Anda di halaman 1dari 5

Cara Memasang Granite Tile 1.

Dasar plestern sebaiknya sudah rata, sehingga sangat membantu bagi hasil pemasangan yang rata. 2. Untuk:

Standard ukuran (istilah umum kepalan) harus dibuat 1 keping memanjang, jika menghendaki pemasangan yang nyaris.

Tanpa nat, maka dianjurkan 3 baris memanjang.

3.

Sistem pemasangan diharuskan kearah keluar atau samping, sehingga sisa potongan dapat diarahkan ke bidang luar (sama sekali tidak dianjurkan pemasangan dari samping yang nantinya bertemu di tengah). yang benar yang salah

1. Jika menggunakan semen campur pasir, maka dianjurkan campur 1:3 (semen pasir) yang sudah

dibersihkan dari unsur batu-batuan (diayak) 2. Jika menggunakan lem semen/semen instan, maka diatur sesuai standard yang diberikan oleh masing-masing pabrik pembuat semen tersebut. 3. Menyusut kadar air harus sangat sedikit/ tampak agak kering, sehingga pada saat menyusut tidak beresiko terlalu banyak. Bagian granite tile boleh diberikan campuran semen dengan air yang cukup kental. Campuran semen dan pasir dibuat merata dipermukaan yang akan dipasang, disarankan menggunakan trawl. 1. 2. 3.

4. 5.

6.

Sebelum granite tile dipasang, maka bagian paling pinggir dari campuran semen pasir dibuang selebar 1-1,5 cm sepanjang granite tile (untuk mengakomodasi tekanan ke samping dari kelebihan semen dan pasir).

7. 8. 9.

Untuk pemasangan yang nyaris tanpa nat maka bagian samping dari granite tile yang sudah terpasang maupun yang akan dipasang harus dibersihkan total, sehingga tidak ada material yang membentuk nat. Saat dipasang diutamakan kerataan permukaan, dengan bantuan potongan granite tile sebagai patokan da juga water pass panjang. Setelah terpasang bagus, maka permukaan granite tile tidak boleh disentuh/ diinjak selama 4 hari (untuk semen pasir) dan 2 hari (untuk lem semen).

Pemasangan Marmer

2009-02-02

Jika memasang marmer dalam ukuran slabs, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Usahakan memilih marmer dalam kesatuan block, dengan nomor slab yang masih berurutan karena hal ini memudahkan untuk mengatur motif urat pada waktu pemasangannya. 2. Dalam satu ruangan, kebutuhan marmer harus terpenuhi dengan slabs marmer dari block yang sama. 3. Utamakan memilih atau menyediakan marmer untuk ruangan yang terbesar, baru sisanya dipilih untuk ruangan yang lebih kecil. Karena jauh lebih sulit untuk menyerasikan warna dan motif untuk ruangan yang besar. 4. Khusus cara memasang marmer dengan motif garis, seperti serpegiante, maka pemasangan slab no. 2 bukan di samping slab no. 1, tetapi di atas slab no. 1...slab no. 3 di atas slab no. 2 dst. 5. Gunakan coating marmer yan baik, untuk menjaga agar tidak timbul flek atau noda pada marmer yang terpasang. 6. Tidak disarankan, menggunakan pasir putih + semen putih, karena hal ini tidak ada faedahnya, hanya membuangbuang biaya. 7. Jika memasang marmer travertine dan yang sejenis, maka di sisi belakang atau bagian bawah harus di tutup serapat mungkin menggunakan resin / lem putih + semen putih, karena travertine adalah batu yang banyak mengandung lubang-lubang kecil, sehingga sering terjadi air semen masuk dan keluar dari lubang di atasnya, sehingga sisi luar kadang-kadang terlihat kotor. 8. Untuk memotong marmer disarankan menggunakan pisau yang tajam dengan merk yang terbaik. Hal ini untuk mendapatkan hasil potong yang rapi. Pisau potong yang bagus adalah pisau potong yang tajam dan bukan pisau potong yang awet. 9. Untuk adukan mortar (semen + pasir) tidak boleh terlalu banyak air, karena setelah kering marmer akan kurang melekat terhadap mortar tersebut (biasanya disebut kopyor / terdengar kosong jika diketuk).

pasang marmer

poles kupas marmer

kristalisasi marmer ILUSTRASI MASANG MARBLE