untuk mendapatkan sabuk besar hingga kecepatan penuh, beberapa waktu mungkin diperlukan (terutama jika soft-start motor kontrol digunakan). Untuk alasan ini, biasanya ada waktu-delay sirkuit diatur pada setiap ban berjalan untuk memberikan waktu yang cukup untuk mencapai kecepatan belt penuh sebelum ban berjalan berikutnya makan itu dimulai. Yang lebih tua, mekanik waktu-delay relay yang digunakan dashpots pneumatik atau berisi cairan piston / silinder pengaturan untuk memberikan "penyerap goncangan" yang dibutuhkan untuk menunda gerakan dinamo. Desain baru dari waktu-delay relay menggunakan sirkuit elektronik dengan resistor-kapasitor (RC) jaringan untuk menghasilkan waktu tunda, kemudian berikan energi kumparan (seketika) relay elektromekanis yang normal dengan output sirkuit elektronik. Timer elektronik-relay lebih serbaguna daripada, model lama mekanik, dan kurang rentan terhadap kegagalan. Banyak model menyediakan fitur penghitung canggih seperti "menembak satu" (satu output pulsa diukur untuk setiap transisi dari masukan dari de-energi untuk energi), "mendaur ulang" (diulang on / off siklus output selama sambungan input energi) dan "pengawas" (perubahan negara jika sinyal input tidak berulang kali siklus on dan off).

Para "pengawas" timer ini sangat berguna untuk monitoring sistem komputer. Jika komputer sedang digunakan untuk mengendalikan proses kritis, biasanya dianjurkan untuk memiliki alarm otomatis untuk mendeteksi komputer "penjara" (abnormal menghentikan eksekusi program karena sejumlah penyebab). Cara mudah untuk membuat suatu sistem pemantauan untuk memiliki komputer secara teratur memberi energi dan de-energi kumparan relay timer pengawas (mirip dengan output dari timer "mendaur ulang"). Jika menghentikan eksekusi komputer untuk alasan apapun, sinyal itu output ke koil relay pengawas akan berhenti bersepeda dan membeku dalam satu atau negara lainnya. Beberapa waktu sesudahnya, relay pengawas akan "time out" dan sinyal masalah. * TINJAUAN: * Waktu relay delay dibangun dalam empat mode dasar operasi kontak: * 1: Biasanya-terbuka, timed-tertutup. Disingkat "NOTC", relay ini terbuka segera setelah coil de-energization dan menutup hanya jika kumparan energi secara terus-menerus untuk periode durasi waktu. Juga disebut normal-terbuka, di-delay relay. * 2: Biasanya-terbuka, timed-terbuka. Disingkat "Noto", relay ini menutup segera setelah kumparan energization dan buka setelah kumparan telah de-energi untuk periode durasi waktu. Juga disebut normal-terbuka, off relay penundaan. * 3: Biasanya-tertutup, timed-terbuka. Disingkat "NCTO", relay ini menutup segera setelah coil de-energization dan buka hanya jika kumparan energi secara terus-menerus untuk periode durasi waktu. Juga disebut normal-tertutup, di-delay relay. * 4: Biasanya-tertutup, timed-tertutup. Disingkat "NCTC", relay ini terbuka segera setelah kumparan energization dan menutup setelah kumparan telah de-energi untuk periode durasi

waktu. Juga disebut normal-tertutup, off relay penundaan. * Satu-shot timer menyediakan pulsa kontak tunggal durasi tertentu untuk masing-masing kumparan energization (transisi dari kumparan ke kumparan pada). * Recycle timer memberikan urutan berulang dari on-off pulsa kontak selama kumparan dipertahankan dalam keadaan energi. * Watchdog timer actuate kontak mereka hanya jika kumparan gagal terus diurutkan on dan off (energi dan de-energized) pada frekuensi minimum.

Beri Nilai