Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PERTEMUAN IX

AKUNTASI BIAYA
****

BIAYA BAHAN BAKU

*****

OLEH NIM MATA KULIAH KLAS

: NANI KUSUMAWATI : 090055798 : AKUNTANSI BIAYA : MANAJEMEN IV/ KA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

PUTRA BANGSA
KEBUMEN 2011 0

AKUNTANSI BIAYA
STIE PUTRA BANGSA KEBUMEN Tugas Pertemuan IX (Ke Sembilan) Oleh: Nani Kusumawati NIM: 090055798

BIAYA BAHAN BAKU


Pembahasan akuntansi biaya bahan baku ini didasarkan pada model akuntansi dalam perusahaan yang produksinya didasarkan pada model akuntansi dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan.

UNSUR BIAYA YANG MEMBENTUK HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIBELI
Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi.Bahan baku dapat diperoleh dari pembelian local,impor ataupun pengolahan sendiri. Didalam memperoleh bahan baku perusahaan mengeluarkan biaya antara lain : harga beli bahan baku itu sendiri ditambah biaya-biaya pembelian,pergudangan dan biaya perolehan lain SISTIM PEMBELIAN LOKAL BAHAN BAKU Bagian-bagian yang terlibat meliputi Gudang,Pembelian,Penerimaan Barang dan Akuntansi Dokumen sumber dan pendukung yang terlibat antara lain: 1. Surat permintaan pembelian 2. Surat order pembelian 3. Laporan penerimaan barang 4. Faktur dari penjual Adapun prosedurnya terdiri: Prosedur permintaan pembelian Prosedur order pembelian Prosedur penerimaan barang Prosedur pencatatan penerimaan barang digudang Prosedur pencatatan utang

Bagian

Produksi,bagian

1. 2. 3. 4. 5.

BEBERAPA CONTOH FORM SURAT DALAM SISTIM PEMBELIAN Surat Permintaan Pembelian

Surat Order Pembelian

Laporan Penerimaan Barang

Form Kartu Gudang Form Kartu Barang Form Kartu Persediaan BIAYA YANG DIPERHITUNGKAN DALAM HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIBELI Menurut prinsip akuntansi yang lazim, semua biaya yang terjadi untuk memperoleh bahan baku dan untuk menempatkannya dalam keadaan siap untuk diolah, merupakan elemen harga pokok bahan baku yang dibeli.

Harga pokok bahan baku terdiri dari : harga beli yang tercantum dalam faktur dari penjual ditambah biaya angkutan, biaya-biaya pembelian lain serta biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan baku tersebut dalam keadaan siap untuk diolah.

Apabila dalam pembelian bahan baku,pemasok memberikan potongan tunai(cash discount),maka potongan tunai ini diperlakukan sebagai pengurangan terhadap harga pokok yang dibeli. Adapun perusahaan membayar biaya angkutan untuk berbagai macam bahan baku yang dibeli,sering menimbulkan masalah mengenai pengalokasian biaya angkutan tersebut kepada masing-masing jenis bahan baku yang diangkut. Maka biaya angkutan dapat diperlakukan dengan dua cara; 1. Diperhitungkan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang dibeli Alokasi biaya angkutan kepada masing-masing jenis bahan baku yang dibeli didasarkan pada: a) Perbandingan Kuatitas Tiap Jenis Bahan Baku yang Dibeli b) Perbandingan Harga Faktur Tiap Jenis Bahan Baku yang Dibeli c) Berdasarkan tarif yang ditentukan di muka 2. Diperlakukan sebagai elemen biaya overhead pabrik. Pada awal tahun anggaran,jumlah biaya angkutan yang akan dikeluarkan selama satu tahun ditaksir.Jumlah taksiran ini diperhitungkan sebagai unsur biaya overhead pabrik dalam penentuan tariff biaya overhead pabrik. Biaya angkutan yang sesungguhnya dikeluarkan kemudian dicatat dalam sebelah debit rekening Boaya Overhead Pabrik sesungguhnya. BIAYA-BIAYA UNIT ORGANISASI YANG TERKAIT DALAM PEROLEHAN BAHAN BAKU Dalam memperhitungkan biaya-biaya unit organisasi yang terkait dalam perolehan bahan baku, perusahaan membuat tarif pembebanan biaya pembelian untuk dibebankan kepada setiap bahan baku yang dibeli. Jika biaya pembelian dibebankan kepada bahan baku yang dibeli atas dasar tariff ,maka perhitungan tariff biaya pembelian dilakukan sebagai berikut: 1. Jumlah biaya tiap bagian yang terkait dalam transaksi pembelian bahan baku tersebut diperkirakan selama satu tahun anggaran 2. Ditentukan dasar pembebanan biaya tiap-tiap bagian tersebut dan ditaksir berapa jumlahnya dalam tahun anggaran. 3. Ditentukan tariff pembebanan biaya tiap bagian tersebut dengan cara membagi biaya tiap bagian dengan dasar pembebanan UNSUR BIAYA YANG DIPERHITUNGKAN DALAM HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIIMPOR Dalam perdagangan luar negeri, harga barang yang disetujui bersama antara pembeli dan penjual akan mempengaruhi biaya-biaya yang menjadi tanggungan pembeli.Bahan baku dapat diimpor dengan pengaturan syarat tertentu antara lain:
4

FAS( free alongside ship) FOB ( free on board ) C & F ( cost and freight ) C.I & F ( cost , insurance and freight ) Pada harga dengan syarat C & F pembeli menanggung biaya asuransi laut dan penjual menanngung angkutan laut Pada C.I & F,pembeli hanya menanggung biaya-biaya untuk mengeluarkan bahan baku dari pelabuhan pembeli dan biaya-biaya lain sampai dengan barang tersebut diterima digudang pembeli,biaya angkutan laut beserta asuransi lautnya sudah diperhitungkan oleh penjual dalam harga barang. PENENTUAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIPAKAI DALAM PRODUKSI Bahan baku yang disimpan di gudang berasal dari berbagai pembelian, yang kemungkinan besar mempunyai harga per satuan yang berbeda dari pembelian yang satu ke pembelian yang lain. Hal ini menimbulkan masalah pemilihan harga pokok per satuan bahan baku yang dipakai dalam produksi, metode penentuan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi antara lain: Metode identifikasi khusus, Metode rata-rata bergerak, Metode masuk terakhir keluar pertama(MTKP) (Last in First Out Method), metode biaya standar, metode rata-rata harga pokok bahan baku pada akhir bulan. Pencatatan persediaan bahan baku dapat dilakukan dengan metode mutasi persediaan atau metode persediaan fisik. MASALAH-MASALAH KHUSUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN BAHAN BAKU Meliputi: -Sisa Bahan (scrap materials) -Produk rusak (spoiled goods) -Produk cacat( defective goods)

SISA BAHAN (SCRAP MATERIALS) Sisa bahan merupakan bahan baku yang rusak dalam proses produksi sehingga tidak dapat menjadi bagian produk jadi. Jika sisa bahan tidak mempunyai nilai jual, akibat yang ditimbulkan adalah harga pokok per satuan produk jadi menjadi lebih tinggi. Jika sisa bahan masih mempunyai nilai jual, masalah yang timbul adalah bagaimana memperlakukan hasil penjualan sisa bahan tersebut. Hasil penjualan sisa bahan dapat diperlakukan sebagai : 1. Pengurang biaya bahan baku pesanan yang menghasilkan sisa bahan tersebut.
5

2. Pengurang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi 3. pendapatan di luar usaha ( other income). PENCATATAN SISA BAHAN Jika jumlah dan nilai sisa bahan relative tinggi,maka diperlukan pengawasan terhadap persediaan sisa bahan. Pemegang kartu persediaan di Bagian Akuntansi perlu mencatat mutasi persediaan sisa bahan yang ada digudang dengan cara atau metode yang ada ( Mulyadi P 299) PRODUK RUSAK (SPOILED GOODS) Produk rusak adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki menjadi produk yang baik. Masalah akuntansi yang timbul dari adanya produk rusak adalah bagaimana memperlakukan kerugian yang timbul dari adanya produk rusak tersebut. Perlakuan produk rusak tergantung sifat dan sebab terjadinya: 1. Jika terjadi karena sulitnya pengerjaan pesanan tertentu atau factor luar biasa lain,maka harga pokok produk rusak dibebankan sebagai tambahan harga pokok produk yang baik dalam pesanan yang bersangkutan.JIka masih laku dijual,maka penjualannya diperlakukan sebagai pengurang biaya produksi pesanan yang menghasilkan produk rusak tersebut. 2. Produk rusak yang normal terjadi dalam proses pengolahan produk,kerugian adanya produk rusak dapat dibebankan /diperhitungkan sebagai elemen biaya overhead pabrik. PENCATATAN PRODUK RUSAK Pencatatan produk rusak dengan cara: -Jika produk rusak dibebankan kepad pesanan tertentu. -Jika kerugian produk rusak dibebankan kepada seluruh produk.

PRODUK CACAT( DEFECTIVE GOODS)

Produk cacat adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan, namun dengan mengeluarkan biaya pengerjaan kembali untuk memperbaikinya, produk tersebut secara ekonomis dapat disempurnakan lagi menjadi produk jadi yang baik. Masalah akuntansi yang timbul dari adanya produk cacat adalah bagaimana memperlakukan biaya pengerjaan kembali (rework cost) produk cacat tersebut. Biaya pengerjaan kembali produk cacat dengan cara: Dibebankan kepada pesanan yang menghasilkan produk cacat tersebut Diperlakukan sebagai elemen biaya overhead pabrik. PENCATATAN PRODUK CACAT Pencatatan produk cacat dengan cara: -Jika produk cacat dibebankan kepad pesanan tertentu.
6

-Jika kerugian produk cacat dibebankan kepada produksi secara keseluruhan. ----------------------Selesai
Sumber Penulisan Tugas : 1. Akuntansi Biaya-Bab IX, Biaya Bahan Baku, Mulyadi 2. Sumber lain